Docstoc

Analisis Perilaku Konsumen Dalam Keputusan - IPB Repository Home

Document Sample
Analisis Perilaku Konsumen Dalam Keputusan - IPB Repository Home Powered By Docstoc
					  ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM
  KEPUTUSAN PEMBELIAN KARTU simPATI
(Studi Kasus Mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor)




                       Oleh
           KHOIRUL AZIZ HUSYAIRI
                    H24102075




         DEPARTEMEN MANAJEMEN
   FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
        INSTITUT PERTANIAN BOGOR
                       2006
                                  ABSTRAK

Khoirul Aziz Husyairi. H24102075. Analisis Perilaku Konsumen Dalam
Keputusan Pembelian Kartu simPATI (Studi Kasus Mahasiswa S1 Institut
Pertanian Bogor). Di bawah bimbingan Ma`mun Sarma

         Penemuan telepon seluler mengakibatkan bisnis seluler berkembang
pesat. PT. Telkomsel sebagai operator seluler terbesar di Indonesia dengan kartu
GSM prabayar simPATI yang merupakan produk dengan penjualan terbesar tetap
berusaha menjadi market leader dalam bisnis ini. Semakin banyaknya kartu
seluler yang beredar di pasaran membuat persaingan dalam bisnis operator seluler
semakin ketat. PT. Telkomsel perlu mengetahui bagaimana perilaku konsumen
dalam membeli kartu seluler, khususnya kartu simPATI agar tetap bisa
mempertahankan pangsa pasar selulernya dari para pesaingnya.
         Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengidentifikasi karakteristik
mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di IPB, (2) Menganalisis proses
keputusan pembelian yang dilakukan oleh mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu
simPATI di IPB, (3) Mengidentifikasi atribut dominan yang dimiliki kartu
simPATI, dan (4) Menganalisis sikap dan perilaku mahasiswa S1 sebagai
konsumen kartu simPATI di IPB.
        Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada
responden, yaitu mahasiswa S1 Institut Partanian Bogor tahun 2005-2006 yang
tersebar di delapan fakultas dan Tingkat Persiapan Bersama. Pengambilan contoh
dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin sehingga didapatkan 100
responden. Penarikan contoh dilakukan dengan metode nonprobability sampling
secara judgemental sampling (pertimbangan), sedangkan penentuan jumlah
contoh tiap fakultas menggunakan metode sample fraction. Data yang
dikumpulkan merupakan data primer dan sekunder. Data primer berasal dari
kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, skripsi, internet, koran,
majalah, dan sumber lain yang relevan dengan penelitian. Data yang diperoleh
melalui kuesioner diolah dengan software SPSS versi 11.5 dan Microsoft Excel
2003. Penelitian ini menggunakan empat alat analisis, yaitu tabulasi deskriptif,
Importance-Performance Analysis, Principal Component Analysis dan analisis
multiatribut Fishbein yang terdiri dari model sikap dan perilaku konsumen.
         Hasil penelitian menyebutkan bahwa responden dalam penelitian ini
sebagian besar adalah perempuan dan berusia 19 tahun, serta sebagian besar
sedang duduk di semester empat. Sumber keuangan responden berasal dari orang
tua dengan pengeluaran kurang dari Rp. 500.000,00 per bulan. Dalam melakukan
keputusan pembelian, responden melalui tahap pengenalan kebutuhan, pencarian
informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan evalusi pasca pembelian.
Atribut sinyal dan jaringan merupakan atribut paling dominan dengan kinerja
paling baik dengan nilai tingkat kepentingan tertinggi (4,64) dan tingkat kepuasan
tertinggi pula (4,28). Faktor yang paling mempengaruhi responden dalam
pengambilan keputusan pembelian adalah sinyal dan jaringan dengan nilai
communality 0,768. Sikap dan perilaku responden sebagai konsumen kartu
simPATI di IPB tergolong biasa, sehingga Telkomsel harus terus memperbaiki
kinerja atribut-atribut kartu simPATI, terutama atribut bonus dan hadiah, karena
merupakan atribut dengan kinerja paling buruk (2,80).
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM
KEPUTUSAN PEMBELIAN KARTU simPATI
(Studi Kasus Mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor)




                    SKRIPSI
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
            SARJANA EKONOMI
         pada Departemen Manajemen
       Fakultas Ekonomi dan Manajemen
             Institut Pertanian Bogor




                      Oleh
        KHOIRUL AZIZ HUSYAIRI
                   H24102075




       DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
      INSTITUT PERTANIAN BOGOR
                      2006
                    INSTITUT PERTANIAN BOGOR
              FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
                     DEPARTEMEN MANAJEMEN


              ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM
              KEPUTUSAN PEMBELIAN KARTU simPATI
           (Studi Kasus Mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor)


                                  SKRIPSI
              Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
                          SARJANA EKONOMI
                       Pada Departemen Manajemen
                     Fakultas Ekonomi dan Manajemen
                          Institut Pertanian Bogor


                                    Oleh
                      KHOIRUL AZIZ HUSYAIRI
                                  H24102075


                         Menyetujui, Agustus 2006




                     Dr. Ir. Ma`mun Sarma, Ms, Mec
                            Dosen Pembimbing


                                  Mengetahui




                       Dr. Ir. Jono Munandar, MSc
                            Ketua Departemen


Tanggal Ujian : 22 Agustus 2006                Tanggal Lulus :
                              RIWAYAT HIDUP



       Penulis dilahirkan di Klaten, Jawa Tengah pada tanggal 16 Januari 1984.
Penulis merupakan anak pertama dari empat bersaudara dari keluarga Bapak
S. Syahroni dan Ibu Siti Rojiah.
       Penulis menyelesaikan pendidikan di Taman Kanak-kanak Pertiwi Kunden
02 di Klaten pada tahun 1990, kemudian melanjutkan ke Sekolah Dasar Negeri
Kunden 01 di Klaten. Pada tahun 1996, Penulis melanjutkan pendidikan di
Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 02 Klaten dan melanjutkan pendidikan
di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 01 Karanganom Klaten pada tahun 1999. Pada
tahun 2002, penulis diterima masuk di Institut Pertanian Bogor melalui jalur
Undangan Seleksi Masuk Institut Pertanian Bogor (USMI) di Departemen
Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen.

       Selama mengikuti perkuliahan, penulis menjadi pengajar les privat di
daerah Bogor (freelance) sejak tahun 2003 untuk siswa SD dan SMP dengan
pelajaran yang diajarkan Matematika dan Fisika. Pada tahun 2004, penulis
menjadi pengajar di salah satu bimbingan belajar di Kota Bogor. Penulis menjadi
Asisten mata kuliah Sosiologi Umum tahun ajaran 2005/2006.
                           KATA PENGANTAR


         Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Analisis Perilaku Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Kartu simPATI (Studi
Kasus Mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor)”. Skripsi ini disusun sebagai syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen, Fakultas
Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
         Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan terselesaikan dengan baik
tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.   Bapak Dr. Ir. Ma`mun Sarma, Ms, Mec selaku dosen pembimbing yang telah
     memberikan waktu, arahan, motivasi, wawasan dan bimbingan selama
     penulis menyelesaikan skripsi ini.
2.   Bapak Prof. Dr. Ir. H. Musa Hubeis, MS, Dipl. Ing, DEA dan
     Dr. Ir. Muhammad Syamsun, MSc yang telah bersedia menjadi dosen penguji
     bagi penulis.
3.   Ibu Dra. Siti Rahmawati, M.Pd sebagai moderator dan satgas pada seminar
     penulis.
4.   Bapak, Ibu dan adik-adik tercinta (Ipul, Aan, Kukut) atas semua doa, kasih
     sayang dan perhatiannya yang tulus selama ini.
5.   Dian Amallia yang memberi dan menjadi motivasi bagi penulis.
6.   Seluruh staf pengajar dan pegawai Departemen Manajemen, Fakultas
     Ekonomi Manajemen IPB.
7.   Rekan-rekan Angkatan`39 (Isyana, Rendro, Ridho, Utari, Phi-Je, Yushinta,
     Widya dan semuanya yang tidak dapat disebutkan satu persatu), C-Berat
     (Asep, Acep, Budi, Dadan, Hafidz, J-Lo, Wildan) atas kebersamaannya
     selama ini.
8.   Rekan-rekan satu bimbingan (Ape, Arya, Anggi, Fezzy, Nanien, Okka,
     Rihza, Rustiani) yang telah memberi banyak bantuan dalam penyusunan
     skripsi ini.
9.   Nenno, Andi Rois dan anak-anak eks Pinkers (Adi, Eko, Joko, Koko, Kiki,
     Ridwan, Yudi, Zaenal) atas sebuah persahabatan dalam suka maupun duka.
10. Eks kelas B07 dan A08 2005/2006 yang telah memberikan masukan dan
     dorongan bagi penulis.
11. Mas Jepe yang selalu memberi semangat untuk mandiri dan tidak mudah
     menyerah pada keadaan.
12. Anak-anak Wisma Cla-x, (Ary, Chabib, Catur, Nanang, Rukhin, Ringga,
     Shohib, Udin, Yodi), Amoeba (Adit, Endry, Hamzah, Koko) dan Adinda
     (Mufid, Wulan) yang telah melungkan waktu membantu penulis dalam
     menyebarkan kuesioner.
13. Anak-anak Kelurga Mahasiswa Klaten yang menjadi kelurga penulis di
     Bogor. Sesama anak Klaten ”sedulur sinarawedi”. Jaga kebersamaan dan
     jangan mudah menyerah.
14. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu
     penulis.
         Penulis menyadari bahwa skripsi masih jauh dari sempurna. Kritik dan
saran yang membangun sangat penulis harapkan. Penulis berharap skripsi ini
dapat memberikan tambahan wawasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan
dan memberikan manfaat bagi yang membacanya.




                                                         Bogor, Agustus 2006




                                                                Penulis
                                                DAFTAR ISI

ABSTRAK
RIWAYAT HIDUP ........................................................................................ iii
KATA PENGANTAR.................................................................................... iv
DAFTAR ISI................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .......................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. x


I.    PENDAHULUAN ...................................................................................               1
      1.1. Latar Belakang .................................................................................         1
      1.2. Perumusan Masalah .........................................................................              8
      1.3. Tujuan Penelitian .............................................................................          8

II. TINJAUAN PUSTAKA .........................................................................                      9
    2.1. Pemasaran ........................................................................................         9
    2.2. Bauran Pemasaran............................................................................               9
    2.3. Konsumen ........................................................................................          10
    2.4. Produk ..............................................................................................      11
          2.4.1. Definisi Produk.....................................................................               11
          2.4.2. Klasifikasi Produk ................................................................                12
    2.5. Jasa ...................................................................................................   13
    2.6. Merek ...............................................................................................      14
    2.7. Perilaku Konsumen ..........................................................................               14
    2.8. Sikap Konsumen ..............................................................................              14
    2.9. Perilaku Pembelian Konsumen ........................................................                       15
    2.10. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian..                                              16
          2.10.1. Faktor Lingkungan................................................................                 16
          2.10.2. Faktor Perbedaan Individu....................................................                     18
          2.10.3. Faktor Psikologis ..................................................................              19
    2.11. Pengambilan Keputusan Pembelian.................................................                          20
    2.12. Tipe Pengambilan Keputusan Konsumen ........................................                              22
    2.13. Principal Component Analisys.........................................................                     23
    2.14. Penelitian Terdahulu ........................................................................             24


III. METODOLOGI PENELITIAN............................................................                              25
     3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian........................................................                     25
     3.2. Metode Penelitian ............................................................................            26
          3.2.1. Metode Pengumpulan Data...................................................                         26
          3.2.2. Pengolahan dan Analisis Data ..............................................                        28
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN............................................................... 37
     4.1.     Gambaran Umum Perusahaan..........................................................                    37
              4.1.1. Sejarah Umum Telkomsel ....................................................                    37
              4.1.2. Produk Telkomsel.................................................................              39
      4.2.    Layanan Telkomsel ..........................................................................          41
              4.2.1. SurfZone................................................................................       41
              4.2.2. Blackberry.............................................................................        42
              4.2.3. Instan Messenger ..................................................................            42
              4.2.4. FARIDA ...............................................................................         43
      4.3.    Karakteristik Responden ..................................................................            43
              4.3.1. Jenis Kelamin........................................................................          43
              4.3.2. Usia .......................................................................................   43
              4.3.3. Semester................................................................................       44
              4.3.4. Sumber Keuangan.................................................................               44
              4.3.5. Pengeluaran Per bulan ..........................................................               44
      4.4.    Proses Pengambilan Keputusan .......................................................                  45
              4.4.1. Pengenalan Kebutuhan .........................................................                 45
              4.4.2. Pencarian Informasi ..............................................................             48
              4.4.3. Evaluasi Alternatif ................................................................           50
              4.4.4. Keputusan Pembelian ...........................................................                52
              4.4.5. Evaluasi Pasca Pembelian.....................................................                  56
      4.5.    Analisis Tingkat Kepentingan Dan Kepuasan Terhadap Atribut-
              Atribut Kartu simPATI ....................................................................            60
      4.6.    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku
              Pembelian Konsumen ......................................................................             64
      4.7.    Analisis Sikap konsumen .................................................................             67
              4.7.1. Analisis Sikap Konsumen Dengan Multiatribut Fishbein ....                                      67
              4.7.2. Analisis Nilai Norma Subyektif............................................                     70
              4.7.3. Analisis Nilai Perilaku Konsumen........................................                       72
      4.8.    Implikasi Hasil Penelitian ................................................................           73
              4.8.1. Produk...................................................................................      73
              4.8.2. Harga.....................................................................................     75
              4.8.3. Promosi .................................................................................      76
              4.8.4. Tempat ..................................................................................      77

KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................................... 78
1. Kesimpulan............................................................................................... 78
2. Saran ......................................................................................................... 79

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 80

LAMPIRAN.................................................................................................... 82
                                        DAFTAR TABEL

No.                                                                                               Halaman
1.    Pangsa pasar operator seluler 2005 ......................................................... 4
2.    Produk kartu seluler perusahaan operator GSM di Indonesia................. 5
3.    Komposisi pelanggan Telkomsel tahun 2005 ......................................... 6
4.    Sebaran Responden Pada Masing-Masing Fakultas ............................... 27
5.    Skala pengukuran Likert ......................................................................... 30
6.    Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin................................ 43
7.    Karakteristik responden berdasarkan usia............................................... 43
8.    Karakteristik responden berdasarkan semester ....................................... 44
9.    Karakteristik responden berdasarkan sumber keuangan ......................... 44
10.   Karakteristik responden berdasarkan pengeluaran perbulan................... 45
11.   Manfaat yang diharapkan responden kartu simPATI.............................. 46
12.   Motivasi responden menggunakan kartu simPATI................................. 47
13.   Faktor penghalang responden membeli kartu simPATI.......................... 47
14.   Sumber informasi responden tentang kartu simPATI............................. 48
15.   Perhatian responden terhadap informasi yang didapatkan...................... 49
16.   Pertimbangan ketika akan membeli kartu simPATI ............................... 50
17.   Jumlah responden yang pernah menggunakan kartu lain ....................... 51
18.   Jenis kartu lain yang pernah digunakan responden................................. 51
19.   Pertimbangan responden menggunakan kartu lain ................................. 52
20.   Pihak yang paling mempengaruhi responden dalam
      pengambilan keputusan pembelian kartu simPATI................................ 53
21.   Pengaruh orang lain dalam keputusan pembelian kartu simPATI .......... 53
22.   Cara responden memutuskan membeli kartu simPATI .......................... 54
23.   Tempat responden membeli kartu simPATI ........................................... 55
24.   Alasan responden dalam memilih tempat pembelian kartu simPATI..... 55
25.   Tanggapan responden setelah membeli dan menggunakan
      kartu simPATI ........................................................................................ 57
26.   Tindakan responden ketika produk lain melakukan promosi ................. 58
27.   Lama responden menggunakan kartu simPATI...................................... 58
28.   Tindakan responden jika pulsa kartu simPATInya habis........................ 59
29.   Jumlah pulsa yang dihabiskan dalam sebulan......................................... 60
30.   Rataan skor tingkat kepentingan dan kepuasaan mahasiswa
      sarjana IPB terhadap kartu simPATI ...................................................... 61
31.   Nilai communalities masing-masing variabel ......................................... 66
32.   Kekuatan kepercayaan responden terhadap atribut kartu simPATI........ 68
33.   Evaluasi kepercayaan responden terhadap atribut kartu simPATI ......... 69
34.   Penilaian sikap konsumen terhadap kartu simPATI ............................... 70
35.   Penilaian peubah keyakinan normatif ..................................................... 71
36.   Penilaian peubah motivasi....................................................................... 71
37.   Nilai norma subyektif.............................................................................. 71
                                     DAFTAR LAMPIRAN

No.                                                                                                   Halaman
1.    Kuesioner penelitian ............................................................................... 83
2.    Hasil uji validitas responden ................................................................... 89
3.    Hasil uji validitas kuesioner .................................................................... 96
4.    Hasil uji reabilitas kuesioner................................................................... 102
5.    Hasil pengolahan data dengan menggunakan Principal Component
      Analysis................................................................................................... 105
6.    Tarif kartu simPATI................................................................................ 108
                                 I.   PENDAHULUAN




1.1.   Latar Belakang
             Perkembangan teknologi yang pesat di abad 21 berdampak pada
       semua bidang kehidupan termasuk bidang komunikasi. Perkembangan
       teknologi komunikasi yang dapat dilihat langsung dampaknya adalah
       penemuan telepon seluler (ponsel). Pengunaan alat ini meluas dari desa
       sampai kota, anak-anak sampai para manula dan dari karyawan sampai
       eksekutif. Perkembangan pemakaian ponsel semakin membuat produk ini
       canggih dengan fitur yang lengkap pada akhirnya. Selain kecanggihan dan
       kelengkapan fitur dari merek ponsel sendiri, peranan perusahaan penyedia
       jasa operator sebagai penghubung antar jaringan juga tidak kalah
       pentingnya. Tanpa adanya perusahaan penyedia jasa operator, maka telepon
       seluler tidak akan berfungsi karena keduanya merupakan barang yang tidak
       dapat dipisahkan.
             Di Indonesia, ada beberapa perusahaan yang menyediakan jasa
       operator baik yang menggunakan teknologi Global System for Mobile
       Communications (GSM) maupun Code Division Multiple Access (CDMA).
       Menurut data Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI)1 ada tujuh
       operator yang memperebutkan pasar seluler di Indonesia yaitu operator
       GSM seperti PT. Telkomsel, PT. Indosat, PT. Excelcomindo dan beberapa
       operator CDMA seperti PT. Telkom, PT. Bakrie Telkom, PT. Mobile-8
       Telecom dan PT. Natrindo Telepon Seluler. Beberapa perusahaan di atas
       telah menjalin kerjasama dengan perusahaan asing untuk memperkuat
       posisinya dalam pasar maupun untuk memperebutkan pangsa pasar yang
       ada yaitu PT. Telkomsel dengan Singapore Telecom Mobile Pte of
       Singapore, Indosat dengan Singapore Tecnologies Telemedia Pte, Ltd, PT.
       Excelcomindo dengan Khazanah Malaysia, dan PT. Natrindo Telepon
       Seluler dengan Maxis Malaysia (Rudiantara, 2006). Peningkatan pelanggan
       seluler juga cukup drastis.      Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia
1
 ”A-Z Rayuan Telepon Seluler”, www.cakram.co.id/cgi-bin/index.cgi?p= 011&id=27 - 14k. [20
Maret 2006]
      (ATSI)1 menyebutkan bahwa sejak tahun 1995 hingga 1997 jumlah
      pelanggan seluler di Indonesia meningkat dari 220 ribu menjadi 1,053 juta
      dan 100 persen berupa kartu pasca bayar.
             Kartu pasca bayar adalah kartu seluler yang tidak menggunakan batas
      pemakaian karena tagihan pemakaian pulsa dilakukan setiap bulan dan
      dibayarkan pada bulan berikutnya. Penjualan kartu pasca bayar dalam kurun
      waktu tiga tahun tersebut meledak karena kondisi perekonomian Indonesia
      yang baik. Namun kondisi mulai berubah ketika terjadi krisis moneter tahun
      1998. Para operator melakukan inovasi dengan mengeluarkan kartu
      prabayar. Hasil dari inovasi ini adalah peningkatan pengguna kartu seluler
      menjadi 2,225 juta. Dari 2,225 juta pengguna kartu seluler tersebut, 65
      persen diantaranya adalah pengguna kartu prabayar. Adanya kartu prabayar
      berakibat pada meningkatnya jumlah pengguna kartu seluler secara
      signifikan. Mulai tahun 2001, pengguna seluler meningkat drastis hingga
      6,1 juta, 11,2 (2002), 18,6 (2003), 30,6 juta (2004) dan 50,4 juta (2005).
      Pada Gambar 1 disajikan diagram perkembangan konsumen                                                                                    operator
      seluler di Indonesia periode 2001-2005.

                                        90.0                  83.6                                                    90.0


                                        80.0                                                                          80.0
                                               69.5
                                        70.0                                 66.1                        65.0         70.0
                                                                                           64.2
                Konsumen (juta orang)




                                        60.0                                                                          60.0
                                                                                                                             Pertumbuhan (%)




                                        50.0                                                                   50.4   50.0


                                        40.0                                                                          40.0


                                        30.0                                                  30.6                    30.0


                                        20.0                                     18.6                                 20.0


                                        10.0                      11.2                                                10.0
                                                  6.1
                                         0.0                                                                          0.0
                                               2001           2002           2003          2004         2005

                                                                            Tahun

                                                      Jumlah Konsumen (dalam juta orang)     Pertumbuhan (%)



      Gambar 1. Perkembangan Konsumen Kartu Seluler Tahun 2001-2005
               (Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, 2006)2


2
 ”A-Z Rayuan Telepon Seluler”, www.cakram.co.id/cgi-bin/index.cgi?p= 011&id=27 - 14k. [20
Maret 2006]
             Perkembangan bisnis operator seluler yang begitu pesat di Indonesia
      tidak lepas dari jumlah penduduk di Indonesia yang besar. Jumlah
      penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa dengan hanya tujuh
      operator seluler yang ada, maka potensi pasar kartu seluler di Indonesia
      masih terbentang luas (Rudiantara, 2006). Asosiasi Telekomunikasi seluler
      Indonesia (ATSI) memprediksi bahwa empat tahun ke depan jumlah
      konsumen seluler di Indonesia diperkirakan akan mencapai 80,1 juta.
      Gambar 2 menyajikan diagram prediksi jumlah konsumen empat tahun
      kedepan sedangkan pangsa pasar operator seluler 2005 dapat dilihat pada
      Tabel 1.

                                    90                         80.3       80.1
                                    80          72.5

                                    70
                  Jumlah Konsumen




                                    60   50.2
                                    50
                                    40
                                    30
                                    20
                                    10
                                     0
                                         2006   2007           2008       2009
                                                       Tahun

                                                  Konsumen (juta orang)


    Gambar 2. Prediksi Jumlah Konsumen Seluler Indonesia Tahun 2006-20093
             (Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, 2006)2

             Pertumbuhan jumlah konsumen seluler Indonesia berdasarkan
      Gambar 2 akan terjadi pada tahun 2006 ke 2007, yakni dari 50.2 juta ke
      72.5 juta pelanggan. Pangsa pasar operator seluler di Indonesia mencapai
      50,4 juta pelanggan pada tahun 2005. Tiga operator seluler yang meraih
      jumlah pelanggan terbesar yaitu PT. Telkomsel yang mencapai 24,3 juta
      pelanggan, PT. Indosat yang berhasil meraih 13,2 juta pelanggan dan PT.
      Excelcomindo dengan 9 juta pelanggan. Data selengkapnya tentang pangsa
      pasar operator seluler di Indonesia disajikan pada Tabel 1.


2
 ”Telepon Seluler Tarifnya Bakal Turun”. www.wartaekonomi.com/ indikator?aid=4486&cid=25.
[15 Maret 2006]
                      Tabel 1. Pangsa Pasar Operator Seluler 20054

     Jenis          Perusahaan                    Produk          Pelanggan Persentase
    operator                                                        (juta)     (%)
    GSM        PT. Telkomsel            Simpati, As, Halo             24,3          47
               PT.Indosat               IM3, Mentari, Matrix          13,2          26
               PT.Excelcomindo          Bebas, Jempol, X-plor         9,0           18
    CDMA       PT. Telekomunikasi       Flexi
                                                                      1,8           0.4
               Indonesia
               PT. Natrindo             Lipotel                       0,9           0.2
               PT. Mobile 8             Fren
                                                                      0,7           0.1
               Telecom
               PT. Bakrie Telecom       Esia                          0,5           0.1
Sumber: Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, 2006.2

               Berdasarkan Tabel 1 tampak bahwa dari ketujuh operator seluler yang
        beroperasi di Indonesia, operator GSM yaitu PT. Telkomsel, PT. Indosat
        dan PT. Excelcomindo hampir menguasai 92 persen pangsa pasar.
        Kemampuan operator GSM menguasai sebagian besar pangsa pasar di
        Indonesia karena teknologi GSM lebih unggul, mampu menghasilkan suara
        lebih jernih sehingga mampu menjangkau wilayah yang luas dan lebih
        aman (Pohan, 2005).
               Perkembangan perusahaan operator CDMA di Indonesia juga tidak
        dapat dipandang sebelah mata. Beberapa operator CDMA seperti PT.
        Telkom dengan Telkom Flexi, PT. Natrindo dengan Lipotel, PT. Mobile-8
        dengan Fren dan PT. Bakrie Telkom dengan Esia siap bersaing dengan
        perusahaan operator GSM karena bagaimanapun tarif CDMA lebih murah
        (Rudiantara, 2006).
               Persaingan antara sesama operator GSM berjalan sangat ketat.
        Masing-masing perusahaan menawarkan berbagai macam produk kartu
        seluler baik yang bersifat prabayar maupun pascabayar berbagai
        keunggulan baik fitur dalam kartu sendiri maupun dalam tarif. Pada Tabel 2
        akan disajikan produk kartu seluler yang dikeluarkan oleh ketiga operator
        perusahaan GSM di atas.
2
 ”Telepon Seluler Tarifnya Bakal Turun”. www.wartaekonomi.com/ indikator?aid=4486&cid=25.
[15 Maret 2006]
  Tabel 2. Produk Kartu Seluler Perusahaan Operator GSM di Indonesia
 No.   Nama Perusahaan              Produk               Jenis
  1. PT. Telkomsel           Kartu simPATI         Prabayar
                             Kartu As              Prabayar
                             KartuHalo             Pasca bayar
  2. PT. Indosat             IM3                   Prabayar
                             Mentari               Prabayar
                             Matrix                Pasca bayar
  3. PT. Excelcomindo        Bebas                 Prabayar
                             Jempol                Prabayar
                             X-plor                Pasca bayar
Sumber : www.kapanlagi.com/a/ 0000002484.html - 26k, 2006.


Kartu seluler prabayar merupakan produk yang mendominasi ketiga
operator GSM di atas. Hal ini tidak mengherankan karena karakteristik
konsumen kartu seluler di Indonesia adalah prabayar (Suriahardja, 2006).
        Menurut   Asosiasi    Telekomunikasi   Seluler     Indonesia   (ATSI)
menyebutkan bahwa dari 50,4 juta konsumen seluler di Indonesia, 90
persen adalah pengguna kartu prabayar. Kartu prabayar adalah kartu seluler
yang menggunakan sistem pembayaran diawal melalui pembelian nomor
perdana dan voucher. Dengan kartu prabayar, konsumen dapat mengatur
penggunaan pulsa sendiri setiap periode yaitu dengan pembelian voucher
yang diinginkan sesuai dengan batas masa aktifnya.
        Peraturan Menteri Komunikasi No.23/M. KOMINFO/10/2005 tentang
kewajiban registrasi pelanggan kartu prabayar jasa telekomunikasi yang
sudah dilaksanakan dari tanggal 25 Desember 2005 sampai 28 April 2006
tidak membuat pesimis ketiga perusahaan operator GSM di atas sebagai
produsen terbesar kartu prabayar. Kebijakan registrasi itu justru merupakan
keuntungan karena operator bisa mengetahui jati diri pelanggannya yang
dapat     digunakan   untuk     merencanakan    strategi     pemasaran    dan
pendistribusian (Suriahardja, 2006).
        Merujuk pada Tabel 1 maka dapat diketahui bahwa PT. Telkomsel
adalah perusahaan operator dengan pangsa pasar terbesar yaitu 24,3 juta
(47%). Angka pertumbuhan pelanggan PT. Telkomsel cukup bagus. Pada
akhir tahun 2005 jumlah pelanggan tercatat 24,3 juta atau bertambah sekitar
      delapan juta dibandingkan dengan jumlah pelanggan tahun 2004 yaitu 16,3
      juta. Sepanjang tahun 2005, pertumbuhan pelanggan rata-rata 700 ribu
      setiap bulan. Berkaitan dengan registrasi kartu prabayar, Telkomsel optimis
      sebagian besar pelanggan Telkomsel telah mendaftarkan nomornya.
      (Suriahardja, 2006).
               Dalam rangka mendekatkan dengan pelanggan, PT. Telkomsel
      mempunyai 62 Grapari, 165 GeraiHalo, 750 KiosHalo, 3000 outlet dealer
      Telkomsel dan 1000 ritel yang tersebar di sebelas ribu titik pelayanan. Pada
      tahun 2006, Telkomsel akan menambah jumlah GeraiHalo menjadi 250 ribu
      unit. Selain mengembangkan pelayanan, dengan tiga produk kartu seluler
      andalannya yaitu kartu simPATI, As dan kartuHalo, pertumbuhan
      pelanggan diharapkan mencapai 36 ribu pada akhir 2006 (Suriahardja,
      2006). Komposisi pelanggan Telkomsel untuk kartu simPATI, As dan
      Kartu Halo pada tahun 2005 disajikan pada Tabel 3.
                   Tabel 3. Komposisi Pelanggan Telkomsel tahun 2005
       No.       Nama Produk            Pelanggan (juta)      Persentase (%)
        1. Kartu simPATI                      17,8                73,25
        2. Kartu As                             5                 20,58
        3. KartuHalo                           1,5                 6,17
      Sumber : Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia, 2006.5


               Peningkatan jumlah pelanggan Telkomsel yang cukup signifikan juga
      tidak lepas dari makin luasnya akses Telkomsel. Dukungan 7000 BTS
      (Base Transceiver Station) yang menghadirkan High Performance Network
      maka kenyamanan kontinuitas komunikasi mencapai 99 persen. Untuk
      mengatasi kepadatan lalu lintas seluler maka digunakan teknologi Dual
      Band (GSM 900 dan 1800) dan juga General Packet Service Radio (GPRS)
      secara nasional dan Enhanced Data Rates for GSM Evolution (EDGE) di
      daerah-daerah tertentu untuk melayani komunikasi data dengan kecepatan
      tinggi



5
 ”A-Z Rayuan Telepon Seluler”, www.cakram.co.id/cgi-bin/index.cgi?p= 011&id=27 - 14k.
[20 Maret 2006]
      Mengacu pada Tabel 3, maka dapat diketahui bahwa kartu simPATI
Telkomsel merupakan kartu seluler yang mendapatkan pelanggan terbesar
yaitu 17,8 juta atau 72,36 persen dari pelanggan Telkomsel. Dengan motto
simPATI No Compromise No Problem maka pengguna kartu simPATI
dapat berkomunikasi dengan siapa saja dan dari kota-kota kecil sekalipun.
Kartu simPATI dikeluarkan oleh PT. Telkomsel tahun 1997 dan menjadi
kartu prabayar pertama di Indonesia bahkan di Asia. Dengan daya jelajah
yang bisa menjangkau seluruh wilayah nusantara, tarif yang terjangkau,
pelayanan yang mudah dan mutu prima membuat kartu ini digemari
sebagian besar pelanggan kartu seluler. Pada Bulan Februari 2003
Telkomsel meluncurkan fasilitas simPATI International Roaming pada
kartu simPATI. Dengan fasilias ini maka simPATI menjadi pelopor kartu
prabayar di Indonesia yang bisa digunakan untuk menjelajah berbagai
belahan bumi. Bahkan untuk meningkatkan pelayanan, saat ini pelanggan
simPATI dapat menikmati layanan General Packet Radio Switching
(GPRS) dan Multimedia Messaging Services (MMS).
      Pada awal bulan September 2004, Telkomsel meluncurkan kartu
simPATI Hoki perdana dengan harga Rp. 25.000,00 sama dengan harga
perdana kartu As. Walaupun harga perdana kartu simPATI Hoki sama
dengan kartu As tetapi pulsa yang ada didalamnya berbeda. Perdana kartu
As sudah termasuk pulsa Rp.25.000,00 sedangkan dalam kartu simPATI
hanya ada pulsa sejumlah Rp.15.000,00. Hal ini dikarenakan perbedaan
karakter dari dua kartu tersebut. Fasilitas Multimedia Messaging Services
(MMS) serta akses internet melalui General Packet Radio Switching
(GPRS) adalah dua contoh fitur yang terdapat dalam kartu simPATI tetapi
tidak terdapat dalam kartu As.
      Pada Januari 2006, Telkomsel merilis kartu perdana baru yaitu kartu
simPATI Jitu. Kartu perdana terbaru ini dilepas dengan harga jual Rp
15.000,00. Kehadiran simPATI Jitu makin memperkaya kartu perdana
murah untuk pelanggan prabayar kategori menengah (www.telkomsel.com/
- 79k, 2006 ).
            Adanya berbagai macam produk simcard yang dikeluarkan oleh PT.
       Telkomsel dan juga operator seluler lain membuat perilaku konsumen
       dalam mengambil keputusan tentang pembelian simcard khususnya kartu
       simPATI merupakan salah satu hal yang menarik perhatian. Setiap
       konsumen melakukan berbagai macam keputusan tentang pencarian,
       pembelian, penggunaan beragam produk, dan merek setiap periode tertentu.
       Konsumen melakukan keputusan setiap hari atau setiap periode tanpa
       menyadari bahwa mereka telah mengambil keputusan. Displin perilaku
       konsumen berusaha mempelajari bagaimana konsumen mengambil
       keputusan dan memahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan
       yang terlibat dalam pengambilan keputusan tersebut (Sumarwan, 2003).


1.2.   Perumusan Masalah
       1. Bagaimana karakteristik mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu
          simPATI di Institut Pertanian Bogor ?
       2. Bagaimana proses keputusan pembelian yang dilakukan oleh mahasiswa
          S1 sebagai konsumen kartu simPATI di Institut Pertanian Bogor ?
       3. Atribut-atribut dominan apakah yang mempengaruhi keputusan
          pembelian mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di Institut
          Pertanian Bogor ?
       4. Bagaimana sikap dan perilaku mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor
          sebagai konsumen kartu simPATI ?


1.3.   Tujuan Penelitian
       1. Mengidentifikasi karakteristik mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu
          simPATI di Institut Pertanian Bogor.
       2. Menganalisis proses keputusan pembelian yang dilakukan oleh
          mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu simPATI di Institut Pertanian
          Bogor.
       3. Mengidentifikasi atribut dominan yang dimiliki kartu simPATI.
       4. Menganalisis sikap dan perilaku mahasiswa S1 sebagai konsumen kartu
          simPATI di Institut Pertanian Bogor.
                             II. TINJAUAN PUSTAKA




2.1.   Pemasaran
            Menurut Kotler (2002), pemasaran adalah suatu proses sosial dan
       manajerial yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok untuk
       memperoleh apa yang dibutuhkan dan diinginkan dengan menciptakan,
       menawarkan dan secara bebas menukarkan produk yang bernilai dengan
       pihak lain. Manajemen pemasaran merupakan suatu proses perencanaan
       dan pelaksanaan dari perwujudan, pemberian harga, promosi dan distribusi
       dari barang-barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan
       kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi (Kotler,
       2002).
            Engel, dkk (1994) mengemukakan bahwa merek memilki tiga
       dimensi. Dimensi pertama adalah atribut fisik (physical attribute), seperti
       warna, harga, bahan. Dimensi kedua adalah atribut fungsional (functional
       attribute), atau konsekuensi pemakaian suatu merek. Dimensi ketiga adalah
       karakterisasi, kepribadian merek sebagaimana dirasakan oleh konsumen.
       Elemen-elemen ini diperantarai oleh pengolahan informasi dari individu
       yang berinteraksi dengan merek itu cocok atau tidak cocok dengannya.


2.2.   Bauran Pemasaran
            Bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran
       yang digunakan perusahaan secara terus menerus mencapai tujuan
       pemasarannya di pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri dari empat yaitu
       produk (product), tempat (place), promosi (promotion) dan harga (price).
       Penjelasannya keempat bauaran pemasarn tersebut adalah sebagai berikut :
       a. Produk (product)
                Produk adalah sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk dapat
          diperhatikan, dimiliki, dikonsumsi sehingga memuaskan keinginan dan
          kebutuhan. Pengembangan suatu produk mengharuskan perusahaan
          menerapkan manfaat-manfaat apa yang akan diberikan oleh produk itu.
          Manfaat itu dikonsumsi dan hendaknya dipenuhi oleh atribut produk.
       b. Tempat (place)
                Tempat sering dikaitkan dengan distribusi terhadap produk yang
          bersangkutan. Distribusi adalah perantara pemasaran untuk memasarkan
          produk yang memungkinkan suatu produk tersedia bagi pengguna atau
          dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna industrial.
       c. Promosi (promotion)
                Promosi adalah pengkomunikasian suatu produk agar produk
          tersebut dikenal dan akhirnya dibeli. Dalam mengkomunikasikan produk
          tersebut perlu disusun suatu strategi yang sering disebut bauran promosi
          (promotion mix) yang terdiri dari periklanan, promosi penjualan, humas
          dan penjualan perseorangan.
       d. Harga (price)
                Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan oleh konsumen
          dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yanng nilainya
          diterapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar menawar, atau
          diterapkan penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli.
          Penetapan harga dan persaingan harga telah dinilai sebagai masalah
          utama yang dihadapi perusahaan.


2.3.   Konsumen
            Menurut Sumarwan (2003) istilah konsumen sering diartikan sebagai
       dua jenis konsumen yaitu : konsumen individu dan konsumen organisasi.
       Konsumen individu membeli barang dan jasa untuk digunakan sendiri.
       Misalnya membeli pakaian, sepatu, telepon seluler, kartu seluler, sikat gigi,
       dan sabun. Konsumen individu membeli barang dan jasa yang akan
       digunakan oleh anggota keluarga lainnya, misal susu formula untuk bayi,
       popok untuk bayi atau digunakan oleh anggota keluarga lainnya. Konsumen
       organisasi meliputi organisasi bisnis, yayasan, lembaga sosial, kantor
       pemerintahan, sekolah, perguruan tinggi, dan lembaga lainnya. Konsumen
       organisasi membeli barang dan jasa untuk digunakan orang banyak,
       misalnya komputer, peralatan kerja dan sebagainya.


2.4.   Produk
       2.4.1.   Definisi Produk
                     Produk diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat
                ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimiliki dan dipakai
                atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan suatu keinginan atau
                kebutuhan. Produk yang ditawarkan meliputi barang fisik, jasa,
                tempat, organisasi, atau gagasan (Kotler, 2002).
                     Kotler (2002) mengemukakan bahwa produk terdiri atas lima
                tingkatan produk (Gambar 3). Tingkatan paling dasar adalah
                manfaat inti (core benefit), yaitu manfaat dasar yang sesungguhnya
                dibeli oleh konsumen. Tingkatan kedua adalah produk dasar (basic
                product), yaitu versi dasar dari suatu produk. Tingkatan ketiga
                adalah produk yang diharapkan (expected product), yaitu
                serangkaian atribut dan kondisi yang umum diharapkan pembeli
                ketika membeli suatu produk. Tingkatan keempat adalah produk
                yang ditingkatkan (augmented product), yaitu jasa atau manfaat
                yang melebihi harapan konsumen. Tingkatan terakhir adalah
                produk potensial (potential product), yaitu segala perluasan dan
                transformasi yang pada akhirnya akan dialami produk di masa yang
                akan datang.
                                                      Keterangan :
                                                      A : Manfaat Inti
                                                      B : Produk Dasar
                                                      C : Produk yang diharapkan
                                                      D : Produk yang ditingkatkan
                                                      E : Produk potensial




                Gambar 3. Tingkatan Produk (Kotler, 2002)
2.4.2.   Klasifikasi Produk
              Produk yang beredar di pasar, baik barang maupun jasa dapat
         digolongkan beberapa jenis. Penggolongan ini digunakan untuk
         memudahkan produsen menjual produknya. Menurut Kotler (2002)
         berdasarkan daya tahan dan wujudnya, maka produk dapat
         diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, yaitu :
         1. Barang Tidak Tahan Lama atau sering disebut barang yang
            terpakai habis (non durable goods) adalah barang berwujud
            yang secara normal biasanya dikonsumsi dalam satu atau
            beberapa kali penggunaan.
            Contoh : sabun, deterjen, garam, makanan dan minuman.
         2. Barang Tahan Lama (durable goods) adalah barang berwujud
            yang biasanya secara normal dapat bertahan lama sehingga
            dapat digunakan dalam banyak pemakaian.
            Contoh : pakaian, lemari es, televisi dan lain sebagainya.
         3. Jasa (service) adalah suatu aktivitas, manfaat atau kepuasan
            yang ditawarkan untuk dijual. Jasa merupakan benda yang
            tidak berwujud, tidak dapat dipisahkan dan mudah habis.
            Contoh : lembaga pendidikan, hotel dan salon kecantikan
         Kotler    dan   Amstrong    (1997)    mengklasifikasikan        produk
         berdasarkan jenis konsumen yang menggunakannya dalam dua
         kelompok, yaitu :
         1. Barang konsumsi adalah apa yang dibeli oleh konsumen untuk
            konsumen pribadi. Barang konsumsi dapat dibedakan menjadi
            empat yaitu :
            a. Convinience goods adalah barang-barang yang biasanya
                  sering dibeli konsumen dengan harga yang relatif murah
                  dan    hanya   menggunakan       sedikit   upaya        untuk
                  mendapatkannya, sehingga konsumen tidak perlu bersusah
                  payah guna mendapatkan barang tersebut.
                  Contoh : permen, minuman ringan, obat, dan sebagainya.
                    b. Shopping goods adalah barang-barang yang dalam proses
                       pemilihan dan pembeliannya terlebih dahulu selalu
                       dibanding-bandingkan oleh konsumen diantara alternatif
                       barang yang tersedia. Sebagai karakteristik pembanding
                       biasanya didasarkan pada : harga, merek, kesesuaian, dan
                       gaya.
                       Contoh : telepon seluler, kartu GSM, dan sebagainya.
                    c. Speciality goods adalah barang-barang yang memiliki
                       karakteristik tertentu atau identifikasi merek yang unik di
                       mana sekelompok konsumen bersedia melakukan usaha
                       khusus untuk membelinya.
                       Contoh : mobil Roll Royce dan peralatan mewah lainnya.
                    d. Unsought goods adalah barang-barang yang tidak diketahui
                       konsumen ataupun kalau diketahui, namun secara normal
                       konsumen tidak berfikir untuk membelinya.
                       Contoh : batu nisan, tanah kuburan dan sebagainya.
                2. Barang industri adalah produk yang dibeli untuk diproses lebih
                    lanjut atau untuk menjalankan suatu usaha. Barang-barang
                    yang termasuk dalam ketegori ini antara lain bahan baku dan
                    suku cadang, barang modal serta perlengkapan dan pelayanan.


2.5.   Jasa
              Menurut Kotler (1997) jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang
       dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya
       bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak mengakibatkan
       kepemilikan sesuatu. Produknya dapat dikaitkan dengan produk fisik
       maupun tidak. Menurut Supranto dalam Pasaribu (2005) jasa adalah suatu
       kerja keterampilan, tidak berwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan
       daripada dimiliki dan pelanggan lebih dapat aktif dalam proses
       mengkonsumsi jasa tersebut.
2.6.   Merek
            Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau
       kombinasi hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi
       barang atau jasa dari seseorang atau kelompok penjual dan untuk
       membedakannya dari produk pesaing (Kotler, 2002).


2.7.   Perilaku Konsumen
            Engel, dkk (1994) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai
       tindakan yang terlibat secara langsung dalam mendapatkan, mengkonsumsi,
       dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang
       mendahului dan mengikuti tindakan ini. Schiffman dan Kanuk dalam
       Sumarwan (2003) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai perilaku yang
       diperlihatkan   konsumen    dalam    mencari,   membeli,    menggunakan,
       mengevaluasi, dan menghabiskan produk dan jasa yang diharapkan akan
       memuaskan kebutuhan


2.8.   Sikap Konsumen
            Sikap merupakan ungkapan perasaan konsumen tentang suatu objek
       apakah disukai atau tidak. Sikap juga menggambarkan kepercayaan
       konsumen terhadap berbagai atribut dan manfaat objek tersebut. Teori-teori
       sikap mengemukakan bahwa sikap konsumen terhadap suatu produk akan
       mempengaruhi perilaku atau tindakan konsumen terhadap produk tersebut.
       Para pemasar berkepentingan untuk mengetahui sikap konsumen terhadap
       produk yang dipasarkannya, dan kemudian merumuskan strategi untuk
       mempengaruhi sikap konsumen tersebut (Sumarwan, 2003). Sikap
       mengandung tiga komponen (Setiadi, 2003), yaitu :
       1.   Komponen kognitif (cognitive component), yaitu pengetahuan dan
            keyakinan menjadi sesuatu yang merupakan objek sikap.
       2.   Komponen afektif (affective component), yaitu perasaan baik, suka
            maupun tidak suka terhadap suatu objek.
       3.   Komponen Konatif (conative component), yaitu kecenderungan
            melakukan sesuatu atau perilaku aktual terhadap objek sikap.
            Salah satu model pengukuran sikap yang terkenal adalah model sikap
       multiatribut Fishbein. Model ini secara singkat menyatakan bahwa sikap
       seorang konsumen terhadap suatu objek akan ditentukan oleh sikapnya
       terhadap berbagai atribut yang dimiliki oleh atribut tersebut (Sumarwan,
       2003).   Sumarwan       (2003),   menyebutkan   bahwa   model    Fishbein
       mengemukakan tiga konsep utama yaitu :
       1.   Atribut (Salient Belief)
            Adalah karakteristik dari objek sikap. Salient Belief adalah
            kepercayaan konsumen bahwa produk memiliki berbagai atribut. Para
            peneliti harus mengidentifikasi berbagai atribut yang dipertimbangkan
            konsumen ketika mengevaluasi suatu objek sikap.
       2.   Kepercayaan (Belief)
            Kepercayaan adalah kekuatan kepercayaan bahwa suatu produk
            memiliki atribut tertentu.
       3.   Evaluasi atribut
            Menggambarkan pentingnya suatu atribut bagi konsumen dengan
            melakukan evaluasi tentang baik atau buruk yang dimiliki produk
            tersebut.


2.9.   Perilaku Pembelian Konsumen
            Assael dalam Kotler (2002) membedakan empat jenis perilaku
       pembelian konsumen berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat
       perbedaan merek yaitu :
       a.   Perilaku pembelian yang rumit
            Perilaku pembelian yang rumit terdiri dari tiga langkah. Pertama
            pembeli mengembangkan keyakinan tentang produk tersebut. Kedua,
            ia membangun sikap tentang produk tersebut. Ketiga, ia membuat
            pilihan pembelian yang cermat. Konsumen terlibat dalam dalam
            perilaku pembelian yang rumit bila mereka sangat terlibat dalam
            pembelian dan sadar akan adanya perbedaan-perbedaan yang besar
            antara merek.
     b.   Perilaku pembelian pengurang ketidaknyamanan
          Konsumen yang telah melakukan pembelian mungkin mengalami
          disonansi/ketidaknyamanan dari produk yang dibelinya atau setelah
          mendengar kabar yang menyenangkan dari produk sejenis yang lain.
          Konsumen akan peka terhadap informasi yang membenarkan
          keputusannya.     Konsumen     pertama-tama      bertindak   kemudian
          mendapatkan keyakinan baru, akhirnya muncul sekumpulan sikap. Jadi
          komunikasi pemasaran harus ditujukan pada penyediaan keyakinan
          dan evaluasi yang membantu konsumen dengan pilihan mereknya.
     c.   Perilaku pembelian karena kebiasaan
          Perilaku pembelian karena kebiasaan terjadi karena banyak produk
          yang dibeli dengan kondisi keterlibatan rendah konsumen dan tidak
          adanya perbedaan merek yang signifikan. Jika mereka tetap
          mengambil merek yang sama itu karena kebiasaan bukan karena
          kesetiaan yang kuat terhadap suatu merek.
     d.   Perilaku pembelian yang mencari variasi
          Perilaku pembelian bervariasi ditandai dengan keterlibatan konsumen
          yang rendah namun dengan perbedaan merek yang signifikan.


2.10. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Keputusan Pembelian
          Engel, dkk (1994) mengemukakan ada tiga faktor utama yang
     mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu
     produk, yaitu faktor lingkungan, faktor perbedaan individu dan faktor
     psikologis.
     2.10.1. Faktor Lingkungan
                     Menurut Engel, dkk (1994) faktor lingkungan yang
             mempengaruhi proses keputusan pembelian konsumen terdiri dari :
             a. Budaya
                   Budaya mengacu pada seperangkat nilai, gagasan, artefak, dan
                   simbol   bermakna    lainnya     yang   membantu     individu
                   berkomunikasi, membuat tafsiran dan melakukan evaluasi
                   sebagai anggota masyarakat.
b. Kelas sosial
   Kelas sosial mengacu pada kelompok orang yang relatif
   homogen dan bertahan di masyarakat, tersusun secara hierarki
   dan keanggotannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang
   serupa. Pendapatan adalah ukuran tunggal terpenting dari kelas
   sosial, tetapi tidak langsung menentukan kelas sosial. Ukuran
   penting lainnya adalah pekerjaan, prestasi individu, interaksi,
   pemilikan, orientasi nilai dan kesadaran kelas.
c. Pengaruh pribadi
   Pengaruh pribadi adalah tekanan yang dirasakan untuk
   menyesuaikan diri dengan norma dan harapan yang diberikan
   oleh orang lain. Pengaruh pribadi akan memainkan peranan
   penting khususnya jika ada keterlibatan yang tinggi. Pengaruh
   pribadi ini diekspresikan melalui kelompok acuan baik secara
   langsung maupun tidak langsung.
d. Keluarga
   Kelurga merupakan unit pengambil keputusan utama, terutama
   bagi konsumen yang akan membeli produk untuk kebutuhan
   sekeluarga. Masing-masing keluarga memiliki peran dalam
   pengambilan keputusan. Menurut Sumarwan (2003) terdapat
   enam peran anggota keluarga berkaitan dengan perilaku
   pembelian, yaitu : (1) inisiator, anggota kelurga yang memiliki
   ide dan gagasan (2) pemberi pengaruh, anggota yang selalu
   dimintai pendapatnya (3) penyaring informasi, anggota
   keluarga yang menyaring informasi yang masuk (4) pengambil
   keputusan,     anggota   kelurga   yang   memiliki   wewenang
   memutuskan (5) pembeli, anggota keluarga yang bertugas
   melakukan pembelian (6) pengguna, anggota keluarga yang
   mengkonsumsi produk.
e. Situasi
   Pengaruh situasi dapat dipandang sebagi pengaruh yang timbul
   dari faktor khusus untuk tempat dan waktu tertentu, terlepas
          dari karakteristik konsumen dan objek. Hal ini disebabkan
          karena perilaku konsumen selalu terjadi dalam konteks situasi
          (Engel, dkk, 1994).


2.10.2. Faktor Perbedaan Individu
             Menurut Engel, dkk (1994) individu mempunyai cara yang
       berbeda-beda dalam melakukan pembelian. Perbedaan tersebut
       dapat dilihat dari beberapa segi, antara lain :
       a. Sumberdaya konsumen
          Sumberdaya konsumen terdiri dari waktu, uang dan perhatian.
          Keterbatasan sumberdaya yang dimiliki konsumen menjadi
          pertimbangan utama dalam keputusan pembelian.
       b. Motivasi
          Motivasi merupakan suatu dorongan dalam diri seseorang yang
          ditujukan untuk memenuhi kebutuhannya dan memperoleh
          kepuasan dari pemenuhan kebutuhan tersebut.
       c. Keterlibatan
          Keterlibatan adalah tingkat kepentingan pribadi yang dirasakan
          dan atau minat yang dibangkitkan oleh stimulus di dalam
          situasi spesifik. Keterlibatan merupakan refleksi dari motivasi
          yang kuat di dalam bentuk hubungan pribadi yang sangat
          dirasakan dari suatu produk dalam konteks tertentu.
       d. Pengetahuan
          Pengetahuan dapat diartikan sebagai informasi yang disimpan
          di dalam ingatan konsumen. Pengetahuan konsumen mencakup
          informasi, seperti ketersediaan dan karakteristik produk
          (pengetahuan produk), di mana dan kapan untuk membeli
          produk      (pengetahuan       pembelian)      serta   bagaimana
          menggunakan produk (pengetahuan pemakaian).
       e. Sikap
          Sikap didefinisikan sebagai suatu ekspresi dari perasaan dalam
          diri yang mencerminkan bagaimana seseorang cenderung suka
           atau tidak terhadap suatu obyek. Sikap seseorang adalah suatu
           keadaan       yang   mudah       terpengaruh   untuk       memberikan
           tanggapan terhadap rasa lingkungan yang dapat mulai atau
           membimbing tingkah laku orang tersebut.
       f. Kepribadian, gaya hidup, demografi
           Kepribadian pada perilaku konsumen didefinisikan sebagai
           karakteristik psikologi yang berbeda dari seseorang yang
           menyebabkan          tanggapan      relatif    konsisten      terhadap
           lingkungannya. Gaya hidup menunjukan pola yang digerakkan
           orang untuk menghabiskan sumberdaya yang dimiliki. Bentuk
           aktivitas gaya hidup diekspresikan dalam aktivitas, minat dan
           opini        seseorang   (Engel,      dkk,     1994).       Demografi
           menggambarkan pangsa konsumen dalam istilah seperti usia,
           jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan.


2.10.3. Faktor Psikologis
             Engel, dkk (1994) mengemukakan tiga proses psikologis
       sentral yang membentuk aspek motivasi dan perilaku konsumen,
       terdiri dari :
       a. Pemrosesan informasi
           Pemrosesan informasi menunjukkan sejauh mana rangsangan
           pemasaran seperti iklan diterima, ditafsirkan, disimpan dalam
           ingatan kemudian digunakan untuk menilai alternatif-alternatif
           produk.
       b. Pembelajaran
           Pembelajaran adalah        suatu proses di         mana seseorang
           memperoleh pengtahuan dan pengalaman pembelian yang
           dapat membawa perubahan pada pengetahuan, sikap dan
           perilaku (Sumarwan, 2003).
       c. Perubahan sikap dan perilaku
           Perubahan sikap atau perilaku tercipta dari pemrosesan
           informasi dan pembelajaran. Mengetahui bagaimana cara
                    mempengaruhi sikap atau perilaku konsumen merupakan salah
                    satu dari keterampilan berharga yang mungkin dimiliki seorang
                    pemasar.


2.11. Pengambilan Keputusan Pembelian
          Schiffman dan Kanuk dalam Sumarwan (2003) mendefinisikan
     keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih alternatif
     pilihan. Seorang konsumen yang hendak melakukan pilihan maka harus
     menentukan alternatif pilihan. Keputusan konsumen melewati lima tahapan
     yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif,
     keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian (Kotler, 2002).

     Pengenalan          Pencarian      Evaluasi       Keputusan     Perilaku Pasca
     Kebutuhan           Informasi      Alternatif     Pembelian       Pembelian



                  Gambar 4. Proses Pengambilan Keputusan (Kotler, 2002)


          Proses pertama pengambilan keputusan adalah pengenalan kebutuhan.
     Pengenalan kebutuhan muncul ketika konsumen menghadapi suatu masalah
     yaitu suatu keadaan di mana terdapat perbedaan antara keadaan yang
     diinginkan dengan keadaan yang terjadi (Sumarwan, 2003). Ketika
     ketidaksesuaian ini melebihi suatu tingkat tertentu, maka kebutuhan akan
     dikenali. Namun jika ketidaksesuaian ini berada di bawah tingkat ambang,
     maka pengenalan kebutuhan tidak terjadi (Engel, dkk, 1994).
          Tahap kedua adalah pencarian informasi yaitu suatu kegiatan
     termotivasi dari pengetahuan yang tersimpan di dalam ingatan konsumen
     dan pengumpulan informasi darai pasar. Pencarian informasi untuk melihat
     pengetaun yang relevan dengan keputusan yang tersimpan dalam ingatan
     jangka panjang disebut pencarian internal. Jika pencarian internal memadai
     maka pencarian eksternal tidak diperlukan untuk mencari informasi
     tambahan dari lingkungan. Pada tahap ini perhatian utama pemasar adalah
     sumber informasi utama yang akan dicari konsumen. Sumber-sumber
informasi konsumen dapat dikelompokan menjadi empat (Kotler, 2002),
yaitu :
1.   Sumber pribadi        : keluarga, teman, tetangga, kenalan
2.   Sumber komersial      : iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan
3.   Sumber umum           : media massa, organisasi penilai konsumen
4.   Sumber pengalaman : penanganan, pemeriksaan, penggunaan produk
      Tahap ketiga adalah evaluasi alternatif yaitu kegiatan konsumen
dalam mengevaluasi berbagai alternatif dan membuat pertimbangan nilai
terbaik untuk memenuhi kebutuhan. Menurut Mowen dan Minor dalam
Sumarwan (2003), pada tahap ini konsumen membentuk kepercayaan, sikap
dan intensitasnya mengenai alternatif produk yang dipertimbangkan
tersebut. Pada tahap ini konsumen harus :
1.   Menentukan kriteria evaluasi yang akan digunakan
2.   Memutuskan alternatif mana yang akan dipertimbangkan
3.   Menilai kinerja alternatif yang dipertimbangkan
4.   Memilih dan menerapkan kaidah keputusan untuk membuat suatu
     pilihan akhir
Kriteria evaluasi tergantung pada produk yang akan dievaluasi. Biasanya
kriteria yang digunakan adalah harga dan merek (Engel, dkk, 1994).
      Tahap keempat adalah keputusan pembelian. Pada tahap ini
konsumen mengambil keputusan mengenai apa yang dibeli, kapan membeli,
di mana membeli dan bagaimana cara membayar. Sumarwan (2003)
mengungkapkan pula bahwa yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah
keinginan yang sudah bulat untuk membeli suatu produk seringkali
dibatalkan dengan beberapa alasan, yaitu:
1.   Motivasi yang berubah, misalnya saja ada kebutuhan lain yang
     diprioritaskan.
2.   Situasi yang berubah, misalnya tiba-tiba nilai tukar terhadap dolar
     menjadi mahal yang diikuti dengan naiknya harga barang-barang.
3.   Produk yang akan dibeli tidak tersedia, sehingga menyebabkan
     konsumen tidak tertarik lagi untuk membeli produk tersebut.
          Tahap kelima adalah tahap pasca pembelian yaitu tahap yang
     dilakukan setelah konsumen melakukan pembelian. Setelah melakukan
     pembelian, maka konsumen akan mengevaluasi hasil pembelian yang
     dilakukannya. Hasil evaluasi pasca pembelian dapat berupa kepuasan atau
     ketidakpuasan. Kepuasan dan ketidakpuasan konsumen merupakan
     perbandingan antara harapan konsumen sebelum pembelian dengan yang
     sesungguhnya diperoleh konsumen dari produk yang dibelinya. Kepuasan
     akan mendorong konsumen membeli dan mengkonsumsi ulang produk
     tersebut. Sedangkan perasaan tidak puas akan menyebabkan konsumen
     kecewa dan menghentikan pembelian dan konsumsi terhadap produk
     tersebut (Sumarwan, 2003).


2.12. Tipe Pengambilan Keputusan Konsumen
          Dalam mengambil keputusan pembelian,            sebagian konsumen
     mungkin melakukan lima langkah keputusan pembelian seperti yang
     disebutkan sebelumnya, sebagian hanya melakukan beberapa langkah saja
     dan sebagian hanya melakukan langkah pembelian saja.
     Schiffman dan Kanuk dalam Sumarwan (2003) menyebutkan ada tiga tipe
     pengambilan keputusan konsumen, yaitu :
     1.   Pemecahan Masalah Diperluas (Extensive Problem Solving)
          Ketika konsumen tidak memiliki kriteria untuk mengevaluasi kategori
          produk dan berbagai merek pada kategori tersebut atau tidak
          membatasi jumlah merek yang akan dipertimbangkan ke dalam jumlah
          yang mudah dievaluasi, maka proses pengambilan keputusannya
          disebut pemecahan masalah yang diperluas.
     2.   Pemecahan Masalah Terbatas (Limited Problem Solving)
          Pada tipe pengambilan keputusan ini, konsumen telah memiliki kriteria
          dasar untuk mengevaluasi kategori produk dan berbagai merek pada
          kategori tersebut tetapi belum memiliki preferensi terhadap merek
          tersebut. Konsumen hanya membutuhkan tambahan informasi untuk
          dapat membedakan antara berbagai merek tersebut. Dalam hal ini,
          konsumen menyederhanakan proses pengambilan keputusan sebagai
          akibat waktu dan sumberdaya yang dimiliki konsumen terbatas.
     3.   Pemecahan Masalah Rutin (Routinized Problem Solving)
          Pada tipe pemecahan masalah rutin, konsumen telah memiliki banyak
          pengalaman terhadap produk yang dibelinya. Dalam hal ini, konsumen
          telah memiliki standar untuk mengevaluasi merek dan cukup
          mengingat kembali apa yang telah diketahui. Konsumen hanya
          membutuhkan sedikit informasi.


2.13. Principal Component Analysis
           Principal Component Analysis (PCA) atau analisis komponen utama
     merupakan salah satu metode analisis multivariate yang bertujuan
     meringkas sejumlah besar variabel asal menjadi variabel baru dengan tetap
     mempertahankan keragaman sebanyak mungkin dalam himpunan data
     tersebut dan menghilangkan variabel-variabel asal yang memberikan
     informasi relatif kecil (Chatfield and Collins dalam Fitriani, 2004).
     Pemilihan komponen utama yang akan diambil untuk menerangkan
     keragaman data ini dapat dilihat dari akar ciri yang memiliki akar utama
     tersebut. Dillon dalam Silalahi (2001) menyatakan bahwa beberapa
     komponen utama yang terpilih harus dapat menerangkan keragaman dari
     variabel asal antara 70-80 persen..
           Komponen utama tersebut merupakan variabel yang mempunyai
     koefisien korelasi antara variabel asal dengan komponen utama tersebut.
     Koefisien korelasi antara sekelompok variabel asal tertentu dengan
     komponen utama secara relatif lebih tinggi dibandingkan dengan koefisien
     korelasi kelompok tersebut dengan dengan komponen utama lainnya.
     Komponen utama dapat dinyatakan sebagai sekelompok variabel yang
     mempunyai koefisien korelasi lebih tinggi pada komponen utama tersebut
     dibandingkan dengan komponen utama yang lain. Koefisien korelasi ini
     disebut dengan loading dan dilambangkan dengan α.
           Cara menentukan variabel yang mempunyai derajat pengaruh paling
     besar dari sejumlah variabel asal terhadap sampel penelitian yaitu dengan
     mengkuadratkan loading variabel asal pada seluruh komponen utama yang
     terpilih. Hasil pengkudratan kemudian dijumlahkan untuk semua variabel
     asal dan disebut nilai communality yang dilambangkan dengan h2. Variabel
     yang mempunyai h2 terbesar merupakan variabel yang paling berpengaruh
     terhadap contoh.


2.14. Penelitian Terdahulu
             Dalam penelitian Wirawan (2004) dengan judul ”Analisis Sikap
     Konsumen SimCard Telepon Genggam di Kota Bogor”, di mana penelitian
     tersebut meneliti sikap konsumen terhadap kartu simPATI, kartu Mentari
     dan kartu Pro XL tetapi tidak membahas perilaku konsumennya. Penelitian
     ini menggunakan metode Multiatribut Fishbein dalam menganalisis sikap
     konsumen terhadap simcard telepon genggam di Kota Bogor. Dari
     penelitian tersebut diperoleh kesimpulan produk simcard simPATI
     mendapat nilai sikap tertinggi (125,37) dan termasuk baik di mana sinyal
     dan jaringan merupakan atribut yang dianggap paling penting (4,70). Selain
     itu, kinerja dari atribut ini dianggap paling baik oleh konsumen (4,37).
             Pasaribu (2005) menggunakan metode Importance and Performance
     Analysis dan analisis konjoin untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan
     terhadap penggunaan kartu simPATI mahasiswa SI Institut Pertanian
     Bogor. Dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa tingkat
     kesesuain antara tingkat kepentingan dan tingkat kinerja masing-masing
     atribut kartu simPATI sudah baik (79,84%). Atribut kartu simPATI yang
     dianggap paling penting adalah sinyal atau jaringan yang kuat, sedangkan
     atribut yang kinerjanya paling memuasakan adalah jangkauan wilayah yang
     luas.
             Penelitian ini menganalisis perilaku konsumen dalam pengambilan
     keputusan pembelian kartu simPATI dan sikap konsumen terhadap kartu
     simPATI. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis atribut dominan dan
     faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan pembelian kartu
     simPATI.
                                 III. METODOLOGI PENELITIAN




          3.1.   Kerangka Pemikiran Penelitian
                        Persaingan bisnis antara operator seluler yang sangat ketat membuat
                 PT. Telkomsel sebagai operator seluler terbesar di Indonesia berusaha untuk
                 mengetahui    bagaimana      pengetahuan      konsumen   tentang   produknya
                 khususnya kartu simPATI. Berdasarkan pengetahuan konsumen tentang
                 kartu simPATI, maka Telkomsel mampu melihat bagaimana perilaku
                 konsumen terhadap kartu simPATI termasuk keputusan pembeliannya.
                 Dengan menerapkan strategi yang tepat maka kartu simPATI diharapkan
                 menjadi pemimpin pasar dalam bisnis simcard di Indonesia. Kerangka
                 pemikiran disajikan pada Gambar 5.

                                      Kebutuhan akan pengetahuan
                                              konsumen


                                        Studi perilaku konsumen


                                               Analisis Data




           Tabulasi          Importance-                           Principal        Multiatribut
           Deskriptif        Performance                          Component          Fishbein
                               Analysis                            Analysis


• Karaktersitik
  Konsumen                      Atribut Dominan          Perilaku Konsumen            Sikap Konsumen
• Proses Keputusan
  Pembelian Konsumen



                                           Rekomendasi Terhadap
                                            Strategi Perusahaan


                               Gambar 5. Kerangka pemikiran penelitian
3.2.   Metode Penelitian
        3.2.1. Metode Pengumpulan Data
                     Dalam penelitian ini terdapat dua jenis data, yaitu data
             primer dan sekunder.
             1. Data primer diperoleh melalui observasi dan survei. Metode
                 survei dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner. Paket
                 kuesioner terdiri dari empat bagian.                Bagian pertama adalah
                 screening, yaitu berupa pertanyaan penyaring yang digunakan
                 untuk mengetahui apakah konsumen yang akan dijadikan
                 responden benar-benar memiliki kriteria sebagai responden.
                 Kriteria yang ditetapkan untuk menjadi responden adalah
                 mahasiswa S1 Institut Pertanian Bogor pengguna kartu
                 simPATI. Bagian kedua berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai
                 karakteristik responden. Bagian ketiga memuat pertanyaan-
                 pertanyaan mengenai proses keputusan pembelian konsumen
                 dan bagian keempat memuat pertanyaan-pertanyaan yang
                 berkaitan dengan perilaku konsumen. Kuesioner selengkapnya
                 dapat dilihat pada Lampiran 1.
             2. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan dengan
                 mempelajari literatur, majalah, skripsi, semua sumber yang
                 memungkinkan dan berkaitan dengan perilaku pembelian yang
                 menjadi obyek penelitian, termasuk media internet.
             Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa S1 IPB meliputi
             delapan fakultas dan Tingkat Persiapan Bersama (TPB). Dari
             populasi ini diambil contoh mahasiswa S1 yang menggunakan kartu
             simPATI. Jumlah contoh ditentukan dengan rumus Slovin, yaitu :
                               N
                       n=            , di mana ............................................... ....(1)
                            1 + Ne 2
                       n : jumlah contoh yang akan diambil
                      N : jumlah populasi
                       e : kesalahan yang dapat ditolerir
    Menurut Simamora (2004), contoh yang ideal mempunyai sifat
    antara lain : (1) menghasilkan informasi yang dapat dipercaya (2)
    sederhana (3) dapat memberikan keterangan sebanyak mungkin.
    Menurut    data    Direktorat   Administrasi   dan   Jaminan   Mutu
    Pendidikan (AJMP) IPB, jumlah mahasiswa S1 IPB yang aktif
    sampai 1 April 2006 adalah 11.903 mahasiswa. Dengan rumus
    Slovin (e = 10%) maka diperoleh jumlah contoh untuk responden
    adalah :
                        11903
               n =               = 99,166 = 100 orang
                      1 + 119,03
    Jumlah contoh yang diambil sebanyak 100 responden (pembulatan
    ke atas). Penarikan contoh dilakukan dengan metode nonprobability
    sampling secara judgemental sampling, sedangkan penentuan
    jumlah contoh tiap fakultas digunakan dengan menggunakan metode
    sample fraction. Sample fraction diperoleh sebagai hasil pembagian
    dari jumlah mahasiswa S1 masing-masing fakultas dengan populasi
    mahasiswa S1 IPB seluruhnya. Jumlah contoh yang diperoleh dari
    masing-masing fakultas adalah hasil kali sample fraction dengan
    jumlah contoh yang diambil pada penelitian yaitu 100. Sebaran
    responden masing-masing fakultas dapat dilihat pada Tabel 4.
         Tabel 4. Sebaran Responden Pada Masing-Masing Fakultas
   No.          Fakultas             Jumlah      Sample    Jumlah
                                    Populasi    Fraction Contoh
   1 TPB                              2791        0,234       23
   2 Pertanian                        2257        0,190       19
   3 Kedokteran Hewan                  466        0,039        4
   4 Perikanan                        1298        0,109        11
   5 Peternakan                        862        0,072         7
   6 Kehutanan                         890        0,075        7
   7 Teknologi Pertanian              1110        0,093         9
   8 Matematika dan IPA               1535        0,129        13
   9 Ekonomi Manajemen                 694        0,058         6
         Total                       11.903       1,000       100
Sumber : Direktorat Administrasi dan Jaminan Mutu Pendidikan, 2006
3.2.2. Pengolahan dan Analisis Data
              Instrumen yang digunakan untuk melakukan pengambilan data
     sangat menentukan sahih dan andalnya suatu data. Sahih adalah
     ukuran kemampuan pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner dalam
     mengukur apa yang ingin diteliti oleh peneliti. Kuesioner yang baik
     harus mempunyai tingkat validitas dan reabilitas yang tinggi.
     Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan
     suatu kuesioner. Reabilitas adalah tingkat keandalan suatu kuesioner
     (Simamora, 2004).
              Menurut Simamora (2004), kuesioner yang andal apabila
     dicobakan secara berulang-ulang kepada kelompok yang sama akan
     menghasilkan data yang sama dengan asumsi tidak ada perubahan
     psikologis responden.
              Pengolahan data dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan
     pengkodean. Kegiatan ini bertujuan untuk menyeragamkan data.
     Setelah     pengkodean,     tahap   selanjutnya   adalah   perhitungan
     persentase jawaban responden yang dibuat dalam bentuk tabulasi
     deskriptif. Data yang dikumpulkan selanjutnnya diolah secara
     statistik deskriptif dengan menggunakan software SPSS for
     Windows versi 11.5 dan Microsoft Excel 2003.
     Rincian pengolahan dan analisis data sebagai berikut :
     1. Uji Instrumen
         a.     Uji Validitas
                Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan korelasi
                Product Moment yang digunakan untuk menentukan suatu
                besaran yang menyatakan seberapa kuat hubungan satu
                peubah dengan peubah yang lain. Uji validitas yang
                dilakukan terdiri dari uji validitas responden dan kuisioner.
                Uji validitas responden dilakukan pada jawaban responden
                dalam pengukuran faktor yang mempengaruhi keputusan
                pembelian, kekuatan kepercayaan, evaluasi kepercayaan,
                peubah keyakinan normatif dan motivasi. Uji validitas
     responden ini untuk menghilangkan jawaban responden
     yang sifatnya konstan. Hasil uji validitas responden pada
     penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran 2. Uji validitas
     selanjutnya adalah uji validitas kuisioner. Uji validitas ini
     menggunakan rumus korelasi Product Moment. Rumus
     untuk korelasi Product Moment sebagai berikut :
                         n(∑ xy ) − (∑ x ∑ y )
     rxy =
                 [n∑ x                   ][                     ]
                                                                    , di mana......(2)
                             − (∑ x ) n∑ y 2 − (∑ y )
                         2           2                      2



     rxy         : korelasi antara x dan y

     x           : skor tiap butir pertanyaan
     y           : skor total
     n           : jumlah responden
     Angka korelasi yang didapat harus dipertimbangkan dengan
     angka kritis tabel korelasi nilai r. Bila nilai r Product
     Moment lebih besar dari nilai tabel, maka pertanyaan
     tersebut sahih. Nilai kritis (rtabel) Product Moment untuk
     n=85 dengan taraf nyata 0,05 adalah 0,213. Hasil uji
     validitas dapat dilihat pada Lampiran 3.
b.   Uji Reliabilitas
     Uji realibilitas yang digunakan dalam penelitian ini
     menggunakan teknik Cronbach (Simamora, 2004) yaitu :

        ⎛ k ⎞⎛ ∑ σ b                ⎞
                           2

     r =⎜       ⎟⎜1 −               ⎟ , di mana ............................... ....(3)
        ⎝ k − 1 ⎠⎜
                 ⎝    σ t2          ⎟
                                    ⎠
     r           : reliabilitas instrumen
     k           : banyaknya butir pertanyaan

     ∑σ      2
             b   : ragam total

     σ t2        : jumlah ragam butir

     Nilai       hitung       reliabilitas    yang     didapatkan          kemudian
     dibandingkan dengan nilai kritis untuk korelasi r Product
     Moment. Jika nilai hitung reabilitas lebih besar dari nilai
     korelasi untuk product moment maka kuesioner tersebut
        dinyatakan reliabel. Nilai kritis (rtabel) Product Moment
        untuk n=85 dengan taraf nyata 0,05 adalah 0,213. Hasil uji
        reabilitas dapat dilihat pada Lampiran 3. Penelitian ini
        menggunakan Skala Likert lima tingkatan dengan masing-
        masing kriteria sebagai berikut :
                   Tabel 5. Skala pengukuran Likert
    Pengaruh      Tingkat       Evaluasi       Peubah     Peubah     Skala
    keputusan   kepercayaan     alternatif   keyakinan    motivasi   Likert
                                              normatif
    Sangat      Sangat tidak    Sangat       Sangat       Sangat       1
    kecil       penting         tidak        kecil        kecil
                                puas
    Kecil       Tidak           Tidak        Kecil        Kecil        2
                penting         puas
    Biasa       Biasa           Biasa        Biasa        Biasa        3
    Besar       Penting         Puas         Besar        Besar        4
    Sangat      Sangat          Sangat       Sangat       Sangat       5
    besar       penting         puas         besar        besar
   Sumber : Rangkuti, 1997


2. Analisis Tabulasi Deskriptif
        Analisis     tabulasi      deskriptif         digunakan      untuk
  mengidentifikasi karakteristik konsumen dan menganalisis proses
  keputusan pembelian kartu simPATI oleh mahasiswa SI IPB,
  mulai dari tahap pengenalan kebutuhan hingga tahap pasca
  pembelian. Data tentang karakteristik konsumen dan proses
  keputusan pembelian kartu simPATI oleh mahasiswa sarjana IPB
  diperoleh melalui kuesioner. Data-data tersebut dikelompokan
  berdasarkan jawaban yang sama kedalam tabel. Data yang telah
  dikelompokkan ke dalam tabel, selanjutnya jawaban tersebut
  dipersentasekan berdasarkan jumlah responden. Persentase
  terbesar merupakan jawaban yang dominan dari masing-masing
  peubah yang diteliti.
  Langkah di atas dapat dirumuskan sebagai berikut :
          fi
  P=           × 100% , di mana ................................................. ....(4)
        ∑ fi
  P      : persentase responden yang memilih kategori tertentu
   fi    : jumlah responden yang memilih kategori tertentu

  ∑ fi : total jawaban
3. Metode Importance-Performance Analysis (IPA)
         Metode        ini       digunakan      untuk            menetapkan     tingkat
  kepentingan dan kepuasan atribut yang pada akhirnya dapat
  diketahui atribut dominan yang mempengaruhi keputusan
  responden.       Metode ini menggunakan diagram Kartesius untuk
  mengintepretasikan hasilnya. Sumbu (X) mendatar diisi oleh skor
  rataan tingkat kepuasaan atribut sedangkan sumbu (Y) tegak diisi
  oleh skor rataan tingkat kepentingan atribut. Kedua nilai tersebut
  dihitung dengan rumus :

                 X =
                        ∑ xi                     Y =
                                                       ∑ yi          , di mana......(5)
                             n                               n
  X : skor rataan tingkat kepuasaan atribut
  Y : skor rataan tingkat kepentingan atribut
  n     : jumlah responden
         Diagram dibagi atas empat bagian yang dibatasi oleh dua

  buah garis yan berpotongan tegak lurus pada titik-titik                     ( X , Y ).

   X merupakan rataan dari rataan skor tingkat kepuasaan seluruh

  atribut dan Y adalah rataan skor tingkat kepentingan seluruh
  faktor yang mempengaruhi kepuasaan pelanggan. Skor ini
  dihitung dengan rumus :
                         n                               n

                        ∑ xi
                        i =1
                                                       ∑ yi
                                                        i =1
                 X=                              Y=                   , di mana.....(6)
                          K                               K
  K : banyaknya atribut yang dimiliki oleh produk
  Performa atribut dapat dinyatakan sebagai berikut :
  a. Kuadran I (Prioritas Utama Perusahaan)
      Atribut yang berada pada posisi ini mempunyai tingkat

      kepentingan di atas Y dan mempunyai tingkat kepuasan di

      bawah X sehingga harus diprioritaskan perusahaan.
  b. Kuadran II (Pertahankan Prestasi)
      Atribut yang berada pada posisi ini mempunyai tingkat

      kepentingan di atas Y dan mempunyai tingkat kepuasan di

      atas X sehingga harus dipertahankan.
  c. Kuadran III (Prioritas Rendah)
      Atribut yang berada pada posisi ini mempunyai tingkat

      kepentingan dan kepuasan di bawah X dan Y .
  d. Kuadran IV (Berlebihan)
      Atribut   yang    berada    posisi   ini   mempunyai     tingkat

      kepentingan dibawah Y dan tingkat kepuasan di atas X .
4. Analisis Komponen Utama (PCA)
        Analisis komponen utama digunakan untuk mengetahui
  faktor yang paling mempengaruhi responden dalam mengambil
  keputusan pembelian kartu simPATI. Analisis Komponen Utama
  (AKU) adalah metode yang digunakan untuk menguji hubungan
  di antara dua variabel yang saling berkorelasi, melalui
  transformasi variabel asal ke variabel yang baru yang tidak
  berkorelasi (Chatfield dan Collins dalam Dewi, 1997). Tujuan
  AKU adalah menjelaskan hubungan di antara banyak variabel
  asal dalam bentuk beberapa faktor (variabel baru).
        Analisis ini dimulai dengan menguji variabel-variabel yang
  layak dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan angka
  KMO(Kaiser-Meyer-Oikin Measure of Sampling Adequacy) dan
  Bartlett`s test. Hipotesis untuk signifikasi dalam Bartlett`s Test of
  Sphericity adalah :
  Ho = variabel belum memadai untuk dianalisis lebih lanjut
  H1 = variabel sudah memadai untuk dianalisis lebih lanjut
Kriteria dengan melihat probabilitas (signifikasi) :
- Angka signifikasi > 0,05 maka Ho diterima
- Angka signifikasi < 0,05 maka Ho ditolak
Angka MSA (Measure of Sampling Adequacy) berkisar 0-1
dengan kriteria sebagai berikut :
- MSA = 1, variabel dapat diprediksi tanpa kesalahan oleh
   variabel lain.
- MSA > 0,5, variabel masih bisa diprediksi dan dianalisis lebih
   lanjut
- MSA < 0,5, variabel tidak bisa dipredikasi dan tidak bisa
   dianalisi lebih lanjut, atau dikeluarkan dari variabel lain.
Variabel-variabel yang telah memenuhi kriteria di atas dianalisis
lebih lanjut untuk dimasukkan dalam komponen utama.
      Komponen utama sebagai variabel baru (Y) merupakan
kombinasi linear dari p variabel asal (X = x1, x2,........xp) yang
saling ortogonal dan ragamnya menurun dari yang terbesar
sampai yang terkecil. Secara sederhana dapat ditulis sebagai :
Y = AX dengan :
Y = Komponen utama berdimensi q
X = Diagram asal data berdimensi p
A = Diagram yang melakukan transformasi berdimensi
                    pxq
            ⎡a11      a12 ........a1 p ⎤
            ⎢                            ⎥
            ⎢a 21     a 22 .......a 2 p ⎥
            ⎢.         .            . ⎥
            ⎢                            ⎥
            ⎢.         .            . ⎥
            ⎢.         .            . ⎥
            ⎢                            ⎥
            ⎢a q1
            ⎣         a q 2 ........a qp ⎥
                                         ⎦
Komponen utama pertama (Y1) merupakan kombinasi linear
antara variabel asal yang mampu menerangkan keragaman data
terbesar dan dapat dituliskan :
Y1 = a11x1+a12x2+a1pxp, atau
Y1 = a1Txp
.
Yj = ajTxp
Dengan a1T adalah vektor ciri yang bersesuaian dengan akar ciri
yang memberikan keragaman komponen terbesar.
       Secara umum, pengukuran persentase keragaman tersebut
dituliskan :
                          ⎡      ⎤
                          ⎢ λ ⎥
                            q
Yj dapat menerangkan ∑ ⎢ p j ⎥ x 100% keragaman data
                     j =1 ⎢      ⎥
                          ⎢∑λj ⎥
                          ⎣ j =i ⎦
Dalam menentukan keeratan hubungan antara masing-masing
variabel asal dengan komponen utama yang terpilih dengan
melihat koefisien korelasi. Koefisien korelasi antara masing-
masing variabel ke-i dengan komponen utama ke-j dapat
dituliskan sebagai berikut : aij = aij (xij) di mana,
aij = vektor ciri dari variabel utama ke-i dan vektor utama ke-j
xij = akar komponen utama ke-j
       Nilai koefisien ini merupakan dasar dari pengelompokan
variabel asal ke-j dalam komponen utama sebagai kelompok
variabel baru. Koefisien korelasi ini disebut juga sebagai loading
(α). Nilai koefisien korelasi yang diperoleh selain menunjukkan
keeratan hubungan antara variabel asal dengan komponen utama.
Nilai ini juga memperlihatkan besarnya pengaruh dari masing-
masing variabel terhadap keputusan konsumen, yaitu dengan
mengkuadratkan loading variabel asal pada seluruh komponen
utama sehingga menghasilkan communality (h2). Variabel asal
yang    mempunyai      h2       terbesar   merupakan    variabel   yang
berpengaruh paling besar terhadap sampel.
5. Model Multiatribut Fishbein
           Analisis        multiatribut      Fishbein        dalam       penelitian        ini
   digunakan untuk menganalisis sikap dan perilaku konsumen
   kartu simPATI.
  a. Model Sikap MultiAtribut Fishbein
                  n
       AB = ∑ bi e i          , di mana ............................................... ....(7)
                 i =1




      AB          : sikap total konsumen terhadap obyek
      bi          : kekuatan kepercayaan konsumen bahwa obyek

                        memiliki atribut ke-i (tanggapan sebelum membeli)
      ei          : evaluasi kepercayaan konsumen mengenai atribut

                        ke-i (tanggapan setelah menggunakan)
      n           : jumlah atribut yang dimiliki objek
  b. Model Maksud Perilaku Fishbein
       B ~ BI = wi ( AB ) + w2 (SN )              , di mana......................... ....(8)

      B           : perilaku
      BI          : maksud perilaku
      AB          : sikap terhadap perilaku
      SN          : norma subyektif
       wi , w2        : bobot yang menggambarkan pengaruh relatif

                  dari komponen
      Jika faktor lain tidak dihitung, maka nilai maksud perilaku
      ekuivalen dengan nilai perilaku. Dikarenakan keterbatasan
      peneliti, maka pada penelitian ini faktor lain tidak dihitung.
      Penentuan bobot w1 dan w2 dijabarkan sebagai berikut :
                    GMAB                      GMSN
       w1 =                  ......(9) w2 =             .......(10)
                 GMAB + GMSN                GMAB + GMSN
      di mana :
               Total bi + Total ei
GMAB =
               2 × jumlah atribut
               Total NB i +Total MC i
GMSN =
                2 × jumlah atribut
GM AB : Grand mean nilai sikap
GM SN : Grand mean nilai norma subyektif
Nilai SN dapat dicari dengan menggunakan rumus berikut
(Rangkuti, 1997) :

SN = ∑ (NB j )(MC j ) , di mana...................................... ..(11)
       m


       j =1


SN : norma subjektif
NB : keyakinan norma individu
MC : motivasi konsumen
m     : banyaknya referen yang relevan
              Pada penelitian ini hanya ada satu merek saja yang
dikaji yaitu kartu simPATI, maka untuk menginterpretasikan
skor Fishbein digunakan rumus :

Interval =
                (m − n )   , di mana .......................................... ..(12)
                   b
m     : skor tertinggi yang mungkin terjadi
n     : skor terendah yang mungkin terjadi
b     : jumlah skala penilaian yang dibentuk
Pada penelitian kali ini digunakan lima selang dengan
kategori sangat positif, positif, netral, negatif dan sangat
negatif.
                    IV. HASIL DAN PEMBAHASAN




4.1.   Gambaran Umum Perusahaan
       4.1.1. Sejarah Umum Telkomsel
                  Kantor pusat PT Telekomunikasi Seluler, Tbk (Telkomsel)
             terletak di Wisma Mulia, Jl. Jenderal Gatot Subroto 42 Jakarta.
             PT. Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) resmi beroperasi pada
             tanggal 26 Mei 1995 dengan produk andalannya kartuHalo.
             Pemegang saham utama Telkomsel pada awal operasinya adalah
             PT. Telkom (51%) dan PT. Indosat (49%). Saham PT. Telkomsel
             didaftarkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), The New York Stock
             Exchange (NYEC) dan The London Stock Exchange (LSE). Pada
             Tahun 1996, KPN Royal Dutch Telecom of The Netherlands
             menginvestasikan $333 juta atau sebesar 17,28 pesen pada
             PT. Telkomsel. Pada tahun yang sama, sebuah perusahaan asing
             yaitu Setdco Megacell Asia membeli saham PT. Telkomsel US$128
             atau sebesar 5 pesrsen sehingga pada akhir tahun 1996 saham
             PT. Telkomsel dimiliki oleh empat perusahaan yaitu PT. Telkom
             (42,72%), PT. Indosat (35%), KPN Royal Dutch Telecom of The
             Netherlands (17,28%) dan Setdco Megacell Asia (5%).
                  Singapore Telecomunication Limited (Singtel Ltd), sebuah
             perusahaan telekomunikasi Singapura membeli saham Telkomsel
             yang semula dimiliki oleh KPN Royal Dutch Telecom of The
             Netherlands (17,28%) dan Setdco Megacell Asia (5%) pada tahun
             2002. Dengan tambahan saham dari PT. Telkom yang sebelumnya
             telah membeli keseluruhan saham Indosat dari PT. Telkomsel, maka
             pada akhir 2004 Singtel telah menguasai 35 persen saham
             Telkomsel. Sedangkan 65 persen saham Telkomsel masih dipegang
             oleh PT. Telkom.
     Telkomsel meluncurkan kartu seluler prabayar pertama di
Asia yang diberi nama simPATI pada tahun 1997. Peluncuran kartu
ini juga disertai dengan penambahan Base Transceiver Stasiun
(BTS). Pada Bulan Pebruari 2004, Telkomsel mempunyai 7000 BTS
dengan jaringan yang mampu menjangkau seluruh wilayah
nusantara. Dalam rangka menambah pangsa pasarnya maka pada
bulan Mei 2004 Telkomsel meluncurkan produk baru yang diberi
nama kartu As.
     Kemudahan dan pelayanan bagi pelanggan juga terus
ditingkatkan bukan hanya berosrientasi pada peningkatan jumlah
pelanggan baru. Telkomsel menjadi operator seluler pertama di
Indonesia yang memberikan layanan MMS dan fasilitas GPRS.
EDGE dan M-Kios adalah fasilitas selanjutnya yang diluncurkan
Telkomsel untuk meningkatkan kemudahan bagi pelanggan. M-Kios
adalah sistem pengisian kartu pulsa prabayar secara elektrik yang
memungkinkan produk prabayar Telkomsel mendapatkan pengisian
ulang dengan jaringan distribusi yang cepat tanpa harus membeli
voucher isi ulang.
     NSP atau Nada Sambung Pribadi merupakan fasilitas yang
diberikan oleh PT. Telkomsel yang memungkinkan pelanggan
memilih nada tunggu teleponnya sesuai dengan selera yang
diinginkan. Pada bulan November tahun 2004, Telkomsel bersama
dengan enam operator seluler dari Asia Pasifik yaitu Bharti India,
Globe Philipines, Maxis Malaysia, Optus Australia, Singtel
Singapore, and TCC Taiwan menandatangani persetujuan bersama
untuk memberikan pelayanan tambahan kepada pelanggan di
wilayah regional mereka. Dalam rangka mendekatkan diri dengan
pelanggan maka Telkomsel mendirikan kantor pelayanan Telkomsel
yaitu Graha Pari Sraya (Grapari) dan geraiHalo. Selain sebagai
kantor   pelayanan yang    memfokuskan     diri   untuk   melayani
pelanggan, Grapari juga juga menjual produk Telkomsel sendiri
yaitu kartu simPATI, kartuHalo dan kartu As. GeraiHalo didirikan
      untuk mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh Grapari dalam
      mengisi kekosongan pelayanan terutama akibat keterbatasan
      sumberdaya manusia. GeraiHalo saat ini banyak terdapat di daerah-
      daerah yang berada dipinggiran kota terutama di luar pulau Jawa.


4.1.2. Produk Telkomsel
      a. Kartu simPATI
              Kartu simPATI adalah kartu prabayar pertama di Indonesia
        maupun di Asia. Kartu simPATI merupakan kartu dengan daya
        jelajah yang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
        Fasilitas yang terdapat dalam kartu simPATI antara lain :
        1. Caller ID merupakan fasilitas yang memunculkan nomor
           maupun nama penelpon sebelum pengguna kartu ini
           menjawab. Agar nomor dan nama muncul maka terlebih
           dahulu pengguna kartu simPATI harus memasukan nama dan
           nomor dulu kedalam memori ponselnya.
        2. Veronica adalah fasilitas yang berfungsi sebagai mesin
           penjawab. Penelpon dapat meninggalkan pesan. Veronica akan
           aktif pada kondisi ponsel tidak aktif atau di luar jangkauan dan
           “no answer” tidak ada jawaban dari pemilik nomor tujuan.
         3. Short Message Service (SMS) yaitu fasilitas yang untuk
           mengirim dan menerima pesan tertulis ke ponsel lain atau
           provider lain.
         4. Multy Party Calling (MPC), melalui fasilitas multi party
           calling, pengguna kartu simPATI dapat berkomunikasi
           bersamaan dengan mengaktifkan        fungsi Call Waiting dan
           Call Holding lebih dulu dalam telepon selulernya.
         5. Call Waiting adalah fasilitas yang berfungsi agar para
           pengguna kartu simPATI tetap mengetahui telepon yang
           masuk walaupun sedang on line.
         6. Call Holding adalah fasilitas yang berfungsi agar para
           pengguna kartu simPATI tetap bisa menjawab panggilan
     telepon yang lain disaat sedang on line tanpa harus
     memutuskan sambungan telepon yang pertama.
b. KartuHalo
       KartuHalo      adalah   satu-satunya   kartu   seluler   GSM
  Telkomsel yang bersifat pasca bayar. KartuHalo juga mempunyai
  tampilan yang unik dibandingkan dengan dengan kartu GSM
  yang lain yaitu dengan latar belakang budaya Indonesia.
  KartuHalo mampu menampung data pelanggan, fasilitas dan jasa
  yang mampu dinikmati pelanggan serta Personal Identification
  Number (PIN) untuk menjaga kerahasiaan data yang terdapat
  didalamnya. Selain itu, kartuHalo mampu menampung 200
  nomor telepon beserta nama serta menyimpan 40 pesan singkat
  yang tidak ingin dihapus pelanggannya. Keunggulan kartuHalo
  dibandingkan dengan simcard dari operator lain adalah :
  1. Cakupan terluas di Indonesia
    KartuHalo memiliki cakupan bukan hanya kota-kota besar
    atau ibukota propinsi saja tetapi juga lebih dari 340 kota kecil
    dan kabupaten di seluruh Indonesia. KartuHalo juga dapat
    digunakan di kota-kota tujuan wisata seperti Prambanan,
    Borobudur, Samosir, Bunaken dan lain sebagainya.
  2. Keragaman fitur
    KartuHalo memiliki beraneka ragam fitur yang tidak terdapat
    dalam simcard operator lain seperti Fax Response and
    Interctive Data (Farida), e-phone dan beberapa dari fitur ini
    diberikan secara gratis.
  3. Tarif ekonomis
    Dengan memberlakukan point of charging yang luas dan
    menguntungkan bagi pelanggan, tarif kartuHalo menjadi
    sangat ekonomis. Hal ini juga didukung dengan sistem
    penghitungan pulsa yang tidak menggunakan nilai minimum.
               4. Mitra roaming terbanyak
                  Telkomsel telah mampu mencakup lima benua dan menjalin
                  kerjasama dengan lebih dari seratus operator seluler di dunia.
             c. Kartu As
                     Kartu As merupakan produk prabayar Telkomsel selain
               kartu simPATI. Kartu As dapat dapat digunakan di seluruh
               Indonesia karena sama-sama menggunakan jaringan Telkomsel
               yang mampu menjangkau seluruh nusantara.
                Salah satu inovasi dari kartu As adalah “Kartu As Gak Ada
                Matinya” artinya :
                1. Periode aktif Perdana dimulai saat pelanggan mengaktifkan
                   kartu As dan langsung memiliki masa aktif selama 30 hari
                   dan masa isi ulang selama 30 hari.
                2. Masa aktif tidak tergantung pada besarnya nilai pulsa yang
                   dimasukkan, akan tetapi bergantung pada jumlah pemakaian.
                3. Penggunaan pulsa dalam masa aktif kurang dari minimum
                   penggunaannya yaitu Rp. 25.000,00 per 30 hari, maka sisa
                   pulsa yang ada tidak akan dipotong tetapi akan masuk pada
                   masa isi ulang (grace periode). Selama masa isi ulang
                   pelanggan tidak dapat melakukan panggilan maupun SMS,
                   tetapi hanya dapat menerima panggilan.
                4. Pengisian pulsa pada masa aktif tidak akan mengubah masa
                   periode aktif dan pengisian pulsa pada masa isi ulang akan
                   menambah masa aktif selama 30 hari ke depan dihitung sejak
                   pulsa diisikan.
               5. Sisa pulsa kartu As tidak pernah negatif.


4.2.   Layanan Telkomsel
       4.2.1. SurfZone
                  Surfzone adalah layanan yang memungkinkan pelanggan
             dapat melakukan akses internet menggunakan teknologi wireless
             LAN. Surfzone dikembangkan dengan tujuan mengakomodasi
      kebutuhan pengguna internet di Indonesia agar dapat melakukan
      koneksi internet dengan cepat dan mudah. Layanan Surfzone hanya
      diperuntukkan bagi pelanggan kartuHalo Telkomsel dan pengguna
      Voucher TelkomSave Telkom.


4.2.2. Blackberry
            BlackBerry adalah suatu suatu solusi mobile yang lengkap,
      mencakup wireles e-mail, global address lookup, wireless calendar
      syncronization juga mobile data, yang terintegrasi serta aman.
      Layanan       BlackBerry   memerlukan    jaringan   GPRS    agar
      memungkinkan seluruh fitur-fitur yang ada dapat berjalan dengan
      baik. Keunggulan layanan BlackBerry jika dibandingkan dengan
      layanan wireless lainnya adalah adanya teknologi push mail yang
      memungkinkan pelanggan dapat mengakses e-mail tanpa perlu
      melakukan dial up terlebih dahulu.
            Pengguna BlackBerry juga akan selalu terhubung dengan
      GPRS yang memungkinkan streaming data secara real time
      sehingga tiap perubahan e-mail (new e-mail, delete, status
      unread/read, dan sebagainya) dan calendar pada Microsoft Outlook
      atau Lotus Notes pelanggan akan langsung dikirim ke ponsel, dan
      tiap perubahan e-mail atau calendar pada ponsel juga akan dikirim
      ke Microsoft Outlook atau Lotus Notes pelanggan di desktop atau
      laptop sehingga e-mail dan calendar yang dimiliki pelanggan pada
      Microsoft Outlook atau Lotus Notes pada desktop atau laptop akan
      sama dengan telepon seluler milik pelanggan.


4.2.3. Instan Messenger
            Dengan menggunakan Yahoo! Messenger for SMS, pelanggan
      Telkomsel bisa mengirim dan menerima pesan singkat dari Yahoo!
      Messenger sehingga di manapun pelanggan tersebut berada masih
      dapat berhubungan dan berkomunikasi menggunakan Yahoo!
      Messenger dengan pelanggan lain.
       4.2.4. FARIDA
                     FARIDA atau Fax Response and Interactive Data adalah fitur
              yang memungkinkan para pelanggan Telkomsel bisa melakukan
              komunikasi suara, data, dan mengirimkan faksimile melalui ponsel
              hanya dengan menggunakan satu nomor.


4.3.   Karakteristik Responden
            Karakteristik responden dalam penelitian ini dilihat dari jenis
       kelamin, usia, semester, sumber keuangan dan pengeluaran per bulan.
       4.3.1. Jenis Kelamin
                     Berdasarkan jenis kelamin, kebanyakan responden berjenis
              kelamin perempuan (59%) dan selebihnya laki-laki (41%).
              Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin disajikan pada
              Tabel 6.
                    Tabel 6. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin
               No        Jenis Kelamin          Responden           Persentase
                                                 (orang)               (%)
                1     Perempuan                    59                   59
                2     Laki-laki                     41                  41
                           Jumlah                  100                 100

       4.3.2. Usia
                     Berdasarkan usia, mayoritas responden berusia 19 tahun
              (54%). Selebihnya responden berusia 18 (5%), 20 tahun (36%), 21
              tahun (4%) dan 22 tahun (1%). Tabel 7 menyajikan karakteristik
              responden berdasarkan usia.
                         Tabel 7. Karakteristik responden berdasarkan usia
               No        Usia (tahun)    Responden (orang)       Persentase (%)
                1             18                 5                      5
                2             19                54                     54
                3             20                36                     36
                4             21                 4                      4
                5             22                 1                      1
                          Jumlah               100                    100
4.3.3. Semester
            Berdasarkan semester, responden dalam penelitian ini 67
      persen adalah mahasiswa semester empat, 23 persen mahasiswa
      semester dua, 9 persen mahasiswa semester enam dan mahasiswa
      semester delapan (1%). Responden secara keseluruhan sedang
      menempuh semester genap karena pengambilan data dilakukan pada
      semester genap tahun ajaran 2005-2006. Tabel 8 menyajikan
      karakteristik responden berdasarkan semester.
               Tabel 8. Karakteristik responden berdasarkan semester
       No         Masuk ke IPB            Responden         Persentase
                    tahun ke               (orang)             (%)
        1              2                     23                 23
        2              4                     67                 67
        3              6                      9                  9
        4              8                      1                  1
                    Jumlah                   100               100

4.3.4. Sumber Keuangan
            Sumber keuangan sebagian besar responden berasal dari orang
      tua (89%). Hal ini dikarenakan sebagian besar responden masih
      duduk di semester dua dan empat dengan jadwal kuliah padat
      sehingga belum ada waktu luang untuk bekerja dan menghasilkan
      pendapatan sendiri. Sedangkan beasiswa dan orang tua merupakan
      sumber keuangan bagi 11 persen responden. Karakteristik responden
      berdasarkan sumber keuangan dapat dilihat pada Tabel 9.
        Tabel 9. Karakteristik responden berdasarkan sumber keuangan
       No         Sumber Keuangan*              Responden    Persentase
                                                 (orang)        (%)
        1     Orang tua                            100           89
        2     Beasiswa                             11            11
                          Jumlah                   111          100
      *Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban


4.3.5. Pengeluaran Per bulan
            Apabila dilihat dari pengeluaran per bulan, mayoritas
      responden membelanjakan uangnya kurang dari Rp. 500.000,00
              (78%) dan Rp. 500.000,00-Rp. 1000.000,00 (22%) setiap bulannya.
              Informasi      selangkapnya     tentang     karakteristik   responden
              berdasarkan pengeluaran per bulan disajikan pada Tabel 10.
             Tabel 10. Karakteristik responden berdasarkan pengeluaran per bulan
               No     Pengeluaran per bulan       Responden           Persentase
                              (Rp)                 (orang))              (%)
                1     ≤500.000                        78                  78
                2     500.001-1000.000                22                  22
                            Jumlah                   100                 100


4.4.   Proses Pengambilan Keputusan
            Proses pengambilan keputusan pembelian tidak muncul begitu saja
       tetapi dengan melewati beberapa tahap yaitu pengenalan kebutuhan,
       pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan evaluasi
       pasca pembelian. Proses ini juga dilewati oleh para konsumen dalam
       mengambil keputusan melakukan pembelian kartu simPATI.
       4.4.1. Pengenalan Kebutuhan
                    Proses pengambilan keputusan dimulai saat konsumen
              mengenali adanya kebutuhan. Kebutuhan harus diaktifkan dahulu
              sebelum bisa dikenali. Faktor yang mempengaruhi pengaktifan
              kebutuhan kartu simPATI adalah perubahan situasi akibat dari
              perkembangan jaman. Perkembangan jaman yang begitu cepat
              menuntut perkembangan teknologi yang begitu cepat pula termasuk
              teknologi     dalam   bidang    telekomunikasi.    Teknologi   bidang
              komunikasi yang diperlukan saat ini adalah teknologi yang cepat,
              praktis dan murah. Telepon seluler merupakan produk mutakhir
              dalam       bidang    telekomunikasi      yang    mampu     menjawab
              perkembangan jaman.
                    Perkembangan kartu seluler tidak bisa lepas dari telepon
              seluler karena kedua produk tersebut tidak dapat dipisahkan. Salah
              satu kartu seluler yang populer di kalangan masyarakat adalah kartu
              simPATI. Kebutuhan terhadap kartu simPATI dimulai ketika
              konsumen mengharapkan manfaat dari kartu tersebut. Tabel 11 akan
menyajikan manfaat yang diharapkan responden dari kartu
simPATI.
    Tabel 11. Manfaat yang diharapkan responden menggunakan
              kartu simPATI
 No       Manfaat yang diharapkan*       Responden Persentase
                                          (orang)      (%)
  1 Sarana komunikasi biasa                  20       18,52
  2 Simbol kelas sosial                      4         3,70
  3 Gaya hidup modern                         2        1,85
       Sarana mempermudah                   82        75,93
  4
       komunikasi
                      Jumlah                108        100
*Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban


Sarana mempermudah komunikasi merupakan manfaat yang
diharapkan sebagian besar responden (75,93%) berdasarkan Tabel
11 di atas. Hal ini menunjukan bahwa dengan menggunakan kartu
simPATI, para responden menginginkan kemudahan dan kelancaran
dalam berkomunikasi. Hal ini wajar mengingat fungsi utama kartu
simPATI sebagai alat komunikasi. Sedangkan 18,52 persen
responden menginginkan manfaat dari kartu simPATI adalah
sebagai sarana komunikasi biasa artinya sama dengan kartu seluler
lain. Simbol kelas sosial merupakan manfaat yang diinginkan oleh
3,70 persen responden dalam menggunakan kartu simPATI.
Sedangkan 1,85 persen responden mengharapkan manfaat kartu
simPATI sebagai gaya hidup modern.
      Proses pengenalan kebutuhan dan manfaat yang akan
diperoleh oleh konsumen ketika menggunakan kartu simPATI
membuat konsumen memiliki motivasi untuk melakukan pembelian.
Motivasi yang dimiliki responden dalam membeli kartu simPATI
beranekaragam baik yang berasal dari dalam diri responden sendiri
maupun dari luar. Tabel 12 menyajikan data tentang motivasi
responden menggunakan kartu simPATI.
      Tabel 12. Motivasi responden menggunakan kartu simPATI
 No                 Motivasi*                  Responden      Persentase
                                                (orang)          (%)
  1     Memiliki pendapatan                        3             2,79
  2     Memiliki pengetahuan                      54              50
  3     Tuntutan perkembangan jaman                36           33,33
  4     Perwujudan dari gaya hidup                  8            7,40
  5     Lainnya                                     7            6,48
                   Jumlah                         108            100
*Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban


Motivasi dominan responden dalam menggunakan kartu simPATI
berdasarkan Tabel 12 di atas adalah memiliki pengetahuan tentang
kartu simPATI (50%). Motivasi kedua yang mendorong responden
memilih kartu simPATI adalah tuntutan perkembangan jaman
(33,33%). Motivasi ketiga yang mendorong responden memilih
kartu simPATI adalah perwujudan gaya hidup (7,40%) dan motivasi
keempat adalah memiliki pendapatan (2,79%).
       Faktor lainnya yang menyebabkan responden menggunakan
kartu simPATI adalah karena pengaruh orang tua (6,48%). Selain
adanya motivasi, terdapat beberapa faktor yang menjadi halangan
bagi responden untuk membeli kartu simPATI. Tabel 13 menyajikan
data tentang faktor-faktor yang menjadi halangan responden untuk
melakukan pembelian kartu simPATI.
  Tabel 13. Faktor penghalang responden membeli kartu simPATI
 N             Faktor Penghalang*                  Responden Persentase
 o                                                  (orang)     (%)
 1     Banyaknya produk kartu lain                    36       28,80
 2     Promosi dari produk lain                        26      20,80
 3     Sulit mendapatkan kartu simPATI                  2       1,60
 4     Harga mahal                                     52      41,60
 5     Lainnya                                          9       7,20
                    Jumlah                            125       100
*Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban


Faktor paling besar yang menjadi halangan responden untuk
membeli kartu simPATI berdasarkan Tabel 13 di atas adalah harga
kartu simPATI yang mahal baik kartu perdananya maupun isi
      ulangnya (41,60%). Harga yang mahal dapat merupakan faktor
      utama yang menghalangi responden dalam membeli kartu simPATI
      karena seluruh responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa
      dengan sumber keuangan dari orang tua. Banyaknya produk kartu
      seluler lain dengan berbagai macam bonus dan dengan harga yang
      lebih murah menjadi faktor kedua yang menjadi halangan responden
      membeli kartu simPATI (28,80%). Faktor ketiga adalah promosi
      dari produk lain (20,80%). Responden lain menyatakan bahwa
      mereka tidak ada halangan ketika akan membeli kartu simPATI
      ( 7,20 %).


4.4.2. Pencarian Informasi
             Tahap selanjutnya setelah konsumen mengenal adanya
      kebutuhan dan manfaat yang diharapkan dari kartu simPATI dalam
      proses    pengambilan      keputusan     adalah    pencarian    informasi.
      Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang
      bahwa kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan
      mengkonsumsi suatu produk. Dengan melakukan pencarian
      informasi maka konsumen akan mendapatkan pengetahun tentang
      produk secara lengkap dan dapat mengambil keputusan pembelian
      lebih baik. Tabel 14 menyajikan data sumber informasi responden
      tentang kartu simPATI.
         Tabel 14. Sumber informasi responden tentang kartu simPATI
        No          Sumber informasi*               Responden        Persentase
                                                     (orang)            (%)
        1      Media elektronik (tv, radio)            70               33,8
        2      Media cetak (koran, majalah)            41               19,8
        3      Anggota keluarga                        45               21,7
        4      Teman                                   35               16,9
        5      Agen penjualan                           16              7,73
                         Jumlah                        207              100
      *Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban


      Sebagian besar responden memperoleh informasi tentang kartu
      simPATI berdasarkan Tabel 14 di atas adalah dari media elektronik
      baik televisi maupun radio (33,8%). Iklan-iklan kartu simPATI yang
      ditayangkan baik di televisi maupun disiarkan di radio menjadi
      sumber informasi responden dari media elektronik. Anggota
      keluarga merupakan sumber informasi bagi 21,7 persen responden.
             Media cetak adalah sumber informasi ketiga bagi 19,8 persen
      responden. Teman menjadi sumber informasi keempat bagi 16,9
      persen responden. Dalam pencarian informasi tentang kartu
      simPATI, responden mendapatkan banyak informasi. Beberapa
      informasi menjadi perhatian bagi responden. Tabel 15 menyajikan
      data tentang perhatian responden terhadap informasi yang diperoleh
      mengenai kartu simPATI.
       Tabel 15. Perhatian responden terhadap informasi yang didapatkan
        No       Informasi yang menjadi             Responden   Persentase
                        perhatian*                   (orang)       (%)
         1    Sinyal dan jaringan                       79        32,78
         2    Harga                                     32        13,28
         3    Kepopuleran merek                        13          5,39
         4    Tarif (percakapan dan SMS)               38         15,77
         5    Bonus                                    31         12,86
         6    Kemudahan membeli                        25         10,37
         7    Fitur dan pelayanan                       23         9,54
                         Jumlah                        241         100
      *Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban


      Sinyal dan jaringan menjadi perhatian mayoritas responden
      (32,78%) terhadap informasi yang didapatkan berkaitan dengan
      kartu simPATI seperti yang disajikan pada Tabel 15 di atas.
      Besarnya perhatian responden pada sinyal dan jaringan menunjukan
      bahwa kartu simPATI merupakan kartu prabayar dengan sinyal dan
      jaringan paling kuat di dalam benak konsumen. Perhatian responden
      kedua adalah tarif (15,77%). Sedangkan kepopuleran merek menjadi
      perhatian terkecil bagi responden (5,39%).


4.4.3. Evaluasi Alternatif
             Evaluasi alternatif merupakan proses di mana konsumen
      menetapkan beberapa kriteria yang relevan dengan keinginannya
untuk dapat membuat suatu keputusan yang tepat dan bermanfaat.
Pada tahap ini konsumen membentuk kepercayaan, sikap dan
intensinya mengenai alternatif produk yang dipertimbangkan
tersebut. Tabel 16 menyajikan data mengenai pertimbangan
responden ketika akan membeli kartu simPATI.
 Tabel 16. Pertimbangan responden ketika akan membeli kartu
           simPATI
 No       Kriteria yang menjadi      Responden   Persentase
              pertimbangan*            (orang)      (%)
  1 Sinyal dan jaringan                   72       32,14
  2 Harga                                 26       14,29
  3 Kepopuleran merek                    12         5,36
  4 Tarif (percakapan dan SMS)           44        16,96
  5 Bonus                                27        12,05
  6 Kemudahan memperoleh                  19        8,48
  7 Fitur dan pelayanan                   24       10,71
                 Jumlah                  224        100
*Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban


Sinyal dan jaringan menjadi pertimbangan sebagian responden
ketika akan membeli kartu simPATI (32,14%) seperti yang disajikan
pada Tabel 16 di atas. Sinyal dan jaringan menjadi pertimbangan
utama karena responden menginginkan manfaat dari kartu simPATI
adalah sarana untuk mempermudah komunikasi. Pertimbangan
kedua adalah tarif baik percakapan maupun SMS (16,96%).
Kepopuleran merek menjadi pertimbangan terkecil responden ketika
akan membeli kartu simPATI (5,36%).
     Perkembangan bisnis seluler yang begitu cepat membuat
persaingan antar operator seluler ketat. Produk kartu seluler yang
ada di pasar menjadi beragam. Hal ini mengakibatkan responden
tertarik untuk mencoba menggunakan kartu seluler lain selain kartu
simPATI. Tabel 17 menyajikan data jumlah responden yang pernah
menggunakan kartu lain selain kartu simPATI.
 Tabel 17. Jumlah responden yang pernah menggunakan kartu lain
 No         Pengguna kartu lain              Responden   Persentase
                                              (orang)       (%)
  1      Ya                                      74          74
  2      Tidak                                   26          26
                   Jumlah                       100         100

Jumlah responden yang pernah menggunakan kartu lain berdasarkan
Tabel 17 di atas adalah 74 persen dan 26 persen responden belum
pernah menggunakan kartu lain. Sedangkan kartu seluler lain yang
pernah digunakan oleh responden akan disajikan pada Tabel 18
dibawah ini.
      Tabel 18. Jenis kartu lain yang pernah digunakan responden
 No         Nama kartu seluler*              Responden   Persentase
                                              (orang)       (%)
  1      IM3                                    52         49,52
  2      Mentari                                 27        25,71
  3      As                                      8          7,61
  4      XL                                     14         13,33
  5      Matrix                                   1         0,96
  6      Esia                                     1         0,96
  7      Flexi                                    2         1,91
                   Jumlah                       105         100
*Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban


Kartu seluler lain yang pernah digunakan responden berdasarkan
Tabel 18 adalah kartu IM3 (49,52%), kartu Mentari (25,71%), kartu
XL (13,33%) dan 7,61 persen menggunakan kartu As. Keempat
kartu tersebut berjenis sama dengan kartu simPATI yaitu GSM
prabayar. Selain kartu GSM prabayar, 0,96 persen responden
menggunakan kartu Matrix yang merupakan jenis kartu GSM pasca
bayar.
       Berkembangnya        teknologi     CDMA     membuat   sebagian
responden mencoba menggunakan kartu seluler dengan teknologi
berbasis CDMA. Responden yang menggunakan kartu CDMA yaitu
0,96 persen sebagai pengguna Esia dan 1,91 persen menggunakan
Flexi. Dengan melihat data di atas, dapat disimpulkan bahwa IM3
      merupakan kartu seluler paling banyak yang pernah digunakan oleh
      responden. Hal ini dikarenakan PT. Indosat, sebagai produsen dari
      kartu    IM3      sekaligus   pesaing     terbesar    Telkomsel     gencar
      mempromosikan         produknya.      Dalam        mengambil     keputusan
      menggunakan        kartu   seluler    lain,   masing-masing      responden
      mempunyai pertimbangan tersendiri. Pertimbangan responden
      dalam menggunakan kartu lain akan disajikan dalam Tabel 19.
            Tabel 19. Pertimbangan responden menggunakan kartu lain
       No          Kriteria yang menjadi            Responden        Persentase
                       pertimbangan*                 (orang)            (%)
        1      Sinyal dan jaringan                       7              4,76
        2      Harga                                    49             33,33
        3      Kepopuleran merek                        3               2,04
        4      Tarif (percakapan dan SMS)              31              21,09
        5      Bonus                                   38              25,85
        6      Kemudahan memperoleh                      4              2,72
        7      Fitur dan pelayanan                      13              8,84
        8      Lainnya                                   2              1,36
                          Jumlah                       147              100
      *Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban


              Harga menjadi pertimbangan pertama bagi 33,33 persen
      responden menggunakan kartu lain. Kartu simPATI menurut
      responden tergolong mahal baik harga kartu perdana maupun isi
      ulangnya. Bonus adalah pertimbangan kedua responden memilih
      kartu lain (25,85%). Tarif menjadi pertimbangan ketiga bagi 21,09
      persen responden. Dalam tarif SMS khususnya, kartu simPATI
      masih kalah dengan beberapa kartu seluler lain.


4.4.4. Keputusan Pembelian
              Pengambilan keputusan adalah tahap selanjutnya setelah
      melakukan evaluasi alternatif dalam proses pengambilan keputusan
      pembelian. Pengambilan keputusan responden dapat berasal dari diri
      sendiri maupun mendapatkan pengaruh dari orang lain. Pihak-pihak
      yang     paling    mempengaruhi       responden      dalam     pengambilan
      keputusan pembelian disajikan pada Tabel 20.
   Tabel 20. Pihak yang paling mempengaruhi responden dalam
             pengambilan keputusan pembelian kartu simPATI
 No      Pemberi pengaruh         Responden         Persentase
                                    (orang)            (%)
  1 Keinginan diri sendiri             55               55
  2 Orang tua                         20                20
  3 Saudara                            13               13
  4 Teman                              10               10
  5 Tenaga penjual                     2                2
               Jumlah                 100              100

Sebagian besar responden (55%) membeli kartu simPATI atas
keinginan diri sendiri seperti yang ditunjukkan pada Tabel 20 di
atas. Keputusan responden dalam membeli kartu simPATI tidak
semuanya dipengaruhi oleh diri sendiri. Responden yang sering
berhubungan dengan orang tua dalam mengambil keputusan
berpengaruh juga terhadap pengambilan keputusan pembelian kartu
simPATI. Responden yang mendapatkan pengaruh orang tua dalam
pengambilan keputusan pembelian kartu simPATI dalam penelitian
ini sebesar 20 persen. Interaksi yang kuat antar teman menyebabkan
10 persen responden mendapatkan pengaruh dari teman dalam
pengambilan keputusan pembelian.
     Dalam penelitian ini hanya 2 persen responden yang membeli
kartu simPATI karena pengaruh tenaga penjual. Pengaruh orang lain
dalam pengambilan keputusan pembelian kartu simPATI bermacam-
macam. Tabel 21 akan menyajikan data yang berkaitan dengan
pengaruh orang lain dalam keputusan pembelian kartu simPATI.
Tabel 21. Pengaruh orang lain terhadap responden dalam keputusan
          pembelian kartu simPATI
 No        Pengaruh orang lain        Responden      Persentase
                                        (orang)         (%)
  1 Memberitahu                            24            24
  2 Meminta untuk mencoba                  15            15
  3 Membujuk untuk membeli                  5             5
  4 Tidak berkomentar                      56            56
                Jumlah                    100           100
Sebagian besar responden (56%) tidak berkomentar tentang
bagaimana pengaruh orang lain dalam keputusaan pembelian kartu
simPATI berdasarkan Tabel 21 di atas. Tidak adanya komentar dari
responden ini diakibatkan karena sebagian besar responden
memutuskan membeli kartu simPATI atas keinginan sendiri.
Responden yang mendapatkan pengaruh dengan cara diberitahu
sebesar 24 persen. Responden yang mendapatkan pengaruh dengan
cara diminta untuk mencoba sebesar 15 persen dan hanya 5 persen
responden yang dipengaruhi oleh pihak lain dengan cara dibujuk
untuk membeli.
      Responden memiliki cara yang berbeda-beda dalam membeli
kartu simPATI. Perbedaan cara pembelian kartu simPATI ini
diakibatkan perbedaan kebutuhan terhadap kartu simPATI masing-
masing responden. Informasi tentang bagaimana cara responden
membeli kartu simPATI dapat dilihat di Tabel 22.
  Tabel 22. Cara responden memutuskan membeli kartu simPATI
 No     Cara pembelian         Responden            Persentase
                                (orang)                (%)
  1    Terencana                   51                   51
  2    Tergantung situasi          33                   33
  3    Mendadak                    16                   16
             Total                100                  100


Tabel 22 yang menyajikan data tentang cara responden memutuskan
membeli kartu simPATI memberikan kesimpulan bahwa mayoritas
responden membeli kartu simPATI secara terencana yaitu
disesuaikan dengan kebutuhan dan manfaat yang diinginkan.
Responden juga mencari informasi terlebih dahulu sebelum
membeli kartu simPATI. Responden yang membeli kartu simPATI
berdasarkan situasi juga tidak sedikit (33%). Responden ini membeli
kartu simPATI karena kartu simPATI saat itu memberikan manfaat
yang lebih baik dibandingkan dengan kartu seluler lain. Sedangkan
responden yang membeli kartu simPATI secara mendadak sebesar
16 persen. Responden ini pada umumnya membeli kartu simPATI
bersamaan dengan membeli telepon seluler di counter-counter
telepon seluler dan seringkali mendapatkan pengaruh dari tenaga
penjual.
      Tempat menjadi hal yang tidak bisa diabaikan ketika
melakukan      keputusan      pembelian      karena   konsumen   harus
mengetahui di mana tempat yang harus konsumen didatangi untuk
mendapatkan barang yang sesuai dengan kebutuhan dan manfaat
yang diinginkan. Responden penelitian ini juga melakukan
pemilihan     tempat pembelian kartu           simPATInya.   Tabel 23
menyajikan tempat responden membeli kartu simPATI.
        Tabel 23. Tempat responden membeli kartu simPATI
 No         Tempat pembelian*            Responden       Persentase
                                          (orang)           (%)
  1     Counter telepon seluler             66               66
  2     Dealer resmi Telkomsel              21               21
  3     Pengecer                            13               13
                Jumlah                      111             100
*Responden dapat memilih lebih dari satu jawaban


Counter-counter telepon seluler merupakan tempat sebagian besar
responden (66%) membeli kartu simPATI berdasarkan Tabel 23 di
atas. Tempat kedua yang dipilih responden adalah dealer resmi
Telkomsel yaitu Grapari maupun GeraiHalo (21%). Pengecer adalah
tempat ketiga yang dipilih oleh 13 persen sebagai tempat untuk
membeli kartu simPATI. Responden mempunyai alasan yang
berbeda-beda dalam memilih ketiga tempat di atas. Alasan
responden memilih ketiga tempat tersebut disajikan dalam Tabel 24.
Tabel 24. Alasan responden dalam memilih tempat pembelian kartu
          simPATI
 No            Alasan             Responden       Persentase
                                   (orang)           (%)
  1 Dekat tempat tinggal             23               23
  2 Harga lebih murah                66               66
  3 Pelayanan yang baik               6                6
  4 Lainnya                           5                5
               Jumlah                100             100
      Tabel 24 yang menyajikan data tentang alasan responden dalam
      memilih tempat pembelian kartu simPATI memberikan kesimpulan
      bahwa sebagian besar responden memilih tempat pembelian yang
      menjual kartu simPATI dengan harga yang lebih murah (66%).
      Alasan kedua yang dikemukakan oleh 23 persen adalah dekat
      dengan tempat tinggal. Alasan ketiga adalah membeli kartu
      simPATI di tempat pembelian dengan pelayanan yang baik (6%).
      Responden ini lebih mengutamakan pelayanan daripada sekedar
      harga lebih murah maupun dekat dengan tempat tinggal. Beberapa
      alasan lain diungkapkan oleh 5 persen responden dalam memilih
      tempat pembelian kartu simPATI. Alasan itu antara lain membeli
      kartu simPATI di tempat-tempat yang dapat memberikan pilihan
      “nomor cantik” lebih banyak dan alasan lainnnya adalah membeli
      kartu simPATI di counter atau pengecer milik teman atau
      kenalannya.


4.4.5. Evaluasi Pasca Pembelian
           Evaluasi pasca pembelian adalah kegiatan yang dilakukan
      setelah kegiatan pembelian. Evaluasi pasca pembelian dilakukan
      untuk mengevaluasi apakah produk yang dibeli sesuai dengan
      kebutuhan maupun manfaat yang diharapkan. Hasil dari proses ini
      adalah konsumen merasa puas atau tidak puas dengan produk yang
      dikonsumsinya. Kepuasan akan mendorong konsumen untuk
      melakukan pembelian dan mengkonsumsi kembali produk tersebut.
      Sebaliknya perasaan tidak puas akan mengakibatkan konsumen
      kecewa dan menghentikan pembelian kembali dan konsumsi
      terhadap produk tersebut. Responden kartu simPATI dalam
      penelitian ini juga melakukan evaluasi pasca pembelian setelah
      membeli kartu simPATI. Responden setelah membeli kartu
      simPATI mempunyai tanggapan yang berbeda-beda. Responden
      membandingkan antara harapan mereka terhadap kartu simPATI
      dengan kinerja sesungguhnya. Jika kartu simPATI sesuai dengan
harapannya maka responden akan menyatakan puas, begitu juga
sebaliknya. Informasi tentang tanggapan responden setelah membeli
dan menggunakan kartu simPATI secara lebih lengkap disajikan
dalam Tabel 25.
Tabel 25. Tanggapan responden setelah membeli dan menggunakan
          kartu simPATI.
 No Tingkat kepuasan Responden (orang) Persentase (%)
  1 Puas                           50                50
  2 Tidak puas                     4                  4
  3 Biasa saja                     46                46
            Jumlah                100               100


Tabel 25 yang menyajikan data tentang tanggapan responden setelah
membeli kartu simPATI memberikan kesimpulan bahwa 50 persen
menyatakan puas menggunakan kartu simPATI, 46 persen
menyatakan biasa saja dan hanya 4 persen responden yang
menyatakan tidak puas menggunakan kartu simPATI. Responden
yang puas menggunakan kartu simPATI akan tetap menggunakan
kartu simPATI dan kemungkinan kecil berpindah ke kartu seluler
lain walaupun kartu seluler lain mengadakan promosi. Responden
yang menyatakan puas berarti bahwa manfaat yang diharapkan
responden dengan menggunakan kartu simPATI telah terpenuhi.
        Responden dengan kategori biasa saja merasakan bahwa tidak
ada kelebihan yang didapatkan responden dalam menggunakan
kartu    simPATI.   Responden    menganggap    bahwa   tidak   ada
perbedaaan antara kartu simPATI dengan kartu seluler lain.
Responden ini pada umumnya akan mencoba kartu lain jika kartu
seluler lain melakukan promosi dan dipandang mempunyai
keunggulan. Responden yang menyatakan tidak puas setelah
menggunakan kartu simPATI memandang bahwa kinerja kartu
simPATI tidak sesuai dengan manfaat yang diharapkannya dan
responden yang termasuk dalam kategori ini akan siap beralih ke
kartu seluler lain jika kartu seluler lain mengadakan promosi.
Informasi selengkapnya yang berkaitan dengan tindakan responden
jika kartu seluler lain mengadakan promosi dapat dilihat
selengkapnya pada Tabel 26.
   Tabel 26. Tindakan responden ketika produk lain promosi
 No          Tindakan            Responden          Persentase
                                    (orang)            (%)
  1 Membeli merek lain                  2                2
  2 Menggunakan keduanya               53               53
  3 Tidak terpengaruh                  45               45
             Jumlah                   100              100


Tindakan responden ketika produk lain melakukan promosi seperti
yang ditunjukaan pada Tabel 26 adalah akan menggunakan
keduanya jika merek lain mengadakan promosi (53%). Responden
akan membeli merek lain tetapi tetap menggunakan kartu simPATI.
Kepuasan yang dirasakan responden setelah menggunakan kartu
simPATI membuat 45 persen responden tidak terpengaruh jika
merek lain mengadakan promosi. Pada responden ini telah terbentuk
loyalitas terhadap kartu simPATI. Dalam penelitian ini, hanya 2
persen responden yang menyatakan akan membeli kartu lain dan
tidak menggunakan kembali kartu simPATI.
      Kepuasan responden dalam menggunakan kartu simPATI juga
terlihat dalam lamanya responden dalam menggunakan kartu
simPATI. Responden yang puas menggunakan kartu simPATI tidak
akan mudah berpindah ke kartu seluler lain sehingga jangka waktu
pemakain kartu simPATInya juga lama. Data tentang lamanya
responden dalam menggunakan kartu simPATI dapat dilihat pada
Tabel 27.
      Tabel 27. Lama responden menggunakan kartu simPATI
 No         Lama penggunaan          Responden      Persentase
                (tahun)               (orang)          (%)
  1                <1                    22             22
  2                1                    26              26
  3                2                    25              25
  4                3                    15              15
  5                >3                    12             12
                Jumlah                  100            100
Tabel 27 yang menyajikan data lama responden menggunakan kartu
simPATI memberikan kesimpulan bahwa 26 persen responden telah
menggunakan kartu simPATI selama satu tahun, 25 persen
responden selama dua tahun, 22 persen responden kurang dari satu
tahun, 15 persen responden telah menggunakan kartu simPATI
selama 3 tahun dan 12 persen telah menggunakan kartu simPATI
lebih dari tiga tahun. Dalam penelitian ini, dari 100 orang yang
menjadi responden, 88 persen responden sudah menggunakan kartu
simPATI lebih dari satu tahun sehingga dapat disimpulkan bahwa
kartu simPATI sudah dapat diterima oleh para responden.
       Dalam evaluasi pasca pembelian terhadap kartu simPATI,
konsumen yang telah membeli dan menggunakan kartu simPATI
akan memutuskan untuk tetap menggunakan kartu simPATI atau
berpindah ke kartu lain. Responden yang tetap menggunakan kartu
simPATI maupun yang akan menggunakan kartu lain dapat dilihat
dari tindakan responden jika pulsa kartu simPATInya habis.
Responden yang tetap akan menggunakan kartu simPATI akan
melakukan pengisian kembali pulsanya jika habis. Data tentang
tindakan responden ketika pulsa kartu simPATInya habis dapat
dilihat pada Tabel 28.
  Tabel 28. Tindakan responden jika pulsa kartu simPATInya habis
  No    Mengisi pulsa kembali      Responden         Persentase
                                    (orang)             (%)
   1              Ya                   98                98
   2             Tidak                  2                 2
                Jumlah                100               100


Hampir sebagian besar responden (98%) akan melakukan pengisian
kembali pulsanya jika pulsa kartu simPATInya habis berdasarkan
Tabel 28 di atas. Responden yang menyatakan tidak akan
melakukan pengisian kembali pulsanya atau tidak lagi menggunakan
kartu simPATInya dalam penelitian ini hanya 2 persen. Masing-
masing responden menghabiskan pulsa yang berbeda-beda setiap
              bulannya. Tabel 29 menyajikan data tentang jumlah yang dihabiskan
              responden selama sebulan.
               Tabel 29. Jumlah pulsa yang dihabiskan responden dalam sebulan
               No   Jumlah pulsa (Rp)       Responden (orang)     Persentase (%)
                1   ≤50.000                        12                   12
                2   50.001-100.000                 59                   59
                3   100.001-150.000                29                   29
                          Jumlah                  100                  100

              Sebagian besar responden (59%) menghabiskan pulsa Rp50.000,00-
              Rp100.000,00 seperti yang ditunjukkan pada Tabel 29. Responden
              yang tidak terlalu sering melakukan komunikasi atau hanya
              mempunyai pemasukan sedikit setiap bulannya menghabiskan pulsa
              kurang dari Rp. 50.000 (12%). Sedangkan 29 responden responden
              menghabiskan pulsa Rp. 100.000,00-Rp150.000,00.


4.5.   Analisis Tingkat Kepentingan Dan Kepuasan Terhadap Atribut-
       Atribut Kartu simPATI
            Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut-atribut yang
       dimiliki oleh produk yang akan dievaluasi. Konsumen menganggap bahwa
       setiap atribut mempunyai tingkat kepentingan yang berbeda-beda. Dengan
       analisis ini akan diperoleh atribut-atribut mana yang mempunyai tingkat
       kepentingan dan kepuasan yang tinggi menurut konsumen sehingga pada
       akhirnya akan didapatkan atribut dominan.
             Atribut dominan adalah atribut yang mempunyai tingkat kepentingan
       dan kepuasan yang tinggi. Atribut kartu simPATI yang akan dianalisis pada
       penelitian ini yaitu harga kartu perdana, tarif (percakapan dan SMS), sinyal
       dan jaringan, fitur dan pelayanan, promosi, bonus dan hadiah, kepopuleran
       merek, kemudahan mendapatkan dan isi ulang, harga isi ulang serta jangka
       waktu dan masa aktif. Responden yang digunakan dalam analisis ini
       berjumlah 85 orang sesuai dengan hasil uji validitas responden
       (Lampiran 2). Hasil penilaian tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan
       atribut kartu simPATI secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 30.
                                          Rataan setiap skor selanjutnya dipetakan pada diagram
                                   Kartesius dengan menggunakan Importance Performance Analysis.
                                   Garis pembagi pada diagram Kartesius merupakan nilai total rataan
                                   tingkat kepentingan (4,08) sebagai sumbu Y dan nilai total rataan
                                   tingkat kepuasan (3,43) sebagai sumbu X. Posisi masing-masing
                                   atribut kartu simPATI dapat dilihat pada Gambar 6.

                         5.00
                                     Prioritas Utama              Pertahankan Prestasi
                                                                                        C
                         4.50
                                                      B
                                                      A
   Tingkat Kepentingan




                                                     I       H              J
                                      F
                         4.00
                                                    E

                         3.50
                                              G     D

                         3.00
                                     Prioritas Rendah                Berlebihan



                         2.50
                            2.50             3.00          3.50           4.00              4.50    5.00

                                                          Tingkat Kepuasaan

Gambar 6. Hasil analisis tingkat kepentingan dan kepuasan dengan menggunakan
          diagram Importance-Performance Analysis
                                   Keterangan :
                                   A : Harga kartu perdana            F : Bonus dan hadiah
                                   B : Tarif (percakapan dan SMS) G : Kepopuleran merek
                                   C : Sinyal dan jaringan            H : Kemudahan dan isi ulang
                                   D : Fitur dan pelayanan            I         : Harga isi ulang
                                   E : Promosi                        J         : Jangka waktu
                                   Posisi masing-masing atribut sebagai berikut :
                                   1. Kuadran I (Prioritas Utama)
                                      Kuadran I merupakan wilayah yang memuat atribut-atribut yang
                                      dianggap penting oleh konsumen, tetapi belum memiliki kinerja
   sesuai dengan harapan konsumen. Atribut yang berada pada
   posisi ini adalah harga kartu perdana (A), tarif baik percakapan
   maupun SMS (B), bonus dan hadiah (F) dan harga isi ulang (I ).
2. Kuadran II (Pertahankan Prestasi)
   Kuadran II adalah wilayah dengan atribut yang dianggap sangat
   penting oleh konsumen dan mempunyai kinerja yang sesuai
   dengan harapan konsumen sehingga menghasilkan kepuasan
   tinggi. Atribut yang berada pada posisi ini adalah sinyal dan
   jaringan (C), kemudahan mendapatkan dan isi ulang (H) dan
   jangka waktu (J).
3. Kuadran III (Prioritas Rendah)
   Kuadran III menunjukkan posisi atribut yang memiliki tingkat
   kepentingan dan kepuasaan di bawah tingkat total rata-rata
   sehingga dianggap kurang penting bagi pelanggan. Atribut yang
   berada pada posisi ini adalah fitur dan pelayanan (D), promosi
   (E) dan kepopuleran merek (G).
4. Kuadran IV (Berlebihan)
   Kuadran 4 merupakan kuadran yang memuat atribut-atribut yang
   dianggap kurang penting oleh konsumen dan dirasakan
   berlebihan. Atribut kartu simPATI tidak ada yang terdapat dalam
   kuadran ini.
        Dari keterangan di atas dapat diketahui bahwa atribut-atribut
di kuadran II yaitu sinyal dan jaringan (C), kemudahan isi ulang (H)
dan jangka waktu (J) merupakan atribut dominan yang dimiliki
kartu    simPATI.    Atribut-atribut   tersebut   mempunyai     tingkat
kepentingan dan tingkat kepuasan yang tinggi dan atribut sinyal dan
jaringan    merupakan     atribut   paling   dominan   dengan     nilai
kepentingan dan kepuasan tertinggi yaitu 4,64 untuk nilai tingkat
kepentingan dan 4,28 untuk nilai tingkat kepuasan (Tabel 30).
Besarnya nilai tingkat kepuasan yang dimiliki atribut sinyal dan
jaringan menunjukkan bahwa atribut ini mempunyai kinerja yang
memuaskan sesuai dengan harapan pelanggan.
4.6.   Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian
       Kartu simPATI
            Analisis ini bertujuan untuk mengetahui variabel dominan yang
       mempengaruhi keputusan pembelian. Variabel yang mempengaruhi
       responden terhadap keputusan pembelian dapat dilihat dari nilai
       communality-nya. Semakin tinggi nilai communality suatu variabel,
       semakin besar pengaruh variabel tersebut terhadap keputusan pembelian.
       Variabel-variabel yang akan dianalisis antara lain manfaat, motivasi,
       informasi, tempat, pengaruh orang lain, harga kartu perdana, tarif
       (percakapan dan SMS), sinyal dan jaringan, fitur dan pelayanan, promosi,
       bonus dan hadiah, kepopuleran merek, kemudahan dan isi ulang, harga isi
       ulang serta jangka waktu dan masa aktif.
            Pengolahan dilakukan dengan menggunakan metode Principal
       Component Analysis dan menghasilkan delapan variabel dengan nilai KMO
       dan Barlett`s test 0,507 dengan signifikasi 0,000. Oleh karena angka
       tersebut sudah di atas 0,5 dan signifikasi jauh dibawah 0,05, maka variabel
       tersebut dinyatakan layak untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis lanjutan
       terhadap delapan variabel tersebut menghasilkan tiga komponen utama
       yang mampu menerangkan keragaman data sebesar 71,145 persen
       (Lampiran 5). Besarnya keragaman data ini menurut Dillon dalam Silalahi
       (2001) sudah memadai karena telah mampu menerangkan keragaman data
       lebih besar dari 70 persen. Keempat komponen utama itu adalah :
       1.   Komponen Utama Pertama (Keuggulan)
                  Variabel yang menyusun komponen utama pertama dalam
            Rotated Component Matrix (Lampiran 5) adalah sinyal dan jaringan
            serta tarif baik percakapan maupun SMS. Kedua variabel di atas
            menerangkan keragaman data sebesar 26,115 persen. Variabel
            pertama yang menempati komponen utama pertama adalah variabel
            sinyal dan jaringan dengan nilai communality 0,768. Dengan melihat
            Gambar 6 yang menunjukkan hasil analisis tingkat kepentingan dan
            kepuasan dengan menggunakan diagram Importance-Performance
            Analysis, atribut sinyal dan jaringan menempati kuadran kedua yaitu
     pertahankan prestasi dengan nilai tingkat kepentingan 4,64 dan tingkat
     kepuasan 4,28. Nilai ini merupakan nilai tertinggi pada pengukuran
     tingkat kepentingan dan kepuasaan (Tabel 30). Atribut ini harus
     dipertahankan prestasinya yaitu dengan tidak hanya meningkatkan
     luas jangkauan tetapi juga kualitas jaringan. Semakin banyaknya
     konsumen yang menggunakan kartu simPATI dan adanya kartu
     seluler lain yang menggunakan jaringan Telkomsel (KartuHalo dan
     As) dapat menurunkan kualitas sinyal dan jaringan kartu simPATI.
            Variabel tarif (percakapan dan SMS) merupakan variabel
     kedua yang menempati komponen utama pertama dengan nilai
     communality 0,735. Atribut tarif menjadi pertimbangan terbesar kedua
     (16,96%) yang menjadi pertimbangan responden menggunakan kartu
     simPATI (Tabel 16). Atribut tarif berada pada kuadran kedua pada
     diagram Importance-performance Analysis (Gambar 6) yang berarti
     kinerjanya harus ditingkatkan agar konsumen semakin senang
     menggunakan kartu simPATI sehingga tidak mudah berpindah atau
     menggunakan kartu lain.


2.   Komponen Utama Kedua (Harga)
          Komponen      utama     kedua    Rotated      Component     Matrix
     (Lampiran 5) dengan keragaman data sebesar 22,686 persen terdiri
     dari harga kartu perdana dan harga isi ulang dengan nilai communality
     masing-masing 0,692 dan 0,691. Dengan melihat Tabel 13 mengenai
     faktor penghalang responden membeli kartu simPATI, 41 persen
     responden menyatakan harga kartu simPATI tergolong mahal baik
     harga perdana maupun voucher isi ulangnya. Harga menjadi
     pertimbangan ketiga bagi responden (14,29%) ketika akan membeli
     kartu simPATI seperti yang ditunjukkan pada Tabel 16. Harga juga
     menjadi   pertimbangan     bagi   33,33   persen     responden   untuk
     menggunakan kartu lain (Tabel 19). Harga juga menjadi alasan bagi
     66 persen responden memilih tempat pembelian kartu simPATI
     (Tabel 24).
           Harga baik harga kartu perdana maupun harga isi ulang
     merupakan atribut-atribut yang menempati kuadran pertama pada
     diagram Importance-Performance Analysis (Gambar 6) yang berarti
     prioritas utama untuk ditingkatkan karena nilai tingkat kepentingan
     berada di atas rata-rata sedangkan nilai tingkat kepuasan masih berada
     dibawah rata-rata (Tabel 30).


3.   Komponen Utama Ketiga (Tempat Pembelian)
           Komponen utama ketiga dalam Rotated Component Matrix
     (Lampiran 5) dengan keragaman data 22,344 persen terdiri dari
     kemudahan mendapatkan dan isi ulang serta tempat pembelian dengan
     nilai communality masing-masing 0,751 dan 0,632. Variabel
     kemudahan mendapatkan dan isi ulang merrupakan variabel pertama
     yang menempati komponen utama ketiga. Atribut kemudahan
     mendapatkan dan isi ulang menempati kuadran kedua pada diagram
     Importance-Performance Analysis (Gambar 6) sehingga atribut ini
     kinerjanya harus tetap dipertahankan.
           Variabel tempat pembelian merupakan variabel kedua dalam
     komponen utama ketiga. Sebagian besar responden (66%) membeli
     kartu simPATI di counter-counter telepon seluler (Tabel 23). Harga
     yang murah merupakan alasan 66 persen responden memilih tempat
     tersebut (Tabel 24).
     Pengaruh masing-masing variabel terhadap keputusan pembelian
dapat dilihat dari nilai communality-nya. Pengaruh masing-masing variabel
terhadap keputusan pembelian kartu simPATI berdasarkan derajat
pengaruhnya (communality) disajikan pada Tabel 31.
        Tabel 31. Nilai communalities masing-masing variabel
                      Keterangan                 Communality
      Sinyal dan jaringan                            0,768
      Kemudahan mendapatkan dan isi ulang            0,751
      Tarif (percakapan dan SMS)                     0,735
      Harga kartu perdana                            0,692
      Harga isi ulang                                0,691
      Tempat pembelian                               0,632
       Sinyal dan jaringan merupakan variabel yang paling mempengaruhi
       responden dalam pengambilan keputusan pembelian kartu simPATI
       berdasarkan nilai communality seperti yang terlihat pada Tabel 31 diatas.
       Variabel sinyal dan jaringan mempunyai nilai communality terbesar yaitu
       0,768. Sinyal dan jaringan merupakan faktor yang paling mempengaruhi
       keputusan konsumen dalam membeli kartu simPATI karena responden
       mengharapkan manfaat dari menggunakan kartu simPATI sebagai sarana
       untuk mempermudah komunikasi (Tabel 11).


4.7.   Analisis Sikap Konsumen
            Analisis sikap konsumen dalam penelitian ini meliputi analisis sikap
       konsumen, norma subyektif dan analisis maksud perilaku konsumen.
       Ketiganya menggunakan metode multiatribut Fishbein.
       4.7.1. Analisis Sikap Konsumen Dengan Multiatribut Fishbein
                   Penilaian sikap konsumen dengan menggunakan model
              multiatribut Fishbein menekankan adanya tingkat kepentingan yang
              diberikan konsumen terhadap suatu atribut (Sumarwan, 2003).
              Penilaian sikap konsumen dilakukan dengan skor yang didapatkan
              dari pengukuran tingkat kepercayaan dan evaluasi kepercayaan.
              Tingkat kepercayaan (bi) terhadap atribut produk menggambarkan
              tingkat kepentingan suatu atribut yang dimiliki oleh produk yang
              dalam hal ini adalah kartu simPATI.
                   Tingkat kepercayaan merupakan penilaian yang diberikan
              konsumen terhadap produk sebelum menggunakannya. Responden
              dalam penelitian ini memberikan penilaian terhadap sepuluh atribut
              yang dimiliki oleh kartu simPATI yaitu harga kartu perdana, tarif
              (baik percakapan maupun SMS), sinyal dan jaringan, fitur dan
              pelayanan, promosi, bonus dan hadiah, kepopuleran merek,
              kemudahan mendapatkan dan isi ulang, harga isi ulang dan jangka
              waktu dan masa aktif. Tabel 32 berisi skor penilaian tingkat
              kepercayaan responden terhadap masing-masing atribut.
Tabel 32. Tingkat kepercayaan responden terhadap atribut kartu
          simPATI
 Atribut                  Keterangan                Tingkat
                                                 kepercayaan
                                                      (bi)
   A      Harga kartu perdana                         4,34
   B      Tarif (percakapan dan SMS)                  4,47
   C      Sinyal dan jaringan                         4,64
   D      Fitur dan pelayanan                         3,40
   E      Promosi                                     3,89
    F     Bonus dan hadiah                            4,12
   G      Kepopuleran merek                           3,36
   H      Kemudahan membeli dan isi ulang             4,19
    I     Harga isi ulang                             4,20
    J     Jangka waktu (masa aktif dan tenggang)      4,21
                         Total rataan                40,82

Atribut sinyal dan jaringan mendapatkan skor terbesar dalam
penilaian tingkat kepercayaan yaitu 4,64 berdasarkan Tabel 32 di
atas. Sinyal dan jaringan merupakan atribut yang paling penting
dalam memilih kartu simPATI. Pada kegiatan pengenalan
kebutuhan, manfaat yang diharapkan responden dari pembelian
kartu simPATI adalah untuk mempermudah komunikasi (Tabel 11)
sehingga sinyal dan jaringan merupakan atribut pertama yang harus
diperhatikan. Atribut sinyal dan jaringan juga merupakan atribut
yang menjadi pertimbangan bagi 32,14 persen responden ketika
akan membeli kartu simPATI (Tabel 16). Pada penilaian tingakat
kepercayaan responden terhadap atribut kartu simPATI ini, atribut
kepopuleran merek mendapatkan skor terendah yaitu 3,36.
     Responden     yang    telah   melakukan     penilaian   tingkat
kepercayaan terhadap atribut produk selanjutnya diminta melakukan
evaluasi kepercayaan (ei) terhadap kinerja atribut-atribut tersebut.
Evaluasi kepercayaan responden merupakan gambaran tingkat
kepuasan responden terhadap kinerja masing-masing atribut.
Informasi tentang penilaian responden terhadap kinerja atribut yang
dimiliki kartu simPATI dapat dilihat selengkapnya pada Tabel 33.
Tabel 33. Evaluasi kepercayaan responden terhadap atribut kartu
          simPATI
 Atribut                 Keterangan                 Evaluasi
                                                  kepercayaan
                                                       (ei)
    A     Harga kartu perdana                          3,39
    B     Tarif (percakapan dan SMS)                   3,38
    C     Sinyal dan jaringan                          4,28
    D     Fitur dan pelayanan                          3,35
    E     Promosi                                      3,35
    F     Bonus dan hadiah                             2,80
    G     Kepopuleran merek                            3,07
    H     Kemudahan membeli dan isi ulang              3,46
    I     Harga isi ulang                              3,32
    J     Jangka waktu (masa aktif dan tenggang)       3,93
                        Total rataan                  34,33

Penilaian evaluasi kepercayaan terhadap atribut kartu simPATI yang
disajikan pada Tabel 33 menunjukkan bahwa atribut sinyal dan
jaringan tetap mendapatkan skor penilaian tertinggi (4,28).
Responden menilai atribut sinyal dan jaringan sudah mempunyai
kinerja yang memuaskan. Atribut bonus dan hadiah dalam evaluasi
kepercayaan ini mendapatkan skor terendah (2,80). Responden
menganggap bahwa kartu simPATI belum memberikan bonus dan
hadiah sesuai dengan harapan mereka. Dalam evaluasi alternatif
juga disebutkan bahwa pertimbangan terbesar kedua responden
menggunakan kartu seluler lain adalah bonus dan hadiah (Tabel 19).
     Skor hasil penilaian tingkat kepercayaan dan evaluasi
kepercayaan terhadap atribut-atribut yang dimiliki kartu simPATI
selanjutnya digunakan untuk melakukan penilaian terhadap sikap
konsumen.   Penilaian   sikap    konsumen   ini   bertujuan   untuk
mengetahui bagaimana sikap konsumen terhadap kartu simPATI
berdasarkan atribut-atribut yang dimilikinya. Nilai sikap konsumen
merupakan hasil perkalian antara tingkat kepercayaan (bi) dengan
evaluasi kepercayaan (ei).      Penilaian sikap konsumen dengan
menggunakan multiatribut Fishbein selengkapnya disajikan pada
Tabel 34.
          Tabel 34. Penilaian sikap konsumen terhadap kartu simPATI
        Atribut       Tingkat            Evaluasi
                  kepercayaan (bi) kepercayaan (ei)
                                                             bi × e i
          A            4,34               3,39                14,71
          B            4,47               3,38               15,09
          C            4,64               4,28               19,85
          D            3,40               3,35                11,40
          E            3,89               3,35               13,06
          F            4,12               2,80                11,53
          G            3,36               3,07                10,33
          H            4,19               3,46                14,49
          I            4,20               3,32               13,93
          J            4,21               3,93                16,55
                      Total bi × ei (AB)                     140,94

            Penelitian ini hanya mengkaji satu merek yaitu simPATI maka
      untuk mengintepretasikan skor Fishbein digunakan interval lima
      selang yaitu :
      1. 10    ≤ AB ≤ 58    : kategori sangat negatif atau buruk
      2. 58    < AB ≤ 107 : kategori negatif atau buruk
      3. 107 < AB ≤ 156 : kategori netral atau biasa
      4. 156 < AB ≤ 205 : kategori positif atau baik
      5. AB > 205           : kategori sangat positif atau sangat baik
      Skor Fishbein yang didapat dari penilaian sikap di atas adalah
      140,94 sehingga dapat dikategorikan biasa yaitu kartu simPATI
      mendapat tanggapan sikap yang sama dengan kartu seluler lainnya.


4.7.2. Analisis Nilai Norma Subyektif
            Nilai norma subyektif menggambarkan pengaruh pihak
      eksternal terhadap perilaku konsumen. Dalam penelitian ini yang
      termasuk pihak eksternal yaitu keluarga (orang tua, kakak atau
      adik), pacar, teman dan tenaga penjual. Nilai norma subyektif
      didapatkan dari hasil perkalian antara peubah keyakinan normatif
      dengan      peubah   motivasi.    Peubah     keyakinan       normatif
      menggambarkan seberapa besar pengaruh pihak eksternal terhadap
      keputusan pembelian kartu simPATI. Informasi selengkapnya
tentang penilaian terhadap peubah keyakinan normatif disajikan
dalam Tabel 35.
          Tabel 35. Penilaian peubah keyakinan normatif
 Peubah                 Keterangan                Keyakinan
                                                normatif (NBj)
    A      Anggota keluarga                          4,21
    B      Pacar                                     3,87
    C      Teman                                     4,22
    D      Tenaga penjual                            3,75
                    Total rataan                    16,06

Penilaian selanjutnya setelah penilaian peubah keyakinan normatif
adalah melakukan penilaian terhadap peubah motivasi. Peubah
motivasi mengukur besarnya kemungkinan responden mengikuti
pengaruh pihak eskternal dalam pengambilan keputusan pembelian.
Tabel 36 menyajikan penilaian terhadap peubah motivasi responden
dalam pengambilan keputusan pembelian kartu simPATI
                  Tabel 36. Penilaian peubah motivasi
 Peubah                Peubah                  Motivasi (MCj)
   A       Anggota keluarga                         4,21
   B       Pacar                                    3,84
   C       Teman                                    4,12
   D       Tenaga penjual                           3,80
                    Total rataan                   15,96

Nilai norma subyektif (SN) selanjutnya dicari setelah nilai peubah
keyakinan dan peubah motivasi diketahui. Nilai norma subyektif
merupakan perkalian antara skor pengukuran keyakinan normatif
dan motivasi. Tabel 37 menyajikan nilai norma subyektif responden.
                    Tabel 37. Nilai norma subyektif
 Peubah       Keyakinan       Motivasi
                                                  NBj × MCj
            normatif (NBj)      (MCj)
    A            4,21            4,21                   17,74
    B            3,87            3,84                   14,84
    C            4,22            4,12                   17,39
    D            3,75            3,80                   14,26
           Total NBj × MCj (SN)                         64,24
      Pihak eksternal yang paling berpengaruh dalam pembelian kartu
      simPATI adalah keluarga seperti yang ditunjukkan Tabel 37 diatas.
      Pengaruh kedua berasal dari teman, ketiga berasal dari pacar dan
      terakhir berasal dari tenaga penjual.


4.7.3. Analisis Nilai Perilaku Konsumen
            Analisis nilai perilaku konsumen dilakukan setelah nilai sikap
      konsumen dan nilai norma subyektif diketahui. Dalam penelitian ini,
      nilai maksud perilaku ekuivalen dengan nilai perilaku konsumen
      karena faktor lain tidak diperhitungkan. Nilai perilaku konsumen
      didapatkan dari nilai sikap (AB) dan nilai norma subyektif (SN).
      Nilai sikap dapat dilihat pada Tabel 34 sedangkan nilai norma
      subyektif (SN) dapat dilihat pada Tabel 37. Nilai perilaku konsumen
      tidak didapat begitu saja dari nilai sikap dan nilai norma subyektif
      tetapi harus ditentukan dahulu bobot untuk nilai sikap (w1) dan nilai
      norma subyektif (w2). Dengan menggunakan rumus Fishbein maka
      didapatkan nilai w1 sebesar 0,75 dan nilai w2 0,25.
            Nilai w1 yang lebih besar dari nilai w2 menunjukkan bahwa
      perilaku konsumen dalam pembelian kartu simPATI lebih
      dipengaruhi oleh diri sendiri. Dalam proses pengambilan keputusan
      pembelian kartu simPATI dapat dilihat bahwa mayoritas responden
      membeli kartu simPATI atas keinginan sendiri (Tabel 20).
      Nilai perilaku didapatkan dari rumus Fishbein sebagai berikut :
      B ~ BI = w1 (AB) + w2 (SN)
                = 0,75 (140,94) + 0,25 (64,24)
                = 118,02
      Penelitian ini hanya mengkaji satu merek saja, maka untuk
      mengintepretasikan hasilnya digunakan interval dengan lima selang
      yaitu :
      1. 10     ≤ B ~ BI ≤ 45   : kategori sangat negatif atau buruk
      2. 45     < B ~ BI ≤ 91   : kategori negatif atau buruk
      3. 91 < B ~ BI ≤ 137 : kategori netral atau biasa
              4. 137 < B ~ BI ≤ 183 : kategori positif atau baik
              5. B ~ BI > 183          : kategori sangat positif atau sangat baik
              Skor penilaian yang didapatkan dari pengukuran nilai perilaku
              konsumen di atas adalah 118,02. Berdasarkan interval di atas, maka
              perilaku konsumen dapat dikategorikan biasa.


4.8.   Implikasi Hasil Penelitian
            Penelitian mengenai perilaku konsumen di Institut Pertanian Bogor
       tidak hanya untuk mengetahui proses keputusan pembelian dan preferensi
       konsumen terhadap atribut-atribut kartu simPATI, namun juga dapat
       digunakan sebagai dasar dalam penetapan strategi perusuhaan khususnya
       strategi bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, promosi dan
       tempat. Strategi pemasaran yang tepat dapat digunakan perusahaan dalam
       mempertahankan pangsa pasarnya maupun untuk mendapatkan pangsa
       pasar baru.
       4.8.1. Produk
              a. Evaluasi Hasil Penelitian
                       Produk   merupakan     bauran   pemasaran     yang    paling
                 mendasar karena produk merupakan penawaran nyata oleh
                 perusahaan pada konsumen. Pada studi perilaku konsumen dalam
                 pengambilan keputusan pembelian kartu simPATI ini dilakukan
                 analisis terhadap atribut-atribut yang melekat apada kartu
                 simPATI yaitu atribut harga kartu perdana, tarif (percakapan
                 maupun SMS), sinyal dan jaringan, fitur dan pelayanan, promosi,
                 bonus dan hadiah, kepopuleran merek, kemudahan membeli dan
                 isi ulang, harga isi ulang dan jangka waktu sesuai dengan
                 keinginan dan kebutuhan konsumen di Institut Pertanian Bogor
                 yang dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat sarjana.
                       Tingkat kepercayaan konsumen pada kesepuluh atribut
                 tersebut dapat dilihat pada Tabel 32. Berdasarkan Tabel 32 dapat
                 dilihat bahwa atribut sinyal dan jaringan merupakan atribut
                 dengan nilai yang tertinggi yaitu 4,64 yang berarti atribut ini
  dianggap paling penting oleh konsumen. Dengan menggunakan
  data pengelompokan konsumen tentang pertimbangan konsumen
  menggunakan kartu simPATI pada Tabel 16, atribut sinyal dan
  jaringan merupakan atribut yang dipilih oleh 32,14 persen
  responden dan merupakan jumlah mayoritas. Atribut sinyal dan
  jaringan juga merupakan atribut dengan nilai communality
  terbesar yaitu 0,768 (Tabel 31) dan masuk dalam komponen
  utama pertama bersama dengan variabel tarif.
       Atribut yang paling menarik dari kartu simPATI adalah
  atribut bonus dan hadiah. Atribut bonus dan hadiah menempati
  posisi ketujuh dengan nilai 4,12 pada penilaian tingkat
  kepercayaan responden seperti yang terdapat pada Tabel 32 dan
  menjadi atribut dengan nilai terkecil pada evaluasi kepercayaan
  konsumen pada Tabel 33 dengan nilai 2,80. Sedangkan pada
  pengelompokan konsumen berdasarkan pertimbangan konsumen
  menggunakan atribut kartu simPATI, atribut bonus dan hadiah
  merupakan    atribut   keempat   yang   menjadi   pertimbangan
  responden menggunakan kartu simPATI dan merupakan atribut
  kedua (26,53%) yang menjadi pertimbangan responden ketika
  menggunakan kartu seluler lain (Tabel 19). Berdasarkan data di
  atas dapat disimpulkan bahwa atribut bonus dan hadiah kartu
  simPATI belum memberikan tingkat kepuasan maksimal pada
  para pengguna kartu simPATI.
b. Implikasi Terhadap Strategi Bauran Produk
       Implikasi penelitian terhadap strategi bauran produk
  khususnya atribut produk kartu simPATI yaitu sinyal dan
  jaringan serta bonus dan hadiah dapat digunakan oleh perusahaan
  untuk merumusakan strategi pemasarannya. Berdasarkan diagram
  Importance-Performance Analysis yang disajikan pada Gambar 6
  dapat diambil kesimpulan bahwa atribut sinyal dan jaringan
  merupakan atribut dengan tingkat kepuasan tertinggi karena
  kinerjanya sesuai dengan harapan konsumen. Atribut ini harus
        dipertahankan.        Semakin     banyaknya      konsumen       yang
        menggunakan kartu simPATI dan adanya kartu seluler lain yang
        menggunakan jaringan PT. Telkomsel merupakan hal yang harus
        diwaspadai karena dapat mempengaruhi kualitas sinyal dan
        jaringan.
               PT. Telkomsel harus lebih banyak memberikan bonus dan
        hadiah kepada para pelanggan kartu simPATI karena atribut
        bonus dan hadiah menempati kuadran pertama pada diagram
        Importance-Performance Analysis yang berarti atribut ini
        dianggap penting oleh konsumen tetapi memiliki kinerja yang
        kurang memuaskan. Berdasarkan hasil wawancara kepada
        beberapa responden, bonus dan hadiah yang diharapkan adalah
        hadiah yang bersifat langsung artinya tanpa harus melewati
        pengundian sebagai contoh SMS gratis maupun telepon gratis
        seperti yang dilakukan oleh beberapa pesaingnya.


4.8.2. Harga
      a. Evaluasi Hasil Penelitian
               Atribut kartu simPATI yang akan berkaitan dengan bauran
        harga yaitu harga kartu perdana dan harga isi ulang. Atribut
        pertama yang berkaitan dengan harga yang akan dikaji adalah
        harga perdana. Berdasarkan Tabel 32 tentang tingkat kepercayaan
        konsumen responden, atribut harga perdana menjadi atribut kedua
        dengan nilai 4,34. Sedangkan pada Tabel 33 tentang evaluasi
        kepercayaan responden terhadap kartu simPATI, atribut harga
        menempati urutan keempat dengan nilai 3,39.
               Harga menjadi pertimbangan bagi 14,29 persen responden
        ketika akan membeli kartu simPATI (Tabel 16). Variabel harga
        perdana     menjadi    komponen     utama     ketiga   dengan   nilai
        communality 0,692 (Tabel 31). Berdasarkan Tabel 24 tentang
        alasan responden memilih tempat pembelian kartu simPATI, 66
        persen responden menyatakan membeli kartu simPATI ditempat
        yang menjual kartu simPATI dengan harga yang lebih murah.
                Atribut kedua yang berkaitan dengan bauran harga adalah
        atribut harga isi ulang. Pada Tabel 32 mengenai tingkat
        kepercayaan responden terhadap kartu simPATI, atribut ini
        menempati posisi kelima dengan nilai 4,20 dan menempati posisi
        kedelapan dengan nilai 3,32 pada evaluasi kepercayaan yang
        ditampilkan pada Tabel 33. Variabel harga isi ulang menempati
        komponen utama kedua bersama dengan variabel harga perdana
        dengan nilai communality 0,691 (Tabel 31).
      b. Implikasi Terhadap Strategi Bauran Harga
                Atribut harga baik harga kartu perdana maupun harga isi
        ulang     pada    diagram    Importance-Performance       Analysis
        (Gambar 6) menempati kuadran pertama yang berarti mempunyai
        kinerja yang belum memuaskan dibandingkan dengan harapan
        konsumen dan merupakan atribut dengan prioritas utama untuk
        ditingkatkan. Harga kartu perdana merupakan atribut yang
        mempunyai prioritas utama untuk ditingkatkan daripada harga isi
        ulang karena nilai communality lebih tinggi dari variabel harga isi
        ulang (Tabel 31). Harga kartu perdana kartu simPATI yaitu Rp.
        15.000,00 masih dirasakan mahal pelanggan karena beberapa
        merek pesaing utama kartu simPATI yaitu kartu IM3 Indosat
        mempunyai harga perdana yang lebih murah yaitu Rp. 8000,00


4.8.3. Promosi
      a. Evaluasi Hasil Penelitian
                Pada Tabel 32 tentang tingkat kepercayaan responden
        terhadap kartu simPATI, atribut promosi menempati posisi
        kedelapan dengan nilai 3,89 dan pada evaluasi kepercayaan
        responden menempati posisi ketujuh dengan nilai 3,35 seperti
        yang dapat dilihat pada Tabel 33. Atribut promosi mempunyai
        tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan dibawah rata-rata.
      b. Implikasi Terhadap Strategi Bauran Promosi
                Atribut promosi menempati kuadran ketiga pada diagram
        Importance-Performance Analysis (Gambar 6) maka tergolong
        atribut yang dianggap kurang penting oleh pelanggan karena
        tingkat kepentingan maupun kepuasan yang dimilikinya masih
        dibawah     rata-rata.   Promosi   sebaiknya   dilakukan   dengan
        menggunakan media elektronik baik televisi maupun radio karena
        media ini merupakan sumber informasi sebagian besar responden
        tentang kartu simPATI seperti yang disajikan pada Tabel 14.


4.8.4. Tempat
      a. Evaluasi Hasil Penelitian
                Tempat merupakan hal yang tidak dapat dikesampingkan
        dalam pemasaran karena tidak jarang konsumen membeli produk
        karena pengaruh tempat. Responden dalam penelitian ini
        sebagian besar membeli kartu simPATI di counter-counter
        telepon seluler seperti yang dapat dilihat pada Tabel 23. Variabel
        tempat menempati komponen utama ketiga dengan nilai
        communality 0,632 (Tabel 31).
      b. Implikasi Terhadap Strategi Bauran Tempat
                Implikasi penelitian terhadap strategi bauran pemasaran
        yang berkaitan dengan tempat adalah memberikan pelayanan
        yang baik kepada konsumen kartu simPATI meskipun dalam
        penelitian ini, hanya 6 persen responden yang memilih tempat
        dengan pelayanan baik sebagai tempat membeli kartu simPATI.
        Seiring dengan semakin ketatnya persaingan bisnis seluler,
        pelayanan suatu saat menjadi alasan utama responden memilih
        tempat pembelian disaat harga sudah tidak dapat ditekan lagi.
                       KESIMPULAN DAN SARAN




1.   Kesimpulan
     a.   Karakteristik respondon dalam penelitian ini adalah sebagian besar
          responden berjenis kelamin perempuan dan berusia 19 tahun, serta
          sebagian besar sedang duduk di semester empat. Sumber keuangan
          responden berasal dari orang tua dengan pengeluaran kurang dari
          Rp. 500.000,00 per bulan.
     b.   Pada tahap pengenalan kebutuhan, manfaat utama yang dicari
          konsumen dari pembelian kartu simPATI adalah sebagai sarana untuk
          mempermudah komunikasi. Motivasi yang melandasi konsumen
          membeli kartu simPATI adalah pengetahuan yang dimiliki konsumen
          tentang kartu simPATI dan yang menjadi halangan konsumen untuk
          membeli kartu simPATI adalah harganya yang mahal baik harga kartu
          perdana maupun isi ulangnya. Konsumen mendapatkan informasi
          tentang kartu simPATI dari media elektronik baik televisi maupun
          radio. Informasi yang menjadi perhatian konsumen tentang kartu
          simPATI adalah sinyal dan jaringan.
               Pada tahap evaluasi alternatif, sinyal dan jaringan tetap menjadi
          perhatian utama dari konsumen. Sebagian besar pengguna kartu
          simPATI pernah menggunakan kartu seluler lain dan kartu IM3 dari
          Indosat adalah yang paling banyak digunakan. Pertimbangan
          konsumen menggunakan kartu seluler lain adalah harga. Konsumen
          melakukan pembelian kartu simPATI secara terencana dan atas
          keinginan sendiri, sedangkan pengaruh orang lain adalah memberitahu.
               Konsumen sebagian besar membeli kartu simPATI di counter-
          counter telepon seluler dengan alasan lebih murah. Setelah
          menggunakan kartu simPATI sebagian besar responden menyatakan
          puas. Konsumen akan membeli kartu seluler lain dan tetap
          menggunakan kartu simPATI jika kartu seluler lain mengadakan
          promosi. Sebagian besar konsumen telah menggunakan kartu simPATI
          selama setahun dan menghabiskan pulsa Rp50.000,00-Rp.100.000,00
          setiap bulannya. Selain itu, sinyal dan jaringan, kemudahan
          mendapatkan dan isi ulang, tarif (percakapan dan SMS, harga kartu
          perdana, harga isi ulang serta tempat pembelian merupakan lima faktor
          yang paling mempengaruhi keputusan pembelian responden.
     c.   Hasil lain penelitian ini menunjukan bahwa sinyal dan jaringan
          dianggap sebagai atribut paling dominan karena mempunyai nilai
          tingkat kepentingan dan kepuasan tertinggi.
     d.   Sikap dan maksud perilaku konsumen terhadap kartu simPATI
          menurut model multiatribut Fishbein tergolong biasa. Hal ini
          dikarenakan dari sepuluh atribut yang dimiliki kartu simPATI yaitu
          harga kartu perdana, tarif, sinyal dan jaringan, fitur dan pelayanan,
          promosi, bonus dan hadiah, kepopuleran             merek,   kemudahan
          mendapatkan dan isi ulang, harga isi ulang dan yang terakhir jangka
          waktu dan masa katif, hanya tiga atribut yang mempunyai kinerja yang
          memuaskan yaitu atribut sinyal dan jaringan, kemudahan mendapatkan
          dan isi ulang serta atribut jangka waktu dan masa aktif.
2.   Saran
     a.   Penelitian selanjutnya perlu melakukan analisis terhadap kartu seluler
          GSM lainnya selain kartu simPATI khususnya yang berbasis CDMA
          karena bisnis seluler CDMA mulai berkembang di Indonesia.
     b.   Ruang lingkup penelitian selanjutnya bisa diperluas misalnya
          masyarakat di Kota Bogor.
                           DAFTAR PUSTAKA




Cakram.   2006. ”A-Z Rayuan Telepon Seluler”, www.cakram.co.id/cgi-
           bin/index.cgi?p= 011&id=27 - 14k. [20 Maret 2006]

Engel, F, Roger D. B and Paul W. W 1994. Perilaku konsumen (Terjemahan,
           Jilid I). Binarupa Aksara, Jakarta.

Fitriani, I. E. 2004. Analisis Perilaku Konsumen Sebagai Respon Dari Strategi
             Pemasaran Produk Telkomflexi-PT. Telkom tbk. Skripsi pada
             Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut
             Pertanian Bogor, Bogor.

Juniansyah, A. 2005. Analisis Perilaku Konsumen Dalam Keputusan Pembelian
           Kartu IM3 di Bandar Lampung. Skripsi pada Departemen Manajemen,
           Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Kotler, P. 2002. Manajemen Pemasaran, edisi kesepuluh. Edisi Bahasa
          Indonesia. PT Prenhallindo, Jakarta.


__________and G. Amstrong. 1997. Dasar-Dasar Pemasaran (Terjemahan,
         Jilid I). PT Prenhallindo, Jakarta.


Manuhutu, A. 2003. Analisis Ekuitas Merek atas Merek-merek Teh dalam
          Kemasan. Skripsi Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian,
          Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Oktawirawan. 2004. Analisis Sikap Konsumen Simcard Telepon Genggam,
          Skripsi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan
          Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Pasaribu, E. A. 2005. Analisis Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap
          Penggunaan Kartu simPATI, Skripsi pada Departemen Manajemen,
          Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Kapan Lagi. 2006. “Pilih-Pilih Kartu Seluler GSM, Tak Perlu Bingung”.
         www.kapanlagi.com/a/ 0000002484.html - 26k. [21 Maret 2006]
Pohan, A. 2005. “Industri Telekomunikasi 2005. Prospek Cerah Tapi Perlu
          Regulasi Berimbang”. http://www.kompas.com /news.html?id=
          137850-19k. [21 Maret 2006]

Rangkuti, F. 1997. Riset Pemasaran. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.


Republika.      2006. ”Setelah Akses Fokus Pada Titik Layanan”.
             www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=239681&kat_id=338- 32k.
             [20 Maret 2006]

Setiadi, N. J. 2003. Perilaku Konsumen : Konsep dan Implikasi Untuk Penelitian
            Pemasaran. Prenada Media, Jakarta

Silalahi, A. A.G. 2001. Analisis Perilaku Konsumen Teh Celup Dan Implikasinya
             Pada Strategi Pemasaran Di Daerah Kotamadya Bogor. Skripsi
             Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian
             Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Simamora, B. 2004. Panduan Riset Perilaku Konsumen. PT Gramedia Pustaka
          Utama, Jakarta.

Sumarwan, U. 2003. Perilaku Konsumen : Teori dan Penerapannya dalam
         Pemasaran. PT Ghalia Indonesia, Bogor.

Suriahardja, K. 2006. ” Registrasi Prabayar, Antara Kebohongan dan Kejujuran”.
           www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=220333 - 17k.
            [21 Maret 2006]

“Telkomsel Melayani 26 Juta Pelanggan Kepercayaan pasar selular terhadap
          produk Telkomsel (kartuHALO, simPATI dan Kartu As)”.
          www.telkomsel.com/ - 79k [13 Apr 2006]

Warta   Ekonomi. 2004. ”Telepon Seluler Tarifnya Bakal Turun”.
          www.wartaekonomi.com/ indikator?aid=4486&cid=25. [15 Maret
          2006]
LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

                                                                                           No. Responden : ……
  Kuesioner ini digunakan sebagai bahan penelitian mengenai “ANALISIS
  PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN
  KARTU simPATI OLEH MAHASISWA SI DI INSTITUT PERTANIAN
  BOGOR” oleh Khoirul Aziz Husyairi (H24102075), Mahasiswa Departemen
  Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
  Penelitian ini merupakan bagian dari skripsi yang sedang saya selesaikan. Saya
  mohon kesediaan Anda untuk meluangkan waktu mengisi kuesioner ini secara
  lengkap dan benar. Informasi yang diterima dari kuesioner ini bersifat
  rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan akademis.
  Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda.

Nama     : ................................................................................................................
Fakultas : ................................................................................................................



Bagian 1
                                    SCREENING
Apakah saat ini Anda sebagai salah satu pengguna kartu simPATI Telkomsel?
a. Ya                                  b. Tidak (tidak perlu melanjutkan kuesioner)
Bagian 2. Identitas Responden
Petunjuk : Berilah tanda (X) pada jawaban yang Anda pilih.
1. Jenis Kelamin           : a. Laki-laki              b. Perempuan
2. Usia                    : a. 18 tahun               c. 20 tahun
                             b. 19 tahun               d. Lainnya, sebutkan….........
3. Semester                : a. 1                      f. 6
                             b. 2                      g. 7
                             c. 3                      h. 8
                             d. 4                      i. Lainnya, sebutkan……….
                             e. 5
4. Sumber keuangan setiap bulan (jawaban dapat lebih dari satu) :
   a. Orang tua
   b. Beasiswa atau bantuan lain
   c. Bekerja
   d. Lainnya, sebutkan……………………………………………………………
5. Pengeluaran setiap bulan :
   a. ≤ Rp. 500.000,00
   b. Rp. 500.001,00-Rp. 1000.000,00
   c. Rp. 1000.001,00- Rp.1500.000,00
   d. Rp. 1500.001,00-Rp. 2500.000,00
   e. Lainnya, sebutkan…………………………………………………………..
Lanjutan Lampiran 1

Bagian 3. Proses Keputusan Pembelian
Petunjuk : Berilah tanda (X) pada pilihan Anda (jawaban dapat lebih dari satu)
I. Pengenalan Kebutuhan
   1. Apa manfaat yang Anda harapkan dari pembelian Kartu simPATI?
       a. Sarana komunikasi biasa          d. Sarana mempermudah komunikasi
       b. Simbol kelas sosial              e. Lainnya, sebutkan………………….
       c. Gaya hidup modern
   2. Apakah motivasi Anda menggunakan kartu simPATI?
       a. Anda memiliki pendapatan         d. Perwujudan dari gaya hidup
       b. Anda memiliki pengetahuan        e. Lainnya, sebutkan………………….
       c. Tuntutan perkembangan jaman
   3. Apa yang menjadi halangan Anda membeli Kartu simPATI?
       a. Banyaknya pilihan kartu lain     d. Sulit mendapatkan kartu simPATI
       b. Promosi dari produk lain         e. Lainnya, sebutkan………………….
       c. Harga mahal

II. Pencarian Informasi
    4. Dari manakah Anda mendapatkan informasi tentang Kartu simPATI ?
       a. Media elektronik             d. Teman
       b. Media cetak                  e. Agen penjualan
       c. Anggota keluarga             f. Lainnya, sebutkan………………….
    5. Berdasarkan informasi yang didapatkan, hal apakah yang menjadi
       perhatian Anda?
       a. Sinyal dan jaringan d. Tarif          g. Fitur dan pelayanan
       b. Harga               e. Bonus          h. Lainnya, sebutkan………..
       c. Merek yang terkenal f. Kemudahan memperoleh

III. Evaluasi Alternatif
    6. Hal apakah yang menjadi pertimbangan Anda membeli Kartu simPATI ?
        a. Sinyal dan jaringan d. Tarif                g. Fitur dan pelayanan
        b. Harga                 e. Bonus              h. Lainnya, sebutkan………..
        c. Merek yang terkenal f. Kemudahan memperoleh
     7. Selain Kartu simPATI , apakah anda pernah menggunakan kartu lain?
        a. Ya, sebutkan…………................... b. Tidak (No. 8 tidak perlu dijawab)
     6. Hal apakah yang menjadi pertimbangan Anda menggunakan kartu lain?
        a. Sinyal dan jaringan d. Tarif                g. Fitur dan pelayanan
        b. Harga                 e. Bonus              h. Lainnya, sebutkan………..
        c. Merek yang terkenal f. Kemudahan memperoleh

IV. Keputusan Pembelian
    9. Di manakah Anda membeli Kartu simPATI ?
        a. Dealer-dealer resmi          c. Pengecer
        b. Counter-counter HP           d. Lainnya, sebutkan............................
    10. Apakah alasan Anda memilih tempat tersebut ?
        a. Dekat dengan tempat tinggal  c. Pelayanan yang baik
        b. Lebih murah                  d. Lainnya, sebutkan………………....
Lanjutan Lampiran 1

   11. Bagaimana Anda membeli Kartu simPATI ?
       a. Terencana                    c. Mendadak
       b. Tergantung situasi           d. Lainnya, sebutkan………………....
   12. Bagaimanakah pengaruh orang lain dalam keputusan pembelian Kartu
       simPATI Anda ?
       a. Memberitahu Anda bahwa mereka telah membeli Kartu simPATI
       b. Meminta Anda untuk membeli
       c. Membujuk Anda untuk membeli
       d. Tidak ada komentar
   13. Siapa yang paling mempengaruhi Anda dalam membeli Kartu simPATI ?
       a. Keinginan sendiri            d. Teman
       b. Orang tua                    e. Tenaga penjual
       c. Saudara                      f. Lainnya, sebutkan………...............

V. Evaluasi Pasca Pembelian
   14. Sudah berapa lama Anda menggunakan Kartu simPATI ?
       a. 1 bulan                          c. 3 bulan
       b. 2 bulan                          d. Lainnya, sebutkan………………..
   15. Apakah Anda merasa puas setelah menggunakan Kartu simPATI ?
       a. Puas                    b. Tidak puas              c. Biasa saja
   16. Jika ada merek lain mengadakan promosi (bonus, undian berhadiah dan
       lain-lain)
       a. Membeli merek lain dan tidak menggunakan Kartu simPATI
       b. Membeli merek lain, tetapi tetap menggunakan Kartu simPATI
       c. Tidak terpengaruh
       d. Lainnya, sebutkan………………………………………………………..
   17. Ketika pulsa Kartu simPATI Anda habis, apakah Anda akan melakukan
       pengisian ulang kembali ?
       a. Ya                                b. Tidak
   18. Dalam sebulan, berapa pulsa yang Anda habiskan?
       a. < Rp.25.000,00
       b. Rp. 25.001,00-Rp.50.000,00
       c. Rp. 50.001,00-Rp. 100.000,00
       d. Rp. 100.001,00-Rp. 150.000,00
       e. Lainnya, sebutkan………………………………………………………..

Pertanyaan berikut ini berkaitan dengan variabel yang berpengaruh
terhadap keputusan pembelian kartu simPATI.
Seberapa besar pengaruh variabel dibawah ini terhadap keputusan Anda
melakukan pembelian kartu simPATI?
5 : sangat besar
4 : besar
3 : biasa saja
2 : kecil
1 : sangat kecil
Lanjutan Lampiran 1

 No                   Variabel                 5   4   3      2     1
 1    Harga kartu perdana
  2   Tarif (biaya percakapan dan SMS)
  3   Sinyal dan jaringan
  4   Fitur dan pelayanan
  5   Promosi (iklan)
  6   Bonus dan hadiah
  7   Merek yang terkenal
  8   Kemudahan membeli dan isi ulang
  9   Harga isi ulang
 10   Jangka waktu (masa aktif dan tenggang)
 11   Manfaat
 12   Motivasi
 13   Informasi
 14   Tempat
 15   Orang lain

Bagian 4. Pengukuran Sikap
Petunjuk : Berilah tanda (√) pada pilihan Anda
  I. Kekuatan dan Kepercayaan (tanggapan sebelum membeli)
     Seberapa penting atribut Kartu simPATI mendorong Anda membeli kartu
     tersebut?
     5 : sangat penting
     4 : penting
     3 : biasa saja
     2 : tidak penting
     1 : sangat tidak penting

 No                 Atribut Produk             5   4   3     2      1
  1   Harga kartu perdana
  2   Tarif (biaya percakapan dan SMS)
  3   Sinyal dan jaringan
  4   Fitur dan pelayanan
  5   Promosi (iklan)
  6   Bonus dan hadiah
  7   Merek yang terkenal
  8   Kemudahan membeli dan isi ulang
  9   Harga isi ulang
 10   Jangka waktu (masa aktif dan tenggang)
Lanjutan Lampiran 1

II. Evaluasi Kepercayaan (tanggapan setelah menggunakan)
    Seberapa puaskah Anda terhadap atribut-atribut Kartu simPATI ?
    5 : sangat puas
    4 : puas
    3 : biasa saja
    2 : tidak puas
    1 : sangat tidak puas

 No                  Atribut Produk               5   4     3        2   1
 1     Harga kartu perdana
  2    Tarif (biaya percakapan dan SMS)
  3    Sinyal dan jaringan
  4    Fitur
  5    Promosi (iklan)
  6    Bonus dan hadiah
  7    Merek yang terkenal
  8    Kemudahan membeli dan isi ulang
  9    Harga isi ulang
  10   Jangka waktu (masa aktif dan tenggang)


III. Peubah Keyakinan Normatif
     Seberapa besar pengaruh orang lain (anggota keluarga, pacar, teman dan
     tenaga penjual) terhadap Anda dalam membeli Kartu simPATI ?
     5 : sangat besar
     4 : besar
     3 : biasa saja
     2 : kecil
     1 : sangat kecil

 No                  Atribut Produk               5   4     3        2   1
  1    Anggota keluarga (orang tua, adik/kakak)
  2    Pacar
  3    Teman
  4    Tenaga penjual
Lanjutan Lampiran 1

IV. Peubah Motivasi
    Seberapa besar kemungkinan Anda menuruti orang lain (anggota keluarga,
    pacar, teman dan tenaga penjual) dalam membeli Kartu simPATI ?
   5    : sangat besar
   4    : besar
   3    : biasa saja
   2    : kecil
   1    : sangat kecil

 No               Atribut Produk                 5   4   3     2     1
  1   Anggota keluarga (orang tua, adik/kakak)
  2   Pacar
  3   Teman
  4   Tenaga penjual




                       TERIMA KASIH
LAMPIRAN
Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

                                                                                           No. Responden : ……
  Kuesioner ini digunakan sebagai bahan penelitian mengenai “ANALISIS
  PERILAKU KONSUMEN DALAM KEPUTUSAN PEMBELIAN
  KARTU simPATI OLEH MAHASISWA SI DI INSTITUT PERTANIAN
  BOGOR” oleh Khoirul Aziz Husyairi (H24102075), Mahasiswa Departemen
  Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
  Penelitian ini merupakan bagian dari skripsi yang sedang saya selesaikan. Saya
  mohon kesediaan Anda untuk meluangkan waktu mengisi kuesioner ini secara
  lengkap dan benar. Informasi yang diterima dari kuesioner ini bersifat
  rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan akademis.
  Terima kasih atas bantuan dan kerjasama Anda.

Nama     : ................................................................................................................
Fakultas : ................................................................................................................



Bagian 1
                                    SCREENING
Apakah saat ini Anda sebagai salah satu pengguna kartu simPATI Telkomsel?
a. Ya                                  b. Tidak (tidak perlu melanjutkan kuesioner)
Bagian 2. Identitas Responden
Petunjuk : Berilah tanda (X) pada jawaban yang Anda pilih.
6. Jenis Kelamin           : a. Laki-laki              b. Perempuan
7. Usia                    : a. 18 tahun               c. 20 tahun
                             b. 19 tahun               d. Lainnya, sebutkan….........
8. Semester                : a. 1                      f. 6
                             b. 2                      g. 7
                             c. 3                      h. 8
                             d. 4                      i. Lainnya, sebutkan……….
                             e. 5
9. Sumber keuangan setiap bulan (jawaban dapat lebih dari satu) :
    a. Orang tua
    b. Beasiswa atau bantuan lain
    c. Bekerja
    d. Lainnya, sebutkan……………………………………………………………
10. Pengeluaran setiap bulan :
    f. ≤ Rp. 500.000,00
    g. Rp. 500.001,00-Rp. 1000.000,00
    h. Rp. 1000.001,00- Rp.1500.000,00
    i. Rp. 1500.001,00-Rp. 2500.000,00
    j. Lainnya, sebutkan…………………………………………………………..
Lanjutan Lampiran 1

Bagian 3. Proses Keputusan Pembelian
Petunjuk : Berilah tanda (X) pada pilihan Anda (jawaban dapat lebih dari satu)
IV. Pengenalan Kebutuhan
    1. Apa manfaat yang Anda harapkan dari pembelian Kartu simPATI?
       a. Sarana komunikasi biasa          d. Sarana mempermudah komunikasi
       b. Simbol kelas sosial              e. Lainnya, sebutkan………………….
       c. Gaya hidup modern
    2. Apakah motivasi Anda menggunakan kartu simPATI?
       a. Anda memiliki pendapatan         d. Perwujudan dari gaya hidup
       b. Anda memiliki pengetahuan        e. Lainnya, sebutkan………………….
       c. Tuntutan perkembangan jaman
    3. Apa yang menjadi halangan Anda membeli Kartu simPATI?
       a. Banyaknya pilihan kartu lain     d. Sulit mendapatkan kartu simPATI
       b. Promosi dari produk lain         e. Lainnya, sebutkan………………….
       c. Harga mahal

V. Pencarian Informasi
   4. Dari manakah Anda mendapatkan informasi tentang Kartu simPATI ?
      a. Media elektronik             d. Teman
      b. Media cetak                  e. Agen penjualan
      c. Anggota keluarga             f. Lainnya, sebutkan………………….
   7. Berdasarkan informasi yang didapatkan, hal apakah yang menjadi
      perhatian Anda?
      a. Sinyal dan jaringan d. Tarif          g. Fitur dan pelayanan
      d. Harga               e. Bonus          h. Lainnya, sebutkan………..
      e. Merek yang terkenal f. Kemudahan memperoleh

VI. Evaluasi Alternatif
   6. Hal apakah yang menjadi pertimbangan Anda membeli Kartu simPATI ?
       a. Sinyal dan jaringan d. Tarif                g. Fitur dan pelayanan
       b. Harga                 e. Bonus              h. Lainnya, sebutkan………..
       c. Merek yang terkenal f. Kemudahan memperoleh
    7. Selain Kartu simPATI , apakah anda pernah menggunakan kartu lain?
       a. Ya, sebutkan…………................... b. Tidak (No. 8 tidak perlu dijawab)
    8. Hal apakah yang menjadi pertimbangan Anda menggunakan kartu lain?
       a. Sinyal dan jaringan d. Tarif                g. Fitur dan pelayanan
       b. Harga                 e. Bonus              h. Lainnya, sebutkan………..
       c. Merek yang terkenal f. Kemudahan memperoleh

IV. Keputusan Pembelian
    19. Di manakah Anda membeli Kartu simPATI ?
        a. Dealer-dealer resmi          c. Pengecer
        b. Counter-counter HP           d. Lainnya, sebutkan............................
    20. Apakah alasan Anda memilih tempat tersebut ?
        a. Dekat dengan tempat tinggal  c. Pelayanan yang baik
        b. Lebih murah                  d. Lainnya, sebutkan………………....
Lanjutan Lampiran 1

   21. Bagaimana Anda membeli Kartu simPATI ?
       a. Terencana                    c. Mendadak
       b. Tergantung situasi           d. Lainnya, sebutkan………………....
   22. Bagaimanakah pengaruh orang lain dalam keputusan pembelian Kartu
       simPATI Anda ?
       a. Memberitahu Anda bahwa mereka telah membeli Kartu simPATI
       b. Meminta Anda untuk membeli
       c. Membujuk Anda untuk membeli
       d. Tidak ada komentar
   23. Siapa yang paling mempengaruhi Anda dalam membeli Kartu simPATI ?
       a. Keinginan sendiri            d. Teman
       b. Orang tua                    e. Tenaga penjual
       c. Saudara                      f. Lainnya, sebutkan………...............

V. Evaluasi Pasca Pembelian
   24. Sudah berapa lama Anda menggunakan Kartu simPATI ?
       c. 1 bulan                          c. 3 bulan
       d. 2 bulan                          d. Lainnya, sebutkan………………..
   25. Apakah Anda merasa puas setelah menggunakan Kartu simPATI ?
       a. Puas                    b. Tidak puas              c. Biasa saja
   26. Jika ada merek lain mengadakan promosi (bonus, undian berhadiah dan
       lain-lain)
       a. Membeli merek lain dan tidak menggunakan Kartu simPATI
       b. Membeli merek lain, tetapi tetap menggunakan Kartu simPATI
       c. Tidak terpengaruh
       d. Lainnya, sebutkan………………………………………………………..
   27. Ketika pulsa Kartu simPATI Anda habis, apakah Anda akan melakukan
       pengisian ulang kembali ?
       a. Ya                                b. Tidak
   28. Dalam sebulan, berapa pulsa yang Anda habiskan?
       f. < Rp.25.000,00
       g. Rp. 25.001,00-Rp.50.000,00
       h. Rp. 50.001,00-Rp. 100.000,00
       i. Rp. 100.001,00-Rp. 150.000,00
       j. Lainnya, sebutkan………………………………………………………..

Pertanyaan berikut ini berkaitan dengan variabel yang berpengaruh
terhadap keputusan pembelian kartu simPATI.
Seberapa besar pengaruh variabel dibawah ini terhadap keputusan Anda
melakukan pembelian kartu simPATI?
5 : sangat besar
4 : besar
3 : biasa saja
2 : kecil
1 : sangat kecil
Lanjutan Lampiran 1

 No                   Variabel                 5   4   3     2     1
 1    Harga kartu perdana
  2   Tarif (biaya percakapan dan SMS)
  3   Sinyal dan jaringan
  4   Fitur dan pelayanan
  5   Promosi (iklan)
  6   Bonus dan hadiah
  7   Merek yang terkenal
  8   Kemudahan membeli dan isi ulang
  9   Harga isi ulang
 10   Jangka waktu (masa aktif dan tenggang)
 11   Manfaat
 12   Motivasi
 13   Informasi
 14   Tempat
 15   Orang lain

Bagian 4. Pengukuran Sikap
Petunjuk : Berilah tanda (√) pada pilihan Anda
 V. Kekuatan dan Kepercayaan (tanggapan sebelum membeli)
    Seberapa penting atribut Kartu simPATI mendorong Anda membeli kartu
    tersebut?
    5 : sangat penting
    4 : penting
    3 : biasa saja
    2 : tidak penting
    1 : sangat tidak penting

 No                 Atribut Produk             5   4   3     2     1
  1   Harga kartu perdana
  2   Tarif (biaya percakapan dan SMS)
  3   Sinyal dan jaringan
  4   Fitur dan pelayanan
  5   Promosi (iklan)
  6   Bonus dan hadiah
  7   Merek yang terkenal
  8   Kemudahan membeli dan isi ulang
  9   Harga isi ulang
 10   Jangka waktu (masa aktif dan tenggang)
Lanjutan Lampiran 1

VI. Evaluasi Kepercayaan (tanggapan setelah menggunakan)
    Seberapa puaskah Anda terhadap atribut-atribut Kartu simPATI ?
    5 : sangat puas
    4 : puas
    3 : biasa saja
    2 : tidak puas
    1 : sangat tidak puas

  No                 Atribut Produk               5   4     3        2   1
  1    Harga kartu perdana
   2   Tarif (biaya percakapan dan SMS)
   3   Sinyal dan jaringan
   4   Fitur
   5   Promosi (iklan)
   6   Bonus dan hadiah
   7   Merek yang terkenal
   8   Kemudahan membeli dan isi ulang
   9   Harga isi ulang
  10   Jangka waktu (masa aktif dan tenggang)


VII. Peubah Keyakinan Normatif
     Seberapa besar pengaruh orang lain (anggota keluarga, pacar, teman dan
     tenaga penjual) terhadap Anda dalam membeli Kartu simPATI ?
     5 : sangat besar
     4 : besar
     3 : biasa saja
     2 : kecil
     1 : sangat kecil

  No                 Atribut Produk               5   4     3        2   1
   1   Anggota keluarga (orang tua, adik/kakak)
   2   Pacar
   3   Teman
   4   Tenaga penjual
 Lanjutan Lampiran 1

VIII. Peubah Motivasi
      Seberapa besar kemungkinan Anda menuruti orang lain (anggota keluarga,
      pacar, teman dan tenaga penjual) dalam membeli Kartu simPATI ?
     5    : sangat besar
     4    : besar
     3    : biasa saja
     2    : kecil
     1    : sangat kecil

   No               Atribut Produk                 5   4   3     2     1
    1   Anggota keluarga (orang tua, adik/kakak)
    2   Pacar
    3   Teman
    4   Tenaga penjual




                         TERIMA KASIH
Lampiran 2. Uji validitas responden

                               Kepercayaan    Evaluasi   Normatif   Motivasi   Pengaruh
RES 1    Pearson Correlation          .044       .243       .863       .453       -.029
         Sig. (2-tailed)              .904       .498       .137       .547        .917
         N                              10         10          4          4          15
RES 2    Pearson Correlation          .208       .549       .828       .304        .432
         Sig. (2-tailed)              .564       .100       .172       .696        .108
         N                              10         10          4          4          15
RES 3    Pearson Correlation          .294       -.103      .820     .953(*)       .378
         Sig. (2-tailed)              .410       .776       .180       .047        .165
         N                              10         10          4          4          15
RES 4    Pearson Correlation          .335       .486       -.449      -.475       .190
         Sig. (2-tailed)              .344       .155       .551       .525        .498
         N                              10         10          4          4          15
RES 5    Pearson Correlation        .682(*)      .443       -.064   -.953(*)    .677(**)
         Sig. (2-tailed)              .030       .200       .936       .047        .006
         N                              10         10          4          4          15
RES 6    Pearson Correlation        .668(*)      .142       -.295      .798     .654(**)
         Sig. (2-tailed)              .035       .696       .705       .202        .008
         N                              10         10          4          4          15
RES 7    Pearson Correlation         -.153       .553       -.712      -.101       .383
         Sig. (2-tailed)              .674       .098       .288       .899        .159
         N                              10         10          4          4          15
RES 8    Pearson Correlation          .057       .529       .935       .777        .310
         Sig. (2-tailed)              .877       .116       .065       .223        .261
         N                              10         10          4          4          15
RES 9    Pearson Correlation          .061       .287       .492       .324        .080
         Sig. (2-tailed)              .866       .422       .508       .676        .777
         N                              10         10          4          4          15
RES 10   Pearson Correlation          .418     .759(*)      .587       .753        .381
         Sig. (2-tailed)              .229       .011       .413       .247        .162
         N                              10         10          4          4          15
RES 11   Pearson Correlation          .216       .223       .584       -.777       .419
         Sig. (2-tailed)              .549       .535       .416       .223        .120
         N                              10         10          4          4          15
RES 12   Pearson Correlation        .730(*)      .617     .978(*)      .453        .280
         Sig. (2-tailed)              .016       .058       .022       .547        .312
         N                              10         10          4          4          15
RES 13   Pearson Correlation         -.039    .840(**)      -.419      .913      .634(*)
         Sig. (2-tailed)              .916       .002       .581       .087        .011
         N                              10         10          4          4          15
RES 14   Pearson Correlation          .299       .591       .648       .777        .304
         Sig. (2-tailed)              .401       .072       .352       .223        .271
         N                              10         10          4          4          15
Lanjutan Lampiran 2

RES 15   Pearson Correlation   .646(*)      .478      .712      .648    .649(**)
         Sig. (2-tailed)          .044      .162      .288      .352       .009
         N                          10        10         4         4         15
RES 16   Pearson Correlation       .(a)     .099    .980(*)      .(a)      .315
         Sig. (2-tailed)              .     .785      .020          .      .252
         N                          10        10         4         4         15
RES 17   Pearson Correlation      .468      .581    .963(*)     .271       .126
         Sig. (2-tailed)          .173      .078      .037      .729       .655
         N                          10        10         4         4         15
RES 18   Pearson Correlation      .310      .246      .712       .(a)      .143
         Sig. (2-tailed)          .384      .493      .288          .      .611
         N                          10        10         4         4         15
RES 19   Pearson Correlation   .714(*)      .409      .191     -.112       .217
         Sig. (2-tailed)          .020      .240      .809      .888       .438
         N                          10        10         4         4         15
RES 20   Pearson Correlation     -.174      .349    .980(*)     .515    .565(*)
         Sig. (2-tailed)          .631      .323      .020      .485       .028
         N                          10        10         4         4         15
RES 21   Pearson Correlation     -.103      .479      .712      .648       .280
         Sig. (2-tailed)          .777      .161      .288      .352       .313
         N                          10        10         4         4         15
RES 22   Pearson Correlation      .221      .302      .325    .953(*)   .757(**)
         Sig. (2-tailed)          .540      .397      .675      .047       .001
         N                          10        10         4         4         15
RES 23   Pearson Correlation   .893(**)    -.038      .218      .324       .191
         Sig. (2-tailed)          .001      .917      .782      .676       .496
         N                          10        10         4         4         15
RES 24   Pearson Correlation      .390      .303       .(a)     .595       .188
         Sig. (2-tailed)          .265      .395          .     .405       .501
         N                          10        10         4         4         15
RES 25   Pearson Correlation     -.165      .410     -.191    .953(*)   .725(**)
         Sig. (2-tailed)          .648      .239      .809      .047       .002
         N                          10        10         4         4         15
RES 26   Pearson Correlation      .258    .639(*)    -.449      .777       .079
         Sig. (2-tailed)          .471      .047      .551      .223       .779
         N                          10        10         4         4         15
RES 27   Pearson Correlation     -.259      .079      .639      .777      -.056
         Sig. (2-tailed)          .470      .828      .361      .223       .843
         N                          10        10         4         4         15
RES 28   Pearson Correlation      .388      .303      .712      .648      -.181
         Sig. (2-tailed)          .268      .394      .288      .352       .519
         N                          10        10         4         4         15
RES 29   Pearson Correlation   .694(*)      .589     -.164      .489       .442
         Sig. (2-tailed)          .026      .073      .836      .511       .099
         N                          10        10         4         4         15
Lanjutan Lampiran 2

RES 30   Pearson Correlation     -.056      .321       .530      .648    .672(**)
         Sig. (2-tailed)          .878      .365       .470      .352       .006
         N                          10        10          4         4         15
RES 31   Pearson Correlation   .761(*)      .579        .(a)   .978(*)   .559(*)
         Sig. (2-tailed)          .011      .080           .     .022       .030
         N                          10        10          4         4         15
RES 32   Pearson Correlation   .867(**)     .315      -.007      .237       .321
         Sig. (2-tailed)          .001      .375       .993      .763       .243
         N                          10        10          4         4         15
RES 33   Pearson Correlation      .057    .668(*)   .992(**)    -.913    .609(*)
         Sig. (2-tailed)          .877      .035       .008      .087       .016
         N                          10        10          4         4         15
RES 34   Pearson Correlation   .739(*)      .460       .191      .237       .349
         Sig. (2-tailed)          .015      .181       .809      .763       .203
         N                          10        10          4         4         15
RES 35   Pearson Correlation   .717(*)    .646(*)      .064     -.119      -.013
         Sig. (2-tailed)          .020      .044       .936      .881       .965
         N                          10        10          4         4         15
RES 36   Pearson Correlation   .856(**)     .410       .584      .913       .361
         Sig. (2-tailed)          .002      .239       .416      .087       .186
         N                          10        10          4         4         15
RES 37   Pearson Correlation      .435      .449       .828      .648       .072
         Sig. (2-tailed)          .209      .193       .172      .352       .800
         N                          10        10          4         4         15
RES 38   Pearson Correlation      .490      .457       .270      .103    .516(*)
         Sig. (2-tailed)          .150      .184       .730      .897       .049
         N                          10        10          4         4         15
RES 39   Pearson Correlation      .442      .355      -.712      .280    .558(*)
         Sig. (2-tailed)          .201      .315       .288      .720       .031
         N                          10        10          4         4         15
RES 40   Pearson Correlation   .773(**)     .489    .980(*)     -.112    .594(*)
         Sig. (2-tailed)          .009      .152       .020      .888       .020
         N                          10        10          4         4         15
RES 41   Pearson Correlation      .430      .525       .924      .453      -.084
         Sig. (2-tailed)          .214      .119       .076      .547       .765
         N                          10        10          4         4         15
RES 42   Pearson Correlation   .756(*)      .231    .980(*)     -.280       .389
         Sig. (2-tailed)          .011      .521       .020      .720       .152
         N                          10        10          4         4         15
RES 43   Pearson Correlation      .601      .416      -.213     -.065       .202
         Sig. (2-tailed)          .066      .232       .787      .935       .471
         N                          10        10          4         4         15
RES 44   Pearson Correlation   .870(**)   .659(*)   .980(*)     -.595       .341
         Sig. (2-tailed)          .001      .038       .020      .405       .213
         N                          10        10          4         4         15
Lanjutan Lampiran 2

RES 45   Pearson Correlation     -.194       .377    -.980(*)      .112    .340
         Sig. (2-tailed)          .592       .283       .020       .888    .215
         N                          10         10          4          4      15
RES 46   Pearson Correlation   .854(**)      .355      -.492      -.065    .477
         Sig. (2-tailed)          .002       .314       .508       .935    .072
         N                          10         10          4          4      15
RES 47   Pearson Correlation   .942(**)      .376       .104       .453    .334
         Sig. (2-tailed)          .000       .285       .896       .547    .224
         N                          10         10          4          4      15
RES 48   Pearson Correlation      .490    .773(**)     -.648    -.981(*)   .359
         Sig. (2-tailed)          .151       .009       .352       .019    .189
         N                          10         10          4          4      15
RES 49   Pearson Correlation   .895(**)   .767(**)   .980(*)        .(a)   .273
         Sig. (2-tailed)          .000       .010       .020           .   .325
         N                          10         10          4          4      15
RES 50   Pearson Correlation   .776(**)      .035       .584      -.777    .361
         Sig. (2-tailed)          .008       .923       .416       .223    .186
         N                          10         10          4          4      15
RES 51   Pearson Correlation      .625       .478        .(a)     -.324    .124
         Sig. (2-tailed)          .053       .163           .      .676    .659
         N                          10         10          4          4      15
RES 52   Pearson Correlation   .763(*)       .292      -.419      -.744    .294
         Sig. (2-tailed)          .010       .413       .581       .256    .287
         N                          10         10          4          4      15
RES 53   Pearson Correlation      .430       .303       .648    .978(*)    -.308
         Sig. (2-tailed)          .214       .395       .352       .022    .265
         N                          10         10          4          4      15
RES 54   Pearson Correlation   .903(**)     -.463       .028      -.324    -.211
         Sig. (2-tailed)          .000       .177       .972       .676    .451
         N                          10         10          4          4      15
RES 55   Pearson Correlation      .545       .455       .419      -.812    .480
         Sig. (2-tailed)          .104       .186       .581       .188    .070
         N                          10         10          4          4      15
RES 56   Pearson Correlation   .833(**)   .650(*)       .738       .701    .468
         Sig. (2-tailed)          .003       .042       .262       .299    .078
         N                          10         10          4          4      15
RES 57   Pearson Correlation   .698(*)       .334    .980(*)       .280    .260
         Sig. (2-tailed)          .025       .346       .020       .720    .350
         N                          10         10          4          4      15
RES 58   Pearson Correlation      .178       .548      -.191       .572    .099
         Sig. (2-tailed)          .622       .101       .809       .428    .727
         N                          10         10          4          4      15
RES 59   Pearson Correlation   .816(**)   .666(*)       .712       .701    .432
         Sig. (2-tailed)          .004       .036       .288       .299    .108
         N                          10         10          4          4      15
Lanjutan Lampiran 2

RES 60   Pearson Correlation      .146      .285       .828      -.171       .395
         Sig. (2-tailed)          .688      .425       .172       .829       .146
         N                          10        10          4          4         15
RES 61   Pearson Correlation   .844(**)     .234      -.242       .572       .422
         Sig. (2-tailed)          .002      .516       .758       .428       .117
         N                          10        10          4          4         15
RES 62   Pearson Correlation   .651(*)      .248    -.980(*)     -.112       .382
         Sig. (2-tailed)          .042      .489       .020       .888       .160
         N                          10        10          4          4         15
RES 63   Pearson Correlation      .516      .517        .(a)      .739       .313
         Sig. (2-tailed)          .126      .126           .      .261       .256
         N                          10        10          4          4         15
RES 64   Pearson Correlation   .791(**)     .568       .492      -.648       .385
         Sig. (2-tailed)          .006      .087       .508       .352       .157
         N                          10        10          4          4         15
RES 65   Pearson Correlation   .751(*)      .578        .(a)     -.777       .207
         Sig. (2-tailed)          .012      .080           .      .223       .460
         N                          10        10          4          4         15
RES 66   Pearson Correlation      .353      .541        .(a)      .669    .545(*)
         Sig. (2-tailed)          .317      .106           .      .331       .036
         N                          10        10          4          4         15
RES 67   Pearson Correlation      .575      .610      -.492       .677    .769(**)
         Sig. (2-tailed)          .082      .061       .508       .323       .001
         N                          10        10          4          4         15
RES 68   Pearson Correlation      .629      .142      -.492    .953(*)       .507
         Sig. (2-tailed)          .052      .696       .508       .047       .054
         N                          10        10          4          4         15
RES 69   Pearson Correlation   .755(*)      .501      -.639       .812       .400
         Sig. (2-tailed)          .012      .140       .361       .188       .139
         N                          10        10          4          4         15
RES 70   Pearson Correlation      .219      .450      -.809      -.804    .626(*)
         Sig. (2-tailed)          .544      .192       .191       .196       .012
         N                          10        10          4          4         15
RES 71   Pearson Correlation   .839(**)   .678(*)     -.492       .326       .010
         Sig. (2-tailed)          .002      .031       .508       .674       .971
         N                          10        10          4          4         15
RES 72   Pearson Correlation   .737(*)    .763(*)     -.748       .453       .278
         Sig. (2-tailed)          .015      .010       .252       .547       .317
         N                          10        10          4          4         15
RES 73   Pearson Correlation      .607    .698(*)     -.828    -.953(*)      .277
         Sig. (2-tailed)          .063      .025       .172       .047       .317
         N                          10        10          4          4         15
RES 74   Pearson Correlation      .332    .694(*)     -.180       .648    .613(*)
         Sig. (2-tailed)          .349      .026       .820       .352       .015
         N                          10        10          4          4         15
Lanjutan Lampiran 2

RES 75   Pearson Correlation     .532       .365    -.565   -.777    -.458
         Sig. (2-tailed)         .113       .300    .435     .223     .086
         N                         10         10       4       4        15
RES 76   Pearson Correlation     .084       .493     .(a)    .(a)    -.387
         Sig. (2-tailed)         .817       .148        .       .     .154
         N                         10         10       4       4        15
RES 77   Pearson Correlation   .710(*)      .330     .(a)    .000     .433
         Sig. (2-tailed)         .022       .351        .   1.000     .107
         N                         10         10       4       4        15
RES 78   Pearson Correlation     .560       .377    .712    -.324    -.303
         Sig. (2-tailed)         .093       .283    .288     .676     .272
         N                         10         10       4       4        15
RES 79   Pearson Correlation    -.146       .334    .064     .648     .347
         Sig. (2-tailed)         .688       .345    .936     .352     .205
         N                         10         10       4       4        15
RES 80   Pearson Correlation     .543      -.625     .(a)    .(a)   .580(*)
         Sig. (2-tailed)         .105       .053        .       .     .023
         N                         10         10       4       4        15
RES 81   Pearson Correlation     .516    .647(*)    .712    -.112     .449
         Sig. (2-tailed)         .127       .043    .288     .888     .093
         N                         10         10       4       4        15
RES 82   Pearson Correlation    -.004      -.242    -.332   -.324   .516(*)
         Sig. (2-tailed)         .991       .501    .668     .676     .049
         N                         10         10       4       4        15
RES 83   Pearson Correlation    -.175    -.728(*)   .064    -.324     .510
         Sig. (2-tailed)         .628       .017    .936     .676     .052
         N                         10         10       4       4        15
RES 84   Pearson Correlation   .688(*)      .438    .191     .(a)     .370
         Sig. (2-tailed)         .028       .205    .809        .     .175
         N                         10         10       4       4        15
RES 85   Pearson Correlation    -.158       .014    -.639    .648     .144
         Sig. (2-tailed)         .662       .969    .361     .352     .608
         N                         10         10       4       4        15
RES 86   Pearson Correlation     .183       .375    .090     .648     .436
         Sig. (2-tailed)         .612       .286    .910     .352     .104
         N                         10         10       4       4        15
RES 87   Pearson Correlation     .053      -.053    -.748   -.056   .605(*)
         Sig. (2-tailed)         .884       .885    .252     .944     .017
         N                         10         10       4       4        15
RES 88   Pearson Correlation     .314       .391    -.492    .(a)     .092
         Sig. (2-tailed)         .377       .264    .508        .     .743
         N                         10         10       4       4        15
RES 89   Pearson Correlation     .445       .022    -.191    .648     .287
         Sig. (2-tailed)         .197       .952    .809     .352     .299
         N                         10         10       4       4        15
Lanjutan Lampiran 2

RES 90    Pearson Correlation       .239      .329        .419     -.777      .403
          Sig. (2-tailed)           .507      .353        .581      .223      .136
          N                           10        10           4         4        15
RES 91    Pearson Correlation       .414     -.410        .419      .278    .621(*)
          Sig. (2-tailed)           .234      .239        .581      .722      .014
          N                           10        10           4         4        15
RES 92    Pearson Correlation      -.047      .533       -.639     -.777      .236
          Sig. (2-tailed)           .898      .112        .361      .223      .398
          N                           10        10           4         4        15
RES 93    Pearson Correlation       .005      .237       -.639      .334     -.005
          Sig. (2-tailed)           .990      .510        .361      .666      .987
          N                           10        10           4         4        15
RES 94    Pearson Correlation    .742(*)      .573      .980(*)   .953(*)     .216
          Sig. (2-tailed)           .014      .084        .020      .047      .440
          N                           10        10           4         4        15
RES 95    Pearson Correlation      -.190     -.590      .980(*)    -.595      .420
          Sig. (2-tailed)           .600      .073        .020      .405      .119
          N                           10        10           4         4        15
RES 96    Pearson Correlation       .127      .575       -.648       .(a)     .271
          Sig. (2-tailed)           .728      .082        .352          .     .328
          N                           10        10           4         4        15
RES 97    Pearson Correlation       .238      .279        .064     -.648     -.099
          Sig. (2-tailed)           .508      .435        .936      .352      .727
          N                           10        10           4         4        15
RES 98    Pearson Correlation    .899(**)    -.389        .218     -.777      .363
          Sig. (2-tailed)           .000      .266        .782      .223      .183
          N                           10        10           4         4        15
RES 99    Pearson Correlation       .508      .525        .495     -.114      .314
          Sig. (2-tailed)           .133      .119        .505      .886      .255
          N                           10        10           4         4        15
RES 100   Pearson Correlation       .515    .738(*)     .980(*)     .453      .331
          Sig. (2-tailed)           .127      .015        .020      .547      .228
          N                           10        10           4         4        15


** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
* Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
a. Cannot be computed because at least one of the RES iables is constant.


Jawaban responden no 16, 18, 24, 31, 49, 51, 63, 65, 66, 76, 77, 80, 84, 88, 96
harus dikeluarkan karena konstan.
Lampiran 3. Uji validitas kuisioner

a. Kekuatan kepercayaan
                                                                    Correlations


                                PDNA        TARIF       SINYL       FITR        PRMOSI       BONUS        MREK        MUDAH    H_ULNG    JK_WKT      TOTAL
PDNA        Pearson
                                       1      .089         .058       .129          .115      -.034      -.226(*)       .094      .147   .288(**)       .125
            Correlation
            Sig. (2-tailed)            .      .417         .600       .240          .295       .759         .037        .392      .181      .007        .254
            N                          85       85           85            85         85          85             85       85        85        85          85
TARIF       Pearson
                                  .089              1      .061      -.029         -.115       .196         -.143       .026      .094      .135    .283(**)
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .417              .      .580       .794          .293       .073         .191        .812      .393      .217        .009
            N                          85       85           85            85         85          85             85       85        85        85          85
SINYL       Pearson
                                  .058        .061              1     .027          .177     .230(*)        -.180       .116      .156   .255(*)    .376(**)
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .600        .580              .     .806          .105       .034         .100        .291      .153      .019        .000
            N                          85       85           85            85         85          85             85       85        85        85          85
FITR        Pearson
                                  .129       -.029         .027             1      -.020       .000         .179        .112      .111      .101    .449(**)
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .240        .794         .806             .       .858      1.000         .102        .309      .311      .360        .000
            N                          85       85           85            85         85          85             85       85        85        85          85
PRMOSI      Pearson
                                  .115       -.115         .177      -.020               1     .159         -.203       .116     -.004   .226(*)    .301(**)
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .295        .293         .105       .858               .     .147         .063        .288      .973      .037        .005
            N                          85       85           85            85         85          85             85       85        85        85          85
BONUS       Pearson
                                 -.034        .196      .230(*)       .000          .159             1      -.112       .092      .158      .044    .454(**)
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .759        .073         .034      1.000          .147             .      .307        .404      .149      .692        .000
            N                          85       85           85            85         85          85             85       85        85        85          85
MREK        Pearson
                              -.226(*)       -.143        -.180       .179         -.203      -.112               1     .174     -.093      -.168   .296(**)
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .037        .191         .100       .102          .063       .307               .     .112      .399      .123        .006
            N                          85       85           85            85         85          85             85       85        85        85          85
Lanjutan Lampiran 3
MUDAH       Pearson
                                  .094       .026      .116       .112        .116      .092       .174           1   .494(**)   .231(*)    .609(**)
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .392       .812      .291       .309        .288      .404       .112           .      .000       .033        .000
            N                       85         85         85        85          85         85        85          85         85        85          85
H_ULNG      Pearson
                                  .147       .094      .156       .111      -.004       .158       -.093   .494(**)          1   .278(*)    .516(**)
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .181       .393      .153       .311        .973      .149       .399        .000          .      .010        .000
            N                       85         85         85        85          85         85        85          85         85        85          85
JK_WKT      Pearson
                              .288(**)       .135   .255(*)       .101    .226(*)       .044       -.168   .231(*)    .278(*)           1   .478(**)
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .007       .217      .019       .360        .037      .692       .123        .033      .010           .       .000
            N                       85         85         85        85          85         85        85          85         85        85          85
TOTAL       Pearson
                                  .125   .283(**)   .376(**)   .449(**)   .301(**)   .454(**)   .296(**)   .609(**)   .516(**)   .478(**)          1
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .254       .009      .000       .000        .005      .000       .006        .000      .000       .000           .
            N                       85         85         85        85          85         85        85          85         85        85          85


* Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Lanjutan Lampiran 3

b. Evaluasi kepercayaan
                                                                    Correlations


                              PDNA         TARIF       SINYL        FITR        PRMOSI        BONUS        MREK        MUDAH       H_ULNG     JK_WKT     TOTAL
PDNA       Pearson
                                     1    -.214(*)      -.137      .250(*)         -.023      .221(*)        -.052        .085     .264(*)       .005       .109
           Correlation
           Sig. (2-tailed)           .        .049       .212         .021          .836        .043         .640         .439        .015       .967       .322
           N                         85         85         85              85         85           85             85        85           85        85         85
TARIF      Pearson
                             -.214(*)              1     .194         .051          .012     .281(**)     .294(**)     .218(*)     .221(*)      -.031   .625(**)
           Correlation
           Sig. (2-tailed)      .049               .     .076         .646          .912        .009         .006         .045        .042       .776       .000
           N                         85         85         85              85         85           85             85        85           85        85         85
SINYL      Pearson
                                -.137         .194             1      .019          .054        .153         .071         .017        -.056      .090   .340(**)
           Correlation
           Sig. (2-tailed)      .212          .076             .      .861          .624        .163         .519         .878        .609       .414       .001
           N                         85         85         85              85         85           85             85        85           85        85         85
FITR       Pearson                                                                     -
                             .250(*)          .051       .019               1                 .225(*)        -.009        .184        .140       .025   .313(**)
           Correlation                                                          .463(**)
           Sig. (2-tailed)      .021          .646       .861               .       .000        .038         .933         .092        .203       .819       .004
           N                         85         85         85            85           85           85             85        85           85        85         85
PRMOSI     Pearson                                                        -
                                -.023         .012       .054                            1      .000         .101         .032        .113      -.077   .240(*)
           Correlation                                             .463(**)
           Sig. (2-tailed)      .836          .912       .624          .000              .      1.000        .358         .768        .302       .483       .027
           N                         85         85         85              85         85           85             85        85           85        85         85
BONUS      Pearson
                             .221(*)      .281(**)       .153      .225(*)          .000              1      .095         .183     .290(**)     -.039   .603(**)
           Correlation
           Sig. (2-tailed)      .043          .009       .163         .038         1.000              .      .386         .093        .007       .724       .000
           N                         85         85         85              85         85           85             85        85           85        85         85
MREK       Pearson
                                -.052     .294(**)       .071         -.009         .101        .095               1    -.008         .072       .131   .484(**)
           Correlation
           Sig. (2-tailed)      .640          .006       .519         .933          .358        .386               .      .938        .510       .231       .000
           N                         85         85         85              85         85           85             85        85           85        85         85
MUDAH      Pearson
                                .085      .218(*)        .017         .184          .032        .183         -.008             1      .073      -.052   .414(**)
           Correlation
Lanjutan Lampiran 3
            Sig. (2-tailed)       .439       .045      .878       .092       .768      .093       .938           .      .504       .634       .000
            N                       85         85         85        85         85         85        85          85         85       85          85
H_ULNG      Pearson
                               .264(*)   .221(*)       -.056      .140       .113   .290(**)      .072        .073          1      .115   .522(**)
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .015       .042      .609       .203       .302      .007       .510        .504          .      .293       .000
            N                       85         85         85        85         85         85        85          85         85       85          85
JK_WKT      Pearson
                                  .005     -.031       .090       .025     -.077       -.039      .131      -.052       .115          1   .229(*)
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .967       .776      .414       .819       .483      .724       .231        .634      .293          .       .035
            N                       85         85         85        85         85         85        85          85         85       85          85
TOTAL       Pearson
                                  .109   .625(**)   .340(**)   .313(**)   .240(*)   .603(**)   .484(**)   .414(**)   .522(**)   .229(*)          1
            Correlation
            Sig. (2-tailed)       .322       .000      .001       .004       .027      .000       .000        .000      .000       .035          .
            N                       85         85         85        85         85         85        85          85         85       85          85
* Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
** Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Lanjutan Lampiran 3

c. Peubah keyakinan normatif
                                      Correlations


                                  KLRGA        PACAR         TMAN        PJUAL        TOTAL
KLRGA           Pearson
                                          1       .003         -.108       -.075      .315(**)
                Correlation
                Sig. (2-
                                          .       .976         .326          .496        .003
                tailed)
                N                         85           85           85           85           85
PACAR           Pearson
                                     .003              1       .183      .334(**)     .752(**)
                Correlation
                Sig. (2-
                                     .976              .       .094          .002        .000
                tailed)
                N                         85           85           85           85           85
TMAN            Pearson
                                    -.108         .183               1     -.044      .412(**)
                Correlation
                Sig. (2-
                                     .326         .094               .       .692        .000
                tailed)
                N                         85           85           85           85           85
PJUAL           Pearson
                                    -.075      .334(**)        -.044             1    .645(**)
                Correlation
                Sig. (2-
                                     .496         .002         .692              .       .000
                tailed)
                N                         85           85           85           85           85
TOTAL           Pearson
                                 .315(**)      .752(**)     .412(**)     .645(**)             1
                Correlation
                Sig. (2-
                                     .003         .000         .000          .000             .
                tailed)
                N                         85           85           85           85           85
**   Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Lanjutan Lampiran 3

d. Peubah motivasi
                                Correlations


                            KLRGA        PACAR         TMAN        PJUAL        TOTAL
KLRGA         Pearson
                                    1       .037         -.171         .080     .381(**)
              Correlation
              Sig. (2-
                                    .       .739         .118          .466        .000
              tailed)
              N                     85           85           85           85           85
PACAR         Pearson
                               .037              1       .132          .165     .641(**)
              Correlation
              Sig. (2-
                               .739              .       .229          .132        .000
              tailed)
              N                     85           85           85           85           85
TMAN          Pearson
                               -.171        .132               1       .200     .499(**)
              Correlation
              Sig. (2-
                               .118         .229               .       .067        .000
              tailed)
              N                     85           85           85           85           85
PJUAL         Pearson
                               .080         .165         .200              1    .682(**)
              Correlation
              Sig. (2-
                               .466         .132         .067              .       .000
              tailed)
              N                     85           85           85           85           85
TOTAL         Pearson
                            .381(**)     .641(**)     .499(**)     .682(**)             1
              Correlation
              Sig. (2-
                               .000         .000         .000          .000             .
              tailed)
              N                     85           85           85           85           85
Lampiran 4. Hasil uji reabilitas

a. Faktor yang mempengaruhi pembelian

***** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******
_

  R E L I A B I L I T Y       A N A L Y S I S   -     S C A L E   (A L P H A)

                                     Mean           Std Dev       Cases

  1.       H_PEDANA                3.2941           1.4543         85.0
  2.       TARIF                   3.9294           1.6020         85.0
  3.       SINYAL                  3.8824           1.5615         85.0
  4.       FITUR                   4.3412            .6823         85.0
  5.       PROMOSI                 3.4000            .9411         85.0
  6.       BONUS                   4.2471            .8004         85.0
  7.       MEREK                   3.3882           1.0589         85.0
  8.       KMUDAHAN                3.8588           1.1250         85.0
  9.       H_ULANG                 3.5529           1.2584         85.0
 10.       JK_WKT                  4.3294            .8506         85.0
 11.       MANFAAT                 4.4471            .8523         85.0
 12.       MOTIVASI                3.5882           1.5606         85.0
 13.       INFO                    3.9529            .9500         85.0
 14.       TEMPAT                  4.2353            .7504         85.0
 15.       ORG_LAIN                3.7529            .8151         85.0


Reliability Coefficients

N of Cases =          85.0                          N of Items = 15

Alpha =       .4579
Lanjutan lampiran 4

b. Kekuatan kepercayaan

***** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******
_

  R E L I A B I L I T Y      A N A L Y S I S   -     S C A L E   (A L P H A)

                                   Mean            Std Dev       Cases

  1.      H_PDNA                4.3412              .8668         85.0
  2.      TARIF                 4.4706              .8250         85.0
  3.      SINYAL                4.6353              .6143         85.0
  4.      FITUR                 3.4000             1.0024         85.0
  5.      PROMOSI               3.8941              .8455         85.0
  6.      BONUS                 4.1176              .9809         85.0
  7.      MEREK                 3.3647             1.3701         85.0
  8.      KMUDHAN               4.1882              .8091         85.0
  9.      H_ULANG               4.2000              .7684         85.0
 10.      JK_WKT                4.2118              .8032         85.0

Reliability Coefficients

N of Cases =          85.0                         N of Items = 10

Alpha =     .3659

c. Evaluasi kepercayaan

****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis *****
_

  R E L I A B I L I T Y      A N A L Y S I S   -     S C A L E   (A L P H A)

                                   Mean            Std Dev       Cases

  1.      H_PDNA                3.3882             1.0589         85.0
  2.      TARIF                 3.3765             1.2815         85.0
  3.      SINYAL                4.2824              .7655         85.0
  4.      FITUR                 3.3529             1.2316         85.0
  5.      PROMOSI               3.3529             1.3066         85.0
  6.      BONUS                 2.8000             1.2032         85.0
  7.      MEREK                 3.0706             1.1628         85.0
  8.      KMUDHAN               3.4588              .9070         85.0
  9.      H_ULANG               3.3176             1.0025         85.0
 10.      JK_WKT                3.9294              .8134         85.0



Reliability Coefficients

N of Cases =          85.0                         N of Items = 10

Alpha =     .4229
Lanjutan Lampiran 4

d. keyakinan normatif

***** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******
_

  R E L I A B I L I T Y      A N A L Y S I S   -     S C A L E    (A L P H A)

                                   Mean            Std Dev         Cases

  1.      KELUARGA              4.2118              .9524           85.0
  2.      PACAR                 3.8706             1.2227           85.0
  3.      TEMAN                 4.2235              .9306           85.0
  4.      PENJUAL               3.7529             1.2621           85.0



Reliability Coefficients

N of Cases =          85.0                         N of Items =    4

Alpha =     .2238

e. Peubah motivasi

***** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******
_

  R E L I A B I L I T Y        A N A L Y S I S       -    S C A L E     (A L P
H A)

                                   Mean            Std Dev         Cases

  1.      KELUARGA              4.2118             1.0129           85.0
  2.      PACAR                 3.8353             1.2710           85.0
  3.      TEMAN                 4.1176             1.0398           85.0
  4.      PENJUAL               3.8000             1.2611           85.0



Reliability Coefficients

N of Cases =          85.0                         N of Items =    4

Alpha =     .2686
Lampiran 5. Hasil pengolahan data dengan menggunakan Principal Component Analisys

                      KMO and Bartlett's Test

 Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling
 Adequacy.                                           .507

 Bartlett's Test of         Approx. Chi-Square     53.824
 Sphericity                 df                        15
                            Sig.                     .000



                      Communalities

                      Initial      Extraction
 H_PDANA                 1.000           .692
 TARIF                  1.000           .735
 SINYAL                 1.000           .768
 KMUDAHAN               1.000           .751
 H_ULANG                1.000           .691
 TEMPAT                 1.000           .632
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Lanjutan Lampiran 5

                                                                          Total Variance Explained

                                Initial Eigenvalues                        Extraction Sums of Squared Loadings       Rotation Sums of Squared Loadings
 Component         Total        % of Variance     Cumulative %            Total     % of Variance    Cumulative %   Total     % of Variance   Cumulative %
 1                   1.642             27.373           27.373              1.642          27.373          27.373     1.567          26.115         26.115
 2                   1.456              24.274                   51.648     1.456          24.274          51.648     1.361         22.686          48.801
 3                   1.170              19.498                   71.145     1.170          19.498          71.145     1.341         22.344          71.145
 4                       .668           11.139                   82.285
 5                       .615           10.249                   92.534
 6                       .448             7.466              100.000
Extraction Method: Principal Component Analysis.

                  Component Matrix(a)

                                Component
                     1              2                 3
 H_PDANA                 .591         -.217               .545
 TARIF                   .782           .309          -.169
 SINYAL                  .763           .215          -.374
 KMUDAHAN                .043           .554              .665
 H_ULANG                 .249         -.651               .452
 TEMPAT               -.190             .733              .241
Extraction Method: Principal Component Analysis.
a 3 components extracted.
Lanjutan Lampiran 5

              Rotated Component Matrix(a)

                                 Component
                     1               2          3
 H_PDANA                 .261            .775       .154
 TARIF                   .848            .086       .096
 SINYAL                  .870           -.014       -.106
 KMUDAHAN                -.005           .179       .848
 H_ULANG                 -.152           .786       -.224
 TEMPAT                  -.005          -.322       .727
Extraction Method: Principal Component Analysis. Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
a Rotation converged in 4 iterations.

           Component Transformation Matrix

 Component           1              2           3
 1                       .879            .474   -.044
 2                       .333        -.545          .770
 3                     -.341       .692         .637
Extraction Method: Principal Component Analysis. Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
Lampiran 6. Tarif kartu simPATI

                                  Jenis Panggilan Mobile     Peak     Off Peak
                                                           07:00:00   23:00:00
                                                           22:59:59   06:59:59
 PANGDO-0 (Di dalam POC_MOBILE)
 simPATI - KH/SP/As                                         1,500       300
 simPATI - Seluler Lain                                     1,600      1,300

 PANGDO-1 ( Tujuan POC_MOBILE Bertetangga)
 simPATI - KH/SP/As                                         4,000       300
 simPATI - Seluler Lain                                     4,000      3,500

 PANGDO-2 ( Tujuan POC _MOBILE Tidak Bertetangga)
 simPATI - KH/SP/As                                         4,500       300
 simPATI - Seluler Lain                                     4,500      4,000

 Jenis Panggilan PSTN
 Di dalam POC_PSTN                                            950        700
 Zone-1 = Jarak Antara 2 POC_PSTN =< 200 KM                 2,300      2,000
 Zone-2 = Jarak Antara 2 POC_PSTN 200 KM- 500 KM            3,720      3,200
 Zone-3 = Jarak Antara 2 POC_PSTN > 500 KM                  4,150      3,600
 Panggilan ke 102,106,108,222,13XXX (Pager)                  950        700
 Panggilan Ke 110, 112, 113, 115, 116, 118, 888, 188       Gratis     Gratis
 Panggilan Operator Satelite (Byru)*                         8000       8000
 Panggilan Internasional
 Group I ( Kel. Negara I s.d III )                           8000       7500
 Group II ( kel. Negara IV s.d VII)                         12000      11000
Lanjutan Lampiran 6

                                      Penerimaan                                       Peak     Off Peak
                                                                                     07:00:00   23:00:00
                                                                                     22:59:59   06:59:59
 Menerima Panggilan   di dalam POC_MOBILE                                             Gratis     Gratis
 Menerima Panggilan   dari sesama pelanggan Telkomsel di POC_Bertetangga dan Tidak    Gratis     Gratis
 Bertetangga
 Menerima Panggilan   selain dari pelanggan Telkomsel di POC_Mobile Bertetangga      Gratis     Gratis
 Menerima Panggilan   selain dari pelanggan Telkomsel di POC_Mobile Tidak            Gratis     Gratis
 Bertetangga
                                                        SMS
 simPATI - Seluler Lain Local                                                          350        350
 simPATI - Seluler Lain Internasional                                                  600        600
 Catatan :
 Tarif sudah termasuk Ppn 10%
 Time Unit Percakapan Internasional 15 detik.
 Time Unit Percakapan Lokal & Non-lokal 30 detik

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5
posted:4/1/2013
language:Unknown
pages:128