Docstoc

Database Manajemen System - anasthasya

Document Sample
Database Manajemen System - anasthasya Powered By Docstoc
					Oleh : Anasthasya M Noor
System Manajemen Database adalah Suatu program komputer yang
digunakan untuk memasukkan,mengubah,menghapus,memanipulasi dan
memeperoleh data atau informasi dengan praktis dan efisien.




 1. Hardware ; yang melakukan pemrosesan dan menyimpan database.
 2. Data.
 3. User , dapat diklasifikasikan menjadi :
      End User ;
            Pengguna aplikasi, yang mengoperasikan program aplikasi.
            Pengguna interaktif, yang memberikan perintah-perintah beraras tinggi
             (sintak-sintak query).
      Programmer aplikasi, yang membuat program aplikasi.
      Database Administrator, bertanggung jawab terhadap pengelolaan
         database.
 4. Software, sebagai interface antara user dan database.
Perangkat lunak yang mengatur dan memelihara integrasi logis antar file, baik
eksplisit maupun implisit disebut DBMS (database management system). DBMS
berbasis komputer mikro pertama yang sangat terkenal adalah dBASE II, III dan
IV . selanjutnya pengembangan DBMS berfokus pada pasar komputer mikro
dan telah menerapkan struktur relasional. Microsoft Access adalah suatu
contoh sistem manajemen database relasional untuk komputer mikro.




Proses menciptakan database mencakup tiga tahap, yaitu menentukan
kebutuhan data, menjelaskan data, dan memasukkan data ke dalam
database.
Pemakai database dapat berupa orang atau program aplikasi. Orang
biasanya menggunakan database dari terminal dan mengambil data dan
informasi dengan menggunakan query language. Query adalah permintaan
informasi dari database, dan query language adalah bahasa khusus yang
user friendly yang memungkinkan komputer menjawab query.
Model yang menunjukkan elemen - elemen utama DBMS adalah :

 1.   Data Description Language Prosessor, mengubah kamus data
      menjadi skema database. Ini merupakan DDL yang telah
      dijelaskan sebelumnya. semua DBMS memiliki DDL.
 2.   Performance Statistics Processor, memelihara statistik yang
      mengidentifikasi data apa yang sedang digunakan, siapa yang
      menggunakan dan seterusnya. Statistik ini digunakan dalam
      mengelola database. DBMS berbasis komputer mikro biasanya
      tidak menyertakan elemen ini.
 3.   Modul Backup/ Recovery, secara periodik dibuat suatu backup
      dari database. Apabila terjadi kerusakan database, maka
      backup database merekonstruksi database tersebut . modul
      backup/recovery menyelesaikan rekonstruksi tersebut.
 4.   Manajer Database, adalah elemen paling penting karena
      menangani permintaan data para pemakai. Query language
      dan DML adalah bagian dari manajer database. Manajer
      database juga menghasilkan statistik kinerja yang diproses oleh
      performance statistics processor dan semua DBMS menyertakan
      elemen ini.
Seorang spesialis informasi yang bertanggung jawab atas database disebut
pengelola database (DataBase Administrator, DBA ). DBA mempunyai tugas
utama, yaitu perencanaan, penerapan, operasi dan keamanan.
A.   Perencanaan database mencakup sama dengan para manajer untuk
     mendefinisikan skema dan subskema. DBA berperan penting dalam
     memilih DBMS.
B.   Penerapan database terdiri dari menciptakan database yang sesuai
     dengan spesifikasi DBMS yang dipilih serta menetapkan dan
     menegakkan kebijakan dan prosedur penggunaan database.
C.   Operasi database mencakup menawarkan program pendidikan
     kepada pemakai database dan menyediakan bantuan saat
     diperlukan.
D.   Keamanan database meliputi pemantauan kegiatan database
     dengan menggunakan statistik yang disediakan DBMS. Selain itu, DBA
     memastikan bahwa database tetap aman.
DBMS memungkinkan untuk menciptakan database dalam
penyimpanan akses langsung komputer memelihara isinya dan
menyediakan isi tersebut bagi pemakai tanpa pemrograman
khusus yang mahal.

 Keuntungan DBMS :
 1.  Mengurangi pengulangan data.
 2.  Mencapai independensi data.
 3.  Mengintegrasikan data dari beberapa file.
 4.  Mengambil data dan informasi secara cepat.
 5.  Meningkatkan keamanan.
 Kerugian DBMS :
 1.  Memperoleh perangkat lunak yang mahal.
 2.  Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar.
 3.  Mempekerjakan dan mempertahankan staf DBA.

 Database terkomputerisasi maupun DBMS bukanlah prasyarat mutlak untuk
     pemecahan masalah. Namun mereka memberikan dasar-dasar
     penggunaan komputer sebagai suatu sistem informasi bagi para spesialis
     informasi dan pemakai.
Anasthasya M Noor

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:4/17/2013
language:Indonesian
pages:8