Bahan Pelindung Pulpa by rozamozarella

VIEWS: 0 PAGES: 5

									Bahan Pelindung Pulpa
              Sebelum penempatan restorasi, pulpa mungkin mengalami iritasi atau
kerusakan dari berbagai sumber, misalnya karies dan pengeboran gigi. Sifat fisik dan kimia
dari berbagai restorasi permanen sendiri dapat menyebabkan iritasi atau memperparah
kondisi yang sudah ada.

               Vernis, pelapik, dan basis dirancang sebagai pelengkap bahan restorasi untuk
melindungi pulpa dari trauma kimia dan panas. Selain berfungsi sebagai barier perubahan
panas, iritan di dalam bahan, serta kebocoran antarmuka yang berkaitan dengan invasi
bakteri, beberapa bahan ini juga memberikan manfaat pada pulpa. Secara teknis, vernis dan
pelapik dapat diklasifikasikan sebagai bahan pelapik kavitas, karena digunakan sebagai
lapisan pelindung untuk struktur gigi yang baru dipotong dari kavitas yang dipreparasi.
Sedangkan, basis berfungsi juga sebagai penahan panas untuk restorasi logam.

              Vernis dan pelapik biasanya membentuk lapisan melalui penguapan dari
bahan pelarut, sedangkan basis dan beberapa pelapik jenis baru mengeras melalui reaksi
kimia.

A. VERNIS KAVITAS / CAVITY VARNISH

               Vernis digunakan pada tambalan amalgam atau emas. Vernis kavitas pada
dasarnya adalah karet alam (copal), gala (rosin), atau resin sintetis yang dilarutkan dalam
suatu larutan, seperti aseton, eter atau kloroform. Pelarut tersebut akan menguap dan
meninggalkan lapisan tipis pada preparasi kavitas. Lapisan tipis ini merupakan balut terhadap
dentin yang terpotong. Salah satu fungsi utamanya adalah mengurangi kebocoran mikro pada
restorasi amalgam.

Indikasi :

1. Restorasi amalam

2. Restorasi emas

Kontra-Indikasi :

1. Restorasi resin komposit

2. Restorasi resin nirpasi

3. Restorasi semen ionomer kaca

B. PELAPIK KAVITAS / CAVITY LINERS

             Pelapik adalah bahan-bahan yang berupa lapisan tipis dan fungsi utamanya
adalah memberikan suatu perlindungan terhadap iritasi kimiawi. Bahan ini tidak berfungsi
sebagai penyekat panas. Yang termasuk pelapik kavitas adalah vernis yang kedalamnya
ditambahkan bubuk kalsium hidroksida atau oksida seng.
C. BASIS SEMEN

1. Kalsium Hidroksida (Ca (OH)2)

             Kalsium hidroksida adalah suatu bahan yang secara ekstensif digunakan untuk
   perlindungan pulpa tidak hanya untuk resin, tetapi untuk seluruh bahan restoratif.
   Kalsium hidroksida sangat efektif dalam meningkatkan pembentukan dentin sekunder.

              Bahan ini memiliki kekerasan dan kekuatan yang cukup untuk digunakan
   sebagai fondasi untuk bahan penambalan. Karena itu, merupakan bahan-bahan yang
   efektif memperbaiki kerusakan yang diakibatkan untuk lesi karies profunda.

   Indikasi :

   1. Pulpa yang tebuka dalam pulp capping dan pulpotomy

   2. Leakage canal

   3. Apexification, merangsang pembentukan apex

   4. Membentuk jaringan keras gigi

   5. Bahan tambalan sementara untuk infeksi saluran akar

   Kontra-Indikasi :

   1. Peradangan pulpa (pulpitis)

   2. Kasus gangren pulpa, seperti: abses.

2. Semen Ionomer Kaca (GI)

                Karena sifat biologisnya yang baik dan memiliki potensi perlekatan ke
   kalsium yang ada di dalam gigi (sama seperti sistem polikarboksilat), ionomer kaca
   terutama digunakan sebagai bahan restoratif untuk perawatan daerah erosi dan sebagai
   bahan penyemenan. Juga dapat digunakan sebagai basis walaupun bahan ini sangat
   sensitif terhadap air.

              Ada 2 tipe ionomer kaca. Yang pertama adalah sistem bubuk-cairan
   konvensional, serupa dengan semen tipe II. Tipe II adalah ionomer kaca yang dikeraskan
   dengan sinar. Tipe ini juga sistem bubuk-cairan. Bagian bubuknya berisi unsur partikel
   kaca konvensional yang larut dalam asam ditambah aselelator foto-aktivasi. Cairannya
   adalah larutan cair asam poliakrilat, atau kopolimer, gugusan grup metaklirat.

              Cairan ionomer kaca merupakan larutan dari asam poliakrilat dalam
   konsentrasi kira-kira 50%. Cairannya cukup kental dan cenderung membentuk gel setelah
   beberapa waktu. Pada sebagian besar semen, asam poliakrilat dalam cairan adalah dalam
   bentuk kopolimer dengan asam itikonik, maleik, atau trikarbalik. Asam tartaik juga
   terdapat dalam cairan. Penambahan asam tartaik memperbaiki karakteristik manipulasi
   dan meningkatkan waktu kerja, tetapi memperpendek waktu pengerasan.
              Bubuknya adalah kaca alumino-silikat. Dilihat dari sistem dasar semen ini
   memiliki potensi melekat ke struktur gigi, baik secara biologis, dan memiliki beberapa
   karakterikstik antikaries karena kandungan flouridanya.

                Karena sifat biologisnya yang baik dan memiliki potensi perlekatan ke
   kalsium yang ada di dalam gigi (sama seperti sistem polikarboksilat), ionomer kaca
   terutama digunakan sebagai bahan restoratif untuk perawatan daerah erosi dan sebagai
   bahan penyemenan. Juga dapat digunakan sebagai basis walaupun bahan ini sangat
   sensitif terhadap air.

              Kegunaan utama ionomer kaca adalah untuk perekat antara gigi dengan
   tambalan komposit. Pada dasarnya berperan sebagain bonding terhadap dentin. Kelebihan
   ionomer kaca dibanding resin terletak pada perlekatan adhesifnya, hasil preparasi yang
   kurang ngilu, serta adanya mekanisme perlepasan flour.

   Indikasi :

   1. Restoratif gigi yang mengalami erosi

   2. Basis

   3. Pelapik kavitas

   4. Sementasi

   5. Bonding untuk tambalan komposit

   6. Core build-up

   7. Restorasi gigi desidiu

   Kontra-Indikasi :

   1. Pulp Capping

3. Semen Oksida Seng Eugenol (OSE)

          Semen oksida seng eugenol adalah suatu tipe sedatif yang lembut. Biasanya
   disediakan dalam bentuk bubuk dan cairan, dan berguna sebagai basis insulatif
   (penghambat). Bahan ini juga sangat sering digunakan untuk balutan sementara. pH-nya
   mendekati 7 yang membuatnya menjadi salah satu semen dental yang paling sedikit
   mengiritasi.

           Eugenol memiliki efek paliatif terhadap pulpa gigi dan ini adalah salah satu
   kelebihan jenis semen tersebut. Kelebihan lainnya adalah kemampuan semen untuk
   meminimalkan kebocoran mikro, dan memberikan perlindungan terhadap pulpa. Bahan
   ini paling sering digunakan ketika merawat lesi-lesi karies yang besar.

           Senyawa-senyawa yang baru ini disebut sebagai semen oksida seng eugenol
   “fortifikasi”, “diperkuat”, “modifikasi”, satu “diperbaiki.” Secara komersial ada yang
   disebut semen EBA bila produk tersebut mengandung o-etoksibenzoat sebagai pengganti
   sebagai eugenol. Semen-semen ini didesain terutama menyemen secara tetap inlay,
   mahkota tiruan, dan jembatan. Sifat fisiknya (misal, kekuatan) adalah lebih baik
   dibanding semen oksida seng konvensional atau semen oksida seng eugenol yang tidak
   diperkuat.

              Derajat kelarutan semen-semen ini masih kontroversial. Kelebihan semen
   oksida seng eugonel yang telah disempurnakan ini pada umumnya bersifat biologis.

   Indikasi :

   1. Meredakan rasa sakit

   2. Basis insulatif

   3. Tambalan Sementara, misalnya pada pulp capping tidak langsung

   4. Sementasi inlay,crown, dan bridge

   5. Karies dentin

   Kontra-Indikasi :

   1. Kasus pulpa gangren atau mati

4. Semen Polikarboksilat

              Ini merupakan salah satu semen gigi yang baru dan memberikan bukti
   perlekatan baik pada komponen kalsium dari struktur gigi. Walaupun agak sulit
   dimanipulasi, memiliki potensi untuk adhesi klinis ke ion-ion kalsium pada email dan
   dentin.

              Pemakaian utamanya adalah sebagai bahan penyemenan, tetapi dapat juga
   sebagai basis, lapik penyekat, dan sebagai bahan penutup di bawah email yang tipis untuk
   mencegah bahan-bahan berwarna metalik transparan melalui email. Bahan ini cenderung
   cepat mengeras, sehingga tidak dilakukan upaya mengaduk semen sampai menyerupai
   konsistensi pasta seperti pada semen seng fosfat.

              Bubuk semen ini mengandung oksida seng dan sejumlah kecil oksida
   magnesium. Beberapa produk sekarang ini mengganti oksida magnesium dengan oksida
   stannic dan stannous flourida untuk memodifikasi waktu penggerasan dan meningkatkan
   kekuatan serta karakterikstik-karakteristik manipulasinya. Flourida yang ditambahkan
   mempunyai sedikit potensi antikaries.

              Cairannya adalah asam poliakrilik dan air. Alasan utama kepopuleran semen
   baru ini adalah penerimaan biologis yang baik oleh pulpa dan karena itu memiliki
   insedens sensitivitas pasca-operatif yang rendah.

   Indikasi :
   1. Sementasi

   2. Basis

   3. Lapik pelekat

   Kontra-Indikasi :

   1. Perawatan pulpa

   2. Kasus pulpa gangren atau mati

4. Semen Silikofosfat

              Semen ini merupakan hibrid, kombinasi dai bubuk semen seng fosfat dengan
   semen silikat. Salah satu semen silikofosfat yang paling terkenal terdiri atas 90% bubuk
   semen silikat dan 10% bubuk semen fosfat. Dengan adanya kandungan flourida dalam
   bagian silikat dari bubuk tersebut, semen tersebut memberikan pencegahan karies
   sekunder.

              Senyawa-senyawa yang pertama mempunyai sifat menipulasi yang buruk dan
   ketebalan lapisannya sangat tinggi. Karena ketebalannya lapisan yang besar ini, semen ini
   tidak cocok untuk penyemenan restorasi-restorasi emas secara tepat. Senyawa-senyawa
   baru telah dikembangkan dengan meningkatkan karakteristik manipulasi dan mengurangi
   ketebalan lapisan. Dari titik pandang sifat antikariesnya, seng silikofosfat sering
   merupakan bahan semen pilihan untuk mulut yang angka kariesnya tinggi. Aksi untuk
   perrlindungan pulpa adalah sama dengan seng fosfat.

   Indikasi :

   1. Basis

   2. Sementasi untuk mulut yang angka kariesnya tinggi

   Kontra-Indikasi :

   1. Kasus pulpa gangren atau mati

								
To top