1 ANALISIS KINERJA INSTALASI FARMASI RSUD DJOJONEGORO TEMANGGUNG by eg1pt23

VIEWS: 596 PAGES: 3

									                                                               1




ANALISIS KINERJA INSTALASI FARMASI RSUD DJOJONEGORO
TEMANGGUNG DENGAN PENDEKATAN BALANCED SCORECARD



                             Tesis

    Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat S-2

                  Program Studi Ilmu Farmasi
      Jurusan Ilmu-ilmu Matematika dan Pengetahuan Alam
               Minat Magister Manajemen Farmasi




                         Diajukan oleh:

                    Dwi Kurniawati Sambodo
                       16643/PS/MMF/05



                          Kepada
                 SEKOLAH PASCA SARJANA
                 UNIVERSITAS GAJAH MADA
                      YOGYAKARTA
                           2007
                                                                               9




                                   INTISARI

        IFRS Djojonegoro Temanggung memberikan kontribusi sebesar 36,00%
dari total pendapatan RSUD Djojonegoro Temanggung pada tahun 2005.
Kontribusi ini belum optimal karena IFRS sebenarnya dapat memberikan
kontribusi 40,00% terhadap total pendapatan rumah sakit. Balanced Scorecard
merupakan instrumen yang power-full sebagai alat evaluasi dalam manajemen,
karena dapat menilai kinerja IFRS dari empat perspektif, yaitu keuangan,
pelanggan, proses pelayanan serta pembelajaran dan pertumbuhan secara terukur.
        Jenis penelitian adalah studi kasus bersifat deskriptif. Pengumpulan data
secara retrospektif dan prospektif berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data
dikumpulkan melalui: pengamatan dokumen, pengamatan langsung, penyebaran
kuesioner, dan wawancara dengan Kepala instalasi. Data kualitatif dianalisis
isinya dan data kuantitatif dianalisis secara statistik.
        Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: 1) kinerja pada perspektif
keuangan tahun 2005: terjadi penumpukan persediaan obat dan alat kesehatan dan
nilai penjualan obat dan alat kesehatan lebih rendah dari nlai pembeliannya. 2)
kinerja pada perspektif customer: keterjaringan pasien 40,49%; ketidakpuasan
pasien tinggi pada aspek: waktu pelayanan (55,00%), kenyamanan ruang tunggu
(25,80%) kurangnya perhatian petugas terhadap keluhan pasien (23,30%).
3) Kinerja pada perspektif pelayanan: tingkat ketersediaan obat 96,94%, rata-rata
dispensing time untuk obat racikan 21,92 menit dan nonracikan 10,02 menit
sedangkan pada pagi hari 13,42 menit dan siang hari 15,47 menit. Tingkat antrian
pasien 101,53%, proporsi obat diserahkan dengan label yang benar 99,73%, rata-
rata waktu pemberian informasi obat 43,40 detik 4) Kinerja pada perspektif
pembelajaran dan pertumbuhan: produktivitas petugas 75,10%, capaian target
indikator pengembangan SIM tahun 2004 dan tahun 2005 0,00%, capaian target
pelatihan petugas tahun 2004 sebesar 100,00% dan tahun 2005 sebesar 50,00%.

Kata kunci: evaluasi, kinerja, balanced scorecard
                                                                                 10




                                   ABSTRACT

        IFRS Djojonegoro Temanggung gave the contribution about 36,00% from
a whole reveneu of RSUD             Djojonegoro Temanggung in 2005. These
contributions was not optimalize yet because IFRS should be able to give 40,00%
to total hospital reveneus. Balanced Scorecard is a power-full instrument as
management evaluation tools which able to evaluate IFRS performance from four
perspectives, which is financial, customer, business process also learning and
growth as measurable.
        The research type was descriptive case study. Data collecting
restrospectively and prospectively in tehe form of qualitative an quantitative. Data
were collected through : document observation, direct observation, spreading
questonaires, and interview with the leader of pharmacy department. Qualitative
data was analysed by its contents and quantitative data was analysed statistically.
        Result showed: 1) performance at financial perspective in year 2005
showed that there was over invesment and the drugs selling lower than drugs
purchasing. 2) performance at customer perspective: level of patient coming
40,49%; unsatisfaction level had high level for : dispensing time (55,00%),
waiting chamber comfortability (25,80%), lack of attention to patient for
complains (23,30%). 3) Performance at internal business : availability level of
drugs was 96,94%, average dispensing time for gathering drugs was 21,92
minutes, and non-gathering drugs was 10,02 minutes, mean while 13,42 minutes
at morning time and 15,47 minutes at day time. Patient queue level was 101,53%,
drugs label given to patient correctly was 99,73%, drugs information for patient
was 43,40 seconds. 4) Learning and growth performance : staff productivity was
75,10%, 0,00% for SIM development achivement at 2004 and 2005, staff training
achievement was 100,00% at 2004 and 50,00% at 2005.

Key words : evaluation, performance, balance scorecard

								
To top