Docstoc

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN BBLR

Document Sample
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN BBLR Powered By Docstoc
					                     ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN BBLR



Tanggal pengkajian            :1 Maret 2013

Nama pengkaji                 :1. Destalia.W

                               2.Eva F

                               3. Sri M

                               4. Fajar B

Ruang                         : Peristi

Waktu pengkajian              :14.30 WIB

   A. Identitas klien
      Nama                    :By Ny. Y
      Tanggal lahir           :1-3-2013 jam 04.00
      Umur                    :o hari
      Jenis kelamin           :laki-laki
      BB                      :1.900 gram
      PB                      :42 cm
      Alamat                  :Kali gending Kebumen
      Agama                   :Islam
      Suku bangsa             :Jawa
      Tanggal masuk           :1-3-2013
      No RM                   :832655
      Diagnosa medic          :BBLR


        Identitas Penanggung Jawab

        Nama                  :Ny.Y
        Umur                  :36 tahun
        Jenis kelamin         : perempuan
        Alamat                :Kali gending, Kebumen
        Agama                 :Islam
        Pendidikan            :S 1
        Pekerjaan             :Guru SD
        Hubungan dengan klien :Ibu




   B. Riwayat Keperawatan
         1. Keluhan utama
             Ibu klien mengatakan anaknya mengalami Hipotermi
       2.    Riwayat penyakit srkarang
             Klien lahir pada tanggal 1 Maret 2013 jam 14.00 dari ibu Ny.Y dengan status gravida G4
             P3 A0 . Klien berjenis kelamin laki-laki. Saat lahir dengan presentasi kepala dengan BB
             1.900 gram, PB 42 cm, Suhu 36C , lila 10cm, lingkar kepala 28cm, lingkar dada 32cm,
             klien lahir di ruang VK RSUD KEBUMEN. Karena klien BBLR maka klien dirawat di
             ruang Peristi. Klien dibawa ke bangsal Peristi pada jam 04.10 dan langsung diperiksa
             TTV dan di dapatkan hasil S: 36C , N:142X/m , RR: 46X/m.
       3.    Riwayat penyakit dahulu
             Tidak terkaji
       4.    Riwayat penyakit keluarga
             Ibu klien mengatakan dari keluarga tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti
             DM dan menular TBC .
       5.    Riwayat kehamilan
             GPA umur kehamilan : G4 P3 A0
             ANC                      :2x Di BPS
             TT                       :5x
       6.    Riwayat persalinan
             Bayi lahir spontan pada usia kehamilan 35 minggu 3 hari terdengar DJJ, warna air
             ketuban jernih , tidak ada kaput . Bayi lahir seluruhnya jam 04.00 tanggal 1 Maret 2013
             Apgar scor 8-9-1 bayi lahir langsung nangis.
       7.    Riwayat imunisasi
             Tidak terkaji
       8.    Riwayat tumbuh kembang
             tidak terkaji
       9.    Kebutuhan cairan
             Bayi usia 0 hari rumus BB (kg)x100ml/kg BB/hari. Jadi kebutuhanya
             1.9x100ml=1900ml/hari (rumus lain=120-140/kgBB/hari) 120x1.9=228cc/hari,
             140x1.9=226cc/hari.
             Jadi keb. Cairan 228-266cc/hari.
       10.   Kebutuhan kalori
             Bayi usia 0 hari rumus kebutuhan kalorinya:
             80-95 Kkl/kgBB/hari
             80x1.9=152
             90x1.9=171
             Jadi keb. Kalorinya 152-171 Kkl/hari




C. Pola pengkajian fungsional
   1. Persepsi kesehatan
       Lingkungan rumah bersih, jika dalam keluarga ada yang sakit maka dibawa ke bidan/mantra
       terdekat.
    2. Pola nutrisi metabolic
        Pasien tidak/belum mau minum
    3. Pola eliminasi
        Pasien BAK (-), BAB(+) SUDAH 1x, mekonium jam 13.40 WIB
    4. Pola tidur
        Pasien tidur kurang lebih selama 1 jm , dan terbangun menangis jika merasa tidak nyaman.
    5. Pola aktivitas dan latihan
        Pasien belum bergerak aktif, gerakanya masih lemah, nilai tonus ototnya 1.
    6. Persepsi kognitif
        Tidak terkaji
    7. Persepsi diri dan konsep diri
        Tidak terkaji
    8. Pola peran dan pola hubungan
        Pasien adalah anak ke empat yang lahirnya sangat diharapkan oleh kedua orangtuanya.
        Hubungan dengan ibu sangat sedikit karena pasien harus terpisah dengan ibunya untuk
        menjalani perawatan.
    9. Pola reproduksi dan social
        Jenis kelamin laki-laki penis dan testis lengkap.
    10. Pola pertahanan diri
        Pasien selalu menangis jika merasa tidak nyaman.
    11. Pola keyakinan dan nilai
        Pasien beragama islam seperti orang tuanya, setelah lahir pasien sudah di adzani oleh
        ayahnya.

D. Pemeriksaan fisik
   Keadaan umum : lemah
   TTV             :S: 36C, N: 142X/m, RR:46x/m
   Lingkar kepala :28cm, lila:10cm, lingkar dada: 32cm, PB:42cm, BB: 1.900 gram
      a) Kepala            :mesochepal, tidak ada caput
      b) Muka              :simetris
      c) Ubun-ubun         :anterior(+), posterior(+), belum menutup semua
      d) Mata              :simetris, sclera tidak ikterik, ada kotoran di mata, konjungtiva tak
          anemis
      e) Telinga           :simetris, tak ada serumen, tak ada lesi dan benjolan
      f) Mulut             :simetris, mukosa bibir agak kering tidak ada labio palate schizis
      g) Hidung            :simetris, tidak ada polip, tidak ada secret
      h) Leher             :simetris, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan tidak ada peningkatan
          vena jugularis
      i) Dada
          Jantung          :inspeksi         : tidak terlihat retraksi dinding dada
                            Perkusi          :bunyi pekak
                            palpasi          :tidak teraba ictus cordis
                           auskultasi        :S1 S2 reguler, tidak ada bunyi tambahan
          paru             :inspeksi         :ekspansi dada optimal
                            perkusi          :sonor
                            palpasi          :vocal vremitus seimbang antara kanan dan kiri
                           auskultasi        :bunyi vasikuler
        j)   Tali pusat    : belum pupak, masih BASAH, tertutup kasa
        k)   Punggug       : simetris
        l)   Ekstremitas   :sianosis(+), akral dingin
        m)   Abdomen       : tidak terpasang infus umbilical
                            Inspeksi         :tali pusat belum kering, tak ada lesi
                           Auskultasi        :peristaltic (+)
                           Palpasi           :tidak ada masa
                           Perkusi           :timpani
        n) Germalin        : laki-laki , genetalia lengkap(testis dan penis)
        o) Anus            :(+) berlubang, sudah dilakukan colok dubur
        p) Kulit           : struktur kulit halus dan tipis, akral dingin ,S:36C

E. Reflek
   a. Moro                 :masih lemah
   b. Rooting              :masih lemah, tidak mampu untuk mempertahankan menghisap yg
       efektif
   c. Walking              :belum bias
   d. Grasping             :masih lemah
   e. Sucking              :masih lemah
   f. Tonick neck          :belum bias
   g. Swallowing           :lemah

F. Eliminasi
   a. Miksi         :tidak ada
   b. Mekonium :ada, hijau kehitaman
G. Hasil kolaborasi
   Injeksi vit K 1mg (IM)

H. Pemeriksaan penunjang
   pemeriksaan           Hasil                       Satuan                   Nilai normal
   GDS                   64                          Mg                       70-120




I.   Analisa data
     No Data fokus                                  Etiologi                 Problem
     1    Ds:                                       Prematuritas             Ketidak efektifan pola
          Do:                                                                makan
          -bayi reflek hisapnya masih lemah
            -bayi tidak mampu untuk
          mempertahankan menghisap yang efektif
          Pengganti ASI diberikan 5cc
         Ds:
   2     Do:                                       Imaturitas system        ketidak efektifan
         -BBL post spontan BBLR(pre term)          termoregulasi            termoregulasi
         dengan akral dingin
         -s:36c
         -sianosis pada ektremitas

         Ds:
   3     Do:                                       Defisiensi imunologi     Resiko infeksi
         -tali pusat masih basah
         -BB 1.900 gram



J. Diagnose prioritas
   1. Ketidak efektifan pola makan b.d rematuritas
   2. Ketidak efektifan termoregulasi bd imaturitas system termoregulasi
   3. Resiko infeksi b.d defisiensi imunologi

K. Intervensi
   Tanggal/jam              No Dx                 Tujuan dan KH             Intervensi
   1-3-2013                 1                     Setelah dilakukan         -kaji penyebab tidak
                                                  tindakan keperawatan      mampu menghisap
                                                  selama 3x24 jam           yang efektif
                                                  diharapkan ketidak        -kaji setiap hari
                                                  efektifan pola makan      apakah bayi siap
                                                  bayi teratasi dengan      memasuki tahap
                                                  KH:                       selanjutnya
                                                  -Reflek hisap bayi baik   -kaji kesiapan bayi
                                                  -bayi mampu untuk         untuk menyusui
                                                  mempertahankan            melalui payudara
                                                  menghisap yang efektif    -lakukan pemasangan
                                                                            NGT bila tidak ada
                                                                            perkembangan


                            2                     Setelah dilakukan         -pantau KU dan TTV
                                                  tindakan keperawatan      -Jaga kehangatan bayi
                                                  selama 3x24 jam           -ganti pakaian tiap kali
                                                  diharapkan ketidak        basah
                                                  efektifan termoregulasi   -tempatkan bayi dalam
                                                  teratasi dengan KH:       incubator
                                                  -akral hangat             -ginakan lampu
                                                  -suhu 36-37C              pemanas sesuai
                                                  -tidak sianosis           nkebutuhan
                                                                            -jaga kestabilan suhu

                            3                     Setelah dilakukan         -pantau KU dan TTV
tindakan keperawatan     -pantau tanda dan
selama 3x24 jam          gejala infeksi
diharapkanresiko         -lakukan perawatan
infeksi tidak terjadi    tali pusat
dengan KH:               -cuci tangan sebelum
-tidak ada tanda dan     dan sesudah
gejala infeksi           melakukan tindakan
-tali pusat bersih dan   -Jaga kestabilan suhu
kering                   tubuh bayi
-suhu tubuh dalam
batas normal 36-37C

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:17
posted:3/30/2013
language:Unknown
pages:6