perikondritis aurikula sinistra

Document Sample
perikondritis aurikula sinistra Powered By Docstoc
					                                    LAPORAN KASUS


              PERIKONDRITIS AURIKULA SINISTRA

ABSTRAK

        Perikondritis adalah radang pada tulang rawan (kartilago) daun telinga.
Perikondritis bisa terjadi akibat: trauma, frostbite, gigitan serangga, pemecahan
furunkel/bisul dengan sengaja. Infeksi juga dapat terjadi saat aspirasi dan insisi hematoma
auris serta komplikasi dari mastoidektomi atau pseudokista. Pada kasus-kasus dimana
perikondritis muncul secara spontan, kecurigaan paling tinggi harus ditingkatkan pada
pasien dengan diabetes melitus.

        Manifestasi klinis tampak daun telinga membengkak, kemerahan, panas dan nyeri
tekan. Terdapat demam, pembesaran kelenjar limfe regional dan leukositosis. Diagnosis
ditegakkan berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Riwayat trauma pada telinga
penting untuk mendiagnosis.




KASUS

        Seorang laki-laki, 47 tahun, datang ke poli THT dengan keluhan telinga kiri
bengkak. Sejak ± 2 hari yang lalu, pasien tidak enak badan, leher kaku dan nyeri, bagian
belakang telinga kiri agak bengkak. 1 hari kemudian telinga kiri bengkak dan kemerahan,
kaku, nyeri, pusing (+),pendengaran berkurang (+) sejak 1 bulan lalu, telinga berdenging (-
), nyeri telinga (-), keluar cairan (-), batuk (-), pilek (-), hidung tersumbat (-), nyeri
tenggorok (-). Riwayat pengobatan (-). Riwayat sering membersihkan telinga (+), trauma (-
),digigit serangga (-).

Riwayat Penyakit Dahulu: riwayat serupa (-), riwayat DM (-), riwayat alergi (-).

Vital sign: TD: 130/90 mmHg, N: 82 x/mnt, RR: 20 x/mnt, S: 36,30C.

Pemeriksaan fisik: pasien tampak cukup, auricula sinistra bengkak (+), hiperemis (+),
nyeri tarik aurikula (+), nyeri preaurikula (+), nyeri tekan tragus (-), nyeri tekan mastoid (-
), CAE serumen (+), hiperemis (-), jaringan granulasi (-), membran timpani tidak terlihat.
Pemeriksaan laboratorium: Hb: 15,3 g/dl (N), AL: 10,6 x 103/ul (N), LED 1 jam: 19 mm
(↑), LED 2 jam: 37 mm (↑), GDS: 91 mg/dl (N), kreatinin: 1,30 mg/dl (↑).




DISKUSI

        Pada pasien ini didapatkan gejala telinga kiri bengkak dan kemerahan,
pemeriksaan fisik menunjukkan auricula sinistra bengkak (+), hiperemis (+), nyeri tarik
aurikula (+), nyeri preaurikula (+),CAE serumen (+), sehingga berdasarkan hal diatas,
dapat ditegakkan diagnosis Perikondritis Aurikula Sinistra.

        Perikondritis bisa terjadi akibat: trauma, frostbite, gigitan serangga, pemecahan
furunkel/bisul dengan sengaja. Infeksi juga dapat terjadi saat aspirasi dan insisi hematoma
auris serta komplikasi dari mastoidektomi atau pseudokista. Pada kasus-kasus dimana
perikondritis muncul secara spontan, kecurigaan paling tinggi harus ditingkatkan pada
pasien dengan diabetes melitus. Penyebab pada kasus ini kemungkinan karena sering
membersihkan telinga.

        Pada pasien ini diterapi dengan antibiotika parenteral, kortikosteroid dan
analgetika untuk mengurangi bengkak dan rasa nyeri. Pemilihan antibiotik berdasarkan
beratnya infeksi dan bakteri penyebabnya. Bila terjadi infeksi subakut atau kronis pada
perikondrium atau kartilago dan tetap berlanjut walaupun sudah diberi perawatan,
intervensi bedah dapat diindikasikan.

        Untuk pencegahan, higienisitas yang baik seperti mencuci tangan secara teratur
dapat mencegah terjadinya infeksi aurikula. Pasien dilarang menyentuh telinganya dan
kuku harus dipotong pendek. Untuk para pegulat perlu untuk memakai pelindung kepala,
juga pada saat berlatih.




KESIMPULAN
        Perikondritis adalah radang pada tulang rawan (kartilago) daun telinga.
Perikondritis bisa terjadi akibat: trauma, frostbite, gigitan serangga, pemecahan
furunkel/bisul dengan sengaja, diabetes melitus. Diagnosis perikondritis ditegakkan
berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Diagnosisnya mudah, bagian aurikula yang
terlibat membengkak, kemerahan, terasa panas dan nyeri tekan. Mungkin terjadi
perubahan bentuk yang abnormal pada telinga. Riwayat trauma pada telinga penting
untuk mendiagnosis.

        Pada umumnya prognosis perikondritis baik bila diagnosa ditegakkan secara tepat
dan penatalaksanaan diberikan secara dini. Pada kasus lanjut beberapa bagian telinga
mungkin mengalami nekrosis dan harus dilakukan pembedahan.




DAFTAR PUSTAKA

1. Efiaty AS, dkk. 2004. Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT. 5th ed: Jakarta: Balai Penerbit
FKUI.
2. Boies, Lawrence R. 1997. BOIES Buku Ajar Penyakit THT: Penyakit Telinga Luar.
Edisi 6. Jakarta: EGC.
3. Mansjoer, A, dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran: Perikondritis. Jilid I. Edisi 3.
Jakarta: Media Aesculapius FKUI.
4. Underbrink, Michael. 2001. Infection of External Ear. http://wwwutmb.edu/otore.
Diakses 13 Mei 2010.



PENULIS

Anindita Setyoningrum (20040310155). Program Profesi Pendidikan Dokter. Bagian Ilmu
Penyakit THT. RSUD Temanggung.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5
posted:4/19/2013
language:Malay
pages:3