Docstoc

2-materi-skl-si.docx - Staff UNY

Document Sample
2-materi-skl-si.docx - Staff UNY Powered By Docstoc
					                                          BAB I
                                   PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

   Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun dan dilaksanakan berdasarkan
Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, standar
proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan
prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.
Standar Nasional Pendidikan tersebut     digunakan sebagai acuan bagi pencapaian tujuan
pendidikan nasional (BSNP, 2006). Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut,
yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi
satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Dalam hal ini guru perlu memiliki
kemampuan yang cukup dalam menjabarkan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan
tersebut ke dalam rencana pembelajaran (silabus dan RPP).

B. Tujuan
   Tujuan penyusunan panduan ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan
,ketrampilan pada guru agar memahami standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan
(SKL) IPA,serta dapat mewujudkanya dalam pembelajaran IPA .Materi yang disajikan dalam
panduan ini berupa analisis SI dan SKL sebagai acuan dalam penyusunan KTSP dan acuan
guru dalam membuat persiapan administrasi guru dalam melakukan proses belajar mengajar.
Kegiatan yang dilakukan pada materi ini meliputi diskusi dan pratek analisis SI dan SKL.

C. Ruang Lingkup
   Panduan ini membahas tentang kompetensi, standar kompetensi lulusan, standar
kompetensi dan kompetensi dasar. Kompetensi adalah kemampuan bersikap, berpikir,
dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan
keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik (Permen Diknas             no 22 th 2006) .
Menurut Spenser dam Spenser (1993) kompetensi adalah karakter mendasar individu yang
terkait dengan kecakapan terbaiknya dalam pekerjaan atau suatu kondisi tertentu. Kurikulum
kita mengacu pada kompetensi. Dengan demikian para peserta didik disyaratkan menguasai
sejumlah kompetensi lulusan di akhir program pembelajaran.
    Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan kompetensi yang harus dikuasai oleh
peserta didik setelah menuntaskan program pembelajaran pada jenjang satuan pendidikan


                                             1
tertentu. SKL dijabarkan ke dalam standar isi yang terdiri atas Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi dasar (KD).
       Standar Kompetensi (SK) merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik
yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan
dicapai pada setiap tingkat dan/atau semester. Sementara itu Kompetensi Dasar (KD)
merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran
tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indikator hasil belajar.
     Guru bertugas menyusun dan merumuskan indikator/ tujuan pembelajaran yang tepat
sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar (KD). Penguasaan yang baik dari guru terhadap
tuntutan KD menjadi bekal bagi guru untuk dapat menyusun rencana pelajaran yang
sistematis dan rinci. Dalam hal ini guru dapat secara tepat menentukan bahan pelajaran,
media pelajaran, pengalaman belajar, dan perangkat evaluasi pembelajaran yang tepat.
Perangkat pembelajaran yang sistematis, rinci dan lengkap akan memudahkan guru dalam
implementasinya. Kurangnya kemampuan guru dalam menterjemahkan pesan yang
terkandung pada KD akan berdampak besar terhadap pembelajaran yang mengakibatkan
ketidakberhasilan pencapaian KD tersebut.
     Kompetensi Dasar (KD) perlu dipahami dan dikuasai dengan baik oleh guru. Hal ini
disebabkan karena KD tersebut memuat arahan bagi penyusunan indikator hasil belajar,
identifikasi materi esensial, cakupan dan kedalaman materi/bahan ajar, pengalaman belajar
serta metode penilaian. Uraian terkait aspek-aspek tersebut tidak secara eksplisit tercantum
pada rumusan KD. Dengan demikian guru dituntut memiliki kemampuan yang cukup dalam
menganalisis serta menterjemahkan isi KD tersebut.

D. Sasaran
       Makalah ini digunakan sebagai     pedoman dalam mengadakan kegiatan workshop
peningkatan kompetensi tenaga pendidik dengan sasaran:
1.    Guru-guru SMP potensial.
2.    Kepala sekolah.
3.    Pengawas Sekolah.




                                              2
                                         BAB II

A. Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)
       Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang tersurat dalam standar isi
merupakan batas minimal yang harus dicapai peserta didik dalam proses belajarnya. Hal
tersebut mengandung arti bahwa pesan yang tersurat dalam SK dan KD tersebut tidak dapat
ditawar lagi oleh guru dalam hal penyajiannya di kelas maupun di luar kelas. Hal tersebut
mempunyai implikasi terhadap kompetensi guru. Jika guru merasa kurang memahami isi dari
SK dan KD tertentu maka wajib untuk mempelajarinya. Hal tersebut perlu dilakukan agar
dapat memfasilitasi belajar siswa secara maksimal,. Dengan demikian tidak boleh ada SK
dan KD yang sampai dilewati untuk tidak dibelajarkan. Setiap SK dan KD perlu ditafsirkan
dan dimaknai dulu secara tepat, sebelum dijabarkan menjadi indikator dan tujuan
pembelajaran, agar pesan dari SK dan KD tersebut dapat tercapai.
       Pengkajian terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran pada
Standar Isi, perlu memperhatikan hal-hal berikut: 1) urutan berdasarkan hierarki konsep
disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, dengan demikian tidak harus selalu sesuai
dengan urutan yang ada di SI; 2) keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar
dalam mata pelajaran; 3) keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar
mata pelajaran. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka guru dapat menyusun urutan
pembelajaran secara tepat.

B. Memahami Standar Kompetensi Lulusan

   Seperti telah dikemukakan sebelumnya Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah
Kompetensi minimum yang harus dikuasai siswa setelah keluar dari satuan pendidikan atau
setelah mengikuti PBM mata pelajaran. Standar kompetensi lulusan terdiri atas tiga macam
yaitu: 1) SKL Satuan pendidikan; 2) SKL Kelompok matapelajaran; 3) SKl mata pelajaran.
Dalam hal ini SKL (Stadar kompetensi lulusan) dan SKL matapelajaran digunakan untuk
acuan membuat perencanaan proses belajar mengajar (PBM). Berikut ini akan dikemukakan
contoh SKL matapelajaran IPA.
Contoh 1
SKL: Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya




                                             3
Berdasarkan rumusan SKL tersebut maka guru perlu menguasai materi tentang tata surya dan
hubungannya dengan gejala alam yang terjadi        saat ini serta   perlu mempersiapkan
pengalaman belajar peserta didik yang relevan.


Contoh 2
SKL: Melakukan pengamatan dengan peralatan yang sesuai, melaksanakan percobaan sesuai
prosedur, mencatat hasil pengamatan dan pengukuran dalam tabel dan grafik yang sesuai,
membuat kesimpulan dan mengkomunikasikannya secara lisan dan tertulis sesuai dengan
bukti yang diperoleh
Berdasarkan rumusan SKL tersebut maka guru perlu menguasai          prosedur kerja ilmiah;
menguasai penggunaan alat; menguasai keterampilan berkomunikasi ilmiah serta memiliki
kemampuan untuk mengajarkan semua kemampuan tersebut kepada peserta didik. Selain dari
itu guru perlu mempersiapkan pengalaman belajar peserta didik yang relevan.

C. Merumuskan Indikator pencapaian pada KD (Kompetensi Dasar)
       Kompetensi Dasar matapelajaran IPA memiliki kekhasan jika dibandingkan dengan
kompetensi dasar matapelajaran lainnya. Kompetensi dasar IPA terdiri atas kompetensi yang
mensyaratkan penguasaan konsep/prinsip/hukum (produk IPA) dan penguasaan terhadap
kemampuan kerja ilmiah (proses sains). Hal tersebut sesuai dengan hakekat IPA sebagai
produk dan proses.
  Kompetensi Dasar (KD) matapelajaran IPA yang mensyaratkan penguasaan materi pada
umumnya memuat rumusan antara lain sebagai berikut: memahami, mendeskripsikan,
menganalisis, membandingkan, menentukan, dan menjelaskan.
  Kompetensi Dasar (KD) matapelajaran IPA yang mensyaratkan penguasaan kerja ilmiah
pada umumnya memuat rumusan antara lain sebagai berikut: melakukan pengukuran,
melakukan pengelompokan, melakukan percobaan, menyelidiki, mengidentifikasi hasil
percobaan, menghitung, menyimpulkan hasil percobaan, dan mengkomunikasikan.
  Dalam matapelajaran IPA terdapat KD yang terkait salingtemas (sains, teknologi, dan
masyarakat). Rumusan tersebut biasanya telah terkandung pada Standar Kompetensinya
misalnya “Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan
serta penerapannya pada konteks salingtemas”. Berdasarkan rumusan SK tersebut, maka
uraian indikator dari KD di bawah SK tersebut perlu terkait dengan konteks Salingtemas.
Kompetensi dasar menjadi acuan bagi penyusunan indikator pembelajaran di kelas. Indikator



                                             4
merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku
yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
     Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan
pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur
dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
     Dalam Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), guru harus dapat merumuskan
indikator hasil belajar secara mandiri. Seperti telah dikemukakan sebelumnya, tuntutan pada
KD merupakan kompetensi minimal yang perlu dikuasai peserta didik. Dalam merumuskan
indikator hasil belajar yang melampaui tuntutan KD, guru perlu mempertimbangkan sampai
di mana kemampuan rata-rata peserta didik di sekolahnya. Kompetensi dasar (KD) yang
cakupannya lebih luas perlu diuraikan ke dalam indikator-indikator yang lebih spesifik.
Indikator tersebut perlu disusun secara operasional sehingga daapat diukur pencapaiannya.
Berikut ini adalah contoh penjabaran indikator hasil belajar sesuai KD.
     Penjabaran indikator pencapaian kompetensi berdasarkan KD
                                  Ranah                                         Ranah
 No          Kompetensi                     Indikator pencapaian
                                 berpikir                                      berpikir
 1      Mendiskripsikan        C2           Mengidentifikasi sifat-       C1
        karakteristik sistem   (memahami)    sifat dari masing-            (menyebutkan)
        tata surya                           masing anggota tata
                                             surya.
                                            Menjelaskan gerak             C2
                                             bumi                          (memahami)
                                            Menjelaskan terjadinya        C2
                                             gerhana bulan.                (memahami)
                                            Menjelaskan terjadinya
                                             gerhana matahari.             C2
                                                                           (memahami)
                                            Menjelaskan beberapa
                                             fenomena alam yang             C2
                                             terjadi saat ini              (memahami)
                                            Menyebutkan                    C2
                                             karakteristik dari            (memahami)
                                             masing-masing anggota
                                             tata surya.
 2      Melaksanakan           C3          Menyebutkan          sifat     C1
        pengamatan objek       menerapkan    biotic.                       menyebutkan
        secara terencana dan               Menyebutkan sifat a-           C1
        sistematis untuk                     biotik                        menyebutkan
        memperoleh informasi               Menjelaskan         gejala     C2 memahami
        gejala alam biotik dan               alam
        a-biotik                           Membedakan          gejala     C2 memahami
                                             alam biotik dan abiotik



                                              5
                                  Ranah                                   Ranah
 No         Kompetensi                           Indikator pencapaian
                                 berpikir                                berpikir
                                         Menafsirkan data hasil      C2 memahami
                                           pengamatan gejala alam
                                         Mengobservasi gejala C3 menerapkan
                                           alam secara sistematis
 3     Mengklasifikasikan    Menerapkan  Mengidentifikasi ciri- C1 mengetahui
       makhluk         hidup (C3)            ciri makhluk hidup
       berdasarkan ciri-ciri              Membedakan                 C2 memahami
       yang dimiliki                         makhluk          hidup
                                             berdasarkan        ciri-
                                             cirinya
                                          Mengelompokkan             C3 menerapkan
                                             makhluk          hidup
                                             berdasarkan
                                             persamaan           dan
                                             perbedaan      ciri-ciri
                                             yang dimiliki

D. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
      Kompetensi Dasar (KD) memuat materi pokok yang harus dibelajarkan pada peserta
didik. Materi tersebut merupakan materi esensial (penting) yang tidak boleh terlewatkan
untuk dipelajari dan dikuasai peserta didik. Dalam mengidentifikasi materi esensial pada KD,
guru perlu mengkaji secara teliti konsep /materi pokok penting yang terkandung, tingkat
kedalaman dan keluasannya. Berikut ini adalah contoh identifikasi materi esensial
berdasarkan rumusan KD.
Contoh: KD, Indikator dan Materi esensialnya
       Rumusan KD                 Contoh Indikator                  Materi esensial
 Menganalisis data        Menyebutkan bentuk lintasan Gerak benda dapat
 percobaan gerak lurus    benda dalam kehidupan sehari- dibedakan menurut
 beraturan dan gerak      hari.                          Lintasanya.
 lurus berubah beraturan                                 Kecepatanya.
 serta penerapannya dalam
 kehidupan sehari-hari
                          Membaca data hasil percobaan Pengertian
                          gerak benda.                  Kecepatan,percepatan pada
                                                        gerak benda
                          Menyebutkan contoh benda      Ciri-ciri benda bergerak
                          bergerak lurus beraturan      lurus beraturan.
                          dalam kehidupan sehari-hari.
                          Menyebutkan contoh benda      Ciri-ciri benda bergerak
                          bergerak lurus berubah        lurus berubah beraturan.
                          beraturan dalam kehidupan
                          sehari-hari


                                             6
       Selain dari pesan yang terkandung pada KD, dalam mengidentifikasi materi
pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar perlu mempertimbangkan
beberapa hal     lainnya sebagai berikut: 1) potensi peserta didik; 2) relevansi dengan
karakteristik daerah; 3) tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan
spritual peserta didik; 4) kebermanfaatan bagi peserta didik; 5) struktur keilmuan; 6)
aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran; 7) relevansi dengan kebutuhan
peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan; 8) alokasi waktu.
       Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata
pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi
pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan
sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan
kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi untuk penilaian.

E. Keterkaitan antara KD, Indikator, pengalaman belajar, dan Asesmen
       Rumusan kompetensi dasar (KD) menjadi acuan dalam merumuskan indikator
pembelajaran. Berdasarkan indikator pembelajaran tersebut perlu dirancang pengalaman
belajar yang mendukung pencapaian indikator dan kompetensi dasar. Untuk dapat mengukur
pencapaian indikator dengan baik, maka perlu dipilih teknik penilaian (asesmen) yang tepat.
Berikut ini akan dikemukakan contoh keterkaitan antara KD, indikator, pengalaman belajar
dan penilaiannya.
       Contoh keterkaitan antara KD, indikator, pengalaman belajar, dan asesmennya
   Rumusan KD                  Indikator           Pengalaman belajar       Asesmen
 Mendiskripsikan         Mengidentifikasi          Pengamatan kit       Tes uraian atau
 karakteristik sistem     sifat-sifat dari          system tata           pilihan ganda
 tata surya               masing-masing             surya,diskusi.       Penilaian unjuk
                          anggota tata surya.                             kerja saat
                         Menjelaskan gerak                               diskusi
                          bumi
                         Menjelaskan
                          terjadinya gerhana
                          bulan.
                         Menjelaskan
                          terjadinya gerhana
                          matahari.
                         Menjelaskan
                          beberapa fenomena
                          alam yang terjadi saat
                          ini

                                              7
   Rumusan KD                  Indikator        Pengalaman belajar          Asesmen
 Melaksanakan           Menjelaskan gejala Praktikum/                  Penilaian unjuk
 pengamatan objek        alam                  percobaan/               kerja
 secara    terencana  Mengobservasi           eksperimen               Tes uraian
 dan       sistematis    gejala alam secara                             Penilaian hasil
 untuk memperoleh        sistematis                                     kerja (jurnal,
 informasi      gejala  Membedakan gejala                              laporan
 alam biotik dan a-      alam     biotik   dan                          praktikum)
 biotik                  abiotik                                        Penilaian proyek
                        Menafsirkan      data
                         hasil      pengamatan
                         gejala alam

 Mengklasifikasikan        Mengidentifikasi     Observasi/           Penilaian
 makhluk       hidup        ciri-ciri  makhluk   penugasan/praktikum   unjuk kerja
 berdasarkan ciri-          hidup                                     Tes uraian
 ciri yang dimiliki        Membedakan                                 atau pilihan
                            makhluk       hidup                        ganda
                            berdasarkan    ciri-                      Penilaian
                            cirinya                                    hasil kerja
                           Mengelompokkan                             (jurnal,
                            makhluk       hidup                        laporan
                            berdasarkan                                praktikum)
                            persamaan        dan
                            perbedaan ciri-ciri
                            yang dimiliki



F. Materi Esensial
       Materi sulit adalah materi yang tidak dapat dikuasai dengan baik oleh peserta didik.
Dengan demikian, pengertian materi sulit berbeda dengan pengertian materi esensial. Materi
esensial adalah materi pokok yang perlu dikuasai oleh siswa. Materi esensial mengacu pada
urgensi atau esensi dari materi pelajaran. Sementara itu materi sulit mengacu pada tingkat
kesukarannya untuk dikuasai. Suatu materi esensial mungkin merupakan materi yang sulit,
namun materi yang sulit belum tentu merupakan materi yang esensial. Dalam hal ini kita
perlu mengidentifikasi mana materi esensial yang sulit dikuasai agar penguasaan kompetensi
peserta didik dapat ditingkatkan.
       Dalam mengidentifikasi materi esensial yang sulit, guru dapat berpedoman pada hasil
Ujian nasional Matapelajaran IPA di sekolahnya. Beberapa pertanyaan ini dapat
mengarahkan guru untuk menentukan materi esensial yang sulit: Berdasarkan hasil ujian
nasional, SKL apakah yang hasil pencapaiannya rendah? Apakah materi esensial          yang
terkandung dalam SKL yang pencapaiannya rendah tersebut?

                                            8
       Setelah guru berhasil mengidentifikasi materi yang sulit dikuasai oleh siswa tersebut
dengan baik, maka guru dapat merancang strategi yang tepat yang dapat meningkatkan
keberhasilan belajar siswa dalam menguasai materi tersebut. Materi yang sulit perlu
mendapat perhatian yang baik dari guru karena siswa tidak dapat mempelajarinya sendiri.
Guru perlu memastikan agar semua siswa dapat memahami dengan baik materi sulit tersebut.
Dengan demikian kemampuan guru dalam mengidentifikasi materi yang sulit sangat
dibutuhkan.




                                             9
                                          BAB III
                                          PENUTUP
Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang tersurat dalam standar isi
merupakan batas minimal yang harus dicapai peserta didik dalam proses belajarnya. Hal ini
mengandung arti bahwa pesan yang tersurat dalam SK dan KD tersebut tidak dapat ditawar
lagi oleh guru. Hal tersebut mempunyai implikasi terhadap kompetensi guru. Jika guru
kurang kompeten dalam menguasai suatu SK dan atau KD tertentu maka guru wajib
mempelajarinya dengan baik. Hal tersebut perlu dilakukan agar dapat memfasilitasi belajar
siswa secara optimal. Guru juga perlu memiliki kemampuan yang cukup dalam menafsirkan
pesan KD.
       Rumusan KD menuntun perumusan indikator pembelajaran, pemilihan materi
esensial/pokok,pengalaman belajar siswa dan asesmennya. Setiap SK dan KD perlu dimaknai
dulu secara tepat, sebelum dijabarkan menjadi indikator dan tujuan pembelajaran serta
digunakan untuk merencanakan kegiatan pembelajaran. Dengan demikian pesan edukatif
dari SK dan KD tersebut dapat tercapai.

Daftar Pustaka.
Peraturan Pemerintah No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 23 tahun 2006 tentang SKL
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 41 tahun 2007 tentang Standar Proses




                                            10

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:4/27/2013
language:Unknown
pages:10
huangyuarong huangyuarong
About