Docstoc

Project Proposal JPUP

Document Sample
Project Proposal JPUP Powered By Docstoc
					                                      Project Proposal
       PROGRAM PENINGKATAN PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PERDAMAIAN


Nama Lembaga              : JARINGAN PEREMPUAN UNTUK PERDAMAIAN ( JPuP )
Badan Hukum               : Perkumpulan
Kontak Person             : Tengku Zulaini putri ( zulaini_putri@yahoo.co.id), Mobile 08126931763
                             awnp.aceh@gmail.com
                             Ruwaida ( ida_syauqi@yahoo.com ), Mobile 081360337955
Tujuan Jangka Panjang     : Terwujudnya perdamaian yang utuh dan abadi di Aceh
(goal)
Program yang sedang       : Belum ada
dilaksanakan
donor/sumber dana lain
Judul Proposal            : Program Peningkatan Partisipasi Perempuan Dalam Perdamaian



LATAR BELAKANG
       Aceh yang telah mengalami penderitaan konflik bersenjata selama 32 tahun telah
   menghancurkan sistem kehidupan masyarakat. Rangkaian kekerasan telah berakibat ribuan
   jiwa manusia telah melayang, ratusan rumah telah habis dibakar, ribuan perempuan bersama
   keluarganya kehilangan tempat tinggal, sumber mata pencaharian. Lahan-lahan pertanian
   telah ditinggalkan terbengkalai karena masyarakat trauma atau takut kembali ke desa asalnya.

        Konflik panjang ini memang telah menimbulkan dampak yang luar biasa besar bagi
   perempuan. Tidak hanya karena mereka adalah korban dengan kondisi yang terparah dan
   mengalami trauma berkepanjangan, tetapi juga karena konflik sosial tersebut telah membuat
   banyak perempuan dan kelompok marginal lainnya mengalami proses pemiskinan, karena
   ketika konflik telah usai (pasca damai) perempuan belum bisa menikmati perdamaian yang
   seutuhnya, dimana perempuan tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan
   potensi dirinya, tidak mendapatkan akses kesehatan dengan baik dan tidak dilibatkan dalam
   rapat-rapat pengambilan keputusan di kampungnya.

       Pasca penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 silam, membawa harapan
   yang besar bagi perubahan kehidupan perempuan di Aceh khususnya di 10 kabupaten/kota
   yang tersebut di atas. Dimana Perempuan dapat kembali menata kehidupan mereka yang
   telah porak poranda selama puluhan tahun akibat konflik tersebut, baik dalam membangun
   perekonomian, mendapatkan pendidikan, mendapatkan kesempatan dalam mengembangkan
   dirinya, terlibat dalam ranah publik dan ranah politik serta dapat menata kembali keluarga yang
   sempat terporak-poranda akibat konflik.

   Ke 10 kabupaten/kota yang disebut diatas merupakan wilayah-wilayah yang parah ketika
   terjadinya konflik. Dari dinamika yang terjadi, kelompok masyarakat yang menerima dampak
   sangat parah adalah anak-anak dan perempuan. Oleh karena itu, JPUP bersama dengan
   anggotanya berkeinginan untuk melaksanakan sebuah program khusus untuk
   memberdayakan dan memperkuat perempuan grassroot, sehingga perempuan mempunyai
   posisi tawar di dalam kehidupan masyarakat, dengan harapan perempuan dapat secara aktif
   ikut terlibat dalam mengisi dan menjaga perdamaian yang berkelanjutan.

RINGKASAN PROYEK
Proyek ini merupakan kegiatan upaya penigkatan partisipasi perempuan dalam perdamaian yang
akan dilaksanakan sebagai contoh dengan mengambil 10 kabupaten/kota di NAD. Wilayah
tersebut dipilih berdasarkan hasil observasi dan laporan yang diperoleh dari lembaga anggota
JPuP serta merekomendasikan agar dilakukan upaya peningkatan partisipasi perempuan dalam
perdamaian dan wilayah tersebut merupakan wilayah kerja dari semua lembaga anggota Jaringan
Perempuan untuk Perdamaian.
 Untuk mencapai tujuan proyek, terdapat sejumlah tahapan kegiatan yang dilaksanakan dalam
proyek ini. Secara umum, beberapa kegiatan yang dilaksanakan akan bersentuhan langsung
dengan perempuan grassroot yang merupakan pelaku perdamaian ( peacemaker ) dan penjaga
perdamaian ( peacekeeper ). Beberapa tahapan pelatihan yang diberikan kepada lembaga
anggota dan perempuan grassroot akan diberikan secara bertahap. Mulai dari workshop
penyusunan modul, training of trainer ( ToT ), training pendidikan perdamaian dan training
jurnalistik. Rangkaian pelatihan tersebut akan menggunakan modul yang dibuat pada awal proyek
dengan melibatkan anggota JPuP dan sejumlah ahli. Modul tersebut dibuat untuk digunakan
dalam training-training yang dilaksanakan dalam proyek ini. Modul ini akan menggunakan metode
yang sederhana tapi menarik untuk diikuti agar medapatkan respon yang positif dari peserta
training dan mudah melakukan sosialisasi kepada kelompok dampingan lembaga anggota JPuP.
Selain bentuk training-training, diskusi di dalam komunitas merupakan salah satu kegiatan yang
dilaksanakan untuk perempuan grassroot. Kegiatan ini merupakan salahsatu media komunikasi
dan sharing informasi dengan perempuan grassroot untuk mencari akar masalah yang sering
membuat kaum perempuan ragu-ragu untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan-kegiatan
kemasyarakatan dan sulit dalam mengambil kebijakan serta masih sangat identik dengan
paragdigma yang menyatakan rendahnya kapasitas kaum perempuan


Untuk tercapainya seluruh output dalam proyek ini, JPuP merencanakan kegiatannya dilaksanakan
dalam waktu satu tahun. Sebagai pelaksana kegiatan di daerah, JPuP akan bekerja sama dengan
lembaga anggota atau kelompok dampingannya yang direkomendasikan oleh lembaga anggota.
GOAL
Terwujudnya perdamaian yang utuh dan berkelanjutan di Aceh
IMPACT
Tumbuh dan meningkatnya kesadaran perempuan di grassroot dalam berpartisipasi aktif dalam
menjaga perdamaian

OBJECTIVES OF PROJECT
Ada beberapa objektif yang ingin dihasilkan oleh Jaringan Perempuan untuk Perdamaian dalam
pelaksanaan program ini, diantaranya adalah:


   1. Terangkumnya/ tersusunnya materi - materi sebagai substansi modul oleh Anggota dan
      mitra Jaringan Perempuan untuk Perdamaian ( JPuP ) sehingga menjadi sebuah modul
      training pendidikan perdamaian untuk perempuan.
   2. Meningkatnya pemahaman perempuan tentang upaya-upaya strategis dalam merawat
       perdamaian
   3. Meningkatnya partisipasi aktif    kaum perempuan dalam mengisi dan membangun
       perdamaian aceh yang berkelanjutan


Dalam pelaksanaan program ini, JPUP akan bekerjasama dengan lembaga anggota yang
mempunyai kelompok dampingan dalam bentuk comunnity organiser (CO) yang tersebar di 10
kabupatn/kota untuk melakukan upaya-upaya peningkatan partisipasi perempuan grassroot dalam
mewujudkan perdamaian berkelanjutan, upaya ini diharapkan mampu memberikan daya motivasi
terhadap kaum perempuan grassroot untuk bisa berpartisipasi aktif dalam multisektor dan
multilevel.


ACTIVITIES & INPUTS
Aktivitas yang akan dilakukan dalam program ini adalah :
Output 1:
Meningkatnya pemahaman dan pertisipasi Anggota jaringan perempuan untuk perdamaian (JPuP )
dan perempuan grassroot yang merupakan kelompok dampingan lembaga anggota JPuP dalam
menjaga perdamaian
   1. Pembuatan kurikulum dan modul training Pendidikan Perdamaian bagi perempuan
      grassroot
       Ini merupakan tahapan awal yang dilaksanakan oleh Jaringan Perempuan untuk
       Perdamaian ( JPuP ) untuk mempersiapkan materi training yang akan dilaksanakan
       dalam program ini. Modul ini disusun oleh perwakilan dari lembaga anggota JPuP dan
     dipersiapkan oleh 4 orang tim ahli yang memahami bidang pendidikan perdamaian bagi
     perempuan grassroot sekaligus mempersiapkan kurikulum,alat,sistematika dan metode
     yang akan disesuaikan. Tim ahli ini juga nantinya personal-personal yang mempunyai
     keahlian memfasilitasi. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 ( tiga ) kali pertemuan
     secara intensif dan menghasilkan sebuah modul training
     Modul ini nantinya akan digunakan dan dijadikan sebagai acuan standar dalam training
     dalam program ini. Jika dalam proses pelaksanaan training masih ada yang kurang, modul
     ini akan dilengkapi dan diperbaiki untuk digunakan dalam training berikutnya.



2. Training of Trainier (ToT) untuk Lembaga anggota JPuP
     ToT bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada lembaga anggota JPuP agar mampu
     memahami bentuk dan pentingnya partisipasi perempuan dalam menjaga perdamaian
     secara lebih mendalam serta mampu memberikan pendidikannya (ilmunya) dengan
     kemampuan memfasilitasi perempuan grassroot di wilayahnya masing-masing.
     Para peserta lembaga anggoya yang telah mengikuti ToT ini, selain mempunyai
     pemahaman tentang bentuk dan partisipasi perempuan dalam menjaga perdamaian, juga
     akan menjadi seorang fasilitator bagi perempuan grassroot dalam setiap diskusi komunitas
     yang akan dilaksanakan di wilayahnya. Selain itu, peserta ToT diharapkan juga mampu
     memberi motivasi kepada perempuan grassroot dan masyarakat lainnya untuk lebih lebih
     meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam menjaga perdamaian.
     ToT ini akan dilaksanakan di Banda Aceh yang diikuti oleh peserta lembaga anggota JPuP
     sebanyak 28 orang yang direkomendasikan dari lembaga masing-masing.


3. Pelatihan pendidikan perdamaian bagi perempuan grassroot di 10 kabupaten/kota
     Training ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pendidikan kepada perempuan
     grassroot tentang pentingnya partisipasi perempuan dalam menjaga perdamaian. Dengan
     adanya pemahaman tentang pentingnya partisipasi perempuan diharapkan mampu untuk
     meningkatkan kesadaran bagi mereka agar termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam
     menjaga perdamaian.
     Training ini akan diikuti oleh 30 orang peserta dari unsur perempuan grassroot dari
     masing-masing kabupaten/kota berdasarkan pembagian wilayah kerja.
     Kegiatan training akan dilaksanakan dalam periode waktu yang bersamaan dan
     dilaksanakan oleh lembaga anggota yang mempunyai kelompok dampingan di wilayahnya
     masing-masing di bawah koordinasi sekretariat.
4.    Diskusi Komunitas dilakukan oleh lembaga anggota Jaringan Perempuan untuk
     perdamaian di 10 kabupaten/kota, masing-masing kabupaten/kota sebanyak 1 kali
     pelaksanaan.
     Diskusi di dalam komunitas merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk
     perempuan grassroot. Kegiatan ini merupakan salahsatu media komunikasi dan sharing
       informasi dengan perempuan grassroot untuk mencari akar masalah yang sering membuat
       kaum perempuan ragu-ragu untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan-kegiatan
       kemasyarakatan dan sulit dalam mengambil kebijakan serta masih sangat identik dengan
       paragdigma yang menyatakan rendahnya kapasitas kaum perempuan
       Diskusi ini diharapkan akan mampu menghasilkan kesadaran dan motivasi bagi
       perempuan grassroot untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan perdamaian yang
       berrkelanjutan
       Diskusi komunitas ini dilaksanakan 1 kali dalam sebulan yang difasilitasi oleh kelompok
       dampingan lembaga anggota JPuP di wilayahnya masing-masing. Diskusi ini dilaksanakan
       di 10 kabupaten/kota dengan melibatkan perempuan-perempuan grassroot di wilayah
       masing-masing.




Output 2
Meningkatnya pengawasan publik terhadap pemerintah dalam memonitoring dan mengevaluasi
setiap wujud nyata /bentuk dari partisipasi perempuan dalam perdamaian
   1. Membentuk kelompok/forum partisipasi perempuan perdamaian di 10 Kabupaten/kota

       Kelompok/forum ini dibentuk dengan tujuan agar perempuan grassroot mempunyai wadah
       untuk bermusyawarah dan membicarakan permasalahan dan mencari solusi dari
       hambatan/kendala yang dihadapi perempuan grassroot yang ingin berpatisipasi dalam
       menjaga perdamaian atau sebagai secretariat bersama perempuan grassroot di 10
       kabupaten/kota yang selalu saling memonitoring dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan
       pemerintah baik berbagai level.

       Secara internal bisa dilakukan monitoring terhadap para perempuan grassroot yang
       sudah pernah mendapatkan training pendidikan perdamaian, apakah sudah bisa dikatakan
       membawa perubahan kea rah yang lebih baik artinya ada suatu peningkatan partisipasi
       perempuan yang bisa diukur secara kualitas maupun kuantitas. Forum ini juga
       menampung aspirasi masyarakat sekitarnya tentang pergerakan kaum perempuan dan
       membuka peluang kepada perempuan grassroot manapun untuk bergabung dalam forum
       ini

   2. Membuat mailing list forum partisipasi perempuan perdamaian untuk 10 kabupaten/kota

       Mailing list ini berfungsi sebagai salah satu media komunikasi antar perempuan grassroot
       di 10 kabupaten/kota agar terjalin komunikasi yang intens dan kontinyue mengenai hal-hal
       seputar perempuan secara komprehensif, baik itu tentang partisipasi maupun tentang isu-
       isu yang dianggap perlu untuk dibicarakan dan diambil suatu keputusan alternative.

       Mailing list ini juga bisa dijadikan ajang curhat ataupun ajang brainstorming serta mengikat
       tali silaturahmi antar perempuan grassroot di 10 kabupaten/kota karena mungkin jarak dan
       waktu tidak memudahkan mereka untuk dapat saling bertemu dan bertukar fikiran.
       Sehingga ikatan kebersamaan dan komitmen para perempuan grassroot di 10
       kabupaten/kota untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga perdamaian dapat tetap terikat
       kuat.

   3. Talkshow radio di 10 Kabupaten/kota setiap 1 bulan sekali

       Talkshow ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang seputar aktivitas perempuan
       grassroot dalam mengisi perdamaian, mencetuskan harapan-harapan perempuan
       grassroot kepada pemerintah aceh untuk lebihg memperhatikan kaum perempuan dan
       dalam merumuskan kebijakan dan peraturan-peraturan lebih berspektif gender,
       memberikan tanggapan/pendapat perempuan grassroot ke khalayak mengenai kebijakan-
       kebijakan pemerintahan di multi level serta memberikan komentar tentang isu-isu actual
       yang sedang berkembang di public.

       Secara umum di talkshow ini akan mengangkat tema-tema yang diusahakan untuk
       bersinggungan langsung dengan partisipasi perempuan dan perdamaian. Narasumber
       pada talkshow ini berasal dari secretariatdan lembaga anggota JPuP serta kelompok
       dampingan lembaga anggota JPuP di tiap-tiap wilayah. Talkshow ini dilakukan setiap 1
       bulan sekali di setiap 10 kabupaten/kota dengan waktu yang berbeda-beda agar semua
       pendengar diseluruh kabupaten/kota yang menerima jangkauan dari sinyal radio dapat
       mengakses nya dan talkshow ini akan on air di salah satu radio-radio di tiap wilayah
       masing-masing.


Output 3:
Meningkatnya pemahaman dan kemampuan perempuan grassroot untuk melakukan advokasi
terhadap upaya-upaya strategis menjaga perdamaian dilingkungannya

   1. Hearing perempuan grassroot ke legislatif di 10 Kabupaten/kota.
      Hearing ini bertujuan untuk ...................

Output 4
Terdokumentasikannya bentuk-bentuk kegiatan dari wujud partisipasi perempuan grassroot dalam
menjaga perdamaian

   1. Training Jurnalistik Perdamaian

       Training ini sangat penting dilakukan mengingat terbatasnya kemampuan perempuan
       dalam menulis. Oleh karena itu diperlukan penguatan kapasitas untuk para perempuan
       grassroot agar mereka mempunyai kemampuan dalam menulis di media khususnya
       tentang merangkai pemberitaan dan mengeluarkan pendapat terutama tentang
       perdamaian.

       Training ini juga bertujuan untuk melatih dan menggali pemahaman para perempuan
       grassroot untuk lebih berani mengungkapkan argumentasi atau pernyataan-pernyataan
       tentang perempuan dan perdamaian yang dikemukakan di media sebagai akses public.
    Training ini dilaksanakan di 10 kabupaten/kota sebanyak 1 kali di tiap-tiap wilayah.
    Training ini di fasilitasi oleh trainer yang ahli dibidang jurnalistik perdamaian dibawah
    koordinasi secretariat dan lembaga anggota JPuP dimasing-masing wilayah
    kabupaten/kota.

2. Seminar “ Urgensi partsipasi perempuan dalam perdamaian “

    Seminar ini bertujuan untuk menggagas pemahaman dan kesadaran bersama dalam
    pentingnya partisipasi perempuan dalam perdamaian. Seminar ini akan menggunakan
    metode ceramah atau presentasi oleh narasumber/ pemerhati perempuan dan
    perdamaian yang secara sistematis bisa memberikan penjabaran materi disertai dengan
    data-data konkrit tentang peranan perempuan dalam mewujudkan perdamaian di aceh
    dan selanjutnya bagaimana pentingnya partipasi perempuan dalam perdamaian itu.

    Seminar ini akan dilaksanankan di banda aceh di bawah koordinasi secretariat JPuP,
    peserta berasal dari berbagai elemen yakni : para perempuan grassroot dari kelompok
    dampingan lembaga anggota JPuP yang direkomendasikan oleh lemabagaanggota JPuP,
    dari unsur akademisi, jaringan dan lembaga perempuan, politisi, pemda,mahasiswa dan
    LSM serta stakeholder lainnya.

    Output 5
    Meningkatnya koordinasi dan kerjasama dalam mewujudkan perdamaian berkelanjutan

1. Pertemuan dengan lembaga anggota
    Pertemuan dengan lembaga anggota ini merupakan kegiatan yang akan dilakukan di awal
    pelaksanaan program. Dalam pertemuan ini akan dibahas tentang gambaran umum dan
    tujuan program, kemudian akan dibahas mekanisme kerja antara sekretariat dengan
    lembaga anggota serta kesepakatan-kesepakatan yang mengatur peran dan fungsi serta
    hak dan kewajibannya.
    Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 3 (dua) hari ini diharapkan semua lembaga
    dapat memahami maksud dan tujuan dari proyek ini serta menghasilkan sebuah
    kesepakatan yang mengatur mekanisme kerja antara secretariat Jaringan Perempuan
    untuk Perdamaian dengan lembaga anggota, sehingga semua kegiatan diharapkan dapat
    berjalan sesuai dengan perencanaan. Kegiatan ini akan melibatkan lembaga-lembaga
    anggota yang terlibat dalam program baik yang di banda Aceh maupun di daerah.
2. Evaluasi dan monitoring
    Monitoring dan evaluasi bertujuan untuk melihat sejauh mana progress kegiatan yang
    dilakukan oleh lembaga anggota di semua wilayah serta capaian yang sedang dan sudah
    berjalan.
    Monitoring akan dilaksanakan langsung oleh Jaringan Perempuan untuk Perdamaian
    dengan mendatangi semua lembaga anggota atau kelompok dampingan lembaga anggota
    yang terlibat program di semua wilayah secara langsung.
OUTPUTS AND IMPACT
          Activity                          Output                Output Indicator
  1. Pembuatan kurikulum             1. Meningkatnya
     dan modul training                 pemahaman         dan
     Pendidikan Perdamaian              pertisipasi Anggota
     bagi        perempuan              jaringan perempuan
     grassroot                          untuk      perdamaian
                                        (JPuP       )     dan
  2. Training of Trainier
                                        perempuan grassroot
     (ToT) untuk Lembaga
                                        yang        merupakan
     anggota JPuP
                                        kelompok dampingan
  3. Pelatihan    pendidikan            lembaga       anggota
     perdamaian         bagi            JPuP dalam menjaga
     perempuan grassroot di             perdamaian
     10 kabupaten/kota
  4. Diskusi      Komunitas
     dilakukan oleh lembaga
     anggota         Jaringan
     Perempuan          untuk
     perdamaian      di    10
     kabupaten/kota, masing-
     masing kabupaten/kota
     sebanyak      1      kali
     pelaksanaan.



  4. Membentuk                   Meningkatnya pengawasan          -
     kelompok/forum              publik terhadap pemerintah
     partisipasi perempuan       dalam memonitoring dan
     perdamaian di 10            mengevaluasi setiap wujud
     Kabupaten/kota              nyata /bentuk dari partisipasi
  5. Membuat mailing list        perempuan dalam perdamaian
     forum partisipasi
     perempuan perdamaian
     untuk 10 kabupaten/kota
  6. Talkshow radio di 10
     Kabupaten/kota setiap 1
     bulan sekali
Hearing perempuan grassroot ke Meningkatnya pemahaman
legislatif di 10 Kabupaten/kota. dan kemampuan perempuan
                                 grassroot untuk melakukan
                                 advokasi terhadap upaya-
                                 upaya strategis menjaga
                                 perdamaian dilingkungannya

   1. Training Jurnalistik      Terdokumentasikannya
      Perdamaian                bentuk-bentuk kegiatan dari
   2. Seminar “ Urgensi         wujud partisipasi perempuan
       partsipasi perempuan     grassroot dalam menjaga
       dalam perdamaian “       perdamaian

 1. Pertemuan dengan            Meningkatnya koordinasi dan        Intensitas
    lembaga anggota/jaringan    kerjasama dalam mewujudkan         koordinasi antara
 2. Evaluasi dan monitoring     perdamaian berkelanjutan           JPuP dengan
    kepada lembaga                                                 lembaga
    anggota/jaringan di 10                                         anggota
    kabupaten/kota                                                 meningkat.




SUSTAINABILITY
Selama ini jaringan perempuan untuk perdamaian belum cukup maksimal memberikan secara
spesifik tentang peningkatan dan penguatan partisipasi perempuan dalam perdamaian kepada
perempuan grassroot. Karena itu untuk mencapai target yang diharapkan dari program ini maka,
program ini dilakukan secara bertahap yaitu: pertama: dimulai dengan cara memberikan
pendidikan dan pemahaman tentang perdamaian dengan menggunankan modul yang telah
dipersiapkan sebelumnya sebagai acuan standar.
Kedua: Tahapan selanjutnya terhadap upaya peningkatan partispasi perempuan grassroot dalam
perdamaian. Ketiga: Meningkatnya pengawasan publik terhadap pemerintah dalam memonitoring
dan mengevaluasi setiap wujud nyata /bentuk dari partisipasi perempuan dalam perdamaian
 Dan keempat: Terdokumentasikannya bentuk-bentuk kegiatan dari wujud partisipasi perempuan
grassroot dalam menjaga perdamaian, kelima : Meningkatnya koordinasi dan kerjasama dalam
mewujudkan perdamaian berkelanjutan
Dengan lima output tersebut diatas yang diberikan kepada perempuan grassroot sebagai salah
satu cara membuat perempuan lebih berpartisipasi aktif dalam mengisi perdamaian, sehingga
perdamaian yang telah didapat dengan susah payah dapat tetap utuh dan berkelanjutan.


MANAGEMENT
Management dalam program ini akan dibagi dalam 4 tahapan :
1. Planing
   Proyek ini direncanakan dan dikelola oleh Jaringan prempuan untuk perdamaian dengan
   koordinasi dengan lembaga-lembaga anggota. Perencanaan wilayah kerja berdasarkan
   pemetaan yang dilaksanakan antara sekretariat dengan lembaga anggota.
   Dari perencanaan tersebut, jumlah kabupaten kecamatan yang dijadikan target proyek
   sebanyak 10 kabupaten/kota yang merupakan wilayah kerja lembaga anggota JPuP dimana
   kondisi tingkat partisipasi perempuan grassroot dinilai masih rendah.
   Pelaksana kegiatan yang dilaksanakan di Banda Aceh akan dilaksanakan oleh sekretariat,
   sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di daerah dilaksanakan oleh lembaga-
   lembaga anggota yang ada di kabupaten/kota yang telah disepakati dan mempunyai kelompok
   dampingan di kabupaten/kota tersebut. Setiap kegiatan di bawah koordinasi dan pengawasan
   pihak JPuP selaku penanggungjawab proyek.
   Pada tahapan awal, JPuP akan mengundang semua lembaga anggota yang terlibat dalam
   pelaksanaan kegiatan diseluruh kabupaten/kota.


2. Organizing
   Pelaksanaan kegiatan dalam proyek ini, secara umum dibagi menjadi dua yakni sekretariat
   JPuP dan lembaga anggota yang mempunyai kelompok dampingan di 10 kabupaten/kota.
   Dalam setiap kegiatan, lembaga anggota akan berkoordinasi dengan kelompok dampingannya
   masing-masing.
   Sekretrariat hanya melaksanakan kegiatan yang bersifat koordinasi yang melibatkan semua
   lembaga anggota, sedangkan pelaksana kegiatan di daerah akan melibatkan lembaga
   anggota serta kelompok dampingannya.


3. Actually
   Proyek ini akan di jalankan sebagaimana yang sudah direncanakan dengan memperhitungkan
   resiko management (Risk Management). Jika masih tidak terjadi perubahan jumlah pada
   tingkat partisipasi perempuan grassroot artinya terjadi stagnan pada tingkat partisipasi
   perempuan grassroot setelah pelaksanaan proyek di beberapa wilayah kabupaten/kota maka
   akan dibicarakan dan diselesaikan melalui musyawarah dengan pihak-pihak yang telibat untuk
   mencari penyelesaian atau rencana tindak lanjut. Jika tidak ada penyelesaian akan dilakukan
   pengalihan dalam pelaksanaan proyek tersebut kepada lembaga yang lain agar pelaksanaan
   kegiatan bisa berjalan sesuai dengan rencana.


4. Controling
   Program ini akan di control melalui satu mekanisme monitoring dan evaluasi yang dapat dibagi
   dalam beberapa tahapan :
   1. Monitoring dilakukan oleh JPuP terhadap pelaksanaan Program yang dijalankan oleh
      lembaga anggota dengan melakukan koordinasi.
   2. Monitoring dilakukan oleh lembaga anggota di masing-masing daerah terhadap kelompok
      dampingannya agar program dan perkembangan program dilapangan berjalan sesuai
         rencana dengan tujuan untuk mengukur sejauhmana program tersebut bermanfaat buat
         perempuan grassroot
    3. Secara umum, pengawasan akan dilakukan dalam dua hal yaitu pelaksanaan program
       serta manajemen keuangan.


MONITORING AND EVALUATION
Monitoring
Monitoring akan dilaksanakan ke setiap lembaga anggota yang melaksanakan program untuk
mengetahui proses, capaian dan hambatan kegiatan-kegiatan di daerah. Selain itu, monitoring
juga dilakukan untuk mengetahui sejauhmana program tersebut telah bermanfaat untuk
perempuan grassroot. Monitoring akan dilaksanakan dua kali selama pelaksanaan program.


Evaluasi
Evaluasi akan dilakukan pada akhir program dengan melakukan pertemuan dengan Lembaga
anggota JPuP sebagai pelaksana Program untuk menilai bagaimana program berlangsung,
menilai hasil dari program tersebut apakah bermanfaat untuk perempuan grassroot dan sejauh
mana outreach dari proyek tersebut serta menggali rekomendasi sebagai aba-aba diperlukan
rencana tindak lanjut atau tidak. Untuk melihat hasil evaluasi yang lebih objektif, evaluasi akhir
tahun akan melibatkan evaluator dari luar lembaga JPuP


RISK MANAGEMENT
Resiko managemen diperhitungkan dengan melihat dan mempertimbangkan kurangnya
sumberdaya manusia (SDM) kelompok dampingan yang ada di lapangan dalam melaksanakan
kegiatan. Selain itu, kekhawatiran adanya budaya partiarkhi yang sudah mendominir di masyarakat
terutama daerah-daerah yang agak sedikit jauh dari keramaian dan juga sikap
mensdiskriminasikan serta memarginalkan kaum perempuan.
Oleh karenanya, keterlibatan lembaga anggota dalam menentukan dan mengawasi kelompok
dampingannya sangat penting dilakukan dengan seringnya komunikasi dan koordinasi.


PENUTUP
Demikian proposal ini kami ajukan untuk dijadikan dijadikan acuan dalam seluruh kegiatan dalam
program ini. Jika ada hal-hal yang masih kurang akan dikomunikasikan kemudian, terimakasih.


Salam,

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:3/26/2013
language:Unknown
pages:11