Docstoc

makalah sumber daya alam

Document Sample
makalah sumber daya alam Powered By Docstoc
					                                  PENUTUP

      Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam makalah ini, bentuknya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.
      Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman memberi kritik dan
saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan
makalah ini di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi
penulis khususnya dan bagi para pembaca yang budiman umumnya.


                                                             Darmaraja, Oktober




                                                                   Penulis,
    MAKALAH
       “SUMBER DAYA ALAM”
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
          Mata Pelajaran PLH




                  XI IPA 2
             Di susun oleh :
        1. Iroh
        2. Kurniawan Nur Abdillah
        3. Kanita
        4. Komar Riana
        5. Iqbal Fauzi



SMA NEGERI DARMARAJA
         Tahun Pelajaran 2012
                             LATAR BELAKANG
          Indonesia memiliki wilayah yang kaya akan sumber daya alam, baik jenis
maupun jumlahnya. Menyadari akan hal tersebut, para orang-orang terdahulu telah
menerapkan prinsip dasar pengelolaan sumber daya alam dalam konstitusi Negara
yang tetap hingga sekarang, yaitu: Bumi, air dan kekayaan yang terkandung di
dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk
kemakmuran rakyat.
          Hubungan dalam bidang pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya
lainnya antar pemerintah dan pemerintah daerah antara lain:
1. Kewenangan, tanggung jawab, pemanfaatan, pemeliharaan, pengendalian dampak,
budidaya dan pelestarian.
2. Bagi hasil atas pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya.
3. Penyerasian lingkungan dan tata ruang serta rehabilitasi lahan.
          Terus menurunnya kondisi hutan. Hutan merupakan salah satu sumber daya
yang penting, tidak hanya dalam menunjang perekonomian nasional tetapi juga dalam
menjaga daya dukung lingkungan terhadap keseimbangan ekosistem dunia. Di
Indonesia tiap tahunnya jumlah hutan diperkirakan berkurang 3-5% per tahunnya.
Kerusakan DAS (Daerah Aliran Sungai). Praktik penebangan liar dan konversi lahan
menimbulkan dampak yang luas, yaitu kerusakan ekosistem dalam tatanan DAS.
Kerusakan DAS tersebut juga dipacu oleh pengelolaan DAS yang kurang
terkoordinasi antara hulu dan hilir serta kelembagaan yang masih lemah. Hal ini akan
mengancam keseimbangan ekosistem secara luas, khususnya cadangan dan pasokan
air yang sangat dibutuhkan untuk irigasi, pertanian, industri, dan konsumsi rumah
tangga.
          Habitat ekosistem pesisir dan laut semakin rusak. Kerusakan habitat
ekosistem di wilayah pesisir dan laut semakin meningkat. Rusaknya habitat
ekosistem pesisir seperti deforestasi hutan mangrove telah mengakibatkan erosi
pantai dan berkurangnya keanekaragaman hayati (biodiversity). Erosi ini juga
diperburuk oleh perencanaan tata ruang dan pengembangan wilayah yang kurang
tepat. Beberapa kegiatan yang diduga sebagai penyebab terjadinya erosi pantai, antara
lain pengambilan pasir laut untuk reklamasi pantai, pembangunan hotel, dan
kegiatan- kegiatan lain yang bertujuan untuk memanfaatkan pantai dan perairannya.
Sementara itu, laju sedimentasi yang merusak perairan pesisir juga terus meningkat.
       Citra    pertambangan      yang    merusak      lingkungan.    Sifat    usaha
pertambangan,khususnya tambang terbuka (open pit mining), selalu merubah bentang
alam sehinggamempengaruhi ekosistem dan habitat aslinya. Dalam skala besar akan
mengganggukeseimbangan fungsi lingkungan hidup dan berdampak buruk bagi
kehidupan manusia.Dengan citra semacam ini usaha pertambangan cenderung ditolak
masyarakat. Citra inidiperburuk oleh banyaknya pertambangan tanpa ijin (PETI) yang
sangat merusak lingkungan.
       Dengan permasalahan-permasalahan di atas, sasaran pembangunan yang
ingindicapai adalah membaiknya sistem pengelolaan sumber daya alam dan
lingkunganhidup bagi terciptanya keseimbangan antara aspek pemanfaatan sumber
daya alamsebagai modal pertumbuhan ekonomi (kontribusi sektor perikanan,
kehutanan,pertambangan dan mineral terhadap PDB) dengan aspek perlindungan
terhadapkelestarian fungsi lingkungan hidup sebagai penopang sistem kehidupan
secara luas. Seluruh kegiatannya harus dilandasi tiga pilar pembangunan secara
seimbang, yaitu menguntungkan secara ekonomi (economically viable), diterima
secara sosial (socially acceptable) dan ramah lingkungan (environmentally sound).
Prinsip tersebut harus dijabarkan dalam bentuk instrumen kebijakan dan peraturan
perundangan lingkungan yang dapat mendorong investasi pembangunan jangka
menengah di seluruh sektor dan bidang yang terkait dengan sasaran pembangunan
sumber daya alam dan lingkungan hidup.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:3/18/2013
language:Indonesian
pages:4