Bimbingan dan Konseling Anak Agresif

Document Sample
Bimbingan dan Konseling Anak Agresif Powered By Docstoc
					STUDI KASUS (Anak Agresif)

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrohmanirrohiim. Alhamdulillaahi robbil ’alamiin. Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga penulisan Laporan Studi Kasus (Anak Agresif) ini dapat terselesaikan. Tersusunnya laporan ini berkat adanya bimbingan, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu baik moriil maupun materiil, terutama kepada Bapak Drs. Pupu Subhan, M.Pd. selaku Dosen Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling Untuk Anak Usia Dini, dan juga pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga Allah SWT. memberikan balasan yang berlipat ganda. Mengingat kemampuan penulis dalam menyelesaikan laporan ini masih dalam tingkat belajar, maka diharapkan kritik dan saran bagi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata semoga laporan ini dapat memberikan manfaat dan sumbangan khususnya bagi penulis sendiri, dan umumnya bagi mereka yang sedang menggeluti profesi di bidang pendidikan.

Mei 2009, Penyusun

i

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR ........................................................................... DAFTAR ISI ......................................................................................... BAB I PENDAHULUAN .................................................................. A. Latar Belakang................................................................... B. Tujuan................................................................................ C. Sasaran............................................................................... D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ......................................... E. Sistematika Penulisan Laporan ........................................... BAB II LANDASAN TEORITIS ........................................................ A. Definisi Agresivitas............................................................ B. Bentuk-Bentuk Agresivitas................................................. C. Penyebab Perilaku Agresif ................................................. BAB III IDENTIFIKASI KASUS ........................................................ A. Identitas Anak .................................................................... B. Riwayat Anak..................................................................... BAB IV PELASANAAN BIMBINGAN KONSELING ....................... A. Diagnostik Kasus ............................................................... B. Treatment dan Layanan Yang Diberikan............................. C. Hasil Treatment dan Layanan ............................................. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ............................................... A. Kesimpulan........................................................................ B. Saran .................................................................................. DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ i ii 1 1 2 2 2 2 4 4 5 5 7 7 8 10 10 10 11 12 12 12 14

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Anak adalah tunas bangsa yang sangat berharga dan menjadi tumpuan harapan di masa depan. Melihat tunas-tunas itu tumbuh dengan baik, pastilah amat membahagiakan. Akan tetapi pada kenyataannya banyak ditemukan juga bahwa tidak semua hal berjalan sesuai dengan harapan dan rencana apalagi ketika mulai muncul berbagai perilaku yang tidak diharapkan. Bagi anak di TK kebutuhan sosial merupakan suatu syarat untuk pertumbuhan jiwa anak. Kebutuhan sosial ini tidak dapat terpenuhi sekedar mempersatukan anak yang sebaya dalam satu kelas untuk mcndengarkan uarianuraian guru. Yang dibutuhkan oleh anak adalah seorang guru yang dapat mengerti dan menyayangi mereka dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Apalagi pada anak yang bertingkah laku agresif. Sebagai figur seorang guru, diharapkan dapat membantu permasalahan mereka. Apabila perilaku agresif tidak segera ditangani dan tidak mendapat perhatian dari orang tua maupun pendidiknya, maka akan berpeluang besar menjadi perilaku atau kebiasaan yang menetap. Perilaku agresif yang dibiarkan begitu saja, pada saat remaja nanti akan menjadi perilaku khas kenakalan remaja. Dengan deemikian, perilaku agresif dari sejak anak berusia dini berpengaruh pada perkembangan-perkembangan anak selanjutnya. Untuk itulah dibutuhkan suatu penanganan secara dini terhadap anak-anak dengan perilaku agresif ini. Yaitu dengan adanya bimbingan konseling untuk anak.

1

B. Tujuan Kegiatan bimbingan dan konseling ini dilakukan sebagai suatu bentuk pembelajaran bagi kami, mahasiswa yang tengah mempelajari mata kuliah Bimbingan Konseling Untuk Anak Usia Dini. Hal ini dilakukan agar kami mendapatkan pembelajaran langsung dengan melakukan praktek melakukan bimbingan dan konseling yang kemudian menentukan langkah penanganan yang tepat dengan kondisi anak yang mengalami kesulitan atau permasalahan tersebut.

C. Sasaran Bimbingan konseling yang dilakukan kali ini dikhususkan bagi anak yang agresif.

D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan bimbingan dan konseling untuk anak ini, dilakukan di TK PGRI Cempaka, yang tepatnya berada di Dusun Ciroke Desa Golat Kecamatan Panumbangan. Waktu pelaksanaan pada bulan Mei 2009 selama satu minggu.

E. Sistematika Penulisan Laporan Laporan Studi Kasus ini diawali dengan Bab I Pendahuluan yang berisi Latar Belakang, Tujuan, Sasaran, Tempat dan Waktu Pelaksanaan serta dijelaskan mengenai Sistematika Penulisan Laporan. Bab II Landasan Teoritis, yang menjadi landasan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling dan penulisan laporan. Bab ini membahas mengenai definisi, bentuk-bentuk, dan penyebab agresivitas pada anak.

2

Bab III Identifikasi Kasus, yang akan menjelaskan identitas anak dan riwayat perkembangan anak. Bab IV Pelaksanaan Bimbingan Konseling, yang akan memaparkan layanan atau tindakan (treatment) yang dilakukan beserta hasil yang diperoleh dari treatment tersebut. Bab VI Kesimpulan dan Saran, berisi kesimpulan dan saran berkaitan dengan kegiatan yang telah dilakukan.

3

BAB II LANDASAN TEORITIS (Anak Agresif)

A. Definisi Agresivitas Agresivitas adalah istilah umum yang dikaitkan dengan adanya perasaan marah, permusuhan, atau tindakan melukai orang lain baik dengan tindakan kekerasan fisik, verbal, maupun menggunakan ekspresi wajah dan gerakan tubuh. Sri Maryati Deliana dan Rusda Koto Sutadi di dalam buku Permasalahan Anak TK, menyatakan tingkah laku agresif mulai tampak sejak usia dua tahun tetapi sampai usia lima tahun tingkah laku ini masih sering muncul. Menurut Heri Widodo, tindakan agresi merupakan tindakan yang disengaja oleh pelaku untuk mencapai tujuan tertentu. Perilaku agresif lebih menekan pada suatu yang bertujuan untuk menyakiti orang lain dan secara sosial tidak dapat diterima. Istilah kekerasan (violence) dan agresif (agresion) memiliki makna yang hampir sama, sehingga sering kali dipertukarkan. Perilaku-perilaku agresif selalu dipahami sebagai kekerasan terhadap pihak yang dikenai perilaku tersebut. Pada dasarnya perilaku agresif pada manusia adalah tindakan yang bersifat kekerasan yang dilakukan oleh manusia terhadap sesamanya. Jadi bisa disimpulkan bahwa perilaku agresif (suka menyerang) ialah melakukan suatu tindakan kekerasan untuk melukai orang dalam kemarahannya. Bisa dilakukan dengan menendang atau memukul orang, mengatai atau memaki orang dengan kata-kata kasar, memfitnah, dan menggertak serta mengganggu

4

orang lain. Pada umumnya, seorang anak tidak mungkin dengan sengaja ingin melukai orang lain, kalau bukan karena emosinya.

B. Bentuk-Bentuk Agresivitas Tingkah laku agresif secara umum terdiri dari dua macam, yaitu agresif fisik dan agresif verbal. Agresif fisik misalnya mendorong, memukul, menggigit, menendang, merusak, dan sebagainya. Agresif verbal misalnya dengan cara mencaci, mengejek, menggoda, membantah, menakuti, memperolok teman, dan sebagainya. Buss dan Perry menambahkan dua bentuk agresivitas, yakni kemarahan dan kebencian. Agresi yang umumnya terjadi pada usia anak TK adalah Hostile Aggression yaitu agresi yang ditujukan kepada orang lain akibat kesal atau marah kepada seseorang. Sebenarnya, tingkah laku agresif ini adalah reaksi yang normal pada anakanak, meskipun tidak semua anak menunjukkannya. Tingkah laku ini muncul sebagai reaksi anak terhadap rangsangan yang ia terima dari luar, tujuannya adalah untuk melindungi dirinya agar ia merasa aman. Akan tetapi jika pola perilaku ini menetap dan dilakukan secara berlebihan, maka bisa berpotensi menjadi masalah serius yang harus segera diatasi.

C. Penyebab Perilaku Agresif Secara umum tingkah laku agresif sebabkan oleh dua hal, yaitu faktor dari dalam (internal) dan dari luar diri anak (eksternal). Dari dalam diri anak, tingkah laku agresif muncul sebagai insting pertahanan diri yang normal. Jika anak merasa

5

mendapatkan hambatan untuk memuaskan keinginannya, maka ia bisa frustasi. Rasa frustasi inilah yang kemudian menimbulkan dorongan agresif yang ditunjukkan dengan perilaku menyerang atau memberontak. Faktor dari luar diri anak, tingkah laku agresif didapat karena anak mencontoh dari lingkungan sekitarnya (film kekerasan di televisi, orang tua atau saudara yang bertengkar, teman yang berkelahi, dan sebagainya). Anak akan mudah menyerap apa yang ia lihat, dan secara tidak langsung mempelajari tingkah laku agresif dari sekitarnya.

6

BAB III IDENTIFIKASI KASUS

A. Identitas Anak a. Data Anak Nama : Ali Anggara Jenis Kelamin : Laki-laki TTL : Ciamis, 02 Februari 2003 Anak ke : 2 Agama : Islam Nama Sekolah : TK PGRI Cempaka Desa Golat Kelas : A Alamat : Rt. 01 Rw. 01 Dusun Ciroke Desa Golat Kec. Panumbangan b. Data Orangtua Nama Ayah (kandung) : Nuryana TTL : 21 Mei 1973 Agama : Islam Pendidikan : SMA Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Rt. 02 Rw. 01 Dusun Ciroke Desa Golat Kec. Panumbangan Nama Ibu (kandung) : Nina TTL : 15 Januari 1976 Agama : Islam Pendidikan : SMEA

7

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Rt. 02 Rw. 01 Dusun Ciroke Desa Golat Kec. Panumbangan c. Saudara (kandung/ tiri/ angkat) Umur 10 th Nama Rina Herlina Kelamin P Pendidikan SD Pekerjaan Ket.

B. Riwayat Anak a. Riwayat Kelahiran Kehamilan Mengalami keguguran sebelumnya ? Tidak Merasa bingung/ sedih/ kesal karena : Tidak Anak tergolong yang diinginkan ? ya/ tidak/ tidak tahu : Ya Kelahiran Umur kandungan : cukup Saat kelahiran : biasa dengan cara : normal Tempat kelahiran : di rumah sendiri Ditolong oleh : bidan Berat badan bayi : 3,2 Kg Panjang badan bayi : ……...... b. Riwayat Makanan Menetek ibu hingga umur : 2 tahun Minum susu kaleng dari umur : 2 tahun Hingga umur : sekarang Kualitas makanan : Cukup Kuantitas makanan : Cukup

8

c. Riwayat Perkembangan Fisik Telungkup : ........... bulan; duduk : ........... bulan; berdiri : ........... bulan; berjalan : ........... bulan Berbicara kata-kata pertama : ........... bulan Berbicara dengan kalimat lengkap : ........... bulan Kesulitan dalam berbahasa : ........... Bulan Kesulitan dalam gerak : ........... bulan d. Faktor Sosial dan Personal Hubungan dengan saudara (kandung/ tiri/ angkat) : Baik Hubungan dengan teman : Kurang Hobi : Main Game PS Minat : ........... Aktivitas rekreasi : Nonton TV Sikap orangtua terhadap anak : Cukup Penerimaan dan tanggungjawab : Cukup Sikap terhadap masalah belajar : Cukup e. Riwayat Pendidikan Masuk TK umur : 6 tahun Kesulitan di TK : Agresif Bantuan yang pernah diterima anak : Belum Sikap anak terhadap guru : Cukup Sikap anak terhadap sekolah : Cukup

9

BAB IV PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING

A. Diagnostik Kasus Dari observasi yang dilakukan, kasus ini memang mempunyai perilaku agresif. Ia sering merebut mainan yang sedang digunakan temannya, bahkan kadang mendorong dan memukul temannya.

B. Treatment dan Layanan Yang Diberikan Agresivitas dapat disebabkan dari lingkungan disekitar anak. Menangani agresivitas perlu dilakukan sedini mungkin. Jika agresivitas menjadi perilaku yang bertahan sampai remaja, maka penanganannya akan menjadi lebih sulit karena semakin banyak faktor yang mempengaruhinya. Tugas guru adalah melatih anak untuk mengontrol diri dan tidak mengembangkan agresivitasnya. Berikut adalah beberapa treatment / layanan yang diberikan dalam menangani kasus ini : a. Mengingatkan orang tuanya agar tidak terlalu memanjakan anak; b. Mengingatkan orang tua untuk tidak membiarkan anak menonton acara-acara televisi yang menampilkan tindak kekerasan; c. Segera memisahkan ketika anak melakukan tindakan agresi kepada temannya. d. Memberikan teladan pada anak dan dengan tidak pernah bertengkar ataupun marah pada anak ataupun orang lain; e. Mengajarkan anak untuk mau menghargai, menyayangi, dan saling menolong dengan teman-temannya;

10

f. Memberikan kesempatan pada anak untuk mengekspresikan keinginan dan kekuatan dengan cara tertentu, yakni kegiatan yang dapat mengurangi frustasi seperti misalnya mengajak anak menggambar, bernyanyi dan sebagainya; g. Menghindari menghukum anak secara fisik seperti misalnya dipukul. Dengan menghukum anak secara fisik justru mengajarkan kepada anak bagaimana melampiaskan agresi dan hukuman tersebut akan ditiru untuk dilakukan pada orang lain. h. Mengajari anak tentang pemecahan masalah tanpa kekerasan fisik dengan metode mendongeng dan bermain peran.

C. Hasil Treatment dan Layanan Mengatasi perilaku agresif anak membutuhkan kesabaran dan

kedisiplinan serta proses yang tidak sebentar. Dari serangkaian treatment / bimbingan yang diberikan, anak sudah menunjukkan suatu perubahan positif, meskipun memang kadang-kadang masih menunjukkan perilaku agresif tetapi sudah jauh berkurang frekwensinya. Dari hasil pengamatan selama melakukan bimbingan diperoleh hasil : • Dalam banyak kesempatan anak sudah mampu mengendalikan emosinya dan sudah jarang berbuat agresif kepada temannya; • Anak sudah jarang merebut mainan dari temannya yang lain;

11

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Perilaku agresif (suka menyerang) ialah melakukan suatu tindakan kekerasan untuk melukai orang dalam kemarahannya. Bentuk agresivitas Bisa dilakukan dengan menendang atau memukul orang, mengatai atau memaki orang dengan kata-kata kasar, memfitnah, dan menggertak serta mengganggu orang lain. Pada umumnya, seorang anak tidak mungkin dengan sengaja ingin melukai orang lain, kalau bukan karena emosinya. Anak yang melakukan kekerasan seperti ini adalah anak yang mau menang sendiri, karena demi mencapai keinginannya tidak lagi memperhatikan hak orang lain. Kadang mereka bersikap tidak peduli dengan sekolahnya sehingga setiap hari ia bertengkar dan membuat masalah. Suatu penyelidikan membuktikan bahwa anak laki-laki lebih banyak melakukan tindakan agresif ketimbang anak perempuan sejak masa kecilnya. Tindakan agresif tidak sama dengan perasaan agresif. Tindakan agresif lebih bersifat mencari permusuhan, sedangkan perasaan agresif lebih menonjolkan pada sifat marah yang tidak dapat dikendalikan. Mungkin benar bahwa amarah tidak dapat dikendalikan, tetapi tetap harus diupayakan untuk dikendalikan.

B. Saran Dari berbagai penyebab masalah anak yang agresif, guru atau orangtua harus mengupayakan cara pencegahan, dengan menghindari dan menyembuhkan

12

masalah perilaku tersebut. Beberapa tips berikut ini diharapkan dapat menolong mengurangi perilaku anak yang agresif dan suka menyerang. • Ajarkan Menghargai Sesama. Anak hendaknya diajarkan untuk menghargai sesama manusia, serta menjauhkan diri dari perilaku yang merusak diri dan orang lain. Ajarkan juga untuk menyayangi lingkungannya. Ajarkan pula saling menghormati antarteman, guru, orangtua, dan lainnya. Saat berbicara, pilih kata-kata yang sopan. Katakan, berbicara sopan akan membuat orang lain lebih nyaman. Hindari meminta sesuatu dengan berteriak, kecuali dalam situasi dan kondisi tertentu. • Sediakan Saluran Agresivitas. Aktif dalam kegiatan olahraga atau hobi lainnya yang diminati anak, akan menyalurkan sifat agresifnya. Energi anak menjadi tersalurkan ke jalan yang benar. • Kenalkan Konsekuensi. Saat anak berbuat nakal, jelaskan konsekuensinya kepada anak. Dengan demikian, anak terbiasa berpikir dulu sebelum berbuat.

13

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Anak Laki-Laki Lebih Emosional? http://www.e-smartschool.com/ uot/UOT0010064.asp.htm Anonim. 29 Oktober 2003. Mengatasi Tingkah Laku Agresif Pada Anak. http://pepak.sabda.org/pustaka/PEPAK _ Pustaka _ Mengatasi Tingkah Laku Agresif pada Anak.htm Anonim. 29 Oktober 2003. Anak Agresif. http://pepak.sabda.org/pustaka/ PEPAK _ Pustaka _ Anak Agresif.htm Anonim. Anak Agresif, Normalkah? http://cybertech.cbn.net.id/cbprtl/

cyberwoman/detail.aspx.htm Eka. 8 November 2007. Perilaku Agresif Pada Anak. http://permataiman.org/ Ahlan_wa_Sahlan-Permata_Iman_Kelompok_Bermain&Taman_Kanak_Kanak_Islam.htm Hilman Hilmansyah. Jangan Memukul Dong, Sayang! http://www.tabloidnakita.com/ artikel.php3.htm R. Sajarwo Saputro, S.Psi., 25 Februari 2008. Anak Suka Ngambek. http://keluargabahagia.epajak.org/cara/keluarga/anak-agresif_Keluarga_ Indonesia_Bahagia_Dunia_Akhirat.htm Singgih D. Gunarsa, Dra. 1978. Psikologi Anak Bermasalah. Jakarta : BPK Gunung Mulia. Teddy Hidayat, dr., Sp.K.J. 1 Agustus 2007. Pola Asuh Mencegah Anak Agresif. http://keluargabahagia.epajak.org/blog/pola-asuh-mencegah-anak-agresif-51

14


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:17538
posted:11/5/2009
language:Indonesian
pages:17