Docstoc

Makalah Erosi

Document Sample
Makalah Erosi Powered By Docstoc
					                                      BAB I
                               PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

    Erosi adalah suatu proses dimana tanah dihancurkan (datached) dan kemudian
dipindahkan ke tempatn lain oleh kekuatan air, angin, dan garafitasi. Di Indonesa,
erosi yang terpenting adalah erosi yang di sebabkan oleh air.

    Erosi dibedakan menjadi dua, yaitu erosi hgiologi (alami) dan erosi
dipercepat (accelerated erosion). Erosi geologimerupakan erosi yang berjalan
sangat lambat, dimana jumlah tanah yang tererosi sama dengan jumlah tanah yang
terbentuk. Erosi ini tidak berbahaya karena terjadi dalam keseimbangan alami.
Sedangakan erosi dipercepat merupakan erosi yang terjadi lebih cepat akibat
aktifitas manusia yang menganggu keseimbangan alam.

    Berbagai macam bencana alam yang datang silih berganti, seperti : banjir,
tanah longsor, gempa bumi dan lain-lain. Bencana alam tanah longsor disebabkan
adanya erosi tanah akibat dari tanah gundul yang tidak dapat menahan air hujan
yang turun ke bumi dengan jumlah yang sangat besar.Pada kesempatan ini penulis
ingin membahas tentang erosi. Bagaimana erosi itu bisa terjadi, apa penyebabnya,
bagaimana cara menanggulanginya dan dampak-dampak apa saja yang dapat
diakibatkan karena adanya erosi tersebut.



1.2 Rumusan Masalah

   1. Apa pengertian Erosi?
   2. apa saja penyebab-penyebab erosi?
   3. Seperti apa cara menanggulangi erosi?
   4. Tempat-tempat yang terjadi erosi?




                                         1
1.3 Tujuan
    1. Mengetahui pengertian Erosi.
    2. Mengetahui penyebab-penyebab erosi.
    3. Mengetahui cara menanggulangi erosi.
    4. Mengetahui Tempat-tempat yang terjadi erosi.



1.4 Sistematika Penulisan

    Kata pengantar, Daftar isi, Bab I terdiri dari latar belakang, rumusan masalah,
tujuan dan juga sistematika penulisan yang terdapat pada makalah ini.Bab II
terdiri dari isi yang membahas mengenai Erosi.Bab III merupakan bab penutup
dimana terdapat kesimpulan dan saran dari apa yang dibahas pada makalah ini,
daftar pustaka.




                                        2
                                        BAB II
                                   PEMBAHASAN



2.1 Pengertian Erosi

    Erosi adalah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan
partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep
pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau oleh makhluk
hidup semisal hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi. Erosi
tidak sama dengan pelapukan akibat cuaca, yang mana merupakan proses
penghancuran mineral batuan dengan proses kimiawi maupun fisik, atau
gabungan keduanya.

    Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di
kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna
lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan
perladangan, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik
dan pembangunan jalan. Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman
pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan
vegetasi alaminya. Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan
erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan
dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih lemah. Bagaimanapun, praktik
tata guna lahan yang maju dapat membatasi erosi, menggunakan teknik semisal
terrace-building, praktik konservasi ladang dan penanaman pohon.



2.2 Penyebab Erosi

    2.2.1 Penyebab Erosi Tanah

          Tanah bisa mengalami kerusakan, bahkan tanah termasuk wujud alam
    yang mudah mengalami kerusakan. Salah satu contoh kerusakan tanah adalah
    erosi tanah. Erosi tanah adalah tanah yang lapuk dan mudah mengalami


                                         3
penghancuran. Kerusakan yang dialami pada tanah tempat erosi disebabkan
oleh kemunduran sifat – sifat kimia dan fisik tanah, yakni:

         Kehilangan unsur hara dan bahan organik,
         Menurunnya kapasitas infiltrasi dan kemampuan tanah menahan
          air,
         Meningkatnya kepadatan dan ketahanan penetrasi tanah,
         Serta berkurangnya kemantapan struktur tanah yang pada akhirnya
          menyebabkan       memburuknya       pertumbuhan      tanaman    dan
          menurunnya produktivitas.

      Hal ini dikarenakan lapisan atas tanah setebal 15 sampai 30 cm
mempunyai sifat– sifat kimia dan fisik lebih baik dibandingkan lapisan lebih
bawah. Banyaknya unsur hara yang hilang bergantung pada besarnya
kandungan unsur hara yang terbawa oleh sedimen dan besarnya erosi yang
terjadi. Di tempat lain, erosi menyebabkan hilangnya lapisan atas tanah yang
subur serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan
air. Tanah yang terangkut tersebut diendapkan di tempat lain yaitu, di dalam
sungai, waduk, danau, saluran irigasi dan di atas tanah pertanian.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya erosi diantaranya adalah:

      a. Iklim
          Iklim dapat mempengaruhi erosi oleh karena menentukan indeks
          erosifitas hujan. Selain itu, komponen iklim yaitu curah hujan dapat
          mempengaruhi laju erosifitas secara terus menerus sesuai intensitas
          hujan yang terjadi.
      b. Tanah
          Sedang tanah dengan sifat-sifatnya itu dapat menentukan besar
          kecilnya laju pengikisan (erosi) dan dinyatakan sebagai faktor
          erodibilitas tanah (kepekaan tanah terhadap erosi atau ketahanan
          tanah terhadap adanya erosi).



                                    4
      c. Topografi
         Kemampuan tanah terbawa air erosi dipengaruhi oleh topografi
         suatu wilayah. Kondisi wilayah yang dapat menghanyutkan tanah
         sebagai sedimen erosi secara cepat adalah wilayah yang memiliki
         kemiringan lereng yang cukup besar. Sedangkan pada wilayah
         yang landai akan kurang intensif laju erosifitasnya, karena lebih
         cenderung untuk terjadi penggenangan.
      d. Tanaman Penutup Tanah
         Tanaman penutup tanah (vegetasi) berperan untuk menjaga agar
         tanah lebih aman dari percikan-percikan yang terjadi akibat
         jatuhnya air hujan ke permukaan tanah. Selain melindungi dari
         timpaan     titik-titik    hujan,   vegetasi   juga   berfungsi   untuk
         memperbaiki susunan tanah dengan bantuan akar-akar yang
         menyebar.
      e. Manusia
         Manusia dapat berperan sebagai penyebab cepatnya laju erosi
         maupun menekan laju erosi. Dalam proses mempercepat erosi,
         manusia     banyak        melakukan   kesalahan   dalam    pengelolaan
         lingkungan, seperti penambangan, eksploitasi hutan, pengerukan
         tanah, dan lain sebagainya. Sedangkan dalam penanggulangan laju
         erosi, manusia dapat melakukan evaluasi konservasi lahan dengan
         cara reboisasi, pembuatan terasering pada areal pertanian,dan lain-
         lain.

2.2.2 Pengaruh Erosi terhadap Kehidupan

     Dampak erosi dibagi menjadi dampak ditempat asal terjadinya erosi (on
site) dan dampak pada daerah diluarnya (off site). Dampak erosi tanah di
tapak (on-site) merupakan dampak yang dapat terlihat langsung kepada
pengelola lahan yaitu berupa penurunan produktifitas. Hal ini berdampak
pada kehilangan produksi peningkatan penggunaan pupuk dan kehilangan
lapisan olah tanah yang akhirnya menimbulkan terjadinya tanah kritis.


                                       5
   Pengaruh erosi pada kesuburan fisik tanah diantaranya adalah terjadinya
   penghanyutan partikel-partikel tanah, perubahan struktur tanah, penurunan
   kapasitas infiltrasi dan penampungan, serta perubahan profil tanah.
   Sedangkan pengaruh pada kesuburan kimia tanah menurut Goeswono
   Soepardi dalam bukunya “Sifat dan Ciri Tanah” adalah kehilangan unsur hara
   karena erosi selama rata-rata 2 tahun yang diperoleh dari percobaan di
   Missouri yaitu N 66 kg per hektar, kemudian P2O5 41 kg per hektar,K2O 729
   kg per hektar, MgO 145 per kg per hektar,dan SO4 sebanyak 42 kg per hektar
   per tahun.

         Tanah yang dikatakan rusak kalau lapisan bagian atasnya atau top soil
   (ketebalan 15 – 35 cm) memang telah banyak terkikis dan atau dihanyutkan
   oleh arus air hujan, sehingga lapisan tersebut menjadi tipis atau bahkan hilang
   (A.G Kartasapoetra,1986:45). Dampak erosi tanah diluar lahan pertanian (off-
   site) merupakan dampak sangt besar pengaruhnya. Sedimen hasil erosi tanah
   dan kontaminan yang terbawa bersama sedimen menimbulkan kerugian dan
   biaya yang sangat besar dalam kehidupan. Arsyad (1989) mengemukakan
   bentuk dampak off-site antara lain:

         a. Pelumpuran dan pendangkalan waduk
         b. Tertimbunnya lahan pertanian dan bangunan
         c. Memburuknya kualitas air, dan
         d. Kerugian ekosistem perairan


2.3 Bentuk Erosi

   Berdsarkan bentuknya erosi dapat dibedakan menjadi :

     a. Pelarutan
         Tanah kapur mudah dilarutkan air sehingga di daerah kapur sering di
         temukan sungai-sungai di bawah tanah.
     b. Erosi percikan (Splash Erosion)


                                         6
   Cura hujan yang jatuh langsung ke tanah dapat melempar butr-butir
   tanah sampai setinggi 1 meter keudara. Didaerah yang berlereng, tanah
   yangt terlempar tersebut umumnya jatuh kelereng dibawahnya.
c. Erosi Lembar (Sheet Erosion)
   Pemindahan tanah terjadi lember demi lember (lapis demi lapis) mulai
   dari lapisan yang paling atas. Erosi sepintas lalu tidak terlihat, karena
   kehilangan lapisan-lapisan tanah seragam, tetapi dapat berbahaya
   karena pada suatu saat seluruh top soil akan habis.
d. Erosi Alur (Rill ERosion)
   Dimulai dengan genagan-genagan kecil setempat-setempat di satu
   lereng, maka bila air dalam genagan tersebut mengalir, terbentuklah
   alur-alur bekas aliran tersebut. Alur-alur tersebut mudah di hilangkan
   dengan pengolahan tanah biasa.
e. Erosi Gully (Gully Erosion)
   Erosi ini merupakan lanjutan dari erosi alur tersebut. Karena alur yang
   terus-menerus digerus oleh aliran-aliran air terutama daerah-daerah
   yang banyak hujan, maka alur-alur tersebut menjadi dalam dan lembare
   dengan aliran yang lebih kuat. Alur-alur tersebut tidak dapatb hilang
   dengan pengolahan tanah biasa.
f. Erosi Parit (Channel Erosion)
   Arit-parit yang besar sering masih terus mangalir lama setelah hujan
   berhenti. Aliran air dalam parit ini dapat mengikis dasar parit atau
   dinding (tebing) parit dibawah permukaan air, sehingga tebing
   diatasnya dapat runtuh ke dasar parit. Adanya gejala Neader dari suatu
   aliran dapat meningkatan pengikisan tebing di tempat-tempat tertentu
   (Beasley, 1972). Erosi juga dapat mneyebabkan longsor. Tanah longsor
   terjadi karena gaya grafitasi . pada umumnya, karena di bagian bawa
   tanah terdapat lapisan yang licin dan kedap air (sukar di tembus air)
   seperti batuan liat. Pada saat musim hujan, tanah di atasnya menjadi
   jenuh air sehingga berat dan bergeser ke bawah melalui lapisan yang
   licintersebut sebagai tanah longsor.


                                   7
2.4 Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Erosi

    Beberapa factor yang mempengaruhi besarnya erosi air pada tanah yang
terpenting adalah sebagai barikut.

      1. Cura hujan
          Intensitas hujan dapat mepengaruhi erosi. Semakin deras hujan, maka
          semakin besar erosi yang di timbulkan. Selain itu curah hujan yang
          jatuh di permukaan tanah yang kekuatnnya sangat besar untuk
          memecahkan gumpalan-gumpalan tanah. Penghancuran gumpalan tanah
          tersebut selain memudahkan pengangkutan partikel-partikel tanah
          ketempat lain, partikel-partikel tanah menjadi halus dan dapat enutupi
          pori-pori tanah sehingga menyebabkan peresapan air kedalam tanah
          menjadi terhambat. Akibatnya, aliran permukaan (run off) menjadi
          lebih besar sehingga kemungkinan terjadinya erosi juga meningkat .
      2. sifat-sifat tanah.
          Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kepekaan tanah terhadap erosi
          adalah tekstur tanah, sruktur tanah,daya infiltrasi/ permeabilitas tanah,
          dan kandungan bahan organic.
      3. lereng / Topografi
          Erosi akan meningkat apabila lereng semakin curam atau semakin
          panjnag.
      4. Vegetasi
          Vegetasi memunyai pengaruh terhadap erosi, seperti menghalangi air
          hujan agar tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, menghambat
          aliran permukaan dan memperbanyakair infiltrasi, serta penyerapan air
          dalam tanah diperkuat oleh transpirasi (penguapan air) melalui vegetasi.
      5. Manusia
          Tindakan manusia sering kali berdampak buruk terhadap lingkungan
          yaitu menyebabkan erosi di percepat. Contoh pengndulan hutan di
          daerah pegunungan menyebabkan erosi dan banjir.



                                        8
2.5 Akibat Erosi
      a. Erosi air mengakibatkan terseretnya tanah dari tempat yang lebih tinggi
           ke tempat yang lebih rendah. Membawa tanah dari daerah asalnya ke
           tempat yang lain, dn juga bisa mengakibatkan frakmega atau hancuran
           batuan.
      b. Erosi angin mengakibatkan terbentuknya bukit-bukit pasir.
      c. Erosi gletser mengakibatkan terjadinya longsor es slju dari bukit atau
           gunung salju.
      d. Erosi abrasi mengakibatkan terjadinya cilff (lereng dengan dinding
           bagian atas menggunung karena dinding bagian bawah tanah terkikis
           oleh gelombang air laut).



2.6 Cara Penanggulangan Erosi

    Menghijaukan kembali lahan-lahan kritis. Lahan-lahan yang kritis atau lahan
yang gundul ditanami dengan lanam-tanaman keras, seperti pohon mahoni, pohon
angsana, pohon jati, pohon meranti dan lain-lain. Untuk daerah-daerah yang
miring, pengolahan lahan dilakukan dengan sistem sengkedan atau terassering.
Pada setiap pematang yang ada di sawah sengkedan usahakan ditanami tanam-
tanaman keras seperti pohon kelapa, turi, munggur dan lain-lain. Jenis tanaman
keras seperti pohon kelapa disamping dapat dimanfaatkan kayu, buah dan
daunnya; akar-akarnya juga berfungsi untuk menahan pematang dari bahaya
longsor.
   a. Erosi Air

       Cara menanggulangi erosi ini dengan membuat terasering, menanami

       pohon-pohon pada tanah yang miring.

   b. Erosi Angin

       Cara menanggulangi erosi ini dengan membuat oasis buatan, dan mengaliri



                                       9
      air atau menanami pohon-pohon, seperti : kaktus, pakis dan lain-lain yang

      bisa menyimpan air.

   c. Erosi Gletser

      Cara menanggulangi erosi gletser adalah dengan cara menanami pohon-

      pohon untuk menghalangi longsorang salju.

   d. Erosi Abrasi

      Cara menanggulangi erosi abrasi dengan cara memecah ombak-ombak

      yang besar dengan cara membuat benteng atau karung buatan.




2.7 Tempat-tempat Terjadinya Erosi
   a. Pegunungan
       Di daerah pegunungan yang merupakan bagian hulu sungai akibat
       kuatnya erosi bekerja, lembah-lembah terbentuk hingga menyerupai huruf
       V. Air yang mengalir deras mengikis dasar sungai. Erosi terjadi secara
       vertikal sehingga lembah sungai semakin lama semakin dalam. Di bagian
       tengah, kecepatan air mengalir makin berkurang, tetapi pengikisan yang
       bekerja masih tetap pengikisan secara vertikal dan sudah mulai terjadi
       pengikisan secara horisontal ke dinding sungai. Pengikisan yang bekerja
       secara horisontal atau erosi ke samping ini disebut dengan erosi lateral.
   b. Sungai
       Tanah yang tererosi oleh aliran permukaan akan diendapkan di tempat-
       tempat aliran air yang merambat atau berhenti baik di sungai, saluran
       irigasi, dan waduk. Endapan tersebut akan menyebabkan sungai, saluran
       irigasi, dan waduk mengalami pendangkalan. Meningkatnya jumlah aliran
       air di permukaan dan mendangkalnya sungai mengakibatkan sering terjadi
       banjir.



                                       10
c. Sawah
  Pada lahan yang berkemiringan tinggi, sawah dicetak berteras atau lebih
  dikenal terasiring atau sengkedan untuk menghindari erosi dan menahan
  air. Sawah berteras banyak terdapat di lereng-lereng bukit atau gunung.




                                 11
                                     BAB III
                                   PENUTUP



3.1 Kesimpulan

    Berdasarkan uraian di atas, kami dapat menyimpulkan bahwa Erosi adalah
pengikisan tanah yang diakibatkan oleh air, angin, es dan gelombang laut. Tanah
longsor yang baru-baru ini sering terjadi di negara kita disebabkan karena
pengkisan tanah oleh air hujan sehingga tanah menjadi longsor. Jika hal itu terjadi
di daerah dekat dengan pemukiman penduduk akan berakibat fatal. Rumah
penduduk tertimbun tanah sehingga dapat memakan korban jiwa. Cara
menanggulangi erosi air adalah dengan cara membuat terasering, menanami
pohon-pohon pada tanah yang miring.

3.2 Saran

    Dari uraian yang telah kami sampaikan di depan, kami dapat memberikan
saran, antara lain :

       1. Jangan menebang pohon secara sembarangan karena hal ini dapat
            mengakibatkan tanah tidak mampu untuk menahan air yang datang
            dengan jumlah besar.
       2. Tanamilah kembali lahan-lahan gundul di sekitar kita agar dapat
            menahan air hujan sehingga kita bisa terhindar dari bencana tanah
            longsor.




                                        12
                            DAFTAR PUSTAKA




http://marskrip.blogspot.com/2009/12/erosi.html

http://winwinalwi.blogspot.com/2012/09/makalah-erosi_1762.html

http://feradesliaahyar.wordpress.com/2012/10/14/makalah-erosi/

http://link-geo.blogspot.com/2009/08/erosi-dampak-serta-upaya-mengurangi.html




                                      13

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:0
posted:3/18/2013
language:Malay
pages:13