Docstoc

isbd

Document Sample
isbd Powered By Docstoc
					ISBD: ILMU SOSIAL DAN
   BUDAYA DASAR
MATAKULIAH BERKEHIDUPAN
    BERMASYARAKAT
         (MBB)
        POKOK KAJIAN ISBD
•   Pengantar ISBD
•   Manusia Sebagai Makhluk Budaya
•   Manusia dan Peradaban
•   Manusia sebagai Individu dan Makhluk Sosial
•   Manusia, Keseragaman, dan Kesederajatan
•   Moralitas dan Hukum
•   Manusia, Sains dan Teknologi
•   Manusia dan Lingkungan
        Macam-Macam Bentuk
        Perubahan Kebudayaan
• Evolusi: Perubahan kebudayaan yg terjadi secara
  lambat dg arah perubahan untuk mencapai bentuk
  yang lebih sempurna.
• Revolusi: Proses perubahan kebudayaan yg terjadi
  secara cepat, shg perubahan itu segera terlihat dan
  dapat dirasakan masyarakat.
• Inovasi: Proses perubahan kebudayaan yang terja-
  di disebabkan oleh berbagai faktor yg berasal dari
  dalam diri masyarakat itu sendiri.
• Defusi: Proses perubahan kebudayaan yg terjadi
  disebabkan oleh faktor-faktor dari luar masyarakat
  masyarakat itu sendiri.
 Perubahan Kebudayaan Terjadi
 Dlm Diri Individu Ketika Proses
• Internalisasi: Suatu proses dari berbagai pengeta-
  huan yg berada di luar diri individu dan masuk
  menjadi bagian dari diri individu.
• Sosialisasi: proses penyesuaian diri seorang indi-
  vidu ke dalam kehidupan kelompok tempat indivi-
  du itu berada, sehingga kehadirannya dapat diteri-
  ma oleh anggota kelompok yang lain.
• Enkulturasi: Proses ketika individu memilih nilai-
  nilai yang dianggap baik dan pantas untuk hidup
  bermasyarakat, sehingga dapat dipakai sebagai
  pedoman bertindak.
              Konstruk cinta
•   asmara
•   Kasih sayang
•   Belas kasihan
•   pemujaan
Macam-Macam Bentuk Perilaku
      di Masyarakat
• Cultural lag: penggambaran keadaan ma-
  syarakat yang dengan mudah menyerap bu-
  daya yang bersifat material tetapi belum
  mampu untuk mengadaptasi budaya yang
  bersifat non-material.
• Deviant behavior: salah satu bentuk perila-
  ku sosial yang menyimpang di masyarakat.
      Macam-Macam Peristiwa
          Kontak Budaya
• Asimilasi: proses bertemuanya dua atau lebih bu-
  daya yang berbeda, dan masing-masing unsur bu-
  daya tersebut saling ber-interaksi secara intensif
  dan menghasilkan budaya baru. Ciri khas dari ma-
  sing-masing unsur budaya tersebut sudah tdk tam-
  pak lagi.
• Akulturasi: bertemunya dua atau lebih kebudayaan
  yg berbeda, yang masing-masing unsurnya saling
  bersentuhan dan saling meminjam dengan tidak
  menghilangkan ciri khas masing-masing budaya
  tersebut.
Faktor-Faktor yg Mempengaruhi
  Sikap Menerima Perubahan
•   Kebutuhan
•   Keuntungan langsung yg dpt dinikmati
•   Senang thd sesuatu hal yg baru (novelty)
•   Sifat inovatif yg selalu ingin berkreasi.
     Sikap Menolak Perubahan
           Dikarenakan
• Hal-hal yang baru dianggap merugikan
• Bertentangan dengan tata nilai yang sudah
  ada sebelumnya
• Menolak karena tanpa alasan yang jelas.
          Sistem Nilai dan
          Pandangan Hidup
• Sistem nilai merupakan pedoman hidup
  yang dianut oleh sebagian besar warga
  masyarakat.
• Pandangan hidup atau world view adalah
  suatu sistem pedoman yang dianut oleh
  golongan-golongan, atau individu-individu
  di dalam masyarakat.
        Mentalitas Nilai Budaya
        Tradisional dan Modern
• Hidup dikuasai alam         • Pandangan aktif thd hidup
• Banyak bergantung pd        • Tdk bergantung pada
  kaum kerabat                  kaum kerabat
• Orientalisme pada           • Orientalisme thd
  kehidupan desa                kehidupan kota
• Gotong royong               • Individualisme
• Hubungan keturunan          • Condong pd hubungan
• Info media kurang penting     demokratis
• Memandang rendah            • Butuh media massa
  kapasitas orang lain        • Pandangan sama rata
• Percaya dg orang lain         untuk maju
                              • Kurang percaya dg orla
          Lanjutan Mentalitas
         Tradisional dan Modern
• Berpandangan feodal thd       • Menghargai pekerjaan
  dunia kerja                     lapangan
• Mengagungkan                  • Segan thd pranata luar
  pranatanya sendiri
                                • Mengutamakan mutu hasil
• Tidak mengutamakan
  mutu karya                      karya
• Tdk berani mengambil          • Berani mengambil resiko
  resiko dlm berkarya             dlm berkarya
• Orientasi thd keluarga inti   • Orientasi thd keluarga inti
  sangat besar                    kecil
• Aktivitas religi sangat       • Aktivitas religi rendah
  tinggi sbg kebutuhan
  hidup
     Ukuran Tindakan Manusia
• Didasarkan pada seberapa besar tindakan itu dapat
  menguntungkan serta menyempurnakan
  kemanusiaan masyarakat lain disekitarnya.
• Akal dan budi manusia menampakkan dirinya sbg
  pencipta kebahagiaan manusia yang bersifat non
  spiritual dan spiritual serta menuntun dan menga-
  rahkan tindakan manusia yang sesuai dengan nilai
  moral.
   Keistimewaan Manusia Perlu
        Dipahami Sebagai
• Bekal “tahu diri” bahwa manusia hanya sbg salah
  satu makhluk ciptaan dari Allah.
• Untuk memahami Firman Allah dlm. Surat At Tin,
  ayat 4-6 yang artinya: “Sesungguhnya telah Aku
  ciptakan manusia itu dalam sebaik-baiknya cipta-
  an.Kemudian akan aku kembalikan dia ke tempat
  yang serendah-rendahnya, kecuali orang yang ber-
  iman dan berbuat kebajikan.
• Bekal ‘mawas diri’ agar tidak sombong, takabur,
  dan kufur nikmat atas kekayaan, jabatan, dan ke-
  kuasaannya, sehingga paham akan amanahnya.
     Budaya manusia harus
 dikembangkan dg etika, karena:
• Budaya sbg bentuk perilaku diri manusia.
• Manusia sbg inti & puncak sgl kebudayaan.
• Pengembangan budaya tanpa etika akan dpt
  membawa kehancuran manusia itu sendiri.
• Budaya sbg bentuk keberadaban manusia.
• Peradaban sebagai wujud nyata tingkat
  kebudayaan manusia itu sendiri.
     Tahap-Tahap Kebudayaan
• Tahap mistis: tahap dimana manusia merasakan
  dirinya terkepung oleh kekuatan-kekuatan gaib
  yang ada di sekitarnya.
• Tahap ontologis: suatu tahap dimana sikap
  manusia sudah tidak lagi hidup dalam kepungan
  kekuasaan mistis, melainkan ingin meneliti segala
  hal ikhwal.
• Tahap fungsional: sikap manusia yang sudah ber-
  usaha untuk mengadakan relasi-relasi baru dengan
  alam sekitarnya secara fungsional.
     Lima Masalah Pokok yang
        Dihadapi Manusia
• Hakekat dari hidup manusia
• Hakekat dari karya manusia: makna dan fungsinya
• Hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan
  waktu
• Hakekat manusia hubungannya dengan alam
  sekitar
• Hakekat manusia hubungannya dengan manusia
    Identifikasi Suatu Kebudayaan
•   Hanya ada dalam kehidupan manusia
•   Hanya diperoleh dalam anggota masyarakat
•   Diwariskan dengan cara belajar
•   Berwujud material dan non material
        Manusia sbg Pencipta
           Kebudayaan
• Kelakuan manusia didasarkan pada akalnya
• Kehidupan manusia berlangsung atas bantuan
  peralatan sbg hasil kerja akalnya
• Perilaku manusia didapat dan dibiasakan dengan
  proses belajar
• Dengan akalnya manusia memiliki alat
  komunikasi berupa bahasa
• Pengetahuan manusia bersifat akumulatif
• Dengan akalnya manusia dpt merumuskan segala
  pengetahuannya yang bersifat akumulatif
• Sistem pembagian kerja manusia lebih kompleks
                 VISI ISBD
• Menjadi sumber nilai, moral, estetika, etika, dan
  panduan bagi penyelenggaraan pendidikan dlm
  mengantarkan mhs mengembangkan kemampuan
  pemahaman serta penguasaan tentang:
• 1. Keanekaragaman, kesederajatan, dan kemarta-
  batan sbg individu dan makhluk sosial di dlm ke-
  hidupan bermasyarakat dg berpedoman kpd kebu-
  dayaan melalui pranata pendidikan.
• 2. Tanggung jawab manusia thd sumber daya alam
  dan lingkungannya dlm berkehidupan bermasyara-
  kat baik nasional, global, yg membatasi tindak ke-
  karyaan seseorang sesuai dg kompetensi keahlian-
              MISI ISBD
• Memberikan landasan pengetahuan dan wa-
  wasan luas serta keyakinan kpd mhs sebagai
  bekal hidup bermasyarakat selaku individu,
  makhluk sosial yg beradab, bertanggung ja-
  wab thd sumber daya alam dan lingkungan-
  nya.
            Kompetensi MBB
• Agar mhs menguasai kemampuan berpikir rasio-
  nal, berwawasan luas, berjiwa besar sbg manusia
  intelektual beradab dan bermartabat yg bertang-
  gung jawab thd. :
• A. Terwujudnya estetika, etika & moral atau nilai-
  nilai budaya bagi keteraturan, kebersamaan, dan
  kesejahteraan hidup bermasyarakat.
• B. Terpeliharanya sumber daya alam dan lingku-
  ngannya.
        KOMPETENSI ISBD
• Menguasai pengetahuan ttg keanekaragaman, ke-
  sederajatan, dan kebermartabatan manusia sbg in-
  dividu dan makhluk sosial dlm berkehidupan ber-
  masyarakat.
• Memahami dan menghormati estetika, etika dan
  nilai-nilai budaya yg menjadi pedoman bagi kete-
  raturan dan kesejahteraan hidup dlm menata hidup
  kebersamaan dlm masyarakat.
             TUJUAN ISBD
• Mengembangkan kesadaran mhs menguasai pe-
  ngetahuan ttg keanekaragaman dan kesederajatan
  manusia sbg individu & makhluk sosial dalam ke-
  hidupan bermasyarakat.
• Menumbuhkan sikap kritis, peka & arif dlm me-
  mahami keragaman dan kesederajatan manusia dg
  landasan nilai estetika, etika dan moral dalam ke-
  hidupan bermasyarakat.
• Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan
  yg luas serta keyakinan kpd mhs sbg bekal bagi
  hidup bermasyarakat, selaku individu & makhluk
  sosial yg beradab dlm mempraktikkan pengetahu-
         Hakekat Kebudayaan
• Penjilmaan manusia dalam menghadapi waktu,
  peluang, keinambungan dan per-ubahan yakni
  sejarah.
• Kebudayaan merupakan perwujudan dari budi,
  yang berupa cipta, karsa, dan rasa.
• Sbg makhluk budaya manusia berkemam-puan
  menciptakan kebaikan, kebenaran, keadilan dan
  bertanggung jawab.
• Sbg makhluk berbudaya, manusia mendayakan
  akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan,
  baik bagi dirinya & masy demi kesempurnaan
  hidupnya.
 Pengertian cipta, karsa, dan rasa
• Cipta: kerinduan manusia untuk mengeta-hui
  rahasia segala hal yang ada dalam pengalamannya,
  baik lahir maupun batin.
• Karsa: kerinduan manusia untuk menginsyafi ttg
  “sangkan paran”, dari mana manusia itu ada
  (sangkan) dan kemana manusia kembali (paran).
• Rasa: kerinduan manusia akan keindahan,
  sehingga menimbulkan dorongan untuk menikmati
  keindahan.
          Wujud Kebudayaan
• Keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil
  karya manusia untuk memenuhi kehidupannya
  dengan cara belajar, yang semuanya tersusun
  dalam kehidupan masyarakat.
• Menurut J.J. Honigmann berdasarkan gejalanya
  wujud kebudayaan dpt debedakan meliputi: ideas,
  activities, dan artifact.
• Menurut Koentjoroningrat: 1) suatu kompleks ide-
  ide, gagasan nilai-nilai, norma-norma, dsb.2)
  kompleks aktivitas serta tindakan berpola manusia
  dlm masyarakat; 3) benda-benda hasil karya
  manusia.
    7 Unsur Kebudayaan Universal
•   1. Sistem religi dan upacara keagamaan
•   2. Sistem organisasi kemasyarakatan
•   3. Sistem pengetahuan
•   4. Sistem bahasa
•   5. Sistem kesenian
•   6. Sistem mata pencaharian hidup
•   7. Sistem teknologi dan peralatan
   Berbagai Pemahaman Cinta
• Cinta: perpaduan rasa simpati antara dua
  manusia yang tidak terbatas antara wanita
  dengan pria.
• Cinta ibarat seni untuk menggapainya perlu
  pengetahuan dan latihan.
   Sudut Pandang Tentang Cinta
• 1. Sebagai masalah dicintai bukan masalah
  mencintai.
• 2. Masalah objek bukan masalah bakat.
• 3. Cinta tidak perlu dipelajari.
• Menurut Erich Fromm cinta sebagai suatu seni,
  maka memerlukan syarat:
• 1. Perlu pengetahuan dan latihan
• 2. Sebagai suatu kegiatan, bukan pengaruh yg
  pasif
• 3. Salah satu esensinya adalah adanya kreativitas,
  terutama memberi bukan hanya menerima.
     Pengertian Kasih Sayang
• 1. Perasaan sayang, cinta, dan suka kepada
  orang lain.
• 2. Dituntut ada dua orang yang terlibat: yg
  mencurahkan dan yg menerima.
• 3. Faktor perhatian menjadi hal penting dlm
  hal kasih sayang.
            Unsur Kasih Sayang
•   1. Tanggung jawab
•   2. Pengorbanan
•   3. Kejujuran
•   4. Saling percaya
•   5. Saling pengertian
•   6. Saling terbuka
•   Luapan kasih sayang dapat dirasakan oleh siapa
    saja tidak sebatas anggota keluarga: suami-istri
    dan anak-anak, melainkan dapat juga pada suatu
    institusi kelembagaan atau kelompok.
    Contoh Kasus Hub. Kasih
   Sayang Orang Tua Dan Anak
• 1. Jika orang tua dan anak aktif diprediksi akan
  terjadi hubungan: intim, mesra, saling mencintai,
  menghargai, dan membutuhkan.
• 2. Jika orang tua aktif dan anak pasif: anak takut,
  minder, kurang berani dalam masyarakat, tidak
  berani menyatakan pendapat, tidak mampu berdiri
  sendiri.
• 3. Jika anak aktif dan orang tua pasif: terjadi
  adanya kurang kurang perhatian.
• 4. Jika anak pasif dan orang tua pasif: dingin,
  tidak ada rasa kasih sayang.
 Bagaimana Islam Menempatkan
    Cinta Dalam Kehidupan
• Cinta dan kasih sayang dalam Islam ditempatkan
  sebagai landasan dasar kehidupan. Dengan cinta
  manusia dapat melakukan ritualitas ibadah yang
  sebenarnya.
• Berbagai contoh bukti bahwa Islam menempatkan
  cinta dan kasih sayang sebagai hal yang penting:
• 1. Semua wujud ritual ibadah dalam Islam selalu
  menempatkan nilai cinta kasih yang tertuju pada
  hubungan horisontal dan vertikal, misalnya dalam
  sholat selalu disertai dengan menebar doa pada
  sesama sebagai wujud cinta kasih pada sesama
  manusia dan pemujaan pada Yang Maha Kuasa.
  Yang Mempengaruhi Perasaan
    Cinta dalam Diri Manusia
• 1. Akal Budi: tanpa pamrih dipandang
  sebagai cinta sejati.
• 2. Nafsu: dengan pamrih (utilitaris), yang
  dilakukan untuk kepentingan diri sendiri.
• Tugas manusia sebagai pengemban nilai
  moral dapat membawa perasaan cintanya
  yang sesuai dengan esensi kemanusiaannya.
     Kriteria Cinta Kasih Sejati
• Berangkat dari rasa tenggang rasa
• Tidak ada kehendak untuk memiliki apalagi
  menguasai.
• Yang ada rasa solidaritas.
• Senasib sepenanggungan.
• Tidak menimbulkan kewajiban melainkan
  tanggung jawab.
• Tidak menuntut balas melainkan lebih banyak
  memberi.
      Karakteristik Kemesraan
• Dari kata “mesra” yang berarti ada perasaan
  simpati yang akrab, yang dijalin adanya
  hubungan antara pria dengan wanita, suami
  dengan istri.
• Tertanam adanya perwujudan kasih yang
  mendalam.
• Mampu mendorong adamya kreativitas,
  nisalnya dalam bidang seni.
          Prinsip Pemujaan
• Perwujudan cinta manusia kepada Tuhan.
• Merupakan inti, nilai, dan makna kehidupan
  yang sebenarnya.
• Wujud cinta yang mutlak.
• Ungkapan rasa syukur terhadap yang Maha
  Rohman dan Rohim.
    Surat Alquran yang Terkait
      Dengan Hal Tersebut
• Al Furqon, ayat 59-60: Tuhan telah menciptakan
  langit dan bumi serta apa saja di antara keduanya
  dalam enam rangkaian masa, kemudian Dia
  bertahta di atas singgasana-Nya, Dia Maha
  Pengasih, Maha Penyayang, maka tanyakanlah
  kepada-Nya tentang persoalan apa saja yang perlu
  diketahui.
• Mereka manusia sujudlah kepada Tuhan Yang
  Maha Pengasih.
• Rum, ayat 1-2: Muliakanlah Dia sebagai Allah
  atau mengucapkan syukur kepada-Nya.
      Lanjutan Perintah Takwa
           Kepada Allah
• Dalam Hadist Muttafaqun’alaih: Barang siapa
  yang menghubungkan Aku, maka Allah akan
  menghubungkan-nya, dan barang siapa yang
  memutuskan Aku, maka Allah akan memutuskan-
  nya.
• Hadist R.W. Ahmad dan Turmudi, dari Mu’adz:
  Bertakwalah engkau dimana saja engkau berada.
  Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik.
  Perbuatan baik bisa menghapus perbuatan buruk
  dan pergaulilah manusia dengan budi pekerti yang
  baik.
   Tiga Hal Ketakutan Manusia
    (Menurut Talcott Person)
• Ketidakmengertian manusia dalam
  menghadapi masalah kematian.
• Kemampuan manusia yang terbatas dalam
  mengatasi masalah tersebut.
• Kelangkaan akan hal yang dapat memberi
  kepuasan.
   Reaksi Terhadap Ketiga Hal
• Melakukan pemujaan terhadap Tuhan, yang
  implementasinya dapat dilakukan di rumah,
  masjid, gereja, pura, candi, kuil, dll.
• Melakukan berbagai kreativitas budaya dan
  seni sebagai bentuk pengagungan.
• Reaksi yang salah penyalurannya terhadap
  ketiga hal tersebut dapat menimbulkan
  perilaku yang asosial dan anti sosial.
     Fungsi Tempat Beribadah
• Memberi dukungan emosional dan moral.
• Menjadi sarana hubungan transendental.
• Mengkramatkan dan mensucikan nilai-nilai
  dan norma-norma masyarakat.
• Memberi identitas pada individu dan
  kelompok.
• Memberi indikasi adanya siklus
  pertumbuhan (life cycle).
       Komponen Sistem Religi
•   Emosi keagamaan
•   Sistem keyakinan
•   Sistem upacara keagamaan
•   Kelompok keagamaan atau umat
      Efek Emosi Keagamaan
        (Religius Emosion)
• Mendorong orang melakukan tindakan
  religi.
• Membuat suatu benda, tindakan, dan
  gagasan memperoleh nilai keramat dan
  disucikan (sacred value).
          Beragam Bentuk
          Sistem Keyakinan
• Muncul konsepsi Dewa-Dewa (Mitologi)
  dan esensi ketuhanan.
• Muncul konsepsi kosmogoni, yaitu
  peristiwa terjadinya alam semesta.
• Muncul konsepsi kosmologi, yaitu masalah
  bentuk dan sifat-sifat alam.
• Muncul konsepsi tentang hidup dan maut.
• Muncul konsepsi alam nyata dan alam gaib.
     Empat Macam Aspek Sistem
        Upacara Keagamaan
•   Tempat upacara keagamaan
•   Waktu upacara keagamaan
•   Benda-benda dan alat upacara
•   Pelaku peribadatan dan pemimpin upacara
   Sub-Unsur Umat Beragama
• Pengikutnya
• Hubungan antara pengikut agama
• Hubungan antara pengikut dengan
  pemimpin agama
• Organisasi para umat
• Kewajiban serta hak-haknya
        Aspek Sistem Ilmu Gaib
•   Memiliki konsepsi dan ajaran
•   Pengikut
•   Sistem upacara
•   Pemimpin danpelaku upacara
•   Peralatan dan tempat
        Memahami Keindahan
• Semakin tinggi pengetahuan seseorang, semakin
  besar pula hasrat dan keinginan seseorang untuk
  menghargai keindahan.
• Penghayatan arti dan fungsi keindahan akan
  memperluas wawasan, pandangan, penalaran, dan
  persepsi.
• Keindahan berasal dari kata indah, yang berarti
  bagus, permai, cantik, elok, permai, dan lain-lain.
       Identivikasi Keindahan
• Identik dengan kebenaran, bernilai sama
  yaitu abadi dan punya daya tarik yang
  bertambah.
• Bersifat universal, artinya tidak terikat oleh
  selera perorangan, waktu dan tempat, mode
  dan selera, kedaerahan dan lokal.
     Keindahan Menurut Plato
• Meliputi dunia ide dan dunia nyata.
• Bercirikan kesederhanaan dan keistimewaan
• Pengetahuan murni (episteme) lebih tinggi
  nilainya daripada pengetahuan semu (dosa)
• Ia menekankan pada arti suatu ide (eidos),
  yang bukan ide adalah berhala (eidola)
 Tiga Macam Bentuk Keindahan
• 1. Keindahan yang didasarkan pada keseimbangan
  keteraturan, ukuran dll. Tokohnya: Pythagoras,
  Plato, Thomas.
• 2. Keindahan adalah jalan untuk menuju kontem-
  plasi. Tokohnya: Plato, Platinos, Agustinus.
• 3. Keindahan yang didasarkan pada perhatian em-
  piris yang terjadi dalam diri subjek. Tokohnya:
  Aristoteles dan Rhomas.
 Keindahan Menurut Konsepnya
        The Liang Gie
• Keindahan dalam arti luas: ide kebaikan,
  watak, hukum, pikiran, pendapat dll.
• Keindahan dalam arti estetik, yang meliputi
  keindahan symmetria didasarkan penglihat-
  an dan harmonia yakni keindahan yang
  didasarkan pada pendengaran disebut
  harmonia.
            Ragam Keindahan
             Dalam Arti Luas
•   Keindahan seni
•   Keindahan alam
•   Keindahan moral
•   Keindahan intelektual
           Katagori Estetik
• Estetik murni menyangkut pengalaman
  estetik seseorang dalam hubungannya dg
  segala sesuatu yang diserapnya.
• Keindahan dalam arti sempit, meliputi
  benda-benda yang dapat diserap dengan
  penglihatan, terkait dengan bentuk dan
  warna.
          Hakekat Keindahan
• Sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat
  pada sesuatu hal.
• Kualita adalah kesatuan (unity), kebalikan
  (contrast), keseimbangan (balance).
• Jadi, keindahan dapat dipandang sebagai kualitas
  hakiki dari segala benda yang mengandung
  kesatuan (unity), keseimbangan (balance),
  keselarasan (harmony), kesimetrisan (symetry),
  pertentangan (contrast).
               Nilai Estetik
• Segala sesuatu yang tercakup dalam kein-
  dahan.
• Keberhargaan dan kebaikan
• Realita psikologi yang harus dibedakan
  secara tegas dengan kegunaan.
• Ada yang bersifat intrinsik dan ekstrinsik.
           Makna keindahan
           Menurut Para Pakar
• Keseluruhan yg tersusun   • Baumgarten
  secara teratur
• Yang baik, memupuk        • Sulzer
  perasaan moral.
• Memiliki proporsi yg      • Shaftesbury
  harmonis.
• Keindahan terlepas dari
  masalah kebaikan          • Winchelmann
• Sesuatu yg mendatangkan
  rasa senang bagi yg       • Tolstoy
  melihat.
• Dapat mendatangkan rasa   • Hume
  senang
       Manusia dan Penderitaan
• Al Quran, Surat Al Balad, ayat 4: Sesungguhnya
  Kami telah menciptakan manusia berada dalam
  susah payah.
• Dengan mempelajari kasus-kasus penderitaan
  manusia berarti telah belajar tentang sikap, nilai,
  harga diri, ketamakan , dan kesombongan
  manusia.
• Kasus-kasus tsb perlu dipelajari untuk
  memperdalam dan memperluas persepsi,
  pandangan, dan penalaran.
   Penderitaan Sbg Fenomena
 Universal dan Anak Penguasaan
• Sebagai fenomena              • Manusia pada dasarnya
  universal tidak mengenal        adalah penyebab utama
  ruang dan waktu, serta          adanya penderitaan.
  dapat menimpa siapa saja.     • Penderitaan pada dasarnya
• Dapat terjadi di masa lalu,     merupakan anak
  kini, dan yg akan datang        penguasaan, sangat jarang
  serta dapat terjadi pada        yang berupa anak
  siapa pun.                      kebebasan.
• Semakin tinggi tingkat        • Timbulnya perang, rasa
  kebutuhan dan tuntutan          sakit, bencana alam, dan
  hidup manusia maka akan         penindasan adalah ulah
  semakin tinggi pula             dari manusia itu sendiri.
  tingkat intensitas            • Al Quran, surat An
  penderitaannya.                 Nisam, ayat 79: Apa saja
   Macam-Macam Penderitaan
• Siksaan
• Rasa Sakit
• Neraka
       Manusia dan Keadilan
• Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan
  yang seimbang antara hak dan kewajiban.
• Dunia keadilan tidak terlepas dari masalah
  kejujuran, kecurangan, pemulihan nama
  baik, dan pembalasan.
     Ada Tiga Macam Keadilan
• Keadilan legal (terkait dg moralitas), yang oleh
  Plato dikatakan bahwa keadilan dan hukum adalah
  substansi rohani umum dari masyarakat yang
  membuat dan menjaga kesatuannya.
• Keadilan distributif adalah sejalan dengan
  pandangan Aristoteles, yang mengatakan bahwa
  keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang
  sama diperlakukan secara sama, dan hal-hal yang
  tidak sama diperlakukan secara tidak sama.
• Keadilan komunikatif adalah keadilan yang
  bertujuan memelihara pertalian dan ketertiban
  masyarakat dan kesejahteraan umum.
    Ketidakadilan dapat Terjadi
           Dikarenakan
• Akibat logis dari suatu sistem yang berlaku,
  baik ekonomi, sosial, atau pun politik dalam
  suatu masyarakat.
      Pengertian Kejujuran dan
             Fungsinya
• Jujur sering diartikan apa yang dikatakatan sesuai
  dengan hati nurani.
• Menepati janji atau kesanggupan, baik yang telah
  terlahir dalam bentuk kata-kata atau yang masih
  berupa niat dalam hati.
• Kejujuran akan mendatangkan ketentraman,
  menghilangkan rasa takut, membuat orang dapat
  bersikap tegas, dan dapat mendatangkan keadilan.
      Empat Aspek Kecurangan
      Manusia dg Alam Sekitar
•   Ekonomi
•   Kebudayaan
•   Peradaban
•   Teknik
    Tanda-Tanda Kemunafikan
• Jika berbicara selalu berbohong
• Jika berjanji selalu diingkari
• Jika diberi kepercayaan selalu berkhianat
  Kapan Pemulihan Nama Baik
          Diperlukan
• Ketika seseorang telah dicemarkan
  riputasinya di mata masyarakat.
• Ketika seseorang diperkarakan secara
  hukum tidak terbukti melakukan berbagai
  hal yang dituduhkan.
    Ukuran Kebenaran dan Moral
         Meliputi Dua Sisi
•   Kebenaran dalam ukuran masyarakat
•   Kebenaran dalam ukuran rohaniah/agama
•   Moralitas masyarakat
•   Moralitas agama
 Tiga Macam Godaan Manusia
 yang Menumbuhkan Kejahatan
• Harta
• Tahta dan Pangkat
• Nafsu syahwat yang tak terjendali
   Beragam Istilah yang Terkait
       Dengan Pembalasan
• Pembalasan: suatu reaksi atas perbuatan orang
  lain, yg sesuai dengan perbuatannya.
• Reaksi tersebut sbg wujud mempertahankan hak
  dan kewajibannya.
• Hak: suatu kekuasaan yang secara syah dimiliki
  seseorang, baik atas pribadi, orang lain, maupun
  harta benda yang di luar dirinya.
• Kewajiban: tugas yg harus dijalankan oleh setiap
  manusia dlm mempertahankan & membela haknya
• Pembalasan dpt bersifat positif dan negatif.
     Lanjutan dari Pembalasan
• Penyebab pembalasan adalah adanya
  pergaulan.
• Pada dasarnya manusia adalah makhluk
  sosial dan bermoral.
• Sebagai makhluk sosial, manusia dibatasi
  oleh norma-norma masyarakat dan negara.
• Sebagai makhluk bermoral, ia dibatasi oleh
  norma-norma ketuhanan dan kemanusiaan.
            Macam-Macam
           Hak dan Kewajiban
• Hak hidup                 • Kw pada diri sendiri
• Hak kemerdekaan
                            • Kw kepada orang lain
• Hak mendapatkan
  perlindungan hukum        • Kw kepada bangsa
• Hak memiliki sesuatu        dan negara
• Hak memperoleh nama       • Kw kepada Tuhan
  baik.
• Hak berfikir dan
  berpendapat.
• Hak berkeyakinan/agama.
• Hak mendapatkan
  pendidikan & pengajaran
• Hak dpt pekerjaan
      Konsep Memanusiawikan
          Manusia Melalui
• Memahami konsep keadilan, penderitaan,
  cinta kasih, tanggung jawab, pengabdian,
  pandangan hidup, keindahan, kegelisahan.
 Manusia dan Pendangan Hidup
• Pandangan hidup: cita-cita, idealitas, sikap
  hidup, dan kebajikan.
• Cita-cita dan idealitas wujudnya berupa
  angan-angan, keinginan, harapan, tujuan.
• Kadar dan tingkatannya sangat tergantung
  pada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan
  masing-masing.
          Konsep Peradaban
• Berasal dari kata adab, artinya akhlak atau
  kesopanan serta kehalusan budi pekerti yang
  berhubungan dengan konsep nilai, moral, norma,
  etika, dan estetika yang ada di masyarakat.
• Kebutuhan akan adab dan peradaban berhubungan
  dengan kebudayaan dan organisasi sosial.
• Peradaban merupakan wujud kebudayaan sebagai
  hasil kreativitas manusia, yang sekaligus
  mempengaruhi serta menjadi pedoman bagi
  kehidupannya.
Wujud dan Makna Hakiki Peradaban

• Wujud peradaban adalah nilai, norma,
  moral, etika dan estetika.
• Contoh bentuk peradaban adalah tradisi,
  modernisasi, dan masyarakat madani.
• Makna hakiki manusia beradab adalah
  ketenangan, kenyamanan, ketenteraman,
  dan kedamaian.
            Masyarakat Madani
• Masyarakat Madani (Civil Society): masyarakat yang telah
  mengenal, menghormati, dan melindungi hak-hak dasar
  manusia (human rights) warganya, yang kemudian dikenal
  dengan hak-hak sipil (civil rights).
• Civil Society: kondisi masyarakat yang diberi makna
  memiliki peradaban dan sering kali dikontroversikan
  dengan masyarakat yang tidak beradab atau barbarian.
• Dua macam Civil Society: 1) suatu bentuk dari societal self
  organization yang memungkinkan setiap individu
  mengaktualisasikan aspirasi politiknya tanpa intervensi
  dari luar; 2) bebas dari kontrol berlebihan terhadap
  individu dan pembatasan otonomi moral sebagai
  konsekuensi dari keswakarsaan individu.
         Elemen Civil Society
• Adanya peraturan hukum yang efektif melindungi
  warga negara.
• Adanya kelompok kepentingan yang diorganisasi
  dengan baik yang memiliki kemampuan untuk
  mengontrol kegiatan kekuasaan yang
  disalahgunakan yang mengontrol administrasi
  dengan paksa.
• Adanya pluralisme yang seimbang di anatara
  penduduk, dan tidak sekelompok orang pun
  memposisikan diri sebagai kelompok yang
  memiliki dominasi absolut.
        Dampak Positif IPTEK
• Dampak positif: 1) segala kebutuhan hidup
  manusia akan dengan mudah terbantu oleh sarana
  dan prasarana yang diciptakan; 2) di bidang
  transportasi manusia akan dengan mudah pergi
  kemana pun dengan alat transportasi; 3) di bidang
  informasi manusia akan dengan mudah mengakses
  informasi dari manapun tanpa beranjak dari
  rumah; 4) di bidang komunikasi manusia akan
  dengan mudah berkomunikasi dengan siapa pun
  tanpa harus menuju ke tempat orang yang diajak
  bicara; dan lain-lain.
        Dampak Negatif IPTEK
• Terhadap kondisi sosial yang memunculkan gaya
  hidup: instan, pola pikir linier, lahirnya pola pikir
  post modernisme yang memunculkan pola pikir
  zig-zag, hedonisme, pragmatisme.
• Perubahan sosial banyak dipengaruhi indikator
  zaman: perkembangan IPTEK yang pesat,
  perkembangan informasi dan komunikasi yang
  semakin canggih, isu politik ekonomi pasar bebas
  yang cenderung kapitalistik, isu globalisasi dan
  pengaruhnya terhadap gaya hidup, pertambahan
  penduduk yang belum terkendali.
Tahap-Tahap Peradaban Manusia
• Tahap mistis adalah tahap cara berpikir manusia yang masih
  terkungkung oleh kekuatan-kekuatan alam di sekitarnya. Contohnya
  adalah cara berpikir dalam masyarakat tradisional.
• Tahap ontologis adalah tahap cara berpikir manusia yang mulai
  mempertanyakan asal muasal, kausalitas dan tidak lagi terkungkung
  oleh alam sekitar. Contohnya terdapat dalam kehidupan masyarakat
  modern.
• Tahap fungsional adalah tahap cara berpikir manusia yang sudah
  menempatkan konsep manfaat dan kegunaan dalam melihat segala hal
  yang terjadi di muka buni dan tidak lagi terpengaruh oleh kekuatan
  alam di luar dirinya. Contohnya adalah dalam kehidupan masyarakat
  yang benar-benar sudah menjadi madani.
    Faktor Yang Mempengaruhi
  Peradaban dan Perubahan Sosial
• Kemajuan media komunikasi
• Kemajuan IPTEK
• Pertumbuhan dan perkembangan demografi
          Eksistensi, Peran,
     dan Tanggung jawab Manusia
• Peran manusia di muka bumi adalah sebagai salah
  satu mahkluk Allah yg diamanahkan untuk
  menjadi khalifah. Manusia memiliki eksistensi
  ganda sebagai individu dan sbg makhluk sosial.
• Manusia sebagai individu memiliki hak,
  kewajiban dan tanggung jawab.
• Manusia sebagai makhluk sosial juga punya hak,
  kewajiban dan tanggung jawab.
           Manusia Sebagai
     Individu dan Makhluk Sosial
• Manusia sebagai individu adalah sebagai seorang
  pribadi yang utuh, terdiri dari jiwa dan badan.
  Sebagai pribadi manusia punya pendapat sendiri,
  cita-cita sendiri, perasaan, mencintai dirinya
  sendiri, keyakinan sendiri dan lain sebagainya.
• Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia
  itu hidup bermasyarakat, mereka saling membu-
  tuhkan, saling tolong-menolong, dan hidup saling
  menghargai.
  Tanggung Jawab Manusia sbg
Makhluk Individu & Makhluk Sosial
• Sebagai individu manusia bertanggung
  jawab terhadap diri sendiri, keluarga,
  masyarakat, negara, dan Tuhan
  sebagaimana yang diamanahkan pada
  dirinya.
• Sebagai makhluk sosial manusia
  bertanggung jawab atas segala konsekuensi
  yang diembannya secara sosial.
       Faktor Penyebab Hidup
           Bermasyarakat
• Manusia tidak dapat hidup sendiri
• Manusia perlu bantuan orang lain
• Manusia sebagai makhluk sosial
• Manusia sebagai makhluk Allah yang
  memiliki daya cipta, karsa, dan rasa
• Manusia sebagai makhluk Allah yang budi
  pekerti dan akal
 Penghambat Hidup Bermasyarakat

• Terlalu membesarkan egonya
• Merasa lebih tinggi baik karena status
  keturunan, jabatan, kekayaan, kekuasaan
• Tidak memahami hakekat hidupnya sebagai
  makhluk Allah secara benar.
         Fungsi Masyarakat
         dan Tugas Keluarga
• Fungsi masyarakat sebagai wadah
  pemanusiaan individu.
• Tugas keluarga membina individu sebagai
  makhluk sosial.
   Bermasyarakat Dalam Berbagai
         Jenis Kehidupan
• Tatanan hidup berkelompok
• Tatanan hidup kelompok sosial
• Peranan, status, kepemimpinan dan
  kelompok
• Struktur dan sistem sosial
      Dampak Interaksi Sosial
• Memunculkan berbagai corak steriotip atau
  peniruan
• Memunculkan prasangka yang berakibat
  pada diskriminasi
        Penyebab Diskriminasi
•   Faktor kesedrajatan
•   Persaingan
•   Tekanan atau intimidasi
•   Ketidakberdayaan
•   Demokrasi dan hak asasi
     Indikasi Keragaman, Makna
    Keragaman dan Menyikapinya
• Indikasi keragaman berupa: keragaman suku bangsa,
  agama, kebudayaan, dll.
• Makna keragaman adalah menjadi kekayaan budaya yang
  membanggakan namun juga mengandung potensi masalah.
• Dalam menyikapi keragaman harus mampu menempatkan
  diri dengan arif dan bijak.
• Bhineka tunggal ika sebagai salah satu upaya mengatasi
  keragaman sosio kultural harus diwadahi dengan simbol-
  simbol pengikat yang dapat mempersatukan bangsa dan
  negara.
• Keragaman disamping menunjukkan potensi kekayaan
  bangsa tetapi juga merupakan potensi kelemahan bangsa.
 Manusia, Moralitas, dan Hukum
• Nilai: ukuran yang dipakai dalam melihat baik-buruknya perilaku
  seseorang dalam suatu masya-rakat, bangsa, dan negara.
• Perwujudan nilai-nilai tersebut akan merepresentasikan perilaku
  manusia yg berupa etika.
• Etika merupakan representasi dari suara hati nurani manusia sebagai
  pribadi, suara hati masyarakat, suara hati Tuhan.
• Suara hati diri manusia, suara hati masyarakat, dan suara hati Tuhan
  adalah ruh yang mendasari peri-laku manusia dalam kebaikan, yang
  selanjutnya disebut moral.
• Nilai moral yang terakumulasi dalam kehidupan masyarakat akan
  menjadi aturan-aturan yang secara langsung maupun tidak langsung
  akan mengikat perilaku manusia, sehingga disebut sebagai norma
  masyarakat.
              Makna Etika
• 1) berarti nilai-nilai dan norma-norma moral
  yang menjadi pegangan bagi seseorang atau
  suatu kelompok dalam mengatur tingkah
  lakunya.
• 2) kumpulan asas atau nilai moral, sama
  halnya dengan kode etik.
• 3) ilmu tentang yang baik dan yang buruk.
            Pengertian Moral
• Moral berarti akhlak, budi pekerti.
• Bermoral berarti orang yang berakhlak baik.
• Moralitas artinya segala sesuatu yang
  berhubungan dengan perbuatan dan perilaku
  manusia yang mengandung nilai akhlak maupun
  budi pekerti yang baik; keseluruhan asas dan nilai
  yang berkenaan dengan baik dan buruk.
• Moralitas merupakan ciri khas manusia sebagai
  bentuk manusiawi.
      Pengertian Hukum Moral
• Hukum moral merupakan himbauan kepada kemauan
  manusia.
• Hukum moral mengarahkan diri kepada kemauan manusia
  dengan menyuruhnya untuk melakukan sesuatu.
• Hukum moral mewajibkan manusia memiliki kewajiban
  moral atau keharusan moral.
• Keharusan moral didasarkan pada kenyataan bahwa
  manusia mengatur tingkah lakunya menurut kaidah-kaidah
  atau norma-norma.
• Norma-norma adalah hukum, yang mengharuskan manusia
  menakhlukkan diri
Empat Standar Norma di Masyarakat
• Cara (usage), Kebiasaan (folkways), Tata
  kelakuan (mores), Adat-istiadat (custom).
• Masing-masing kelembagaan itu memiliki
  tingkat kekuatan moral yang melembaga
  untuk mengatur dan memberikan sangsi.
• Kekuatan sangsi tergantung dari tingkat
  keterikatan masyarakat dan jenjang
  kelembagaannya.
            Kebajikan/Suara Hati,
             Supremasi Hukum
• Kebajikan atau kebaikan adalah kemampuan manusia
  untuk menempatkan kesadaran dirinya sebagai individu,
  makhluk sosial, dan makhluk Tuhan.
• Supremasi hukum tergantung dari materi hukum, sarana
  dan prasarana hukum, aparatur hukum dan budaya
  masyarakat.
• Ketika terjadi dilema antara empat komponen tersebut
  maka harus mengembalikan rasa keadilan hukum
  masyarakat, artinya harus mengutamakan moralitas
  masyarakat.
• Wujud masyarakat bermoral dan mentaati hukum adalah
  adanya keadilan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat.
        Manusia dan Lingkungan
• Manusia sebagai subjek dan objek
• Perlu dijaga keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan
  sosial budaya
• Pengaruh timbal balik anatara lingkungan alam dan lingkungan sosial
• Lingkungan alam perlu dipelihara agar terjaga dan dapat dipertahankan
  tingkat kemanfaatannya.
• Problematika lingkungan alam dan demografinya bagi peningkatan
  kesejahteraan hidup manusia.
• Hubungan mortalitas, fertilitas, dan kependudukan terhadap pelestarian
  lingkungan.
• Dalam segala tindakan yang terkait dengan lingkungan perlu melihat
  dampak dan resikonya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3
posted:4/13/2013
language:Malay
pages:101