12. PENELITIAN KUALITATIF by zuperbayu

VIEWS: 2 PAGES: 39

									             PENELITIAN KUANTITATIF DAN
                            KUALITATIF




15/03/2013             Slamet Mujiono.M.Hum   1
   KORELASI DATA DIKOTOMI CORRELATION]
    DIPEROLEH [RANK-ORDER
   KORELASI rho DATA
     UTK MENJELASKAN BERAPA BESAR TKT KORELASI, ASOSIASI ATAU HUBUNGAN ANTARA
    NILAI
     DUA MENJELASKAN
     UTK DATA DIKOTOMI BERAPA BESAR TINGKAT KORELASI, ASOSIASI ATAU
                  NILAI
                 ANTARA DUA DATA UBAHAN URUTAN [ranking or rank-order data]
     HUBUNGANKOOEFISIEN phi [phi coeffisient]
    MATH
     DIGUNAKAN BHS.INGGRIS
                                           X²        Y²
    SBG CONTOH : INGIN DILIHAT BERAPAKAH TKT KORELASI HASIL TINGGI –XY
    DATA DIKOTOMI, MISALHNYA ; SETUJU TDK SETUJU, LAKI-LAKI – PEREMPUAN,
      X1
     RENDAH, SBG     Y1
     KEJUARAAN SEPAK BOLA TAHUN 1997 DGN 1998 – HASIL PRESTASI
    CONTOH : INGIN DILIHAT “BEREPAKAH TKT KORELASI SEX DAN AFILIASI PD SUATU PARTAI
     KOMPETISI SEPAK BOLA PADA TAHUN-TAHUN TSB, DIPEROLEH SEBG:
      2              6                        4       36              12
     POLITIK KARENA PERBEDAAN SEX”. HASIL OBSERVASI DIPEROLEH DATA SBG:
         4
        KESEB       6 URUTAN             16         36
                                        URUTAN AFILIASI       24
         4
        LASAN       7 1997               16
                                        1998       49    D    28 D²
    5UTK MENJELASKAN BERAPA YA 64 TKT KORELASI,
         A          8 1                  25 BESAR TIDAK 40 4
                                           3            -2
       6ASOSIASI 9                       36 15
                   ATAU HUBUNGAN ANTARA DUA UBAHAN  81        54
         B LAKI-LAKI   2                   4             40
                                                        -2       4 55
        DIGUNAKAN PERHITUNGAN KORELASI10 ∑X Y=158
      SEX
      ∑XC =21      ∑Y 3=36     ∑X² =97 1 10 =266 2
                                              ∑Y²                4 20
              PEREMPUAN
         D                                 2
       BESARNYA r 4 KOEFISIEN KORELASI, DICARI DGN 4 75=N
                       =                     25
                                                         2
                                                         50
    CONTOH
         E             5                   6
   BESARNYA KOEFISIEN KORELASI phi (rθ),DPT DICARI DGN MENGGUNAKAN
                                  (∑X)       (∑Y)
                                                        -1       1
                       6
         F SBG: DILIHAT BERAPAKAH TINGKAT KORELASI
       “INGIN (∑XY) -
   RUMUS                             X²
                                           5             1       1
                                         N                    ∑D² = 18
    BESARNYA rho = “PRESTASI MATA PELAJARAN MATEMATIKA
         r =
        ANTARA : KOEFISIEN KORELASI, DICARI DGN
                     rθ =      √ N                                   =
                                  ∑X²             PADA ∑Y²
                  √r
                      6 ∑D²
        DGN PELAJARAN BAHASA INGGRIS ∑Y²3,41 MHS SM I,
                   X² = Chi- square, akan diperoleh = -
    rho = 1 -           ∑X²       =
                   PAI”
        JURUSANN ( N² - 1)         N
                                   3,41                     N
                        θ =                               =0,21
                                   √
       APABILA KOMPONEN ATAS, N = 6, D² = 18, KE DLM RUMUS DI ATAS AKAN
     APABILA KOMPONEN DITSB DIMASUKKAN MAKA AKAN DIPEROLEH BESARNYA
                                            75
                 SEBESAR rho = 0,49.0,88. KORELASI INI MENUNJUKKANhanya dgn df=1,
                                        TKT TKT
     rho, YAITU squre r, SEBESAR r = hasil koefisien phi (rθ) juga akanINI MENUNJUKKAN DAN
     Apabila Chi
       DIPEROLEH signifikan, maka                        KORELASI signifikan. RENDAH,
     BUKAN HUBUNGAN SEBAB AKIBAT [CAUSAL EFFECT] signifikan
     maka x²=3,41 tempaknya tdk signifikan, sehingga rθ=0,21 juga tdk.
       TINGGI, SEKALIPUN BUKAN HUBUNGAN SEBAB AKIBAT [CAUSAL EFFECT]
15/03/2013                             Slamet Mujiono.M.Hum                             2
 CONTOH :
                        MEMILIH INTERAKTIF
 POPULARITAS : “UTKANALISIS TEMAN-TEMAN KELOMPOK UTK
 UTK MENELITI “INTRA-GROUP RELATION” - SALING HUBUNGAN
                                   TAK BERSTRUKTUR
                TUGAS POKOK – BENTUKNYA SBG :
    DUA MACAM BEKERJA SAMA” ANALISIS SUATU KELOMPOK
   ANTARA ANGGOTA KELOMPOK.859 DIINFERENSIAL
  PENDIDIKAN AYAH
      MENDALAM TDK-NYA SESEORANG INTERVIEW BEBAS,
                                  DI DLM DLM PERGAULAN–
                                   MIS.
 PERTANYAAN HUBUNGAN SOSIAL – PENDIDIKAN ANAK
 DPT MENDAPATKAN ESTIMATOR [2]HUBUNGAN BERTEMU [3]
    1. MELIHAT : SIAPAKAH DI ANTARA TEMAN -TEMAN YANG ANDA
        HUBUNGAN SOSIALNYA
           [1]     .310            KESIONER, SURVEY
      INTIM TDK-NYA
    2. MENGUJI PILIH SBGATAU MENGADAKAN HUBUNGAN INTIM
PROPOSAL & PROTOKOL DI DLM SESEORANG BERGAUL - MAKIN & LAPORAN
                 LANGSUNG TEMAN KELOMPOK        BEKERJA
   SESEORANG BERTEMU PENGUMPULAN DATA UTK ANALISIS SAMA
                HIPOTESIS
        HUBUNGAN ……………. DINYATAKAN HUBUNGAN SOSIALNYA
 FREKUENSI a. SOSIALNYA, alasan ………….
        HIPOTESIS
    UJI MAKIN BAIK……………. alasan …………. .394
                b.
   SERING TIDAKNYA SESEORANG MENGADAKAN HUBUNGAN      .753
       BEBERAPA PERSYARATANalasan ………….        BERSTRUKTUR
CARA DGN ORANG LAIN     c. ……………. STUDIMIS. SKALA SIKAP LIKERT,PENARIKAN
       
MENGUKUR
 PERTANYAAN PEMILIHAN DIAMBIL SECARA ACAK
             SAMPEL SIAPAKAH DI ANTARAANALISIS
                         HARUS
                      : ORANG           KASUS .440
                                                                            KESIMPULAN
                                                       TEMAM-TEMAN ANDA KASUS
     MAKIN SERING
  PERUMUSAN                                    THURSTONE   MAKIN BAIK DLM  ANTAR
SIKAP
 .516                   STATISTIK PERLU DIHITUNG, 1.115 KELOMPOK
             HARGATERSEBUT ANDA PILIH KASUS DIBANDINGKAN
        BANYAK SEDIKITNYAUmumnya SBG KETUAHUBUNGAN
    MASALAH
     BERGAUL               KASUS
                                              1
                                    TEMAN BERGAUL
             ATAU UJI BEDA, ATAU DIKORELASIKAN ANALISIS PEKERJAAN
                     .279                                                    MODIFIKASI
         SBG KRITERIA MELIHAT BAIK BURUKNYA INDIVIDU DLM
                                         STUDI                   SOSIALNYA
                                               BERSTRUKTURANTAR ANAK TEORI
                                                    ANALISIS       .281
 PERTANYAAN : SIAPAKAN DI ANTARA TEMAN-TEMAN ANDAPARTISIPASI
     INDIVIDU YG
 KERANGKA PENGUJIAN HIPOTESIS, SOSIAL TEST OBYEKTIF SEKARANG
       UTK  MENGADAKAN HUBUNGAN DIBEDAKAN 2                                  YG
                    PROTOKOL           KASUS 2 MIS. KASUS       KASUS
                         TIDAK
                       TIDAK
     MENGISOLASI DIRI, DI [ ANDA SUKA SEBAGAI TEMAN UNTUK
 PIKIR
        HIPOTESIS NOL Ho] umumnya
                   RANCANGAN Pada .224 MENGENAI SIKAP
        
 TEORITIS MAKIN BAIK TEMAN DI DLM PERGAULAN PADA UMUMNYA       DALAM SEGI
                        ITU
     MANA INDIVIDU BEKERJASAMA :
                         LANGSUNG [Ha]
                                  menunjukkan
        HIPOTESIS ALTERNATIF TSB MAKIN BAIK DI DLM
                   PENGUMPUL
            DPTSEKALI DATA ORANG bahwa ANALISIS
                 DINYATAKAN                                 PERGAULANNYA   PENGEMBANG
     KURANG             a. …………alasan …………….
                         AN                                                AN
                                         STUDI PEKERJAAN KURANG BAIK IMPLIKASI
                                                              PERTAMA ANAK   KEBIJAKAN
       DALAMHUBUNGAN SOSIALNYA KASUS 3
     BERGAULUJI HIPOTESIS, ADA DUA MACAM KEKELIRUAN [ERROR]
                        b. …………alasan ……………. 3       KASUS
                                               TAK BERSTRUKTUR
   PEKERJAAN AYAH TIPE 1 :
       1. KEKELIRUAN …………alasan …………….      .818
     PEKERJAAN AYAH     c.                     MIS. MENGGUNAKAN TEST
        MENOLAK HIPOTESIS YANG SEHARUSNYA DITERIMA
                              FREKUENSI
    SEBERAPA JAUH SBG UKURAN UTKITU DAPAT DIPASTIKAN
            DIGUNAKAN                           MELIHAT BAIK TIDAKNYA
                                               PROYEKSI MENGALAMI dlm
                            THE HUBUNGAN SOSIALNYA lebih lanjut –1967]
    PATH MODEL FOR DLM CAUSAL SCHEMAdiolah DIPERGUNAKAN taftar
             didapatkan dgn kuesioner sosiometri [BLAU
    FREKUENSI SBG SUATU UKURAN ATAU KRITERIA & DUNCAN, PENYUSUNAN
 Hasil ygSESEORANG
       2. KEKELIRUAN MENENTUKAN BAIK TDK-NYA SESEORANG
    KESULITAN DLM TIPE 2 :
                                                                               LAPORAN
 tabulasi – dihitung. Hasil tabulasi dibuat hasil sosiometri menjadi sosiogram.
                                                                             PENELITIAN
            SBG DASAR SOSIALNYA.
           HUBUNGAN SOSIOMETRI HAL SEHARUSNYA DITOLAK
    DLMMENERIMA HIPOTESIS YANG YG SULIT DPT DIKETAHUI
 15/03/2013                         Slamet Mujiono.M.Hum                           3
  MEMBUAT SOSIOGRAM DITEMPUH DUA CARA
    SISTEM GRAFIK
    SISTEM MEMUSAT
  DUA LANGKAH INI HARUS MELALUI TABULASI
    INGIN MENYELIDIKI INTERLASI ANGGOTA KELOMPOK KELAS
     TERDIRI DARI 12 ORANG – SIAPA DI ANTARA MEREKA YANG
     DIANGGAP PALING KACAP UNTUK MEMIMPIN KELOMPOK
        HUBUNGAN ANGGOTA KELAS SUDAH SATU SEMESTER SUDAH
             SALING KENAL    MENGENAL KEMAMPUAN DAN      KECAKAPAN
             MASING-MASING
        PERTANYAAN YANG DIAJUKAN MENURUT SDR, SIAPA YANG
         PALING CAKAP UNTUK BERTINDAK SBG PEMIMPIN KELOMPOK
        KELOMPOK YANG DISELIDIKI TERDIRI DARI :     AHMAD, BADRUN,
         CAHYO, DADAN, ELOK, FIFI, GUNTUR, LELA, JER, JAJA, IWAN, DAN
         GUFRAN
        AKAN MEMPEROLEH JAWABAN DARI 12 ORANG TERSEBUT DAN
         DITABULASI DALAM BENTUK S OSIOGRAM SEBAGAI :
15/03/2013                       Slamet Mujiono.M.Hum                   4
             1   2         3                 4   5   ∑

      1      -   √         -                 √   -   2
      2      √   -         √                 -   √   3
      3      -   -         -                 -   -   0
      4      √   √         √                 -   √   4
      5      -   -         -                 √   -   1
      ∑      2   2         2                 2   2   10

   TERPILIH
   KETERANGAN :
    ANGKA PADA TABULASI MERUPAKAN KODE-KODE DARI
     MASING-MASING INDIVIDU
    ∑ = SIGMA – JUMLAH
    HASIL TABULASI –DIGAMBARKAN MENJADI SOSIOGRAM

15/03/2013            Slamet Mujiono.M.Hum                5
                                          Badrun
             8
             7            Ahmad
             6
             5
                  Dadan                             Cahyo       Fifi
                               Elok
             4
             3     Jeri                               Lela      Guntur

             2
             1
                 Gufran                        Iwan          Jaja
         0
         KETERANGAN:
          GARIS TEGAK LURUS BERANGKA 0 – 8 – SKALA PENGUKURAN
            POPULARITAS
          TIAP “KOTAK” PADA SOSIOGRAM – KEDUDUKAN
          AHMAD DIPILIH 8 ORANG – MENDUDUKI TEMPAT SETINGGI
            ANGKA 8. BADRUN DIPILIH 7 ORANG, MENDUDUKI TEMPAT
            SETINGGI ANGKA 7, DST-NYA
15/03/2013                   Slamet Mujiono.M.Hum                        6
SOSIOGRAM SISTEM MEMUSAT
  DLM SOSIOGRAM ARAH PEMILIHAN
   PENOLAKAN BIASANYA DIGAMBAR                   1
   KAN BERBEDA SATU DGN YG              5
                                                     4
    LAINNYA                                              4
  STATUS SEKS DIBEDAKAN                        3    2
                                  3               2
   SATU DGN LAINNYA                                1
    ARAH PEMILIHAN [POSETIF]                        0-
      DIGAMBARKAN DGN ANAK PANAH – GARIS PENUH
   ARAH PENOLAKAN [NEGATIF]-GARIS YANG TERPUTUS-PUTUS
   SELEKSI LAKI-LAKI             WANITA
   CONTOH
     A        B    ARAH PANAH PEMILIHAN A ke B
     A        B    SALING PILIH MEMILIH
     A        B    A MENOLAK B
     A        B    SALING TOLAK MENOLAK
                  A MENOLAK B, TETAPI B MEMILIH A
     A        B
                  TABULASI PEMILIH
15/03/2013                Slamet Mujiono.M.Hum               7
             1. SIFAT PENELITIAN – “DESKRIFTIF”
             2. SASARAN PENELITIAN BERLAKU SEBAGAI SUBYEK
                PENELITIAN- BUKAN OBYEK PENELITIAN
              DESAIN UNTUK MEMBUAT ESTIMASI
                 FOKUS UTAMA dan pemikiran].
             3. [penilaian,pendapat,PENELITIAN - PADA PROSES DAN
                 INTERAKSI SUBYEK, SERTA PERILAKU YG
                DESAIN UTK MEMBUAT ESTIMASI BEBERAPA GEJALA
                 DITAMPILKANNYA
                DLM KONTEKS DATA. DESAIN INI      DIGUNAKAN JIKA
                ANALISIS KONTE MERUPAKAN SATU-SATUNYA TEKNIK
                SISI DIGUNAKAN.
             4. YANG KEBENARAN LEBIH PADA SISI INFORMAN,
               KEBENARAN EMIK
                PENELITI DAPAT MEMBEDAKAN APAKAH PENELITI
                 TIDAK BERMAKSUD UNTUK
             5. MEMPERKIRAKAN PARAMETER MELAKUKANATAU
                                                  TUNGGAL
                 GENERALISASI BEBERAPA
                MEMPERKIRAKAN ATAS KASUS YG DITELITIYAKNI
                                               PARAMETER,
                PENEMUAN - PENEMUAN EMPERIS DITAFSIRKAN SBG
                 BERSIFAT HOLISTIK MELIPUTI SELURUH SISI
             6. INDIKASI DARI KONTEKS DATA YG DITELITI.
               KEHIDUPAN SUBYEK YG DITELITI
             7. MEMILIKI SIFAT LENTUR
15/03/2013                       Slamet Mujiono.M.Hum              8
 KEDUA SITUASI TESB DILUKISKAN SEBG:
 1. MENGUJI PENGGANTIAN SATU TEKNIK DGN TEKNIK ANALISIS
 2. DESAIN MEMBUAT ESTIMASI
 3. DESAIN UNTUK MENGUJI HIPOTESIS
     a. PARAPEMER TUNGGAL [KRIPPENDORFF,1980:51]
     KONTEN
    DIGUNAKAN UTK MEMBANDINGKAN HASIL-HASIL ANALISIS KONTEN
     DUA ATAU LEBIH TEKNIK DITERAPKAN PADA DATA YG SAMA,
                  parameter kemungkinan
    THD DATA YG DIPEROLEH SECARA BEBAS, DAN TENTANG GEJALA-
  CONTOH
       UTK MENGUJI APAKAH KEDUA TEKNIK TSB MENGHASILKAN
      “ESTIMASI” PARAMETER T UNGGAL DUGAAN LAIN.
       PENEMUAN YANG SEBANDING, ATAU JIKA YG TENTANG     Hasil penelitian
      GEJALA YG TDK DPT DITAFSIRKAN DGN TEKNIKLEBIH DARI DUA
         Hubungan
                                        hubungan
      TINGKAT KERISAUAN INFORMASI SELAMA DIWAWANCARAI,
       METODE YG DIGUNAKAN, MANA METODE YANG LEBIH BAIK
         yg tetap
      PENILAI SIKAP PEMBICARAAN, UPAYA MENAKSIR SUASANA    Menguji
        Fenomena                  kemungkinan
                                  kemungkinan              Analisis konten
                                                          Pengujian
         FENOMENA                       Yg diketahui
      GOTONG - ROYONG DGN MEMANG PEMANCAR RADIO            hipotesis
        Hubungan yg     <data>       indikasi
      KHUSUS KEARAH KELOMPOK PENDUDUK YG DITELITI ATAU    hubungan
        Dihipotesiskan               indikasi
      MEMPERKIRAKAN TINGKAT PERHATIAN UMUM TERHADAP
      b. ENFERENSI HUBUNGAN [KRIPPENDORFF,1980:51   Analisis
      PERMASALAHAN SOSIAL.                          Konten I
               Hubungan-
          <data>                      kemungkinan yg
                                            Metode
        Data Hubungan                         berbeda Hasil penelitian
      “INFERENSI” HUBUNGAN KORELASI ANTARA CIRI-CIRI
                lain                     indikasi TV YG MERUPAKAN
               Tak tetap
      KEPRIBADIAN PARA PEMERAN ACARA       Analisis
                                           Konten II
      IDOLA DAN STUDI TENTANG KESALAHAN PENEMPATAN          Content
          <DATA>                 Hubungan-hubungan
      BIDANG STUDI YANG TERUS-MENERUS TERJADI DI DALAM      analysis
      KURIKULUM
       Hubungan-
        Desain analisis konten utk menguji hipotesis [Krippendorff, konten
        Analisis konten utk membandingkan metode-metode yg Analisis 1980: 54]
                                                           berbeda
       Hubungan
         [Krippendorff, 1980: 54]
        tetap
                                       Yg diketahui
                       <data>
15/03/2013                          Slamet Mujiono.M.Hum                    9
    GAMBARAN TTG TERPADUNYA KOMPONEN-KOMPONEN TSB
      PROSEDUR ANALISIS KONTEN
    MENJADI DESAIN PENELITIAN ANALISIS KONTEN
      ANALISIS KONTEN SECARA RINCI TERDIRI
      DARI LANGKAH - LANGKAH :                Teori dan
                                     Pengetahuan
                                     Tentang hubu
      1. PENGADAAN DATA              ngan tetap
          A. PENENTUAN SATUAN [UNIT] data-makna
                       Petunjuk
 Pola pem- Rencana                   [konten]
                       Petunjuk
          B. PENENTUAN SAMPEL
 buatan      Penentu-
                       Pereka-
             PEREKAMAN/PENCATATAN
 unit-unitC. an sampel                  konstrak analisis
                       man
                                        analitis
     2. PENGURANGAN [REDUKSI] DATA
     3. INFERENSI [penafsiran] Pengura- Infe
 Observasi Pembua- Penentu- Pereka-                        validasi
     4. ANALISIS an sampel man
 observasi tan unit                 ngan datai rensi

             Bukti langsung tentang fenomena yg diteliti
15/03/2013                     Slamet Mujiono.M.Hum                   10
     PENDEKATAN LEBIH
      PERHATIANPENELITIAN KUANTITATIF
                             BANYAK DITUJUKAN PADA
       PEMBENTUKAN TEORI SUBSTANTIF BERDASARKAN
      LEBIH BANYAK MENGGUNAKAN “LOGIKA HIPOTESIS”
       DARI KONSEP- KONSEP YG TIMBUL DARI DATA EMPIRIS
      DIMULAI DGN “BERPIKIR DEDUKTIF” UTK MERUMUSKAN
        HIPOTESIS
      PENELITI MERASA “TDK TAHU MENGENAL APA YG TDK
      MELAKUKAN PENGUJIAN DI LAPANGAN
       DIKETAHUINYA
      KESIMPULAN ATAU HIPOTESIS – DITARIK BERDASARKAN
        DATA EMPIRIS
      DESAIN PENELITIAN YANG DIKEMBANGKAN SELALU
      LEBIH    MENEKANKAN PADA INDEKS - INDEKA DAN
       MERUPAKAN KEMUNGKINAN YANG TERBUKA AKAN
        PENGUKURAN EMPIRIS
       BERBAGAI PERUBAHAN
      PENELITIAN KUANTITATIF MERASA “MENGETAHUI APA
        YG TDK DIKETAHUI” – DESAIN YG DIKEMBANGKAN SELALU
      LENTUR TERHADAP KONDISI YANG ADA DI LAPANGAN
        MERUPAKAN RENCANA KEGIATAN YANG          BERSIFAT
       PENGAMATANNYA
        APRIORI DAN DEFINITIF


15/03/2013                Slamet Mujiono.M.Hum              11
      o DIPEROLEH DATA BERUPA KATA ATAU TINDAKAN - DIGUNAKAN
        UNTUK MENGHASILKAN BANYAKNYA TIMBUL DARI HIPOTESIS-
       UNTUK MENANGGULANGITEORI YANG INFORMASI YG HILANG
        HIPOTESIS
        SEPERTI DIALAMI OLEH PENELITIAN KUANTITATFI, SEHINGGA
        INTISARI KUALITATIF BERSIFAT “GENERATING THEORY” BUKAN
      o PENELITIAN KONSEP PENELITIAN YG MENGHASILKAN “DATA
            PROSEDUR YANG ADA DLM DATA DAPAT DIUNGKAP
       “HYPOTHESIS-TESTING” – TEORI TERTULIS ATAU BERUPADATA
          DESKRIPTIF” BERUPA KECENDERUNGAN MENGGALI TEORI
        UNTUK MENANGGULANGI KATA YG DIHASILKAN LISAN DARI
        SUBSTANTIF TUJUAN MEMBUKTIKAN KEBENARAN HIPOTESIS
        ORANG-ORANG DAN PERILAKU YG DAPAT DIAMATI [Bogdan
        EMPERIS DGN
       o ANALISIS ISI – ADANYA HIPOTESISTylorDISUSUN SEBELUMNYA,
         AKIBAT DARI LEBIH PENTING DARI PADA SIMBOL ATAU ATRIBUT
                                    dan YG dalam Moleong, 1990:3]
        BERDASARKAN BERPIKIR DEDUKTIF DLM PENELITIAN
        SEPERTI PENELITIAN KUANTITATIF
        KUANTITATIF
      o MEMERLUKAN KETAJAMAN ANALISIS, OBKEJTIVITAS, SISTEMATIK,
            KIRK dan MILLER, PENELITIAN KUALITATIF – TRADISI
       DAN SISTEMIK – DIPEROLEH “KETEPATAN” DLM INTERPRETASI
        UNTUK MENANGGULANGI KECENDERUNGAN PEMBATASAN
         TERTENTU DLM ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PENELITIAN
        VARIABEL YANG SEBELUMNYA, SEPERTI DALAMYG SECARA
      o HAKEKAT DARI SUATU FENOMENA ATAU GEJALA BAGI “PENGANUT
           FUNDAMENTAL BERGANTUNG PADA DAN VARIABEL DLM
        KUANTITATIF, PADAHAL PERMASALAHAN PENGAMATAN THD
        PENELITIAN KUALITATIF” ADALAH TOTALITAS ATAU GESTALT
       MANUSIA DLM KAWASANNYA SENDIRI DAN BERHUBUNGAN
        MASALAH SOSIAL SANGAT KOMPLEKS
      o PENGGUNAAN DAN PENAFSIRAN MAKNA YG TERKANDUNG DI DLM
              DGN ORANG-ORANG TSB DLM BAHASANYA KASAR
       UNTUK MENANGGULANGI ADANYA INDEKS-INDEKSdan DLM
        FENOMENA TEMUAN SANGAT DIPERLUKAN [Moleong, 1990:3]
                                PERISTIWANYA
        SEPERTI DLM PENELITIAN KUANTITATIF YANG MENGGUNAKAN
         PENGUKURAN DIGUNAKAN – LEBIH BERSIFAT “DESKRIPTIF-
       o ANALISIS YANGENUMIRASI [PERHITUNGAN] EM[PIRIS, PADAHAL
         ANALITIK” – INTERPRETASI THD ISI DIBUAT DAN DISUSUN SECARA
         INTI SEBENARNYA BERADA PADA KONSEP-KONSEP YG TIMBUL
             DARI DATA
             SISTEMIK/MENYELUURUH DAN SISTEMATIS
15/03/2013                      Slamet Mujiono.M.Hum             12
               APAKAH DUA METODE TERSEBUT DAPAT
              LINGKUNGAN ALAMIAH [NATURALISTIK] SEBAGAI
                 DIGUNAKAN BERSAMA
               SUMBER DATA LANGSUNG DLM SATU PENELITIAN?
              MANUSIA HASIL PENELITIAN KUALITATIF DAPAT
               APAKAH MERUPAKAN ALAT [INSTRUMEN] UTAMA
                PENGUMPULAN DATA
                 DIGENERALISASI?
              ANALISIS DATA DILAKUKAN SECARA INDUKTIF
              PENELITIANSUBJEKTIFITAS PENELITIAN TIDAK
               APAKAH BERSIFAT DESKRIPTIF ANALITIK
              TEKANAN PENELITIAN BERADA PADA PROSES
                 MEMPENGARUHI PENAFSIRAN DATA?
              PEMBATASAN PENELITIAN BERDASARKAN FOKUS
               APAKAH KEHADIRAN PENELITIAN DI DAERAH
              PERENCANAAN BERSIFAT LENTUR DAN TERBUKA
              HASIL PENELITIAN MERUPAKAN KESEPAKATAN BERSAMA
                 PENELITIAN TIDAK MEMPENGARUHI SUBJEK YG
              PEMBENTUKAN TEORI BERASAL DARI DASAR
                 DITELITI?
              PENDEKATAN PENELITIAN MENGGUNAKAN METODE
               KUALITATIF
                 APAKAH KALAU DUA PENELITI MELAKUKAN
                 PENELITIAN PADA MASALAH BERSIFAT PURPOSIVE
              TEKNIK SAMPLING CENDERUNGYANG SAMA AKAN
                 KELUAR DENGAN HASIL YANG [HOLISTIK]
              PENELITIAN BERSIFAT MENYELURUH SAMA PULA?
              MAKNA SEBAGAI PERHATIAN UTAMA PENELITIAN


15/03/2013                    Slamet Mujiono.M.Hum              13
REICHARD dan COCK [1979] : MEMBERIKAN GAMBARAN SKEMATIK TENTANG
                                    PARADIGMA KUANTITATIF
 PARADIGMA KUALITATIF KUALITATIF dan KUANTITATIF :
PERBEDAAN ANTARA PARADIGMA
       PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIS dan KUANTITATIF
       PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIS dan KUANTITATIF
          PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIS dan KUANTITATIF
      PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATISdan KUANTITATIF
        PERBEDAAN PENELITIANKUALITATIS dan KUANTITATIF
           PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIS dan KUANTITATIF
      PARADIGMA KUALILATIF KUALITATIS danKUANTITATIF  PARADIGMA KUANTITATIF
              PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIS dan KUANTITATIF
   PENELITIAN KUALITATIF                              8. DITUJUKAN PADA PENGU-JIAN
             PERBEDAAN PENELITIAN PENELITIAN KUANTITATIF
PENELITIAN KUALITATIF
  8. DITUJUKAN PADA PENE-MUAN PENELITIAN KUANTITATIF
  PENELITIAN KUALITATIF
 PENELITIAN KUALITATIF
  1. MENGANJURKAN PEMAKAIAN PENELITIAN KUANTITATIF
  PENELITIANKUALITATIF KUALITATIF
                                                   PENELITIAN KUANTITATIF
                                                      PENELITIAN KUANTITATIF
                                                                  [DISCOVERY-ORIENTED]
                                                      1. MENGANJURKAN PEMAKAIAN
PENELITIAN KUALITATIF
PENELITIAN       [DISCOVERY ORIENTED] PENELITIAN KUANTITATIF
 PENELITIANMENEKANKAN PADA  PENELITIANKUANTITATIF
                9.                                PENELITIANUSULAN
                     METODE KUALITATIF PENULISAN METODE KUANTITATIF
     TUJUAN KUALITATIF
  PENULISAN USULAN                                   TUJUAN
                                                                      KUANTITATIF
  SPEKULATIFDATA PERLUASAN   SAMPEL TEORI PADA “LOGIKA
    SAMPEL
      SINGKAT BERDASARKAN PADA
          MENGEMBANGKAN
      ANALISIS
             2.                                       ANALISIS MENEKANKAN PADA
                                                      LUAS
                                                          MENGUJI DATAFOKUS
                                                    2. BERDASARKAN9.
  HUBUNGAN DGN SUBYEK
  
       ·  KECIL, DESKRIPTIF DAN
    UNGKAPAN SEDIKIT YG DAN UNGKAPAN KHUSUS DLM   RINCI, KHUSUS DLM SUBYEK
                                                          DEDUKTIF
                                                        HUBUNGAN DGN PENEGASAN
                                                          · LUAS
                “FENOMENOLOGIS”
         TERUS BERLANGSUNG
   KONSEP-KONSEP KUNCI
            KONSEP-KONSEP
      MENYARANKAN LUAS LAPANGAN                         MENGUKUHKAN FAKTA-
                                                  RINCI DAN
                                                  KONSEP-KONSEP PADA SAAT   POSITIVISME”
                                                                           KUNCI
        TAK TERWAKILI
     10.EMPATI
            BERSIFAT
       PERTANYAAN VERSTEHEN
      · MODEL-MODEL, TEMA, KONSEP  PERTANYAAN TEORI
                              TEORI
     YG MUNG- KIN RELEVANINDUKTIF                        TERJADINYA
                                                         ·TERBATAS
                                                            BERTAHAP
                                                       PROSEDUR
            SENSITIF                                      FAKTA
  SERING DITULIS SESUDAH DATA                           PENGUMPULAN DAN YG
       [NON REPRESENTATIVE]  EKSPERIMENTALDATADEDUKTIF-
     ETNOGRAFI PADA
           MAKNA
         PENEKANANTERTUJU PADA  3.WAKTU YG PENDEK SEBAB
             INTERAKSI SIMBOLIS
      · INDUKTIF                                         10.KELOMPOK-KELOMPOK
                                                            MENCARI FAKTA DATA
                                                      MELALUIINFERENSIAL,
                                                          FUNGSIONALISME
                                                                  TINJAUAN PUSTAKA
    3. TERBATAS
           PERHATIAN
            MENGGAMBARKAN KE-YG
   · METODEBERORIENTASI PADA
              11. KANCAH SAMPEL                         · KONTROL
                                                          DISKRIPSI SECARA
                                                   SUBSTANSTIF TERPISAH
     STUDI PERBANDINGAN
            PENENTUAN
     TERKUMPUL
             ETNOMETODOLOGI
         KEPERCAYAAN                                  VERBAL
         PEMAHAMAN TINGKAH LAKU  PENULISAN SEBELUM DATA  TINGGAL STATISTIK
                                                            SECARA
                                                        STRUKTURAL
                                                   KERAS DARI GEJALA SOSIAL DGNHIPOTETIK
   AJEG/TEPAT TEORITIS
            NYATAAN
            LUAS DLM BERGANDA
     TDKSECARA TINJAUANPROSES
           PEMAHAMAN BERDA                                KETEPATAN
                                                          STATISTIK MENUN-JUKKAN
 •  DATA LUNAK MENDA-LAM,  11.BERJARAK POSITIVISME
 12.         FENOMENOLOGI
     BERTINDAKAKAL KE-   DLM
         DATA BERSIFAT KRITIS
     PUSTAKA MANUSIA DARI SUDUT
                   YG SUBSTANTIF
            TEORI LAPANGAN
           SARKANUMUM DARI
                                                      OPERASIONAL
                                                       REALISME, ACAKKEADAAN
                                                   PERSPEKTIF DARI LUAR HASIL
                                                              BERORIENTASI PADA
                                                        MENGESAMPINGKAN DI
                                                      TERKUMPULKAN
                                                          HUBUNGAN-HUBUNGAN
                                                            PEMILIHAN
 PERNYATAANDLM MENG-GUNAKAN  MASALAH DLM MENGGU
    INTERKASI SIMBOLIS
     DUDUKAN SEDERAJATNYATA  EMPERIS VARIABEL LAKU
      MASALAH
             KEBUDAYAAN
          PEMBATASAN SITUASI
            MENGEMBANGKAN       SEJARAH               RELIABILITAS DAPAT DIULANG
                                                        MERUPAKAN HUBUNGAN
                                                          ANTARA DATA
                                                                12.
                                                      PERTANYAAN HIPOTESIS INDIVIDU
                                                       ALIRAN TINGKAH THD
    PENDEKATAN          KAYA, DAN                          PENGENDALIAN
                                                      HIPOTESIS
    PENDEKATAN DAPAT DALAM  4.LOGIKAPENDEKATAN DGN
      MEMERLUKAN          DARI DLM
        PERSPEKTIF MEN-BERSIFAT
          4.13. TIDAK SEHARI-HAR
                PENGAMATAN DIGENE-                     NAKAN
                                                         13. DAPAT DIGENERALISASI S
                                                      HIPOTESIS DGN PENELITI
                                                           PERAMALAN
                                                   STATISTIK EMPIRISME
                                                            PENGAMATAN DITANDAI
   · KONTAK YG WAKTU YG LAMA, 14.· SUBJEKATAS BANYAK KASUS
            PEMAHAMAN
               IDEALISME
           KEHIDUPAN                                        VARIABEL LUAR
                                                              STUDI
  DATA
     SUBJEK SBG KAWAN
    NATURALISTIK RALISASIKAN
             ALAMIAH [NATURALISTIK],
           PEMAHAMAN                                TEORI SISTEM VARIABEL-
                                                             PENGENDALIAN
                                                      VALIDITAS         PENGUKURAN YG
         SULIT MEREDUKSI DATA                     PERENCANAAN DIKENDALIKAN
     TEKNIK ATAU TAK DILAKUKAN MAKNA SECARAMETODE
          DESKRIPTIF DIKENDALI-
     ETNOMETODOLOGIS KAN
                                                       15. VARIABEL LAIN
                                                   DATAMENGASUMSIKAN ADANYA
           DAN TIDAK
         PERENCANAAN
   · PROSEDURTERHADAP KASUS
    14. PROSES YG METODE
              STUDI
       DOKUMEN-DOKUMEN                                  ·TEKNIK ATAU STATISTIK
                                                        REALITAS YG BERSIFAT STABIL
                                                             REFLEKSI
                                                            KUANTITATIF
          5. BERSIFAT “SUBYEKTIF”
     PRIBADI YG DINEGOSASI
            BERJALAN
   · DESKRIPTIF LAMBAT, LU-
         SULIT UTK MEMPELAJARI
            OBSERVASI
           ATURAN               TUNGGAL              STRUKTUR, DITENTU-KAN
                                                                 5. BERSIFAT
                                                             KETERDESAKAN “OBYEKTIF”
                                                          PENCATATAN YG
                                                         · EKSPERIMEN DPT
  PIRANTIMENGASUMSI ADANYA 16. DGN KETAT FORMAL,
       15.
        CTATAN-CATATAN TUJUAN
            WES, DAN BERTOLAK DARI
                     6. YG
         POPULASISEMUA
                    UMUM LUAS
           PERTAUTAN ILMU
     UNTUK KEANEKAAN
    FENOMENOLOGIS
            KAJIAN        ALAT                      PIRANTI DANPARTIKULARISTIK
                                                             BERSIFAT
                                                             VALIDITAS ALAT
                                                          HITUNGAN-HITUNGAN,
                                                      PERTAUTAN ILMU
                                                            DIKUANTITATIFKAN
                                                         · OBSERVASI
                                                        KHUSUS
      PITA SOSIOLOGI
                   PERSFEKTIFBERSIFAT
             REKAMAN
          PRAKTIS
          LAPANGAN BERUBAH,
            MUNCUL
    DOKUMENTAR YG KARYA
            DOKUMEN DAN
                  REALITAS       “DALAM”               PSIKOLOGI
                                                               6. BERTOLAK
                                                            TERSTRUKTURDARI SUSUD
                                                          DAFTAR-DAFTAR
                                                      LATAS PANDANG DARI
                                                            UKURAN-UKURAN
          HASIL-HASIL FOTO
  ORANG SBG PENELITI YG
         LATAS
             ANTROPOLOGI
            INDIVIDU YG  ATAU SUBYEK
            MANUSIA DIMILIKI OLEH
            BERKEMBANG SAM-BIL
     SEJARAH KEHIDUPAN
           BENTUK SOSIAL DINAMIK                       MERUPAKAN REN-CANA LUAR
                                                         LABORATORIUM DATA
                                                          ANGKET YG
                                                            SATUAN-SATUAN
                                                          SOSIOLOGI
     KATA-KATA                                            VARIABEL
         MASY.SETEMPAT CARA
           ALAM BERSIFAT HOLISTIK
             WAWANCARA
             SEJARAH RESMI
            BERJALAN
                16.               DITELITI                 7. PENELITIAN BERSIFAT TDK
                                                        EKONOMI
                                                       KERJA SAMPAI[UNGROUN DED]
                                                            DIOPERASIONALKAN
                                                          INDEKS[REICHARD KECIL-
     STUDI PENELITIAN BERSIFAT
             7.    KASUS
          CATATAN-CATATAN                                   STATISTIK
                                                            MENDASAR
                                                                          DAN COOK, 1979]
            TERBUKA
  KRITERIA KUALITAS                                  KECILNYA KUALITAS
                                                       ILMU POLITIK
                                                           KRIETRIA
                                                          SKOR PENGUJIAN
     EKOLOGI LAINNYA
                 HASIL
          DANMENDASAR[GROUNDED]
         
15/03/2013 RELEVANSI                  Slamet Mujiono.M.Hum  KAKU                       14
TAHAPAN          1. PENGUMPULAN DATA
PENELITIAN       2. METODOLOGI
KUALITATIF       3. ANALISIS DATA
      BEBERAPA MODEL YANG DIGUNAKAN
                    [Miles dan Huberman, 1984]

              TAHAP PENDAHULUAN –
    FENOMENOLOGI FOKUSAKTIVITAS ANTARA LAIN
 PENELITI      MENETAPKAN                 PENELITIAN YG HENDAK
    ETNOMETODOLOGI
 KUALITATIF      DIKAJI
 HARUS         PERUMUSAN TUJUAN YG INGIN DICAPAI
    INTERAKSI SIMBOLIK TERKAIT DGN FOKUS
 MENEMPUH      MENYUSUN KONSEP
    GROUNDED RESEARCH
                 PENELITIAN
    STUDI KASUS
              TAHAP UTAMA – DILAKUKAN DENGAN :
               PENGUMPULAN DATA
      [Candy, 1989: Huberman dan [dikenal istilah human
                                             Miler, 1984;
                 instrument – peneliti sendiri bertindak selaku
      Denzin dan Lincoln, 1994]
                  instrumen penelitian]
                  ANALISIS DATA
                  PENENTUAN MODEL METODE YG INGINDIGUNAKAN

15/03/2013                   Slamet Mujiono.M.Hum                 15
       BUKAN HANYA SEJEDAR TERKAIT DGN KATA-KATA
       SEGALA SESUATU YG DIPEROLEH DARI YANG
       ETHNOGRAFI
           DILIHAT
       ·OBSERVASI PARTISIPATIF
        ·  DIDENGAR
       ·WAWANCARA, dan
           DIAMATI
       ·SEJARAH LISAN [Walker, 1985]
           DIRASAKAN DAN
        ·  DIPIKIRKAN [Bogdan 1982]
       OBSERVASI PARTISIPATIF :
               
       DATA BERUPAPeneliti melibatkan diri dalam kegiatan
        ·           LAPORAN SBG HASIL AMATAN
           CATATANmasyarakat yang ditelitinya
        ·       Tidak mengganggu aktivitas keseharian
           DESKRIPSI WAWANCARA
        ·  CATATAN HARIAN/PRIBADI
        ·
                   masyarakat yang ditelit
           FOTO PENGALAMAN PRIBADI
        ·      
           JURNAL Tanpa mengakibatkan perubahan pada
        ·          kegiatan
           CERITA SEJARAH atau aktivitas       masyarakat
        ·  RIWAYAT[Bachtiar, 1986]
                   HIDUP
        ·       Harapan : dapat menemukan “makna”
           SURAT-SURAT
        ·  AGENDA dibalik fenomena yang disaksikan–pada
        ·          SESEORANG
           ATRIBUT perilaku, ucapan, ataupun simbol-simbol
        ·  SIMBOL-SIMBOL YG MELEKAT DAN DIMILIKI
                   yang ada di masyarakat
             ·   DAN LAIN-LAIN, SBG HASIL AMATAN, DAN PENDENGARAN
15/03/2013                        Slamet Mujiono.M.Hum              16
   MENGGUNAKAN TEKNIK WAWANCARA MENDALAM TERHADAP
   INFORMAN [Spradley, 1980].

                                Apa yang terjadi, apa yg dikatakan dan
     1. APA
                                dilakukan, apakah hal itu merupakan
                                peristiwa rutin, apa makna itu bagi si
                                pelaku]

     2. SIAPA                   Siapa yang terlibat, ciri-ciri sosial pelaku,
                                peran yang dimainkan, bagaimana
                                seseorang sampai terlibat,            dasar
                                penerimaan kelompok,siapa pemimpinnya

                                Kapan kajian berlangsung, hubungan
      3. KAPAN
                                kajian satu dengan kejadian lain,apa yang
                                menyebabkan hal itu muncul

15/03/2013                       Slamet Mujiono.M.Hum                           17
  TEKNIK WAWANCARA MENDALAM PERTANYAAN MELIPUTI
                       Di mana itu terjadi, dalam s etting
     4. DI MANA        sosial, budaya, ekonomi, politik yg
                       bagaimana, mungkin terjadi di tempat lain


    5. MENGAPA         Mengapa terjadi, apa faktor penyebab nya

                        Bagaimana kejadian itu berlangsung dan
    6. BAGAIMANA
                        bagaimana kejadian itu dihubung kan dgn
                        kejadian lain
                        Pertanyaan-pertanyaan bersifat fleksibel dan
    7. PERTANYAAN       dapat dikembangkan sesuai dgn kebutuhan
       ALAT BANTU       peneliti. Alat bantu yg dpt digunakan tape
                        recorder, kamera, serta catatan lapangan utk
                        mendokumentasikan data yang diperoleh

15/03/2013            Slamet Mujiono.M.Hum                        18
     SKEMA PROSES KEGIATAN OBSERVASI, WAWANCARA,
            DAN ANALISIS DATA DIGAMBAR, SBG

 OBSERVASI                  DESKRIPTIF
                                               TERFOKUS
                                 SAAT ITU JUGA                   SELEKTIF
    PADA SAAT DI                  DILAKUKAN             WAWANCARA
 WAWANCARA
      LAKUKAN                                                    KONTRAS
                                                         TAHAP TSB
                                               STRUKTURAL
     OBSERVASI DESKRIPTIF
 ANALISIS                   DOMAIN             TAKSONOMIK   KOMPONENSIAL
                                    HASIL
  Spradley, 1997 [adopsi]         OBSERVASI
                                 WAWANCARA
   DARI MODEL SPRADLEY, FOKUS PENGAMATAN SILAKUKAN
               DIANALISIS UNTUK SELANJUTNYA
   TERHADAP TIGA KOMPONEN UTAMA:
              HASIL ANALISIS ITU DIGUNAKAN UTK
   1. RUANG [ TEMPAT]
                MENGADAKAN OBSERVASI DAN
   2. AKTOR [PELAKU, dan PADA TAHAP
                  WAWANCARA
                         BERIKUTNYA
   3. AKTIVITAS [KEGIATAN]
15/03/2013                        Slamet Mujiono.M.Hum                     19
TAHAPAN      Setelah dilakukan pengamatan dan wawancara deskriptif,
PERTAMA      kemudian dilanjutkan dgn kegiatan analisis domain untuk
             mengetahui dominasi yang tercakup dlm perilaku informan. Dari
             hasil analisis ini dilanjutkan dengan pengamatan terfokus dan
             wawancara structural dari domain tertentu


TAHAP        Dilakukan analisis taksonomi. Tahap ini dilakukan setelah
KEDUA        pengamatan terfokus dan wawancara structural. Hal ini
             dilakukan utk mendalami focus tertentu dari domain yang
             ditentukan tentang perilaku yg dilakukan informan berkaitan
             dgn tema penelitian yang diteliti.

 TAHAP       Dilakukan analisis       komponensial,   yakni dengan
 KETIGA      mengkontraskan antara elemen dalam domain yang diper oleh
             dari hasil pengamatan terseleksi dan wawancara kontras.
             Selanjutnya dari hasil analisis komponensial ini dapat
             ditemukan suatu tema yang merupakan deskripsi dari
             seluruh data yang diperoleh dan pada akhirnya akan
             menjawab penelitian ini.
15/03/2013                Slamet Mujiono.M.Hum                        20
PADA BAGIAN KEDUA             ANALISIS SEMIOTIK
DILAKUKAKAN ANALISIS          ANALISIS NARATIF, dan
DENZIN & LINCOLDN
                              ANALISIS ISI [CONTENT ANALYSIS]
[1994] MENAWARKAN
MODEL ANALISIS :

                              ANALISIS DOMAIAN
SPRADLEY [1980]
MENGAJUKAN                    ANALISIS TAKSONOMI, dan
MODEL ANALISIS :              ANALISIS KOMPONENSIAL
                               ANALISIS INI DILAKUKAN
                               BERSAMA DGN PENGUMPULAN
                               DATA
MODEL     LAIN YANG
DIGUNAKAN      YANG              REDUKSI DATA
DIAJUKAN MILES DAN
HUBERMAN–MENGGUNA
                                 PENYAJIAN DATA, dan
KAN MODEL ANALISIS               PENARIKAN
INTERAKTIF, TERDIRI               KESIMPULAN/VERIFIKASI
3 HAL UTAMA :
15/03/2013             Slamet Mujiono.M.Hum                  21
                                                        1



                                       2
                                                                 3


  [Miles dan Huberman, 1992]

Sebelum diajukan kesimpulan, peneliti harus:
 Melakukan validitas atas seluruh hasil temuan
 Pembuktian validitas data ditentukan oleh kredibilitas temuan dan
  interpretasinya – temuan dan penafsiran yang dilakukan sesuai dgn
  kondisi yg senyata dan disetujui oleh subyek peneliti [Moleong, 1994]
 Wiseman,[1993], menyarankan “triangulasi”, cek thd keterwakilan
  data, cek thd pengaruh peneliti selama pengumpulan data, membuat
  perbadingan, atau umpan balik yg berasal dari peneliti
15/03/2013                       Slamet Mujiono.M.Hum                     22
KEMUNGKINAN PENGGUNAAN DUA PENDEKATAN DALAM
PENELITIAN
 ANTARA KEDUA METODE TSB TDK DAPAT DINYATAKAN MANA YANG
  LEBIH UNGGUL ATAS LAINNYA
 INTINYA BEBERAPA SISI LEMAH DARI PENELITIAN KUALITATIF DAPAT
  DITUTUPI DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF, BEGITU JUGA
  SEBALIKNYA
 BRANNER [1997]    MENGUNGKAPKAN –     SECARA TRADISONAL
  TERDAPAT JURANG ANTARA PENELITIAN KUALITATIF          DAN
  KUANTITATIF. MASING - MASING MEMILIKI PARADIGMA
  SENDIRI-SENDIRI, TETAPI SEBENARNYA KEDUANYA MEMILIKI UNSUR
  YG SAMA
 TERBUKA UNTUK MENGGABUNGKAN KEDUA METODE TSB
 ADA 3 CARA UTK MENGGABUNGKAN :
                PENDEKATAN KUALITATIF SEBAGAI FASILITATOR PENDEKATAN KUANTITATIF
                PENDEKATAN KUANTITATIF SEBAGAI FASILITATOR PENDEKATAN KUALITATIF,
                PENDEKATAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF DILAKUKAN SECARA SEIMBANG
                PENELITI MENGGUNAKAN KEDUA PENDEKATAN TSB SECARA BERSAMA DAN
                 SEDERAJAT.    UNTUK SEMENTRA INI DIAKUI SUKAR DILAKUKAN, KERANA
                 ORIENTASI PARADIGMA TERORINYA BEDA-BEDA

15/03/2013                             Slamet Mujiono.M.Hum                          23
       ANALISA DATA PENELITIAN KUALITATIF
       SEBELUM MELAKUKAN ANALISA DATA KUALITATIF ADA CARA KERJA
       YANG HARUS DIPERHATIKAN:
           MENDISKRIPSIKAN HASIL WAWANCARA SECARA APA ADANYA.
            MELAKUKAN KATEGORISASI HASIL TEMUAN-TEMUAN ITU MENURUT
             JENIS DATANYA YANG SESUAI DENGAN TUJUAN PENELITIAN.
            SETELAH MELAKUKAN KATEGORISASI BARU DILAKUKAN ANALISA
             SECARA KRITIS TERHADAP SELURUH HASIL TEMUAN YANG ADA.
            UNTUK PENYAJIAN HASIL WAWANCARA SECARA MENDALAM PERLU
             DIPISAHKAN ANTARA EMIK (PENDAPAT INFORMAN) DENGAN ETIK
             (PENDAPAT PENELITI).
            PADA PENYAJIAN DATA ADA DUA PILIHAN: PERTAMA, ETHOGRAFI
             KLASIK [PENELITI SECARA RINCI, DETAIL DAN MENDALAM
             MENGGAMBARKAN SELURUHPERISTIWA TANPA INTERPRETASI.
             KEDUA, ETNOGRAFI MODERN LAPORAN PENELITIAN SUDAH
             IMAGINASIKAN DENGAN BANTUAN TEORI DSB].


15/03/2013                      Slamet Mujiono.M.Hum                   24
CATATAN LAPANGAN
    CATATLAH SEGALA SESUATU HASIL PENGAMATAN ATAU HASIL
     INTERVIEW SESEGERA MUNGKIN.
    JANGAN MEMBICARAKAN PENGAMATAN YANG DILAKUKAN
     SEBELUM MENULIS CATATAN LAPANGAN.
    CARI TEMPAT YANG SEPI JAUH DARI GANGGUAN UNTUK MEREKAM
     KEMBALI SEGALA SESUATU YANG DILIHAT, DIDENGAR ATAU
     DIRASAKAN SELAMA OBSERVASI DILAKUKAN.
    SEDIAKAN WAKTU YANG CUKUP UNTUK MELAKUKAN PENCATATAN
     HASIL OBSERVASI YANG TELAH DILAKUKAN.
    USAHAKAN DALAM MELAKUKAN REKAMAN KEMBALI TERHADAP
     HASIL OBSERVASI SECARA KRONOLOGIS.
    BIARKANLAH SEGALA SESEUATU ITU KELUAR DARI PIKIRAN ANDA
     SESUAI DENGAN HASIL OBSERVASI YANG DILAKUKAN.
    JANGAN ADA ANGGAPAN BAHWA MENULIS CATATAN LAPANGAN ITU
     HARUS SEKALI JADI.
    HENDAKNYA DISADARAI BAHWA MENULIS CATATAN LAPANGAN ITU
     ADALAH PEKERJAAN YANG SANGAT MELELAHKAN, SEHINGGA
     MEMBUTUHKAN KESABARAB DAN KETEKUNAN.
15/03/2013                Slamet Mujiono.M.Hum             25
 TEKNIK PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA
      MEMERIKSA KEREPRESENTATIFAN DATA (INFORMAN).
      MEMERIKSA PENGARUH PENELITI DARI KE-BIAS-AN.
      MELALUI TRIANGULASI, YANG INTINYA MENCARI TAHU TENTANG
       KESAHIHAN DAN KETERANDALAN DATA.
      MEMBERI BOBOT PADA BUKTI MELALUI UMPAN BALIK SEBELUM
       KESIMPULAN DIBUAT. BAIK DARI SUMBER DATA (SAKSI PERISTIWA)
       MAUPUN DARI LINGKUNGAN DATA (KASUS TANJUNG PRIOK).
      MEMBUAT PERTENTANGAN ATAU PERBANDINGAN SEBELUM
       KESIMPULAN DIBUAT.
      MEMERIKSA MAKNA SEGALA SESUATU YANG DILUAR DALAM
       RANGKA MEMPERDALAM KESIMPULAN AWAL.
      MENGGUNAKAN KASUS EKSTREM SEBAGAI KONTROL ATAS
       KESIMPULAN YANG AKAN DIBUAT.
      MENYINGKIRKAN HUBUNGAN PALSU , KHUSUSNYA UNTUK
       MENENTUKAN ADA-TIDAKNYA HUBUNGAN VARIABEL YANG
       BERSIFAT SEBAB-AKIBAT.
15/03/2013                   Slamet Mujiono.M.Hum               26
    LANJUTAN TEHNIK PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA

    MEMBUAT REPLIKA TEMUAN, SEHINGGA TEMUAN MENJADI
     LEBIH DAPAT DIPERCAYA, TERUTAMA JIKA DITUNJANG OLEH
     DATA YANG MANDIRI.
    MENCARI PENJELASAN TANDINGAN. HAL INI DIPERLUKAN
     TERUTAMA UNTUK MEMPERKECIL SUBYEKTIFITAS DATA
     YANG KITA PEROLEH.
    MEMBERI BUKTI YANG NEGATIF. TUJUAN UNTUK
     MENGKONTROL KESIMPULAN YANG TELAH DIBUAT.
    MENDAPATKAN UMPAN-BALIK DARI INFORMAN
     (KONFIRMASI) SEBELUM KESIMPULAN DEFINITIF DIBUAT
     [MILES DAN HABERMAN, 1992].




15/03/2013                Slamet Mujiono.M.Hum         27
  LANJUTAN TEHNIK PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA

 UNTUK MENETAPKAN KEABSAHAN
 [TRUSTWORHINESS] BAGI PENELITIAN KUALITATIF
 ADA 4 KRETERIA UNTUK
 PENGUKURAN ITU:
  DERAJAT KEPERCAYAAN [CREDIBILITY]
  KETERALIHAN [TRANSFERBILITY]
  KEBERGANTUNGAN [DEPENDENTBILITY]
  KEPASTIAN [CONFIRMABILITY]




15/03/2013              Slamet Mujiono.M.Hum   28
 KREDIBILITAS
     PERPANJANGAN KEIKUTSERTAAN: KETERLIBATAN
      PENELITI DALAM WAKTU YANG PANJANG, DILUAR
      UNTUK MEMPELAJARI KEBUDAYAAN, MEMBANGUN
      KEPERCAYAAN, JUGA, UNTUK MENGELIMINIR
      DISTORSI YANG MUNGKIN TERJADI.
     KETEKUNAN PENGAMATAN: UNTUK MEMPEROLEH
      TINGKAT KEDALAMAN TERHADAP PENELITIAN
      YANG DILAKUKAN.
     TRIANGULASI: PADA DASARNYA MERUPAKAN
      TEKNIK PEMERIKSAAN KEABSAHAN DATA, DENGAN
      MEMANFAATKAN APA YANG ADA DILUAR DATA,
      SEBAGAI PEMBANDING.
15/03/2013           Slamet Mujiono.M.Hum    29
       DENZIN (1978) ADA 4 MACAM TRIANGULASI SEBAGAI
       TEKNIK PEMERIKSAAN.
            TRIANGULASI DENGAN SUMBER: MEMBANDINGKAN DAN
             MENGECEK BALIK DERAJAT KEPERCAYAAN SUATU INFORMASI
             YANG DIPEROLEH MELALUI ALAT DAN WAKTU YANG BERBEDA.
            CARANYA:
              MEMBANDINGKAN DATA HASIL PENGAMATAN DENGAN DATA HASIL
               WAWANCARA;
              MEMBANDINGKAN APA YANG DIKATAKAN ORANG DIDEPAN UMUM
               DENGAN APA YANG DIKATAKAN SECARA PRIBADI;
              MEMBANDINGKAN APA YANG DIKATAKAN ORANG DALAM
               PENELITIAN DENGAN APA YANG DIKATAKAN SEPANJANG WAKTU;
              MEMBANDINGKAN APA YANG DIKATAKAN ORANG DENGAN
               BERBAGAI PENDAPAT, SESUAI DENGAN STATUS DAN KELAS SOSIAL
               YANG ADA;
              MEMBANDINGKAN HASIL WAWANCARA DENGAN ISI SUATU
               DOKUMEN YANG BERKAITAN.

15/03/2013                       Slamet Mujiono.M.Hum                  30
    LANJUTAN CARA TRIANGULASI

            TRIANGULASI METODE: UNTUK MEMPEROLEH TINGKAT
             KEPERCAYAAN DENGAN MENGECEK TEKNIK PENGUMPULAN
             DATANYA ATAU SUMBER DATANYA.

            TRIANGULASI PENYIDIK: DENGAN MEMANFAATKAN PENGAMAT
             LAIN UNTUK MENGECEK DERAJAT KEPERCAYAAN DATA.

            TRIANGULASI TEORI: ADANYA ASUMSI BAHWA REALITAS LEBIH
             KAYA DARI TEORI APAPUN YANG DIGUNAKAN.




15/03/2013                       Slamet Mujiono.M.Hum                31
   LANJUTAN CARA TRIANGULASI
        PEMERIKSAAN SEJAWAT MELALUI DISKUSI: DIMAKSUDKAN AGAR
         TETAP MEMPERTAHANKAN SIKAP TERBUKA, JUJUR DAN
         MEMBANTU HIPOTESA KERJA YANG MUNCUL DARI PEMIKIRAN
         PENELITI.

        KAJIAN KASUS NEGATIF: INTINYA UNTUK MEMBANDINGKAN
         INFORMASI DENGAN DENGAN KASUS YANG TIDAK SESUAI
         DENGAN POLA DAN INFORMASI YANG TELAH DIKUMPULKAN.

        PENGECEKAN ANGGOTA: INTINYA UNTUK MELAKUKAN EVALUASI
         TERHADAP    HASIL  YANG    SUDAH    DIPEROLEH DENGAN
         MEMBANDINGKAN HASIL WAWANCARA MELALUI KASET,
         MISALNYA, SEBELUM DATA DITAFSIRKAN.

   KETERALIHAN:
    MELALUI URAIAN RINCI: YANG DALAM ISTILAH ANTROPOLOGI
     DISEBUT SEBAGAI “THICK DESCRIPTION” ATAU GAMBARAN YANG
     MENDALAM TENTANG REALITAS LOKAL YANG DITELITI.

15/03/2013                   Slamet Mujiono.M.Hum            32
      LANJUTAN CARA TRIANGULASI

      KETERGANTUNGAN:
       AUDIT KETERGANTUNGAN: TIDAK DAPAT DILAKSANAKAN
        APABILA TIDAK DILENGKAPI DENGAN CATATAN-CATATAN
        PELAKSANAAN KESELURUHAN PROSES DAN HASIL STUDI.

      KEPASTIAN:
       INTINYA   MELAKUKAN      MONITORING,     MULAI  DARI
        PELAKSANAAN, PROSES, MAUPUN HASIL STUDI. YANG SALAH
        SATUNYA UNTUK MEMASTIKAN APAKAH HASIL PENELITIAN ITU
        BENAR-BENAR BERASAL DARI DATA ATAU HASIL OPINI.




15/03/2013                    Slamet Mujiono.M.Hum         33
 ANALISA DATA :
 PADA DASARNYA MERUPAKAN PROSES PENGORGANISASIAN DAN MENGURUTAN
 DATA KE DALAM KATEGORI DAN SATUAN URAIAN DASAR SEHINGGA DAPAT
 DITEMUKAN POLA, TEMA YANG DAPAT DIRUMUSKAN SEBAGAI HIPOTESA KERJA.

 PERTAMA-TAMA YANG HARUS DILAKUKAN DALAM ANALISA DATA
  ADALAH PENGORGANISAIAN DATA DALAM BENTUK MENGATUR,
  MENGURUTKAN, MENGELOMPOKKAN, MEMBERI KODE DAN
  MENGKATAGORIKANNYA.
 TUJUAN PENGORGANISASIAN DAN PENGOLAHAN DATA TERSEBUT
  UNTUK MENEMUKAN TEMA DAN HIPOTESA KERJA YANG AKHIRNYA
  DIANGKAT MENJADI TEORI.
 PROSES ANALISA DATA DIMULAI DENGAN MENELAAH SELURUH
  DATA YANG DIKUMPULKAN, BAIK YANG DIPEROLEH MELALUI
  WAWANCARA, PENGAMATAN, CATATAN LAPANGAN DST., BARU
  MELAKUKAN REDUKSI DATA YANG DILAKUKAN DENGAN CARA
  MEMBUAT ABSTRAKSI.
 SEBELUM DATA DITAFSIRKAN DILAKUKAN EVALUASI TERHADAP
  KEABSAHAN   DATA,   BARU   DATA  DITAFSIRKAN  SEBAGAI
  KEMUNGKINAN LAHIRNYA TEORI.
15/03/2013                  Slamet Mujiono.M.Hum                 34
      TIGA TUJUAN DALAM MENAFSIRKAN DATA
      (SCHALTZMAN DAN STRAUSS, 1973):

            PERTAMA, MELAKUKAN DESKRIPSI SEMATA-MATA.
             SELURUH DATA YANG DISAJIKAN DALAM BENTUK
             EMIK.

            KEDUA, DESKRIPSI ANALITIK. SETELAH DILAKUKAN
             KATEGORISASI DAN PROSES ABSTRAKSI DILAKUKAN
             PENAFSIRAN DENGAN BANTUAN TEORI [LAMA].

            KETIGA, TEORI SUBTANTIF.


15/03/2013                     Slamet Mujiono.M.Hum         35
    REDUKSI DATA
            REDUKSI DATA: MERUPAKAN SELEKSI DATA YANG
             DIARTIKAN SEBAGAI PROSES PEMILIHAN, PEMUSATAN
             PERHATIAN        PADA        PENYEDERHANAAN,
             PENGABSTRAKAN, DAN TRANSFORMASI DATA KASAR
             YANG MUCUL DALAM CATATAN TERTULIS DI
             LAPANGAN.
            REDUKSI  DATA:  BERLANGSUNG   TERUS-MENERUS
             SELAMA PENELITIAN BERLANGSUNG. JADI REDUKSI
             DATA BUKANLAH MERUPAKAN HAL YANG TERPISAH
             DALAM ANALISIS.
            REDUKSI DATA: MERUPAKAN BENTUK ANALISIS YANG
             MENAJAM, MENGGOLONGKAN, MEMBUANG YANG
             TIDAK PERLU DAN MENGORGANISASI DATA, SEHINGGA
             KESIMPULAN DAN VERIFIKASI DAPAT DILAKUKAN.

15/03/2013                    Slamet Mujiono.M.Hum           36
    ADA DUA REDUKSI:
            PERTAMA REDUKSI VERTIKAL: DIMANA REDUKSI DATA
             MENUNJUKKAN      PROSES     SELEKSI,     FOKUS
             PENYEDERHANAAN, ABSTRAKSI, MENTRANSFORMASI
             DATA MENTAH YANG DIPEROLEH, LAPORAN DARI
             LAPANGAN MENJADI KONSEP, HIPOTESIS SAMPAI PADA
             TEORI.

            KEDUA,    REDUKSI    HORIZONTAL YANG  LEBIH
             MENUNJUKKAN PADA PROSES KLASIFIKASI KONSEP,
             VARIABLE, HIPOTESIS ATAU TEORI.

            DALAM PENYAJIAN DATA, AKHIRNYA MERUPAKAN
             PROSES ANALISIS KEDUA YANG HARUS DILAKUKAN.
             SEBAGAIMANA HALNYA REDUKSI DATA, PENCIPTAAN
             DAN   PENGGUNAAN PENYAJIAN  DATA TIDAKLAH
             TERPISAH DARI ANALISIS.
15/03/2013                    Slamet Mujiono.M.Hum            37
             PENGUMPULAN
                 DATA

                                            PENYAJIAN
                                              DATA

                REDUKSI
                 DATA


                              KESIMPULAN-KESIMPULAN
                               PENARIKAN/VERIFIKASI


15/03/2013           Slamet Mujiono.M.Hum               38
             TERIMA KASIH
15/03/2013      Slamet Mujiono.M.Hum   39

								
To top