PERENCANAAN STRATEGIS SEKOLAH by zuperbayu

VIEWS: 2 PAGES: 63

									PERENCANAAN
 STRATEGIK
     Disajikan pada :
   ToT Kepala SD/MI
  Provinsi Jawa Tengah
       Tahun 2009
    TUJUAN                   KOMPONEN
 PEMBELAJARAN

     LATAR               VISI        MISI
   BELAKANG
                                    TUJUAN
   TUJUAN                          SEKOLAH
PEMBELAJARAN
                                   KEBIJAKAN
   JENIS
PERENCANAAN      RENSTRA
                                   PROGRAM
 PENGERTIAN
                                   KEGIATAN
   TUJUAN
   RENSTRA                           SASARAN


FUNGSI RENSTRA
                 KINERJA SEKOLAH    INDIKATOR
                                     SASARAN
    TUJUAN PEMBELAJARAN
    Peserta diharapkan dapat:
   Mengidentifikasi komponen-komponen
    perencanaan strategik sekolah
   Menjelaskan penyusunan perencanaan
    strategik sekolah yang sinergis, sistematis
    dan berkesinambungan
   Menyusun draft Perencanaan Strategik
   Memfasilitasi penyusunan perencana-an
    strategik sekolah
      LATAR BELAKANG
1. Kepala Sekolah tidak lagi menjalankan
   kebijakan yang bersifat sentralistik dan
   pengambilan keputusan terpusat, tetapi
   bergeser ke arah desentralistik dan
   manajemen partisipatif
2. Kepala Sekolah tidak lagi bekerja secara
   individual yang cerdas, tetapi harus bekerja
   secara team work yang cerdas
3. Pergeseran fungsi dan peran kepala
   sekolah dalam mengelola sekolah
   menuntut kepala sekolah aktif, kreatif, dan
   inovatif
   Lanjutan….   LATAR BELAKANG
4. Sekolah dituntut melaporkan kinerjanya
   dalam bentuk Laporan Kinerja Instansi
   Pemerintah (LAKIP)
5. Penilaian kinerja Kepala Sekolah dalam
   rangka periodesasi masa jabatan kepala
   sekolah
6. Akreditasi sekolah sebagai perwujudan
   standar pelayanan minimal sekolah
JENIS PERENCANAAN DI SEKOLAH

   PERENCANAAN JANGKA PENDEK
        Untuk Jangka Waktu 1 Tahun (Tahunan)
    dikenal PERENCANAAN OPERASIONAL biasa
    disingkat RENOP
   PERENCANAAN JANGKA MENENGAH
        Jangka Waktu 4 – 5 Tahun dikenal
    PERENCANAAN STRATEGIK dan disingkat
    RENSTRA
   PERENCANAAN JANGKA PANJANG
        Jangka Waktu 12 – 20 Tahun
      PENGERTIAN
Perencanaan Strategik merupakan suatu
proses yang berorientasi pada hasil yang
ingin dicapai selama kurun waktu 1
(satu) sampai dengan 5 (lima) tahun
dengan memperhitungkan potensi,
peluang, dan kendala yang ada atau
mungkin timbul
    (Keputusan Kepala LAN Nomor: 589/IX/6/Y/99)
    Perencanaan Strategik:
 Merupakan respon dan adaptasi
  terhadap kondisi yang akan datang;
 Merupakan aktivitas berkelanjutan yang
  selalu meningkat, berangkat dari apa
  yang dapat terjadi dan bukan apa yang
  terjadi;
 Selalu berorientasi pada pelanggan
  (masyarakat);
Tujuan penyusunan Renstra
Perencanaan strategik adalah
rancangan yang didesain secara
menyeluruh untuk mencapai Visi,
Misi dan Tujuan Sekolah.
 Fungsi Perencanaan Strategik
Sebagai:
 Arah pengambilan kebijakan sekolah
 Arah pengembangan program dan
  kegiatan lembaga
 Guideline pelaksanaan program untuk
  beberapa tahun ke depan
 Kendali pelaksanaan program dan
  kegiatan lembaga
 “Alat ukur” pencapaian kinerja
  lembaga.
     KOMPONEN RENSTRA
1.   Visi                6. Strategi
2.   Misi                7. Grand Strategi
3.   Tujuan              8. Prioritas
4.   Sasaran             9. Kebijakan
5.   Indikator Sasaran   10.Program
                         11.Kegiatan


         Menjadi Bahan Program Tahunan Sekolah
                            VISI
 Visi adalah pandangan jauh ke depan, ke
  mana dan bagaimana instansi pemerintah
  harus dibawa dan berkarya agar tetap
  konsisten dan dapat eksis, antisipatif,
  inovatif serta produktif.
 Visi adalah suatu gambaran yang
  menantang tentang keadaan masa depan
  berisikan cita dan citra yang ingin
  diwujudkan oleh instansi pemerintah
  (Keputusan Kepala LAN Nomor
  589/IX/6/Y/99)
     TUJUAN PENETAPAN VISI :
1.   Mencerminkan apa yang ingin dicapai sebuah
     organisasi
2.   Memberikan arah dan fokus strategi yang jelas.
3.   Menjadi perekat dan menyatukan berbagai
     gagasan strategik.
4.   Memiliki orientasi terhadap masa depan
5.   Menumbuhkan komitmen seluruh jajaran dalam
     lingkungan organisasi.
6.   Menjamin kesinambungan kepemimpin-an
     organisasi
      CONTOH RUMUSAN VISI
   Terdepan dalam Prestasi
   Terampil dalam Berkarya
   Santun dalam Perilaku
   Berlandaskan Iman dan Takwa

Terwujudnya warga sekolah yang terdidik,
terampil, berbudaya, beriman dan bertakwa

Berprestasi, Terampil, Berakar pada Budaya
Bangsa Berlandaskan Iman dan Takwa
          INDIKATOR VISI
 Terdepan dalam prestasi :
  Menjadi yang terbaik atau berprestasi
  unggul baik di bidang akademik maupun
  non akademik (dapat dirinci lagi dan fokus
  yang sesuai kemampuan)
 Terampil dalam berkarya :
  Memiliki keterampilan vokasional dan
  kerajinan untuk tambahan bekal
  berwirausaha bagi siswa (dapat dirinci lagi
  pada jenis-jenis keterampilan yang
  dilatihkan)
    Lanjutan ….. Indikator Visi
   Santun dalam perilaku :
    Setiap warga berperilaku dan bersikap sopan,
    saling menghormati dan meng-hargai orang
    lain, baik di sekolah, di rumah maupun di
    jalan (tempat umum)
   Berlandaskan Iman dan Takwa :
    Setiap warga secara sadar beribadah dan
    mengamalkan ajaran agamanya masing-
    masing dalam kehidupan sehari-hari
                     MISI
Misi adalah sesuatu yang harus diemban
atau dilaksanakan oleh sekolah sesuai
dengan visi yang ditetapkan agar tujuan
sekolah dapat terlaksana dan berhasil
dengan baik
    (Keputusan Kepala LAN Nomor 589/IX/6/Y/99)
Proses perumusan misi :
Misi Individu  Misi bersama  Misi Sekolah


Tujuan perumusan MISI :
1. Sebagai dasar dan tonggak dalam
   penyusunan perencanaan strategik
2. Merupakan arah perencanaan dan
   program untuk mencapai tujuan sekolah
     MISI YANG BAIK :
   Mencakup semua pesan yang terdapat
    dalam visi
   Memberikan petunjuk terhadap tujuan
    yang akan dicapai
   Memberikan petunjuk kelompok
    sasaran yang akan dilayani oleh
    sekolah
   Memperhitungkan berbagai masukan
    dan stakeholders
         CONTOH MISI :
1. Menyelenggarakan kegiatan belajar
   mengajar yang efektif
2. Menyelenggarakan kegiatan ekstra-
   kurikuler
3. Menyelenggarakan pelatihan keterampilan
   komputer, mahir berbahasa inggris
4. Menanamkan budaya tertib, budaya
   bersih dan budaya belajar
5. Memupuk kesadaran menjalankan ibadah
   dan mengamalkan ajaran agamanya
   masing-masing
    FUNGSI VISI DAN MISI
   Visi dan misi menjadi arah yang
    sangat sentral dan strategis dalam
    penentuan arah kebijakan, program,
    dan kegiatan sekolah.
   Semua warga sekolah diharapkan
    memahaminya dengan benar serta
    mengupayakan pencapaiannya secara
    optimal
     RENCANA STRATEGI
         SEKOLAH
DAPAT DISIMPULKAN

1. Merupakan tujuan jangka panjang
   untuk mencapai keunggulan
   bersaing
2. Merupakan respon dan adaptif
   terhadap kondisi yang akan
   datang
3. Merupakan kegiatan terus menerus
   yang senantiasa meningkat
   Apa yang dapat terjadi ?
4. Yang selalu berorientasi pada
   pelanggan / masyarakat
5. Merupakan kekuatan motivasi bagi
   penyelenggara dan masyarakat
6. Selalu bertitik tolak dari peluang dan
   ancaman, kekuatan, dan kelemahan
     LANGKAH-LANGKAH
    PENYUSUNAN RENSTRA
I. MERUMUSKAN TUJUAN SEKOLAH
  Mengarah pada perumusan
  sasaran, kebijakan, program dan
  kegiatan dalam rangka
  merealisasikan misi sekolah
Tujuan adalah :
1. Penjabaran / Implementasi dari
   pernyataan misi.
2. Sesuatu (apa) yang akan dicapai
   atau dihasilkan pada jangka
   waktu 1 (satu) sampai 5 (lima)
   tahunan
      CONTOH TUJUAN SEKOLAH
    yang berorientasi pada Visi ke-1 :

Terdepan dalam prestasi (akademik)
 Meningkatkan efektivitas kegiatan
  belajar mengajar
 Meningkatkan kualitas kegiatan
  ekstrakurikuler
 Meningkatkan prestasi belajar siswa
 Meningkatkan prestasi siswa dalam
  lomba bidang studi
      CONTOH TUJUAN SEKOLAH
    yang berorientasi pada Visi ke-2 :
Terampil dalam Berkarya
   Memberikan keterampilan merakit radio dan
    mereparasi televisi
   Memberikan keterampilan menjahit
   Memberikan keterampilan komputer program
    microsoft office
   Meningkatkan keterampilan siswa dalam
    membuat barang kerajinan
CARA MENCAPAI
TUJUAN MELALUI :



KEBIJAKAN


       PROGRAM


                 KEGIATAN
Kebijakan :
Ketentuan-ketentuan yang telah
disepakati pihak-pihak terkait dan
ditetapkan oleh yang berkewenangan
untuk dijadikan pedoman, pegangan atau
petunjuk bagi setiap usaha dan kegiatan
aparatur pemerintah ataupun masyarakat
agar tercapai kelancaran, dan
keterpaduan dalam upaya mencapai
sasaran, tujuan, misi dan visi sekolah
         Contoh Kebijakan
   Pemberian penghargaan kepada guru atau
    siswa yang berprestasi
   Pembatasan jumlah murid perkelas maks 32
   Penambahan jam belajar bagi murid kelas XII
   Pengiriman peserta pada setiap jenis lomba
   Penyelenggaraan kursus komputer

   Pengalokasian dana insentif bagi guru dan
    karyawan dalam RAPBS
   Subsidi dana bagi guru yang melanjutkan studi
            PROGRAM :
Kumpulan kegiatan-kegiatan nyata,
sistematis dan terpadu yang
dilaksanakan oleh satu atau beberapa
instansi pemerintah ataupun dalam
rangka kerjasama dengan masyarakat,
atau merupakan partisipasi aktif
masyarakat, guna mencapai sasaran
dan tujuan yang telah ditetapkan

Kalimat Program biasa menggunakan
Kata Benda atau Dibendakan
          Contoh Program
   Sekolah Sehat
   Pembinaan Mental dan Sikap
   Pendidikan Life Skill
   Pendidikan Lingkungan Hidup
   Peningkatan Rata-rata Nilai Ujian
   Pagelaran Seni
   Pameran Hasil Karya Siswa
   Bimbingan Belajar, dll.
   Kegiatan :
Tindakan nyata dalam jangka waktu tertentu yang
dilakukan oleh instansi pemerintah dengan
memanfaatkan sumber daya yang ada untuk
mencapai sasaran dan tujuan tertentu sesuai
dengan kebijakan dan program yang ditetapkan
Kriteria penyusunan kegiatan :
1. Specific (khusus/ khas)
2. Measurable (dapat diukur)
3. Aggressive (menantang)
4. Result oriented (mengacu pada hasil)
5. Time-bond (terikat waktu)
         CONTOH KEGIATAN
Kalimat kegiatan umumnya diawali kata kerja
berawalan me- dan akhiran -an
1. Mengadakan pelajaran tambahan bagi
   siswa kelas XII
2. Mengadakan kegiatan Jum’at Bersih
3. Menata taman dan halaman sekolah
4. Mengadakan lomba bidang studi/ Olimpiade
   MIPA
5. Mengirimkan guru mengikuti pelatihan
   Model Pembelajaran Berbasis Multimedia
6. Mengikutsertakan Kepala Sekolah pada
   pelatihan Manajemen dan Kewirausahaan,
   dll
II. MERUMUSKAN SASARAN DAN
    INDIKATORNYA
Sasaran;
Hasil yang akan dicapai secara nyata oleh
sekolah
Indikator sasaran;
Ukuran tingkat keberhasilan pencapaian
sasaran
Rencana tingkat capaian.
Sasaran : penjabaran dari tujuan secara terukur,
yaitu sesuatu yang akan dicapai / dihasilkan secara
nyata oleh instansi pemerintah dalam jangka waktu
tahunan, semesteran, triwulanan, atau bulanan.

Kriteria penyusunan sasaran :
1. Spesifik
2. Dapat dinilai dan diukur
3. Menantang tetapi mungkin untuk dicapai
4. Berorientasi pada hasil
5. Dapat dicapai dalam waktu 1 tahun
              Contoh Sasaran
         Sasaran                   Indikator
1. Tertingkatnya rata-     Rata-rata nilai ujian akhir
  rata Nilai Ujian Akhir   meningkat dari 6,20 –
                           6,50
2. Perilaku siswa sadar     Siswa membuang
  dan peduli pada             sampah pada tempat-
  lingkungan hidup            nya
                            Lingkungan sekolah
                             bersih dan sehat
                            Taman –taman terawat
                             baik
             Contoh Sasaran
        Sasaran                Indikator
3. Prestasi olahraga    Dari juara III menjadi
   bola voli mini         juara I tingkat
   meningkat              kecamatan

4. Kehadiran siswa dan  Rata-rata siswa tidak
   guru lebih tertib     hadir perbulan 3 %
                         menjadi 2,5 %
                        Rata-rata guru tidak
                         hadir perbulan 1 %
                         menjadi 0,75 %
PENGUKURAN KINERJA :
Suatu kegiatan penilaian yang bertujuan
untuk mendapatkan informasi mengenai
tingkat keberhasilan / kegagalan suatu
organisasi dalam melaksanakan kegiatan
/ program / kebijakan sesuai dengan
tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan dalam rangka mewujudkan
visi dan misi instansi pemerintah
(sekolah)
    PENETAPAN INDIKATOR KINERJA

Merupakan proses identifikasi dan
klasifikasi indikator kinerja
melalui sistem pengumpulan dan
pengolahan data /informasi untuk
menentukan kinerja kegiatan
/program /kebijakan
PENGERTIAN DAN FUNGSI INDIKATOR KINERJA



PENGERTIAN :
Ukuran kuantitatif dan atau kualitatif yang
menggambarkan tingkat pencapaian
suatu sasaran atau tujuan yang telah
ditetapkan dengan memperhitungkan
indikator masukan, keluaran, hasil,
manfaat dan dampak.
 FUNGSI INDIKATOR KINERJA
1. Memperjelas tentang apa, berapa,dan
   kapan suatu kegiatan dilaksanakan
2. Menghindari kesalahan interpretasi
   selama pelaksanaan kebijakan / program
   / kegiatan
3. Bahan untuk menilai dan mengevaluasi
   kinerja
III. MENETAPKAN FAKTOR
     INTERNAL DAN EKSTERNAL

   Untuk mengoptimalkan
   dalam mencapai visi dan
   misi sekolah
DALAM MENGIDENTIFIKASI
KEKUATAN DAN KELEMAHAN
MAUPUN PELUANG DAN ANCAMAN
SEKOLAH PERLU MEMPERHATIKAN;

1. Kekuatan adalah potensi yang dimiliki oleh
   sekolah pada saat sekarang maupun yang
   akan datang, yang dapat mendukung atau
   merupakan dorongan tercapainya misi atau
   tujuan sekolah
2. Kelemahan adalah suatu potensi yang
   menjadi beban sekolah dalam mencapai
   misi sekolah, tetapi diperlukan dalam
   mencapai misi atau tujuan sekolah
3. Peluang adalah suatu kondisi atau situasi
   yang merupakan potensi yang dapat
   dimanfaatkan dalam mencapai misi atau
   tujuan sekolah
4. Ancaman adalah suatu kondisi atau situasi
   yang dapat menjadi hambatan dalam
   mencapai misi atau tujuan sekolah
     IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL
            DAN EKSTERNAL
Faktor Internal : Faktor-   Faktor Eksternal :
  faktor yang terdapat        Faktor-faktor yang
  di dalam sekolah            asalnya dari luar
   KEKUATAN : Faktor         sekolah
    internal yang dapat        PELUANG : Faktor
    mendukung pencapaian        eksternal yang dapat
    tujuan                      mendukung pencapaian
   KELEMAHAN : Faktor          tujuan
    internal yang dapat        ANCAMAN : Faktor
    menghambat pencapaian       eksternal yang dapat
    tujuan                      menghambat pencapaian
                                tujuan
        CONTOH IDENTIFIKASI FAKTOR
          INTERNAL DAN EKSTERNAL
                                                   Jenis Faktor
No                  Identifikasi Faktor
                                                Internal   Eksternal
1    Jumlah guru
2    Letak geografis sekolah
3    Luas lahan sekolah
4    Kebijakan Pemerintah Daerah
5    Kondisi sosial – ekonomi orangtua murid
6    Kualitas input siswa baru
7    Perkembangan Iptek
8    Perubahan sosial – budaya di masyarakat
9    Kondisi sarana – prasarana sekolah
10   Adanya kegiatan rutin Lomba Bidang Studi
        CONTOH IDENTIFIKASI FAKTOR
          INTERNAL DAN EKSTERNAL
                                                              Jenis Faktor
No                    Identifikasi Faktor
                                                           Internal   Eksternal
11   Kenaikkan harga BBM dan harga barang-barang
12   Kepedulian masyarakat terhadap sekolah
13   Peran Komite Sekolah
14   Berlakunya Kurikulum Baru
15   Kondisi cuaca daerah
16   Bantuan dana block grant (BOMM, Imbal Swadaya, dll)
17   Kemampuan manajerial Kepala Sekolah
18   Komitmen Guru dan Tata Usaha
19   Kompetensi guru
20   Motivasi siswa
IV. MENGIDENTIFIKASI ISU-ISU
    STRATEGIS

   Dibutuhkan analisis strategis yang
   merupakan gabungan potensi
   internal dan eksternal

  PENDEKATAN NILAI-NILAI STRATEGI
  ANALISIS FAKTOR
INTERNAL DAN FAKTOR
     EKSTERNAL
  S trengths
  W eakness
  O ppurtunities
  T hreats
    Tujuan Analisis SWOT
1. Menentukan strategi yang tepat
   dalam melaksanakan kegiatan
2. Menentukan skala prioritas program
3. Mengkaji keterkaitan (relevansi)
   antar faktor yang mempengaruhi
   pencapaian tujuan/ sasaran/ target
   kegiatan
  LANGKAH-LANGKAH ANALISIS SWOT
1. Identifikasi faktor internal dan eksternal
2. Mengelompokkan faktor masuk
   komponen S – W – O – T
3. Memadukan (crossing) menjadi
   pasangan : S – O ; S – T ; W – O ; W – T
4. Memberikan skor tiap faktor berdasar-
   kan derajat/ bobot pengaruh terhadap
   program
5. Membuat kuadran perpaduan antar
   faktor
6. Menentukan strategi kebijakan/ kegiatan
   IDENTIFIKASI FAKTOR (SWOT)
Strength ( S ) :      Weakness ( W ) :
 Motivasi Guru        Kompetensi Guru
 In-put Siswa         Sarpras
 Dukungan Komite      Dana
 Kepemimpinan KS      Areal terbatas

Oppurtunity ( O ) :   Threat ( T ) :
 Block Grant BOMM     Kenaikkan BBM
 Lomba Siswa          Kesempatan Kerja
  Berprestasi          Pergantian Kuri-
 Penerimaan Siswa       kulum
  Berbakat (PMDK)      Iklim politik
 Perkembg Iptek
      CONTOH ANALISIS SWOT
        Strategi S – O (Agresive)

Strength ( S ) :                Oppurtunity ( O ) :
 Motivasi Guru                  Block Grant BOMM
 In-put Siswa                   Lomba Siswa
 Dukungan Komite                 Berprestasi
 Kepemimpinan KS                Penerimaan Siswa
                                  Berbakat (PMDK)
                                 Perkembangan
                                  Iptek


     mengoptimalkan kekuatan dengan memanfaatkan peluang.
      CONTOH ANALISIS SWOT
      Strategi S – T (Diversifikasi)

Strength ( S ) :               Threat ( T ) :
 Motivasi Guru                 Kenaikkan BBM
 In-put Siswa                  Kesempatan Kerja
 Dukungan Komite               Pergantian Kuri-
                                  kulum
 Kepemimpinan KS
                                Iklim Politik



     mengoptimalkan kekuatan untuk menanggulangi ancaman
      CONTOH ANALISIS SWOT
      Strategi W – O (Turn-around)

Weakness ( W ) :                Oppurtunity ( O ) :
 Kompetensi Guru                Block Grant
 Sarpras                         BOMM
 Dana                           Lomba Siswa
                                  Berprestasi
 Areal Terbatas
                                 Penerimaan Siswa
                                  Berbakat (PMDK)
                                 Perkembangan
                                  Iptek

       minimalkan kelemahan dengan memanfaatkan peluang
      CONTOH ANALISIS SWOT
        Strategi W – T ( Defensif )

Weakness ( W ) :              Threat ( T ) :
 Kompetensi Guru              Kenaikkan BBM
 Sarpras                      Kesempatan Kerja
 Dana                         Pergantian Kuri-
 Areal Terbatas                 kulum
                               Iklim Politik


        minimalkan kelemahan dan hindari ancaman
         DIAGRAM STRATEGI KOMBINASI
       FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL
                         PELUANG

                                       Strategi 1
            Strategi 4
                                     AGGRESIVE
       TURN-AROUND

KELEMAHAN
                                                    KEKUATAN


            Strategi 3               Strategi 2

        DIFFENSIVE                 DIVERSIFIKASI


                         ANCAMAN
POLA PIKIR PENYUSUNAN RENSTRA

        VISI                 MISI

                 TUJUAN

TARGET 5 TH                      INDIKATOR
                SASARAN


                 STRATEGI

                GRAND STRATEGI


                PRIORITAS


                 KEBIJAKAN


                 PROGRAM

TARGET PER TH
                 KEGIATAN
               SISTEMATIKA
   PENGANTAR:
   PENDAHULUAN:
   KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI:
   PERNYATAAN VISI:
   PERNYATAAN MISI:
   TATA NILAI ORGANISASI:
   FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN:
   TUJUAN, INDIKATOR, TARGET:
   SASARAN DAN KEGIATAN:
   MATRIK RENCANA STRATEGIS:
   RENCANA KERJA TAHUN 2007:
DALAM MENGIDENTIFIKASI
KEKUATAN DAN KELEMAHAN
MAUPUN PELUANG DAN ANCAMAN
SEKOLAH PERLU MEMPERHATIKAN;

1. KEKUATAN ADALAH POTENSI YANG DIMILIKI
   OLEH SEKOLAH PADA SAAT SEKARANG
   MAUPUN YANG AKAN DATANG, YANG DAPAT
   MENDUKUNG ATAU MERUPAKAN DORONGAN
   TERCAPAINYA MISI ATAU TUJUAN SEKOLAH
2. KELEMAHAN ADALAH SUATU POTENSI
   YANG MENJADI BEBAN SEKOLAH DALAM
   MENCAPAI   MISI  SEKOLAH,    TETAPI
   DIPERLUKAN DALAM MENCAPAI MISI ATAU
   TUJUAN SEKOLAH
3. PELUANG ADALAH SUATU KONDISI ATAU
   SITUASI YANG MERUPAKAN POTENSI YANG
   DAPAT DIMANFAATKAN DALAM MENCAPAI
   MISI ATAU TUJUAN SEKOLAH

4. ANCAMAN ADALAH SUATU KONDISI ATAU
   SITUASI YANG DAPAT MENJADI HAMBATAN
   DALAM MENCAPAI MISI ATAU TUJUAN
   SEKOLAH

								
To top