Docstoc

MODUL SOSIOLOGI

Document Sample
MODUL SOSIOLOGI Powered By Docstoc
					             MODUL
           SOSIOLOGI


                UNTUK
       SMA KELAS X (10) SEMESTER I




              PENYUSUN


      Drs. Ir. HADIYANTO, M.Ak
      NIP. 196411081992031010




        SMA NEGERI I CIKEMBAR

MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP)
     SOSIOLOGI TINGKAT SEKOLAH


  KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
             TAHUN 2011-2012
                       KATA PENGANTAR




      Modul Sosiologi kelas 10 yang dilengkapi dengan tugas kerja atau
LKS dibuat sebagai penunjang untuk melengkapi buku paket.
      Dengan modul ini seorang guru dapat mudah memberikan arahan atau
penjelasan dalam penyelenggaraan Regses Kegiatan Belajar Mengajar.
      Sehingga siswa-siswa kelas 10 yang baru mengenal Sosiologi dapat
mudah pula memahami makna serta tujuan pembelajaran Sosiologi.
      Modul ini dilengkapi dengan penyampaian konsep-konsep, metode-
metode Sosiologi sehingga siswa diharapkan mampu bernalar, berpikir kritis
dan inovetif terhadap berbagai perkembangan maupun perubahan didalam
masyarakat.
      Akhirnya saya, penyusun mengucapkan terima kasih kepada
Bapak/Ibu guru Sosiologi yang memanfaatkan modul ini. Saya
mengharapkan kritik dan saran yang berkembang yang membangun untuk
perbaikan selanjutnya.



                                                       Cikembar, Juli 2011



                                                            Penyusun
                                              DAFTAR ISI




                                                                                                                Halaman
Kata Pengantar..........................................................................................         i
Daftar Isi...................................................................................................    ii
Pendahuluan .............................................................................................        1
Pentunjuk Penggunaan .............................................................................               2
Uraian Materi Pembelajaran......................................................................                 3
Objek Sosiologi dan Tujuan Sosiologi ......................................................                      5
Hubungan Sosiologi Dengan Ilmu-Ilmu Lain............................................                             5
Rangkuman ..............................................................................................         7
Latihan I ...................................................................................................    8
Sosiologi Sebagai Metode.........................................................................                10
Latihan II .................................................................................................     12
Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan dan Metode .....................................                              14
Masalah Sosial dan Perkembangan Sosiologi............................................                            15
Menarik Kesimpulan Berdasarkan Data Sosiologis...................................                                18
Apa Yang Menarik Dalam Sosiologi.........................................................                        19
Rangkuman ..............................................................................................         21
Latihan III.................................................................................................     22
Daftar Pustaka...........................................................................................        23
                    PENDAHULUAN
     Modul ini merupakan media belajar yang menunjang siswa
meraih suatu kesusksesan dalam memahami dan mendalami suatu
ilmu pengetahuan. Pengalaman-pengalaman yang terdapat
dilapangan tidak dapat direkam semuanya melalui otak, karena itu
dibutuhkan buku-buku yang dapat membantu kita untuk mengingat
kembali apa yang didapat dari pengalaman tersebut. modul
sosiologi ini dapat membantu siswa dalam menguraikan kembali
tentang beberapa gejala-gejala sosial atau fenomena-fenomena
sosial yang terdapat disekeliling kita yaitu yang terdapat dalam
masyarakat.
     Bagi siswa kelas 10 yang baru pertama kali mengenal
pelajaran sosiologi selain mendapat bimbingan dari guru dan
membaca buku-buku paket YANG TELAH DISEDIAKAN TETAP
MEMERLUKAN MODUL INI UNTUK DAPAT DIGUNAKAN
BELAJAR SENDIRI ATAU MANDIRI. Dalam modul ini terdapat
pula beberapa kegiatan yang harus dikerjakan siswa yang sengaja
dibuat dalam rangka mengaplikasikan materi-materi yang ada
didalam modul ini.
     Setelah siswa menyelesaikan modul ini, diharapkan siswsa
akan lebih memahami apa yang disebut dengan ilmu sosiologi itu?
Selain itu diharapkan siswa dengan mudah dapat mempelajari
sosiologi dalam modul ini karena objek sosiologi dalam ada
disekeliling kita yaitu manusia dengan segala bentuk kehidupannya.

     Sebagai manusia yang hidup ditengah-tengah masyarakat, kita
tidak dapat melepaskan hubungan dengan manusia lainnya, karena
sebagai mahkluk hidup kita tetap membutuhkan orang lahir seperti
manusia lahir ke dunia tidaklah seorang diri, tetapi tetap
membutuhkan orang lain. Semua peristiwa yang menyangkut
kehidupan manusia secara umum dapat dipelajari melalui pelajaran
sosiologi dan kiranya modul ini dapat membantu anda dalam
memahami seluk beluk manusia dalam kehidupannya dalam
masyarakat.
              PETUNJUK PENGGUNAAN


Untuk memperoleh hasil yang memuaskan dalam mengerjakan modul
ini perhatikan petunjuk dibawah ini :
1. Bacalah modul ini dengan seksama secara perseorangan
   maupun kelompok.
2. Bila ada materi yang kurang jelas, tanyakan kepada guru,
   teman anda atau dapat pula membaca buku-buku lainnya.
3. Setelah memahami modul ini, kerjakan tugas-tugas
   berikutnya.
4. Modul ini terdiri dari 2 pokok materi dengan beberapa
   kegiatan :
  a. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan metode
  b. Obyek kajian sosiologi
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan metode terdiri dari :
- Manusia Makhluk Yang Berpikir
- Ilmu Pengetahuan Dan Sosiologi
- Sosiologi Sebagai Ilmu Pengetahuan
- Sosiologi Sebagai Metode
- Masalah Sosiologi dan Perkembangan Sosiologi
- Menarik kesimpulan berdasarkan data sosiologis.
- Apa yang menarik dalam sosiologi
Objek kajian sosiologi :
- Objek kajian sosiologi
- Sistem sosial
- Organisasi sosial
- Kelompok sosial
- Judul              : Faktor penyebab konflik sosial dan
  dampaknya
- Mata Pelajaran     : Sosiologi
- Standar Kompetensi : Memahami nilai dan norma dalam
                       membentuk keteraturan hidup manusia
- Kompetensi dasar : Menganalisis        peranan     Sosiologi    dan
                       Antropologi dalam mengkaji masyarakat
                       sebagai satu sistem sosial hidup yang
                       dinamis.
- Materi Pokok       : Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan tentang
                       Perilaku Sosial dalam masyarakat
- INDIKATOR          : Setelah selesai kegiatan ini anda diharapkan :
   1. Mendeskripsikan konsep-konsep dasar dan metode-metode
      Sosiologi dan Antropologi.
   2. Mendeskripsikan konsep-konsep tentang realitas-realitas
      sosial budaya.
- Tempat             : Di Ruang Kelas


INFORMASI :

   Sebelum membahas indikator-indikator di atas terlebih
dahulu kita harus memahami pengertian Sosiologi. Dan yang
jelas bahwa ketika kita mendengar ata membaca tulisan-tulisan
tentang Sosiologi, maka akan termuat dalam benak kita
pertanyaan-pertanyaan seperti :
-   Apakah yang dimaksud dengan sosiologi?
-   Apakah obyek kajian Sosiologi?
-   Apakah kegunaan dari Sosiologi?
-   Apakah tujuan mempelajari Sosiologi?
-   Dan apakah ada hubungan antara Sosiologi dan Antropologi
    dan ilmu sosial lainnya? Inilah yang akan menjadi
    pembahasan awal dalam menkaji berbagai indikator
    tersebut.
Beberapa pendapat ahli tentang sosiologi :
    - Pitirin Sorokin, Sosiologi adalah : Ilmu yang mempelajari
      tentang hubungan timbal balik antara pengaruh gejala-gejala
      sosial
    - Roucek dan Waren, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari
      hubugan antar manusia dalam kelompok-kelompok
-       William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff, Sosiologi adalah
        penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan
        hasilnya yaitu organisasi sosial.
-       J. A. A. Van Doorn dan C.J. Lammers, Sosiologi adalah
        merupakan ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan
        proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil
-     Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, Sosiologi
      adalah merupakan ilmu yang mempelajari atau memusatkan
      perhatiannya pada segi-segi masyarakat.
    - Soerjono Soekanto, Sosiologi adalah merupakan ilmu yang
      mempelajari atau memusatkan perhatiannya pada segi-segi
      masyarakat
-       William Kornblum, Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah
        untuk  mempelajari    masyarakat dan   perilaku  sosial
        anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan
        kelompok dan kondisi.
-       Hotman   M.    Siahaan   mengatakan  Sosiologi  adalah
        merupakan refleksi dari keadaan masyarakat yang sedang
        berubah.
-       Elwood mengemukakan bahwa Sosiologi adalah merupakan
        pengetahuan yang menguraikan tentang hubungan manusia
        dan golongannya asal dan kemajuannya bentuk dan
        kewajibannya.
-       Spenser, mengatakan bahwa Sosiologi adalah ilmu yang
        mempelajari tentang tumbuh, bangun dan kewajiban
        masyarakat.
- Ratzemhover,      Sosiologi    adalah   merupakan     ilmu
  pengetahuan tentang hubungan manusia dan kewajibannya
  untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi sosial, dan
  kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.
- Durkhem,      Sosiologi    adalah    sebagai  ilmu yang
  mempelajari lembaga-lembaga
- Smaal, mengemukakan bahwa sosiologi adalah sebagai
  proses-proses sosial.
-       Weber, mengatakan bahwa      sosiologi   adalah   sebagai
        tindakan-tindakan sosial
   -   Aguste Comte 1798-1857 telah menulis beberapa buku yang berisikan
       pendekatan-pendekatan umum untuk mempelajari masyarakat secara ilmiah. Ia
       beranggapan bahwa saatnya telah tiba bahwa semua penelitian terhadap soal-
       soal kemasyarakatan dan gejala-gejalanya memasuki tahap terakhir yaitu tahap
       ilmiah, sehingga lahirlah sosiologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri tahun
       1839 sosiologi mempelajari kehidupan dalam masyarakat, segala keadaan,
       hubungan manusia dengan manusia dalam kehidupan bersama. Dari beberapa
       pendapat diatas ini dapat disimpulkan bahwa sosiologi masih merupakan ilmu
       yang masih muda walaupun telah mengalami perkembangan cukup lama yaitu
       sejak manusia mengenal kebudayaan dan peradaban.
2. Objek Sosiologi dan Tujuan Sosiologi
   Sebagai bagian dari ilmu sosial, objek sosiologi adalah masyarakat yang
   dilihat dari sudut hubungan antar manusia dan proses yang timbul dari
   hubungan manusia dalam masyarakat. Pada umumnya perhatian
   penelitian sosiologi ditujukan pada gejala-gejala sosial seperti : agama,
   adat-istiadat, sistem kekeluragaan dan lembaga-lembaga politik. Jadi
   sosiologi membicarakan faktor-faktor yang ada pada masyarakat.
   Tujuan sosiologi adalah meningkatkan daya atau kemampuan manusia
   dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Caranya adalah
   dengan mengembangkan pengetahuan yang obyektif mengenai gejala-
   gejala kemasyarakatan yang dapat dimanfaatkan secara efektif terhadap
   masalah sosial.
3. Kegunaan Sosiologi
   a. Untuk Pembangunan
       Sosiologi berguna untuk memberikan data-data sosial yang diperlukan
       pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun penilaian
       pembangunan.
       Pada tahap perencanaan yang harus diperhatikan adalah apa yang
       menjadi kebutuhan sosial, sedangkan pada tahap pelaksanaan yang
       harus dilihat adalah kekuatan sosial dalam masyarakat serta proses
       perubahan sosialnya. Pada tahap penilaian harus dilakukan analisis
       terhadap efek atau dampak sosial dari pembangunan tersebut.
   b. Untuk Penelitian
       Artinya tanpa penelitian dan penyelidikan sosiologis tidak akan
       diperoleh perencanaan sosial yang efektif atau pemecahan masalah-
       masalah sosial dengan baik.
       Jadi dalam negara yang sedang membangun, sosiologi sangatlah
       bermanfaat. Dari hasil penelitian dapat digunakan untuk mencari cara-
       cara pemecahan masalah. Contohnya cara pencegahan kenakalan
       remaja, kurangnya rasa solidaritas antarwarga. Karena itu para soiolog
       sangat berperan dalam bidang penelitian, pengolahan data dan
       perencanaan dalam menetapkan kebijakan yang menyangkut
       kepentingan masyarakat.
4. Hubungan Sosiologi dengan ilmu-ilmu lain
   a. Sosiologi dan Sejarah
       Sosiologi lain dari pada Sejarah yang melihat kejadian-kejadian
       bangsa dan dunia ini berturut-turut dalam gerakannya dan mencari
       pertalian antara kejadian-kejadian yang penting dalam sejarah itu,
       sedangkan Sosiologi melihat kejadian-kejadian itu dalam waktu yang
       bersamaan. Untuk pelajaran Sosiologi pandangan dan pengetahuan
       sejarah ini memberi penerangan terhadap keadaan dan tumbuhnya
       masyarakat sehingga ia seolah-olah menjadi bumbu yang baik bagi
       pelajaran sosiologi
       Dengan mempelajari sejarah suatu negara atau suatu bangsa, pasti
       mendatangkan suatu pengetian mengenai tumbuh kembangnya suatu
       negara atau bangsa, timbul perpecahan yang akhirnya mengalami
       keruntuhan seperti runtuhnya suatu adat kebiasaan, lembaga dan
       semacamnya, atau dapat juga penguasaan saling mempengaruhi yang
       akan mendatangkan suatu corak istinmewa kepada masyarakat itu.
       Dengan demikian proses pertumbuhan masyarakat akan mudah
       dipahami. Sosiologi yang mempelajari hubungan manusia dalam
       pergaulan hidupnya jelas mempunyai kaitan yang erat dengan
       pelajaran sejarah. Selain itu sosiologi mempunyai hubungan juga
       dengan ilmu-ilmu lainnya seperti antropologi, etnologi, etnografi,
       archeologi, social psychology dan lain-lain.
       Karena dalam kehidupan bersama dimasyarakat selalu menhadapkan
       manusia dengan kejadian-kejadian dan pengalaman-pengalaman yang
       membutuhkan jawabannya, maka setelah lapangan sosiologi
       dipisahkan secara jelas dengan lapangan ilmu-ilmu lain, maka
       bertambah kuatlah mata pelajaran ini dan diakui sebagai suatu ilmu
       artinya mendasarkan hasil penyelidikannya diberikan secara logis,
       objektif dan tidak pula secara emosional ataupun pandangan-
       pandangan yang berat sebelah.
   b. Sosiologi dan Antropologi
      Antropologi khususnya Antropologi Sosial agak sulit dibedakan
      dengan Sosiologi. Pada dasarnya Antropologi mempunyai lima
      lapangan penyelidikan, yakni :
      1. Masalah terjadinya dan perkembangan manusia (evolusi) secara
          biologis
      2. Masalah terjadinya aneka warna mahkluk hidup ditinjau dari sudut
          ciri-cirinya.
      3. Masalah sejarah terjadinya perkembangan dan penyebaran aneka
          warna bahasa yang diucapkan oleh manusia diseluruh dunia.
      4. Masalah terjadinya perkembangan, penyebaran aneka warna
          kebudayaan manusia diseluruh dunia.
      5. Masalah dasar-dasar kebudayaan manusia dalam kehidupan
          masyarakat dari semua suku bangsa yang tersebar diseluruh muka
          bumi ini.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa Antropologi memusatkan
perhatiannya pada masyarakat yang sederhana taraf kebudayaannya,
sedangkan Sosiologi menyelidiki masyarakat modern yang sudah
kompleks, maka dikatakan bahwa antropologi bertitik tolak dari
unsur-unsur      tradisional,     sedangkan   Sosiologi    terutama
memperhatikan yang baru (modern).
Perhatikan gambar dibawah ini !
                                            Keterangan :
                                            Gambar yang diarsir
                                   Sejarah  menunjukkan adanya materi
    Ekonomi
                                            bahasan dari setiap ilmu yang
                                            saling menunjang. Contoh :
            Sosiologi    Antropologi
                                            Ilmu Ekonomi memiliki
                                            hubungan yang erat dengan
                                            ilmu Sosiologi, Sosiologi
                                            memiliki hubungan dengan
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan (science) memiliki
unsur-unsur atau elemen-elemen sebagai berikut :
a. Pengetahuan (knowledge)
b. Tersusun secara sistematis
c. Menggunakan pemikiran
d. Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain atau umum
   (objektif)
Sosilogi berasal dari bahasa latin “Socius” yang berarti
berkawan atau berteman, berserikat, bersama dsan “Logos”
berarti fikiran atau ilmu pengetahuan. Jadi sosiologi adalah suatu
ilmu pengetahuan yang mempelajari kehidupan manusia dalam
masyarakat, sehingga disebut juga ilmu masyarakat.
Menurut Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi, sosiologi
adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses
sosial termasuk perubahan-perubahan sosial. Selanjutnya
struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur
sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah pokok sosial, lembaga-
lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan-lapisan
sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara pelbagai
segi kehidupan bersama seperti, antara segi kehidupan ekonomi
dengan politik, antara segi hukum dan segi kehidupan agama,
antara segi kehidupan agama dengan segi kehidupan ekonomi,
dan lain-lain.
                        RANGKUMAN


1. Sosiologi merupakan ilmu yang tergolong masih muda dalam
   perkembangannya. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang
   mempelajari kehidupan manusia dalam masyarakat sehingga disebut
   juga ilmu masyarakat.
2. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan (science) memiliki unsur-unsur
   atau elemen-elemen sebagai berikut :
   1. Pengetahuan (knowledge)
   2. Tersusun secara sistematis
   3. Meggunakan pemikiran
   4. Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain atau umum (objektif)
3. Objek sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan
   antar manusia dan proses dari hubungan masusia dalam
   masyarakatnya
4. Kegunaan sosiologi adalah :
   a. Untuk pembangunan, yaitu memberikan data-data sosial yang
      diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun tahap
      penilaian pembangunan.
   b. Untuk penelitian, memberikan masukan tentang pemecahan-
      pemecahan masalah sosial seperti sejarah, ekonomi, geografi
      sosial, antropologi, psicologi social dan sebagainya.
                        LATIHAN I

Petunjuk
1. Bacalah dengan cermat materi bahasan yang terdapat dalam
   modul ini!
2. Kerjakan tugas-tugas berikut!
I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat diantara huruf A, B, C, D
   dan E
   1. Tujuan sosiologi adalah meningkatkan daya dan kemampuan
       manusia dalam menyesuaikan diri dengan …….
       A. Lingkungan Hidup
       B. Struktur Sosial
       C. Norma Sosial
       D. Sistem Sosial
       E. Proses Sosial
  2. Bagi negara yang sedang membangun sosiologi sangat
     bermanfaat, karena hasil penelitiannya dapat digunakan
     untuk ………..
     A. Mengembangkan pengetahuan yang obyektif
     B. Memenuhi kebutuhan sosialnya
     C. Memperhitungkan keberadaan orang lain
     D. Mencari cara-cara pemecahan masalah
     E. Ikut berperan menetapkan kebijakan
  3. Sosiologi mempelajari ………..
     A. Pegolahan sumber daya alam untuk kebutuhan hidup
        manusia
     B. Hubungan manusia dengan segal aktifitasnya
     C. Perubahan-perubahan sosial dalam masyarakat
     D. Hubungan manusia dengan alam sekelilingnya
     E. Kecenderungan manusia untuk senantiasa hidup secara
        benar
  4. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari lembaga-lembaga,
     merupakan pendapat dari ahli sosiologi, yaitu ……….
     A. Ellwood
     B. Durkheim
     C. Spencer
     D. Weber
     E. Ratzenhover
5. Yang dimaksudkan sebagai Bapak Sosiologi adalah …………..
   A. Augus Come
   B. Selo Soemarjan
   C. T. Jacob
   D. D. Weber
   E. Sardjono Jatiman
6. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, karena……
   A. Yang dipelajari adat-istiadat dari masyarakat tradisional
   B. Mempelajari gejala-gejala sosial yang terdapat di masyarakat
   C. Berisi pengetahuan yang dapat diteliti kebenarannya
   D. Merupakan ilmu yang masih muda perkembangannya
   E. Ilmu yang berkecimpung dalam mempelajari kebudayaan
7. Sosiologi mempelajari proses sosial, yang berarti………….
   A. Mempelajari pengaruh timbal balik antara pelbagai segi bersama
   B. Mempelajari hubungan dengan ilmu-ilmu lain yang ada dalam
      masyarakat
   C. Memberikan data-data sosial untuk kepentingan perubahan
   D. Memberikan gambaran nyata bagaimana menjalani kehidupan bersama
   E. Menanamkan nilai-nilai dalam kehidupan manusia dimasyarakat
8. Antara sosiologi dan antropologi mempunyai hubungan yang sangat
   erat karena memiliki …….
   A. Memiliki sistem yang sama
   B. Sejarah yang sama
   C. Struktur yang sama
   D. Materi yang sama
   E. Objek yang sama
9. Hasil penyelidikan para sosiologi yang diberikan kepada instansi
   memerlukan haruslah bersifat ……….
   A. Logi dan objektif
   B. Emosional dan objektif
   C. Logis dan objektif
   D. Seimbang dan logis
   E. Emosional dan objektif
10. Sosiologi secara etimologis berarti ……….
   A. Ilmu masyarakat
   B. Ilmu tentang berkawan
   C. Ilmu yang mempelajari nilai
   D. Ilmu yang mempelajari peradaban
   E. Ilmu tentang suku-suku bangsa
II.   Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!

      1. Jelaskan pengertian sosiologi secara umum




      2. Jelaskan pengertian sosiologi secara ilmu kategoris




      3. Bagaimana hubungan sosiologi dengan ilmu-ilmu sosial lainnya,
         seperti dengan ilmu sejarah? Berikan penjelasan!




      4. Apa manfaat mempelajari sosiologi dalam masyarakat? Jelaskan!




      5. Apakah kegunaan sosiologi sebagai ilmu? Jelaskan !
Indikator 1 : Deskripsi konsep-konsep dasar dan metode-metode sosiologi
dan antropologi

SOSIOLOGI SEBAGAI METODE
Ketika seorang akan mengupas kentang, terlebih dahulu akan dibahas bagaimana cara
mengupas kentang yang baik agar dagingnya tidak terlalu banyak terbuang ……, lalu
memilih pisau yang akan digunakan untuk mengupas kentang tersebut. Saat membahas
bagaimana mengupas kentang di Sebut Metodologi, sedangkan penggunaan pisau
merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengupas kentang. Dari ilustrasi di
atas kiranya membuka akal kita atau cakrawala anda untuk dapat membedakan
Metodologi dan Metode!
Metode merupakan cara kerja untuk atau yang digunakan dalam sosiologi untuk
mempelajari obyeknya seperti ilmu-ilmu lainnya. Metode merupakan teknis pelaksanaan
dari metode penelitiannya sedangkan metodologi merupakan pembahasan konsep
berbagai metode kelebihan, dan kelemahannya, yang dalam karya ilmiah dilanjutkan
dengan pemilihan metode yang akan digunakan. Sosiologi meneliti kehidupan manusia
sebagai suatu kenyataan (das sein = yang sebenarnya, bukan meneliti suatu kebenaran
(das solen = yang seharusnya). Pada dasarnya dalam sosiologi terdapat dua metode yang
digunakan yaitu : Metode Kualitatif dan Metode Kuantitatif.
 Metode kualitatif merupakan metode yang mengutamakan bahan yang sukar diukur
    dengan angka-angka atau dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat eksak. Walaupun
    bahan-bahan tersebut terdapat dalam masyarakat. Metode kualitatif dalam bahasa
    Jerman dinamakan metode-metode yang berdasarkan Verstehen (pengertian atau
    memahami) Metode yang termasuk metode kualitatif adalah Metode Historis, Metode
    Komparatif, Metode Case Study.
    Metode historis merupakan metode yang mempergunakan analisis atas peristiwa
    masa lampau yang kemudian dirumuskan menjadi prinsip umum.
     Metode komparatif merupakan metode perbandingan antara berbagai macam
        masyarakat serta segala bidangnya untuk memperoleh persamaan-persamaan,
        perbedaan-perbedaan dan sebab-sebabnya.
   Metode studi kasus (case studi) bertujuan untuk mempelajari sedalam-dalamnya
      salah satu gejala nyata dalam kehidupan masyarakat.
      Alat yang digunakan dalam metode ini adalah wawancara (interview) pertanyaan
      (kuisioner) daftar pertanyaan dan teknik participant observer.
 Metode Kuantitatif merupakan metode yang mengutamakan bahan-bahan keterangan
  dengan angka-angka sehingga fakta-fakta sosial yang diteliti di ukur dengan skala,
  indeks dan formula statistik yang sedikit banyaknya menggunakan matematika.
  Metode sosiologi lainnya yang didasarkan pada jenisnya antara lain :
   1. Metode deduktif, adalah suatu proses berpikir yang bermula dari pernyataan
      umum (premis mayor) ke pernyataan yang bersifat khusus (premis minor)
      Contohnya : meneliti motivasi siswa dan prestasi dimulai dari teori–teori motivasi
      selanjutnya dilihat kedalam fakta yang ada di lapangan tentang bagaimana
      prestasi siswa.
2. Metode Induktif, adalah proses berpikir yang bermula dari pengamatan terhadap
   kejadian khusus yang kemudian ditarik kesimpulan secara umum. Misalnya untuk
   mengetahui tentang perilaku masyarakat terasing dalam mempertahankan
   budayanya, peneliti langsung turun di lapangan langsung melakukan observasi
   (pengamatan). Selanjutnya diperoleh data untuk diolah dan ditarik kesimpulannya
   tentang pola-pola dalam mempertahankan kebudayaan mereka.
Penggolongan metode sosiologi lainnya adalah penggolongan berdasarkan jenis metode
empiris dan metode rasionalitas.
1. Metode empiris menyadarkan diri pada keadaan-keadaan yang dengan nyata di dalam
   masyarakat. metode empiris dalam sosiologi diwujudkan dalam research merupakan
   penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan yang kecil banyak dari
   ilmu atau mengetahui masalah tersebut. Research dapat bersifat basic atau aplied,
   Basic research merupakan penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan
   yang lebih banyak dari ilmu pengetahuan, sedangkan aplied research bertujuan atau
   ditujukan pada penggunaan ilmu pengetahuan secara praktis.
2. Metode rasionalistis mengutamakan pemikiran dengan logika dan pikiran dalam
   masyarakat. Dalam metode bahwa unsur-unsur yang membentuk masyarakat
   mempunyai hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi, setiap unsur
   mempunyai fungsi tersendiri dalam masyarakat. Metode-metode sosiologi tersebut
   bersifat saling melengkapi dan para ahli sosiologi sering menggunakan lebih dari satu
   metode untuk menyelidiki obyek.
                                   LATIHAN II
Petunjuk
1. Bacalah dengan cermat materi bahasan yang terdapat pada modul ini !
2. Kerjakan tugas-tugas ini !
I. Pilih salah satu jawaban yang tepat diantara huruf A,B,C,D dan E !
    1. Obyek kajian sosiologi, yaitu ……..
       A. Kumpulan manusia, serta lingkungannya
       B. Hubungan manusia dengan lingkungannya
       C. Adat-istiadat dan tingkah laku manusia
       D. Segala sesuatu tentang manusia
       E. Hubungan manusia dan interaksi dalam masyarakat
    2. Suatu proses berpikir yang bermula dari pernyataan umum (premis mayor) ke
       pernyataan khusus (premis minor) disebut ……..
       A. Metode deduktif
       B. Metode kualitatif
       C. Metode kuantitatif
       D. Metode riset
       E. Metode Induktif
    3. Berikut ini yang tergabung dalam unsur ilmu pengetahuan, adalah …….
       A. Tersusun serta dalam sistematis
       B. Dapat dikontrol secara kritis
       C. Menggunakan pemikiran
       D. Selalu berkembang setiap saat
       E. Pengetahun
    4. Sosiologi termasuk dalam ilmu ……
       A. Ilmu pengetahun eksak dan terapan
       B. Ilmu pengetahun non eksak dan terapan
       C. Ilmu pengetahun eksak dan murni
       D. Ilmu pengetahun non eksak dan murni
       E. Ilmu pengetahun non eksak
    5. Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari fakta sosial dan bukan fakta
       individual. Hal ini dikemukakan oleh …..
       A. Emile Durkheim
       B. Max Weber
       C. Roucek dan Waren
       D. Auguste Comte
       E. Pitirin Sorokin
   6. Bahwa sosiologi merupakan ilmu yang didasarkan pada observasi sehingga
      sosiologi merupakan ilmu yang ………
      A. Bersifat empiris
      B. Bersifat teoritis
      C. Bersifat non-etik
      D. Bersifat kumulatif
      E. Bersifat mengamati
7. Sebagai ilmu, sosiologi adalah ilmu dan sein, artinya ……..
   A. Hal seharusnya
   B. Hal dengan sejujurnya
   C. Hal yang sebenarnya
   D. Hal yang diinginkan
   E. Hal yang sepatutnya
8. Metode yang mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka
   adalah ……..
   A. Metode kuantitatif
   B. Metode historis
   C. Metode kuantitatif
   D. Metode komparatif
   E. Metode case study

9. Berdasarkan pendapat para ahli hal yang disebut (tidak dapat) sebagai ciri-ciri
   sosiologi adalah ………
   A. Sosiologi bukan ilmu yang normatif
   B. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang abstrak
   C. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris
   D. Sosiologi merupakan ilmu sosial
   E. Sosiologi merupakan ilmu yang rasional
10. Induk dari segala ilmu adalah ……..
   A. Fisika
   B. Biologi
   C. Sosiologi
   D. Antropologi
   E. Filsafat
Indikator 2. Deskripsi Konsep-Konsep Tentang Raealitas-Realitas Sosial Budaya
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan Metode
1. Manusia makhluk yang berpikir.
   Manusia berbeda dengan binatang. Jika binatang tidak membutuhkan waktu lama
   untuk bisa berjalan dan mencari makan, tetapi manusia membutuhkan waktu yang
   relatif lama untuk bisa berjalan dan melakukan aktifitas lainnya. Sosiologi sebagai
   ilmu pengetahuan, yaitu : empiris, teoritis, komulatif dan non etik.
   Ciri - ciri Sosiologi :
       1. Merupakan ilmu sosiologi
       2. Bukan ilmu yang normatif
       3. Merupakan ilmu pengetahuan yang murni
       4. Merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak
       5. Bertujuan menghasilkan pengertian - pengertian dan pola-pola umum
            interaksi.
       6. Merupakan pengetahuan empiris
       7. Merupakan pengetahuan umum.
2. Sosiologi sebagai ilmu Pengetahuan.
   Nama yang diberikan oleh Auguste Conte pada tahun 1839 untuk ilmu pengetahuan
   yang baru yang dikembangkannya adalah sosiologi yang berasal dari bahasa latin,
   Socios yang berarti kawan, dan kata yunani, logos yang berarti kata atau berbicara.
   Jadi, Sosiologi berbicara mengenai masyarakat. Sebagai ilmu pengetahuan yang lain,
   misalnya Antropologi ( Antropos berarti manusia ) artinya berbicara perihal manusia.
   Menurut Comte, Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yang
   merupakan akhir dari perkembangan ilmu pengetahuan.
   Sebagai satu ilmu pengetahuan, Sosiologi harus memenuhi syarat sebagai ilmu
   pengetahuan
   1. Sosiologi bersifat empiris berarti sosiologi di dasarkan pada observasi terhadap
       kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif
   2. Sosiologi bersifat teoritis berarti ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha
       menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi.
   3. Sosiologi bersifat komulatif. Komulatif berasal dari kata latin Cumulare yang
       berarti menimbun, menumpuk, makin lama makin besar, Artinya teori-teori
       sosiologi dibentuk atas dasar teori teori yang lama.
   4. Sosiologi bersifat non-etik, artinya yang dipersoalkan bukan baik buruknya fakta
       tertentu, tetapi tujuannya untuk memperjelas secara analitis.
   Menurut Robert M.Z. Lawang, konsep adalah pengertian yang menunjuk pada
   sesuatu, pengertian ini dapat dinyatakan dalam bentuk kata, nama atau pernyataan
   simbol. Kata "Sesuatu" yang terdapat dalam, pengertian itu, bisa berbentuk benda,
   seperti buku, bisa berbentuk gerakan seperti berjalan, bisa berbentuk keadaan seperti
   kemerdekaan.
   Konsep dalam sosiologi mempelajari hubungan antara satu konsep dengan konsep
   lainnya yang melahirkan satu teori misalnya "Apa itu masyarkat ? Konsep masyarakat
   sering anda dengar misalnya masyarakat desa, masyarakat kota, masayarakat Jawa,
   Bali dan seterusnya.
                  MASALAH SOSIAL DAN PERKEMBANGAN SOSIOLOGI

1. Konteks sosial kelahiran Sosiologi
            Pada awalnya sernua ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini pernah
    menjadi bagian dari Filsafat pada saat itu merupakan ilmu yang mencakup segala
    usaha pemikiran mengenai masyarakat. Akan tetapi sejalan dengan berjalannya waktu
    dengan segala perkembangan masyarakatnya, berbagai ilmu yang tergabung dalam.
    Filsafat tersebut mulai memisahkan. diri dan mengembangkan diri untuk mencapai
    tujuannya, masing-masing. Misalnya Antronomi yang sebelumnya bernama
    Kosmologi merupakan ilmu tentang binatang binatang. Fisika yang sebelumnya
    adalah Filsafat yang alamiah merupakan ilmu alam dari cabang filsafat yang pertama,
    kali memisahkan diri. Kemudian diikuti dengan kimia, biologi dan geologi.
    Sementara itu filsafat kejiwaan,. Dan filsafat sosial. kernudian berkembang menjadi
    Psikologi dan Sosiologi. Dengan demikian muncul Sosiologi sebagai ilmu
    pengetahuan yang di dalam. proses pertumbuhannya dapat dipisahkan dengan ilmu
    ilmu kemasyarakatan lainnya seperti ilmu ekonomi, Sejarah dan Psikologi. Pada saat
    sosiologi masih dianggap sebagai ilmu yang bernaung di dalam Filsafat dan disebut
    dengan nama Filsafat Sosial, materi yang dibahas tidak dapat dikatakan sebagai ilmu
    sosiologi yang dikenal saat ini dan karena pada saat itu materinya masih mengandung
    unsur etika, yaitu materi tentang bagaimana seharusnya masyarakat itu atau das solen,
    sedangkan sosiologi yang berkembang saat ini merupakan ilmu tentang bagaimana
    tentang kenyataan masyarakat itu atau Das sein.
    Beberapa ilmuwan yang mengembang filsafat sosial, diantaranya :
    - Plato (429-374 SM) yang membahas unsur unsur sosiologi dalam pernbahasan
       tentang negara.
    - Aristoteles (384 - 322 SM ) membahas unsur unsur sosiologi dalam hubungannya
       dengan etika sosial, yaitu bagaimana seharusnya tingkah laku dalam manusia
       dalam hubungan dengan sesama manusia ataupun dalarn kehidupan sosialnya.
    - Marchiabvelli (1469 - 1527) membahas faktor negara dengan unsur unsur
       sosiologi, yaitu dengan pemikiran dan alam rohaniah dari alam kenyataan dengan
       akibat pernisahan dari gereja dan negara, yaitu negara sebagai personefikasi dari
       kehidupan sosial yang nyata.
    - Jean Bodin ( 1530 - 1596) yang memisahkan antara kehidupan politik dan sosial,
       unsur sosiologisnya menjadi lebih menonjol. Bodin membayangkan ; kehidupan
       politik sebagai kehidupan yang penuh dengan perebutan kekuasaan, sedangkan
       kehidupan sosial merupakan tenang dan damai.
    - Nama nama seperti ; Thomas Hobes, John Locke, dan Jagues Roseau ikut
       memberikan bentuk dan menunjukan arah kepada ilmu yang kemudian disebut
       sosiologi dengan pemikiran tentang kontak sosial. Di dunia arah, dikenal nama
       IBNU KHALDUN (1332-1406) dalam. buku Mugaddimah yang memiliki
       pemikiran sosiologis lebih terperinci dan. sangat maju sehingga sering ia disebut
       sebagai peletak batu pertarna dari sosiologi sebagai ilmu.
-   Ibnu Khaldum merumuskan satu model tentang suku nomaden yang keras dan
    masyarakat masyarakat yang halus dalarn satu. hubungan yang kontras.
    Masyarakat menetap menghasilkan ini ditakdirkan untuk tidak bertahan lama dan
    menjadi lebih muda ditakdirkan oleh orang orang nomaden yang kuat, keras dan
    keberaniannya di dukung oleh solidaritas yang tingggi di antara mereka. Akan
    tetapi, akhirnya para penakluk ini meniru gaya hidup dari orang-orang yang hidup
    ditaklukannya dan siklus terulang kembali.
-   Auguste Comte (1789-1857) adalah orang pertama yang mengusulkan tentang
    pemberian istilah sosiologi pada 1839 terhadap keseluruhan pengetahuan
    manusia kehidupan bermasyarakat.
        Sejak Herbert Spencer mengembangkan sistematika penelitian masyarakat
dalam bukunya yang berjudul Principles of Sociology, istilah sosiologi menjadi lebih
populer. Sosiologi berkembang dengan pesat pada abad ke-20 terutama di Prancis.
Jerman dan Amerika Serikat. Meskipun arah perkembangan di ketiga negara tersebut
berbeda satu sama lain.
        Di Prancis, Revolusi Prancis dan akibat-akibatnya merupakan latar belakang
historis bagi usaha-usaha Comte untuk menjelaskan seluruh sejarah tentang perubahan
sosial dan kemajuan, dan bagi gagasan untuk mengorganisir kembali masyarakat. Di
Inggris, revolusi industri merusak hubungan-hubungan sosial tradisional dan
menciptakan perpecahan baru dalam struktur sosial tradisional dan menciptakan
perpecahan baru dalam struktur sosial. Hal ini merangsang para ahli teori sosial, seperti
Helbert Spencer dan Karl Max untuk mengembangkan penjelasan mengenai tipe
keteraturan sosial yang baru tersebut. sementara di Jerman, industrialisasi dan pergolakan
politik menambah usaha orang untuk mengerti masyarakat dan perubahan sosial. Hal
yang menarik perhatian ahli teori Jerman yaitu Max Webber adalah pengaruh yang
semakin bertambah dari bentuk-bentuk organisasi sosial hirarkis yang rasional sifatnya.
        Sosiologi pada saat tembakan oleh para ahli pada zaman Comte dan Herbert
Spencer masih dipengaruhi oleh aliran filsafat dan psikologi. Kemudian, Emile
Durkheim adalah orang pertama yang mencoba melepaskan dominasi kedua kekuatan
yang mempengaruhinya itu. Dua karya besarnya, yaitu Suicide (1991) dan The Rule Of
Sosiologycal Method (1964), disusun untuk melepaskan sosiologi dari pengaruh filsafat
positif Comte dan Spencer. Peranan Durkheim yang paling penting adalah pada usahanya
merumuskan obyek studi sosiologi. Durkheim adalah orang yang pertama menunjuk “
fakta sosial” sebagai pokok yang harus dipelajari dalam sosiologi. Fakta sosial
menurutnya harus dipelajari melalui kegiatan penelitian, bukan hanya melalui proses
berpikir semata (spekulatif) sehingga sosiologi terlepas dari pengaruh filsafat yang hanya
berkutat pada dunia pemikirannya.
Perkembangan Sosiologi dan Masalah Sosial
Sosiologi merupakan ilmu yang berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat
yang menjadi obyek kajian. Sebagaimana dikemukakan oleh Hotman M. Siahaan bahwa
sosiologi merupakan refleksi dari keadaan masyarakat yang sedang berubah dan teori-
teori yang dihasilkan merupakan hasil dari keadaan masyarakat itu sendiri. Pada
kenyataannya, tiada satupun masyarakat yang tidak mengalami perubahan sehingga
sosiologi akan terus berkembang di dalam masyarakat.
           Perkembangan sosiologi pun, baik sebagai sebuah ilmu maupun sebagai sebuah
   metode, bergantung kepada keinginan orang-orang untuk mempelajari masyarakat.
   apabila banyak orang yang memiliki keingintahuan tentang masyarakat dan mereka
   berupaya untuk mengadakan berbagai observasi, sosiologi dapat tumbuh dengan subur.
   Keinginan tersebut juga dipengaruhi oleh sedikit banyak masalah-masalah yang dihadapi,
   sebagaimana dikemukakan oleh Hotman yang mengutip pendapat Charles A. Ellwood
   dari bukunya yang berjudul A History of Social philosophy tentang teori krisis pemikiran
   bahwa orang hanya berpikir jika timbul persoalan-persoalan, ketika kebiasaan-kebiasaan
   lama tidak lagi berfungsi dan kita membutuhkan kebiasaan-kebiasaan baru. Karena itu,
   dalam masyarakat yang mengalami perubahan yang lambat karena masalah yang
   dihadapinya sedikit maka perkembangan sosiologinyapun lambat, sedangkan dalam
   masyarakat yang mengalami perubahan yang cepat karena banyaknya masalah yang
   dihadapi maka sosiologi dapat tumbuh dengan subur. Misalnya, teori Marx tentang
   kapitalisme yang menindas timbul dari keadaan masyarakat yang mengalami perubahan
   sangat cepat akibat revolusi industri yang sedang terjadi pada saat itu. Hal ini berbeda
   ketika pada abad pertengahan di Eropa, saat situasi masyarakat sangat dikendalikan oleh
   gereja sehingga tidak banyak perubahan terjadi maka tak ada perhatian terhadap masalah-
   masalah sosial.
           Pada dasarnya, pemahaman sosiologi dapat mambantu seseorang untuk dapat
   lebih memahami dan mengalisis permasalan sosial yang terjadi di mayarakat, teori
   sosiologi menurut Doyle Paul Johson tidak memberikan formula dengan kekuatan magis
   untuk menginterpretasikan kenyataan sosial atau meramalkan masa depan, ataupun
   memberikan jalan keluar terhadap isu-isu intelektual dan masalah-masalah yang
   dihadapinya itu.
3. Perkembangan Sosiologi di Indonesia
   Meskipun tidak dipelajari secara formal sebagai ilmu pegetahuan, para pujangga dan
   pemimpin di Indonesia telah memasukkan unsur-unsur sosiologi dalam ajarannya.
   Sebut saja ajaran Wulang Reh yang diajarakan oleh Sri Paduka Mangkunegoro IV
   dari Surakarta yang antara lain mengajarkan tata hubungan antara anggota masyarakat
   Jawa yang berasal dari          golongan yang berbeda-beda merupakan ajaran
   yangmengandung aspek Sosiologi, terutama dalam bidang intergroup relation. Ki
   Hajar Dewantara juga menyumbangkan konsep-konsep mengenai kepemimpinan dan
   kekeluargaan di Indonesia yang nyata dipraktikkan dalam organisasi pendidikan
   Taman Siswa. Dari dua hal tersebut, terlihat bahwa unsur-unsur sosiologi sudah ada,
   meskipun tidak murni sosiologis, tetapi sebagai landasan untuk tujuan lain, yaitu tata
   hubungan dan pendidikan.
   Selain itu, banyak karya-karya sarjana yang kebanyakan orang Belanda, mengambil
   masyarakat Indonesia sebagai pusat perhatiannya. Sebut nama seperti Snouck
   Hurgronje, Van Vollenhoven dan Ter Haar yang mempergunakan unsur sosiologis
   dan bukan sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri.
   Dengan demikian, sosiologi pada masa itu hanya dianggap sebagai ilmu pembantu
   sehingga saat itu sosiologi belum dianggap cukup penting untuk dipelajari dan
   dipergunakan sebagai ilmu pengetahuan.
Sekolah Tinggi Hukum (Rechtchogeschool) di Jakarta pada saat itu merupakan satu-
satunya lembaga Perguruan Tinggi yang memberikan kuliah Sosiologi di Indonesia.
Kuliah di tempat ini pun dimaksudkan untuk melengkapi mata pelajaran ilmu hukum,
masih diajarkan oleh sarjana disiplin sosiologi, dan sebagain besar bersifat filsafat
sosial dan teoritis. Bahkan pada tahun 1934/1935 kuliah-kuliah sosiologi di sekolah
tersebut dihilangkan karena lebih dipentingkan hukum positif tanpa perlu mengetahui
keadaan masyarakat. Karena itu, sosiologi saat itu masih mengutamakan pada
teorinya saja, sementara ilmunya belum dianggap penting.
Sesudah perang dunia II usai dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, seorang
sarjana Indonesia ialah Prof. Mr. Soenario Kolopaking pertama kali memberikan
kuliah Sosiologi pada tahun 1948 di Akademi Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada).
Beliau memberikan kuliah dalam bahasa Indonesia yang merupakan sesuatu yang
baru karena kuliah-kuliah sebelumnya dalam bahasa Belanda. Pada tahun 1950, mulai
semakin banyak orang Indonesia yang mempelajari Sosiologi secara khusus sebagai
ilmu pengetahuan sehingga tidak hanya Sosiologi semakin berkembang di Indonesia,
tetapi sekaligus membawa perubahan dalam sifat dan sosiologi di Indonesia.
Buku Sosiologi dalam bahasa Indonesia karya Mr. Djody Gondokusumo dengan
judul Sosiologi Indonesia mulai diterbitkan sejak satu tahun setelah pecahnya perang
kemerdekaan. Buku tersebut memuat pengertian mendasar dari Sosiologi, walaupun
masih bersifat filsafat. Pada tahun 1950, Bardosono menerbitkan buku sosiologi yang
sebenarnya merupakan sebuah diklat yang ditulis seorang guru besar yang tidak
disebutkan namanya.
Hassan Shadily, MA (lulusan Cornell University) adalah sosiolog selanjutnya
yangmengarang buku sosiologi dengan judul Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia
yang merupakan buku pelajaran pertama dalam bahasa Indonesia yang memuat
bahan-bahan pelajaran sosiologi modern. Akibat kurangnya buku-buku sosiologi
dalam bahasa Indonesia, kurangnya buku import dan kurangnya kemampuan
mahasiswa Indonesia saat itu, buku karangan Hassan Shadily tersebut bisa memenuhi
kebutuhan belajar para mahasiswa. Kemudian Major Polak, seorang warga negara
Indonesi bekas Pangreh Praja Belanda yang berkesempatan mempelajari Sosiologi di
universitas Leiden di Belanda menerbitkan buku berjudul Sosiologi Suatu Pengantar
Ringkas, walaupun lebih luas, tetapi kurang sistematis dalam penyampaian uraiannya.
Polak juga menulis buku berjudul Pengantar Sosiologi Pengetahuan Hukum dan
Politik    yang terbit pada tahun 1967. Kemudian muncul karya-karya Selo
Soemardjan, diantaranya Social Change in Yogyakarta yang diterbitkan pada 1962.
Buku tesebut sebenarnya adalah disertasi
- Menarik kesimpulan berdasarkan Data Sosiologis
   Bagi para sosiolog sendiri, sebaiknya selalu berupaya melakukan observasi tentang
   keadaan masyarakat, agar kajiannya tentang masyarakat yang tidak ketinggalan
   zaman. Sebuah observasi yang dilakukan dengan metode yang tepat akan dapat
   mengungkapkan keadaan yang sebenarnya. Misalnya, dalam penelitian yang
   dilakukan, oleh Durkheim tentang "Bunuh diri pada masyarakat Yahudi, Katholik dan
   Protestan, terungkap bahwa tingkat integrasi antara anggota-anggotanya paling
   rendah di bandingkan dua kelompok lainnya, sedangkan pada kelompok masyarakat
   Yahudi yang tingkat bunuh dirinya paling rendah ternyata tingkat integrasi anggota
   anggota paling tinggi di banding dua kelompoknya.
   Pengamatan Durkheim ini ternyata masih bisa. di terapkan pada masyarakat saat ini
   yang tentu saja lebih kompleks dibanding situasi masyarakat pada saat Durkeim dulu
   hidup. Misalnya, saja pada kasus bunuh diri, yang dilakukan oleh KURT COBAIN,
   seorang penyanyi dari grup band Nirvana yang mati bunuh diri dari setelah overdosis,
   dapat dikatakan bahwa pada kasus ini, ia mengalami situasi hidup yang lepas kendali
   sehingga ia mengalami anomia, yaitu kondisi dimana ia tidak hidup sejalan dengan
   normal, yang berlaku di masyarakat. Hal ini tedadi karena. kurangnya tingkat
   integrasi dengan masyarakat diselcitarnya. Saat ini sosiologi sebagai metode telah
   mengembangkan berbagai metode untuk mengungkapkan permasalahan yang tejadi
   dimasyarakat sehinggga perkembangan permasalahan yang terjadi dimasyarakat
   dapat diungkap dengan lebih mendalam.

   Dulu penelitian sudah dapat dianggap memadai dengan hanya menggunakan data
   statistik semata, dengan anggapan, angka-angka presentase tersebut dapat
   mencerminkan keadaan masayarakat, misalnya:
   - W.E.B. Du Bois salah seorang sosiolog dari Amerika yang berkulit hitam pada
        tahun 1967. Du Bois mengungkapkan satu analisis dengan. menggunalcan data
        statistik sederhana dari tahun 1899 tentang akibat diskriminasi Rasial.
  Tabel Distribusi orang (Frekuensi) kulit hitam usia 10 – 20 di Amerika
  Serikat menurut jenis pekerjaan Tahun 1899.

          No       Jenis Pekerjaan     Frekuensi    Persentase
          1      Tukang angkut            100          38.9
          2      Pelayan                   66          25.7
          3      Buruh                     40          15.6
          4      Lainnya                   51          19.8
                 Jumlah                   257          100

   Menurut Du Bois akibat diskriminasi rasial kaum kulit hitam memiliki kesempatan
   yang sama dengan orang orang kulit putih untuk memperoleh pekerjaan yang layak.
   Sebagaimana. terlihat pada data statistik yang diterimanya, yaitu dari 100 orang
   berusia 10 – 20 tahun hanya 257 yang memperoleh pekerjaan dan itupun 100 orang (
   38, 9%) sebagai tukang angkut barang , pelayan 66 orang (25,7 %) buruh 40 orang
   (15,6 %) sisanya 51 orang ( 19,8 %) bekerja sebagai nelayan, supir, pembuat sepatu,
   dan pekerjaan lain yang tingkat pendapatannya rendah.
Apa yang menarik dalarn sosiologi ?
Mungkin masih terdengar jangkal apabila seorang yang ingin menjadi sosiolog. Biasanya
orang ingin menjadi Dokter, pilot, insinyur atau pekerja pekerja lain yang dapat terlihat
pada atau oleh mata atau dapat dirasakan manfaatnya dari pekerjaan tersebut. Hal ini
terjadi karena di Indonesia Sosiolog bagi ilmu Pengetahuan relatif belum berkembang
dan tergolong sebagai ilmu yang masih muda dibanding ilmu - ilmu lain. Selain itu masih
kuatnya bahwa ilmu alam lebih hebat dibanding ilmu-ilmu sosial lainnya.
Untuk itu agar sosiologi sebagai ilmu dapat membawa manfaat dan memberikan
keyakinan bahwa dengan menguasainya akan memperoleh pekerjaan maka berikut ini
akan di sampaikan beberapa bidang pekerjaan yanbg dapat dikerjakan oleh seorang yang
menguasai sosiologi :
1. Sebenarnya perlu diketahui bahwa banyak birokrat dan pemimpin bisnis adalah
   sosiolog. Sebagai contoh : di Brasil Presidennya : adalah seorang Doktor
   Sosiologi. Di Amerika utara, kebanyakan sosiolog mengajar di Universitas atau
   Colege.
2. Seseorang yang belajar sosiolog dan menguasainya sebagai persiapan untuk
   berkarier dalam bidang profesinya yang sangat beragam yakni : bidang hukum,
   bisnis, pendidikan, arsitektur, pengobatan, pekerjaan sosial, politik dan
   administrasi.
   - Apapun pekerjaannya sosiologi mempunyai kegunaan sebagai :
   - Untuk memahami tingkalaku dan hubungan manusia dalam situasi sosial yang
       berbeda-beda.
Sosiologi digunakan dalam penerapannya diantaranya sebagai berikut :
1. Sosiologi sebagai ahli Riset, fungsinya : sebagai sosiolog melakukan riset yang
   diselenggarakan olch Universitas, badan pemerintahan, Yayasan, lembaga
   swadaya masyarakat atau banyak orang.
2. Sosiolog sebagai konsultan kebijaksanaan, seorang - sosiolog dengan mengamati
   kecendrungan pola-pola yang umum terjadi dan perubahan-perubahannya,
   kemudian membuat ramalan sosiologi atau hal yang mungkin tejadi didalam
   masyarakat.
3. Sosiolog sebagai teknisi, beberapa orang sosiolog terlibat dalam perencanaan dan
   pelaksaan program kegiatan masyarakat, seperti memberi saran-saran dalam
   hubungan masyarakat, hubungan antar karyawan, masalah moral atau hubungan
   antar kelompok dalam satu organisasi, dan penyelesaiaan berbagai masalah
   tentang hubungan antar manusia.
4. Sosiolog sebagai pendidik, kegiatan mengajar adalah karier utama bagi sosiolog.
   Mereka dapat mengajar sosiologi di sekolah menengah umurn sampai perguruan
   tinggi.
5. Sosiolog dan kegiatan sosial, Para sosiolog sebenarnya memiliki kewajiban untuk
   mengatakan apa yang diperbuat oleh masyarakat tentang masalah konflik sosial,
   pertumbuhan penduduk, KB (keluarga berencana) sebab anda dipekerjakan di sini
   - Dalam kerja sosial.
   - Dalam Profesi kedokteran, hukurn, insinyiur, disini ditemukan bahwa
       sosiologi sangat di butuhkan
   - Sekolah lanjutan membutuhkan guru-guru sosiologi - Sebagai pegawai negeri.
   - Para sosiolog dipekerjakan dalam sejumlah : industri, asosiasi perdagangan
       dan Yayasan.
    Kegiatan masyarakat setempat, komisi, praktek pekerjaan - pekerjaan yang adil
    program bantuan luar negeri, dan lembaga swadaya masyarakat. Konsep-konsep
    yang perlu di pahami oleh anda :
6. Das sein      - etika               - induktif         logos
   das solen     - fakta sosial        - kualitatif       masyarakat
   deduktif      - faktor bawaan       - kualitatif       metode
   empiris       - Ilmu pengetahuan (science kumulatif
   estetika      - individu            - logika           metodologi
   socius        - Sosiolog            - Verstehen        non-etik
                                       RANGKUMAN


Sebagai metode sosiologi menganalisasi kelompok seolah-olah merupakan "sesuatu"
yang mempunyai ciri-ciri yang tidak dapat dibatasan dengan nyata. Adapun metodenya
secara garis besar tidak banyak berbeda dengan ilmu-ilmu lainnya.
Sosiologi merupakan perkembangan terakhir dari ilmu pengetahuan yang pada awalnya
masih dibawah filsafat. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat muncul
sebagai reaksi tewrhadap gejolak-gejolak sosial yang terjadi pada masanya.
Untuk para pemula yang akan mempelajari sosiologi bisa dimulai dari lingkungan sekitar.
Dengan data sosiologis yang ada dapat menyimpulkan sebuah analisis sosiologis.



                                         LATIHAN

Petunjuk
   1. Bacalah dengan cermat materi bahasan yang terdapat dalam modul ini
   2. Kerjakan tugas-tugas berikut :

Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas dan tepat
   1. Jelaskan apa yang membedakan manusia dengan hewan atall binatang
   2. Apa yang dimaksud manusia sebagai makhluk yang memiliki kesadaran.
   3. Jelaskan hubungan Filsafat dengan Sosiologi
   4. Uraikan tentang asal usul kata Sosiologi
   5. Jelaskan tentang perkembangan awal sosiologi
   6. Apa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan ?
   7. Jelaskan Elemen-elemen yang ada dalam ilmu pegetahuan.
   8. Jelaskan perbedaan ilmu pengetahuan berdasarkan objeknya, sifat dan
       penerapannya.
   9. Uraikan defenisi sosiologi menurut : Berger, Durkheim, Webwer, Soedono
       Soekanto, dan Comte.
   10. Uraikan dengan contoh bahwa sosiologi bersifat empiris, dan kumulatif ?
   11. Apa yang dimaksud masyarakat dan individu ?
   12. Jelaskan perbedaan metode dan metodologi
   13. Uraikan metode-metode yang digunakan dalam sosiologi
   14. Jelaskan dengan contoh sosiologi sebagai metode.
   15. Uraikan hubungan antara masalah sosial dan perkembangan sosialogi.
                             DAFTAR PUSTAKA



Cohen, Bruce J. 1992. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rineka Cipta. Dra. Juju
Suryawati, Dra. Kun Muryati, 1991. Sosiologi Jakarta.
Tim Penyusun Kurikulum 2002. Kurikulum Balitbang Diknas.
Susanto, Artid S. 1999. Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial. Bandung Putra A
Bardin.
Soerjono Soekanto. 1989 Sosiologi Suatu Pengantar. Ed, ke 2. Jakarta Erlangga.
Janu Mujrdiyatmoko. 2002. Sosiologi Untuk SMU Kelas I Kurikulum Berbasis
Kompetensi.
T.O. Ihromi. 1987 Pokok-Pokok Antropologi Budaya. Jakarta PT Gramedia - Jakarta.
Drs. Dannerlus Sinaga, Drs Kimron Nadeak. Drs F.H. Wilson Siagian Sosiologi dan
Antropologi. Untuk SMU Kelas 1. 1988. PT Intan Pariwara.
Suharko Hari S. Penyunting Dr. Heru Nugroho. Pengantar Sosiologi untuk        SMU
Ed. 1. 1996. PT Intan Pariwara.
Drs H. Nursal Luth. Drs Danial Fernandes, MA. 2000. Sosiologi 2 untuk
SMU kelas 2 dan 3. Suplemen 1999. PT Galaxy PUSPA MEGA.
M. Sitorus. E. Dion P. Sihotang, SH, Drs Maranto Samosir. Cet 4 1997.
Berkenalan Dengan Sosiologi Jilid Ia. PT Gelora Aksara Pratama.

Drs Yadi Ruyadi , M.Si, Drs Bunyamin Maftuh, M.Pd, MA, Dra. Hj. Ike Pramudiatie,
Cet. I. 2000. Panduan Menguasai Sosiologi. PT Ganeca Exact. Untuk SMU Kelas 1, II,
dan III. PT. Ganeca Exact. Bandung.
DOKUMEN NEGARA
    RAHASIA
     UTAMA
   SS/IS/U/2005

                   PEMERINTAH KABUPATEN KUPANG
        DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN KUPANG
                         UJIAN SEKOLAH (US)
                      TAHUN PELAJARAN 2004/2005

                                  LEMBARAN SOAL
                            SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA)

 Mata Pelajaran       :   Sosiologi
 Hari/Tanggal         :   Selasa, 17 Mei 2005
 Waktu                :   120 menit
 Dimulai Pukul        :   07.30
 Diakhiri Pukul       :   09.30

 Petunjuk
 1. Perhatikan dan ikuti petunjuk pengisian pada lembaran jawaban yang disediakan
 2. Periksa dan bacalah setiap soal dengan seksama sebelum menjawab
 3. Laporkan kepada pengawas ujian kalau terdapat tulisan yang kurang jelas, rusak atau
    jumlah soal kurang.
 4. Mintalah buram kepada pengawas ujian apabila diperlukan
 5. Pilih jawaban yang benar dan berilah tanda silang (X) pada option A,B,C,D atau E
    pada
    lembaran jawaban yang disediakan.
    Contoh : A B C D E
 6. Apabila anda ingin memperbaiki jawaban berilah dua garis sejajar pada jawaban yang
    salah kemudian berilah tanda silang baru pada jawaban yang anda anggap benar.
    Contoh : A B C D E

 Soal
 I. PILIHAN GANDA
     1. Berikut ini tindakan rasional yang tidak berorientasi nilai adalah ………
        A. Pertandingan sepak bola antar klub
        B. Merayakan hari perkawinan emas
        C. Marah sambil berteriak histeris
        D. Berlomba main musik
        E. Menangis sambil berguling-guling
     2. Salah satu faktor yang mempengaruhi interaksi sosial adalah sugesti, berarti …..
        A. Meniru perbuatan pihak lain dengan berbagai perubahan
        B. Mengikuti pihak lain tanpa alasan rasional
        C. Melakukan perbuatan sama seperti yang dilakukan pihak lain
        D. Melakukan perbuatan tanpa memperhatikan keberadaan orang lain
        E. Merasakan seperti yang dirasakan orang lain

     3. Cara berpakaian pemuda pemudi di masa yang lalu jauh berbeda dengan pemuda
        masa kini. Hal ini menandakan adanya perbedaan …….
        A. Tata nilai
        B. Tata kelakuan
        C. Tata krama
        D. Tata kesopanan
        E. Tata budaya
4. Jika ada masyarakat yang sudah meninggalkan nilai dan norma yang ada,
   akibatnya akan terjadi ……
   A. Kemajemukan
   B. Adaptasi sosial
   C. Disorganisasi sosial
   D. Disfungsi pimpinan
   E. Diferensiasi sosial

5. Agen sosialisasi di masyarakat yang dalam waktu relatif singkat dapat
   menjangkau berbagai lapisan masyarakat adalah …..
   A. Media cetak
   B. Media elektronik
   C. Media belajar
   D. Taman bermain
   E. Sekolah
6. Paham determinisme kultural beranggapan bahwa kepribadian manusia ditentukan
   oleh ………….
   A. Lingkungan alam
   B. Lingkungan sosial
   C. Kondisi ekonomi
   D. Keluarga dan kerabat
   E. Lingkungan kebudayaan

7. Apabila tindakan menyogok, menggelapkan uang negara, pelacuran dan lain-lain sudah
   dianggap hal biasa, sedangkan sebelumnya dianggap tercela, maka fenomena ini
   dinamakan ……
   A. Penyimpangan sebagai salah sosialisasi
   B. Perubahan pola hidup masyarakat modern
   C. Penyimpangan sosialisasi sub kebudayaan
   D. Penyimpangan sosial, individu
   E. Distrukturisasi pola kehidupan masyarakat
8. Diantara perilaku menyimpang ada yang tergolong tindak kejahatan. Contohnya …..
   A. Pemerkosaan
   B. Lesbian
   C. Homo Seksual
   D. Mencegah kehamilan
   E. Kumpul kebo
9. Sebagai pranata pengendalian sosial, polisi memiliki peran utama, yakni ….
   A. Menghukum para pelanggar ketertiban sosial
   B. Menjatuhkan denda kepada pelanggar ketertiban
   C. Menjaga ketertiban dan keamanan pemerintah
   D. Menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat
   E. Men jaga Ketertiban sosial secara individu
10. Salah satu fungsi pranata agama adalah …..
   A. Memberi petunjuk ke arah keselamatan duniawi
   B. Memberi petunjuk ke arah keselamatan akhirat
   C. Melaksanakan kegiatan yang bersifat sosial
   D. Pedoman untuk mencari teman seagama
   E. Pedoman kearah keselamatan dunia akhirat
11. Sebagian wanita dalam masyarakat demokrasi diperlakukan tidak sama dengan
   laki-laki. Perempuan lebih diharapkan pandai dalam urusan dapur. Hal ini
   menyebabkan perempuan …..
   A. Dimbimbing dalam memasak
   B. Dididik sebagai calon istri
   C. Dilatih menjadi ibu rumah tangga
   D. Dihambat untuk mobilitas sosial
   E. Didorong untuk maju di segala bidang

12. Salah satu fungsi penting dan pranata politik atau pemerintahan adalah ……
   A. Mengatur hubungan bilateral
   B. Meningkatkan mutu pendidikan
   C. Memelihara ketertiban dan melindungi masyarakat
   D. Mendekatkan hubungan antara manusia dan kekuasaan
   E. Mengatur perencanaan dan penggunaan kekuasaan

13. Pusat pendidikan non formal/kursus pada umumnya memberikan pengetahuan dan
   ketrampilan praktis yang bermanfaat untuk ……….
   A. Hidup
   B. Keluarga
   C. Merantau
   D. Belajar
   E. Bekerja
14. Jika pada masyarakat terdapat sebutan masyarakat kelas menengah ke atas atau
   menengah ke bawah maka kriteria yang digunakan adalah ……
   A. Kebangsawan
   B. Kepemilikan tanah
   C. Ekonomi
   D. Keturunan
   E. Pendidikan
15. Pada zaman penjajahan kelompok masyarakat yang menempati lapisan teratas adalah ..
   A. Bangsawan
   B. Priyayi
   C. Pribumi
   D. Cina da Arab
   E. Kulit putih

16. Pelapisan sosial dalam masyarakat memiliki ciri-ciri :
   1. Ciri fisik warisan biologis
   2. Hak istimewa dimiliki golongan tertentu
   3. Memungkinkan terjadi mobilitas vertikal
   4. Status sosial individu/kelompok dapat berubah
   Dari ciri di atas yang termasuk struktur sosial terbuka adalah ….
   A. 1 dan 2
   B. 1 dan 3
   C. 2 dan 3
   D. 2 dan 4
   E. 3 dan 4
17. Kemajemukan masyarakat Indonesia berdasarkan agama ditandai dengan ….
   A. Kebebasan melakukan penyebaran agama
   B. Kebiasaan seseorang melakukan ibadah
   C. Kesiapan seseorang dalam melaksanakan ajaran agamanya
   D. Diakuinya keberadaan agama serta pemeluknya
   E. Berpindahnya seseorang keagama lain
18. Kemajemukan masyarakat Indonesia berpotensi terhadap munculnya konflik
   horisontal yang keras, apabila didalam setiap kelompok terjadi proses …..
   A. Integrasi
   B. Disintegrasi
   C. Konsolidasi
   D. Interseksi
   E. Toleransi
19. Adanya berbagai suku bangsa adalah satu bukti yang menunjukkan adanya ….
   A. Mobilitas sosial
   B. Pranata sosial
   C. Differensiasi sosial
   D. Stratifikasi sosial
   E. Interaksi sosial

20. Salah satu konsekuensi dari mobilitas sosial adalah terjadinya konflik antar kelas
   sosial seperti ……
   A. Perkelahian antar kelompok remaja
   B. Demonstrasi mahasiswa menentang kebijakan pemerintah
   C. Buruh pabrik mogok kerja menuntut kenaikan upah
   D. Pertikaian antar warga desa dengan tanah adat
   E. Putusnya hubungan antar anggota suatu kekerabatan

21. Pak Anwar adalah seorang guru yang menginginkan anaknya Umi menjadi Dokter namun
   Umi ingin menjadi pengusaha. Pertentangan keinginan antara Pak Anwar dengan Umi
   adalah contoh dari ……..
   A. Konflik horisontal
   B. Konflik sosial
   C. Konflik pribadi
   D. Konflik antar generasi
   E. Konflik kelompok
22. Sampel yang dilakukan berdasarkan pada jumlah yang sudah ditetapkan dinamakan ….
   A. Sampel Proporsi
   B. Sampel Berstrata
   C. Sampel Random
   D. Sampel Cluster
   E. Sampel Kuota
23. Dalam menentukan topik penelitian ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti
   berikut ini, kecuali ……
   A. Topik harus menarik minat
   B. Mampu dilaksanakan peneliti
   C. Mengandung kegunaan praktis dan penting
   D. Sesuai dengan dana yang dimiliki
   E. Menghindari terjadinya duplikasi
24. Untuk mengetahui besarnya frekuensi data pada masing-masing kategori diperlukan …
   A. Pengkodean data
   B. Distribusi frekuensi
   C. Organisasi frekuensi
   D. Tabulasi
   E. Tabel Frekuensi
25. Buku adalah sumber data. Metode pengumpulan data yang menggunakan buku
   sebagai sumber data adalah ……
   A. Angket
   B. Kuisioner
   C. Observasi
   D. Studi kepustakaan
   E. Wawancara

26. Untuk memandu jalannya pengamatan dalam mendapatkan data yang lengkap diperlukan
   …….
   A. Alat perekam
   B. Alat mencatat
   C. Daftar responden
   D. Daftar pertanyaan
   E. Pedoman observasi
27.
          Hasil      Jumlah
         Belajar      Siswa
       Tinggi          18
       Sedang          20
       Rendah          10
       Jumlah          48

  Kelompok belajar ada 48 orang dengan prestasi seperti pada tabel.
  Pengelompokan itu didasarkan pada faktor ……..
  A. Jumlah siswa
  B. Tingkat prestasi
  C. Jenis kelamin siswa
  D. Tingkat pendidikan
  E. Nomor urut siswa

28. Semakin tinggi minat baca semakin kurang bermain. Hubungan korelasi antara
   kedua gejala tersebut bersifat ….
   A. Tetap
   B. Tidak tetap
   C. Tidak terbatas
   D. Positif
   E. Negatif
29. Tahap pengelompokan data dilakukan setelah ……
   A. Melakukan eksperimen
   B. Mengumpulkan data
   C. Merumuskan hipotesa
   D. Perbuatan instrumen
   E. Pemecahan masalah

30. Peneliti perlu menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang
   membantu penelitiannya. Rasa terima kasih itu ditulis pada bagian …..
   A. Kata Pengantar
   B. Judul
   C. Pendahuluan
   D. Pengesahan
   E. Kesimpulan
31. Dalam diskusi kelas, kelompok siswa peneliti bertindak sebagai …….
   A. Moderator
   B. Notulen
   C. Peserta
   D. Peninjauan
   E. Penyaji makalah
32. Sesuai dengan keahlinnya individu dari lapisan atas menerima fasilitas dan gaji lebih
   besar dibanding dengan lapisan yang lebih rendah. Kenyataan itu menunjukkan pelapisan
   sosial berfungsi untuk …….
   A. Membedakan prestasi
   B. Membandingkan individu
   C. Mendistribusikan hak
   D. Mengatur interaksi sosial
   E. Membentuk lapisan sosial
33. Pengaruh kolonialisme di Indonesia yang mengganggu proses integrasi nasional
   adalah ……
   A. Kebodohan
   B. Kemiskinan
   C. Keterbelakangan
   D. Prasangka etnis
   E. Konflik horisontal

34. Gambar di bawah ini yaitu a, b, c merupakan hasil saling silang keanggotaan A B C.
   Proses ini disebut …….
   A. Interaksi
   B. Kompromi
   C. Akulturasi
   D. Asimilasi
   E. Sintesis




35. Usaha-usaha yang dilakukan untuk meredakan konflik atau pertikaian dalam
   rangka mencapai kestabilan disebut ……..
   A. Adaptasi
   B. Kompromi
   C. Mediasi
   D. Gencatan senjata
   E. Akomodasi

36. Primordialisme dapat menghambat integrasi sosial karena sikap primordial ……..
   A. Cendrung etnosentris
   B. Suka memisahkan diri
   C. Kurang suka berintegrasi
   D. Bersikap ekslusif
   E. Sering bersikap arogan

37. Adanya perbedaan kepentingan,kepribadian,latar belakang,suku,agama dan etnisserta
   loyalitas yang berlebihan melahirkan……………
   A. persamaan
   B. perbedaan
   C. konflik
   D. keselarasan
   E. integrasi
38. Pembangunan masyarakat yang tidak merata antara wilayah yang satu dengan yang lain
    melahirkan panorama masyarakat Yang tidak harmonis.hal ini karena adanya…….
    A. Heterogenitas
    B. Kemajemukan
    C. Konsolidasi
    D. Interaksi
    E. Kesenjangan
39. Sikap akomodatif dapat menghindari terjadinya konflik, karena dalam sikap tersebut
   terdapat ………..
   A. Upaya mepertemukan perbedaan
   B. Tekanan yang kuat pada kelompok minoritas
   C. Pihak ketiga mengenahi ketegangan
   D. Tawar menawar dalam mencari solusi
   E. Usaha pemecahan masalah untuk menyelesaikan konflik

40. Yang mencari ciri hkas masyarakat tradisional dalam kaitannya dengan mata pencaharian
    adalah ………
    A. Beraneka ragam atau heterogen
    B. Bekerja di bidang kerajinan rakyat
    C. Memiliki pekerjaan sambilan
    D. Homogen terdiri dari dan petani
    E. Memiliki ketrampilan khusus

41. Yang mencari ciri hkas masyarakat kota adalah …….
   A. Rasional, komunal, dan solider
   B. Rasional, ekonomis, dan religius
   C. Rasional, egois, dan religius
   D. Rasional, sosialis dan individualistis
   E. Rasional, ekonomis dan individualistis

42. Faktor utama yang menentukan berhasil atau tidaknya pembangunan adalah……..
   A. Jumlah penduduk yang besar
   B. Persabaran penduduk yang merata
   C. Kualitas sumberdaya manusia
   D. Tingkat birokrasi yang sehat
   E. Jumlah anggaran memadai

43. Sasaran utama pembangunan di bidang ekonimi adalah tercapai nya keseimbangan antara
   sektor ……..
   A. Lahir dan bathin
   B. Sosial dan budaya
   C. Teknologi dan sosial
   D. Pertanian dan industri
   E. Kemanusiaan dan teknologi
44. Kesenjangan sosial ekonomi merupakan dampak negatip dari kebijakan pembangunan dan
   menerapkan…….
   A. Pembangunan berencana
   B. Program pembangunan desa
   C. Hasil pembangunan jangka pendek
   D. Prioritas pembangunan Nasional yang menyimpang
   E. Dampak pembangunan ekonomi rakyat
      45. Seharusnya pembangunan Nasional dapat mengangkat ekonomi rakyat. Namun masi juga
         di temukan rakyat yang melarat. Kenyataan tersebut dapat di simpulkan bahwa dalam
         masyarakat kita masih terdapat …..
         A. Perbedaan pendapatan perkapita
         B. Kesenjangan sosial dan ekonomi
         C. Perbedaan kesempatan bekerja
         D. Perbedaan jenis kelamin
         E. Perbedaan suku dan agama




II.    ESSAY

      1. Sebutkan 4 dari 5 macam norma sosial !
      2. Sebutkan 4 dari 5 ciri pranata sosial !
      3. Sebutkan dua macam kegunaan data !
      4. Jelaskan faktor Intern dan Ekstern sebagai penyebab perubahan sosial !
      5. Jelaskan 3 ( tiga ) syarat yang mendorong modernisasi !




                             @@@@@ Selamat Bekerja ! Semoga Sukses @@nt@@

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:36
posted:2/22/2013
language:
pages:36