MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN Penyusunan Tes by zuperbayu

VIEWS: 33 PAGES: 12

									                                                                1


                                MAKALAH

                    EVALUASI PEMBELAJARAN

                            “Penyusunan Tes”

Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah
                            Evaluasi Pembelajaran

                 Dosen Pengampu: Bpk. Ari Tasiman, M.Pd




                                     Oleh
                  Miftakhul Jannah     NIM : 2103844
                  Insani Istiqomah     NIM : 2103952




        SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA
                            (STAINU) KEBUMEN
                     JL.Tentara Pelajar 55 B Kebumen
                        TAHUN AJARAN 2012/2013

                                      1
                                                                                  2




                               KATA PENGANTAR


       Assalamu’alaikum Wr. Wb.
       Puji syukur kepada Allah SWT yang mana atas berkat dan Rahmat-Nyalah kami
bisa menyelesaikan makalah ini, tak lupa sholawat dan salam marilah kita limpah
curahkan kepada Nabi besar kita Yakni Nabi Muhammad SAW, tanpa adanya beliau
mungkin kita tidak akan terbebas dari zaman kebodohan.
       Makalah ini kami susun guna memenuhi tugas individu mata kuliah Evaluasi
Pembelajaran di STAINU Kebumen. Dalam makalah ini penyusun membahas mengenai
“Penyusunan Tes”. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada:
   Bapak Bpk. Ari Tasiman, M.Pd selaku dosen pengampu yang telah memberikan
    bimbingan kepada kami.
   Orang tua kami yang selalu memberikan doa dan dukungan dalam menuntut ilmu.
   Rekan-rekan mahasiswa dan seluruh pihak yang bersedia memberikan partisipasi
    dalam penyusunan makalah ini.
        Makalah ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi            yang
membutuhkan, baik bagi dunia pendidikan ataupun para akademisi yang ingin
meningkatkan pengetahuan. Meskipun demikian, kami sadar dalam makalah ini masih
banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. apabila ada kesalahan dalam
artikel ini kami mohon maaf yang sebesar – besarnya, karena kealpaan, kehilafan itu
adalah sifat manusia yang nyata didunia, maka segala saran dan kritik yang sifatnya
membangun demi kemajuan, sangat kami harapkan.
       Akhir kata dari penulis mengucapkan banyak terima kasih.


       Wasalamua’laikum Wr.Wb.
                                                 Kebumen, November 2012




                                                                  Penulis




                                          2
                                                                                                                                   3




                                                      DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL ......................................................................................................i
KATA PENGANTAR ....................................................................................................ii
DAFTAR ISI...................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN

          A. Latar Belakang ..............................................................................................1

          B. Rumusan Masalah .........................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
          A. Pengertian Tes ...............................................................................................2

          B. Fungsi Tes ......................................................................................................3

          C. Langkah-Langkah dalam Penyusunan Tes ......................................................4
          D. Komponen-Komponen Tes ...............................................................................7

BAB III PENUTUP
                Kesimpulan ...................................................................................................7
Daftar Pustaka ...............................................................................................................8




                                                                3
                                                                                                       4


                                                 BAB I
                                          PENDAHULUAN


A.         Latar Belakang Masalah
           Setiap kali akan memberikan tes, kebanyakan guru selalu bertanya pada dirinya
sendiri1:
           -   “Pertanyaan apakah yang akan saya berikan?”
           -   “Jawaban apakah yang saya perlukan dan jawaban manakah yang tidak saya
               perlukan?”
           -   “Berapa butir soal yang akan saya buat?”
           -   Bagaimanakah bentuk kunci jawabanya?”
               Dan lain-lain pertanyaan lagi.
           Untuk dapat menjawab pertanyaan diatas guru harus mengetahui cara penyusunan
tes yang baik, mulai mengerti dari pengert tes, apa fungsi dari tes itu sendiri, mengetahui
langkah-langkah penyusunan tes dan mengetahui komponen-komponen apa saja yang
harus ada dalam penyusunan tes yang baik.


B.         Rumusan Masalah
      1. Apa pengertian dari istilah tes?
      2. Apa fungsi tes dan bagaimana langkah-langkah penyusunan tes?
      3. Komponen apa saja yang harus ada dalam penyusunan tes?




1
    Prof. DR. Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta, Bumi Aksara.2009,hal 151
                                                    4
                                                                                                    5


                                              BAB II
                                         PEMBAHASAN


A.      Pengertian Tes
        Istilah tes diambil dari kata testum suatu pengertian dalam bahasa Prancis kuno
yang berarti piring untuk menyisihkan logam-logam mulia. Menurut ahli yang bernama
James Ms. Cattel, pada tahun 1890 telah memperkenalkan pengertian tes ini kepada
masyarakat melalui bukunya yang berjudul Mental Test and Measurement. Selanjutnya di
Amerika Serikat tes ini berkembang dengan cepat sehingga dalam tempo yang tidak
begitu lama masyarakat mulai menggunakannya.2
        Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tes adalah alat ujian tes tertulis, lisan
atau wawancara untuk mengetahui pengetahuan, bakat, dan kepribadian seseorang.3
        Arti dari beberapa istilah-istilah yang berhubungan dengan tes :4
        1. Tes
            Adalah alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur
            sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan.
        2. Testing
            Merupakan saat pada waktu tes itu dilakukan. Dapat juga dikatakan testing
            adalah saat pengambilan tes.
        3. Testee
            Adalah responden yang sedang mengerjakan tes.
            Orang-orang inilah yang akan dinilai atau diukur, baik mengenai kemampuan,
            miat, bakat, pencapaian, dan sebagainya.
        4. Tester
            Adalah orang yang diserahi untuk melaksanakan pengambilan tes terhadap
            para responden. Dengan kata lain, tester adalh subyek evaluasi ( tetapi
            adakalanya hanya orang yang ditunjuk oleh subyek untuk melaksanakan
            tugasnya).
            Tugas tester antara lain :
            a. Mempersiapkan ruangan dan perlengkapan yang diperlukan.
            b. Membagikan lembaran tes dan alat-alat lain untuk mengerjakan.
            c. Menerangkan cara mengerjakan tes.
            d. Mengawasi responden mengerjakan tes.
            e. Memberikan tanda-tanda waktu.

2
  Prof. DR. Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta, Bumi Aksara.2009,hal 52
3
  Kamus Besar Bahasa Indonesia
4
  Prof. DR. Suharsimi Arikunto, look cit,hal 53
                                                  5
                                                                                              6


                   f. Mengumpulkan pekerjaan responden.
                   g. Mengisi berita acara atau laporan yang diperlukan (jika ada)


B.         Fungsi Tes
           Sehubungan dengan hal-hal yang harus diingat pada waktu penyusunan tes, maka
fungsi tes dapat ditinjau dari 3 hal 5:
           1. Fungsi untuk kelas,
           2. Fungsi untuk bimbingan,
           3. Fungsi untuk administrasi.
                                       Perbandingan Fungsi Tes
       Fungsi untuk Kelas             Fungsi untuk Bimbingan      Fungsi untuk Administrasi
a. Mengadakan diagnosis              a. Menentukan arah            a. Memberi petunjuk
       terhadap kesulitan                pembicaraan dengan           dalam
       belajar siswa.                    orang tua tentang            mengelompokan
b. Mengevaluasi celah                    anak-anak mereka.            siswa.
       antara bakat dengan           b. Membantu siswa             b. Penempatan siswa
       pencapaian.                       dalam menetukan              baru.
c. Menaiki tingkat                       pilihan.                  c. Membantu siswa
       prestasi.                     c. Membantu siswa                memilih kelompok.
d. Mengelompokkan                        mencapai tujuan           d. Menilai kurikulum
       siswa dalam kelas pada            pendidikan dan            e. Memperluas hubungan
       waktu metode                      jurusan.                     masyarakat.
       kelompok.                     d. Memberi kesempatan         f. Menyediakan
e. Merencanakan                          kepada pembimbing,           informasi untuk
       kegiatan proses belajar           guru, dan orang tua          badan-badan lain.
       mengajar untuk siswa              dalam memahami
       secara perseorangan.              kesulitan anak.
f. Menentukan siswa
       mana yang
       memerlukan
       bimbingan khusus.
g. Menentukan tingkat
       pencapaian untuk
       setiap anak.



5
    Ibid.hal.151
                                                    6
                                                                                                 7


           Selain fungsi-fungsi di atas, hal lain yang harus diingat adalah:
           1. Hubungan dengan penggunaan,
           2. Komprehensif,
           3. Kontinu.


Hubungan dengan penggunaan
           Di atastelah disajikan sederetan fungsi tes. Waktu menyusun tes, dalam hati harus
selalu diingat, fungsi mana yang saat itu dipentingkan karena fungsi yang berbeda akan
menentukan bentuk/isi tes yangberbeda pula.


Kornprehensif
           Sebuah tes sebaiknya mencakup suatu kebulatan, artinya meliputi berbagai aspek
yang dapat menggambarkan keadaan siswa secara keseluruhan (kecerdasan, sikap,
pribadi, perasaan sosial, dan sebagai- nya). Hal ini dapat dicapai apabila tes itu
merupakan rangkaian tes. misalnyadari kelas I sampai dengan keias VI.


Kontinuitas
           Berhubungan         dengan    prinsip   komprehensif,    maka'prinsip    kontinui-   tas
mempunyai persamaan tujuan. Sebaiknya tes disusun sedemikian rupa sehingga
menggambarkan kelaniutan dari awal anak memasuki suatu sekolah sampai dengan kelas
terakhir. Dengan demikian akan diketaliui perkembangan anak itu tidak dengan terputus.


C.          Langkah-Langkah dalam Penyusunan Tes
           Tentu saja setiap guru akan dengan mudah mengatakan bagian pelajaran mana
yang akan dicakup dalam sebuah tesjika sudah diketaliui tujuannya.
Urutan langkah yang dilakukan adalah 6:
       a. Menentukan tujuan mengadakan tes.
       b. Mengadakan pembatasan terhadap bahan yang akan diteskan.
       c. Merumuskan tujuanjnstrukjjnonal khusu^ dari tiap bagian bahan.
       d. Menderetkan semua TIK dalam tabel persiapan yang memuat pula aspek tingkah
                   laku terkandung dalam TIK itu. Tabel ini digunakan untuk mengadakan
                   identifikasi terhadap tingkah laku yang dikehendaki, agar tidak terlewati.
       e. Menyusun tabel spesifikasi yang memuat pokok materi, aspek berpikir yang
                   diukur beserta imbangan antara kedua hal tersebut. Uraian sccara terincii
                   tentang tabel spesifikasi, akan disajikan pada bab berikutnya.

6
    Ibid,hal,153
                                                    7
                                                                                       8


      f. Menuliskan butir-butir soal, didasarkan alas TIK-TIK yang sudah dituliskan pada
               label TIK dan aspek lingkah laku yang dicakup.
           Dalam buku lain, langkah-langkah tujuan tes adalah7:
      a. Menentukan atau merumuskan tujuan tes.
      b. Mengidentifikasi hasil belajar yang akan diukur dengan tes tersebut.
      c. Menetukan hasil belajar yang spesifik, yang sesuai dengan TIK.
      d. Merinci bahan pelajaran yang akan diukur dengan tes tersebut.
      e. Menyiapkan tabel spesifik.
      f. Menggunakan tabel spesifikasi tersebut sebagai dasar penyusunan tes.
           Kecenderungan yang ada pada guru-guru beberapa waktu yang lain, pengukuran
ranah kognotif hanya ditekankan pada 3 aspek yang pertama. yaitu ingatan, penilaian,
dan aplikasi. Akan tetapi dalam Ebtanasdan UMPTN aspek-aspek yang lainjuga sudah
diukur sejalan dengan bentuk itemnya. Penyusunan item yang paling mudah dilakukan
adalah pengukuran aspek ingatan. Untuk aspek-aspek lainnya, walaupun dikehendaki dan
diusahakan masuk ke dalam kategori pemahaman dan aplikasi, setelah diperiksa
kemungkinan besar juga masih bersifat ingatan. Itulah sebabnya dalam tulisan ini akan
dikemukakan cara-cara item mengenai setiap aspek .


      a. Soal Ingatan
           Hampir tidak ada kesulitan bagi para guru untuk membuat item mengenai ingatan,
baik bagi soal bentuk uraian maupun bentuk objektif. Pertanyaan ingatan biasanya
dimulai dengan kata – kata: mendefinisikan, mendeskripsikan, indentifikasikan,
mendaftar, menjodohkan, menyebutkan, mereproduksikan.
           Pertanyaan ingatan biasa digunakan untuk mengukur penguasaan materi
yangberupa fakta, istilah, definisi, klasifikasi urutan maupun kriteria.


      b. Soal pemahaman
           Apabila soal ingatan dapat dijawab dengan melihat buku atau catatan, tidaklah
demikian untuk soal pemahaman. Untuk menjawab pertanyaan pemahaman siswa
dituntut hafal sesuatu pengertian kemudian menjelaskan dengan kalimat sendiri. Atau
siswa memahami dua pengertian atau lebih kemudian memahami dan menyebutkan
hubungannya. Jadi dalam menjawab pertanyaan pemahaman siswa selain harus
mengingat juga berpikir. Oleh karena itu pertanyaan pemahaman lebih tinggi daripada
ingatan.



7
    Drs. Harjanto,Perencanaan Pengajaran, Jakarta, Rineka Cipta,2010, hal.286
                                                     8
                                                                                         9


       Pertanyaan pemahaman biasanya menggunakan kata – kata : perbedaan,
perbandingan, menduga, menggeneralisasikan, memberikan contoh, menuliskan kembali,
memperkirakan.


   c. Soal aplikasi
       Soal    aplikasi   adalah   soal   yang   mengukur     kemampuan     siswa   dalam
mengaplikasikan (menerapkan) pcngetahuannya untuk memecahkan masalah sehari –
hari atau persoalan yang dikemukakan oleh pembuat soal. Oleh karena itu soal aplikasi
selalu dimulai dengan kasus atau persoalan yang dikarang oleh penyusun soal, bukan
keterangan yang terdapat dalam buku atau pelajaran yang dicatat.
       Kata-kata yang digunakan dalam soal aplikasi, atau kemampuan yang dituntut
antara lain, mengubah, menghitung, mendemontrasikan, menemukan, memanipulasikan,
memodifikasikan, menghubungkan, menunjukkan, menggunakan.


   d. Soal analisis
       Soal analisis adalah soal yang menuntut kemampuan menganalisis atau
menguraikan sesuatu persoalan untuk diketahui bagian-bagiannya. Dalam hierarki
taksonomi, analisis lebih tinggi dari aplikasi. Oleh karena itu soal analisis harus dimulai
dengan kasus yang dikarang sendiri oleh guru, bukan mengambil atau catatan pelajaran.
       Kata-kata yang digunakan atau kemampuan yangdituntut meliputi: memerinci,
menyusun      diagram,    membedakan,     mengilustrasikan,    menyimpulkan,     memilih,
memisahkan.


   e. Soal sintesis
       Sebagai kebalikan kemampuan untuk menganalisis adalah kemampuan untuk
mengadakan sintesis. Oleh karena itu soal sintesis juga harus dimulai dengan suatu kasus.
Berdasarkan atas penelaahan kasus tersebut siswa diminta untuk mengadakan sintesis,
yaitu menyimpulkan,mengategorikan, mengkombinasikan, mengarang, membuat desain,
mengorganisasikan, menghubungkan, menuliskan kembali, membuat rencana, menyusun,
menciptakan.


   f. Soal evaluasi
       Soal evaluasi adalah soal yang berhubungan dengan menilai, mengambil
kcsimpulan,    membandingkan,       mcmpertentangkan,     mengkritik,    mendeskripsikan,
membedakan, menerangkan, memutuskan, menafsirkan.


                                             9
                                                                                       10


           Soal evaluasi selalu didahului dengan kasus yang ditelaah oleh siswa dengan
teropong hukum, dalil, prinsip, kemudian mereka mengadakan penilaian baik atau tidak
didasarkan atas benar atau salah.
           Misalnya tentang pembangunan Bendungan Aswan yang diceritakan tentang
letak, kemiringan, daerah yang dikorbankan, dan sebagainya. Siswa menilai tindakan
pembangunan bendungan mungkin bcrdasarkan atas pertimbangan sosial, ekonomi,
politik, dan sebagainya.


D.          Komponen-Komponen Tes
           Apabila guru sudah bekerja keras sebelum melaksanakan pekerjaan sesudahnya
akan menjadi lancar mudah, dan lebih baik.
Komponen atau kelengkapan sebuah tes terdiri atas8:
           a.   Buku tes, yakni lembaran atau buku yang memuat butir - butir yang harus
                dikerjakan oleh siswa.
           b.   Lembar jawaban tes, yaitu lembaran yang disediakan oleh penilaian bagi
                testee untuk mengerjakan tes. Untuk soal bentuk        biasanya dibuatkan
                lembaran nomor dan huruf a, b, c d, menurut banyaknya alternatif yang
                disediakan.
           c.   Kunci jawaban tes berisi jawaban-jawaban yang dikehendaki jawaban ini
                dapat berupa huruf-huruf yang dikehendaki atau kata/kalimat. Untuk tes
                bentuk uraian yang dituliskan ada kunci ataupun kalimat singkat untuk
                memberikan jawaban.
                Ide daripada adanya kunci jawaban ini adalah agar:
                (1) pemeriksaan tes dapat dilakukan oieh orang lain.
                (2) pemeriksaannya betul,
                (3) dilakukan dengan mudali.
                (4) sesedikit mungkin masuknya unsur subjektif.
           d. Pedoman Penilaian
                Pedoman penilaian atau pedoman skoring berisi keterangan perincian tentang
                skor atau angka yang diberikan kepada siswa bagi soal – soal yang telah
                dikerjakan.




8
    Prof. DR. Suharsimi Arikunto, look cit,hal159
                                                    10
                                                                                    11


                                          BAB III
                                        PENUTUP


        Kesimpulan
        Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tes adalah alat ujian tes tertulis, lisan
atau wawancara untuk mengetahui pengetahuan, bakat, dan kepribadian seseorang.
        Sehubungan dengan hal-hal yang harus diingat pada waktu penyusunan tes, maka
fungsi tes dapat ditinjau dari 3 hal:
        1. Fungsi untuk kelas,
        2. Fungsi untuk bimbingan,
        3. Fungsi untuk administrasi.
        Selain fungsi-fungsi di atas, hal lain yang harus diingat adalah:
        1. Hubungan dengan penggunaan,
        2. Komprehensif,
        3. Kontinu.
Urutan langkah yang dilakukan adalah:
    a. Menentukan tujuan mengadakan tes.
    b. Mengadakan pembatasan terhadap bahan yang akan diteskan.
    c. Merumuskan tujuanjnstrukjjnonal khusu^ dari tiap bagian bahan.
    d. Menderetkan semua TIK dalam tabel persiapan yang memuat pula aspek tingkah
        laku
    e. Menyusun tabel spesifikasi yang memuat pokok materi, aspek berpikir yang
        diukur beserta imbangan antara kedua hal tersebut.
    f. Menuliskan butir-butir soal, didasarkan alas TIK-TIK yang sudah dituliskan pada
        label TIK dan aspek lingkah laku yang dicakup.
    Komponen atau kelengkapan sebuah tes terdiri atas:
    1. Buku tes.
    2. Lembar jawaban tes
    3. Kunci jawaban tes
    4. Pedoman Penilaian




                                             11
                                                                                 12


Daftar Pustaka
(Pro09)
Prof. DR. Suharsimi Arikunto Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. - Jakarta : Bumi
Aksara., 2009.
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Drs. Harjanto,Perencanaan Pengajaran, Jakarta, Rineka Cipta,2010




                                         12

								
To top