PENERAPAN METODE KARYAWISATA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR DALAM MENGGAMBAR DAN MEWARNAI PADA KELOMPOK BERMAIN

Document Sample
PENERAPAN METODE KARYAWISATA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR DALAM MENGGAMBAR DAN MEWARNAI PADA KELOMPOK BERMAIN Powered By Docstoc
					                   PUBLIKASI KARYA ILMIAH


     PENERAPAN METODE KARYAWISATA UNTUK
MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR
        DALAM MENGGAMBAR DAN MEWARNAI
  PADA KELOMPOK BERMAIN PERMATA HATI KIDS
                            KEBUMEN
       SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2012/2013


 Disusun dan diajukan sebagai salah satu syarat tugas akhir pada mata
      kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PAUD 4501)
         Program S1 PG – PAUD FKIP Universitas Terbuka


                               Oleh :
                 Nama : AMBAR SETYANINGSIH
                         NIM : 819265913


                   UNIVERSITAS TERBUKA
   FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH PURWOKERTO
                                2013
           Penerapan Metode Karyawisata untuk Meningkatkan
      Kreativitas dan Hasil Belajar dalam Menggambar dan Mewarnai
             pada KB Permata Hati Kids Kebumen Semester II
                         Tahun Pelajaran 2012/2013
                          Oleh : Ambar Setyaningsih
                  (Pendidik KB Permata Hati Kids Kebumen)
                     Email : kids.permatahati@yahoo.com


                                ABSTRAK
      Ambar Setyaningsih, Penerapan Metode Karyawisata untuk Meningkatkan
Kreativitas dan Hasil Belajar Anak dalam Menggambar dan Mewarnai pada KB
Permata Hati Kids Kebumen.
      Dalam pembelajaran menggambar dan mewarnai di KB Permata Hati Kids
Kebumen masih ditemukan masalah yang salah satunya adalah rendahnya
kreativitas anak dalam menggambar dan mewarnai hal ini ditandai dengan
kondisi anak yang mampu menggambar dan mewarnai hanya 4 anak dari jumlah
13 anak atau 30,75 %.
      Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kreativitas dan hasil belajar
pada pembelajaran menggambar dan mewarnai melalui penerapan metode
karyawisata.
      Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu dengan
menggunakan sumber data berupa dokumentasi, observasi dan penilaian.
      Penelitian ini dilakukan di KB Permata Hati Kids Kebumen pada tanggal
21 Januari 2013 sampai dengan tanggal 1 Februari 2013 dengan model
penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada tiap siklus
terdiri dari beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan
refleksi.
      Sebelum penelitian memasuki tahap siklus, terlebih dahulu tindakan pra
siklus dengan metode sentra, kemudian dilanjutkan dengan siklus1dan 2 yang
dilaksanakan melalui metode karyawisata.
      Di dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan Kepala Sekolah dan
teman sejawat dalam kegiatan pembelajaran menggambar dan mewarnai tiap
siklus. Pembelajaran menggambar dan mewarnai dengan objek langsung ini
maka kreativitas dan pengembangan imajinasi anak dapat meningkat pada siklus
1 sebesar 7 anak (54%) dan pada siklus 2 sebesar 11 anak (84%).
      Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode karyawisata dapat
meningkatkan kreativitas dan hasil belajar anak dalam menggambar dan
mewarnai secara signifikan.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
       Pendidikan pada usia dini merupakan proses penyiapan sumber daya
manusia yang handal dan berkompeten pada kehidupan mendatang. Setiap anak
memiliki kemampuan tidak terbatas dalam belajar. Anak memerlukan program
pendidikan yang mampu membuka kapasitas tersembunyi melalui pembelajaran
bermakna sedini mungkin. Dan anak memerlukan stimulasi sejak dini untuk dapat
menemukan potensi paling baik/unggul dalam dirinya. Bila potensi pada diri anak
tidak pernah terealisasikan, maka itu berarti anak telah kehilangan peluang dan
momentum penting dalam hidupnya, dan ini akan sangat merugikan
perkembangan inteligensi anak di masa depan. Dan pada gilirannya negara akan
kehilangan sumber daya manusia terbaiknya.
       Pembelajaran menggambar merupakan ungkapan dari emosi anak untuk
mengekspresikan perasaannya dengan berbagai media, sehingga anak dapat
mengungkapkan ekspresinya dari apa yang mereka tahu dari pengalamannya
secara langsung.
       Saat usia dini mereka belajar melalui bermain dan berkembang belajar
melalui “kerja”. Menggambar dan mewarnai merupakan kegiatan “bekerja” anak
dalam proses belajar. Bekerja bagi anak pada pembelajaran mengambar dan
mewarnai akan dapat meningkatkan hasil konsentrasi pada anak usia dini.
       Seni adalah kegiatan manusia dalam mengekspresikan pengalaman hidup
dan kesadaran artistiknya yang melibatkan kemampuan intuisi kepekaan indrawi
dan rasa kemampuan intelektual, kreativitas serta ketrampilan teknik untuk
menciptakan karya yang memiliki fungsi personal atau sosial dengan
menggunakan berbagai media. Hal ini sesuai dengan Standar Pendidikan Anak
Usia Dini yang tertuang pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 58
Tahun 2008 yang salah satu tingkat pencapaian perkembangannya adalah
mengekspresikan diri dengan berkarya seni menggunakan berbagai media.
       Khusus dalam kegiatan menggambar dan mewarnai di KB Permata Hati
Kids anak masih kurang kreatif dalam menggambar. Hal ini terlihat dari hasil
karya anak yang masih terkesan umum dan menghasilkan gambar yang sama pada
setiap tugas menggambar dan mewarnai. Hal ini dikarenakan pendidik masih
mengembangkan kegiatan menggambar dengan model pemberian tugas dan
belum diberi arahan secara tepat.
       Dengan melakukan refleksi diri terhadap kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan dan akhirnya mencoba mengidentifikasi masalah yang terjadi serta
mencari solusi pemecahannya, maka peneliti mendiskusikan dengan teman
sejawat serta petunjuk dan bimbingan dari supervisor, di putuskan untuk
melakukan perbaikan dengan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).


Identifikasi Masalah
Dari latar belakang masalah diatas dapat teridentifikasi masalah sebagai berikut :
a. Kreativitas anak dalam kegiatan menggambar dan mewarnai masih terbatas
   pada hal yang umum dan belum berkembang luas.
b. Hasil belajar anak dalam kegiatan menggambar dan mewarnai masih terbatas.
c. Anak kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dan kurang
   tertarik dengan penjelasan pendidik.


Analisis Masalah
Peneliti menganalisis proses pembelajaran tersebut sebagai berikut :
a. Pendidik belum menggunakan metode atau pendekatan yang tepat, masih
   menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas.
b. Pendidik tidak melibatkan anak secara aktif dalam proses pembelajaran.
c. Pendidik hanya memberikan contoh yang sudah jadi dan belum memberi
   arahan secara tepat.
d. Pendidik belum memanfaatkan media lain yang ada di lingkungan sekitar.


Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah
       Sebagai tindakan dalam upaya perbaikan dan pembelajaran pendidik,
melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Adapun alternatif untuk pemecahan
masalah yang digunakan dalam PTK ini adalah adalah upaya peningkatan
kreativitas anak dan hasil belajar anak melalui penerapan metode karyawisata.
Dengan penerapan metode karyawisata diharapkan dapat mengatasi proses
pembelajaran dalam kegiatan menggambar dan mewarnai dengan anak dapat
melihat secara langsung konsep visual mereka dengan mengembangkan semua
aspek perkembangan anak. Sehingga tujuan pembelajaran yang menyenangkan
akan dapat dipenuhi anak dan hasil belajar akan meningkat.


Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka penulis dapat merumuskan
penelitian sebagai berikut :
 1.   Apakah penerapan metode karyawisata dapat meningkatkan       kreativitas
      anak dalam kegiatan menggambar dan mewarnai?
 2. Apakah penerapan metode karyawisata dapat meningkatkan hasil belajar
      anak dalam menggambar dan mewarnai?


Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
        Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran
dalam menggambar dan mewarnai melalui metode karyawisata pada anak didik di
KB Permata Hati Kids Kebumen.
Tujuan Khusus
        Secara khusus tujuan penelitian ini adalah :
 a. Meningkatkan kreativitas dalam kegiatan menggambar dan mewarnai di KB
      Permata Hati Kids Kebumen melalui metode karyawisata.
 b. Meningkatkan hasil belajar anak didik di KB Permata Hati Kids Kebumen
      dalam kegiatan menggambar dan mewarnai melalui metode karyawisata.


Manfaat Penelitian
        Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangan yang sangat
bermanfaat terhadap peningkatan kreativitas dan hasil belajar anak dalam kegiatan
menggambar dan mewarnai melalui metode karyawisata untuk berbagai pihak :
    Manfaat Teoritis
 a. Penelitian ini dari segi teoritis dapat melengkapi teori pembelajaran yang
    berkaitan dengan menggambar dan mewarnai.
 b. Dari hasil penelitian ini di harapkan dapat bermanfaat dan memperkaya
    khasanah ilmu pengetahuan.
 c. Menjadi pengembangan kajian keilmuan tentang dunia pendidikan anak usia
    dini.
Manfaat Praktis
 a. Bagi Anak
     1) Anak mampu meningkatkan kreativitas menggambar dan mewarnai
         dengan lebih memaksimalkan fungsi motorik halus anak.
     2) Anak mampu menuangkan ide dan gagasan dengan lebih luas pada
         lingkungan di sekitar objek.
 b. Bagi Pendidik
     1) Pendidik    dapat    meningkatkan   kemampuan        profesional   dalam
         memecahkan masalah menggambar.
     2) Pendidik dapat menambah wawasan yang lebih luas tentang stimulus
         yang tepat dalam pembelajaran agar lebih menarik.
     3) Meningkatkan mutu dan kualitas kinerja pendidik.
 c. Bagi Lembaga
     1) Memberikan inovasi dalam metode kegiatan pembelajaran yang lebih
         menyenangkan anak agar tercapai tingkat perkembangan yang optimal.
     2) Dapat digunakan sebagai acuan dan memberi peluang dalam bertukar
         informasi tentang metode dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan
         perkembangan anak usia dini.
 d. Bagi Masyarakat
     1) Sebagai wawasan dan gambaran tentang kegiatan pembelajaran dalam
         mendidik anak pada kreativitas dalam menggambar dan mewarnai.
     2) Sebagai referensi untuk penelitian yang sedang dan akan dilakukan.
KAJIAN PUSTAKA
Kerangka Teori
Kreativitas
Untuk lebih menjelaskan pengertian kreativitas, akan dikemukakan beberapa
perumusan yang merupakan kesimpulan para ahli mengenai kreativitas ( Utami
Munandar, 1999) :
1) Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan
   data, informasi, atau unsur-unsur yang ada.
2) Kreativitas (berpikir kreatif atau berpikir divergen) adalah kemampuan
   berdasarkan data atau informasi yang telah tersedia, menemukan banyak
   kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekanannya adalah
   pada kuantitas, ketepatgunaan, dan keragaman jawaban.
3) Secara operasional kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang
   mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas) dan orisinalitas dalam
   berpikir     serta   kemampuan   untuk    mengelaborasi   (mengembangkan,
   memperkaya, memperinci) suatu gagasan. (Munandar, 1997).


Hasil Belajar
      Hasil belajar dimaksud di sini adalah setelah anak didik mengalami
pembelajaran tertentu dan anak mengikuti kegiatan pembelajaran menggambar
dan mewarnai melalui metode karyawisata.


Menggambar
      Menggambar yaitu membuat gambar. Membuat gambar dapat dilakukan
dengan cara mencoret, menggores, menorehkan benda tajam ke benda lain dan
memberi warna sehingga menimbulkan gambar. Menggambar adalah kegiatan-
kegiatan membentuk imajinasi dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan
alat, bisa pula pula menggambar berarti membuat tanda-tanda tertentu di atas
permukaan dengan mengolah goresan dari alat gambar.
Mewarnai
       Mewarnai adalah memberi warna, mencoret-coret secara bebas dan
sebagainya. Mewarnai juga berarti mewarnai dengan warna tertentu, juga dapat
diartikan mempengaruhi. Mewarnai disini adalah suatu bentuk ekspresi diri
dengan mencoret-coret pada obyek tertentu dengan warna yang ingin dia
tempatkan sehingga akan timbul kreativitas dalam mewarnai.


Metode Karyawisata
       Moeslichatoen (1999) menuliskan bahwa karyawisata merupakan salah
satu metode pembelajaran di pendidikan anak usia dini yang dilaksanakan dengan
cara mengamati dunia sesuai dengan kenyataan yang ada secara langsung. Dengan
karyawisata anak-anak dapat diajak untuk mengamati manusia, hewan, tumbuh-
tumbuhan dan benda-benda lainnya. Dengan mengamati secara langsung, anak
dapat memperoleh kesan yang sesuai dengan pengamatannya. Pengamatan itu
diperoleh melalui panca indra seperti penglihatan, pendengaran, pengecapan,
pembauan dan perabaan.


Kerangka Berpikir
       Dalam mencapai tujuan pendidikan, pendidik merupakan motivator bagi
peserta didiknya dalam kegiatan pembelajaran baik di dalam kelas maupun di luar
kelas. Sehingga metode pembelajaran dan media yang digunakan harus relevan,
kreatif, aktif dan menyenangkan.Berbagai upaya dapat dilakukan oleh pendidik
agar harapan tersebut dapat terwujud, antara lain yaitu dengan penerapan metode
karyawisata dimana anak akan dapat belajar melalui pengamatan langsung dengan
menggunakan seluruh inderanya.


Hipotesis Tindakan
   Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan maka hipotesis tindakan
yaitu tindakan guru tentang cara yang terbaik untuk mengatasi masalah. Dengan
pertimbangan dan menunjuk pada teori-teori yang ada disusunlah hipotesis
tindakan sebagai berikut :
1. Metode karyawisata dapat meningkatkan kreativitas anak dalam kegiatan
   menggambar dan mewarnai.
2. Metode karyawisata dapat meningkatkan hasil belajar anak dalam kegiatan
   menggambar dan mewarnai.


Indikator Kinerja dan Kriteria Keberhasilan
Indikator Kinerja
a. Antusias anak ketika memulai kegiatan belajar di alam terbuka.
b. Anak dapat merespon penjelasan pendidik dengan baik.
c. Mengerjakan kegiatan yang diberikan pendidik dengan baik dan tepat waktu.
d. Kreatif dalam menggambar dan memilih warna.
Kriteria Keberhasilan
   Indikator yang digunakan adalah menggambar dan mewarnai dengan
pengamatan langsung di alam terbuka dan lingkungan sekitar sehingga
menumbuhkan kreativitas anak dan eksplorasi dengan imajinasi anak.
a. Proses perbaikan dinyatakan mencapai tujuan jika kreativitas menggambar
   dengan metode karyawasita sudah berhasil mencapai 75%.
b. Proses perbaikan dinyatakan mencapai tujuan jika kreativitas mewarnai
   dengan metode karyawisata sudah berhasil mencapai 75 %.
c. Simbol yang dipergunakan adalah :
      Untuk anak yang semangat dalam mengerjakan dan hasilnya baik
    Untuk anak yang semangat dalam mengerjakan tapi hasilnya cukup baik
   o Untuk anak kurang bersemangat dalam mengerjakan dan hasilnya kurang
       baik


PELAKSANAAN PENELITIAN
Subyek, Tempat dan Waktu Penelitian
       Subyek dari kegiatan penelitian ini adalah anak didik dan guru di
kelompok A KB Permata Hati Kids Kebumen tahun pelajaran 2012-2013
semester 2 yang berjumlah 13 anak terdiri dari 8 laki-laki dan 5 perempuan.
Tempat penelitian ini adalah di KB Permata Hati Kids Jalan Pemuda No 83
Kelurahan Kebumen Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Adapun waktu
yang dibutuhkan peneliti terbagi menjadi dua siklus yaitu siklus pertama
dilaksanakan mulai tanggal 21 sampai dengan 26 Januari 2013 dan siklus kedua
tanggal 28 Januari sampai dengan tanggal 1 Pebruari 2013.


Data dan Teknis Analisis Data
        Teknik pengumpulan data terdiri dari : 1) Teknik Dokumentasi digunakan
untuk mengumpulkan data pada kondisi awal sebelum penelitian tindakan kelas
ini dilaksanakan. 2) Teknik Observasi untuk mengumpulkan data proses belajar
anak didik selama dilaksanakan tindakan baik tindakan siklus 1 maupun tindakan
siklus 2. 3) Teknik Penilaian dilaksanakan pada waktu tindakan siklus 1 maupun
siklus 2 untuk mendapatkan data hasil belajar anak didik.
        Alat pengumpulan data terdiri dari : 1) Dokumen merupakan alat untuk
mendapatkan data pada kondisi awal yang berupa catatan personal anak didik dan
hasil belajarnya. 2) Lembar observasi ( pengamatan ) untuk mengukur tingkat
kreativitas anak didik selama proses pembelajaran pada siklus 1 dan siklus 2.


Analisis Data
        Teknik analisis data yang digunakan adalah Diskriptif Komparatif.
Menggambarkan keterlaksanaan tindakan dalam proses pembelajaran yaitu
dengan mendeskripsikan aktivitas anak didik dalam kegiatan pembelajaran,
menggambarkan proses dan kendala-kendala yang muncul dalam pelaksanaan
pembelajaran serta menganalisis dan menggambarkan pencapaian kompetensi dari
hasil belajar anak didik.


Desain Prosedur Penelitian
        Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam bentuk siklus yang terdiri
dari empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan
refleksi.
Deskripsi Pelaksanaan Penelitian per Siklus
Siklus Pertama
 1. Rencana Tindakan
            Rencana tindakan perbaikan pembelajaran ini adalah untuk
      meningkatkan kreativitas anak dalam menggambar dan mewarnai melalui
      metode karyawisata. Sebelum kegiatan perbaikan pembelajaran ini
      dilakukan maka peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut :
      merencanakan, menetapkan waktu dan setting pelaksanaan perbaikan per
      siklus dengan 5 kali pertemuan,       menetapkan materi pembelajaran,
      menyusun langkah-langkah perbaikan pembelajaran.
 2. Pelaksanaan Tindakan
               Pelaksanaan tindakan mengacu pada skenario pembelajaran yang
    dituangkan dalam Rencana Kegiatan Harian pada tiap siklus.
 3. Pengamatan
               Tehnik pengumpulan data (asesmen) yang paling praktis untuk
      menangkap kinerja dan proses secara terus menerus ialah :
      a. Pengamatan yang terampil dan pengetahuan tentang perkembangan
          dan belajar anak.
      b. Pencatatan anecdotal yang singkat, rinci dan lengkap.
      c. Ceklist untuk melihat arah perkembangan dan diskripsinya.
      d. Sampel produk berupa contoh yang mewakili dari hasil karya anak
          didik.
      e. Sampling waktu atau sampling kejadian 1 peristiwa.
      f. Wawancara yang dilakukan ketika anak-anak bermain.
 4. Refleksi
      Berdasarkan diskusi refleksi dengan teman sejawat akhirnya peneliti
    memutuskan untuk mengadakan perbaikan pembelajaran dengan merubah
    setting kelas yang biasanya kegiatan inti dilaksanakan di dalam kelas dan
    akan dipersiapkan di luar kelas.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Per Siklus
1.Siklus I
          Pada siklus pertama peneliti memberikan kegiatan pembelajaran
menggambar dan mewarnai dengan metode karyawisata dan hasilnya belum
maksimal. Selain metode baru bagi anak-anak peneliti masih melihat kondisi yang
kurang maksimal ketika anak mengekplorasikan menuangkan pengamatan mereka
pada obyek gambar ke dalam hasil karya anak. Kondisi awal sebelum siklus I
dilaksanakan dari 13 anak baru 4 anak atau 31 % yang berhasil, dan pada siklus I
ada peningkatan menjadi 7 anak atau 54 % yang berhasil.
2. Siklus II
          Pada siklus kedua, anak diberi kegiatan menggambar dan mewarnai
dengan metode karyawisata. Peneliti sudah lebih mengkondisikan tempat yang
lebih nyaman dan menyiapkan media-media yang lebih variatif, sehingga anak
dapat mengikuti kegiatan pembelajaran ini dengan lebih maksimal. Pada siklus
kedua dalam pembelajaran menggambar dan mewarnai ini sudah tercapai karena
anak yang berhasil menyelesaikan dengan baik sudah 11 anak atau 84 % dari 13
anak.
          Daftar tabel Rekapitulasi anak berhasil dan tidak berhasil
                                           Kriteria Penilaian
               Kegiatan
    No                          Kurang             Cukup               Baik       Jumlah
          Pembelajaran
                          Jumlah     %     Jumlah          %    Jumlah        %    anak

        1. Kondisi                                                4                 13
                            4       30 %       5      38 %                30 %
             awal

        2. Siklus I         2       15 %       4      30 %        7       53 %      13

        3. Siklus II        1       7%         1       7%         11      85 %      13


 Dengan memperhatikan tabel hasil belajar dapat diketahui distribusi frekuensi
 peningkatan kreativitas dan hasil belajar dalam Menggambar dan Mewarnai
 dengan metode Karyawisata sebagai berikut :
  12

  10

   8

   6

   4
                                                     Anak yang kurang berhasil
   2                                                 Anak yang cukup berhasil
   0                                                 Anak yang berhasil
         Studi      Siklus I    Siklus II
         Awal


Diagram peningkatan kreativitas dan keberhasilan anak dalam perbaikan
kegiatan menggambar dan mewarnai.

 90

 80

 70

 60

 50

 40

 30                                                        Anak yang kurang
                                                           berhasil
 20                                                        Anak yang cukup
                                                           berhasil
 10
                                                           Anak yang berhasil
  0
       Studi Awal    Siklus I      Siklus II
Pembahasan Hasil Penelitian
    Perbaikan pembelajaran menggambar dan mewarnai anak dilaksanakan dalam
2 siklus ternyata menunjukkan peningkatan yang cukup menggembirakan. Pada
hasil rekapitulasi menunjukkan adanya keterlaksanaan pembelajaran menggambar
dan mewarnai anak pada setiap siklus. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan
perbaikan pembelajaran tersebut sangat membantu anak dalam belajar, bekerja
sama dengan teman sehingga anak termotivasi untuk belajar dan pada akhirnya
keberhasilan belajar anak meningkat.
    Perolehan hasil belajar anak pada kegiatan menggambar dan mewarnai di
siklus I yaitu dari 13 anak, 7 anak sudah berhasil dalam peningkatan kreativitas
dan hasil belajar (53%), sedangkan 6 anak belum berhasil. Hasil tersebut lebih
baik dibandingkan pada studi awal, jumlah anak yang berhasil hanya 4 anak
(30%). Pada siklus ke II anak yang sudah berhasil meningkat menjadi 11 anak
(85%), dan 2 anak tidak berhasil (17%).
    Dengan metode karyawisata pembelajaran akan semakin jelas dan menarik
sehingga membawa keberhasilan belajar yang menyenangkan. Oleh karena itu
perbaikan pembelajaran ini sampai siklus ke II dihentikan.


SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT
Simpulan
        Berdasarkan hasil penelitian selama melaksanakan siklus perbaikan, dapat
ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran menggambar dan mewarnai dengan
penerapan metode karyawisata di Kelompok Bermain Permata Hati Kids
Kebumen, dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar anak. Adapun
peningkatan kreativitas dan hasil belajar ditunjukkan dengan lebih semangat dan
termotivasinya ide-ide/imajinasi anak yang lebih luas yang dituangkan dalam
bentuk eksplorasi gambar dan dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan
baik.
   Dalam pelaksanaan kegiatan meningkatkan kreativitas dan hasil belajar dalam
menggambar dan mewarnai melalui penerapan metode karyawisata dapat diambil
kesimpulan yaitu:
 1. Melalui penerapan metode karyawisata dapat meningkatkan kreativitas
     dalam kegiatan menggambar dan mewarnai.
 2. Melalui penerapan metode karyawisata dapat meningkatkan hasil belajar
     dalam kegiatan menggambar dan mewarnai.
Saran dan tindak lanjut
Sebagai tindak lanjut penelitian yang sudah dilaksanakan, maka agar memperoleh
hasil yang optimal yaitu anak Kelompok Bermain Permata Hati Kids Kebumen
yang kreatif dalam menggambar dan mewarnai sesuai dengan karakteristik dan
tahapan perkembangan anak usia dini, perlu disampaikan saran-saran dan tindak
lanjut sebagai berikut :
1. Agar pendidik lebih kreatif, variatif, inovatif dalam mempersiapkan dan
    merencanakan kegiatan pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan
    anak.
2. Agar pendidik lebih tepat dalam memilih media dan metode pembelajaran
    yang menyenangkan.
3. Menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan bermakna, sehingga anak
    senang melaksanakan kegiatan menggambar dan mewarnai dengan metode
    karyawisata.
4. Agar pendidik dapat meningkatkan kreativitas pembelajaran menggambar dan
    mewarnai.
5. Agar kepala sekolah mendukung program peningkatan mutu belajar
    pendidikan.
                              DAFTAR PUSTAKA


       IGAK Wardhani, Kuswaya Wihardit. (2011) Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta Universitas Terbuka
       Luluk Asmawati, dkk. (2011). Pengelolaan Kegiatan Pengembangan
Anak Usia Dini. Jakarta Universitas Terbuka.
       Masitoh, dkk (2008). Strategi Pembelajaran TK. Jakarta Universitas
Terbuka.
       Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Meta Pikiran (2012).
Semarang P2pnfi Pusat Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal
Regional II
       Nurbiana Dhieni, dkk (2009). Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta
Universitas Terbuka
       Tim     PG-PAUD     Universitas   Terbuka.   (2012)     Analisis    Kegiatan
Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta Universitas Terbuka
       Tim PKP PG-PAUD Universitas Terbuka (2011) Panduan Pemantapan
Kemampuan Profesional. Jakarta, Universitas Terbuka
       Winda    Gunarti,   Lilis   Suryani,    Azizah   Muiz     (2010).    Metode
Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini. Jakarta
Universitas Terbuka
       Widia Pekerti dkk (2009). Metode Pengembangan Seni. Jakarta
Universitas Terbuka

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:4/9/2013
language:Unknown
pages:16