Docstoc

Peningkatan Kemampuan Menulis Laporan

Document Sample
Peningkatan Kemampuan Menulis Laporan Powered By Docstoc
					              PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS LAPORAN
           SISWA KELAS VIIIA SMPN 1 SUMBERPUCUNG MALANG
    TAHUN AJARAN 2011/2012 DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN KREATIF
                              PRODUKTIF



                                     Anindita Sastavianti 1)
                                            Sumadi 2)
                                        Heri Suwignyo 2)
                       Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang
                             E-mail: sastavianti.anindita@gmail.com


        Abstract: The purpose of this research is to improve the students’ ability in writing report from the
        aspect of content and language use by using productive creative teaching strategy. This research uses
        classroom action research as the research design. Data collected in form of the students’ writing result
        and data process. The result of research shows that the students’ report writing ability in class VIIIA
        improved from cycle I to cycle II using productive creative strategy on teaching.

        Keywords: improvement of writing, report, productive creative strategy on
                  teaching

        Abstrak: Tujuan penelitian ini meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis laporan pada aspek isi
        dan aspek bahasa dengan strategi pembelajaran kreatif produktif. Penelitian ini menggunakan desain
        penelitian tindakan kelas. Setiap siklus terdiri atas tiga kali pertemuan. Jenis data berupa data hasil
        tulisan siswa dan data proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis laporan siswa
        kelas VIIIA meningkat dari siklus I hingga siklus II dengan strategi pembelajaran kreatif produktif.




        Kata kunci : peningkatan kemampuan menulis, laporan, strategi pembelajaran kreatif
                     produktif.

        Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk
berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak bertatap muka dengan orang lain. Pentingnya
kegiatan menulis bagi siswa ialah melatih pemahaman dalam ilmu berbahasa dan merupakan
kegiatan yang produktif yaitu sebagai sebuah proses berkesinambungan dan menghasilkan
produk. Menurut BSNP (2006: 231), salah satu tujuan pelajaran Bahasa Indonesia jenjang
SMP/MTs bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan berkomunikasi secara efektif
dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik lisan maupun tulis. Pentingnya kompetensi
menulis laporan yang menjadi pertimbangan penelitian di tingkat SMP ditandai oleh (1) pada
jenjang SMP/MTs, kompetensi menulis laporan merupakan salah satu kompetensi yang harus
dicapai, (2) kemampuan menulis laporan SMP/MTs masih perlu pembelajaran khusus, dan
(3) pengenalan penulisan laporan SMP/MTs merupakan tahapan lanjut pemahaman siswa
terhadap kepenulisan ilmiah setelah sebelumnya dilaksanakan di sekolah dasar kelas V.
Laporan merupakan salah satu karangan ilmiah yang memiliki sifat menerangkan atau
menjelaskan pokok pikiran pada pembaca.

1
  Anindita sastavianti adalah mahasiswa Sastra Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa,
   Sastra Indonesia, dan Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang 2012.
2
  Sumadi dan Heri Suwignyo adalah dosen Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri
  Malang.
Paparan penulis tidak bertujuan mempengaruhi ataupun memberi kesan kepada pembaca,
kecuali dengan kelengkapan dan kebenaran pernyataan.
        Struktur laporan versi lengkap menurut Parera (1987a: 59), yaitu (1) bagian pengantar
meliputi sampul, halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar ilustrasi, dan
sinopsis, (2) bagian naskah, meliputi pendahuluan, isi, solusi dan penutup, dan (3) bagian
referensi meliputi apendiks, bibliografi, indeks. Struktur atau susunan penulisan laporan di
atas merupakan susunan ideal sebuah laporan.
        Bagi siswa SMP, tidak semua bagian laporan di atas dipergunakan. Terdapat tiga
bagian dalam menulis laporan. Pertama, bagian pendahuluan yang memaparkan alasan
melakukan pengamatan terhadap objek yang telah dipilih. Pada bagian pendahuluan juga
dapat dijabarkan keadaan objek yang diteliti. Kedua, bagian isi laporan. Siswa memaparkan
segala temuannya selama pengamatan. Pada bagian ini dapat pula ditambahkan referensi
yang memang mendukung hasil pengamatan. Ketiga, bagian penutup yang merupakan
simpulan dari seluruh pengamatan serta solusi bagi pengamatan.
        Penelitian tentang menulis laporan pernah dilakukan oleh Suharmiati (2010) tentang
peningkatan penulisan laporan siswa SMP Negeri 2 Malang. Hasil penelitian tersebut
menunjukkan bahwa sebanyak 33 siswa dari 35 siswa kelas VIIID mendapatkan nilai di atas
SKM. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan sebesar 64,3% pada siklus I. Sepuluh siswa
mendapat nilai di atas SKM, yang berarti meningkat 29% dari pra tindakan ke siklus II
sebesar 95%. Selain penelitian tersebut, penelitian yang sejenis dilakukan oleh Hasbi (2006)
tentang peningkatan penulisan laporan siswa kelas 2 SMP Negeri I Tanah Jamboaye, Aceh
Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan menulis siswa dari
tiap siklus yaitu nilai rata-rata pada siklus I sebesar 69, 61% menjadi 88,90% di siklus ketiga.
Oleh karena itu, terjadi peningkatan kemampuan yang sangat memuaskan.
        Pemilihan strategi pembelajaran kreatif produktif memiliki alasan, yakni (1) dapat
digunakan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa, (2) mampu memecahkan masalah
pembelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif, dan (3) pembelajaran menulis laporan
keadaan merupakan pembelajaran yang menuntut siswa untuk terlibat kegiatan mengamati,
mengeksplorasi, serta belajar aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk Meningkatkan
kemampuan menulis laporan siswa kelas VIII SMPN 1 Sumberpucung Malang tahun
2011/2012 dengan strategi pembelajaran kreatif produktif pada aspek isi dan bahasa. Strategi
kreatif produktif terdiri dari lima tahapan, yaitu (1) orientasi, (2) eksplorasi, (3) interpretasi
berupa presentasi hasil pegamatan melalui diskusi, (4) re-kreasi, dan (5) evaluasi. Oleh
karena itu, peneliti menganggap strategi pembelajaran ini merupakan strategi yang tepat dan
memungkinkan siswa untuk praktik dengan pengalaman materi yang diperoleh sebelumnya.
Strategi ini melibatkan siswa secara intelektual dan emosional dalam pembelajaran dan
memupuk rasa tanggung jawab siswa untuk meyelesaikan tugasnya.
        Strategi pembelajaran kreatif produktif merupakan pengembangan dari nama strategi
strata Wardani (dalam Wena, 2010: 20). Strategi pembelajaran ini dikembangkan dengan
pendekatan pembelajaran. Penggunaan strategi pembelajaran ini diharapkan mengembangkan
kreatifitas siswa dalam menulis laporan dan mengembangkan tingkatan ide mereka.
Pembelajaran kooperatif dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih baik dalam interaksi
sosial. Hitipeuw (2009: 148) menyatakan bahwa dalam pembelajaran kooperatif terjadi
proses pengembangan diri melalui belajar kelompok melalui adanya refleksi tentang seberapa
baik tim berjalan dan bagaimana peningkatkan kerja tim agar lebih baik.
        Strategi pembelajaran kreatif produktif pernah diterapkan oleh Bambang Suprayogi
(2011) dengan judul penelitian penggunaan strategi pembelajaran kreatif produktif untuk
meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas VIII-6 SMP Negeri 1 Nganjuk.
Strategi ini tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan pada pembelajaran menulis laporan
dan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam hal menulis laporan. Tujuan
penelitian ini adalah Meningkatkan kemampuan menulis laporan siswa kelas VIII SMPN 1
Sumberpucung Malang tahun 2011/2012 dengan strategi pembelajaran kreatif produktif pada
aspek isi dan aspek bahasa.

METODE
        Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian tindakan
kelas (PTK). Arikunto (2006: 58) menjelaskan penelitian tindakan kelas adalah penelitian
tindakan (Action Research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktek
pembelajaran di kelas. Istilah tindakan dalam PTK dipahami sebagai aktivitas yang dirancang
dengan sistematis untuk peningkatan atau perbaikan dalam proses pembelajaran dan praktik
pendidikan dalam kondisi kelas tertentu.
        Rancangan penelitian ini disusun berdasarkan pada pertimbangan mengenai
rendahnya pembelajaran menulis serta antusias siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa
masih tergolong rendah. Bentuk tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian adalah
menerapkan strategi pembelajaran kreatif produktif kedalam kegiatan pembelajaran di kelas
yang meliputi (1) orientasi, (2) eksplorasi, (3) interpretasi, (4) re-kreasi, dan (5) evaluasi.
Penjelasan mengenai kegiatan dalam tahapan strategi kreatif produktif dijelaskan pada
pelaksanaan siklus. Siklus dalam penelitian tindakan diadaptasi dari Stephen Kemmis dan
McTaggart. Setiap siklus terdiri atas planning (perencanaan), observe (observasi), reflect
(refleksi), dan revice plan (rencana perbaikan).
        Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data proses dan hasil pembelajaran
siswa kelas VIII SMPN 1 Sumber Pucung Malang. Data proses pembelajaran bersumber dari
siswa berupa keaktifan, keseriusan, dan kerjasama selama proses penelitian berlangsung.
Data hasil berupa hasil tulisan siswa meliputi dua indikator, yaitu (1) kemampuan menulis isi
laporan meliputi informasi tempat, waktu dan kejadian yang dipaparkan secara rinci dan (2)
kemampuan penggunaan bahasa dalam menulis laporan meliputi pilihan kata, ejaan, dan
penulisan tanda baca. Hasil tulisan laporan siswa dianalisis setiap aspek. Aspek yang
dianalisis meliputi aspek isi dan aspek bahasa. Aspek isi meliputi kesesuaian, kelengkapan,
kepaduan, dan keruntutan. Aspek bahasa meliputi ejaan, tanda baca, pilihan kata, keefektifan
kalimat, dan keefektifan paragraf. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA
SMPN 1 Sumberpucung Malang berjumlah 31 orang.
      Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, pemberian tugas,
wawancara, serta dokumentasi yang meliputi hasil tulisan siswa dan foto kegiatan. Teknik
observasi dilaksanakan ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Observasi dilakukan
dengan pengamatan pada sumber data. Pemberian tugas dilaksanakan bertujuan untuk
mengukur kemampuan dasar siswa, pemahaman materi, serta pencapaian nilai dalam
kegiatan menulis laporan. Teknik wawancara ditujukan pada guru bidang studi untuk
memperoleh tanggapan mengenai penerapan strategi dalam meningkatkan kemampuan
menulis laporan. Kemudian teknik dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk
mengumpulkan data mengenai kegiatan dalam proses pembelajaran yaitu foto kegiatan
belajar, dokumen berupa hasil tulisan siswa, dan hasil pembelajaran. Data dalam penelitian
ini berupa data hasil wawanacara yang diperoleh sebelum kegiatan pembelajaran. Data hasil
observasi dan data hasil tugas menulis laporan siswa yang diperoleh saat pembelajaran
berlangsung.
        Analisis data dilakukan setelah pengumpulan data. Data yang terkumpul berupa hasil
wawancara, tes tulis, dan hasil observasi dianalaisis. Data yang telah dianalisis kemudian
direduksi. Reduksi data dilakukan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam
menulis laporan serta untuk menjawab rumusan masalah. Setelah melalui reduksi, data
dipaparkan untuk mengetahui secara menyeluruh dari penelitian mengenai (1) pelaksanaan
tidakan yang dilakukan sesuai dengan rancangan atau masih memerlukan perbaikan, dan (2)
perlunya tindak lanjut untuk memperbaiki tindakan. Data tersebut kemudian dievaluasi dan
menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan siklus serta melihat peningkatan kemampuan
dan perkembangan sikap siswa selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung, kemudian
peneliti melakukan penarikan kesimpulan.

HASIL
        Perencanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan agar masalah pada studi
pendahuluan teratasi dengan mempersiapkan rencana pelakasanaan pembelajaran. Rencana
pelaksanaan pembelajaran meliputi (1) menentukan kompetensi dasar, (2) mempersiapkan
bahan pembelajaran berupa materi menulis laporan, (3) guru menjelaskan tahapan strategi
pembelajaran kreatif produktif, (4) siswa menulis laporan dengan menggunakan strategi
pembelajaran kreatif produktif, dan (5) melakukan kegiatan refleksi mengenai penggunaan
strategi yang telah dilaksanakan pada akhir kegiatan pembelajaran.

Peningkatan Kemampuan Menulis Laporan Siswa Kelas VIIIA pada Aspek Isi
         Kemampuan siswa menulis laporan pada aspek isi dilihat dari empat subaspek yaitu
kesesuaian, kelengkapan, kepaduan, dan keruntutan. Siswa yang mencapai nilai ketuntasan
pada aspek isi sebanyak 19 orang. Pada subaspek kesesuaian siswa yang mendapat skor 4
sebanyak 5 orang, sedangkan sisanya mendapat skor 3 yaitu 26 siswa. Siswa yang mendapat
skor 4 pada subaspek kelengkapan sebanyak 6 siswa, 13 siswa mendapat skor 3, dan 12 siswa
mendapat skor 2. Pada subaspek kepaduan, siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 1 orang, 26
orang mendapat skor 3, dan 4 orang mendapat skor 2. Subaspek terakhir yaitu keruntutan,
siswa yang mendapat skor 4 sebanyak 4 orang, 24 orang mendapat skor 3, dan 3 orang
mendapat skor 2.
        Pada siklus II, kemampuan menulis siswa pada aspek isi telah baik. Terbukti dengan
penigkatan jumlah siswa yang mendapat skor 4 pada tiap subaspek. Pada subaspek
kesesuaian, sebanyak 5 siswa mendapat skor 4. 6 siswa mendapat skor 4 pada subaspek
kelengkapan, 2 orang siswa pada suabspek kepaduan, dan 5 orang pada subaspek keruntutan
yang mendapat skor 4.
        Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan selama pelaksanaan tindakan pada
siklus I maka refleksi pada siklus I dapat dijelaskan bahwa (1) siswa belum terbiasa teliti
dalam penggunaan tanda baca, (2) beberapa siswa masih menggunamkan ejaan yang salah,
(3) dalam proses pembelajaran, belum dilaksanakan pembuatan kerangka serta kegiatan
penyuntingan masih dilakukan secara umum yaitu hanya beberapa siswa yang maju
melaporkan hasil tulisan yang mendapat perbaikan, dan (4) satu tahapan pada strategi
pembelajaran kreatif produktif belum dilaksanakan yaitu tahap re-kreasi (5) beberapa siswa
belum fokus dalam menulis laporan. Persentase perbandingan perolehan nilai pada aspek isi
siklus I dan II dipaparkan pada tabel berikut.

Tabel Persentase Perbandingan Perolehan Nilai Aspek Isi Siklus I dan II

Siklus                Rentang Nilai          Jumlah siswa            %
                      91-100                 -                       -
I                     81-90                  12                      39
                      75-80                  7                       23
                      < 75                   12                      39
                      91-100                 -                       -
II                    81-90                  16                      52
                      75-80                  11                      35
                      < 75                   4                       13
        Pada tabel tersebut diperoleh informasi bahwa jumlah siswa yang mendapat nilai
antara 81-90 pada aspek isi siklus I sebesar 39% atau sebanyak 12 siswa, siswa yang
mendapat nilai antara 75-80 sebesar 23%, dan 39% untuk siswa yang belum mencapai nilai
ketuntasan. Pada siklus I jumlah siswa yang belum mencapai ketuntasan cukup banyak. Pada
siklus II jumlah siswa yang memperoleh nilai antara 81-90 meningkat menjadi 52%, 35%
untuk siswa yang mendapat nilai antara 75-80.

Peningkatan Kemampuan Menulis Laporan Siswa Kelas VIIIA pada Aspek Bahasa
        Pada aspek bahasa, subaspek ejaan terdapat satu orang siswa mendapat skor 4.
Sebanyak 19 siswa mendapat skor 2 dan 11 orang mendapat skor 2. Subaspek tanda baca
diketahui sebanyak 14 orang mendapat skor 3 dan 17 orang mendapat skor 2. Pada subaspek
ini tidak ada siswa yang mendapat skor 4, hal ini juga terjadi pada subaspek pilihan kata.
Pada suabspek pilihan kata, sebanyak 26 siswa mendapat skor 3 dan 5 orang siswa mendapat
skor 2. Keefektifan kalimat penulisan laporan siswa pada siklus I, masih memerlukan
perbaikan, siswa yang mendapatkan skor 4 sebanyak 2 orang, 4 orang siswa mendapat skor 3
dan 25 orang mendapat skor 2. Subaspek selanjutnya adalah paragraf, siswa yang mendapat
skor 4 sebanyak 1 orang, 17 orang mendapat skor 3, dan 13 orang mendapat skor 2.
        Pada siklus II terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam menulis laporan aspek
bahasa. Siswa yang mencapai nilai ketuntasan minimal pada aspek bahasa sebanyak 18
orang. Pada suabspek ejaan sebanyak 7 siswa mendapat skor 4, 19 siswa mendapat skor 3,
dan 5 siswa mendapat skor 2. Penggunaan tanda baca pada menulis laporan mengalami
peningkatan yaitu sebanyak 3 siswa mendapat skor 4 dan 21 siswa mendapat skor 3. Pada
subaspek pilihan kata, keefektifan kalimat, dan paragraf berturut-turut mangalami
peningkatan yaitu 3 siswa mendapat skor 4, 1 siswa mendapat skor 4 untuk subaspek
kefeektifan kalimat, dan 3 siswa untuk subaspek paragraf. Persentase perbandingan perolehan
nilai aspek bahasa siklus I dan II dijelaskan pada tabel berikut.
Tabel Persentase Perbandingan Perolehan Nilai Aspek Bahasa Siklus I dan II

Siklus               Rentang Nilai          Jumlah siswa           %
                     91-100                 -                      -
I                    81-90                  -                      -
                     75-80                  7                      23
                     < 75                   24                     77
                     91-100                 -                      -
II                   81-90                  -                      -
                     75-80                  19                     61
                     < 75                   12                     39

       Pada tabel tersebut diperoleh informasi bahwa persentase perolehan nilai aspek
bahasa siklus I sebesar 23% untuk siswa yang memperoleh nilai antara 75-80 dan meningkat
pada siklus II menjadi 61% meskipun pada kenyataannya masih terdapat siswa yang belum
mencapai ketuntasan, namun kesalahan yang terjadi pada siklus I tidak terulang kembali.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa stategi pembelajaran kreatif produktif dapat
meningkatkan kemampuan menulis laporan siswa kelas VIII.


PEMBAHASAN
       Berdasarkan paparan data menulis laporan dengan strategi pembelajaran kreatif
produktif, siswa terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada pertemuan
pertama diawali dengan tahap orientasi yaitu guru menjelaskan materi serta langkah
pembelajaran menulis laporan. Kegiatan dilanjutkan dengan menyusun kerangka laporan
sebelum tahap eksplorasi. Tahap eksplorasi merupakan kegiatan pengamatan terhadap objek.
Pada tahap eksplorasi ini siswa menulis setiap hal yang ditemukan dalam mengamati objek.
Hal ini sesuai dengan pendapat Hasnun (2006: 83) yang menyatakan bahwa penulis laporan
mencatat setiap permasalahan secara sistematis sesuai dengan hasil pengamatan. Pada tahap
interpretasi, siswa mendiskusikan hasil laporannya pada guru dengan tujuan siswa dapat lebih
memahami penulisan laporan serta mendapat saran dari guru sebelum kegiatan penyuntingan.
Parera (1987b: 184) menjelaskan bahwa berkonsultasi dengan guru menambah pengetahuan,
mendapat informasi, membuka pengalaman, menjadi tempat koordinasi karena adanya
kontak dan komunikasi. Oleh karena itu, kegiatan diskusi dengan guru memungkinkan siswa
untuk menemukan kekurangan yang ada pada tulisan laporan mereka.
        Pada tahap re-kreasi, siswa berkesempatan untuk menunjukkan kreativitas mereka.
Kreativitas merupakan pendorong siswa untuk menghasilkan hal baru. Hal baru dalam
kegiatan pembelajaran menulis laporan ini adalah menghasilkan tulisan laporan dalam
tampilan berbeda. Moreno (dalam Slameto, 2003: 146) menjelaskan bahwa hal penting
dalam kreativitas bukanlah penemuan yang belum pernah diketahui sebelumnya, melainkan
produk kreativitas itu merupakan hal yang baru bagi diri sendiri dan tidak selalu baru bagi
orang lain. Bagi siswa, hasil laporan mereka yang telah dikreasikan kembali menjadi sebuah
buku kumpulan laporan adalah hal baru, sehingga dapat disimpulkan kegiatan re-kreasi ini
dapat meningkatkan motivasi siswa untuk lebih senang menulis dan menghasilkan hal baru.
        Pada hal kerjasama siswa siklus I masih perlu ditingkatkan. Kerjasama yang baik
dapat memberikan solusi tepat serta mengembangkan karakter positif. Menurut Johnson
(2007), kerjasama dapat menghilangkan hambatan mental akibat terbatasnya pengalaman dan
cara pandang yang sempit. Kegiatan terakhir merupakan kegiatan evaluasi bagi kegiatan
pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan evaluasi dilaksanakan setiap siklus.
Kegiatan terakhir merupakan kegiatan evaluasi bagi kegiatan pembelajaran yang telah
dilaksanakan. Kegiatan evaluasi dilaksanakan setiap siklus. Menurut Gintings (2008: 168),
kegiatan evaluasi pembelajaran meliputi (1) menilai tingkat penguasaan pengetahuan dan
keterampilan, (2) mengukur peningkatan kemapuan dari waktu ke waktu, (3) menilai siswa
berdasarkan pencapaian tujuan belajarnya, (4) mengevaluasi efektifitas pembelajaran, dan (5)
memotivasi peserta didik untuk belajar.
        Pembahasan penelitian ini meliputi hasil peningkatan kemampuan menulis laporan
aspek isi dan aspek bahasa. Pada aspek isi, meliputi pembahasan pada subaspek kesesuaian,
kelengkapan, kepaduan, dan keruntutan. Pada aspek bahasa meliputi subaspek penggunaan
ejaan, tanda baca, pilihan kata, kalimat efektif, dan paragraf. Berdasarkan pelaksanaan
tindakan pada siklus I menulis laporan pada subaspek kesesuaian sebesar 78%, sedangkan
pada siklus II meningkat dengan baik menjadi 80%. Pada subaspek kelengkapan siklus I,
rata-rata kemampuan siswa sebesar 70% dan pada siklus II sebesar 75%.
        Murray & Hughes (dalam Kuncoro, 2007:111) menyatakan bahwa kepaduan paragraf
disebut koherensi, yaitu bagaimana menyusun paragraf agar sesuai dengan ide dan dapat
dimengerti oleh pembaca. Berdasarkan pelaksanaan tindakan pada siklus I skor rata-rata
menulis laporan pada subaspek kepaduan sebesar 73% dan meningkat pada siklus II sebesar
78%. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa sebuah paragraf yang baik
merupakan paragraf yang memiliki kepaduan, lengkap, dan kesatuan topik sehingga
memungkinkan pembaca mendapatkan informasi. Pada subaspek keruntutan siklus I rata-rata
skor kemampuan siswa sebesar 70% dan pada siklus II meningkat sebesar 75%.
        Pada siklus I, kemampuan siswa dalam menulis laporan masih perlu diperbaiki.
Menulis laporan hendaknya mengikuti kaidah. Penggunaan bahasa Indonesia memiliki kaidah
dalam kepenulisan, yaitu Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Peraturan dalam
buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan pembahasannya
dikelompokkan menjadi 3, yaitu (1) penulisan huruf, (2) penulisan kata, dan (3) pemakaian
tanda baca (Suwignyo, dkk 2001: 8). Siswa yang mencapai standar nilai ketuntasan pada
aspek bahasa siklus I sebanyak 6 orang, sedangkan pada siklus II sebanyak 18 orang
        Pada siklus I, kemampuan siswa dalam menulis laporan subaspek kalimat efektif
masih perlu perbaikan. Kalimat efektif secara gramatikal setidaknya terdiri dari subjek dan
predikat. Suwignyo, dkk (2001: 18) menyatakan bahwa kalimat efektif mempunyai ciri-ciri
(a) gramatikal, (b) bernalar atau logis, (c) efisien, dan (d) jelas. Jika pada siklus I terdapat
siswa yang masih belum menulis kalimat dengan hemat yaitu dalam satu kalimat sangat padat
kata. Sebuah kalimat hemat memiliki kepadatan isi. Menurut Santoso (1999: 1) kalimat
hemat adalah kalimat yang padat isi bukan kalimat yang padat kata. Kalimat tersebut hanya
menggunakan kata sedikit. Tetapi dapat menyampaikan informasi secara tepat dan jelas.
         Penggunaan kata yang berlebihan dapat menjadikan kalimat susah dipahami.
Menurut Parera (1987a: 40-43), aspek-aspek kehematan kalimat yang perlu diperhatikan,
yaitu (1) menghindari pengulangan subjek kalimat, (2) menghindari pengulangan kata-kata
hari, tanggal, bulan, dan tahun yang berkaitan dengan nama-nama hari, tanggal, bulan, dan
angka tahun, (3) menghindari kemungkinan penggunaan hiponimi, (4) menghindari
pemakaian kata penghubung bahwa dan setelah dalam konteks penulisan tertentu, (5)
menghindari pengulangan apa yang telah dikatakan dalam uraian yang sering menjelaskan
hal berulang kali, dan (6) ketidakhematan dalam menyusun pikiran serta gagasan. Pada Pada
siklus I rata-rata kemampuan siswa subaspek penggunaan kalimat efektif sebesar 73% dan
meningkat menjadi 80% pada siklus II.
         Paragraf baik adalah paragraf yang memungkinkan pembaca memahami kesatuan
informasi yang terkandung didalamnya. Suwignyo, dkk (2001: 23) menyatakan bahwa
sebuah paragraf dikatakan baik apabila memenuhi tiga persyaratan, yaitu (a) kesatuan, (b)
kelengkapan, dan (c) kekohesian dan kekoherensian. Berdasarkan pelaksanaan tindakan pada
siklus I dan II kemampuan siswa dalam menulis laporan dengan memperhatikan paragraf
sebesar 63% meningkat menjadi 70%. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa sudah dapat
menulis paragraf dengan baik.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
        Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa
kemampuan menulis menulis laporan siswa pada aspek isi dapat ditingkatkan dengan
menggunakan strategi pembelajaran kreatif produktif. Hal ini dapat di buktikan dengan
peningkatan kemampuan menulis laporan siswa pada aspek isi yang meliputi subaspek
kesesuaian, kelengkapan, kepaduan, dan keruntutan dari siklus I ke siklus II. Subaspek
kesesuaian dari siklus I ke siklus II meningkat dari 78% menjadi 80%, subaspek kelengkapan
meningkat dari 70% menjadi 75%, subaspek kepaduan meningkat dari 73% dan meningkat
pada siklus II sebesar 78%. Pada subaspek keruntutan siklus I rata-rata skor kemampuan
siswa sebesar 70% dan pada siklus II meningkat sebesar 75%.
      Kemampuan menulis laporan siswa pada aspek kebahasaan dapat ditingkatkan dengan
strategi pembelajaran kreatif produktif. Hal ini dapat dibuktikan dengan kemampuan menulis
laporan siswa pada aspek kebahasaan yang meliputi subaspek ejaan, tanda baca, pilihan
kata/diksi, keefektifan kalimat, dan paragraf dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan,
yaitu subaspek ejaan dari siklus I ke siklus II meningkat dari 65 % menjadi 70%, subaspek
tanda baca meningkat sebesar 60% menjadi 70%, subaspek pilihan kata meningkat dari 70%
menjadi 73%, subaspek keefektifan kalimat meningkat dari 73% menjadi 80%, dan subaspek
paragraf meningkat dari 63% menjadi 70%.

Saran
      Berdasarkan hasil keseluruhan penelitian terdapat saran yang perlu disampaikan pada
dua pihak, yaitu bagi guru disarankan menggunakan strategi pembelajaran kreatif produktif
dalam pembelajaran menulis laporan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan
menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan kemampuan menulis laporan siswa pada aspek
isi dan kebahasaan, (2) siswa lebih aktif dan termotivasi untuk mengerjakan tugas
pembelajaran, dan (3) siswa merasa mendapat pembelajaran yang bermanfaat. Hasil
penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan keberhasilan dalam pembelajaran menulis
laporan dengan strategi kreatif produktif. Selain itu, peneliti lain diharapkan dapat
mengembangkan penelitian sejenis dengan menggunakan strategi pembelajaran yang lain.

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka
        Cipta.
BSNP. 2006. Standar Isi (keputusan nomor 22 tahun 2006: tentang Standar Isi untuk Satuan
        Pendidikan Dasar dan Menengah, nomor 24 tahun 2006. Tentang Pelaksanaan
        Permen 22 dan 23 tahun 2006. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
Gintings, Abdorrakhman. 2008. Esensi Praktis Belajar& Pembelajaran. Bandung:
        Humaniora.
Hasbi. 2006. Peningkatan Kemampuan Menulisan Laporan Dengan Strategi Belajar
        Kooperatif Model STAD Pada Siswa Kelas 2 SMP Negeri I Tanah Jamboaye, Aceh
        Utara. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Program Pasca Sarjana Universitas Negeri
        Malang.
Hasnun, Anwar. 2006. Pedoman Menulis untuk Siswa SMP dan SMA. Yogyakarta: Andi.
Hitipeuw, Imanuel. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan
        Universitas Negeri Malang.
Johnson, Elaine. 2007. Contextual Teaching & Learning. Bandung: MLC.
Kuncoro, Mudrajad. 2007. Mahir Menulis: Kiat Jitu Menulis Artikel Opini, Kolom & Resensi
        Buku. Jakarta: Erlangga.
Parera, Jos Daniel. 1987a. Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga.
Parera, Jos Daniel. 1987b. Belajar Mengemukakan Pendapat. Jakarta: Erlangga.
Santoso, Anang. 1999. Kalimat Efektif: Dari Kehematan Sampai Kelogisan. Malang:
        Universitas Negeri Malang.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
Suharmiati, Ucik. 2010. Peningkatan Kemampuan Menulis Laporan Perjalanan Dengan
        Menggunakan Strategi Contoh Noncontoh Siswa Kelas VIIID SMP Negeri 2 Malang.
        Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Program Sarjana Pendidikan Bahasa, Sastra
        Indonesia dan Daerah, Universitas Negeri Malang.
Suprayogi, Bambang. 2011. Strategi Kreatif Produktif Untuk Meningkatkan Kualitas Proses
        dan Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 1 Nganjuk. Tesis tidak diterbitkan. Malang:
        Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.
Suwignyo, Heri., Basuki, Imam Agus., Santoso, Anang., Suyitno, Imam. 2001. Bahasa
        Indonesia Ilmiah. Malang: Universitas Negeri Malang.
Wena, Made. 2010. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: suatu tinjauan konseptual
        operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Stats:
views:27
posted:3/9/2013
language:Unknown
pages:8
Description: Peningkatan Kemampuan Menulis Laporan