Docstoc

media pembelajaran 3 dimensi

Document Sample
media pembelajaran 3 dimensi Powered By Docstoc
					      MEDIA PEMBELEJARAN
TIGA DIMENSI DALAM ELEKTRONIKA




             KELOMPOK X :

        FERY BALEA (0925134054)
        RUSDI KASIM (0925134051)
        IRSAN MASIGA (102514021)




JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA
           FAKULTAS TEKNIK
     UNIVESITAS NEGERI MAKASSAR
                 2013
                              KATA PENGANTAR




       Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas rahmat dan berkat-Nya,      kami dapat menyelesaikan makalah media
pembelajaran     ini dengan judul “ Media pembelajaran Tiga Dimensi dalam
Elektronika ”.

       Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak terdapat kekurangan
baik dari segi penyusunan , kata-kata atau penggunaan bahasa maupun penyajian
materi. Oleh karena itu, kami   mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya
membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini sehingga
bermanfaat bagi kita semua.

Terima kasih




                                                       Makassar 5 maret 2013




                                                           Kelompok X
                                                   DAFTAR ISI

                                                                                                             Halaman

Kata Pengantar ......................................................................................... i

Daftar Isi .................................................................................................... ii

     A. PENDAHULUAN
           1. Latar Belakang .......................................................................... 1
           2. Rumusan Masalah ..................................................................... 2
     B. PEMBAHASAN
           1. Pengertian Media tiga Dimensi ................................................. 3
           2. Jenis-jenis Media tiga Dimensi .................................................. 3
           3. Karakteristik Media Tiga Dimensi ............................................. 5
           4. Kelebihan dan Kekurangan Media Tiga Dimensi ...................... 7
     C. PENUTUP
           1. Kesimpulan .............................................................................. 11
           2. Referensi ................................................................................... 11
                            A. PENDAHULUAN


1. Latar Belakang

       Media pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam
mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran. Sehingga dapat kita pahami
bahwa media pembelajaran adalah sesuatu yang dapat dijadikan sarana
penghubung untuk mencapai pesan yang harus dicapai oleh siswa dalam kegiatan
belajar.
       Hamalik (1986) mengemukakan bahwa “pemakaian media pengajaran
dalam proses belajar mengajar dapat membangkitan keingintahuan dan minat baru
bagi siswa, serta membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar
mengajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa”. Dari
pernyataan diatas semakin jelas bahwa penggunaan media pembelajaran pada
tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu. Disamping itu, hadirnya media
pembelajaran sebagai salah satu komponen dalam proses belajar mengajar amat
diperlukan, mengingat bahwa kedudukan media ini bukan hanya sekedar alat
bantu mengajar, tapi merupakan bagian integral dalam pembelajaran. Selain dapat
menggantikan sebagian tugas dosen sebagai penyaji materi (penyalur pesan), yang
dapat membantu mahasiswa dalam belajar.
       Banyak media pembelajaran yang dapat pendidik gunakan untuk
menunjang kegiatan pembelajaran ini, namun seringkali sekolah terbentur pada
kendala kemampuan dalam pengadaannya. Terutama saat dihadapkan pada harga
media yang harus dibelanjakan tidak dapat terjangkau oleh sekolah. Menghadapi
hal ini sekolah melalui para guru harus memiliki daya kreasi yang tinggi agar
dapat menciptakan sendiri media pembelajaran tersebut.
       Salah satu media pembelajaran yang pemakalah maksudkan adalah media
tiga dimensi. Yaitu media yang memiliki tiga sisi depan belakang dan samping.
Dengan demikian sebuah media tiga dimensi dapat dilihat dari berbagai arah.
Mengingat ini maka jelas media ini akan besar pengaruhnya bagi mahasiswa
dalam mencapai kompetensi pembelajaran yang telah ditetapkan.
2. RUMUSAN MASALAH

  1. Apakah Media Tiga Dimensi itu?
  2. Sebutkan Jenis-jenis Media Tiga Dimensi.
  3. Bagaimana Karakteristik Media Tiga Dimensi?
  4. Apa Kelebihan dan Kekurangan dari Media Tiga Dimensi?
                                B. PEMBAHASAN


1. Pengertian Media Tiga Dimensi
      Media pembelajaran tiga dimensi, yaitu media yang tampilannya dapat
diamati dari arah pandang mana saja dan mempunyai dimensi panjang, lebar,dan
tinggi/tebal. Media tiga dimensi juga dapat diartikan sekelompok media tanpa
proyeksi yang penyajiannya secara visual tiga dimensi. Kelompok media ini dapat
berwujud sebagai benda asli baik hidup maupun mati, dan dapat berwujud sebagai
tiruan yang mewakili aslinya.
      Benda asli ketika akan difungsikan sebagai media pembelajaran dapat
dibawa langsung ke kelas, atau mahasiswa sekelas dikerahkan langsung ke dunia
sesungguhnya di mana benda asli itu berada. Apabila benda aslinya sulit untuk
dibawa ke kelas atau kelas tidak mungkin dihadapkan langsung ke tempat di mana
benda itu berada, maka benda tiruannya dapat pula berfungsi sebagai media
pembelajaran yang efektif.


2. Jenis-jenis Media Tiga Dimensi
      Media tiga dimensi yang sering digunakan dalam pembelajaran adalah
model dan boneka. Model adalah bentuk yang dapat dikenal menyerupai persis
benda sesungguhnya dalam ukuran skala yang diperbesar atau dikecilkan. Boneka
merupakan jenis model yang dipergunakan untuk memperlihatkan permainan.
      Menurut Nana Sudjana dkk, model dapat dikelompokkan kedalam enam
kategori yaitu model padat (solid model), model penampang (cutaway model),
model susun (builed-up model), model kerja (working model), mock-up, dan
diorama. Masing-masing kategori model tersebut mungkin mempunyai ukuran
yang sama persis dengan ukuran aslinya atau mungkin dengan skala yang lebih
besar atau lebih kecil dari pada objek yang sesungguhnya. Berikut ini akan
dijelaskan jenis-jenis model yang telah dikemukakan diatas.
a. Model Padat (Solid Model), suatu model padat biasanya memperlihatkan
   bagian permukaan luar daripada objek dan acapkali membuang bagian-
   bagian yang membingungkan gagasan-gagasan utamanya dari bentuk,
   warna, dan susunannya. Contohnya: komponen-komponen elektronika:
   misalnya resistor, kapasitor, transistor, dan lain-lain.
b. Model Penampang (Cutaway Model), model penampang memperlihatkan
   bagaimana sebuah objek itu tampak, apabila bagian permukaannya
   diangkat untuk mengetahui susunan bagian dalamnya. Kadang-kadang
   model ini dinamakan model X-Rayatau model Crossectionyaitu model
   penampang memotong. Contoh: anatomi manusia dan hewan, seprti: gigi,
   mata, kepala, otak, torso, tulang belulang, jantung, paru-paru, dan bagian
   ginjal.
c. Model Susun (Builed-up Model), model susun terdiri dari beberapa bagian
   objek yang lengkap, atau sedikitnya suatu bagian penting dari objek itu.
   Contoh: anatomi manusia dan binatang, seperti: mata, telinga, jantung,
   tengkorak, otak.
d. Model Kerja (Working Model), model kerja adalah tiruan dari suatu objek
   yang memperlihatkan bagian luar dari objek asli, dan mempunyai
   beberapa bagian dari benda yang sesungguhnya. Contoh: peralatan musik,
   seperti: biola,seruling, terompet, piano, harpa, trambulin.
e. Mock-up adalah suatu penyederhanaan sususnan bagian pokok dari suatu
   proses atau sistem yang lebih ruwet. Susunana nyata dari bagian-bagian
   pokok itu diubah sehingga aspek-aspek utama dari suatu proses mudah
   dimengerti oleh siswa. Contoh: penggunaan susunan perangkap tikus.
f. Diorama adalah sebah pandangan tiga dimensi mini bertujuan untuk
   menggambarkan pemandangan sebenarnya. Diorama biasanya terdiri atas
   bentuk-bentuk sosok atau objek-objek ditempatkan di pentas yang berlatar
   belakang lukisan yang disesuaikan dengan penyajian. Contoh: interior
   pada gua.
3. Karakteristik Media Tiga Dimensi
   a. Model Padat (Solid Model), dalam model ini siswa dapat melakukan
      kegiatan membuat model yang sangat bermanfaat dalam mengembangkan
      konsep realisme bagi dirinya. Melalui kegiatan konstruksi, menciptakan
      dan membentuk objek tertentu mereka ditantang untuk memecahkan
      masalah-masalah pengajaran dalam berbagai bidang studi yang mereka
      pelajari. Melalui transformasi sederhana, menggunakan bahan-bahan
      murah para siswa menciptakan berbagai bentuk objek studi, sehingga hasil
      belajar lebih mendalam dan lebih mantap.
   b. Model Penampang (Cutaway Model), model penampangdibuat dengan
      beberapa alasan yang antara lain benda aslinya tertutup dan terlalu besar
      atau terlalu kecil, misalnya gunung berapi, sedang murid memerlukan
      penjelasan tentang struk-tur bagian dalamnya. Alasan lain adalah alasan
      kesesuaian, misalnya untuk mendapat pema-haman yang jelas tentang
      struktur bagian dalam mata manusia, kita tidak mungkin membuat irisan
      langsung pada tubuh manusia, sekalipun sudah mati. Untuk itu
      diperlihatkan tiruan untuknya.
             Fungsi dari model ini adalah menggantikan objek sesungguhnya.
      Selain itu model penampang bisa memperjelas objek yang sebenarnya,
      karena bisa diperbesar atau diperkecil. Yang perlu diperhatikan dalam
      membuat model penampang adalah, hanya bagian-bagian terpenting saja
      yang harus ditonjolkan, biasanya dibubuhi warna-warna yang kontras,
      sedangkan rincian yang tidak begitu penting dihilangkan.
   c. Model Susun (Builed-Up Model), model susunan dimaksudkan struktur
      bagian dalam dari suatu benda, disamping memperlihatkan bagian dalam
      obyek juga dapat dilepas atau dipreteli untuk dipelajari satu per satu
      sehingga memperjelas pengertian. Dan bila sudah selesai dapat diletakkan
      kembali pada posisinya semula. Model ini dapat berupa variasi dari model
      irisan. Model irisan sendiri dapat disebut model terbuka, karena
      menggambarkan obyek yang aslinya dalam keadaan tertutup ditampilkan
      dalam model yang terbuka. Untuk model terbuka sebaiknya siswa disuruh
   hati-hati waktu mempelajarinya. Karena disamping mahal harganya, juga
   agak mudah rusak dan apabila alat penyetelnya rusak dapat mengganggu
   penampilan model tersebut dan mungkin tidak dapat disusun seperti
   semula.
d. Model Kerja (Working Model), model kerja dirancang untuk menunjukkan
   kepada para siswa bagaimana mekanisme suatu objek itu berfungsi.
   Berbagai model yang baik seringkali mempergunakan pewarnaan yang
   kontras pada bagian-bagian terpenting seperti pada blok mesin, kabel,
   sikuit, atau berbagai komponen menunjukkan hubungan satu sama lain.
   model kerja sangat mendorong rasa keingintahuan siswa.
e. Mock-Up, adalah alat tiruan tiga dimensi yang dapat memperlihatkan
   fungsi atau gerakan dari aspek tertentu saja dari benda, alat atau obyek
   yang akan diterangkan. Pada mock-up hanya nampak bagian yang penting
   yang perlu diperagakan gerakannya atau proses kerjanya kepada siswa,
   sedang bagian kecil lainnya yang dianggap tidak penting atau yang dapat
   mengganggu perhatian siswa dihilangkan.
          Jadi sebenarnya mock-up terletak ditengah-tengah model tiruan
   dengan benda sebenarnya. Dikatakan model tidak tepat, karena dapat
   memperlihatkan fungsi sebenarnya dari bagian alat itu, sebaliknya disebut
   benda sebenarnya juga tidak tepat, karena bagian-bagian lain dari bentuk
   benda aslinya yang tidak diterangkan, dihilangkan. Selain itu bahan baku
   yang dibuat untuk alat ini bisa dibuat dari bahan yang lain dari benda atau
   peralatan aslinya. Misalnya siswa waktu belajar tentang fungsi bel listrik.
   Pertama dapat dibuat model rumah yang sederhana, kemudian dibuat
   perangkat bel listrik yang sebenarnya dan dihubungkan dengan listrik
   (battery atau accu). Bel listrik ditempelkan pada dinding rumah-rumahan
   tersebut. Dengan demikian siswa dapat melihat proses kerjanya bel listrik
   dan tahu cara meletakkan bel listrik dan tahu cara meletakkan bel listrik
   yang baik. Contoh lain misalnya dibuat mock-up traffick light ukuran kecil
   yang dapat menyala. Kemudian dibuatkan model lapangan yang
      menggambarkan perempatan jalan dan traffick light tadi dipasang pada
      posisi yang tepat.
             Dengan menggunakan mobil-mobilan kecil anak dapat bermain
      lalu-lintas dengan menggunakan traffick light tiruan tadi. Khusus untuk
      mock-up traffic light-nya dapat dibuat dari bahan yang nantinya benar-
      benar dapat memperagakan seperti keadaan yang sebenarnya. Lampunya
      benar-benar dapat menyala (warna merah, kuning dan hijau).
   f. Diorama, merupakan gabungan antara model dengan gambar prespektif
      dalam suatu penampilan yang utuh. Dengan diorama kesan visual yang
      diperoleh siswa lebih hidup. Peragaan melalui medium diorama bisa
      dilengkapi dengan lampu warna tertentu sehingga lebih memberikan kesan
      hidup dan dramatis. Diorama dapat dibuat dalam ukuran yang diperkecil,
      tetapi dapat pula dibuat dalam ukuran yang sebenarnya.
             Adapun objek yang dapat dibuat diorama, misalnya kampung
      nelayan di pantai, rumah adat atau perkampungan tradisional suku tertentu
      dengan aktivitas penghuninya atau dapat pula dibuat diorama yang
      menggambarkan suatu peristiwa penting masa lalu yang dicatat dalam
      sejarah. Diorama yang dibuat dengan ukuran besar/sebenarnya dapat anda
      temukan misalnya di lantai dasar Monumen Nasional (Monas), museum
      Lobang Buaya, Museum Stratria Mandala Jakarta, di samping diorama
      tersebut dibuat dengan ukuran besar juga dilengkapi dengan lampu sebagai
      pemberi suasana agar berkesan hidup. Selain sebagai hiasan juga berfungsi
      sebagai pendukung suasana, sehingga menjadi nampak lebih hidup.

4. Kelebihan dan Kekurangan Media Tiga Dimensi
      Adapun kelebihan dan kekurangan media tiga dimensi, sebagai berikut:
   a. Model Padat
      Kelebihan dari model padat:
      1) Dapat memberikan pengalaman secara langsung
      2) Dapat dibuat dengan biaya yang murah
      3) Dapat mengembangkan konsep realisme siswa
   Kekurangan dari model padat:
   1) Tidak dapat menjangkau sasaran dalam jumlah besar.
   2) Anak tuna netra sulit untuk mengaplikasikannya.


b. Model Penampang
   Kelebihan dari model penampang:
   1) Dapat memberikan pengalaman secara langsung.
   2) Hasil belajar lebih mendalam dan mantap.
   3) Dapat mempermudah pehaman karena merupakan pengganti obyek
      yang sesungguhnya.
   4) Dapat dibuat dengan biaya yang relatif murah.
   5) Belajar dapat difokuskan pada bagian yang penting-penting saja
   Kekurangan dari model penampang:
   1) Tidak dapat menjangkau sasaran dalam jumlah yang banyak.
   2) Penyimpanan memerlukan ruang dan perawatan.
   3) Anak tunanetra sulit membandingkannya.
   4) Jika membeli alat perga membutuhkan biaya yang besar.

c. Model susun
   Kelebihan dari model susun:
   1) Memberikan pengalaman secara langsung.
   2) Penyajian secara kongkrit dan menghindari verbalisme.
   3) Dapat menunjukkan objek secara utuh baik kontruksi maupun cara
      kerjanya.
   4) Dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas.
   5) Dapat menunjkkan alur suatu proses secara jelas.
   Kekurangan dari model susun:
   1) Tidak bisa menjangkau sasaran dalam jumlah besar.
   2) Anak tuna netra sulit untuk membandingkannya.
   3) Penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatan yang
      rumit.
d. Model Kerja
   Kelebihan dari model kerja:
   1) Memberikan pengalaman secara langsung.
   2) Dapat menunjukkan objek secara utuh baik cara kerjanya.
   3) Dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas.
   4) Dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas.
   Kekurangan dari model kerja:
   1) Tidak dapat menjaangkau sasaran dalam jumlah besar.
   2) Penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatan yang
      rumit.
   3) Untuk membuat alat peraga ini membutuhkan biaya yang besar.
   4) Anak tunanetra sulit untuk mengaplikasikannya secara sempura.
e. Mock-up
   Kelebihan dari model mock-up:
   1) Memberikan pengalaman secara langsung
   2) Dapat menunjukkan obyek secara utuh secara utuh baik kontruksi
      maupun cara kerja
   3) Dapat memperlihatkan struktur organisasi secara jelas
   4) Dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas
   Kekurangan dari model mock-up:
   1) Tidak dapat menjangkau sasaran dalam jumlah besar
   2) Penyimpanannya memerlukan ruang yang besar dan perawatan yang
      rumit
   3) Untuk membuat alat perga membutuhkan biaya yang besar
   4) Anak tunanetra sulit untuk membandingkannya
f. Diorama
   Kelebihan dari model diorama:
   1) Untuk memberikan pemandangan/gambaran visual dari pokok yang
      sebenarnya dalam bentuk kecil.
   2) Membawa ke dalam kelas sebagian kecil dari pada dunia dalam bentuk
      diperkecil dan tiga dimensi.
3) Dapat menggambarkan peristiwa yang terjadi disuatu tempat, waktu
   tertentu dilihat ari posisi atau arah tertentu pula secara lebih hidup
Kekurangan dari model diorama:
1) Tidak dapat menjangkau sasaran dalam jumlah besar.
2) Dalam pembuatan membutuhkan waktu dan biaya .
3) Dan membutuhkan kreativitas guru maupun siswa.
                                 C. PENUTUP

1. Kesimpulan

      Dari pemaparan diatas pemakalah dapat menyimpulkan bahwa:

1. Media pembelajaran tiga dimensi, yaitu media yang tampilannya dapat
   diamati dari arah pandang mana saja dan mempunyai dimensi panjang,
   lebar,dan tinggi/tebal.
2. Jenis media yang biasa digunakan ada dua, yaitu: boneka dan model. Model
   terbagi menjadi enam: model padat, penampang, susun, kerja, mock-up,
   domain.
3. Kelebihan dan kekurangan dalam media tiga dimensi hampir sama, diantara
   kelebihannya adalah: memberikan pengalaman secara langsung, penyajian
   secara konkrit dan menghindari verbalisme, dapat menunjukkan objek secara
   utuh baik kontruksi maupun cara kerjanya, dapat memperlihatkan struktur
   organisasi secara jelas, dapat menunjukkan alur suatu proses secara jelas.
   Sedangkan kekurangan dari media tiga dimensi: tidak bisa menjangkau
   sasaran dalam jumlah besar, penyimpanannya memerlukan ruang yang besar
   dan perawatan yang rumit, untuk membuat alat peraga ini membutuhkan biaya
   yang besar, anak tukna netra sulit untuk membandingkannya.

2. Referensi

   Daryanto. 2010. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

   Farida Nur Hikmah. 2011. Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran, (on
          line), (http://jenis dan karakteristik media pembelajaran _ farida nur
          hikmah.htm, di akses 16 Maret 2013)

   MA Futuhiyya. 2012. Keuntungan dan Kekurangan dari Media Tiga Dimensi,
        (on line), (http://keuntungan dan kekurangan dari media.html, diakses
        16 Maret 2013)

   Nafi Mubarok. 2012. Media Pembelajaran tiga Dimensi, (on line), (http://
         Media Pembelajaran tiga Dimensi.html, diakses 16 Maret 2013)
  Rozakmuala. 2012. Macam-macam Media pembelajaran, (on line),
       (http://Macam- macam media pembelajaran.htm, diakses 16 Maret
       2013)

3. Lampiran

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:9
posted:4/30/2013
language:
pages:15