Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Pengantar Ilmu Pemasaran

VIEWS: 0 PAGES: 123

									PENGANTAR ILMU
  PEMASARAN
BERSAMA SAYA:
                Nama; Salman
                Alfarisy
                         Totalia

                NIP; 132 318 386

                Alamat; Gantungan
                Rt 04/IV
                Makamhaji

                Kantor;BKK PTN
                P.EKONOMI FKIP
                UNS
              PERENCAAN PERKULIAHAN
Mata Kuliah        : Pengantar Ilmu Pemasaran
Program/smt        : P.Eko – PTN/IV
Pengampu           : Dra. Harini, M.Pd_Salman Alfarisy Totalia, S.Pd. M.Si (dc)
1. Analisis Kebutuhan dan Keinginan dalam Kegiatan Pemasaran
2. Konsep Pemasaran
3. Sistem dan Lingkungan Pemasaran Perusahaan
4. Tingkah Laku Konsumen
5. Pasar dan Segmentasi Pasar
6. Marketing Mix
7. Produk
8. System Harga
9. Struktur Distribusi
10.Promotional Mix
11.Riset dan Sistem Informasi Pemasaran
                    LITERATURE
• Basu Swastha DH, MBA. 2002. Azas-azas Marketing. Yogyakarta:
  BPFE.
• Catur Resmiati, Ign. Bondan Suratno. 2001. Pemasaran Barang dan
  Jasa.        Yogyakarta: Kanisius.
• Fandy Tjiptono, 1997. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.
• Hendri Ma’ruf, 2005. Pemasaran Ritel. Jakarta: PT SUN
• Irawan, Faried Wijaya. 2001. Pemasaran, Prinsip dan Kasus.
  Yogyakarta: BPFE.
• Kotler, Philip. 2003. Manajemen Pemasaran. Penterjemah: Benyamin
  Molan. Jakarta: PT. Indeks.
• Kotler, Philip. Guru Armstong. 2004. Dasar-dasar pamasaran.
  Penterjemah:          Alexander. Jakarta: PT. Indeks.
• Paul Peter dan Jerry C. Olson. 1999. Consumer Behavour.
  Jakarta:Erlangga.
• Stanton, W.J. 2000. Prinsip Pemasaran. Penterjemah Lamarto. Y.
  Jakarta:     Erlangga.
• Tim Mitra Bestasi, 2003. Dasar-dasar Pemasaran. Yogyakarta: Surya
        Sarana Grafika.
Attention!!!!!!!!!!!!!!!!!

“the marketer’s watchwords
Are
quality,
service,
and
value.”
                     _Philip Kotler
QUALITY

   WHAT?
   WHY?
   HOW?
   BY WHO?
SERVICE
   WHAT?
   WHY?
   HOW?
   BY WHO?
VALUE

   WHAT?
   WHY?
   HOW?
   BY WHO?
PEMASARAN vs
PENJUALAN
           Perbedaan Konsep Pemasaran dan Konsep
           Penjualan

                   KONSEP PENJUALAN                KONSEP PEMASARAN


TITIK AWAL                   PABRIK                      PASAR SASARAN




   FOKUS                    PRODUK                    KEBUTUHAN PELANGGAN




PERENCANAAN              JANGKA PENDEK                  JANGKA PANJANG




  SARANA            MENJUAL DAN BERPROMOSI          PEMASARAN TERINTEGRASI




   HASIL         LABA MELALUI VOLUME PENJUALAN   LABA MELALUI KEPUASAN PELANGGAN
BAB I
ANALISIS KEBUTUHAN KONSUMEN
A. Kebutuhan Konsumen

       Kebutuhan : Suatu keadaan yang dirasakan ingin diperoleh
        seseorang, suatu keadaan merasa kehilangan dalam diri seseorang
       Kebutuhan Konsumen : Suatu keadaan yang ingin diperoleh
        seseorang pada pemenuhan selaku konsumen dalam kegiatan
        pemasaran ( Catur Rismiati dan Bondan Suratno)
       Dalam kegiatan pemasaran:pemenuhan kebutuhan yang saling
        menguntungkan ( Tim Mitra Bestari) .

       Menanggapi apa yang dinyatakan oleh konsumen memerlukan
       kepekaan tersendiri, pengusaha yang berioentasi untuk
       memuaskan konsumen harus mengidentifikasikan kebutuhan
       konsumen dilihat dari sudut pandang konsumen tsb.
       Kunci melakukan pemasaran yang profesional:
       Dengan memenuhi yang menjadi kebutuhan konsumen yang
       senyatanya dengan lebih baik dipandang dengan para pesaingnya
       karena pada hakekatnya perusahaan akan selalu berhadapan
       dengan dua macam konsumen : konsumen baru dan konsumen lama.
KEBUTUHAN vs KEINGINAN
Perusahaan yang berhasil : jika bagian pemasaran melakukan
survey atau riset pemasaran untuk memperoleh informasi yang
terkait dengan kepuasan konsumen.
B. Keinginan Konsumen
   Philip Kotler “Keinginan adalah bentuk kebutuhan yang dibentuk oleh
   budaya dan individu”.
   Orang mempunyai keinginan tak terbatas tetapi sumber daya yang ada
   terbatas. Jadi mereka ingin memilih produk/jasa yang dapat memberi nilai
   dan kepuasan.
   Ketika didukung oleh daya beli keinginan berubah menjadi permintaan.

   Tim Mitra Bestari “Pola kebutuhan manusia yang dibentuk oleh culture dan
   individualitas seseorang”
   Contoh : Orang lapar ingin makan sate, timlo, dsb.
   Sama halnya dengan kebutuhan, keinginan konsumen dalam kebutuhan
   sehari-hari sangat kompleks.

 Jadi di sini para produsen berupaya untuk membentuk suatu hubungan antara
    apa yang mereka hasilkan dengan apa yang butuhkan konsumen.
KEBUTUHAN - KEINGINAN
Kebutuhan adalah sesuatu yang harus
dimiliki untuk dapat bertahan hidup.
Keinginan adalah sesuatu yang harus
dimiliki namun jika tidak dimiliki tidak
mengancam kelangsungan hidup.
( Prof. Suyanto, M.Ed., Ph.D.: 2004)
       C. Tahapan Analisis Kebutuhan Konsumen
1.   Identifikasi Kebutuhan Konsumen
      Perusahaan berusaha mengetahui kebutuhan dan keinginan
      konsumen terhadap manfaat barang.
      Contoh: Konsumen daerah Karangpandan sebagian besar
      penduduknya petani mereka lebih membutuhkan alat pertanian
      daripada elektronik dan mobil mewah.

2.   Menyusun data pesanan konsumen
     Data konsumen merupakan karakteristik yang ditetapkan kosumen
     atas barang/jasa yang diperlukan. Hal-hal yang harus diperhatikan
     untuk diurutkan adalah:waktu pesanan, jenis produk, kualitas,
     design/gaya, ciri-ciri, merk dagang, kemasan, ukuran, pelayanan,
     jaminan, dan pengembalian.

3.   Penyusunan daftar konsumen
     Hal yang perlu dicantumkan catatan khusus misalnya pembeli baru
     atau sudah langganan, reputasi konsumen, kemampuan membayar
     dan hubungan pribadi.
4. Penghitungan jumlah pesanan konsumen
   Pada tahap ini perusahaan melakukan keg. produksi maupun
   penghitungan jml pesanan sesuai keinginan konsumen. Begitu
   pesanan ada bagian pesanan perusahaan menyiapkan beberapa
   nota dan mengirimkan ke berbagai bagian yang bersangkutan.
   Pesanan yang ternyata tidak tersedia digudang        akan
   dikembalikan.

5. Pengecekan harga barang keperluan penjualan
   Harga meliputi daftar harga, potongan atau hadiah, jangka
   pembayaran dan syarat kredit. Dari perhitungan jml pesanan
   kons perlu dicek atas harganya setelah itu dibuat nota
   pengiriman dan tagihan. Kedua nota ini diberikan ke pembeli
   bersama dengan pengiriman brng. Kedua jenis nota ini juga
   dikirim ke berbagai bagian.
                         BAB II
                         KONSEP PEMASARAN

A. Pengertian Pemasaran
  * W.J. Stanton : Suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang
      ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan,
      dan mendistribusikan barang-barang dan jasa yang dapat memuaskan
      kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun kepada pembeli
      potensial.
      Jadi kegiatan pemasaran mrpk sistem keseluruhan kegiatan yang
      terpadu, kegiatan pemasaran sudah dimulai sebelum produk ada yaitu
      semenjak ide suatu produk muncul dan masih berlangsung setelah
      produk terjual.
      Tujuan pemasaran : mencapai penjualan yang menguntungkan dalam
      jangka panjang, dengan cara memuaskan keinginan dan kebutuhan
      pembeli sedemikian rupa sehingga akan menjadi langganan

* Philip Kotler : Kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan
    kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
    Pertukaran merupakan salah satu cara untuk memperoleh suatu benda
    yang diinginkan dengan menawarkan sesuatu sebagai penggantinya dan
    merupakan konsep inti dari studi pemasaran.
                Syarat Pertukaran:
1. Sekurang-kurangnya, Paling tidak ada dua pihak
2. Setiap pihak mempunyai sesuatu yang bernilai bagi pihak
   yang lain
3. Setiap pihak mampu berkomunikasi dan menyerahkannya
4. Setiap pihak bebas untuk menerima ataupun menolak
   tawaran pihak lain
5. Setiap pihak merasa yakin bahwa berhubungan dengan
   pihak lain adalah tepat dan diperlukan
      PEMASARAN
• SECARA SOSIAL




• SECARA MANAJERIAL
Pemasaran Secara Sosial


“ Pemasaran adalah proses sosial
  yang dengan proses itu individu dan
  kelompok mendapatkan apa yang
  mereka butuhkan dan inginkan
  dengan menciptakan, menawarkan,
  dan secara bebas mempertukarkan
  produk dan jasa yang bernilai
  dengan pihak lain”.
Pemasaran Secara Manajerial

 • Pemasaran sering digambarkan
   sebagai ”seni menjual produk”, tetapi
   kebanyakan orang akan heran ketika
   mereka mendengar bahwa bagian yang
   paling penting dari pemasaran adalah
   BUKAN PENJUALAN! Penjualan itu
   hanya merupakan ujung gunung es
   pemasaran.
   Assosiasi pemasaran
        Amerika
• Pemasaran adalah proses perencanaan
  dan pelaksanaan pemikiran, penetapan
  harga, promosi, dan penyaluran
  gagasan, barang, dan jasa untuk
  menciptakan pertukaran yang
  memenuhi sasaran-sasaran individu
  dan organisasi.
pemasaran
 Pemasaran adalah suatu sistem
  manajerial dan seni pemenuhan
  kebutuhan dan/atau keinginan
  konsumen akan barang dan/jasa,
  mengutamakan pelayanan terbaik
  dengan tujuan memperoleh laba
  melalui kepuasan konsumen.
Konsep Pemasaran
 Muncul pertengahan 1950-an.
 Mengganti filosofi “ buat-jual”
  menjadi filosofi “pahami-
  tanggapi”.
 Bergeser dari “berburu”
  menjadi “berkebun”.
 Konsep Pemasaran
Pekerjaan pemasaran bukan
 hanya untuk menemukan
 PELANGGAN, tetapi
 menemukan PRODUK YG
 TEPAT untuk pelanggan.
  Konsep Pemasaran
Lester Wunderman:
“ teriakan Revolusi Industri adalah teriakan
   yang mengatakan, ‘Inilah apa yg saya buat,
   apakah Anda ingin memebelinya’. Tuntutan
   jaman informasi adalah pelanggan
   mengatakan, ‘Inilah apa yg saya inginkan,
   apakah anda bisa membuatnya’.
        KRISTALISASI KONSEP
        PEMASARAN
   “Penuhilah kebutuhan dg cara yg
    mendatangkan laba”
   “Temukan keinginan dan penuhilah”
   “Cintailah pelanggan, bukan produk”
   “Lakukan dengan cara anda”(Burger King)
   “Andalah sang Bos”(United Airlines)
   Utamakan Orang-orang”(British Airways)
   “Bermitra untuk mendapatkan Laba”(Miliken
    & Company)
B. Konsep Pemasaran
 Suatu falsafah bisnis yang menyatakan
  bahwa pemuasan kebutuhan konsumen
  merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi
  kelangsungan hidup perusahaan.

 Tiga Unsur pokok konsep pemasaran
  1. Orientasi Konsumen (consumer oriented)
  2. Penyusunan Kegiatan Pemasaran secara
     Integral (integrated marketing)
  3. Kepuasan konsumen (Consumer Satisfaction)
TIGA UNSUR KONSEP
    PEMASARAN

              BISNIS YANG SUKSES




              KONSEP PEMASARAN

                    Penyus
  Orientasi           Keg.       Kepuasan
    Pada            Pemas.       konsumen
  konsumen            Scr
                    integral
NILAI DAN KEPUASAN

 Nilai adalah serangkaian manfaat
  yang ditawarkan kepada para
  pelanggan guna memuaskan
  kebutuhan mereka.
 Kepuasan suatu keadaan dimana
  pelangga merasa kebutuhan mereka
  terpenuhi oleh nilai suatu produk.
  (Philip Kotler: 2003)
trilogi nilai pelanggan
  I.         Q
  II.    S
  III.       P
RUMUS



          MANFAAT
NILAI =
          BIAYA
           Perbedaan Konsep Pemasaran dan Konsep
           Penjualan

                   KONSEP PENJUALAN                KONSEP PEMASARAN


TITIK AWAL                   PABRIK                      PASAR SASARAN




   FOKUS                    PRODUK                    KEBUTUHAN PELANGGAN




PERENCANAAN              JANGKA PENDEK                  JANGKA PANJANG




  SARANA            MENJUAL DAN BERPROMOSI          PEMASARAN TERINTEGRASI




   HASIL         LABA MELALUI VOLUME PENJUALAN   LABA MELALUI KEPUASAN PELANGGAN
          BAB III
  SISTEM DAN LINGKUNGAN
        PEMASARAN
A. Pengertian Sistem Pemasaran
     Sistem : “Interaksi secara teratur atau
      sekelompok     bagian-bagian     yang   saling
      tergantung yang membentuk satu kesatuan
      yang menyeluruh” (Webster’s New Collegiate
      Dictionary)
  –   Sistem Pemasaran : Kumpulan lembaga-lembaga
      yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa,
      ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang
      saling meberikan pengaruh dan membentuk
      serta mempengaruhi hubungan perusahaan
      dengan pasarnya.
      Faktor yang berinteraksi dan saling
     tergantung sebagai sistem pemasaran


1.     Organisasi yang melakukan tugas-tugas
       pemasaran
2.     Sesuatu (barang, jasa, ide, orang) yang sedang
       dipasarkan.
3.     Pasar yang di tuju
4.     Para perantara
5.     Faktor-faktor lingkungan
SISTEM PEMASARAN YANG PALING SEDERHANA

                    Barang dan
                    Jasa




                     Pembayaran

                                            Pasar yang
Organisasi
                                              dituju
Pemasaran

               Komunikasi dengan pasar



             Umpan balik: Informasi Pasar

       Gb: Sistem Pemasaran Yang Paling Sederhana
   LINGKUNGAN MIKRO EKSTERN

 Berbagai kekuatan yang dekat dengan perusahaan yang mempengaruhi
kemampuannya melayani pelanggannya perusahaan pemasok, perusahaan
saluran pemasaran, pasar/pelanggan, dan masyarakat.



                                       Perantara
                Perusahaan                         Pelanggan
 Pemasok                              pemasaran




                             Publik



    Gb :Pelaku-pelaku Utama dalam Lingkungan Mikro Ekstern
LINGKUNGAN MAKRO EKSTERN

=>    Kekuatan     masyarakat yang   lebih  luas   yang
mempengaruhi seluruh lingkungan mikro, demografi, sosial
dan kebudayaan, Politik dan hukum,kondisi perekonomian,
teknologi, persaingan.



                        POLITIK DAN    KONDISI
                        HUKUM          PEREKONOMIAN
        SOSIAL &
        KEBUDAYAAN
                                                       TEKNOLOGI




                                                                PERSAINGAN
 DEMOGRAFI
                               Perusahaan

         Gb: Kekuatan-kekuatan Dalam Lingkungan Makro Ekstern
 LINGKUNGAN INTERN

• Terdiri atas :sumber-sumber bukan pemasaran dan
  marketing mix.
• Sumber-sumber bukan pemasaran diantaranya:
  produksi, keuangan, personalia, lokasi, riset, dan
  pengembangan, serta pandangan masyarakat.
• Marketing mix : perencanaan produk, harga,
  sistem distribusi, dan kegiatan promosi.
                            LINGKUNGAN MAKRO EKSTERN


                                     POLITIK    KONDISI
                        SOSIAL &     DAN        PEREKONOM
                        KEBUDAYA     HUKUM      IAN
                                                            TEKNOLOGI
                        AN


                DEMOGRAFI
                                                                   PERSAINGAN




LINGKUNGAN MIKRO                                                        LINGKUNGAN MIKRO
     EKSTERN                        Produk        Harga                      EKSTERN

            Perantara
Penyedia                                                                Perantara   Pembeli /
           Pemasaran                                                    pemasaran     pasar
                                   Distribusi     Promosi




                            SUMBER-SUMBER
                            BUKAN PEMASARAN
                            1. Produksi
                            2. Keuangan
                            3. Personalia
                            4. Lokasi
                            5. Riset dan Pengembangan
                            6. Citra Perusahaan


                        Gb Sistem Total Pemasaran Perusahaan
                  BAB IV
         TINGKAH LAKU KONSUMEN
          ( CONSUMER BEHAVIOUR)

• Ilmu   yang mencoba mempelajari tingkah laku konsumen
dalam arti tindakan-tindakannya untuk membeli sesuatu barang
/ jasa ttt.
•Ilmu yang membuka rahasia apa sebabnya seseorang pembeli
 barang/jasa dengan merk tertentu.
•Dorongan-dorongan yang menyebabkan konsumen mengambil
 keputusan dalam membelajakan uangnya
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
            Konsumen
FAKTOR LINGKUNGAN

FAKTOR PRIBADI
      FAKTOR LINGKUNGAN

Faktor Budaya; nilai2, persepsi, preferensi
(rasa lebih suka thd sesuatu dibanding yg
lain), tindak-tanduk.
Faktor Lingkungan; reference group,
keluarga, peran&status.
Faktor Teknologi; transportasi pribadi, alat
rumah tangga, audio-visual, internet&seluler,
Faktor Infrastruktur; jalan raya, pelabuhan,
bandara, dll.
       FAKTOR PRIBADI
ASPEK PRIBADI
usia, pekerjaan, kondisi keuangan, gaya
hidup, kepribadian, konsep diri.
ASPEK KEJIWAAN/PSIKOLOGIS
motivasi, persepsi, kepercayaan dan
perilaku, belajar.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAH LAKU KONSUMEN


Kekuatan kebudayaan               Lingkup psikologi sosial
dan kelompok sosial

Kebudayaan                             Pengalaman belajar

Kelas Sosial                           Kepribadian

Kelompok referensi kecil               Sikap dan keyakinan

keluarga                               Konsep diri



                           Formulasi
                   Persepsi Konsumen




                 Tingkah Laku Konsumen

 Gb: Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku konsumen
Beberapa Model Analisis Tingkah Laku Konsumen
 1. Model Psikhoanalitis dari Freud merupakan interaksi antara id,
    ego, dan super ego.
    Id= wadah dari dorongan dari dalam.
    Ego = Pusat befikir untuk menyalurkan dorongan dari dalam.
    Super Ego = Penyaluran ego dengan didasari norma yang
    berlaku di masyarakat.
 2. Model belajar dari Pavlov
    Kebanyakan dari tanggapan manusia ditimbulkan oleh asosiasi
    (gambaran)        menghasilkan   model    stimulus-respons
    dikembangkan lagi menjadi : dorongan, petunjuk, tanggapan,
    dan penguatan.
 3. Model Sosiologis
    Bahwa kelas sosial, simbul status referensi kelompok, peniruan,
    mobilitas dan kenikmatan akan mempengaruhi tingkah laku
    manusia.
   TUJUAN MODEL TINGKAH LAKU
           KONSUMEN


Untuk      mengembangkan       Mempermudah         dalam
teori    dalam    penelitian   mempelajari      apa yang
tingkah laku konsumen          telah diketahui mengenai
                               tingkah laku konsumen
Sifat Motivasi Pembelian

   Emosional
    Berkaitan dengan perasaan;
    KEINDAHAN,GENGSI,iba,marah.
   Rasional
    Pola berfikir yang ada lebih besar
    dibanding gengsi.
  PRODUK            DAYA TARIK PRODUK            SIFAT MOTIF

  Kosmetik            Kecantikan,Roman            Emosional

                 Penampilan Baik, Pekerjaan        Rasional
                        Lebih Baik
 Perhiasan      Pertanda Sukses, Kesan Keren      Emosional

Toyota Avanza           Status Sosial             Emosional

                  Mobil Baru Sehingga Yakin        Rasional
                        Kondisi Prima
Hand Phone      Status Sosial, Penampilan Gaya    Emosional

                      Kepraktisan Dalam            Rasional
                       Berkomunikasi
FUNGSI MODEL TINGKAH LAKU KONSUMEN




1. Deskriptif  Fungsi yang berhubungan dengan pendalaman ->
                  langkah-langkah konsumen memutuskan beli

 2. Prediksi ->   Meramalkan kejadian-kejadian dari aktivitas
                  konsumen pada waktu yang akan datang

3. Explanation -> Mempelajari sebab-sebab dari beberapa aktivitas beli

4. Pengendalian -> mempengaruhi dan mengendalikan aktivitas-
               aktivitas konsumen pada waktu yang akan datang
Tahap-tahap dalam proses
pembelian
1. Menganalisis keinginan dalam kebutuhan, meliputi analisis
   keingianan dan kebutuhan yang belum terpenuhi, perlu segera
   dipenuhi, dapat ditunda/tidak.
2. Menilai sumber-sumber,meliputi waktu tenaga dan biaya yang
   tersedia.
3. Menetapkan tujuan pembelian, tergantung dari jenis produk dan
   kebutuhannya. Misal untuk prestige, pemenuhan jangka pendek
   (buku) jangka panjang (tanah).
4. Mengidentifikasi altenatif pembelian. Termasuk didalamnya
   pertimbangan atas sumber dan jenis barang. Tingkat
   kepentingan dan tujuan pembelian.
5. Keputusan membeli. Konsumen akan menjumpai menyangkut
   jenis produk, bentuk, merk, penjual, kuantitas waktu dan cara
   pembelian.
6. Perilaku sesudah pembelian. Mempengaruhi penjual ulang dan
   image tentang perusahaan. Diusahakan untuk mencapai
   keharmonisan dan meminimkan ketidaksesuaian.
BAB V
PASAR DAN SEGMENTASI PASAR

1.W.J. Stanton: “pasar : orang-orang yang mempunyai
      keinginan untuk puas, uang untuk belanja dan kemauan
      untuk membelanjakan”
 2.Philip Kotler
      pasar : himpunan pembeli aktual dan pembeli potensial
      dari suatu produk
3. Basu Swastha
      pasar: tempat dimana pembeli dan penjual bertemu dan
      berfungsi , barang dan jasa tersedia untuk dijual, dan
      terjadi perpindahan hak milik.
Dari ketiga pengertian di atas yang paling memadai adalah
      pendapat WJ Stanton.
Pasar tercipta jika :
a. Ada orang yang mempunyai kebutuhan dan keinginan
b. Ada daya beli
c. Ada kemauan untuk menggunakan daya beli
Ketiga-tiganya harus ada semuanya.
                     Pasar
                             Kebutuhan dan/atau keinginan




                               Uang untuk dibelanjakan
Pasar adalah orang dengan


                            Kemauan untuk membelanjakan
PASAR MEMILIKI 3 UNSUR
PENGERTIAN:

1.   Pasar dlm arti “tempat”;
2.   Pasar dlm arti “interaksi
     permintaan dan penawaran”
3.   Pasar dlm arti ”sekelompok
     anggota masy. Yg memiliki
     kebutuhan dan daya beli”.
1. PASAR DLM ARTI TEMPAT

   Tempat bertemunya penjual &
    pembeli.
   Contoh Pasar Kleco, Pasar Klewer.
2. PASAR DLM ARTI INTERAKSI
PENAWARAN & PERMINTAAN

   Tidak hanya berupa adanya penjual
    & pembeli.
   Adanya kebutuhan dan pasokan
    barang/jasa, seperti dlm istilah
    pasar modal di mana terdapat
    aktivitas jual beli saham (dlm
    pecahan-pecahan tertentu)
3. PASAR DLM ARTI “SEKELOMPOK ANGGOTA
MASYARAKAT YG MEMILIKI KEBUTUHAN DAN DAYA
BELI

      KEBUTUHAN-DAYA BELI
      Org dengan kebutuhan blm disebut sbg
       pasar jika mereka tdk dpt membeli
       barang yg dimaksud meskipun
       harganya Rp.20.000,-. Sebaliknya org
       yg mempunyai uang di kantong
       Rp.200-300 ribu ttp tdk butuh dg brg
       dimaksud.
      Pasar ; orang-orang yang
       menginginkan sesuatu brg & ada
       kemampuan utk membeli.
                         Jenis-jenis pasar:
1. Pasar konsumen
2. Pasar produsen/industri
3. Pasar penjual/pedagang
4. Pasar pemerintah
5. Pasar internasional


Untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing jenis pasar:
Berpedoman pada 4 pertanyaan:
1. Apa yang dibeli
2. Mengapa membeli
3. Siapa yang membeli
4. Bagaimana membelinya
Barang/Jasa sebagai pemuas kebutuhan
atau keinginan harus mempunyai 3 unsur:

   INTI (CORE)

   BERWUJUD (TANGIBLE)

   FASILITAS (AUGMENTED)
            NASI GORENG     SALON MOBIL
            SESUATU YG      ACECORIS
            DPT             MOBIIL BARU,
            MEMECAHKAN      BERGAYA
            MASALAH LAPAR

   inti     MAKANAN
            BERUPA NASI
                            ASESORIS
                            MOBIL; KURSI,
            GORENG.         STIR, VELG
                            RACING, AC
                            MOBIL,
                            PETUGAS YANG
 tangible                   TERAMPIL.
            RESTORAN        BENGKEL SALON
            ATAU KEDAI      MOBIL.

augmented
SEGMENTASI PASAR :


Pembagi – bagian suatu pasar
  kedalam kelompok-kelompok
  pembeli yang berbeda, dimana
  setiap kelompok dapat diangankan
  untuk dipilih sebagai sasaran pasar
  yang hendak diraih dengan
  marketing mix yang berbeda pula.
Tujuan Segmentasi Pasar:


   Supaya mudah dilakukan analisis
    pasar
   Supaya pasarnya lebih mudah
    dibedakan
   Supaya pelayanan kepada pembeli
    lebih baik
   Supaya tujuan pemasaran lebih
    efisien.
                      Dasar-dasar Segmentasi Pasar
a. Segmentasi geografis dilakukan dengan cara membagi pasar menjadi
   unit-unit geografis:
  misal : negara, propinsi, kota dsb
b. Segmentasi demografis
  Memisahkan pasar kedalam kelompok yang didasarkan pada variabel
  demografis, seperti: umur, jenis kelamin, besarnya kelompok, siklus
  keluarga, penghasilan, pekerjaan, pendidikan agama dan kebangsaan.
   Variabel demografis merupakan dasar yang paling sering digunakan,
  satu alasannya: keinginan, preferensi dan tingkat penggunaan
  konsumen sangat berkaitan dengan variabel demografis.
c. Segmentasi psikografis.
  Konsumen di bagi beberapa kelompok yang berlainan menurut gaya
  hidup, berbagai ciri kepribadian.
d. Segmentasi Perilaku
  Konsumen dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat
  pengetahuan sikap, penggunaan dan tanggapan terhadap produk.
  Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membagi pasar, namun tidak
  semua segmentasi adalah efektif. Untuk mendapatkan manfaat
  maksimal, maka segmen pasar harus memenuhi lima syarat:
a) Dapat diukur (measurable)
  besar dan daya beli setiap segmen harus dpt diukur dengan tingkat ttt.
b) Dapat dicapai (Accesible )
  Seberapa jauh segmen dapat dicapai dan dilayani secara efektif
c) Dapat dibedakan (Differentiable)
  Segmen – harus dapat dibedakan dapat dipisahkan ke dalam segmen
  atau kelompok-kelompok yang memilki sifat yang berbeda sehingga
  segmen segmen itu akan mempunyai reaksi yang berbeda terhadap
  perlakuan dan program pemasaran yang berbeda.
d) Besarnya/jumlahnya harusnya cukup berarti (Substansial)
  Jml segmen hrs cukup berarti agar segmentasi menjadi cukup luas,
  sehingga penguasaan terhadapnya akan cukup menguntungkan.
e) Dapat dilaksanakan/harus bersifat operasional (Actionable)
  Seberapa jauh program efektif dapat disusun untuk menarik segmen.
ALTERNATIF SEGMEN PASAR
  SEGMEN TUNGGAL; Pemasaran terkonsentrasi, perusahaan mendpt pengetahuan
  yg kuat ttg kebutuhan segmen & meraih posisi yg kuat pd segmen pasar. Efisien
  (spesifikasi produksi,distribusi, promosi). Resiko tinggi. “DON’T PUT YOUR EGGS
  INTO ONLY ONE BASKET”. Ex: VW; mobil kecil PORSCHE: mobil sport.
  SPESIALISASI SELEKTIF; Perusahaan memilih beberapa segmen, scr obyektif
  @segmen menarik&memadai. Meskipun berbeda karakteristik ttp mampu
  mensinergikan. Keuntungannya u/pendiversifikasian resiko. Ex: Radio JPI Solo
  menarik penggemar tua muda; disamping ada acara wayang kulit u/ org tua, musik-
  musik pop, rock juga ada u/ anak muda.
  SPESIALISASI PRODUK; Perusahaan menghasilkan produk ttt yg dijual ke
  beberapa segmen. Tujuannya membentuk reputasi yg kuat di bidang produk ttt.
  Ex:microskop mengambil segmen lab.sekolah, lab.universitas, lab pemerintah, lab
  komersial, lab.RS. Masing-masing microskop berbeda antara 1 segmen dg lainnya.
  SPESIALISASI PASAR; Perusahaan berkonsentrasi u/ melayani berbagai
  kebutuhan kelompok tertentu. Ex: perusahaan menjual berbagai produk lab kpd lab
  universitas. Perusahaan tsb mendapatkan reputasi yg baik sebagai penyedia
  berebagi produk yg dipakai dlm lab. Resiko terbesar adalah ketika segmen tsb
  mengalami potongan anggaran.
  KESELURUHAN PASAR; Perusahaan berkonsentrasi u/ melayani seluruh
  kelompok pelanggan. Biasanya dilakukan oleh perusahaan besar spt Coca-Cola
  (pasar minuman), IBM (pasar komputer), General Motors (pasar kendaraan).
               KESELURUHAN PASAR
1. PEMASARAN YG TAK TERDEFERENSIASI
    # Perusahaan mengabaikan perbedaan segmen pasar dan
      meraih seluruh pasar dengan satu tawaran pasar.
    # Memusatkan perhatian pd kebutuhan pembeli yg bersifat
      dasar & bukannya pd perbedaan diantara pembeli.
    # Menggantungkan diri pd distribusi & periklanan massal.
2. PEMASARAN YG TERDEFERENSIASI
    # Perusahaan beroperasi pd beberapa segmen pasar &
      merancang program yg berbeda bagi masing-masing
      segmen.
    # General Motors melakukan hal ini ketika mrk menyatakan
      bahwa produksi mobil u/ setiap “dompet, tujuan, dan
      kepribadian”.
       SEGMEN TUNGGAL           SPESIALISAI SELEKTIF        SPESIALISAI PRODUK
       M1    M2   M3               M1   M2    M3              M1     M2    M3

P1                         P1                          P1

P2                         P2                          P2

P3                         P3                          P3



       SPESIALISAI PASAR        KESELURUHAN PASAR
        M1   M2     M3             M1   M2    M3
                                                              KETERANGAN:

P1                         P1                                   P1 = PRODUK

P2                         P2                                      M1 =PASAR
                                                                   = PASAR “BEBAS”
P3                         P3
                                                                   = PASAR SASARAN




     ALTERNATIF SEGMENTASI PASAR
BAB VI
MARKETING MIX
Kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang
  merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan,
  yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi,
  sistem distribusi.(WJ Stanton)

Kegiatan-kegiatan     tersebut   dikombinasi    dan
  dikoordinir agar perusahaan dapat melakukan tugas
  pemasaran seefektif mungkin.

Variabel-variabel marketing mix dapat dipakai sebagai
  dasar untuk mengambil strategi dalam usaha
  mendapatkan posisi yang kuat di pasar.
Philip Kotler : Marketing mix adalah perangkat variabel-
variabel pemasaran terkontrol yang perusahaan gabungkan
untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam pasar
sasaran.




                 Produk        Harga



                 Distribusi   Promosi
               Empat Komponen “P” Dalam Bauran Pemasaran

                             BAURAN PEMASARAN




                                            PROMOTION
   PRODUCT
                                                                       PLACE

1.KERAGAMAN PRODUK        PRICE        1.   PROMOSI
2. KUALITAS                                 PENJUALAN
3. DESIGN                              2.   PERIKLANAN        1.   SALURAN
4. CIRI                                3.   TENAGA                 PEMASARAN
5. NAMA MERK         1. DAFTAR HARGA         PENJUALAN        2.   CAKUPAN PASAR
6. KEMASAN           2. RABAT/DISKON   4.   PUBLIC RELATION   3.   PENGELOMPOKKAN
7. UKURAN            3. POTONGAN HARGA 5.   PEMASARAN         4.   LOKASI
8. PELAYANAN            KHUSUS              LANGSUNG          5.   PERSEDIAAN
9. GARANSI           4. PERIODE                               6.   TRANSPORTASI
10.IMBALAN              PEMBAYARAN
                     5. SYARAT KREDIT
            4P – 4C
  4-P                         4-C

 PRODUCT              CUSTOMER SOLUTION
                      (SOLUSI PELANGGAN)


                        CUSTOMER COST
  PRICE               (BIAYA/HARGA PELANGGAN)



                          CONVENIENCE
  PLACE
                         (KENYAMANAN)


                       COMMUNICATION
PROMOTION
                        (KOMUNIKASI)
        THE WINNER
PEMENANGNYA ADALAH PERUSAHAAN
     YANG MAMPU MEMENUHI
  KEBUTUHAN PELANGGAN DENGAN
  HEMAT , NYAMAN, SERTA DENGAN
   KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DAN
            RESPEKTIF
Penetapan Marketing Mix (MM)
1.MM harus seimbang
2.MM tak boleh statis
3.MM tak boleh meniru
4.MM disesuaikan dengan sikon
  perusahaan
5.MM bertujuan jangka panjang
6.MM harus berdasar pengalaman
Penerapan marketing mix untuk barang konsumsi
    Variabel Pemasaran       Uraian Strategi
1. Riset dan analisis pasar   Peramalan   data masa lalu untuk barang-barang yang dibeli
                              secara teratur
                               Survey melalui surat kabar

                               Pengambilan sampel untuk pasar yang lebih luas.

                               Pengujian pasar untuk mengurangi risiko



2. Produk                      Menentukan   bentuk produk
                               Menentukan   brand name
                               Menentukan   kriteria pemberian garansi
                               Menentukan   pembungkusan produk

3. Penetapan harga             Harga berorientasi pada biaya produksi
                               Permintaan cenderung elastis



4. Promosi                     Periklanan di surat kabar dan majalah
                               Sponsorship


5. Distribusi                       Menggunakan saluran pemasaran agen – perantara -
                                     konsumen akhir
                                    Penjualan langsung melalui pos
                                    Alat transpor untuk pengiriman ditentukan oleh biaya dan
                                     waktu
Penerapan marketing mix untuk barang industri
          Variabel Pemasaran                                 Uraian Strategi


1. Riset dan analisis pasar     Survei untuk membeli yang kurang potensial
                                Pengumpulan data dengan kotak langsung

                                Pengujian pasar untuk mengurangi risiko


2. Produk                       Nama dan reputasi perusahaan sangat penting
                                Menenkankan pada pelayanan purna jual

                                Mengarahkan pada hubungan pembeli dan penjual untuk

                                 menentukan produk akhir.
                                Pembungkusan penting sebagai pelindung


3. Penetapan harga              Harga berorientasi pada permintaan utk barang-barang standar
                                Harga lebih mudah dikendalikan

                                Permintaan cenderung elastis untuk barang-barang yang dibuat

                                 atas dasar pesanan


4. Promosi                      Penting menggunakan salesmen
                                Digunakan iklan dan promosi penjualan



5. Distribusi                        Tidak menggunakan perantara
                                     Pemilihan alat transpor ditentukan oleh faktor waktu dan biaya
                              PRODUK


   Produk : Segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk
    diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi
    pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang
    bersangkutan.
                  Meliputi : barang fisik, jasa, orang/pribadi, tempat,
                   organisasi, dan ide.
   Produk dalam arti fisik akan berkaitan dengan perencanaan dan
    pengembangan produk, penyusunan kombinasi produk, merk,
    pembungkusan dan label.

    Ada 3 kategori produk baru :
    1. Barang yang benar-benar inovatif
    2. Barang pengganti
    3. Barang tiruan
   PERENCANAAN DAN
 PENGEMBANGAN PRODUK
1.   Produk mana yang akan di buat sendiri dan mana yang akan
     dibeli.
2.   Perlu di tambah atau di disederhanakan jumlah produk
3.   Apa ada cara-cara penggunaan baru
4.   Merk, kemasan dan label apa yang akan digunakan untuk
     setiap produk
5.   Bagaimana tentang design, ukuran, warna, bahan dari
     barang yang di buat
6.   Berapa masing-masing produk yang perlu diproduksi
7.   Berapa harga yang akan ditetapkan.
Langkah–langkah Menciptakan Produk

1. Mengembangkan ide tentang produk baru
2. Menyeleksi ide untuk menentukan salah
   satu yang perlu dijajagi
3. Membuat analisis untung ruginya
4. Mewujudkan pembuatan produk dalam
   skala kecil untuk uji coba
5. Tes pemasaran
6. Produksi komersial
                     Proses Pengembangan Produk Baru
                                       Identifikasikan Peranan Produksi Baru

          kmdn             - Pemunculan ide
  1
          Ciptakan
          gagasan
           produk
            baru
                                  Penyaringan ide
  2                               Pengembangan dan pengujian konsep

                                  KONSEP      (tahap yang kritis )
         Evaluasi

 3                               Pengembangan strategi pemasaran

                                  Analisis pay back
        Analisis                  Analisis break even
                                  Risk Analisis, dsb
                           4
                                                      Pengembangan produk
                      Ya       Kembangkan
     Lanjutkan                                        PROTOTIPE

                                                                  5
Tidak                                            Ya                   Uji Pasar   PRODUKSI TERBATAS
                                                                                                        6
                                  Lanjutkan

      Selesai
                                                                                  Ya
                               Tidak
                                                                      Lanjutkan                  Pasar
                                 Selesai                     Tidak

                                                                      Selesai          PRODUKSI PENUH
MERK PEMBUNGKUSAN DAN LABEL



 1. Merk :nama, istilah, tanda, simbol, atau design atau
    kombinasi dari hal-hal itu yang dimaksudkan untuk
    memberikan identitas atas barang atau jasa dari satu
    atau kelompok penjual untuk membedakannya dari
    barang atau jasa para pesaingnya.
 2. Label : keterangan mengenai komposisi atau isi dari
    sesuatu barang.
 3. Baik merk maupun lebel keduanya akan memanfaatkan
    pembungkus (package)
 4. Sehingga merk dan label atau pembungkus merupakan
    hal yang saling berkaitan.

 Trade merk merupakan hal penting bagi perusahaan karena
 akan memberikan jaminan hukum secara sah atas merk
 suatu barang.
Fungsi bungkus dalam pemasaran:
1. Melindungi barang, baik dari kerusakan atau dari
   pemalsuan
2. Membantu program pemasaran
  Kadang-kadang pembeli tertarik karena bungkus
  yang bagus dan menarik
3. Sebagai alat mendapatkan penambahan laba
  Bungkus yang menarik, pembeli akan terdorong
  untuk membeli dengan maksud memperoleh
  bungkus yang bagus.
Pemberian merk  memberikan kesan baik sehingga mendorong penjualan.
Oleh karenanya merk harus memiliki beberapa sifat:
1. Secara tersirat menunjukkan ciri yang ada pada barang, manfaat barang,
   penggunaan barang atau cara bekerjanya.
2. Bunyinya enak didengar, mudah diucapkan, mudah diingat, sehingga
   sederhana dan pendek mungkin hanya terdiri satu kata.
3. Mudah dibedakan, tidak bersifat umum
4. Mudah menyesuaikan diri untuk dimungkinkan penambahan produk baru
   dalam product line
5. Memungkinkan didaftarkan     untuk     mendapatkan   hak   hukum   dalam
   penggunaannya.
Keuntungan pemberian merk
1. Dari sudut pembeli:
   a. Mempermudah pengenalan barang
   b. Terlindunginya konsumen
   c. dsb
2. Dari sudut penjual
   a. Merk akan membantu program pemasaran
   b.Membantu dalam pengawasan barang
   c. dsb
      MERK-PRODUK
PRODUK ADALAH SESUATU YANG
DIHASILKAN PABRIK.

MERK ADALAH SESUATU YANG DIBELI
KONSUMEN.
     (AAKER, DA:1996, “PEDOMAN MANAJEMEN MERK” )
    Brand Equity Consept
Menjadikan merk yg mampu
dipersepsikan oleh konsumen dengan baik
sehingga bisa menjadikan
modal/saham/equity.
Harus memenuhi beberapa syarat.
4 SYARAT BRAND EQUITY
BRAND AWARENESS
Telah dikenal oleh konsumen.
STRONG BRAND ASSOCIATION
Memiliki asosiasi merk yang baik.
PERCEIVED QUALITY
Dipersepsikan konsumen sebagai merk yang
berkualiatas.
BRAND LOYALITY
Memiliki pelanggan yang setia.
MENYUSUN KOMBINASI PRODUK

Yang perlu dipahami:

             MENYUSUN KOMBINASI PRODUK


  Product item            Product Line               Product Mix

                         Sekelompok    produk     Gabungan dari produk
Sekelompok      produk                            ditawarkan     untuk
yang    diberi   nama    yang saling berkaitan
                         erat   karena   dapat    dijual   oleh  suatu
secara terpisah dalam                             perusahaan      (unit
daftar milik penjual     memuaskan      segala
                         kebutuhan         atau   usaha)
                         karena          harus
                         digunakan      secara
                         bersama-sama yang
                         dijual        kepada
                         langganan        yang
                         sama, lewat distribusi
                         yang sama, dengan
                         harga    yang    telah
                         ditentukan
  Strategi Siklus Hidup Produk
Barang/jasa memiliki siklus kehidupan atau umur (life cycle) yang
   terdiri dari beberapa tahap sejak barang diperkenalkan sampai
   tidak terdapat lagi dipasaran.
Siklus kehidupan produk terdiri 4 tahap :
1. Tahap perkenalan (Introduction Stage)
2. Tahap pertumbuhan (Growth Stage)
3. Tahap kedewasaan dan kejenuhan (Maturity Stage)
4. Tahap kemunduran (Decline Stage)
                     SIKLUS KEHIDUPAN PRODUK
Volume Penjualan
    Rupiah




                                                              Volume Penjualan



        Perkenalan                               Kemunduran
                      Pertumbuhan   Kedewasaan                      Waktu
                                                      Laba



    Gb : Kurva volume penjualan dan kurva margin laba dalam
    hubungannya dengan siklus kehidupan produk.(product life
    cycle)
            Tahap Perkenalan
Pertumbuhan penjualan cenderung lambat karena; keterlambatan
perluasan produksi, masalah teknis (membereskan gangguan),
keterlambatan distribusi lewat toko2 eceran, keengganan pelanggan
u/ mengubah perilaku pembelian yg telah mapan.
Laba akan negatif/rendah/BEP.
Pengeluaran Utama : PROMOSI;
             1. memberikan informasi kpdcalon pembeli.
             2. membujuk orang untuk mencoba produk itu.
             3. mendapatkan distribusi di toko-toko eceran.

Perusahaan memusatkan penjualan pada pembeli yang paling siap
membeli.
         Tahap Pertumbuhan

Perusahaan meningkatkan mutu produk serta
menambahkan fitur dan gaya yg lebih baru/lebih
baik.
Menambahkan model baru dan produk penyerta
(produk dg berbagi ukuran, rasa, dsb yg
melindungi produk utama)
Mencoba memasuki segmen pasar baru.
Memperluas distribusi
Beralih dari iklan yg membuat org menyadari
produk (product-awareness advertising) ke iklan yg
membuat org lebih memilih produk tertentu
(product-preference advertising).
         Tahap Kedewasaan
Modifikasi Pasar
Modifikasi Produk
Modifikasi Bauran Pemasaran
1. Harga: turun-diskon / naik-kelihatan lebih
   bermutu?
2. Distribusi
3. Periklanan;ditingkatkan/tidak, diubah kata-
   katanya, frekuensi, gaya, dll.
4. Promosi penjualan; hadiah, diskon, undian
5. Penjualan Personal; wiraniaga, daerah
   baru, penjualan on-line
6. Pelayanan
          Tahap Penurunan
Meningkatkan investasi perusahaan (u/
mendominasi/memperkuat posisi persaingannya).
Mempertahankan level investasi perusahaan sampai
ketidakpastian tentang industri itu terselesaikan.
Mengurangi level investasi perusahaan secara selektif,
dengan melepas kelompok pelangggan yg tdk
menguntungkan, sambil memperkuat investasi
perusahaan di tempat-tempat yg menguntungkan.
Menuai / “memerah” investasi perusahaan u/
memulihkan kas secepatnya.
Melepaskan bisnis itu secepatnya dengan menjual
assetnya dengan cara yg paling menguntungkan.
      Kritik para ahli tentang
             teori SKP
1. Lamanya tahap itu berbeda-beda untuk berbagai industri, dan sulit
   menentukan tahap mana perusahaan saatini berada, sehingga
   mengurangi manfaat konsep ini sebagai perencanaan.
2. Pertumbuhan produk tidak selalu harus berbentuk huruf “S”
3. Perusahaan dapat mempengaruhi bentuk kurva pertumbuhan melalui
   inovasi produk dan penataan kembali penataanya.
4. Sifat persaingan yang dikaitkan dengan masing-masing tahap SKP
   berbeda bagi setiap industri. (Indriyo Gito Sudarmo)
         Philip Kotler
“Perhatikan tentang siklus hidup
produk; tetapi yang lebih penting,
 perhatikan Siklus Hidup Pasar”
                        BAB VIII
                     SISTEM HARGA
“Menguntungkan bagi perusahaan tetapi menarik bagi pembeli”.


Faktor-faktor penentu harga jual:

                                             A.Biaya.
Ada 2 cara yaitu
1.Cost-plus Pricing.
         Penetapan harga jual dengan dasar biaya produksi yang digunakan :produsen

       Harga jual = Biaya pokok + margin keuntungan.
2. Mark up pricing
        Didasarkan atas harga beli pesatuan +prosentase ttt sebagai mark up. prosentase mark up
        berbeda diantara jenis yang berbeda, biasa digunakan oleh pedagang atau makelar

      Harga jual : Harga beli ditambah mark up.
       Mark up : kelebihan harga jual diatas harga belinya
       Keuntungan dan biaya diambilkan dari mark up nya.
                    B. Permintaan
 Jika permintaan kuat  harga tinggi
 Jika permintaan lemah - harga rendah.
 Jadi untuk barang yang sama tidak perlu dengan harga yang sama

                       C. Persaingan
Atas dasar situasi persaingan perusahaan menetapkan harga jualnya,
   sama dengan saingannya, sedikit di atas atau di bawah saingan.
Contoh : “Politik dumping”
Menjual harga keluar negeri dengan harga di bawah biaya produksi
“Leasing” – pembelian secara kredit
Menerapkan potongan
Metode melihat apa yang dilakukan pesaing:
1. “Going rate pricing “ditentukan mengikuti harga yang terjadi dalam
   persaingan
2. “Sales bid pricing” memperhatikan harga dari pesaing, tetapi hanya
   menebak. Sistem lelang/tender.
        STRATEGI HARGA (PRODUK
                BARU)
1. Penetapan harga setinggi-tingginya
  (Market - skimming pricing/skim-the-cream pricing)
2. Penetapan harga serendah-rendahnya
  (Market penetration pricing/penetration pricing)


 Tujuan Penetapan Harga
 1. Mencapai target pengembalian investasi
 2. Menyeimbangkan harga itu sendiri
 3. Sebagai penentu market share
 4. Alat persaingan, terutama perusahaan sejenis
 5. Memaksimalkan profit
Potongan Harga
1. Potongan kwantitas  kumulatif dan non kumulatif
2. Potongan dagang  potongan fungsional
3. Potongan tunai  potongan yang diberikan karena tepat waktu
4. Potongan musiman  potongan pada musim sepi, dst
5. Potongan promosional  potongan yang membantu promosi

Prosedur Penetapan Harga:
1. Mengistimasikan permintaan terhadap produk
2. Menduga reaksi konsumen
3. Menentukan bagian pasar yang diharapkan
4. Menentukan strategi penetapan harga
5. Mempertimbangkan kebijakan
6. Memilih harga tertentu
Untuk  menghadapi      persaingan,        perusahaan        dapat
  menggunakan 2 cara :
1. Persaingan harga – (penurunan harga)
  a.   Jika permintaan elastis  penurunan       harga      dapat
        meningkatkan volume penjulan
  b. Jika permintaan in elastis  penurunan harga hanya
       menurunkan volume penjualan.
2. Persaingan non harga
  a. Perusahaan menitikberatkan pada : barang yang dijual,
       sistem distribusinya, serta program promosinya.
  b. Adapun metode-metode dapat berupa:
       1) Perbedaan barang, dengan barang pesaing
       2) Penghantaran barang, tanpa dibebani ongkos
          angkut, persyaratan kredit yang lunak, garansi.
       3) Kupon berhadiah
       4) Lokasi yang strategis
                    BAB IX
              STRUKTUR DISTRIBUSI

   Saluran distribusi (saluran pemasaran) adalah suatu perangkat organisasi
   yang saling tergantung dalam menyediakan satu produk atau jasa untuk
   digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis.
   Mengapa perantara pemasaran digunakan? Penggunaan perantara merupakan
   hasil dari efisiensi yang lebih besar dalam menyediakan produk ke pasar
   sasaran. Lewat kontak, pengalaman, spesialisasi dan skala operasi mereka,
   perantara biasanya menawarkan lebih daripada yang dicapai sendiri oleh
   perusahaan.


Faktor-faktor yang mempengaruhi :
1. Pertimbangan pasar : konsumen/pasar industri, jumlah pembeli potensial,
   konsentrasi pasar secara geografis, jumlah pesanan.
2. Pertimbangan barang: nilai per unit, besar/berat barang, ketahanan barang,
   sifat teknis barang, luasnya product line barang, standar pesanan.
3. Pertimbangan perusahaan : sumber pembelanjaan, pengalaman/kemampuan
   managemen pengawasan dan pelayanan.
4. Pelayanan perantara : Pelayanan yang diberikan, kegunaan sikap perantra,
   volume penjualan, ongkos.
                                     PE


      Agen
                      PB              PE
     Tunggal




                       PB             PE


                                      PE

                                                KONSUMEN
PRODUSEN




        Gb: Distribusi untuk kolompok barang konsumsi
                        Agen




                                        Distributor
                          Agen
                                         Industri




                                        Distributor
                                         Industri


                                                       PEMAKAI
PRODUSEN                                              INDUSTRI




           Gb: Distribusi untuk kolompok barang industri
    Menentukan Banyaknya Penyalur

1. Distribusi Insentif – Banyak penyalur/pengecer barang-barang
   konvenien
2. Distribusi Selektif –Beberapa perantara/penyalur barang baru/
   shoping/spesial
3. Distribusi Eksklusif – Satu perantara (PB/PE) barang antik, seni

   Pengelolaan Distribusi Phisik
“Aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan perpindahan jumlah yang
tepat, produk yang tepat, pada tempat yang tepat dalam waktu yang
tepat pula”
Tugas-tugas distribusi phisik.
1. Penentuan lokasi dan sistem pergudangan
2. Menentukan cara penanganan barang
3. Menentapkan cara pengontrolan persediaan
4. Menentukan prosedur pemrosesan pesanan
5. Memilih cara transportasi
                                 BAB X
                            PROMOTIONAL MIX

“Kombinasi yang paling baik dari kegiatan periklanan, penjualan tatap
muka, promosi penjualan, publisitas, dan alat promosi yang lain yang
kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan”



 Alat yang digunakan untuk promosi produk:
 1. Periklanan (Advertensi) : bentuk presentasi lisan dan promosi non
    pribadi tentang ide barang, jasa yang dibayar oleh sponsor
    tertentu. (Iklan di surat kabar, TV, radio, papan reklame,
    selebaran, buku-buku kecil, dll.)
    Sifat / kualifikasi iklan:
    (1) daya serap  ditayangkan berulang-ulang
    (2) Ungkapan yang diperjelas
    (3) Tidak adanya hubungan tatap muka
2. Personal selling (penjualan tatap muka)
        Merupakan kegiatan perusahaan untuk        melakukan     kontak
langsung dengan calon konsumennya.
        Karakteristik Personal selling:
        - Berhadapan langsung secara pribadi
        - Keakraban
        - Tanggapan

3. Promosi Penjualan
        “Merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang
    dipasarkan sedemikain rupa, sehingga konsumen akan mudah
    melihatnya, dan dengan penempatan/pengaturan ttt, produk tsb
    akan menarik perhatian konsumen” (Pembuatan booklet/leflet,
    peragaan , konsultasi, pemberian contoh cuma-cuma, premi,
    menyelenggarakan pameran, dll)
       (Karakteristiknya: Komunikasi, insentif, undangan promosi)


4. Publisitas (Mensosialisasikan suatu produk/memasyarakatkan)
“Sejumlah informasi tentang seseorang, barang, organisasi yang
disebarluaskan ke masyarakat melalui media massa tanpa dipungut
biaya atau pengawasan sponsor”
   Kelebihan publisitas:
   1. Lebih dipercaya oleh konsumen
   2. Dapat menjangkau publik yang phobi iklan, personal selling, promosi
      penjualan.
   3. Dapat menampilkan peranan suatu perusahaan atas suatu produk

Faktor-faktor penentuan promotional Mix
1. Jumlah dana yang digunakan
   Dana banyak  personal selling
   Dana terbatas  periklanan
2. Sifat pasar
   a. Luas pasar secara geografis  pasar lokal
                                  pasar Internasional
   b. Konsentrasi pasar  Jml Calon pembeli
                            Jml pribadi potensial
                            Konsentrasi nasional
   c. Macam-macam pembeli  P. Industri
                                  Konsumen RT
                                  perantara, dll
3. Jenis produk
        - Barang konsumsi periklanan
        - barang industri personal selling

4. Tahap-tahap dalam siklus kehidupan barang
        - tahap perkenalan  personal selling
        - tahap pertumbuhan  periklanan
        - tahap kedewasan  periklanan
         - tahap penurunan  jika dengan promosi tidak menguntungkan,
                             buat produk baru
5. Faktor Anggaran
       Dana promosi besar Iklan yang bersifat nasional
       Dana promosi terbatas  personal selling, promosi penjualan

6. Faktor Bauran Promosi
    • Harga tinggi berkorelasi positif dengan kualitas tinggi.
        Jadi iklan mengkomunikasikan kualitas dari produk-produk yang
        harganya mahal.
•Distribusi secara langsung  personal selling
 Distribusi tidak langsung  periklanan
•Seperti produk, merek juga memiliki daur hidup
 - Tahap perkenalan  periklanan
 - Tahap pertumbuhan periklanan dan personal selling
 - Tahap kedewasaan  memperkenalkan merk baru lagi
                                   BAB XI
             RISET DAN SISTEM INFORMASI PEMASARAN

“Suatu perencanaan, pengumpulan dan pelaporan data secara sistematis
dan menemukan data yang relevan dengan situasi pemasaran tertentu
yang dihadapi perusahaan”
“Pengumpulan dan penganalisisan informasi untuk membantu manajemen
dalam mengambil keputusan di bidang pemasaran”.
Jadi riset pemasaran merupakan suatu proses yang sifatnya praktis. Dan
bagi manajemen menggunakannya dalam pengambilan keputusan.


Sistem Informasi Pemasaran (SIP)
1) “Suatu struktur yang terdiri dari prosedur, perlengkapan dan manusia
   yang saling berkaitan, berkesinambungan dan berorientasi ke masa
   depan”
2) “Suatu struktur yang berkesinambungan dan saling berinteraksi dari
   orang-orang, peralatan dan prosedur untuk mengumpulkan, mensortir,
   menganalisis, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi yang ada,
   informasi yang akurat dan tepat waktu untuk digunakan oleh pengambil
   keputusan pemasaran guna memperbaiki perencanaan, pelaksanaan &
   pengendalian pemasaran”
     RISET PEMASARAN                           SIP




1. Tekanan pada penangan          1. Menangani data internal
   informasi eksternal               dan eksternal
2. Berhubungan dengan             2. Berhubungan dengan
   pemecahan masalah                 pencegahan dan pemecahan
3. Beroperasi secara parsial         masalah
   proyek demi proyek             3. Beroperasi secara
4. Pemusatan informasi               kesinambungan
   masa lalu                         merupakan sebuah sistem
5. Merupakan satu sumber          4. Berorientasi ke masa depan
   input informasi bagi SIP       5. Mencakup sub sistem
                                     yang lain, tidak hanya
                                     riset.




                    Gb: Perbedaan RP dan SIP
                                Sistem informasi pemasaran

  Manajer        Mengetahui     mengembangkan informasi       Lingkungan
 pemasaran                                                    pemasaran
                  Kebutuhan       Catatan       Intelijen
                  informasi        Intern      Pemasaran
  Analisis                                                   Pasar sasaran



Perencanaan                                                    Saluran
                                                              pemasaran

Pelaksanaan
                                                               Pesaing
                                  Analisis       Riset
 Organisasi                      informasi     Pemasaran
                                                                Publik
                  Menyalurkan
                   Informasi
Pengendalian
                                                               Kekuatan
                                                              lingkungan
                                                                 makro




               Gb Keputusan dan Komunikasi Pemasaran
                     DAFTAR PUSTAKA

Basu Swastha DH, MBA. 2002. Azas-azas Marketing. Yogykarta: BPFE.
Catur Resmiati, Ig. Bondan Suratno. 2001. Pemasaran Barang dan Jasa.
       Yogyakarta: Kanisius.
Fandy Tjiptono, 1997. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.
Irawan, Faried Wijaya. 2001. Pemasaran, Prinsip dan Kasus. Yogyakarta:
       BPFE.
Kotler, Philip. Guru Armstong. 2004. Dasar-dasar pamasarn. Penterjemah:
         Alexander. Jakarta: PT. Indeks.
Paul Peter dan Jerry C. Olson. 1999. Consumer Behavour. Jakarta:Erlangga.
Stanton, W.J. 2000. Prinsip Pemasarn. Penterjemah Lamarto. Y. Jakarta:
       Erlangga.
Tim Mitra Bestasi, 2003. Dasar-dasar Pemasaran. Yogyakarta: Surya
      Sarana Grafika.
DUNIA BELUM BERAKHIR...................
HIDUP INI INDAH,
 ISILAH DENGAN
   SESUATU YG
  BERMANFAAT.
 SEBAGAI PELAJAR
 SUDAH BARANG
TENTU HARUSLAH
     BELAJAR.
LO SEMUA MAMPU
  TINGGAL MAU
     ATAU GA?
HANYA ORANG YG
BODOH YG PUTUS
ASA, HANYA ORANG
YANG SEMANGAT
YANG BERHASIL, KEEP
FIGHTING SPIRIT.
TUNJUKKAN PD
DUNIA BAHWA LO
BISA!!
 JANGAN SUKA
    MENYIA
    NYIAKAN
WAKTU. WAKTU
  ITU SEPERTI
PEDANG YG SIAP
   MEMBABAT
 LEHERMU JIKA
     TDK LO
  MANFAATIN
  SEBAIK2NYA
SEMANGAT !!!!!
YAKIN ATAS
KEMAMPUANMU SENDIRI,
SELAMA MASIH SAMA-
SAMA MAKAN NASI
ORG LAIN BISA
KAMU PASTI BISA!!!
YG MENENTUKAN
HIDUPMU
ADALAH KAMU SENDIRI !
BUKTIKAN KAMU MAMPU!

SELAMAT BELAJAR !!!!
KUTUNGGU
   KABAR
KESUKSESAN
  MU......!!!
TERIMA KASIH

								
To top