FENG SHUI DALAM ARSITEKTUR – JURUSAN ARSITEKTUR UMB

Document Sample
FENG SHUI DALAM ARSITEKTUR – JURUSAN ARSITEKTUR UMB Powered By Docstoc
					                METODA BENTUK
        FENG SHUI DALAM ARSITEKTUR – JURUSAN ARSITEKTUR UMB




        D. LOKASI TATAK TERBAIK MEN URUT FENG-SHUI

        Propinsi Kuang-iisi di bagian Barat Daya daratan Tiongkok adalah sebuah wilayah yang
        sangat terkenal karena pemandangan yang terdapat disana lua r biasa indahnya.
        Bentuk gunung dan bukit-bukit serta sungai-sungai yang meliuk-liuk telah menjadi impian
        para pelukis Cina dari dulu hingga sekarang. Konon p,opinsi inilah yang disebut -sebut
        sebagai daerah dimana Feng Shui diduga berasal.


        Yang Yung-sung mendapat inspirasi dan menyusun prinsip-prinsip Feng Shui yang mengatur
        bagaimana lingkungan binaan itu seliarusnya dibentuk; bagaimana bangunan itu ditempatkan
        agar tidak merusak pemandangan alam yang indah itu. Beliau menyusun prinsip-prinsip yang
        bertujuan agar kombinasi lingkungan alam dan lingkungan buatan ini menjad i harmonis,
        serasi dan seimbang dan dituliskan dalam buku Feng Shui dan merupakan pendekatan
        yang berorientasi pada bentuk ('7-he Form School of Feng Simi').


        jadi pada awalnya, prinsip-prinsip Feng Shui ditemukan dalam rangka untuk
        menciptakan suasana keharmonisan bangunan dengan dengan alam. Keliarmonisan ini jika
        ditelaah tidak saja berkaitan dengan masalah keserasian penempatan bangunan dengan
        alam yang menciptakan estetika lingkungan; kenyataannya prinsip ini jika dikaji ternyata
        ikut juga mempertimbangkan i-iiasalah perlindungan lingkungan binaan terhadap
        keganasan iklim. Dalam, hal ini pegunungan di belakang lokasi bermaksud untuk
        melindungi lingkungan binaan dari terpaan angin dingin dari arah Utara.


        Dalam prinsip Feng Shui (menurut Yang Yung-sung), lokasi yang balk itu berada dalam,
        lingkungan pegunungan. Bentuk yang ideal adalah di sisi Barat dan Timur -nya lokasi ini
        diapit oleh dua pegunungan yang dilambangkan dengan dua ekor binatang sebagai
        simbol : Naga hijau (Yang, Timur, Kanan) dan Harimau Putih (Y-ku, Barat, Kiri)
        Kedua pegunungan itu menjaga dan melindungi pusat kehidupan di tengai -nya. Pada
        pusat itulah tertimbun 'Chi'. Orientasi bentuk alam yang ideal tersebut mengarah ke
        Selatan dimana terdapat aliran air yang tenang dan membawa 'Chi'.


        Sekitar seratus tahun kemudian, para geomancer di daerah Utara menganggap prinsip



PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                        Ir.Joni Hardi MT.   FENG SHUI DALAM ARSITEKTUR   1
        yang dikemukakan Yang bersifat subyektif, karenanya mereka mulai membuat aturan-aturan
        yang mengembangkan prinsip-prinsip lama. Aturan yang dikembangkan
                                                                                  C,
        kemudian i tu menggabungkan aturan lama dan aturan baru yang berorientasi pada
        perhitungan matematis dan menggunakan alat pedoman yang dinamakan Luo Pan._Aliran Aliran ini
        dinamakan Pendekatan atau Pemikiran Kompas I'The Compass School of Feng Shui'.

        Dalam penerapan prinsip-prinsiT Feng Shui modern, yang diambil adalah konsepsi dasarw : k
        saja. Secara konsepsional dikeliendaki tapak itu berada pada lokasi dimana bagian
        belakang, dan samping kanan ki, inya dikelilingi oleh pegunungan (dapat diwakili
                                        C,
        oieh masa bangunan dan pohon yang tinggi); sedang bagian depannya te7 h-uka -
        tempat seperti balk dalam, mengakumulasi 'Chi'. Tetapi karena keadaan suatu tapak
        berbedabeda, maka patokan-patokan ini perlu disesuaikan dengan kondisi setempat.


                Kang Hong Kian, pakar Feng Shui dari Jakarta, juga menegaskan bahwa baik -
        masalah lokasi maupun prinsip-prinsip yang ada pada Feng Shni terutama adalah masalah
        keharmonisan. Beliau mengatakan bahwa cara kerja Feng Shui pertama-tama adalah
        mencari segala permasalahan yang timbul darimana sumbernya; faktor apakah dan
        manakah yang tidak selaras. Setelah terdeteksi, maka proses pengharmonisan yang
        berazaskan kepada : serasi, selaras serta seimbang akan menindak lanjuti dalam
        mengatasi masalah yang telah ditcaiukan tersebut (Kang, 1993, p.7).


                Di daerah perkotaan sulit dapat diperoleh gunung atau bukit seperti yang
        digambarkan oleh aturan itu. Karenanya dipakai patokan lain, misalnya sumbu Utara dan
        Selatan menjadi bagian depan dar, belakang suatu lokasi tapak. Maka di daerah
        perkotaan, bagian belakang dapat dianalogikan dengan tempat yang lebih tinggi. Jika
        tanalinya datar, maka bagian belakang ini dapat saja berupa pohon-pohon atau bangunan
        yang lebih tinggi. Bag:an depan dapat berupa jalan, laut, sungai, atau tanah lapang.


                Sedangkan lokasi tapak yang kurang menguntungkan adalah yang terdapat pada
        situasi-situasi berikut ini :


        (a)     Tapak yang terletak pada pertemuan dua jalan berbentuk 'T' atau 'Y'.

        (b)     Tapak yang terletak pada akhir dari jalan cul-de-sac.

        (c)     Tapak yang orientasi depannya lebih tinggi dari bagian belakangnya.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                         Ir.Joni Hardi MT.   FENG SHUI DALAM ARSITEKTUR   2
        (d)    Tapak yang membelakangi aliran air, seperti sungai atau laut, dan menghadapi
               bagian yang lebih tinggi seperti bukit dan gunung.

        (e)    Tapak yang menjadi `terbenam' karena dikelilingi oleh bentuk-bentuk mesa di
               sekelilingnya yang tinggi.

        (f)    Tapak yang tidak dihadapkan pada sudut atau sisi runcing bangunan yang terletak
               pada posisi dihadapan tapak itu.

        (g)
                           E. BENTUK TAPAK DAN BENTUK MASH BANGUNAN

                Kepercayaan Feng Shui menyatakan bahwa bentuk tertentu suatu tapak dan massa
         bangunan berpengaruh terhadap penghuni dari bangunan yang didirikan di atas tapak
         tersebut. Bentuk atau wujud masa dan ruang dapat menentukan kehidupan
         manusia. Prinsip Feng Shui adalah untuk memperindah be;-,,,uk masa dan ruang; dan
         apabila bentuk lt—u-mempunyai konotasi negatif, maka Feng Shui hares nicrigubah dan
         menggubah bentuk masa dan ruang itu menjadi lingkungan yang positif serta bertenaga.


                Umumnya bentuk tapak atau bangunan yang beraturan dan sederhana adalah baik
         secara Feng Shui, sebaliknya bentuk tapak atau bangunan yang t'Ida',, - beraturan
         kurang baik.


                Dari sumber-sumber literatur seperti yang dikumpulkan olell Widjaja, selain
         bentuknya, tapak ideal juga harus dikaitkan dengan kondisi ',Ingkungannya dimana
         posisi tapak itu berada (Widjaja, 1993, p.35 - 41).


         Bentuk tapak baik dan dikehendaki dalam Feng Shui adalah:

         (a)    Tapak berbentuk empat persegi panjang (Walters, p.30); terutama bila memanjang
                ke sumbu Utara-Selatan (Lip, 1989, p.30) serta sisi Selatan terbuka (Rosbach,
                1984, p.71). Proporsi panjang dan lebar (Yang dan Ying) yang dikehendaki
                adalah 3 : 2 (Skinner, 1982, p.34).

         (b)    Tapak berbentuk     bujur   sangkar. Bentuk tapak seperti ini merupakan simbol dari
                bumi yang melambangkan stabilitas dan daya tahan / kesabaran (Walters, 1988,

                P-31)•

         (c)    Bentuk tapak bulat (melingkar atau oval). Bentuk tapak seperti ini merupakan
                simbol elemen logam dan langit (yang merupakan lawan bumi) karenanya bentuk
                tapak seperti ini cocok untuk bangunan keagamaan (Lip, 1986, p.31).


PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                           Ir.Joni Hardi MT.   FENG SHUI DALAM ARSITEKTUR   3
         (d)    Tapak berbentdk trapesium yang melebar ke belakang (Skinner, 1982 p.22).
                Bentuk ini menyerupai sebuah kantong (uang) sehingga dianggap menguntungkan.


                Pada bentuk tapak yang sudah baik seperti ini, diperlukan kewaspadaan
         seorang arsitek dalam menempatkan massa bangunan. Aturan-aturan yang ada menurut
         Rossbach, adalah: (a) pada tapak berbentuk bulat, massa bangunan sebaiknya
         diletakkan konsentris, di tengah-tengah tapak; (b) pada tapak bujur sangkar atau
         empat persegi panjnng, atau jajaran genjang, maka sebaiknya massa bangunan terletak
         di paruh/ bagian belakang garis tengahnya; (c) pada tapak berbentuk intan/'diamond'
         dindl •,,,-dinding massa bangunan sebaiknya sejajar dengan sisi tapak; (d) pada tapak
         berbentuk setengah lingkaran, massa bangunan ada baiknya diletakkan di tenga h
         dengan dindingnya sejajar dengan sisi lurus tapak itu sehincyga menyerupai separuh
         bentuk coin Cina (Rossbach, 1987, p.42-44).




                                                                                       4.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB                      Ir.Joni Hardi MT.   FENG SHUI DALAM ARSITEKTUR   4
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB   Ir.Joni Hardi MT.   FENG SHUI DALAM ARSITEKTUR   5
PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB   Ir.Joni Hardi MT.   FENG SHUI DALAM ARSITEKTUR   6
                                    1.   2.




PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB             Ir.Joni Hardi MT.   FENG SHUI DALAM ARSITEKTUR   7

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:3/31/2013
language:Unknown
pages:7