Docstoc

modul 8 - SMK Taruna Bhakti

Document Sample
modul 8 - SMK Taruna Bhakti Powered By Docstoc
					                                                                           MDL/SB/04/02/00



    MODUL 8
STANDAR KOMPETENSI             :
4. Mengekspresikan diri     berkaitan dengan karya seni musik

KOMPETENSI DASAR :
4.2   Mendiskusikan persiapan pertunjukan musik yang diselenggarakan di sekolah

INDIKATOR                      :
     Mempersiapkan pertunjukan musik di sekolah didiskusikan berdasarkan jenis lagu dan waktu
      yang diperlukan untuk pementasan
     Mempersiapkan pertunjukan musik didiskusikan manajemen pementasannya
     Mempersiapkan pertunjukan musik didiskusikan manfaatnya bagi siswa dalam kaitannya
      dengan kerjasama dan nilai-nilai sosial
     Mempersiapkan pertunjukan musik disusun berdasarkan tujuan, urutan lagu, dan waktu yang
      dibutuhkan

Materi Pembelajaran :
     Menyusun urutan lagu dan waktu dalam pementasan
     Manajemen pementasan musik di sekolah
     Manfaat bermain musik secara kelompok
     Penyusunan persiapan pertunjukan musik di sekolah

Alokasi Waktu          :
2 x 40 Menit


Materi :

I.    Bentuk- Bentuk Penampilan Musik

      Bentuk penampilan musik terdiri atas tiga macam,yaitu:
      a. Musik vocal (seni suara), yaitu musik yang di bunyikan dengan suara manusia
         (mulut) atau disebut menyanyi
      b. Musik instrumental, yaitu suara karya seni yang disajikan dengan menggunakan
         suara dari alat-alat musik.
      c. Musik campuran, merupakan sajian perpaduan antara seni suara dan instrumental

      Teknik penampilan musik vocal
      a. Teknik menyanyi
      b. Jenis musik vocal
      c. Paduan suara

      Teknik permainan musik instrumental untuk penampilan musik
      a. Jenis instrumental
         Jenis instrumen dapat dibagi menjadi empat golongan yaitu:
         1. Jenis Idiophone yang dimainkan dengan cara dipukul.
            Contoh: tamborin, kenong
                                                                    MDL/SB/04/02/00


   2. Jenis Membranopone yang terbuat dari bahan selaput kulit dengan getaran bunyi
      karena dipukul. Contoh : Gong, rebana
   3. Jenis Chordophone yang terbuat ari senar tali yang menghasilkan bunyi atau
      getaran dengan cara digesek, dipetik atau ditekan.
      Contoh: gitar, kecapi, sasando, banjo. Ukulele, mandolin, harpa, gambus, biola,
      rebab, cello
   4. Jenis Aerophone, yaitu alat musik yang berbunyi karena sentuhan udara.
      Contoh: seruling, terompet, trombone, harmonica, pianika, recorder sopran
b. Latihan Teknik dasar alat musik.
   Syarat untuk dapat praktik instrument adalah dapat membaca dan menyanyikan
   notasi yang digunakan.

Memainkan musik melodis dan ritmis.
a. Alat musik melodis adalah alat musik yang memiliki nada. Jumlah nada minimal 2
   oktaf
    1. Sumber bunyi (tiupan) di letakan diantara kedua bibir.
   2. Gunakan nafas sehemat mungkin dengan pernapasan perut.
   3. Posisi peniup harus benar sehingga tidak menimbulkan bunyi yang tidak enak
       didengar
   4. Letakan posisi jari pada lubang tekanan dan jari jangan kaku.
   5. Latihan dengan lagu sederhana
b. Posisi badan saat memainkan recorder
   Saat memainkan recorder adalah sebagaiberikut
1. Badan senantiasa dalam posisi tegap
2. Dada tangan terlalu banyak mengembang atau mengempis.
3.     Bahu jangan terlalu banyak bergerak naik maupun turun.

Teknik penjarian pada melodika dan pianika
Pianika adalah alat musik tiup (acrophone) yang memiliki suara rendah untuk iringan
atau bas. Dalam memainkan melodika atau pianika yang perlu diperhatikan adalah:
1. Tiupan harus stabil.
2. Tangan kiri untukmemegang dan jari-jari tangan kanan untuk mencri nada.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penampilan musik.
a. Penguasaan teknik memainkan alat musik/instrument
b. Alat-alat musik distem dahulu sebelum di gunakan.
c. Pembawa irama (ritme) seperti drum atau gendang agar menjaga beat nyang tetap.
d. Jika mengembangkan improvisasi sebaiknya mengikuti perkembangan akor-akor
   yang dimainkan oleh gitar pengiringnya.
e. Tidak memainkan alat sendiri terlalu keras sehingga suaraalat yang lain kalah dan
   tidak ada harmonis.

           Hasil dari aransemen musik yang telah kita lakukan sebaiknya ditampilkan
dalam sebuah pergelaran. Dengan adanya pergelaran tersebut, maka akan tercipta
komunikasi antara pencipta seni (apresian) dengan penikmat seni (apresiator). Adapun
tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan bakat, potensi, serta kreativitas. Sebagai
latihan, kita bisa menyelenggarakan pergelaran sederhana di ruangan kelas atau aula
sekolah. Dalam pergelaran seni tersebut, kalian bisa mengundang semua warga sekolah
untuk menjadi penontonnya atau dapat juga dengan melibatkan pihak luar sekolah,
misalnya wali murid.
                                                                         MDL/SB/04/02/00


              Untuk kelancaran pergelaran, sebaiknya kita mengetahui instrument musik
    yang diperlukan berikut peralatan pendukungnya, seperti sound system dan partitur lagu.
    Bagi penata acara, perlu juga mengetahui para peserta yang akan tampil, berikut jenis
    tampilannya. Secara umum, kelompok penampilan dibagi menjadi dua jenis sebagai
    berikut.
II. Kelompok Vokal

    Kelompok vokal dapat terdiri atas bentuk-bentuk berikut.
    a. Solo vokal, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh suatu orang
    b. Duet, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh dua orang
    c. Trio, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh tiga orang
    d. Kwartet, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh empat orang
    e. Paduan suara (koor), yaitu lagu yang dinyanyikan oleh banyak orang dan terdiri atas
       beberapa suara.
    f. Acapella, yaitu lagu yang dinyanyikan tanpa menggunakan iringan alat musik apa
       pun.
    g. Canon, yaitu lagu yang tidak bersamaan dimulainya.
    h. Unisno, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh orang banyak atas satu suara

III. Kelompok Instrumen dan Campuran

    Kelompok instrumen dan campuran dapat terdiri atas:
    a. Solo, yaitu penyajian musik yang dilakukan oleh satu orang, misalnya solo gitar, solo
       piano dan sebagainya.
    b. Ansambel, yaitu penyajian musik bersama dengan menggunakan alat musik tertentu
       dengan lagu dan aransemen yang sederhana.
    c. Orkes string, yaitu penyajian musik yang banyak menggunakan alat musik berdawai
       (petik atau gesek).
    d. Orkes simphoni, yaitu penyajian musik yang menggunakan alat musik lengkap baik
       itu tiup, petik, gesek, maupun alat musik pukul.
    e. Band,yaitu kelompok pemain musik dengan peralatan yang disesuaikan dengan
       tujuan pengadaannya. Misalnya band sekolah, marching band, brass band.
    f. Orkes perkusi, yaitu penyajian musik yang banyak menggunakan alat musik pukul.
    g. Opera, yaitu suatu pergelaran musik yang dialognya menggunakn lagu.

              Setelah mengetahui jenis dan tipe penampil tersebut, kita bisa melakukan
    pendaataan dan pengecekan jenis penampil seperti apakah yang layak dipergelarkan.
    Sesuai dengan tema, persiapan sarana prasarana, serta tempat dan waktu yang
    memungkinkan.
              Kalau pementasan di lingkungan sekolah, tidak mungkin menggelar
    pertunjukan orkes simphoni secara lengkap. Kita bisa memilih instrumen apa saja yang
    sesuai dengan tempat diadakannya pergelaran.
              Menurut jenisnya, instrumen musik dapat dibedakan menjadi dua macam
    sebagai berikut :
    a. Instrumen bersuara tunggal, yaitu instrumen yang tidak menghasilkan nada tertentu,
       akan tetapi dapat bersuara menimbulkan bunyi. Misalnya ketipung, kastanyet, snar
       drum, gendang, dan sejenisnya.
    b. Instrumen berusaha majemuk, yaitu instrumen yang memiliki nada. Misalnya gitar,
       pianika, keyboard, piano dan sejenisnya.
                                                                     MDL/SB/04/02/00


IV. Manfaat Bermain Musik Secara Kelompok

   Meliputi :
   1. Untuk mengembangkan kecerdasan anak dan remaja
   2. Untuk membentuk perilaku dan sikap anak-anak dan remaja menjadi lebih baik dan
      teratur
   3. Daya konsentrasi yang tinggi dalam belajar
   4. Untuk meningkatkan kemampuan dalam mencerna, memecahkan dan
      menyelesaikan masalah secara cepat dan tepat
   5. Mengajarkan individu dapat bekerja dalam team work
   6. Untuk perkembangan pemahaman yang lebih dalam tentang budaya dan tradisi
   7. Untuk meningkatkan potensi dan rasa percaya diri dan mandiri

V. Penyusunan Persiapan Pertunjukan Musik

          Pertunjukan/pementasan musik adalah sebuah kegiatan yang sifatnya
   kolektivitas, baik di dalam maupun di luar gedung pertunjukan. Merencanakan dan
   melaksanakan pertunjukan musik diperlukan pemahaman aspek teoritis (manajemen)
   dan aspek pengenalan lapangan sehingga dapat dijadikan dwifungsi, yaitu terampil
   sebagai pekerja dan terampil sebagai pemain.
          Penentuan jadwal kegiatan ketika akan melakukan pertunjukan sangat
   menentukan jumlah penonton. Hal yang perlu dipertimbangkan juga adalah segmen
   masyarakat yangakan mengapresiasikan jenis musik tersebut. Jenis musik yang
   dipentaskan untuk kaum muda akan berbeda dengan jenis musik yang disuguhkan
   kepada orang tua dan dewasa. Di samping itu, perlu adanya penyesuaian jadwal
   sehingga mereka dapat menikmati musik yang akan dipergelarkan. Mereka meiliki
   kejernihan pikiran dan tidak dibebani oleh tugas-tugas lain sehingga mereka dapat
   menilai dan menikmati karya yang disajikan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2
posted:4/19/2013
language:Unknown
pages:4