Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan by zuperbayu

VIEWS: 8 PAGES: 3

									A. Pengembangan Kurikulum
        Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dapat
digambarkan dalam bagan pengembangan Kurikulum. Bahwa pengembangan
kurikulum mencangkup beberapa tingkat, yaitu pengembangan kurikulum tingkat
nasional, kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), silabus, dan rencana
pelaksanaan pembelajaran (RRP).
    1. Pengembangan Kurikulum Tingkat Nasional
        Kurikulum tingkat nasional dikembangkan dengan memperhatikan konteks
    pendidikan, yakni kebangkitan islam, otonomi daerah, millennium goals 2015
    (Globalisasi), demokratisasi, pembangunan berkelanjutan, perkembangan
    IPTEKS, dan ekonomi berbasis spiritual, moral dan intelektual. Pada tingkat ini
    pengembangan kurikulum dibahas dalam lingkup nasional, meliputi jalur
    pendidikan sekolah dan luar sekolah, baik secara vertikal maupun horisontal
    dalam rangka merealisasikan tujuan pendidikan nasional, sesuai dengan landasan
    spiritual, filosofis, sosiologia, dan psikologis, dengan memperhatikan standar
    nasional pendidikan.
        Jalur pendidikan sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di
    sekolah melalui kegiatan pembelajaran secara berjenjang dan berkesinambungan.
    Sedangkan jalur pendidikan luar sekolah merupakan pendidikan yang
    diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan pembelajaran yang tidak harus
    berjenjang dan berkesinambungan,termasuk pendidikan keluarga (UUSPN).
        Pengembangan kurikulum secara vertikal berkaitan dengan kontinuitas antara
    berbagai jenjang pendidikan (pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan
    tinggi). Sedangkan secara horizontal berkaitan dengan keselarasan antarberbagai
    jenis pendidikan dalam berbagai jenjang. Jenis pendidikan yang termasuk jalur
    pendidikan sekolah terdiri atas pendidikan umum, pendidikan kejuruan,
    pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan
    akademik, dan pendidikan profesional.
        Dalam kaitannya dengan KTSP, pengembangan kurikulum tingkat nasional
    dilakukan dalam rangka mengembangkan Standar Nasional Pendidikan, yang
    pada saat ini mencakup standar kompetensi kelulusan (SKL) dan standar isi (SI)
    untuk setiap satuan pendidikan pada masing-masing jenjang dan jenis pendidikan,
    terutama pada jalur pendidikan sekolah.
    2. Pengembangan KTSP

      Pada tingkat ini dibahas pengembangan kurikulum untuk setiap satuan
   pendidikan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini antara lain:

                 a. Menganalisis, dan mengembangkan standar kompetensi lulusan
                    (SKL), dan standar isi (SI).
                 b. Merumuskan visi dan misi, serta merumuskan tujuan
                    pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.
                 c. Berdasarkan SKL, SI, visi, dan misi, serta tujuan pendidikan
                    pada tingkat satuan pendidikan di atas kemudian dikembangkan
                            bidang study-bidang studi yang akan diberikan untuk
                            merealisasikan tujuan tersebut.
                        d. Mengembangkan         dan     mengidentifikasi    tenaga-tenaga
                            kependidikan (guru dan non guru) sesuai dengan kualifikasi
                            yang diperlukan,dengan pedoman pada standar tenaga
                            kependidikan yang ditetapkan BSNP.
                        e. Mengidentifikasi fasilitas pembelajaran yang diperlukan untuk
                            memberi kemudahan belajar, sesuai dengan standar sarana dan
                            prasarana pendidikan yang ditetapkan BSNP.
          3. Pengembangan Silabus
             Pada tingkat ini dilakukan pengembangan silabus untuk setiap bidang studi
          pada berbagai satuan pendidikan kegiatan yang dilakukan antara lain:
                 a. Mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar serta
                    tujuan setiap bidang studi.
                 b. Mengembangkan kompetensi dasar dan materi standar yang diperlukan
                    dalam pembelajaran.
                 c. Mendeskripsikan kompetensi dasar serta mengelompokannya sesuai
                    dengan ruang lingkup dan urutannya.
                 d. Mengembangkan indicator untuk setiap kompetensi serta criteria
                    pencapaiannya, dan mengelompokannnya sesuai dengan ranah
                    pengetahuan, pemahaman, kemampuan (keterampilan), nilai, dan
                    sikap.
                 e. Mengembangkan instrument penilaian yang sesuai dengan indicator
                    pencapaian kompetensi.

       Penyusunan silabus mengacu pada KTSP dan perangkat komponen-komponennya
yang dikembangkan berdasarkan kompetensi dan standar isi yang dikembangkan oleh BSNP.
Sekolah yang mempunyai kemampuan mandiri dapat mengembangkan KTSP dan silabus
yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya dengan mendapat pengawasan dari Dinas
Pendidikan setempat (provinsi, kabupaten / kota ). Dinas Pendidikan setempat dapat
mengkoordinasikan sekolah-sekolah yang belum mempunyai kemampuan mandiri menyusun
KTSP dan silabus.

        Penyusunan KTSP dan silabus dapat dilakukan dengan melibatkan para ahli atau
instansi yang releven di daerah setempa seperti tokoh masyarakat, instansi pemerintah,
instansi swasta,termasuk perusahaan dan industry, atau perguruan tinggi. Bantuan dan
bimbingan teknis untuk pengembangan KTSP dan penyusunan silabus dapat diberikan oleh
BSNP, dan Puskur Balitbang Depdiknas.

          4. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajarn
                    Berdasarkan standar kompetensi dan standar isi dalam silabus yang
             telah diidentifikasikan dan diurutkan sesuai dengan tingkat pencapaiannya
             pada setiap bidang studi, selanjutnya dikembangkan program-program
             pembelajaran. Kegiatan pengembangan kurikulum pada tingkat ini adalah
   menyusun dan mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran atau
   persiapan mengajar.
5. Kurikulum actual(pelaksanaan pembelajaran)
           Kurikulum actual atau pelaksanaan pembelajaran adalah interaksi
   antara peserta didik dengan guru dan lingkungan pembelajaran. Dalam hal ini
   dikatakan bahwa bagaimanapun baiknya suatu kurikulum maka aktualisasinya
   sangat ditentukan oleh profesionalisme guru dalam melaksanakan
   pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik.

								
To top