Docstoc

Laporan PPL

Document Sample
Laporan PPL Powered By Docstoc
					                                   BAB I

                               PENDAHULUAN



      Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu mata kuliah

yang wajib ditempuh oleh setiap mahasiswa STAINU Kebumen. Aktivitas PPL

meliputi pembekalan (orientasi), observasi, praktik mengajar secara terbimbing,

mandiri, dan praktik mengajar akhir/ujian. Semuanya merupakan satu kesatuan

yang tidak dapat terpisahkan baik kaitannya dengan proses, pelaksanaan, dan

penilaian.

      Praktik   Pengalaman Lapangan ini merupakan program akademik yang

ditempuh oleh mahasiswa STAINU Kebumen Program Pendidikan S.1 Prodi PAI.

Secara definitif, PPL dapat diartikan sebagai program praktik lapangan dalam

bentuk mengajar sebagai latihan pengalaman dan penerapan ilmu/teori

pembelajaran yang telah dipelajarinya guna diaplikasikan secara langsung dan

nyata pada sekolah/madrasah.

      Praktik mengajar adalah latihan mengajar di muka kelas, yang dimulai dari

penyusunan RPP, menyajikan dan melaksanakan Evaluasi. Untuk dapat

terlaksanakannya praktik mengajar dengan baik setiap mahasiswa dituntut dapat

menguasai materi yang akan disampaikan, serta kemampuan pengelolaan kelas

secara kondusif untuk Proses Pembelajaran. Untuk itu setiap mahasiswa peserta

PPL wajib melakukan observasi sekolah/madrasah tentang berbagai hal yang

diperlukan serta observasi kelas secara langsung sehingga pemahaman dan




                                      1
penghayatan tentang pengorganisasian dan pengelolaan suatu Proses Belajar

Mengajar (PBM) telah dimiliki.

      Kegiatan PPL dirancang guna melatih dan menyiapkan para mahasiswa

Tarbiyah sebagai calon guru dalam penguasaan dan penghayatan ketrampilan

mengajar secara ideal sehingga dapat membantu terciptanya calon guru yang

komplek dan professional. Diharapkan setelah menyelesaikan jenjang studi

Tarbiyah/Keguruan di STAINU Kebumen para mahasiswa memiliki kesiapan,

kebiasaan dan kecakapan sebagaimana terumuskan dalam kompetensi guru yang

professional. Kemampuan untuk melaksanakan profesi sebagai guru inilah yang

dibentuk di antaranya melalui PPL. Oleh karena itu, PPL merupakan mata kuliah

yang pokok dan merupakan muara dari seluruh program pendidikan Keguruan

(Tarbiyah) program S.1 Prodi PAI di STAINU Kebumen.

      Secara global kegiatan teknis PPL meliputi perencanaan, pelaksanaan

sampai pada penilaian dan pelaporan yang harus berorientasi pada peran dan

tugas-tugas guru secara komprehensif. Dengan berbagai aktivitas dan tugas-tugas

guru yang berkaitan dengan :

      1. Tugas keadministrasian

      2. Tugas mengajar/mendidik peserta didik

      3. Tugas membimbing/membina/melatih peserta didik

      4. Tugas mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran

      5. Tugas pelaporan

      PPL merupakan bagian integral dari keseluruhan kurikulum STAINU pada

program pendidikan S.1 Prodi PAI dengan bobot SKS sebanyak 4 (empat).




                                      2
Adapun nilai satuan kredit semester (1 SKS) adalah setara dengan (a) 90 menit

praktikum terjadwal, (b) 60 menit kegiatan akademik terstruktur dan (c) 60 menit

kegiatan akademik yang dilakukan oleh mahasiswa secara mandiri.

A. Gambaran Umum Tempat PPL

1. Sejarah Perkembangan Sekolah/Madrasah

    a. Pembangunan Berdirinya

          Pesantren “Salafiyah “ ini dibangun kembali pada akhir bulan Syawal

       1370 H atau Agustus 1951, setelah mengalami beberapa kali fatroh atau

       facum, antara lain :

       1. Pembangunan pertama fatroh karena wafatnya Kyai Muhamad

          Arfiyah bin Sunan Mursyid ( Bupati Panjer ) dalam masa berpuluh-

          puluh tahun.

       2. Pembangunan kedua fatroh karena wafatnya Kyai Haji Isma’il.

       3. Fatroh karena hal- hal sekitar clas- clas dengan Belanda, dimana para

          santrinya pulang ke desa-desa untuk menggabungkan diri sebagai

          gerilyawan- gerilyawan, antara lain: KH. Saefudin Zuhri, Brigjen

          Burhani Cokro Handoko, Drs. Manan Rukyat (Dekan Fak. Usuludin),

          dan lain- lain.

    b. Masa setelah dibangun kembali

          Setelah mengalami fatroh bertahun- tahun, maka pada tahun 1951

      pesantren “Salafiyah” dibangun kembali oleh Almarhum KH. Ahmad

      Nasichah yang dibantu oleh menantunya KH. Fathurrohman serta

      pembantu-     pembantu    yang   lain.   KH.   Hasyim    Abdillah,   KH.




                                       3
Nurchamid, KH. Affandi , KH. Ali Siddiq, K. Nasichin, K. Basiran,

dan lain- lain.

    Keserasian kerja dan kemauan yang keras dari kedua beliau dengan

pembantu-pembantunya, menjadikan besarnya kepercayaan masyarakat

yang dengan ikhlas memberikan dukungannya sehingga terbentuklah

suatu pesantren yang tergolong dimasa itu dan dalam jangka pendek

dapat dibangun suatu gedung madrasah bertingkat serta tanah- tanah

waqaf secara gotong royong.

    Santri- santri kemudian berdatangan dari luar daerah, diantaranya

dari Banyuwangi, Jember, serta daerah-daerah Jawa Timur lainnya dari

Banjar, Ciamis, Banten, dan daerah Jawa Barat lainnya, Sumatra, bahkan

ada yang datang dari Singapura. Dengan perkembangan yang begitu pesat

dan baik, akhirnya pemerintah memberikan subsidi dimasa itu dan guru-

guru pemerintah untuk Madrasah Salafiyah yang berjalan sampai kini.

    Kemajuan- kemajuan disegala bidang ditingkatkan, demikian juga

dalam bidang olah raga terutama dalam bola kaki, sehingga mempunyai

kesebelasan yang tangguh dengan nama AL AS’AAD yang pernah meraih

sebagai juara kabupaten.

    Setelah kedua beliau wafat, kepemimpinan untuk sementara dipegang

oleh Bapak KH. Hasyim Abdillah dengan dibantu para penerusnya yaitu

para alumni atau santri dari Almarhumain, dan kemudian diserahkan

kepada KH. Sulton (menantu KH. Achmad Nasichah). Dibawah asuhan




                               4
Bapak KH. Sulton perkembangan tampak mulai tambah maju setapak

demi setapak.

      Pengajian atau kuliah umum setiap hari selasa dan sabtu yang dulu

dirintis dan diasuh oleh Almarhum Bapak KH. Achmad Nasichah sendiri.

Sekarang tambah ramai yang diikuti oleh kyai- kyai dari desa- desa, dan

kemadrasahan pun berkembang terus dibawah pimpinan KH. Hasyim

Abdillah dengan para penerusnya. Pepatah mengatakan : “patah tumbuh,

hilang berganti”.

                      DAFTAR GURU- GURU

      MADRASAH SALAFIYAH WONOYOSO KEBUMEN

 NO              NAMA               PENDIDIKAN TERAKHIR (TMT)

  1      KH. Sulton                 Pesantren Ploso, tahun 1950

  2      KH. Hasyim Abdillah        Pesantren Watucongol, tahun 1948

  3      KH. Nurchamid              Pesantren Watucongol/ Tremas,

                                    tahun 1948

  4      K. Mahfudz Iskandar        Pesantren Krapyak, Benda, Pare,

                                    tahun 1950

  5      K. Achmad Nasichin         Pesantren Glonggong, tahun 1948

  6      KH. Ali Zain               Pesantren Tremas, waja, tahun 1946

  7      K. Bahrun ZA               Pesantren Lasem, tahun 1956

  8      K. Talkhis Munir           Pesantren Curakates, tahun 1956

  9      K. Djamaluddin             Pesantren Lasem, tahun 1956

 10      Kusmen HF                  MAAIN, tahun 1967




                                5
11   A. Zaini Abdillah          Pesantren Lasem, tahun 1959

12   A. Zain Rosyid             Pesantren   Kaliwungu/      Jamsaren

                                1959

13   H. Mukhsin Al Ansori       SGPT Negeri Semarang

14   Drs. Muhaimin              IAIN Syari’ah, tahun 1973

15   Juweini Mahfudz Bc, HK     UNNIV Cokrominoto Yogyakarta,

                                th. 1967

16   Manan Rukyat, BA           IAIN Tarbiyah, tahun 1971

17   Dalwanuddin, BA            IAIN Syari’ah, tahun 1971

18   Suyono, BA                 IAIN Yogyakarta

19   Asbari                     Madrasah Salafiyah, 6 tahun

20   Sukardi                    MAAIN, tahun 1968

21   Muslimin                   MAAIN, tahun 1968

22   Mukhson IS                 SMA/ C Negeri, tahun 1957

23   Hanafi AR                  Madrasah Salafiyah, 6 tahun

24   Yusman DM                  PGAA Negeri, tahun 1958

25   Dardiri                    PGAA Negeri, tahun 1957

26   Sufa’at                    Madrasah Salafiyah

27   Muhadi                     SMOA Negeri Purworejo

28   Ny. Anisah                 PGAA Negeri, tahun 1962

29   Ny. Rohayah                PGAN 4 tahun

30   Ny. Munawaroh              Madrasah Salafiyah, Mlt. 4 tahun

31   Muhamad Suroyo             PGSLP/ Bhs. Indonesia, tahun 1968




                            6
    32     Zauthon                      Pesantren Lasem dan SMA/ C

                                        Nasional

    33     Fahruddin                    Madrsah Salafiyah (6 tahun)

    34     Tahrir                       Madrsah Salafiyah (6 tahun)

    35     Manshur                      Madrsah Salafiyah (6 tahun)

    36     Muchibun                     MAAIN, tahun 1972

    37     Siyam                        MAAIN, tahun 1972

    38     Abu Alif                     SD

  *Data ini tidak didapatkan tahunnya

  Keterangan :

  Guru- guru negeri yang diperbantukan di Madrasah antara lain :

  a. Yusman                                        d. Ny. Anisah
  b. Dardiri                                       e. Ny. Rohayah
  c. Muslimin                                      f. Sukardi



c. Luas Areal

         Pesantren “Salafiyah” berdiri diatas tanah waqaf seluas kurang lebih

  ½ hektar. Bangunan- bangunan yang telah ada sekarang :

  1. Gedung Madrasah bertingkat ( 6 lokal ) berkapasitas 240 siswa.

  2. Gedung biasa 2 lokal berkapasitas 80 siswa.

  3. Gedung Madrasah baru 8 lokal dan 1 kantor bertingkat (belum

    sempurna/ selesai) dengan kapasitas 320 siswa.

  4. Masjid jami’.

  5. Kantor dan pondok yang masih sederhana.



                                    7
        Perlu kami tambahkan disini, bahwa disamping bangunan-

   bangunan yang telah ada, Pengurus Pembangunan Pesantren Salafiyah

   merencanakan      membangun     gedung Pondok       Pesantren bertingkat

   sebanyak 30 kamar tidur (3 x 4 m) dengan rencana biaya sebesar

   25.000.000,- (Dua puluh lima juta rupiah).

d. Yayasan “Salaf”

        Pada tahun 1972 , karena dirasa perlu dan juga untuk melaksanakan

   amanat dari Almarhum Bapak KH. Fathurrohman, dibentuklah suatu

   Yayasan “ Salaf ” dengan akte notaris nomor 12 (dua belas) dibawah

   notaries Moch. Yahya Purwodidjoyo, Perwakilan Magelang.

        Dalam tubuh Yayasan ini telah dirintis kegiatan- kegiatan seperti;

   Koperasi, Taman Kanak- Kanak, Kesehatan, serta sub-sub ketrampilan /

   skill lainnya bagi siswa siswi (pertanian, perikanan, peternakan, dll) yang

   masih memerlukan bimbingan.

e. Tujuan Pesantren Salafiyah

        Telah digariskan dalam tata tertib pesantren “Salafiyah”, bahwa

   tujuan dari pesantren “Salafiyah” adalah “MEMBENTUK KADER

   ULAMA INTELEK YANG TAQWA KEPADA TUHAN YANG

   MAHA ESA, serta TAAT KEPADA PEMERINTAH”.

        Untuk mencapai tujuan tersebut, maka di pesantren “Salafiyah”

   diajarkan cabang- cabang ilmu agama dan cabang- cabang ilmu

   pengetahuan umum. Dalam cabang Ilmu Agama diajarkan kitab- kitab

   atau pelajaran- pelajaran yang biasa digunakan oleh ulama salaf.



                                    8
   Sedangkan dalam cabang ilmu pengetahuan umum mengambil kurikulum

   yang sesuai dengan kurikulum sekolah negara.

       Disamping sebagai mata pelajaran di madrasah atau di kelas, Ilmu

   Agama juga diberikan secara kuliah atau pengajian- pengajian terutama

   dalam bulan Ramadhan.

       Dalam hal ilmu pengetahuan umum sebagai tambahan pelajaran

   dikelas, diadakan juga les tambahan untuk persiapan menghadapi Ujian

   Negara.

       Dua hal tersebut (pengajian dan les) perlu diadakan, karena

   mengingat banyaknya mata pelajaran yang harus dipelajari oleh para

   siswa siswi. Siswa siswi harus memikul dua beban ilmu yaitu ilmu

   agama dan ilmu umum sebagai konsekuensinya menjadi KADER

   ULAMA YANG INTELEK.

f. Alumni Pesantren “Salafiyah”.

       Pesantren “Salafiyah telah banyak menelorkan sarjana- sarjana dan

   kyai- kyai diantaranya adalah Bapak Burhani, Saefudin Zuhri, Manan

   Rukyat, dan masih banyak lainnya. Dan pada umumnya kyai- kyai di

   desa- desa Kabupaten Kebumen adalah santri- santri atau alumni dari

   Pesantren Salafiyah Wonoyoso (santri dari Alamarhum KH. Achmad

   Nasichah).




                                   9
g. Kepengurusan

          Sehubungan dengan luasnya ruang lingkup tugas- tugas pekerjaan

   yang harus diselesaikan dalam Pesantren Salafiyah, maka kepengurusan

   disesuaikan dengan keadaan :

   Pengasuh              : KH. Sulton

   Sekretaris            : Djuweini Mahfudz. BCHK.

     1.    Pengurus Madrasah :

                Ketua               : KH. Hasyim Abdillah

                Wakil ketua         : H. Muchsin Al Ansori

                Sekretaris          : Moch. Kusmen

                Wakil sekretaris    : Sukardi

                Bendahara           : K. Bahrun Zakaria

                Wakil Bendahara : Muslimin

                Guru Kepala         :

                   a. Tsanawiyah : K. Mahfudz iskandar

                                        Zaini Abdillah

                   b. Muallimat     : Drs. Muhaimin

                                        M. Sobari

     2.    Pengurus Pembangunan :

                Ketua              : Azhari

                Wakil ketua        : H. Zaenal Mansyur

                Sekretaris         : Muchson Ilyas. S

                Wakil sekretaris : H. Mustaqim




                                    10
         Bendahara        : A. Zein Rosyid

         Wakil bendahara : Samiroen

         Pembantu- pembantu pelaksana :

                        1. Ngarsis

                        2. H. Muchsin Al Ansori

                        3. M. Badri (Kepala Desa)

3.   Pengurus Masjid

         Ketua            : Sukar

         Sekretaris       : H. Muchsin

         Bendahara        : M. Sudjangi

4.   Pengurus Pondok

         Ketua            : Moch. Musa

         Sekretaris       : Moch. Habib

         Bendahara        : Mundar

5.   Pengurus pengajian sepuh

         Ketua            : Mantri Sukar

         Sekretaris       : K. Darnudji

         Bendahara        : K. Kasan

         Wakil Bendahara : Ny. Darmosusilo

6. Pengurus Waqfiyah

         Ketua            : K. Darnudji

         Sekretaris       : H. Kasan

         Bendahara        : H. Ali Maksum




                           11
        Pengurus- pengurus bagian atau pimpinan- pimpinan tersebut

  bertanggungjawab dalam melaksanakan segala sesuatu atas tugas

  bagian- bagiannya masing- masing kepada pengasuh.

        Disamping pengurus- pengurus tersebut juga juga masih ada

  pengurus- pengurus kecil yang dibentuk untuk mengurusi bagian-

  bagian / unit- unit kecil dibawah naungan pengurus Madrasah, yaitu

  pengurus – pengurus yang mengurusi bidang- bidang kekoperasian,

  kesehatan, dan bidang ketrampilan siswa atau siswi.

        Dalam tubuh siswa juga masih ada pengurus- pengurus keluarga

  siswa, OSIS, Kepramukaan, dan lain- lain yang kesemuanya itu

  dibawah pengawasan Pengurus Kemadrasahan.

h. Kemadrasahan

  Tingkat Pendidikan :

  Cara memberikan pendidikan diberikan dengan tingkatan- tingkatan :

  1. Tingkatan Persiapan Tsanawiyah / Muallimat

         Siswa atau siswi persipan Tsanawiyah / Muallimat adalah

    diambil dari tamatan SD, M.WB, atau sederajat yang dididik

    terutama dalam memperdalam ilmu- ilmu agama secara mendalam

    untuk mempersiapkan masuk ke Tsanawiyah atau Muallimat.

    Dengan adanya pendidikan yang dipersiapkan, maka begitu masuk

    Tsanawiyah atau Muallimat siwa- siswi telah membawa bekal ilmu

    umum dari SD dan ilmu agama dari Persiapan tersebut.




                              12
2. Tingkatan Tsanawiyah / Muallimat lengkap 6 tahun.

      Siswa atau siswinya adalah dari tamatan Persiapan tersebut

  atau dari SD, M.WB, atau sederajat yang ilmu agamanya mencukupi

  atau mampu dan lama pendidikan 6 tahun

      Perlu kami terangkan disini, bahwa waktu belajarnya di

  madrasah salafiyah diadakan pagi dan sore, yaitu pagi khusus untuk

  anak- anak putra (Tsanawiyah) dan sore hari khusus untuk anak-

  anak putri (Muallimat).

      Karena pendidikan Tsanawiyah/ Muallimat lengkap 6 tahun,

  maka tamatan- tamatan tsanawiyah/ Muallimat 6 tahun tersebut

  dapat meneruskan ke perguruan tinggi atau IAIN maupun mengikuti

  Ujian- ujian Ngaliyah Negeri. Hal ini adalah biasa dilaksanakan

  setiap tahunnya. Demikian juga bagi kelas III nya dapat mengikuti

  Ujian Tsanawiyah Negeri. Hal ini juga biasa dilaksanakan setiap

  tahunnya.

3. Pengajian atau Kuliah Umum

      Pengajian ini diadakan tiap hari selasa dan sabtu pagi.

  Pengajian ini adalah meneruskan apa yang telah dirintis dan

  dilaksanakan   Almarhum     KH.    Ahmad    Nasichah   dan    KH.

  Fathurrohman dengan baik. Pengajian ini merupakan kuliah umum

  yang diikuti kyai- kyai dari desa- desa atau masyarakat umum putra

  dan putri di bawah asuhan KH. Sulton sendiri.




                            13
                       Disamping itu setiap bulan Ramadhan KH. Sulton mengadakan

                 pengajian akbar (Buchori, Muslim, Ichya’, dll) untuk para kyai- kyai

                 dan para alumni dan guru- guru madrasah.


             4. Jumlah lokal atau kelas

                       Jumlah lokal yang sempurna dan dapat dipakai ada 11 lokal,

                 sedang jumlah kelas 2 ada19 kelas, maka dari itu terpaksa masuk

                 pagi dan sore.

             5. Jumlah guru atau TU

                       Jumlah guru ada 35 guru, inclusive 6 guru negeri. Sedangkan

                 jumlah TU ada 3 orang. (lihat daftar guru)

             6. Jumlah siswa/ siswi/ santri.

                 a. Tingkat persiapan (putra atau putri)            :         91 anak/ santri

                 b. Tingkat Tsanawiyah (putra)                      :        332 anak/ santri

                 c. Tingkat Muallimat (putri)                       :        142 anak/ santri

                   Jumlah                                           :        565 anak/ santri

                 d. Pengajian sepuh (selasa dan sabtu)              :        500 orang/ santri

                   Jumlah total                                     : 1.065 orang/ santri

                 TSANAWIYAH                                         MUALLIMAT

                                                                                                 PERSI
I     II   III    IV    V   VI    JML KET           I    II   III       IV      V    VI   JML
                                                                                                 APAN

                                           -
29 75      62     57   37   25    332               36   38   27        25     11     5    142    91


    * Data ini tidak didapatkan tahunnya



                                               14
     DAFTAR PELAJARAN MADRASAH SALAFIYAH PESANTREN

WONOYOSO KEBUMEN TINGKAT TSANAWIYAH LENGKAP 6 TAHUN

                  ATAU TINGKAT MUALLIMAT 6 TAHUN



MATA PELAJARAN AGAMA                  MATA PELAJARAN UMUM

I. Pelajaran Pokok                    I. Mata Pelajaran Penting

   1. Tauhid                                1. Bahasa Indonesia
   2. Tasawuf                               2. Kesusteraan
   3. Al- Qur’an                            3. Sejarah Indonesia/ umum
   4. Tajwid                                4. Ilmu Bumi
   5. Fiqih                                 5. Tata Negara/ civix
   6. Ushul Fiqih                           6. Bahasa Inggris
   7. Qowa’idul Fiqih                       7. Aljabar
   8. Faroidh                               8. Ilmu Ukur
   9. Bahasa Arab                           9. Ilmu Alam
   10. Muthola’ah                     II. Mata Pelajaran Pelengkap
   11. Insya                                1. Tata Hukum
   12. Nahwu                                2. Sosiologi
   13. Shorof                               3. Antropologi
   14. Balaghoh                             4. Sejarah Kebudayaan
   15. Mantiq                               5. Ilmu Pendidikan
   16. Arudh                                6. Ilmu Jiwa (sosial/ umum)
II. Mata Pelajaran Penting                  7. Ilmu Hayat

   1. Tafsir                                8. Ilmu Kesehatan
   2. Ilmu Tafsir                           9. Ilmu Perbandingan Agama
   3. Hadist                                10. Ilmu Pengetahuan Alam
   4. Mustholahul Hadits                    11. Tata Buku
   5. Sejarah Islam                         12. Hitung Dagang
   6. Sejarah Kebudayaan Islam              13. Ilmu Ekonomi



                                 15
   7. Tarekh Tasyri’                              14. Prakarya
   8. Ilmu Falaq                                  15. Ilmu Kemasyarakatan
   9. Khot                                        16. Pendidikan Jasmani
   10. Imla                                       17. Keputrian
   11. Makhfudzot                                 18. PKK
Keterangan :

              Kurikulum selalu disesuaikan dengan kurikulum Negara

                        M. A. A. I. N dan P. G. A. A. N




                                      16
2. Data Guru, Peserta didik dan Sarana

     a.   Data Guru

 No                Nama                 Tempat/Tgl Lahir                Jabatan

 1        Drs. H. Masykur           Banjarnegara, 15 Sept 1956   Kepala Madrasah

 2        Abu Tholib, S.S           Kebumen, 17 Februari 1971    Waka Kurikulum

 3        H. Agus Salim, S.Sos      Kebumen, 02 Feb 1966         Waka Kesiswaan

 4        Kusnan                    Kebumen, 07 Sept 1956        Waka Sarprashum

 5        KH. Muslimin              Kebumen, 19 Juni 1940        Guru

 6        K. Hanafi AR              Kebumen, 31 Des 1943         Guru

 7        KH. Tahrir Faqih          Kebumen, 10 Mei 1943         Guru

 8        K. Masruri                Kebumen, 12 Agust 1948       Guru

 9        K. Ardani BA              Kebumen, 31 Des 1044         Guru

 10       KM. Khaelani              Kebumen, 15 Juni 1953        Guru

 11       K. Shiyam                 Kebumen, 31 Des 1952         Guru

 12       Subagiyono                Kebumen, 19 Feb 1954         Guru

 13       Diego Faizzata, S.HI      Kebumen, 16 Juli 1980        Guru

 14       Aziz Rahman               Kebumen, 11 Juli 1979        Guru

 15       Chabib Anhar, S.Ag        Kebumen, 27 Des 1975         Guru

 16       Sakiyo,A.Md               Kebumen, 29 Agust 1969       Guru

 17       Mahzum Turmudzi, S.PdI    Kebumen, 02 Januari 1982     Guru

 18       Moh. Muslih, S.HI         Kebumen, 13 Mei 1974         Guru

 19       Moh. Zen Muttaqin, S.Pd   Kebumen, 03 Nov 1985         Guru




                                        17
20   Mukhsonah, S.Pd            Kebumen, 04 Juli 1968       Guru

21   Nurmalehah,S.Pd.I          Kebumen, 26 Juli 1966       Guru

22   Siti Ngafiyah, S.Pd        Kebumen, 26 Juli 1979       Guru

23   SriLestari H, S.Pd         Kebumen, 03 Nov 1973        Guru

24   Ani Munisah, S.Pd.I        Kebumen, 24 Februari 1980   Guru

25   Istingatin, S.Pd           Kebumen, 12 April 1979      Guru

26   Siti Barkah,S.Pd           Kebumen, 25 Oktober 1969    Guru

27   Eni Zuwintari, S.Pd        Kebumen, 13 Oktober 1974    Guru

28   Nailatur Rohmah, S.Pd.Si   Kebumen, 31 Oktober 1985    Guru

29   Tri Aryani, S.Pd           Kebumen, 02 April 1986      Guru

30   Nela Kamaliyah, S.Pd       Kebumen, 18 Juli 1986       Guru

31   Najikhah Asmarani, S.Pd    Kebumen, 19 Des 1988        Guru

32   Khanatus Sa’diyah          Kebumen, 03 Nov 1987        Guru

33   Aan Puji Munawar           Kebumen, 12 Des 1985        Guru/Karyawan

34   Ahmad Salafi               Kebumen, 25 Juni 1990       Guru/Karyawan

35   Masruroh                   Kebumen, 04 Des 1959        Guru

36   Sri Istiqomah              Kebumen, 29 Mei 1980        Guru

37   Nurhasyim                  Kebumen, 01 Maret 1971      Guru

38   Cahyo Afifiyanto           Kebumen, 10 Januari 1992    Guru

39   Imron Fatoni               Kebumen, 12 Maret 1973      Penjaga




                                    18
b.       Data Peserta Didik

                                      Tahun
              Nama Madrasah                            Kelas            Jumlah
     No                              Pelajaran
                                                  7     8       9

     1      MTs Salafiyah            2009/2010   170   113     119          402

     2      MTs Salafiyah            2010/2011   167   168     105          440

     3      MTs Salafiyah            2011/2012   129   164     163          457



c.       Sarana dan Prasarana

                Sarana dan prasarana yang dimiliki MTs Salafiyah Wonoyoso

         Kebumen saat ini adalah:


     No                             Nama                             Jumlah


     1       Ruang Teori/Kelas                                         13

     2       Laboratorium IPA                                          1

     3       Laboratorium Komputer                                     1

     4       Ruang Perpustakaan Konvensional                           1

     5       Ruang Serba Guna/Aula                                     1

     6       Ruang UKS                                                 1

     7       Ruang BP/BK                                               1

     8       Ruang Kepala Sekolah                                      1

     9       Ruang Guru                                                1

     10      Ruang TU                                                  1




                                           19
11   Kamar Mandi/WC Guru Laki-laki    1

12   Kamar Mandi/WC Guru Perempuan    1

13   Kamar Mandi/WC Siswa Laki-laki   2

14   Kamar Mandi/WC Siswa Perempuan   3

15   Gudang                           1

16   Ruang Ibadah                     1

17   Komputer TU                      2

18   Printer                          2

19   Scanner                          1

20   Digital Kamera                   1

21   Server                           2

22   Ketik                            2

23   Mesin Stensil                    -

24   Brankas                          -

25   Lemari                           13

26   Meja TU                          7

27   Kursi TU                         7

28   Meja Guru                        20

29   Kursi Guru                       40

30   Komputer Pembelajaran            20

31   LCD                              -

32   TV                               3



                               20
  33    Meja Siswa                                                          229

  34    Kursi Siswa                                                         457



3. Prestasi Sekolah

 No     Nama Madrasah                       Prestasi                 Tahun
  1     MTs Salafiyah Wonoyoso              Juara II Lomba           2008
                                            Gerak Jalan
                                            Tingkat Kab.
                                            Kebumen
  2     MTs Salafiyah Wonoyoso              Juara II Pi MTQ          2008
                                            Pelajar XXIV Cab.
                                            Tilawah Gol.
                                            SMP/MTs Kab.
                                            Kebumen


B. Maksud dan Tujuan PPL

         Praktek      Pengalaman    Lapangan     bertujuan    untuk     memberikan

   pengalaman di lapangan dengan menerapkan ilmu keguruan yang telah

   ditempuh dengan mata kuliah keahlian khusus yang bersifat teoritis.Tujuan

   umum PPL sebagai berikut :

   1. Mahasiswa       memiliki     kemampuan     mengaplikasikan       dasar      dasar

       kependidikan/ketarbiahan       dan      berbagai      teori     pembelajaran

       disekolah/madrasah

   2. Mahasiswa memiliki kemampuan menginternalisasikan norma-norma guru

       dalam proses belajar mengajar disekolah / madrasah.




                                       21
3. Mahasiswa memiliki kemampuan menjalankan tugas tugas sebagai

   seorang calon guru/pendidik ( 8 standar ketrampilan guru ).

Tujuan Khusus PPL meliputi :

1. Peserta PPL dapat menerapkan berbagai tehnik, strategi, metode dan

   keterampilan mengajar yang telah dipelajarinya.

2. Peserta PPL mampu menginternalisasikan dan menghayati karakter guru.

3. Peserta PPL mampu berinteraksi dan adaptasi dengan lingkungan sekolah.

4. Peserta PPL mampu melaksanakan Program Pembelajaran dengan efektif,

   kondusif, produktif, dan efisien sesuai dengan permendiknas nomor 41

   tahun 2007 tentang standar proses.




                                   22
                                           BAB II

                LANDASAN TEORITIS PEMBELAJARAN



A. Perencanaan Pembelajaran

   1. Pengertian dan Tujuan Perencanaan Pengajaran

                Perencanaan atau rencana (planning) dewasa ini telah dikenal oleh

     hampir setiap orang. Kaufman mengatakan : Perencanaan adalah suatu

     proyeksi tentang apa yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan absah

     dan bernilai, didalamnya mencakup elemen-elemen :

     a.        Mengidentifikasikan dan mendokumentasikan kebutuhan.

     b.        Menentukan kebutuhan-kebutuhan yang perlu diprioritaskan.

     c.        Spesifikasi rinci hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan yang

               diprioritaskan.

     d.        Identifikasi persyaratan untuk mencapai tiap-tiap pilihan.

     e.        Sekuensi hasil yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang

               dirasakan.

     f.        Identifikasi strategi alternative yang mungkin dan alat atau tools

               untuk melengkapi tiap persyaratan dalam mencapai tiap kebutuhan,

               termasuk didalamnya merinci keuntungan dan kerugian tiap strategi

               dan alat yang dipakai.1

               Rencana pelaksanaan pembelajaran pada hakekatnya merupakan

     perencanaan jangka pendek untuk memperkirakan atau memproyeksikan

          1
              Harjanto, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2006), hal. 1-2



                                               23
apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran. RPP merupakan upaya

untuk memperkirakan tindakan yang akan dilakukan       dalam kegiatan

pembelajaran. RPP perlu dikembangkan untuk mengkoordinasikan

komponen pembelajaran, yakni : kompetensi dasar, materi standar,

indicator hasil belajar, dan penilaian. Kompetensi dasar berfungsi

mengembangkan potensi peserta didik, materi standar berfungsi member

makna terhadap kompetensi dasar, indicator hasil belajar berfungsi

menunjukan    keberhasilan   pementukan   kompetensi    peserta   didik,

sedangkan penilaian berfungsi mengukur pembentukan kompetensi, dan

menentukan tindakan yang harus dilakukan apabila kompetensi standar

belum terbentuk atau belum tercapai.

    Fungsi Perencanaan RPP adalah bahwa Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) hendaknya dapat mendorong guru lebih siap

melakukan kegiatan pembelajaran dengan perencanaan yang matang. Oleh

karena itu, setiap akan melakukan pembelajaran guru wajib memiliki

persiapan, baik persiapan tertulis maupun tidak tertulis. Dosa hukumnya

bagi guru yang mengajar tanpa persiapan, dan hal tersebut hanya akan

merusak mental dan moral peserta didik, serta akan menurunkan wibawa

guru secara keseluruhan. Rencana pelaksanaan pembelajaran harus

disusun secara sistemik dan sistematis, utuh dan menyeluruh, dengan

beberapa kemungkinan penyesuaian dalam situasi pembelajaran yang

actual.Dengan demikian, rencana pelaksanaan pembelajaran berfungsi




                               24
        untuk mengefektifkan proses pembelajaran sesuai dengan apa yang

        direncanakan.2

                Proses pembelajaran biasa disebut interaksi edukatif yang sadar akan

        tujuan, artinya interaksi yang telah dicanangkan untuk suatu tujuan

        tertentu, setidaknya adalah tercapainya tujuan instruksional atau tujuan

        pembelajaran       yang      dirumuskan     dalam     satuan      pelajaran.   Proses

        pembentukan setiap rencana latihan            maupun pembelajaran yang baik

        mulai dengan penentuan tujuan pelajaran yang tepat. Hal ini berlangsung

        dengan mengidentifikasi setiap mata pelajaran pokok atau topic yang harus

        dicakup untuk mencapai tujuan ini. Perencanaan pengajaran merupakan

        suatu program bagaimana mengajarkan apa-apa yang sudah dirumuskan

        dalam kurikulum.

                Perencanaan pengajaran (Instructional Design) dapat dilihat dari

        berbagai sudut pandang yaitu: (1) perencanaan pengajaran sebagai sebuah

        proses adalah pengembangan pengajaran secara sistematik yang digunakan

        secara khusus teori-teori pembelajaran dan pengajaran untuk menjamin

        kualitas pembelajaran; (2) perencanaan pengajaran sebagai sebuah disiplin

        adalah cabang dari pengetahuan yang senantiasa memperhatikan hasil-

        hasil     penelitian   dan    teori-teori   tentang    strategi    pengajaran    dan

        implementasinya terhadap strategi-strategi tersebut; (3) perencanaan

        pengajaran sebagai sains (Science) adalah mengkreasi secara detail

        spesifikasi dari pengembangan, implementasi, evaluasi, dan pemeliharaan

           2
            E Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung : PT Remaja
Rosdakarya, 2008), hal. 213-218



                                             25
  akan situasi maupun fasilitas pembelajaran terhadap unit-unit yang luas

  maupun yang lebih sempit dari materi pelajaran dengan segala tingkatan

  kompleksitasnya; (4) perencanaan pengajaran sebagai realitas adalah ide

  pengajaran dikembangkan dengan memberikan hubungan pengajaran dari

  waktu ke waktu dalam suatu proses yang dikerjakan perencana mengecek

  secara cermat bahwa semua kegiatan telah sesuai dengan tuntutan sains

  dan dilaksanakan secara sistematik; (5) perencanaan pengajaran sebagai

  suatu system adalah sebuah susunan dari sumber-sumber dan prosedur-

  prosedur untuk menggerakan pembelajaran; dan (6) perencanaan

  pengajaran sebagai teknologi adalah suatu perencanaan yang mendorong

  penggunaan tehnik-tehnik yang dapat mengembangkan tingkah laku

  kognitif dan teori-teori kontruksif terhadap solusi dan problem-problem

  pengajaran.

2. Fungsi-fungsi Manajemen dalam Pembelajaran

        Guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran harus dapat

  mengenali kebutuhan-kebutuhan dan mewaspadai kendala-kendala serta

  batasan-batasan yang barangkali dijumpai dalam realitas. Dalam mengkaji

  kebutuhan-kebutuhan    belajar    saat   suatu   program   pembelajaran

  direncanakan atau mulai dipertimbangkan, guru sebagai perencanaan

  sering mendapat informasi tentang kendala yaitu: (1) keterbatasan dana

  atau anggaran untuk mendukung pembelajaran; (2) penyesuaian waktu dan

  program yang harus dipersiapkan untuk dilaksanakan pada tahun depan,

  semester depan, minggu depan, atau besok; (3)keterbatasan prlengkapan




                                   26
pembelajaran yang siap untuk digunakan; (4) ruangan belajar yang tersedia

; dan (5) keterbatasan kebutuhab belajar lainnya.

       Penerapan fungsi perencanaan dalam kegiatan pembelajaran,

perencanaan adalah proses penetapan dan pemanfaatan            sumber daya

secara terpadu yang diharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan dan

upaya-upaya yang akan dilaksanaan secara efisien dan efektif dalam

mencapai tujuan. Proses perencanaan dilaksanakan secara kolaboratif atau

kerjasama, artinya dengan mengikutsertakan personel sekolah dalam

semua tahap perencanaan. Bentuk kerjasama dalam perencanaan adalah

dengan melibatkan personel sekolah.

       Perencanaan pembelajaran memainkan peranan penting dalam

memadu guru untuk melaksanakan tugas profesionalnya sebagai pendidik

dalam melayani kebutuhan belajar para siswanya. Perencanaan pengajaran

juga   dimaksudkan    sebagai    langkah     awal   sebelum    pembelajaran

berlangsung. Seorang guru sebelum masuk ke ruang kelas, sudah

mempersiapkan sejumlah materi dan bahan ajar yang akan disampaikan

kepada siswa, agar penyampaian materi tersebut sesuai arah dan tujuan

yang ditetapakan, maka lebih dulu disusun suatu perencanaan yang

fleksible dan matang. Dengan kesiapan perencanaan yang matang ini

permasalahan teknis dapat diatasi, tinggal guru mengatur skenario

pembelajaran yang efektif di kelas sesuai rencana tersebut.

       Perencanaan    pembelajaran    pada     prinsipnya     meliputi:   (1)

menetapkan apa yang mau dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimana cara




                                27
        melakukannya dalam implementasi pembelajaran; (2) membatasi sasaran

        atas dasar tujuan instruksional khusus dan menetapkan pelaksaan kerja

        untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target

        pembelajaran; (3) mengembangkan alternative-alternatif yang sesuai

        dengan strategi pembelajaran; (4) mengumpulkan dan menganalisis

        informasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran; dan (5)

        mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-

        keputusan yang berkaitan dengan pembelajaran kepada pihak-pihak yang

        berkepentingan.3



B. Pendekatan dan Metode Pembelajaran

    1. Pengertian Pendekatan dan Metode Pembelajaran

               Metode dibedakan dari pendekatan. Pendekatan lebih menekankan

        pada strategi dalam perencanaan, sedangkan metode lebih menekankan

        pada tehnik pelaksanaannya. Satu pendekatan yang direncanakan untuk

        satu pembelajaran mungkin dalam pelaksanaan proses tersebut digunakan

        beberapa metode.4

               Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau

        sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada

        pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sanat

        umum, didalamnya mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari


           3
             Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran,(Bandung : CV
ALFABETA,2007), hal. 135-137
           4
             http://smacepiring.wordpress.com/2008/02/19/pendekatan-dan-metode-
pembelajaran/akses tanggal 28 Oktober 2011



                                            28
        metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Dilihat dari

        pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1)

        pendekatan pembelajaran yang yang berorientasi atau berpusat pada siswa

        (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang

        berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).

                Metode Pembelajaran dapat diartikan sebagi cara yang digunakan

        untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk

        kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat

        beberapa      metode     pembelajaran       yang    dapat     digunakan      untuk

        mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2)

        demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman

        lapangan; (7) brainstorming; (8) debat; (9) simposim, dan sebagainya.5

    2. Macam- Macam Pendekatan Pembelajaran

                Ada beberapa macam pendekatan pembelajaran yang digunakan

        pada kegiatan belajar mengajar, antara lain:

        a. Pendekatan Kontekstual

                     Pendekatan konstekstual berlatar belakang bahwa siswa belajar

               lebih bermakna dengan melalui kegiatan mengalami sendiri dalam

               lingkungan alamiah, tidak hanya sekedar mengetahui, mengingat, dan

               memahami. Pembelajaran tidak hanya berorientasi target penguasaan

               materi, yang akan gagal dalam membekali siswa untuk memecahkan

               masalah dalam kehidupannya. Dengan demikian proses pembelajaran

           5
            http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/09/12/pendekatan-strategi-metode-
teknik-dan-model-pembelajaran/ akses tanggal 28 Oktober 2011



                                            29
    lebih diutamakan daripada hasil belajar, sehingga guru dituntut untuk

    merencanakan strategi pembelajaran yang variatif dengan prinsip

    membelajarkan – memberdayakan siswa bukan mengajar siswa.

             Penggunaan pembelajaran kontekstual memiliki potensi tidak

    hanya untuk megembangkan ranah pengetahuan dan keterampilan

    proses, tetapi juga untuk mengembangkan sikap, nilai, serta kreativitas

    siswa dalam memecahkan masalah yang terkait dengan kehidupan

    mereka sehari-hari melalui interaksi dengan sesame teman, misalnya

    melalui pembelajaran kooperatif, sehingga juga mengembangkan

    keterampilan social (social skills).

b. Pendekatan Konstruktivisme

             Menurut teori konstruktivisme, konsep-konsep yang dibina

    pada struktur kognitif seorang akan berkembang dan berubah apabila

    ia mendapat pengetahuan atau pengalaman baru.

             Pendekatan konstruktivisme sangat penting dalam proses

    pembelajaran kerana belajar digalakkan membina konsep sendiri

    dengan     menghubungkaitkan       perkara   yang   dipelajari   dengan

    pengetahuan yang sedia ada pada mereka. Dalam proses ini, pelajar

    dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang sesuatu perkara.

c. Pendekatan Deduktif – Induktif

    1) Pendekatan Deduktif

                Pendekatan deduktif ditandai dengan pemaparan konsep,

       definisi dan istilah-istilah pada bagian awal pembelajaran.




                                  30
      Pendekatan deduktif dilandasi oleh suatu pemikiran bahwa proses

      pembelajaran akan berlangsung dengan baik bila siswa telah

      mengetahui wilayah persoalannya dan konsep dasarnya.

   2) Pendekatan Induktif

             Ciri   utama   pendekatan   induktif   dalam    pengolahan

      informasi adalah menggunakan data untuk membangun konsep

      atau untuk memperoleh pengertian. Data yang digunakan mungkin

      merupakan data primer atau dapat pula berupa kasus-kasus nyata

      yang terjadi dilingkungan.

d. Pendekatan Konsep dan Proses

   1) Pendekatan Konsep

             Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konsep

      berarti siswa dibimbing memahami suatu bahasan melalui

      pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya. Dalam proses

      pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan subkonsep yang

      menjadi fokus. Dengan beberapa metode siswa dibimbing untuk

      memahami konsep.

   2) Pendekatan Proses

             Pada pendekatan proses, tujuan utama pembelajaran adalah

      mengembangkan kemampuan siswa dalam keterampilan proses

      seperti mengamati, berhipotesa, merencanakan, menafsirkan, dan

      mengkomunikasikan. Pendekatan keterampilan proses digunakan

      dan dikembangkan sejak kurikulum 1984. Penggunaan pendekatan




                              31
            proses menuntut keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan

            belajar.

  e. Pendekatan Sains, Tekhnologi dan Masyarakat

                Dalam pendekatan ini siswa diajak untuk meningkatkan

        kreativitas, sikap ilmiah, menggunakan konsep dan proses sains dalam

        kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran dengan

        pendekatan       STM        haruslah       diselenggarakan         dengan     cara

        mengintegrasikan berbagai disiplin (ilmu) dalam rangka memahami

        berbagai hubungan yang terjadi diantara sains, teknologi dan

        masyarakat. Hal ini berarti bahwa pemahaman kita terhadap hubungan

        antara system politik, tradisi masyarakat dan bagaimana pengaruh

        sains dan teknologi terhadap hubungan-hubungan tersebut menjadi

        bagian yang penting dalam pengembangan pembelajaran dalam era

        sekarang ini6.


3. Macam-Macam Metode Pembelajaran

            Dilihat dari segi langkah-langkah dan tujuan kompetensi yang

  ingin dicapai, terdapat sejumlah metode yang dikemukakan para ahli.

  Yaitu     metode       ceramah,     Tanya      jawab,     demonstrasi,      karyawisata,

  penugasan, pemecahan masalah, diskusi, simulasi, eksperimen, penemuan,

  dan proyek atau unit. Berbagai macam metode pembelajaran ini secara

  singkat dapat dikemukakan sebagai berikut.


  1. Metode Ceramah

    6
        http://idahariyanti.student.fkip.uns.ac.id akses tanggal 28 Oktober 2011



                                          32
          Metode ceramah adalah cara penyajian pelajaran, yang

   dilakukan oleh guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara

   langsung dihadapan peserta didik.

          Metode ceramah termasuk yang paling banyak digunakan

   karena biayanya cukup murah dan mudah dilakukan, memungkinkan

   banyaknya materi yang dapat disampaikan, adanya kesempatan bagi

   guru untuk menekankan bagian yang penting, dan pengaturan kelas

   dapat dilakukan dengan cara sederhana.

2. Metode Tanya Jawab

          Metode tanya jawab ialah cara penyajian pelajaran dalam

   bentuk pertanyaan, yang dikemukakan oleh guru yang harus dijawab

   oleh siswa. Menurut sejarahnya metode ini termasuk yang tertua.

   Socrates yang hidup pada tahun 469-399 SM misalnya, telah

   menggunakan metode tanya jawab ini dalam mengembangkan

   pemikiran filsafatnya serta dalam mengajarkannya kepda masyarakat

   Yunani pada masa itu.

          Dalam praktiknya, metode tanya jawab ini dimulai dengan

   mempersiapkan pertanyaan yang diangkat dari bahan pelajaran yang

   akan diajarkan, mengajukan pertanyaan, melalui proses tanya jawab

   yang berlangsung, dan diakhiri dengan tindak lanjut. Metode tanya

   jawab banyak digunakan karena dapat menarik perhatian, merangsang

   daya pikir, membangun keberanian, melatih kemampuan berbicara dan

   berpikir secara teratur serta sebagai alat untuk mengetahui tingkat




                               33
   kemampuan peserta didik secara objektif. Namun demikian, metode

   tanya jawab ini sering menimbulkan rasa takut pada peserta didik,

   sulitnya membuat pertanyaan yang sesuai dengan kemmpuan peserta

   didik, banyak membuang-buang waktu, tidak tersedianya waktu yang

   cukup untuk memberikan kesempatan pada semua anak untuk

   bertanya.

3. Metode Demonstrasi

          Metode demonstrasi ialah cara penyajian pelajaran dengan

   meragakan atau mempertunjukkan kepada peserta didik tentang suatu

   proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik yang

   sebenarnya maupun tiruannya.

          Metode demonstrasi ini banyak digunakan dalam rangka

   mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang

   berhubungan dengan proses pengaturan dan pembuatan sesuatu, proses

   bekerjanya sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakannya,

   komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan

   suatu cara dengan cara lain, dan juga untuk mengetahui dan prespektif

   Islam tentang Strategi Pembelajaran.

          Dengan metode demonstrasi ini pembelajaran semakin menjadi

   jelas, mudah diingat dan dipahami, proses belajar lebih menarik,

   mendorong kreativitas peserta didik dan sebagainya.

          Namun demikian, metode ini memiliki kekurangan, antara lain

   memerlukan keterampilanguru secara khusus, keterbatasan peralatan,




                               34
   tempat, waktu dan biaya yang terbatas serta adanya persiapan yang

   lebih matang dan terencana.

4. Metode Karyawisata

          Metode Karyawisata adalah cara penyajian pelajaran, dengan

   membawa siswa keluar untuk mempelajari berbagai sumber belajar

   yang terdapat di luar kelas. Istilah lain yang digunakan sama

   maksudnya dengan karyawisata adalah widyawisata dan study tour.

   Metode karyawista ini sering dinilai sebagi bentuk pembelajaran yang

   modern,yaitu pembelajaran bukanhanya berlangsung didepan kelas,

   melainkan juga di luar kelas. Karya wisata dinilai sebagai metode

   pembelajaran yang memiliki banyak kelebihan ,yang antara lain

   memanfaatkan lingkungan

5. Metode Penugasan

          Metode      penugasan       adalah   cara   penyajian   bahan

   pelajarandimana guru memberikan tugas tertentu agar peserta didik

   melakukan perspektif islam tentang strategi pembelajaran

          Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk memberikan

   tugas tersebut antara lain memberikan penjelaskan tentang tugas-tugas

   yang harus di kerjakan secara kelompok atau perorangan,waktu,dan

   tempat pelaksanaan.




                                 35
        6. Metode Pemecahan Masalah

                      Metode pemecahan masalah adalah cara penyajian bahan

               pelajaran dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan

               untuk dianalisis, dibandingkan, dan disimpulkan dalam usaha mencari

               pemecahan atau jawabannya

        7. Metode Diskusi

                      Metode diskusi adalah salah satu penyajian pelajaran dengan

               cara menghadapkan peserta didik kepada suatu masalah yang dapat

               berbentuk pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan

               dipecahkan bersama.

        8. Metode Simulasi

                      Metode simulasi adalah cara penyajian pelajaran dengan

               menggunakan situasi tiruan atau berpura-pura dalam proses belajar,

               dengan tujuan untuk memperoleh suatu pemahaman tentang hakikat

               suatu konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu.7

C. Pemilihan Sumber, Media dan Alat Pembelajaran

    1. Pertimbangan dalam Memilih Sumber Pengajaran

                  Terdapat sejumlah factor yang perlu dipertimbangkan dalam

        memilih sumber pembelajaran. Sejumlah factor tersebut adalah sebagai

        berikut :




           7
            Abuddin Nata, Perspektif Islam tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta : Kencana
Prenada Media Group:2009), hal. 175-192



                                             36
a. Program Pengajaran (Kurikulum)

          Kurikulum dapat diartikan sebagai program pengajaran yang

   tersusun secara sistematis dan logis. Didalam kurikulum tersebut telah

   ditetapkan struktur materi pengajaran yang harus diajarkan serta

   kedalamannya dan alokasi penggunaan waktunya. Sehubungan dengan

   hal tersebut, sebelum seorang menggunakan sumber belajar, media dan

   alat pengajaran terlebih dahulu harus mengetahui materi pengajaran

   yang akan diberikan. Dengan cara demikian, efektivitas penggunaan

   sumber belajar, media dan alat pengajaran dapat terjamin relevansinya.

b. Kondisi Lingkungan

          Kondisi lingkungan yang dimaksud antara lain meliputi potensi

   yang tersedia, baik moral maupun material, serta tata aturan atau

   norma-norma yang berlaku pada lingkungan tersebut. Setelah itu,

   seorang guru harus mengiventarisasi sumber-sumber pengajaran yang

   ada, baik di sekolah maupun yang ada pada masyarakat yang dapat

   dimanfaatkan untuk kepentingan pengajaran tersebut. Selain itu,

   seorang guru juga harus mengetahui pihak-pihak mana saja yang harus

   dihubungi, dan bagaimana prosedur yang harus dilakukan, dan saat

   yang tepat untuk menghubunginya. Dengan memahami kondisi

   lingkungan tersebut, maka seorang guru akan dapat mengetahui

   hambatan-hambatan, baik yang berupa teknik maupun administrasi di

   dalam penggunaan sumber pengajaran ini, serta cara-cara untuk

   mengatasinya.




                               37
  c. Karakteristik Siswa

             Setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda, baik dilihat

      dari segi kemampuan berpikirnya, motivasinya, latar belakang social

      ekonominya, kebutuhannya, maupun ketahanan fisiknya. Dengan

      demikian, seorang guru tidak dapat memaksakan kehendaknya atau

      menyamaratakan siswa dalam segala hal. Agar sumber pengajaran

      sesuai dengan tingkat berpikir dan keinginan siswa, alangkah baiknya

      kalau pemilihan sumber pengajaran, media dan alat pengajaran yang

      akan digunakan itu dilakukan dengan melibatkan banyak siswa.

2. Pertimbangan dalam Memilih Media Pengajaran

         Memilih media pengajaran harus dikaitkan dengan tujuan

  instruksional, strategi, belajar mengajar yang akan digunakan dan system

  evaluasi yang akan digunakan. Media pengajaran sangat banyak

  ragamnya, dari yang sederhana sampai yang kompleks, dari yang paling

  murah sampai pada yang paling mahal. Berkaitan dengan hal tersebut,

  maka terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam

  memilih media pengajaran. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:

  a. Kesesuaian dengan Tujuan Pengajaran

             Pemilihan media pengajaran harus disesuaikan dengan tujuan

      pengajaran yang akan dicapai. Jika tujuan pengajaran yang dicapai

      lebih bersifat kognitif, maka harus digunakan media pengajaran yang

      merangsang kemampuan berpikir secara aktif. Selanjutnya, jika tujuan

      pengajaran yang akan dicapai lebih bersifat keterampilan, maka media




                                  38
pengajaran yang harus digunakan adalah yang membantu memperjelas

siswa dalam mempraktikkan suatu keterampilan tertentu. Untuk itu

pemahaman terhadap tujuan pengajaran merupakan bagian yang

terlebih dahulu harus dipertimbangkan dalam memilih media

pengajaran.

b. Ketepatan dalam Memilih Media Pengajaran

          Setiap media pengajaran memiliki karakteristik tertentu, baik

dari segi keampuhannya, cara pembuatannya, cara penggunaannya,

dan jangkauannya. Sehubungan dengan hal tersebut memahami dan

memilih karaktweristik media pengajaran merupakan kemampuan

dasar yang harus dimiliki oleh guru dalam kaitannya dengan

keterampilan pemilihan media pengajaran. Kekeliruan dalam memilih

media pengajaran tersebut akan berakibat tidak efektifnya kegiatan

pembelajaran yang diharapkan.

c. Objektifitas

           Pemilihan media pengajaran juga harus berdasarkan prinsip

objektifitas, yakni pemilihan media pengajaran tersebut bukan semata-

mata didasarkan pada subjektifitas atau kesenangan guru, melainkan

juga harus didasarkan pada keinginan peserta didik dan lainnya.

Apabila secara objektif, berdasarkan hasil penelitian atau percobaan,

suatu media pengajaran menunjukkan keefektifan dan efesien yang

tinggi,    maka     seorang   guru   jangan    merasa   bosan    untuk

menggunakannya.




                              39
d. Program Pengajaran

          Program pengajaran yang akan disampaikan kepda sisiwa

harus disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku, baik dari segi

isinya, strukturnya, maupun kedalamannya. Meskipun secara teknis

program itu sangat baik, namun jika tidak sesuai dengan kurikulum,

maka ia tidak akan banyak member manfaat, bahkan mungkin akan

hanya menambah beban, baik bagi siswa maupun bagi guru serta akan

membuang-buang waktu, tenaga, dan           biaya   secara percuma.

Terkecuali jika program itu hanya dimaksudkan untuk mengisi waktu

senggang saja, daripada siswa melakukan sesuatu yang tidak karuan.

e. Sasaran Program

          Sasaran program yang dimaksud adalah siswa yang akan

menerima informasi pengajaran melalui media pengajaran. Pada

tingkat usia tertentu dan dalam kondisi tertentu siswa mempunyai

kemampuan tertentu pula, baik cara berpikirnya, daya imajinasinya,

kebutuhannya, maupun daya tahan dalam belajarnya. Untuk itu, maka

media yang akan digunakan harus dilihat kesesuainnya dengan tingkat

perkembangan siswa, baik dari segi bahasa, symbol-simbol yang

digunakan, cara dan kecepatan penyajiannya, ataupun waktu

penggunaannya.

f. Situasi dan Kondisi

          Situasi dan kondisi yang ada juga belum mendapat perhatian

didalam    menentukan    pilihan media pembelajaran      yang akan




                            40
      digunakan. Situasi dan kondisi yang dimaksud meliputi: (1) Situasi dan

      kondisi sekolah atau tempat dan ruangan yang akan dipergunakan

      seperti ukurannya, pelengkapannya, dan ventilasinya; dan (2) situasi

      dan kondisi siswa yang akan mengikuti pelajaran, baik dari segi

      jumlahnya, motivasi, dan kegairahannya.

      g. Kualitas teknik

               Dari segi kualitas teknik, media pengajaran yang akan

      digunakan harus diperhatikan, baik dari segi persyaratannya,

      keunggulan dan kualitasnya. Dalam hubungan ini akan dijumpai media

      pengajaran, seperti audiovisualnya yang gambarnya kurang jelas,

      sehingga perlu dilakukan penyempurnaan sebelumnya.

      h. Keefektifan dan Efesiensi

               Keefektifan adalah sebuah istilah yang berkaitan dengan hasil

      yang disertai. Sedangkan efesiensi adalah istilah yang berkaitan

      dengan   proses   pencapaian     hasil   tersebut.   Keefektifan   dalam

      penggunaan media berkaitan dengan informasi yang akan diserap

      melalui media tersebut, serta perubahan tingkah laku yang diharapkan

      melalui media pengajaran tersebut.

3. Pertimbangan dalam Memilih Alat Pengajaran

         Sebagaimana halnya media pengajaran, alat pengajaran pun dapat

  dibagi ke dalam dua bagian. Pertama, penggunaan alat pengajaran dengan

  pemanfaatan alat yang telah ada, dan biasanya dibuat secara komersial dan

  dijual di pasaran bebas; kedua, penggunaan alat pengajaran dengan cara




                                  41
merancang sendiri oleh guru. Dari segi kualitas, alat pengajaran yang

diproduksi secara komersial biasanya lebih baik, karena pembuatannya

ditangani secara professional. Sedangkan alat pengajaran yang dirancang

oleh guru sendiri, biasanya lebih praktis penggunaanya.

       Dari segi lain alat pengajaran dapat dibagi kedalam (1) alat

pengajaran yang bersifat umum dan dapat digunakan dalam berbagai

bidang studi, seperti papan tulis, papan panel, papan peragaan, penggaris,

penghapus, dan alat-alat tulis lainnya, dan (2) alat yang dirancang secara

khusus untuk bidang studi tertentu dan lebih khusus lagi alat pengajaran

untuk membuktikan suatu teori atau konsep seperti termometer untuk

mengukur suhu, garpu tata untuk mengukur nada, barometer untuk

mengukur tekanan udara, avometer untuk mengukur arus dan tekanan

listrik, gelas, bahan kimia dan sebagainya.

       Maka pada pemilihan alat pengajaran tersebut pada dasarnya tidak

jauh berbeda dengan prinsip media pengajaran, yaitu : (1) adanya

kejelasan dan ketegasan tujuan pemilihan; (2) adanya keharusan

pemahaman tentang karakteristik alat pengajaran; (3) adanya berbagai alat

pengajaran yang dapat diperbandingkan; (4) kesesuaian alat pengajaran

yang dipilih dengan materi pengajaran atau jenis kegiatan yang akan

dilakukan guru dan siswa; (5) kemudahan dalam memperoleh peralatan

tersebut; (6) kemudahan dalam penggunaanya;               (7) keterjaminan

keamanan     dalam    penggunaannya;     (8)   ketersediaan   dana   untuk




                                 42
           pengadaannya;      serta   (9)   kemudahan     dalam     penyimpanan     dan

           pemeliharaannya.8


D. Evaluasi Pembelajaran

        1. Pengertian dan Fungsi Evaluasi Pengajaran

                  Secara umum dapat dikatakan evaluasi pengajaran adalah penilaian /

           penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan peserta didik kearah

           tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam hukum. Hasil penilaian ini

           dapat dinyatakan secara kuantitatif maupun kualitatif.

                  Dari pengertian tersebut diatas tujuan evaluasi pengajaran antara lain

           adalah untuk mendapatkan data pembuktian yang akan mengukur sampai

           dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan peserta didik dala mencapai

           tujuan kurikuler/pengajaran. Dengan demikian evaluasi menempati posisi

           yang penting dalam proses belajar mengajar, karena dengan adanya

           evaluasi pengajaran ini, keberhasilan pengajaran tersebut dapat diketahui.

                  Secara garis besar dalam proses belajar mengajar, evaluasi memiliki

           fungsi pokok sebagai berikut :

           a. Untuk mengukur kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah

                melakukan kegiatan belajar mengajar selama jangka waktu tertentu.

           b. Untuk mengukur sampai dimana keberhasilan system pengajaran yang

                digunakan.

           c. Sebagai bahan pertimbangan dalam rangka melakukan perbaikan

                proses belajar mengajar.

8
    Ibid. , hal 295-309



                                             43
  Selain itu hasil evaluasi pengajaran juga dapat digunakan untuk :

  a) Bahan pertimbangan bagi bimbingan individual peserta didik .

  b) Membuat diagnosis mengenal kelemahan-kelemahan dan kemampuan

     peserta didik.

  c) Bahan pertimbangan bagi perubahan atau perbaikan kurikulum.

2. Alat Evaluasi Pengajaran

        Wrighstone dalam bukunya Evaluation in Modern Education

  menggolongkan macam-macam alat evaluasi menjadi Sembilan kelompok,

  yaitu: 1) Shor answer, 2) assay and oral examnination, 3) observation and

  anecdotal records, 4) questionnaires, inventories and interviews, 5)

  checklists and rating scales, 6) personal reports and projektives

  techniques, 7) sociometric methods, 8) case studies, 9) cumulative records.

        Dari pendapat tersebut penulis kemukakan bahwa alat untuk

  mengadakan evaluasi pengajaran pada dasarnya dapat dibagi dalam dua

  kelompok, yaitu : 1) tes, dan 2) non tes.

  1. Tes hasil belajar

            Tes hasil belajar adalah tes yang digunakan untuk menilai hasil-

     hasil pelajaran yang telah diberikan guru kepada peserta didiknya,

     dalam jangka waktu tertentu. Untuk keperluan evaluasi proses belajar

     mengajar, dapat digunakan tes yang telah distandardisasi (standardized

     test), maupun tes buatan guru sendiri (teacher-made test). Standardized

     test adalah tes yang telah mengalami proses standardisasi, yakni proses

     validitas dan reliabilitas, sehingga tes tersebut benar-benar valid dan




                                   44
reliable untuk suatu tujuan dan bagi kelompok tertentu. Standardized

test biasanya dibuat oleh para ahli psikologi dan banyak digunakan

diinstansi    pemerintahan    yang     memerlukan,     missal   tes   untuk

penerimaan pegawai baru, dan sebagainya.

      Sedangkan tes buatan guru sendiri adalah suatu tes yang disusun

oleh guru sendiri untuk mengevaluasi keberhasilan proses belajar

mengajar. Biasanya tes buatan guru sendiri banyak dipergunakan di

sekolah-sekolah. Tes buatan guru sendiri ini biasanya terbatas pada

kelas atau satu sekolah sebagai suatu kelompok pemakainya. Bentuk

tes yang sering dipakai dalam proses belajar mengajar pada hakikatnya

dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu: 1) tes lisan, 2) tes

tertulis, dan 3) tes perbuatan atau tindakan.

      Bentuk tes tertulis secara umum dapat dibagi lagi menjadi dua

kelompok, yaitu:

a. Tes essay

             Tes essay adalah tes yang berbentuk pertanyaan tertulis,

   yang jawabannya merupakan kerangka ( essay ) atau kalimat yang

   panjang-panjangnya. Panjang pendeknya tes essay adalah relative,

   sesuai kemampuan si penjawab tes.

b. Tes objektif

             Tes   objektif   adalah    tes     yang   dibuat   sedemikian

   rupasehingga hasil tes tersebut dapat dinilai secara objektif, dinilai

   oleh siapa pun akan menghasilkan nilai yang sama. Tes objektif




                              45
          jawabannya ringkas dan pendek-pendek. Tes objektif disebut juga

          short-answer test.

3. Prinsip-prinsip tes hasil belajar

       Evaluasi pencapaian belajar pserta didik merupakan salah sato

  kegiatan yang merupakan kewajiban bagi setiap pengajar. Beberapa

  prinsip dasar yang harus diperhatikan dalam menyusun tes hasil belajar

  tersebut antara lain adalah :

  a. Tes hendaknya dapat mengukur secara jelas hasil belajar yang telah

      ditetapkan sesuai dengan tujuan instruksional.

  b. Mengukur sampel yang representatif dari hasil belajar dan bahan

      pelajaran yang telah diajarkan.

  c. Mencakup bermacam-macam bentuk soal yang benar-benarcocok

      untuk mengukur hasil belajar yang diinginkan sesuai dengan tujuan.

  d. Dirancang sesuai dengan kegunaannya untuk memperoleh hasil yang

      diinginkan.

4. Sistem Penilaian

      Dalam kaitannya dengan kepentingan proses belajar mengajar menurut

  Dick dan Carey ada empat jenis CRT, yaitu :

  a. Entry behavioral test, yaitu suatu tes yang diadakan sebelum suatu

      pembelajaran dilaksanakan, dan bertujuan untuk mengetahui sejauh

      mana penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki

      peserta didik yang dapat dijadikan dasar untuk menerima program

      pembelajaran yang akan diberikan.




                                   46
  b. Pre test, yaitu tes yang diberikan sebelum pembelajaran dimulai dan

         bertujuan untuk mengetahui sampai dimana penguasaan peserta didik

         terhadap bahan pengajaran yang akan diajarkan.

  c. Post test, yaitu tes yang diberikan pada setiap akhir program satuan

         pembelajaran, dan bertujuan untuk mengetahui sampai dimana

         pencapaian peserta didik terhadap bahan pembelajaran setelah

         mengalami suatu kegiatan belajar.

  d. Embbedded test, yaitu tes yang dilaksanakan disela-sela waktu atau

         pada waktu tertentu selama proses pembelajaran berlangsung. Fungsi

         embedded tes ini antara lain adalah untuk : 1) mentes peserta didik

         secara langsung sesudah unit pembelajaran sebelum post test, 2) Untuk

         mengecek kemajuan peserta didik serta bahan remedial sebelum post

         test.9

5. Tujuan Evaluasi

             Secara umum evaluasi bertujuan untuk melihat sejauh mana suatu

  program atau suatu kegiatan tertentu dapat mencapai tujuan yang telah

  ditentukan. Secara spesifik evaluasi memiliki banyak tujuan atau manfaat.

  Karena itu menurut Reece dan Walker (1997:420) terdapat beberapa alas

  an mengapa evaluasi harus dilakukan yaitu :

  a. Memperkuat kegiatan belajar

  b. Menguji pemahaman dan kemampuan siswa

  c. Memastikan pengetahuan prasyarat yang sesuai


     9
         Harjanto, Perencanaan Pengajaran, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2006), hal. 277-285



                                         47
d. Mendukung terlaksananya kegiatan pembelajaran

e. Memotivasi siswa

f. Memberi umpan balik bagi siswa

g. Memberi umpan balik bagi guru

h. Memelihara standar mutu

i. Mencapai kemajuan proses dan hasil belajar

j. Memprediksi kinerja pembelajaran selanjutnya

k. Menilai kualitas belajar10




  10
       Aunurrahman, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung : Alfabeta,2009), hal. 209-210



                                      48
                                   BAB III

                          PELAKSANAAN PPL



A. Observasi Lapangan

  1. Hasil Konsultasi Awal

         Konsultasi awal adalah proses penggalian informasi, data, keterangan

  dan fakta yang dibutuhkan oleh mahasiswa praktikan kepada tugas yang

  terkait di madrasah tempat PPL. Adapun hasil konsultasi awal diuraikan

  sebagai berikut :

                                   Data/Fakta/Informasi              Hari/Tgl.
    No    Nama Kegiatan
                                      yang Dihasilkan              Pelaksanaan

     1       Konsultasi        Semua guru pamong yang Sabtu,

           secara umum      akan      membimbing       mahasiswa 21 September

            PBM PAI di      PPL berjumlah 4 guru pamong 2011

            tempat PPL      yang mengajar kelas VII dan VIII. Pukul 10.00 WIB

                            Sementara kelas IX tidak untuk - selesai di MTs

                            praktik         mengajar      karena Salafiyah

                            difokuskan untuk UN/UM. Mata Wonoyoso

                            pelajaran yang akan di ajarkan Kebumen.

                            oleh mahasiswa PPL meliputi:

                            Qur’an Hadits untuk kelas VII dan

                            VIII      dengan    guru     pamong




                                       49
     Nara Sumber      Mahzum Turmudzi, S.Pd.I, SKI

    Abu Tholib, S.S   untuk kelas VII dan VIII dengan

                      guru pamong Nurmalehah, S.Pd.I.

                      Fiqih dan Aqidah Akhlak untuk

                      kelas VII dan VIII dengan guru

                      pamong Diego Faizzata, S.HI, ,

                      dikarenakan guru bidang studi

                      Aqidah yang bersangkutan sedang

                      ijin cuti (Ani Munisah, S.Pd.I).

2     Konsultasi         Sebaiknya                  evaluasi   Senin,

     secara umum      dilaksanakkan setiap tatap muka, 21 September

     PBM PAI di       karena untuk mengukur tingkat 2011 Pukul 10.30

      tempat PPL      keberhasilan          guru       dalam WIB-selesai di

                      menyampaikan materi, dan juga MTs Salafiyah

                      untuk mengetahui seberapa jauh Wonoyoso

                      pengetahuan siswa tentang materi Kebumen.

     Nara Sumber      yang disampaikan serta untuk

    Abu Tholib, S.S   mengetahui berapa persen materi

                      yang dikuasai oleh siswa.

3     Konsultasi         Siswa        dan     siswi     MTs Senin,

       aktivitas      Salafiyah Wonoyoso sangat aktif 21 September

     keagamaan di     dalam      kegiatan          keagamaan 2011

      tempat PPL      seperti, shalat dhuhur berjama’ah, Pukul 10.00




                                 50
                     pembacaan surah yasin bersama WIB-selesai di

     Nara Sumber     (kamis pagi). Hal ini terbukti MTs Salafiyah

     Kusnan HM       dengan antusias siswa dan siswi Wonoyoso

                     ketika      melaksanakan      kegiatan Kebumen

                     tersebut.

4     Konsultasi        Untuk          format     Rencana Senin,

     format RPP      Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 21 September

                     diserahkan       kepada    mahasiswa 2011 Pukul 10.00

     Nara Sumber     PPL,     akan     tetapi   dari pihak WIB-selesai di

    Abu Tholib S.S   madrasah         menyarankan     agar MTs Salafiyah

                     penyusunan RPP menggunakan Wonoyoso

                     ketik computer. Disamping itu Kebumen

                     untuk format RPP pada intinya

                     sama

5     Observasi             Gedung perpustakaan MTs         Senin,

     Perpustakaan    Salafiyah Wonoyoso Kebumen             21 September

                     termasuk kategori masih kurang         2011 Pukul 11.00

                     memadai, karena vasilitas dan          WIB-selesai di

                     jumlah buku yang ada belum             MTs Salafiyah

                     lengkap. Perlengkapan                  Wonoyoso

                     perpustakaan MTs Salafiyah             Kebumen

                     Wonoyoso Kebumen terdiri dari:




                                 51
     Nara Sumber      1. Inventarisasi buku referensi

      Nurhasyim       2. Buku ijin pinjam

                      3. Buku pengunjung siswa

                      4. Jadwal pengunjung

6     Konsultasi         Program Bimbingan Konseling Senin,

     dengan Guru      di MTs Salafiyah Wonoyoso 21 September

         (BK)         Kebumen meliputi:                 2011 Pukul 13.00

                      1. Penyusunan Progrram BK         WIB - selesai di

                      2. Konsultasi Program             MTs Salafiyah

                      3. Membuat Instrumen yang         Wonoyoso

                          Diperlukan                    Kebumen

                      4. Memanfaatkan Instrumen

                          yang Sudah Ada

     Nara Sumber      5. Mengumpulkan dan Analisa

    M. Zen Muttqin,       Data SD/MI

         S.Pd         6. Data Prestasi Belajar Siswa

                      7. Evaluasi Pelaksanaan

                          Program

                      8. Evaluasi Hasil Kegiatan/

                          Layanan BK

                      9. Analisis Pelaksanaan Program

                      10. Analisis Hasil Kegiatan/

                          Layanan BK




                               52
                       11. Pelaporan

                       12. Tindak Lanjut

7      Perkenalan         Program kerja OSIS MTs           Senin,

      / Observasi      Salafiyah Wonoyoso Kebumen          22 September

         OSIS          adalah:                             2011 Pukul 10.00

                       1. Mengadakan reorganisasi OSIS WIB - selesai di

                       2. Membentuk petugas upacara        MTs Salafiyah

                       3. Mengadakan LDK OSIS              Wonoyoso

                       4. Pembinaan pengurus OSIS          Kebumen

                       5. Membuat jadwal petugas

     Nara Sumber          upacara, muadzin shalat dzuhur

     Moh. Muslih,         jamaah, dan petugas infak.

         S.HI          6. Mengikuti lomba-lomba pada

                          instansi lain

8      Observasi          Kegiatan ekstrakurikuler MTs     Senin,

    Ekstra kurikuler   Salafiyah Wonoyoso Kebumen          22 September

                       meliputi :                          2011 Pukul 11.00

     Nara Sumber       1. Pramuka                          WIB - selesai di

     Kusnan HM         2. Drum Band                        MTs Salafiyah

                       3. Bulu Tangkis                     Wonoyoso

                       4. Volley                           Kebumen

                       5. Basket




                                 53
9      Konsultasi         Jadwal       praktik       mengajar Senin,

         jadwal        dimulai tanggal 14 Oktober 2011 22 September

      pelaksanaan      sampai 22 Oktober 2011. Jadwal 2011 Pukul 12.30

         praktek       praktik mengajar ini disesuaikan WIB - selesai di

       mengajar.       dengan jadwal mata pelajaran MTs Salafiyah

      Nara Sumber      yang ada di MTs Salafiyah Wonoyoso

     Abu Tholib S.S    Wonoyoso Kebumen.                       Kebumen



11   Konsultasi Kep.      Dalam        praktik       mengajar Senin,

       Madrasah        peserta PPL dapat menggunakan 22 September

         /Waka         fasilitas media pembelajaran yang 2011 Pukul 13.00

       Kurikulum       dimiliki    oleh    MTs       Salafiyah WIB - selesai di

                       Wonoyoso        Kebumen          sesuai MTs Salafiyah

                       prosedur dengan meminta izin Wonoyoso

                       kepada Waka Kurikulum.                  Kebumen

12   Konsultasi Kep.      Perilaku         peserta       PPL Senin,

       Madrasah        diharapkan         sesuai       dengan 22 September

         /Waka         kepribadian guru, karena secara 2011 Pukul 13.30

       Kurikulum       tidak langsung guru juga sebagai WIB - selesai di

                       teladan untuk siswa-siswi.              MTs Salafiyah

                                                               Wonoyoso

                                                               Kebumen




                                  54
2. Hasil Observasi Madrasah

     Observasi merupakan aktivitas pengamatan tentang situasi madrasah

secara langsung dan umum yang dilaksanakan pada minggu pertama

pelaksanaan di madrasah tempat PPL masing-masing dengan dipandu oleh

petugas yang ditunjuk oleh Kepala Madrasah dan Guru Pamong.

     Secara geografis letak MTs Salafiyah Wonoyoso Kebumen berada di

tengah-tengah rumah penduduk tepatnya di depan masjid jami’ Salafiyah

Wonoyoso Bumirejo Kebumen. Disamping itu Yayasan Salafiyah terdiri dari

RA, MTs, MA, Masjid, dan Pondok Pesantren Salafiyah yang berada pada

satu kompleks di Wonoyoso Bumirejo Kebumen.

   a. Struktur Organisasi Yayasan

          Adapun struktur organisasi yayasan tersebut adalah :

     1.   Ketua            : KH. Nurchamid

     2.   Wakil            : KH. Muntaha Mahfudz

     3.   Sekretaris I     : H. Agus Salim, S.Sos

     4.   Sekretaris II    : Diego Faizzata, S.HI

     5.   Bendahara        : K. Shiyam

     6.   Anggota          :

                          a. H. Muchsin Al-Anshori

                          b. Kusnan

                          c. Mustofa Kamal (alm)

                          d. Asrofi Hamid, BA

                          e. Drs. H. Ashari Ahmad


                                      55
                    f. H. Irfa’I Adnan

                    g. KH. Abdurrahman

                    h. Yusuf Asmi

b.      Visi dan Misi Madrasah

     a. Visi

           Mewujudkan manusia beriman, bertaqwa, cerdas, trampil, dan

     berakhlakul karimah.

     b. Misi

        1. Melaksanakan     pembelajaran       dan   bimbingan   untuk

           menumbuhkan semangat meneladani dan mengamalkan ajaran

           agama islam secara optimal.

        2. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif,

           sehungga setiap siswa berkembhang optimal sesuai potensi

           yang dimiliki serta mampu mengamalkannya.

        3. Melaksanakan pembelajaran yang efektif guna menumbuh

           kembangkan perilaku islami

        4. Melaksanakan dan menjaga ajaran Salafiyah Ahlussunnah Wal

           Jama’ah ‘Ala Madzahibil ‘Arba’ah.




                               56
    3. Struktur Organisasi

                     Kepala Madrasah
                      Drs. H. Masykur



      BP / BK                                           Ketua Tata Usaha
M. Zen Muttaqin, S.Pd                                     Sakiyo, A.Md


                                                                Pegawai TU
W. Kurikulum          W. Kesiswaan           W. Sarprashum   1. Masruroh
Abu Tholib, S.S    H. Agus Salim, S.Sos       Kusnan HM      2. Nurhasyim
                                                             3. Sri Istiqomah
                                                             4. Aan Puji M
                        Guru-Guru                            5. Ahmad Salafi
                                                             6. Cahyo Afif F

            1. KH. Muslimin
            2. K. Hanafi
            3. KH. Tahrir Faqih
            4. K. Masruri
            5. K. Ardani BA
            6. KM. Khaelani
            7. K. Shiyam
            8. Subagiyono
            9. Diego Faizzata, S.HI
            10. K. Aziz Rahman
            11. Chabib Anhar, S.Ag
            12. Mahzum Turmudzi, S.Pd.I
            13. Moh. Muslih, S.HI
            14. Muksonah, S.Pd
            15. Nurmalehah, S.Pd.I
            16. Siti Ngafiyah, S.Pd
            17. Hj. Sri Lestari R, S.Pd
            18. Ani Munisah, S.Pd.I
            19. Istingatin, S.Pd.
            20. Siti Barkah, S.Pd
            21. Eni Zuwintari, S.Pd.
            22. Nailatur Rohmah, S.Pd. Si.
            23. Tri Aryani, S.Pd.
            24. Nela Kamaliyah, S.Pd.
            25. Najikhah Asmarani, S.Pd.
            26. Khanatus Sa’diyah




                                     57
4.   Kurikulum Sekolah

              Kurikulum yang digunakan di MTs Salafiyah Wonoyoso Kebumen

     pada Tahun Pelajaran 2011/2012 adalah Kurikulum Tingkat Satuan

     Pendidikan (KTSP) Berkarakter. Adapun tugas-tugas yang dilaksanakan

     di antaranya mengenai penilaian, kenaikan kelas, laporan pendidikan,

     program perbaikan, program pengayaan, program pengajaran supervisor,

     dan pendayagunaan.

              Di bawah ini adalah kurikulum Tahun Pelajaran 2011/2012 yang

     dilaksanakan atau digunakan oleh MTs Salafiyah Wonoyoso Kebumen

     yaitu:

                                                        Kelas dan Alokasi
      No                      Komponen
                                                        VII   VIII   IX

       A      Mata Pelajaran Umum

              1. Pendidikan Agama

                 a. Al-Qur’an Hadits                     2     2      2

                 b. Aqidah Akhlak                        2     2      2

                 c. Sejarah Kebudayaan Islam             2     2      2

                 d. Fiqih                                2     2      2

              2. Pendidikan Kewarganegaraan              2     2      2

              3. Bahasa Indonesia                        4     4     5/3

              4. Bahasa Inggris                          4     5     5/4

              5. Matematika                              4     4     5/4




                                       58
                6. Ilmu Pengetahuan Alam              3    3     4/4

                7. Ilmu Pengetahuan Sosial            3    3     3

                8. Seni Budaya                        2    2     1

                9. Penjasorkes                        2    2      -

                10. TIK                               2    2     2

          B     Muatan Lokal

                a. Bahasa Jawa                        2    2     1

                b. Nahwu                              2    2     2

                c. Sorof                              2    2     2

                d. Fiqih Kitab                        2    2     2

                e. Hadist Kitab                       2    2     2

                f. Akhlaq Kitab                       2    2     2

                g. Qur’an Tajwid                      2    2     2

                h. Tauhid                             2    2     2

                i. Khot Imla/Aswaja                   1    1      -



5.   Personalia dan Kondisi Siswa

     a.       Personalia

      No                    Nama             Jumlah       Keterangan

          1     Guru PNS                       2

          2     Guru Tidak Tetap (GT)          24

          3     Pegawai Tata Usaha             6




                                        59
          4     Pegawai Perpustakaan                1

          5     Tukang Kebun + Penjaga              1

          7     BP / BK                             1



6.   Kegiatan Belajar Mengajar

               Proses belajar mengajar di MTs Salafiyah Wonoyoso Kebumen

     dilaksanakan pada hari Senin sampai dengan Kamis, dan Sabtu sampai

     dengan Ahad. Proses belajar mengajar dimulai pada pukul 07.00-13.50

     WIB, setiap hari siswa mendapatkan pelajaran selama 9 jam pelajaran

     dengan pembagian setiap 1 jam pelajaran adalah 40 menit ditambah 2

     kali istirahat.

     a.       Jam pelajaran MTs Salafiyah Wonoyoso Kebumen pada hari Senin

              s.d. Kamis, Sabtu dan Ahad

                No          Jam Ke            Waktu          Keterangan

                 1             I            07.00-07.40

                 2             II           07.40-08.20

                 3            III           08.20-09.00

                 4            IV            09.00-09.40

                 5         Istirahat        09.40-10.00

                 6             V            10.00-10.40

                 7            VI            10.40-11.20

                 8            VII           11.20-12.00

                 9         Istirahat        12.00-12.30



                                       60
                   10             VIII               12.30-13.10

                   11               IX               13.10-13.50



B. Observasi Kelas

          Observasi kelas adalah proses pengamatan secara langsung dengan cara

     mahasiswa PPL duduk dan mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM) yang

     dilaksanakan oleh guru pamong di madrasah tempat PPL dengan sasaran

     pengamatan sebagai berikut:

          Hari/           Komponen
 No                                                 Hasil Observasi          Ket
        Tanggal            Observasi

 1     Rabu, 21         Mata Pelajaran:    Perangkat Pembelajaran :       Tidak

       Sept 2011        S K I Kls VIII A    - 8 perangkat : ada           masuk : 2

       Jam ke:          KD : Bani           - Media Pembelajaran: ada

       3-4              Umayyah             - Jumlah Peserta didik : 39

       Waktu            Pokok bahasan:     Media pembelajaran yang

       Pukul:           Sejarah            digunakan:

       08.20 s/d        Berdirinya         - Papan Tulis dan rangkuman

       09.00 WIB        Dinasti                 materi.

                        Umayyah.           - Bagan silsilah bani

                                                Umayyah

 2     Rabu, 21         Mata Pelajaran:    Perangkat Pembelajaran :       Tidak

       Sept 2011        Aqidah Akhlak       - 8 perangkat : ada           masuk : -

       Jam ke:          Kls VII C           - Media Pembelajaran: ada




                                           61
    3-4         KD :                   - Jumlah Peserta didik : 33

    Waktu       Menunjukkan           Media pembelajaran yang

    Pukul:      cirri-ciri perilaku   digunakan:

    08.20 s/d   orang yang            - Papan Tulis dan rangkuman

    09.00 WIB   beriman kepada             materi.

                sifat-sifat wajib,

                mustahil, dan

                jaiz Allah dalam

                kehidupan

                sehari-hari

                Pokok bahasan:

                Sifat-sifat Allah

                SWT

3   Rabu, 21    Mata Pelajaran:       Perangkat Pembelajaran :       Tidak

    Sept 2011   Fiqih Kls VII D        - 8 perangkat : ada           masuk : 2

    Jam ke:     KD :                   - Media Pembelajaran: ada

    8–9         Mempraktekkan          - Jumlah Peserta didik : 39

    Waktu       shalat lima           Media pembelajaran yang

    Pukul:      waktu dan sujud       digunakan:

    12.30 s/d   syahwi                - Papan Tulis dan rangkuman

    13.50 WIB   Pokok bahasan:             materi.

                Sujud syahwi          - Gambar cara melaksanakan

                                           sujud syahwi




                                      62
 4     Kamis, 22     Mata Pelajaran:    Perangkat Pembelajaran :         Tidak

       Sept 2011     Qur’an Hadist      - 8 perangkat : ada              masuk : 2

       Jam ke:       Kls VII A          - Media Pembelajaran: ada

       1–2           KD :               - Jumlah Peserta didik : 36

       Waktu         Menerapkan         Media pembelajaran yang

       Pukul:        perilaku           digunakan:

       07.20 s/d     mencintai Al-      - Papan Tulis dan rangkuman

       08.20 WIB     Qur’an dan             materi.

                     Hadist dalam       - Al-Qur’an dan terjemah

                     kehidupan.

                     Pokok bahasan:

                     Mencintai Al-

                     Qur’an dan

                     Hadist .



C. Pratek Mengajar Terbimbing

            Praktek mengajar terbimbing dilaksanakan dari tanggal 4 s.d 12

     oktober 2011 selama 4 kali pertemuan sesuai dengan jadwal.

            Dalam    pelaksanaannya    setiap     mahasiswa   mengajar      dengan

     didampingi oleh guru pamong masing-masing. Guru pamong mengawasi,

     menilai secara langsung, serta memberikan saran setelah selesai KBM.




                                       63
D. Pelaksanaan Praktek Mengajar Mandiri

        Praktek mengajar mandiri dilaksanakan dari tanggal 13 s.d 23 Oktober

   2011 selama 5 kali pertemuan sesuai dengan jadwal. Ketika praktek mengajar

   mandiri, mahasiswa diawasi dan dinilai oleh guru pamong dari luar kelas.

E. Pelaksanaan Praktek Mengajar Akhir/Ujian

          Praktek mengajar akhir/ujian dilaksanakan dari tanggal 25 s.d 26

   Oktober 2011 selama 1 kali pertemuan sesuai dengan jadwal. Guru pamong

   dan DPL mengawasi, menilai bersama-sama.

          Sebelum melaksanaan praktek mengajar mahasiswa terlebih dahulu

   membuat perangkat pembelajaran yang meliputi daftar hadir, daftar nilai, dan

   RPP kemudian dikonsultasikan kepada guru pamong satu hari sebelum

   pelaksanaan. Adapun RPP terlampir.

F. Ekstrakurikuler

          Kegiatan ekstra kurikuler yang ada di MTs Salafiyah antara lain

   kegiatan Latihan Pramuka, Drum Band, Bulu Tangkis, Basket, dan Volley.

   Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler sebagai berikut

   N0               Waktu                    Nama Kegiatan             Ket

   1     Ahad,                          Latihan Pramuka            Kelas VII
         Pukul 14.15 a/d 16.00 WIB                                 dan VIII
   2     Jum’at,                          - Latihan Bulu Tangkis   Kelas VII
         Pukul 07.30 s/d 10.00 WIB        - Latihan Basket         dan VIII
   3     Jum’at,                        Latihan Drum Band          Kelas VII
         Pukul 14.00 s/d 16.00 WIB                                 dan VIII



                                     64
                              BAB IV
              ANALISIS PELAKSANAAN PPL


A. Program PPL

         Selama kami melaksanakan PPL, di Mts salafiyah Wonoyoso

  Kebumen yaitu dari hari selasa tanggal 19 september 2011 s.d hari 5

  november 2011 + dua bulan aktifitas yang kami laksanakan antara lain,

  yaitu: mengisi ektrakurikuler pramuka, olahraga,yasinan setiap hari kamis,

  sholat berjama’ah, dan drum band.

B. Faktor pendukung

         Kegiatan ektrakurikuler berupa kegiatan perbaikan dengan

  program kurikuler, sangat membantu jika menghadapi kompetisi antar

  madrasah kususnya di wilayah kecamatan Kebumen.Hal ini dapat dilihat

  pada hasil observasi dengan banyaknya prestasi yang diraih oleh siswa

  Mts Salafiyah Wonoyoso.

         Kegiatan keagamaan yang meliputi sholat berjamaah dapat

  menumbuhkan      tingkat   keimanan    yang    kuat   sehingga    mampu

  meningkatkan kedisiplinan, kerukunan dalam menjalankan ibadah.

         Kegiatan yasinan yang dilakukan pada setiap hari kamis, dapat

  menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur’an, serta dapat mengingatkan kita

  akan datangnya kematian.

  Kami peserta PPL merasa senang dengan adanya kegiatan yang dilakukan

  di MTs Salafiyah Wonoyoso.




                                  65
C. Faktor Penghambat

         Hambatan yang     dijumpai selama PPL, yang bersifat individu

  tentunya tergantung dari diri masing-masing peserta PPL, yaitu

  penguasaan materi yang belum luas, penggunaan metode belajar mengajar

  yang cenderung monoton dan adanya rasa kurang percaya diri dalam

  mengajar.Sedangkan kendala yang bersifat umum, seperti sulitnya

  menguasai kelas agar suasana belajar mengajar tetap berlangsung lancar

  dari awal hingga akhir pembelajaran. Karena ada kecenderungan pada

  awal kegiatan pembelajaran perhatian siswa penuh tapi menjelang akhir

  siswa sudah agak terganggu konsentrasinya sehingga menyebabkan

  kegaduhan.

  Selain kendala yang disebutkan di atas bahwa dari kelompok kami tidak

  bisa mengikuti semua kegiatan ekstrakurikuler karena adanya keterbatasan

  waktu antara kegiatan PPL, kegiatan diluar PPL.




                                 66
                               BAB V
                             PENUTUP




A. Kesimpulan

        Kegiatan PPL yang dirancang guna melatih dan melengkapi para

  calon guru dalam penghayatan dan penguasaan keterampilan belajar

  mengajar secara ideal sehingga sangat membantu tercapainya guru yang

  professional. PPL yang dilaksanakan oleh mahasiswa STAINU Kebumen

  sangat relevan karena untuk mengetahui dan mengukur mahasiswa dalam

  menerapkan disiplin ilmu keguruan yang telah diperoleh dalam

  perkuliahan khususnya yang bersifat teoritis.

        Adapun kesimpulan secara khusus setelah kami mengikuti PPL di

  MTs Salafiyah Wonoyoso Kebumen adalah sebagai berikut :

  1.   Selama menjadi guru praktek di MTs Salafiyah pihak-pihak terkait

       benar-benar   member    kesempatan     dan   kebebasan   yang    luas

       sebagaimana layaknya guru. Tentu hal ini menjadi hal yang positif

       bagi kami agar tidak ada perasaan diskriminatif antara calon guru dan

       guru yang professional. Pada akhir kegiatan pembelajaran, guru

       pamong selalu memberikan masukan dan kritik, sehingga pada

       pertemuan selanjutnya kami bisa menambahkan hal-hal yang masih

       kurang serta memperkecil kesalahan yang dilakukan pada pertemuan

       sebelumnya.




                                  67
  2.   Faktor-faktor yang menunjang keberhasilan diantaranya adalah

       partisipasi guru, siswa, wali siswa serta sarana dan prasarana yang ada

       dalam membimbing siswa dibidang pendidikan, juga masyarakat di

       lingkungan Madrasah yang sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang

       ada

  3.   Pelaksanaan administrasi kelas dan madrasah yang baik akan

       menunjang keberhasilan proses kegiatan belajar-mengajar.

  4.   Proses belajar mengajar menggunakan pendekatan teacher center

       adalah tidak tepat. Kita harus menggunakan pendekatan student center

       karena anak merupakan individu yang mempunyai potensi yang harus

       dikembangkan.

B. Saran

           Kegiatan PPL merupakan wahana yang sangat tepat untuk

  membangun pribadi guru yang utuh serta mempunyai kompetensi dalam

  mengoptimalkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik dengan

  ditunjang dengan teori-teori pembelajaran yang relevan. Untuk itu kami

  menyarankan “ Demi membentuk anak didik yang beriman dan bertaqwa

  maka guru harus dijadikan uswatun wa qudwatun khasanah ( contoh dan

  panutan yang baik) bagi anak didik yang nantinya akan bermanfaat bagi

  masa depan anak baik di dunia maupun di akhirat”.

           Untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama dalam pembekalan

  mahasiswa calon guru, penulis memberikan masukan :




                                   68
a.   Diharapkan pada pihak STAINU Kebumen untuk lebih meningkatkan

     kualitas mahasiswa.

b.   Kepada penyelenggara PPL untuk lebih teliti dan konsekuensi dalam

     persiapan kegiatan PPL.

c.   Bagi mahasiswa STAINU baik yang telah melaksanakan PPL maupun

     yang akan melaksanakannya, tingkatkan kemampuan kalian dalam

     mengajar dan bekerjasama baik denagn pihak Madrasah maupun

     kelompok. Karena hal ini berpengaruh besar pada penilaian individu

     masing-masing peserta PPL

d.   Kepada pihak Madrasah, siswa siswi MTs Salafiyah mempunyai bakat

     dan potensi tersendiri. Oleh sebab itu, pihak madrasah harus bisa

     menggali bakat mereka agar mampu berprestasi dan mengharumkan

     nama MTs Salafiyah di kancah pendidikan Nasional.

e.   Kepada siswa-siswi MTs Salafiyah, sungguh kalian rugi jika kalian

     pergi ke madrasah hanya duduk, mendengarkan guru mengajar dan

     bergurau dengan teman saat jam istirahat. Disamping itu, mulailah

     temukan banyak hal-hal baru yang belum kalian ketahui di madrasah

     ini untuk dijadikan bekal pengalaman hidup kalian nanti.

f.   Bagi kelompok PPL, tingkatkan kebersamaan sehingga terwujud hasil

     yang baik, tanpa kekompakan semuanya akan kacau.

         Demikian kesimpulan yang bisa kami sampaikan. Tentunya masih

banyak kekurangan yang perlu diperbaiki dalam laporan ini. Maka dari itu,

kami segenap peserta PPL mohon maaf dan selalu mengharapkan kritik




                                 69
        dan saran demi kesempurnaan laporan ini, semoga laporan PPL ini dapat

        digunakan sebagaimana mestinya.


C. Lampiran-Lampiran

   1.    Surat Tugas

   2.    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

   3.    Jadwal Praktik Mengajar

   4.    Foto/gambar aktivitas PPL di MTs Salafiyah Wonoyoso Kebumen




                                          Kebumen, 28 Oktober 2011

                                          Penyusun,



                                          Peserta PPL STAINU Kebumen




                                     70

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5
posted:4/3/2013
language:Malay
pages:70