Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Torsi Motor Induksi

VIEWS: 7 PAGES: 3

									                                                 Torsi Motor Induksi



       Suatu persamaan torsi pada motor induksi dapat dihasilkan dengan bantuan teori rangakaian

thevenin. Dalam bentuk umumnya, teorema thevenin mengijinkan penggantian sembarang jaringan

yang terdiri atas unsur – unsur rangkaian linier dan sumber tegangan fasor tetap. Rangkaian rotor

direfrensikan terhadap stator. Misalkan V1 tegangan input motor, dengan melihat dari sisi terminal a-

b, dapat dicari tegangan theveninnya. Perhatikan gambar berikut ini.



                                           R1            X1         I '2       a

                                                                     I0
                                            I1
                                                                                   X '2

                                 V1                           Xm
                                                                               R'2
                                                                                s
                                                                               b


                                                     Gambar – 3.5


Untuk mempermudah perhitungan maka pada gambar diatas, terminal a-b dibuka. Perhatikan gambar

berikut.

                                      R1              X1                   a




                            V1                             Xm


                                                                           b


                                                   Gambar – 3.6




       Dari gambar diats dapat dihitung tegangan thevenin ( VTh )
                             jX m         
           VTh = V1                        ( Volt )…………………..(1)
                     R1  j ( X 1  X m ) 



                                              jX m ( R1  jX 1 )
           Z Th = R e + jX e =                                    (Ohm )…………..(2)
                                             R1  j ( X 1  X m )



       Rangkaian ekivalen pada gambar diatsa berubah menjadi seperti pada                                  gambar dibawah

berikut.

                             R1              X1                  a                               Re   Xe          a


                                                          I '2                                             I '2
                                      Xm                             X '2
                                                                                                                      X '2
              VTh                                                                          VTh
                                                                 R'2
                                                                                                                    R'2
                                                                  s
                                                                 b                                                b
                                                                                                                     s


                                                                            Gambar – 3.7




       Dengan demikian I 2 dapat dihitung dengan persamaan

                                       VTh
           I '2 =                 '
                                                          ( Ampere )…………………(3)
                         R2
                    Re      j( X e  X ' 2 )
                         s



       Torsi ( τ d ) dapat juga dihitung dengan persamaan

                    Pg            1                  R'2
                                       3I ' 2
                                                 2
           τd =          =                               (Nm)……………………..(4)
                    s        s                      s



       subsitusikan persamaan (3) di atas ke persamaan (4), maka didapat
                                   2   R'2
                               VTh (       )
                 3                      s
          τd =                                               ( Nm )…………(5)
                 s          R'2 2                  
                      ( Re     )  ( X e  X '2 )2 
                              s                     




       Pada keadaan motor bekerja normal, rotor berputar pada arah putaran medan magnetik yang

dihasilkan oleh arus stator, kecepatannya diantara nol sampai kecepatan serempak, dan slipnya

diantara nol dengan satu. Lihat gambar dibawah berikut.



                                               Torsi




                                                            Daerah motor                      Daerah generator




                                                                            Keceptan dalam
                                                                           persen kecepatan
                                                                               srempak

                                                       Gambar – 3.8




       Untuk mendapatkan mesin induksi yang bekerja sebagai generator, maka terminal stator

dihubungkan pada suatu sumber tegangan dengan frekuensi tetap dan rotornya digerakkan diatas

kecepatan serempak dengan suatu penggerak mula, seperti pada gambar diatas. Sumber tersebut

menjaga supaya kecepatan serempak tetap dan mencatu masukan daya reaktif yang diperlukan untuk

meneral medan magnetis celah udara. Karenanya slip berharga negatif.

								
To top