Docstoc

silabus pengembangan PAI

Document Sample
silabus pengembangan PAI Powered By Docstoc
					                                           BAB I
                                    PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
          Pendidikan Agama saat ini tengah menuai banyak kritik yang tajam
      karena dianggap tidak mampu dalam menanggulangi berbagai isu penting
      dalam kehidupan masyarakat seperti rusaknya moral peserta didik, kurang
      menghargai keragaman kultural yang beraneka ragam yang sering
      melahirkan ketidakharmonisan dan konflik sehingga peran dan keefektifan
      dari PAI dipertanyakan. disamping itu, PAI di sekolah juga dipandang belum
      mampu menjadi roh atau spirit yang mendorong pertumbuhan harmoni
      kehidupan dalam kehidupan sehari- hari1 atau terkesan PAI di sekolah itu
      mandul. Sehingga diperlukan suatu inovasi dan pengembangan dalam
      silabusnya, agar yang mereka pelajari benar- benar mereka rasakan, dan
      benar – benar dekat dengan mereka sehingga hasilnya akan terinternalisasi
      dalam jiwa mereka dan menjadi landasan mereka dalam bertingkah laku.
          Kurikulum tingkat satuan pendidikan merupakan bentuk operasional
      pengembangan kurikulum dalam konteks desentralisasi pendidikan dan
      otonomi daerah yang akan memberikan wawasan baru terhadap system
      pendidikan yang berjalan selama ini. KTSP memberikan otonomi yang luas
      kepada satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan


1
    Rahmat Raharjo. Inovasi Kurikulum PAI (Yogyakarta:Magnum 2010) hlm.1-2
                                                                              1
  kondisi setempat serta diberi Kewenangan dan kekuasaan yang luas untuk
  mengembangkan silabus yang termasuk di dalamnya adalah silabus PAI
  sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik serta tuntutan
  masyarakat2


B. Perumusan Masalah
  1. Apakah makna silabus dan pengembangan silabus PAI ?
  2. Apakah prinsip- prinsip pengembangan silabus PAI ?
  3. Siapakah yang bertugas dan bertanggungjawab atas pengembangan
      silabus PAI ?
  4. Bagaimanakah proses pengembangan silbus PAI ?
  5. Bagaimanakah format dan model silabus PAI ?


C. Tujuan
      Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk menggali pemahaman
  tentang silabus dan pengembangan silabus PAI secara kontekstual, agar kami
  selaku calon pendidik dapat memahami tentang silabus dan dapat
  mengembangkannya secara kontekstual.
D. Keguanaan


  2
   E. Mulyasa, kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,   (Bandung: Rosdakarya. 2009)
  hlm. 29



                                                                                2
       Kegunaan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas terstruktur
    mata kuliah Inovasi dan Pengembangan Kurikulum PAI dan sebagai bahan
    diskusi kelas tentang pengembangan silabus PAI.


                                       BAB II
                                  PEMBAHASAN

    A. Pengertian Silabus dan Pengembangan Silabus PAI
                  Berdasarkan UU. No 20 tahun 2003 pasal 37 ayat 1, Pendidikan Agama
       Islam merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan dalam kurikulum
       pendidikan dasar dan menengah,3 tujuan PAI di sekolah adalah untuk
       membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, memiliki
       pengetahuan yang luas tentang islam dan berakhlakul karimah4 oleh karena itu
       untuk mengimplementasikan Pendidikan Agama Islam dalam suatu pendidikan,
       terlebih dahulu mata pelajaran PAI tersebut harus dijabarkan kedalam sebuah
       silabus.

                  Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu pelajaran atau
       kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu yang mencakup Standar
       Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD), materi pelajaran, kegiatan




3
. UU SISDIKNAS. UU. No 20 tahun 2003, pasal 37 ayat 1. hlm 25
4
. Rahmat Raharjo. Inovasi Kurikulum PAI (Yogyakarta:Magnum 2010) hlm. hlm.3
                                                                                  3
       pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar yang
       dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan5

               Berangkat dari pengertian diatas dapat diartikan bahwa silabus PAI
       adalah rencana pembelajaran pada mata pelajaran PAI dengan tema tertentu
       yang mencakup Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar , materi pelajaran,
       kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar.
       Kegunaan dari silabus yang merupakan bagian dari kurikulum ini, untuk
       mencapai tujuan pembelajaran PAI yaitu untuk membentuk peserta didik
       yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, memiliki pengetahuan yang luas
       tentang islam dan berakhlakul karimah.
               Silabus PAI merupakan         penjabaran dari Standar Kompetensi dan
       Kompetensi dasar kedalam materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indikator
       pencapaian kompetensi untuk acuan dalam penilaian6 dengan tetap mengacu
       pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)7

               Pengembangan        silabus      PAI    dilakukan   dalam     rangka
       mengaktualisasikan potensi yang dimiliki peserta didik yang meliputi
       aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang telah dipertimbangkan
       berdasarkan visi dan misi sekolah serta kebutuhan daerah setempat.8
       Karena pada hakekatnya pengembanga silabus KTSP dan termasuk juga



5
 Mulyasa, kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung: Rosdakarya. 2009) hlm. 190
6
  Nik haryanti, Pengembangan Kurikulum PAI (Bandung: Alfabeta.2011)hlm. 149
7
  Rahmat Raharjo. Inovasi Kurikulum PAI (Yogyakarta:Magnum 2010) hlm.78
8
  ibid hlm. 79
                                                                                      4
        pengembangan silabus PAI harus mampu menjawab pertanyaan sebagai
        berikut.

        1. Kompetensi apakah yang harus dimiliki oleh peserta didik ?
        2. Bagaimanakah cara membentuk kompetensi tersebut ?
        3. Bagaimana cara mengetahui bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi
            tersebut ?9
                Di dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar
        Nasional Pendidikan dijelaskan, sekolah dan komite sekolah maupun madrasah
        dengan komite madrasah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan
        dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi
        lulusan di bawah supervisi Dinas Kabupaten/ kota yang bertanggungjawab
        terhadap pendidikan untuk SD, SMP, SMA dan SMK, serta departemen yang
        menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA dan
        MAK (Pasal 17 Ayat 2)10

                Berdasarkan ketentuan diatas, sekolah atau madrasah memiliki ruang
        gerak yang luas untuk melakukan modifikasi dan mengembangkan variasi-
        variasi silabus pendidikan PAI di luar komponen minimal 11 sesuai dengan
        keadaan, potensi, kebutuhan daerah serta kondisi siswa.12 Dengan demikian



9
  Mulyasa, kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung: Rosdakarya. 2009) hlm. 190
10
   Muhaimin, Pengembangan model KTSP pada sekolah atau madrasah( Jakarta:Raja Grafindo
Persada.2008) hlm. 111
11
   Permendiknas no 24 th 2006 pasal 1 Ayat 2 “ satuan pendidikan dasar dan menengah dapat
mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari standar isi”
12
   ibid
                                                                                            5
        silabus PAI yang pengembangannya diserahkan kepada guru akan berbeda
        antara satu guru dengan guru yang lain, baik dalam satu daerah maupun dalam
        daerah yang berbeda.13

                Pengembangan silabus mengacu pada SK dan KD dan dijadikan
        sebagai landasan untuk menentukan materi ajar dengan mengacu pada
        standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL). Penentuan materi
        ajar diserahkan kepada sekolah14, namun demikian sekolah dapat
        mengadaptasi bahkan mengadopsi contoh pengembangan silabus yang
        disusun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) kementerian
        pendidikan seperti yang tertuang dalam           Peraturan Menteri Pendidikan
        Nasional No. 24 Tahun 2006, Pasal 1: 4. “ Satuan pendidikan dasar dan
        menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat
        satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh Badan Standar
        Nasional Pendidikan (BNSP).15 Banyak contoh pengembangan silabus,
        namun para guru PAI harus mampu mengkritisi dan membuat sendiri
        sesuai dengan kondisi masing- masing agar peran PAI di sekolah benar –
        benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat dan bukan hanya sebagai
        pelajaran yang dianggap formalitas saja.. Karena itu setiap guru PAI
        dituntut memiliki kemampuan untuk mengembangkan dan meningkatkan



13
   Mulyasa, kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung: Rosdakarya.     2009) hlm. 191
14
   Rahmat Raharjo. Inovasi Kurikulum PAI (Yogyakarta:Magnum 2010) hlm.78
15
   Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006, Pasal 1:4
                                                                                        6
        mutu perencanaan yang dituangkan dalam silabus PAI sesuai dengan
        kondisi sekolah atau madrasah mereka masing- masing.16

                Pengembangan silabus PAI pada dasarnya merupakan upaya melakukan
        analisis kompetensi ke dalam kompetensi dasar dan indikator- indikator,
        analisis materi ke dalam scope (ruang lingkup) dan sequence ( urutan) materi,
        analisis proses belajar ke dalam jenis dan bentuk kegiatan belajar mengajar dan
        analisis penilaian ke dalam jenis dan alat- alat penilaian yang semuanya itu
        bermuara pada pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar.17

                Silabus PAI harus dikaji, dikembangkan dan disesuaikan secara
        berkelanjutan dan terus menerus dengan memperhatikan hasil evaluasi belajar,
        evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi rencana pembelajaran18 agar tujuan
        dari pembelajaran PAI, yaitu untuk membentuk peserta didik yang beriman dan
        bertaqwa kepada Allah, memiliki pengetahuan yang luas tentang islam dan
        berakhlakul karimah serta bertingkah laku dengan berasaskan islam dapat
        tercapai.

     B. Prinsip - Prinsip Pengembangan Silabus PAI
            Pengembangan silabus PAI diserahkan sepenuhnya kepada setiap
        satuan pendidikan, khususnya bagi yang sudah mampu melakukannya.
        Oleh karena itu, setiap satuan pendidikan diberikan kebebasan dan


16
   Muhaimin Muhaimin, Pengembangan model KTSP pada sekolah atau madrasah( Jakarta:Raja
Grafindo Persada.2008) hlm. 112
17
   Ibid. hlm. 112
18
   Nik haryanti, Pengembangan Kurikulum PAI (Bandung: Alfabeta.2011)hlm. 156
                                                                                     7
        keleluasan dalam mengembangakan silabus PAI sesuai dengan kondisi
        dan kebutuhan masing-masing.19 Agar pengembangan silabus PAI yang
        dilakukan oleh setiap satuan pendidikan tetap berada dalam bingkai
        pengembangan standar nasional, maka perlu memperhatikan prinsip –
        prinsip pengembangan silabus yang meliputi, ilmiah, relevan, fleksibel,
        kontinuitas, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual serta efektif ,
        efisien20 dan menyeluruh.21
        1. Ilmiah
                   Pengembangan silabus PAI berbasis KTSP harus dilakukan
        dengan prinsip ilmiah, yang mengandung arti bahwa keseluruhan materi
        dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus PAI harus benar dan
        dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
        2. Relevan
                   Relevan dalam silabus PAI mengandung arti bahwa cakupan,
        ruang lingkup, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi
        dalam silabus PAI disesuaikan dengan karakteristik peserta didik yakni,
        tingkat perkembangan intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta
        didik.22


19
   Lihat permendiknas no. 24 th.2006 pasal 1 ayat 2; satuan pendidikan dasar dan menengah
dapat mengembangkan kurikulum dengan standar lebih tinggi dari standar isi.
20
   Contoh silabus dan RPP pembelajaran PAI SMA, direktorat pendidikan agama islam pada
sekolah, 2008, hal.1
21
   Nik haryanti, Pengembangan Kurikulum PAI (Bandung: Alfabeta.2011)hlm.151
22
   Contoh silabusIbid, hal. 1
                                                                                            8
                   Disamping itu, relevan mengandug arti adanya kesesuaian atau
           keserasian antara silabus PAI dengan kebutuhan dan tuntutan kehidupan
           masyarakat pemakai lulusan.23
                   Relevan dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu relevan
           secara internal dan eksternal. Relevan secara internal adalah kesesuaian
           antara silabus yang dikembangkan dengan komponen- komponen
           kurikulum secara keseluruhan yakni adanya kesesuaian dengan standar
           kompetensi, standar isi, standar proses dan standar penilaian. Sedangkan
           relevan secara eksternal adalah pengembangan silabus PAI tersebut
           mengandung kesesuaian dengan karakteristik peserta didik, kebutuhan
           masyarakat dan lingkungannya.24
           3. Fleksibel
                   Keseluruhan        komponen         silabus   dapat   mengakomodasi
           keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang
           terjadi di madrasah maupun sekolah dan tuntutan masyarakat
                   Pengembangan silabus harus dilaksanakan secara fleksibel.
           Fleksibel dalam silabus PAI dapat dikaji dari dua sudut pandang yang
           berbeda, yakni fleksibel sebagai suatu pemikiran               pendidikan dan
           fleksibel sebagai kaidah dalam penerapan kurikulum. Fleksibel sebagai
           suatu pemikiran berkaitan dengan dimensi peserta didik dan lulusan,



23
     Mulyasa, kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,   (Bandung: Rosdakarya. 2009) hlm. 192
24
     Mulyasa, kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,   (Bandung: Rosdakarya. 2009) hlm.192
                                                                                        9
sedangkan fleksibel sebagai suatu kaidah dalam penerapan kurikulum
berkaitan dengan pelaksanaan dari silabus.
       Prinsip fleksibel tersebut mengandung makna bahwa pelaksanaan
program, peserta didik, dan lulusan memiliki ruang gerak dan kebebasan
dalam bertindak. Guru sebagai pelaksana silabus, tidak mutlak harus
menyajikan program dengan konfigurasi seperti dalam silabus, tetapi
dapat mengakomodasi berbagai ide baru atau memperbaiki ide- ide
sebelumnya. Demikian halnya peserta didik, mereka diberikan berbagai
pengalaman belajar yang dapat dipilih sesuai dengan karakteristik dan
kemampuan masing- masing. Sedangkan fleksibel dari segi lulusan
dimaksudkan bahwa mereka memiliki kewenangan dan kemampuan
yang multi arah berkaitan dengan dunia dalam masyarakat yang akan dia
masuki.
4. Kontinuitas
       Kontinuitas atau kesinambungan mengandung arti bahwa setiap
program pembelajaran yang dikemas dalam silabus PAI memiliki
keterkaitan satu sama lain dalam membentuk kompetensi dan pribadi
peserta didik. Kontinuitas atau kesinambungan tersebut bisa secara
vertikal, yakni dengan jenjang pendidikan yang ada di atasnya, dan bisa
juga secara horizontal yakni dengan program- program lain atau silabus
lain yang sejenis.
5. Konsisten


                                                                    10
       Pengembangan silabus PAI berbasis KTSP, harus dilakukan
secara konsisten, artinya bahwa antara standar kompetensi, kompetensi
dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan
system penilaian mempunyai hubungan yang konsisten (ajeg) dalam
membentuk kompetensi peserta didik yang diharapkan..
6. Memadai
       Memadai dalam silabus PAI mengandung arti bahwa ruang
lingkup indikator, materi standar, pengalaman belajar, sumber belajar
dan system penilaian yang dilaksanakan dalam silabus cukup untuk
menunjang pencapaian kompetensi dasar yang telah ditetapkan.
7. Aktual dan Kontekstual
       Aktual dan kontekstual mengandung arti bahwa ruang lingkup
kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber
belajar dan system penilaian yang dikembangkan memperhatikan
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni mutakhir dalam
kehidupan nyata dan peristiwa yang sedang terjadi dan berlangsung di
masyarakat.
8. Efektif
       Pengembangan silabus PAI berbasis KTSP harus dilakukan
secara efektif , yakni memperhatikan keterlaksanaann silabus tersebut
dalam proses pembelajaran, dan tingkat pembentukan kompetensinya
sesuai dengan standar kompetensi yang telah ditetapkan.


                                                                   11
          Silabus yang efektif adalah silabus yang dapat diwujudkan dalam
   kegiatan pembelajaran nyata di dalam       kelas maupun di lapangan.
   Sebaliknya silabus dikatakan kurang efektif jika apabila banyak hal yang
   telah terjabarkan dalam silabus namun tidak terlaksana. Sehubungan
   dengan itu, dalam pengembangan silabus PAI, guru atau pengembang
   silabus harus membayangkan situasi nyata di kelas agar kendala- kendala
   yang mungkin        terjadi dapat diantisipasi, sehingga tidak terjadi
   kesenjangan yang terlalu menganga dari silabus yang disusun.
   9. Efisien
          Efisiensi dalam silabus berkaita dengan upaya untuk memperkecil
   atau menghemat penggunaan dana, daya dan waktu tanpa mengurangi
   hasil atau kompetensi standar yang ditetapkan. Efisien dalam silabus bisa
   dilihat dengan cara membandingkan antara biaya , tenaga dan waktu
   yang digunakan untuk pembelajaran dengan hasil yang dicapai atau
   kompetensi yang dapat dibentuk oleh peserta didik. Dengan demikian,
   setiap guru dituntut untuk mengembangkan silabus sehemat mungkin
   tanpa mengurangi kualitas pencapaian dan pembentukan kompetensi.
   10. Menyeluruh
          Menyeluruh dalam silabus PAI berarti seluruh komponen dalam
   silabus PAI tersebut mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif,
   afektif, psikomotorik).


C. Tugas dan Tanggungjawab Pengembangan Silabus
                                                                         12
DEPDIKNAS




DISDIK PROPINSI




     DISDIK
 kota/kabupaten




   sekolah



     guru




                  13
     D. Komponen dan Prosedur Pengembangan Silabus
        1. Komponen Silabus PAI
                   Dalam silabus PAI minimal memuat komponen- komponen berikut :

          a.       Identitas silabus
          b.       Standar kompetensi
          c.       Kompetensi dasar
          d.       Materi pokok/ materi pembelajaran
          e.       Kegiatan pembelajaran
          f.       Indikator
          g.       Penilaian
          h.       Alokasi waktu
          i.       Sumber belajar


        2. Prosedur Pengembangan Silabus
                   Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara
               mandiri maupun berkelompok dalam sebuah sekolah maupun
               beberapa sekolah seperti dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata
               Pelajaran (MGMP). Pengembangan silabus PAI dalam garis besarnya
               mencakup langkah- langkah sebagai berikut25 :
                  Mengisi kolom identitas
                  Mengkaji dan menganalisis standar kompetensi


25
  Muhaimin, Pengembangan model KTSP pada sekolah atau madrasah( Jakarta:Raja Grafindo
Persada.2008) hlm. 116- 134
                                                                                    14
   Mengkaji dan menentukan kompetensi dasar
   Mengidentifikasi materi standar / pokok
   Mengembangkan pengalaman
   Merumuskan indicator pencapaian kompetensi
   Menentukan jenis penilaian
   Alokasi waktu
   Menentukan sumber belajar




1. Mengisi Kolom Identitas
    Contoh kolom identitas

                          SILABUS

     Nama Sekolah         : SMP Berkah Terus

     Mata Pelajaran       : Aqidah Akhlak

     Kelas/ Semester      : VII / 1

     Alokasi Waktu        :12 X 45 menit


2. Mengkaji dan Menganalisis Standar Kompetensi
            Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta
    didik   yang    menggambarkan       penguasaan     pengetahuan,   sikap,
    ketrampilan dan nilai yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran
    tertentu, standar kompetensi ini diambil dari SI
                                                                         15
   Mengkaji dan menganalisis standar kompetensi mata pelajaran
   PAI dengan memperhatikan hal- hal sebagai berikut :
   a. Urutan tidak harus sesuai dengan urutan yang ada dalam
       Standar Isi, melainkan berdasarkan hirarki konsep disiplin
       ilmu dan tingkat kesulitan bahan.
   b. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar
       dalam mata pelajaran.
   c. Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar
       mata pelajaran.
3. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar
       Kompetensi dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang
   harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran
   tertentu, ini diambil dari SI.

       Sebelum menentukan atau memilih kompetensi dasar, terlebih
   dahulu harus mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata
   pelajaran dengan memerhatikan hal- hal sebagai berikut:

   a. Urutan tidak harus sesuai dengan urutan yang ada dalam
       Standar Isi, melainkan berdasarkan hirarki konsep disiplin
       ilmu dan tingkat kesulitan bahan.
   b. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar
       dalam mata pelajaran.



                                                                     16
   c. Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar
       mata pelajaran.



4. mengidentifikasi Materi Standar / pokok
5. mengembangkan Pengalaman belajar
6. merumuskan indikator keberhasilan
         Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi dasar, indikator
   memuat tanda- tanda yang menggambarkan pencapaian kompentensi
   dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang diukur atau yang
   diobservasi yang mencakup aspek sikap, pengetahuan dan ketrampilan.
   Indikator dan KD merupakan tanda- tanda kemampuan peserta didik
   untuk pencapaian kompetensi yang merupakan kemampuan bersikap,
   berpikir dan bertindak secara konsisten. Setiap KD dapat dikembangkan
   menjadi beberapa indikator.
         Indikator yang terumuskan dalam silabus menjadi acuan untuk
   mengembangkan instrument penelitian. Oleh karena itu, di dalam
   penentuan indikator diperlukan kriteria- kriteria berikut :
   a. sesuai tingkat perkembangan berpikir siswa
   b. mengacu       pada     pencapaian      standar     kompetensi   dan
       kompetensi dasar
   c. menunjukan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (
       kognitif, afektif dan psikomotorik)
   d. mengelaborasi karakteristik materi pembelajaran yang relevan

                                                                       17
           e. menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur,
               dikuantifikasi atau diamati
       7. menentukan standar penilaian
       8. alokasi waktu
       9. menentukan sumber belajar


E. Model pengembangan silabus PAI




                                  BAB III

                                PENUTUP

A. KESIMPULAN

           Silabus PAI adalah rencana pembelajaran pada mata pelajaran PAI
   dengan tema tertentu yang mencakup Standar Kompetensi dan Kompetensi
   Dasar , materi pelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi
   waktu dan sumber belajar. Suatu silabus PAI harus selalu dikembangkan sesuai
   dengan keadan dan kondisi masyarakat, agar pembelajaran PAI dapat
   memberikan dampak positif kepada anak didik karena persoalan yang dibahas
   dalam silabus adalah sesuai dengan karakterristi mereka.

                                                                              18
B. p

                           DAFTAR PUSTAKA

Departemen Agama RI. Contoh Silabus dan Rencana Pelaksanaan
    Pembelajaran PAI Sekolah Menengah Atas. 2008

Departemen Agama RI. Kurikulum dan pengembangan silabus PAI         pada
Sekolah Menengah Pertama. 2008

Furchan,    Arif.      Pengembangan     Kurikulum   Berbasis   Kompetensi.
    Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2005

Isjoni.    Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sebagai Pembelajaran
    Visioner. Bandung : Alfabeta.2010

Mulyasa, E. kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan : suatu panduan praktis.
    Bandung: Rosdakarya. 2009

Mulyasa, E. kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep, Karakter dan
    Implementasi. Bandung: Rosdakarya. 2002

Rahmat,     Raharjo.   Inovasi   Kurikulum   Pendidikan    Agama    Islam,
    pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Yogyakarta: Magnum
    Pustaka. 2008




                                                                       19
Undang- Undang SisDiknas (Sistem Pendidikan Nasional. UU RI No. 20 Th.
    2003) Sinar Grafika Offset. 2008

Yamin, Martinis. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta:
   Gaung Persada press. 2009

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006, tentang Standar
   Kompetensi Lulusan, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. 2006

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006, tentang
   Pelaksanaan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar isi, Jakarta :
   Departemen Pendidikan Nasional. 2006

Muhaimin, dkk. Pengembangan model KTSP pada Sekolah dan Madrasah.
   Jakarta : Raja Grafindo Persada. 2008

Haryati, Nik. Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam. Bandung:
   alfabeta.2011




                                                                        20

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:4
posted:3/16/2013
language:Malay
pages:20