Docstoc

RASIONALITAS MEMILIH TRANSAKSI DENGAN BANK SYARIAH (Perspektif Teori Bounded Rationality)

Document Sample
RASIONALITAS MEMILIH TRANSAKSI DENGAN BANK SYARIAH (Perspektif Teori Bounded Rationality) Powered By Docstoc
					         RASIONALITAS MEMILIH TRANSAKSI DENGAN BANK SYARIAH
                     (Perspektif Teori Bounded Rationality)

                                                M. Firmansyah† 1
                                                FE Universitas Mataram
                                  Jl. Majapait No. 62 Mataram, Nusa Tenggara Barat
                                          Email: firman_mtr@yahoo.com


                                                  Agus Suman
                                                  Asfi Manzilati
                                                      Susilo
                                               FE Universitas Brawajiaya
                                   Jl. Jl. M. T. Haryono No. 165 Malang, East Java
                                          Email: agussuman@yahoo.com
                                           Asfi_manzilati@yahoo.com




                                                      Abstract

Rational concept of NIE `bounded rationality` developed by Herbert Simon is a synthesis of the theory of rationale
choice of Neo-classic “utility maximization” and “self-interest” and rational concept based on habits and routines
developed by Thorstein Veblen; old institutional economics. The concept of bounded rationality describes the
rationale to choose is formed by two human bounds called the bound of absorptive information and the cognition in
the middle of social life complexity. In the context of shariah banking, even though the majority of population of
indonesia is a moeslem but the shariah banking development is not optimal compared to conventional banking,
however, this paper emphasized on the obstacles of choosing the transaction of shariah banking from NIE perspective

Keywords: NIE, Bounded rationality, rational choice and Shariah banking



 1. Pendahuluan                                               2008: 12-13), Namun demikian bank syariah belum
       Pasca MUI mengeluarkan fatwa haram bunga               menunjukkan perkembangan yang pesat saat itu.
bank pada 16 Desember 2003 menjadi cikal bakal                Pertumbuhan bank syariah tercatat mengalami booming
berkembangnya bank syariah di tanah air, walaupun             pasca fatwa haram bunga bank dikeluarkan MUI. Total
bank syariah pertama di Indonesia (Bank Muamalat)             aset bank Syariah pada tahun 2004 tercatat Rp 15,33
terbentuk pada 1 November 1991. Pada saat itu,                triliun, meningkat menjadi Rp 26,72 triliun di tahun
bermunculan unit-unit syariah dari bank konvensional          2006, dan saat ini diperkirakan aset bank syariah
setelah regulasi pemerintah yang semakin baik dalam           mencapai lebih dari Rp 145 triliun.
sistem bagi hasil pada tahun 1999, di mana ada sekitar                 Dengan jumlah aset tersebut, maka share atau
37 bank dengan transaksi syariah saat itu (Solihin,           pangsa pasar bank syariah masih sekitar 4,5 persen.
                                                              Tentu pangsa pasar ini masih jauh dari proporsional

                                                                                                ISBN: 978-979-636-147-2
                                                                    Seminar Nasional dan Call for Papers SANCALL 2013
                                                     “PERAN PERBANKAN SYARIAH DALAM PENGUATAN KAPASITAS UMKM
                                                                         MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI NASIONAL”
                                                                                                         23 MARET 2013
bila dilihat dari kenyataan pertama, 250 juta jiwa                    disamping ditentukan oleh keterbatasan informasi
penduduk Indonesia adalah mayoritas muslim, kedua                     diduga juga karena kemampuan kognisi individu.
bank Syariah tentu lebih stabil dan menguntungkan                             Neo-klasik menganggap bahwa setiap individu
dibanding dengan bank-bank konvensional, sehingga                     selalu berperilaku rasional dalam setiap keputusan,
diluar negeri perkembagan bank syariah semakin baik.                  dengan menerapkan kalkulasi         benefit-cost setiap
Menurut Syafii Antonio, salah satu penyebab masih                     keputusan dalam rangka memaksimalkan kepuasan
rendahnya pangsa bank syariah adalah kurangnya                        (utility maximalization). Dari konteks ini, manusia
sosialisasi dan periklanan, Syafii Antonio mengatakan                 dianggap sebagai economics man (homo economicus)
bank syariah tidak mampu membayar periklanan setiap                   artinya manusia akan terus berperilaku dalam rangka
waktu di TV yang membutuhkan dana ratusan milliar1.                   rent seeking, bekerja pada dunia zero transaction cost
Senada dengan Syafii Antonio, menurut Sekjen                          tanpa memasukan peran kelembagaan (Landa dan
masyarakat ekonomi Syariah (MES), H Sakir Kula,                       Wang,      2002).    Pemahaman       neo-klasik     yang
bahwa iklan bank syariah dalam satu tahun sama                        mengedepankan self-interest dan sifat maksimisasi
dengan nilai iklan bank swasta konvensional untuk satu                utilitas dengan mengabaikan aspek kelembagaan
bulan2.                                                               berupa tata aturan, nilai-nilai dan norma mendapat
          Disadari memang, serapan informasi adalah                   kritikan dari pemikir ekonomi kelembagaan, Thortain
salah satu aspek penentu keputusan individu, apapun                   Veblen dan pendukungnya. Veblen menganggap
keputusan itu, termasuk dalam memilih bertransaksi                    perilaku manusia tidak saja dipengaruhi rationalitas self
dengan bank syariah. Namun informasi yang memadai                     interest namun juga dipengaruhi oleh nilai-nilai atau
dalam hal ini bukanlah satu-satunya penentu keputusan                 tata aturan yang berkembang dalam masyarakat atau
individu. Dalam ilmu ekonomi, perdebatan konsep                       yang dikenal sebagai tata kelembangaan (institution),
(teori) rasionalitas dalam keputusan memilih (rational                sehingga Veblen menganggap rasionalitas perilaku
choice) terbangun dari beberapa bentuk rasionalitas                   manusia dibangun berdasar rutinitas dan kebiasaan
perilaku, yaitu berbasis maksimalisasi utilitas dan self              sebagai bagian dari kelembagaan yang ada dalam
interest versi neo-klasik, berbasis rutinitas dan                     lingkungannya.
kebiasaan versi Old Institutional Economics (OIE) dan                         Sintesis dari tesis pekiran neo-klasik dan anti
konsep Bounded Rationality Versi Herbert Simon                        tesis pemikiran ekonom kelembagaan lama (OIE),
“New      Institutional      Economics        (NIE)”      yang        memicu berkembangnya aliran pemikiran baru yang
menggambarkan bahwa rationalitas keputusan individu                   disebut New Institutional Economics (NIE). Salah satu
dibangun atas dasar dua sisi keterbatasan, yaitu                      cabang pemikiran NIE adalah pemahaman rasionalitas
keterbatasan informasi dan kognisi. Sehingga, bila                    perilaku, yang satu sisi mengambil peran neo-klasik
dihubungkan dengan perspektif terakhir di atas, maka                  khususnya dalam metodologi dan juga OIE dalam
hambatan individu bertransaksi dengan bank syariah                    konsep dasar perilaku yang berbasis kelembagaan.
                                                                      Tokoh NIE, Herbert Simon sebagai pencetus gagasan
1                                                                     bounded rationality menganggap bahwa manusia
  http://www.infobanknews.com/2013/01/sosialisasi-bank-syariah-
butuh-biaya-besar/                                                    memang terbatas, Simon mengganti maksimisasi ala
2
  http://m.pikiran-rakyat.com/node/214361


                                                                                                         ISBN: 978-979-636-147-2
                                                                             Seminar Nasional dan Call for Papers SANCALL 2013
                                                              “PERAN PERBANKAN SYARIAH DALAM PENGUATAN KAPASITAS UMKM
                                                                                  MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI NASIONAL”
                                                                                                                  23 MARET 2013
neo-klasik dengan satisfaksi “kecukupan” dengan              konsep bounded rationality telah dibuktikan dalam
alasan tidak ada manusia yang mampu memaksimalkan            berbagai pekerjaan yang mengesankan (Conlisk, 1999).
utilitasnya ditengah berbagai keterbatasan, berupa                   Substansi dari bounded rationality adalah
serapan informasi dan kognisi, manusia hanya mampu           keterbatasan manusia dalam mengelola informasi dan
sebatas mensatisfaksi kepuasannya, yaitu satu level di       menyelesaikan persoalan (Wayland, 2006: 36) yang
bawah optimalisasi. Sehingga, salah satu pengganti           digunakan dalam memutuskan sesuatu tindakan dalam
berbagai keterbatasan dalam individu berperilaku             kehidupan, karena manusia sebagai decision maker
seperti pandangan pendahulunya (OIE) adalah berdasar         menghadapi keterbatasan informasi, perhatian dan
kebiasaan dan rutinitas yang berkembang dalam                kemampuan memproses informasi (Greve, 2003: 12).
lingkungan di mana individu itu tinggal, sekaligus           Sebagai pencetus konsep bounded rationality, Simon
kebiasaan dan rutinitas dapat mengangganti perilaku          (1957) menjelaskan:
kalkulasi yang dipaparkan neo-klasik.
                                                                The alternative approach employed in these papers
       Dengan      demikian,    paper   ini    mencoba
                                                                is based on what I shall call the principle of
membahas bagaimana penjelasan dua keterbatasan ini              bounded rationality: The capacity of the human
                                                                mind for formulating and solving complex problems
menjadi penyebab keterbatasan keputusan bertransaksi
                                                                is very small compared with the size of the problems
dengan bank syariah. Paper ini bukanlah studi empiris           whose solution is required for objectively rational
                                                                behavior in the real world or even for a reasonable
(lapangan), namun cendrung merupakan studi pustaka
                                                                approximation to such objective rationality.
berupa telaah konsep yang dapat pula dikembangkan               (Barros, 2010)
menjadi studi empiris di masa yang akan datang, atau
menjadi jalan awal untuk memahami konteks perilalku                  Alasan mendasar mengapa orang membatasi
individu   dalam   menentukan     keputusan.    Bagian       jumlah penalaran yang mereka gunakan ketika harus
pertama paper ini menjelaskan pendahuluan, kedua             membuat keputusan adalah (Kamarck, 2005: 65):
tinjaun singkat konsep bounded rationality, ketiga           Mereka membatasi kemampuan analitis, dan memang
kendala informasi, keempat keterbatasan kognisi dan          ada keterbatasan pengetahuan individu bersangkutan
terakhir kesimpulan dan saran                                yang tersedia, mereka ingin menghemat upaya kognitif
                                                             yang diperlukan, mereka tidak ingin menghabiskan
Bounded Rationality                                          waktu yang dibutuhkan menggali informasi yang
       Herbert     Simon   mendaulat    diri    sebagai      diperlukan dan membuat keputusan yang optimal.
“nabi”nya bounded rationality, dan memang benar              Sehingga pertanyaan mendasar dalam memahami
bahwa dalam ilmu ekonomi setiap dibicarakan konsep           bounded rationality adalah how do people make
bounded rationality maka akan tertuju pada seorang           decisions in the real world, where time is short,
Herbert Simon (Barros, 2010). Paper Simon tahun              knowledge lacking, and other resources limited?
1950an telah mengispirasi ilmuan terkait konsep ini          (Gigerenzer, 2000:125)
(Rubinstein, 1998: 3), yang kemudian menunjukan                      Gagasan bounded rationality dibangun melalui
bahwa studi empiris sangat penting dalam dunia nyata         langkah-langkah berikut (Dequech, 2001): individu
(Kamarck, 2005: 64). Dalam perkembangannya,                  atau organisasi sering mengejar beberapa tujuan, yang


                                                                                                ISBN: 978-979-636-147-2
                                                                    Seminar Nasional dan Call for Papers SANCALL 2013
                                                     “PERAN PERBANKAN SYARIAH DALAM PENGUATAN KAPASITAS UMKM
                                                                         MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI NASIONAL”
                                                                                                         23 MARET 2013
mungkin      bertentangan.      Alternatif     pilihan     untuk      Herlambang bahwa ketidaktahuan masyarakat akan
mengejar tujuan itu sebelumnya tidak diberikan kepada                 segmen yang digarap bank syariah yang sebenarnya
pengambil      keputusan,       dengan       demikian      perlu      luas adalah lebih kepada kurangnya edukasi ke
mengadopsi      suatu     proses      untuk     menghasilkan          masyarakat tentang apa dan bagaimana bank syariah
alternatif, selanjutnya ada batas-batas kapasitas mental              itu4. Sehingga, kekurangan informasi menyebabkan
pembuat keputusan dibandingkan dengan kompleksitas                    persepsi masyarakat terbentuk sedemikian rupa tanpa
lingkungan dalam pengambilan keputusan, sehingga                      teruji kebenarannya, menurut Solihin (2011) persepsi
karena    berbagai      keterbatasan     itu    menyebabkan           adalah hal urgent yang harus diperhatikan dalam
pembuat keputusan mengadopsi "satisficing" daripada                   rangka mengukur, merencanakan, dan menerapkan
strategi mengoptimalkan, mencari solusi yang "cukup                   strategi pengembangan bank syariah di bidang apapun5
baik" atau memuaskan, dan diberikan beberapa tingkat                      Adalah betul Bank Syariah dan produk-produknya
aspirasi. Pemahaman lain adalah bahwa prinsip                         tidak banyak dipahami oleh kebanyakan masyarakat
bounded rationality yaitu kapasitas dari pikiran                      (muslim umumnya), sehingga menyulitkan untuk
manusia untuk merumuskan dan memecahkan masalah                       bertransaksi dengan bank syariah. Karena rendahnya
yang kompleks sangat kecil dibandingkan dengan                        informasi yang diserap itu menyebabkan masyarakat
ukuran masalah dan solusinya, atau dengan kata lain                   sedikit ragu akan keamanan uang mereka, dan
ada ketidakmampuan individu untuk mengekstrak                         mempertanyakan berbagai keuntungan yang diperoleh
informasi (Keiber, 2008). Dengan demikian, manusia                    dalam    bertransaksi    dengan     bank    syariah,    juga
dihadapkan     dengan     kompleksitas         informasi    dan       masyarakat mempertanyakan kemudahan-kemudahan
keterbatasan    kognisi       dalam    mengolah     informasi         dalam transaksi syariah dibanding bank konvensional,
sehingga memutuskan secara terbatas rasionalitas dari                 karena setiap perpindahan (transaksi konvensional ke
setiap keputusan.                                                     syariah) ini tentu akan memunculkan biaya transaksi
Bank Syariah dan Kendala Informasi                                    bagi nasabah. Belum lagi berkembang pemikiran yang
         Kebanyakan penelitian atau pandangan terkait                 mendiskreditkan bank syariah oleh beberapa kalangan,
persoalan kurangnya minat masyarakat bertransaksi                     misalnya dengan menganggap identitas “syariah”
dengan bank syariah adalah selalu dianggap kurangnya                  hanyalah tehnik pemasaran saja yang sesungguhnya
informasi dan sosialisasi akan bank dan produk-produk                 dalam praktek tidak berbeda jauh dengan bank
syariah. Untuk mengatasi itu, Ketua Dewan Mesjid M                    konvensional, ada pula yang mempersoalkan bahwa
Jusuf Kalla memberikan solusi yang baik bahwa setiap                  sekarang ini banyak berkembang unit syariah namun
perbankan syariah dapat membuka kantor di setiap                      kebanyakan induknya bank konvensional, sehingga
mesjid dengan konsep “bank syariah di seribu mesjid”,                 dipertanyakan bagaimana menjamin bahwa keuangan
dengan tujuan untuk mempermudah akses masyarakat                      antara induk-anak itu tidak saling tercampur.
                          3
terhadap bank syariah . Menurut Deputi Pemimpin
Kantor Bank Indonesia Solo Bidang Perbankan Y. T
                                                                      4
                                                                        Http://Suaramerdeka.Com/V1/Index.Php/Read/News/2011/12/11/1
                                                                      03962/Pemahaman-Tentang-Bank-Syariah-Masih-Kurang
3                                                                     5
  Http://Bisnis.Liputan6.Com/Read/525434/Bank-Syariah-Diajak-            Http://Ekonomi.Kompasiana.Com/Moneter/2011/06/16/Persepsi-
Buka-Kantor-Di-1000-Masjid                                            Masyarakat-Terhadap-Bank-Syariah-373618.Html


                                                                                                            ISBN: 978-979-636-147-2
                                                                             Seminar Nasional dan Call for Papers SANCALL 2013
                                                              “PERAN PERBANKAN SYARIAH DALAM PENGUATAN KAPASITAS UMKM
                                                                                  MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI NASIONAL”
                                                                                                                  23 MARET 2013
         Dalam teori ekonomi, pembuat keputusan yang        syariah sehingga kehadiran bank syariah benar-benar
rasional adalah kareteristik dari agen yang memiliki        belum terasa oleh masyarakat, ketiga, masih minimnya
keputusan rasional setelah melakukan pertimbangan           bank dan unit syariah di beberapa daerah di mana
dengan mempertanyakan: apa yang layak, apa yang             pemekaran wilayah tidak diikuti oleh pertambahan
dinginkan dan alternatif apa yang terbaik dalam             bank, khususnya bank syariah, keempat kurangnya
mempertimbangkan kelayakan itu (Rubinstein, 1998:           dukungan       pemerintah,     di     mana    bahkan       untuk
7), sehingga bila informasi kurang memadai atau tidak       pembayaran haji yang merupakan bagian dari ritual
akurat bagaimana agen menentukan berbagai alternatif        ibadah dalam islam masih dilimpahkan pada bank
terbaik sesuai kebutuhannya. Namun demikian, bila           konvensional.
sebelumnya salah satu kendala adalah mahalnya
informasi (costly), namun setelah teknologi informasi       Kendala Kognisi
berkembang dengan pesat dalam beberapa dekade                        Seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya,
terakhir, informasi menjadi lebih murah (walau tetap        bahwa     persoalan        utama    kurangnya       masyarakat
bukan zero transaction cost), sehingga teori informasi      bertransaksi dengan bank syariah bukan hanya karena
aktor rasional membutuhkan teori signal dan pengirim,       kurangnya atau keterbatasan informasi namun lebih
tidak membutuhkan teori penerima.                           kepada      terbatasnya      perhatian     dan    pengelolaan
         Namun dalam teori informasi modern, justru         informasi tersebut. Dalam konteks ini bounded
yang dibutuhkan adalah teori penerima karena begitu         rationality disamping dibangun berdasar keterbatasan
banyaknya informasi yang berkembang dan pentingnya          informasi juga dibangun atas dasar keterbatasan
bagi penerima memperoleh informasi yang benar dan           kognisi (akal). Di antara Keynes dan Simon sama-sama
akurat. Dengan berbagai informasi yang melimpah             menggritisi konsep neo-klasik dari aspek kognitif
bahkan overload, sehingga menurut Simon (1996)              dalam sebagai alasan motivasi (Dequech, 2001).
sumber    daya   yang   langka   bukanlah   informasi       Rasionalitas berbasis kognitif adalah menggunakan
melainkan perhatian (Jones, 1999). Dengan demikian,         penalaran      dan      pengetahuan      untuk    memutuskan
kekurangan informasi yang dimaksud dalam hal ini            keputusan      untuk       melakukan      sesuatu       tindakan
adalah bukan karena terbatasnya informasi namun             (Natanson, 1993: 1). Karena agen tidak dapat
lebih kepada kurangnya perhatian akan informasi yang        mengumpulkan         dan     memproses       informasi     yang
dimaknai sebagai keterbatasan kognitif (akan dibahas        diperlukan untuk mencapai hasil maksimal, mereka
sub bab berikutnya).                                        menjadi kurang puas sehingga dianggap sebagai
         Bila dianggap kekurangan informasi adalah          keterbatasan     kognitif.     Manusia       terbatas     dalam
salah satu penyebab, maka ada beberapa penyebab             pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan waktu untuk
informasi kurang terserap baik oleh masyarakat terkait      pencapaian tujuan manusia (Makki, 2005: 14).
transaksi dengan bank syariah. Pertama kurangnya            Pemahaman        lain    mengatakan       manusia       bukanlah
mengiklankan bank syariah dan produk-produknya              kalkulator yang baik, untuk mengkalkulasi benefit-cost
sehingga persepsi akan bank syariah berkembang              sebelum berperilaku.
kemana-mana, kedua, kurangnya sosialisasi bank


                                                                                                     ISBN: 978-979-636-147-2
                                                                   Seminar Nasional dan Call for Papers SANCALL 2013
                                                    “PERAN PERBANKAN SYARIAH DALAM PENGUATAN KAPASITAS UMKM
                                                                        MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI NASIONAL”
                                                                                                        23 MARET 2013
         Kemampuan kognisi yang terkait dengan bank               nilai, dan keyakinan kultural diposisikan (Jurkiewicz,
syariah ini adalah perhatian dan pemahaman akan ilmu              2007), dengan demikian untuk memahami kesalehan
agama yang dianut, khususnya terkait dengan transaksi             individu dapat dilihat dari kesalehan lingkungannya.
islami. Artinya perilaku bertransaksi secara syariah              Budaya atau kebiasaan lingkungan yang islami akan
harusnya tidak saja dibentuk oleh mencari kemudahan,              menciptakan praktek-praktek islami dari masing-
mencari untung atau hal-hal material lain, namun                  masing individu, sehingga tugas pemangku kebijakan
karena    dorongan     nilai   illahiah,   dalam     konteks      untuk kembali menegakan nilai-nilai budaya dan
rasionalitas   islam     disebut    sebagai       autonomous      agama dalam masyarakat sebagai the rule of life.
ratonality berbasis God`s Will (Cattelan, 2013).                          Namun demikian, patut juga menjadi perhatian
Rasionalitas ini menunjukan sejatinya kehidupan                   bahwa keimanan atau kesholehan saja tidak menjamin
seorang muslim akan sejalan dengan kehendak Allah                 orang melakukan praketek-praktek syariah tanpa
SWT (Armstorong, 2002: 6).                                        pengetahuan, informaasi dan perhatian yang mumpuni
         Sehingga,     lebih   penting     bagi    pemangku       akan konsep dan perkembangan praktek syariah
kepentingan untuk memahami keterbatasan kognisi ini               tersebut. Adakalanya undividu dikenal kesalehanya
dari pada sekedar menganggap kurangnya informasi                  (beriman) dalam masyarakat namun keterbatasan
dan sosialisas sehingga berusaha gencar memberi                   pemahaman dan pengetahuan akan praktek syariah
informasi (periklanan) atau sosialisasi dengan anggaran           menyebabkan terhalanganya individu itu menafsirkan
ratusan milliar. Rasionalitas dalam islam terbangun               dan mempraktekan dengan benar kaidah-kaidah syariah
dalam tiga tahapan, yaitu al-Nafs al Amarah, Al-Nafs              tersebut. Hal ini dapat dipahami, di mana pendidikan
Al-Mawamah dan Al-Nash Al-Mutmainah (Hoetoro,                     islam baik di sekolah dasar sampai perguruan tinggi
2007: 237). Sehingga rationlitas perilaku ditentukan              masih ditekankan pada ibadah rutin, halal haram, atau
oleh derajat pengetahuan dan keimanan seseorang.                  berbagai kewajiban ritual lainnya, yang berkaitan
Semakin tinggi derajat keimanan seseorang maka                    dengan transaksi (ekonomi) kalaupun ada masih relatif
semakin banyak mempraktekan nilai-nilai keimanan itu              terbatas. Bahkan khotbah Jumat yang merupakan
dalam kehidupannya sehari-hari, tidak saja dalam                  moment yang tepat dalam transfer pengetahuan agama
konteks ibadah rutin namun seluruh aspek kehidupan                terhadap umat khususnya perilaku transaksi syariah ini
harian    seorang      muslim.     Sehingga,       kurangnya      sangat jarang mengungkap konsep atau bentuk-bentuk
masyarakat muslim bertransaksi dengan bank syariah                transaksi dalam islam. Sehingga, ada anggapan dengan
dapat    diduga   sebagai      bentuk masih        kurangnya      melakukan ibadah yang rajin sebagian menganggap
perhatian umat akan praktek-praktek syariah tersebut.             sudah menunjukan kesolehan atau keimanan tersebut.
         Foucault (1984) dalam penelitiannya terkait                      Oleh karena itu, sebanarnya praktek bank
masyarakat, kekuasaan, dan etika menjelaskan sistem               syariah tidak bisa dipisahkan dari aspek kehidupan
nilai individu diciptakan dan ditentukan oleh budaya di           beragama masyarakat kita. Praktek syariah adalah satu
mana mereka tinggal, lebih jauh menurut Foucault                  paket dengan ibadah sholat, puasa, haji, dan lain-

untuk memahami kognisi etika perilaku individu kita               lainnya, sehingga bila masyarakat memahami ini secara
                                                                  baik, tidak perlu bagi bank syariah intens melakukan
harus memahami bagaimana budaya perilaku, nilai-


                                                                                                     ISBN: 978-979-636-147-2
                                                                         Seminar Nasional dan Call for Papers SANCALL 2013
                                                          “PERAN PERBANKAN SYARIAH DALAM PENGUATAN KAPASITAS UMKM
                                                                              MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI NASIONAL”
                                                                                                              23 MARET 2013
periklanan atau sosialisasi, individu akan mencari              Kesimpulan dan saran
perilaku terbaik (syariah) atas dorongan iman dan nilai-                 Akhinrya, anggapan bahwa masih rendahnya
nilai agama. Namun, demikian kewajiban dari bank                pangsa     pasar    bank    syariah     dibandingkan      bank
syariah     adalah     menyampaikan    informasi     yang       konvensional karena kurangnya informasi lewat iklan
menyeluruh akan praktek atau produk-produk bank                 dan sosialisasi dalam konteks teori bounded rationality
syariah     sehingga    kombinasi   pencarian     berdasar      adalah bukan satu-satunya penyebab. Era globalisasi
keimanan dan informasi yang memadai dari bank                   menyebabkan informasi menjadi relatif lebih murah
syariah menjadikan masyarakat semakin yakin dan                 (low cost) sehingga mudah bagi siapapun mengkases
nyaman bertransaksi dengan bank syariah. Praktek                informasi apapun (termasuk terkait bank syariah)
bank syariah di barat tentu bukan berdasar dorongan             sesuai dengan yang diinginkan. Benar ungkapan
keimanan namun berdasar keuntungan dan keamanan                 Herbert Simon bahwa sumber daya yang langka
yang lebih baik dalam transaksi syariah, sehingga tentu         bukanlah informasi namun perhatian akan informasi,
akan menjadi potensi yang luar biasa bila di negara kita        sehingga     keterbatasan      bertransaksi   dengan      bank
yang mayoritas muslim ini disamping bank syariah                syariah lebih kepada kemampuan mengolah informasi
memberi kestabilan dengan profesionalitas kerja dan             akan bank syariah dan produknya atau disebut
yang terpenting ada kesadaran kolektif yang bersumber           keterbatasan kognisi.
dari dorongan nilai-nilai keimanan sehingga memilih                      Keterbatasan kognisi ini dapat pula disebabkan
transaksi syariah.                                              oleh keterbasan pengetahuan, dalam konteks ini
          Sehingga, seperti yang dijelaskan Simon               pengetahuan        agama.      Karena    transaksi     syariah
bahwa sumber daya yang langka adalah perhatian                  merupakan bagian yang tidak terpisah dari pengetahuan
bukanlah informasi (Jones, 1999) dipertegas oleh                agama,     keterbatasan     itu     menyebabkan       sebagian
Grave (2003: 12), maka pertanyaannya bagaimana                  masyarakat      (muslim)        belum     terdorong      untuk
menjadikan masyarakat perhatian dengan transaksi                melakukan transaksi syariah. Hal ini disebabkan
syariah. Pertama, pendidikan agama seharunya tidak              pendidikan agama (formal dan non formal) di tanah air
saja membahas terkait ibadah rutin, namun muamalah              masih sedikit yang mengungkap transaksi syariah
(transaksi syariah) perlu mendapat perhatian lebih bagi         secara teoritis dan praktis.
pemangku kepentingan, kedua, pendidikan itu tidak                        Oleh karena itu, pendidikan agama di tanah air
sekedar teori di kelas namun dipraktekan dalam                  sebaiknya     diberikan     porsi     yang    cukup      untuk
kehidupan nyata, ketiga, usulan Pak Jusuf Kalla untuk           pembahasan-pembahasan muamalah ini, baik secara
membuka cabang di setiap mesjid adalah langkah                  teori maupun prakteknya. Demikian pula, dalam
positif mendekatkan (secara fisik dan pemahaman)                khotbah jumat atau pengajian-pengajian rutin juga
masyarakat dengan bank syariah, keempat, perlu                  perlu    diperdalam     pembahasan        tentang     transaksi
diskusi-diskusi intens dalam menyampaikan bank                  syariah. Harapannya, masyarakat muslim memahami
syariah dan produknya dalam bentuk kajian-kajian                bahwa mengikuti transaksi syariah adalah wajib bukan
rutin     mesjid,    khotbah   jumat   terutama     untuk       sekedar karena dorongan mencari keuntungan atau
menjelaskan berbagai produk-produk bank syariah                 kenyamanan semata namun berdasar God’s Will (Allah
yang umumnya tidak banyak dipahami masyarakat.                  SWT).




                                                                                                        ISBN: 978-979-636-147-2
                                                                       Seminar Nasional dan Call for Papers SANCALL 2013
                                                        “PERAN PERBANKAN SYARIAH DALAM PENGUATAN KAPASITAS UMKM
                                                                            MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI NASIONAL”
                                                                                                            23 MARET 2013
DAFTAR PUSTAKA                                                Http://Ekonomi.Kompasiana.Com/Moneter/2011/06/16
                                                                      /Persepsi-Masyarakat-Terhadap-Bank-Syariah-
Ahmad Ifham Solihin, 2008. Iniloh, Bank Syariah. PT.                  373618.Html (akses tanggal 5 Maret 2013)
      Grafindo Media Pratama. Jakarta
                                                              Http://Bisnis.Liputan6.Com/Read/525434/Bank-
Armstrong, K. 2002. Islam A Short History. Modern                     Syariah-Diajak-Buka-Kantor-Di-1000-Masjid
       Library: New York                                              (Akses tanggal 5 Maret 2013)

Brandt, R.B, Rationality, Rules, And Utility New              http://www.infobanknews.com/2013/01/sosialisasi-
       Essays On The Moral Philosophy. Of Edited                      bank-syariah-butuh-biaya-besar/ (akses          4
       By Brad Hooker. Stephen Nathanson: Brandt                      Maret 2013)
       On Rationality And Value
                                                              http://m.pikiran-rakyat.com/node/214361      (Akses     4
Barros, G, 2010. Herbert A. Simon And The Concept                     Maret 2013)
        Of Rationality: Boundaries And Procedures
        Brazilian Journal Of Political Economy, Vol.          Http://Bisnis.Liputan6.Com/Read/525434/Bank-
        30, No. 3 (119), Pp. 455-472.                                 Syariah-Diajak-Buka-Kantor-Di-1000-Masjid

Conlisk, J, 1996. Why Bounded Rationality?. Journal           Jones, B D, 1999. Bounded Rationality., Annu. Rev.
       Of Economic Literature 34. 2 : 669.                           Polit. Sci. 2: 297–321

Cattelan, C, 2013. Shariah Economics As Autonomous            Keiber, KL, 2008. Price Discovery In The Presence Of
        Paradigm:    Theoretical   Approach    And                    Boundedly Rational Agents. Quantitative
        Operative Outcomes. Proceeding Of Sharia                      Finance, Vol. 8, No. 3: 235–249.
        Economics Conference, Hannover 9 February
        2013                                                  Kamarck, A.M, 2005. Economics As A Social Science
                                                                    An Approach To Nonautistic Theory. By The
Dequech, D 2001. Bounded Rationality, Institutions,                 University Of Michigan: New York
      And Uncertainty. Journal Of Economic Issues
      Vol. Xxxv No. 4                                         Landa, J, T dan Wang, X.T., 2002. Bounded rationalty
                                                                     of Economics Man: Decision Making under
Greve, H R, 2003. Organizational Learning from                       Ecological, social and institutional constraints.
       Performance   Feedback     A     Behavioral                   Journal of Bioeconomics; 2001; 3: 217-235
       Perspective on Innovation and Change.
       Cambridge Univ. Press: New York1                       Mäki, U, 2005. Economics With Institutions: Agenda
                                                                     For Methodological dalam Enquiry Rationality,
Gigerenzer, G 2000. Adaptive Thinking Rationality In                 Institutions And Economic Methodology.
       The Real World. Oxford university Press. UK                   Mäki, U, Gustafsson, B & Knudsen, C (Eds).
                                                                      Taylor & Francis E-Library: London
Jurkiewicz, C. L., 2007. Ethical Culture And Its Eff Ect
       On The Administrative Failures Following               Rubinstein, R, 1998. Modeling Bounded Rationality.
       Katrina. Public Administration Review.                        MIT Press: Cambridge, Massachusetts London
       Special Isue. December 2007                                   dan England

Hoetoro, A. (2003). Ekonomi Islam: Pengantar                  Weyland, K, 2006. Bounded Rationality And Policy
     Analisis Kesejarahan dan Metodologi. Malang:                   Diffusion Social Sector Reform In Latin
     Bayumedia Publishing                                           America Princeton University Press: Princeton
                                                                    And Oxford
Http://Suaramerdeka.Com/V1/Index.Php/Read/News/2
        011/12/11/103962/Pemahaman-Tentang-Bank-
        Syariah-Masih-Kurang (akses tanggal 5 Maret
        2013)



                                                                                                 ISBN: 978-979-636-147-2
                                                                     Seminar Nasional dan Call for Papers SANCALL 2013
                                                      “PERAN PERBANKAN SYARIAH DALAM PENGUATAN KAPASITAS UMKM
                                                                          MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI NASIONAL”
                                                                                                          23 MARET 2013
 BIOGRAFI PENULIS

 M. Firmansyah adalah dosen di Jurusan IESP
 Fakultas Ekonomi, Universitas Mataram, NTB.
 Beliau mendapatkan gelar Magister Sains Ilmu
 Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta,
 Indonesia, pada tahun 2006. Sekarang menjadi
 Mahasiswa Akhir program Doktor Ilmu Ekonomi
 Universitas Brawijaya Malang. Untuk informasi lebih
 lanjut, beliau dapat dihubungi melalui:
 firman_mtr@yahoo.com

 Agus Suman adalah dosen dan Guru Besar di Jurusan
 IESP Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya
 Malang. Beliau menyelesaikan Studi PhD di
 Universite Pierre Mendes Frence, Grenoble, Frence
 pada tahun 1995. Keahlian beliau pada Ekonomi
 Pembangunan. Konfirmasi lebih lanjut dapat
 dihubungi melalui agussuman@yahoo.com

Asfi Manzilati adalah dosen di jurusan IESP FEB
Universitas Brawijaya Malang. Beliau menyelesaikan
program Doktor di FEB Universitas Brawijaya Malang
pada tahun 2009. Beliau dari tahun 2010 sampai
sekarang adalah ketua program studi ekonomi islam di
FEB universitas Brawijaya. Konfirmasi lebih lanjut
dapat dihubungi melalui asfi_manzilati@yahoo.com

Susilo adalah dosen di jurusan IESP FEB Universitas
Brawijaya Malang. Beliau menyelesaikan program
doktor di FEB Universitas Airlangga Surabaya pada
tahun 2004. Beliau adalah Ketua Pusat Kajian
Keuangan Negara Dan Daerah (PK2ND) Fakultas
Ekonomi Unibraw Malang.




                                                                                             ISBN: 978-979-636-147-2
                                                                 Seminar Nasional dan Call for Papers SANCALL 2013
                                                  “PERAN PERBANKAN SYARIAH DALAM PENGUATAN KAPASITAS UMKM
                                                                      MENUJU KEMANDIRIAN EKONOMI NASIONAL”
                                                                                                      23 MARET 2013

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:1
posted:3/31/2013
language:
pages:9