6. SISTEM RANGKA

					1

2

Skeleton pada veterbrata
• Tulang • Tulang rawan • Tulang+tulang rawan

3

Fungsi Skeleton
• Penyokong tubuh • Perlekatan otot-otot  otot skelet • Pelindung bagian tubuh yang lunak • Memelihara bentuk tubuh • Alat gerak pasif
4

SKELETON

ek soskel eton
berasal dari corium Misal : squama ikan

en d oskel eton
berasal dari mesodermis

Skeleton apendiculare

Skeleton axiale

5

Skeleton Axiale
• Columna vertebralis (tulang belakang) • Costa ( tulang rusuk) • Sternum • cranium

6

Skeleton appendiculare
• Cingulum pectorale (gelang bahu) • Cinggulum pelvicale (gelang panggul) • Extremitas craniale (tungkai depan) • Extremitas caudale (tungkai belakang)

7

Skeleton axiale

Skeleton appendiculare 8

Columna vertebralis
Columna Vertebralis:
– Melindungi medulla spinalis
– Tersusun dari deretan vertebrae – Dari basis cranium hingga ujung ekor

– Memiliki variasi morfologi vertebra

• Vertebra:
– Centrum – Arcus
– processus
9

10

Typical Cervical Vertebra
11

Centrum
• Massa silindris • Terletak di ventral tubus neuralis

• Antar centrum dihubungkan oleh discus intervertebralis
– Discus intervertebralis disusun oleh jaringan cartilago fibrosa – Discus intervertebralis dapat melekat dibagian distal atau bagian cranial centrum
 menyebabkan permukaan centrum bervariasi  cembung, cekung, datar atau kombinasi

• Variasi permukaan centrum  tipe centrum
– Amphicoel
– Procoel – Ophisthocoel – Heterocoel

– Acoel

12

13

Sisa chordacorsalis hanya terdapat pada embrio dan vertebrata rendah

14

Tipe-tipe centrum

15

Arcus
• Sepasang bangunan melengkung

– Di dorsal centrum  arcus neuralis  di dorsal
bersatu membentuk spina neuralis

– Di ventral centrum  arcus hemalis • Arcus neuralis  berderet  membentuk saluran  canalis neuralis/vertebralis  tempat medulla spinalis

16

17

Diplospondylus pada Amia sp.
18

Processus
• Merupakan tonjolan dari arcus maupun centrum • Fungsi:
– Menambah ketegaran columna vertebralis – Mencegah pembengkokan berlebihan pada columna vertebralis

– Tempat persendian costa – Tempat perlekatan otot

• Jenis-jenis processus antara lain:
– Zygapophysis – Parapophysis – Diapophysis – Basapophysis – Hypapophysis
19

Zygapophysis • 2 pasang tonjolan arcus neuralis – Prezygapophysis : sepasang tonjolan ke cranial; permukaan persendian menghadap dorsomedial. – Postzygapophysis: sepasang tonjolan ke caudal; permukaan persedian menghadap ventrolateral • Postzygapophysis bersendi dengan prezigapophysis vertebra di belakangnya. Diapophysis • Tonjolan pada basal arcus neuralis; meluas ke lateral • Bersendi dengan tuberculum costae

20

Parapophysis • Tonjolan dari centrum • Bersendi dengan capitulum costae Basapophysis • Tonjolan dari ventrolateral centrum

• Bersendi dengan arcus hemalis Hypapophysis • Tonjolan pada mid-ventral centrum • Terdapat pada vertebrae reptil tertentu, burung dan mamal

21

Mammal lumbar vertebra

22

Vertebra Necturus

23

24

Vertebra satu sama lain bersendi melalui:

– Discus intervertebralis centrum – Zygapophysis

Vertebra dan costa bersendi melalui:
– Parapophysis dengan capitulum costa
– Diapophysis dengan tuberculum costa

25

Pola umum columna vertebralis
Columna Vertebralis pada Ikan
Terdiri dari:

Columna Vertebralis selain pada Ikan
Terdiri dari:

•

Vertebrae cranialis/ vertebrae
abdominalis

•vertebra cervicalis (=vertebra abdominalis
anterior pada ikan) •vertebra abdominalis

•

Vertebrae caudalis

•vertebra sacralis
•vertebra caudalis

26

Pada reptil, burung dan mamal
• Vertebrae abdominalis berdiferensiasi menjadi: – Vertebra thoracalis (bag. anterior) – Vertebra lumbalis (bag. Posterior)
 Columna vertebralis pada reptil, burung dan mamal secara umum:

Vertebra cervicalis – vertebra thoracalis – vertebra lumbalis – vertebra sacralis – vertebra caudalis

27

• Pada amfibi
– terdapat 1 vertebra cervicalis (= atlas), vertebra abdominalis dan vertebra caudalis. – Persatuan beberapa vertebra caudalis membentuk urostylus.

• Pada reptil
– terdapat 2 vertebra cervicalis, vertebra cervicalis pertama adalah atlas dan vertebra cervicalis kedua adalah axis.

• Pada ular
– vertebra abdominalis tidak dibedakan atas vertebra thoracalis dan vertebra lumbalis.
– Permukaan artikulasi vertebra pada ular selain melalui centrum dan zygapophysis, juga melalui zygosphene dan zygantra.

28

29

30

31

Badan

Ekor

Phyton
32

• Pada burung
– atlas serupa dengan pada reptil. – Processus transversus vertebra cervicalis memiliki foramen transversarium  dilalui arteria dan vena vertebralis. – Tipe vertebra heterocoel.
– Vertebra thoracalis posterior , vertebra lumbalis, vertebra sacralis dan vertebra caudalis I bersatu membentuk synsacrum. – Vertebra caudalis VI – IX bersatu membentuk pygostylus.

33

• Pada mamal,
– vertebra cervicalis I (=atlas) serupa dengan pada reptil dan burung – Vertebra cervicalis 7 buah, tipe acoel
– Vertebra thoracalis mempunyai 2 permukaan artikulasi yaitu facies tubercularis dan facies demicostalis (facies capitularis) – Vertebra lumbalis, besar kuat dan lebih panjang dari vertebra yang lain. – Sacrum dibentuk oleh 3 – 5 vertebra sacralis yang bersatu membentuk persendian dengan cingulum pelvicale. – Vertebra caudalis, jumlahnya bervariasi yaitu 3 – 4 pada manusia, 50 pada trenggiling.

34

Atlas (l) and axis (r)

35

Processus odontoideus

Atlas and axis fitted (dorsal)

36

Costa
• Pada ikan, costa terdiri dari: – Costa dorsalis: tonjolan ke arah luar dari processus transversus menuju septum horizontale – Costa ventralis: melekat pada ventrolateral centrum.

37

38

39

• Pada tetrapoda
– costa dorsalis bersatu dengan costa ventralis, sehingga terbentuk costa bicipitale (memiliki 2 kepala)
• kepala bagian dorsal (=tuberculum) bersendi pada diapophysis, • kepala bagian ventral (=capitulum) bersendi pada parapophysis

– Dibagian leher, costa bersatu dengan vertebra sehingga terbentuk lobang disebut foramen transversarium yang dilewati arteria dan vena vertebralis.

40

41

• Pada amfibi
– costa mereduksi dan tidak berhubungan dengan sternum

• Pada reptil – costa terdapat pada semua vertebra abdominalis dan vertebra caudalis – Terdapat hubungan intra costa dan sternum. • Pada ular – costa berakhir bebas karena tidak ada sternum
42

• Pada burung
– costa kuat dan pipih, bicipital, menghubungkan vertebra
thoracalis dan sternum.

– Costa pars vertebralis mempunyai processus uncinatus, untuk perlekatan otot dan memperkuat thorax

43

• Pada mamal
– costa terdiri dari:
• costa pars vertebralis (berupa tulang),

• costa pars sternalis (berupa tulang rawan), – bersatu secara langsung atau tak langsung dengan
sternum, sehingga dibedakan 3 macam costa yaitu:

• Costa vera • costa spuria
• costa fluctuantes
44

Gambar costa mamal

45

Sternum
• Hanya ada pada tetrapoda,

• berupa tulang tunggal atau serangkaian tulang di medioventral thorax • ular dan Lacertilia tidak bertungkai tidak memiliki Sternum

46

• Pada Anura
– sternum berkembang baik – terdiri dari:
• Omosternum (berupa tulang) dengan perluasan ke anterior membentuk episternum (berupa tulang rawan) • Mesosternum (berupa tulang) dengan perluasan ke arah posterior

membentuk xypisternum (berupa tulang rawan)

47

• Pada Lacertilia
– sternum terdiri dari lempeng tulang rawan pipih bersatu

dengan pars sternalis costa thoracalis – Reptil yang tidak memiliki sternum: penyu dan ular.

• Pada burung yang aktif terbang dan penguin
– sternum dilengkapi dengan carina sterni sebagai tempat perlekatan otot-otot pectoral

48

Carina streni
49

50

• Pada mamal
– sternum terdiri dari sederetan tulang disebut
sternebra.
• Sternebra di anterior  presternum
• Sternebra di tengah  mesosternum

• Sternebra di posterior  metasternum

– Pada ujung caudal Metasternum melekat cartilago xiphoideum
51

Cranium
• Terdiri dari 2 bagian fungsional
– Neurocranium (mengelilingi otak dan alat indra tertentu) – Splanchnocranium (terdiri dari rahangdan cartilago branchialis) Contoh ikan hiu.

•

Pada Vertebrata bertulang sejati
– komponen neurocranium dan splachnocranium (cartilago) berkembang jadi cranium (tulang)  proses penulangan endochondral. – Bersamaan dengan proses tersebut, terjadi pula penulangan intra membran, membentuk dermatocranium.

52

Neurocranium
• Ontogeni : Asal berupa rangkaian cartilago yang berpasangpasangan yaitu:
– Cartilago parachordalis (di kanan kiri chorda dorsalis), meluas ke lateral sampai capsula otica dan meluas ke posterior, kemudian bersatu membentuk lamina basalis – Cartilago prechordalis, ujung anteriornya bersatu dengan capsula nasale membentuk lamina ethmoidale.

53

• Perkembangan cartilago parachordalis dan prechordalis
disertai dengan persatuan capsula otica dan capsula nasale.

Bagian sisi lateral tumbuh ke dorsal setiap sisi otak, kemudian
ke medial dan terbentuklah atap otak (berupa cartilago).

• Pada Elasmobranchii, perluasan ini bersatu di dorsal otak. • Pada Vertebrata umumnya hanya capsula otica di daerah occipitale yang diatapi cartilago, sedangkan atap neurocranium lain dibentuk oleh tulang membran dari dermatocranium
54

Cartilago parachordalis

Cartilago prechordalis

capsula otica

capsula nasale

lamina basalis

Bagian sisi lateral

lamina ethmoidale

tumbuh ke dorsal

sisi otak

ke medial

atap otak

55

56

4 Pusat Penulangan 1. P.P Basioccipitale
Bagian Posterior : Segmen Occipitale terdiri dari 4 tulang :  Os Basioccipitale, di Ventral  Os Ex occipitale, di Lateral  Os Supraccipitale, di Dorsal

57

4 Pusat Penulangan 2. P.P Basisphenoidale
Pada Reptilia dan Aves tersusun atas 3 tulang : ♪ Os Basisphenoidale (1) ♪ Os Pleurosphenoidale (2) Pada Mammal : Os Pleurosphenoidale diganti menjadi  Os Alisphenoidale

58

4 Pusat Penulangan
3. P.P Presphenoidale
Tersusun atas 3 tulang : Os Presphenoidale (1) Os Orbitosphenoidale (2)

4. P.P Ethmoidale
Os Mesethmoidale  Menyokong Capsula Nasale Os Cribriformes  Mengandung Foramina Olfactoria Os Turbinale  Derivat capsula nasale

59

60

61

Splanchnocranium
• Terdiri dari sederetan cartilago atau tulang arcus visceralis yang mengelilingi calon rongga pharynx embrio. • Arcus visceralis I (=arcus mandibularis), terdiri dari:
– Cartilago pterygoquadratum (di dorsal) – Cartilago Meckeli (di ventral)

• Arcus visceralis II (arcus hyoideus) terdiri dari:
– Hyomandibulare, ceratohyale dan basihyale

• Arcus visceralis III – VII, terdiri dari 4 segmen:
– Pharyngobranchiale, epibranchiale, ceratobranchiale dan hypobranchiale

62

63

• Cartilago pterigoquadratum:
– Bagian anterior diselubungi dermatocranium membentuk rahang atas – Bagian posterior mengalami osifikasi endochondralis membentuk os quadratum

• Cartilago Meckeli:
– Bagian anterior diselubungi dermatocranium membentuk rahang bawah – Bagian posterior mengalami osifikasi endochondralis membentuk os articulare. – Os quadratum dan os articulare merupakan artikulasi mandibula dan maxilla pada Vertebrata di bawah mamal

64

• Pada mamal
– artikulasi terjadi antara os dentale (mandibula) dengan os

squamosum – Os articulare membentuk maleus, – os quadratum membentuk incus,
– sedangkan stapes terbentuk dari cartilago

hyomandibulare.

• Pada amfibi
– sebagian cartilago hyomandibulare mengalami penulangan

membentuk columella
65

Dermatocranium
• Tulang dermal (tulang membran)  ikut membentuk cranium • antara lain: – tulang-tulang yang mengatapi neurocranium dan otak – dinding lateral cranium, – cartilago pterygoquadratum, – palatum, – cartilago Meckeli, – tulang operculare (pada ikan)

66

• Pada amfibi
– cranium lebar, pipih, punya 2 condylus occipitalis.

• Pada reptil
– bagian temporal cranium punya lubang / fossa yang besar.

• Pada burung
– tulang-tulang cranium sangat tipis, ringan, bersatu satu sama lain

• Pada mamal
– cranium relatif besar, tulang penyusun lebih sedikit, punya 2 condylus occipitalis.
67

Cingulum pectorale gelang bahu
• terdiri atas 2 elemen yaitu
– Tulang cartilago antara lain: coracoid, scapula dan suprascapula
– Tulang membran, antara lain: clavicula, cleithrum dan

supracleithrum

• Pada tetrapoda
– cleithrum dan supracleithrum menghilang, clavicula membesar

68

• Pada ikan
– cleithrum besar, clavicula mereduksi.

• Pada katak
– cingulum pectorale terdiri atas clavicula, epicoracoid,
coracoid, scapula, dan suprascapula.

• Pada Crocodilia dan Lacertilia tidak bertungkai
– tidak memiliki clavicula.

69

• Pada burung terbang
– 2 clavicula bersatu dengan interclavicula membentuk furcula,

• Pada burung tidak terbang
– clavicula tidak bertemu di ventral sehingga tidak ada furcula.

• Pada beberapa mamal
– clavicula mereduksi,

• Pada ikan paus, ungulata dan beberapa carnivor
– clavicula tidak ada,

• Pada insectivor, rodentia dan kelelawar
– clavicula besar.

70

Cingulum pelvicale  gelang panggul
• Pada ikan
– cingulum pelvicale terdiri atas 2 lamina pelvicale berartikulasi dengan

pinna pelvicalis.

• Pada embrio tetrapoda
– mula-mula terbentuk lamina pelvicale (berupa cartilago) yang kemudian mengalami penulangan membentuk pubis di anterior, ischium di posterior dan ilium di bagian dorsal.

– Pertemuan ketiga tulang tersebut membentuk acetabulum berupa lekukan tempat bersendinya femur.

71

Extremitas cranialetungkai depan
• terdiri atas:
– Humerus, berartikulasi dengan scapula pada cavitas glenoidalis, dan bagian distal berartikulasi dengan ulna dan radius. – Radius di bagian anterior berartikulasi dengan humerus dan ulna (di
proksimal) serta dengan pergelangan tangan arah ibu jari (distal) – Ulna berartikulasi dengan humerus dan radius (di proksimal) serta

dengan pergelangan tangan arah kelingking (di distal) – Manus tersusun oleh carpalia, metacarpalia dan phalanges.

72

Extremitas caudale tungkai belakang
• terdiri atas:
– Os femorale, bersendi dengan acetabulum

– Tibia dan fibula di bagian proksimal bersendi dengan os femorale, dan di distal bersendi dengan pergelangan kaki. – Pes disusun oleh tarsalia, metatarsalia dan phalanges.

73

74


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:12488
posted:11/4/2009
language:Malay
pages:74
Description: materi anatomi hewan