Kebutuhan dasar Manusia (protein)

Document Sample
Kebutuhan dasar Manusia (protein) Powered By Docstoc
					                                  BAB I

                            PENDAHULUAN

            1.1 Latar Belakang
                   Di zaman yang modern ini sudah banyak mempengaruhi
            orang di dunia ini untuk mengubah gaya hidup mereka, sebagai
            contoh mereka akan melakukan apa saja untuk memiliki tubuh
            sehat karena dengan memiliki tubuh sehat, kita bisa melakukan
            semua aktivitas dengan baik.
                   Tubuh kita terbentuk dari zat-zat yang berasal dari
            makanan, Oleh karena itu kita memerlukan masukan makanan
            yaitu, memperoleh zat-zat yang di perlukan tubuh. Zat-zat ini
            disebut nutrisi yang berfungsi membentuk, memelihara jaringan
            tubuh dan melindungi tubuh terhadap serangan penyakit, untuk
            pembentukan tubuh diperlukan zat yang disebut protein, mineral,
            dan air. Khususnya protein merupakan kelompok nutrien yang
            sangat penting bagi makhluk hidup.
                   Protein adalah substansi organik dengan kandungan unsur
            karbon, hydrogen dan oksigen yang mirip dengan karbohidrat dan
            lemak. Protein digunakan menghasilkan tenaga utama apabila
            jumlah hidrat arang dan lemak tidak cukup. Sebagai contoh anak-
            anak sekolah berada dalam masa pertumbuhan dan umumnya
            mereka banyak bergerak, bermain dan belajar. Oleh karena itu
            mereka memerlukan bahan makanan mengandung protein dalam
            jumlah cukup, dalam sehari diperlukan 1-1, 5 gram protein /kg
            berat badan (depkes 1980, hal 08).
                   Makalah ini dibuat dan disusun sesuai sistematis agar
            penyusun dapat mempelajari dan mengerti pentingnya protein
            dalam tubuh makhluk hidup.




1|Protein
            1.2 RUMUSAN MASALAH


                   Sehubungan dengan latar belakang yang telah penulis
            kemukakan, maka punulis merumuskan masalah:


               1) Apakah yang dimaksud protein?
               2) Sebutkan beberapa fungsi dari protein ?
               3) Sebutkan factor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan
                   protein?
               4) Sebutkan sifat – sifat protein ?
               5) Sebutkan jenis – jenis protein ?


            1.3 TUJUAN MASALAH


                   Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas
            penuliusan makalah ini bertujuan untuk :


               1) Dapat menjelaskan pengertian dari protein
               2) Untuk mengetahui factor utama dari protein
               3) Untuk mengetahui factor-faktor yang dapat mempengaruhi
                   kebutuhan protein
               4) Untuk mengetahui manfaat – manfaat protein
               5) Untuk mengetahui berbagai jenis protein




2|Protein
                                    BAB II

                              PEMBAHASAN

            2.1 Menurut Buku Karangan TARWOTO WARTONAH


       1. Protein
                    Protein     sebagai   pertumbuhan,     mempertahankan   dan
            menggantikan jaringan tubuh. Setiap 1 gram protein menghasilkan
            4 Kkal. Bentuk sederhana dari protein adalah Asam amino. Asam
            amino di simpan dalam jaringan dalam bentuk hormon dan enzim.
            Asam amino esensial tidak dapat disintesis dalam tubuh tetapi
            harus di dapat dari makanan. Jenis asam amino esensial di
            antaranya lisin, triptofan, fenilalanin, leusin.
                    Berdasarkan susunan kimianya, protein dapat dibagi
                    menjadi tiga golongan yaitu:


                        a. Protein sederhana
                              Jenis protein ini tidak berkaitan dengan zat lain,
                              misalnya abumin dan globulin.
                        b. Protein bersenyawa
                              Protein ini dapat membentuk ikatan dengan zat lain
                              seperti dengan glikogen membentuk glikoprotein,
                              dengan hemoglobin membentuk kromoprotein.
                        c. Turunan atau devirat dari protein
                              Termasuk dalam turunan protein adalah albuminosa,
                              pepton, dan gelatin.




3|Protein
       2. Fungsi protein


                  Untuk keseimbangan cairan yaitu, dengan meningkatkan
                   tekanan osmotik koloid, keseimbangan asam.
                  Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan
                  Pengatur metabolisme dalam bentuk enzim dan hormon
                  Sumber energy di samping karbohidrat dan lemak
                  Dalam bentuk kromosom, protein berperan sebagai tempat
                   menyimpan dan meneruskan sifat-sifat keturunan dalam
                   bentuk genes.


       3. Sumber protein


                  Protei hewani,yaitu     protein yang berasal dari hewan
                   seperti; Susu, daging, telur, hati, udang, ikan, kerang ,
                   ayam, dan sebagainya.
                  Protein nabati, yaitu protein yang berasal dari tumbuhan
                   seperti : Jagung , kedelai, kacang hijau, terigu, dan
                   sebagainya.


       4. Metabolisme protein

                   Jika makanan yang sudah berada dalam lambung, maka
            akan dikeluarkan enzim protease yaitu pepsin. Pepsin mengubah
            menjadi albuminosa dan pepton. Albuminosa dan pepton di dalam
            usus halus diubah menjadi asam-asam amino dengan bantuan
            enzim tripsin dan pancreas dan selanjutnya diserap atau berdisfusi
            ke aliran darah yang menuju ke hati. Asam-asam amino disebar
            oleh hati ke jaringan tubuh untuk mengganti sel-sel yang rusak dan
            sebagian digunakan untuk membuat protein darah. Karena protein




4|Protein
            larut dalam air sehingga umumnya dapat dicerna sempurna
            sehingga hamper tidak tersisa protein makanan dalam feses.

                   Asam amino yang tidak dapat digunakan ditranspor
            kembali ke hati kemudian dilepaskan ikatan nitrogennya sehingga
            terpecah menjadi dua macam zat yaitu, asam organic dan amoniak
            (NH3). Amoniak dibuang melalui ginjal, sedangkan asam organik
            dimanfaatkan sebagai sumber energy.

                Faktor- factor yang mempengaruhi kebutuhan protein
                   diantaranya;
                          Berat badan individu
                          Aktivitas
                          Keadaan pertumbuhan, bayi: 3gr/kg BB, anak-anak:
                          1,75-2,5 gr/kg BB, dan pada remaja sampai dengan
                          lanjut usia: 1,25-1,75 gr/kg BB.
                          Pada wanita hamil ditambah 10gr/hari
                          Pada ibu menyusui 20gr/hari
                          Keadaan/kondisi kesehatan.




5|Protein
            2.2 Menurut Buku Karangan WAHIT IQBAL
               MUBARAK,SKM Dan Ns. NURUL CHAYATIN,S.Kep


       1. Protein


                   Protein merupakan kelompok nutrien yang sangat penting
            bagi makhluk hidup. Senyawa ini dijumpai dalam sitoplasma
            semua sel hidup ,baik hewan maupun tumbuhan. Protein adalah
            substansi organik dengan kandungan unsur karbon, hidrogen dan
            oksigen yang mirip dengan karbohidrat dan lemak. Di samping itu,
            protein juga mengandung nitrogen, dan beberapa diantaranya
            mengandung beleran dan fosfor. Tumbuhan dapat menyintesis
            protein dari bahan – bahan anorganik yang terdapat dialam.
            Kandungan dioksida di udara dan air karena menyediakan suplay
            karbon, hidrogen, dan oksigen yang penting untuk sintesis protein.
            Sedangkan suplay nitrogen diperoleh dari tanah dalam bentuk
            senyawa anorganik, umumnya berupa nitrat dan nitrit.


       2. Sifat Protein


            Protein memeliki sifat tertentu, yaitu :
                   Protein memeliki banyak stukture, dan substansinya
                   ditentukan oleh stuktur tersebut.
                   Protein serat memiliki sifat tidak mudah larut dan tidak
                   mudah terpengaruh oleh asam, basa , dan suhu yang tidak
                   terlalu tinggi.
                   Protein dapat mengalami suatu proses yang dikenal oleh
                   istilah denaturisasi. Proses denaturisasi mengubah sifat
                   protein menjadi sukar larut dan mengental yang disebut
                   dengan koagulasi.




6|Protein
            Protein dapat mengalami koagulasi yang berlangsung
            melalui berbagai cara, yakni :
                Pemanasan. Misalnya, ketika kita memasak telur,
                   protein dibagian putih dan kuning telur akan
                   mengental ( terkoagulasi ). Hal ini dapat di gunakan
                   secara luas dalam pembuatan berbagai jenis
                   masakan, seperti puding telur dan kue sepon.
                Pemberian asam. Jika susu menjadi asam, bakteri
                   dalam susu akan memfermentasi laktosa menjadi
                   asam laktat. Derajat keasaman susu yang menurun
                   menyebabkan          protein   susu,   yaitu   kasein,
                   terkoagulasi.
                Pemberian enzime. Renin, yang secara komersial
                   dikenal sebagai rennet, adalah sejenis enzim yang
                   bekerja mengoagulasi protein. Rennet digunakan
                   dalam pembuatan susu kental asam ( janket ), yakni
                   sejenis susu yang di gumpalkan.
                Dengan perlakuan mekanis. Mengocok putih telur
                   dapat menyebabkan koagulasi parsial pada protein.
                   Proses ini dapat digunakan dalam pengolahan
                   makanan, seperti pembuatan meringue, sejenis
                   kembang gula dengan putih telur.
                Penambahan garam. Garam – garam tertentu, seperti
                   natrium klorida, dapat mengoagulasi protein. Jika
                   garam ditambahkan pada air yang gunakan untuk
                   merebus telur, putuh telurnya tidak akan hilang juka
                   kulit telur pecah.




7|Protein
       3. Fungsi Protein


            Fungsi protein bagi tubuh antara lain :
                   Pertumbuhan dan pemeliharaan. Protein penting untuk
                   pembentukan enzim, anti bodi, adan beberapa hormon.
                   Sumber energi. Kelebihan protein dapat digunakan sebagai
                   sumber enargi. Setiap1 gram protein menyediakan 17 kj ( 4
                   kkal )


       4. Asam amino esensial dan kualitas protein


                   Dari 20 jenis asam amino yang umum ditemui dalam
            protein, 8 diantaranya merupakan asam amino esensial. Asam
            amino jenis ini penting bagi semua orang dan harus tersedia dalam
            susunan makanan, terutama untuk anak yang sedang berkembang.


       5. Sumber ptotein dalam susunan makanan hewani dan nabati


                   Kebutuhan protein dapat diperoleh dari sumber pangan
            hewani dan nabati. Biasanya, kandungan protein pangan hewani
            lebih tinggi dibandingkan pangan nabati. Akan tetapi, beberapa
            sayuran dan kacang – kacangan seperti kedelai justru mempunyai
            kandngan protein yang lebih tinggi. Sumber protein ini dapat
            diperoleh dari daging, ikan, roti, serealia, susu, keju, telur dan
            sayuran. Jumlah protein dalam sel ubi dan sayuran hijau sedikit,
            kentang menyumbang 3% dari keseluruhan kandungan protein
            makanan. Sedangkan kacang – kacangan, seperti kaca kapri,
            buncis, dan miju – miju memiliki kandungan protein yang cukup.
            Kandungan protein kedelai sangat tinggi dan menjadi suber protein
            penting dalam susunan makanan.




8|Protein
   ۞ Tabel 2.6 Asam amino esensial dan non – esensial
Esensial                                         Non - Esensial
Isoleusin                                        Alanin
Leusin                                           Arginin
Lisin                                            Aspargin
Metionin                                         Asam Aspartat
Fenilalanin                                      Sistein ( dapat ditemui dalam bentuk sistin )
Treonin                                          Asam Glutamat
Triptofan                                        Glisin
Valin                                            Ornitin
Histidin ( penting untuk anak – anak )           Prolin ( dapat ditemui dalam bentuk
                                                 hidrogsiprolin )
                                                 Serin
                                                 Tirosin



              6. Kebutuhan Protein


                        Kebutuhan setiap orang bervariasi berdasarkan laju
                 pertumbuhan dan berat badannya. Individu dewasa memerlukan
                 asupan protein ± 1 gram untuk tiap kilogram berat badan.
                 Kebutuhan protein ini meningkatkan selama periode pertumbuhan.
                 Sebagai contoh , anak usia 5-6 tahun membutuhkan asuhan ± 2
                 gram protein     untuk tiap kilogram berat badan. Peningkatan
                 kebutuhan ini juga dialami oleh wanita hamil, ibu menyusui,
                 kondisi sehabis sakit atau ketika menjalani operasi.




9|Protein
             7. Masalah pangan dan definisi protein dunia


                            Permasalahan utama yang dihadapi dunia akhir – akhir ini
                     adalah bagaimana memproduksi pangan yang cukup untuk
                     memenuhi kebutuhan penduduk dunia yang terus meningkat dari
                     tahun ke tahun. Sejumlah kekhawatiran akan muncul apabila stok
                     pangan terhambat dan didistribusinya dimasyarakat kurang merata.
                     Kondisi ini lebih lanjut menyebabkan berbagai persoalan gizi (
                     malnutrisi ), salah satunya adalah defisiensi protein. Kondisi
                     defisiensi protein yang hemat dapat menyebabkan penyakit yang
                     disebut wasiorkor. Penyakit tersebut biasanya berkaitan dengan
                     keterlambatan penyapihan serta kurangnya asupan protein.
              Tabel 2.7. Kandungan protein beberapa makanan.
                      Bahan Makanan                            % Protein
        Kedelai                                                   40,0
        Keju Cheddar                                              26,0
        Kacang tanah sangrai                                      24,0
        Lentils (miju – miju )                                    24,0
        Ayam                                                      21,0
        Daging sapi                                               17,0
        Ikan cod dan haddock                                      17,0
        Kacang brazil                                             12,0
        Telur                                                     12,0
        Roti tawar                                                7,8
        Beras                                                     6,5
        Kapri                                                     5,8
        Kacang, sangrai                                           5,1
        Susu                                                      3,3
        Kentang                                                   2,1
        Kubis                                                     1,9




10 | P r o t e i n
                 2.3 Menurut Buku Karangan TARWOTO & WARTONAH
                     (EDISI 4)


                 1. Protein
                         Protein merupakanunsur zat gizi yang sangat berperan
                 dalam penyusunan senyawa-senyawa penting seperti enzim,
                 hormone dan antibody.

         A. Jenis Protein

                         Protein adalah senyawa komplek, tersusun atas asam amini
                 atau peptide. Pada manusia terkandung 22 jenis asam amino yang
                 berbeda. Bentuk sederhana dari protein adalah asam amino.
                 Berdasarkan sumbernya asam aminoi dikelompokkan menjadi 2,
                 asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam amino
                 esensial hanya dapat doperoleh dari luar tubuh seperti makanan
                 karena tidak dapat disentesis dalam tubuh. Sedangkan asam amino
                 non esensial merupakan asam amino yang dapat disentesis oleh
                 tubuh oleh senyawa lain.
                        Jenis- jenis asam amino esensial
                                Histidin
                                Isoleusin
                                Leusin
                                Metionin
                                Fenilalanin
                                Treonien
                                Triptofan
                                Valin
                        Asam amino non esensial
                                Alanin
                                Arginin




11 | P r o t e i n
                                Asam aspartat
                                Sitrulin
                                Sistein
                                Sistine
                                Asam glumamat
                                Glisin
                                Hodroksilisin
                                Prolin
                                Serin
                                Terosi


                      Berdasarkan susunan kimianya protein digolongkan
                        menjadi 3 golongan;
                          Protein sederhana, yaitu jenis protein yang tidak
                           berkaitan dengan senyawa lain, seperti; albumin, dan
                           globulin
                          Protein bersenyawa, protein ini dapat membentuk ikatan
                           dengan zat lain seperti dengan glikogen, membentuk
                           glikoprotein,       dengan    hemoglobin      membentuk
                           kromoprotein
                          Turunan atau derivate dari protein, termasuk dalam
                           turunan protein misalnya albuminosa, pepton dan glatin

         B. Fungsi Protein

                         Dalam membentuk albumin berperan dalam keseimbangan
                         cairan yaitu dengan meningkatkan tekanan osmotic koloid
                         serta keseimbangan asam basa.
                         Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh.
                         Pengaturan       metabolisme   dalam   bentuk   enzim   dan
                         hormone.
                         Sumber energy disamping karbohidrat dan lemak.




12 | P r o t e i n
                            Dalam bentuk kromosom, protein berperan sebagai tempat
                            mentimpan dan meneruskan sifat-sifat keturunan.

        C. Sumber Protein

                      1) Protein hewani, yaitu protein yang berasal dari hewan,
                            seperti susu, daging, telur, hati, udang, kerang, ayam ,dan
                            sebagainya
                      2) Protein nabati, yaitu protein yang berasal dari tumbuhan,
                            seperti jagung, kedelai, kacang hijau, tepung terigu danm
                            sebagainya.

        D. Pencernaan Protein

                     Jika     ada   makanan    yang    mengandung     protein   masuk
kelambung,maka akan menstimulasi produksi pepsinogen oleh sel utama (chief
cell) lambung. Pepsinogen dengan bantuan HCL diaktifkan dengan cepat menjadi
pepsin pada pH dibawah 5,0 dan akan efektif pada pH 2,0. Produksi pepsinogen
dipengaruhi oleh adanya hormone asetilkolin,gastrin dan sekretin selama ada
makanan dan kerjanya dihambat oleh keadaan alkali seperti pada keadaan
keasaman di usus. Pepsin mengubah protein menjadi polipeptida,yaitu albuminosa
dan pepton. Di usus,albuminosa dan pepton akan diubah menjadi asam amino
dengan bantuan enzim tripsin dari prangkeas.

        E. Absopsi Protein

                     Setiap hari sekitar 200 gram asam amino di absorpsi melalui
ileum dan masuk ke kapiler-kapiler darah vilus melalui proses difusi,selanjutnya
dibawa kefena porta hepatica. Karena protein dapat larut dalam air sehingga
umumnya penyerapan dapat terjadi secara sempurna,maka hamper tidaak tersisa
protein makanan dalam feses.

        F. Metabolism protein




13 | P r o t e i n
                     Protein merupakan sumber energi selain korbohidrat dan lemak.
Setiap satu gram protein akan menghasilkan 4 kkal. Setelah asam amino diserap
diusus dan masuk ke aliran darah menuju ke hati,selanjutnya akan disebar
keseluruh jaringan tubuh dan di manfaatkan untuk mengganti sel_sel yang
rusak,pembentukan protein plasma darah,serta pembentukan enzim dan hormon.

                     Asam    amino    yang   tidak   dapat    dipergunakan      akan
ditransportasikan kembali kehati untuk kemudian dilakukan katabolisme dengan
dilepaskan ikatan nitrogennya sehingga terpecah menjadi senyawa asam organic
dan amoniak (NH3). Asam organic seperti asam keton akan dimanfaatkan kembali
untuk pembentukan asam amino lain,sedangkan amoniak akan diubah menjadi
urea dan dibuang melalui ginjal

                     Apabila aasam amino dari makanan berlebihan

Atau melebihi kebutuhan tubuh,maka kelebihan atau sisanya tidak dapat
ditimbun,tetapi akan diubah menjadi lemak sebagai cadangan kalori tubuh.

         G. Factor-faktor yang memengaruhi kebutuhan protein adalah
         berikut ini:

        Berat badan seseorang. Semakin besar berat badannya kebutuhan akan
         protein juga lebih besar, hal ini sangat terkait dengan semakin benyaknya
         jumlah sel dan jaringan yang harus dipertahankan dan memperbaiki
         jaringan yang rusak.
        Aktifitas. Aktifitas membutuhkan tambahan energy yang di antaranya
         berasal dari protein.
        Keadaan pertumbuhan. Bayi: 3 gram per kg berat badan, anak-anak 1.75-
         2.5 gram per kg berat badan dan pada remaja sampai dengan usia lanjut
         kebutuhan protein 1.25-1.75 gram per kg berat badan.
        Pada wanita hamil ditambah 10 gram per hari.
        Pada ibu menyusui ditambah 20 gram per hari.
        Keadaan atau kondisi kesehatan, misalnya sakit atau terjadi infeksi.




14 | P r o t e i n
                 2.4 Menurut website Wikipedia Indonesia
        1. Protein

        Protein (asal kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling
utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu
sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen,
oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting
dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

        Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein
lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang
membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan
(imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen
penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu
sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang
tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

        Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida,
lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain
itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam
biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.

        Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik
yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan
bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih "mentah",
hanya     tersusun   dari   asam   amino   proteinogenik.   Melalui    mekanisme
pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.




15 | P r o t e i n
         2. Stuktur Protein




         Struktur tersier protein. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder
beta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek. Model dibuat dengan
menggunakan koordinat dari Bank Data Protein (nomor 1EDH).

    Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer
(tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat
empat):

        Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein
         yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Frederick Sanger
         merupakan ilmuwan yang berjasa dengan temuan metode penentuan deret
         asam amino pada protein, dengan penggunaan beberapa enzim protease
         yang mengiris ikatan antara asam amino tertentu, menjadi fragmen peptida
         yang lebih pendek untuk dipisahkan lebih lanjut dengan bantuan kertas
         kromatografik. Urutan asam amino menentukan fungsi protein, pada tahun
         1957, Vernon Ingram menemukan bahwa translokasi asam amino akan
         mengubah fungsi protein, dan lebih lanjut memicu mutasi genetik.




16 | P r o t e i n
       Struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai
        rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen.
        Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:
             o   alpha helix (α-helix, "puntiran-alfa"), berupa pilinan rantai asam-
                 asam amino berbentuk seperti spiral;
             o   beta-sheet (β-sheet, "lempeng-beta"), berupa lembaran-lembaran
                 lebar yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling
                 terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
             o   beta-turn, (β-turn, "lekukan-beta"); dan
             o   gamma-turn, (γ-turn, "lekukan-gamma").[4]
       Struktur tersier yang merupakan gabungan dari aneka ragam dari struktur
        sekunder. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. Beberapa molekul
        protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk
        oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau kuartomer) dan
        membentuk struktur kuartener.
       Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin.

              Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1)
hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi
asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer, (2) analisis
sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari
digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan (4) penentuan massa molekular
dengan spektrometri massa.

              Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi
circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spektrum CD
dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan
lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari
komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada
spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita
amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga
bisa diestimasi dari spektrum inframerah.



17 | P r o t e i n
              Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini
terdiri dari 40-350 asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu
domain. Pada protein yang lebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di
dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan
menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Bila
struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis
masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang
membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Pada struktur kuartener,
setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.

         3.   Kekurangan Protein

Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya
protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap
orang dewasa harus sedikitnya mengonsumsi 1 g protein per kg berat tubuhnya.
Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet-
atlet.

Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:

        Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)
        Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit
         kekurangan protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya,
         dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh
         filtrasi     air   di    dalam   pembuluh   darah   sehingga   menimbulkan
         odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah:
              o      hipotonus
              o      gangguan pertumbuhan
              o      hati lemak
        Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat
         kematian.




18 | P r o t e i n
        4. Sintesis Protein

        Dari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein
akan diuraikan menjadi peptid peptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari
asam amino. Hal ini dilakukan dengan bantuan enzim. Tubuh manusia
memerlukan 9 asam amino. Artinya kesembilan asam amino ini tidak dapat
disintesa sendiri oleh tubuh esensiil, sedangkan sebagian asam amino dapat
disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh. Keseluruhan berjumlah 21 asam
amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah. Darah
membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh. Kode untuk asam amino tidak
esensiil dapat disintesa oleh DNA. Ini disebut dengan DNAtranskripsi. Kemudian
karena hasil transkripsi di proses lebih lanjut di ribosom atau retikulum
endoplasma, disebut sebagai translasi.

        5. Sumber Protein

       Daging
       Ikan
       Telur
       Susu, dan produk sejenis Quark
       Tumbuhan berbji
       Suku polong-polongan
       Kentang




19 | P r o t e i n
    Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profesor
untuk biokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan
tumbuhan kepada kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan
protein hewani, sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati. Dari
eksperimennya didapati bahwa kelinci yang memperoleh protein hewani lebih
cepat bertambah beratnya dari kelinci yang memperoleh protein nabati. Kemudian
studi selanjutnya, oleh McCay dari Universitas Berkeley menunjukkan bahwa
kelinci yang memperoleh protein nabati, lebih sehat dan hidup dua kali lebih
lama.

         6. Keuntungan Protein

        Sumber energy.
        Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan.
        Sebagai sintesis hormon,enzim, dan antibody.
        Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel.




20 | P r o t e i n
                 2.5 Menurut website www.ad4msan.com

        1. Definisi Protein

        Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti “yang paling
utama”) adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang
merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu
sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen,
oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting
dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

        Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein
lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang
membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan
(imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen
penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu
sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang
tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).

        Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain polisakarida,
lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. Selain
itu, protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam
biokimia. Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzelius pada tahun 1838.

        Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. Kode genetik
yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA, yang berperan sebagai cetakan
bagi translasi yang dilakukan ribosom. Sampai tahap ini, protein masih “mentah”,
hanya     tersusun   dari   asam   amino   proteinogenik.   Melalui    mekanisme
pascatranslasi, terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi.

        2.Struktur Protein




21 | P r o t e i n
         Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki, yaitu berupa struktur primer
(tingkat satu), sekunder (tingkat dua), tersier (tingkat tiga), dan kuartener (tingkat
empat). Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein
yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). Sementara itu, struktur
sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam
amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Berbagai bentuk
struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut:

alpha helix (?-helix, “puntiran-alfa”), berupa pilinan rantai asam-asam amino
berbentuk seperti spiral;
beta-sheet (?-sheet, “lempeng-beta”), berupa lembaran-lembaran lebar yang
tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan
hidrogen atau ikatan tiol (S-H);
beta-turn, (?-turn, “lekukan-beta”); dan
gamma-turn, (?-turn, “lekukan-gamma”).

         Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan
struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur tersier biasanya
berupa gumpalan. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa
ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer, trimer, atau
kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. Contoh struktur kuartener yang
terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin.

         Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1)
hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya, 6N HCl) dan kemudian komposisi
asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer, (2) analisis
sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman, (3) kombinasi dari
digesti dengan tripsin dan spektrometri massa, dan (4) penentuan massa molekular
dengan spektrometri massa.

         Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi
circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Spektrum CD




22 | P r o t e i n
dari puntiran-alfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan
lempeng-beta menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari
komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Pada
spektrum FTIR, pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita
amida-I dari lempeng-beta. Jadi, komposisi struktur sekunder dari protein juga
bisa diestimasi dari spektrum inframerah.




        Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Struktur ini
terdiri dari 40-350 asam amino. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu
domain. Pada protein yang lebih kompleks, ada beberapa domain yang terlibat di
dalamnya. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan
menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Bila
struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah, maka fungsi biologis
masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Inilah yang
membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Pada struktur kuartener,
setelah struktur kompleksnya berpisah, protein tersebut tidak fungsional.

        3. Sumber Protein

        Daging,Ikan,Telur,Susu, dan produk sejenis Quark,Tumbuhan berbji,Suku
polong-polongan,Kentang

        Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profesor
untuk biokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan
tumbuhan kepada kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan
protein hewani, sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati.

        Dari eksperimennya didapati bahwa kelinci yang memperoleh protein
hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci yang memperoleh protein
nabati. Kemudian studi selanjutnya, oleh McCay dari Universitas Berkeley




23 | P r o t e i n
menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati, lebih sehat dan
hidup dua kali lebih lama.

         4. Sintesis Protein

         Protein digabungkan dari asam amino menggunakan informasi dalam gen.
Setiap protein memiliki urutan asam amino unik yang ditetapkan oleh nukleotida.
Dengan kode genetika maka kumpulan tiga set nukleotida yang disebut kodon dan
setiap kombinasi tiga nukleotida membentuk asam amino, misalnya Aug (adenine
– urasil – guanin) adalah kode untuk methionine.

         Karena DNA berisi empat nukleotida, total jumlah kemungkinan kodon
adalah 64.Oleh karena itu, ada beberapa kelebihan dalam kode genetik, dan
beberapa asam amino dapat ditentukan oleh lebih dari satu codon. Kode gen DNA
yang pertama di transkripsi menjadi pra – messenger RNA (mRNA) oleh enzim
seperti RNA polymerase. Sebagian besar organisme maka proses pra-mRNA
(juga dikenal sebagai dasar transkrip) menggunakan berbagai bentuk pasca
transcriptional modifikasi untuk membentuk mRNA matang, yang kemudian
digunakan sebagai template untuk sintesis protein oleh ribosome. Dalam
prokariotik mRNA yang dibuat bisa digunakan segera, atau diikat oleh ribosome
setelah dipindahkan dari inti sel. Sebaliknya, eukariotik membuat mRNA di inti
sel dan kemudian memindahkan ke sitoplasma, dimana sintesis protein yang
kemudian terjadi. Laju sintesis protein yang lebih tinggi dapat terjadi di
prokaryotes maupun eukariotik yang dapat mencapai hingga 20 asam amino per
detik.

         Proses yang sintesis protein dari mRNA template dikenal sebagai
translasi/terjemahan. MRNA yang diambil ke ribosome kemudian membaca tiga
nukleotida dan mencocokan kodon dengan pasangan antikodonnya yang terletak
pada RNA transfer yang membawa asam amino sesuai dengan kode kodon. Enzim
aminoacyl tRNA synthetase menyusun molekul tRNA dengan asam amino yang




24 | P r o t e i n
benar. Polipeptida berkembang yang sering disebut rantai peptida. Protein selalu
dibiosintesiskan dari N-terminal ke C-terminal.

        Ukuran panjang sintesis protein dapat diukur dengan melihat jumlah asam
amino yang berisi dengan total massa molekul, yang biasanya dilaporkan dalam
unit daltons (identik dengan unit massa atom), atau turunan unit kilodalton (kDa).
Yeast protein rata-rata panjangnya adalah 466 asam amino dan 53 kDa di massa.
Protein terbesar adalah titins, komponen dari otot sarkomer, dengan massa
molekular hampir 3.000 kDa, dan total panjang hampir 27.000 asam amino.

        E. Manfaat Protein

Sumber energi, Pembetukan dan perbaikan sel dan jaringan, Sebagai sintesis,
hormon, enzim, antibodi, dan Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel.

        F. Akibat Kekurangan Protein

        Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada
dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh.
Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat
tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung
dan atlet-atlet.




25 | P r o t e i n
Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:

         1. Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)
Yang paling buruk ada yang disebut dengan Kwasiorkor, penyakit kekurangan
protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang
namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah
sehingga menimbulkan odem.

         2. Hipotonus (lemah otot).

         3. Gangguan pertumbuhan.

         4. Hati lemak.

        5. Kekurangan yang terus menerus menyebabkan marasmus dan berkibat
            kematian.




26 | P r o t e i n
        2.6 Menurut website www.firmandepartment.blogspot.com

     1. Pengertian Protein

     Kata protein berasal dari protosatau proteos yang berarti pertama atau utama.
Protein merupakan komponen penting atau komponen utama sel hewan atau
manusia.

     Oleh karena sel itu merupakan pembentuk tubuh kita, maka protein yang
terdapat dalam makanan berfungsi sebagai zat utama dalam pembentukan dan
pertumbuhan tubuh.

      2. Struktur Protein

     Struktur protein tersusun dari molekul-molekul yang terikat satu sama lain.
Molekul-molekul protein tersusun dari asam amino. Asam amino tersusun dari
dua kelompok, yaitu:

A.    Asam Amino Esensial

        Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat oleh
tubuh. Asam amino didatangkan dari makanan kita sehari-hari. Asam amino
esensial terdiri atas Valin, Lysin, Threonin, Leusin, Isoleusin, Tryptopan,
Phenylalanin, dan Methionin.

B.    Asam Amino Non Esensial

        Asam amino non esensial adalah asam amino yang dapat dibuat sendiri
oleh tubuh. Asam amino non esensial terdiri atas Glysin, Tyrosin, Sistein, Alanin,
Serin, Asam Glutamat, Asam Aspartat, Arginin, Histidin, Prolin, Glutamin,
Asparagin.




27 | P r o t e i n
         3. Jenis Protein

Berdasarkan sudut fungsi fisiologinya, protein dapat dibedakan menjadi:

         Protein sempurna atau lengkap

    Protein sempurna adalah protein yang sanggup mendukung pertumbuhan
badan dan pemeliharaan jaringan. Protein inilah yang diperlukan oleh anak-anak
di dalam masa tumbuh berkembang.

    Protein sempurna mengandung asam-asam amino esensial lengkap baik
macam maupun jumlahnya, sehingga dapat menjamin pertumbuhan dan
mempertahankan kehidupan jaringan yang ada. Umumnya protein hewani
merupakan protein sempurna dan mempunyai nilai biologis yang tinggi.

Contohnya: Kasein pada susu,

             Albumin pada putih telur.

         Protein setengah sempurna atau setengah lengkap

    Protein setengah sempurna adalah protein yang sanggup mendukung
pemeliharaan jaringan, tetapi tidak dapat mendukung pertumbuhan badan. Protein
ini dapat memelihara kesehatan orang dewasa yaitu pemeliharaan jaringan yang
rusak.

    Protein setengah sempurna mengandung asam amino esensial yang lengkap,
tetapi beberapa diantaranya hanya sedikit. Protein ini tidak dapat menjamin
pertumbuhan, tetapi dapat mempertahankan kehidupan jaringan yang sudah ada.
Sumbernya berasal dari bahan pangan nabati.

Contohnya: Legumin pada kacang-kacangan Gliadin pada gandum.




28 | P r o t e i n
          Protein tidak sempurna atau tidak lengkap

     Protein tidak sempurna adalah protein yang sama sekali tidak sanggup
menyokong pertumbuhan badan maupun pemeliharaan jaringan.Protein ini
merupakan protein yang tidak mengandung atau sangat sedikit satu atau lebih
asam-asam amino esensial.

Contohnya: Zein pada jagung, dan protein nabati lainnya.
Berdasarkan fungsi biologis, protein dapat dikelompokkan menjadi:

             1. Enzim
             2. Protein Transpor
             3. Protein Nutrien dan Penyimpan
             4. Protein Kontraktil
             5. Protein Struktural
             6. Protein Pertahanan (pelindung)
             7. Protein Pengatur (regulator)


             5. Sumber Protein
          Protein Hewani

a.   Read Meat (daging merah), Konsumsi red meat seperti daging sapi, kambing
dan domba baik untuk tubuh. Selain sebagai sumber protein, red meat juga
penting sebagai sumber vitamin B12 and zat besi.

b.    White Meat (daging putih), Ayam merupakan salah satu contoh sumber
protein dari white meat. Sama halnya dengan red meat, ayam juga mengandung
lemak dan kolesterol.

c.     Fish, ikan merupakan makanan tinggi protein. Namun, berbeda dengan
daging.

d.    Susu dan produk olahannya, 80% protein pada whole milk merupakan
protein kasein, sedangkan 20% sisanya adalah protein whey.




29 | P r o t e i n
e.     Telur, Telur merupakan sumber protein, lemak, mineral, dan vitamin yang
baik bagi tubuh.

f.     Ikan teri, kandungan proteinnya mencapai 10%. Selain protein, Anda juga
bisa mendapatkan kalsium dari konsumsi ikan teri.

         Protein Nabati

a.    Beans, Kacang kedelai (soybean) merupakan protein nabati yang paling
digemari. Hal ini disebabkan oleh kandungan proteinnya yang tinggi, namun
harganya yang lebih terjangkau.

b.    Kacang-Kacangan,Kacang merupakan makanan yang tinggi akan protein,
namun juga mengandung lemak.

c.     Grains, Biji-bijian atau grains, seperti misalnya gandum, memang lebih
banyak dikenal sebagai sumber karbohidrat. Namun, tahukah Anda kalau biji-
bijian juga mengandung protein? Pada gandum, kandungan protein bisa mencapai
sekitar 9%.

d.    Peas, kacang polong juga mengandung protein selain serat, vitamin, dan
mineral.

E. Fungsi Protein

1.   Pertumbuhan dan memelihara jaringan tubuh.

         Protein sebagai zat pembangun, yaitu merupakan bahanpembangun
jaringan baru. Dengan demikian amatlah penting bagi semua taraf kehidupan,
mulai dari masa kanak-kanak, remaja yang sedang tumbuh, juga pada masa ibu
hamil dan meyusui pada masa dewasa, orang sakit dalam taraf penyembuhan,
demikian juga dengan orang dewasa dan lanjut usia. Berarti pembentukan jaringan
baru selalu terjadi selama kita hidup.




30 | P r o t e i n
         Protein sebagai pembangun/pembentuk struktur tubuh terlihat dari
gambaran susunan tubuh manusia. Lebih kurang 20% atau 1/5 bagian berat bandan
orang dewasa terdiri dari protein.

         Dari analisa berat kering sebanyak 50% atau separuh berat badan orang
dewasa      terdiri     dari   protein.   Dari   bagian   tersebut, 1/3 berada   dalam
otot, 1/5 tersimpan dalam tulang dan kartilago (tulang rawan), 1/10 tersimpan dalam
kulit dan sisanya berada dalam cairan tubuh dan jaringan-jaringan.

2.   Protein sebagai pengatur

         Selain protein amat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan,
protein juga turut memelihara serta megatur proses-proses yang berlangsung di
dalam tubuh. Hormon yang mengatur proses pencernaan dalam tubuh adalah
terdiri dari protein.

3.   Protein sebagai bahan bakar

         Karena komposisi protein mengandung unsure karbon, maka protein dapat
berfungsi sebagai bahan bakar sumber energy. Bila tubuh tidak menerima
karbohidrat dan lemak dalam jumlah yang cukup memenuhi kebutuhan tubuh,
maka untuk menyediakan energi bagi kelangsungan aktifitas tubuh, protein akan
dibakar sebagai sumber energi.




31 | P r o t e i n
                                      BAB III

                                     PENUTUP

3.1 Kesimpulan

         Protein adalah senyawa kompleks yang tersusun atas asam amino atau
peptida. Pada manusia terkandung 22 jenis asam amino yang berbeda, bentuk
sederhana dari protein adalah asam amino. Berdasarkan sumbernya asam amino
dikelompokkan menjadi 2 :asam amino asensial dan asam amino non esensial.

         Berdasarkan susunan kimianya protein di golongkan menjadi 3 : protein
sederhana, protein bersenyawa, turunan atau derifat dari protein. Fungsi protein
adalah sumber energy I samping karbohidrat dan lemak, pengaturan metabolisme
dalam bentuk enzim dan hormon, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh
dalam bentuk kromosom protein berperan sebagai tempat menyimpan dan
meneruskan sifat-sifat keturunan. Selain itu, dalam bentuk albumin berperan
dalam keseimbangan cairan yaitu dengan meningkatkan tekanan osmotic koloid
serta keseimbangan asam basa.

         Sumber protein terbagi menjadi 2 : protein hewani yang berasal dari
hewan, seperti : susu, telur, daging, hati, dll. Protein nabati, yaitu protein yang
berasal dari tumbuhan , seperti ; jagung , kedelai, kacang hijau, dll.

         Adapun factor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein, yaitu ; berat
badan individu, aktivitas, keadaan pertumbuhan,         wanitahamil, ibu menyusui
keadaan akan kondisi kesehatan.




32 | P r o t e i n
3.2 Saran

        Kepada para pembaca makalah ini, khususnya bagi mahasiswa/ prodi D III
Keperawatan Universitas Bondowoso untuk mengetahui lebih dalam lagi dalam
lagi tentang protein serta fungsi dan faktor – faktor yang mempengaruhi
kebutuhan protein seperti yang sudah di jelaskan di atas.

        Penyusun juga menghimbau kepada para pembaca untuk aktif dalam
mempelajari Ilmu Kebutuhan Dasar Manusia karena pelajaran tersebut dapat
mengetahui bagaimana pentingnya protein dalam tubuh manusia.




33 | P r o t e i n
                               DAFTAR PUSTAKA




Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan karangan Tarwoto, Wartonah,
                     Edisi Ketiga-Jakarta: Salemba Medika, 2006

       Kebutuhan Dasar Manusia, Teori & Aplikasi dalam Praktik, Ns. Nurul
                                  Chayanti,S.Kep

 Mubarak, W.I. (2002).”Keperawatan Dasar: Teori dan Aplikasi dalam Praktik.”
                              (untuk kalangan sendiri)

Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan, Tarwoto dan Wartonah, Edisi
                        Ketiga-Jakarta: SalembaMedika, 2010

                         http://id.wikipedia.org/wiki/Protein

                          http://www.ad4msan.com/protein

             http://firmandepartment.blogspot.com/2012/03/protein.html




34 | P r o t e i n

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:4/12/2013
language:Malay
pages:34