skripsi pendidikan agama islam Pentingnya Humas Lembaga Pendidikan Sekolah Dalam Membangun Hubungan Dengan Masyarakat di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

Document Sample
skripsi pendidikan agama islam Pentingnya Humas Lembaga Pendidikan Sekolah Dalam Membangun Hubungan Dengan Masyarakat di SMP Negeri 2 Sumbermanjing Powered By Docstoc
					                                                                           1




                                    BAB I

                             PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

          Pengembangan pendidikan bukanlah pekerjaan sederhana karena

   pengembangan tersebut memerlukan adanya perencanaan secara terpadu dan

   menyeluruh. Terkait dengan fungsi lembaga pendidikan sebagai salah satu

   tempat meningkatkan sosial budaya masyarakat, maka hubungan dengan

   masyarakat tidak dapat dipisahkan. Hubungan lembaga pendidikan sekolah

   dan masyarakat adalah bagian internal yang tidak dapat dipisahkan yaitu

   mempunyai substansi sebagai sarana komunikasi two way trafficcomunication

   dan bersama-sama untuk bertanggung jawab kearah terciptanya tujuan

   pendidikan yang dicita-citakan bersama.

          Salah satu manajemen yang penting di sekolah adalah manajemen

   hubungan masyarakat (humas), karena sekolah berada ditengah-tengah

   masyarakat dan selalu berhubungan dalam menjalin kerja sama yang

   pedagogis dan sosiologis yang menguntungkan kedua belah pihak. Hubungan

   masyarakat telah diformulasikan dengan cara yang berbeda-beda bergantung

   pada lembaga atau organisasi yang membuat formulasi tersebut.

          Makin majunya pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan

   menjadikan kerja sama sekolah dengan masyarakat sebagai kebutuhan vital.

   Kerja sama tersebut dimaksudkan demi kelancaran pendidikan di sekolah pada

   umumnya dan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada khususnya.
                                                                                          2




    Sekolah merupakan salah satu bagian dari sebuah masyarakat, jadi pengaturan

    sekolah harus dilihat dalam hubungannya dengan komponen-komponen

    penyelenggara pendidikan lainnya kemudian dihubungkan dengan seluruh

    program masyarakat.

            Berangkat dari titik tolak pemikiran ini maka perlu ada pengaturan

    hubungan antara sekolah dan masyarakat. Humas dengan sekolah adalah salah

    satu bagian dari substansi administrasi pendidikan di sekolah. Dengan adanya

    hubungan sekolah dengan masyarakat, sekolah dapat mengetahui sumber-

    sumber yang ada dalam masyarakat yang kemudian didayagunakan untuk

    kepentingan kemajuan pendidikan anak di sekolah. Di lain pihak, masyarakat

    juga dapat mengambil manfaat dengan turut mengenyam dan menyerap ilmu

    pengetahuan sekolah. Dari sini kehidupan masyarakat akan ditingkatkan. Oleh

    karenanya, masyarakat dapat mengerti dan memahami tujuan pendidikan dan

    pelaksanaan pendidikan yang berlangsung di sekolah tersebut.1

            Lembaga pendidikan (sekolah) merupakan suatu sistem yang terbuka.

    Sebagai sistem terbuka, sekolah pasti akan mengadakan hubungan dengan

    masyarakat di sekelilingnya. Sekolah yang maju pasti akan banyak

    mengadakan hubungan dengan lembaga-lembaga lain di luar sekolah,

    contohnya dalam hal beasiswa, PHBI, praktek ketenaga-kerjaan dan masih

    banyak lagi yang lain, inilah yang digalakkan oleh SMP Negeri 2

    Sumbermanjing.




      1
        Piet A. Sahertian, Dimensi Administrasi Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional, 1994),
hlm. 233
                                                                                             3




               Dalam hal ini Immegart (1972: 44) mengungkapkan bahwa Hanya
               sistem yang terbuka yang memiliki negentropy, yaitu suatu usaha yang
               terus menerus untuk menghalangi kemungkinan terjadinya entropy atau
               kepunahan.2

                 Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat dan sekolah

      mempunyai keterkaitan dan saling berperan satu sama lain. Apalagi pada

      zaman sekarang ini, pemerintah telah mensosialisasikan adanya disentralisasi

      pendidikan dimana sekolah mempunyai hak untuk mengatur sekolahnya

      sendiri. Oleh sebab itulah SMP Negeri 2 Sumbermanjing berusaha

      memfungsikan dan mengatur manajemen humasnya dengan berusaha menjalin

      hubungan dengan lembaga-lembaga lain diluar sekolah dalam rangka

      meningkatkan mutu pendidikannya.

                 Sejalan dengan konsep diatas, sudah berkali-kali pemerintah

      menyerukan bahwa pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara

      pemerintah, orang tua dan masyarakat. Sedangkan Kaufman (1972: 30)

      mengemukakan bahwa partner pendidikan tidak terdiri dari ketiga komponen

      tersebut, melainkan terdiri dari para guru, para siswa dan para orang

      tua/masyarakat.3

                 Dalam era globalisasi, bidang kehumasan akan sangat berperan.

      Sekolah yang tidak memanfaatkan bidang tersebut akan tertinggal karena tidak

      menguasai perolehan dan penyebaran informasi. Pentingnya hubungan

      masyarakat menjadi perhatian Noke Kiroyan, Petinggi Kaltim Prima Coal

      (KPC). Dalam telaahnya, Noke melihat fungsi hubungan masyarakat akan

        2
            Made Pidarta, Manajemen Pendidikan Indonesia, (Jakarta: PT Bina Aksara, 1988). hlm.
189
        3
            ibid. hlm. 190.
                                                                                       4




sangat terasa manakala sekolah berupaya mengembangkan usaha dan

menghindari situasi yang kurang kondusif dengan lingkungan. Oleh karena

itu, hubungan masyarakat perlu diberikan prioritas dalam sekolah.4

           Keberadaan hubungan masyarakat bukan hanya perlu untuk membina

hubungan dengan pihak luar. Namun sangat penting untuk memberikan

informasi ke dalam, baik kepada pimpinan maupun sesama karyawan dan guru

sendiri.     Sekolah     yang     berkeinginan     menciptakan      suasana       nyaman

dilingkungannya harus menerapkan prinsip keterbukaan. Di situlah, hubungan

masyarakat sangat berperan.

           Salah satu faktor sebab menurunnya semangat partisipasi masyarakat

terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah adalah, dahulu sekolah

sepenuhnya dimiliki oleh masyarakat, dan merekalah yang membangun dan

memelihara sekolah, mengadakan sarana pendidikan, serta mengadakan iuran

untuk mengadakan operasional sekolah. Jika sekolah telah mereka bangun,

masyarakat hanya meminta guru-guru kepada pemerintah untuk diangkat ada

sekolah mereka itu. Pada waktu itu, kita sebenarnya telah                     mencapai

pembangunan pendidikan yang berkelanjutan (sustainable development),

kaena sekolah adalah sepenuhnya milik masyarakat yang senantiasa

bertanggung jawab dalam pemeliharaan serta operasional pendidikan sehari-

hari. Pada waktu itu, pemerintah berfungsi sebagai penyeimbang, melalui

pemberian subsidi bantuan bagi sekolah-sekolah pada masyarakat yang benar-

benar kurang mampu.


  4
      http:/www.sinarharapan.co.id/ekonomi/promarketing/2004/05110/prom 1. html
                                                                          5




       Salah satu jalan masuk yang terdekat menuju peningkatan mutu dan

relevansi adalah demokratisasi, partisipasi dan akuntabilitas pendidikan.

Kepala sekolah, guru dan masyarakat adalah pelaku utama dan terdepan dalam

penyelenggaraan pendidikan di sekolah sehingga segala keputusan mengenai

penanganan persoalan pendidikan pada tingkatan mikro harus dihasilkan dari

interaksi ketiga pihak tersebut. Masyarakat adalah stakeholder pendidikan

yang memiliki kepentingan akan keberhasilan pendidikan di sekolah, karena

mereka adalah pembayar pendidikan, baik melalui uang sekolah maupun

pajak, sehingga sekolah-sekolah seharusnya bertanggung jawab terhadap

masyarakat.

       Hubungan masyarakat sangat penting dalam kepentingan suatu

organisasi sekolah, jadi jelaslah bahwa dalam publik relation terdapat suatu

usaha untuk mewujudkan suatu hubungan yang harmonis antara sekolah

dengan publik sehingga akan muncul opini publik yang menguntungkan bagi

kehidupan sekolah tersebut.

       Dari situ jelas bahwa lingkungan pendidikan bukanlah suatu badan

yang berdiri sendiri, melainkan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari

masyarakat luas. Ia sebagai sistem terbuka yang selalu mengadakan hubungan

(kerja sama) yang baik dengan masyarakat, secara bersama-sama membangun

pendidikan. Hal ini sangat mungkin sebab dalam era perkembangan tehnologi

modern seperti sekarang ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya

pendidikan menjadi modal utama dalam membangun dan memajukan bangsa

termasuk masyarakat itu sendiri. Seperti halnya yang diungkapkan Whitt
                                                                           6




bahwa bila lembaga pendidikan terbuka bagi para siswa/mahasiswa maka

begitu pula hendaknya bagi masyarakat.5

          Merujuk pada beberapa uraian tersebut diatas, diharapkan SMP Negeri

2 Sumbermanjing berhasil memfungsikan manajemen humasnya dalam dalam

membangun hubungan yang baik dengan masyarakat, sehingga SMP Negeri 2

Sumbermanjing tetap dipercaya sebagai sekolah yang berkualitas baik,

mampu menghasilkan out put yang mampu menghadapi tantangan zaman di

masa kini dan yang akan datang serta bisa dijadikan pelajaran berharga bagi

sekolah-sekolah lain dalam rangka untuk memajukan sekolahnya.

          Mengingat begitu pentingnya peranan humas dalam lembaga

pendidikan dan adanya kesenjangan antara teori dengan kenyataan di

lapangan, maka peneliti terdorong untuk melakukan penelitian tentang

“Pentingnya Humas Lembaga Pendidikan Sekolah Dalam Membangun

Hubungan Dengan Masyarakat di SMP Negeri 2 Sumbermanjing”.




 5
     Ibid. hlm.: 191.
                                                                               7




B. Rumusan Masalah

          Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat beberapa permasalahan

   yang akan diteliti dan dibahas serta dirumuskan sebagai berikut:

   1. Bagaimana      pelaksanaan   manajemen     humas    di   SMP    Negeri   2

      Sumbermanjing ?

   2. Bagaimana upaya manajemen humas dalam membangun hubungan dengan

      masyarakat di SMP Negeri 2 Sumbermanjing?

   3. Bagaimana hasil pelaksanaan program humas dalam membangun

      hubungan dengan masyarakat di SMP Negeri 2 Sumbermanjing?

C. Tujuan Penelitian

          Sejalan dengan perumusan masalah tersebut diatas, maka tujuan

   penulisan ini adalah :

   1. Untuk mengetahui pelaksanaan manajemen humas di SMP Negeri 2

      Sumbermanjing.

   2. Untuk mengetahui upaya manajemen humas dalam membangun hubungan

      dengan masyarakat di SMP Negeri 2 Sumbermanjing.

   3. Untuk mengetahui hasil pelaksanaan program humas dalam membangun

      hubungan dengan masyarakat di SMP Negeri 2 Sumbermanjing.
                                                                               8




D. Manfaat Penelitian

           Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna :

   1. Bagi Peneliti :

       a. Mengetahui pentingnya manajemen humas dalam membangun

           hubungan dengan masyarakat sehingga lembaga pendidikan tetap

           eksis.

       b. Sebagai bekal pengalaman apabila suatu saat nanti sudah terjun dalam

           dunia pendidikan dan staf administrasi.

   2. Bagi Guru

       a. Sebagai tolok ukur kondisi manajemen humas yang seharusnya ada

           dalam diri seorang guru yang tidak hanya bertugas sebagai pengajar

           saja.

       b. Sebagai bahan evaluasi guru dalam meningkatkan mutu lembaga

           pendidikan.

   3. Bagi Peneliti Selanjutnya

       a. Sebagai bahan referensi.

       b. Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian selanjodnya.

       c. Sebagai bahan pertimbangan bagi pengelola sekolah (kepala sekolah,

           guru, karyawan) dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

E. Penegasan Judul

           Untuk menghindari adanya kesalahpahaman didalam menafsirkan

   judul skripsi ini, maka penulis memberikan definisi beberapa kata yang

   tertulis dalam penulisan judul skripsi.
                                                                                         9




      1.     Humas

             Menurut Glennand Denny Griswold (1996), hubungan masyarakat

      merupakan      fungsi   manajemen       yang diadakan untuk          menilai dan

      menyimpulkan sikap-sikap publik, menyesuaikan polecy dan prosedur

      instansi atau organisasi dengan kepentingan umum, menjalankan suatu

      program untuk mendapatkan pengertian dan dukungan masyarakat.6

             Dalam khazanah Islam Humas memiliki dua kata makna yang sama

      yaitu "halb" yang artinya "tali atau hubungan" atau "silaturahmi" yang

      artinya "menyambung persaudaraan"' sebagaimana firman Allah dalam al-

      Qur'an Ali Imron 112.7

  
    
             
                        
             “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika
          mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan
          manusia”. (al-Imran 112).


             Humas secara umum diartikan sebagai semua kegiatan yang dilakukan

      oleh suatu lembaga atau organisasi dan bada usaha melalui para petugas

      untuk merumuskan organisasi atau struktur dan komunikasi guna

      menciptakan saling pengertian yang lebih baik antara lembaga itu dengan

      khalayak (orang atau pihak yang selalu harus dihubungi).8




      6
        B. Suryo Subroto, Dimensi-dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah (Jakarta: Bina
Aksara, 1984), hlm. 114
      7
        Khadim al Haramain, Al-Qur'an dan Terjemahnya, 1997 : 94
      8
        Harsono Suwandi, Beberapa Aspek lain dari Kegiatan Humas (Dimuat dalam Buletin
Pengetahuan Kehukuman, No. 24 Tahun 1988)
                                                                               10




    2.      Lembaga pendidikan sekolah

            Sekolah berasal dari bahasa Belanda School, bahasa Jerman die scrule,

    bahasa Inggris school yang artinya sama dengan sekolah, yaitu suatu

    lembaga pendidikan.9 Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal

    sebagai tempat belajar siswa.

F. Ruang Lingkup Pembahasan

            Mengingat keterbatasan waktu, tenaga dan biaya serta kemampuan

  penulis, maka penulis memberikan batasan permasalahan dalam penelitian ini

  sebagai berikut :

  1.     Pelaksanaan manajemen humas lembaga pendidikan di SMP Negeri 2

         Sumbermanjing.

  2.     Bentuk manajemen humas dalam membangun hubungan dengan

         masyarakat di SMP Negeri 2 Sumbermanjing.

  3.     Pengelolaan manajemen humas dalam membangun hubungan dengan

         masyarakat di SMP Negeri 2 Sumbermanjing.




    9
        Munandier, Ensiklopedi Pendidikan (Malang: UM Press, 2001), hlm. 329
                                                                             11




                                      BAB II

                                 KAJIAN TEORI



           Kajian teori ini berisikan teori-teori yang dijadikan sebagai rujukan

   langsung penelitian. Hal-hal pokok yang menjadi inti pembahasan dalam

   kajian teori adalah :

A. Hubungan Lembaga Pendidikan Sekolah dan Masyarakat

           Lembaga pendidikan sekolah adalah sub-sub sistem dari sistem

   pendidikan, yang terdiri atas beberapa unsur yang fungsional saling terkait

   antara satu dengan lainnya. Dan apabila terjadi perubahan pada salah satu

   unsur, maka akan membawa perubahan pada unsur-unsur lainnya. Keterkaitan

   tersebut berlangsung dalam rangka mencapai sasaran yang diinginkan.

   Dinamika pendidikan sekolah untuk mencapai tujuan tersebut terikat dalam

   satu wadah yang dikenal dengan lembaga pendidikan sekolah. Dan untuk

   mengenal lembaga pendidikan sekolah akan dijelaskan pada sub-sub bahasan

   berikut ini:

   1. Pengertian Lembaga Pendidikan Sekolah.

           Di dalam sejarah pendidikan dikemukakan bahwa sejak jaman

   pendidikan China kuno dan Yunani kuno telah dijumpai adanya sekolah

   sebagai lembaga pendidikan. Perkataan “sekolah” berasal dari perkataan

   Yunani “schola” yang artinya waktu nganggur atau waktu senggang. Bangsa

   Yunani kuno mempunyai kebiasaan menggunakan waktu senggangnya untuk
                                                                                 12




berdiskusi guna menambah ilmu dan mencerdaskan akal. Lambat laun usaha

tersebut diselenggarakan secara teratur dan berencana (secara formal),

sehingga timbullah sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang bertugas

untuk menambah ilmu pengetahuan dan kecerdasan akal.10

          Pendidikan sekolah termasuk masalah sosial, sehingga dalam

kelembagaannya tidak terlepas dari lembaga sosial yang ada. Lembaga disebut

juga institusi atau pranata, sedangkan lembaga sosial adalah suatu bentuk

organisasi yang tersusun relatif tetap atas pola-pola tingkah laku, peranan-

peranan dan relasi-relasi yang terarah dalam mengikat individu yang

mempunyai otoritas formal dan sanksi hukum, guna tercapainya kebutuhan-

kebutuhan sosial dasar.

          Pendidikan sekolah yang berlangsung melalui proses operasional

dalam mencapai tujuannya, memerlukan model dan sistem yang konsisten dan

dapat mendukung nilai-nilai moral spritual yang melandasinya. Nilai-nilai

tersebut diaktualisasikan berdasarkan orientasi kebutuhan perkembangan

fitrah siswa yang dipadu dengan pengaruh lingkungan kultural yang ada. Oleh

karena itu manajemen kelembagaan pendidikan sekolah memandang bahwa

seluruh proses kependidikan dalam institusi adalah sebagai suatu sistem yang

berorientasi kepada perbuatan yang nyata.

          Kelembagaan pendidikan sekolah merupakan sub-sistem dari sistem

masyarakat atau bangsa. Dalam operasionalnya selalu mengacu dari tanggap

kepada kebutuhan perkembangan masyarakat. Tanpa bersikap demikian,


 10
      Suwarno, Pengantar umum Pendidikan (Jakarta: Bina Aksara, 1988), hlm. 70
                                                                                    13




   lembaga pendidikan sekolah dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan

   kultural. Kesenjangan ini nantinya akan menjadi konflik antara pendidikan

   dan masyarakat. Dari sinilah timbul krisis pendidikan yang intensitasnya

   berbeda-beda menurut tingkat atau taraf perkembangan masyarakat.

           Oleh karena itu, lembaga pendidikan sekolah yang diselenggarakan

   haruslah sesuai dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat, sebab tanpa

   memperhatikan hal tersebut akan mengalami kesulitan dalam mencapai

   kemajuan.

   2. Tujuan Lembaga Pendidikan Sekolah.

           Berbicara tentang tujuan lembaga pendidikan sekolah, maka tidak

   lepas dari tujuan pendidikan nasional itu sendiri, dimana tujuan pendidikan

   nasional berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

           Lembaga pendidikan sekolah sesuai dengan pendidikan nasional

   berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta

   peradaban bangsa, serta bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik

   agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha

   Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi

   warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.11 Hal ini berarti

   lembaga pendidikan sekolah mempunyai tujuan untuk mengembangkan semua

   potensi yang dimiliki manusia yaitu, mulai dari tahapan kognisi, yakni

   pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap ajaran agama dan pengetahuan

   umum, untuk selanjutnya dilanjutkan dengan tahapan afeksi, yaitu terjadinya

     11
         Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Jakarta: BP. Cipta Jaya, 2003) hlm.7
                                                                                  14




   proses internalisasi ajaran, nilai agama dan pengetahuan ke dalam diri siswa,

   dalam arti menghayati dan menyakininya. Melalui tahapan afeksi tersebut

   diharapkan dapat tumbuh motivasi dalam diri siswa dan bergerak untuk

   mengamalkan dan mentaati ajaran, nilai agama dan pengetahuan (tahapan

   Psikomotorik) yang telah diinternalisasikan dalam dirinya. Dengan demikian,

   akan terbentuk manusia Indonesia yang bertakwa dan berakhlak mulia.

   3. Tugas Lembaga Pendidikan Sekolah

             Lembaga pendidikan sekolah seperti halnya lembaga pendidikan

   lainnya merupakan lembaga pendidikan kedua setelah keluarga. Adapun

   tugas-tugas yang diemban lembaga pendidikan sekolah adalah :

          a. Melaksanakan pendidikan dalam sekolah dalam jangka waktu tertentu

             sesuai dengan jenis, jenjang dan sifat sekolah.

          b. Melakanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan kurikulum

             yang berlaku

          c. Melaksanakan bimbingan dan konseling bagi siswa di sekolah

          d. Membina organisasi siswa intra sekolah (OSIS)

          e. Melaksanakan urusan tata usaha sekolah dan rumah tangga sekolah

          f. Membina kerjasama dengan orang tua, masyarakat dan dunia kerja

          g. Bertanggung jawab kepada lembaga Vertikal (Dinas Pendidikan dan

             Kebudayaan).12

             Tugas lembaga pendidikan pada intinya adalah sebagai wadah untuk

   memberikan pengarahan, bimbingan dan pelatihan agar manusia dengan

     12
         Pemerintah Kabupaten Malang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Diskripsi Tugas
Pengelola Sekolah, 2006.
                                                                                    15




   segala potensi yang dimilikinya (Jasmani dan Rohani) yang diberikan Tuhan

   Yang Maha Esa dapat dikembangkan dengan sebaik-baiknya.

   4. Hubungan Lembaga Pendidikan Sekolah dengan Masyarakat

           Lembaga pendidikan sekolah merupakan bagian dari masyarakat

   seperti umumnya lembaga-lembaga pendidikan lainnya, sebagaimana telah

   diuraikan diatas, bahwa adanya lembaga pendidikan sekolah adalah untuk

   membina anak-anak dan para remaja dari masyarakat bersangkutan. Sekolah

   adalah milik masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat. Sebab itu sekolah

   tidak boleh mengisolasi diri dari masyarakat. Sebaliknya sekolah harus

   menyatu dengan masyarakat dan sekaligus menjadi agen pembaharu

   masyarakat.13

           Menurut Finc bahwa pendidikan harus merupakan bagian dari

   masyarakat. Sebab program tenaga kerja diambil dari masyarakat, juga

   dukungan dana dan tempat bekerja. Karenanya sekolah dan masyarakat harus

   memiliki keterkaitan erat.14

           Dari pendapat di atas, lembaga pendidikan sekolah tidak lepas dari

   masyarakat. Namum ini tidak berarti sekolah harus melebur diri di masyarakat

   secara keseluruhan, melainkan tetap menunjukkan identitasnya sebagai

   lembaga pendidikan yang dapat mempengaruhi pendidikan dan pembangunan

   masyarakat. Kerjasama seperti ini bukan hanya diharapkan, tetapi diharuskan

   sebab UUSPN No. 20 tahun 2003 menginginkan penyelenggaraan pendidikan

   dilakukan bersama oleh pemerintah, orang tua siswa dan masyarakat.
     13
          Made Pidarta, Peranan Kepala Sekolah pada Pendidikan Dasar (Jakarta: Gramedia
Widiasarana, 1995), hlm. 126
      14
         Ibid, hlm. 127
                                                                           16




   Disamping itu pendidikan di sekolah akan dapat berjalan dengan baik bila

   terdapat dukungan dana, sarana dan nara sumber dari masyarakat. Dukungan

   dari masyarakat adalah wujud dari rasa terima kasih masyarakat terhadap

   pelayanan yang diberikan oleh lembaga pendidikan sekolah.

          Esensi hubungan lembaga pendidikan adalah untuk meningkatkan

   keterlibatan, kepedulian, kepemilikan dan dukungan dari masyarakat terutama

   dukungan moral dan finansial. Dalam arti yang sebenarnya hubungan lembaga

   pendidikan sekolah dan masyarakat adalah untuk menjalin kerjasama untuk

   bersama-sama bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kemajuan

   pendidikan, sehingga akan dibutuhkan peningkatan intensitas dan ekstensitas

   hubungan lembaga pendidikan sekolah dengan masyarakat.

B. Manajemen di Lembaga Pendidikan Sekolah.

   1. Pengertian dan Tujuan Manajemen Pendidikan.

          Manajemen (management) berasal dari kata "to manage" yang berarti

   mengatur, dan dalam mengatur terdapat sesuatu yang diatur, ada proses dan

   ada tujuan pengaturannya.

          Hal tersebut berdasarkan pendapat para pakar manjemen :

      a. Stepen P. Robin; Manajemen adalah proses menyelesaikan aktifitas

          secara efisien dengan dan melalui orang lain.
                                                                                            17




            b. Daivid     H.    Holt;    Manajemen       adalah     proses    merencanakan,

                mengorganisasikan dan mengendalikan (manusia, material dan sumber

                daya keuangan) dalam suatu lingkungan organisasi.15

            c. Sondang P. Siagian; Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan

                untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan

                melalui kegiatan-kegiatan yang lain.16

                Sedangkan kata pendidikan menurut William Chadier Bagleij adalah

      "Aktivitas     yang      dengannya    seseorang     dapat    berusaha     mendapatkan

      pengalaman dan latihan-latihan yang akan menjadikan setiap tugas (aktivitas)

      masa depannya lebih baik dan lebih sempurna”.17

                Adapun menurut UUSPN No. 20 tahun 2003 ditegaskan pada bab I

      pasal I bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk

      mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik

      secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual

      keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta

      keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”18

                Dari pengertian dua suku kata tersebut diatas manajemen dan

      pendidikan, maka pengertian manajemen pendidikan adalah aktivitas dalam

      usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.19



       15
            Widjaja Tunggal Amin, Manajemen Suatu Pengantar (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), hlm.
31.
       16
          Jhon Salindeho, Peranan Tindak Lanjut dalam Manajemen (Jakarta: Sinar Grafika,
1989), hlm.28
       17
          M. Abu Bakar, Pedoman Pendidikan dan Pengajaran (Surabaya: Usaha Nasional, 1981),
hlm. 9.
       18
          Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, Op.cit. Hlm. 4
       19
          Made Pidarta, Op.cit. hlm. 4
                                                                                          18




          Disamping tujuan tersebut diatas terdapat tujuan senada yaitu

meningkatkan        efesiensi    dan    efektivitas    penyelenggaraan       operasional

pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan.20

          Dengan demikian dapat diketahui bahwa tujuan pokok mempelajari

manajemen pendidikan adalah untuk memperoleh cara, teknik, metode yang

digunakan sebaik-baiknya sehingga sumber-sumber yang terbatas (seperti:

tenaga, biaya dll) dimanfaatkan secara efektif, efesien dan produktif untuk

mencapai tujuan pendidikan.

2. Pentingnya Manajemen

          Proses modernisasi yang berjalan terus-menerus seirama dengan

perubahan akibat dari pembangunan nasional memberikan dampak (impact)

teknologi yang canggih (scophisticated) sesuai dengan tuntutan zaman dan

peradaban. Transisi masyarakat yang agraris menjadi masyarakat industri

tidak selamanya memberi perubahan yang positif bagi masyarakat, seringkali

dampak kejayaan era industrialisasi membawa sikap hidup manusia yang

dihadapkan pada berbagai konflik, baik berskala besar maupun berskala kecil.

Problem tersebut tidak mampu ditelusuri dengan keterampilan yang sederhana

dan keterampilan teknikal saja. Problem yang dipandang kompleks ini

bukanlah problem yang berhubungan dengan benda-benda berwujud saja,

tetapi termasuk dunia dinamis dan komplek, yaitu berkenaan dengan problem

manusia, yang dimaksud adalah manusia yang menguasai dunia ini berikut

keinginannya yang seringkali melampui batas.


 20
      Hadari Nawawi, Admiistrasi Pendidikan (Jakarta: CV. Haji Mas Agung, 1989), hlm.12
                                                                            19




       Dalam pelaksanaan pendidikan, pada hakikatnya mempuyai tiga

fungsi, yaitu; Pertama, menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan

tertentu dalam masyarakat dimasa yang akan datang. Kedua, transfer

pengetahuan sesuai dengan peranan yang diharapkan masyarakat sebagai

prasyarat bagi kelangsungan hidup (service) masyarakat dan peradaban.

       Hal diatas seperti tercantum dalam tujuan pendidikan nasional, yaitu

disamping melaksanakan fungsi pendidikan juga mempunyai banyak

komponen yang harus dikelola yaitu tujuan pendidikan peserta didik,

pendidik, alat, lingkungan, sarana prasarana, organisasi guru, organisasi siswa

dan lain-lain.

       Tujuan yang diemban pendidikan bukanlah seuatu yang ringan dan

permasalahan yang dihadapi oleh pendidikan nantinya akan bersifat sangat

luas mencakup tujuan kurikulum, pendidikan murid, struktur organisasi dan

lingkungan yang mempengaruhi. Semua aspek tersebut mempengaruhi

tercapainya cita-cita pendidikan, baik itu yang mendukung ataupun yang

menghambat. Dengan kondisi ini membuat kalangan pendidikan lebih

antisipatif. Untuk mengatasi keadaan pendidikan membutuhkan sesuatu yang

dapat mengatur sumber daya yang dimiliki, dengan memperhatikan faktor

yang mendukung dan menghambat, yaitu manjemen.

       Dalam konteks pengembangan pendidikan dan pelaksanaan otonomi

pendidikan pada setiap daerah, khusunya pendidikan sekolah, arah

pengembangan        community    based     education   adalah   memperhatikan

masyarakat,      kebutuhan   masyarakat,   mereflesikan   budaya   masyarakat,
                                                                         20




merespon perubahan yang terjadi di masyarakat, memaksimalkan peran serta

masyarakat dan menggalang partisipasi masyarakat. Bagi lembaga pendidikan

yang perlu dilakukan adalah pemberdayaan daripada pengaturan. Untuk

menampung aspirasi masyarakat di dalam internal satuan pendidikan yang

sudah ada itu dikembangkan school based management. Pilihan ini didasarkan

pada alasan, kondisi perubahan masyarakat yang berlangsung terus menerus,

dalam kondisi ini kebudayaan yang bervariasi, tuntutan masyarakat yang

selalu berubah, maka sekolah harus tetap konsisten dalam dinamika perubahan

yang ada.

3. Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan.

       Manajemen merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa unsur

yang saling berhubungan antara unsur satu dengan unsur lainnya sehingga

membentuk suatu kesatuan yang utuh yang bergerak bersama-sama menuju ke

suatu tujuan pokok.

       Satu hal yang tidak boleh dilupakan setelah diketahui arti dan tujuan

dari manajemen pendidikan adalah bidang garapan manajemen itu sendiri.

Bidang garapan manajemen itu menyangkut alat-alat manajemen (tool of

management) yang terdiri dari :

   a. Men : yaitu tenaga kerja manusia baik tenaga kerja eksklusif maupun

       tenaga kerja operatif.

   b. Money       : Uang dibutuhkan untuk mencapai tjuan yang diinginkan.

   c. Methode : Cara-cara yang digunakan dalam usaha mencapai tujuan.

   d. Materials : bahan-bahan yang diperlukan untuk mencapi tujuan.
                                                                                     21




      e. Machines : Mesin-mesin atau alat yang diperlukan untuk mencapai

          tujuan

      f. Market        : pasar untuk menjual output atau produk dan jasa-jasa

          yang dihasilkannya.21

          Keenam unsur manajemen tersebut diatas juga berlaku dalam

manajemen pendidikan. Dalam dunia pendidikan, men berarti personalia

pendidikan baik sebagai objek maupun sebagai subjek yang meliputi kepala

sekolah, guru-guru, para karyawan dan siswa-siswi. Untuk lingkungan formal

di sekolah, money merupakan dana yang dibutuhkan dalam proses manajemen

pendidikan agar pencapian tujuan pendidikan lebih efektif. Dana pendidikan

biasanya diperoleh dari pemerintah, uang SPP dan komite sekolah.

          Metode adalah cara yang diterapkan dalam pelaksanaan manajemen,

misalnya cara melakukan pembagian tugas kepada personalia pendidikan agar

proporsional. Material merupakan bahan yang diperlukan untuk melaksnakan

manajemen, misalnya seorang guru ketika menyusun satpel memerlukan

materi yang diambil dari GBPP dengan materi tersebut guru hendak

mentransfer nilai-nilai luhur yang ada di dalamnya untuk mencapai tujuan

pendidikan. Machines dalam dunia pendidikan termasuk sarana dan prasarana

pendidikan seperti komputer, perpustakaan, ruang pertemuan dan sebagainya.

Yang merupakan alat untuk memperlancar tujuan pendidikan. Sedangkan




 21
      M. Manulang, Manajemen Peronalia (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1995), hlm. 13.
                                                                              22




  markets (pasar) berarti lapangan kerja yang dibutuhkan oleh produk

  pendidikan.22

C. Manajemen Hubungan Masyarakat

  1. Pengertian Humas di Lembaga Pendidikan

             Pada dasarnya, humas (hubungan masyarakat) merupakan bidang atau

  fungsi tertentu yang diperlukan oleh setiap organisasi, baik organisasi yang

  bersifat komersial (perusahaan) maupun organisasi yang non komersial. Mulai

  dari yayasan, perguruan tinggi, dinas militer sampai dengan lembaga-lembaga

  pemerintahan. Kebutuhan dan kehadiran humas tidak dapat dicegah, terlepas

  dari suka atau tidak suka, karena humas merupakan salah satu elemen yang

  menentukan kelangsungan suatu organisasi secara positif. Arti penting humas

  sebagai sumber informasi semakin kita rasakan pada era globalisasi seperti

  saat ini.

             Humas merupakan terjemahan bebas dari istilah Publik Relation atau

  PR, kedua istilah ini dipakai secara bergantian, yang terdiri dari semua bentuk

  komunikasi yang terselenggara antara lembaga atau orgnisasi yang

  bersangkutan dengan siapa saja yang berkepentingan dengannya. Setiap orang

  pada dasarnya pernah mengenal dan memepraktekkan fungsi humas, karena

  manusia adalah makhluk sosial yang selalu melakukan interaksi dengan orang

  lain untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Istilah dasar ini seringkali kabur

  dan tidak dipahami oleh semua orang. Untuk menghindari salah pengertian,




    22
         Hasibuan, Manajemen (Jakarta: CV. Haji Masagung, 1990), hlm. 21
                                                                          23




dapat dilihat makna baku atau definisi dari istilah Humas tersebut dari kamus

induk yang sering dijadikan acuan bagi kalangan praktisi Humas.

       Menurut definisi kamus terbitan Institute of Public Relation (IPR),

sebuah lembaga humas terkemuka di Inggris dan Eropa, terbitan November

1987,”Humas adalah keseluruhan upaya yang dilangsungkan secara

terencana   dan    berkesinambungan    dalam    rangka    menciptakan    dan

memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan

segenap khalayaknya”. Jadi Humas adalah suatu rangkaian kegiatan yang

terorganisasi sedemikian rupa sebagai suatu rangkaian kampanye atau

program terpadu, dan semuanya itu berlangsung secara berkesinambungan

dan teratur. Kegiatan Humas sama sekali tidak bisa dilakukan secara

sembarangan atau mendadak. Tujuan Humas itu sendiri adalah untuk

memastikan bahwa niat baik dan kiprah organisasi yang bersangkutan

senantiasa dimengerti oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan (khalayak

atau publiknya).

       Pada pertemuan asosiasi-asosiasi Humas seluruh dunia di Mexico City,

Agusrtus 1987, ditetapkan definisi Humas sebagai berikut: Humas adalah

sesuatu seni sekaligus disiplin ilmu sosial yang menganalisa berbagai

kecenderungan, memprediksi setiap kemungkinan konsekuensi dari setiap

kegiatannya, memberikan masukan dan saran-saran kepda para pemimpin

organisasi dan mengimplementasikan program-program tindakan yang

terencana untuk melayani kebutuhan organisasi dan kebutuhan khalayak.

Frase “menganalisa kecenderungan” mengisyaratkan bahwa dalam Humas
                                                                                       24




    perlu diterapkan teknik-teknik penelitian ilmu sosial dalam suatu orgnisasi,

    yaitu menonjolkan tanggung jawab organisasi kepada kepentingan publik atau

    kepentingan     masyarakat      luas.   Setiap   organisasi   dinilai   berdasarkan

    keberhasilan dalam melaksanakan manajemen organisasi. Humas adalah

    bagian dari sebuah organisasi yang juga menentukan keberhasilan suatu

    organisasi.23

            Kegiatan     Humas      (Public   Relation)    pada    hakekatnya     adalah

    komunikasi.24      Komunikasi     menurut     Onong     Uchjana    Effendi    adalah

    penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberi

    tahu atau mengubah sikap, pendapat atau perilaku, baik langsung secara lisan

    maupun tidak langsung (melalui media).25

            Namun komunikasi dalam Humas berbeda dengan jenis kegiatan

    komunikasi lainnya. Kegiatan komunikasi dalam Public Relation mempunyai

    ciri-ciri tertentu, disebabkan karena fungsi sifat organisasi dari lembaga

    dimana Public Relation itu berada dan berlangsung, sifat-sifat manusia yang

    terlibat, publik yang menjadi sasarandan faktor-faktor eksternal yang

    mempengaruhinya. Ciri hakiki dari komunikasi dalam Public Relation

    (Humas) adalah komunikasi yang bersifat timbal balik (two way traffic).

    Komunikasi yang bersifat timbal balik ini penting dan mutlak harus ada dalam




     23
         M. Linggar Anggoro, Teori daaan Profesi Kehunasan serta Aplikasinya di Indonesia
(Jakarta: Bumi Aksara, 2000) hlm.1-2.
      24
          Claire Austin, Public Relations yang Sukses dalam Sepekan, Brithish Institute of
Manangement, diterjemahkan oleh Anton Adiwiyoto (Jakarta: PT. Kesaint Blanc Indah Corp,
2001), hlm.6
      25
         Onong Uchjana, Dinamika Komunikasi (Bandung: CV. Remaja Karya, 1986), hlm.4
                                                                        25




Public Relation, dan terciptanya feed back merupakan prinsip pokok Public

Relation (Humas).

       Secara struktural, Public Relation (Humas) merupakan bagian integral

dari suatu kelembagaan dan bukan suatu fungsi atau bagian yang berdiri

sendiri. Public Relation (Humas) adalah penyelenggara komunikasi timbal

balik antara suatu lembaga dengan publik yang mempengaruhi sukses

tidaknya lembaga tersebut. Dari pihak suatu lembaga, komunikasi seperti ini

ditujukan untuk menciptakan saling pengertian dan dukungan bagi terciptanya

tujuan, kebijakan dan tindakan lembaga tersebut.

       Dengan kata lain, Public Relation (Humas) berfungsi menumbuhkan

hubungan baik antara segenap komponen pada suatu lembaga dalam rangka

memberikan pengertian, menumbuhkan dan mengembangkan pengertian dan

kemauan baik (good will) publiknya serta memperoleh opini publik yang

menguntungkan atau untuk menciptakan kerjasama berdasarkan hubungan

yang baik dengan publik.

       Dalam hal ini akan tercermin karakter komunikasi untuk saling

memahami dan mengenal.

       Di dalam ayat al-Qur’an Allah berfirman,

     
          
         
            
            
            
       
                     
                                                                            26




           “Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang
       laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa
       dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya
       orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang
       paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi
       Maha Mengenal”. (Al-Hujarat: 13).26

          Dalam ayat lain Allah berfirman:

   
                   
          “Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada
       manusia”. (Al-Baqarah 143).27

  
    
             
                        
          “Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika
       mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan
       manusia”. (Al-Imran 112).28


          Dari ayat di atas dapat diambil beberapa “Ibrah” bahwa Humas pada

 hakekatnya adalah komunikasi, namun dalam Islam di samping komunikasi

 dengan makhluk juga dicantumkan komunikasi dengan Allah. Oleh karena itu

 harus memiliki aturan-aturan yang tidak melanggar ajaran syari’at Islam.

          Humas dalam masyarakat adalah suatu cara untuk menyelesaikan

 masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat melalui pendekatan

 sosiologis dan ajakan memberi yang komulatif sehingga timbul saling




  26
     Khadim al Haramain, Al-Qur'an dan Terjemahnya, Op. cit hlm. 847
  27
     Ibid. hlm. 36
  28
     Ibid. hlm. 94
                                                                               27




   mengerti (mutual understanding), saling kesepakatan (mutual agreement),

   saling memberi manfaat bersama (mutual benefits).29

            Dalam konsep Islam hal itu kita kenal dengan konsep :

         a. Ta’aruf (saling mengenal)

         b. Tafahum (saling memahami)

         c. Tarahum (saling mengasihi)

         d. Ta’awun (saling kerjasama).30

            Jadi hakekat Humas dalam manajemen Lembaga Pendidikan Sekolah

   dapat diartikan suatu proses hubungan timbal balik (two-way traffic) antara

   lembaga pendidikan sekolah dengan masyarakat yang dilandasi dengan I’tikad

   Ta’aruf (saling mengenal), Tafahum (saling memahami), Tarahum (saling

   mengasihi) dan Ta’awun (saling kerjasama) dalam rangka mencapai tujuan

   yang telah direncanakan sebelumnya.

   2. Hubungan Masyarakat dan Sekolah

            Hubungan atau comunication secara sederhana dapat diartikan sebagai

   proses penyampaian berita dari seseorang ke orang lain. Sedangkan mengenai

   Humas (Hubungan Masyarakat) sampai sekarang masih banyak orang

   mempunyai       penafsiran   yang     berbeda,   kebanyakan      dari   mereka

   mendefinisikannya sesuai dengan cara mereka mempraktekkannya.

            Memang tidak dapat dipungkiri bahwa keterlibatan masyarakat

   mempunyai peran yang cukup besar bagi perkembangan organisasi di masa

    29
          Muntahar Sudiro, Hubungan Masyarakat, Fungsi dan Peranan dalam Manajemen
(Yogyakarta: Andi Ofset, 1988), hlm. 24
      30
          Ali Abul Halim Mahmud, Dakwah Fardiyah Metode Pembentukan Pribadi Muslim
(Jakarta: Gema Insani Press, 1992), hlm.62-67
                                                                           28




yang akan datang. Begitu juga dengan sekolah, suatu sekolah bisa dikatakan

sukses jika mampu mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Karena

bagaimanapun juga pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara orang

tua, sekolah dan masyarakat.

       Dari uraian tersebut diatas, jelas bahwa pada hakekatnya keterlibatan

masyarakat mempunyai peran yang cukup besar bagi kesuksesan suatu

organisasi. Untuk itulah bagi setiap organisasi perlu meningkatkan kerja sama

yang baik dengan masyarakatnya sehingga keberhasilan akan diraih sesuai

dengan harapan.

       Layanan Riset Pendidikan dan Asosiasi Nasional Kepala pendidikan

Dasar di Alexandria merumuskan beberapa teknik meningkatkan keterlibatan

berbagai pihak dalam menyelenggarakan pendidikan adalah sebagai berikut;

    a. Layanan masyarakat. Dalam hal ini lembaga pendidikan harus

        mempelajari kebutuhan masyarakat dan berusaha memberikan

        layanan yang terbaik untuk masyarakat.

    b. Program Pemanfaatan Alumni Sekolah. Lembaga bisa melibatkan

        alumni-alumni yang sukses sebagai pembicara dalam seminar-

        seminar atau kegiatan lain untuk meningkatkan semangat siswa-

        siswanya.

    c. Masyarakat sebagai Model. Masyarakat sebagai model siswa di

        sekolah,    terutama   masyarakat    yang   telah   berhasil   dalam

        kehidupannya.
                                                                                          29




           d. Open    House.   Lembaga      pendidikan       secara     terbuka      bersedia

              diobservasi oleh masyarakat, sehingga masyarakat mengetahui

              penyelenggaraan pendidikan di lembaga tersebut.

           e. Pemberian kesempatan kepada masyarakat. Lembaga memberi

              kesempatan    kepada     masyarakat     untuk      ikut     terlibat     dalam

              penyelenggaraan penadidikan.

           f. Masyarakat sebagai sumber informasi. Lembaga selalu mencari isu-

              isu dalam masyarakat guna mengembangkan lembaganya.

           g. Diskusi panel. Siswa, orang tua, staf dan pekerja mengadakan

              pertemuan untuk menindaklanjuti kegiatan hubungan lembaga

              pendidikan dengan masyarakat.

           h. Memberdayakan       orang-orang       kunci.     Lembaga        juga       bisa

              memberdayakan orang-orang kunci dalam masyarakat seperti kyai,

              sesepuh desa, pengusaha sukses, ketua RT, RW dan lain sebagainya

              untuk   diikutkan   dalam    memikirkan        program       pengembangan

              sekolah.31

             Sedangkan menurut H.M Daryanto sarana-sarana yang dibutuhkan

   dalam pelaksanaan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah sebagai

   berikut;

       a. Sistem visual yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan alat-
          alat yang dapat dilihat dengan panca indra seperti majalah, surat kabar,
          poster, gambar, dan lain sebagainya.




      31
          H Burhanuddin, dkk. Manajemen Pendidikan. Analisis Substantif dan Aplikasinya
Dalam Institusi Pendidikan.. (Malang: UNM, 2003). hlm. 127-128.
                                                                                        30




   b. Sistem audio yaitu dengan menggunakan alat-alat yang berhubungan
      dengan indra pendengaran seperti rapat-rapat, kontak dengan telephon,
      telegram dan lain sebagainya.
   c. Sistem audio visual yaitu sistem komunikasi dengan mempergunakan
      alat-alat indra penglihatan dan pendengaran seperti televisi, film,
      internet dan lain sebagainya.32

3. Peran Sekolah Terhadap Masyarakat

          Organisasi pendidikan (sekolah) merupakan suatu sistem yang terbuka.

Sebagai sistem terbuka, sekolah pasti akan mengadakan hubungan dengan

masyarakat di sekelilingnya. Sekolah yang maju pasti akan banyak

mengadakan hubungan dengan lembaga-lembaga lain di luar sekolah,

contohnya dalam hal beasiswa, PHBI, praktek ketenaga-kerjaan dan masih

banyak lagi yang lain.

          Dalam hal ini Immegart mengungkapkan bahwa Hanya sistem yang

terbuka yang memiliki negentropy, yaitu suatu usaha yang terus menerus

untuk menghalangi kemungkinan terjadinya entropy atau kepunahan.33

          Memang tidak bisa dipungkiri bahwa masyarakat dan sekolah

mempunyai keterkaitan dan saling berpengaruh satu sama lain. Lembaga yang

berkualitas baik akan terus berusaha memfungsikan dan mengatur manajemen

humasnya dengan melakukan hubungan dengan lembaga-lembaga lain diluar

sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikannya.

          Dari uraian tersebut diatas, jelas terlihat bahwa lembaga pendidikan

mempunyai peran cukup besar terhadap masyarakat dan juga sebaliknya

masyarakat juga mempunyai peran cukup besar bagi penyelenggaraan



  32
       Daryanto, HM. Administrasi Pendidikan. (Jakarta: Rineka Cipta, 1998). hlm. 76.
  33
       Made Pidarta. Op. cit. hlm. 189
                                                                          31




pendidikan. Mengenai peran sekolah terhadap masyarakat beberapa ahli

berbeda pendapat sebagai berikut;

          Stoop (1981: 463-464) menjelaskan bahwa pada hakekatnya lembaga

mempunyai 2 fungsi terhadap masyarakat yaitu fungsi layanan dan fungsi

pemimpin. Dikatakan fungsi layanan karena ia melayani kebutuhan

masyarakat, baik itu pendidikan, pengajaran maupun kebutuhan daerah-daerah

setempat. Dikatakan sebagai pemimpin karena ia memimpin masyarakat

disertai dengan penemuan-penemuannya untuk memajukan kehidupan

masyarakat.34

          Fuad Ihsan (1997: 98-99) mengutip pendapatnya Sapiah Faisal (1980)

dalam bukunya dasar-dasar kependidikan menyebutkan 4 peran sekolah

terhadap perkembangan masyarakat adalah sebagai berikut;

   a. Mencerdaskan kehidupan bangsa

               Kecerdasan masyarakat dapat dikembangkan melalui pendidikan

          formal dan non formal. Kecerdasan memang sangat penting bagi

          perkembangan masyarakat. Masyarakat yang tingkat kecerdasannya

          tinggi akan mudah memecahkan problema hidup dalam masyarakat.

   b. Membawa virus pembaharuan bagi perkembangan masyarakat.

               Sekolah sebagai lembaga pendidikan akan banyak melakukan

          penelitian untuk meningkatkan kualitasnya. Penelitian tersebut akan

          menghasilkan penemuan-penemuan baru yang pada akhirnya akan

          dipergunakan untuk meningkatkan perkembangan masyarakat.


  34
       ibid. hlm. 192.
                                                                         32




   c. Melahirkan warga masyarakat yang siap dan terbekali bagi

       kepentingan kerja di lingkungan masyarakat.

           Untuk terjun ke lapangan pekerjaan diperlukan bekal yang matang,

       pengetahuan, sikap dan keterampilan. Sekolah akan berusaha

       menyusun kurikulumnya secara fleksibel terhadap perkembangan

       zaman sehingga akan menghasilkan out put yang siap pakai.

   d. Melahirkan sikap positif dan konstruktif       bagi warga masyarakat,

       sehingga tercipta integrasi social yang harmonis di tengah-tengah

       masyarakat.

       Sikap positif dan konstruktif sungguh sangat didambakan oleh

masyarakat dan sekolah telah berusaha membekali siswanya sejak sekolah

dasar lewat pendidikan agama, pendidikan moral pancasila, maupun bidang

studi yang lain.

4. Peran Masyarakat Terhadap Sekolah

       Masyarakat sebagai lembaga pendidikan ketiga setelah keluarga dan

sekolah mempunyai peran cukup besar terhadap berlangsungnya aktivitas

yang menyangkut masalah pendidikan. Suatu kenyataan bahwa masyarakat

dikatakan maju karena pendidikan yang maju, dan sebaliknya masyarakat

yang   kurang      memperhatikan   pembinaan   pendidikannya,   akan   tetap

terbelakang. oleh sebab itulah, dengan segala komponen yang ada di

dalamnya, sudah seharusnyalah masyarakat terlibat dalam dunia pendidikan.

       Dari situ jelas bahwa masyarakat dengan segala atribut dan identitas

yang dimilikinya secara langsung pasti akan berpengaruh terhadap
                                                                                            33




    perkembangan pendidikan. Beberapa ahli berpendapat berbeda sebagai

    berikut;

              Fuad Ihsan dalam bukunya dasar-dasar kependidikan mengutip

    pendapatnya Tim Dosen IKIP-UNS menyebutkan bahwa pengaruh dan peran

    masyarakat terhadap pendidikan adalah sebagai berikut;

        a.    Sebagai arah dalam menentukan tujuan
        b.    Sebagai masukan dalam menentukan proses belajar mengajar
        c.    Sebagai sumber belajar
        d.    Sebagai pemberi dana dan fasilitas lainnya
        e.    Sebagai laboratorium guna pengembangan dan penelitian sekolah


              Sedangkan Hasbullah dalam bukunya dasar-dasar ilmu kependidikan

    menyebutkan bahwa peran masyarakat terhadap (sekolah) adalah sebagai

    berikut;

        a. Masyarakat berperan serta dalam mendirikan dan membiayai sekolah.
        b. Masyarakat berperan dalam mengawasi pendidikan agar sekolah tetap
           membantu dan mendukung cita-cita dan kebutuhan masyarakat.
        c. Masyarakatlah yang ikut menyediakan tempat pendidikan seperti
           gedung- gedung sekolah, perpustakaan, AULA dll.
        d. Masyarakatlah yang menyediakan berbagai sumber untuk sekolah.
           Sekolah bisa melibatkan masyarakat yang memiliki keahlian khusus
           seperti petani, pedagang, polisi, dokter dll.
        e. Masyarakat sebagai sumber pelajaran atau laboratorium tempat
           belajar. Selain buku-buku pelajaran, masyarakat juga memberikan
           bahan pelajaran yang banyak sekali seperti industri, perumahan,
           transport, perkebunan, pertambangan dll.35

              Dari beberapa uraian tersebut diatas jelas terlihat bahwa pada

    hakekatnya masyarakat mempunyai peran yang cukup besar bagi pendidikan.

    Realita dilapangan membuktikan bahwa perkembangan dalam masyarakat

    akan sangat berpengaruh terhadap pendidikan. Semakin maju suatu

       35
            Hasbullah. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan.. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001).
hlm. 100.
                                                                     34




masyarakat maka pendidikan harus bisa mengerahkan segala daya upayanya

untuk mengikuti perkembangan masyarakat tersebut kalau tidak mau

ketinggalan zaman.

5. Manfaat Hubungan Timbal Balik Antara Masyarakat Dan Sekolah

       Manajemen humas adalah manejemen yang mengatur hubungan antara

orgaanisasi dan masyarakat. Manajemen humas mempunyai peran yang cukup

besar bagi perkembangan suatu organisasi, karena bagaimanapun juga suatu

organisasi tidak mungkin bisa berkembang dengan baik tanpa adanya

hubungan baik dengan masyarakat disekitarnya.

       Fuad Ihsan dalam bukunya Dasar-Dasar Kependidikan menyebutkan

bahwa manfaat hubungan timbal balik antara sekolah dan masyarakat adalah

sebagai berikut ;

   a. Bagi Masyarakat

       1) Adanya bantuan tenaga terdidik pada bidangnya, ini ikut
          memperlancar pembangunan di lingkungan masyarakat yang
          bersangkutan.
       2) Masyarakat akan dapat secara terbuka menyatakan realita di
          masyarakat tersebut kepada para terdidik yang dating/ada di
          lingkungan masyarakat tersebut.
       3) Meningkatkan cara berfikir, bersikap dan bertindak yang lebih
          maju terhadap program pemerintah di lingkungan masyarakat
          tersebut.
       4) Masyarakat akan lebih mengenal fungsi sekolah untuk
          pembangunan bagi mereka sehingga mereka ikut memiliki sekolah
          tersebut.
       5) Masyarakat terdorong untuk makin maju dalam berbagai bidang
          kehidupannya, berkat kerjasama antara masyarakat dan sekolah.

   b. Bagi Sekolah

       1) Sekolah     mendapat    masukan    dalam     penyempurnaan
          pendidikan/pengajaran/PBM, akibat interaksi sekolah dengan
          masyarakat.
                                                                         35




         2) Memberikan pengalaman langsung dan praktis bagi siswa dalam
            berbagai hal.
         3) Mendekati masalah secara interdisipliner.
         4) Mengerti dan harus tanggap terhadap kebutuhan masyarakat dalam
            masa pembangunan ini.
         5) Terdorong untuk mengerti lebih banyak dalam berbagai segi
            masyarakat.
         6) Memanfaatkan nara sumber dari masyarakat.
         7) Sekolah banyak menerima bantuan dari masyarakat antara lain
            pemikiran, dana, sarana dan lain-alin.
         8) Memanfaatkan masyarakat sebagai laboratorium yang sesuai
            dengan keperluan siswa/mata pelajaran tertentu.
         Sedangkan Made Pidarta (1986: 361) menyebutkan secara rinci

   manfaat hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat adalah sebagai

   berikut ;

                                Tabel I

                Manfaat Hubungan Lembaga Pendidikan
                         dengan Masyarakat.

    Bagi Lembaga Pendidikan                      Bagi Masyarakat
1. Memperbesar dorongan mawas diri        1. Tahu hal-hal persekolahan dan
2. Mempermudah memperbaiki                   inovasinya
   pendidikan.                            2. Kebutuhan-kebutuhan
3. Memperbesar usaha meningkatkan            masyarakat tentang pendidikan
   profesi mengajar.                         lebih mudah diwujudkan.
4. Konsep mtentang guru/dosen             3. Menyalurkan kebutuhan
   menjadi benar.                            berpartisipasi dalam
5. Mendapatkan koreksi dari                  pendidikan.
   kelompok masyarakat.                   4. Melakukan usul-usul terhadap
6. Mendapatkan dukungan moral dari           lembaga pendidikan.
   masyarakat.
7. Memudahkan meminta bantuan
   dan material dari masyarakat.
8. Memudahkan pemakaian media
   pendidikan di masyarakat.



         Dari beberapa uraian tesebut diatas, jelas terlihat bahwa pada

 hakekatnya hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat sangatlah
                                                                         36




  bersifat korelatif, saling mendukung satu sama lain. Lembaga maju karena

  adanya dukungan dari masyarakat dan masyarakat bisa maju karena adanya

  pendidikan yang memadai. Karena bagaimanapun juga setiap peserta didik

  pasti akan terjun ke masyarakat.

         Oleh sebab itulah, peran aktif masyarakat dalam memajukan

  pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan masa

  depan. Dengan demikian, tujuan nasional yaitu mencerdasakan kehidupan

  bangsa dan memeratakan pendidikan dengan sistem wajar (wajib belajar 9

  Tahun) akan berhasil dan menghasilkan out put yang bermutu dan siap terjun

  di masyarakat dengan berbagai tantangan yang ada di dalamnya.

D. Upaya Humas dalam Membangun Hubungan dengan Masyarakat

  1. Teknik Humas di Lembaga Pendidikan Sekolah

         Tanpa bantuan dari masyarakat, sebuah lembaga pendidikan tidak

  dapat berfungsi dengan baik dan tanpa adanya program yang baik maka

  lembaga pendidikan akan gagal mencapai tujuannya. Karena itu, lembaga

  pendidikan perlu memberikan informasi pada masyarakat tentang lembaga

  tersebut dengan cara yang baik. Dengan demikian, diharapkan masyarakat

  dapat memperoleh gambaran yang tepat tentang sekolah. Program tentang

  hubungan antara lembaga pendidikan dengan masyarakat hendaknya disusun

  sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan secara terus menerus yang

  mencakup aspek-aspek kegiatan di dalam lembaga pendidikan secara

  keseluruhan, bersifat luwes dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi

  masyarakat tersebut.
                                                                           37




       Ada beberapa teknik dalam berhubungan dengan masyarakat dalam

lembaga pendidikan antara lain:

   a. Laporan pada orangtua

          Teknik ini maksudnya adalah pihak sekolah memberikan laporan

       pada orang orangtua murid tentang kemajuan-kemajuan, prestasi dan

       kelemahan anak didik pada orangtuanya. Dengan teknik ini orangtua

       akan memperoleh penilaian terhadap hasil pekerjan anaknya, juga

       terhadap pekerjaan guru-guru di sekolah.

   b. Majalah sekolah

          Majalah sekolah ini diusahakan oleh orangtua dan guru-guru di

       sekolah yang diterbitkan satu bulan sekali. Majalah ini dipimpin oleh

       orangtua dan murid-murid bahkan alumni termasuk pula dewan

       redaksi. Isi majalah ini menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan sekolah,

       karangan guru-guru, orangtua dan murid-murid, pengumuman-

       pengumuman dan sebagainya.

   c. Surat kabar sekolah

          Kalau sekolah mampu menerbitkan surat kabar sekolah, maka

       berarti ia berarti bahwa sekolah dapat memberikan informasi yang

       lebih luas kepada orangtua atau masyarakat daerah sekitarnya.

   d. Pameran sekolah

          Suatu pameran yang efektif untuk memberi informasi tentang hasil

       kegiatan   dan    keadaan    sekolah    kepada    masyarakat,    dapat

       diselenggarakan melalui pameran sekolah. Pameran sekolah akan
                                                                      38




   menjadi lebih efektif lagi, kalau kegiatan-kegiatan itu disiarkan pers

   atau radio sehingga upaya tersebut dapat menarik banyak orang.

e. “Open house”

       Open house adalah teknik untuk mempersilahkan masyarakat yang

   berminat untuk meninjau sekolah serta mengobservasi kegiatan-

   kegiatan dan hasil-hasil pekerjaan murid atau karya penelitian guru

   bersama murid di sekolah, yang diadakan pada event tertentu.

   Misalnya, setahun sekali pada acara penutupan tahun pengajaran. Ada

   tiga langkah dalam pelaksanaan “open house” ini, yaitu:

   1) pengunjung diajak masuk ke dalam kelas atau auditorium sekolah

       untuk memberi penjelasan tentang tujuan dari open house yang

       dimaksud.

   2) Pengunjung dipersilahkan mengunjungi tempat-tempat yang telah

       disediakan akan hal-hal yang perlu dilihat.

f. Kunjungan wali murid ke sekolah saat pelajaran di berikan

       Orangtua dapat diberi kesempatan melihat anak-anaknya yang

   belajar di dalam kelas, juga diajak meilihat proses aktifitas siswa di

   laboratorium, perlengkapan-perlengkapan dan sebagainya. Setelah

   selesai mengobservasi seluk-beluk sekolah, orangtua diajak berdiskusi

   dan mengadakan penilaian.

g. Kunjungan ke rumah murid

       Kunjungan ke rumah orangtua ini merupakan teknik yang sangat

   efektif dalam mengadakan hubungan dengan orangtua agar supaya
                                                                       39




   dapat mengaetahui latar belakang hidup anak-anak. Banyak masalah

   yang dapat dipecahkan dengan teknik ini antara lain, masalah

   kesehatan murid, ketidakhadiran murid, pekerjaan rumah, masalah

   kurangnya pengertian orangtua tentang sekolah dan sebagainya.




h. Penjelasan personel sekolah

       Kepala sekolah hendaknya berusaha agar semua personil sekolah

   memahami tentang kebijakan sekolah, organisasi sekolah dan semua

   kegiatan pendidikan dan pengajaran serta usaha-usaha lainnya. Mereka

   harus ditanamkan sikap loyalitasnya dan rasa kekeluargaan.

i. Profil sekolah melalui kreasi murid

       Informasi tentang keadaan sekolah dengan perantaraan murid-

   murid itu diberikan melalui perencanaan suatu kegiatan yang wajar,

   antara lain kalau sekolah itu terdapat di kota besar, maka gambaran itu

   diberikan melalui program siaran pemancar radio untuk menyiarkan

   sesuatu percakapan antara murid-murid atau antara murid dan guru,

   misalnya tentang cara makanan dan makanan sehat.

j. Laporan tahunan

       Laporan tahunan yang dibuat kepala sekolah harus diberikan

   kepada aparat pendidikan yang lebih atas. Laporan ini berisi masalah

   kegiatan-kegiatan yang dilakukan sekolah termasuk kurikulum,
                                                                                 40




              personalia, anggaran biaya dan sebagainya. Selanjutnya aparat tersebut

              memberikan laporan kepada masyarakat.

           k. Organisasi perkumpulan alumni sekolah

                  Organisasi perkumpulan alumni sekolah adalah suatu alat yang

              sangat baik untuk dimanfaatkan dalam memelihara serta meningkatkan

              hubungan antara sekolah dan masyarakat.



           l. Kegiatan ekstra kurikuler

                  Apabila ada beberapa kegiatan ekstra kurikuler yang sudah

              dianggap matang untuk ditunjukkan kepada orangtua murid dan

              masyarkat, seperti sepakbola, drama dan lain-lain, maka sangat tepat

              sekali kegiatan tersebut ditampilkan ke hadapan masyarakat.

           m. Pendekatan secara akrab.36

   2. Asas dalam Manajemen Humas

              Dalam melaksanakan tugas-tugasnya manajemen Humas harus

   memperhatikan asas yang berkaitan dengan humas, agar tugas-tugas tersebut

   dapat berjalan secara efektif dan efisien. Adapun asas-asas tersebut antara lain:

       a. Asas Objektif dan Resmi

                  Semua informasi     atau berita    yanmg disampaikan kepada

              masyarakat harus berupa suara resmi dari suatu instansi atau lembaga.

              Oleh karena itu, informasi yang disebarluaskan tidak boleh

              bertentangan dengan kebijaksanaan yang tengah dijalankan. Dalam hal

      36
         M. Amin Nur, Strategi Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Pemberdayaan
Masyarakat (Fakultas Tarbiyah UIN Malang: El-Hikmah, 2006), hlm. 216-219.
                                                                      41




   ini penelitian dan pengontrolan kegiatan humas oleh atasan memegang

   peranan yang sangat penting agar terhindar dari kemungkinan

   pemberitaan yang tidak tepat atau merugikan.

b. Asas Organisasi yang Tertib dan Disiplin

       Humas akan berfungsi apabila tugas-tugas pokok organisasi atau

   lembaga berjalan lancar, efektif, serta memiliki hubungan kerja ke

   dalam dan ke luar organisasi yang efektif pula. Situasi tersebut

   memungkinkan informasi atau berita yang disebarkan tidak berbeda

   dengan kenyataan.

c. Asas Mendorong Partisipasi

       Informsi harus mendorong tumbuhnya minat masyarakat agar ikut

   berpartisipasi atau memberikan dukungan secara wajar. Oleh karena

   itu, informasi atau berita yang disampaikan kepada masyarakat tidak

   sekedar dilihat dari kepentingan organisasi, tetapi harus dilihat dari

   pihak penerima informasi.

d. Asas Kontinuitas Informasi

       Humas harus berusaha agar masyarakat memperoleh informasi

   secara continue seuai dengan kebutuhan. Untuk itu, informasi lisan dan

   tertulis dapat dilakukan secara berkala dan pada waktu tertentu.

   Dengan demikian, masyarakat memiliki gambaran yang lengkap dan

   menyeluruh tentang keadaan atau masalah yang dihadapi suatu

   organisasi atau lembaga.

e. Asas Pemerhatian Respons Masyarakat
                                                                        42




           Respons yang timbul dikalangan masyarakat sebagai feed back

       harus mendapat perhatian sepenuhnya. Respons masyarakat dapat

       berbentuk saran, pendapat, kritik, keluhan dan pertanyaan. Semua

       respons itu harus disaring agar dapat digunakan untuk memperbaiki

       kegiatan-kegiatan dalam rangka memenuhi harapan masyarakat.

       Seorang pemimpin tidak boleh merasa takut atau menghindari respons

       mayarakat, terutama kritik. Berdasarkan respons masyarakat tersebut,

       seorang pemimpin dapat memperoleh pengalaman baru yang mungkin

       belum pernah terpikirkan sebelumnya. Dengan demikian, di dalam

       humas terdapat suatu usaha untuk mewujudkan hubungan yang

       harmonis antara suatu badan (lembaga) dan publiknya sehingga timbul

       opini publik yang menguntungkan badan organisasi atau lembaga

       tersebut.

       Disamping ass-asas yang telah disebutkan, perlu ditegaskan pula

bahwa untuk mencapai suatu hubungan kerja sama yang harmonis dengan

publik, kegiatan humas harus diarahkan ke dalam dan ke luar. Kegiatan ke

dalam disebut internal public relations, sedangkan kegiatan ke luar disebut

eksternal public relations.

       Apabila sekolah melaksanakan asas atau prinsip humas dalam rangka

pembinaan dan pengembangan kehidupan di sekolah, kegiatan humas

memperoleh sebutan tersendiri, yaitu publisitas sekolah. Publisitas sekolah

adalah semua aktivitas yang diwujudkan untuk menciptakan kerja sama yang

harmonis antara sekolah dan masyarakat melalui usaha memperkenalkan
                                                                        43




sekolah dan seluruh kegiatannya kepada masyarakat agar sekolah memperoleh

simpati dan pengertian masyarakat.

       Hubungan kerja sama lembaga pendidikan sekolah dan masyarakat itu

dapat digolongkan menjadi tiga jenis hubungan, yaitu:

   a. Hubungan Edukatif

             Hubungan dukatif disini ialah hubungan kerja sama dalam hal

       mendidik murid, antara guru di sekolah dan orangtua di keluarga.

       Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan

       prinsip atau bahkan pertentangan yang dapat mengakibtkan keragu-

       guan pendirian dan sikap pada diri anak atau murid. Antara sekolah

       yang diwakili oleh guru dan orangtua tidak saling berbeda atau

       berselisih paham, baik tentang norma-norma etika maupun norma-

       norma sosial yang hendak ditanamkan kepada anak-anak mereka.

   b. Hubungan Kultural

             Hubugan kultural yang dimaksud adalah usaha antara sekolah

       dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan

       mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat sekolah tersebut

       berada. Diharapkan sekolah menjadi titik pusat dari sumber tempat

       terpencarnya norma-norma kehidupan (norma agama, etika dan

       estetika).

   c. Hubungan Institusional

             Hubungan institusional yaitu hubungan kerjasama antara sekolah

       dengan lembaga-lembaga atau instansi-instansi lain, baik swasta
                                                                              44




           maupun pemerintah. Seperti hubungan kerjasama ekolah dengan

           sekolah lain, dengan kepala pemerintahan setempat, jawatan

           penerangan, jawatan perikanan dan peternakan, dengan perusahaan-

           perusahan negara atau swasta yang berkaitan dengan perbaikan dan

           perkembangan pendidikan pada umumnya.37



   3. Manajemen Pengelolaan Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

           Hubungan sekolah dengan masyarakat pada hakikatnnya merupakan

   suatu sarana yang sangat berperan dalam membina dan mengembangkan

   pertumbuhan pribadi peserta didik di sekolah. Dalam hal ini, sekolah sebagai

   sistem sosial merupakan bagian integral dari sistem sosial yang lebih besar,

   yaitu masyarakat. Sekolah dan masyarakat memiliki hubungan yang sangat

   efektif dan efisien. Sebaliknya sekolah juga harus menunjang pencapaian

   tujuan atau pemenuhan kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan

   pendidikan. Oleh karena itu, sekolah berkewajiban untuk memberi penerangan

   tentang tujuan-tujuan, program-program, kebutuhan serta keadaan masyarakat.

   Dengan kata lain, antara sekolah dan masyarakat harus dibina suatu hubungan

   yang harmonis.

           Hubungan sekolah dengan masyarakat bertujuan antara lain untuk (1)

   memajukan kualitas pembelajaran, dan pertumbuhan anak; (2) memperkokoh

   tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat; dan

   (3) menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah.

      37
          Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 1993), hlm. 194-195.
                                                                        45




Untuk merealisasikan tujuan tersebut, banyak cara yang bisa dilakukan oleh

sekolah dalam menarik simpati masyarakat terhadap sekolah dan menjalin

hubungan yang harmonis antara sekolah dan masyarakat. Hal tersebut antara

lain dapat dilakukan dengan memberitahu masyarakat mengenai program-

program sekolah, baik program yang telah dilaksanakan, yang sedang

dilaksanakan, maupun yang akan dilaksanakan sehingga masyarakat mendapat

gambaran yang jelas tentang sekolah yang bersangkutan.

       Kepala sekolah yang baik merupakan salah satu kunci untuk bisa

menciptakan hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat         secara

efektif karena harus menaruh perhatian tentang apa yag terjadi pada peserta

didik di sekolah dan apa yang dipikirkan orangtua tentang sekolah. Kepala

sekolah dituntut untuk senantiasa berusaha membina dan meningkatkan guna

mewujudkan hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat guna

mewujudkan sekolah yang efektif dan efisien. Hubungan yang harmonis itu

akan membentuk:

   a. Saling pengertian antara sekolah, orangtua, masyarakat dan lembaga-

       lembaga lain yang ada di masyarakat, termasuk dunia kerja.

   b. Saling membantu antara sekolah dan masyarakat karena mengetahui

       manfaat, arti dan pentingnya peranan masing-masing.
                                                                                     46




           c. Kerja sama yang erat antara sekolah dengan berbagai pihak yang ada

              di masyarakat dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas

              suksesnya pendidikan di sekolah.38

              Melalui hubungan yang harmonis terebut diharapkan tercapai tujuan

   hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu terlaksananya proses pendidikan

   di sekolah sekolah secara produktif, efektif dan efisien sehingga menghasilkan

   lulusan sekolah yang produktif dan berkualitas. Lulusan yang berkualitas ini

   tampak dari penguasaan peserta didik terhadap ilmu pengetahuan,

   keterampilan dan sikap yang dapay dijadikan bekal untuk melanjutkan

   pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi atau hidup di masyarakat dengan

   asas pendidikan seumur hidup.

              Pentingnya Humas pendidikan dapat diterapkan sebagai berikut:

       a. Humas merupakan satu kegiatan yang sangat diperlukan dalam semua

              pelaksanaan pekerjaan agar sekolah atau lembaga pendidikan tersebut

              mempunyai wahana yang resmi untuk dapat berhubungan dengan

              masyarakat luas serta menunjukkan kepada masyarakat tersebut

              mengenai kegiatan yang sudah, sedang dan apa yang akan dikerjakan.

       b. Dengan Humas sebuah organisasi mempunyai berbagai alat untuk

              menyebarkan ide atau gagasannya kepada organisasi atau badan lain.

       c. Dengan kegiatan humas sebuah organissi dapat meminta bantuan yang

              diperlukan dari organisasi atau badan lain.




      38
        E. Mulyana, Manajemen Berbasis Sekolah, Konsep, Strategi dan Implikasi (Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya, 2002), hlm. 51
                                                                          47




   d. Humas mendorong usaha seseorang atau suatu organisasi penidikan

       untuk memperkenalkan dan membiarkan diri berhubungan dengan

       orang lain atau organisasi lain.

   e. Humas memberi kemungkinan bagi seseorang untuk memenuhi

       kebutuhan di dalam mengembangkan diri.

       Apabila sekolah dipandang sebagai suatu organisasi sosial maka

organisasi tersebut mempunyai lingkungan dimana ia memperoleh pengaruh

dan membutuhkan hubungan. Di Indonesia sekolah-sekolah bernaung di

bawah Departemen Pendidikan, sedangkan madrasah berada di bawah

Depatemen agama baik tingkat pusat maupun tingkat provinsi. Sekolah

tersebut secara riil berdiri di tengah-tengah masyarakat sekitar, yang berisi

anggota masyarakat berupa keluarga, orgnisasi resmi pemerintah non sekolah

maupun organisasi informal.

       Sehubungan dengan kedudukannya itu humas pendidikan dapat

dibedakan menjadi dua, yaitu humas internal dan humas eksternal.

       Humas internal adalah hubungn masyarakatyang dijalin oleh unsur-

unsur yang ada di dalam sekolah. Humas internal meliputi:

   a. Humas antara Kepala Sekolah dengan guru-guru

   b. Humas antara Kepala Sekolah dengan murid

   c. Humas antara Kepala Sekolah dengan pegawai tata usaha

   d. Humas antara guru dengan murid

   e. Humas antara guru-guru dengan pegawai tata usaha

   f. Humas antara murid-murid dengan pegawai tata usaha
                                                                           48




         Humas eksternal adalah humas yang dijalin oleh sekolah dengan

   lembaga negeri, lembaga swasta dan perseorangan di luar organisasi

   sekolah yang bersangkutan.

       Komunikasi yang dilakukan oleh sekolah sebagai komunikasi internal

maupun dengan komunikasi eksternal tetapi tidak formal dapat membantu

kelancaran komunikasi formal yang jenisnya ada banyak sekali.

       Berdasarkan berbagai uraian di atas, humas di lingkungan organisasi

kerja atau instansi pemerintah, termasuk organisasi pendidikan, harus

diartikan sebagai serangkaian kegiatan untuk menciptakan hubungan yang

harmonis dengan masyarakat atau pihak tertentu di luar organisasi tersebut.

Hal itu dilakukan agar pihak-pihak yang melakukan kerja sama memperoleh

dukungan serta mencapai efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kerja secara

sadar dan sukarela. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis sebagai hasil

kerja humas ditandai beberapa hal berikut :

   a. adanya saling pengertian antara organisasi atau instansi dan pihak luar.

   b. adanya kegiatan saling membantu karena mengetahui manfaat, arti dan

       pentingnya peranan masing-masing pihak

   c. adanya kerja sama yang erat dengan setiap pihak dan ikut bertanggung

       jawab atas suksesnya usaha pihak lain.

       Keadaan tersebut merupakan manifestasi dukungan masyarakat

terhadap efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kerja yang diberikan secara

sadar dan sukarela. Dukungan seperti itu timbul sebagai hasil kerja humas
                                                                                 49




   yang telah memberikan informasi sehingga pihak luar memahami pentingnya

   eksistensi suatu organisasi atau lembaga bagi masyarakat.

          Berdasarkan penjelasan di atas dapat dinyatakan pula bahwa tugas

   pokok atau beban kerja humas suatu lembaga atau organisasi adalah sebagai

   barikut:

       a. Memberikan informasi dan menyampaikan ide (gagasan) kepada

          masyarakat     atau   pihak    lain   yang    membutuhkan.          Humas

          menyebarluaskan informasi dan gagasan tersebut agar masyarakat

          mengetahui maksud, tujuan dan kegiatannya sehingga pihak lain di

          luar organisasi dapat merasakan manfaatnya.

       b. Membantu pimpinan karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung

          memberikan     informasi   kepada     masyarakat     atau   pihak    yang

          memerlukan.

       c. Membantu pimpinan untuk mempersiapkan bahan tentang masalah

          dan informasi yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian

          masyarakat pada saat tertentu. Dengan demikian pimpinan selalu siap

          memberikan bahan-bahan informasi terbaru.

       d. Membantu pimpinan mengembangkan rencana dan kegiatan lanjutan

          yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat (Public

          service) sebagai akibat adanya komunikasi timbal balik dengan pihak

          luar.

E. Hasil-hasil Manajemen Humas di Lembaga Pendidikan Sekolah
                                                                          50




       Setelah lembaga pendidikan sekolah melaksanakan kegiatan-kegiatan

humas, maka untuk mengetahui suatu kegiatan berhasil atau tidak diperlukan

suatu teknik pengukuran tertentu yang akan diuraikan sebagai berikut:

1. Teknik-teknik yang digunakan untuk mengenali situasi seringkali juga

   dimanfaatkan guna mengevaluasi berbagai hasil yang telah dicapai dari

   segenap kegiatan-kegiatan humas yang telah dilaksanakan. Metode

   pengumpulan pendapat atau uji sikap (attitude test) merupakan dua metode

   yang paling lazim digunakan.

2. Metode-metode evaluasi hasil biasanya diterapkan pada tahapan

   perencanaan. Namun bila perlu, penyesuaian bisa pula dilakukan selama

   berlangsungnya    proses    pelaksanaan    dari   program   humas    yang

   bersangkutan.

3. Setiap program humas harus memiliki tujuan yang pasti. Untuk itu,

   pertama-pertama perlu ditetapkan target-target tertentu. Target-target ini

   pada gilirannya akan dapat digunakan sebagai tolok ukur perbandingan

   atas hasil riil yang telah dicapai. Unsur lain yang bisa digunakan tolok

   ukur adalah liputan oleh media massa. Sikap media massa yang lebih

   simpatik terhadap suatu organisasi atau lembaga bisa pula dipandang

   sebagai salah satu bukti keberhasilan atas segenap kegiatan humas yang

   telah dilaksanakan oleh organisasi tersebut.

       Setelah program humas selesai dilaksanakan maka untuk mengukur

hasilnya kita bisa memanfaatkan tujuan yang telah ditetapkan sebagai suatu

tolok ukur apakah citra organisasi yang baru telah dipahami khalayak; apakah
                                                                          51




bobot para pegawai atau karyawan telah meningkat; apakah reputasi lembaga

pendidikan dikalangan masyarakat sudah lebih baik; apakah bantuan atau

partisipasi masyarkat semakin bertambah; apakah hubungan lembaga atau

organisasi dengan masyarakatnya sudah lebih baik dan seterusnya.

       Ada pendapat yang mengatakan bahwa tercapainya sebagian atau

seluruh tujuan tersebut tidak semata-mata ditentukan oleh kegiatan humas.

Pendapat ini memang ada benarnya, namun di lain pihak peningkatan

partisipasi masyarakat dan adanya kerjasama yang baik tidak seluruhnya

bersumber pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara sengaja. Banyak hal

yang tidak kita sadari turut mempengaruhi sesuatu yang tengah kita upayakan.

Meskipun demikian, manfat atau pengaruh kegiatan humas tidak bisa

diabaikan begitu saja. Untuk memastikan kegunaannya, perlu diperhitungkan

seberapa besar kemungkinan tujuan-tujuan tersebut tercapai tanpa adanya

kegiatan humas.

       Pada kenyataannya, ternyata banyak dari lembaga atau organisasi yang

terancam gulung tikar, sulit mendapat partisipasi dan kepercayaan masyarakat.

Pola   hubungan    yang    negatif   dengan   masyarakat    ternyata   sangat

mempengaruhi untuk mendapatkan tanggapan yang baik dari masyarakat.

Realita berikutnya bahkan menunjukkan bahwa kebanyakan dari organisasi

atau lembaga ternyata sangat mementingkan humas untuk dapat mengubah

segala sesuatunya menjadi lebih baik. Akan tetapi dengan humas, para

pimpinan organisasi akan terdorong untuk menjadi komunikator yang handal.

Agar berhasil, kegiatan humas memang harus bermula dari atas. Kalau
                                                                             52




pimpinan sudah menyadari arti penting dari pelaksanaan humas maka secara

bertahap karyawan di bawahnya akan mengikuti sehingga secara keseluruhan

komunikasi organisasi tersebut akan berjalan dengan lancar baik yang internal

maupun yang eksternal.

          Hal penting yang perlu ditegaskan disini adalah setiap kegitan humas

harus dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan profesional. Sebelumnya,

segala sesuatu harus sudah direncanakan secara cermat, dengan mengacu pada

tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Segala sesuatunya harus dibuat sepraktis

mungkin agar mudah dipahami dan diterima (disetujui) oleh pihak pimpinan

atau manajemen.

          Ada beberapa bentuk dan sifat partisipasi masyarakat yang dijadikan

alat untuk mengukur keberhasilan program humas di sekolah. Menurut

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, tentang sistem

pendidikan nasional :

Pasal 8 :Masyarakat berperan serta dalam perebncanaan, pelaksanaan,

              pengawasan dan evaluasi roghram pendidikan.

Pasal 9 : Masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam

              penyelenggaraan pendidikan.39

Pasal 54 (1) Peran serta msyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta

              perseorangan, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha

              dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan

              pengendalian mutu pelayanan pendidikan.

 39
      Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, Op.cit. hlm. 9
                                                                                  53




                 (ayat 2) Masyarakat dapat berperan serta sebagai sumber,

                 pelaksana dan pengguna hasil pendidikan.40




                                           BAB III

                                 METODE PENELITIAN




                 Adalah suatu cara untuk mendapatkan data dalam suatu penulisan,

   dengan kata lain dapat dikatakan suatu cara yang digunakan untuk

   memecahkan suatu masalah. Dalam penulisan skripsi ini guna memperoleh

   data dan informasi yang obyektif dibutuhkan data-data dan informasi yang

   faktual dan relevan. Metode yang digunakan penulis sebagai sarana dan

   pedoman adalah sebagai berikut:

A. Metode Penelitian

             Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

   kualitatif, karena data-data akan dipaparkan secara analisis deskriptif.

    40
         Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003, Op. cit. hlm. 28
                                                                                          54




            Bogdan dan Taylor (1975: 5) mendefinisikan metodologi kualitatif

    adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata

    tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.41

            Sedangkan Judistira (1990) mengungkapkan bahwa karakteristik

    penelitian kualitatif adalah sebagai berikut;

    1. Dalam konteks atau tatanan alamiah.
    2. Manusia sebagai instrumen penelitian
    3. Penggunaan pengetahuan antar peneliti dan yang diteliti.
    4. Menggunakan metode kualitatif
    5. Sampel penelitian diambil secara purposive atau sengaja
    6. Analisis data secara induktif
    7. Teori yang digunakan tumbuh dari dasar
    8. Sifat desain penelitian bersifat sementara
    9. Hakekatnya hasil penelitian kesepakatan obyek
    10. Model Penelitian berupa studi kasus
    11. Batas penelitian didasarkan fokus yang timbul dari penelitian.42

            Sesuai dengan rujukan diatas, maka pendekatan penelitian yang

    digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif.

    Karena penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif maka hasil data akan

    difokuskan berupa pertanyaan secara deskriptif dan tidak mengkaji suatu

    hipotesa serta tidak mengkorelasi variabel.

            Keberadaan peneliti dalam penelitian kualitatif menonjolkan kapasitas

    jiwa    raga    dalam    mengamati,       bertanya,    melakukan      penelitian    dan

    mengabstraksi (Faisal : 1990). Hal ini lebih dipertegas lagi oleh Nasution

    bahwa peneliti merupakan peneliti utama. Jadi dalam penelitian ini, peneliti




      41
         Lexy J Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif.EdisiRevisi (Bandung: PT Remaja
Rosdsakarya, 2006). hlm. 4.
      42
         Darsono Wisadirana. Metode Penelitian. Pedoman Penelitian Skripsi untuk Ilmu Sosial,
((Malang: UMM, 2005). hlm. 12.
                                                                                  55




    terjun sendiri secara langsung untuk mengadakan pengamatan atau wawancara

    terhadap obyek atau subyek penelitian.

           Merujuk pada fenomena yang terjadi, dimana banyak sekali lembaga

    yang tidak bisa memfungsikan manajemennya, sedangkan SMP N 2

    Sumbermanjing Malang adalah salah satu contoh lembaga yang telah berhasil

    memfungsikan manajemennya dengan sangat baik maka dapat dikatakan

    bahwa jenis penelitian ini bersifat studi kasus. Sebagaimana yang telah

    diungkapkan oleh Nana Syaodih Sukmadinata bahwa Studi kasus merupakan

    suatu penelitian yang dilakukan terhadap suatu kesatuan sistem. Kesatuan ini

    dapat berupa program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang

    terikat oleh tempat, waktu atau ikatan tertentu.43

B. Lokasi Penelitian

           Obyek dalam penelitian mengambil tempat di Malang, tepatnya di

    SMP Negeri 2 Sumbermanjing, yang terletak dijalan Jl. Raya Sumberagung

    Desa Sumberagung Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang

    Kodepos 65176.

C. Sumber Data

           Lofland dan Lofland (1984: 47) mengungkapkan bahwa Sumber data

    utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata, dan tindakan selebihnya

    adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.44




      43
          Nana Syaodih Sukmadinata. Metode Penelitian pendidikan. (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Offset). hlm. 26
      44
         Lexy J Moleong , op, cit. hlm. 157.
                                                                                   56




          Jadi dapat dikatakan bahwa sumber data merupakan asal dari pada

   informasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah Waka Kehumasan.

   Sedangkan data yang diambil sesuai dengan penelitian ini adalah;

          Data Primer, yaitu data yang didapat secara langsung dari subyek

   terteliti pada saat penelitian dilakukan (Hugiono, 1987). Data primer dalam

   penelitian ini adalah perencanaan, pengorganisasian, actualisasi, dan

   pengawasan program kerja kehumasan SMP Negeri 2 Sumbermanjing

   Malang. Data Sekunder, yaitu data yang dimaksudkan untuk melengkapi data

   primer dari kegiatan penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini adalah :

        a. Data lisan, berupa keterangan dari informan, responden terpercaya

             yang diperoleh dari tehnik wawancara. Diantaranya ;

             1)   Keterangan Wali murid

             2)   Pernyataan    Tamu     yang      datang    ke     SMP   Negeri   2

                  Sumbermanjing.

        b.   Dokumenter,    berupa     informasi    dari    arsip   SMP   Negeri   2

             Sumbermanjing diantaranya profil SMP Negeri 2 Sumbermanjing,

             Visi dan Misi, dan program kerja bidang humas SMP Negeri 2

             Sumbermanjing.

        c. Kepustakaan, berupa buku-buku yang bisa melengkapi dan

             memperjelas data dalam penelitian ini.

D. Teknik Pengumpulan Data

          Teknik pengumpulan data merupakan salah satu hal yang sangat
   penting bagi sebuah penelitian sehingga data yang diperoleh benar-benar
   sesuai dengan judul yang ditentukan. Seperti yang diungkapkan oleh Prof Dr
                                                                                          57




    Sugiono bahwa dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik
    pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview
    (wawancara),      kuesioner     (angket),    dokumentasi       dan    gabungan      dari
    keempatnya.45
              Berdasarkan hal tersebut diatas, agar hasil yang diperoleh dalam
    penelitian ini benar-benar data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan
    maka tehnik pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini
    adalah;




    1. Metode Wawancara
             Suharsimi Arikunto (2002:132) menjelaskan bahwa Wawancara yang
             sering juga disebut dengan interview atau kuesioner lisan adalah sebuah
             dialog yang dilakukan oleh wawancara untuk memperoleh informasi
             dari pewawancara (interviewer).46

              Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan

    itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang

    mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan

    jawaban atas pertanyaan itu.47

              Merujuk pada pendapat diatas, wawancara yang dilakukan oleh

    peneliti dan responden dalam penelitian ini dilakukan di ruangan yang telah

    ditentukan dan pada jam sesuai dengan perjanjian antara peneliti dan

    responden. Adapun wawancara dari segi pelaksanaannya dibedakan atas,

           a. Wawancara bebas, dimana pewawancara bebas menanyakan apa saja

              yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan;

      45
          Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. (Bandung: CV Alfabeta, 2005). hlm. 62-63.
      46
          Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktek. (jakarta: Rineka
Cipta, 2002). hlm. 132.
       47
          Lexy J Moleong. op, cit . hlm. 186.
                                                                         58




       b. Wawancara terpimpin yaitu wawancara yang dilakukan dimana

           pewawancara membawa sederetan pertanyaan secara lengkap dan

           terperinci;

       c. Wawancara bebas terpimpin, yaitu kombinasi antara wawancara bebas

           dan wawancara terpimpin.48

           Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara bebas

terpimpin, dimana peneliti membawa sederetan pertanyaan dan juga

menanyakan hal-hal lain yang terkait dengan penjelasan yang telah dipaparkan

oleh subyek penelitian. Sumber data dalam penelitian ini adalah Waka humas

SMP Negeri 2 Sumbermanjing.

2. Metode Dokumentasi

           Seperti yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto (2002) bahwa

Metode dokumentasi adalah metode mencari data mengenai hal-hal yang

variabelnya berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti,

notulen rapat, lengger, agenda dan lain sebagainya.49

           Dari rujukan diatas, tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini

dilakukan dengan menganalisa Arsip tertulis yang dimiliki oleh SMP Negeri 2

Sumbermanjing, seperti profil SMP Negeri 2 Sumbermanjing, Program Kerja

humas SMP Negeri 2 Sumbermanjing.

3. Metode Kepustakaan

           Dalam hal ini, peneliti akan berusaha mengumpulkan data-data yang

berhubungan dengan penelitian. Hal ini bisa dilakukan dengan menelaah




  48
       Suharsimi Arikunto, ,   op, cit . hlm. 132.
  49
       Ibid. hlm. 134.
                                                                                   59




   bahan-bahan bacaan yang ada dan dihubungkan dengan penelitian yang

   dilakukan.

              Dalam penelitian ini, data yang diambil dengan kepustakaan adalah

   proses Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pemimpinan

   (Leading), Pengawasan (Controling) sesuai dengan fokus penelitian dalam

   skripsi ini .




E. Teknik Analisis Data

              Seperti yang diungkapkan oleh Bogdan dan Biklen (1982) Analisis

   data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data,

   mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat

   dikelola, mensistesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa

   yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat

   diceritakan kepada orang laim.50             Dari pendapat tersebut dapat dikatakan

   bahwa analisa data dilakukan untuk mengetahui mana data yang diperlukan

   dan mana data yang tidak diperlukan sehingga hasil penelitian benar-benar

   akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

              Untuk mendapatkan data yang sesuai dan akurat mengenai penelitian

   yang dilakukan, peneliti menggunakan proses analisa data yang akan

   dijelaskan secara singkat dalam bagan sebagai berikut;


     50
          Lexy J Moleong. op, cit . hlm. 248.
                                                                             60




               Data                            Penafsiran Data



            Telaah Data                    Pemeriksaan Keabsahan data



           Reduksi Data                         Penyusunan Data


Gambar I : Proses Analisis Data


          Karena dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan

   penelitian kualitatif maka analisa datanya dilakukan pada saat kegiatan

   penelitian berlangsung dan dilakukan setelah pengumpulan data selesai.

   Dimana data tersebut dianalisa secara cermat dan teliti sebelum disajikan

   dalam bentuk laporan yang utuh dan sempurna.

F. Pengecekan Keabsahan Data

          Pengecekan keabsahan data dilakukan agar memperoleh hasil yang

   valid dan dapat dipertanggungjawabkan serta dipercaya oleh semua pihak.

   Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pengecekan keabsahan data

   dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

          Triangulasi sumber adalah membandingkan dan mengecek balik

   derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat

   yang berbeda dalam metode kualitatif. Dalam hal ini, peneliti berusaha

   membandingkan data dari hasil wawancara, hasil pengamatan dan data

   dokumentasi.

          Triangulasi   adalah   teknik   pemeriksaan   keabsahan   data   yang

   memanfaatkan sesuatu yang lain. triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas
                                                                            61




   data yang dilakukan dengan cara mengecek data dengan sumber yang sama.

   Dalam penelitian ini, peneliti berusaha membuktikan data hasil wawancara

   dengan observasi dan dokumentasi.51

G. Tahap Tahap Penelitian

             Yang dimaksud dengan tahap-tahap penelitian adalah langkah-langkah

   atau cara-cara penulis mengadakan penelitian untuk mencari data. Dalam

   penyusunan skripsi ini, langkah-langkah yang dilakukan penulis adalah

   sebagai berikut;

   Persiapan penelitian, meliputi 3 kegiatan yaitu

   1. Studi pendahuluan (sebelum membuat proposal).

   2. Penyusunan proposal.

   3. Konsultasi.

   Pelaksanaan penelitian meliputi 3 kegiatan yaitu

   1. Pengumpulan data.

   2. Pengelolaan analisa data hasil penelitian.

   3. Pembahasan

   Laporan hasil penelitian.

             Hasil penelitian ini dilaporkan dalam bentuk skripsi sebagai bahan

   referensi bagi kalangan pendidikan, baik akademisi, pendidik, maupun

   pembina pendidikan.

H. Sistematika Pembahasan




     51
          Ibid. hlm. 330.
                                                                        62




       Untuk lebih mengarahkan skripsi ini maka penulis mensistematikakan

pembahasan sebagai berikut,

BAB I : PENDAHULUAN, bab ini membahas tentang keseluruhan penulisan

        skripsi ini yang terdiri dari Latar Belakang Masalah, Fokus

        Penelitian, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Ruang Lingkup

        Pembahasan.

BAB II : KAJIAN TEORI yang mencakup tentang Hubungan Pendidikan dan

        Masyarakat (Pengertian Lembaga Pendidikan Sekolah, Tujuan

        Lembaga Pendidikan Sekolah, Tugas Lembaga Pendidikan Sekolah,

        Hubungan Lembaga Pendidikan Sekolah dengan Masyarakat),

        Manajemen di Lembaga Pendidikan Sekolah (Pengertian dan Tujuan

        Manajemen Pendidikan, Pentingnya Manajemen, Ruang Lingkup

        Manajemen     Pendidikan),   Manajemen    Hubungan       Masyarakat

        (Hubungan Masyarakat dan Sekolah, Peran Sekolah Terhadap

        Masyarakat,Peran      Masyarakat   Terhadap   Sekolah,     Manfaat

        Hubungan Timbal Balik Antara Masyarakat Dan Sekolah), Upaya

        Humas dalam Membangun Hubungan dengan Masyarakat (Teknik

        Humas di Lembaga Pendidikan Sekolah, Asas dalam Manajemen

        Humas, Manajemen Pengelolaan Humas dengan Masyarakat, Hasil-

        hasil Manajemen Humas di Lembaga Pendidikan Sekolah).

BAB III : METODE PENELITIAN. Metode Penelitian mencakup Metode

        Penelitian, Lokasi Penelitian, Sumber Data, Teknik Pengumpulan
                                                                     63




          Data, Teknik Analisa Data, Pengecekan Keabsahan Data dan Tahap

          Tahap Penelitian

  BAB IV : HASIL PENELITIAN. Hasil penelitian ini mencakup tentang Latar

          Belakang Obyek Penelitian, Penyajian Data dan Analisa Data,

          Pembahasan.

  BAB V : PENUTUP. Ini adalah bab terakhir yang didalamnya berisikan

          dengan kesimpulan dan saran.




                                  BAB IV

                          HASIL PENELITIAN



A. LATAR BELAKANG OBYEK PENELITIAN

  1. Identitas Sekolah

     Nama Sekolah                 : SMP Negeri 2 Sumbermanjing
     Status                       : Negeri/Reguler
     Nomor Statistik Sekolah      : 20.1.05.18.20.287
     Alamat                       : Jalan Raya Sumberagung
     Kecamatan                    : Sumbermanjing Wetan
     Kabupaten                    : Malang
     Propinsi                     : Jawa Timur
     Kode Pos                     : 65176
     SK Terakhir status sekolah   : No. 0216/0/1992
                                                                              64




                                     Tgl/bln/thn 5 Mei 1992
      Keterangan SK                 : Sekolah Baru
      Waktu Belajar                 : Senin – Sabtu
      (Pukul 07.00 – 12.30)


(Sumber Data : Kuesioner SMP Negeri 2 Sumbermanjing)




2. Sejarah Singkat SMP Negeri 2 Sumbermanjing

           SMP Negeri 2 Sumbermanjing lahir berdasarkan SK Mendikbud RI.

   No. 0216/01992. tentang pembukaan dan penegrian sekolah, tahun pelajaran

   1992 – 1993 yang secara operasional menerima siswa baru pada bulan Juli

   1992.

           Sekolah ini tepatnya berada di desa Sumberagung kecamatan

   Sumbermanijng Wetan kabupaten Malang, yang merupakan kebanggaan

   masyarakat desa setempat pada khususnya dan masyarakat desa sekitar pada

   umumnya. Mengingat saat operasionalnya telah siap gedung sekolah yang

   terdiri dari ruang administrasi, 3 ruang kelas, perpustakaan dan 2 kamar kecil

   untuk siswa.

           Di atas tanah seluas 6.286 m2 (Bangunan = 761 m2, dan Pekarangan

   5.325 m2) inilah SMP Negeri 2 Sumbermanjing selalu mengembangkan diri
                                                                            65




   sehingga telah memiliki hampir semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan

   sebagai lembaga Pendidikan saat ini.

          Sejak resmi berdiri pada 1992 SMP Negeri 2 Sumbermanjing, Sekolah

   ini telah mengalami 8 masa kepemimpinan, yaitu:

   1. Drs. Sutjipto                : 17 Juli 1992 – 31 Desember 1993

   2. Drs. Bambang Sugiono         : 30 Januari 1994 – 29 Maret 1994

   3. Drs. Djalal Rijo Prijanto    : 30 April 1994 – 2 Mei 1996

   4. Drs. Trisno Hadi             : 6 Mei 1996 – 6 Juni 1998

   5. Drs. Fatkhul Muhaimin        : 12 Juni 1998 – 25 April 2000

   6. Drs. Kadar Syafiq            : 15 April 2000 – 25 Februari 2003

   7. Drs. Agus Bachtiyar          : 28 Februari 2003 – 31 Desembver 2006

   8. Drs. Djoko Agus Riyanto      : 2 Januari 2007 - Sekarang

          Di bawah kepemimpinan delapan orang diatas, SMP Negeri 2

   Sumbermanjing menunjukkan peningkatan kualitas dan mutunya. Dan kita

   berharap dengan semakin bertambahnya usia, SMP Negeri 2 Sumbermanjing

   semakin mampu memberikan sumbangan yang terbaik bagi kemajuan Iptek

   yang didasari oleh pemantapan Imtaq.

3. Keadaan Personel di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

          Personel adalah salah satu hal yang tidak kalah pentingnya dengan

   yang lain. Penyediaan personel yang cukup akan sangat membantu proses

   pembelajaran di sekolah, baik itu tenaga guru, pegawai/karyawan dan lain

   sebagainya. SMP Negeri 2 Sumbermanjing memiliki jumlah personel yang

   cukup memadai sehingga proses belajar mengajar bisa dilaksanakan sesuai
                                                                                  66




      dengan harapan. Mengenai keadaan personel yang dimiliki oleh SMP Negeri

      2 Sumbermanjing akan dijelaskan dalam tabel sebagai berikut;

                                  Tabel 2
                Keadaan Personel SMP Negeri 2 Sumbermanjing

                                             Jumlah
No.                Uraian                                            keterangan
                                         Tahun 2006-2007
 1.     Kepala Sekolah                          1
 2.     Wakil Kepala                            4
 3.     Guru Tetap                              8
 4.     Guru Tidak Tetap                        9
 5.     Pegawai Tetap                           1
 6.     Pegawai Tidak Tetap                     5
        Jumlah                                 28

(Sumber data: Arsip SMP Negeri 2 Sumbermanjing )

(Daftar personel SMP Negeri 2 Sumbermanjing terlampir)
4. Keadaan Siswa/Siswi di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

             Sebagai SMP di wilayah Sumbermanjing Wetan selalu mendapatkan

      kepercayaan dari masyarakat. Karena perkembangannya yang begitu cepat,

      banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan putra putrinya di SMP

      Negeri 2 Sumbermanjing. Namun karena keadaran para orang tua mengenai

      pendidikan formal maka hampir setiap tahun hanya menyediakan tiga ruang

      kelas. Mengenai keadaan siswa/siswi SMP Negeri 2 Sumbermanjing tahun

      2006-2007 akan dijelaskan dalam tabel berikut;


                                     Tabel 3

              Keadaan Siswa/Siswi SMP Negeri 2 Sumbermanjing

                            Tahun Ajaran 2006 – 2007

                                       Jenis Kelamin
No.            Kelas                                                   Jumlah
                                 Laki-laki       Perempuan
 1.             VII                 49               58                 107
                                                                           67




 2.              VIII               43            41                84
 3.              III                40            35                75
        Jumlah                     132           134               266


                                     Tabel 4

              Keadaan Siswa/Siswi SMP Negeri 2 Sumbermanjing
                               Berdasarkan Agama
                                        Agama
No.              Kelas                                           Jumlah
                                 Islam         Kristen
 1.              VII               75            32                107
 2.              VIII              62            22                 84
 3.              III               44            31                 75
        Jumlah                    181            85                266

(Sumber Data : Arsip SMP Negeri 2 Sumbermanjing)


             Sedangkan kegiatan siswa/siswi SMP Negeri 2 Sumbermanjing adalah

      sebagai berikut;

        1. OSIS (Organisasi Intra Siswa)

        2. MPK (Majelis Perwakilan Kelas)

        3. Ekstrakurikuler (Akademik)

            a. Komputer

        4. Ekstrakurikuler (Non Akademik)

            a. Pramuka

            b. Kopsis

            c. Olah raga

               1) Bola Volly

               2) Sepak Bola

            d. Kesenian
                                                                                68




                1) Drum Band

       (Sumber data: Arsip SMP Negeri 2 Sumbermanjing)
5. Sarana dan Prasarana di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

               SMP Negeri 2 Sumbermanjing telah memiliki sarana dan prasarana

      yang cukup lengkap. Dari penelitian yang peneliti lakukan diketahui bahwa

      sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Sumbermanjing sudah lebih dari cukup

      untuk meningkatkan proses belajar mengajar ke taraf yang lebih baik. Sarana

      dan prasarana yang dimiliki SMP Negeri 2 Sumbermanjing akan dijelaskan

      sebagai berikut;



      TANAH YANG DIMILIKI
              Luas tanah seluruhnya 6.286 m2



                                       Tabel 5
                    Bangunan di SMP Negeri 2 Sumbermanjing
                                                         Keadaan
No.       Jenis Bangunan        Jumlah                    Rusak         Rusak
                                                 Baik
                                                          Ringan        Berat
 1.          Ruang Kelas           7                        -            -
 2.          Ruang Tamu            1                        -            -
 3.          Ruang Kepala          1                        -            -
 4.           Ruang Guru           1                        -            -
 5.          Ruang BP/BK           1                        -            -
 6.           Ruang TU             1                        -            -
 7.      Ruang Waka. Ur.           1                        -            -
 8.           Ruang UKS            1                        -            -
 9.          Koperasi/Toko         1                        -            -
                                                                                69




10.         Ruang OSIS             1                         -             -
11.      Km. Mandi Guru            3                         -             -
12.      Km. Mandi Murid           7                         -             -
13.           Gudang               1                         -             -
14.           Musholla             1                         -             -
15.        Lab. Komputer           1                         -             -
16.            Kantin              1                                       -
17.         Perpustakaan           1             
               Jumlah             31             
(Sumber data: Arsip SMP Negeri 2 Sumbermanjing)




B. Penyajian dan Analisis Data

   1. Pelaksanaan Manajemen Humas di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

             Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan, dapat diperoleh data

      yang menunjukkan adanya pelaksanaan program hubungan masyarakat di

      SMP Negeri 2 Sumbermanjing.

             Dalam penelitian ini digunakan metode observasi, interview kemudian

      hasil penelitian tersebut dianalisis dengan menggunakan penelitian kualitatif

      (deskriptif analisis), yaitu digunakan penggambaran situasi atau objek yang

      diteliti sesuai dengan keadaan atau realitas sesungguhnya tanpa menggunakan

      metode statistik.

             Adapun penyajian data dan analisis data dari hasil penelitian di SMP

      Negeri 2 Sumbermanjing tentang pentingnya humas lembaga pendidikan
                                                                      70




sekolah dalam membangun hubungan dengan masyarakat dapat diuraikan

sebagai berikut:

a. Pengelolaan manajemen humas di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

       Berdasarkan hasil wawancara dengan waka humas Bapak Drs.

Damiran tanggal 30 April 2007 kedudukan humas dalam manajemen di SMP

Negeri 2 Sumbermanjing tidak terlepas dari fungsi humas sendiri, yaitu

menciptakan suasana yang kondusif dalam lingkungan baik secara internal

yang mempunyai sasaran warga sekolah (guru, tenaga administrasi dan para

siswa) dan secara eksternal yaitu yang berhubungan dengan publik atau

masyarakat luar sekolah. Humas harus tanggap terhadap informasi yang

masuk, dan informasi yang akan dikeluarkan oleh humas harus sesuai dengan

kenyataan yang ada. Humas yang efektif diharapkan dapat menimbulkan feed

back (umpan balik) yang positif dari masyarakat. Kedudukan humas dalam

manajemen di SMP Negeri 2 Sumbermanjing dapat diuraikan secara terinci

dalam fungsi dan program yang dijalankan, pada uraian berikut ini:

       1) Fungsi mengatur dan memberdayakan hubugan antara sekolah dan

           masyarakat, yaitu melalui pemberian umpan balik kepada

           masyarakat. Program yang dilaksanakan berupa penyediaan kantin

           sekolah yang dapat dikelola masyarakat sekitar dan pemberian

           keringanan biaya bagi siswa yang kurang mampu (kecuali uang

           seragam) di sekitar SMP Negeri 2 Sumbermanjing.

       2) fungsi mengatur dan memberdayakan hubungan sekolah dengan

           komite sekolah. Hubungan yang ada dimaksudkan adalah untuk
                                                                 71




   mempererat hubungan dan memelihara hubungan uang serasi,

   meningkatkan kerja sama dan tanggung jawab bersama keluarga,

   masyarakat dan pemerinyah. Karena pada hakikatnya pendidikan

   bukanlah semata-mata tanggung jawab sekolah harus pula

   didukung oleh unsur-unsur lain yang ada disekitar yang

   mempengaruhinya. Kerja sama yang ada dimaksudkan untuk

   membantu memperlancar jalannya proses pendidikan tanpa

   mencampuri urusan teknik pengajaran di sekolah yang menjadi

   wewenang kepala sekolah, guru dan pengawasnya. Program SMP

   Negeri 2 Sumbermanjing mengusahakan bantuan dari masyarakat

   baik berupa benda, uang ataupun jasa, mengingat SMP Negeri 2

   Sumbermanjing lembaga di bawah pemerintah, maka sebagian

   besar biaya pendidikan bersumber dari pemerintah.

3) Fungsi mengatur dan memberdayakan hubungan sekolah dengan

   sekolah lain, baik yang setingkat di bawahnya atau di atasnya.

   Beberapa program yang dilakukan SMP Negeri 2 Sumbermanjing

   untuk membangun hubungan yang baik, antara lain difasilitasi oleh

   adanya KKS (kelompok kerja sekolah), selain itu SMP Negeri 2

   Sumbermanjing ditunjuk sebagai induk SMP terbuka di kecamatan

   Sumbermanjing Wetan, sedangkan yang dilakukan bersama-sama

   dengan sekolah setingkat SMP Negeri 2 Sumbermanjing adalah

   melakukan    kerjasama    dalam   penyelenggaraan     acara-acara
                                                                  72




   bersama, misalnya mengadakan lomba olahraga di wilayah

   kecamatan Sumbermanjing Wetan.

4) Fungsi mengatur dan memberdayakan hubungan sekolah dengan

   dengan berbagai instansi terkait. Karena SMP Negeri 2

   Sumbermanjing berstatus negeri maka instansi-instansi yang

   sangat terkait adalah instansi-instansi pemerintah, yaitu Kanwil

   Depdiknas yang ada disetiap ibu kota rovinsi. Secara struktural di

   dalam tubuh organisasi Kanwil Depdiknas terdapat unit kerja yang

   menangani bidang humas, yaitu sub bagian atau bagian

   penerangan. Unit kerja tersebut kemudian melakukan kerjasama

   internal bersma para kepala sekolah dan petugas humas untuk

   bersama-sama mencapai tujuan, yaitu membangkitkan partisipasi

   aktif dan positif masyarakat. Kerjasama yang dilakukan dengan

   kantor wilayah Depdiknas adalah berhubungan dengan :

  a) Peningkatan mutu kesejahteraan guru

  b) Peningkatan mutu kesejahteraan guru tidak tetap

  c) Penelusuran minat dan bakat

  d) Penyempurnaan kurikulum

  e) Penanganan putus sekolah dan lulusan sekolah

  f) Peningkatan kemampuan tenaga humas

  g) Peningkatan kemampuan pengajar bidang studi

5) Fungsi mengatur dan memberdayakan hubungan internal dan

   eksternal publik di sekolah dengan cara memberikan penjelasan
                                                                          73




           tentang kebijakan-kebijakan penyelenggaraan dan perkembangan

           sekolah, menampung saran dan pendapat warga sekolah dan

           memelihara hubungan harmonis sehingga tercipta suatu kerjasama

           yang baik antar warga sekolah dan ditambah dengan dukungn yang

           aktif dari masyarakat.

       Dengan demikian kedudukan humas dalam manajemen SMP Negeri 2

Sumbermanjing pada hakekatnya adalah berusaha untuk membangun fungsi

komuniksi yang transparan dan jelas yang akan memperlancar dan menunjang

kemajuan pendidikan dan pengajaran.

b. Pengorganisasian Humas Di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

       Pengorganisasian adalah bagaimana pekerjaan itu diatur dan

dialokasikan diantara para anggota, sehingga tujuan organisasi tersebut dapat

tercapai secara efektif. Dari pengertian tersebut jelas bahwa pada hakikatnya

dalam pengorganisasian mencakup beberapa hal sebagai berikut; Pertama

Pemerincian pekerjaan, Kedua Pembagian kerja, Ketiga Penyatuan pekerjaan,

Keempat Koordinasi Pekerjaan, Kelima Reorganisasi.

       Dari    penelitian   yang    peneliti   lakukan    diketahui   bahwa

pengorganisasian di SMP Negeri 2 Sumbermanjing diatur dan dilaksanakan

sesuai dengan struktur organisasi yang ada.

       Sedangkan Proses pengorganisasian kegiatan di SMP Negeri 2

Sumbermanjing sudah cukup baik (sesuai dengan prosedur yang ada). Seperti

yang diungkapkan oleh Drs. Damiran selaku Waka. Humas SMP Negeri 2

Sumbermanjing kepada peneliti tertanggal 30 April 2007 sebagai berikut;
                                                                         74




     Langkah awal yang kami lakukan adalah membuat perencanaan kerja.
     Setelah proses perencanaan kerja selesai terbentuk, langkah selanjutnya
     adalah bagaimana merealisasikan program kerja tersebut. Dalam
     merealisasikan program kerja yang ada, kami menggunakan proses
     pengorganisasian sebagai berikut;
       1) Memperinci program apa saja yang perlu ada sesuai dengan visi
          dan misi lembaga.
       2) Membagi pekerjaan sesuai dengan kemampuan masing-masing
          orang, yang diwujudkan dalam sebuah kepanitiaan.
       3) Setiap sie dalam kepanitiaan menyusun rencana kerja.
       4) Mengkoordinasikan hasil kerja dari masing-masing sie untuk
          meminimalisir hambatan-hambatan yang mungkin terjadi.
       5) Setelah hasil kerja dikoordinasikan dalam forum bersama, langkah
          selanjutnya menentukan langkah-langkah perbaikan untuk
          meningkatkan efektivitas kerja.
       Dari penjelasan yang diberikan oleh Drs. Damiran tersebut diatas

diketahui bahwa SMP Negeri 2 Sumbermanjing berusaha mengatur

pengorganisasiannya dengan baik sesuai dengan kemampuan masing-masing

orang dan tetap berpegangan pada jalur kerja yang ada dalam struktur

organisasi sekolah.

2. Upaya SMP Negeri 2 Sumbermanjing dalam membangun hubungan

   dengan masyarakat.

       Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 2

Sumbermanjing pada 2 Mei 2007 diketahui bahwa, dalam membangun

hubungan dengan masyarakat SMP Negeri 2 Sumbermanjing menggunakan

berbagai macam teknik komunikasi baik itu secara lisan, tulisan, campuran

maupun secara perbuatan. Hal itu perlu dilakukan agar pesan yang

disampaikan dapat lebih menyebar dan diterima dengan baik oleh masyarakat

yang relatif majemuk dari segi latar belakang pendidikan, tingkat ekonomi

ataupun status sosial. Sedangkan dalam penggunaan media SMP Negeri 2
                                                                        75




Sumbermanjing sangat memperhitungkan aspek keefektifan dan keefisienan

(hasil wawancara dengan waka humas Drs. Damiran dan dokumentasi

kegiatan humas melalui foto dan buku agenda kegiatan humas).

       Untuk lebih jelasnya cara-cara dan jenis humas yang ditempuh SMP

Negeri 2 Sumbermanjing akan dijelaskan sebagai berikut :

   a. Pemasangan Spanduk Pendaftaran

       Program ini diadakan karena masyarakat sekitar kurang mengetahui

   tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendaftaran siswa baru baik yang

   berkenaan dengan waktu, biaya dan persyaratan-persyaratan yang harus

   dipenuhi. Misi dari pemasangan spanduk adalah sebagai upaya perekrutan

   calon siswa baru serta memiliki tujuan agar masyarakat secara luas

   mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan pendaftaran siswa baru.

   Spanduk dibuat dan dipasang sekitar 1 (satu) bulan sebelum dibukanya

   pendaftaran siswa baru.

b. Bhakti Sosial

          Program ini lahir mengingat reaksi masyarakat sekitar dsa

   Sumberagung belum begitu berminat menyekolahkan putra-putrinya di

   SMP Negeri 2 Sumbermanjing mereka lebih memilih pondok pesantren

   salam sebagai lembaga pendidikan lanjutan. Selain itu juga disebabkan

   minimnya pemahaman masyarakat tentang eksistensi SMP Negeri 2

   Sumbermanjing itu sendiri. Program ini mempunyai tujuan untuk merubah

   persepsi masyarakat dan memberitahukan kepada masyarakat sekitar,

   bahwa SMP Negeri 2 Sumbermanjing mempunyai visi, misi dan tujuan
                                                                             76




   yang jelas dan dapat berperan dalam kehidupan ditengah-tengah

   masyarakat. Program ini terealisasi dengan baik terutama dalam 2 (dua)

   tahun terakhir ini. Program ini sangat efektif sebagai sarana menyebarkan

   informasi tentang SMP Negeri 2 Sumbermanjing ditengah-tengah

   masyarakat, sehingga dapat membangun kepercayaan masyarakat untuk

   menyekolahkan anaknya di SMP Negeri 2 Sumbermanjing, hal ini terbukti

   dengan semakin meningkatnya jumlah siswa-siswi yang berasal dari

   lingkungan sekitar SMP Negeri 2 Sumbermanjing. Sasaran dari program

   ini adalah pelosok-pelosok desa sekitar kecamatan Sumbermanjing Wetan,

   dilaksanakan oleh siswa-siwi didampingi oleh guru pembimbing,

   sedangkan waktu pelaksanaan pada waktu liburan semester.

c. Mendatangkan siswa-siswi SMU/SMK/SMEA baik negeri maupun swasta

   untuk memberikan informasi kepada siswa-siswi khususnya bagi kelas tiga

   yang akan lulus. Lahirnya program ini disebabkan siswa-siswi dalam

   memilih     jenjang   pendidikan   yang   lebih   tinggi   seringkali   tidak

   mendapatkan informasi yang akurat. Siswa-siswi hanya mendapatkan

   informasi dari teman-teman sekelas dan para tetangga yang bersifat tidak

   jelas, misi dari program ini adalah diperolehnya informasi yang lengkap

   dan akurat tentang berbagai macam sekolah lanjutan tingkat atas baik yang

   berstatus   negeri maupun swasta. Sedangkan tujuan dari program ini

   adalah agar siswa-siswi mendapatkan kejelasan informasi, sehingga

   mereka dapat betul-betul terarah dalam menentukan pilihan jenjang

   pendidikan berikutnya. Program ini dinilai cukup efektif dalam
                                                                          77




   memberikan informasi dan pelayanan kepada siswa-siswi. Diantara

   sekolah-sekolah yang pernah didatangkan antara lain, SMU Negeri 1

   Turen, SMK PGRI 3 Malang, SMK Negeri 1 Turen dan lain-lain. Dalam

   pelaksanaan program ini biasanya SMP Negeri 2 Sumbermanjing banyak

   mendapatkan kemudahan dari para alumni SMP Negeri 2 Sumbermanjing

   yang sedang menempuh pendidikan di berbagai SMU dan SMK yang

   tersebar di seluruh Malang raya.

d. Pertemuan wali murid dengan guru dan pengurus sekolah. Berpijak pada

   pengertian bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah

   semata, tetapi juga terdapat pendidikan keluarga dan pendidikan oleh

   masyarakat, ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan antarasatu dengan

   lainnya. Dengan demikian antara penggurus sekolah, guru dan wali murid

   adalah satu kesatuan dalam mengantarkan keberhasilan siswa-siswi. Misi

   dari program ini adalah untuk memberikan informasi kepada wali murid

   tentang kondisi sekolah dengan berbagai program yang ada, baik program

   yang sudah dilaksanakan, sedang atau akan dilaksanakan dan sekaligus

   sebagai sarana evaluasi terhadap permasalahan yang dihadapi dan

   bagaimana pemecahannya sehingga akan trcipta suasana “take and give”

   antara pihak sekolah dengan wali murid. Program ini dilaksanakan 2 (dua)

   kali dalam setahun, yaitu ada waktu penerimaan siswa baru dan pada

   waktu kenaikan kelas. Program ini sangat efektif untuk menyatukan visi

   dan misi sekolah dengan wali murid.
                                                                          78




e. Pemberian surat panggilan kepada wali murid pada siswa yang

   bermasalah. Program ini lahir karena adanya niatan yang baik dari sekolah

   dan rasa tanggung jawab sekolah sebagai lembaga pendidikan untuk

   mengantarkan para siswa menjadi manusia yang berhasil dan berguna, dan

   untuk menjalankan program-program sekolah yang sudah terencana

   dengan baik maka dipandang perlu untuk memberitahukan permasalahan

   siswa kepada wali murid dalam pemecahan masalah dengan cara

   memberikan nasihat-nasihat, memberikan dorongan untuk lebih rajin dan

   giat baik secara kuantitatif (rajin masuk) maupun kualitatif (prestasi

   akademik). Hal ini dilakukan pada waktu-waktu tertentu apabila dianggap

   perlu dan penting. Program ini cukup efektif untuk tidak membiarkan

   berlarut-larutnya masalah tanpa adanya pemecahan permasalahan yang

   dihadapi. Sebelum memberikan surat panggilan biasanya waka humas

   akan melakukan klarifikasi terhadap permasalahan yang ada dan

   bekerjasama dengan waka kesiswaan atau pihak BK (bimbingan

   konseling).

f. Mengadakan peringatan hari-hari besar nasional dan hari-hari besar Islam.

   Program ini dilaksanakan sebagai upaya membentuk generasi bangsa yang

   sempurna yang seharusnya mengetahui dan dapat mengambil pelajaran

   dari sejarah-sejarah nasional dan sejarah-sejarah Islam serta nilai-nilai

   yang terkandung didalamnya. PHBN dan PHBI bertujuan untuk lebih

   mendekatkan    dan    menginternalisasikan   nilai-nilai   dalam   suasana
                                                                         79




   nasionalisme dan keislaman pada masing-masing siswa. Khusus untuk

   PHBI siswa non muslim dipersilahkan untuk tidak mengikuti seremonial.

g. Mengadakan peringatan ulang tahun SMP Negeri 2 Sumbermanjing.

   Program ini lahir didasari pentingnya mengingat kembali tentang sejarah

   berdirinya SMP Negeri 2 Sumbermanjing, sehingga lembaga pendidikan

   dapat melakukan evaluasitentang maju mundurnya lembaga pendidikan

   tersebut. Program ini dilaksanakan tiapo tahun tepatnya pada tanggal 5

   Mei dengan maksud memberikan informasi kepada warga sekolah bahwa

   SMP Negeri 2 Sumbermanjing telah mengalami kemajuan-kemajuan yang

   cukup membanggakan disamping masih adanya kekurangan-kekurangan

   yang harus diperbaiki bersama-sama. Acara ulang tahun ini dirangkai

   dengan gebyar seni yang diprakarsai dan dilakukan oleh siswa-siswi.

h. Program peningkatan kualitas bidang kehumasan

   Program ini bertujuan untuk lebih membekali tenaga humas dengan

   keterampilan dan wawasan yang lebih luas tentang humas, sehingga

   nantinya dapat dipraktekkan untuk peningkatan mutu pendidikan SMP

   Negeri 2 Sumbermanjing, kegiatan-kegiatan yang diikuti antara lain

   seminar-seminar     kewirawastaan,   mengadakan    kunjungan-kunjungan

   perbandingan dan kegiatan lainnya.

i. Pemantauan keberesan intern

   Keadaan intern lembaga pendidikan merupakan penentu dari sukses

   tidaknya pelaksanaan humas. Keberesan intern tersebut menyangkut

   berbagai hal antara lain :
                                                                            80




   Disiplin : Para karyawan serta guru datang ke kantor dan pulang dari

              kantor tepat pada waktunya serta mentaati peraturan yang ada

              di sekolah.

   Moral    : Para karyawan dan dewan guru menegakkan sopan santun dan

              etika, bawahan hormat kepada atasan, atasan memperlakukan

              bawahan dengan semestinya dan warga sekolah bersikap santun

              melayani para tamu.

   Moril    : Para karyawan dan dewa guru bekerja dengan giat, yekun dan

              bersemangat.

   Prosedur : Mengusahakan penyederhaan tata caraagar hubungan berjalan

              lancar, jika prosedur brbelit-belit biasanya akan terjadi sesuatu

              yang mengecewaka sehingga mengakibatkan keengganan untuk

              berhubungan.

j. Mengundang Puskesmas ke sekolah. Program ini diadakan mengingat

   pentingnya kesehatan warga sekolah terutama mata, dalam melaksanakan

   aktifitas di sekolah. Seluruh biaya obat ditanggung sekolah, selain itu

   sekolah mempunyai alasan lain yaitu kepedulian yang rendah dari keluarga

   mengenai kesehatan.

3 Hasil Pelaksanaan Program Humas di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

   a. Pembangunan fisik berupa Sarana dan Prasarana

   1) Bangunan

           Dari tahun ke tahun SMP Negeri 2 Sumbermanjing melakukan

      penambahan, perbaikan dan perlengkapan terhadap sarana dan
                                                                     81




   prasarana yang telah diuraikan dimuka dalam uraian tentang keadaan

   fisik SMP Negeri 2 Sumbermanjing. Sekolah ini memiliki 7 ruang

   kelas dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Diantaranya adalah

   hasil kerjasama dengan wali murid, komite sekolah maupun Diknas

   kabupaten Malang yang berupa pemavingan lapangan, pembangunan

   laboratorium komputer, pembangunan bak lompat jauh, pembangunan

   musholla dan lain-lain.

2) Tenaga Pendidik dan Karyawan

      Tenaga pendidik dan karyawan yang berjumlah 28 orang baik guru

   tetap maupun guru tidak tetap yang semuanya bergelar sarjana. Untuk

   karyawan SMP Negeri 2 Sumbermanjing memberikan kesempatan

   kepada warga sekitar sekolah ikut berpartisipasi. Dari keadaan tenaga

   pendidik dan karyawan dapat disimpulkan bahwa SMP Negeri 2

   Sumbermanjing siap untuk menyelenggarakan suasana pendidikan

   yang kondusif.

3) Siswa-siswi

      Jumlah siswa-siswi yang mengenyam pendidikan di SMP Negeri 2

   Sumbermanjing setiap tahunnya tidak kurang dari 150 siswa baru,

   untuk ukuran pedesaan jumlah ini bisa dikatakan sudah cukup baik

   mengingat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidika

   masih sangat rendah, hal ini diperparah dengan kondisi ekonomi yang

   tidak   merata.   Hal     ini   menunjukkan   semakin   meningkatnya

   kepercayaan masyarakat terhadap SMP Negeri 2 Sumbermanjing.
                                                                     82




b. Dalam bidang prestasi akademik

   1) SMP Negeri 2 Sumbermanjing dapat bersaing dengan sekolah-sekolah

      di wilayah kabupaten Malang pada umumnya dan kecamatan

      Sumbermanjing Wetan pada khususnya. Dengan prestasi terakhir lulus

      ujian akhir nasional 100%, juara Drum Band se kecamatan

      Sumbermanjing Wetan dan masih banyak prestasi lainnya.

   2) Banyak diterima di SMU, SMK, SMEA dan MA baik negeri maupun

      swasta.

   3) Dalam bidang pengembangan wawasan dan apresiasi minat bakat

      siswa-siswi, maka SMP Negeri 2 Sumbermanjing memberikan

      kesempatan seluas-luasnya kepada siswa-siswi untuk menyalurkan

      minat dan bakatnya melalui pramuka, Drum Band, Bolla Volley, PMR

      dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya.

   4) Banyak mengikuti perlombaan baik tingkat kecamtan maupun tingkat

      kabupaten.

   5) Bea siswa bagi siswa yang kurang mampu.
                                                                               83




                                     BAB V

                                   PENUTUP



A. Kesimpulan

  1. Pelaksanaan Manajemen Humas di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

     a. Pengelolaan Manajemen Humas di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

        Kedudukan         humas   dalam   manajemen    di   SMP     Negeri      2

     Sumbermanjing tidak terlepas dari fungsi          humas sendiri,        yaitu

     menciptakan suasana yang kondusif dalam lingkungan baik secara internal

     maupun eksternal. Kedudukan humas dalam manajemen di SMP Negeri 2

     Sumbermanjing dapat diuraikan dalam fungsi dan program yang

     dijalankan yaitu :

        1) Fungsi mengatur dan memberdayakan hubugan antara sekolah dan

            masyarakat.

        2) Fungsi mengatur dan memberdayakan hubungan sekolah dengan

            komite sekolah.

        3) Fungsi mengatur dan memberdayakan hubungan sekolah dengan

            sekolah lain, baik yang setingkat di bawahnya atau di atasnya.

        4) Fungsi mengatur dan memberdayakan hubungan sekolah dengan

            dengan berbagai instansi terkait.

        5) Fungsi mengatur dan memberdayakan hubungan internal dan

            eksternal publik di sekolah dengan cara memberikan penjelasan
                                                                           84




            tentang kebijakan-kebijakan penyelenggaraan dan perkembangan

            sekolah.

     b. Pengorganisasian Humas Di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

      Pengorganisasian     adalah   bagaimana   pekerjaan   itu   diatur   dan

  dialokasikan diantara para anggota, sehingga tujuan organisasi tersebut

  dapat tercapai secara efektif.

      Dari penelitian yang peneliti lakukan diketahui bahwa pengorganisasian

  di SMP Negeri 2 Sumbermanjing diatur dan dilaksanakan sesuai dengan

  struktur organisasi yang ada.

      Sedangkan Proses pengorganisasian kegiatan di SMP Negeri 2

  Sumbermanjing sudah cukup baik (sesuai dengan prosedur yang ada).

2.   Upaya SMP Negeri 2 Sumbermanjing dalam membangun hubungan

     dengan masyarakat.

       SMP Negeri 2 Sumbermanjing menggunakan berbagai macam teknik

     komunikasi baik itu secara lisan, tulisan, campuran maupun secara

     perbuatan (uswah hasanah). Cara-cara dan jenis humas yang ditempuh

     SMP Negeri 2 Sumbermanjing adalah sebagai berikut :

     a. Pemasangan Spanduk Pendaftaran

     b. Bhakti Sosial

     c. Mendatangkan siswa-siswi SMU/SMK/SMEA baik negeri maupun

        swasta untuk memberikan informasi kepada siswa-siswi khususnya

        bagi kelas tiga yang akan lulus.

     d. Pertemuan wali murid dengan guru dan pengurus sekolah.
                                                                          85




     e. Pemberian surat panggilan kepada wali murid pada siswa yang

        bermasalah.

     f. Mengadakan peringatan hari-hari besar nasional dan hari-hari besar

        Islam.

     g. Mengadakan peringatan ulang tahun SMP Negeri 2 Sumbermanjing.

     h. Pemantauan keberesan intern. Keberesan intern tersebut menyangkut

        berbagai hal antara lain : Disiplin, moral, moril dan prosedur.

     i. Mengundang Puskesmas ke sekolah.

3.    Hasil Pelaksanaan Program Humas di SMP Negeri 2 Sumbermanjing

     a. Pembangunan fisik berupa Sarana dan Prasarana

        1) Bangunan

        2) Tenaga pendidik dan karyawan

        3) Siswa-siswi

     b. Dalam bidang prestasi akademik

        1) SMP Negeri 2 Sumbermanjing mampu bersaing dengan sekolah-

           sekolah di wilayah kabupaten Malang pada umumnya dan

           kecamatan Sumbermanjing Wetan pada khususnya. Banyak

           diterima di SMU, SMK, SMEA dan MA baik negeri maupun

           swasta.

        2) Dalam bidang pengembangan wawasan dan apresiasi minat bakat

           siswa-siswi, maka SMP Negeri 2 Sumbermanjing memberikan

           kesempatan seluas-luasnya kepada siswa-siswi untuk menyalurkan
                                                            86




   minat dan bakatnya melalui pramuka, Drum Band, Bolla Volley,

   PMR dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya.

3) Banyak mengikuti perlombaan baik tingkat kecamtan maupun

   tingkat kabupaten.

4) Bea siswa bagi siswa yang kurang mampu.
                                                                           87




B. Saran

           Merujuk pada beberapa hal dalam kesimpulan diatas jelas diketahui

   bahwa pada hakikatnya SMP Negeri 2 Sumbermanjing sudah mempunyai

   pengaturan manajemen yang cukup baik sehingga hasilnya benar-benar sesuai

   harapan tanpa ada hambatan yang berarti.

           Akan tetapi tidak ada sesuatu apapun yang sempurna di dunia ini.

   Walaupun hasilnya sudah terlihat cukup baik, menurut peneliti ada beberapa

   hal yang perlu untuk diperbaiki Diantaranya sebagai berikut;

    1. Melihat prestasi yang dimiliki oleh SMP Negeri 2 Sumbermanjing, hal

        tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperluas jaringan kerja sama.

        Misalnya untuk membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu tidak

        hanya lewat bea siswa lokal saja, tetapi juga bisa memperluas jaringan

        kerja sama dengan badan penyalur beasiswa. Sehingga anak yang

        berprestasi dan kurang mampu tetap bisa meneruskan usahanya dalam

        mencapai cita-cita yang mereka harapkan.

    2. Dalam hal keterampilan seperti pramuka, drum band dll. alangkah

        baiknya jika tidak hanya memanfaatkan orang dalam saja akan tetapi

        bisa juga memperluas kerja sama dengan instansi lain

    3. Karena prinsip dari humas adalah menjalin kerjasama yang baik antara

        sekolah dengan masyarakat alangkah baiknya jika masyarakat lebih

        banyak dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan sekolah seperti PHBI, PHBN

        dan pringatan Hari Ulang tahun sekolah dll sehingga masyarakat akan
                                                                       88




   merasa lebih dihargai dan merasa punya andil dalam rangka memajukan

   sekolah.

4. Untuk meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat alangkah

   baiknya jika kegiatan sekolah tidak hanya terpusat di sekolah saja.

   Tetapi juga diadakan di luar sekolah seperti pembentukan amil zakat,

   peringatan Hari Besar Islam dimana panitia-nya berasal dari kedua belah

   pihak yaitu sekolah dan masyarakat. Sehingga akan terbangun suatu

   anggapan bahwa masyarakat dan sekolah adalah sesuatu yang tidak bisa

   dipisahkan satu sama lain.
                                                                               89




                            DAFTAR PUSTAKA

Afifuddin. 1988. Psikologi Pendidikan Anak Usia SD. Solo: Harapan Massa.

Ahmadi, Abu. 1985. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Bandung: Amriko.

Al-Bahri, Dahlan. 1994. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya: Arloka.

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
    Baru Algensindo.


Arikuto, Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
   Jakarta: Rineka Cipta.


Daradjat, Zakiah. 1987. Kepribadian Guru. Jakarta : Bulan Bintang.


Depdiknas UUSPN tahun 2003. Jakarta: Sinar Grafika.


Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.
   Jakarta: Rineka Cipta.


Hadi, sutrisno, 2000. Metodologi Researt Jilid 2. Yokyakarta: ANDI.


Hamalik, Oemar, 1991. Pendidikan Guru Konsep dan Strategi. Bandung: CV.
   Mandar Maju.


Hikmat, Mahi M. “Mendongkrak Nasib Guru dengan Mimpi.”
   http://www.duniaguru.com/kompetensi/standar_kompetensi_guru.htm.
   Diakses 21 Maret 2007.

Hurlock, Elizabeth B.1993. Perkembangan Anak Jilid II. Jakarta: Erlangga.


Indrakusuma, Amir Daien.1975. Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha
    Nasional.


Kartono, Kartini. 1980. Teori Kepribadian. Bandung: Alumni.
                                                                             90




Moleong, Lexy J. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.


Muhaimin, dkk. 1996. Strategi Belajar Mengajar Penerapannya dalam
  Pembelajaran Pendidikan Agama. Surabaya: CV. Citra Media.


Muhaimin. 2005. Pengembangan Kurikilum Pendidikan Agama Islam di Sekolah,
  Madrasah, dan Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Grafindo Persada.


Nazir, Moh. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.


Purwanto, Ngalim. 1988. Psikologi Pendidikan. Bandung. Remadja Karya.


Ramayulis. 1998. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.


Rusyan, A Tabrani, dkk. 1994. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar.
   Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sudirman A. M. 1994. Iteraksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja
   Grafindo Persada.

Soetomo. 1993. Dasar-Dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya: Usaha
   Nasional.

“Standarisasi          Kompetensi          Guru.”          http://www.pikiran
    rakyat.com/cetak/2005/1105/25/0801.htm. Diakses 21 Maret 2007.

Sujana, Nana dan Daeng Arifin. 1998. CBSA Dalam Proses Belajar Mengajar.
    Bandung: Sinar Baru.

Sujanto, Agus, dkk. 1986. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Aksara Baru.


Suryapranoto, Suparlan. Tanpa Tahun. Ilmu Jiwa Kepribadian. Jakarta: Paryu
   Barkah.


Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:
   PT. Remaja Rosdakarya.
                                                                              91




Tafsir, Ahmad. 2001. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam. Bandung: PT.
   Remaja Rosdakarya.


Usman, Moh.Uzer. 1990. menjadi guru professional. Bandung: Remaja
   rosdakarya.


“Undang-Undang Republik Indonesia Nomor. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
   Dosen.” 2006. Bandung: Citra Umbara.


Wijaya, Cece dan A. Tabrani Rusyan. 1991. Kemampuan Dasar Guru dalam
   Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.


Yusuf, A. Muru. 1982. Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Ghalia Indo


Zuhzirini, Sardjo. 1984. Ilmu Jiwa Umum Jilid II. Surabaya: Usaha Nasional.
                                                                         92




Lampiran 1

Pedoman Observasi

  1. Mengamati kepribadian guru pendidikan agama Islam dalam mengajar.

  2. Mengamati kegiatan belajar mengajar guru pendidikan agama Islam di

     dalam kelas.

  3. Mengamati interaksi guru pendidikan agama Islam dengan siswa dan guru

     pendidikan agama Islam dengan guru lain.

  4. Mengamati keadaan lingkungan SMP Islam Ma’arif 02 Malang.
                                                                    93




Pedoman Dokumentasi

  1. Sejarah berdirinya SMP Islam Ma’arif 02 Malang.

  2. Visi dan misi SMP Islam Ma’arif 02 Malang.

  3. Struktur organisasi SMP Islam Ma’arif 02 Malang.

  4. Denah lokasi SMP Islam Ma’arif 02 Malang.

  5. Absensi kehadiran Guru Pendidikan Agama Islam SMP Islam Ma’arif 02

     Malang.

  6. Jadwal mengajar Guru Pendidikan Agama Islam SMP Islam Ma’arif 02

     Malang.

  7. Kalender pendidikan SMP Islam Ma’arif 02 Malang.

  8. Tata tertib siswa.
                                                                          94




Pedoman Interview

   1. Menurut Bapak/ Ibu guru yang ideal itu seperti apa?

   2. Menurut Bapak/ Ibu guru pendidikan agama Islam yang ideal itu seperti

      apa?

   3. Persyaratan apa saja yang harus dimiliki oleh guru pendidikan agama

      Islam?

   4. Menurut Bapak/ Ibu apa saja tugas seorang guru pendidikan agama Islam?

   5. Menurut Bapak/ Ibu kualifikasi/ kriteria apa saja yang harus dimiliki

      seorang guru pendidikan agama Islam?

   6. Menurut Bapak/ Ibu mana yang lebih diutamakan oleh guru pendidikan

      agama Islam apakah memiliki kompetensi sosial, atau memiliki

      kompetensi personal, atau kompetensi profesional? Mengapa?

   7. Berkaitan dengan kompetensi sosial, menurut Bapak/ Ibu bagaimana

      hubungan interpersonal antara guru pendidikan agama Islam dengan

      kepala sekolah, dengan guru mata pelajaran yang lain, dengan karyawan,

      dengan siswa, dan dengan masyarakat sekitar?

   8. Berkaitan dengan kompetensi personal, menurut Bapak/ Ibu kepribadian

      seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang guru pendidikan agama

      Islam?

   9. Apakah ada tuntutan dari lembaga sekolah bahwa guru pendidikan agama

      Islam harus menunjukkan kepribadian tertentu dalam proses belajar

      mengajar ?
                                                                           95




10. Apakah ada kesulitan ketika dihadapkan pada tuntutan untuk memiliki

   karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam sesuai dengan

   materi PAI ?

11. Menurut Bapak/ Ibu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi

   kepribadian guru pendidikan agama Islam?

12. Tantangan apa yang paling menarik bagi guru pendidikan agama Islam

   ketika dihadapkan pada realita di lapangan ?

13. Karakter kepribadian seperti apa yang disukai oleh siswa, apa seperti da’i

   kondang di tv yang memberikan pengertian dan bijaksana, penasehat, atau

   hanya menyampaikan materi PAI ?

14. Berkaitan dengan kompetensi profesional, guru pendidikan agama Islam

   harus menguasai materi dan metodologi pembelajaran bagaimana

   pelaksanaan proses belajar mengajar PAI di SMP Islam Ma’arif 02

   Malang ?

15. Persiapan-persiapan apa saja yang Bapak/ Ibu lakukan sebelum

   melaksanakan proses belajar mengajar PAI ?

16. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi poses belajar mengajar PAI?

17. Apakah selama ini ada kesulitan dalam proses belajar mengajar PAI ?

18. Menurut Bapak/ Ibu sejauh mana tugas dan posisi guru pendidikan agama

   Islam dalam proses belajar mengajar?

19. Apakah ada kerja sama antar guru pendidikan agama Islam untuk

   mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar ?
                                                                   96




20. Apakah karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam yang

   Bapak/ Ibu wujudkan, berperan dalam memberikan teladan kepada siswa

   dalam mengaplikasikan ajaran agama?

21. Apakah karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam yang

   Bapak/ Ibu wujudkan, berperan dalam menciptakan lingkungan yang

   positif dan kondusif di sekolah?

22. Apakah karakteristik kepribadian guru pendidikan agama Islam yang

   Bapak/ Ibu wujudkan, berperan dalam mengurangi kesalahpahaman siswa

   terhadap pengamalan ajaran agama yang diterima?
97

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:84
posted:4/19/2013
language:Unknown
pages:97
Sita Trijata Sita Trijata
About