Docstoc

PPG - Sistem Sosial

Document Sample
PPG - Sistem Sosial Powered By Docstoc
					MASYARAKAT SEBAGAI
   SISTEM SOSIAL

Sistem dalam pengertian keilmuan:
Sistem itu terdiri atas banyak bagian,
komponen, unsur yang acap disebut
sebagai sub-sistem
Masing-masing komponen saling
berhubungan secara interdependency
(saling tergantung)
•   Keseluruhan hubungan antar komponen
    membentuk suatu kesatuan sistem (kualitatif),
    shg keseluruhan sistem bukannya hasil
    penjumlahan masing-masing bagian
    (kuantitatif), melainkan hasil beroperasinya
    semua bagian.
•   Sistem sosial cenderung selalu
    mempertahankan keseimbangan (equilibrium)
    sistem. Suatu sistem sosial selalu berusaha
    mempertahankan tercipta dan bertahannya
    keteraturan sosial (social order). Apabila
    terjadi penyimpangan, maka sistem itu akan
    segera berusaha menyesuaikan diri kembali
    ke kadaan normal.
•   Oleh karena itu, suatu sistem sosial tidak
    akan pernah berubah secara radikal;
    melainkan secara gradual, tidak pernah
    menyentuh pada substansi, kecuali
    hanya kulitnya saja.
• Karena sifatnya order oriented
  (equlibrium), maka pendekatan sistem ini
  acapkali dikatagori kan sangat
  konvensional dan pro-statusquo. Hal ini
  berbeda dengan model pendekatan
  konflik (conflict approach).
• Cara pandang masyarakat sebagai
  sistem sosial dikenal dengan perspektif
  struktural fungsional, sedangkan yang
  kedua biasa disebut dengan perspektif
  struktural konflik.
• Perspektif struktural fungsional, Parsonian,
  memandang masyarakat sebagai suatu sistem
  sosial. Kehidupn sosial dilihat sebagai suatu
  sistem sosial yg eksistensinya harus diperhati
  kan sebagai suatu totalitas atau keseluruhan
  yang sistemik; bukan hanya kumpulan atau
  onggokan orang, barang, binatang, rumah,
  makanan … entitas material.
• Tetapi, masyarakat harus di pandang sebagai
  proses bekerjanya bagian-bagian atau
  komponen-komponen yang saling berhubungan
  dan saling tergantung sehingga menjadi suatu
  totalitas.
August Comte, malah melihat
masyarakat tak ubahnya dengan sistem
organisme. Masyarakat dianalisis
dengan mengguna kan konsep-konsep
biologis tentang struktur dan fungsi.
Keluarga-keluarga itu merupakan sel-sel
sosial dasar; kekuatan-kekuatan sosial
merupakan syaraf; sedangkan negara
dan kota merupakan organ-organ
sosial, dan bangsa-bangsa di dunia
merupakan sistem-sistem organisme
dalam biologi.
Tip Herbert Spencer bagaimana suatu masyarakat
harus dipandang secara analog dengan suatu
organisme:
 Baik masyarakat maupun organisme
  adalah hidup sehingga keduanya hidup
  dan berkembang
 Dalam masyarakat maupun organisme,
  fenomena pertambahan dan ukuran
  mengindikasikan bertambahnya
  kompleksitas dan differensiasi (struktur)
 Adanya differensiasi progressif dalam
  struktur dalam masyarakat maupun
  organisme akan selalu disertai dengan
  differensiasi fungsi
   Dalam masyarakat maupun organisme,
    bagian-bagian dari keseluruhan saling
    berkaitan secara interdependency, sehingga
    perubahan pada satu bagian akan
    mempengaruhi bagian-bagian lainnya.
   Dalam masyarakat maupun organisme,
    setiap bagian keseluruhan, juga merupakan
    masyarakat mikro atau organisme di dalam
    maupun dari padanya.
   Baik dalam masyarakat maupun
    organisme, kehidupan keseluruhan dapat
    dihancurkan, namun bagian-bagiannya
    akan tetap hidup, paling tidak untuk
    sementara waktu.
 Cara pandang (analisis) masyarakat layaknya
  organisme dibangun berdasarkan 3 (tiga)
  asumsi utama, yaitu:
 Realitas sosial dipandang atau
  digambarkannya sebagai suatu sistem
 Proses suatu sistem hanya dapat difahami
  dalam kerangka hubungan timbal-balik antara
  bagian-bagiannya
 Sebagaimana halnya dengan suatu
  organisme, suatu sistem terikat pada proses-
  proses tertentu yang bertujuan untuk
  mempertahankan integritas dan batas-
  batasnya[1].

    [1] Uraian lebih mendalam, baca Soerjono Soekanto, 1986; Seri Pengenalan Sosiologi
    4, Fungsiuonalisme Imperatif . (Jakarta: Rajawali Press).
   Komponen sistem sosial terdiri atas
    peranan-peranan sosial (social roles).
   Peranan berkaitan dengan status
    sosial (social status).
   Komponen sistem sosial adalah
    tindakan/ perilaku empirik orang
    dalam kehidupan sehari-hari. Kalau
    kita hendak mengetahui “siapa”
    orang itu, kita bisa mengamati dari
    “apa” perilakunya.
   “Siapa” merujuk pada status sosial,
    sedang “apa” merujuk pada jenis,
    bentuk perilakunya dan bahkan
    ekspresi simbolik yang melekat pada
    orang itu.
   Status sosial berbeda dengan orang
    yang sedang menduduki status sosial.
    Status Presiden berbeda dengan SBY.
    Di dalam dunia sosial akan selalu
    ditemukan “kursi-kursi” yang
    terbuka diduduki oleh siapa saja yang
    memang memenuhi kualifikasi untuk
    mendudukinya. Kursi-kursi itu
    bukannya “kursi mati”, melainkan
    “kursi sosial”.
   Ststus sosial mempunyai ”dunia
    sendiri”, lepas dari orang.
   Cara pandang (dan analisis) masyarakat
    sebagai sistem sosial, sesungguhnya
    juga merupakan cara pandang para
    teoritisi struktural fungsional. Dalam
    bentuknya yang paling ekstrim, teori-teori
    struktural fungsional mencakup konsep-
    konsep sebagai berikut:
    1.   Sebagai sistem yang terikat dan terbatas,
         masyarakat mengatur dirinya sendiri dan
         cenderung menjadi suatu sistem yang tetap
         serta serasi
    2.   Sebagai suatu sistem yang mengatur dirinya
         sendiri yang sama dengan suatu organisme,
         masyarakat mempunyai berbagai kebutuhan
         (needs) dasar yang harus dipenuhi, apabila
         keserasiannya ingin dipertahankan
3.   Analisis soiologis terhadap sistem
     yang mengatur dirinya sendiri
     dengan segala kebutuhannya
     harus dipusatkan pada fungsi
     bagian-bagian sistem dalam
     memenuhi kebutuhan dan
     memelihara keserasiannya.
4.   Dalam sistem-sistem dengan
     berbagai kebutuhannya, mungkin
     tipe-tipe struktur tertentu harus ada
     untuk menjami ketahanannya
     (Soekanto, 1986).
   Talcott Parson: terdapat 3 (tiga) unsur pokok
    dalam tindakan individu dalam masyarakat,
    yaitu (1) sistem kepribadian, (2) sistem sosial
    dan (3) sistem budaya. Sistem budaya adalah
    dasar dari struktur normatif sistem sosial,
    bentuk-bentuk kebutuhan dan proses-proses
    pengambilan keputusan dalam sistem
    kepribadian.
   Di dalam sistem sosial, masalah terpenting
    adalah inetgrasi sosial, sehingga komponen sub
    sistem sosial lain (sub sistem budaya dan sub
    sistem kepribadian), dibicarakan hanya dalam
    kaitannya dengan sumbangannya terhadap
    integrasi sistem sosial.
   Ada yang menambahkan satu lagi, yakni sistem
    religi yang berada di atas posisi sistem budaya.
    Sistem ini dinilai penting karena dalam
    realitasnya, sistem budaya banyak dipengaruhi
    oleh keberadaan sistem religi, agama atau
    kepercayaan
     Paling tidak terdapat 2 (dua) hal
     penting terhadap terwujudnya
     integrasi sosial (social integration),
     yaitu:
1.   Sistem sosial harus mampu
     mendorong warga masyarakat agar
     selalu bertindak sesuai dengan
     harapan peranannya,
2.   Sistem sosial harus menjauhi
     tuntutan yang mustahil kepada
     masyarakat yang bisa menimbulkan
     penyimpangan dan konflik
     Paling tidak ada 4 (empat) sub-sistem
     yang menjalankan fungsi-fungsi
     utamanya di dalam kehidupan sehari-
     hari masyarakat, yaitu:
1.   Fungsi mempertahankan dan menegakkan
     pola dan struktur masyarakat yang
     dilaksanakan oleh sub-sistem budaya
2.   Fungsi integrasi yang dilaksanakan oleh
     sub-sistem kaidah sosial
3.   Fungsi pencapaian tujuan yang
     dilaksanakan oleh sub-sistem politik
4.   Fungsi adaptasi dengan lingkungan sistem,
     yang dilaksana kan oleh sub-sistem
     ekonomi.
   Keempat sub sistem di atas, bekerja
    (dan berproses secara sistemik)
    secara mandiri, namun (ketika
    berhubungan dengan sub sistem
    yang lain) mereka bekerja bersama-
    sama dengan pola saling
    mendukung (dan karena itu saling
    tergantung, interdependency) untuk
    mewujudkan keutuhan dan
    kelestarian sistem sosial secara
    keseluruh an.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:7
posted:2/27/2013
language:Unknown
pages:17