; alat peraga operasi bil bu dengan pita
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

alat peraga operasi bil bu dengan pita

VIEWS: 1 PAGES: 8

  • pg 1
									            MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
               PADA PENGURANGAN BILANGAN BULAT
            DENGAN MENERAPKAN PITA GARIS BILANGAN
                   DI KELAS V SEKOLAH DASAR

                                    Oleh
                                 Sri Jazidah
                   (Guru SD NO 19 Sungai Kunyit, Mempawah)

        Abstrak: Matematika yang tercantum dalam kurikulum SD adalah
        matematika yang telah dipilih dan disederhanakan dan disesuaikan
        dengan perkembangan berpikir siswa SD. Hal utama untuk
        menarik minat belajar siswa terhadap matematika adalah
        menciptakan suasana senang dalam belajar matematika. Salah
        satu caranya adalah dengan memasukkan materi pelajaran dalam
        suasana menyenangkan, yaitu permainan, karena anak-anak dalam
        usia ini masih senang bermain. Permasalahan yang dikaji:1.
        Apakah hasil belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan
        pita garis bilangan? 2. Apakah keaktifan siswa pengurangan
        bilangan bulat dapat ditingkatkan dengan menggunakan pita garis
        bilangan?Hasil penilaian siklus1 ada 6 siswa (33, 3%) belum
        tuntas 12 siswa (66,7%) tuntas dan nilai rata-rata 53, 33, terdapat
        kenaikan nilai rata-rata, dari 45, 00. Hasil belajar siswa
        pengurangan bilangan bulat dengan bantuan pita garis bilangan,
        12 dari 18 siswa 66, 7% sudah tntas dan 6 orang belum tuntas atau
        33, 3 % dengan nilai rata-rata 53, 33. pada siklus 2, siswa yang
        dinyatakan belum mencapai ketuntasan 2 orang dari 18 siswa atau
        11, 1 %, siswa yang mencapai batas nilai ketuntasan 16 siswa
        atau 88, 9 %.

Kata Kunci: Pengurangan bilangan bulat, Pita Garis Bilangan

 Pendahuluan                                   kesepakatan, sepenuhnya mengguna-
           Pada dasarnya siswa mampu           kan pola pikir deduktif dan dijiwai
 mencapai tingkat kepandaian yang              dengan kebenaran konsisitensi. Jika
 optimal dalam aritmatika, mampu               dilihat dari konsep dan penalaran
 berfikir secara cepat dan tepat dengan        diatas, sulit bagi siswa SD untuk
 adanya konsentrasi yang tinggi.               memahaminya.          perlu      diadakan
 Dewasa ini ada berbagai pendekatan            pemilihan dan penyesuaian materi
 untuk menghafal matematika secara             matematika sehingga dapat diberikan
 efektif, misalnya metode montazeri            kepada siswa SD. Matematika yang
 dan sempoa. Selain itu ada beberapa           tercantum dalam kurikulum SD adalah
 alat peraga yang dapat diciptakan             matematika yang telah dipilih,
 untuk meningkatkan kemampuan                  disederhanakan       dan      disesuaikan
 berhitung matematika.                         dengan perkembangan berfikir siswa
           Menurut     Soedjadi      dan       SD. Mengajarkan matematika kepada
 Masriyah (dalam Suyitno, 2004 : 52),          siswa SD sesungguhnya tidaklah
 ciri-ciri      matematika        adalah       terlalu sulit. Hal utama untuk menarik
 matematika memiliki objek yang                minat      belajar     siswa     terhadap
 abstrak, mendasarkan diri pada                matematika       adalah      menciptakan
suasana     senang     dalam    belajar   tahun terakhir yaitu dibawah 60, 00
matematika. Salah satu caranya adalah     dan rata-rata nilai ulangan harian
dengan memasukkan materi pelajaran        semester I kelas V SDN 19 Sungai
dalam suasana menyenangkan, yaitu         Kunyit adalah 45,00
permainan, karena anak-anak dalam                 Pita garis bilangan merupakan
usia ini masih senang bermain.            salah satu alat peraga konkret yang
        Keberhasilan      pembelajaran    dapat di gunakan guru untuk
merupakan tujuan utama seorang guru       membantu siswa dalam memahami
sebagai pelaksana pendidikan di           materi pengurangan bilangan bulat.
sekolah.      Dalam       pembelajaran    Pita garis ini dapat terbuat dari kertas
komponen utamanya adalah guru dan         atau plastik. Pada pita tertulis lambang
siswa       disamping       komponen-     bilangan bulat. Dalam penggunaannya
komponen lain sebagai pendukung.          dilengkapi dengan model berupa
        Ditinjau dari komponen guru,      boneka, mobil-mobilan, dan bisa juga
maka seorang guru harus mampu             siswa itu sendiri.
membimbing siswa sehingga dapat                   Masalah penelitian apakah
mengembangkan          pengetahuannya     hasil belajar matematika siswa kelas V
sesuai dengan mata pelajaran yang         Sekolah Dasar 19 Sungai Kunyit tahun
dipelajarinya. Dalam hal ini guru         pelajaran 2009/2010 pengurangan
harus menguasai sepenuhnya materi         bilangan bulat dapat ditingkatkan
yang diajarkan dengan menggunakan         dengan menggunakan pita garis
metode yang tepat dan menyenangkan        bilangan?
sehingga membantu siswa dalam                     Hipotesis penelitian ini adalah
menguasai pelajaran.                      penggunaan alat peraga pita garis
        Sebagian siswa mengalami          bilangan dapat meningkatkan hasil
kesulitan dalam menyelesaikan soal-       belajar dan aktivitas siswa Sekolah
soal pengurangan bilangan bulat. Hal      Dasar 19 Sungai Kunyit tahun
ini bisa dilihat pada pekerjaan siswa     pelajaran 2009/2010 pada pokok
(rata-rata hasil ulangan harian) dalam    bahasan pengurangan bilangan bulat.
                                          siswa mengadakan eksperimen dan
Teori Belajar Matematika                  manipulasi benda-benda konkrit dan
        Pembelajaran adalah upaya         abstrak dan unsur-unsur konsep yang
untuk     menciptakan     iklim   dan     dipelajari. Pada tahap ini adalah tahap
pelayanan terhadap        kemampuan,      yang terpenting karena pengalaman
potensi, minat, bakat dan kebutuhan       pertama.
peserta didik yang beragam agar           b. Permainan yang Menggunakan
terjadi interaksi optimal antara guru     Aturan ( Games)
dan siswa (Suyitno,2004:1).                       Pada tahap ini merupakan
        Menurut Zoltan P. Diennes         tahap belajar konsep setelah didalam
(dalam Kasih Handayani,2004:19) ada       periode tertentu permainan bebas
enam tahap yang berurutan dalam           terlaksana. Siswa mulai meneliti
belajar matematika, antara lain:          polapola dan keteraturan yang terdapat
a. Permainan Bebas (Free Play)            didalam       konsep      itu.     Siswa
        Dalam permainan bebas tahap       memperhatikan aturan-aturan tertentu
belajar konsep yang terdiri dari          yang terdapat didalam konsep, aturan-
aktivitas yang tidak terstruktur dan      aturan itu ada kalanya berlaku untuk
tidak terarahkan yang memungkinkan
suatu konsep, namun tidak berlaku               Pada tahap permainan ini
untuk konsep yang lain.                 merupakan tahap belajar konsep akhir.
c. Permainan Mencari Kesamaan Sifat     Setelah siswa mempelajari suatu
( Searching for Comunalities )          konsep dan struktur matematika yang
        Tahap ini berlangsung setelah   saling berhubungan, siswa harus
siswa memainkan permainan yang          mengurutkan sifat-sifat itu untuk dapat
disertai aturan yang telah disebutkan   merumuskan sifat-sifat baru.
diatas. Siswa dibantu untuk dapat               Sehubungan dengan tindakan
melihat kesamaan struktur yang          kelas yang akan dilakukan yaitu
mentranslasikan dari suatu permainan    permainan matematika menerapkan
yang lain, sedang sifat-sifat abstrak   alat peraga pita garis bilangan dalam
yang diwujudkan dalam permainan itu     pembelajaran pengurangan bilangan
tetap tidak berubah dengan translasi.   bulat maka jenis permainan yang akan
d. Permainan Representasi               digunakan       adalah       permainan
        Dalam permainan reprentasi      menggunakan aturan. Pada tahap ini
siswa mencari kesaman sifat dari        siswa mengamati pola dan keteraturan
situasi yang serupa dan mencari         konsep. Mereka akan memperhatikan
gambaran konsep tersebut, tentu saja    bahwa ada aturan-aturan tertentu yang
biasanya menjadi lebih abstrak          terdapat dalam suatu konsep tertentu
daripada situasi yang disajikan.        tetapi tidak terdapat dalam konsep-
e. Permainan dengan Simbolisasi         konsep lainnya.
        Dalam tahap ini permainannya
menggunakan simbol-simbol yang          Tujuan Belajar Matematika
merupakan tahap belajar konsep                  Soedjadi    (2000:      192)
dimana siswa perlu merumuskan           mengatakan       bahwa       “tujuan
representasi dari setiap konsep yang    pendidikan matematika SD tidak
menggunakan simbol matematika atau      hanya terarah kepada ranah atau
perumusan verbal yang sesuai.           domain kognitif saja tetapi juga
f. Permainan Formalitas                 terarah kepada ranah efektif”.

Pola Kesalahan pada Pengurangan                 Langkah selanjutnya siswa
Bilangan Bulat di Kelas V SD            diajarkan konsep tentang pengurangan
       Sebelum          mengerjakan     bilangan bulat. Untuk mengajarkan
pengurangan bilangan bulat di SD        tentang konsep pengurangan bilangan
biasanya siswa di ajarkan terlebih      bulat yang pertama menggunakan alat
dahulu konsep penjumlahan bilangan      peraga konkret, semi konkret, dan
bulat. Proses pembelajaran dilakukan    abstrak. Dengan urutan seperti itu
dengan menggunakan alat peraga          akan mempermudah pemahaman dan
konkret, semi konkret disertai          menghindari verbalisme pada siswa.
penjelasan     untuk   mempermudah      Namun, pada kenyataannya siswa
pemahaman. Pengalaman di lapangan       langsung menggunakan semi konkret
banyak siswa menggunakan semi           atau gambar garis bilangan, inipun
konkret yaitu menggunakan garis         hanya pada pengurangan bilangan
bilangan, cara abstrak yaitu dengan     bulat positif dengan fositif, selanjutnya
menggunakan istilah bayar dan           siswa menggunakan cara abstrak yaitu
hutang, kalah, dan menang.              dengan mengurang dengan lawan
                                        bilangan bulat. Dengan cara ini
nampaknya siswa cepat paham, tetapi       1. Harus sesuai dengan kematangan
cepat lupa, cepat bosan dan sering           siswa dan pengalaman siswa serta
melakukan kesalahan dan siswa tidak          perbedaan       individual      dalam
aktif. Adapun kesalahan-kesalah yang         kelompok
ditemukan dilapangan yang sering          2. Harus tepat, memadai, dan mudah
muncul terutama yang dilakukan oleh          digunakan.
siswa kelas V SD 19 Sungai Kunyit         3. Harus direncanakan dengan teliti
pada pengurangan bilangan bulat :            dan diperiksa lebih dahulu
        Kesalahan       pada      sifat   4. Penggunaan alat peraga disertai
pertukaran a-b = b-a . Kesalahan ini         kelanjutannya      seperti     dengan
sebagi     akibat   dari    kurangnya        diskusi analisis, dan evaluasi
pemahaman konsep pengurangan,             5. Sesuai dengan batas kemampuan.
karena siswa menganggab bilangan                  Alat peraga, anak-anak akan
yang lebih besar selalu dikurangi         lebih banyak mengikuti pelajaran
dengan bilangan yang lebih kecil.         matematika dengan gembira, sehingga
Contoh : 5-7 = 2                          minatnya       dalam        mempelajari
Kesalahan ini terjadi sebagai akibat      matematika semakin besar. Anak akan
siswa menggunakan garis bilangan          senang, terangsang, tertarik, dan
selalu berorientasi pada hasil yang       bersifat positif terhadap pengajaran
ditunjukkan oleh ujung panah,             matematika.
sehingga siswa mengalami kesulitan                Dengan disajikannya konsep
untuk memperagakan bentuk bentuk          abstrak matematika dalam bentuk
operasi hitung yang lain.                 konkret maka siswa pada tingkat-
Contoh : 5-(-3) = 8                       tingkat yang lebih rendah tidak akan
                                          mengalami       masalah.Anak        akan
Alat Peraga dalam Pembelajaran            menyadari adanya hubungan antara
Matematika                                pengajaran dengan benda-benda yang
      Burton dalam Usman (1995)           ada disekitarnya, atau antara ilmu
memberikan petunjuk dalm memilih          dengan alam sekitar dan masyarakat.
alat peraga yang perlu diperhatikan
antara lain:
                                                  Subjek dari penelitian tindakan
Metode Penelitian                         kelas ini adalah siswa kelas V SD 19
        Bentuk penelitian ini adalah      Sungai Kunyit yang berjumlah 19
penelitian tindakan kelas (PTK)           siswa, yang terdiri atas 7 siswa
sedangkan sifatnya kolaborasi antara      perempuan dan 12 siswa laki-laki.
teman sejawat, dan siswa kelas V          Penelitian ini dilaksanakan dalam dua
Sekolah Dasar Negeri 19 Sungai            siklus, masing-masing dua kali
Kunyit      Kabupaten      Pontianak.     pertemuan dalam setiap siklus. Konsep
Wardhani,        dkk        (2007:17)     pokok penelitian tindakan menurut
mengemukakan bahwa :”penelitian           Kurt lewin (dalam Dekdikbud,1999)
tindakan kelas adalah penelitian yang     terdapat empat tahap rencana tindakan,
dilakukan di dalam kelas, sehingga        meliputi: perencanaan (planning),
fokus penelitian ini adalah kegiatan      tindakan      (acting),     pengamatan
pembelajaran berupa perilaku guru         (observing), dan refleksi (reflecting).
dan siswa dalam melakukan interaksi”            Data yang dijaring adalah:
                                          1. Catatan hasil pengamatan
2.   Data tentang penilaian Rencana       mencapai ketuntasan, sehingga guru
   Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).        (peneliti) harus melanjutkan penelitian
3. Catatan hasil pengamatan dan           ini ke siklus berikutnya, hingga nilai
      penilaian terhadap kegiatan         rata-rata siswa mencapai angka
      mengajar guru                       ketuntatasan.
4. Hasil belajar siswa kelas V sekolah            Hasil penelitian akhir siklus 2
      dasar dalam menyelesaikan soal      terhadap hasil belajar siswa seperti
        Analisis data yang dilakukan      disajikan dalam tabel 4, ada 2 orang
sesuai dengan yang dikemukakan oleh       siswa tidak mencapai nilai ketuntasan
Miles dan Huberman (1992:16)              atau 11, 1 % dan yang mencapai nilai
dimana kegiatan analisis terdiri atas 3   ketuntasan sebanyak 16 orang atau 88,
alur kegiatan secara bersamaan yaitu:     9 % dengan nilai rata-rata 69, 44.
reduksi data, sajian data, dan            Dengan melihat tabel pada siklus dua,
penyimpulan atau varifikasi.Untuk         kita dapat mengetahui terjadi kenaikan
mengetahui peningkatan hasil belajar      kemampuan siswa dalam pemahaman
siswa akan dihitung dengan persentase     materi pengurangan bilangan bulat,
perolehan nilai berkelompok.              dan hipotesis tindakan diterima.
                                                  Dari      rekapitulasi     hasil
Pembahasan Penelitian                     penelitian dapat diketahui adanya
        Hasil penilaian akhir siklus1     peningkatan nilai siswa kelas V
terhadap hasil belajar siswa seperti      tentang pembelajaran pengurangan
disajikan didalam tabel,ada 6 siswa       bilangan bulat dengan bantuan pita
tidak mencapai nilai ketuntasan atau      garis bilangan. .Hal ini dapat dilihat
33, 3% dan yang mencapai nilai            dari peningkatan nilai rata-rata kelas
ketuntasan sebanyak 12 siswa atau         dan persentase ketuntasan nilai.
66,7% dengan nilai rata-rata 53, 33.      Demikian         juga       peningkatan
Meskipun terdapat kenaikan nilai rata-    kemampuan guru merancang RPP dan
rata, dari 45, 00 sebelum dilakukan       implementasi RPP pada kegiatan
penelitian tindakan kelas menjadi 53,     pembelajaran.
33, nilai rata-rata ini masih belum
1. Hasil Penelitian Siklus I                    Hasil penelitian pelaksanaan
                                          siklus 1 dapat disajikan pada tabel
                                          berikut ini:
                   Tabel 1. Nilai hasil belajar siswa pada siklus 1

               Nilai (x)      Frekuensi (f)   Fx       Presentase (%)
               10             0               0        0, 0
               20             1               20       5, 6
               30             2               60       11, 1
               40             3               120      16, 6
               50             4               200      22, 2
               60             4               240      22, 2
               70             1               70       5, 6
               80             2               160      11, 1
               90             1               90       5, 6
               100            0               0        0
               Jumlah         18              960      100
               Rata-rata                      53, 33



                     Tabel 2. Penilaian terhadap RPP siklus 1

         No.   Aspek yang Diamati                                 Skor
         1     Perumusan masalah                                  3
         2     Rumusan kompetensi dan indikatornya                3
         3     Pemilihan dan pengorganisasian materi ajar         4
         4     Pemilihan sumber belajar/media pemebelajaran       4
         5     Strategi pembelajaran                              3
         6     Penilaian hasil belajar                            4
               Jumlah                                             21
               Rata-rata                                          3.50

           Tabel 3. Penilaian terhadap pelaksaan pembelajaran siklus 1.

No.   Aspek yang Dinilai                                                 Skor
1     Pra Pembelajaran                                                   3
2     Membuka Kegiatan                                                   4
3     Kegiatan Inti
      a. Penguasaan materi pembelajaran                                  4
      b. Pendekatan/strategi pembelajaran                                3
      c. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber relajar                   4
      d. Pembelajaran yang menantang dan memacu keterlibatan siswa       4
      e. Penilaian proses dan hasil relajar                              4
      f. Penggunaan bahasa                                               3
4     Penutup                                                            4
      Total                                                              33
      Rata-rata                                                          3.67
Penutup                                      pengurangan bilangan bulat di kelas
        Berdasarkan      pelaksanaan,        V SD dari rata-rata skor 3,67
hasil, serta pembahasan penelitian           meningkat menjadi 3,83
tindakan kelas yang telah diuraikan,      3. Motivasi dan aktivasi siswa belajar
dapat ditarik beberapa kasimpulan            siswa kelas V SD tentang
sebagai berikut:                             pembelajaran materi pengurangan
1. Guru memiliki kemampuan untuk             bilangan bulat dengan bantuan pita
   merancang                  skenario       garis bilangan semakin meningkat.
   pembelajaran(RPP)           tentang    4. Pemahaman dan hasil belajar siswa
   pengurangan bilangan bulat dengan         kelas V SD tentang materi
   menggunakan pita garis bilangan di        pengurangan        bilangan bulat
   kelas V SD dari rata-rata skor 3,50       semakin meningkat setelah guru
   meningkat menjadi 3,83                    menggunakan pita garis bilangan.
2. Guru memiliki kemampuan dan               Hal ini terlihat dari rata-rata nilai
   ketrampilan dalam melaksanakan            dari 53, 3 meningkat menjadi 69,
   langkah-langkah penggunaan pita           44.
   garis bilangan dalam pembelajaran
                                          Handana, Dadan, 2004. Pendidikan
                                               Matematika Di SD Program
DAFTAR PUSTAKA                                 pokok Materi Penataran tertulis
Adrian. 2004. ”Metode Mengajar                 Sistem Belajar Mandiri Tipe B
     Berdasarkan Tipologi Siswa”.              Kompetensi terakreditasi Guru
     Tersedia: http://artikel.us/art05-        SD.      Bandung       :    Pusat
     65.html [10 Maret 2010]                   Pengembangan Penataran Guru
Arikunto, Suharsimi. 2007. Penelitian          Tertulis-Dirjen Dikdasmen
     Tindakan Kelas (PTK) untuk           Karso,    dkk,     2007.      Pendidikan
     Guru,       Kepala       Sekolah,         Matematika        I.     Pontianak:
     Pengawas,       dan       Penilai.        Universitas Tanjungpura Pres.
      Yogyakarta: Universitas Negeri      Nawawi, Hadari, 1998. Metode
      Yogyakarta.                              Penelitian Bidang Sosial.
Drajat. 2005. Anak Suka Matematika.            Yogyakarta:           Gajahmada
      Tersedia:                                University press.
      http://www.pikiranrakyat.           Poerwadarminta, WJS. 2002. Kamus
      com/cetak/2005/1205/30/1103.ht           Umum       Bahasa       Indonesia.
      m [13 maret 2010]                        Jakarta: Balai Pustaka
Depdikbud.      1999.       Penelitian    Reni. 2006. Kemampuan Bermain
     Tindakan. Jakarta:Depdikbud.              Anak.                    Tersedia:
Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis            http://agusset.wordpress.com/
     Kompetensi. Jakarta: Depdiknas.           2006/06/30/kemampuan-
Handayani, Kasih. 2004. Pemanfaatan            bermain-anak [13 Maret 2010]
     Alat Peraga Kubus Pecahan            Soeparwoto, dkk. 2003. Psikologi
     untuk              Meningkatkan           Perkembangan. Semarang:UPT
     Kemampuan Berhitung Pecahan               UNNES PRESS.
     Pada Siswa Kelas V Sekolah           Russefendi, E.T, 1992. Materi Pokok
     Dasar Negeri Panggung 09                  Pendidikan      Matematika      3.
     Jepara      Tahun      Pelajaran          Jakarta: Proyek pembinaan
      2003/2004. Skripsi                       Tenaga Kependidikan, Dikti.
Soedjadi, 2000. Kiat Pendidikan
     Matematika        di     Indonesia
     Konstatasi keadaan Masa Kini
     Menuju Harapan Masa Depan.
     Jakarta: Direktorat Jenderal
     Pendidikan Tinggi Departemen
     Pendidikan Nasional.
Suliman, 2009, Penelitian Tindakan
     Kelas. Bandung: Widyaiswara.
Surya, H.M, dkk. 2002. Kapita Slekta
     Kependidikan SD. Jakarta: Pusat
     Penerbitan             Universitas
     Tanjungpura.
Sardiman. 2001. Interaksi dan
     Motivasi Belajar Mengajar.
     Jakarta: IKIP Semarang Press
Soeparwoto, dkk. 2003. Psikologi
     Perkembangan. Semarang:UPT
     UNNES PRESS.
Sudjana, Nana. 2001. Penilaian Hasil
     Proses      Belajar      Mengajar.
     Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suherman, Erman, dkk. 2003. Strategi
     Pembelajaran           Matematika
     Kontemporer          disi revisi).
     Bandung : UPI
Suharsono. 2003. Membelajarkan
     Anak dengan Cinta. Jakarta:
     Insaniasi Press.
Suyitno, Amin. 2004. Dasar-Dasar
     dan      Proses      Pembelajaran
     Matematika I. Hand Out
     Perkuliahan Mahasiswa S1
     Program      Studi      Pendidikan
     Matematika FMIPA UNNES.
Tasmin, Martina Rini S. 2002. Belajar
     Lebih       Penting      Daripada
     Bermain?
Tersedia: http://www.e-psikologi.com/
     anak/250402.htm [13 Maret
     2010]
Usman, Uzzer M. 2000. Menjadi Guru
     Professional.      Jakarta:     PT.
     Remaja Rosdakarya.
Wardani, Igak, dkk. Penelitian
     Tindakan       Kelas.       Jakarta:
     Universitas Terbuka.

								
To top