Densitas by IsmailSmile4

VIEWS: 14 PAGES: 2

									Densitas dalam pengertian singkatnya adalah kerapatan. Kerapatan disini adalah massa jenis.
Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa
jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Karena yang dibahas
adalah laut, maka kita berbicara bagaimana densitas air laut. Densitas merupakan salah satu
parameter terpenting dalam mempelajari dinamika laut. Densitas sendiri berkaitan erat
dengan suhu, salinitas dan juga tekanan. Karena suhu, salinitas dan tekanan tersebut yang
mempengaruhi densitas di laut.

Densitas (rapat jenis) di lambangkan dengan ρ

ρ=m/v

ρ adalah massa jenis,

m adalah massa,

V adalah volume.

Satuan massa jenis dalam ‘CGS [centi-gram-sekon]‘ adalah: gram per sentimeter kubik
(g/cm3). 1 g/cm3=1000 kg/m3

Dari ketiga parameter yang mempengaruhi densitas antara suhu, salinitas dan tekanan, yang
paling mempengaruhi densitas adalah tekanan. Jika densitas di suatu perairan naik atau tinggi
maka suhu di perairan tersebut akan turun. Densitas maksimal terjadi pada suhu antara
39,80C - 400C. Tapi sebaliknya dengan salinitas dan tekanan di daerah perairan tersebut.
Tekanan dan salinitasnya naik. Jadi pada intinya adalah densitas berbanding terbalik dengan
suhu tetapi berbanding lurus dengan salinitas dan tekanan.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi densitas
adalah suhu, salinitas dan tekanan. Dan dari faktor-faktor yang mempengaruhi densitas
tersebut, faktor tekanan lah yang paling berpengaruh terhadap nilai densitas di suatu perairan.
Jadi jika disuatu perairan tekanannya berubah maka densitasnyapun pasti berubah.

Distribusi Densitas

Iklim dan cuaca di bumi adalah hasil gerakan massa udara yang dikarakterisasi oleh
kombinasi temperatur, kelembaban dan tekanan tertentu. massa air di lautan bergerak secara
vertikal dan horisontal dan dicirikan oleh temperatur(T), salinitas(S) dan karakter lain yang
digunakan untuk mengenali air dan melacak gerakannya. Perbedaan densitas yang kecil
secara horisontal (misalnya akibat perbedaan pemanasan di permukaan) dapat menghasilkan
arus laut yang sangat kuat.

teratas dari laut, mulai dari air permukaan atau dekat permukaan hingga ke dasar termoklin
permanen. Diidentifikasi dari temperatur, salinitas dan properti lain, termasuk komunitas
organisme yang hidup di dalamnya. Juga dapat mengidentifikasi batas antara pergerakan
massa air dalam arah yang berbeda di beberapa kedalaman laut.

Air bergerak lebih lambat dari udara sehingga massa air kurang bervariasi dari massa udara
dan batasnya tidak banyak berubah walaupun dalam skala waktu dekade atau abad.
Sistem arus permukaan dibangkitkan oleh angin tetapi gerakan massa air intermediate dan
dalam diatur oleh densitas. Bila densitas air laut di lapisan permukaan bertambah maka
kolom air secara gravitasi akan menjadi tidak stabil dan air yang lebih berat akan turun.

Sirkulasi vertikal laut diatur oleh variasi temperatur dan salinitas dan dikenali sebagai
sirkulasi termohalin. Prinsip utamanya adalah bahwa massa air yang dingin dan berat dari
lintang tinggi turun dan menyebar di bawah termoklin permanen.

Distribusi vertikal dan horisontal isoterm umumnya tetap konstan tiap tahunnya. fluktuasi
musiman dibatasi pada lapisan permukaan. Diketahui bahwa distribusi ini mewakili suatu
bentuk keseimbangan dinamik atau keadaan tunak, karena air laut itu sendiri bergerak secara
kontinu.Pergerakannya tidak acak tetapi teratur dalam sistem sirkulasi tiga dimensi yang
menunjukkan sedikit variasi bila dirata-ratakan untuk periode beberapa tahun.

Distribusi densitas dalam perairan dapat dilihat melalui stratifikasi densitas secara vertikal di
dalam kolom perairan, dan perbedaan secara horisontal yang disebabkan oleh arus. Distribusi
densitas berhubungan dengan karakter arus dan daya tenggelam suatu massa air yang
berdensitas tinggi pada lapisan permukaan ke kedalaman tertentu. Densitas air laut tergantung
pada suhu dan salinitas serta semua proses yang mengakibatkan berubahnya suhu dan
salinitas. Densitas permukaan laut berkurang karena ada pemanasan, presipitasi, run off dari
daratan serta meningkat jika terjadi evaporasi dan menurunnya suhu permukaan.

Sebaran densitas secara vertikal ditentukan oleh proses percampuran dan pengangkatan
massa air. Penyebab utama dari proses tersebut adalah tiupan angin yang kuat. Lukas and
Lindstrom (1991), mengatakan bahwa pada tingkat kepercayaan 95 % terlihat adanya
hubungan yang positif antara densitas dan suhu dengan kecepatan angin, dimana ada
kecenderungan meningkatnya kedalaman lapisan tercampur akibat tiupan angin yang sangat
kuat. Secara umum densitas meningkat dengan meningkatnya salinitas, tekanan atau
kedalaman, dan menurunnya suhu.

Pada intinya adalah distribusi denstitas ada dua yaitu secara vertikal dan horisontal. Jika
vertikal pengaruh denstitas terhadap temperatur/suhu dan salinitas juga tekanan. Bisa ditandai
dengan sebuah grafik, dimana tersebut garisnya berada pada posisi vertikal, garisnya dari atas
ke bawah. Dan jika horisontal itu adalah pengaruh densitas yang disebabkan oleh faktor lain
yaitu arus. jika ditandai dengan grafik, garis grafik ini garisnya adalah dari kiri ke kanan
secara horisontal.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenis

http://www.ekodokcell.co.cc/2009/06/densitas.html

http://oseanografi.blogspot.com/2005/07/densitas-air-laut.html

Jurnal pengantar oseanografi oleh Agus Supangat dan Susanna

								
To top