Instalasi dan konfigurasi jaringan LAN by bayubiru

VIEWS: 46,126 PAGES: 35

More Info
									BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1. Pengertian dan Manfaat Jaringan Komputer 2.1.1. Pengertian Jaringan komputer Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan

peralatan lain yang terhubung. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama serta menggunakan

hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan bahkan ratusan node. Sebuah jaringan biasanyan terdiri dari dua atau lebih komputer yang saling berhubungan dan saling berbagi sumber daya, misalnya CD-ROM, printer atau pertukaran file. 2.1.2. Manfaat Jaringan Komputer Manfaat yang dapat kita peroleh apabila komputer kita terhubung dengan jaringan. Diantaranya adalah : a. Dapat saling bebagi pemakaian file (sharing data) dengan komputer rekan. b. Tukar-menukar data antar komputer dapat dilakukan secara cepat. c. Memungkinkan pemakai jaringan komputer untuk memakai satu printer yang terhubung dengan jaringan secara bersama-sama dalam area jaringan. d. Efisiensi kerja lebih meningkat. e. Lebih menghemat biaya.

18

f. File-file data dapat lebih mudah dipelihara dan diproteksi. g. Kinerja sistem dapat kita tingkatkan sesuai dengan beban pemakaian komputer di jaringan. Kita hanya cukup menambah kemampuan processor jika membutuhkan peningkatan kinerja.

2.2. Macam-macam jaringan Komputer 2.2.1. Local Area Network (LAN) / Jaringan Area Lokal LAN (Local Area Network) adalah jaringan yang dibatasi oleh area yang relatif kecil, umumnya dibatasi oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran di sebuah gedung, atau sebuah sekolah, dan biasanya tidak lebih jauh dari sekitar 1km persegi. Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server, yang digunakan untuk menyimpan perangkat lunak yang mengatur aktifitas jaringan ataupun sebagai perangkat lunak yang dapat digunakan oleh kumputer-komputer yang terhubung ke dalam network. Komputer yang terhubung ke jaringan(network) biasanya disebut workstation. Biasanya kemampuan workstation tidak lebih baik dari server dan mempunyai aplikasi lain di dalam hardisknya selain aplikasi untuk jaringan. Kebanyakan LAN menggunakan media kabel untuk menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lain. Keuntungan menggunakan Jaringan LAN, antara lain : a. Pertukaran file dapat dilakukan dengan mudah (File Sharing). b. Pemakaian printer dapat dilakukan oleh semua client (Printer Sharing). c. File-file data dapat disimpan pada server, sehingga data dapat diakses dari semua client menurut otorisasi sekuritas dari semua karyawan, yang dapat

19

dibuat berdasarkan struktur organisasi perusahaan sehingga keamanan data terjamin. d. Proses backup data menjadi lebih mudah dan cepat. e. Dapat menghubungkan banyak komputer. f. Dapat terkoneksi ke internet.

2.2.2. Metropolitan Area Network (MAN) Metropolitan Area Network (MAN) merupakan pengembangan dari LAN. Jaringan ini terdiri dari beberapa jaringan LAN yang saling berhubungan. Letak jaringan ini bisa saling berjauhan, tergantung dari panjang kabel yang digunakan. Jaringan ini juga dapat menjangkau lokasi yang berbeda tempat. Sebuah MAN, biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN, misalnya antar wilayah dalam satu propinsi. Dalam hal ini, jaringan yang menghubungkan beberapa buah jaringan-jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih besar. MAN dapat mencakup perusahaan yang memiliki kantor-kantor yang letaknya sangat berdekatan dan MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan bisa disambungkan dengan jaringan televisi kabel. Jaringan ini memiliki jarak dengan radius 10-50 km.

2.2.3. Wide Area Network (WAN) / Jaringan area Skala Besar Wide Area Network (WAN) merupakan bentuk jaringan komputer yang terdiri dari LAN dan MAN. WAN adalah jaringan yang ruang lingkupnya biasanya sudah menggunakan sarana satelit. Jaringan WAN telah memenuhi berbagai kebutuhan sistem jaringan, seperti jaringan untuk umum, jaringan pada bidang

20

perbankan, jaringan jual-beli secara langsung (online) di internet. WAN menggunakan protokol internet berupa Network Service Provider (NSP). Tanpa NSP, maka jaringan WAN tidak akan dapat bekerja. Dengan adanya NSP yang dihubungkan dengan jaringan WAN, maka akan membentuk suatu jaringan internet yang bersifat global. Dengan demikian internet dapat diakses oleh orang yang akan memakai jaringan tersebut. Jaringan WAN memiliki beberapa kelebihan, yaitu : a. Bila terhubung dengan jaringa internet maka transfer file pada tempat yang saling berjauhan dapat dilakukan dengan cepat menggunakan email dan FTP (File Transfer Protocol). b. Memiliki sistem jaringan yang luas sehingga dapat mencapai Negara, benua, bahkan seluruh dunia.

2.3. Model/Type Jaringan Komputer Agar kita tidak mengalami kesulitan saat membuat jaringan komputer pada suatu sistem operasi, maka ada beberapa model jaringan komputer yang setidaknya harus dipahami. Berikut ada beberapa model jaringan komputer yang didasarkan pada metode akses dan pemrosesan datanya.

2.3.1. Model Jaringan Client - Server Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputerkomputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Secara umum pengertian Client/Server adalah arsitektur jaringan aplikasi yang memisahkan

21

client dari server. Server di jaringan tipe Client-Server disebut dengan dedicated server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation. Tipe jaringan ini terdiri dari sejumlah komputer dengan memakai satu atau beberapa komputer yang dijadikan server dan dihubungkan dengan sejumlah komputer client. Jadi, jaringan ini bisa terdapat satu server atau lebih server untuk mengendalikan beberapa komputer client. Pada jaringan ini, komputer server hanya bertugas memberikan layanan seperti database server dan file server. Sementara komputer client hanya memakai layanan yang diberikan oleh server. Keunggulan jaringan Client-Server antara lain : a. Kecepatan akses lebih tinggi, karena penyedian fasilitas jaringan dan pengelolaan dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani tugas lain sebagai workstation. b. Sistem kamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat seorang pemakai yang bertugas sebagai administrator jaringan. c. Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan ini backup dilakukan terpusat di server, yang akn membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan. Sedangkan kelemahan jaringan Client-Server antara lain : a. Biaya operasional relatif lebih mahal b. Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih yang ditugaskan sebagai server.

22

c. Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan, maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

2.3.2. Model Jaringan Peer To Peer Pada tipe jaringan ini pertukaran data hanya dapat dilakukan antar dua komputer atau lebih dalam satua area kerja. Jaringan ini bisa dibuat dengan menghubungkan dua komputer melalui kabel jaringan tipe crossover (khusus untuk dua komputer), atau menggunakan kabel straight yang terhubung dengan hub atau switch (untuk komputer satu area). Bila ditinjau dari peran server dari kedua tipe jaringan tersebut, maka server di jaringan tipe peer to peer di istilahkan sebagai non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni melainkan dapat juga berperan sebagai workstation. Keunggulan jaringan Peer to peer antara lain : a) Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya, seperti : hard disk, drive, fax/modem, printer. b) Biaya operasinal relatif lebih murah dibanding dengan tipe jaringan clientserver, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan. c) Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.

23

Dan kelemahan jaringan Peer to peer antara lain : a) Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation. b) Kinerjanya lebih rendah dibanding dengan jaringan client-server, karena setiap komputer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola aplikasi atau pekerjaan sendiri. c) Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki. d) Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.

2.3.3. Model jaringan Host Terminal Seperti halnya jaringan tipe client-server, tipe jaringan ini terdiri dari satu atau lebih komputer server dengan kemampuan memproses data yang relatif besar. Pada jaringan ini, komputer server dihubungkan menggunakan kabel serial atau RS-232 dari keluaran terminal pada komputer server.

2.4. Topologi jaringan Topologi jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation,hub, dan pengkabelannya. Topologi suatu jaringan didasarkan pada cara penghubung sejumlah node atau sentral dalam membentuk suatu sistem jaringan. Topologi

24

jaringan yang umum dipakai adalah : Mess, Star (bintang), Bus, Tree, dan Ring (cincin).

2.4.1. Topologi Jaringan Mesh Topologi mesh adalah topologi yang di desain untuk memiliki tingkat restorasi, dengan berbagai alternatif rute yang umumnya disiapkan melalui dukungan perangkat lunak. Setiap peripheral yang ada di jaringan ini dihubungkan secara langsung (point to point) ke setiap peripheral lain dalam jaringan. Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran yang harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1 , n=jumlah sentral). Sebagai contoh, bila ada 10 buah komputer yang dihubungkan ke jaringan, maka setiap komputer yang terhubung dalam jaringan, dihubungkan pula dengan 9 komputer lain secara terusmenerus. Topologi mesh di implementasikan untuk menyediakn perlindungan semaksimal mungkin pada penerima data. Topologi jenis ini terasa kurang ekonomis, karena biaya pengoperasiannya relatif mahal.

Gambar II.1. Topologi Mesh Sumber : http://2.bp.blogspot.com/_zVVVuXCYLY/SqxjBEXnMXI/AAAAAAAAACg/gNtRtkSfkZQ/s320/top_mesh.jpg

25

Ciri-ciri jaringan mesh : a. Topologi mesh digunakan pada ISP (Internet Service Provider) untuk memastikan bila terjadi kerusakan pada salah satu sistem komputer maka tidak akan mengganggu hubungan jaringan dengan sistem komputer lain dalam jaringan. b. Jumlah saluran yang harus disediakan untuk membentuk jaringan mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, dimana n=jumlah sentral). c. Tingkat kesulitan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang pada jaringan tersebut.

2.4.2. Topologi Star (Bintang) Pada tipe jaringan ini, setiap workstation dihubungkan ke server menggunakan suatu konsentrator. Masing-masing workstation tidak saling berhubungan. Jadi setiap user yang terhubung ke server tidak akan dapat berinteraksi dan melakukan apa-apa sebelum komputer server dihidupkan. Bila komputer server dimatikan, maka seluruh koneksi jaringan akan terputus. Bila dibandingkan dengan sistem mesh, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana sehingga sistem menjadi lebih ekonomis, tetapi beban yang dipikul sentral pusat cukup berat. Dengan demikian kemungkinan tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar. Hubungan antar node akan dilakukan melalui suatu peralatan yang disebut concentrator. Setiap node dihubungkan dengan kabel ke concentrator. Jadi, tidak ada hubungan kabel antar station. Pada topologi star, penambahan node tidak mengganggu sistem yang sedang bekerja, tinggal menambahkan kabel dari node ke concentrator. Begitu

26

pula jika salah satu node kabelnya terputus tidak akan mengganggu node lain yang sedang bekerja.

Gambar II.2. Topologi Star Sumber : http://ardansirodjuddin.files.wordpress.com/2008/07/star.jpg

Kelebihan topologi star antara lain : a. Mudah dalam mendeteksi kesalahan, karena kontrol jaringan terpusat. b. Fleksibel dalam hal pemasangan jaringan baru, tanpa mempengaruhi jaringan yang sudah ada sebelumnya. c. Bila salah satu kabel koneksi user terputus, maka hanya komputer user yang bersangkutan saja yang tidak berfungsi dan tidak mempengaruhi user yang lain (keseluruhan hubungan jaringan masih tetap bekerja).

Kekurangan topologi star : a. Boros dalam pemakaian kabel, jika dihubungkan dengan jaringan yang lebih besar dan luas. b. Control hanya terpusat pada hub/switch sehingga operasionalnya perlu ditangani secara khusus.

27

2.4.3. Topologi Bus Pada topologi ini semua sentral dihubungkan secara langsung pada medium transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Kabel untuk menghubungkan jaringan ini biasanyan menggunakan kabel coaxial. Setiap server dan workstation yang disambungkan pada bus menggunakan konektor T. Pada kedua ujung kabel harus diberi terminator berupa resistor yang memiliki resistansi khusus sebesar 50 Ohm yang berwujud sebuah konektor, bila resistansi dibawah maupun diatas 50 Ohm, maka server tidak akan bisa bekerja secara maksimal dalam melayani jaringan, sehingga akses user atau client menjadi menurun. Transmisi sinyal dari suatu sentral tidak dialirkan secara bersamaan dalam dua arah. Hal ini berbeda sekali dengan yang terjadi pada topologi jaringan mesh atau bintang, yang pada kedua sistem tersebut dapat dilakukan komunikasi atau interkoneksi antar sentral secara bersamaan. topologi jaringan bus tidak umum digunakan untuk interkoneksi antar sentral, tetapi biasanya digunakan pada sistem jaringan komputer.

Gambar II.3. Topologi Bus Sumber : http://sinauonline.50webs.com/cisco%20bus%20topology.JPG

28

Kelebihan topologi bus : a. Penggunaan kabel sedikit, sehingga terlihat sederhana. b. Pengembangan jaringan mudah.

Kekurangan topoplogi bus : a. Jaringan akan terganggu bila salah satu komputer rusak. b. Membutuhkan repeater untuk jarak jaringan yang terlalu jauh. c. Bila terjadi ganngguan yang terlalu serius, maka proses pengiriman data menjadi lambat karena lalu lintas jaringan penuh dan apdat akibat tidak ada pengontrol user. d. Deteksi kesalahan sangat kecil, sehingga bila terjadi gangguan maka sulit sekali mencari kesalahan tersebut.

2.4.4. Topologi Tree Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah dan makin keatas mempunyai hirarki semakni tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.

29

Gambar II.4. Topologi Tree

Sumber : http://iqbalsullivan.files.wordpress.com/2009/07/topologitree.png?w=268&h=320 Ciri-ciri jaringan Tree : a. Merupakan pengembangan dari topologi star. b. Jaringan topologi tree digunakan untuk mendukung algoritma searching dan sorting. c. Setiap tangkai (node) dalam tree akan dihubungkan pada pusat hub yang berada pada awal trafic rangkaian.

2.4.5. Topologi Ring (Cincin) Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun berjauhan. Dengan demikian kemampuan melakukan switching ke berbagai arah sentral. Keuntungan dari topologi jaringan ini antara lain adalah tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana), juga bila ada gangguan

30

atau kerusakan pada suatu sentral maka aliran trafik dapat dilewatkan pada arah lain dalam sistem.

Gambar II.5. Topologi Ring Sumber : http://fivembois.wordpress.com/2008/07/31/pengenalan-lan/ Kelebihan topologi ring : a. Hemat kabel. b. Dapat mengisolasi kesalahan dari suatu workstation.

Kekurangan topologi tree : a. Sangat peka terhadap kesalahan jaringan. b. Sukar untuk mengembangkan jaringan, sehingga jaringan tersebut nampak menjadi kaku. c. Biaya pemasangan lebih besar.

2.5. Protokol Utama Jaringan Protokol jaringan adalah kumpulan standar yang mengatur tata cara suatu informasi atau data ditransmisikan melalui jaringan. Protokol jaringan ada beberapa macam, yang utama diantaranya adalah TCP/IP, IPX/SPX, UDP, dan Apple Talk. Dalam menentukan jenis protokol jaringan, kita harus memperhatikan

31

sistem operasi dan komputer yang kita gunakan agar jaringan dapat bekerja dan berfungsi dengan baik.

2.5.1. TCP/IP Sekilas di awal kita akan mengetahui sedikit tentang TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Selain megatur masalah perintah yang berhubungan dengan pengiriman paket data, TCP/IP juga berfungsi mengawasi jalannya paket data tersebut agar tidak hilang atau rusak dalam perjalanan ke tujuannya. Jika ada bagian paket data yang hilang atau rusak meski hanya sebagian, maka TCP akan mengirimkan ulang paket-paket data tersebut. Proses pengiriman paket-paket data akan berlangsung secara terus-menerus sampai paket data yang diinginkan sampai pada tujuannya. Untuk memahami TCP/IP, kita dapat mengambil contoh saat membuka sebuah halaman website. Agar halaman website dapat tampil di layar komputer, maka di halamannya diperlukan suatu protokol. Protokol ini dapat mengartikan asumsi bahwa terdapat suatu hubungan dalam pengiriman halaman website. Semua protokol tersebut akan diatur dalam TCP/IP. Dalam melakukan tugasnya, TCP/IP dibantu oleh IP address. IP address adalah nomor atau angka yang mendefenisiskan alamat sebuah komputer dalam suatu jaringan. IP address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.

32

NETWORK ID
192 168 0

Host ID
1

Tabel II.1 .Contoh IP address IP address terdiri dari dua bagian, yaitu : network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, dan switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan dimana host itu berada. Keunggulan dari TCP/IP adalah : a. Terdapat Open Protocol Standard, yaitu tersedia secara bebas dan dapat dikembangkan secara independent terhadap jenis hardware komputer atau sistem operasi apapun yang digunakan. b. Terdapat High Level Protocol Standard, yaitu dapat digunakan untuk melayani user secara luas, sehingga para pengguna komputer dapat menggunakan fasilitas yang ada pada jaringan. c. Metode pengalamatan yang umum, sehingga perangkat hardware yang menggunakan TCP/IP dapat menghubungi alamat perangkat-perangkat komputer lain yang berada pada seluruh jaringan komputer yang saling terhubung. Bahkan dapat juga dengan hubungan eksternal Internet. 2.5.2. IPX IPX(Internet Packet Exchange) merupakan protokol network dari novell yang menghubungkan network yang menggunakan Novell Netware Client dan server. IPX merupakan datagram/protocol paket dan IPX bekerja pada layer network dari protokol komunikasi dan koneksi tanpa sambungan (connectionless) tak memerlukan koneksi yang perlu disetup sebelum paket dikirim ke tujuannya)

33

2.5.3. UDP UDP (User Datagram Protocol) dalam layanan protokolnya menggunakan service transmisi data yang sedikit sekali. Dalam mengirimkan paket data, sering kali UDP tidak melakukan pengecekan dapa paket-paket data. UDP menjamin paket-paket data akan sampai pada tujuannya atau tidak. 2.5.4. APPLE TALK Apple Talk adalah protokol yang digunakan pada komputer Apple Mac OS untuk berkomunikasi dengan protokol pada sistem operasi lain. tidak

2.5. Konfigurasi Jaringan di PT. Perkebunan Nusantara III(Persero) Medan Suatu perusahan memiliki struktur orgasnisasi yang harus berjalan dengan baik. Struktur organisasi tersebut dapat berjalan dengan baik karena adanya komunikasi antar bagian organisasi tersebut. Komunikasi dilakukan untuk memperoleh informasi. Komunikasi dapat dilakukan melalui telfon atau tatap muka secara langsung. Bila kemunikasi dilakukan melalui telfon maka informasi yang diperoleh akan cepat tetapi keakuratannya tidak terjamin. Dan bila komunikasi dilakukan memalui tatap muka secara langsung maka informasi yang diperoleh akan akurat tetapi dapat menghabiskan banyak waktu, maka bisa dikatakan cara seperti itu kurang efektif. Untuk mengatasi semua itu maka dibentuklah suatu jaringan komputer. Dengan adanya jaringan komputer maka informasi yang diperoleh akan cepat, tepat dan akurat.

34

Jaringan komputer dapat terbentuk karena adanya : 1. Perangkat-perangkat jaringan komputer, yang terdiri dari : a. Kartu Jaringan (LAN Card) Sebuah kartu jaringan yang dipasang pada slot ekspansi pada sebuah motherboard komputer (server maupun workstation), Kini NIC sudah terintegrasi didalam metherboad, sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Berikut ini adalah beberapa jenis-jenis NIC
No. 1 Vendor 3 COM Tipe 3C 501 3C 503 3C 523/MC 3C 579 3C 509b 3C fast Ethernet 3C 689 Netflax 16 ISA Netflax 32 PCL IBM 16/4 Adapter IBM Token Ring MCA Intel 16 MCA Intel Pro 100/10 Intel Token Ring Magde 16/4 MC Magde 16/4 PCL NE 1000 NE 2000 CE-10 CEM.28.8

2 3

COMPAQ IBM

4

INTEL

5 6 7

MAGDE NOVELL XRICOM

Tabel 4.1. Tipe-tipe NIC (Network Interface Card) b. Hub Hub adalah peralatan yang berfungsi sebagai penghubung peralatan jaringan ke peralatan jaringan lainnya. Hub juga merupakan pembagi sinyal data bagi network interface card (NIC) dan sekaligus sebagai penguat sinyal.

35

Gambar.4.1. Hub dengan 8 port Sumber : Jim Geier c. Kabel Jaringan dan Konektor Kabel jaringan merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan jaringan lain yang digunakan dalam membentuk jaringan. Kabel jaringan yang digunakan adalah kabel UTP dan konektor RJ-45.

Gambar 4.2.a. Gambar konektor RJ-45 Sumber : Jim Geier Oranye Putih Oranye Hijau Putih Biru Biru Putih Hijau Coklat Putih Coklat Gambar 4.2.b. Kabel UTP Sumber : Jim Geier d. Router Router merupakan suatu alat atau program aplikasi yang berfungsi menentukan pada titik mana suatu paket data harus diteruskan ke jaringan yang lain. Fungsi utama router adalah me-

36

routing-kan paket-paket data dengan suatu segmen jaringan yang berbeda. Pada hubungan jaringan yang lebih global seperti internet, diperlukan adanya router. Router dapat menentukan jaringan mana yang berhak mengakses suatu paket data yang diberikan oleh router tersebut. Apabila jaringan menggunakan akses internet dengan kecepatan tinggi seperti ADSL (Asymetric Digital Subsciber Line) router dapat berfungsi ganda, salah satunya adalah sebagai firewall.

Gambar 4.3. Gambar Prinsip kerja router jaringan Sumber : JM. Zacharias e. Repeater Fungsi utama repeater adalah untuk memperkuat sinyal. Sinyal yang diterima dari satu segmen kabel LAN ke segmen LAN berikutnya akan dipancarkan kembali dengan kekuatan sinyal asli pada segmen LAN pertama, sehingga dengan adanya repeater ini, jarak antara dua jaringan komputer dapat diperluas. Di samping itu, repeater dapat memperkecil noice pada sinyal transmisi yang datang.

37

Tujuan agar sinyal mencapai tujuan : 1. 2. 3. Time delay untuk mencapai tujuan. Biaya transmisi Kapasitas bandwith dari data transfer

Gambar 4.4. Gambar repeater Sumber : http://fivembois.wordpress.com/2008/07/31/pengenalan-lan/ f. Gateway Gateway adalah sebagai pintu/gerbang untuk msuk ke suatu jaringan pada internet. Hubungan antara dua LAN yang paling rumit adalah gateway. Contohnya apabila ada suatu komputer yang ingin terkoneksi oleh internet atau terkoneksi dengan komputer lain maka sic komputer itu harus memasukkan IP gateway nya, jadi komputer harus melewati gerbang utama pada jaringan internet atau yang lain. g. Moden Eksternal Modem merupakan kependekan dari Modulator Demulator. Alat ini memungkinkan PC, mini komputer, atau mainframe untuk menerima dan mengirimkan paket data dalam bentuk digital melalui saluran telepon. Modem digunakan untuk menghubungkan PC dengan internet. Modem digunakan untuk menghubungkan PC dengan internet. Modem eksternal biasanya terletak didalam case tersendiri, menggunakan power suplly terpisah, dan pada umumnya menggunakan adaptor. Modem eksternal tersambung pada komputer 38

menggunakan kabel serial yang terkoneksi pada port serial di bagian belakang PC 2. Protokol Jaringan Salah satu protokol jaringan yang sering digunakan adalah TCP/IP (Transmission Control Protokol/Internet Protokol) . TCP/IP adalah sebagai protokol jaringan yang universal terutama pada internet, dan mempunyai kemampuan jaringan yang sangat baik.

TCP/IP terdiri atas sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari komunikasi data. Protokol ini merupakan komunikasi utama dalam internet serta intranet. Protokol ini memungkinkan sistem apapun yang terhubung kedalamnya bisa berkomunikasi dengan sistem lain tanpa harus memperdulikan bagaimana remote system yang lain tersebut bekerja. 3. IP Address IP address adalah suatu alamat yang diberikan ke peralatan jaringan komputer untuk dapat didefenisikan oleh komputer yang lain. Dengan adanya IP address, masing-masing komputer dapat melakukan proses tukar-menukar data/informasi, mengakses internet, atau mengakses ke suatu jaringan komputer dengan menggunakan protokol TCP/IP. IP address in dikelompokkan dalam kelas-kelas. Konfigurasi TCP/IP di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) menggunakan IP kelas C, dengan IP address 192.168.2.1 sampai dengan 192.168.2.240, dari IP address ini juga dapat diketahui bahwa jaringan LAN pada Kantor Direksi PTPN III memiliki 240 unit client.

39

Dengan adanya LAN ini, maka setiap gedung yang terpisah-pisah di Kantor Direksi PT. Perkebunan Nusantara III dapat saling berhubungan satu sama lain. Jaringan komputer PT. Perkebunan Nusantara III juga terkoneksi ke internet untuk pengiriman dan penerimaan informasi dari kantor direksi maupun ke kantor unit. Skema jaringan LAN dapat dilihat pada gambar 4.5. 4. SubnetMask Setiap jaringan TCP/IP memerlukan nilai subnet yang dikenal sebagai subnet mask atau address mask. Nilai subnet mask memisahkan network id dengan host id. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan local atau non local. Untuk jaringan non local berarti harus mentransmisi paket data melalui sebuah router. Dengan demikian diperlukan address mask untuk menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut. Network ID dan host ID di dalam IP address dibedakan oleh pengguna subnet mask. Masing-masing subnet mask merupakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit grups dari semua angka satu (1) yang menunjukan network ID, dan semua angka nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address. Sebagai contoh, misalnya alamat class B : 170.203.93.5, maka bilangan binernya adalah : 10101010 11001011 1011101 00000101. Subnet mask default untuk alamat class B adalah : 11111111 11111111 00000000 00000000 Atau bisa ditulis dalam notasi desimal : 255.255.0.0

40

Kelas IP Address A B C

Bit Subnet

Subnet Mask

11111111 00000000 00000000 00000000 11111111 11111111 00000000 00000000 11111111 11111111 11111111 00000000

255.0.0.0 255.255.0.0 255.255.255.0

Tabel 4.2. Subnet Mask untuk internet Address classes

5. DNS (Domain Name Sistem) Domain Name System(DNS) adalah suatu sistem yang

memungkinkan nama suatu host pada jaringan komputer atau internet ditranslasikan menjadi IP address. Dalam pemberian nama, DNS menggunakan arsitektur hierarki, yaitu : 1. Root Level Domain : merupakan tingkat teratas yang ditampilkan sebagai tanda titik (.) 2. Top Level Domain negara, misalnya: : kode kategori organisasi atau .com(dipakai untuk perusahan);

.edu(dipakai oleh perguruan tinggi) ; .gov(dipakai untuk badan pemerintah). Selain itu untuk membedakan pemakaian nama oleh suatu negara dengan negara lain digunakan tanda : .id(indonesia) ; .au(ausstralia). 3. Second Level Domain : merupakan nama untuk organisasi

atau perusahaan, misalnya : microsoft.com ; yahoo.com dan lain-lain.

41

BAB III
PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK (KP) 3.1. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAN KERJA PRAKTEK ( KP)

3.1.1. Tempat pelaksanan Kerja Praktek Kerja Praktek dilaksanakan di PT. Perkebunan Nusantara III Medan, dengan Lokasi di Jln. Sei Batang Hari No. 2, Sei Sikambing – Medan 20122.

3.1.2. Waktu Pelaksanaan Kerja Praktek Kerja Praktek (KP) dilaksanakan mulai tanggal 03 November s/d 03 Desember 2008. Jam kerja yang dilaksanakan penulis sama seperti jam kerja pegawai PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan. Jadwal jam kerja yang dilaksanakan penulis, yaitu :

Hari Kerja Senin – Jumat

Jam Kerja 08.00 – 12.00 13.30 – 16.00

Jam Istirahat 12.00 – 13.30

Sabtu – Minggu

Libur

Libur

42

3.2.
No.

Anggota Pelaksana Kerja Praktek
Nama NIM Fokus KP Topologi jaringan yang digunakan di

1

Junaedy Sebayang

05095092

Kantor Direksi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Konfigurasi jaringan di PT. Perkebunan

2

Taufan Abdi

05095002 Nusantara III (persero) Implementasi Hardware Yang

3

Padlin Zuaini Hrp

05095034

Digunakan Pada LAN Di Kantor Direksi PTPN III

3.2.1. Metode Pelaksanaan Kerja Praktek Dalam mengumpulkan data yang diperlukan untuk laporan Kerja Praktek(KP), penulis memakai beberapa metode pengumpulan data, yaitu : a. Melakukan wawancara dengan pihak instansi yang dapat memberikan informasi secara langsung. b. Konsultasi dengan pegawai yang berkompeten di bidangnya. c. Mencari artikel dan browsing dari internet untuk mempermudah penyelesaian laporan Kerja Praktek ini. 3.2.2. Hambatan pada saat Kerja Praktek Penulis mendapatkan beberapa kendala dan hambatan selama pelaksanaan Kerja Praktek di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan, antara lain : a. Proses dalam pencarian data tentang isi laporan agak sedikit sulit didapatkan, karena data yang didapat hanya melalui wawancara

43

dengan pihak yang berwenang dari perusahan, tidak ada dokumentasinya untuk memperkuat kebenaran data yang didapat. b. Adanya perasaan kurang nyaman,canggung dan rasa segan dalam diri penulis terhadap para karyawan, pada hari-hari pertama penulis melaksanakan Kerja Praktek. Hal ini mungkin disebabkan karena penulis belum terbiasa dengan lingkungan kerja yang masih terasa asing dan baru dan tentunya sangat berbeda dengan yang penulis rasakan pada saat perkuliahan. c. Kurangnya komunikasi antara pembimbing dan praktikan,

membuat penulis agak kurang mengerti apa yang harus penulis lakukan pada saat melaksanakan Kerja Praktek. d. Apabila pembimbing Kerja Praktek tidak ada di tempat (dinas luar), maka agak sedikit menghambat dalam penulisan laporan Kerja Praktek.

3.1.5 Praktek

Cara Mengatasi Hambatan Selama Pelaksanaan Kerja

Hambatan-hambatan

tersebut

umumnya

berasal

dari

kemampuan,

keterampilan dan pengetahuan yang masih sangat minim dalam berbagai hal sehingga dalam pelaksanaannya kurang begitu memuaskan. Namun dseiring dengan berjalannya waktu, maka hambatan tersebut mulai dapat diatasi. Beberapa hal yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang dihadapi adalah :

44

a. Memberanikan diri unutk bertanya pada staff dan pegawai yang menjadi pembimbing bagi penulis mengenai apa yang harus penulis lakukan selama Kerja Praktek. b. Melakukan adaptsi dengan para pegawai dari hari kehari secara tahap demi tahap. c. Mencari data dan referensi untuk mendukung penulis dalam menyusun laporan Kerja Praktek. Hambatan dan kendala yang penulis dapatkan selama pelaksanan Kerja Praktek tersebut dapat dijadikan sebagai pengalaman yang nantinya akan berguna untuk kelancaran dan kesuksesan kerja di waktu yang akan datang.

3.2

Hasil Kerja Praktek Dengan melaksanakan Kerja Praktek di kantor direksi PTPN III (Persero)

Medan, penulis dapat melihat langsung penerapan dan pemakaian suatu jaringan komputer pada suatu instansi atau perusahaan, yang bertujuan untuk kelancaran dalam menjalankan kegiatan administrasi instansi tersebut. Penulis juga mendapat kesempatan untuk mengetahui cara konfigurasi LAN yang di terapkan di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero).

45

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1. Spesifikasi Komputer di Kantor Direksi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) LAN pada Kantor Direksi PTPN III memiliki 1 unit server dan 240 unit client. Sebagai penghubung menggunakan 55 buah HUB yang memiliki 24 port. Untuk kabel penghubung menggunakan 2 jenis kabel penghubung yaitu kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dan Fiber Optik (FO). Berikut adalah spesifikasi komputer yang ada di Kantor Direksi PTPN III (Persero). 1) Pada server a) Hardware Processor Intel ® Pentium ® 4 CPU 3.06 Ghz Memory RAM 2,48 GB HDD 120 GB Monitor LG 17” UPS APC AVR 600 DVD R/ DVD RW

b) Software Sistem Operasi LINUX

46

2) Pada client a) Hardware Processor Intel ® Pentium ® 4 CPU 2.8 Ghz Memory RAM 512 GB HDD 80 GB Monitor LG 15” UPS APC AVR 600

b) Software Microsoft Windows XP SP2

4.2.

Jaringan Komputer PTPN III (Persero) Jaringan LAN yang dibangun pada Kantor Direksi PT. Perkebunan

Nusantara III Medan adalah bertopologi star. Topologi ini digunakan karena jaringan LAN pada Kantor Direksi PT. Perkebunan Nusantara III adalah jaringan yang besar dan membutuhkan penghubung yang banyak. Keuntungan topologi ini adalah jika kabel terputus hanya mempengaruhi satu terminal. Terminal dapat ditambahkan dengan mudah, tanpa mempengaruhi keseluruhan jaringan. Konfigurasi TCP/IP menggunakan kelas C, dengan IP address 192.168.2.1 sampai dengan 192.168.2.240, dari IP address ini juga dapat diketahui bahwa jaringan LAN pada Kantor Direksi PTPN III memiliki 240 unit client. Berikut ini pengelompokan kelas pada IP address berdasarkan oktat pertama bilangan decimal : Kelas A B C D E Oktat Decimal 1 – 126 128 – 191 192 – 223 223 – 239 240 – 247

47

Dengan adanya LAN ini, maka setiap gedung yang terpisah-pisah di Kantor Direksi PT. Perkebunan Nusantara III dapat saling berhubungan satu sama lain. Jaringan komputer PT. Perkebunan Nusantara III juga terkoneksi ke internet untuk pengiriman dan penerimaan informasi dari kantor direksi maupun ke kantor unit. Skema jaringan LAN dapat dilihat pada gambar 4.5 :

48

Gambar 4.5. Jaringan LAN PTPN III (Persero)

49

Keterangan gambar : NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Kode 3.00 3.01 3.02 3.03 3.04 3.05 3.06 3.07 3.08 3.09 3.10 3.11 3.12 3.13 3.14 3.15 3.16 Nama Gedung Seketariat Perusahaan Bagian Tanaman Teknik Teknologi Keuangan Akuntansi Bagian Pengadaan Bagian Penjualan Sumber Daya Manusia Bagian Umum Kemitraan dan Bina Lingkungan Kepatuhan dan Risk managemen PTB dan Anak Perusahaan Pengkajian dan Pengembangan Perencanaan dan TI Satuan Pemeriksa Intern Bagian Tim Privatisasi

50

BAB V
PENUTUP 5. KESIMPULAN dan SARAN 5.1. KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh penulis dari hasil laporan Kerja Praktek (KP) antara lain : 1. Komunikasi dapat terjalin dengan baik antar bagian organisasi di PT. Perkebunan Nusantara III(Persero) Medan karena adanya sistem jaringan komputer. 2. Jaringan komputer dapat tercipta karena adanya perangkat-perangkat jaringan (berupa : kartu jaringan, hub, kabel jaringan dan konektor, router, repeater, gateway, modem eksternal), protokol jaringan, IP Address, SubnetMask, dan DNS. 3. Jaringan komputer yang digunakan di PT. Perkebunan Nusantar III (Persero) medan adalah jaringan LAN yang bertopologi star dan berbasis client/server. 4. Dalam Jaringan LAN PTPN III menggunakan 1 (satu) unit server dengan sistem operasi linux dan client menggunakan sistem operasi windows XP. 5. Jaringan yang berbasis client/server artinya server dapat mengakses client, tetapi client tidak dapat mengakses server. Itu terjadi karena adanya

security yang membatasi hak akses setiap client.

51

5.2

SARAN Penulis menyadari keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang

dimiliki, namun walaupun demikian akan mencoba memberi saran yang mungkin akan dapat membangun. Adapun saran tersebut antara lain :

a. Dengan adanya program kerja praktek ini diharapkan terjadi hubungan kerja sama yang baik antara pihak UISU (Universitas Islam Sumatera Utara) dengan perusahaan atau instansi tempat pelaksanaan kerja praktek (PTPN III (Persero). b. Dalam penerimaan dan penempatan para mahasiswa yang

melaksanakan Kerja Praktek, hendaknya mempertimbangkan bidang yang sesuai dengan jurusan mahasiswa, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan. c. Bagi pegawai, dapatmemperkenalkan program aplikasi apa saja yang digunakan pada perusahaan, agar mahasiswa yang melaksanakan Kerja Praktek dapat memahaminya. ilmu yang dimiliki juga dapat menambah

52


								
To top