Docstoc

teknik tubian BAB IV

Document Sample
teknik tubian BAB IV Powered By Docstoc
					                                     BAB IV

                HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Hasil Penelitian

          Berdasarkan analisis data penelitian keterampilan membaca nyaring

   berupa teks perangkat upacara kelas X-4 MAN Kebumen 2 dengan teknik

   tubian (drill) dapat dijelaskan hasilnya sebagai berikut ini.

   1. Peningkatan Pembelajaran Keterampilan Membaca Nyaring dengan

      Teknik Tubian (Drill) pada Siswa Kelas

      a. Kondisi Awal (Prasiklus)

                Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis kepada guru

         Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X-4 MAN Kebumen 2 secara umum

         guru telah sering memberikan pengajaran dengan menggunakan

         beberapa metode dan teknik yang dapat meningkatkan minat dan

         motivasi siswa dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

         Namun untuk pembelajaran menurut guru, hasil yang diperoleh masih

         banyak siswa yang nilainya kurang memuaskan sehingga kadang-

         kadang guru masih kesulitan menemukan metode dan teknik yang tepat

         untuk meningkatkan keterampilan, khususnya membaca nyaring

         seluruh siswa di kelas kelas X-4 MAN Kebumen 2. Penulis melakukan

         penelitian Pada Pertemuan pertama yang dilaksanakan pada hari Rabu,

         10 Agustus 2011, tepatnya pada jam ketiga dan keempat yaitu pukul

         8.20 – 9.20 WlB.
          Penulis melakukan penilitian pada pertemuan kemampuan siswa

  dalam menyerap pembelajaran keterampilan membaca nyaring berupa

  teks perangkat upacara yang telah ditentukan oleh guru. Nilai rata-rata

  hasil pembelajaran keterampilan membaca nyaring siswa pada tes

  kemampuan awal sebelum menggunakan teknik tubian (drill) adalah

  65. Siswa yang mempunyai nilai di bawah rata-rata sebanyak 8 orang.



b. Siklus I dan Siklus II

           Pelaksanaan pembelajaran keterampilan membaca nyaring

  dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II sesuai dengan

  rencana yang sudah disepakati antara guru Bahasa dan Sastra Indonesia

  untuk kelas X-2 MAN Kebumen 2 dengan penulis selaku peneliti.

  Siklus II merupakan perbaikan siklus I, hal ini dilakukan untuk

  memperbaiki hambatan dan untuk mengetahui peningkatan nilai hasil

  keterampilan membaca nyaring. Sampel yang diambil sebanyak 34

  siswa. Penggunaan teknik tubian (drill) bertujuan untuk mengetahui

  peningkatan keterampilan membaca nyaring siswa kelas X-4.

           Peningkatan tedadi selama proses pembelajaran keterampilan

  membaca nyaring berupa teks perangkat upacara sesudah menggunakan

  teknik tubian (drill). Hal tersebut didapat setelah memberikan latihan

  berulang-ulang yang biasa disebut dengan teknik tubian (drill) pada

  siswa dengan membedakan waktu tersendiri pada siswa untuk berlatih

  vokal, pemenggalan kata, jeda, intonasi, lafal, kelancatan, dan sikap
    yang sesuai dalam membaca nyaring berupa teks perangkat upacara.

    Membaca nyaring berupa teks perangkat upacara dilakukan dalam 2

    tempat yang beibeda, yaitu pada siklus I dilakukan di kelas dan pada

    siklus II dilakukan di lapangan upacara untuk memperoleh hasil yang

    optimal.

2. Hasil Belajar Keterampilan Membaca Nyaring dengan Teknik Tubian

  (Drill) pada Siswa Kelas X-4 MAN Kebumen 2

         Nilai rata-rata siswa pada kondisi awal diperoleh 65 meningkat 4

  poin, karena pada siklus I nilai rata-rata siswa 69. Perbaikan-perbaikan

  yang dilakukan dengan kolaborasi antara penulis yang bertindak sebagai

  peneliti dengan guru Bahasa dun Sastra Indonesia terlihat hasilnya

  meningkat menjadi 74 pada siklus II dengan peningkatan sebesar 5 poin.

  Hasil tersebut cukup baik, meskipun sebenarnya masih dapat dioptimalkan

  apabila diberikan waktu lebih banyak lagi. Hal ini disebabkan salah

  satunya adalah waktu penelitian dilakukan tepat saat siswa melaksanakan

  ibadah puasa di bulan Ramadhan, yang setiap jam pelajaran lebih pendek

  10 menit dari hari biasa, menjadi 30 menit per jam pelajaran.

         Secara keseluruhan terjadi peningkatan dengan nilai yang cukup

  baik yaitu pada kondisi awal nilai rata-rata siswa 65 termasuk dalam

  kategori cukup, kemudian pada siklus I nilai rata-rata meningkat 4 poin

  menjadi 69 masih dalam kondisi cukup, dun pada siklus II nilai rata-rata

  meningkat 5 poin menjadi 74 dengan kategori baik.
B. Pembahasan

   1. Peningkatan Pembeinjaran Keterampilan Membaca Nyaring dengan
      Teknik Tublan (Drill) pada Siswa Kelas X-4 MAN Kebumen 2

     a. Kondisi Awal (Prasikins)

                Penulis sebagai peneliti melakukan tes kemampuan awal kepada

       siswa     untuk   mengetahui   kemampuan     siswa   dalam   menyerap

       pembelajaran keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat

       upacara. Tes kemampuan awal dilakukan dengan memberikan penilaian

       dari hasil tes tertulis mengenai jeda dan intonasi, dan membaca nyaring

       di depan ternan-temannya berupa teks perangkat upacara. Nilai rata-rata

       hasil pembelajaran keterampilan membaca nyaring siswa pada tes

       kemampuan awal sebelum menggunakan teknik, tubian (drill) adalah

       65. Seluruh siswa sebanyak 34 siswa kelas X-4 MAN Kebumen 2 hadir

       pada saat dilakukan penelitian kondisi awal. Adapun siswa yang

       mempunyai nilai di bawah nilai rata-rata sebanyak 8 siswa.

               Berdasarkan pengamatan penulis yang bertindak sebagai peneliti

       selama proses belajar mengajar berlangsung, siswa banyak yang tidak

       memperhatikan penjelasan guru. Materi dijelaskan dengan sedikit

       respon dari siswa. Ada beberapa siswa yang asyik bermain sendiri dan

       berbicara dengan teman sebangkunya. Guru dalam menjelaskan

       mengenai jeda, intonasi, suara, kelancaran, dan sikap dalam membaca

       nyaring kurang jelas dalam memberikan tanda untuk jeda dan intonasi,

       sehingga siswa kurang antusias dan bersemangat mengikuti pelajaran.
       Nilai siswa yang kurang memuaskan disebabkan karena proses

belajar mengajar biasanya baik pada awalnya saya guna melakukan

apersepsi. Namun, ketika guru menjelaskan dengan beberapa metode

seperti ceramah dan tanya jawab, ataupun diskusi di tengah jam

pelajaran, banyak siswa yang conderung bosan, bermain-main sendiri,

dan   bahkan   mengantuk.    Aktivitas   siswa   dalam   pembelajaran

keterampilan membaca nyaring kurang baik, karena kurangnya minat,

motivasi, dari perhatian siswa terhadap pembelajamn.

       Siswa selain kurang percaya diri juga merasa kesulitan dalam

mengembangkan keberanian untuk tampil di depan teman-temannya

Membaca nyaring dianggap sesuatu yang sangat menegangkan karma

harus berdiri, dilihat, dan didengarkan oleh teman-teman di kelas.

Kurang percaya diri siswa semakin besar ketika saat berada di depan

teman-temannya, siswa lain menggoda atau bahkan menertawakan,

sehingga membaca nyaring siswa tersebut menjadi kurang maksimal.

       Teks perangkat upacara yang dibacakan yaitu 'Pembukaan

Undang-Undang Dasar 1945' dan 'Janji Siswa'. Suasana kelas kurang

dapat dikendalikan guru, apalagi ada siswa yang dengan sengaja

menggoda siswa lain yang sedang membaca nyaring dan ketika guru

memberikan arahan untuk memperhatikan siswa yang membaca, masih

saja ada siswa yang ramai sendiri. Siswa tidak cepat dalam menjawab

pertanyaan guru karena takut salah dan malu atau sungkan untuk
menyampaikan pendapatnya, dan cenderung pasif serta hanya

mendengarkan penjelasan dari guru.

        Ada beberapa siswa yang dalam menjawab pertanyaan

cenderung bercanda sehingga membuat seisi ruangan tertawa. Jika

sudah demikian, guru menegur dengan keras, suasana kelas menjadi

sedikit kondusif; namun apabila ada yang membaca lucu, maka suasana

kelas mudah kembali menjadi tidak kondusif. Rasa bosan dan kurang

serius dari siswa meningkat ketika siswa diberi tugas untuk

mempelajari tanda jeda, dan intonasi lembaran teks perangkat upacara

berupa. 'Pernbukaan Undang-Undang Dasar 1945' den 'Janji Siswa'.

        Interaksi guru dan siswa ketika menjawab ataupun penunjukkan

langsung terhadap siswa untuk menjawab pertanyaan guru kurang dapat

direspon siswa karena kurangnya keberanian bertanya maupun

menjawab pertanyaan, sehingga guru harus memancing dan selalu

mengulang-ulang penjelasannya. Guru menerangkan dalam kondisi

siswa yang berpuasa sehingga siswa terlihat kurang bersamangat dalam

belajar. Siswa sebenarnya mempunyai kemampuan untak membaca

nyaring berupa teks perangkat upacara dengan baik dan benar. Oleh

karena itu, guru terlihat berusaha membina dan mengembangkan

potensi siswanya.

        Peneliti mengamati saat pembelajaran berlangsung pada tes

kemampuan.awal, dengan mengamati baik guru dan siswa seperti

terlihat pada tabel berikut ini.
                               Tabel 4
             Aktivitas Siswa Kelas X-4 MAN Kebumen 2
         dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Nyaring
             Sebelum Mengunakan Teknik Tubian (Drill)


No      Aspek yang Diamati      Ya    Tidak            Keterangan
1    Respon afektif terhadap    √             Siswa kurang bersemangat
     pembelajaran                             mengikuti pembelajaran
2    Keaktifan siswa terhadap    √            Siswa kurang aktif untuk
     pembelajaran                             bertanya dan menjawab
3    Respon afektif siswa        √            Beberapa siswa kurang
     terhadap guru                            memperhatikan guru pada
                                              waktu menyampaikan
                                              materi, karena bercanda
4    Respon afektif     siswa    √            Siswa belum maksimal
     terhadap materi                          dalam merespon materi yang
                                              diajarkan.


             Badasarkan tabel 4 di atas, dapat dilihat bahwa siswa kurang

     bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung.

     Ini terlihat dari keaktifan siswa yang masih kurang dalam menjawab

     maupun bertanya selama proses pembelajaran berlangsung. Siswa

     kurang memperhatikan saat guru memberikan penjelasan dan respon

     siswa tentang materi yang diajarkan masih belum maksimal dalam

     pembelajaran keterampilan membaca nyaring pada pertemuan awal.

     Siswa kurang memperhatikan guru pada saat menyampaikan materi.

     Rasa bosan dan kurang serius siswa meningkat ketika ada siswa yang

     ditunjuk guru untuk teks perangkat upacara di depan kelas, siswa lain

     bercanda sendiri dan bahkan menertawakan apabila ada siswa yang

     membaca dengan lucu. Adapun aktivitas guru dapat dilihat pada label 5

     berikut ini.
No   Aspek yang Diamati      Ya   Tidak   Keterangan
1    Kejelasan tugas                      Guru menyediakan materi teks
                                          perangkat upacara, menjelaskan
                                          tentang jeda, intonasi, suara, lafal,
                                          dan sikap serta memberi tugas
                                          membaca nyaring teks perangkat
                                          upacara, suasana keras ramai
                                          sehingga kejelasan suara guru
                                          masih kurang keras.
     Pemberian bimbingan                  Guru      hanya      menggunakan
     dalam proses                         metode ceramah dan penugasan
     pembelajaran                         saja, dalam membaca nyaring
     keterampilan                         teks perangkat upacara berupa
     membaca nyaring                      “Pembukaan UUD 1945” dan
                                          Janji Siswa” Ada siswa bertanya
                                          guru memberikan bimbingan dan
                                          pengarahan.
     Pemantauan perilaku                  Guru merasa kesulitan dalam
     siswa                                pengelolaan kelas dan sering
                                          menegur siswa yang kurang
                                          berkonsentrasi, sehingga waktu
                                          yang digunakan tidak optimal
                                          dalam memberikan pembelajaran
                                          membaca nyaring.
     Evaluasi kualitas dan                Guru masih merasa sulit untuk
     kuantitas belajar                    menumbuhkan rasa percaya diri
                                          siswa dalam hal bertanya dan
                                          menyampaikan pendapat. Saat
                                          pembelajaran banyak siswa yang
                                          tidak merespon penjelasan dari
                                          guru dan terkesan pasif.




              Berdasarkan label 5 di atas, diperoleh data bahwa guru

      menyediakan materi teks perangkatt upacara, menjelaskan tentang jeda,

      suara, lafal, dan sikap serta memberi tugas membaca nyaringg teks

      perangkat upacara, suasana keras ramai sehingga kejelasan suara guru

      masih kurang keras. Guru hanya menggunakan metode ceramah dan
penugasan saja, dalam membaca nyaring teks perangkat upacara berupa

'Pernbukaan UUD 194V dart 'Janji Siswa'. Ada siswa bertanya guru

memberikan bimbingan dan pengarahan.

         Guru juga Guru merasa kesulitan dalam pengelolann kelas dan

sering menegur siswa yang kurang berkonsentrasi, sehingga waktu yang

digunakan tidak optimal dalam memberikan pembelajaran membaca

nyaring. Guru masih merasa sulit untuk menumbuhkan rasa percaya diri

siswa dalam hal bertanya dan menyampaikan pendapat. Saat

pembelajaran banyak siswa yang tidak merespon penjelasan dari guru

dan terkesan pasif

         Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam menyampaikan

materi    pembelajaran       keterampilan    membaca   nyaring   sebelum

menggunakan teknik tubian (drill) dapat dijelaskan sebagai berikut ini.

a. Kegiatan Awal

           Kegiatan awal, guru memberi salam, mengabsen siswa, dan

  mengkondisikan kelas untuk menerima materi pembelajaran. Guru

  berusaha menciptakan suasana kelas yang nyaman dan asyik dalam

  suasana sedang melaksnakan ibadah puasa Ramadhan, agar siswa

  bersemangat        dalam    mengikuti     pembelajaran. Guru memulai

  menyampaikan materi.

b. Kepatan Inti

           Guru memberikan teks 'Pembukaan Undang-Undang Dasar

  1945' dan 'Janji Siswa' untuk dibaca siswa. Selanjutnya penulisan
         Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 akan penulis singkat

         menjadi 'Pembukaan UUD 1945' untuk memudahkan dalan

         penulisan. Siswa diberi pengertian untuk membaca dalam hati,

         memahami dan memperhatikan jeda dan intonasi yang telah

         diberikan tanda oleh guru. Guru menjelaskan tugas yang harus

         dikerjakan siswa. Sebelum memberiken tugas, guru memberikan

         ceramah mengenai materi membaca nyaring yaitu jeda, intonasi,

         lafal, dan sikap membaca.

      c. Kegiatan Akhir

                Sebelum menutup pelajaran guru memberikan angket refleksi

         kepada siswa untuk mengetahui informasi awal pembelajaran

         keterampilan membaca nyaring. Setelah selesai guru menyimpulkan

         pembelajaran keterampilan membaca nyaring yang telah diajarkan

         dan menutup pembelajaran. Adapun angket yang dibagikan dapat

         dijelaskan hasilnya sebagai berikut ini.

                             Tabel 6
                Hasil Angket Refleksi Siswa dalam
           Membapa Nyaring Berupa Teks Perangkat Upacara
                        Sebelum Tindakan

No                    Daftar Pertanyaan                      Ya   Tidak
 1   Apakah Anda suka dengan mata pelajaran Bahasa         35 %
     Indonesia?                                                   64,7%
2    Apakah pelajaran Bahasa Indonesia itu        mudah
     dimengerti?
3    Apakah Anda tertarik dengan kegiatan membaca,         32 %   68 %
     khususnya membaca nyaring?
4    Apakah kegiatan membaca nyaring terutama dalam        53 %   47 %
     membaca nyaring teks perangkat upacara itu sulit?
5    Apakah Anda mengerti tentang teknik tubian (drill)?   0      100 %
6    Apakah cara mengajar yang digunakan guru Anda,        53 %   47%
         selama ini menarik perhatian Anda?
  7      Apakah guru bahasa Indonesia kalian sering            56 %      44 %
         mengunakan media atau teknik pembelajaran dalam
         menyampaikan materi?
  8      Apakah dan mengajar yang digunakan guru bahasa        59 %      41 %
         Indonesia membuat Anda bosan?
   9     Apakah nilai Bahasa Indonesia Anda selalu baik?       50 %      50 %
  10     Apakah Anda juga latihan membaca nyaring di           29 %      71 %
         rumah?

        Berdasarkan tabel 6 di atas, angket yang dibagikan kepada 34 siswa

diperoleh keterangan bahwa 12 siswa menyukai pembelajaran Bahasa Indonesia

khususnya membaca nyaring dengan menjawab “ya” dan 22 siswa tidak

menyukainya dengan menjawab “tidak”.

       Siswa menganggap bahwa membaca nyaring itu sulit. Terbukti dari 18

siswa menjawab “ya” dan 16 siswa menjawab “tidak”. Seluruh atau 100% siswa

belum mengerti tentang teknik tubian (drill). Menurut siswa cara mengajar yang

digunakan guru selama ini tidak menarik siswa. Hal ini dapat dilihat dari jawaban

siswa 18 menjawab “ya” dan 16 siswa menjawab “tidak”.

       Siswa merasa bosan dengan cara mengajar guru bahasa Indonesia selama

ini. Hal ini dapat dilihat dari jawaban siswa 20 siswa menjawab “ya” dan 14

menjawab “tidak”. Nilai Bahasa Indonesia yang didapat siswa tidk selalu baik 17

siswa menjawab “ya” dan 17 siswa menjawab “tidak”. Sebanyak 10 siswa sering

latihan membaca nyaring di rumah dengan menjawab “ya” dan 24 siswa

menjawab “tidak”.

       Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sebagian

besar tidak terbiasa dengan kegiatan membaca nyaring. Selain itu, siswa tidak

begitu menyukai pelajaran Bahasa Indonesia, siswa juga tidak menyukai kegiatan
membaca nyaring yang diajarkan oleh guru, karena siswa merasa kurang percaya

diri atau malu dan takut membaca nyaring.

        Hasil prasiklus dari pengamatan aktivitas guru dan siswa dalam

pembelajaran keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat upacara

masih mengalami berbagai hambatan. Saat proses pembelajaran siswa kurang

menikmati cara membaca yang dicontohkan oleh guru sehingga hasil nilai tidak

memuaskan dan tidak sesuai harapan. Nilai kemampuan ketumpilan membaca

nyaring siswa kelas X-4 MAN Kebumen 2 pra siklus dapat dilihat pada tabel

berikut ini,



                                 Tabel 7
Penilaian Keterampilan Membaca Nyaring Berupa Teks Perangkat Upacara Siswa
                  Kelas X-4 Man Kebumen 2 pada Prasiklus

 No.                     Nama Siswa                         Skor

1        Abian Fadhil Rahada                           55
2        Aftfah Makarim                                60
3.       A'yun Amalie Firdausy                         65
4.       Dadang Widayanto                              65
5.       Dewi Setyaningsih                             65
6.       Emma Diana Pratiwi                            65
7.       Fachrika Dhandi Revenants                     70
8.       Fats Aulia                                    65
9.       Ferry Dwi Widiyanto                           65
10.      Ghaisani Yusrina Ramadhani                    75
11.      Gilang Saputra                                65
12       Ilham Saputm                                  65
13       Jenita Kumia Sari                             65
14.      Kemal Ihsan Aryo Prabowo                      60
15:      Lia Fauzia                                    70
16.      Marta Adhiastuti                              65
17.      Mohamed Eryan Ghulam                          65
18,      Muhammad Baharudin Isnan                      65
19.      Muhammad Fakhri Zainal Abidin                 70
20.         Muhammad Faqih Nur Yasir                   55
21.         Muhammad Riza Nurendra Pratema,            60
22.         Nabila Alif Azzuri                         65
23,         Nia Lestari Muqamhmah                      55
24.         Novi Nawesti Prabarini                     60
25.         Protama Mahardika                          65
26          Qony'aina Dwi Jayanti                      65
27          Safri Bagus Panuntun                       65
28          Sekar Ayu Tazlda Nabila                    65
29          Septiana Martha Sari                       65
30          Shafira Rizqa Ramadhanty                   70
31          Suryo Ramdhani                             75
32          Ulfah Nur Sholihah                         65
33          Utia Kafafa                                75
34          Valda Emeral Faridhy                       55


        Hasil tes kemampuan awal keterampilan membaca nyaring berupa teks

perangkat upacara siswa kelas X-4 Man Kebumen 2 pada tabel 7 dapat disajikan

dalam bentuk Tabel Distribusi Frekuensi Bergolong (TDFB) seperti pada tabel

berikut ini.



                                   Tabel 8
Tabel Distribusi Frekuensi Bergolong Hasil Tes Kemampuan Awal Keterampilan
               Membaca Nyaring Berupa Teks Perangkat Upacara
              Siswa Kelas X-4 MAN Kebumen 2 pada Prasiklus

      No.      Kelas Interval      Titik      f         d           fd
                                Tengah (X)
      1.         73-75              74         3         3            9
                 70-72              71         4         2            8
                 67-69              68         0         1            0
                 64-66              65        19         0            0
                 61-63              62         0        -1            0
                 58-60              59         4        -2           -8
                 55-57              56         4        -3          -12
             Jumlah                           34                 ∑ fd=-3
1) Mean

      Berdasarkan data di atas, dapat dihitung mean, (rata-rata) dengan

  memasukkannya ke dalam rumus sebagai berikut ini.

    = d+i(         )

    = 65 + 3 ( )

   = 65 – 0,26

   = 64,7 dibulatkan menjadi 65

           Berdasarkan nilai rata-rata 65 kemampuan awal siswa dalam

  keterampilan membaca nyaring teks perangkat upacara termasuk dalam

  kategori cukup, dan sebanyak 8 siswa mempunyai nilai di bawah nilai rata-rata.

  Penulis yang Ibertindak sebagai peneliti berkolaborasi dengan guru untuk lebih

  memaksimalkan kemampuan siswa dengan mengatasi hambatan yang ada dan

  melakukan perbaikan pada siklus 1.

2) Modus

           Frekuensi tertinggi daftar nilai hasil membaca nyaring berupa teks

  perangkat upacara pada pra siklus label 8 distribusi fiekuensi bergolong di atas

  adalah 19. Titik tengah yang sebaris dengan frekuensi tertinggi tersebut adalah

  65. Jadi, modusnya 65.

3) Grafik Histogram Pembelajaran Membaca Nyaring Teks Perangkat Upacara

           Grafik histogram hasil pembelajaran membaca nyaring berupa teks

  perangkat upacara pada prasiklus menunjukkan nilai rata-rata siswa adalah 65,

  dapat dilihat pada grafik histogram berikut ini.
 20
 18
 16
 14
 12
 10
                                                                      Column1
  8
  6
  4
Grafik 1.
  2
Grafik Histogram Pembelajaran Keterampilan Membaca Nyaring
  0
       55-57      58-60   61-63   64-66     67-69   72-72   73-75
Siswa Kel asI 9HIB SM.Ptlege.i. I A I --- --

                                      Grafik 1.
            Grafik Histogram Pembelajaran Ketrampilan Membaca Nyaring
                          Siswa Kelas X-4 MAN Kebumen 2


             Nilai rata-rata siswa dalam membaca nyaring teks perangkat upacara

  pada prasiklus adalah 65.       Siswa dengan nilai di bawah nilai rata-rata

  berjumlah 8 siswa. Pada prasiklus nilai tertinggi mencapai 75 dan nilai

  terendah 55. Kelernahan dan hambatan yang terjadi pada kondisi awal antara

  lain sebagai berikut ini.

  1. Siswa kurang percaya diri dan malu saat ditunjuk guru untuk maju ke depan

      dan membaca sebagian teks perangkat upacara. Apalagi jika ada siswa yang

      terdengar menertawakan karena ada beberapa siswa yang menggoda siswa

      yang sedang membaca nyaring di depan kelas.

  2. Materi perangkat upacara yang hanya dua yaitu 'Pembukaan - UUD 1945'

      dan `Janji Siswa', membuat siswa berebut ingin membaca sesuai keinginan

      memka sendiri, yaitu 'Janji Siswa'.
   3. Banyak siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru dan cenderung

      bercanda sendiri.

   4. Waktu yang kurang karena di bulan Ramadhan setup jam pelajaran

      berkurang 10 menit menjadi 30 menit per jamnya.

          Adanya permasalahan dalam kondisi awal, penulis selaku peneliti

   mengadakan kolaborasi (kerjasama) antara peneliti dan guru untuk

   nwningkadm proses pernbelqjaran keterampilan membaca nyaring, khususnya

   teks perangkat upacara dengan teknik tubian (drill) yang akan dilakukan pada

   siklus I dan II. Dengan menerapkan teknik tubian (drill) diharapkan adanya

   perubahan yaitu dapat perubahan kernampuan siswa agar terampil membaca

   nyaring.

b. Siklus I

   1) Persiapan dan Perencanaan 1

              Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Agustus 2011.

      Pembelajaran dimulai pada jam terakhir, yaitu pukul 12.20 – 13.45 WIB.

      Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus I dilakukan berdasarkan

      masalah dan hambatan yang ditemui pada pesiklus. Pembelajaran

      keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat upacara pada siklus I

      menggunakan teknik tubian (drill), yaitu latihan membaca nyaring berulang-

      ulang dalam berlatih vokel, pemenggalan kata, jeda, intonasi, kelancaran,

      dan sikap yang sesuai sebelum membaca di depan teman-temannya.

              Teks perangkat upacara yang dibagikan ada penambahan selain

      'Pembukaan UUD 1945' dan `Janji Siswa' seperti yang diberikan pada
  pesiklus, ada dua teks perangkat upacara lagi yaitu 'Doa' dan pembawa

  Acara. Hal tersebut ditakukan agar siswa lebih dapat mengenal berbagai

  teks perangkat upacara dan cara membacanya.

2) Tindakan I

        Penulis sebagai peneliti bertindak sebagai pengamat dan guru

  bertindak sebagai pengajar. Guru selalu memberikan motivasi kepada siswa

  untuk selalu aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar. Langkah-

  langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut ini.

  a) Langkah I     : Guru mernbuka pelajaran dengan mengabsen siswa yang

                    hadir.

  b) Langkah II    : Guru menyampaikan materi pembelajaran mengenai

                    membaca nyaring berupa teks perangkat upacara dan

                    tujuan pembelajaran.

  c) Langkah III   : Guru membentuk diskusi kelompok bebas, yaitu

                    membagi kelas dalam dua kelompok besar yang masing-

                    masing. Kelompok besar tersebut dibagi lagi menjadi

                    kelompok kerja kecil beranggotakan antara 4-5 prang.

                    Diskusi dilakukan agar siswa dapat saling bertukar

                    pikiran dan bekerja sama ketika membahas jeda, lafal,

                    intonasi, kelancaran, dan sikap yang sesuai. Selain itu,

                    siswa dapat bersama-sama membaca keempat teks

                    perangkat upacara dalam kelompok diskusi.
d) Langkah IV   : Guru   membagikan     teks   perangkat   upacam    yaitu

                 'PembukaanUUD 1945', `Doa', 'Pernbawa Acara', dan

                 'Janji Siswa’.

e) Langkah V    : Guru sesekali memberikan pancingan berupa pertanyaan

                 dan siswa terlihat antusias dalam menjawab. Ada satu

                 kelompok yang tidak aktif karena bermain sendiri, guru

                 tidak segan untuk menegur dan mengkondisikan agar

                 mengikuti pertanyaan yang sedang berlangsung.

f) Langkah VI   : Diskusi kelompok kecil dilakukan sebagai permulaan

                 untuk digunakannya teknik tubian (drill), agar ketika

                 siswa berlatih berulang-ulang (tubian), siswa lain dalam

                 kelompok juga metakukan hal yang sama, demikian

                 bergantian dan satu teks ke teks perangkat upacara lain

                 dalam kelompokya. Hal tersebut secara psikologis

                 membantu meningkan kebemnian siswa, karena siswa

                 dalam kelornpoknya akan saling memberikan semangat

                 dan dorongan.

g) Langkah VII : Ketika diskusi sudah sampai pada masing-masing siswa

                 yang sedang membaca nyaring, guru memberikan

                 instruksi agar setiap siswa dalam kelompoknya berlatih

                 membaca      nyaring   berulang-ulang     keempat   teks

                 perangkat upacara untuk berlatih vokal, pemenggalan

                 kata, jeda, intonasi, lafal, kelancaran, dan sikitp yang
                   sesuai   dengan   cara   bergiliran   mendapatkan    teks

                   perangkat upacara socara bersamaan.

h) Langkah VIII   : Setiap siswa berlatih dengan teknik tubian (drill)

                   membaca nyaring seluruh teks perangkat upacara kurang

                   lebih sekitar 15 merit untuk mempersiapkan diri

                   membaca di depan teman-teman kelompok yang lain.

i) Langkah IX     : Guru mulai menunjuk sesuai kelompok untuk mulai

                   membacakan teks perangkat upacar. Demikian pada

                   kelompok besar yang lain juga dilakukan hal yang sama

                   sehingga setiap kesempatan ada dua siswa yang

                   membaca     nyaring.     Kelompok     kecil   yang   lain

                   memberikan penilaian berdasarkan kriteria yang telah

                   diberikan oleh guru.

j) Langkah X      : Setelah siswa membeca nyaring teks perangkat upacara

                   selesai dilakukan tanya jawab. Siswa dan guru

                   melakukan refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa.

                   Kondisi kelas santai dan rileks agar siswa tidak merasa

                   tegang dan lebih menikmati proses pernbelajaran.

k) Langkah XI     : Guru memberi tugas agar siswa berlatih membaca

                   nyaring berupa teks perangkat upacara untuk pertamuan

                   yang akan datang dan guru menutup pelajaran.
3) Observasi I

          Pengamatan tindakan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan

  tindakan-tindakan tersebut langsung diamati bagaimana prosesnya, efek, dan

  keaktifan dalam mengatasi masalah. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas

  yang pertama dilaksakan masih memerlukan adaptasi dari siswa dan guru

  walaupun secara umum pembelajaran keterampilan membaca nyaring berupa

  teks perangkat upacara, khususnya dengan penggunaan teknik tubian (drill)

  dalam kelompok diskusi membuat siswa termotivasi untuk lebih aktif dan

  memperhatikan disaat guru menjelaskan.

          Siswa bertambah pengalaman membaca nyaring berupa teks perangkat

  upacara karenaa bertuukar pikiran yang kemudian dilanjutkan dengan latihan

  berulang-ulang (drill). Awal mulanya siswa sudah terlihat aktif untuk berlatih,

  karena diharuskan untuk dapat membaca keseluruhan teks perangkat upacara

  yang berjumlah 4 teks.

          Situasi kelas pada saat pembelajaran keterampilan membaca nyaring

  berupa teks perangkat upacara sudah lebih kondusif hanya sedikit siswa, atau

  tepatnya satu kelompok yang ramai sendiri ketika disuruh latihan berulang-

  ulang membaca nyaring. Siswa tersebut bercakap-cakap sendiri dengan

  temannya di luar pokok bahasan. Adapun rangkuman hasil pengamatan pada

  saat pembelajaran keterampilan membaca nyaring menggunaken teknik tubian

  (drill) pada siklus I secara lengkap tercantum pada tabel berikut:
                                 Tabel 9
               Aktivitas Siswa kelas X-4 MAN Kebumen 2
           dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Nyaring
               dengan Teknik Tubuan (Drill) pada Siklus I

No      Aspek yang Diamati         Ya     Tidak            Keterangan
1.   Repon efektif terhadap        √              Siswa lebih bersemangat
     pembelajaran                                 mengikuti pembelajaran
2.   Keaktifan siswa terhadap       √             Keaktifan     siswa    dalam
     pembelajaran                                 interaksi terlihat meningkat
                                                  ketika      bertanya      dan
                                                  menjawab.
3.   Respon     afektif   siswa     √             Secara      umum        siswa
     terhadap guru                                mengikuti proses belajar
                                                  mengajar      dengan     baik
                                                  walaupun satu kelompok
                                                  yang ramai sendiri
4.   Respon    afektif    siswa     √             Respon     siswa terhadap
     terhadap materi                              materi cukup baik, karena
                                                  terlibat mengikuti instruksi
                                                  guru      untuk       berlatih
                                                  berulang-ulang         dalam
                                                  membaca              bersama
                                                  kelompoknya.



       Berdasarkan tabel 9 di atas dapat dilihat bahwa respon afektif siswa

terhadap pembelajaran telah lebih bersemangat, keaktifan siswa terhadap

pembelajaran sudah terlihat meningkat Hal tersebut terlihat dari interaksi yang

terjadi ketika bertanya dan menjawab pertanyaan. Respon afektif siswa

terhadap guru dan materi baik, walaupun masih ada satu kelompok yang ramai

sendiri. Namun, secara umum proses belajar mengajar menjadi lebih kondusif.

Pada saat dilakukan pembelajaran keterampilan membaca nyaring berupa teks

perangkat upacara dengan teknik tubian (drill) siswa terlihat lebih aktif dan

semangat dalam mangerjakan.
            Kualitas belajar siswa juga meningkat. Dengan demikian, teknik tubian

     (drill) yang dilakukan dalam kelompok menjadikan pembelajaran menjadi

     lebih menyenangkan.

            Selain siswa yang merasakan keuntungan dari penggunaan teknik

     tubian (drill) ini, guru juga merasakan bahwa penggunaan teknik tubian (drill)

     ini membantu berlangsungnya proses pembelajaran. Aktivitas -;guar selama

     proses pernbelajaran membaca nyaring berujm teks Mmngkat upwam dengan

     menggunaken teknik tubian (drill) dapat diHhat pada label berilcut ini.



                                      Tabel 10
               Aktivitas Guru Kelas dalam Pembelajaran Keterampilan
                 Membaca Nyaring Berupa Teks Perangkat Upacara
                     dengan Teknik Tubian (Drill) pada Siklus I



No             Aspek yang Diamati           Ya   Tidak             Keterangan
1.       Membuka pelajaran                               Guru mengkondisikan kelas
2.       Kejelasan tugas                                 Guru menjelaskan tugas yang
                                                         dikerjakan siswa untuk berlatih
                                                         berulang-ulang (drill) membaca
                                                         nyaring dengan baik
3.       Pemberian bimbingan        dalam                Guru membimbing siswa yang
         membaca nyaring                                 kurang jelas mengenai cara
                                                         membaca nyaring
4.       Pemberian stimulus                              Guru memberikan kesempatan
                                                         siswa untuk berlatih berulang-
                                                         ulang bersama kelompoknya.
5.       Pemantauan perilaku siswa                       Guru menegur siswa yang tidak
                                                         serius mengikuti proses belajar
                                                         mengajar
6.       Evaluasi kualitas dan kuantitas                 Guru memantau kegiatan siswa
         belajar
7.       Pengelolaan kelas                               Guru memberikan kebebasan
                                                         siswa untuk membaca berulang-
                                                         ulang teks perangkat upacara.
8.       Penggunaan teknik                               Guru menggunakan teknik
                                                         tubian (drill) dengan dibentuk
                                                         kelompok
 9.    Memberikan kesempatan pada                      Guru memberikan kesempatan
       siswa untuk bertanya                            bertanya bagi siswa yang
                                                       kurang jelas
 10.   Menutup pembelajaran                            Guru memberikan kesimpulan
                                                       tentang pelajaran yang baru
                                                       berlangsung.


       Berdasarkan label 10 di atas dapat dilihat bahwa kejelasan guru dalam

memberikan tugas sudah baik, sehingga siswa dapat menangkap dan memahami

tugas yang diberikan guru. Pembimbingan dan perbaikan stimulus sudah

dilakukan guru dengan baik dengan memberikan bimbingan kepada siswa yang

kurang jelas mengenai cara membaca nyaring. Guru memantau kondisi siswa,

perilaku, dan aktifan siswa selama proses pembelajaran dengan mangajar siswa

yang tidak serius mengikusi proses belajar mengajar.

       Guru memberikan kebebasan kepada siswa dalam dalam waktu yang telah

disediakan untuk siswa berlatih berulang-ulang dalam membaca nyaringg teks

perangkat upacara. Guru juga memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya

jawab, sehingga guru dapat lebih mudah melihat perkembangan belajar siswa

selama mengikuti proses pembelajaran. Pada akhir pembelajaran, guru menutup

pembelajarann dengan memberikan kesimpulan tentang pembelajaran yang telah

berlangsung.

4.1 Hasil Refleksi Penelitian Tindakan Kelas Siklus I

        Pada tahap ini dilakukan refleksi bersama atas tindakan yang telah

dilakukan selama siklus I. Berdasarkan hasil penempatan masih terdapat

kekurangan dan kelemahan yang terdapat pada siklus sehingga perlu mendapatkan

perbaikan-perbaikan tindakan yang akan dilaksanakan pada siklus II.
       Berdasarkan hasil diskusi antar peneliti dan guru, kekurangan dan

hambatan yang terdapat pada siklus I antara lain sebagai berikut ini.

a)   Ada satu kelompok siswa yang gaduh, asyik berbicara dengan teman

     sebangkunya, bercanda, dan mengganggu teman lain saat pembelajaran

     berlangsung, sehingga latihan berulang-ulang membaca nyaring yang

     diadakan kurang optimal.

b) Siswa masih kurang serius dalam berlatih berulang-ulang membaca teks

     perangkat upacara, karena waktu yang terbatas, dan ketika siswa belajar

     bersama-sama membaca nyaring dalam setiap kelompok, siswa menunggu

     temannya menyelesaikan bacaam teks tersebut sehingga mengakibatkan

     seluruh teks perangkat upacara tidak dapat dibaca dengan optimal.

c)   Guru kesulitan dalam memantau secara jeli setiap kelompok siswa yang

     kurang baik dalam membaca, karma semua siswa berlatih membaca nyaring

     bersama-sama, sehingga kelas terlihat ramai.

       Upaya mengatasi hambatan dalam pembelajaran keterampilan membaca

nyaring pada siswa kelas X-4 MAN Kebumen 2 antara lain sebagai berikut ini:

a)   Guru harus dapat menguasai kondisi kelas sehingga dapat tercipta suasana

     pembelajaran seefektif mungkin dengan menegur atau mengetahui apabila

     siswa tidak fokus dalam mengikuti pembelajaran.

b) Waktu yang diberikan agak lebih banyak sehingga siswa dapat berlatih

     berulang-ulang secara bergantian dengan teman dalam kelompoknya ke teks

     perangkat upacara harus dibaca bergantian.
c)   Kesulitan guru dalam memantau dengan jeli latihan yang dilakukan siswa

     dalam membaca nyaring dapat diatasi dengan diberikan tempat latihan yang

     khusus seperti lapangan upacara sesuai dengan peristiwa membaca yang tepat

     jika dilakukan di tempat pacara. Dengan demikian, guru lebh mudah

     memantau keseluruhan kemampuan siswa.

       Aktivitas siswa pada siklus I sedikit mengalami perubaban. Perubahan

tersebut dapat diamati pada saat siswa mengikuti proses pembelajaran

keterampilan membaca nyaring yang sedang berlangsung. Dalam pembelajaran

keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat upacara menggunakan

teknik tubian dalam kelompok diskusi, siswa sudah mulai sedikit aktif dan sudah

berani berlatih membaca dengan baik bersama teman-teman di dalam

kelompoknya. Siswa lebih berkonsentrusi, dan bersemangat untuk mengikuti

pembelajaran.

       Respon siswa terhadap guru juga sudah mulai baik, ketika guru

memberikan kesempatan siswa untuk berlatih berulang-ulang dalam kelompok

diskusi untuk membaca nyaring teks perangkat upacara. Respon siswa terhadap

materi pun sudah baik. Hal ini terlihat pada waktu siswa mulai berlatih membaca

berulang-ulang. Meskipun masih ada siswa yang melakukan aktivitas sendiri.

Respon siswa terhadap tugas sudah baik, saat diberi tugas oleh guru untuk

membaca nyaring di depan teman-teman kelompok lain, siswa berusaha berlatih

membaca nyaring terus-menerus.

       Keberhasilan proses pembelajaran keterampilan membaca nyaring belum

maksimal seperti yang dilakukan guru saat proses pembelajaran. Pada siklus I
guru mengalami kesulitan dalam membimbing beberapa siswa yang masih takut

untuk bertanya mengenai materi yang telah diajarkan. Namun aktivitas guru

dalam pembelajaran keterampilan membaca nyaring dengan membimbing siswa

dilakukan cukup baik. Pada waktu mengedakan tugas seperti memberi tanda jeda

dan intonasi kemudian melakukan latihan berulang-ulang membaca nyaring teks

perangkat upacara, gum memberikan dorongan agar siswa berani membaca

nyaring di depan kelas dengan baik dan sikap yang sesuai.

       Ketika menjelaskan materi, guru sudah menjelaskan secara sistematis

dimulai dari mengidentifikasi teks perangkat upacara, jeda, intonasi, lafal,

kelancaran, sikap, dan tujuan berlatih berulang-ulang (drill) membaca nyaring,

memberikan tes membaca nyaring di depan teman kelompoknya. Guru dalam

pemberian tugas terhadap siswa juga sudah baik, siswa langsung berlatih dengan

waktu yang telah disediakan untuk mempersiapkan diri membaca nyaring.

       Pemantauan guru terhadap perilaku siswa saat proses pembelajan sudah

baik. Guru memantau semua siswa yang tidak berkonsentrasi saat pembelajaran

berlangsung, dan guru tidak segan-segan menegur siswa bila beraktivitas sendiri

saat guru menerangkan. Evaluasi guru pada akhir pembelajaran sudah baik. Saat

evaluasi pembelajaran guru membacakan hasil membaca nyaring siswa berupa

teks perangkat upacara.

     Selain memantau keberhasilan proses pembelajamn keterampilan membaca

nyaring menggunakan teknik tubian (drill) dalam kelompok pada siklus 1,

keberhasilan juga dapat dilihat pada keberhasilan produk (hasil). Hasil tes

kemampuan awal pembelajaran ketrampilan membaca nyaring dan setelah
menggunakan telmik tubian (drill) pada siklus I mengalami peningkatan yang

cukup baik. Hasil nilai siswa kelas X-4 MAN Kebumen 2 pada Siklus I dengan

teknik tubian (drill) dKmt dilihat pada label berikut ini.



                                 Tabel 11
  Penilaian Keterampilan Membaca Nyaring Beru'pa Teks Perangkat UpILcam
                                  Siswa


 No.                        Nama Siswa                            Skor

 1      Abian Fadhil Rahada                                  65
 2      Aftfah Makarim                                       70
 3.     Ayun Amalie Firdausy                                 70
 4.     Dadang Widayanto                                     70
 5.     Dewi Setyaningsih                                    70
 6.     Emma Diana Pratiwi                                   73
 7.     Fachrika Dhandi Revenants                            75
 8.     Fats Aulia                                           70
 9.     Ferry Dwi Widiyanto                                  70
 10.    Ghaisani Yusrina Ramadhani                           80
 11.    Gilang Saputra                                       70
 12     Ilham Saputm                                         60
 13     Jenita Kumia Sari                                    70
 14.    Kemal Ihsan Aryo Prabowo                             -
 15:    Lia Fauzia                                           75
 16.    Marta Adhiastuti                                     70
 17.    Mohamed Eryan Ghulam                                 70
 18,    Muhammad Baharudin Isnan                             75
 19.    Muhammad Fakhri Zainal Abidin                        70
 20.    Muhammad Faqih Nur Yasir                             70
 21.    Muhammad Riza Nurendra Pratema,                      70
 22.    Nabila Alif Azzuri                                   -
 23,    Nia Lestari Muqamhmah                                75
 24.    Novi Nawesti Prabarini                               74
 25.    Protama Mahardika                                    73
 26     Qony'aina Dwi Jayanti                                60
 27     Safri Bagus Panuntun                                 70
 28     Sekar Ayu Tazlda Nabila                              68
 29     Septiana Martha Sari                                 65
 30     Shafira Rizqa Ramadhanty                             73
 31     Suryo Ramdhani                                       80
 32     Ulfah Nur Sholihah                                   68
 33     Utia Kafafa                                          80
 34     Valda Emeral Faridhy                                 85


       Hasil tes keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat upacara

pada tabel 11 dapat disajikan dalam bentuk Tabel Distribusi Bergolong (TDFB).

Di bawah ini, akan disajikan bentuk tabel distribusi frekuensi bergolong basil tes

ketrampilan membaca nyaring berupa teks perangkat upacara siswa kelas VII B

SMP Negeri 10 Yogyakarta menggunakan teknik tubian (drill). Hasil tes siklus I

skor tertinggi 80 dan terendah 60.



                                    Tabel 12
                Tabel Distribusi Frekuensi Bergolong Hasil Tes
       Keterampilan Membaca Nyaring dengan Teknik Tubian (Drill) pada
              Siswa Kelas X-4 MAN Kebumen 2 pada Siklus I


 No     Kelas Interval     Titik Tengah (X)       f            d            fd
 1     78-80                      79              2            3             6
 2     75-77                      76              3            2             6
 3     72-74                      73              2            1             2
 4     69-71                      70             14            0             0
 5     66-68                      67              4           -1            -4
 6     63-65                      64              4           -2            -8
 7     60-62                      61              3           -3
         Jumlah                                N = 32                        = -7


      Berdasarkan tabel di atas dapat diperoleh keterangan sebagai borkut ini.

1)    Mean

      Menghitung nilai rata-rata dapat dicari dengan cara sebagai berikut ini.

        = d+i(       )
             = 70 + 3 ( )

             = 70– 0,66

             = 69,3

             = 69



           Nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran keterampilan membaca

     nyaring berupa teks perangkat upacara dengan teknik tubian (drill) pada

     siklus I adalah 69. Mak rata-rata tersebut sudah mengalami peningkatan 4

     poin dari 65 pada kondisi awal sebelum menggunakan teknik tubian (drill).

     Siswa yang mempunysi nilai di bawah nilai rata-rata adalah 7 siswa.

2) Modus

        Frekuensi tertinggi daftar nilai hasil membaca nyaring berupa teks

  perangkat upacara dengan teknik tubian (drill) pada siklus I tabel 12 distribusi

  frekuensi bergolong di atas adalah 14. Titik tengah yang sebaris dengan

  frekuensi tertinggi tersebut adalah 70. Jadi, modusnya 70.

3) Grafik Histrogram Siklus I

  Bentuk histogram di bawah ini menjelaskan nilai rata-rata pada siklus I kelas

  X-4 dalam membaca nyaring adalah 70.
 16

 14

 12

 10

  8

  6

  4

  2

  0
         60-62     63-65     66-68      69-71     72-74     75-77      78-80

                                  Grafik 2.
         Grafik Histogram Pembelajaran Ketrampilan Membaca Nyaring
         Berupa Teks Perangkat Upacara dengan Teknik Tubian (Drill)
                                pada Siklus I

c. Siklus H

  Hasil pembelajaran keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat

  upacara dengan teknik tubian (drill) pada siklus II siswa kelas X-4 MAN

  Kebumen 2 adalah sebagai berikut ini.

  1) Persiapan dan Perencanaan II

              Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Kamis, 18 Agustus 2011.

      Pembelajaran dimulai pada jam terakhir, yaitu pukul 12.20-13.WIB.,

      Pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus II dilakukan berdasarken

      mesalah dan hambatan yang ditemui pada siklus I. Pembelajaran

      keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat upacara, pada siklus

      II menggunakan teknik tubian (drill), yaitu latihan membaca nyaring
     berulang-ulang yang dilakukan di tempat yang berbeda dan siklus I siklus II

     dilakukan membaca nyaring di lapangan upacara.

              Perencanaan tindakan untuk siklus II meliputi hal-hal sebagai berikut

     ini.

     a) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mengenai materi

        pembelajaran keterampilan membaca berupa teks perangkat upacara dan

        cara membacanya.

     b) Membuat lembar pengamatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran

        berlangsung.

              Hal-hal yang akan diperbaiki pada siklus II entera lain penggunaan

     tempat      yang    berbeda    untuk   siswa   berlatih   berulang-ulang   dan

     mengekspresikan kemampuan serta keberanian dalam membaca di lapangan

     upacara dan memberikan penilaian setiap siswa, setelah membaca.

2) Tindakan II

  Tindakan pada siklus II ini digunakan untuk mengatasi beberapa kelemahan

  pada siklus I yang harus diperbaiki berdasarkan hasil analisis dan refleksi pada

  tindakan I. Pembelajaran keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat

  upacara ini dilakukan dengan menggunakan teknik tubian (drill), di antaranya

  sebagai berikut ini.

  a) Langkah I      :    Guru membuka pelajaran dengan mengabsen siswa yang

                         hadir. Guru menyampaikan materi pembelajaran minggu

                         lalu mengenai membaca nyaring berupa teks perangkat

                         upacara.
b) Langkah II :    Guru mempersilahkan siswa untuk menuju halaman

                   sekolah tempat upacara biasa dilakukan.

c) Langkah III :   Guru mulai mengkondisikan siswa untuk berbarisa dan

                   siap mengikuti instruksi guru.

d) Langkah IV :    Guru membagikan empat teks perangkat upacers yaitu.

                   `Pembukaan UUD 1945', 'Doa', Tembawa Acara', Dan

                   'Janji Siswe'. Guru kemudian membagikannya ke siswa.

e) Langkah V :     Setiap siswa berlatih dengan teknik tubian (drill)

                   membaca nyaring dengan berlatih vokal, pemenggalan

                   kata, jeda, intonasi, lafal, kelancaran, dan sikap yang

                   sesuai teks peringkat upacara kurang lebih sekitar 15

                   menit untuk mempersiapkan diri membaca di depan

                   teman-teman di lapangan upacara

f) Langkah VI :    Guru mulai menunjuk sesum urutan premsi kepada siswa

                   untuk membacakan teks penmikat upacara berdasarkan

                   pilihan yang telah diambil ketika memilih salah satu teks

                   yang diletakkan terbalik. Demikian seterusnya, dan setiap

                   kesempatan ada dua siswa yang membaca nyaring.

                   Penilaian diberikan oleh guru.

g) Langkah VII :   Setelah siswa membaca nyaring teks perangkat upacara

                   selesai, dilakukan tanya jawab. Siswa dan guru melakukan

                   refleksi dengan menanyakan kesulitan siswa. Kondisi
                          dalam suasana santai dan rileks agar siswa tidak merasa

                          tegang dan lebih menikmati proses pembelajaran.

  k) Langkah VIII Guru menutup pelajaran.

3) Observasi 11

          Pengamatan tindakan dilakukan bersarnaan dengan pelaksanaan

  tindakan. Tindakan tersebut langsung diamati bagaimana prosesnya, efek, dan

  keefektifan     dalam    mengatasi    masalah.   Secara   umum    pembelajaran.

  keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat upacara dengan teknik

  tubian (drill) yang dilakukan di lapangan upacara membuat siswa termotivasi

  untuk mengekspresikan kemampuan dan keberanianya dalam membaca

  nyaring.

          Siswa bertambah pengalaman membaca nyaring berupa teks perangkat

  upacara yang langsung dilakukan di halaman sekolah tempat upacara biasa

  dilakukan dengan diberikannya kesempatan kurang 1ebih 15 menit untuk

  berlatih secara berulang-ulang (drill) Siswa terlihat sering berlatih karma siswa

  sadarr akan dilakukan tes praktek langsung membaca nyaring teks perangkat

  upacara di halaman sekolah.

  Situasi pada saat pembelajaran berlangsung dapat dilihat pada label aktivitas

  siswa seperti terlihat berikut ini.

                                   Tabel 13
                  Aktivitas Siswa Kelas X-4 MAN Kebumen 2
              dalam Pembelajaran Keterampilan Membaca Nyaring,
                  dengan Teknik Tubian (Drill) pada Siklus II



 No          Aspek yang Diamati          Ya   Tidak           Keterangan
1         Respon afektif       terhadap √             Siswa mengikuti
          pembelajaran                                pembelajaran dengan lebih
                                                      antusias
2         Keaktifan siswa      terhadap √             Keaktifan siswa terlihat
          pembelajaran                                meningkat              ketika
                                                      memperhatikan teman lain
                                                      membaca nyaring sambil
                                                      berlatih membaca nyaring.
3         Respon afektif siswa          √             Secara umum siswa berlatih
          terhadap guru                               dengan       baik      dalam
                                                      membaca teks perangkat
                                                      upacara dengan waktu yang
                                                      telah ditentukan guru.
4         Respon     afektif     siswa √              Respon siswa terhadap
          terhadap materi                             materi cukup baik, karena
                                                      terlihat mengikuti instruksi
                                                      guru       untuk     berlatih
                                                      berulang-ulang.


             Berdasarkan label 13 di atas dapat dilihat bahwa respon afektif siswa

    terhadap pembelajaran telah lebih antusias, keaktifan siswa terhadap

    pembelajaran sudah terlihat meningkat. Hal tersebut terlihat dari perhatian

    mereka ketika siswa dalam membacakan salah satu teks perangkat upacara.

    Respon afektif siswa terhadap guru dan penguasaan materi terlihat baik karna

    siswa serius berlatih membaca dengan teknik tubian (drill).

             Aktivitas guru selama proses pembelajaran membaca nyaring berupa

    teks perangkat upacara dengan menggunakan teknik tubian (drill) dapat dilihat

    pada tabel berikut ini.

                                     Tabel 14
              Aktivitas Guru Kelas dalam Pembelajamn Keterampilan
             Membaca Nyaring Berupa Teks Perangkat Upacam dengan
                        Teknik Tubian (Drill) pada Siklus II



    No.      Aspek yang Diamati      Ya     Tidak            Keterangan
  1.     Membuka pelajaran           √            Guru mengkoordinasikan kelas
  2.     Kejelasan tugas             √            Guru menjelaskan tugas yang
                                                  dikerjakan siswa untuk berlatih
                                                  berulang-ulang (drill) membaca
                                                  nyaring dengan baik di
                                                  lapangan upacara.
  3.     Pemberian stimulus          √            Guru memberikan kesempatan
                                                  siswa untuk berlatih membaca
                                                  berulang-ulang teks perangkat
                                                  upacara.
  4.     Evaluasi kualitas dan       √            Gurur memberikan penilaian
         kuantitas                                kepada siswa
  5.     Pengelolaan siswa dan       √            Guru memberikan kebebasan
         penggunaan teknik                        siswa berlatih memaca dengan
                                                  teknik tubian (drill), yaitu
                                                  membaca nyaring berulang-
                                                  ulang perangkat upacara.
  6.     Menutup pembelajaran        √            Guru memberikan kesimpulan
                                                  tentang pelajaran yang baru
                                                  berlangsung.



          Berdasarkankan tabel 14 di atas dapat dilihat bahwa kejelasan guru

  dalam memberikan togas sudah baik, sehingga siswa dapat menangkap dan

  memahami tugas yang diberikan guru. Pemberian stimulus sudah dilakukan

  guru dengan baik

          dengan memberikah kesempatan siswa untuk berlatih berulang-ulang

  membaca nyaring teks perangkat upacara.

          Guru memberikan kebebasan kepada siswa dalam waktu yang telah

  disediakan untuk siswa berlatih berulang-ulang membaca nyaring. teks

  perangkat upacara. Pada akhir pembelajaran, guru menutup pembelajaran

  dengan memberikan kesimpulan tentang pembelajaran yang telah berlangsung.



4) Hasil Refieksi Penelitian Tindakan Kelas Siklus II
       Teknik tubian (drill) yaitu latihan berujang-ulang dalam membaca

nyaring teks perangkat upacara yang dilakukan dapat meningkatkan

kemampuan dan keberanian siswa membaca nyaring di depan siswa lain.

Selain itu, membantu siswa untuk dapat menyenangi membaca nyaring sebagai

bekal siswa dalam bidang komunikasi. Hal ini terbukti dengan keseriusan

siswa dalam berlatih membaca dibandingkan ketika belum menggunakan

teknik tubian.

       Perlu adanya pengaturan waktu yang lebih baik lagi karena latihan

berulang- ulang dengan materi seluruh teks perangkat upacam yang bedumlah

4 mernbutuhkan waktu yang cukup lama. Hal ini agar pembelajaran lebih

optimal, Haman guru harus mempertimbangkan pokok bahasan lain yang harus

diselesaikan.

       Secara keseluruhan tindakan yang diberikan telah cukup membawa

perubahan terhadap kegiatan membaca nyaring berupa teks perangkat upacara.

Strategi-strategi yang dapat dilakukan setelah penelitian tindakan antara lain

sebagai berikut ini:

a) Mengoptimalkan waktu agar materi dapat diselesaikan sesuai yang telah

   disediakan.

b) Keterlibatan guru sangat mempengaruhi proses pembelajaran yang

   berlangsung, sehingga guru lebih memberikan dorongan dan tindakan

   praktek tentang latihan dengan membaca nyaring berulang-ulang teks

   perangkat upacara.
  c) Guru memberikan siswa kebebasan untuk latihan membaca sepanjang tidak

       keluar dari materi yang diberikan oleh guru dan juga memberikan saran

       ataupun bimbingan agar siswa, lebih terampil dalam membaca nyaring

       dengan jeda, intonasi, lafal, kelancaran, dan sikap yang sesuai.

       Data-data hasil refleksi pembelajaran apresiasi sastra yang diberikan kepada

       siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini.

                                       Tabel 15
       Hasil Angket Refleksi Siswa Menggunakan Teknik Tubian (Drill) dalam
             Pembelajaran Keterampilan Membaca Nyaring pada Siklus II

  No       Daftar Pertanyaan                                Ya            Tidak
  1.       Apakah Anda senang pembelajaran membaca
           nyaring dengan teknik tubian (drill)?
  2.       Setelah membaca teks perangkat upacara di depan
           teman-tema apakah Anda merasa takut?
  3.       Apakat teknik tubian (drill) dapat meningkatkan
           membaca nyaring Anda?
  4.       Apakah setelah menggunakan teknik tubuan (drill)
           kegiatan membaca nyaring berupa teks perangkat
           upacara itu sulit?
  5.       Apakah Anda mengerti tentang teknik (drill)?
  6.       Setujukan Anda jika pembelajaran membaca
           nyaring berupa teks dilakukan dengan teknik
           tubian?
  7.       Apakah Anda lebih mengerti membaca nyaring
           berupa teks perangkat upacara
  8.       Apakah cara mengajar yang digunakan guru Bahsa
           Indonesia dengan teknik tubiad membuat Anda
           bosan?


         Berdasarkan label 15 di atas, maka dapat dijelaskan bahwa siswa lebih

senang pembelajaran keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat

upacara dengan menggunakan teknik tubian (drill) daripada ceramah atau diskusi,

karma 29 siswa menyenanginya. Siswa tidak takut lagi ketika membaca nyaring

berupa teks perangkat upacara di depan teman-teman, karma sebanyak 25 siswa
tidak takut, sedangkan yang takut ada 9 siswa 27 siswa merasa teknik tubian

(drill) dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring mereka berapa teks

perangkat upacara, sedangkan 7 siswa tidak. 30 siswa tidak merasa kesulitan

dalam kegiatan membaca nyaring dengan teknik tubian (drill), sedangkan 4 siswa

merasa sulit.

       Siswa sebanyak 32 setuju jika membaca nyaring berupa teks perangkat

upacara dilakukan dengan teknik tubian (drill) dan yang tidak setuju ada 2 siswa

Teknik tubian (drill) dengan berlatih berulang-ulang dalam membaca nyaring teks

perangkat upacara yang telah dilakukan membuat 30 siswa mengerti, sedangkan 4

siswa tidak mengerti. Cara mengajar yang digunakan guru bahasa Indonesia

dengan teknik tubian membuat 27 siswa tidak merasa bosan, sedangkan 7 siswa

masih merasa bosan.

       Hasil pembelajaran keterampilan membaca nyaring teks perangkat upacara

di kelas X-4 MAN Kebumen 2 mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II.

Hasil nilai siswa pada siklus II dengan menggunakan teknik tubian (drill) dapat

dilihat pada label berikut ini.



                                 Tabel 16
Penilaian Keterampilan Membaca Nyaring Herupa Teks Perangkat Upacara Siswa
                        Kelas X-4 MAN Kebumen 2



 No.                        Nama Siswa                          Skor

 1       Abian Fadhil Rahada                              70
 2       Aftfah Makarim                                   70
 3.      A'yun Amalie Firdausy                            75
 4.      Dadang Widayanto                                 75
 5.     Dewi Setyaningsih                                 75
 6.     Emma Diana Pratiwi                                80
 7.     Fachrika Dhandi Revenants                         75
 8.     Fats Aulia                                        75
 9.     Ferry Dwi Widiyanto                               65
 10.    Ghaisani Yusrina Ramadhani                        85
 11.    Gilang Saputra                                    70
 12     Ilham Saputm                                      65
 13     Jenita Kumia Sari                                 70
 14.    Kemal Ihsan Aryo Prabowo                          75
 15:    Lia Fauzia                                        75
 16.    Marta Adhiastuti                                  75
 17.    Mohamed Eryan Ghulam                              80
 18,    Muhammad Baharudin Isnan                          65
 19.    Muhammad Fakhri Zainal Abidin                     75
 20.    Muhammad Faqih Nur Yasir                          75
 21.    Muhammad Riza Nurendra Pratema,                   75
 22.    Nabila Alif Azzuri                                75
 23,    Nia Lestari Muqamhmah                             75
 24.    Novi Nawesti Prabarini                            80
 25.    Protama Mahardika                                 80
 26     Qony'aina Dwi Jayanti                             75
 27     Safri Bagus Panuntun                              75
 28     Sekar Ayu Tazlda Nabila                           80
 29     Septiana Martha Sari                              70
 30     Shafira Rizqa Ramadhanty                          75
 31     Suryo Ramdhani                                    85
 32     Ulfah Nur Sholihah                                65
 33     Utia Kafafa                                       75
 34     Valda Emeral Faridhy                              70


        Hasil tes keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat upacara

pada tabel 16 dapat disajikan dalam bentuk Tabel Distribusi Bergolong (TDFB).

Di bawah ini akan disajikan bentuk tabel distribusi frekuensi bergolong hasil tes

keterampilan membaca nyaring berupa teks perangkat upacam siswa Kelas X-4

MAN Kebumen 2 menggunakan teknik tubian (drill). Hasil tes siklus II skor

tertinggi 80 dan terendah 60.
                                  Tabel 17
              Tabel Distribusi Frekuensi Bergolong Hasil Tes
        Keterampilan Mmbaca Nyaring dengan Teknik Tubian (Drill)
                 pada Siswa Kelas X-4 MAN Kebumen 2
                               pada Siklus II

No    Kelas Interval      Titik Tengah (X)     F           D             fd
1    83-85               84                     2           3
2    80-82               81                     5           2
3    77-79               78                     0           1
4    74-76               75                    17           0
5    71-73               72                     0          -1
6    68-70               69                     6          -2
7    65-67               66                     4          -3
       Jumlah


     Berdasarkan tabel di atas dapat diperoleh keterangan sebagai berikut ini.

     a) Mean

        Menghitung nilai rata-rata dapat dicari dengan cara sebagai betikut ini

          = d+i(         )

           = 75 + 3 ( )

           = 75 – 0,71

           = 74,3

           = 74

                  Nilai rata-rata siswa dalam pembelajaran keterampilan

         membaca nyaring berupa teks perangkat upacara dengan teknik tubian

         (drill) pada siklus II adalah 74. Nilai rata-rata tersebut sudah

         mengalami peningkatan 5 poin dari 69 pada siklus I. Siswa yang

         mempunyai nilai di bawah nilai rata-rata adalah 10 siswa. Nilai

         tertinggi yang dicapai siswa adalah 85, sedangkan nilai terendah 65.
     b) Modus

                Frekuensi tertinggi dari nilai hasil membaca nyaring berupa

        teks perangkat upacara dengan teknik tubian (drill) pada siklusII tabel

        17 distribusi frekuensi bergolong di atas adalah 17. Titik tengah yang

        sebaris dengan frekuensi tertinggi tersebut adalah 75. Jadi, modusnya

        75.

     c) Grafik Histrogram Siklus U

        Grafik histrogram di bawah ini menunjukkan rata-rata nilai siswa

        dalam membaca nyaring siklus II adalah 75.


18

16

14

12

10

 8

 6

 4

 2

 0
      65-67     68-70     71-73      74-76      77-79     80-82      83-85

                                Grafik 3.
      Cjiaftk Histogram Pembelajaran Ketermpilan Membaca Nyaring
       berupa Teks Perangkat Upacara dengan Teknik Tubian (Drill)
                             pada Siklus II
2. Hasil Belajar Keterampilan Membaca Nyaring dengan Teknik Tubian
   (Drill) pada Siswa Kelas X-4 MAN Kebumen 2 Tahun Ajaran 2011/2012

            Berdasarkan hasil pengamatan proses pembelajaran keterampilan

  membaca nyaring berupa teks perangngkat upacara pada tes kemampuan awal

  dan setelah menggunakan teknik tubian (drill) pada sikius I dan siklus II

  kegiatan proses pembelajaran mengalami peningkatan yang baik. Dari

  pengamatan penulis yang bertindak sebagai peneliti, kekurangan pembelajaran

  yang digunakan pada kondisi awal, penjelasan guru disampaikan membuat

  siswa bosan dan mengantuk. Materi membaca nyaring dijelaskan dengan

  sedikit respon dari siswa: Pada saat guru membagikan materi yang disediakan

  terbatas yaitu teks 'Pembukaan UUD 1945' dan `Janji Siswa', siswa cenderung

  kurang menanggapi. Hal tersebut terlihat dengan adanya beberapa siswa yang

  asyik bermain sendiri dan berbicara dengan teman sebangkunya.

            Suasana kelas dapat dikendalikan guru, tetapi siswa tidak merespon

  pertanyaan-pertanyaan dari guru. Siswa masih malu-malu, sungkan untuk

  menyampaikan pendapatnya, dan cendurung pasif serta hanya mendengarkan

  penjelasan dari guru. Siswa belum berani mmyampaikan pendapat, hanya

  menyanggah pendapat dari guru dan kurang percaya diri ketika harus

  mempersiapkan diri membaca nyaring.

            Rasa bosan dan kurang serius dari siswa meningkat ketika seswa lain

  membaca di depan kelas, sedangkan faktor dari guru adalah kurangnya respon

  dari siswa, sehingga guru harus mengulang-ulang. Selain itu, materi yang

  dibagikan membuat siswa berebut memilih teks yang mudah dan pendek untuk

  dibaca.
       Keberanian siswa dalam membaca nyaring di depan teman-teman atau

kelas masih sangat kurang. Siswa masih malu-malu, sungkan untuk membaca,

nyaring. Selain itu, intonasi, lafal, kelancaran, dan sikap kurang diekspresikan

secara optimal. Hal tersebut disebabkan, jika ada siswa yang menggoda siswa

yang sedang membaca nyaring, seisi kelas menjadi ramai karena siswa tertawa

semua. Jika sudah demikian, guru menegur dengan keras, siswa kemudian

belajar dengan takut

       Siklus I dilakukan yaitu pembelajaran keterampilan membaca, nyaring

dengan menggunakan, teknik tubian (drill) yaitu latihan berulang-ulang

berlatih vokal, pemenggalan kata, jeda, intonasi, lafal, kelancaran, dan sikap

yang sesuai dalam membaca nyaring teks perangkat upacara dengan waktu

yang telah ditemukan oleh guru. Peningkatan dari sebelum menggunakan

teknik tubian (drill) terlihat dari keaktifan siswa dalam berlatih serius membaca

nyaring. Kelompok yang dibentuk untuk berdiskusi membuat siswa serius

dalam belajar dengan teknik tubian (drill). Siswa berani membaca nyaring teks

perangkat upacara. Setiap siswa yang telah dibentuk kelompok terlihat aktif

memberikan penilaian siswa lain yang sedang membaca nyaring. Kemampuan

membaca nyaing mulai terlihat walaupun masih belum optimal.

       Siklus II dilakukan untuk memberikan pembelajaran yang lebih baik.

Guru dan peneliti memberikan inovasi untuk memperbaiki kekurangan pada

siklus I. Guru membawa seluruh siswa kelas X-4 untuk berlatih berulang-ulang

dalam berlatih vokal, pemenggalan kata, jeda, intonasi, lafal,kelancaran, dan

sikap yang sesuai membaca membaca nyaring teks perangkat upacara langsung
di lapangan upacara. Latihan keempat teks perangkat upacara pada masing-

masing siswa, dan ketika guru menunjuk siswa untuk membaca dengan pilihan

teks yang letaknya dibalik sehingga siswa siap membaca teks perangkat

upacara sesuai pilihannya. Dengan demikian, suasana yang mendukung mampu

mendorong dan memotivasi siswa untuk membaca nyaring dengan baik dan

benar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

          Peningkatan terlihat juga pada keberhasilan hasil nilai yaitu sebelum

menggunakan teknik tubian (drill) nilai rata-rata pembelajaran keterampilan

membaca nyaring berupa teks perangkat upacara siswa adalah 65. Siklus I nilai

rata-rata kelas adalah 69, sedangkan siklus II nilai rata-ratanya adalah 74. Ini

berarti setiap tindakan satu ,sampai tindakan kedua mengalami peningkatan.

Hal tersebut membuktikan hasil proses pembelajan keterampilan membaca

nyaring berupa teks perangkat upacara menggunakan teknik tubian (drill)

mampu         kemampuan siswa dalam membaca nyaring. Siswa dapat

mengekspresikan kemampuan dan keberanian dalam membaca nyanng teks

perangkat upacara dengan jeda, intonasi, lafal, kelancaran dan sikap yang

sesuai.

          Peningkatan terjadi dari nilai rata-rata tes kemampuan awal dengan

siklus I sebesar 4 poin, sedangkan antara siklus I dengan siklus II meningkat

menjadi 5 poin. Selain itu, siswa yang mempunyai nilai di bawah rata-rata pada

kemampuan awal sebanyak 8 siswa, pada siklus I berkurang menjadi 6 siswa,

dan pada siklus II walau meningkat menjadi 10 siswa, tetapi secara

keseluruban pembelajaran keterampilan membaca nyaring berupa teks
perangkat upacara menggunakan teknik tubian (drill) mengalami peningkatan

yang baik.

       Setelah dilakuken evalussi terhadap tindakan kelas yang telah

dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus satu kali

pertemuan, dapat dilaporkan faktor penelitian yang dapat mencapai tujuan yang

diinginkan dan faktor lain yang dianggap kurang memenuhi harapan dan masih

memerlukan perhatian serta tindak lanjut yang lebih mendalam. Tindakan-

tindakan yang telah menunjukkan hasil seperti yang diharapkan dapat dijadikan

sebagai bahan acuan atau perbandingan terhadap upaya-upaya yang akan

dilakukan di masa mendatang, sedangnkan tindakan-tindakan yang belum

menunjukkan hasil yang maksimal diharapkan dapat menjadi bahan telaah

untuk perbaikan dan penyempurnaanya.

       Dalam pelaksanaan pembelajaran keterampilan membaca nyaring

berupa teks perangkat upacara terlihat siswa aktif bekerjasama dengan

kelompoknya untuk saling bertukar pikiran dan mendorong siswa dalam

kelompok untuk berlatih berulang-ulang membaca nyaring. Dalam hal ini jelas

bahwa selama pembelajaran keterampilan membaca nyaring di kelas siswa

belajar tidak hanya secara individu, melainkan secara kelompok. Hasil

pembelajaran diperoleh sebagai hasil diskusi dengan teman, antar kelompok

untuk berlatih dengan teknik tubian (drill) yaitu berlatih berulang-ulang

membaca nyaring sehingga meningkatkan juga keberanian siswa dari takut

menjadi berani untuk membaca nyaring di depan teman-temannya..
       Selama aktivitas pembelajamn tedadi proses komund= dua arch antsm

guru dengan siswa dan siswa dengan siswa. Secara keselumhan tindakan yang

diberikan   telah    cukup      membawa     perubahan    terhadap    pembelajaran

keterampilan membaca nyaring. Strategi-strategi yang dapat dilakukan setelah

penelitian tindakan sebagai berikut.

a. Mengoptimalkan waktu agar materi dapat diselesaiken sesuai dengan waktu

  yang telah disediakan.

b. Teknik   tubian    (drill)    lebih   sering   dilakukan   agar   siswa   dapat

  mengekspresikan kemampuan dan keberaniannya tampil di depan teman-

  teman kelasnya.

c. Guru sangat mempengaruhi proses pembelajaran yang berlangsung dengan

  birnbingan, dorongan, dan motivasi sehingga guru lebih memberikan

  penjelasan dan praktek tentang proses membaca nyaring dengan teknik

  tubian (drill) yang baik dan benar.

d. Pembelajaran keterampilan membaca nyaring di sekolah sangat penting

  diajarkan, karea keahlian ini dapat menguntungkan siswa untuk dapat

  dikembangkan menjadi seorang pembicara, presenter baik radio maupun

  televisi, dan profesi lain yang berhubungan dengan keterampilan membaca,

  khususnya membaca nyaring.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3
posted:3/16/2013
language:Unknown
pages:46