Docstoc

CEPHALGIA KRONIK PADA WANITA DENGAN RIWAYAT TRAUMA

Document Sample
CEPHALGIA KRONIK PADA WANITA DENGAN RIWAYAT TRAUMA Powered By Docstoc
					CEPHALGIA KRONIK PADA WANITA DENGAN RIWAYAT TRAUMA KEPALA
Abstract
      Definisi nyeri menurut IASP (International assosiation for the study of pain) adalah
pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang sedang terjadi atau telah
terjadi atau yang digambarkan dengan kerusakan jaringan. Nyeri kepala merupakan sinonim
yang paling tepat bagi istilah kedokteran cephalgia, dimana pada orang awam sering disebut
sebagai istilah sakit kepala, pening kepala, dan lain-lainnya. Nyeri kepala adalah perasaan sakit
atau nyeri, termasuk rasa tidak nyaman yang menyerang daerah kepala mulai dari kening kearah
atas dan belakang kepala. dan daerah wajah.
      Chepalgia Kronik mengacu pada sakit kepala yang terjadi lebih dari 15 hari dalam sebulan
- dalam beberapa kasus bahkan setiap hari - selama tiga bulan atau lebih. Chepalgia kronik dapat
dikategorisasikan dalam 2 kelompok yaitu primer dan sekunder. Nyeri kepala menduduki
komposisi jumlah pasien terbanyak yang berobat jalan ke dokter saraf, ini dapat dibuktikan dari
hasil pengamatan insidensi jenis penyakit di praktek klinik di Medan selama tahun 2003 didapati
10 besar penyakit yang berobat jalan. Kasus ini Ny. S usia 40 tahun dengan diagnosis chronic
post traumatic headache.
Keyword: chronic post traumatic headache, wanita.

History
       Seorang wanita datang ke poliklinik saraf dengan keluhan utama nyeri kepala. Nyeri
kepala sejak kurang lebih 5 tahun yang lalu, hilang timbul hampir setiap hari. Nyeri kepala tidak
dirasakan bertambah berat sejak 5 tahun yang lalu. Nyeri kepala di seluruh kepala sampai ke
tengkuk dan bahu. Nyeri seperti dibebani benda berat. Nyeri kepala muncul saat kecapekan,
sering bersamaan dengan perasaan tidak nyaman di perut, tangan terasa dingin. Nyeri berkurang
apabila dipakai untuk tidur dan minum obat. Sebelumnya sering berobat ke puskesmas namun
tidak mengalami perubahan. Pasien juga mengeluh sering susah memulai tidur dan terbangun di
malam hari (tengah tidur), serta mudah lelah. Sebelum nyeri kepala,pasien tidak pernah merasa
mual, muntah, ataupun pandangan kabur. Tidak memiliki kebiasaan makan coklat atau minum
kopi. Pasien tidak menggunakan kacamata, dan tidak pernah mengalami gangguan pada mata.
Selama sakit kepala pasien tidak pernah mengalami sakit gigi. Batuk (-) pilek (-). Riwayat
Penyakit Dahulu Kurang lebih 27 tahun yang lalu mengalami cidera kepala (kecelakaan motor),
pingsan 3 jam, namun setelah itu nyeri kepala belum timbul. Kurang lebih 5 tahun yang lalu,
mengalami cidera kepala (kepala terbentur tembok), dirawat di Rumah Sakit selama 17 hari,
setelah itu sering mengalami nyeri kepala, Riwayat tekanan darah tinggi (-), Riwayat penyakit
jantung (-), Riwayat penyakit asma (-), Riwayat penyakit ginjal (-), Riwayat penyakit kencing
manis (-). Tidak ada anggota keluarga yang mengalami hal serupa. Pemeriksaan fisik keadaan
Umum baik, kesadaran komposmentis (GCS: E4M6V5), tekanan darah: 110/70mmHg, denyut
nadi: 80x/menit. Status internus dalam batas normal. Orientasi tempat, waktu, orang, situasi
(baik); Jalan pikiran koheren; Daya ingat kejadian : baru, lama baik; kemampuan bicara baik,
Sikap tubuh normal, Gerakan abnormal tidak ada, kepala bentuk mesochepal, simetris, ukuran
normocephal, pulsasi (-), nyeri tekan (-), Penglihatan dan pendengaran normal. Leher sikap
normal, gerakan bebas, pulsasi karotis teraba (+) cukup, reguler, nyeri tekan vertebra (-), kaku
kuduk (-). Meningeal Sign: Tes Lermitte (-); tes valsava (-); tes nafsiger (-); tes Brudzinski 1 (-);
Brudzinski 3/chick sign (-). Tidak ada kelainan pada nervus cranialis. Reflex fisiologis
(+/Normal), reflex patologis (-). CT scan kepala tak tampak kelainan pada parenkim otak.
Diagnostic
      Diagnosis klinik        : cephalgia kronik
      Diagnosis Topik         : kepala
      Diagnosis Etiologik     : (chronic post traumatic headache)
Therapy
      Mefenamad acid 300mg; diazepam 0,1 mg 2x1 kapsul (pagi dan malam)
      Myori 2x1 tablet (pagi dan malam)
      Haloperidol 0,75 mg; trihexylpenidil 1,5 mg; diazepam 0,1 mg          : 2x1 kapsul (pagi dan
       malam)
Discussion
       Pasien ini mengalami nyeri kepala sejak 5 tahun yang lalu (setelah mengalami cidera
kepala/kepalanya terbentur tembok). Nyeri tidak berkurang selama 5 tahun ini. Nyeri bersifat
hilang timbul hampir setiap hari. Nyeri di seluruh kepala menjalar sampai ke tengkuk dan bahu,
dirasakan seperti dibebani benda berat. Nyeri berkurang apabila dipakai tidur dan meminum
obat. Nyeri kepala muncul pada saat kecapekan. Dan bersamaan dengan mual, perasaan tidak
enak di perut, tangan dingin. Pasien juga mengeluh susah tidur (memulai tidur maupun
terbangun di tengah malam), mudah lelah. Pasien tidak menggunakan kacamata, dan tidak
pernah mengalami gangguan pada mata. Selama sakit kepala pasien tidak pernah mengalami
sakit gigi. Batuk (-) pilek (-). Tidak didapatkan hipertensi, gangguan penglihatan, gangguan
penghidu. Tidak didapatkan kaku kuduk maupun reflex patologis. Pada pemeriksaan CT scan
didapatkan hasil tak tampak kelainan pada parenkim otak.
       Hal ini sesuai dengan criteria chronic post traumatic headache. Menurut ICD-10 kriteria
diagnostiknya adalah adanya riwayat cedera kepala (traumatic brain injury / TBI) dan disertai
dengan 3 atau lebih dari 8 gejala berikut ini, yaitu: Nyeri kepala (headache), Dizziness, Fatique,
Iritabel, Insomnia, Gangguan konsentrasi, Gangguan memori, Intolerance dari stress, emosi, dan
alcohol. Terapi yang diberikan yaitu analgetik, antidepresan, dan anti spasme otot.
Conclusion
       Trauma kepala bisa menyebabkan nyeri kepala akut bahkan kronik. Adapun penyebab
trauma kepala menyebabkan nyeri kepala kronik adalah pasikologis dari trauma tersebut. Terapi
yang bisa diberikan yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis berupa dukungan psikis.


Referensi
Headache Classification Committee of the International Headache Society, 2005, The
      International Classification of Headache Disorders: 2nd edition.

Jensen R. Mechanisms of tension type headache. ;Cephalalgia 2001;21:786-789

Sjahrir H, Nasution D, Rambe H. Prevalensi nyeri kepala paroksismal pada mahasiswa FK.USU
        Medan. dibacakan di Biennieal Meeting PNPNCh, Surabaya 1978

Silberstein, 2005, Chronic daily headache, diakses pada 9 Mei 2010, http://www.jaoa.org.

Silberstein and Lipton, 2001, Chronic daily headache including transformed migraine, chronic
        tension-type headache, and medication overuse. In: Silberstein SD, Lipton RB, Dalessio
        DJ, eds. Wolff's Headache and Other Head Pain. New York, NY: Oxford University
        Press

Smeltzer & Bare, 2002, Keperawatan Medikal Bedah, EGC, Jakarta.

Sylvia A & Price, W 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 4 Buku 2.
EGC, Jakarta.

Von Peter S, Ting W, Serivani S, Korkin E, Okvat H, Gross M.et al. Survey on the
     usecomplementary and alternative medicine among patients with headache
     syndromes.Cephalalgia 2002;22:395-400.

Zanchin G, Maggioni F, Granella F, Rossi P, Falco L, Manzoni GC. Self-administexed pain-
relieving manoeuvres in primary headaches. Cephalalgia 2001 ;21 : 718-726.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:15
posted:4/18/2013
language:Unknown
pages:3