Participation and Performance in Capital Budgeting Teams by revitup2367

VIEWS: 285 PAGES: 23

									Participation and Performance in Capital
            Budgeting Teams



          Tri Joko Prasetyo
                 Pendahuluan
• Tim adalah pusat di organisasi
• Efektivitas tim menjadi hal penting dalam penelitian.
• Isu penelitian tertuju pada karakteristik tim yang efektif
  (Guzzo dan Shea 1992;Hackman 1996) dan pentingnya
  kinerja tim (Guzzo dan Dickson 1996); desain untuk
  memperkuat tim dan kinerja dari tim antar fungsi
• Asumsi implisit pada desain dari fungsi tim bahwa
  keputusan grup meningkatkan kinerja perusahaan. Hasil
  dari berbagai penelitian masih belum seragam
• Proses kogniti fdan afektif ditemukan secara signifikan
  mempengaruhi kinerja.
           Tujuan Penelitian
• Penelitin ini menguji kinerja 55 tim capital
  budgeting pada perusahaan besar. Partisipasi
  anggota tim pada pengembangan capital
  budgeting dihipotesakan secara positif
  mempengaruhi kinerja. Variabel proses
  dihipotesakan sebagai mediator relevan antara
  partisipasi pada capitas budgeting dengan
  kinerja. Variavel proses ini meliputi andil
  informasi anggota tim dan kinerja berdasarkan
  penekanan pada anggaran.
           Pengembangan Teori
• Partisipasi tim anggaran
• Partisipasi adalah tingkat keterlibatan anggota tim dalam penetapan
  parameter anggaran dengan manajemen
• Penelitian hubungan antara partisipasi anggaran dengan kinerja
  sebagian besar menguji pda level individual.
• Masalah utama adalah bagaimana mendorong partisipasi anggaran
  untuk memaksimalkan kinerja tim.
• Hubungan antara partisipasi tim dengan kinerja masih menjadi
  perdebatan.
• Levine dan Tyson (1990, 2003) menyimpulkan partisipasi tim
  biasanya meningkatkan sedikit kinerja, kadang-kadang menjadi
  pendorong peningkatan kinerja yang signifikan dan bahkan tidak
  pernah negatif
• Hasil penelitian diatas konsisten dengan hasil meta-analisis dari 100
  penelitian partisipasi individual dan kinerja.
• Variabel Mediasi
• Meta teori tentang partisipasi dan kinerja
  menyimpulkan 2 faktor mediasi dalam hubungan
  ini yaitu;
• 1. identifikasi dan aplikasi informasi bahwa
  anggota tim membawa interaksi dalam tim
• 2. komitmen anggota yang ditekankan pada tim
• Information Sharing
• Interaksi tim dilakukan dalam ide, informasi,
  norma dan strategis.
• Secara individual anggota tim tidak memiliki
  semua informasi yang relevan sehingga struktur
  informasi anggaran harus dikembangkan
  sehingga anggota tim dapat andil informasi.
• Teori organisasi telah berusaha meningkatkan
  pemahaman tentang transmisi informasi dalam
  tim. Dari berbagai penelitin ditemukan bahwa
  partisipasi meningkatkan kepercayaan dan andil
  informasi tim.
• Sharing informasi menguntungkan dalam area
  kognitif.
• Partisipasi tim meningkatkan pertukaran
  informasi dan mengembangkan kompetensi.
• Keputusan partisipatif memiliki tingkat
  keuntungan bahwa subjek memiliki informasi
  yang relevan untuk pelaksanaan tugas dan
  pembagian dengan pihak lain.
• Bias informasi yang dimiliki oleh individual
  merupakan ancaman atas efektifitas tim. Dari
  penelitian sharing informasi oleh manajemen top
  dengan berbagai bentuk infomasi sharing
  menghasilkan inovatif yang lebih dan kualitas
  yang leibh baik daripada tim yang kurang
  dengan inoformasi.
• Campion et.al. (1993) menemukan kerjasama
  dan sharing informasi secara signifikan
  berkorealsi dengan produktifitas tim dan kinerja.
• Amason (1996); tim yang menggunakan
  beberapa bentuk interaksi dialektik akan
  menghasilkan kualitas keputusan yang lebih
  baik daripada tim yang tidak melakukan
• Budget Emphasis
• Penelitian tentang partisipasi anggaran telah
  menemukan hubungan positif antara partisipatif
  dengan insentif anggaran. Partisipasi juga
  meningkatkan kehati-hatian pada akuntanbilitas
  anggaran dan komitmen ketika anggara dilihat
  tidak fair.
• Insentif memiliki hubungan tidak signifikan
  dengan kinerja manajerial dalam kerja tim.
• Dari berbagai penelitian ditemukan bahwa
  produktivitas akan meningkat ketika penekanan
  anggaran dikombinasi dengan sharing informasi.
• Penekanan anggaran dan penggunaan insentif
  memiliki efek positif atas kinerja pada penelitian
  semua anggaran (Chalos dan poon 1999)
• Hirarki Vertikal
• Tim pada umumnya didesain untuk
  memecahkan masalah pada tingkat dibawahnya
  dalam hirarki organisasi. Komunikasi dengan
  manajer diatasnya dalam hirarki organisasi
  sangat diperlukan tim seperti lobi alokasi
  sumberdaya dan dukungan.
• Beberapa penelitian menemukan kurangnya
  kontrol hirarki maka memiliki asosiasi negatif
  dengan kinerja.
• Giroux et.al (1986) menemukan bahwa
  kekuasaan dalam pembentukan anggaran
  dipusatkan pada hirarki vertikal, dan hirarki
  vertikal digunakan sebagai bagian untuk
  meningkatkan kinerja.
• Figur Model Kausal Kinerja
                                                Vertikal
                         Information           Hierarchy
                  H2a      Sharing
                                       H2b



 Capital Budget              H1
                                             Performance
  Participation


                   H3a                   H3b
                          Budget
                         Emphasis
                    Hipotesa
• H1: Partisipasi anggota tim pada penetapan anggaran
  modal memiliki pengaruh positif terhadap kinerja
• H2a: Partisipasi anggota tim pada penetapan anggaran
  modal mendorong pada peningkatan andil informasi
  anggota tim
• H2b: Andil informasi anggota tim secara positif
  mempengaruhi kinerja tim
• H3a: Partisipasi anggota tim pada penetapan anggaran
  modal mendorong penetapan peningkatan kinerja
  anggaran
• H3b: Penetapan kinerja anggaran secara positif
  mempengaruhi kinerja tim
• H4: Tingkat hirarki kontrol secara positif berpengaruh
  pada kinerja tim
                 Metoda Riset
• Proses Capital Budgeting
• Data; perusahaan multinional dengan net aset $2,5
  bilion. Perusahaan memiliki tingkat pertumbuhan 13,2 %
  selama 10 tahun terakhir.
• Struktur organisasi perusahaan secara fungsional dibagi
  3 bagian yaitu unit administrasi, unit pengembangan
  strategi, dan unit SDM dan keuangan
• Semua tim minimum telah bekerja bersama minimal 6
  bulan.
• Anggaran modal berkisar antara 10 s/d 20 million
  dollars.
• Diskusi antara manajemen atasan dan bawahan dan tim
  proyek merupakan komponen penting dalam
  pengembangan proposan anggaran yang realistis.
                 Instrumen
• Penelitian menggunakan 190 proyek manajer
  yang dibagi dalam 60 tim proyek. Manajer tidak
  ada yang terlibat dalam investigasi awal.
• Surve yang dikumpulkan 177 responden
  mewakili 55 tim yang terdiri dari 13 tim
  beranggota 2; 26 tim beranggota 3; 7 tim
  beranggota 4 dan 9 tim beranggota 5.
• Manajer departemen membagikan surve ke
  anggota tim proyek. Surve meliputi partisipasi
  anggaran, hirarki vertikal, andil informasi dan
  penetapan kinerja anggaran. Menggunakan 7
  skala likert
• Untuk benchmark dengan penelitian
  sebelumnya (pada level individual) partisipasi
  dan kinerja diukur seperti pada literatur
  anggaran. Responden diskala tingkat partisipasi
  anggaran dengan Milai 1975 yang sebagai
  anggota tim dengan tanggapan keterlibatannya
  pada penetapan anggaran; dasar alasan
  supervisi merevisi anggaran; frekuensi dari
  ketidaksolidan opini dengan atasan;
  pengaruhnya pada anggaran final; kontribusinya
  pada anggaran; frekuensi sumbangan tantang
  anggaran pada atasan.
• Inerview dengan responden mengindikasi
  secara umum adanya partisipasi anggaran di
  perusahaannya.
• Hirarki vertikal diukur dengan menanyai responden
  tingkat pengaruh dari berbagai tingkatan hirarki
  anggaran di perusahaannya ketika menetapkan
  anggaran. Tingkatan tersebut antara lain: kepala
  departemen, komite senior eksekutif, komite keuangan,
  dewan direktur.
• Andil informasi antar anggota tim diukur dengan skala
  persetujuan responden mengikuti (Denison et.al, 1996).
  Anggota tim mengekspresikan pandangannya dan andil
  imformasi secara langsung dengan pihak lain; anggota
  mempertimbangkan inforamsi pihak lain dan ide-ide bila
  tak setuju; anggota tim mendengarkan secara hati-hati
  ide pihak lain; informasi dan ide dari anggota tim
  mempengaruhi apakah mencapai sasaran atau tidak;
  informasi dan ide saya apakah mempengaruhi atau tidak
  anggota tim untuk mecapai sasaran.
• Penetapan anggaran berdasarkan Outley (1978)
  dan Hopwood (1972). Anggota tin diranking
  menurut kepentingan supervisi dalam job
  deskripsi sbb; job effort, quality concerns, how
  well the budget is met; staff relationships, unit
  efficiency, attitude, initiative and judgement
  toward work, staff relations, cost saving
  generated, and professional knowledge.
  Ranking ini diukur antar responden.
• Secara virtual semua penelitian tim proyek
  tanpa akses objektif dari pengukuran kinerja,
  penaksiran diri sebagai pengukuran kinerja
  digunakan (Cohen dan Bailey 1997). Metrik
  kinerja digunakan pada berbagai penelitian dari
  kinerja anggaran (Mahoney et. Al. 1965).
    Mengatasi ancaman validitas
• Mengecek reliabilitas dengan 2 cara: (1)
  Koefisien Cronbach Alpha, (2) Uji faktor tunggal
  Harman (1967)
• Untuk mengatasi bias respon digunakan
  beberapa cek tambahan yaitu: (1) analisa brifing
  ulang atas karakteristik responden, (2) variabel
  dibandingkan antara fungsi tim dengan maksud
  bila ada efek ukuran. (3) mengacu pada literatur
  terbaru respon tim dikalkulasi dengan statistik
  dari rating anggota individual sehingga terhindar
  dari bias dari respon tunggal (Durham et.al
  1997; Denison et.al 1996; Sutcliffe 1994).
             Analisis dan Hasil
• Cek validitas
• Dari statistik deskriptif ukuran tim, durasi dan nilai
  proyek, umur responden, sex, pengalaman kerja
  kovariatnya tidak signifikan
• Panel B menunjukkan respon tim tas setiap konstruk.
  Hasilnya range koefisien berkisar antara 0,63-0,83 yang
  mengindikasikan reliabilitas untuk setiap konstruk untuk
  tim ukuran kecil.
• Validitas yang diukur dengan koefisien cronbach alpha
  menunjukkan range antara 0,68-0,93 atau diatas syarat
  minimum 0,6 dan skala metrik korelasinya 0,95
  signifikan. Rotasi faktor varimax semua faktor
  mengkonfirmasi 5 faktor dan hasilnya eigenvalue lebih
  dari 1. Tes validitas menunjukkan reliabilitas konstruk.
• Structural Equation Model
• Dari hasil uji menunjukkan data yang fit dengan
  demikian hasil statistik menguatkan bahwa
  model data fit (0,99)
• H1 menunjukkan bahwa partisipasi anggota tim
  pada penentuan anggaran modal memiliki efek
  langsung pada kinerja tim (C.L. = 2,64; p< 0,01)
• H2a tentang partisipasi angota tim dalam
  penetapan anggaran modal mendorong
  peningkatan andil informasi hasilnya didukung
  C.L =3,64; p<0,01
• H2b teori bahwa andil informasi secara positif
  mempengaruhi kinerja hasilnya didukung CL =
  2,68; p <0,01
• Figur 2Standardized Regression Coefficients (n=55)
• Bootstrapped model in Parentheses (n=200)

                                                         Vertikal
                              Information               Hierarchy
                   H2a          Sharing                     0,20‟
                   0,44”                       H2b
                                               0,30”


 Capital Budget                    H1= 0,31”
                                                       Performance
  Participation

                                               0,20‟
                     H3a                          H3b
                     0,27‟      Budget
                               Emphasis


  „ signifikan pada p 0,05
  “ signifikan pada p 0,01
• H3a tentang partisipasi mendorong peningkatan anggota tim CL
  =2,10;p<0,05
• H3b bahwa penetapan anggaran anggota tim secara positif
  mempengaruhi kinerja. Hasilnya didukung dengan CL = 1,93;
  p<0,05
• H4 kontrol hirarki secara positif mempengaruhi kinerja tim anggaran
  modal, hasilnya juga didukung CL = 1,95; p<0,05.
• Koefisien regresi antara hirarki dengan kinerja 0,20 mengindikasi
  bahwa hirarki vertikal secara positif mempengaruhi kinerja.
• Pengaruh tidak langsung menunjukkan partisipasi pada kinerja
  adalah p =0,31 sehingga secara tidak langsung partisipasi
  mempengaruhi kinerja melalui sharing informasi
• Pengaruh tidak langsung dari partisipasi pada anggaran melalui
  penetapan anggaran adalah 0,20 yang berarti secara tidak langsung
  berkontribusi secara signifikan terhadap kinerja.
• Boottrapped Model
• Untuk meyakinkan bahwa sampel secara akurat merefleksikan
  parameter maka digunakan fit dalam model.
• The Bollen and Stine (1992) memberikan prosedur menguji hipotesa
  bahwa model dan estimasi sampel sudah mewakili populasi
• Pada model Bollen-Stine ini ada transformasi
  data sampel agar model fit. Bootstrapped
  samples adalah hasil dari transformasi data
  tersebut.
• Dengan menggunakan estimasi maksimum
  likelihood pada sampel besar lebih dari 200 chi
  kuadrat 5,31 p>0,1 berarti tidak signifikan dari
  model ideal.
• Dengan perbandingan p value bootstrapped
  ddengan tingkat kepercayaan diperoleh sampel
  sesungguhnya hasilnya menunjukkan
  konsistensi. Semua variabel signifikan pada
  tingkat konvensional kecuali hirarki
                      Discussion
• Penelitian ini menganalisa mediasi tentang sharing informasi dan
  penetapan kinerja anggaran antara partisipasi anggaran dan kinerja.
  Hasilnya menunjukkan beberapa hal yang menarik antara lain:
• 1. Terdapat pengaruh positif pada partisipasi anggaran pada kinerja
  dan hal ini konsisten dengan literatur sebelumnya.
• 2. sharing informasi anggota tim memiliki mediasi besar antara
  partisipasi anggota tim dengan kinerja.
• Hasil ini mengkonfirmasi fakta bahwa kinerja tim meningkat
  signifikan dengan peningkatan sharing informasi. Sharing informasi
  anggota anggaran modal mempengaruhi positif terhadap kinerja.
• 3. Penetapan kinerja anggaran secara signifikan memediasi antara
  partisipasi dengan kinerja.
• Keterbatasan penelitian ini adalah tidak adanya data archival, bias
  metoda umum dari pelaporan data sendiri dan juga hasil kualifikasi
  data bahwa hanya 1 organisasi besar yang diteliti.

								
To top