Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

ANTARA JEMAAH DAN PARTAI POLITIK: DINAMIKA HABITUS KADER PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DALAM ARENA POLITIK INDONESIA PASCA PEMILU 2004

VIEWS: 5 PAGES: 480

Abstrak Disertasi ini merupakan hasil penelitian kualitatifdengan ragam studi kasus yang mengidentifikasi pola pengelompokkan/faksionalisasiyang ada di PKS, sekaligus menggambarkan bagaimana kelompok-kelompok/faksi-faksi tersebut bekerja dalam dinamika internal PKS, khususnya pasca Pemilu2004. Pada “sisi keras” (hard-side), dinamika tersebut digambarkan sebagai kompetisi antara kelompok-kelompok/faksi-faksi untuk menjalin hubungan yang efisien dengan pemegang otoritas tertinggi, yang berimplikasi pada terbentuknya struktur yang cenderung oligarkis. Sementara pada “sisi lunak” (soft-side), dinamika tersebut ditampilkan sebagai pertarungan simbolik berupa dialektika antara heterodoxydengan orthodoxydalam rangka membangun sebuah doxa yang baru. Hasil penelitian ini merekomendasikan agar PKS melakukan demokratisasi, deoligarkisasi, dan desakralisasi organisasi untuk meningkatkan posisi objektifnya di arena politik Indonesia. Kata kunci: PKS, Jemaah Tarbiyah, habitus, arena (field), tindakan kolektif, kekuasaan simbolik (symbolic power), budaya organisasi, demokratisasi, deoligarkisasi, desakralisasi organisasi abstract This dissertation is the result of research kualitatifdengan range of case studies that identify patterns of grouping / faksionalisasiyang at MCC, as well as describing how the kelompok-kelompok/faksi-faksi MCC works in internal dynamics, particularly after Pemilu2004. On the "hard side" (hard-side), the dynamics is described as a competition between kelompok-kelompok/faksi-faksi to establish an efficient relationship with the highest authority, which has implications for the formation of structures that tend oligarchic. While on the "soft side" (soft-side), the dynamics are displayed as a symbolic form of dialectic battle between heterodoxydengan orthodoxydalam order to build a new doxa. Results of this study recommend that the MCC did democratization, deoligarkisasi, and desecration organization to improve its objective position in the Indones

More Info
To top