asuransi liability by sudarnohardjosaparto

VIEWS: 37 PAGES: 116

									PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955




    LIABILITY INSURANCE

                                                501


                           MODUL
                         PERSIAPAN
                     UJIAN AAMAI – A3IK
                                  UNTUK LINGKUNGAN SENDIRI




                                             Page 1 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955




                                              Bab 1
                                 Sumber Sumber Tanggung Gugat Sipil


Dasar hukum sipil di Inggris dan Wales
Sumber-sumber hukum sipil:
Custom
   Merupakan pendahulu dari konsep preseden, khususnya dalam menyelesaikan
   sengketa perdagangan.
Common Law
   Merupakan sumber yang paling subur untuk hukum sipil Inggris dan berdasarkan doktrin
   preseden yang mengikat.
Legislation
   Sejak abad ke dua puluh menjadi sumber hukum yang lebih potensial dan merupakan
   bentuk hukum yang tertinggi dan mengesampingkan dua sumber hukum yang lain
   apabila terjadi pertentangan.

Kontrak dan tort
Suatu kontrak adalah suatu perjanjian yang menimbulkan kewajiban yang dapat
dilaksanakan atau diakui secara hukum.

Suatu tort adalah kesalahan sipil yang mengatur tingkah laku manusia satu sama lain tanpa
adanya suatu hubungan kontraktual atau hubungan hukum lain. Tort harus dapat
menimbulkan suatu tuntutan untuk unliquidated damage, yaitu kerugian yang tidak dapat
dinilai dengan merujuk pada bukti nilai.

Tort tidak bersifat sukarela, tetapi dipaksakan dengan hukum sedangkan untuk masuk ke
dalam kontrak bersifat sukarela.

Klasifikasi dan ajaran dasar dari tanggung gugat tort
Berikut suatu daftar yang berhubungan dengan tort:
negligence (kelalaian)
nuisance (gangguan)
breach of statutory duty (pelanggaran kewajiban berdasarkan undang-undang)
aturan dalam kasus Rylands v. Fletcher (1868)
berbagai tanggung gugat tegas (strict liability)
pencemaran nama baik : libel dan slander

Hukum tort memperhatikan distribusi kerugian.

Damnum sine injuria dan Injuria sine damno

Damnum adalah kerugian fisik aktual yang diderita, dan Injuria adalah suatu cedera badan
yang memiliki konsekuensi hukum.
                                             Page 2 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Damnum sine injuria adalah kerugian fisik yang diderita tanpa adanya pelanggaran hak atau
hukum. Sedangkan Injuria sine damno adalah pelanggaran hak hukum tanpa adanya
kerugian fisik yang diderita.

Konsep Fault
Fault biasanya terdiri dari kegagalan untuk memenuhi suatu kewajiban umum atau khusus
yang ditentukan oleh hukum.

Prosedur sipil dan reformasi Woolf
Proses pengadilan selalu dianggap sebagai suatu usaha terakhir dan pengadilan
mendorong semua pihak untuk mencoba berbagai cara lain yang tersedia untuk
menyelesaikan sengketanya tanpa proses pengadilan.

Pada umumnya, hanya kasus yang mungkin memiliki nilai lebih dari £25,000 (£50,000 untuk
cedera badan) yang diproses di High Court, sedangkan yang lainnya diproses di County
Court.

Pada tanggal 26 April 1999 diperkenalkan Aturan Prosedur Sipil yang baru oleh Lord Woolf,
yang fokus utamanya adalah untuk memberikan pengadilan kekuasaan yang lebih besar
dalam manajemen kasus dan dalam menentukan jadwal, dengan biaya dan hukuman
bunga untuk ketidaksesuaian. Dalam mengelola kasus ini pengadilan berurusan dengan
permasalahan secara adil melalui:
memastikan bahwa semua pihak memiliki kekuatan hukum yang sama
menghemat pengeluaran
berurusan dengan kasus secara proporsional, berdasarkan jumlah uang yang terlibat,
pentingnya kasus, kompleksitas masalah, dan posisi keuangan masing-masing pihak
memastikan bahwa kasus diurus secara tepatguna dan adil
menggunakan sumber daya pengadilan secara tepat dengan memperhitungkan kebutuhan
kasus lain

Sistem tiga tingkatan dikembangkan, yaitu:
Prosedur Klaim Kecil, untuk semua klaim yang perkiraan nilai pemulihannya kurang dari
£5,000 (atau £1,000 untuk cedera badan).
Prosedur Jalur Cepat, untuk semua klaim yang perkiraan nilai pemulihannya kurang dari
£15,000.
Prosedur Jalur Multi, untuk semua klaim di atas £15,000.



Pledoi
Merupakan dokumen resmi yang harus disediakan pihak-pihak yang terlibat dalam proses
pengadilan, yang menerangkan posisi mereka.




                                             Page 3 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Penggugat akan mengisi Claim Form kepada tergugat dengan disertai oleh
suatu Statement of Case, yang menerangkan sejumlah rincian mengenai fakta-fakta yang
menjadi dasar kasus yang diajukan penggugat dan nilai yang dituntut.

Tergugat harus memberikan Acknowledgement dalam 14 hari dan suatu Defence dalam 28
hari.

Protokol
Tujuannya adalah untuk mendorong pihak-pihak yang bersengketa untuk
menyelesaikannya dengan cepat dan tanpa perlu melalui proses pengadilan jika mungkin.
Ada dua jenis yang disetujui, yaitu Fast Track Personal Injury dan Medical Negligence.

Pengadilan juga telah memperkenalkan suatu sistem pinalti biaya yang dirancang untuk
menghukum setiap pihak yang tidak mematuhi dengan protokol, perintah pengadilan atau
memperlambat proses.

Doktrin preseden yang mengikat
Ratio Decidendi
Merupakan dasar hukum suatu keputusan.

Obiter Dicta
Merupakan pernyataan hukum lain                     yang      dikemukakan        oleh   hakim     yang     tidak
mempengaruhi keputusan pengadilan.

Hirarki Pengadilan
Aturan umumnya adalah keputusan pengadilan yang lebih tinggi mengikat pengadilan yang
di bawahnya.

Hukum sipil dalam yurisdiksi lain
Eropa
Sumber hukum tertinggi di Inggris adalah Act of Parliament dan pengadilan hukum tertinggi
adalah House of Lords. Akan tetapi dengan bergabungnya Inggris dalam Uni Eropa apabila
terjadi konflik antara hukum domestik dan hukum Uni Eropa maka hukum Uni Eropa yang
berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengadilan domestik.

Berdasarkan kasus Francovitch v. Italian Republic (1992) dimungkinkan suatu tuntutan
pengadilan dilakukan kepada suatu negara anggota jika seorang individu menderita
kerugian atau kerusakan sebagai akibat dari kegagalan negara untuk memberlakukan
peraturan domestik yang sesuai dengan peraturan Uni Eropa. Hal ini harus memenuhi tiga
kondisi:
hasil yang diinginkan oleh Directive termasuk memberikan suatu hak untuk keuntungan
individu
isi dari hak tersebut dapat ditentukan dengan merujuk pada ketentuan dalam Directive
harus ada hubungan sebab-akibat antara pelanggaran kewajiban oleh negara dengan
kerugian yang diderita.

                                             Page 4 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                                              02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Yurisdiksi asing
Perusahaan asuransi UK dapat terlibat dalam klaim yang timbul di negara lain atau
kecelakaan dapat terjadi pada bangsa asing pada saat berada di UK. Oleh karena itu perlu
untuk mengetahui pengadilan negara mana yang memiliki yurisdiksi untuk mengadakan
proses pengadilan dan hukum mana yang berlaku.


Tujuan yang harus dicapai setelah mempelajari bab ini :
Menyebutkan berbagai sumber hukum sipil dan menjelaskan operasi dari sistem preseden
dalam hukum Inggris, menjelaskan tujuan dan pengaruh perundang-undangan dan
akibatnya terhadap hukum sipil
Mendefinisikan dan membedakan antara kontrak dan tort, menyebutkan berbagai jenis tort
Menjelaskan secara umum, dengan contoh, bagaimana hukum sipil Inggris dimodifikasi
dengan keanggotaan Uni Eropa dan akibat dari yurisdiksi asing




                                                    Bab 2
                                                   Kelalaian

                                             Page 5 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Definisi

Definisi oleh Baron Alderson dalam Blyth v. Birmingham Waterworks Co. (1856)
“Kelalaian adalah kealpaan untuk melakukan sesuatu yang seorang yang normal, dengan
dipandu pertimbangan-pertimbangan yang umumnya mengatur tingkah laku manusia, akan
lakukan, atau melakukan sesuatu yang seorang normal dan bijaksana tidak akan lakukan.”

Definisi yang modern (Winfield dan Jolowicz)
“Kelalaian sebagai suatu tort adalah pelanggaran suatu kewajiban hukum untuk menjaga
yang mengakibatkan kerugian, yang tidak diinginkan oleh tergugat, kepada penggugat.”

Yang harus dibuktikan penggugat adalah:
Tergugat memiliki kewajiban berhati-hati terhadap penggugat
Tergugat melanggar kewajibannya
Pelanggaran kewajiban itu mengakibatkan kerugian atau kerusakan terhadap penggugat
Penggugat harus membuktikan bahwa jenis kerugian itu dapat diperkirakan atau tidak
berada dalam aturan dasar keterpisahan

Kewajiban berhati-hati

Kasus utama adalah Donoghue v. Stevenson (1932)
Mrs. Donoghue menderita sakit karena cacat dalam produk (bir jahe) yang dibelikan oleh
seorang temannya. Bir tersebut mengandung sisa-sisa siput yang terdekomposisi.
Berdasarkan hukum Mrs. Donoghue tidak dapat menuntut penjual karena tidak adanya
hubungan kontrak antara mereka. Satu-satunya jalan adalah dengan menuntut pabrik
dengan dasar pabrik memiliki kewajiban berhati-hati terhadap pengguna produk.

House of Lord berpendapat bahwa kewajiban demikian ada, yang kemudian dikenal dengan
‘aturan sempit’. Lord Atkin kemudian mengajukan suatu peribahasa hukum yang umum
yang disebut dengan ‘prinsip tetangga’ yang berlaku secara umum dan menghalangi
penggugat untuk memberikan fakta-fakta untuk kasus mereka dari yang sudah ada dari
kasus sebelumnya.

Dengan demikian kewajiban berhati-hati dalam keadaan tertentu tergantung pada dua
pengujian:
kemungkinan menyebabkan cedera atau kerusakan harus dapat secara wajar diperkirakan
orang yang cedera atau yang harta bendanya rusak harus dalam proksimasi yang dekat
dengan tindakan atau tingkah laku yang dimaksud.

Sejak Donoghue ada beberapa usaha untuk memformulasi suatu pengujian tunggal untuk
kewajiban berhati-hati yang dapat mencakup semua situasi. Seperti dalam kasus Anns v.
London Borough of Merton (1977) dan Caparo Industries v. Dickman and Ors (1990).
Akhirnya House of Lord menyatakan bahwa daripada berusaha merumuskan suatu
pengujian yang universal, hukum kelalaian harus berkembang secara gradual, dengan
menggunakan situasi yang umum diketahui dimana tanggung gugat telah dinyatakan
                                             Page 6 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
berlaku di waktu sebelumnya, sebagai panduan. Jadi walaupun kategori
kelalaian tidak ditutup, ia harus dikembangkan dengan merujuk pada prinsip-prinsip yang
ditetapkan dalam kasus-kasus sebelumnya.

Pelanggaran

Setelah ditetapkan bahwa kewajiban berhati-hati ada dalam beberapa situasi, kemudian
perlu untuk menyelidiki apakah tergugat melanggar kewajiban tersebut. Cara yang dipakai
adalah dengan pengujian manusia normal, yaitu tingkat kehati-hatian dari seorang manusia
normal akan lakukan dalam suatu keadaan tertentu.

Ada 3 kriteria yang digunakan oleh pengadilan untuk menilai apakah tergugat melanggar
kewajiban berhati-hati yang ada pada mereka.
Standar pengetahuan dan praktek
   Salah satu pembelaan yang dapat digunakan adalah dengan menunjukkan bahwa
   tergugat memenuhi tingkat umum pengetahuan teknik atau ilmu pengetahuan pada saat
   itu. Dalam Roe v. Ministry of Health (1954) suatu larutan fenol dengan obat penghilang
   rasa sakit oleh staf rumah sakit. Obat penghilang rasa sakit tersebut diletakkan dalam
   ampul, yang kemudian diletakkan dalam larutan fenol. Ampul tersebut retak dan obat
   penghilan rasa sakit tersebut terkontaminasi dan pasien menjadi lumpuh. Pada saat
   kecelakaan terjadi tidak diketahui bahwa fenol dapat merembes ke dalam ampul melalui
   retak yang tidak terlihat dan rumah sakit dinyatakan tidak melakukan kelalaian.
   Pertimbangan yang sama juga berlaku untuk praktek umum yang digunakan untuk
   aktivitas tertentu. Jika tergugat menunjukkan bahwa mereka telah berlaku sesuai
   dengan praktek tersebut, maka itu merupakan bukti bahwa mereka telah melakukan
   kewajiban berhati-hati mereka. Ini hanya bukti dan bukti yang bertentangan dapat
   diajukan dengan menunjukkan bahwa walaupun tidak mengikuti praktek umum, tergugat
   tidak memenuhi kewajiban berhati-hatinya, seperti dalam kasus Blenkiron v. Great
   Central Gas Consumer Co. (1860). Sebaliknya fakta bahwa tergugat tidak berlaku
   sesuai dengan praktek umum tidak berarti ia bersalah, seperti dalam kasus Brown v.
   Rolls-Royce (1960).
Kemungkinan dan tingkat cedera
   Lord Dunedin mengatakan dalam Fardon v. Harcourt-Rivington (1932) : ‘Orang harus
   berjaga terhadap probabilitas yang wajar tetapi tidak terikat untuk berjaga terhadap
   kemungkinan yang fantastis’.
   Kasus lain terdapat dalam Bolton v. Stone (1952). Sebuah bola dipukul dari lapangan
   kriket dan mengenai penggugat pada saat ia berjalan di jalan dekat lapangan. Bola itu
   meluncur dengan kecepatan 100 yard dan melewati pagar setinggi 17 kaki. Bukti yang
   ditampilkan menunjukkan bahwa bola kriket sangat jarang meninggalkan lapangan.
   Dinyatakan bahwa klub kriket tidak bertanggung jawab.
   Dalam Paris v. Stepney Borough Council (1951) merupakan contoh bahwa dalam
   mempertimbangkan standar kehati-hatian harus memperhitungkan tingkat cedera yang
   mungkin disebabkan.

Relevansi biaya

                                             Page 7 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
    Jika kemungkinan cedera atau kerusakan kecil dan sifat cedera atau
    kerusakan, jika terjadi, mungkin hanya kecil, pengadilan tidak akan menyalahkan
    tergugat dengan tidak melakukan tindakan pencegahan jika biaya untuk menghilangkan
    atau mengurangi risiko secara signifikan adalah tinggi.
    Contohnya adalah dalam kasus Latimer v. AEC Ltd (1953). Suatu lantai pabrik
    tergenang air karena adanya badai sehingga menjadi licin karena adanya campuran
    minyak dan air. Sedikit serbuk gergaji tersedia tetapi tidka cukup dan seorang pekerja
    tergelincir pada saat mendorong suatu troli. Penggugat menyatakan bahwa seharusnya
    pabrik ditutup dan memulangkan pekerjanya. House of Lord menyatakan bahwa majikan
    telah melakukan kewajibannya dan memakan biaya yang terlalu tinggi untuk menutup
    pabrik, bahkan untuk satu hari, haya untuk risiko sekecil itu.
    Contoh yang kontras adalah dalam Herrington v. British Railway Board (1972) dimana
    seorang anak yang masuk ke dalam jalur kereta api menderita cedera parah. Walaupun
    anak tersebut melanggar jalur dengan merusak pagar pembatas milik British Rail,
    tergugat dinyatakan bersalah karena biaya untuk memperbaiki pagar adalah kecil
    dibandingkan kemungkinan terjadinya cedera serius.

Kausasi

Untuk berhasil dalam tuntutan hukumnya, penggugat harus membuktikan bahwa kerugian
atau cedera yang dialaminya secara kausa proksima disebabkan oleh aktivitas tergugat.

Pengadilan mengambil pendekatan pikiran sehat dalam memutuskan apakah tindakan
tergugat telah menyebabkan kerugian atau cedera yang dituntut atau tidak. Pendekatan itu
seperti pengujian ‘tetapi untuk’, yaitu jika hasil yang dimaksud tidak akan terjadi karena
peristiwa tertentu, maka dapat dibuktikan secara wajar bahwa peristiwa tersebut yang
menyebabkan hasil. Sebaliknya, jika hasil tetap saja akan terjadi, maka jelas tindakan
tergugat tidak menyebabkan hasil. Contoh kasusnya adalah Barnett v. Chelsea and
Kensington Hospital Management Committee (1969).

Pengadilan tidak secara umum mempertimbangkan kausasi secara terpisah tetapi akan
menghubungkannya dengan kebutuhan yang lain dari hukum tort seperti konsep kesalahan
dan kewajiban behati-hati.

Berikut beberapa contoh kasus hukum.

Baker v. Willoughby (1970) penggugat menderita cedera pada kakinya karena kelalaian
tergugat. Sebelum pengadilan, penggugat menjadi korban dari perampokan bersenjata,
yang mengakibatkan kakinya harus diamputasi. Tergugat berpendapat bahwa kejadian
yang kedua mengakhiri semua kerugian yang berjalan dari tindakan kelalaiannya. Kelalaian
mereka hanya menyebabkan kerugian hingga terjadinya kejadian kedua, dan tanggung
gugat mereka harus dibatasi hanya untuk jagka waktu tersebut. Hal ini tidak disetujui House
of Lord dengan menyatakan tergugat memiliki tanggung jawab yang penuh untuk kerugian
seakan-akan kejadian kedua tidak pernah terjadi. Perampok tersebut hanya bertanggung
jawab terhadap cedera tambahan. Prinsip yang timbul adalah dalam tindakan yang

                                             Page 8 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
beruntun tergugat yang bersangkutan bertanggung jawab untuk pengaruh
keseluruhan dari cedera yang mereka timbulkan dengan dasar ‘tambahan kerugian’.

Jobling v. Associated Dairies (1982) tergugat bertanggung jawab untuk kecelakaan yang
mengakibatkan penggugat dengan suatu cedera punggung. Kemudian tergugat mengalami
myelopathy, yang tidak berhubungan dengan kecelakaan, yang menyebabkan ia tidak dapat
bekerja. Tergugat berpendapat, seperti dalam Baker, bahwa keadaan berikutnya harus
mengakhiri tanggug jawab mereka dan kali ini disetujui oleh House of Lord. Hal ini
dikarenakan bahwa myelopathy merupakan kondisi kesehatan penggugat dan telah ada
sebelumnya.

McGhee v. National Coal Board (1973) penggugat bekerja dalam pabrik pembakaran bata
dan harus naik sepeda untuk pulang setelah kerja dalam pakaian berdebunya. Ia
mengalami dermatitis dan berpendapat bahwa jika majikannya menyediakan tempat mandi,
dia tidak akan terjangkit penyakit tersebut. NCB mengakui bahwa mereka telah lalai dengan
tidak menyediakan tempat mandi, tetapi berhasil mempertahankan bahwa penggugat tidak
tidak membuktikan kausasi. Tergugat tidak menunjukkan bahwa jika tergugat menyediakan
tempat mandi maka ia tidak akan menderita penyakit tersebut. House of Lord setuju dengan
ini tetapi menyatakan penggugat tetap berhak untuk mendapatkan penggantian karena
tergugat telah secara material meningkatkan risiko tergugat menderita penyakit tersebut.

Fitzgerald v. Lane (1987) penggugat berjalan dalam penyebrangan untuk pejalan kaki pada
saat lampu menunjukkan untuk berhenti. Ia ditabrak oleh dua kendaraan secara berturut-
turut. Dinyatakan dalam pengadilan bahwa ketiga pihak sama-sama bersalah. Sayangnya,
tidak mungkin untuk menunjukkan kendaraan mana yang menyebabkan cedera dan
tergugat kedua berpendapat bahwa cedera serius yang diderita penggugat dapat hanya
disebabkan leh kendaraan pertama. Court of Appeal, mengikuti McGhee, berpendapat
bahwa tergugat kedua telah menciptakan suatu risiko cedera fisik kepada penggugat, atau
telah meningkatkan risiko yang ada sehingga cedera tersebut terjadi. Oleh karena itu
mereka harus menanggung proporsi mereka terhadap kerugian secara penuh.

Hotson v. East Berkshire Area Health Authority (1987) penggugat, seorang siswa sekolah
berusia 13 tahun, terjatuh dari suatu pohon dan menderita beberapa cedera termasuk retak
pinggul. Rumah sakit tergugat secara lalai gagal mendiagnosa retak tersebut hingga
kerusakan permanen terhadap pinggul terjadi. Pada pengadilan dinyatakan dengan bukti
medis, bahwa bahkan jika diagnosa yang tepat telah dilakukan sedini mungkin, penggugat
hanya memiliki 25% kemungkinan untuk pulih. Hakim memutuskan penggantian sebesar
25% dari penggantian penuh dengan alasan bahwa tergugat telah mengambil 25%
kesempatan untuk pulih tersebut. Hal ini juga disetujui di Court of Appeal tetapi tidak
disetujui oleh House of Lord, yang menyatakan bahwa yang terbaik bagi penggugat adalah
keterlambatan tersebut turut menjadi penyebab tetapi berdasarkan keseimbangan
probabilitas keterlambatan tidak menyebabkan kondisi penggugat pada saat itu dan klaim
itu tidak layak secara keseluruhan.

Wilsher v. Essex Area Health Authority (1988) penggugat lahir prematur tiga bulan dan
menderita kondisi yang dikenal dengan nama retrolental fibroplasa (RLF), yang
                                             Page 9 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
menyebabkan anak tersebut buta sebelah dan penglihatan yang kuran pada
mata satunya lagi. Selama awal sebelum kelahiran, dokter bedah telah gagal
memasangkan oksigen dengan benar, dan untuk keputusan House of Lord, kesalahan
tersebut dianggap sebagai kelalaian pada bagian dokter bedah. Bukti pada pengadilan
terdahulu menunjukkan bahwa ada lima faktor lain yang dapat menyebabkan RLF. Lord
Bridge menyatakan bahwa prinsip kausasi dalam kasus kelalaian menyatakan bahwa
penggugat harus membuktikan bahwa tindakan yang lalai yang menyebabkan cedera atau
secara material berkontribusi. Dalam kasus ini penggugat tidak dapat membuktikan bahwa
kelebihan oksigen yang menyebabkan terjadinya RLF.

Novus actus interveniens

Dalam hal suatu rantai penyebab ada dari suatu kejadian hingga hasilnya, rantai ini dapat
dipatahkan oleh suatu penyebab yang baru (novus actus interveniens), dengan demikian
membebaskan tergugat dari tanggung gugat apa pun tindakan awal kelalaian.

Contoh kasusnya adalah Caralogie Steamship Co. v. Royal Norwegian Government (1952)
dimana kapal penggugat rusak karena kelalaian tergugat. Perbaikan sementara dilakukan
dan kapal berlayar ke Amerika Serikat untuk melaksanakan perbaikan tetap. Perjalanan ini
tidak direncanakan dan dilakukan hanya karena kerusakan. Selama perjalanan kerusakan
kapal bertambah parah karena cuaca buruk dan kerusakan tersebut juga diperbaiki pada
saat yang sama dengan kerusakan karena kelalaian. House of Lord menolak klaim
kerusakan karena cuaca buruk karena menganggap cuaca buruk sebagai suatu novus
actus yang bukan merupakan tanggung ajwab tergugat.

Contoh kasus lain adalah dalam Rouse v. Squires (1973) dan Knightley v. Johns (1982).

Terpisahnya kerugian

Walaupun penggugat dapat menunjukkan bahwa kerusakan yang dideritanya secara kausa
proksima disebabkan oleh aktivitas tergugat, ia belum tentu mendapatkan penggantian
yang penuh terhadap seluruh kerugiannya, karena beberapa di antaranya dapat dianggap
sebagai terlalu terpisah dari tindakan penyebab untuk dapat diganti.

Contoh kasusnya adalah Re Polemis (1921) dan Tankship (UK) Ltd v. Mort’s Dock and
Engineering Co. Ltd (1961)

Pengecualian
Aturan ‘eggshell skull’, merupakan aturan dalam kasus cedera perseorangan, yaitu anda
membawa korban pada saat anda menemukannya.
Cedera badan, walau tidak dapat diperkirakan, bukan merupakan jenis tersebut.
Dalam klaim yang berdasarkan tanggung gugat tegas baik dalam hukum kasus maupun
undang-undang, tergugat biasanya tidak bertanggung jawab terhadap semua kerusakan
langsung.
Dalam klaim yang dituntut oleh ahli waris berdasarkan Fatal Accidents Act 1976. tanggung
gugat tidak dibatasi oleh dapat dilihatnya tingkat ketergantungan.
                                            Page 10 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Dalam kasus melukai yang disengaja, bukan merupakan pembelaan bagi
seorang pelaku dengan mengatakan bahwa tingkat kerusakan tidak dapat diperkirakan.

Kemelaratan

Leisbosch Dredger v. Edison SS (1933) tergugat secara lalai merusak kapal keruk
penggugat. Dalam rangka untuk memenuhi kontrak yang ada dan karena kekurangan uang,
penggugat harus menyewa dan bukannya dengan segera membeli kapal keruk pengganti.
House of Lord menolak klaim untuk biaya tambahan ini, karena ini timbul dari kemelaratan
penggugat.

Martindale v. Duncan (1973) dinyatakan bahwa penggugat dapat menyewa kendaraan
sampai ia atau perusahaan asuransi pihak ketiga menyetujui untuk memperbaiki
kendaraannya, seperti juga dalam kasus Mattocks v. Mann (1993).

Kelalaian bersama

Sebelum adanya Law Reform (Contributory Negligence) Act 1945, kelalaian bersama
merupakan pembelaan penuh untuk kelalaian, artinya jika penggugat terbukti turut
berkontribusi dalam kelalaian maka ia tidak memperoleh penggantian sama sekali. Tetapi
setelah adanya peraturan tersebut, kerugian tetap diganti tetapi dengan dikurangi sesuai
proporsi kesalahan penggugat. Contoh kasusnya adalah Sayers v. UDC (1958).

Aspek-aspek yang penting adalah:
Pengadilan akan menilai kerugian secar penuh dan kemudian mengurangi jumlah
kompensasi berdasarkan kelalaian bersama.
Ahli waris dari orang yang meninggal akan menerima kerugia mereka dikurangi jika orang
yang meninggal tersebut turut bersalah dalam menyebabkan kematiannya.
Harus ada tingkat kesalahan yang signifikan dari penggugat dan dengan memperhitungkan
faktor-faktor sekelilingnya untuk dapat dianggap sebagai kelalaian bersama.

Kasus khusus

Kesalahpernyataan yang lalai
Dalam kasus Hedley Byrne & Co. v. Heller and Ptnrs (1963), House of Lord menyatakan
bahwa terdapat suatu kewajiban untuk menghindari kesalahpernyataan yang lalai walaupun
pihak yang terpengaruh tidak memiliki hubungan kontrak dengan pihak yang menyediakan
saran.

Walaupun demikian kemudian konsep foreseeability dan proksimasi yang ada dalam kasus
tersebut diaplikasikan dengan lebih terbatas. Seseorang yang memberikan saran, baik lisan
maupun tertulis, hanya memiliki sedikit pengendalian terhadap apa jadinya saran mereka
dan siapa yang menggunakannya. Oleh karena itu perlu membatasi ‘prinsip tetangga’
dalam kasus seperti ini.



                                            Page 11 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Dalam hal saran yang lalai, suatu kewajiban untuk menjaga ada dalam
keadaan sebagai berikut:
Harus ada suatu hubungan khusus antar pihak, semacam kontrak tetapilebih dekat
daripada uji proksimasi untuk tindakan lalai.
Saran tersebut harus diberikan oleh orang yang memiliki keahlian dan pengetahuan yang
diperlukan untuk memberikan saran dalam suatu situasi dimana pemberi saran dapat
secara wajar melihat bahwa penerima akan bergantung sedemikian sehingga mengalami
kerugian apabila saran tersebut tidak akurat.
Pelepasan tanggung jawab sesuai dengan Unfair Contract Terms Act 1977 (Undang-
undang Perlindungan Konsumen No. 2 tahun 1999) harus tunduk pada uji kewajaran.
Saran sambil lalu yang diberikan dalam keadaan pergaulan sosial tidak menimbulkan
kewajiban.

Kasus lain yang mengikuti prinsip ini adalah Caparo Industries v. Dickman and Ors (1990),
yang di dalamnya House of Lord manyatakan bahwa firma auditor tidak memiliki kewajiban
menjaga terhadap pemegang saham yang ada atau potensial dalam menyiapkan laporan
audit. Hal ini dikarenakan tidak cukup adanya proksimasi antara auditor dan masyarakat
umum. Tujuan dari aduit perusahaan publik adalah untuk perlindungan umum dari
pemegang saham sebagai suatu badan bukan sebagai suatu individu.

Dalam Yianni v. Edwin Evans and Sons (1981) dinyatakan bahwa seorang surveyor yang
melakukan survey terhadap suatu building society memiliki kewajiban menjaga terhadap
pembeli bangunan. Pelepasan tanggung jawab yang digunakan dalam kasus seperti ini
tidak berlaku karena tidak memenuhi uji kewajaran seperti dalam kasus Smith v. Bush and
Harris v. Wyre Forest UDC (1989).

Dalam Spring v. Guardian Assurance plc (1994) House of Lord menyatakan bahwa majikan
memiliki suatu kewajiban untuk menjaga kepada seorang pegawai ketika memberikan suatu
referensi kepada calon majikan.

Kerugian ekonomi
Dalam kasus Cattle v. Stockton Waterworks Co. (1875) suatu kontraktor kehilangan uang
dalam suatu kontrak untuk menggali suatu terowongan pada suatu lahan yang dirusak oleh
pihak ketiga. High Court memutuskan bahwa kerugian penggugat murni ekonomi dan ia
tidak mempunyai kepentingan sebagai pemilik terhadap lahan tersebut dan kerugiannya
terjadi semata-mata berasal dari hubungan kontraknya dengan korban dari pihak yang lalai.

Dalam kasus Electrochrome Ltd v. Welsh Plastics Ltd (1968) tergugat secara lalai merusak
suatu hidran kebakaran, menyebabkan suplai air ke pabrik penggugat menjadi terhenti.
Dinyatakan bahwa, walaupun kewajiban menjaga terhadap pemilik hidran tersebut ada
karena merupakan kerusakan fisik, kehilangan keuntungan yang diderita oleh tergugat
merupakan kerugian ekonomi murni dan tidak mendapatkan penggantian.

Pengadilan membedakan antara kerugian ekonomi murni dan kerugian konsekuensial, yaitu
kerugian keuangan yang berasal langsung dari kerusakan fisik. Dalam Spartan Steel &
Alloys Ltd v. Martin and Co. Ltd (1973) kontraktor tergugat merusak kable listrik yang
                                            Page 12 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
menyebabkan logam cair milik penggugat menjadi memadat. Penggugat
mendapatkan penggantian untuk nilai logam cair di dapur ditambah kehilangan keuntungan
yang timbul daripadanya. Akan tetapi, mereka gagal untuk mendapatkan kehilangan
kerugian karena adanya jeda waktu sebelum tenaga listrik dipulihkan karena dianggap
sebagai kerugian ekonomi murni.

Dalam Murphy v. Brentwood District Council (1990), rumah penggugat dibangun di lokasi
yang telah diisi dan diratakan. Kehati-hatian yang khusus harus dilakukan terhadap pondasi,
tetapi bahkan sebuah pondasi rakit beton akhirnya gagal dan menyebabkan rumah
mengalami turun permukaan tanah. Tuntutan terhadap dewan berdasarkan kewajiban
mereka dalam Public Health Act 1936 untuk meluluskan rencana tersebut. Dewan gagal
mendeteksi cacat dalam pondasi.

Dalam kasus tersebut House of Lord menyatakan:
Kerusakan yang ada murni kerugian ekonomi, dan bukan kerusakan fisik. Tidak ada harta
benda yang telah rusak. Bangunan itu sendiri cacat.
Tidak boleh ada perbedaan antara barang dan bangunan. Tanggung gugat tort harus
dibatasi pada kerusakan pada harta benda atau cedera pada orang yang disebabkan oleh
cacat pada barang atau bangunan tetapi bukan cacat yang sudah menjadi sifat.
Gagasan bahwa satu bagian harta benda dapat merusak bagian yang lain tidak dapat
dipertahankan. Pengecualian dapat diberikan untuk mesi yang kompleks dimana satu
komponen yang terpisah merusak komponen yang lain, tetapi hal ini merupakan situasi
yang berbeda sama sekali.

Sebagai kesimpulan kerugian ekonomi hanya dapat mendapatkan penggantian dalam hal:
apabila ada suatu kontrak antar pihak
dalam hal kesalahpernyataan atau saran yang lalai berdasarkan prinsip Hedley Byrne
dalam beberapa kasus melibatkan mesin yang kompleks

Kerugian psikiatrik

Pengadilan saat ini tidak membuat perbedaan antara cedera badan dan mental jika masing-
masing asli. Bagaimanapun, masalah yang berhubungan dengan dapat terlihatnya atau
proksimasi tetap ada.

Dalam kasus Chadwick v. British Railways Board (1967), seorang penolong suatu kereta api
yang mengalami tabrakan berhak untuk mendapatkan penggantian untuk guncangan syaraf
yang diakibatkan menyaksikan pemandangan yang mengerikan.

Dalam Mcloughlin v. O’Brien and Ors (1982), House of Lord sekali lagi memperluas tingkat
tanggung gugat. Suami korban dan ketiga anak mereka mengalami cedera parah dalam
kecelakaan jalan raya yang disebabkan oleh kelalaian tergugat. Mereka dibawa ke rumah
sakit dan salah satu anak meninggal dunia. Pada saat mengunjungi rumah sakit sesaat
setelah itu dan mendengar kematian anaknya dan menyaksikan cedera yang dialami oleh
keluarganya yang lain. Penggugat menderita guncangan syaraf. House of Lord menyatakan
bahwa ia berhak untuk mendapatkan penggantian karena, walaupun ia tidak menyaksikan
                                            Page 13 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
kecelakaan, ia berada dalam ‘akibat segera’ dari kecelakaan dan oleh karena
itu cukup proksima.

Dalam Copoc v. Wright (1991) mengenai tragedi Hillsborough, House of Lord menetapkan
panduan sebagai berikut:
kerugian psikiatrik harus disebabkan sebagai akibat dari suatu guncangan yang tiba-tiba,
daripada suatu masalah yang telah berkembang dalam jangka waktu tertentu.
Dapat terlihatnya bukan merupakan satu-satunya kriteria adanya kewajiban dalam kasus
tersebut. Konsep proksimasi dan hubungan langsung sangat penting untuk membatasi
kelas orang yang berhak melakukan klaim. Pengadilan harus melihat tiga aspek:
Kelas orang yang dapat melakukan klaim, biasanya yang memiliki hubungan darah atau
pernikahan, atau bisa juga sahabat karib atau tunangan
Proksimasi penggugat terhadap kecelakaan dalam hal waktu dan ruang.
Cara guncangan tersebut ditimbulkan.

Dalam kasus Frost and Ors v. Chief Constable of Sout Yorkshire (1998) yang melibatkan
klaim dari polisi South Yorkshire yang menghadiri peristiwa bencana dan menderita
guncangan syaraf, House of Lord menyatakan bahwa polisi merupakan korban sekunder
(tidak terlibat langsung dalam kecelakaan) dan tidak berhak mendapatkan penggantian.

Hal-hal berikut perlu diperhatikan dalam hal guncangan syaraf:
Pemandangan cedera fisik pada korban atau mayat non manusia tidak dapat diajuka ke
pengadilan.
Dalam beberapa kasus pemandangan pada harta benda seseorang yang mengakibatkan
guncangan syaraf dapat diajukan ke pengadilan (Attia v. British Gas (1987))
Guncangan syaraf yang hanya disebabkan karena melaporkan suatu kecelakaan tidak
mendapatka penggantian.
Guncangan syaraf harus terdiri dari kondisi mental yang dikenal. Contoh kasus Nichols v.
Rushton (1992) dan Vernon v. Bosley (1996).

Otoritas publik
Polisi
    Dalam kasus Hill v. Chief Constable of West Yorkshire (1988) dinyatakan bahwa polisi
    tidak memiliki kewajiban berhati-hati terhadap individu, melainkan untuk melindungi
    sebagian besar masyarakat.
    Dalam kasus Swinney v. Chief Constable of Northumbria Police (1996) dinyatakan jika
    individu itu teridentifikasi dan polisi harus melindunginya, maka terdapat kewajiban untuk
    berhati-hati.
Pelayanan Sosial
    Otoritas lokal tidak memiliki kewajiban untuk berhati-hati, baik dalam hukum kasus
    maupun undang-undang, untuk cedera yang disebabkan terhadap anak-anak oleh
    orang lain (X (Minors) v. Bedford CC (1994))
Pemadam kebakaran
    Dalam kasus Capital and Counties plc v. Hampshire CC and Anr (1997), Court of Appeal
    menyatakan:

                                            Page 14 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Pemadam kebakaran memiliki kewajiban berhati-hati untuk memadamkan
kebakaran hanya kepada masyarakat umum dan bukan individu
Jika pemadam kebakaran sedang menjalankan tugasnya, tanggung gugat dapat timbul
hanya jika mereka menciptakan bahaya karena kelalaiannya.
Pelayanan ambulans dan rumah sakit
    Rumah sakit memiliki kewajiban berhati-hati terhadap pasien dan pengunjung seperti
    dinyatakan dalam Gold v. Essex County Council (1942).
    Dalam Kent v. Griffiths and Ors (No.2) (2000) suatu pelayanan ambulans dinyatakan
    memiliki kewajiban berhati-hati terhadap pasien yang menderita cedera dan kerugian
    tambahan karena keterlambatan mereka.
Sekolah
    Sekolah memiliki kewajiban berhati-hati terhadap murid-muridnya dan pengunjung lain
    untuk memastikan mereka aman secara wajar dari cedera, akan tetapi prinsip yang
    sama terhadap polisi dan pemadam kebakaran juga berlaku.
    Dalam Butt v. Cambridgeshire and Isle of Ely CC (1969) seorang guru sedang menjaga
    seorang muridnya ketika murid yag lain mencederai murid ketiga dengan mengayunkan
    sepasang gunting. Guru tersebut dinyatakan tidak bersalah.
    Dalam kasus Lewis v. Carmarthenshire CC (1955) seorang anak laki-laki berusia empat
    tahun keluar dari sekolah dan menyebabkan kematian kepada pengemudi lori yang
    membanting stir untuk menghindarinya pada saat menyeberang jalan. Dinyatakan
    bahwa sekolah harus memiliki sistem pengawasan yang layak terhadap anak-anak
    seusia tersebut. Akan tetapi dalam Wilson v. Governors of Sacred Heart Roman
    Catholic School, Carlton (1997) suatu sekolah dinyatakan tidak memiliki kewajiban
    berhati-hati untuk mengawasi anak-anak berusia sekitar sembilan tahun ketika mereka
    sedang dalam perjalanan dari bangunan sekolah ke pintu gerbang sekolah.

Beban pembuktian dan res ipsa loquitor

Prinsip utamanya adalah ‘siapa yang menuntut harus membuktikan’. Jika penggugat ingin
mengalihkan kerugiannya kepada tergugat, ia harus memberikan bukti yang cukup untuk
menunjukkan bahwa kerugian atau kerusakan yang dideritanya disebabkan oleh kelalaian
tergugat.

Beban pembuktian berada pada penggugat untuk menunjukkan berdasarkan
keseimbangan probabilitas bahwa tergugat telah lalai. Keseimbangan probabilitas berarti
lebih mungkin daripada tidak, dan jika bukti yang ada seimbang maka penggugat tidak
berhasil membuktikan kasusnya.

Hal di atas tidak selalu berlaku dengan adanya doktrin res ipsa loquitor, yang berlaku jika
fakta-fakta rinci tidak dapat dibuktikan tetapi dengan berdasarkan fakta-fakta yang
diketahui. Persyaratannya adalah:
obyek yang menyebabkan kerugian atau cedera berada dalam pengendalian langsung
tergugat, pelayannya atau agennya
kecelakaan tersebut harus sedemikian sehingga dalam perjalanan sesuatu yang normal
tidak akan terjadi tanpa adanya kelalaian.

                                            Page 15 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Doktrin ini, jika berlaku, menimbulkan tanggung gugat inferen. Inferensi ini
dapat dibantah oleh tergugat jika mereka dapat mengemukakan cukup bukti yang
menunjukkan bahwa kecelakaan tetap dapat terjadi tanpa adanya kelalaian pada pihak
mereka.

Contoh kasus berlakunya doktrin ini adalah Scott v. St. Katherine Docks Co. (1885) dan
contoh tidak berlakunya adalah Ng Chun Pui and Ors. V. Lee Chuen Tat and Anr (1988).

Tujuan yang harus dicapai setelah mempelajari bab ini :
Mendefinisikan tort kelalaian
Memaparkan dan menjelaskan secara rinci, dengan contoh dari kasus hukum, persyaratan
kelalaian – yaitu kewajiban berhati-hati, pelanggaran, standar kehati-hatian, kausasi, dapat
terlihatnya kerugian
Mendefinisikan kelalaian bersama dan menjelaskan bagaiman konsep ini diaplikasikan
dalam praktek untuk mengurangi kerugian seorang korban, memaparkan ketentuan utama
dari Undang-undang Reformasi Hukum (Kelalaian Bersama) 1945
Memaparkan dan menjelaskan dengan ilustrasi dari hukum kasus aturan khusus yang
berlaku pada tanggung gugat sipil untuk kesalahpernyataan yang lalai, kerugian ekonomis,
kerugian psikiatrik dan tanggung gugat dari otoritas publik
Mendefinisikan dan menjelaskan konsep beban pembuktian, menetapkan kriteria dari res
ipsa loquitur dan menjelaskan bagaimana aturan mengenai bukti ini beroperasi dalam
praktek



                                                     Bab 3
                                                Tort Yang Lain


Gangguan (nuisance)

Uji kewajaran dalam gangguan berpusat pada keadaan apa yang telah berkembang di
tanah tergugat dan yang mempengaruhi tetangganya. Seorang penghuni dari suatu harta
benda harus menyadari apa yang sedang berlangsung di atas tanahnya dan mengambil
tindakan untuk mencegahnya agar tidak mengganggu tetangganya.

Gangguan lebih melihat kepada hasil dari tindakan seseorang daripada apakah mereka
telah bertingkah laku sesuai dengan standar kehati-hatian seperti dalam kasus kelalaian.

Menurut Sir Frederick Pollock, gangguan dapat didefinisikan sebagai ‘suatu tindakan salah
yang dilakukan terhadap seseorang, dengan secara bertentangan dengan hukum,
mengganggunya dalam menikmati harta bendanya, atau, dalam beberapa kasus dalam
melakukan suatu hak umumnya’.


                                            Page 16 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Ada 3 jenis gangguan, yaitu gangguan pribadi, gangguan publik dan
gangguan yang diberlakukan oleh undang-undang.

Gangguan pribadi

Bukti kerusakan diperlukan agar suatu tuntutan dapat berhasil, dan kerusakan ini termasuk
ketidaknyamanan fisik, seperti suara keras atau bau menusuk. Lebih jauh lagi jika timbul
suatu keadaan yang dapat menimbulkan kerusakan yang sesungguhnya, penuntut dapat
meminta injunction, yaitu suatu perintah pengadilan kepada tergugat untuk menghentikan
aktivitasnya.

Contoh gangguan pribadi termasuk gangguan langsung dengan pelanggaran batas,
misalkan dengan akar pohon, kerusakan fisik yang disebabkan oleh meluapnya air karena
saluran air atau urung-urung yang terhalang (Sedleigh v. O’ Callaghan (1940)), bangunan
bobrok yang rubuh ke bangunan sebelahnya (Wringe v. Cohen (1940)) dan bau (Adams v.
Ursell (1913)).

Dalam Hunter and Ors v. Canary Wharf Ltd (1997) 690 penggugat, penghuni Isle of Dogs,
melakukan tuntutan terhadap pemilik dari menara Canary Wharf untuk gangguan terhadap
penerimaan sinyal televisi. House of Lord menyatakan bahwa dengan syarat adanya
pengendalian perencanaan, orang dapat membangun apa yang disukainya di atas
tanahnya, dan hak tersebut tidak dibatasi secara umum dengan fakta bahwa bangunan itu
dapat mengganggu kenikmatan tetangganya atas tanah mereka, misalkan merusak
pemandangan. Gangguan terhadap penerimaan sinyal televisi tidak cukup dianggap
sebagai gangguan. Gangguan pribadi terhadap kenikmatan seseorang dari tanahnya pada
umumnya timbul dari sesuatu yang berasal dari tanah tergugat : suara, lumpur, bau, asap,
getaran dan sejenisnya. Fakta bahwa suatu bangunan menghalangi sesuatu mencapai
tanah penggugat secara umum tidak cukup.

Gangguan terhadap harta benda harus tidak wajar. Dalam Murdoch and Anr v. Glacier
Metal Co. (1998) penggugat menuntut pemilik suatu pabrik atas suara bising yang
ditimbulkan. Buktinya adalah tingkat suara di malam hari berada di atas tingkat minimum
yang direkomendasikan oleh WHO untuk tidur, yaitu 35 dBA. Court of Appeal memutuskan
bahwa meskipun tidur penting, tidak ada dalil hukum yang mengatakan bahwa ada hukum
kasus gangguan jika tidur terganggu. Faktor lain juga harus diperhitungkan, termasuk
kedekatan dengan jalan raya dan rendahnya tingkat keluhan dari orang lain.

Lokalitas dapat penting dalam menentukan apakah suatu gangguan wajar. Dalam Sturges
v. Bridgman (1879) hakim mengatakan ‘apa yang merupakan gangguan di Belgrave Square
belum tentu merupakan gangguan di Bermondsey’.

Seorang penggugat tidak dapat bergantung pada gangguan yang tidak wajar apabila harta
bendanya terlalu sensitif. Dalam Robinson v. Kilvert (1889), stok kertas coklat milik
penggugat rusak karena panas yang berasal dari pipa tergugat. Dinyatakan bahwa karena
kertas tersebut sangat rentan maka tuntutan tersebut tidak wajar. Akan tetapi jika ada
maksud jahat yang terlibat posisinya menjadi berbeda. Dalam Hollywood Silver Fox Farm v.
                                            Page 17 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Emmett (1936), penggugat menyuruh anaknya untuk dengan sengaja
menembakkan senjata dekat peternakan cerpelai milik tergugat, hewan yang terkenal
rentan. Cerpelai tersebut gagal beranak. Pengadilan menyatakan bahwa walaupun tergugat
memiliki kebebasan untuk melepaskan tembakan dalam lahannya, mereka tidak dapat
menyalahgunakan hak tersebut dengan sengaja menyebabkan kerugian kepada
penggugat.

Penyebab alami
Dalam Goldman v. Hargrave (1967) pohon tergugat tersambar petir dan rubuh, terbakar.
Tergugat tidak mengambil tindakan dan angin meniup dan menyebabkan api menyebar ke
harta benda sekitar. Privy Council menyatakan bahwa tergugat dapat dengan mudah untuk
menyiram pohon tersebut dengan air untuk mencegah api menyebar dan bertanggung
jawab atas gangguan.

Dalam Leakey v. National Trust (1980) tergugat memiliki suatu bukit di atas rumah
penggugat. Setelah sejumlah gundukan tanah jatuh, dan suatu retakan yang besar tampak
di sisi bukit, penggugat menunjukkan kepada tergugat risiko tanah longsor. Tergugat
menolak untuk mengambil tindakan, menyatakan bahwa bahaya yang timbul dari kondisi
alami tanah, dan mereka tidak bertanggung jawab untuk itu. Akhirnya terjadi tanah longsor
yang menimpa rumah penggugat dan mereka menuntut untuk gangguan. Court of Appeal
menyatakan bahwa seseorang yang tanahnya timbul suatu bahaya secara alami, dan
mengganggu atau mengancam untuk mengganggu terhadap harta benda sekitarnya,
memiliki kewajiban untuk melakukan tindakan-tindakan wajar untuk mencegah atau
meminimisasi risiko, jika mereka menyadari atau seharusnya menyadari masalah tersebut.

Keadaan berkesinambungan
Dalam Stone v. Bolton (1951) sebuah bola yang dipukul dari lapangan kriket dan mengenai
korban yang sedang berjalan di jalan dekat lapangan. Penggugat menuntut dalam hal
gangguan dan kelalaian. Ia gagal dalam keduanya. Bola tersebut meluncur sejauh 100 yard
dan melewati pagar setinggi 17 kaki sebelum mengenainya. Bukti yang ditunjukkan
memperlihatkan bahwa enam bola telah meninggalkan lapangan dan jatuh ke jalan dalam
28 tahun. Court of Appeal menyatakan bahwa uji gangguan apakah kehadiran klub kriket
memberikan suatu bahaya yang tidak wajar terhadap jalan raya selama itu. Frekuensi bola
dipukul hingga keluar ke jalan raya terkait dalam memutuskan apakah terdapat keadaan
yang berkesinambungan yang mengandung bahaya. Dalam kasus ini frekuensinya sangat
kecil sehingga dianggap bukan merupakan gangguan.

Siapa yang dapat menuntut?
Hanya seseorang yang mempunyai kepemilikan suatu tanah atau kepentingan sebagai
pemilik yang dapat menuntut (Hunter v. Canary Wharf, 1997).

Siapa yang dapat dituntut?
Penghuni
   Penghuni tanah memiliki beberapa kewajiban:
menahan diri untuk tidak menimbulkan gangguan

                                            Page 18 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
mencegah gangguan menjadi kenyataan, baik disebabkanoleh akibat alami
ataupun oleh perantaraan manusia
meredakan gangguan yang adal di tanah mereka
   Dalam Wringe v. Cohen (1940) menyatakan bahwa jika bangunan menjadi berbahaya
   karena kurangnya perawatan maka penghuni bertanggung jawab, baik mereka
   mengetahui atau seharusnya sudah mengetahui bahaya tersebut.
Pencipta gangguan
   Setiap orang, baik penghuni, pelanggar hak milik, orang asing, yang menimbulkan
   gangguan bertanggung jawab untuk itu.
Pemilik
   Pemilik harta benda dapat bertanggung jawab jika mereka mengijinkan penyewa
   mereka untuk menimbulkan gangguan. Jika pemilik rumah sewaan menyewakan harta
   bendanya untuk suatu tujuan yang merupakan gangguan, mereka bertanggung jawab
   seakan-akan mereka mengijinkan gangguan itu. Dalam Rich v. Basterfield (1847)
   seorang pemilik rumah sewaan menyewakan rumahnya yang kemudian menyebabkan
   kerusakan melalui cerobong asap yang rusak. Dinyatakan bahwa pemilik rumah sewaan
   tidak bertanggung jawab, karena penyewa dapat menggunakan bahan bakar yang lain
   yang tidak akan menimbulkan kerusakan.

Pembelaan
Berikut pembelaan yang tidak berpengaruh:
Penggugat yang menghampiri gangguan – tergugat tidak dapat menggunakan pembelaan
‘saya yang pertama di sini’.
Keuntungan publik – jika memang suatu kegiatan tidak dapat dilakukan tanpa gangguan
sama sekali, maka sebaiknya jangan dilakukan.
Keahlian dan kehati-hatian yang cukup telah dilakukan – tidak ada standar kehati-hatian
oleh karena itu tidak dapat dijadikan pembelaan, kecuali untuk penyebab alami yang tidak
disadari atau disadari dan telah mengambil tindakan yang wajar untuk menghilangkan atau
menguranginya.
Tindakan bersama – setiap orang bersalah untuk proporsi gangguannya masing-masing

Berikut pembelaan yang berpengaruh:
Ijin – jika penggugat telah mengijinkan
Preskripsi – jika gangguan telah ada selama 20 tahun dan tidak ada keluhan selama
periode tersebut. Dalam Sturgess v. Bridgman (1879) tergugat telah menggunakan mesin
berat selama 20 tahun. Penggugat, seorang dokter, memperluas ruang konsultasinya di
kaki kebunnya dan lebih dekat dengan pabrik. Ia mengeluhkan suara bising dari pabrik
mengganggu prakteknya. Tergugat menggunakan pembelaan preskripsi, tetapi ini ditolak
oleh pengadilan. Aktivitas di pabrik hanya menjadi gangguan ketika dokter memperluas
ruang konsultasinya.
Otoritas perundang-undangan – jika terdapat kewajiban atau kekuasaan berdasarkan
perundang-undangan diberikan kepada suatu organisasi, maka pihak tersebut tidak
bertanggung jawab dalam hal gangguan untuk aktivitas yang dilakukan semata-mata
sebagai akibat dari pelaksanaan kewajiban atau kekuasaan tersebut.

Gangguan publik
                                            Page 19 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Selain sebagai suatu tort, suatu gangguan publik juga termasuk suatu kejahatan. Gangguan
publik termasuk menjalankan rumah pelacuran, menjual makanan yang tidak layak untuk
dikonsumsi publik, dan menghalangi jalan raya.


Pelanggaran hak milik orang lain (trespass)

Merupakan suatu campur tangan langsung dalam berbagai bentuk, baik terhadap tanah,
barang bergerak atau orang. Gangguan bersifat tidak langsung. Trespass dapat dituntut
tanpa adanya bukti kerusakan.

Dalam Letang v. Cooper (1965) Court of Appeal mengambil pandangan bahwa trespass
terhadap orang dan kelalaian tidak boleh saling tumpang tindih. Suatu campur tangan yang
disengaja adalah trespass. Campur tangan yang tidak disengaja dapat berupa tort
kelalaian, baik secara langsung maupun tidak langsung, tetapi bukan trespass.

Trespass terhadap tanah berupa campur tangan langsung terhadap tanah orang lain. Ini
termasuk tersasar ke tanah orang lain, baik disengaja maupun tidak, membiarkan hewan
masuk ke tanah orang lain, menempatkan obyek di tanah orang lain, atau membiarkan
suatu papan tanda bergantung di atas tanah orang lain. Suatu campur tangan tidak
langsung, misalkan membiarkan harta benda yang bersebelahan membusuk hingga jatuh
ke tanah orang lain, dapat berupa gangguan (nuisance) atau kelalaian.

Trespass terhadap barang adalah campur tangan fisik langsung dalam kepemilikan barang
orang lain tanpa kewenangan hukum. Berdasarkan kasus Letang v. Cooper dipertanyakan
apakah trespass terhadap barang yang tidak sengaja dapat berhasil tanpa adanya
kelalaian.


Pelanggaran kewajiban menurut undang-undang

Jika undang-undang menyediakan penggantiannya sendiri atau cara untuk melaksanakan
kewajiban seperti hukuman kriminal, ada anggapan bahwa kewajiban tidak dapat dilakukan
dengan cara lain (Lonrho Ltd v. Shell Petroleum Co. Ltd (No. 2) (1982)). Sebaliknya jika
tidak ada penggantian ditentukan oleh undang-undang, ada anggapan bahwa undang-
undang memberikan alasan untuk menuntut. Dalam Thornton v. Kirklees MBC (1979)
dewan melanggar Housing (Homeless Persons) Act 1977, menyebabkan kerugian bagi
penggugat. Tidak ada penggantian alternatif yang ditentukan oleh undang-undang itu dan
dinyatakan bahwa penggugat berhak atas kompensasi.

Beban berada pada penggugat untuk membuktikan:
bahwa ketentuan undang-undang dilanggar
bahwa pelanggaran itu menyebabkan cedera
bahwa cedera tersebut merupakan salah satu yang ingin dicegah oleh undang-undang
bahwa ia merupakan seseorang atau kelas orang yang ingin dilindungi oleh undang-undang
                                            Page 20 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Pembelaan

Ada beberapa, antara lain volenti non fit injuria, tindakan pihak ketiga dan kelalaian
bersama. Sebagai tambahan majikan dapat memiliki suatu pembelaan khusus jika seorang
karyawan terluka sebagai akibat dari pelanggarannya sendiri terhadap kewajiban menurut
undang-undang.

Otoritas jalan raya

Berdasarkan Highways Act 1980, semua jalan yang dipakai yang berada dalam tanggung
jawab suatu otoritas harus juga dirawat oleh mereka. Dinyatakan dalam Cross v. Kirkless
MBC (1997) bahwa kewajiban untuk merawat tersebut bersifat absolut dan merupakan
tanggung jawab tegas berdasarkan undang-undang. Bagaimanapun otoritas juga diberikan
waktu yang wajar untuk melaksanakan segala pekerjaan perawatan sebelum suatu kasus
yang tampak dapat dibuat. Dan bahkan jika itu dibuat, otoritas dapat menggunakan
pembelaan bahwa semua kehati-hatian yang wajar telah dilakukan untuk memastikan jalan
tersebut tidak berbahaya. Untuk menentukan kewajaran tersebut ada beberapa faktor yang
harus dipertimbangkan:
karakter jalan tersebut dan volum lalu lintas yang mungkin menggunakannya
standar perawatan yang layak untuk jalan itu
kondisi jalan yang diharapkan oleh orang yang normal
apakah otoritas menyadari atau seharusnya menyadari bahaya yang ada, dan apabila
otoritas belum sempat memperbaikinya sebelum kecelakaan, tanda bahaya apa yang telah
dipasang.

Dalam Littler v. Liverpool Corporation (1968) dan Meggs v. Liverpool Corporation (1968)
dinyatakan bahwa trotoar tidak harus rata secara sempurna. Dalam kedua kasus ini orang
yang terjatuh karena ketidakteraturan di bawah 1 inchi merupakan sesuatu yang sudah
diantisipasi dan berjaga oleh masyarakat umum.

Akan tetapi, dalam Mills v. Barnsley MBC (1992) Court of Appeal menemukan bahwa dewan
tidak bertanggung jawab terhadap cedera yang diderita oleh penggugat karena ia
tersandung dalam bagian yang dangkal sebesar 3 cm. Kriteria kedalaman 1 inchi tidak
eksklusif dan pengujiannya apakah trotoar dalam berbagai hal berbahaya. Dalam kasus ini,
tidak, walaupun lubang itu melebihi 1 inchi.

Polusi

Environmental Protection Act 1990 menimbulkan sejumlah ‘gangguan berdasarkan undang-
undang’ sebagai berikut:
semua bangunan yang dalam keadaan merugikan kesehatan atau mengganggu
asap yang dikeluarkan dari bangunan yang merugikan kesehatan atau mengganggu
fume atau gas yang dikeluarkan dari bangunan yang merugikan kesehatan atau
mengganggu

                                            Page 21 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
debu, uap, bau atau keluaran lain yang beasal dari bangunan industri,
perdagangan atau bisnis dan merugikan kesehatan atau mengganggu
setiap hewan yang dikurung dalam suatu tempat atau cara yang merugikan kesehatan atau
mengganggu
suara yang dikeluarkan dari bangunan yang merugikan kesehatan dan mengganggu; suara
yang merugikan kesehatan atau mengganggu dan dikeluarkan dari atau disebabkan oleh
suatu kendaraan, mesin atau peralatan di jalan
permasalahan lain yang dinyatakan oleh suatu perundang-undangan sebagai suatu
gangguan berdasarkan undang-undang

Terdapat beberapa pembelaan, yang terpenting adalah tergugat mengambil semua cara
yang praktis untuk mencegah atau menanggulangi pengaruh dari gangguan.

Undang-undang ini juga menciptakan Environment Agency, yang bertugas melakukan
langkah-langkah mencegah polusi dan untuk memastikan bahwa, jika polusi terjadi, maka
itu dibersihkan. Biaya pembersihan ini biasanya diganti dari penyebab polusi jika
ditunjukkan bahwa tergugat ‘menyebabkan atau mengijinkan sepengetahuannya’ polusi
tersebut.

Water Resources Act 1991 memberikan hak berdasarkan undang-undang untuk
mendapatkan penggantian biaya pembersihan yang timbul oleh Environment Agency.

Tanggung gugat tegas

Secara teori tanggung gugat absolut berarti tidak ada pembelaan yang dapat dilakukan,
sedangkan istilah tanggung gugat tegas berarti hanya ada sedikit pembelaan.

Aturan umumnya adalah jika hukum tidak mengijinkan pembelaan bahwa tergugat telah
melakukan semua kehati-hatian yang wajar, permasalahannya adalah tanggung gugat
tegas.

Pembelaan yang paling umum adalah:
Act of God (vis major)
Tindakan pihak ketiga
Kelalaian, dan kemungkinan dengan seijin penggugat
Queen’s enemies (musuh kerajaan)




Hewan

Hukum yang mengatur adalah Animals Act 1971, akan tetapi ada sisa tanggung gugat
berdasarkan hukum adat. Seseorang dapat lalai dalam aktivitasnya sehubungan denga
hewan. Tanggung gugat ini dapat berlaku untuk seseorang selain pemilik atau penjaga
hewan, misalkan seorang asing yang melepaskan anjing yang terikat yang kemudian berlari
                                            Page 22 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
ke jalan raya dan menyebabkan suatu kecelakaan. Sebagai tambahan,
tanggung gugat dapat timbul dalam gangguan atau trespass.

Dalam Smith v. Prendergast (1984), seorang pemilik tempat rongsokan mengijinkan seekor
anjing Alsatian yang tersesat untuk berkeliaran di halamannya. Sekitar tiga minggu
kemudian seorang anak perempuan diserang oleh anjing tersebut ketika sedang berjalan
melintasi halaman secara sah. Court of Appeal menyatakan bahwa pemilik tempat
rongsokan tersebut bertanggung jawab. Ia bukan pemilik anjing tersebut tetapi telah
mengadopsinya dan secara efektif telah menggunakannya sebagai anjing penjaga. Ia tidak
melakukan usaha untuk melatih atau mengendalikannya. Walaupun tanggung gugat tegas
tidak ada berdasarkan Animals Act 1971, tergugat bertanggung jawab dalam hal kelalaian.

Bailee

Bailee adalah seseorang yang mengawasi harta benda orang lain dengan kesepahaman
bahwa harta benda itu akhirnya akan dikembalikan kepada pemiliknya. Contohnya adalah
pemilik rumah gadai, pemiliki bengkel mobil, dsb.

Dalam keadaan normal seorang bailee memiliki kewajiban untuk mengembalikan barang
yang dijaminkan pada akhir periode perjanjian bailment dan beban ada padanya untuk
menjelaskan mengapa ia gagal melakukan hal tersebut.

Dalam Houghland v. R R Low (Luxury Coaches) Ltd. (1962), Court of Appeal menyatakan
bahwa tidak ada pengujian tunggal tanggung gugat, tetapi harus dinilai apakah, dengan
mempertimbangkan semua keadaan kasus, suatu standar kehati-hatian yang cukup telah
dipakai oleh tergugat. Sangat dimungkinkan suatu kewajiban yang lebih rendah diterapkan
pada suatu bailee yang tidak menerima keuntungan finansial dari transaksi.

Dalam Hinks v. Fleet (1986) penggugat menempatkan karavannya di lapangan karavan
tergugat selama musim panas dengan suatu imbalan. Karavan tersebut kemudian dicuri.
Court of Appeal menyatakan bahwa tergugat bukan bailee, dan transaksi tersebut hanyalah
untuk ijin bagi penggugat untuk menempatkan karavannya. Tergugat tidak bertanggung
jawab untuk pencurian.

Serupa dengan itu dalam Chappell v. NCP (1987) dinyatakan bahwa suatu perjanjian untuk
memarkirkan mobil dengan suatu imbalan dalam lapangan parkir mobil hanyalah ijin dan
bukannya bailment.

Kurir umum

Suatu kurir umum adalah seseorang yang bertugas dalam memindahkan barang dan
tumpukan dengan imbalan dari satu tujuan ke tujuan lainnya. Tanggung gugatnya bersifat
tegas berdasarkan hukum kasus. Pembelaan yang ada hanyalah Act of God, musuh
kerajaan, dan kelalaian nasabah.



                                            Page 23 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Carriers Act 1830 membatasi tanggung jawab dalam beberapa cara,
khususnya yang berhubungan dengan limit keuangan. Undang-undang ini hanya memiliki
nilai praktis yang sedikit karena saat ini hampir semua kurir memiliki bentuk kontrak mereka
sendiri yang mengesampingkan posisi hukum kasus. Segala batasan atau pelepasan
tanggung jawab tunduk kepada Unfair Contract Terms Act 1977.

Hotel

Dalam hukum kasus, seorang penjaga penginapan memiliki tanggung gugat tegas terhadap
keselamatan barang-barang tamunya. Tingkat tanggung gugat ini sekarang didefinisikan
dalam Hotel Proprietors Act 1956. Harus diingat bahwa undang-undang ini tidak
menerapkan tanggung gugat tegas, melainkan hanya mendefinisikan persyaratan dan
menetapkan limit keuangan.

Pembelaan standar terhadap tanggung gugat tegas juga berlaku, yaitu Act of God, musuh
kerajaan, dan kelalaian atau kesalahan dari tamu.

Limit yang berlaku adalah £50 untuk setiap barang dan £100 untuk keseluruhan. Limit ini
hanya berlaku jika pihak penginapan mencantumkan pengumuman ketentuan ini di tempat
yang menarik perhatian. Limit ini tidak berlaku jika:
harta benda hilang karena kelalaian, kesalahan atau tindakan yang disengaja dari pihak
penginapan atau pegawainya
harta benda tersebut disimpan dalam lemari penyimpanan hotel
harta benda tersebut ditawarkan untuk disimpan dalam lemari penyimpanan tetapi ditolak,
atau karena kesalahan tamu hotel yang tidak dapat menyimpan harta benda itu

Aturan Rylands v. Fletcher

Aturan ini ditetapkan dalam keputusan yang diberi nama berdasarkan kasusnya, Rylands v.
Fletcher (1868). Aturan ini dapat dinyatakan:
       Seorang penghuni yang membawa ke atas dan menyimpan di tanahnya segala
sesuatu yang mungkin menyebabkan kerusakan jika itu lepas berada     dalam kewajiban
tegas untuk mencegah itu lepas, dan bertanggung jawab untuk setiap kerusakan yang
ditimbulkan sebagai akibat lepasnya.

Faktanya adalah sebagai berikut: tergugat mempekerjakan kontraktor independen untuk
membangun suatu tempat penampungan air di tanahnya yang akan digunakan untuk
menyediakan air ke pabriknya. Pada saat sedang menggali tanah tergugat, kontraktor
menemukan terowongan tambang yang, tidak diketahui oleh mereka berhubungan dengan
tambang aktif di bawah tanah yang bersebelahan. Kontraktor secara lalai gagal untuk
menutup lubang tersebut secara layak dan ketika tempat penampungan air diisi dengan air,
tambang tersebut dipenuhi air. Tergugat tidak lalai atau tidak bertanggung jawab seolah dia
melakukannya sendiri atas kelalaian kontraktor independennya, akan tetapi ia dinyatakan
bertanggung jawab.

Walaupun definisinya tampak sederhana, setiap bagian penting dan perlu dikomentari:
                                            Page 24 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Penghuni harus membawa ‘sesuatu yang berbahaya’ ke atas tanah mereka
dan mengakumulasinya di sana agar aturan ini berlaku.
Sesuatu yang lepas itu biasanya disebut ‘sesuatu yang berbahaya’ meskipun obyek itu tidak
perlu berbahaya dengan sendirinya.
Akumulasi itu harus buatan daripada alami agar aturan ini berlaku. Dalam Cambridge Water
Co. v. Eastern Counties Leather plc (1993) House of Lord meyatakan ‘penggunaan alami’
berarti ‘sesuatu yang ada di sana karena alam’. Dengan demikian, penggunaan untuk
industri tidak mungkin dapat memberikan pembelaan. House of Lord juga menyatakan
bahwa tergugat harus sudah mengetahui atau seharusnya secara wajar sudah dapat
memperkirakan bahwa lepasnya sesuatu itu mungkin akan menyebabkan kerusakan dalam
jenis yang sebenarnya terjadi.
Harus ada lepasnya ‘sesuatu yang berbahaya’ melebihi perbatasan tanah tergugat.

Pembelaan
Beberapa pembelaan berikut mungkin dilakukan:
Kewenangan menurut undang-undang
    Jika sesuatu yang berbahaya itu diakumulasi berdasarkan kewenangan undang-undang
    aturan ini tidak berlaku. Akan tetapi, tergugat tidak boleh lalai dengan membiarkannya
    lepas.
Atas ijin dari penggugat
    Ijin tersebut harus nyata, tidak dipaksakan, tetapi dapat secara tersirat. Dalam hal ini,
    penggugat dianggap telah menerima risiko lepasnya sesuatu.
Keuntungan bersama
    Ini merupakan contoh ijin yang tersirat. Akumulasi sesuatu itu harus untuk keuntungan
    bersama dari penggugat dan tergugat, misalkan air dalam pipa dalam suatu blok rumah
    petak.
Kelalaian bersama
    Pembelaan ini tersedia apabila dapat ditunjukkan bahwa lepasnya sesuatu itu juga
    dikontribusikan oleh kelalaian tergugat.
Tindakan orang asing
    Ini merupakan pembelaan selama tergugat tidak memiliki pengendalian terhadap orang
    asing dan tidak dapat memperkirakan atau mencegah lepasnya sesuatu itu.
Act of God

Tanggung gugat untuk meluasnya kebakaran

Dalam Mason v. Levy Auto Parts of England Ltd (1967) tergugat menggunakan suatu
halaman untuk menyimpan bahan yang mudah terbakar, termasuk bensin, gemuk dan
minyak. Kebakaran timbul di halaman tergugat dan menyebar ke bangunan sekelilingnya.

Pengadilan menyatakan:
tergugat telah membawa ke atas tanahnya sesuatu yang sangat mungkin terbakar, dan
menyimpannya dalam kondisi sedemikian rupa sehingga apabila sesuatu itu mulai terbakar,
kebakaran akan menyebar ke tanah penggugat
tergugat melakukan hal itu untuk penggunaan non alami
sesuatu itu mulai terbakar dan kebakaran menyebar.
                                            Page 25 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Hakim pada saat itu sulit untuk memutuskan apakah penggunaan tanah itu
non alami. Sejak kasus Cambridge Water hal ini kemungkinan besar tidak akan mengalami
kesulitan.

Tanggung jawab untuk tindakan orang lain

Berikut adalah kasus-kasus dimana tanggung gugat melekat pada tergugat untuk tindakan
lalai mereka, walaupun keadaan dimana tanggung gugat itu timbul melalui perwakilan pihak
ketiga.

Vicarious liability

Vicarious liability berarti X bertanggung jawab untuk tort yang dilakukan oleh Y. Hubungan
yang dapat mengakibatkan hal ini adalah:
majikan / pekerja
prinsipal / agen
prinsipal / kontraktor independen
partner

Majikan / pelayan
Pelayan yang dipinjamkan
    Seringkali seorang majikan meminjamkan pelayannya kepada majikan yang lain. Jika
    kemudian timbul vicarious liability, siapakah yang bertanggung jawab?
    Dalam Mersey Docks and Harbour Board v. Coggins and Griffiths (Liverpool) Ltd (1946),
    M menyewakan sebuah crane kepada C dengan pengemudinya. Merupakan
    persyaratan kontrak bahwa pengemudi itu dianggap sebagai pelayan C (merupakan
    klausul standar dalam kontrak sejenis). Karena kelalaian pengemudi tersebut,
    seseorang mengalami cedera. Pengadilan menyatakan bahwa majikan peminjam, M,
    tetap memiliki hak untuk menginstruksikan pengemudi mengenai cara melakukan
    pekerjaan, dan oleh karenanya bertanggung jawab, Pengadilan juga menyatakan tidak
    mungkin mengubah hubungan majikan dan pelayan dengan suatu klausul dalam
    kontrak.
    Untuk memutuskan apakah seorang majikan memiliki tanggung jawab langsung atau
    vicarious liability untuk pelayan yang dipinjamkan, pengujian berikut berlaku:
Pengadilan akan melihat keadaan kecelakaan dan hubungan antara perusahaan peminjam
dan yang meminjamkan dan memutuskan berdasarkan fakta siapa yang menjadi majikan
pada saat itu.
Beban pembuktian berada pada majikan yang meminjamkan untuk menunjukkan bahwa
majikan peminjam memiliki pengendalian yang cukup terhadap pelayan
Majikan yang meminjamkan tidak dapat mendelegasikan kewajiban berhati-hati untuk
kesehatan dan keselamatan pekerjanya. Jadi, jika pelayannya cedera, kemungkinan
memindahkan tanggung jawab kepada majikan peminjam sangat kecil.
Suatu persyaratan kontrak tidak dapat berlaku untuk memindahkan hubungan majikan /
pelayan.
Dalam rangka pekerjaan

                                            Page 26 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
    Majikan memiliki vicarious liability hanya jika pelayannya mengerjakan
    bisnis majikannya dan bukan untuk kepentingan mereka sendiri.
    Dalam Daniels v. Whetstone Entertainment (1962) A dipekerjakan oleh tergugat sebagai
    pramuniaga dalam ruangan dansa. Pada suatu saat terjadi keributan oleh penggugat
    dan A kemudian memukulnya sehingga penggugat meninggalkan ruangan dansa. A
    diperintahkan kembali oleh majikannya tetapi melawan perintah itu dan menyerang
    kembali penggugat. Tergugat dinyatakan bertanggung jawab terhadap penyerangan
    pertama tetapi tidak terhadap penyerangan kedua.
    Dalam Limpus v. London and General Omnibus Co. (1962) Seorang pengemudi bis
    tergugat mengakibatkan bis lain terguling karena berebut penumpang. Tergugat
    dinyatakan bertanggung jawab karena pengemudi tersebut dalam rangka melakukan
    pekerjaannya walaupun metode yang digunakan dilarang oleh tergugat.
    Dalam Harrison v. Michelin Tyres (1985) penggugat mengalami kecelakaan karena
    temannya membalikkan tempatnya berdiri dengan ujung garpu dari sebuah forklift,
    secara bercanda. Majikannya tetap dianggap memiliki vicarious liability.

Prinsipal / agen
Seorang prinsipal secara normal bertanggung jawab terhadap tindakan agennya,
berdasarkan pepatah qui facit per alium facit per se – ia yang melakukan sesuatu melalui
orang lain, melakukannya sendiri. Tindakan agen hanya akan dihubungkan keada prinsipal
jika tindakan itu berada dalam kewenangan agen. Kewenangan ini dapat dinyatakan secara
tersurat, tersirat melalui tingkah laku, atau kemudian diratifikasi.

Dalam Omrod v. Crosville Motor Sevices Ltd. (1953), suatu pengaturan dibuat oleh M dan O
bahwa O harus mengemudikan mobil M ke Monte Carlo dan menemui M di sana agar
keduanya dapat menggunakan mobil itu selama liburan mereka di Swiss. Dalam perjalanan
ke Monte Carlo, O mengalami tabrakan dengan bis, yang mengakibatkan ia harus
menanggung kesalahan. Dinyatakan bahwa karena sebagian dari tujuan perjalanan untuk
keuntungan pemilik, M, maka O merupakan agen M pada saat yang material sehingga M
memiliki vicarious liability.

Dalam Morgans v. Launchbury (1973), istri tergugat, pemilik kendaraan, memberikan ijin
bagi suaminya untuk membawa kendaraan ke sebuah pub. Ia kemudian menjadi terlalu
mabuk untuk mengendarai dan meminta teman minumnya untuk mengantarkannya pulang
dengan kendaraan. Suatu kecelakaan terjadi dan istrinya dinyatakan tidak bersalah untuk
kelalaian teman suaminya dalam berkendara.

Prinsipal / kontraktor independen
Aturan umumnya adalah tidak ada vicarious liability pada prinsipal untuk tort yang dilakukan
oleh suatu kontraktor independen, dengan beberapa pengecualian:
Tindakan melawan hukum
    Jika tugas yang didelegasikan kepada kontraktor dengan sendirinya bertentangan
    dengan hukum, maka tanggung jawab ada pada prinsipal.
Kewajiban berdasarkan undang-undang yang tidak dapat didelegasikan



                                            Page 27 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
    Beberapa undang-undang memberlakukan tanggung jawab absolut
    kepada suatu prinsipal untuk melakukan pekerjaan. Mereka dapat mendelegasikan
    pekerjaan tetapi tidak tanggung jawabnya.
Tanggung gugat tegas
    Dalam kasus yang melibatkan tanggung gugat tegas, prinsipal memiliki vicarious liability
    terhadap tindakan kontraktor, seperti dalam aturan Rylands v. Fletcher (1868) dan
    tanggung gugat untuk meluasnya kebakaran.
    Dalam H&N Emanuel v. Greater London Council (1971) tergugat mempekerjakan
    kontraktor untuk membersihkan suatu lahan yang mereka tempati. Kontraktor lalai dan
    menyalahi kondisi kontrak dengan membakar sampah, yang kemudian menyebabkan
    kebakaran menyebar ke sekelilingnya. Court of Appeal menyatakan bahwa hal ini
    merupakan tanggung gugat tegas dan tergugat bertanggung jawab, dan ketentuan
    dalam kontrak tidak dapat menyelamatkannya.
Pekerjaan yang sangat berbahaya
Hilangnya penunjang
    Jika A mendapatkan hak tunjangan dari tanah dan atau bangunan milik B, dan
    kerusakan ditimbulkan terhadap tanah A dengan menghilangkan tunjangan tersebut, B
    bertanggung jawab walaupun ia mempercayakan pekerjaan kepada kontraktor
    independen.
Gangguan yang harus terjadi
    Jika suatu tindakan mau tidak mau mengakibatkan gangguan terhadap harta benda
    orang lain, suatu kewajiban timbul terhadap pemilik harta benda tersebut untuk
    kelalaian, gangguan atau trespass.
Pekerjaan yang dilakukan pada atau dekat jalan raya
Bailee
    Harta benda yang dipercayakan oleh bailee kepada suatu sub-kontraktor tidak
    membebaskan bailee tersebut dari tanggung jawabnya jika harta benda itu dicuri (Morris
    v. CW Martins (1966)).

Partner
Partnership Act 1980 menyatakan bahwa tindakan kesalahan atau kelalaian yang dilakukan
oleh suatu partner dalam rangka bisnis kemitraan yang menyebabkan kerugian atau cedera
kepada pihak selain partner membuat adanya vicarious liability dari firma sebagai suatu
kesatuan.


Pelanggaran tort secara bersama

Orang-orang dianggap joint tortfeasors apabila mereka secara bersama melakukan suatu
tindakan kesalahan, baik bertindak bersama mendorong suatu rancangan bersama atau
yang satu membantu atau mengarahkan yang lain.

Dalam Civil Liability (Contribution) Act 1978 ditetapkan kontribusi antara tortfeasors, jadi jika
satu tortfeasor dituntut, ia dapat membawa prosedur tuntutan pihak ketiga terhadap salah
satu atau semua tortfeasor untuk kontribusi ganti rugi. Hanya ada satu kali penggantian
terhadap kerugian yang terjadi, dan pembagian tanggung jawabnya dinilai oleh pengadilan.
                                            Page 28 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                                02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955



Penghuni dan pemilik

Tanggung jawab utama untuk cedera atau kerusakan terhadap harta benda setiap pihak
yang secara sah berada dalam bangunan berada pada penghuni.

Dalam Occupiers Liability Act 1957 dinyatakan
      Seorang penghuni bangunan memiliki kewajiban yang sama, ‘kewajiban berhati-hati
bersama’ terhadap semua pengunjung, kecuali jika ia bebas dan memperluas, membatasi,
memodifikasi atau mengecualikan kewajibannya kepada salah satu atau semua
pengunjung dengan perjanjian atau dengan         cara lain.

Definisi ‘kewajiban berhati-hati bersama’ didefinisikan oleh undang-undang itu sebagai:
        Suatu kewajiban untuk berhati-hati dalam segala keadaan dari kasus yang
        wajar dilihat bahwa pengunjung akan aman secara wajar dalam menggunakan
bangunan untuk tujuan seperti yang telah diundang atau diijinkan oleh penghuni.

Dalam Lowery v. Walker (1910) orang-orang selalu mengambil jalan pintas melalui lahan
seorang petani selama 35 tahun. Ia tidak mengambil tindakan untuk mencegah praktek ini.
Suatu hari ia menempatkan seekor kuda liar dalam lahan tersebut yang kemudian
mencederai penggugat. Pengadilan menyatakan bahwa penggugat memiliki ijin secara
tersirat untuk berada di sana dan tergugat seharusnya paling tidak memberikan peringatan.

Dalam Roles v. Nathan (1963), dua orang pembersih boiler masuk ke dalam sebuah boiler
yang rusak di bangunan tergugat, kemudian keracunan karbon monoksida dan meninggal.
Mereka telah diberikan peringatan akan bahaya tersebut berkali-kali, tetapi dengan
menganggap diri mereka telah ahli tetap bekerja dalam kondisi yang berbahaya. Tuntutan
janda mereka gagal karena penghuni dapat bergantung pada keahlian mereka dan
peringatan akan bahaya sudah cukup diberikan.

Tanggung jawab kepada pelanggar hak

Berdasarkan Occupiers Liability Act 1984 penghuni bangunan memiliki kewajiban berhati-
hati kepada pelanggar jika tiga faktor utama berikut ada:
ia menyadari atau seharusnya menyadari adanya bahaya
ia mengetahui atau seharusnya mengetahui bahwa pelanggar hak berada atau mungkin
berada dekat dengan bahaya
risiko tersebut adalah risiko yang harus dilindungi terhadap orang lain

Dalam White v. St. Albans City Council (1980), penggugat mengambil jalan pintas dengan
melompati pagar tanah milik dewan dan terjatuh ke dalam parit sedalam 12 kaki.
Pengadilan memutuskan bahwa tergugat tidak bersalah karena tidak memenuhi ketiga
faktor di atas.

Tanggung jawab pemilik
                                            Page 29 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Tanggung gugat pemilik untuk keselamatan harta bendanya ada terhadap penyewa,
pengunjung dan orang di jalan raya atau harta benda sekitar.
Penyewa
   Tanggung gugat kepada penyewa dalam hukum kasus tergantung pada kontrak antara
   pemilik dan penyewa.
Pengunjung
   Berdasarkan hukum kasus, pemilik hanya memiliki kewajiban berhati-hati kepada
   pengunjung, jika ia masih memiliki pengendalian terhadap bangunan.
Orang di jalan raya atau tetangga
   Dalam hukum kasus tidak ada kewajiban bagi pemilik terhadap orang yag tidak berada
   dalam lokasi bangunan, kecuali jika pemilik menimbulkan atau mengijinkan suatu
   gangguan, atau membiarkan harta bendanya digunakan untuk tujuan yang sendirinya
   adalah gangguan.

Kontraktor dan penjual

Dalam Defective Premises Act 1972 dinyatakan terdapat kewajiban bagi pembangun dan
kontraktor untuk membangun dan memperbaiki bangunan sesuai dengan standar, dan
untuk meggunakan bahan yang layak, sehingga bangunan tersebut layak untuk dihuni.
Kewajiban ini juga melekat pada pemesan, penjual dan orang lain yang berkepentingan.
Tanggung gugat yang berasal dari bangunan yang cacat tidak berhenti hanya karena
bangunan tersebut dijual.

Kewajiban berhati-hati pemilik bangunan yang disewakan

Kewajiban berhati-hati hanya melekat kepada pemilik apabila pemiliki memiliki kewajiban
untuk merawat dan memperbaiki dan menyadari atau seharusnya menyadari adanya cacat
yang terjadi.


Tanggung gugat kontrak

Sebagai tambahan untuk tanggung gugat dalam tort, tanggung gugat juga dapat terjadi
untuk pelanggaran kontrak.

Undang-undang yang memodifikasi kebebasan kontrak

Dalam beberapa kejadian, hukum ikut campur untuk melindungi apa yang dilihatnya
sebagai pihak yang lebih lemah dalam suatu perjanjian kontrak, baik secara langsung
dengan memaksakan kondisi dalam suatu perjanjian atau dengan mengubah beberapa
persyaratan, biasanya pelepasan tanggung jawab, menjadi void atau voidable.

Kondisi tersirat
Dalam Sale of Goods Act 1979 yang diamandemen oleh Sale and Supply of Goods Act
1994 memberlakukan kondisi tersirat dalam setiap kontrak penjualan bahwa barang yang
                                            Page 30 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
dijual dalam kualitas yang memuaskan dan atau layak untuk penggunaan
yang menjadi tujuan dibelinya barangb tersebut, jika tujuan tersebut diberitahu oleh penjual
kepada pembeli.

Pelepasan tanggung jawab
Beberapa contoh pelepasan atau pembatasan tanggung jawab:
Dalam kontrak penjualan, penjual awal mempersyaratkan ganti rugi dari pembeli terhadap
klaim untuk kerusakan atau kerugian yang disebabkan barang.
Adanya persyaratan yang dapat menghalangi hak subrogasi suatu pihak, misalkan
persetujuan antara penanggung dan tertanggung untuk tidak melakukan hak subrogasi
terhadap pekerja tertanggung yang lalai.

Tingkat sahnya pelepasan tanggung jawab ini secara hukum tergantung pada aturan hukum
kasus seperti:
Interpretasi
    Klausul pengecualian tidak disukai oleh pengadilan dan seringkali interpretasi yang
    sempit diberlakukan. Khususnya apabila satu pihak lebih dominan dan merancang
    kontrak → berlaku aturan contra proferentem.
Inkorporasi
    Pengecualian harus dimasukkan dalam kontrak dan harus diperhatikan oleh pihak lain
    dalam kontrak, misalkan pelepasan tanggung jawab dalam sebuah tempat parkir mobil
    (Thornton v. Shoe Lane Parking (1970)).
Doktrin pelanggaran dasar
    Merupakan suatu aturan dalam hukum kasus bahwa seseorang tidak dapat
    mengecualikan tanggung jawabnya untuk melakukan obyek utama dalam kontrak.
    Dalam Karsales (Harrow) v. Wallis (1956) penggugat membeli sebuah mobil yang
    mengecualikan tanggung jawab untuk ketidaklaikan dikendarai dan semua kondisi
    tersirat sehubungan dengan kelayakan untuk pemakaian. Mobil itu diantarkan dalam
    kondisi yang buruk, jauh lebih buruk daripada saat pertama kali diperiksa oleh
    penggugat, ia tidak mau dinyalakan. Pengadilan menyatakan bahwa tergugat
    bertanggung jawab atas pelanggaran kontrak penjualan mobil.

Unfair Contract Terms Act 1977

Undang-undang ini membatasi tingkat seseorang dapat melepaskan atau membatasi
tanggung jawabnya dalam kontrak atau kelalaian. Ini berlaku untuk semua kontrak dan
pemberitahuan yang menggunakan pelepasan tanggung jawab, dengan tunduk pada
beberapa pengecualian termasuk kontrak asuransi.

Tanggung gugat dalam kelalaian
Undang-undang ini melarang pembatasan atau pengecualian tanggung gugat dalam hal
kelalaian untuk kematian atau cedera dengan merujuk pada suatu syarat kontrak atau
pemberitahuan.


Tanggung gugat dalam kontrak
                                            Page 31 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Undang-undang ini mengatur kontrak antara suatu bisnis perusahaan dengan
anggota masyarakat umum,atau dimana kontrak dirancang oleh salah satu pihak saja.

Untuk kasus penjualan barang ditetapkan bahwa barang tersebut harus merupakan jenis
yang biasanya disediakan untuk penggunaan atau konsumsi pribadi.

Salah satu pihak tidak boleh mengecualikan atau membatasi tanggung jawab untuk
pelanggaran kontrak. Kemudian juga tidak diperbolehkan untuk mengubah performa suatu
kontrak dengan secara substansial berbeda dari yang wajar diharapkan atau bahkan tidak
ada performa sama sekali.

Klausul ganti rugi
Kontrak yang mengatur pemberian ganti rugi kepada pihak lain di dalam atau luar kontrak
tidak mengikat seseorang yang berlaku sebagai konsumen kecuali persyaratan tersebut
memenuhi persyaratan kewajaran.

Jaminan
Penjual barang konsumen tidak dapat mengecualikan tanggung jawab yang timbul dari
cacat alami barang tersebut dengan menggunakan persyaratan kontrak atau
pemberitahuan atau dengan merujuk pada jaminan yang ada pada barang.

Penjualan barang
Persyaratan tersirat yang ada dalam kontrak berdasarkan Sale of Goods Act 1979 dapat
dihilangkan atau divariasikan dengan persetujuan tertulis asalkan tidak bertentangan
dengan Unfair Contract Terms Act 1977. Akan tetapi, melarang pengecualian atau
pembatasan tanggung gugat untuk pelanggaran kewajiban mengenai kualitas dan
kelaikpakaian terhadap orang yang berlaku sebagai konsumen.

Persyaratan kewajaran
Panduan untuk menentukan kewajaran:
Kekuatan posisi tawar pihak-pihak relatfi satu sama lain
Apakah konsumen menerima bujukan untuk menyetujui persyaratan, atau pada saat
menerima kontrak tersebut memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam kontrak dengan
pihak lainnya, tetapi tanpa harus menerima persyaratan tersebut
Apakah konsumen tahu atau seharusnya secara wajar tahu keberadaan dan tingkat
persyaratan tersebut
Apakah persyaratan tersebut mengecualikan atau membatasi tanggung jawab yang relevan
jika suatu kondisi tidak dipenuhi, dengan melihat apakah pemenuhan kondisi tersebut
dimungkinkan
Apakah barang tersebut dibuat, diproses atau diadaptasi untuk pemesanan khusus dari
konsumen
Ketentuan yang tidak adil dalam Consumer Contract Regulations 1994

Peraturan ini mengikuti EC Directive 93/13 dan meningkatkan posisi hukum konsumen
sehubungan dengan semua jenis kontrak yang mereka lakukan.

                                            Page 32 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Hal-hal berikut perlu diperhatikan:
Peraturan ini hanya berlaku terhadap ketentuan suatu kontrak yang tidak dinegosiasikan
secara individu.
Peraturan ini tidak mencampuri ketentuan kontrak yang mendefinisikan pokok kontrak
selama dapat dimengerti
Peraturan ini tidak memperdulikan apakah konsumen telah atau tidak mendapatkan
penawaran yang baik.
‘Ketentuan yang tidak adil’ diartikan sebagai semua ketentuan yang bertentangan dengan
persyaratan itikad baik dan menyebabkan ketidakseimbangan yang signifikan terhadap hak
dan kewajiban pihak-pihak. Dalam melakukan penilaian itikad baik, hal-hal berikut perlu
diperhatikan:
kekuatan posisi tawar semua pihak
apakah konsumen menerima bujukan untuk menerima ketentuan
apakah barang atau jasa dijual atau disediakan dengan pesanan khusus dari konsumen
tingkat penjual atau penyedia telah berurusan secara adil dan wajar dengan konsumen
Perbedaannya dengan Unfair Contract Terms Act 1977 adalah ketentuan (d) yang
memberikan pengadilan keleluasaan hampir penuh untuk menentukan apa yang adil dan
wajar
Suatu ketentuan yang tidak adil tidak mengikat konsumen, dan hal-hal lain dalam kontrak
tidak terpengaruh

Kontrak internasional

Konvensi dalam Law Applicable to Contractual Obligations 1980 diundang-undangkan
dengan Contracts (Applicable Law) Act 1990, dengan ketentuan-ketentuan utamanya
adalah:
Kontrak akan tunduk pada hukum yang dipilih oleh semua pihak.
Semua pihak dapat memilih hukum negara (A) yang asing terhadap hukum dimana semua
unsur lain dari kontrak itu dibuat (negara B). Akan tetapi negara B tidak dilarang untuk
menggunakan hukumnya sendiri terhadap kontrak jika hukum tersebut tidak dikecualikan
atau sejenisnya dengan ketentuan dalam kontrak. Hukum ini disebut mandatory rule.
Pemilihan hukum ini tidak merugikan konsumen dari perlindungan yang tersedia bagi
mereka oleh ’mandatory rule’ dari hukum negara dimana mereka biasa tinggal.
Kontrak konsumen yang tidak tunduk pada konvensi ini adalah kontrak pengangkutan dan
kontrak penyediaan jasa.
Pencemaran nama baik

Definisi dan kategori
Hukum pencemaran nama baik dirancang untuk melindungi reputasi seseorang. Menurut
Lord Atkin dalam Sims v. Stretch (1936) ‘merendahkannya dalam perkiraan pikiran yang
benar dari anggota masyarakat’.

Dalam menentukan apakah suatu pernyataan merupakan pencemaran nama baik atau
bukan, pengujiannya adalah apakah seorang pembaca biasa, yang tidak terlalu naif atau
terlalu curiga, akan membaca kata-kata itu sebagai implikasi pencemaran nama baik.

                                            Page 33 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Pengadilan akan menganggap pembaca biasa menurutkan sejumlah ‘pikiran
lepas’. (Hartt v. Newspaper Publishing Plc. (1989)).

Pencemaran nama baik tidak berlaku untuk orang yang sudah meninggal. Ada dua
kategori, yaitu libel dan slander.

Libel
    Merupakan pencemaran nama baik dalam bentuk permanen seperti tertulis atau suatu
    karikatur (Broadcasting Act 1990) atau dengan radio dan televisi (Defamation Act 1952).
    Dalam Youssoupoff v. MGM Pictures Ltd (1934) dinyatakan bahwa film juga termasuk
    bentuk permanen. Libel dapat dituntut tanpa adanya bukti kerusakan (per se).

Slander
    Merupakan pencemaran nama baik dalam bentuk non-permanen atau sementara,
    biasanya secara lisan, termasuk mimik dan bahasa tubuh. Slander hanya dapat dituntut
    dengan adanya bukti kerusakan, kecuali dalam hal tuduhan-tuduhan berikut:
bahwa seseorang melakukan suatu kejahatan yang dapat dihukum penjara
bahwa seseorang menderita suatu menderita suatu penyakit menular, misalkan penyakit
kelamin, penyakit kusta, penyakit pes, dan yang lainnya
bahwa seorang wanita sudah tidak suci
terhadap seseorang di suatu kantor, perdagangan atau profesi bahwa ia tidak layak untuk
melakukan pekerjaan di kantor atau praktek atau profesinya

Perbedaan penting antara keduanya adalah libel dapat merupakan pelanggaran kriminal
sekaligus tort, sedangkan slander bukan kriminal.

Pembelaan
pembenaran, tergugat dapat membuktikan bahwa tuduhan tersebut adalah benar
ijin, tergugat dapat menunjukkan bahwa penggugat telah mengiinkan secara tersirat atau
tersurat untuk mempublikasikan bahan yang mencemarkan nama baik tersebut
komentar adil dalam suatu hal kepentingan publik, dalam kepentingan kebebasan berbicara
dan mengkritik, dapat dibela dengan dasar bahwa pernyataan merupakan komentar adil
yang dibuat dengan itikad baik dalam hal kepentingan publik.
hak istimewa, dalam beberapa hal pelarangan kebebasan berbicara tidak dibenarkan,
misalkan dalam proses pengadilan, laporan rapat parlemen dan laporan sidang pengadilan.
penyebaran yang tidak disadari, publikasi pernyataan pencemaran nama baik dapat
dilakukan secara berulang oleh pihak yang tidak memiliki keterlibatan langsung dalam
menciptakan bahan tersebut, misalkan toko buku atau penjual surat kabar. Pembelaan ini
telah dikodifikasi dalam Defamation Act 1996, yang menyediakan pembelaan jika kriteria
berikut dapat dipenuhi:
tergugat bukan pengarang atau penerbit
mereka telah melakukan kehati-hatian yang wajar
mereka tidak mengetahui, atau mempunyai alasan untuk percaya, apa yang mereka
lakukan berkontribusi pada publikasi pernyataan yang mencemarkan nama baik.
permintaan maaf

                                            Page 34 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Rehabilitation of Offenders Act 1974

Tujuannya untuk memudahkan rehabilitasi ke dalam masyarakat dari orang yang dhukum
karena melakukan kejahatan. Penghukuman 30 bulan penjara atau kurang dianggap habis
setelah 5 tahun dari tanggal penghukuman. Ini berarti untuk semua tujuan praktis, seakan-
akan penghukuman tidak pernah berlangsung dan orang yang mempublikasikan fakta
penghukuman setelah dianggap habis dapat dituntut untuk pencemaran nama baik.




                                            Page 35 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955




                                           Bab 4
                        Pembelaan, Pembatasan dan Kompensasi Kerugian


Pembelaan umum

Kecelakaan yang tidak dapat dihindari

Ini hanyalah dalil bahwa semua cedera yang terjadi bukan merupakan kesalahan siapa pun.
Dalam Stanley v. Powell (1891) tergugat, dalam usahanya menembak seekor burung,
secara tidak sengaja menembak penggugat karena pelurunya memantul dari pohon.
Dinyatakan bahwa tergugat tidak memiliki tanggung gugat.

Vis major – act of God

Didefinisikan sebagai ‘penyebab alam yang secara langsung dan di luar campur tangan
manusia serta tidak dapat dicegah dengan sejumlah kehati-hatian, perkiraan dan
pengorbanan yang secara wajar telah diperhitungkan. Ini termasuk tonado dan badai yang
tidak diperkirakan tetapi tidak melindungi individu yang gagal merawat harta bendanya
terhadap pengaruh suatu badai yang normal atau keadaan alami lain yang biasa terjadi di
daerah tersebut.

Darurat / keharusan

Dalam situasi tertentu tindakan seseorang tidak dapat dianggap sebagai kelalaian, karena
ia bertindak secara cepat dalam usaha untuk mencegah suatu peristiwa yang
membahayakan. Standar kehati-hatian tergugat diadili dengan mempertimbangkan apa
yang akan dilakukan manusia yang normal dalam keadaan yang sama. Dalam The Bywell
Castle (1879) sebuah kapal, terancam oleh kelalaian navigasi dari kapal lain, bertabrakan
dengan kapal ketiga. Dinyatakan bahwa , walaupun Bywell Castle dapat ditinjau telah
mengambil arah yang salah, tidak ada tanggung gugat yang melekat karena kapten kapal
telah bertindak dengan wajar dalam keadaan tersebut.

Volenti non fit injuria

Doktrin ini berarti ’tidak ada cedera bagi orang yang besedia melakukannya’. Ini merupakan
pembelaan untuk menunjukkan bahwa tergugat baik secara tersurat maupun tersirat telah
menerima risiko cedera atau kerusakan. Penerimaan ini tentunya harus nyata dan tanpa
paksaan, tidak cukup dengan pengetahuan mengenai situasi yang berbahaya, penerimaan
ini tidak berlaku jika untuk keadaan darurat atau keharusan.

Olahragawan/wati menerima risiko yang berkaitan dengan olahraga mereka. Seorang
petinju tidak dapat mengeluh jika hidungnya patah. Akan tetapi, dalam Condo v. Basi (1985)
                                            Page 36 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
dinyatakan bahwa volenti tidak akan dapat berfungsi sebagai pembelaan
apabila salah satu peserta menderita cedera sebagai akibat dari suatu pelanggaran
berbahaya atau pelanggaran peraturan yang lain.

Jika seseorang menolong orang lain yang terancam bahaya karena tindakan kelalaian pihak
ketiga dan mengalami cedera, volenti tidak berlaku. Pelanggar tort itu juga memiliki
tanggung gugat terhadap si penolong. Dalam Haynes v. Harwood (1935), seorang polisi
yang sedang bertugas di pos polisi melihat seekor kuda yang berlari lepas. Dalam usahanya
untuk menghentikan kuda itu ia mengalami cedera. Pembelaan volenti ditolak. Dalam Baker
v. Hopkins (1959), dua pekerja tergugat menjadi tidak sadar karena menghirup bau pada
saat bekerja dalam sebuah sumur. Seorang dokter, yang sepenuhnya menyadai bahaya
tersebut, turun ke dalam sumur, tetapi juga menjadi tidak sadar karena bau tersebut dan
meninggal. Sekali lagi, pembelaan volenti ditolak.

Jika seseorang menerima tumpangan dalam sebuah mobil dengan mengetahui bahwa
pengemudi itu mabuk, volenti tidak berlaku karena hal tersebut dilarang sebagai pembelaan
dalam Road Traffic Act 1988.

Ex turpi causa

Prinsip ini berarti tidak ada hak menuntut dengan berdasarkan pada suatu perkara yang
buruk. Ini berlaku dalam kontrak dan tort.

Dalam Pitts v. Hunt (1990) penggugat dan tergugat mabuk dan kemudian mengendarai
sebuah sepeda motor. Hunt, sebagai pengendara, tetapi penggugat , sebagai penumpang,
memainkan peranan penuh dan aktif dalam mendorong tergugat melakukan pelanggaran
peraturan. Tabrakan terjadi dan penggugat mengalami cedera serius. Pengadilan
menyatakan bahwa prinsip tersebut berlaku.

Prinsip ini memiliki batas seperti yang terjadi dalam kasus Revill v. Newberry (1996).
Tergugat yang berusia lanjut sedang tidur di bangsal bagiannya ketika ia terbangun oleh
penggugat yang memaksa masuk, yang diasumsikannya berusaha mencuri. Ia mengambil
senapannya dan menembak ke pintu yang menyebabkan penggugat terluka. Pengadilan
menolak pembelaan ex turpi causa dengan alasan bahwa kekuatan yang digunakan
tergugat terlalu berlebihan dalam keadaan tersebut.

Pembelaan pribadi

Pembelaan ini tidak hanya termasuk pembelaan diri, tetapi juga termasuk perlindungan
harta bendanya, keluarganya dan mungkin orang asing yang dalam kesulitan. Seperti
dalam hukum kriminal, cara yang digunakan harus berhubungan dengan kejahatan yang
dilakukan atau diancam. Sekalipun langkah-langkah yang wajar harus diambil dalam
berjaga dari trespasser, tidak diperbolehkan untuk memasang perangkap dengan sengaja.

Dalam Scott v. Shepherd (1773), A melempar petasan yang menyala ke sebuah pasar.
Petasan tersebut jatuh di dekat B yang kemudian memungutnya dan melempakannya
                                            Page 37 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
dalam rangka melindungi dirinya. Kemudian mendarat dekat C, yang juga
melakukan hal yang sama. Petasan itu kemudian mengenai D dan meledak. A dinyatakan
memiliki tanggung gugat, tetapi B dan C dianggap telah belaku wajar.

Wewenang perundang-undangan

Beberapa undang-undang memberikan wewenang kepada beberapa aktivitas yang
seharusnya merupakan pelanggaran tort, terutama dalam hal gangguan. Akan tetapi, ada
dua prinsip dasar dalam penerapan umum:
Kekebalan hanya akan diperluas pada tort yang relevan secara khusus. Kekebalan
terhadap gangguan tidak mengijinkan akivitas dilakukan secara lalai.
Kecuali ditentukan secara khusus, undang-undang tidak dapat mengambil hak pribadi
individu tanpa kompensasi, dan tergugat yang menggunakan kekebalan tersebut yang
harus membuktikan maksud ini.

Pesetujuan dan kepuasan

Untuk kasus pelanggaran tort yang diselesaikan di luar pengadilan, ‘persetujuan dan
kepuasan’ ini membebaskan tergugat dari tanggung gugat lebih lanjut dan, jika proses
pengadilan dimulai dapat digunakan sebagai pembelaan.. Dalam kasus yang melibatkan
minor, persetujuan pengadilan biasanya dibutuhkan.

Res judicata

Doktrin ini berarti penggugat tidak dapat menuntut dengan dasar tuntutan yang sama lebih
dari sekali. Sekali penggugat telah mendapatkan keputusan pengadilan, ia tidak dapat
menuntut orang yang sama dua kali untuk cedera yang sama walaupun cedera itu
bertambah parah. Penggugat tetap dapat menuntut tergugat yang lain untuk cedera yang
sama dan akan berdasarkan hukum yang berhubungan dengan pelanggaran tort bersama.


Pihak-pihak dalam tuntutan hukum

Keluarga kerajaan, penguasa asing dan diplomat

Berdasarkan Crown Proceedings Act 1947 keluarga kerajaan, kecuali Ratu, dapat dituntut
oleh pihak lain. Keluarga kerajaan dan anggota angkatan bersenjata tidak dapat dituntut
oleh anggota lain dari angkatan bersenjata untuk kematian atau cedera pada saat
melakukan tugas militernya atau berada di lokasi militer.

Kantor pos memiliki kekebalan dalam tort berdasarkan Post Office Act 1969.

Penguasa asing memiliki kekebalan penuh dalam tort, walaupun mereka dapat
mengabaikannya. Diplomat memiliki beberapa kekebalan yang berhubungan dengan
tindakan resminya berdasarkan Diplomatic Privileges Act 1964.

                                            Page 38 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Hakim dan sejenisnya

Hakim pada umumnya memiliki kekebalan, yang tergantung pada tingkatannya, terhadap
tuntutan dalam kelalaian, terutama dengan alasan bahwa mereka harus membuat
keputusannya tanpa takut atau berpihak dan bebas dari pikiran mengenai tuntutan hukum
yang mungkin. Hal yang sama juga berlaku untuk arbitrator dan saksi.

Korporasi / partner

Korporasi adalah suatu entitas yang berbeda dari anggotanya dan oleh karena itu dapat
dituntut dan menuntut dalam nama korporasi.

Partner bukan entitas yang terpisah dari anggotanya, dan partner memiliki tanggung gugat
untuk tindakan tort yang dilakukan oleh ia sendiri dan mitranya, selama tindakan itu
berhubungan dengan bisnis kemitraan.

Asosiasi / klub

Anggota individu memiliki tanggung gugat secara bersama dan terpisah untuk tort yang
mereka lakukan, tetapi tidak untuk tort yang dilakukan anggota lain. Akan tetapi seorang
pejabat sebuah klub dapat memiliki tanggung gugat secara pribadi untuk kegagalan
melaksanakan tugas khusus yang dipercayakan pada mereka.

Dalam kasus Jones v. Northampton Borough Council and Anr (1990), seorang ketua klub
mengatur untuk menyewa suatu ruangan dari dewan untuk pertandingan futsal. Dewan
mengingatkan ketua itu bahwa terdapat atap yang bocor dan telah melakukan kewajiban
berhati-hatinya. Ketua itu tidak memperingatkan penggugat dan yang lainnya untuk
memastikan keselamatannya dan dinyatakan memiliki tanggung gugat.
Serikat dagang

Berdasarkan Trade Union and Labour Relations Act 1974, serikat dagang pada umumnya
memiliki hak untuk menuntut dan dituntut dalam namanya. Mereka juga memiliki beberapa
kekebalan terhadap tuntutan beberapa tort, misalkan mendorong suatu pelanggaran
kontrak. Kekebalan tersebut hanya berlaku jika tuntutan yang dilakukan oleh serikat adalah
dalam menyelesaikan suatu sengketa dagang.

Perusahaan insolven dan pailit

Suatu wali dalam kepailitan dapat menuntut untuk kepentingan yang pailit dan menahan
uangnya untuk kepentingan kreditur. Dalam Bankruptcy Act 1914 menetapkan bahwa suatu
klaim untuk unliquidated damage tidak dapat dibuktikan terhadap wali, walaupun yang pailit
tetap memiliki tanggung gugat setelah dibebaskan.

Berdasarkan Third Parties (Right Against Insurers) Act 1930, hak tertanggung yang insolven
terhadap penanggungnya dipindahkan dan diberikan kepada pihak ketiga yang menjadi

                                            Page 39 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
tanggung gugat tertanggung. Setiap kondisi polis yang bertujuan membuat
polis tidak berlaku dalan hal tertanggung insolven dengan sendirinya menjadi void.

Contract (Rights of Third Parties) Act 1999 tidak memberikan hak pihak ketiga wajib.
Semuanya terserah pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak untuk menentukan apakah, dan
dalam kondisi apa mereka hendak memberikan hak kepada pihak ketiga.

Pihak ketiga

Hak seorang penggugat untuk menuntut penanggung berdasarkan Third Parties (Rights
Against Insurers) Act 1930 tergantung pada tanggung gugat yang ditetapkan lebih dahulu
dalam proses pengadilan terhadap tertanggung dalam suatu tuntutan yang berbeda; hak
ganti rugi tidak timbul sampai tanggung gugat tertanggung untuk membayar pihak ketiga
telah ditetapkan (Post Office v. Norwich Union Fire Insurance Society Ltd (1967)).

Suami dan istri

Berdasarkan Law Reform (Husband and Wife) Act 1962, setiap pihak dalam suatu
pernikahan memiliki hak untuk menuntut tort terhadap satu sama lain seakan-akan mereka
tidak menikah.



Orang tua dan anak

Seorang anak bertanggung jawab untuk tort yang mereka lakukan walaupun tingkat kehati-
hatian harus dimiliki oleh seorang anak kurang daripada yang harus dimiliki oleh orang
dewasa. Pengujiannya adalah tingkat kehati-hatian yang diharapkan dari seorang anak
pada usia tersebut.

Orang tua tidak memiliki vicarious liability, walaupun dapat secara langsung memiliki
tanggung gugat untuk kelalaian dalam pengawasan terhadap seorang anak. Dalam
Donaldson v. McNiven (1952), tergugat mengijinkan anaknya untuk menggunakan sebuah
senapan angin dengan syarat ia tidak membawanya keluar rumah. Bertentangan dengan
ketentuan tersebut, anak itu menggunakan senapan itu dalam suatu gang dan melukai anak
yang lain. Pengadilan menyatakan bahwa ayahnya tidak memiliki tanggung gugat terhadap
kelalaian tersebut; anak tersebut telah melanggar suatu perintah langsung, dan ayahnya
tidak memiliki alasan untuk mempercayai bahwa anaknya akan menentangnya.

Secara umum, pengadilan akan memperhitungkan tiga faktor dalam menentukan apakah
pengawasan yang cukup sudah diberikan, yaitu usia dan kenormalan anak dan instruksi
yang diberikan kepada mereka.

Kewajiban ini juga melekat kepada orang selain orang tua yang memiliki posisi pengawasan
serupa, atau yang bukan di posisi pengawasan tetapi yang menyadari bahwa tindakannya
dapat dipengaruhi dengan kehadiran anak-anak.
                                            Page 40 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Minor dan anak yang belum dilahirkan

Seorang minor adalah seseorang yang berusia di bawah 18 tahun. Seorang minor hanya
dapat menuntut dan dituntut melalui seseorang yang mewakili mereka sebagai tergugat
atau penggugat, biasanya orang tua atau wali hukum. Pengecualian penting adalah
seorang minor tidak dapat dituntut untuk pelanggaran kontrak (Minors Contracts Act 1987).

Berdasarkan Congenital Disabilities (Civil Liability) Act 1976 seorang anak yang cedera
pada saat berada dalam kandungan dapat melakukan tuntutan setelah dilahirkan.

Orang dengan gangguan jiwa

Tanggung gugat tergantung pada tingkat ketidakwarasan, dengan pengujiannya apakah
tergugat memiliki kemampuan berpikir untuk melakukan tort yang dimaksud.



Tahanan

Tahanan dapat dituntut dan menuntut seakan-akan mereka bebas.

Warga negara lain

Warga negara musuh dapat dituntut dan mengajukan banding jika mereka kalah, tapi
mereka tidak dapat mengajukan tuntutan. Warga negara sahabat memiliki semua hak yang
sama seperti warga negara Inggris. Pengujiannya adalah tempat tinggal selain kebangsaan.

Pembatasan tuntutan

Prinsip umum

Sudah lama hukum memberlakukan suatu batas waktu di dalam mana seorang penggugat
harus mengajukan tuntutan. Ini untuk menghindari pengadilan berurusan dengan keadaan
klaim dimana ingatan pihak-pihak mengenai kejadian sudah tidak jelas dan saksi-saksi tidak
dapat diandalkan. Ini juga merupakan pengaman bagi tergugat dari masalah-masalah yang
berhubungan dengan pembelaan suatu klaim yang berdasarkan kecelakaan yang terjadi
jauh sebelumnya.

Secara teknis, habisnya batas waktu ini tidak menghilangkan hak menuntut. Tuntutan
tersebut tetap sah tetapi pengadilan tidak akan melaksanakannya. Pembelaan mengenai
batas waktu harus diminta. Aturan mengenai batas waktu ini diatur dalam Limitation Act
1980 dan Latent Damage Act 1986.

Timbulnya tuntutan

                                            Page 41 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Sebagai aturan umum batas waktu dimulai dari dari tanggal timbulnya
tuntutan, yaitu tanggal dimana seorang penggugat memiliki dasar yang sah untuk
mengajukan tuntutan. Tanggal tersebut adalah tanggal pelanggaran kontrak dan dalam tort
adalah tanggal terjadinya cedera atau kerugian.

Penipuan dan penyembunyian
Limitation Act 1980 menetapkan bahwa apabila suatu tuntutan diajukan berdasarkan
penipuan yang dilakukan tergugat, atau fakta-fakta yang berhubungan dengan penyebab
tuntutan penggugat telah dengan sengaja disembunyikan dari penggugat oleh tergugat,
batas waktu dimulai saat diketahuinya penipuan atau penyembunyian tersebut.

Ketidakmampuan hukum
Beberapa orang memiliki suatu ketidakmampuan hukum untuk mengajukan atau membela
suatu tuntutan dalam nama mereka. Untuk tujuan praktis, kategori utamanya adalah minor
dan orang yang memiliki gangguan jiwa. Dalam hal minor, waktu tidak bejalan sampai minor
mencapai usia ke-18 atau meninggal. Sedangkan untuk yang memiliki gangguan jiwa waktu
berjalan dari tanggal kematiannya. Gangguan mental harus ada pada saat tanggal
timbulnya tuntutan dan gangguan jiwa yang timbul setelah itu tidak mempengaruhi
persoalan. Dalam kedua kasus ini waktu akan berjalan setelah ketidakmampuan itu berhenti
(Limitation Act 1980).

Limitation Act 1980

Secara singkat batas waktu untuk tuntutan dalam hal cedera adalah tiga tahun dari tanggal
timbulnya tuntutan. Untuk kerusakan harta benda dan kerugian selain cedera adalah enam
tahun.

Cedera pribadi
Batas waktu untuk menuntut yang melibatkan cedera adalah tiga tahun sejak:
tanggal penyebab tuntutan timbul
tanggal diketahuinya (jika lebih lambat) orang itu cedera

Konsep tanggal diketahuinya diperkenalkan untuk berurusan dengan kasus penyakit atau
cedera laten, dimana penggugat tidak mengetahui keadaan mereka dan keseriusan
keadaannya, atau bahwa itu telah disebabkan oleh kelalaian orang lain, hingga beberapa
waktu setelah kecelakaan tersebut.

Ada beberapa hal yang perlu dicatat:
Cedera yang diderita harus signifikan. Pengujiannya adalah apakah cedera tersebut
sedemikian rupa sehingga penggugat menganggap proses hukum adalah pilihan yang
bermanfaat.
Penggugat harus memiliki pengetahuan mengenai fakta-fakta yang mereka inginkan
menjadi dasar tuntutan mereka
Penggugat harus mengetahui identitas dari calon tergugat
Penggugat tidak dapat mengharapkan batas waktu mereka diperpanjang jika mereka tidak
mengambil langkah-langkah realistis untuk memastikan fakta-fakta yang akan menjadi
                                            Page 42 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
dasar klaim mereka. Dalam Forbes v. Wandsworths Health Authority (1996)
penggugat kehilangan kakinya sebagai akibat dari operasi yang mungkin dilaksanakan
dengan lalai. Ia menunda mencari saran hukum dan medis hingga batas waktunya habis.
Pengadilan menolak permohonan perpanjangan batas waktu. Cedera yang dialaminya
signifikan dan seorang yang cerdas, seperti penggugat, seharusnya meminta saran jauh
lebih awal.

Kebijaksanaan untuk mengesampingkan

Jika penggugat gagal melakukan tuntutan dalam tiga tahun sejak tanggal penyebab timbul
atau tanggal diketahuinya penyebab, mereka dapat bergantung kepada kebijaksanaan
pengadilan untuk mengesampingkan batas waktu. Pengadilan dapat mengabulkannya jika
beranggapan bahwa pemberlakuan batas waktu bagi penggugat lebih memberatkan
daripada pengesampingan batas waktu bagi tergugat.
Panduannya bagi pengadilan adalah sebagai berikut:
lamanya dan alasan untuk keterlambatan oleh penggugat
daya meyakinkan dari bukti yang ada
tingkah laku tergugat
lamanya ketidakmampuan hukum yang mempengaruhi penggugat yang timbul setelah
timbulnya penyebab gugatan
tingkat kesigapan penggugat setelah menyadari bawa mereka memiliki suatu dasar tuntutan
langkah-langkah yang dilakukan penggugat untuk mendapatkan saran medis, hukum dan
ahli lain yang dibutuhkan.

Dalam Walkley v. Precision Forgings Ltd (1979) menyatakan bahwa kebijaksanaan
pengadilan untuk mengesampingkan batas waktu hanya dilakukan apabila batas waktu
yang ditetapkan merugikan penggugat. Kegagalan penggugat untuk meneruskan tuntutan
yang dibuat dalam batas waktu tidak termasuk.

Dalam Shapland v. Palmer (1999) dinyatakan bahwa keputusan kasus Walkley hanya
berlaku untuk kasus yang persis sama dengan itu.

Kerusakan terhadap harta benda
Batas waktu enam tahun berlaku hanya untuk klaim kerusakan harta benda dan atau
kerugian ekonomi.

Dalam Pirelli v. Oscar Faber & Ptnrs (1983) suatu kerusakan terjadi pada cerobong asap
pada tahun 1970, tetapi karena kerusakan itu laten, baru diketahui pada tahun 1977.
Pengadilan menyatakan bahwa batas waktu penggugat telah habis. Akan tetapi, bagian
pembuat undang-undang merasa bahwa preseden yang ditetapkan dalam kasus ini tidak
adil.

Kemudian dikeluarkanlah Latent Damage Act 1986 untuk mempebaiki akibat kasus Pirelli.
Undang-undang ini hanya berlaku untuk tuntutan sehubungan dengan kelalaian saja dan
menetapkan:
batas waktu primer adalah enam tahun sejak tanggal kerusakan terjadi
                                            Page 43 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
batas waktu tiga tahun sejak tanggal kerusakan secara wajar diketahui
batas waktu penghentian panjang 15 tahun sejak tanggal tindakan kelalaian dilakukan. Ini
untuk membatasi aturan waktu 3 tahun dalam kasus b.
persyaratan mengenai pengetahuan aktual atau konstruktif yang mengikuti ketentuan kata
demi kata dari batas waktu dalam Limitations Act 1980, karena itu hukum mengenai
kerusakan laten juga mengikuti hukum mengenai cedera laten.
aturan normal berlaku untuk klaim oleh orang-orang yang memiliki ketidakmampuan dalam
hukum. Bagaimanapun, jika ketidakmampuan timbul antara waktu kerusakan terjadi dan
ketika kerusakan secara wajar diketahui, waktu tambahan tiga tahun mulai dari tanggal
berhentinya ketidakmampuan jika itu menghasilkan periode yang lebih lama daripada aturan
enam tahun dasar.
Dalam Murphy v. Brentwood District Council (1990) keputusan pengadilan telah banyak
mengurangi pentingnya Latent Damage Act. Kebanyakan kerusakan harta benda yang
disebabkan oleh suatu tindakan yang lalai atau kesalahan adalah nyata. Kebanyakan
kerusakan laten adalah cacat di dalam barang atau bangunan yang ditimbulkan pada saat
dibuat atau dibangun. Ini sekarang adalah kerugian ekonomi murni dan tidak diganti dalam
tort.

Kematian

Aturan umumnya adalah bahwa jika suatu tuntutan dibuat oleh atau terhadap suatu pihak
yang kemudian meninggal, batas waktu normal berlaku. Tuntutan biasanya dilakukan oleh
prewakilan orang yang meninggal.

Batas waktunya adalah tiga tahun setelah sejak tanggal kematian atau tanggal diketahuinya
oleh orang yang menerima keuntungan dari tuntutan atau perwakilan orang yang
meninggal.

Kategori lain-lain

Limitation Act 1980 juga menetapkan batas waktu untuk kontribusi antara pelanggar tort
bersama, yaitu dua tahun sejak tanggal hak kontribusi timbul, baik sejak tanggal keputusan
pengadilan atau tanggal pembayaran berdasarkan negosiasi.
Konsumen yang melakukan tuntutan berdasarkan Consumer Protection Act 1987 memiliki
tiga tahun sejak tanggal timbulnya atau diketahuinya, mana yang lebih lambat, dengan
batas waktu penghentian panjang 10 tahun sejak tanggal produk dimasukkan dalam
sirkulasi.
Jika digunakan hukum negara lain untuk suatu kasus, batas waktunya akan mengikuti
hukum tersebut, kecuali bertentangan dengan kepentingan umum (Foreign Limitations Act
1984).


Jenis dan kategori kompensasi kerugian

Ada 2 jenis kompensasi kerugian yang umum, yaitu injunction dan damages.

                                            Page 44 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Injunction merupakan perintah pengadilan agar tergugat menghentikan
tindakan tertentunya. Ini biasanya dalam kasus gangguan dan trespass. Injunction dapat
juga disertai dengan kompensasi (damages) untuk merefleksikan kerugian yang diderita
hingga saat itu.

Damages merupakan jumlah uang yang diberikan untuk kerusakan, cedera atau kerugian
yang diderita oleh tergugat. Mereka biasanya merupakan kompensasi (restitutio in
integrum). Hukum tidak bertujuan untuk menghukum pelaku pelanggaran, tetapi untuk
mengkompensasi korban. Tingkatnya merupakan suatu indemnitas.

Klasifikasi Damages

General damages
   Ini adalah damages yang hukum anggap akan timbul yang tidak perlu dibuktikan secara
   khusus oleh penggugat. Biasanya adalah unliquidated damages, yaitu damages yang
   tidak bisa dinilai secara matematis akurat, atau dibuktikan dengan dokumentasi. Jenis
   yang paling umum adalah kompensasi untuk kesakitan, penderitaan dan kehilangan
   kesenangan. Akan tetapi, ini juga temasuk kerugian masa mendatang yang sebagian
   besar bersifat spekulatif.
Special damages
   Ini adalah damages yang tidak timbul secara alami sejak perbuatan tort dan penggugat
   harus membuktikan kerugiannya. Special damages termasuk seperti kehilangan
   pendapatan yang sudah terjadi dan kerusakan pada harta benda, kedua-duanya dapat
   dinilai dengan keakuratan matematis dan didukung oleh bukti dokumen. Special
   damage biasanya liquidated, yaitu kerugian yang diketahui dan dapat dibuktikan.
Nominal damages
   Damages ini tidak dimaksudkan untuk mengkompensasi dan biasanya kecil. Ini
   merupakan suatu pengakuan bahwa suatu tort telah dilakukan terhadap penggugat,
   walaupun tidak ada kerugian riil yang timbul. Damages ini diberikan sebagai
   penghargaan atas hak hukum penggugat.
Exemplary or punitive damages
   Ini diberikan sebagai tambahan damages yang sebenarnya untuk menyatakan
   pandangan pengadilan bahwa tingkah laku tergugat menyesalkan atau keterlaluan.
   Damages ini bersifat menghukum, bukan mengkompensasi. Damages ini jarang
   diberikan, dan dalam Rookes v. Barnard (1964) pengadilan membatasi aplikasinya
   untuk beberapa kategori.
Contemptuous damages
   Damages ini biasanya berupa pecahan terkecil mata uang yang berlaku. Ini dberikan
   untuk mengakui bahwa walaupun penggugat memiliki dasar yang kuat untuk menuntut,
   mereka tidak perlu membawanya ke pengadilan karena itu sembrono atau
   menjengkelkan. Dalam kasus-kasus ini biasanya penggugat harus membayar biaya
   mereka sendiri, yang membuat mereka secara keseluruhan menderita kerugian.




                                            Page 45 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Perbedaan antara tort dan kontrak

Damages yang diberikan untuk pelanggaran kontrak berusaha untuk menempatkan pihak
yang dirugikan dalam posisi yang seharusnya mereka nikmati apabila kontrak tersebut
dilakukan. Dalam tort, tujuannya adalah untuk menempatkan penggugat dalam posisi yang
mereka nikmati sesaat sebelum kerugian terjadi. Lebih jauh, damages dalam kontrak diatur
oleh aturan Hadley v. Baxendale (1854) yang termasuk tidak hanya kerugian yang secara
alami timbul dari pelanggaran, tetapi juga kerugian yang telah dipikirkan oleh pihak-pihak.
Dalam tort, damages dapat dibatasi dengan kerugian yang dapat diperkirakan tergugat
(Wagon Mound No. 1 (1961)).


Damages – kerugian harta benda dan ekonomi

Damages biasanya special dan liquidated, dan dalam sebagian besar kasus penggugat
dapat membuktikan tingkat kerugiannya dengan merujuk kepada rekening, faktur, atau
dokumen lain. Akan tetapi, ada beberapa kasus khusus yang perlu disebutkan:
Dalam tuntutan untuk trespass, ukuran damages biasanya turunnya nilai tanah.
Untuk kerusakan pada bangunan, ukuran damages biasanya biaya perbaikan dikurangi
pengurangan untuk betterment. Pengadilan biasanya tidak membuat pengurangan untuk
minor betterment, dan kadang-kadang nilai pasar digunakan bila lebih tepat untuk
merefleksikan kerugian. Pengadilan tidak akan mengijinkan penggugat membuat
keuntungan dari kerugian yang dideritanya. Dalam CR Taylor v. Hepworths Ltd (1977)
penggugat memiliki tanah yang di atasnya berdiri sebuah gedung bilyar yang tidak
digunakan. Tergugat membakar gedung tersebut dan penggugat menuntut untuk biaya
pemulihan kembali secara penuh. Bukti mengemukakan bahwa gedung itu sudah tidak
digunakan lagi dan menurut pengadilan ukuran damages yang tepat adalah nilai susut
bangunan. Pengadilan kemudian juga menyatakan bahwa tindakan tergugat telah
menyelamatkan penggugat dari biaya pembongkaran bangunan pada akhirnya dan ini
melebihi nilai susut, tidak ada kompensasi yang diberikan kepada penggugat.
Aturan utamanya adalah dalam kasus perbaikan atau pemulihan kembali, biaya yang dapat
dipulihkan adalah yang berhubungan pada tanggal kerugian, atau dalam waktu yang wajar
sesudahnya, sehingga memampukan penggugat untuk mencari penawaran dan atau
mempersiapkan undangan tender. Dalam Dodd Properties (Kent) Ltd v. Canterbury City
Council (1980) menyatakan bahwa penundaan perbaikan atau pemulihan kembali oleh
penggugat untuk alasan keputusan bisnis yang baik dapat membuat damages yang
diberikan diperhitungkan bunganya, tetapi ketidakmampuan keuangan penggugat tidak.
Penggugat memiliki kewajiban untuk mengurangi kerugian. Ini berarti bahwa penggugat
harus melakukan apa yang mereka bisa untuk mencegah kerugian bertambah buruk, dan
membatasi tingkat kerugian yang sudah terjadi.

Kerugian ekonomi

Kerugian ekonomi dapat murni dan konsekuensial. Untuk yang pertama hanya dapat
dipulihkan dari kontrak atau berdasarkan doktrin Hedley Byrne. Untuk yang kedua dapat
dipulihkan secara umum dalam tort, asalkan kerugian tersebut berasal secara langsung dari
                                            Page 46 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
kerusakan pada harta benda. Kerugian itu akan dibuktikan dengan merujuk
pada rekening dan tren sebelumnya dari bisnis.

Dalam hal kerugian ekonomi murni, apabila dapat dipulihkan, kuantifikasi kerugian sesuai
dengan kerugian yang timbul secara langsung dari pelanggaran kewajiban tergugat. Dalam
South Australian Asset Management Corporation v. York Montague (1996), mengenai
penilaian berlebih oleh surveyor harta benda sebagai jaminan untuk pinjaman, ditetapkan
damages didasarkan pada kekurangan jaminan, yaitu perbedaan antara penilaian yang
dilakukan dan nilai sebenarnya pada tanggal penilaian. Jika kerugian yang terjadi kurang
dari itu, maka kerugian itu diganti penuh, tetapi jika lebih diganti sesuai dengan kekurangan
jaminan.

Damages – cedera badan

Perbedaannya dengan kerusakan harta benda adalah hukum tidak dapat memberikan
pemulihan penuh dan hanya dapat memberikan kompensasi finansial untuk merefleksikan
kerugian tersebut. Untuk ini pengadilan telah membuat suatu tarif kompensasi berdasarkan
kasus terdahulu dan berubah secara gradual menurut waktu.

General Damages

Terdiri dari:
kesakitan dan penderitaan
kehilangan kesenangan
kehilangan pendapatan di masa mendatang
kehilangan kapasitas pendapatan
pengeluaran tambahan di masa mendatang

Kesakitan dan penderitaan dan kehilangan kesenangan
Keduanya biasanya dikelompokkan dalam suatu kompensasi tunggal. Damages untuk
kesakitan dan penderitaan ditetapkan untuk merefleksikan sifatnya dan severitasnya, dan
seberapa lama mereka akan ada atau kemungkinan ada di masa mendatang. Kehilangan
kesenangan mengkompensasi untuk kerugian yang lebih luas, dan merefleksikan
keterbatasan fisik dan atau mental yang berhubungan dengan cedera. Kehilangan kaki
mungkin menyakitkan, tetapi masalah jangka panjang yang berhubungan dengan itu jauh
lebih penting karena akan membatasi kemampuan untuk bekerja dan menikmati hidup
secara penuh.

Damages jenis ini merupakan liquidated damages dan bertujuan untuk mengkompensasi
korban untuk pengaruh dari cedera itu sendiri. Kerugian finansial merupakan klaim terpisah
untuk special damages.


Kehilangan pendapatan di masa mendatang
Istilah masa mendatang diambil dari tanggal pengadilan, karena sebelum tanggal tersebut
kerugian telah terjadi dan dapat dihitung dengan akurat, dan oleh sebab itu merupakan
                                            Page 47 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
special damages. Klaim ini dengan mengasumsikan satu atau lebih bentuk
cacat tetap akan berlangsung di masa mendatang.

Kerugian di masa mendatang itu dapat parsial atau total. Seorang penggugat tidak dapat
bekerja sama sekali karena cacat mereka, atau tidak dapat bekerja dalam periode yang
lama, atau bekerja lembur. Mereka mungkin harus bekerja dengan tingkat stress yang lebih
rendah dengan jumlah pendapatan yang lebih rendah.

Multiplikan (faktor yang dikali)
Ini biasanya merefleksikan perbedaan antara pendapatan bersih tahunan penggugat saat
ini dengan sebelum kecelakaan. Ini akan disesuaikan dengan ketidakstabilan pendapatan,
potensi peningkatan pendapatan atau kemungkinan promosi.

Multiplier (faktor pengali)
Merupakan jumlah tahun yang diaplikasikan pada multiplikan untuk memberikan nilai penuh
dari damages berdasarkan judul ini. Ini sering juga disebut ‘tahun pemesanan’. Multiplier
tidak pernah sama dengan periode penuh dari tanggal pengadilan hingga tanggal
kemungkinan pensiun. Semua damages diberikan sekaligus dan dibayarkan sesaat setelah
pengadilan. Multiplier diberikan dengan asumsi penggugat meginvestasikan uangnya dan
kombinasi dari uang tersebut dengan bunganya akan memberikan suatu pendapatan yang
sesuai dengan yang akan mereka peroleh seandainya kecelakaan tidak terjadi. Tingkat
bunga yang diasumsikan adalah 3% berdasarkan Wells v. Wells (1990). Multiplier
ditetapkan dengan memperhitungkan usia penggugat pada saat pengadilan, keadaan
kesehatan dan jenis pekerjaannya.

Kehilangan kapasitas pendapatan
Damages dalam judul ini diberikan kepada seorang penggugat yang mengalami cacat
karena suatu kecelakaan tetapi tetap dapat bekerja. Hanya saja kapasitas untuk
mendapatkan pekerjaan atau tingkat pendapatan pada saat bekerja mengalami kerugian
(Smith v. Manchester Corporation (1974)). Karena kerugian dalam hal ini sangat spekulatif,
damages cenderung moderat. Dalam Moeliker v. Reyrolle and Co. Ltd (1977) pengadilan
manyatakan bahwa harus ada suatu risiko nyata penggugat kehilangan pekerjaannya dan
semua keadaan kasus harus diperhitungkan. Biasanya hakim menentukan nilai multiplier
yang kecil, misalkan satu tahun kehilangan pendapatan bersih.

Kasus lain yang serupa ketika seorang minor menderita cedera serius. Dalam Cronin v.
Redbridge LBC (1987), penggugat, seorang minor, berusia 15 tahun pada tanggal
pengadilan, menderita cedera serius pada satu mata. Keputusan pengadilan tingkat
pertama direvisi oleh pengadilan banding untuk memperkecil jumlah damages berdasarkan
judul ini karena sangat spekulatif.
Pengeluaran tambahan di masa mendatang
Dalam hal cedera serius, pengeluaran tambahan dapat timbul bagi penggugat atau
keluarganya untuk hal-hal seperti biaya pengobatan di masa mendatang, perawatan,
peralatan khusus, modifikasi rumah atau mobil, dan biaya tambahan untuk pekerjaan
rumah, pertamanan dan lain-lain yag tidak dapat dilakukan lagi oleh penggugat.

                                            Page 48 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Biaya untuk jasa yang dikeluarkan oleh pihak keluarga terhadap penggugat
biasanya dikompensasi kurang dari tingkat komersil, biasanya sekitar sepertiga, karena
dianggap itu diberikan terutama dengan perasaan kasih dan wajib. Dalam Hunt v. Severs
(1994) pengadilan menyatakan bahwa setiap uang yang diperoleh oleh penggugat untuk
ketentuan perawatan atau pelayanan sejenis dipercayakan untuk disimpan bagi penyedia
jasa tersebut.

Special damages

Ini terdiri dari kerugian yang dapat dievaluasi dan diderita dari tanggal kecelakaan hingga
tanggal pengadilan. Di dalamnya termasuk kerugian dari atau kerusakan atas pakaian,
biaya obat-obatan dan perawatan medis.

Jenis kerugian yang paling umum adalah kehilangan pendapatan. Perhitungannya dengan
mengalikan kerugian gaji rata-rata mingguan dengan jumlah minggu tidak bekerja. Untuk
penggugat yang berwiraswasta, kehilangan pendapatan dibuktikan dengan merujuk pada
pengembalian pajak dan buku rekening miliknya.

Hal-hal lain

Pengurangan yang diperbolehkan
Ketika tidak bekerja sebagai akibat suatu kecelakaan, penggugat dapat menerima berbagai
manfaat dari berbagai sumber, dan ini dapat dikurangkan dari damages, baik general
maupun special, yang berhubungan dengan kehilangan pendapatan.
Pensiun
    Pembayaran pensiun tidak dikurangkan dari klaim untuk kehilangan pendapatan. Dalam
    Parry v. Clever (1978) seorang polisi yang cedera dan mengambil pensiun cacat yang
    telah diatur dalam suatu skema khusus oleh kepolisian, pegadilan menyatakan bahwa
    penggugat berhak mendapatkan pensiun tersebut secara penuh. Dalam Smoker v.
    London Fire and CD Authority (1991) pengadilan menyatakan prinsip bahwa
    pembayaran pensiun tidak dapat dikurangkan dari klaim untuk kehilangan pendapatan.
Skema kecelakaan diri dan sakit
    Setiap jaminan asuransi yang diambil oleh penggugat secara pribadi untuk memberikan
    perlindungan terhadap sakit atau kecelakaan tidak dapat diperhitungkan dalam menilai
    damages untuk kehilangan pendapatan.
    Posisi ini berbeda jika polis tersebut dibayarkan oleh majikan penggugat, seperti dalam
    kasus Hussain v. New Taplow Paper Mills (1988). Tergugat, yang merupakan majikan
    penggugat, telah melakukan kontrak dengan pegawainya bahwa ia tetap melakukan
    pembayaran gaji jika mereka sakit atau cedera. Untuk memenuhi komitmen ini ia
    mengadakan asuransi kesehatan permanen. Penggugat cedera karena kelalaian
    tergugat dan ia menuntut kehilangan pendapatan pada saat ia tidak bekerja. Tergugat
    menyatakan bahwa mereka berhak melakukan dengan nilai gaji yang dibayarkan pada
    saat cedera, dan ini didukung oleh pengadilan.
    Apa pun dasarnya, pembayaran gaji pada saat sakit atau cedera akan dikurangkan dari
    damages untuk kehilangan pendapatan kecuali jika ada persetujuan antara majikan dan

                                            Page 49 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
   pekerja bahwa pembayaran ini hanya dilakukan jika klaim pekerja untuk
   damages berhasil.
Manfaat jaminan sosial
   Berdasarkan Social Security Act 1989, pembayaran yang dilakukan oleh DSS kepada
   penuntut dapat dikurangkan dari damages, tetapi jumlah tersebut harus dibayarkan
   kepada DSS dari pihak yang bertanggung jawab untuk membayarkan tuntutan tersebut.
Perawatan dengan biaya publik
   Administration of Justice Act 1982 menetapkan bahwa setiap penghematan tehadap
   seorang yang cedera yang siakibatkan oleh perawatannya secara keseluruhan atau
   sebagian dengan biaya publik di rumah sakit, rumah perawatan atau institusi lain akan
   dikurangkan dari pendapatan yang hilang sebagai akibat cedera badan yang
   dideritanya.

Klaim untuk kehilangan jasa
Hukum Inggris tidak mengakui suatu tuntutan dari seorang majikan untuk kehilangan jasa
pekerjanya.

Damages sementara
Administration of Justice Act 1982 menetapkan suatu prosedur bagi penuntut yang
kondisinya dapat memburuk suatu waktu di masa mendatang, tetapi kemungkinan
terjadinya hal itu atau tingkat keburukannya tidak dapat diperkirakan dengan akurat.
Pengadilan dapat memberikan damages sementara kepada penuntut dengan berdasarkan
kondisi mereka yang sebenarnyadan dengan asumsi bahwa kemerosotan tidak terjadi.
Penggugat memiliki hak untuk kembali ke pengadilan dalam suatu jangka waktu tertentu
jika kemerosotan terjadi dan memperoleh damages tambahan. Ini memiliki kelebihan bahwa
damages dapat dinilai dengan lebih akurat, tetapi memiliki kekurangan bahwa perusahaan
asuransi akan dibebankan dengan kemungkinan pembayaran di masa mendatang yang
sebelumnya tidak pernah diminta.

Ada beberapa ketentuan penting, untuk mendapatkan hak damages sementara:
klaim harus secara khusus diminta
penyakit atau kemungkinan kemerosotan harus ditetapkan, dan harus merupakan penyakit
atau kemerosotan yang serius
pengadilan akan menetapkan suatu batas waktu penggugat dapat menuntut damages
tambahan, walaupun batas waktu ini dapat diperpanjang dengan permintaan kepada
pengadilan.

Bunga
Bunga klaim yang melibatkan kerusakan harta benda merupakan kebijaksanaan
pengadilan, tetapi untuk cedera pribadi pengadilan harus memberikan bunga berdasarkan
Administration of Justice Act 1969.

Berikut panduan yang diberikan oleh pengadilan:
bunga akan diberikan pada damages untuk kesakitan dan penderitaan dan kehilangan
kesenangan sejak tanggal berlakukanya surat panggilan hingga tanggal keputusan. Tingkat
bunganya adalah 2% per tahun.
                                            Page 50 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Damages untuk kehilangan pendapatan atau keuntungan yang sudah terjadi
cenderung reguler. Kerugian disebar secara merata sejak tanggal kecelakaan hingga
tanggal keputusan pengadilan. Jadi bunga yang diberikan untuk damages ini adalah
setengah dai tingkat bunga yang berlaku pada rekening investasi jangka pendek
pengadilan.
Tidak ada bunga untuk damages dari klaim untuk kerugian di masa mendatang.
Bunga hanya dapat dituntut jika kasus tersebut diselelsaikan di pengadilan.
Setiap pembayaran kepada pengadilan akan termasuk bunga.
Walaupun damages tidak dikenai pajak, bunga dari damages dikenai pajak.

Penyelesaian terstruktur
Metode ini dipakai untuk kasus yang lebih besar, biasanya di atas £ 100,000. Ini biasanya
dalam bentuk perjanjian antara penggugat dan penanggung tergugat bahwa yang terakhir
akan menyediakan dana untuk memberikan tunjangan tahunan. Ini memiliki kelebihan
bahwa penggugat akan lebih terkompensasi secara akurat dan damages tidak akan
dihamburkan lebih awal. Lebih jauh, karena pajak dan kelebihan lain, pendapatan total
dalam skema penyelesaian terstruktur, kemungkinan besar lebih baik daripada pemberian
secara konvensional.

Tahun-tahun yang hilang
Metode konvensional dalam menilai damages untuk cedera perorangan seringkali
menimbulkan ketidakadilan jika penggugat yang cedera hampir mati tetapi kemudian
bertahan hidup pada pengadilan tuntutan. Damages yang dituntut untuk kehilangan
pendapatan di masa mendatang akan merefleksikan fakta bahwa mereka akan meninggal
secara prematur, yaitu multiplier menjadi lebih rendah dari angka konvensional. Jika
kemudian penggugat meninggal dunia, pasangannya tidak akan dapat melakukan tuntutan
berdasarkan Fatal Accidents Act 1976 untuk pendapatan yang hilang antara tanggal
kematian penggugat dan tanggal kemungkinan meninggal atau pensiun jika kecelakaan
tidak terjadi, yaitu tahun-tahun yang hilang. Tuntutan tersebut telah dibuat menjadi tuntutan
pribadi oleh penggugat dan pasangannya tidak lagi memiliki dasar tuntutan.
Keadaan ini dperbaiki dalam kasus Pickett v. British Rail (1978). Penggugat menderita
mesothelioma karena asbes. Ia berusia 53 tahun pada saat pengadilan tetapi memiliki
harapan hidup hanya satu tahun. Pada pengadilan awal ia diberikan kehilangan pendapatan
di masa mendatang selam satu tahun. Dalam pengadilan banding diputuskan bahwa dalam
hal tersebut multiplier harus merefleksikan suatu angka yang mengabaikan kematian
prematur penggugat.

Prinsip yang sama juga diikuti oleh kasus Gammel v. Wilson (1980). Seorang anak berusia
15 tahun meninggal dalam suatu kecelakaan kendaraan bermotor. Orang tuanya
merupakan eksekutor dan ahli waris tunggal dari hak miliknya. Mereka menuntut damages
yang mewakili tahun-tahun yang hilang dari anaknya, mengikuti kasus Pickett. Ini disetujui
dengan berat hati oleh pengadilan karena mengikuti logika yang diajukan dalam kasus
Pickett. Keputusan dalam kasus Gammel ini kemudian diantisipasi dalam amandemen Law
Reform Act yang mengecualikan pemulihan damages untuk kehilangan pendapatan yang
timbul sesudah kematian.

                                            Page 51 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Tanggung gugat untuk kematian

Prinsip umum

Berlaku doktrin ‘actio personalis moritur cum persona’ yang artinya suatu tindakan
seseorang mati bersama orang tersebut’. Hal ini kemudian dimodifikasi dalam Fatal
Accidents Act 1846 yang memberikan hak untuk menuntut kerugian kepada orang-orang
hidup yang secara finansial bergantung kepada orang yang meninggal karena kelalaian.
Hak ini hanya sebatas untuk kerugian finansial yang diderita.

Doktrin tersebut kemudian dibalik secara total oleh Law Reform (Miscellaneous Provisions)
Act 1934.

Law Reform (Miscellaneous Provisions) Act 1934

Berdasarkan undang-undang ini, kematian bukanlah halangan untuk memulai proses
pengadilan, atau mengakhiri proses pengadilan yang sudah dimulai. Akan tetapi,
kompensasi yang dapat diperoleh oleh ahli waris dari orang yang meninggal tidak akan
termasuk:
exemplary damage
kompensasi untuk kehilangan pendapatan yang timbul setelah kematian.
Demikian juga kompensasi tersebut tidak dikurangi dengan jumlah uang yang diperoleh
oleh ahli waris akibat kematian, misalkan asuransi jiwa.

Sebagai ringkasan, Law Reform (Miscellaneous Provisions) Act 1934 menetapkan suatu
hak untuk menuntut oleh ahli waris untuk damages yang merefleksikan cedera atau
kerugian yang timbul sejak tanggal kecelakaan hingga tanggal kematian, yaitu:
kehilangan pendapatan
special damages untuk kehilangan atau kerusakan harta benda
kesakitan dan penderitaan dan kehilangan kesenangan

Dalam Hicks and Anr v. Wright (1992) dua putri penggugat terbunuh secara tragis dalam
bencana Hillsborough. Penggugat mengajukan suatu tuntutan berdasarkan Law Refom Act
1934 sehubungan dengan kesakitan dan penderitaan dari kedua putrinya tersebut sebelum
meninggal. Bukti medis menunjukkan bahwa kematian disebabkan oleh asphyxiation.
Ketidaksadaran akan timbul dalam beberapa detik dan kematian dalam lima menit. Tidak
ada cedera fisik yang timbul. Ketakutan akan datangnya kematian menjadi judul
tuntutannya. Hal ini ditolak oleh pengadilan karena dalam hukum Inggris, kesakitan dan
penderitaan yang disebabkan oleh ketakutan tidak diberikan damages.

Fatal Accidents Act 1976: Tuntutan oleh orang yang bergantung

Beberapa hal yang mesti diperhatikan adalah:
kematian almarhum harus disebabkan oleh suatu tindakan yang melanggar undang-undang

                                            Page 52 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
almarhum berada dalam posisi untuk menuntut seandainya ia hidup. Ini bisa
memiliki beberapa cabang, tidak ada tuntutan yang dapat diajukan oleh orang yang
bergantung jika:
almarhum telah menyelesaikan tuntutannya semasa ia hidup
almarhum telah secara sah meniadakan haknya untuk menuntut melalui kontrak atau yang
lainnya.
Tuntutan ini dihalangi undang-undang sebelum kematian almarhum.
orang yang bergantung harus membuktikan ketergantungannya dan tingkatnya.

Tuntutan untuk kehilangan
Damages untuk kehilangan diberikan kepada saudara dekat, yaitu pasangan dan orang tua
dari anak yang belum menikah dan berusia di bawah 18 tahun.

Mulainya tuntutan pengadilan
Memulai tuntutan berdasarkan undang-undang ini utamanya merupakan tanggung jawab
dari perwakilan pribadi almarhum. Jika mereka tidak melakukannya dalam enam bulan,
maka setiap orang yang menuntut ketergantungan dapat melakukannya. Akan tetapi, tidak
boleh ada lebih dari satu tuntutan berdasarkan undang-undang ini sehubungan dengan
keluhan yang sama dan penggugat harus menyediakan kepada tergugat dan
pengacaranya, fakta-fakta yang lengkap mengenai orang-orang untuk siapa dan oleh siapa
tuntutan diajukan dan sifat dari tuntutan. Tuntutan harus diajukan dalam batas waktu yang
ditetapkan dalam Limitation Act 1980.



Perhitungan ketergantungan
Ketergantungan harus dibuktikan dan terdapat berbagai aturan yang berhubungan dengan
perhitungan ketergantungan:
jika terdapat beberapa orang yang begantung, pengadilan akan membagi damages antara
mereka
dalam menilai tuntutan seorang janda, prospek menikah lagi dan bahkan pernikahan lagi
tidak diperhitungkan. Undang-undang ini juga tidak mengatakan apa-apa mengenaiapakah
pernikahan lagi mempengaruhi ketergantungan anak-anak. Dalam Martin and Ors v. Owen
(1992) kemungkinan perceraian dapat diperhitungkan.
hak pasangan menurut hukum adat terhadap tunjangan finansial lebih lemah daripada yang
menikah menurut undang-undang.

Dalam melakukan perhitungan damages, setiap manfaat yang timbul kepada orang yang
bergantung karena kematian almarhum tidak akan diperhitungkan. Ini termasuk polis
asuransi jiwa, pensiun, pembayaran dana bencana, dan sejenisnya.

Jika almarhum sebagian turut bertanggung jawab terhadap kematiannya sendiri, damages
yang diterima berdasarkan undang-undang ini dikurangi berdasarkan kelalaian bersama.




                                            Page 53 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955




                                              Bab 5
                     Pemahaman, Identifikasi, Evaluasi dan Manajemen Risiko


Pendekatan terhadap risiko

Manajemen risiko

Definisinya adalah ‘identifikasi, analisa dan pengendalian ekonomi terhadap risiko-risiko
yang dapat mengancam kekayaan atau kapasitas pendapatan suatu badan usaha’.

Beberapa pokok yang perlu diperhatikan:
Risiko harus diidentifikasi sebelum mereka dapat diukur dan hanya setelah pengaruhnya
dinilai kita dapat memutuskan apa dilakukan terhadap mereka.
Mekanisme pengendaliannya harus ekonomis.
Kekayaan itu dapat berupa fisik atau manusia. Keduanya penting dan manajemen harus
terlihat memainkan peranan dalam keduanya. Risiko tidak hanya menyerang kekayaan
secara langsung dan untuk alasan ini definisi menyebutkan kapasitas pendapatan suatu
badan usaha.
Badan usaha dapat berada di sektor jasa maupun sektor manufaktur, atau juga sektor
publik dan sektor swasta.
                                            Page 54 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Merasakan dan mengidentifikasi risiko

Setiap orang memiliki persepsi mengenai risiko yang berbeda satu sama lain. Jika persepsi
mengenai suatu risiko berbeda jauh dengan risiko yang sebenarnya, pilihan yang kita buat
dapat membawa bencana jika dipraktekkan. Oleh karena itu agar berhasil, orang yang
mengidentifikasi risiko harus memiliki pendekatan yang netral dan mengidentifikasi semua
risiko, seberapapun kemungkinannya.

Proses identifikasi risiko harus merupakan tugas seseorang secara khusus: setiap badan
usaha harus mengalokasikan tugas ini kepada individu atau grup dengan pemimpin yang
jelas.

Identifikasi risiko merupakan proses yang berkesinambungan karena risiko baru selalu
muncul. Proses ini dimulai dengan pertanyaan ‘bagaimana kekayaan atau kapasitas
pendapatan dari suatu badan usaha terancam?’; atau untuk underwriter tanggung gugat
‘apa kemungkinan dari suatu peristiwa yang dipertanggungkan terjadi?’

Underwriter berusaha mengidentifikasi peristiwa awal, yang dijamin oleh klausul penjaminan
dari polis, yang dapat menyebabkan tanggung gugat hukum. Contoh peristiwa dan polis
tanggung gugatnya:
Cedera badan  employer’s liability, public liability, products liability
Kerusakan harta benda  public and products liability
Saran yang salah  public and products liability, professional indemnity

Mengevaluasi risiko

Setelah diidentifikasi, semua risiko ini harus dianalisa dan dievaluasi. Ini sebagian
merupakan suatu proses kuantitatif dan sebagian merupakan penilaian subyektif. Dalam
kedua proses kita berusaha mengukur pengaruh yang dimiliki risiko jika terjadi.
Kemungkinan
    Kemungkinan dapat bervariasi dari kepastian yang absolut – sepeti pajak – ke
    ketidakmungkinan total, begitu kecil sehingga dapat diabaikan – misalkan diculik
    mahkluk asing dari luar angkasa. Di antara kedua ekstrim ini kemungkinan kejadian
    yang sebagian besar melibatkan penilaian subyektif daripada analisa aktuaria. Setelah
    menilai kemungkinan setiap risiko, kemudian ditabulasi dari yang paling mungkin hingga
    yang paling tidak mungkin.
Severitas
    Severitas dapat digambarkan sebagai risiko kejadian normal dari suatu peristiwa parah
    yang abnormal, atau dalam kata lain bencana.
Frekuensi
    Frekuensi adalah seberapa sering suatu jenis peristiwa akan terjadi.
Sifat laten
    Digunakan untuk mengidentifikasi celah dalam waktu antara awal suatu rantai peristiwa
    dan akhirnya.
Data historis
                                            Page 55 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
    Data historis dapat memberikan gambaran yang baik mengenai semua
    fitur di atas. Suatu analisa mengenai pengalaman kerugian untuk mengidentifikasi
    kerugian pabrik demi pabrik, proses demi proses, atau produk demi produk akan
    menyoroti area masalah yang mungkin dimana tindakan koreksi dapat mengurangi
    kerugian. Tren jugadapat dideteksi baik dalam jumlah kerugian yang timbul dari suatu
    sebab tertentu atau dalam ukuran kerugian. Latency juga dapat dinilai dengan melihat
    keterlambatan antara terjadinya suatu peristiwa dan klaim yang diajukan.

Manajer risiko

Manajer risiko akan membagi kerugian berdasarkan pengaruhnya terhadap organisasi:
Kerugian dengan frekuensi tinggi dan severitas rendah, atau disebut juga ‘pound swapping
layer’. Dalam hal ini tertanggung membayar suatu premi yang melingkupi kerugian-kerugian
yang tidak dapat dihindarkan ditambah keuntungan dan biaya operasi penanggung. Dalam
mempresentasikan kerugian ini kepada koleganya harus dalam bahasa yang mudah
dimengerti, misalkan : ‘kita harus menjual 1000 mobil untuk menutup kerugian ini’.
Kerugian dengan frekuensi rendah dan severitas tinggi. Kerugian ini dapat membuat badan
usaha keluar dari bisnis karena dapat secara langsung mengancam neraca keuangannya.
Masalahnya adalah kerugian ini tidak dapat diperkirakan dan oleh karena itu perlu
diperhatikan dalam program pengendalian risiko.

Pengendalian risiko

Pengendalian risiko harus ekonomis dengan membuat keputusan berdasarkan
perbandingan biaya dan keuntungan (cost benefit anaysis). Ada tiga cara untuk
mengendalikan eksposur terhadap risiko:
Meniadakan, menghindari, atau menghilangkan risiko. Ini dapat termasuk perubahan
metode kerja atau pemutusan suatu lini produksi.
Mengurangi atau meminimisasi. Termasuk perubahan praktek kerja atai perubahan dalam
desain atau formulasi poduk.
Mengalihkan risiko. Ini melibatkan, misalkan, manajemen risiko dengan pesyaratan kontrak
atau dengan asuransi.

Risiko yang tidak dialihkan berarti ditahan dan ini terjadi ketika risiko tidak ekonomis untuk
ditransfer, contohnya : ‘pound swapping layer’.

Memperkirakan hasil
Ini dilakukan dengan membuat skenario-skenario mengenai kecelakaan yang mungkin
terjadi. Berdasarkan skenario itu dapat dirancang pencegahan terjadinya kecelakaan
dengan pengendalian risiko yang efektif sehingga eksposur terhadap kerugian berkurang.

Peranan underwriter
Underwriter memiliki kepentingan yang sangat kuat dalam mengukur untuk menghilangkan
atau mengurangi risiko, bahkan jika hanya risiko katastrofik yang diasuransikan. Dan ini
tidak hanya dalam risiko fisik tetapi juga risiko hukum.
Proses evaluasi risiko oleh underwriter adalah sebagai berikut:
                                            Page 56 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
apa probabilitas aktivitas tertanggung mengakibatkan suatu peristiwa?
jika hal tersebut terjadi dapatkah tertanggung memiliki tanggung gugat terhadap pihak
ketiga?
jika ya, apakah kompensasi kerugiannya damages?
jika tertanggung dapat memiliki tanggung gugat dalam bentuk damages, siapa yang dapat
menuntut?
seberapa besar kemungkinan mereka menuntut?
seberapa besar biaya yang mungkin timbul untuk membela tuntutan tersebut?

Langkah 1 melihat pada hazard fisik dan langkah 2-6 melihat pada implikasi hukumnya.
Langkah 1 idealnya dilakukan dengan mengunjungi lokasi, tetapi seringkali tidak praktis
sehingga underwriter harus bergantung pada informasi yang diberikan kepada mereka.

Premi yang tepat untuk suatu risiko

Ada dua area yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan premi untuk suatu risiko:
Hazard fisik
   Semua fakta, atau aspek fisik risiko harus diketahui sebelum dapat menentukan premi
   yang tepat. Hal ini dapat diketahui dengan formulir permohonan, untuk risiko kecil, dan
   presentasi oleh tertanggung atau perwakilannya, untuk risiko lebih besar. Untuk risiko
   yang memiliki hazard frekuensi (pengalaman kerugian) atau hazard severitas (penilaian
   underwriter) informasi tambahan dapat diperlukan dengan cara audit pengendalian
   kerugian oleh staf perusahaan asuransi atau tenaga ahli dari luar perusahaan asuransi.
Hazard moral
   Digambarkan sebagai risiko atau bahaya yang berasal dari sifat manusia, baik individu
   maupun kolektif. Ini berhubungan dengan karakter atau keadaan tertanggung. Dalam
   asuransi tanggung gugat komersial ini juga berhubungan dengan karakter pekerja dan
   cara mereka bekerja, yaitu apakah mereka bersungguh-sungguh dan berhati-hati.
   Dalam asuransi tanggung gugat hazard moral yang buruk biasanya ditujukan untuk
   menghemat premi oleh tertanggung dengan memberikan informasi yang salah. Hazard
   moral ini sulit diketahui tanpa melakukan survey atau menginvestigasi suatu klaim.
   Tidak ada cara untuk memperbaiki hazard moral, oleh karena itu jika memang ada
   sebaiknya permohonan ditolak atau membatalkan pertanggungan.


Mendapatkan informasi underwriting yang cukup

Rincian siapa yang ingin mengasuransikan

Pertanyaan biasanya meliputi:
Nama lengkap pemohon
Alamat bisnis pemohon, termasuk semua lokasi pegawai tertanggung bekerja

Ini dibutuhkan untuk tujuan identifikasi dan perancangan polis.



                                            Page 57 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Bisnis pemohon yang akan dijamin asuransi

Ini termasuk detail setiap pekerjaan di dalam dan luar negeri. Bisnis harus digambarkan
dengan jelas dan komprehensif termasuk pernyataan tentang sifat pekerjaan atau aktivitas
yang dilakukan.

Sejarah klaim sebelumnya

Pengalaman kerugian sebelumnya mengindikasikan tingkat kehati-hatian yang dilakukan
dan dapat dibandingkan dengan risiko yang serupa. Pengalaman sebelumnya belum tentu
menjadi panduan ke depan, tetapi dapat mengindikasikan kebutuhan tindakan pencegahan.
Suatu perbandingan pengeluaran gaji atau penjualan akan menunjukkan apakah bisnis
statis atau meningkat secara gradual atau dengan pesat. Peningkatan yang terlalu pesat
dapat memberikan fitur yang tidak diinginkan, karena seringkali sulit melakukan
pengendalian manajemen yang cukup terhadap bisnis yang bekembang dengan pesat.

Sejumlah kecelakaan kecil dapat menjadi lebih penting bagi underwriter daripada satu
kecelakaan besar karena frekuensi itu dapat mengindikasikan beberapa ketidaknormalan
dalam hazard fisik atau hazard moral yang buruk yang timbul dari hubungan staf yang tidak
memuaskan atau hanya karena kurang atau tidak sesuainya pelatihan.

Sejarah asuransi sebelumnya

Jika asuransi sebelumnya melibatkan suatu penolakan atau pemberlakuan persyaratan
khusus, sangat penting untuk mengetahui rinciannya. Penanggung sebelumnya mungkin
telah menolak risiko atau meminta penambahan premi karena suatu pengalaman klaim
yang buruk, atau karena adanya hazard moral yang buruk. Jika memang penjelasan yang
diberikan oleh pemohon tampak tidak cukup, mungkin diperlukan untuk mencari informasi
langsung dari penanggung sebelumnya.

Rincian penuntutan yang berhubungan dengan risiko yang diajukan

Penanggung tertarik dengan semua penuntutan, baik berhasil atau tidak, karena mereka
memberikan titik terang mengenai kerangka kerja peraturan dimana pemohon/tertanggung
beroperasi dan ini dapat membantu dalam proses evaluasi risiko.

Jawaban yang positif akan segera membuat underwriter mengadakan penyelidikan dan
rincian lengkap dari sifat pelanggaran, konsekuensi pelanggaran dan langkah-langkah yang
dilakukan untuk memperbaiki situasi yang menimbulkan tuntutan akan menjadi dasar
pertimbangan lebih lanjut. Adanya indikasi manajemen yang buruk atau pengawasan yang
buruk membuat survey risiko secara lengkap dibutuhkan.
Itikad yang terbaik

Prinsip itikad yang terbaik menjadi dasar kontrak asuransi.

Fakta material
                                            Page 58 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Seorang pemohon asuransi tanggung gugat harus mengungkapkan semua fakta material
mengenai risiko yang ditawarkan yang mereka ketahui atau seharusnya mereka ketahui.

Kewajiban berkesinambungan

Kewajiban untuk mengungkapkan berkesinambungan sepanjang masa berlakunya suatu
polis dan pada saat perpanjangan.


Audit pengendalian kerugian

Audit dapat dilakukan oleh insinyur, surveyor spesialis, dan inspektor klaim yang telah
terlatih dalam bidang ini. Ini dapat dilakukan di awal penutupan atau di tengah periode
apabila terjadi perubahan besar atau memburuknya pengalaman klaim.

Peranan auditor pengendalian kerugian

Tujuan dari audit pengendalian kerugian adalah sebagai berikut:
untuk membantu underwriter dalam memahami risiko
untuk membantu tertanggung dalam mengelola risiko
untuk memfasilitasi perbaikan risiko.

Secara umum, peranan auditor pengendalian kerugian dapat dinyatakan sebagai berikut:
Auditor harus terus mengikuti perkembangan perundang-undangan dan teknologi,
perubahan dalam proses dan praktek bisnis, dan pemikiran saat ini mengenai hubungan
buruh dengan referensi khusus mengenai organisasi keselamatan. Ia juga harus sangat
mengenal jaminan polis dan menyadari permasalahan underwiting dan pengaruh perubahan
tingkah laku sosial, misalkan ketulian industri, polusi lingkungan dan penjaminan mutu.
Auditor harus melihat fitur-fitur, sesuai dengan sifat bisnis, yang mungkin menimbulkan
kecelakaan atau telah menyebabkan hal demikian di masa lalu. Auditor harus
memperhatikan terhadap semua aspek risiko, dan khususnya housekeeping, kondisi tangga
dan jalan, penerangan, ruangan yang tersedia, dan pelindung mesin.
Pada saat mengunjungi bangunan atau lokasi lain auditor mencari fitur-fitur yang dapat
menyebabkan cedera atau kerusakan
Auditor harus membayangkan bagaimana kecelakaan dapat terjadi dan menyarankan cara
untuk menghindarinya. Harus diingat bahwa penghuni menjadi terbiasa dengan tata ruang
bangunan dan mungkin tidak melihat bahaya yang begitu nyata bagi peninjau independen.
Auditor harus berhubungan secara dekat dengan staf keselamatan tertanggung, membuat
mereka memperhatikan kekurangan dalam standar, menjelaskan bagaimana perbaikan
dapat diimplementasikan.


Perbaikan risiko

Housekeeping
                                            Page 59 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Merupakan organisasi dan manajemen umum tempat tertanggung atau lokasi kontrak.
Suatu perusahaan yang sangat terorganisasi akan memastikan stafnya terlatih dengan
tepat dan semua orang mulai dari direktur pengelola hingga pegawai yang paling yunior
menyadari pentingnya prosedur keselamatan. Setiap pegawai harus mengetahui tingkat
tugasnya dan tanggung jawabnya, dan harus ada pengawasan yang cukup pada setiap
tingkatan sehingga prosedur yang tepat dan ditetapkan telah diketahui dan dijalankan.

Hubungan pekerja

Adanya kepecayaan dan kerja sama antara pekeja dan manajemen akan menunjukkan
catatan keselamatan yang yang lebih baik. Merupakan tugas majikan untuk berkonsultasi
dengan perwakilan keselamatan dai pekerja dan berusahan untuk mendapatkan kerja sama
dari seluruh pekerjanya.

Audit pengendalian kerugian

Audit pengendalian kerugian adalah suatu pemeriksaan kritis mengenai suatu operasi
industri dalam keseluruhannya untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan tingkat risiko.
Audit seringkali dilakukan oleh tim multidisiplin   dan anggota tim harus memiliki
pengetahuan mengenai persyaratan hukum, pemahaman mengenai praktek yang wajar
dalam industri dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan semua tingkatan dalam
organisasi.

Komponen audit pengendalian kerugian
Dapat dilihat di bagian Appendix 1 halaman 5/29 sapai 5/38.

Keuntungan audit pengendalian kerugian
catatan keselamatan biasanya meningkat dan perusahaan mengalami kerugian yang lebih
sedikit melalui biaya langsung dan tidak langsung kecelakaan
tindakan berdasarkan rekomendasi auditor dapat menyelamatkan perusahaan dari kerugian
yang berhubungan dengan penuntutan dan pelarangan oleh Health and Safety Excutive
audit dapat menolong perusahaan untuk menghindari keadaan memalukan finansial dan
publisitas buruk dalam berurusan dengan pihak ketiga, misalkan kecelakaan polusi dan
masalah keselamatan produk dapat dikurangi


Underwriting risiko dalam sistem hukum yang lain

Setelah aspek fisik, underwriter harus menilai eksposur yang timbul dari sistem hukum yang
berbeda dan pelaksanaannya, ini dapat berupa risiko yang berada di luar negeri atau risiko
yang bedomisili dalam suatu teritorial tetapi dituntut di teritorial lain.

Underwriter akan melihat pemenuhan standar yang diminta oleh peraturan kesehatan dan
keselamatan lokal atau sesuai standar Inggris jika tidak atau kurang diatur di teritorial
tersebut.
                                            Page 60 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Hukum Prosedural

Suatu variabel utama yang menjadi perhatian underwriter adalah administrasi hukum yang
meliputi proses pra-pengadilan, sistem pengadilan itu sendiri, dan bagaimana pengadilan
memutuskan damages seharusnya.

Proses pra-pengadilan menjadi penting untuk beberapa alasan:
untuk mengetahui apakah ada keharusan untuk mengungkapkan latar belakang yang
berhubungan dengan tingkah laku perusahaan asuransi pada yurisdiksi lain.
kecepatan suatu kasus masuk ke pengadilan.

Untuk mempercepat proses penyelesaian sengketa banyak yurisdiksi yang menggunakan
badan arbitrase.

Sistem pengadilan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk menilai damages
diperlukan untuk keperluan underwriting. Ada dua jenis dasar sistem pengadilan:
inquisitorial, dimana hakim meninjau bukti dan memiliki kekuasaan untuk memanggil dan
menanyakan saksi-saksi
adversarial, dimana pengacara yang mewakili masing-masing pihak bertarung mewakili
kasus nasabahnya dalam keterangan yang mungkin yang terbaik. Dalam sistem ini pihak-
pihak memutuskan bukti-bukti apa yang diajukan dan hakim hanya bertindak berdasarkan
bukti yang ada.


Penilaian damages

Secara umum underwriter tanggung gugat berusaha untuk menentukan:
apakah tingkat damages yang sebenarnya lebih tinggi atau lebih rendah daripada di
teritorial dimana tingkat itu didasarkan. Mereka kemudian dapat menyesuaikan suku premi
yang diberikan.
apakah terdapat kemungkinan pemberian damages secara berlebihan seperti exemplary
damages atau punitive damages. Biasanya dikecualikan.

Yurisdiksi

Biasanya penggugat mengajukan tuntutan di suatu teritorial dimana mereka dapat
melaksanakan keputusan terhadap tergugat, prakteknya dimana terdapat kehadiran atau
kekayaan tergugat. Jika penggugat menang dan tergugat tidak melaksanakan keputusan
itu, maka penggugat dapat meminta pengadilan untuk menyita kekayaan tergugat.

Tergugat berhak untuk menolak yurisdiksi yang dipilih penggugat dengan dasar yurisdiksi
yang dipilih bukan forum yang benar untuk melakukan tuntutan (forum non conveniens).
Masing-masing, tergugat dan penggugat, akan berusaha memilih yurisdiksi yang
menguntungkan mereka daripada yurisdiksi yang secara alami atau sewajarnya menjadi
tempat tuntutan. Process ini disebut ‘forum shopping’ dan dalam prakteknya underwriter
                                            Page 61 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
tanggung gugat produk dan tanggung gugat profesi secara rutin terekspos
pada yurisdiksi asing.

Perbedaan tingkah laku sosial terhadap tanggung gugat tort

Ini dapat mengambil dua cara:

Masyarakat yang gemar menuntut
   Masyarakat menjadi gemar menuntut apabila:
pengadilan sangat bersimpati kepada penggugat
penggugat tidak harus membayar biaya untuk melakukan tuntutan
   Untuk hal pertama itu berkaitan dengan sistem keputusan oleh juri. Untuk hal yang
   kedua dapat terjadi dengan adanya pengaturan pengacara berdasarkan ‘no win no fee’
   dan dengan adanya sistem bantuan hukum oleh negara.

Class actions and industry liability
   Dalam class actions, semua penggugat potensial dengan dasar tuntutan yang sama
   bersatu. Mereka memilih perwakilan dari mereka untuk menetapkan prinsip tanggung
   gugat. Setelah ini ditetapkan, penggugat yang lain tidak perlu membuktikan penyebab,
   mereka hanya harus menegosiasikan jumlahnya.
   Industrial liability menyatakan bahwa jika seorang penggugat memiliki dasar gugatan,
   tetapi tidak dapat mengidentifikasi pelanggar tort, semua perusahaan yang melakukan
   bisnis atau praktek yang menimbulkan dasar gugatan membagi kerugian, biasanya
   berdasarkan pangsa pasar.


Catatan klaim menurut sejarah

Aspek yang terutama adalah underwriter mencari bukti mengenai tren selama suatu
periode.

Masalah-masalah dalam menggunakan catatan

Klaim adalah ‘biaya produksi’ yang prinsip bagi perusahaan asuransi karena mereka muncul
setelah produk dijual, keakuratan perkiraan biaya klaim masa depan adalah krusial untuk
profitabilitas dari bisnis. Adanya sifat ‘long tail’ dan pengaruhnya membuat penilaian dalam
tren ini menjadi lebih sulit dalam asuransi tanggung gugat daripada kelas asuransi yang
lain.

Keterlambatan antara timbulnya tanggung gugat dengan penyelesaiannya dapat mencapai
5 – 10 tahun. Dalam periode antara timbulnya (tort dilakukan) dengan penemuannya
(pelaku tort dituntut), tanggung gugat telah ‘timbul tetapi belum dilaporkan (IBNR). Ini
merefleksikan sifat laten yang berhubungan dengan risiko tersebut. Semakin tinggi sifat
laten dan semakin lama periode tersebut, semakin sulit evaluasi dilakukan.

Menempatkan cadangan untuk tanggung gugat yang belum terselesaikan
                                            Page 62 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Setelah tanggung gugat telah ditemukan, underwriter akan menempatkan cadangan untuk
tanggung gugat yang belum terselesaikan. Selama periode ini hingga penyelesaian klaim,
underwriter akan menyesuaikan cadangan ini untuk merefleksikan pengkinian informasi dan
bagaimana itu mempengaruhi penilaian saat ini underwriter terhadap nilai kerugian.

Underwriter juga akan menentukan apakah klaim tersebut dianggap sebagai klaim di tahun
terjadinya tuntutan atau dianggap sebagai kerugian di tahun tort dilakukan.

Menilai besarnya klaim

Penilaian underwriter terhadap besarnya klaim didasarkan pada pandangannya mengenai
posisi hukum saat ini. Hukum yang berpengaruh adalah yang berlaku pada saat
penyelesaian bukan yang ada pada saat tanggung gugat timbul.

Jadi ada tiga faktor yang mempengaruhi penilaian besar klaim oleh seorang underwriter:
pengetahuan mengenai keadaan kerugian
pengetahuan mengenai hukum yang berlaku
nilai uang

Nilai uang berpengaruh terhadap pencadangan dalam dua aspek:
pemberian damages secara umum bergerak untuk merefleksikan inflasi dalam tingkat gaji
apabila klaim diajukan dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang yang dinyatakan
dalam pengalaman atau digunakan perusahaan asuransi dalam laporan atau bisnisnya.

Pergerakan kolektif dalam nilai klaim sepanjang waktu dikenal dengan nama
‘perkembangan klaim (kerugian)’ dan ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan
triangulasi.

Sejarah klaim sederhana

Ditunjukkan dalam tabel berikut (mata uang £)
                                         Tabel 5.3
              Klaim                 Cadanga
  Klaim                 Jumlah                   Jumlah                          Total
             dibayar                 n klaim
  1994         50,000          10     135,000           1                    185,000
  1995         15,000            5    280,000           6                    295,000
  1996          8,000            3    170,000         14                     178,000
  1997          5,000            3     85,000         10                      90,000
  1998           Nihil           0     17,500           2                     17,500
  Total        78,000          21     687,500         33                     765,500

Cara ini hanya menunjukkan pengaruh ‘ekor’ daripada peningkatan risiko. Ia tidak dapat
menunjukkan perkembangan secara kronologis setiap tahunnya dan peningkatan atau
penurunan jumlah klaim setiap tahun.

                                            Page 63 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                                       02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Apa yang tidak diketahui pada tahap ini adalah:
apa penyebab klaim?
apakah ada klaim besar yang mengganggu pola?
apakah cadangan klaim individual akurat, dengan melihat sifat klaim?
bagaimana klaim dicatat dalam pengalaman?
tahun pemberitahuan klaim, yaitu kapan klaim dibuat
tahun underwriting, yaitu tahun polis yang mengalami klaim
apakah ada perubahan dalam bisnis tertanggung selama ini yang mempengaruhi
pengalaman, misalkan apakah klaim berasal dari aktivitas yang sekarang telah dihentikan?

Untuk menjawab ini biasanya underwriter disediakan daftar kerugian yang telah dibayarkan
dan semua cadangan kerugian. Ini memampukan underwriter untuk:
menetapkan apakah terdapat penyebab klaim yang berulang yang dapat diperbaiki dengan
perbaikan risiko atau dapat dikendalikan dengan penggunaan excess
untuk mengidentifikasi klaim yang kemungkinannya kecil untuk berulang karena aktivitas
tersebut telah dihentikan
untuk mengubah catatan klaim jika underwriter merasa bahwa cadangan untuk klaim yang
belum dibayarkan dihitung dengan cara yang berbeda dengan yang digunakan underwriter
untuk mengidentifikasi kerugian yang tidak ‘berhubungan dengan bisnis’, yaitu kerugian
yang tidak timbul dari bisnis normal pemohon – misalkan klaim dalam perluasan polis untuk
biaya pembelaan hukum
untuk mengidentifikasi klaim besar yang kemungkinannya kecil untuk sering timbul –
diperlakukan secara berbeda pada saat menggunakan pengalaman klaim sebagai dasar
perhitungan premi.

Pengaruh pertanyaan dan jawaban itu adalah untuk memampukan underwriter untuk
membuat penilaian yang jelas mengenai rincian dibalik angka klaim dan untuk
menyesuaikan angka itu sehingga merefleksikan praktek normal underwriter. Hasilnya
adalah sekumpulan angka yang dapat dijadikan dasar prediksi mengenai pola kerugian di
masa depan dan premium yang dibutuhkan untuk menjamin biaya klaim masa depan yang
diantisipasi.

Menghubungkan catatan klaim dengan aktivitas bisnis

Underwriter kemudian membandingkan catatan klaim dengan tingkat aktivitas bisnis, seperti
pembayaran gaji atau tingkat penjualan, yang menghasilkan kerugian-kerugian tersebut.

Sejarah klaim dalam tabel 5.3 kemudian ditambahkan sejarah angka pembayaran gaji,
sebagai berikut:
1994 £27,000,000 1995 £25,000,000 1996 £26,000,000
1997 £27,000,000 1998 £29,000,000

Penyelidikan kemudian mengungkapkan:
Satu klaim di 1995, seorang pekerja cedera ketika sebuah minibus perusahaan terlibat
dalam kecelakaan di jalan. Klaim ini belum dibayarkan sejumlah £130,000.

                                            Page 64 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Tiga klaim di 1994 berhubungan dengan aktivitas bisnis yang telah dihentikan.
Semuanya diselesaikan dalam jumlah £25,000.
Sepuluh klaim di 1996 dicadangkan sebanyak masing-masing £5,000 karena perusahaan
asuransi hanya memiliki sedikit rincian dan belum ada klaim yang diajukan kepada
pemohon.

Penyesuaian yang dapat dilakukan underwriter terhadap angka klaim yang diberikan
adalah:
Merubah klaim keseluruhan 1994 menjadi £160,000 dengan mengurangi £25,000 dari
keseluruhan karena kerugian-kerugian ini berhubungan dengan aktivitas yang telah
berhenti.
Merubah klaim keseluruhan 1995 menjadi £165,000 dengan mengurangi satu kerugian
aneh karena dapat mengganggu perhitungan yang akan dilakukan.
Membiarkan klaim 1996 seperti apa adanya. Hal ini dikarenakan cadangan yang dibuat
secara statistik merupakan rata-rata yang akurat. Sebagian klaim mungkin tidak akan
diajukan dan sebagian lagi akan diselesaikan pada angka jauh melebihi yang dicadangkan.

Klaim yang telah disesuaikan ini dan gaji, dapat dihitung suatu angka (burning rate atau
burning cost) yang akan dikalikan dengan angka pembayaran gaji mendatang dan
menghasilkan biaya klaim yang timbul untuk tahun tersebut.
         Burning Rate = Klaim keseluruhan / (Gaji / 100)
Contoh perhitungannya dapat dilihat dalam tabel 5.4 dan 5.4 halaman 5/22.

Kelemahan perhitungan ini adalah:
mengabaikan sifat laten
tidak akurat karena kurang cukupnya volum kerugian
mengasumsikan klaim yang belum dibayarkan diestimasi secara akurat.

Triangulasi

Dengan format ini, underwriter dapat melihat perkembangan catatan klaim selama sejumlah
besar tahun. Triangulasi mengambil pengalaman klaim pada akhir setiap periode asuransi
dan kemudian memperbaruinya setiap interval 12 bulan.

Cara ini memampukan underwriter melihat dengan lebih jelas eksposur sifat laten, melalui
pergerakan jumlah kecelakaan yang dilaporkan dan besar klaim, dan indikasi periode waktu
yang dibutuhkan bagi tahun asuransi untuk ‘matang’ atau ‘run-off’. Istilah tersebut merujuk
kepada periode waktu yang dibutuhkan sejak dimulainya tahun underwriting untuk semua
tanggung gugat tahun bersangkutan hingga berakhir. Pada saat tahun tersebut dikatakan
‘tutup’, walaupun dapat dibuka kembali jika tanggung gugat lebih lanjut muncul.

Semua masalah yang disoroti dalam sejarah klaim sederhana juga berlaku pada triangulasi.
Triangulasi sangat berguna dalam memeriksa observasi dalam jumlah yang sangat besar
dengan sifat yang homogen, misalkan untuk analisa bisnis keseluruhan.

                                            Page 65 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Permasalahannya adalah dalam mencoba memastikan underwriter dapat
membandingkan yang serupa. Beberapa alasan yang menyebabkan penyimpangan dalam
analisa risiko individual:
Jika lebih dari satu perusahaan asuransi yang menjamin risiko selama periode yang ditinjau,
praktek antar perusahaan asuransi dapat berbeda, misalkan satu dapat mencatat suatu
pemberitahuan sebagai klaim dan membuat estimasi sedangkan yang lain hanya
memperlakukan kecelakaan sebagai suatu klaim jika suatu tuntutan telah dilakukan
terhadap tertanggung. Ini akan mengubah jumlah klaim dan nilai klaim.
Perusahaan asuransi dapat merubah filosofi pencadangan, baik pada saat mereka
menjamin risiko atau memiliki filosofi yang berbeda dalam pencadangan bisnis mereka yang
telah hilang.
Jika melihat pengaruh inflasi terhadap nilai klaim saat ini, hanya klaim yang belum
dibayarkan yang ada pada nilai saat ini. Klaim yang diselesaikan berada pada penilaian
yang sesuai dengan tanggal penyelesaian.
Latar belakang lingkungan ekonomi dapat mempengaruhi pola klaim. Apakah ekonomi
sedang bertumbuh atau resesi, tingkat dan jenis pengangguran, tingkat inflasi dan
perubahan dalam kebijakan sosial pemerintah dapat mempengaruhi keputusan calon
penggugat untuk melakukan klaim atau tidak.
Permasalahan yang diidentifikasi dalam sejarah klaim sederhana juga berlaku: pengaruh
menyimpang kerugian-kerugian besar, dimasukkannya klaim yang timbul dari aktivitas yang
terhenti, dimasukkannya klaim yang tindakan perbaikan risiko telah dilakukan sehingga
kerugian tersebut kemungkinannya sangat kecil untuk terjadi kembali.

Pengalaman dikelompokkan bersama

Ini terutama digunakan oleh underwriter untuk menentukan:
pengaruh suatu excess terhadap pengalaman
sisa pengalaman kerugian yang akan terus ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Tabel ini dimulai dengan pengalaman klaim sederhana, tetapi pengalaman tersebut
dikumpulkan bersama untuk menunjukkan seberapa banyak tahun individu jatuh dalam
setiap kelompok yang dikelompokkan bersama. Kelompok itu dipilih untuk menyoroti fitur
khusus yang akan diidentifikasi underwriter.



                                          Tabel 5.7
                          5,001- 10,001- 25,001-                 di atas
              5,000                                                             Total
                          10,000  25,000 100,000                100,001
 1994        35,000       10,000   30,000  75,000                35,000      185,000
 1995        40,000       35,000   40,000 150,000                30,000      295,000
 1996        78,000       20,000   45,000  35,000                        -   178,000
 1997        35,000       10,000   20,000  25,000                        -    90,000
 1998        10,000         7,500       -        -                       -    17,500
 Total      198,000       82,500 135,000 285,000                 65,000      765,500

                                            Page 66 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                                       02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Dengan demikian dapat dilihat bahwa penggunaan excess £5,000 untuk
setiap klaim akan mengurangi nilai klaim lima tahun sebesar £198,000. Hal yang sama, jika
excess adalah £25,000 untuk setiap klaim, nilai klaim lima tahun menjadi £350,000.

Cara ini sangat berguna untuk menetapkan besaran excess untuk memastikan tertanggung
berpartisipasi dalam risiko sehingga mendorong mereka untuk melakukan tindakan
perbaikan risiko.




                                                  Bab 6
                                      Underwriting Tanggung Gugat
                                           Teori dan Praktek



Underwriting adalah proses memutuskan jaminan yang ditawarkan, kondisi khusus polis
yang diterapkan dan, akhirnya premi yang akan dibayarkan. Hal yang paling penting adalah
mengunderwrite sifat dan tingkat indemnitas yang diberikan polis secara tepat.
                                            Page 67 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Klausul penjaminan

Peristiwa pemicu
Merupakan peristiwa yang memicu klausul penjaminan polis dan mengakibatkan klaim.
Terdiri dari lima jenis, diurutkan berdasarkan sifat latennya:
penyebab
    ini berarti polis bertanggung jawab terhadap suatu peristiwa yang disebabkan dalam
    periode pertanggungan, hanya digunakan untuk polis tanggung gugat majikan di Inggris
    dan Irlandia
kejadian
    ini berarti polis bertanggung jawab terhadap suatu peristiwa yang terjadi dalam periode
    pertanggungan, biasanya digunakan dalam tanggung gugat publik dan produk di
    seluruh dunia
perwujudan
    ini berarti polis bertanggung jawab terhadap peristiwa yang terwujud pada tertanggung
    selama periode pertanggungan, biasanya digunakan di Jerman
kerugian diketahui
    penjaminan untuk kerugian yang diketahui selama periode pertanggungan, biasanya
    digunakan dalam pasar reasuransi
klaim dilakukan
    polis mengganti rugi tertanggung terhadap klaim yang dilakukan terhadap tertanggung
    selama periode pertanggungan

Penjaminan biaya

Merupakan perlindungan terhadap biaya hukum dan yang lainnya yang timbul dari tuntutan,
dan terdiri dari dua kategori:
biaya dan pengeluaran penggugat yang harus ditanggung tergugat yang kalah
biaya dan pengeluaran yang timbul untuk kepentingan tertanggung dalam pembelaan
tuntutan

Metode pemberian upah pengacara dalam kasus tanggung gugat berpengaruh langsung
terhadap kemungkinan klaim. Semakin mudah untuk penggugat untuk melakukan tuntutan,
semakin besar frekuensi klaim. Ada sistem hukum yang juga menyediakan bantuan kepada
penggugat untuk melakukan tuntutan jika mereka tidak mampu. Dengan menilai risiko ini,
underwriter memberikan perlindungan terhadap biaya dengan dasar:
biaya sebagai tambahan batas ganti rugi (costs in addition) – batas ganti rugi hanya untuk
damages
biaya yang dimasukkan dalam batas ganti rugi (costs inclusive) – batas ganti rugi untuk
damages dan biaya dan pengeluaran lain

Penjaminan biaya jenis costs inclusive memiliki beberapa varian:
biaya penggugat termasuk dalam batas ganti rugi
    digunakan dalam kasus libel dan slander atau cedera non fisik dimana biaya damages
    lebih rendah daripada biaya penggugat
                                            Page 68 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
biaya pembelaan termasuk dalam batas ganti rugi
    biasanya digunakan di AS, karena adanya sistem ‘no win no fee’ atau ‘contingent fee’,
    biaya penggugat dimasukkan dalam damages
semua biaya termasuk dalam batas ganti rugi
    apabila underwriter menganggap biaya-biaya lain dapat mencapai tingkat yang tidak
    dapat diterima.

Spesifikasi bisnis

Polis hanya beroperasi untuk peristiwa yang timbul dari bisnis yang secara normal dirinci
dalam ikhtisar pertanggungan.


Kondisi polis

Kondisi polis tanggung gugat bervariasi, tetapi yang biasa digunakan adalah:
kehati-hatian yang wajar
pelaporan keadaan yang dapat menimbulkan tanggung gugat
penanganan klaim
hak penanggung untuk membayar batas ganti rugi dan melepaskan pengendalian klaim
penyesuaian premi
abitrase / sengketa

Hal utama adalah suatu pelanggaran kondisi polis jarang mengijinkan perusahaan asuransi
untuk melepaskan tanggung jawab terhadap klaim yang dijamin polis. Secara umum,
perusahaan asuransi harus membayar klaim dan melakukan pemulihan terhadap
tertanggung untuk pelanggaran kontrak, dengan tujuan melindungi pihak yang tidak
bersalah (penggugat).
Polis yang diakui dan tidak diakui

Polis diakui adalah polis yang menanggapi dan membela klaim dalam suatu teritorial atau
kelompok teritorial.

Polis tidak diakui adalah polis yang diterbitkan kepada tertanggung yang biasanya dalam
teritorial asal tertanggung tetapi tidak menanggapi atau membela klaim di teritorial yang
lain.

Yang menentukan apakah suatu polis / perusahaan asuransi dapat diakui adalah peraturan
dalam teritorial tempat klaim dilakukan. Tertanggung biasanya menggunakan polis yang
tidak diakui apabila kemampuan membayar klaim dari perusahaan asuransi lokal diragukan.
Hal ini dilakukan dengan membeli polis di negara asalnya untuk mengganti ruginya di
negara asal terhadap tuntutan yang dilakukan di negara operasinya.

Polis-polis DIC / DIL



                                            Page 69 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Selain kemampuan membayar klaim alasan lain adalah pasar lokal hanya
dapat memberikan penjaminan lebih terbatas atau batas ganti rugi yang lebih sedikit
daripada yang dibutuhkan tertanggung. Dalam situasi ini tertanggung dapat membeli
penjaminan tambahan, biasanya di negara asalnya untuk menjamin di atas polis lokal.
Polis-polis ini dikenal sebagai difference in conditions atau difference in limits (DIC / DIL).

DIC / DIL seringkali digunakan untuk membawa penjaminan dalam suatu pogram seluruh
dunia hingga pada suatu standar dan batas penjaminan yang tersedia di negara asal
tertanggung. Penjaminan DIC / DIL berlaku apabila penjaminan dalam polis utama lebih
luas atau batasnya lebih besar daripada yang disediakan dalam polis lokal. Sehingga
penanggung dari polis utama akan berurusan dengan semua klaim dari bawah ke atas
apabila polis utama lebih luas (DIC) atau di atas polis lokal jika batasnya lebih tinggi (DIL).

Normalnya polis DIC / DIL adalah polis yang berdiri sendiri, kecuali dalam:
Reverse DIC, ini jika salah satu polis lokal memiliki penjaminan yang lebihluas daripada
polis utama dan ini kemudian dimasukkan dalam polis utama sebagai endorsemen
Follow form, ini secara efektif menghilangkan penjaminan DIC sehingga mengikuti polis
lokal, biasanya untuk AS


Polis-polis umbrella

Polis DIC / DIL hanya berurusan dengan satu kelas asuransi tanggung gugat, sedangkan
polis umbrella berurusan dengan banyak kelas dan memberikan suatu penjaminan standar.

Polis umbrella terdiri dari dua bagian:
Bentuk pertama, merupakan penjaminan ‘follow form DIL’, untuk memenuhi persyaratan
peraturan negara bagian tempat diterbitkannya
Bentuk kedua, merupakan tanggung gugat umum dalam bentuk luas yang berdiri sendiri
dengan dasar DIC di sekeliling bentuk pertamanya.

Menetapkan suku premi risiko

Limit ganti rugi

Pengarahan asuransi jiwa dan non-jiwa ketiga




                                            Page 70 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955




                                                 Bab 7
                                         Tanggung Gugat Majikan I



Bagaimana tanggung gugat timbul

Sumber tanggung gugat dapat diringkas sebagai berikut:
kelalaian pribadi
kewajiban untuk memilih pegawai yang kompeten
kewajiban untuk menyediakan dan mempertahankan:
tempat yang aman untuk bekerja
plant yang aman dan cocok
sistem bekerja yang aman
                                            Page 71 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
vicarious liability untuk kelalaian rekan pegawai
pelanggaran kewajiban menurut undang-undang

Kelalaian pribadi

Ini berhubungan dengan situasi dimana majikan adalah pemilik tunggal suatu bisnis dengan
sejumlah pekerja. Misalkan jika selama bekerja majikan menjatuhkan sebuah martil ke
kepala pekerjanya, maka ia memiliki tanggung gugat secara pribadi.

Memilih pegawai yang kompeten

Merupakan kewajiban majikan untuk mempekerjakan pegawai yang kompeten. Akan tetapi,
kompetensi tersebut hanya berhubungan dengan cedera yang mungkin ditimbulkan
mereka.

Tempat aman untuk kerja

Merupakan kewajiban majikan untuk melakukan tindakan yang wajar untuk keselamatan
tempat dimana pegawai diminta bekerja. Kewajiban juga diperluas terhadap akses dari dan
ke tempat kerja pegawai.

Dalam Walsh v. Crown Decorative Products (1993), penggugat yang disuruh untuk
menambal suatu kebocoran pada 14 kaki di atas tanah. Ia menggunakan tangga panggung
terbuka daripada suatu truk forklift yang dilengkapi dengan suatu kurungan yang tersedia.
Ia jatuh dan menderita cedera. Ia menuntut bahwa tergugat, majikannya, melakukan
pelanggaran kewajiban menurut undang-undang berdasarkan Factories Act 1961.
Peraturan ini memberlakukan kewajiban bagi majikan untuk memastikan keselamatan
pegawai dalam situasi dimana mereka dapat jatuh dari ketinggian lebih dari dua meter.
Pengadilan menyatakan bahwa majikan telah secara wajar memberikan pilihan peralatan
bagi pegawainya, jika pilihan pegawai membuat majikan melanggar peraturan tersebut,
pegawai tidak dapat menuntut kompensasi untuk pelanggaran tersebut.

Plant yang sesuai dan aman

Terdapat kewajiban bagi majikan untuk melakukan tindakan yang wajar dalam:
menyediakan bagi pegawainya dengan plant dan peralatan yang dibutuhkan untuk
melakukan pekerjaan mereka
menyediakan bagi pegawainya plant yang cukup, dsb
memastikan plant sesuai dengan tujuan dan tidak cacat
merawat plant dan peralatan lainnya.

Istilah plant luas dan secara efektif termasuk semua yang dapat digunakan pegawai untuk
melakukan pekerjaannya.




                                            Page 72 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955




                                                 Bab 8
                                        Tanggung Gugat Majikan II



Contoh hazard umum dan risiko khusus yang berhubungan dengan okupasi dan
perdagangan yang berbeda

Hazard umum

Ini termasuk penjagaan mesin, penjagaan area tangki dan area yang terekspos,
penyimpanan, jalan masuk, tingkat suara dan perlindungannya, bahaya kebakaran,
penerangan yang cukup dan housekeeping umum.

Penyakit yang berhubungan dengan okupasi
Asbes


                                            Page 73 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
    Digunakan dalam produk tekstil, pembuatan ketel uap, pembuatan dan
    perbaikan kapal dan insulasi panas. Serat asbes dapat menyebabkan kerusakan sistem
    pernafasan dan tumor mematikan dalam paru-paru (mesotheolima).
Silicosis
     Disebabkan menghirup pasir silika di tambang.
Byssinosis
   Penyakit pernafasan yang terjadi dalam pemintalan kapas.
Pneumoconiosis
   Sering terjadi di pengecoran logam dan industri lain yang melibatkan sejumlah besar
   debu yang masuk ke dalam paru-paru.
Repetitive strain injury
   Terjadi kepada individu yang terlibat dalam operasi manual yang berulang, sering
   disebut sebagai tenosynovitis jika pergelangan tangan meradang. Hal ini juga sama
   berlaku untuk pekerja kantor yang menggunakan keyboard dan sejenisnya.
Keracunan timbal
   Misalkan :
Peleburan timbal
Pemrosesan logam bekas
Pembuatan kaca dan tembikar
Cancer
    Penggunaan bahan yang karsinogenik seperti eksposur terhadap bahan-bahan kimia
    dalam industri atau asap pengelasan di ruang terbatas.
Biological hazards
    Orang-orang yang menggunakan bakteri, gen, atau virus untuk riset.
Dermatitis
   Terjadi kontak dengan berbagai jenis bahan, dapat dikendalikan dengan penggunaan
   krim pelindung atau sarung tangan. Contohnya:
Pembuatan lem dan resin
Mekanik motor
Bahan-bahan bangunan
Vibration whitefinger
    Dapat berupa pucat ringan pada ujung jari atau mati rasa. Ini disebabkan eksposur
    jangka panjang terhadap vibrasi yang berlebihan, misalkan pemboran jalan,
    penggergajian kayu hutan atau pengeboran batu, penambang batubara, industri baja,
    konstruksi dan pembangunan kapal.
Perokok pasif
Kondisi yang berhubungan dengan stres
   Majikan bertanggung jawab jika pekerja menuntut kelalaian karena secara tidak wajar
   membuat mereka terekspos terhadap stres yang berhubungan dengan pekerjaan.
Occupational asthma

                                            Page 74 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
    Ada dua jenis alergi, yang timbul dari bahan kimia tertentu dan karena
    protein tertentu. Misalkan debu kayu dalam pembuatan mebel, garam platina dan nikel
    yang dapat larut yang digunakan dalam penghalusan logam, cat semprot dan bahan
    yang mengandung isosianat dalam penyemprotan dan politur.

Secara umum, apabila terdapat penggunaan bahan yang memiliki sifat berbahaya atau
beracun, underwriter perlu menyelidiki tindakan pencegahan yang dilakukan dalam
menangani dan pembuangan, perlindungan pribadi yang dilakukan dibandingkan dengan
jenis bahaya yang ada dan kesesuaian dan ketersediaan pelatihan.

Risiko khusus

Risiko pertanian
    Bahaya termasuk:
kecelakaan melibatkan mesin
eksposur terhadap bahan kimia
eksposur terhadap debu
eksposur terhadap penyakit
operasi pengangkatan
kecelakaan melibatkan hewan (ditanduk, digigit)

Industri konstruksi
    Merupakan okupasi yang paling sering menimbulkan kecelakaan, bahayanya dapat
    meliputi:
bekerja pada ketinggian
bekerja pada kedalaman
bekerja pada udara bertekanan
pengangkatan
mesin/kendaraan
kejatuhan suatu barang
debu
suara
vibrasi
manufaktur dan bisnis yang berhubungan
    kelompok ini memiliki jenis paling banyak, bahayanya meliputi:
penggunaan mesin
eksposur terhadap bahan kimia
eksposur terhadap debu
suara
vibrasi
pemasangan mesin
pekerjaan di luar (pengantaran, pemasangan)
bisnis distribusi, eceran besar dan eceran kecil
    Bahayanya terutama mengakibatkan cedera fisik daripada penyakit. Hal ini terutama
    timbul dari pergerakan barang dan jasa, termasuk bongkar muat barang ke kendaraan.
                                            Page 75 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955

pekerja luar
   Kadangkala pekerjaan dikontrakkan keluar kepada orang yang bekerja di rumahnya
   sendiri, seperti perancangan petasan, pekerjaan mengetik atau pembuatan pakaian.
kantor dan administrasi
    Bahaya termasuk:
penggunaan peralatan
stres
penyakit menular
terpeleset dan jatuh yang berhubungan dengan area peralatan kerja
pertambangan
    Bahayanya berasal dari batu dan pasir yang jatuh, cedera karena mesin penghancur
    atau pengangkut atau penggunaan bahan peledak. Atau ada juga bahaya gas atau
    debu, risiko tenggelam, udara bertekanan.


instalasi lepas pantai
    Bahayanya termasuk risiko penyelaman. Underwriter harus mengerti peraturan yang
    berlaku dan memeriksa bahwa suatu sistem yang layak ada untuk memastikan
    kesesuaian dengan persyaratan peraturan.


Wording polis asuransi tanggung gugat

Polis tanggung gugat majikan menjamin tanggung gugat hukum dari seorang majikan untuk
cedera badan atau penyakit, atau kematian yang diderita oleh seorang pekerja dan yang
timbul dari dan dalam rangka pekerjaan.

Klausul penjaminan

Penanggung memberikan ganti rugi terhadap tanggung gugat hukum atas damages dan
biaya dan pengeluaran tuntutan sehubungan dengan cedera badan atau kematian, penyakit
dari Orang yang Dipekerjakan yang disebabkan selama Jangka Waktu Pertanggungan,
yang timbul dari dan dalam rangka pekerjaan Tertanggung dalam Bisnis.

Definisi pekerja
Seorang pekerja didefinisikan sebagai ‘setiap orang di bawah suatu kontrak tugas atau
magang’ dengan tertanggung.
Dalam Short v. J & W Henderson, Ltd (1946) pengadilan menyatakan empat pengujian
untuk membantu menentukan apakah terdapat hubungan majikan-pelayan (walaupun tidak
harus semuanya ada), yaitu:
kekuasaan majikan untuk memilih pelayannya
pembayaran gaji dan upah lainnya
hak majikan untuk mengendalikan metode dalam melakukan pekerjaan
hak majikan atas penskorsan atau pemecatan.
                                            Page 76 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955

Orang yang dipekerjakan, selain pekerja langsung dapat termasuk:
majikan tenaga kerja dan orang-orang yang disediakan oleh mereka
orang-orang yang dipekerjakan oleh sub-kontraktor pekerja
orang-orang yang bekerja sendiri
orang-orang yang disewa atau dipinjam oleh tertanggung berdasarkan suatu perjanjian
yang membuat orang tersebut dipekerjakan oleh tertanggung
orang-orang yang terlibat dalam pengalaman kerja dan skema serupa.
Pekerja sukarela dapat termasuk kategori pekerja langsung. Sehubungan dengan skema
pengalaman kerja, penanggung secara umum menyetujui bahwa peserta latihan dianggap
sebagai pekerja dengan syarat tertanggung memasukkan dalam deklarasi gaji suatu jumlah
yang sama dengan tunjangan keseluruhan yang diterima oleh semua peserta latihan di
bawah skema yang disponsori mereka.

Timbul dari dan dalam rangka melakukan
Cedera, kematian dan penyakit harus timbul dari dan dalam rangka pekerjaan. Ini dimulai
sejak pekerja memasuki tempat kerja dengan tujuan untuk bekerja.
Dalam Regina v. Secretary of State for Transport, Ex-parte National Insurance Guarantee
Corporation plc (1996) dinyatakan mengenai perbedaan pertanggungjawaban polis untuk
kecelakaan yang berhubungan dengan kendaraan bermotor:
kecelakaan terhadap pekerja yang mengemudikan kendaraan majikan untuk bisnis majikan
: polis tanggung gugat majikan bertanggung jawab
kecelakaan terhadap penumpang yang melakukan perjalanan dalam atau keluar dari suatu
kendaraan yang dimiliki oleh majikannya dan menggunakannya untuk bisnis majikan : polis
kendaraan bermotor bertanggung jawab
kecelakaan terhadap penumpang dalam suatu kendaraan yang dimiliki oleh pekerja yang
lain : polis kendaraan bermotor yang bertanggung jawab, kalau tidak ada maka polis
tanggung gugat majikan

Bisnis
Cedera atau penyakit harus timbul sehubungan dengan bisnis. Bisnis ini merupakan faktor
vital dalam penetapan suku premi dalam jenis polis ini dan penanggung cenderung untuk
membatasi penjaminan atas bisnis atau aktivitas tertentu sesuai dengan premi yang
dibayarkan.
Akan tetapi, biasanya bisnis diperluas untuk mencakup:
kepemilikan, perawatan, dan perbaikan tempat yang digunakan sehubungan dengan bisnis
perlengkapan dan manajemen organisasi kantin, klub, olahraga, atletik, sosial dan
kesejahteraan, untuk keuntungan pekerja tertanggung
jasa pertolongan pertama, kebakaran dan ambulans
pekerjaan pribadi yang dilakukan pekerja tertanggung (dengan seijin tertanggung) untuk
direktur, partner, atau pekerja tertanggung.

Batas teritorial


                                            Page 77 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955

Batas teritorial secara umum berlaku, walaupun penanggung yang berbeda
dapat menggunakan wording yang berbeda.

Klausul yurisdiksi
Klausul ini menentukan hukum yang berlaku dan skala kompensasi yang berlaku, jika
perluasan luar negeri diberikan. Ini digunakan untuk mencegah seorang penggugat
‘shopping around’ pengadilan di seluruh dunia dalam rangka menetapkan pengadilan yang
lebih menguntungkan untuk tuntutan mereka.

Jangka waktu pertanggungan
Tuntutan yang melibatkan cedera pribadi biasanya dimulai dalam tiga tahun sejak tanggal
kecelakaan. Dalam Limitation Acts tuntutan dapat dilakukan dalam tiga tahun sejak
penggugat mengetahui adanya penyakit. Jika cedera atau penyakit tersebut disebabkan
selama jangka waktu pertanggungan, penanggung bertanggung jawab walaupun polis telah
habis masa berlakunya. Jika ada beberapa penanggung, biasanya disetujui untuk membagi
klaim secara proporsional.

Penjaminan retroaktif atau retrospektif
Polis ini biasanya berdasarkan ‘claims made’ dan berlaku surut untuk menjamin kejadian
yang terjadi tahun-tahun sebelumnya. Polis ini mengecualikan setiap risiko yang memiliki
asuransi yang lebih khusus atau ganti rugi berdasarkan polis sebelumnya tidak tersedia
karena pelanggaran kondisi polis, kegagalan mengungkapkan fakta.

Klausul tambahan

Tanggung gugat kontraktual dan ganti rugi terhadap prinsipal
Merupakan hal yang umum untuk juga menyediakan ganti rugi bagi prinsipal, dengan
catatan:
ganti rugi hanya berlaku apabila kontrak atau perjanjian mempersyaratkannya
ganti rugi hanya beroperasi sehubungan dengan tanggung gugat yang berkaitan dengan
pegawai majikan
tanggung gugat kontrak yang dijamin hanya yang berhubungan dengan penjaminan dasar
yang diberikan polis.
Tambahan penjaminan ini berarti memasukkan sebagian risiko tanggung gugat publik
prinsipal dalam polis tanggung gugat majikan tertanggung, sehingga perlu memasukkan
pengecualian ionisasi radiasi, pencemaran radioaktif atau rancangan peledak nuklir,
sepanjang tanggung gugat itu timbul karena perjanjian tertanggung dalam kontrak untuk
mengganti rugi prinsipal.

Biaya dan pengeluaran
Penanggung membayar semua biaya dan pengeluaran yang timbul dengan persetujuan
tertulisnya, dan biaya perwakilan hukum yang menjadi subyek ganti rugi berdasarkan polis.

                                            Page 78 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955



Ganti rugi terhadap orang lain
Ganti rugi apabila tertanggung meninggal dunia akan diberikan kepada perwakilan pribadi
tertanggung atau direktur, partner, pegawai dan pihak-pihak lain yang diminta tertanggung.

Hak pemulihan
Employers’ Liability (Compulsory Insurance) Regulations 1998 mengijinkan berlakunya
klausul pemulihan. Jika penanggung tidak bertanggung jawab untuk membayar suatu klaim
tetapi karena ketentuan peraturan, kemudian berdasarkan klausul ini tertanggung wajib
membayar kembali jumlah tersebut kepada penanggung.

Batas ganti rugi

Employers’ Liability (Compulsory Insurance) Regulations 1998 menyatakan bahwa jumlah
minimum yang diharuskan untuk dipertanggungkan oleh majikan adalah £5,000,000 untuk
klaim dari satu atau lebih pegawai dalam satu kejadian.

Dalam TGA Chapman Ltd v. Christopher (1997) pengadilan menyatakan bahwa batas ganti
rugi dalam suatu polis tanggung gugat tidak berhubungan dalam menentukan tanggung
gugat penanggung atas biaya penggugat dalam tuntutannya terhadap tertanggung.

Kerusakan pada harta benda pegawai

Kerusakan pada harta benda pegawai normalnya tidak dijamin, walaupun dalam prakteknya
banyak penanggung yang siap untuk berurusan dengan special damages, misalkan pakaian
pegawai yang rusak dalam kecelakaan kerja.

Sakit hati

Sex Discrimination Act 1975 menetapkan, antara lain, bahwa damages untuk suatu
tindakan diskriminasi dapat termasuk dalam kompensasi untuk sakit hati. Sakit hati ii dapat
menimbulkan penderitaan mental atau emosi dan dapat termasuk dalam lingkup cedera
badan.

Disability Discrimination Act 1995 menciptakan suatu hak non-diskriminasi terhadap orang
cacat dalam pekerjaan, termasuk kewajiban majikan untuk menyediakan penyesuaian yang
wajar dalam kondisi kerja atau lingkungan kerja untuk mengatasi efek praktek dari cacat
tersebut.



Perluasan penjaminan polis



                                            Page 79 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Beberapa penanggung menawarkan penjaminan keputusan pengadilan yang
belum terpenuhi. Jika seorang pegawai mendapatkan suatu keputusan untuk damages dari
pihak ketiga (bukan majikannya) sebagai akibat cedera badan yang timbul dari dan dalam
rangka pekerjaannya dan keputusan tersebut belum terpenuhi secara keseluruhan atau
sebagian enam bulan kemudian, penanggung akan membayar pegawai tersebut atas
permintaan tertanggung sejumlah damages yang belum terpenuhi. Pembayaran ini
dilakukan dengan syarat tidak ada proses banding yang ditunda dan bahwa jika
pembayaran dilakukan akan diberikan kepada penanggung.

Kompensasi untuk kehadiran di pengadilan juga dapat diberikan. Jika direktur, partner atau
pegawai tertanggung harus menghadiri pengadilan sebagai saksi, dengan permintaan
tertanggung, sehubungan dengan klaim yang ganti ruginya disediakan oleh polis,
kompensasi dibayarkan untuk gaji perhari yang kehadirannya dibutuhkan.

Klausul biaya dan pengeluaran hukum

Banyak penanggung yang menawarkan ganti rugi atas biaya penuntutan yang timbul oleh
direktur atau pegawai sebagai perluasan polis tanggung gugat majikan. Penuntutan ini
berhubungan dengan Health and Safety at Work Act 1974, walaupun tidak ada cedera
badan yang timbul. Akan tetapi, penjaminan ini tidak termasuk pembayaran denda atau
pinalti karena bertentangan dengan kebijaksanaan umum.

Kondisi polis

Pemberitahuan klaim
Kondisi ini mewajibkan tertanggung untuk memberikan pemberitahuan untuk setiap
kejadian yang dapat menimbulkan suatu klaim. Beberapa wording merujuk pada ‘setiap
kecelakaan atau kasus penyakit’ karena penanggung memilih untuk menentukan manakah
yang dapat menimbulkan klaim daripasa menyerahkan hal ini kepada tertanggung.

Prosedur klaim
Merupakan kondisi subrogasi yang umum, yang menjadi dasar bagi penanggung untuk
mengambil alih pimpinan dan pengendalian atas klaim dan menuntut atau mempertahankan
klaim atas nama tertanggung.

Tindakan pencegahan yang wajar
Polis tanggung gugat majikan tidak dapat dinyatakan tidak berlaku karena kegagalan
tertanggung untuk melakukan tindakan pencegahan yang wajar. Ini dapat digunakan untuk
menarik perhatian tertanggung terhadap tanggung jawabnya dan dapat digunakan untuk
melakukan pemulihan ganti rugi dari tertanggung.

Penyesuaian premi



                                            Page 80 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955

Tertanggung harus menyimpan semua catatan yang berhubungan dengan
perhitungan premi dan mendeklarasikan rinciannya dalam satu bulan setelah berakhirnya
jangka waktu pertanggungan untuk penyesuaian premi.

Kesesuaian kondisi polis
Ini membuat semua persyaratan, ketentuan, kondisi dan endosemen lain harus dipenuhi
sebelum tanggung jawab berlaku.

Ikhtisar pertanggungan

Contohnya:
Penanggung                          :
Tertanggung                         :         Nama
                                              Alamat
Bisnis                    :
Jangka waktu pertanggungan       :
Premi                     :
dengan syarat adanya penyesuaian dalam hal persyaratan penyesuaian premi
Kondisi                          :


Mengunderwrite risiko

Formulir permohonan pertanggungan tanggung gugat majikan

Ikhtisar pegawai
Semua orang yang dipekerjakan harus dimasukkan dalam ikhtisar ini.
Jumlah pegawai biasanya digunakan sebagai indikator tanggung gugat maksimum yang
mungkin.
Istilah ‘gaji, upah dan pendapatan lain’ berarti penghasilan total pegawai termasuk lembur,
uang makan, uang cuti, akomodasi perumahan, bonus dan tunjangan lain dalam segala
bentuk yang diterima oleh pegawai sehubungan dengan pekerjaan mereka tanpa
pengurangan untuk asuransi wajib, pajak pendapatan, cuti dibayar atau kontribusi uang
pensiun.
Upah direktur yang bekerja harian di perusahaan dan menerima gaji selain bayaran mereka
sebagai direktur juga harus dideklarasikan

Radioisotop, bahan radioaktif atau sumber ionisasi radiasi yang lain
Bahan-bahan ini dapat menyebabkan cedera serius atau kematian dan harus sangat
berhati-hati dalam penggunaannya. Jika memang ada, informasi lebih lanjut dibutuhkan
untuk menunjukkan jenis sumber, asalnya, metode penyimpanan, pemindahan dan
pembuangan, kesesuaian dengan kode praktek, pelatihan, pemantauan, rencana darurat

                                            Page 81 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
sehubungan dengan kebocoran dan kebakaran, dan penyaringan medis untuk
para pegawai.

Perlengkapan laser
Rincian proses dibutuhkan dan pegawai yang terlibat harus mendapatkan pelatihan khusus.
Underwriter perlu untuk melakukan survet lokasi.

Silika, asbes atau bahan yang mengandung asbes
Polis yang berurusan dengan tanggung gugat yang timbul dari penyakit tanpa kualifikasi
dan salah satu penyakit industrial yang serius menurut sudaut pandang underwriter adalah
pneumoconiosis.
Walaupun ketentuan mengenai penyakit ini dimasukkan dalam suku premi standar, bahya
ini mesti dipertimbangkan dalam, antara lain, penambangan, bata keras, barang-barang
tembikar, pembuat alat-alat pemotong, tukang batu atau penghancur batu dan penggerinda
logam. Risiko-risiko ini harus disurvey dan semua catatan sebelumnya mengenai penyakit
ini dalam suatu risiko dapat membuat udnerwriter mempertimbangkan permohonan dengan
sangat hati-hati.
Jika risiko ini dijamin, underwriter perlu mengetahui tingkat bahaya yang ada. Survey atau
audit perbaikan risiko secara umum diperlukan jika terdapat pengecoran logam.

Gas, bahan peledak, asam atau bahan/cairan berbahya lain
Survey atau audit perbaikan risiko diperlukan. Untuk risiko yang melibatkan bahan kimia
berisiko tinggi termasuk bahan mudah terbakar, teratogen, karsinogen, dan beracun,
underwriter harus puas dengan tindakan pencegahan yang dilakukan dalam penanganan,
metode pembuangan, standar perlindungan pribadi dan standar pelatihan.
Jika bahan peledak digunakan, underwriter memerlukan informasi:
kuantitas bahan peledak yang disimpan
pengaturan untuk penyimpanan dan keamanannya
pengalaman pegawai yang diijinkan menggunakan bahan peledak
tujuan penggunaan bahan peledak
jumlah maksimum yang diledakkan dalam setiap waktu



Bahan penyebab polusi
Produksi bahan penyebab polusi berhubungan dengan underwriting tanggung gugat
majikan dan tanggung gugat publik. Underwriter perlu mengetahui secara akurat mengenai
berbagai proses sehingga bahayanya dapat diperkirakan.
Kebisingan berlebihan
Eksposur jangka panjang terhadap kebisingan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan
pendengaran yang permanen. Kebisingan yang berlebihan biasanya di atas 90 dB
walaupun yang lebih rendah juga dapat merusak. Suatu pengalaman klaim dapat
                                            Page 82 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
mengungkapkan suatu masalah kebisingan atau sifat dari okupasi dapat
memberikan petunjuk, misalkan rekayasa berat.
Fakta bahwa pegawai menderita ketulian sebagai akibat kebisingan berlebihan dalam
pekerjaannya tidak memberikan mereka hak otomatis atas kompensasi. Hal ini banyak
tergantung apakan majikan yang hati-hati telah melakukan tindakan pencegahan yang
perlu, misalkan alat penyumbat telinga.
Jika terdapat kemungkinan kebisingan yang berlebihan, underwriter perlu mensurvey lokasi
dan mempertimbangkan aspek-aspek berikut:
apakah pemohon mengetahui kewajibannya menurut undang-undang, yaitu menjaga
catatan yang layak dan berusaha mengurangi risiko kebisingan?
tingkat ketersediaan alat pelindung seperti alat penyumbat telinga dan tingkat
penggunaannya
apakah pegawai yang menderita ketulian kemungkinan karena okupasinya?
apakah terdapat klaim sebelumnya untuk ketulian karena kebisingan ini?
apakah produksi terpengaruh oleh kebisingan dan apakah ada angka berhentinya pegawai
yang tinggi karena masalah kebisingan?
apakah ada tanda mengenai tindakan pencegahan terhadap kebisingan terpasang di
pabrik?
Instalasi lepas pantai
Underwriter perlu mengetahui apakah terdapat aktivitas pekerjaan lepas pantai. Pekerjaan
di darat yang tidak berbahaya menjadi berbeda jika dipindahkan ke instalasi lepas pantai,
misalkan anjungan penambangan minyak.

Dasar premi

Premi yang ditetapkan untuk risiko tanggung gugat majikan didasarkan pada pendapatan
total tahunan dari semua pegawai yang terlibat dalam bisnis dan jenis bisnis tersebut.

Premi awal biasanya didasarkan pada estimasi pendapatan dan kemudian disesuaikan
apabila pendapatan sesungguhnya telah diketahui.

Ikhtisar penyesuaian gaji

Penanggung harus memastikan bahwa perkiraan gaji pada saat perpanjangan polis sesuai
dengan pengeluaran sesungguhnya dan tidak ada keterlambatan yang tidak perlu dalam
memberikan deklarasi gaji oleh tertanggung.

Penelitian terhadap formulir permohonan pertanggungan dapat memperlihatkan apakah
terdapat pekerjaan tambahan yang tidak dipenuhi dalam polis, sehingga dapat dilakukan
perubahan. Jumlah orang yang dipekerjakan harus dibandingkan dengan gaji yang
dibayarkan untuk memastikan bahwa formulir permohonan telah dibuat dengan benar
sesuai dengan rata-rata gaji yang dibayarkan untuk kelas bisnis tersebut.

Penetapan suku premi
                                            Page 83 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Suku premi yang ditetapkan adalah yang dianggap merefleksikan risiko secara paling
akurat, berdasarkan pengalaman klaim aktual penanggung dalam beberapa tahun untuk
risiko-risiko sejenis. Statistik yang lalu (yaitu gaji dan pembayaran klaim) dari tiap
tertanggung dalam bisnis sejenis dikelompokkan bersama dan dari pengalaman kelompok,
suatu biaya rata-rata klaim dihitung. Biaya rata-rata klaim ini kemudian disesuaikan untuk
mengantisipasi tern di masa mendatang (misalkan perubahan perundang-undangan, inflasi
dan perkembangan teknologi), pengeluaran, komisi dan marjin keuntungan. Angka yang
dihasilkan adalah suku premi dasar untuk jenis bisnis tersebut.

Suku premi dasar ini dapat divariasikan naik atau turun oleh underwriter untuk risiko
individu, dengan menilai apakah risiko tersebut lebih baik atau lebih buruk daripada rata-
rata untuk jenisnya. Dalam hal ini, pengalaman klaim tertanggung diperlukan dan survey
yang dilaksanakan dapat mengungkapkan fitur yang harus direfleksikan dalam premi yang
ditetapkan.

Jenis dan tingkat bahaya fisik tergantung pada okupasi dan jenis pekerjaan yang dilakukan
dalam okupasi tersebut. Underwriter harus mempertimbangkan risiko individu apakah suku
premi normal cukup atau penambahan premi diperlukan.

Suku premi untuk batas geografi yang berbeda juga berbeda untuk alasan ekonomi dan
perundang-undangan.

Pengaruh inflasi

Inflasi merupakan masalah yang serius bagi penanggung asuransi tanggung gugat selama
beberapa tahun dan akan tetap demikian, sebagai konsekuensi dari sifat ‘long tail’.

Estimasi klaim masa mendatang didasarkan pada nilai uang pada saat risiko diterima, dan
dengan jatuhnya nilai uang serta meningkatnya biaya penyelesaian klaim akan timbul celah
yang besar antara yang diterima penanggung dengan yang harus dibayarkannya.

Penetapan suku premi risiko besar

Beberapa risiko cukup besar untuk dinilai secara independen. Pengalaman klaim selama
lima tahun dihitung rata-ratanya dan dibandingkan dengan pengeluaran rata-rata gaji, atau
lebih dikenal dengan metode ‘burning cost’.




                                            Page 84 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955




                                               Bab 9
                                   Tanggung Gugat Publik dan Produk



Tinjauan pasar

Penurunan industri berat dan pertumbuhan ekonomi jasa

Penurunan industri berat di banyak negara diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi jasa
dan perkembangan industri baru dalam bidang teknologi dan rekayasa biokimia.

Penanggung tetap harus mengetahui risiko yang berkaitan dengan industri lama karena
tanggung gugat terhadap pihak ketiga berdasarkan ‘occurrence basis’. Di lain pihak mereka
juga harus mengenal industri baru, yang seringkali kompleks dan menghasilkan produk
yang sulit dimengerti orang awam.

Industri jasa dan pariwisata lebih mudah untuk dipahami tetapi tanggung gugat dapat
sangat besar. Pertumbuhan profesionalisme dalam dunia olahraga telah menghasilkan
bahaya tambahan dan semakin mudahnya orang yang terlibat di dalamnya melakukan
tuntutan.

Privatisasi dan erosi kekebalan pemerintah

Pemerintah telah menarik diri dari area aktivitas yag sekarang dianggap lebih sesuai
menjadi tanggung jawab sektor swasta. Banyak BUMN yang sekarang dimiliki oleh swasta,
dan akan lebih banyak lagi di masa mendatang.

Semakin banyak badan yang mejadi subyek terhadap tanggung gugat sehari-hari, telah
banyak desakan agar pemerintah tidak bersembunyi di balik kekebalannya. Tanggung
gugat pemadam kebakaran, polisi dan jasa ambulans telah diuji di pengadilan.

                                            Page 85 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Perluasan definisi cedera atau kerusakan

Batasan penjaminan asuransi telah meluas melebihi dasar tradisional mengenai cedera
badan dan kerusakan terhadap harta benda nyata. Banyak polis sekarang mengandung
definisi yang luas termasuk salah penahanan, diskriminasi, libel dan slander dalam definisi
cedera badan.

Kerusakan pada harta benda tetap didefinisikan sebagai kerusakan pada harta benda
nyata, walaupun pada saat mempertimbangkan piranti lunak komputer, definisi dapat
menjadi kurang jelas.

Faktor lain

Pemerintah semakin memperluas aturan tanggung gugat, khususnya dalam keamanan
produk dan polusi, selalu ada ancaman peningkatan tajam dalam klaim, dan menghasilkan
pengurangan kapasitas dan peningkatan biaya oleh industri asuransi.
Pendekatan yang lebih hati-hati dilakukan kepada produsen di AS atau eksportir ke Amerika
Utara.
Penjaminan polusi dalam pasar tanggung gugat non-marine telah mengecil dalam 20 tahun
terakhir seiring dengan banyak pemerintah yang mengeluarkan undang-undang untuk
menghukum penyebab polusi.

Pertimbangan underwriting

Tertanggung

Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
Siapa tertanggung
Siapa manajemen dan pemiliknya
Perubahan hukum, ekonomi dan politik yang mempengaruhi tertanggung dan mengubah
potensi tanggung gugatnya
Tanggal tertanggung memulai bisnisnya

Okupasi

Semua aktivitas tertanggung harus diketahui dan dipahami. Okupasi harus dideskripsikan
dengan jelas dan rinci.

Tempat

Lokasi
   Potensi tanggung gugat lebih besar untuk bangunan yang berada di daerah yang padat
   penduduk seperti pusat kota daripada di daerah pinggiran atau kawasan industri.
Tempat dengan banyak penyewa
   Masalah dapat timbul apabila salah satu penyewa dalam tempat risiko melaksanakan
   proses yang dapat meningkatkan risiko penyebaran kebakaran, atau apabila keamanan
                                            Page 86 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
    kurang ketat yang menyebabkan pegawai penyewa dapat cedera karena
    operasi tertanggung.
Sifat harta benda sekitar
    Risiko utama dari harta benda sekitar adalah penyebaran kebakaran dan ledakan.
    Apabila tertanggung melaksanakan proses yang memiliki potensi bahaya, rencana dan
    laporan kebakaran dapat berguna dalam merinci berbagai proses yang dilakukan,
    konstruksi bangunan, penggunaan bahan yang mudah meledak atau terbakar,
    pembuangan sampah, dsb.
Pejalan kaki yang lewat
   Semakin dekat tempat risiko dengan jalan umum semakin besar risiko terjadinya cedera
   terhadap pejalan kaki yang lewat.
Tempat dengan bahaya yang terkandung di dalamnya
Tambang – bahan peledak dan turunnya permukaan tanah
Medan elektromagnetik – jaringan listrik tegangan tinggi dan peralatan elektronik
Polusi – transformator, penyedia gas dan listrik
Kondisi tempat dan tanah
   Usia, kondisi dan jenis konstruksi bangunan menjadi penting apabila kondisinya buruk,
   karena dapat menjadi sasaran bagi trespasser.
Aktivitas yang dilakukan di tempat
    Beberapa aktivitas lebih berbahaya dibandingkan yang lainnya. Sifat barang yang
    disimpan atau proses manufaktur yang terlibat harus dipertimbangkan sehubungan
    dengan harta benda sekitar dan tingkat kunjungan pihak ketiga ke tempat risiko.
Pengunjung
    Perlu dipertimbangkan tingkat keberadaan pihak ketiga di tempat kerja dan bagian
    tempat kerja yang dapat diakses oleh mereka.
Insidensial
        Pengunjung tempat risiko dapat termasuk supir yang mengantarkan bahan mentah
        atau mengambil produk jadi. Bagian tempat kerja yang dikunjungi, tingkat kontak
        dengan plant, mesin dan pegawai tertanggung dan tingkat pengendalian terhadap
        mereka oleh tertanggung akan mempengaruhi penilaian underwriter terhadap risiko.
Aktivitas utama
        Tempat risiko dibangun dengan tujuan untuk dihadiri publik dan ditempati dengan
        sejumlah besar publik yang hadir pada suatu waktu, misakan untuk penggunaan
        rekreasi atau ritel, rumah sakit atau kantor pejabar setempat. Ini memiliki
        konsekuensi frekuensi kerugian (jatuh, terpleset, dan masalah housekeeping
        lainnya) dan kerugian katastrofik.

Pengawasan atau pengendalian harta benda

Tertanggung dapat memiliki harta benda pihak ketiga dalam pengawasan dan
pengendaliannya. Gudang, depot penyimpanan dan rumah gadai merupakan contohnya.
Sejumlah okupasi lain juga dapat terlibat dalam aktivitas ini:
agen
                                            Page 87 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
balai lelang
toko yang menerima barang untuk diperbaiki
penyewa gedung pertemuan
firma sekuritas
    sebagai tambahan penjaminan tanggung gugat publik, firma sekuritas membutuhkan
    penjaminan untuk kerugian atau kerusakan atas kegagalan untuk melaksanakan
    kontrak secara memuaskan, yaitu gagal menjaga tempat risiko atau barang yang
    menjadi tanggung jawabnya.
hotel

Pekerjaan di luar

Masalah utamanya adalah kurangnya pengendalian terhadap aktivitas pegawai
tertanggung. Sebagai tambahan, pegawai bekerja dalam suatu lingkungan dimana
tertanggung tidak memiliki pengetahuan atau pengendalian. Misalkan tukang listrik, tukang
pipa, tukang bangunan dan sejenisnya.
Risiko distribusi dan peralatan bisnis
    Pendistribusian secara elektronik berkembang dengan pesat, kesulitannya adalah
    memastikan bahwa tidak ada korupsi data dan data tersebut disimpan dengan aman
    sehingga konsumen tidak menderita kerugian.
Bekerja pada tempat pihak ketiga
   Bahaya tergatung pada sifat bisnis tertanggung dan dimana pekerjaan dilakukan.
   Misalkan pekerjaan di plant industri secara umum lebih berat daripada pekerjaan di
   rumah. Juga perlu diperhatikan apakah pekerjaan panas atau pada ketinggian
   dilakukan.
Penyimpanan di luar
   Apabila barang disimpan di tempat pihak ketiga, sifat barang yang disimpan harus
   ditentukan selama jangka waktu penyimpanan dan bisnis yang dilakukan di tempat
   pihak ketiga.

Emisi

Bahan yang keluar dari tempat risiko dapat menyebabkan cedera atau kerusakan, dengan
demikian berlaku aturan Rylands v. Fletcher (1868).

Bahan yang dibuang ke sungai atau badan air terdekat, seperti limbah gas, kertas , minyak
atau bahan kimia lain perlu diperhatikan karena dapat merusak perikanan, pertanian atau
penampungan air.

Asap atau debu dapat dikeluarkan, dengan sengaja atau sebaliknya, seperti dalam industri
semen. Risiko emisi juga dapat berupa bakteri dalam sistem pendingin udara, makanan
yang dimodifikasi secara genetik dalam pertanian yang menggunakan pupuk atau dalam
pertanian, serta akhirnya juga termasuk suara.


                                            Page 88 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Pelanggan

Risiko profil pengguna yang perlu dipertimbangkan termasuk:
Anak-anak – kewajiban berhati-hati pada anak-anak lebih tinggi daripada pada orang
dewasa, risiko tempatnya antara lain sekolah, rumah sakit dan rumah perawatan.
Orang-orang yang membutuhkan perhatian – dalam rumah sakit atau rumah perawatan
banyak orang yang tidak dapat berurusan dengan risiko dengan cara yang sama seperti
orang yang sehat sehingga menimbulkan bahaya tambahan.
Orang-orang yang tidak ingin berada di sana – seperti penjara
Pemerintah
Orang-orang yang menyadari kekayaannya – skenario paling menakutkan bagi underwriter
tanggung gugat adalah suatu konvensi atau rapat besar yang melibatkan orang-orang yang
tidak hanya menyadari haknya tetapi juga kekuatan pendapatannya, sehingga kehilangan
pendapatan pada saat cedera menjadi besar.
Luar negeri – klaim yang timbul dari ekspor atau jasa yang diberikan di luar negeri akan
membuka tertanggung terhadap tanggung gugat yang didefinisikan dan diatur oleh negara
tersebut.

Proses

Underwriter perlu menilai eksposur risiko yang timbul dari cara tertanggung melakukan
okupasinya. Area yang ditinjau antara lain:
Penggunaan bahan kimia dan berbahaya
Catatan keselamatan dan kesehatan kerja tertanggung
Bagaimana produk samping ditangani dan bagaimana sampah produksi dibuang
Apakah terdapat pembuatan atau perakitan awal untuk produk perusahaan lain
Apakah bahan mentah atau komponen diimpor dan dari mana
Tingkat pekerjaan disain

Produk

Area-area utama yang perlu ditinjau adalah:
Produk yang dikonsumsi – seperti makanan, minuman dan obat, baik untuk manusia
maupun ternak
Produk yang kritis terhadap keamanan – produk untuk industri penerbangan, kendaraan
bermotor dan pembangkit energi.
Produk kompleks – semakin kompleks produk semakin sulit untuk menelusuri komponen
yang bermasalah, seperti kendaraan bermotor dan instalasi pemanas pusat. Obat-obatan
jarang menimbulkan klaim, tetapi jika timbul jumlahnya akan banyak dan besar.
Peralatan penguji – risiko produk dapat meningkat jika terdapat risiko pencemaran silang,
misalkan produk pengujian darah yang digunakan dalam diagnosa AIDS.
Pengepakan, pelabelan, brosur dan sebagainya – tinta dalam pembungkus makanan dapat
mencemari isinya, pelabelan yang salah dapat mengakibatkan dosis yang salah untuk obat,
                                            Page 89 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
kesalahan dalam ‘barcode’ dapat menyebabkan kerugian finansial dengan
memesan ukuran atau produk yang tidak tepat.
Produk berbahaya yang tidak berkesinambungan – produk yang mengandung asbes telah
menyebabkan industri asuransi kehilangan banyak uang.

Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan:
Jumlah orang atau skala harta benda yang dapat terpengaruh oleh produk seperti dalam
produk yang dikonsumsi di atas.
Apakah terdapat suatu ketergantungan sekunder dari produk, misalkan risiko menghasilkan
yang diinginkan (efficacy risk). Alarm dan sprinkler tidak hanya harus menghindari
menyebabkan cedera atau kerugian tetapi juga harus berfungsi untuk mencegah terjadinya
cedera atau kerugian.
Apa lagi yang dilakukan oleh pengguna akhir produk.
Risiko disain. Banyak produk didisain oleh pihak pertama, kemudian dirakit oleh pihak
kedua, didistribusikan oleh pihak ketiga, dipasang oleh pihak keempat dan seterusnya.
Kemampuan untuk menelusuri kesalahan disain adalah penting.

Manajemen risiko

Manajemen proses

Underwriter perlu mempelajari bagaimana tertanggung mengelola risikonya dan bagaimana
sebagian besar pasar menangani hal ini.

Underwriter juga tertarik untuk mengetahui bahwa tertanggung memiliki prosedur yang
efektif dalam berurusan dengan tanggung gugat yang ditetapkan oleh Undang-undang
Perlindungan Konsumen. Hal ini termasuk, misalkan, pengendalian kualitas, penyimpanan
catatan, pengujian bahan mentah dan produk akhir, pelabelan, dan penarikan produk, dsb.

Manajemen kontrak

Underwriter menginginkan rincian standar persyaratan dan kondisi kontrak tertanggung
dengan pihak lain untuk mengetahui pendekatan standar tertanggung terhadap tanggung
gugat yang siap diterimanya dan dalam keadaan apa, termasuk jaminan kinerja produk dan
disclaimer.

Berurusan dengan keluhan nasabah

Penanggung perlu mengetahui bagaimana pendekatan tertanggung dalam berurusan
dengan keluhan nasabah, tidak hanya untuk memastikan mereka mematuhi dengan
peraturan tetapi juga agar tertanggung bertindak sejalan dengan yang diinginkan
penanggung.

Batas ganti rugi



                                            Page 90 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Tingkat premi sebagian juga tergantung pada batas ganti rugi yang dipilih.
Batas ganti rugi yang dipilih tertanggung haruslah setinggi mungkin. Batas itu harus
mempertimbangkan batas maksimum untuk menjamin cacat tetap dari jumlah maksimum
pihak ketiga yang mungkin ada di lokasi.

Damages untuk cacat tetap lebih mahal daripada untuk kematian. Faktor-faktor lain yang
perlu diperhitungkan:
pusat perbelanjaan dan kompleks hiburan menarik sejumlah besar orang dan mereka akan
memiliki tingkat pendapatan yang bervariasi
pengunjung bank dagang yang cenderung memiliki tingkat pendapatan yang tinggi
sekolah memiliki sejumlah besar anak-anak di lokasi dan walaupun minor tidak dapat
menuntut kehilangan pendapatan, mereka memiliki tingkat harapan hidup dan biaya
perawatan masa mendatang yang lebih besar
sifat dan proksimasi harta benda sekitar, termasuk kerugian konsekuensial bisnis
batas ganti rugi untuk tanggung gugat produk dibatasi secara agregat dalam satu tahun
polis karena masalah yang berhubungan dengan suatu sekumpulan besar produk dapat
menyebabkan kerugian. Sebagai tambahan, proses dan produk tertentu dapat
menyebabkan masalah melalui eksposur berkesinambungan dan berulang.

Risiko sendiri

Biasanya hanya diterapkan untuk klaim kerusakan harta benda, kecuali untuk organisasi
yang sangat besar dengan tingkat risiko sendiri yang substansial, misalkan £250,000.


Dasar penetapan suku premi

Premi minimum biasanya ditetapkan bila risiko hanyalah suatu risiko tempat biasa. Untuk
risiko lain, seorang underwriter akan mengidentifikasi suatu angka yang menunjukkan
ukuran dan perkembangan risiko. Angka tersebut termasuk:
Penjualan – merupakan dasar yang biasa digunakan untuk polis tanggung gugat terhadap
pihak ketiga.
Pembayaran gaji – jika penjualan dapat berfluktuasi secara independen dari skala risiko,
misalkan bank, pembayaran gaji dapat digunakan sebagai dasar perhitungan premi.
Jumlah tempat tidur – untuk rumah sakit, rumah perawatan, dan hotel.
Jumlah murid – untuk sekolah dan universitas
Kapasitas tempat duduk – dapat digunakan sebagai panduan untuk premi awal bersama
estimasi penjualan.




                                            Page 91 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
                                         Bab 10
                               Polis Tanggung Gugat Publik dan Produk



Pendahuluan

Bagian-bagian polis adalah sebagai berikut:
Klausul penjaminan
   menjelaskan mengenai penjaminan yang diberikan
Klausul sengketa
   menetapkan cara penyelesaian sengketa antara penanggung dan tertanggung
Pengecualian
   membatasi penjaminan yang diberikan dalam klausul penjaminan
Kondisi
   memberitahukan tertanggung apa yang dapat dilakukan dan tidak boleh dilakukan untuk
   menjaga agar polis tetap berlaku
Perluasan
   merupakan perluasan klausul penjaminan atau perubahan terhadap pengecualian atau
   kondisi
Pertimbangan khusus
   polusi atau kerugian finansial


Klausul penjaminan

Occurrence trigger

Polis bertanggung jawab terhadap kejadian (occurrence) yang menimbulkan tanggung
gugat hukum bagi tertanggung, yang dijamin oleh klausul penjaminan polis dan terjadi
dalam jangka waktu pertanggungan. Hal ini berarti klaim dapat terjadi beberapa tahun
kemudian.

Claims made trigger

Polis bertanggung jawab terhadap klaim yang dilakukan terhadap tertanggung dalam
jangka waktu pertanggungan. Kejadian yang menimbulkan klaim tersebut dapat terjadi jauh
sebelumnya, walaupun seringkali dibatasi dengan tanggal retroaktif. Biasanya digunakan
apabila terdapat eksposur laten yang parah, seperti produk obat-obatan untuk tanggung
gugat produk.



Permasalahan dengan claims made trigger (tertanggung)


                                            Page 92 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955

Polis memiliki kondisi yang mengharuskan tertanggung melaporkan semua
kejadian yang mungkin menimbulkan klaim. Hal ini merugikan tertanggung karena
penanggung, dengan mengetahui potensi klaim, dapat menolak memperpanjang polis. Atau
jika pelaporan tersebut dianggap klaim, diberikan batas waktu sampai klaim yang
sebenarnya diajukan, misalkan tiga atau lima tahun.
Jika tertanggung menghentikan operasinya, maka ia harus selalu membeli polis asuransi
untuk melindunginya dari kemungkinan klaim dari aktivitasnya dahulu.

Kelebihan claims made trigger
Bagi penanggung, menghilangkan secara efektif permasalahan eksposur laten dengan
adanya kepastian jumlah klaim pada akhir jangka waktu pertanggungan
Bagi tertanggung, polis merefleksikan penjaminan pada saat klaim dan bukan wording polis
pada 10 atau 15 tahun lalu
Bagi tertanggung, batas ganti rugi yang ditetapkan merefleksikan tingkat kompensasi
pengadilan pada saat klaim dan tentunya akan mencukupi

Ganti rugi

Indemnify the insured
   Setelah tanggung gugat tertanggung ditetapkan dan tanggung jawab penanggung
   berdasarkan polis ditentukan, penanggung membayar kepada tertanggung.
   Tertanggung kemudian membayarkannya kepada pihak ketiga, walaupun lebih umum
   penanggung langsung membayarkan kepada pihak ketiga.
Pay on behalf
   Ini merupakan bentuk yang umum di AS. Dalam hal ini penanggung akan menawarkan
   pembelaan untuk tanggung gugat sebelum suatu ganti rugi dikonfirmasikan berdasarkan
   polis. Jika dalam penyelidikan kemudian penanggung bertanggung jawab, maka mereka
   akan membayar langsung kepada pihak ketiga.

Kebetulan (accidental) atau tidak kebetulan (non-accidental)

Perbedaan keduanya adalah:
wording kebetulan (accidental) menempatkan beban pembuktian bahwa kejadian tersebut
tidak sengaja oleh tertanggung karena kualifikasi dimasukkan sebagai bagian klausul
penjaminan
wording tidak kebetulan (non-accidental) menempatkan beban pembuktian pada
penanggung untuk membuktikan pengecualian

Kejadian yang dijamin

Kejadian yang dijamin adalah kejadian yang ditunjukkan dengan adanya cedera atau
kerusakan.
Cedera

                                            Page 93 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
   Cedera ini tidak hanya berupa cedera badan, tetapi saat ini sudah meluas
   untuk termasuk cedera psikologi seperti stres, kesedihan yang mendalam, dsb. Ada
   juga yang menyediakan penjaminan untuk salah tangkap, penuntutan dengan maksud
   jahat, pencemaran nama baik, atau diskriminasi.
Kerusakan
   Penjaminan dibatasi hanya atas kerusakan harta benda nyata, dan dapat juga untuk
   kerugian konsekuensialnya, seperti kehilangan keuntungan. Ada juga yang
   menyediakan jaminan untuk harta benda tidak nyata, seperti paten, hak cipta, merk
   dagang, dsb yang dimiliki dan dapat ditukarkan dengan uang.


Damages versus compensation

Penggunaan istilah ‘damages’ berarti polis juga bertanggung jawab atas pemberian ‘punitive
damages’ terhadap tertanggung karena sifatnya bukan kompensasi, tetapi jika digunakan
istilah ‘compensation’ maka polis tidak bertanggung jawab.

For versus in respect of

Jika digunakan kata ‘for injury or damage’ maka berarti polis tidak menjamin kerugian
konsekuensial, tetapi jika digunakan kata ‘in respect of injury or damage’ berarti polis
menjamin kerugian konsekuensial.

Bisnis

Polis membatasi penjaminan terhadap klaim yang dibuat terhadap tertanggung yang timbul
dari bisnis, yang didefinisikan dalam ikhtisar pertanggungan. Oleh sebab itu, bisnis harus
dideskripsikan dengan rinci mengenai semua aktivitas yang ingin dijamin.

Batas geografi

Dalam klausul penjaminan biasanya dinyatakan bahwa polis akan bertanggung jawab hanya
terhadap cedera atau kerusakan yang terjadi dalam batas geografi, yang dinyatakan dalam
ikhtisar pertanggungan.




Ganti rugi

Batas ganti rugi (limit of indemnity)
   Batas ganti rugi merupakan batasan moneter yang diterapkan untuk ganti rugi. Batasan
   ini tergantung pada wording yang digunakan, apakah hanya berlaku untuk damages
   saja dan tidak untuk biaya tuntutan dan biaya pembelaan (cost in addition) atau batasan
   tersebut berlaku untuk semua pembayaran (cost inclusive).
Batas kejadian versus batas agregat (ocurrence limti vs aggregate limit)
                                            Page 94 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
   Untuk tanggung gugat publik, batas yang berlaku biasanya ‘setiap
   kejadian (any one occurrence)’ sehingga untuk satu kejadian yang menimbulkan klaim
   cedera badan dan kerusakan hanya satu batas ganti rugi yang berlaku, yaitu
   penanggung hanya mengganti rugi tertanggung sampai batas ganti rugi untuk semua
   tuntutan yang berasal dari satu kejadian.
   Jika terdapat kemungkinan banyak klaim yang timbul dari satu kejadian, maka untuk
   menghindari sengketa penanggung akan membatasi tanggung gugatnya dengan
   menggunakan batas agregat untuk semua kejadian yang terjadi selama jangka waktu
   pertanggungan.
Biaya pembelaan (defence cost)
   Merupakan biaya yang timbul dalam menyelidiki kecelakaan dan untuk membela klaim
   atas nama tertanggung, biasanya harus dengan persetujuan penanggung. Walaupun
   demikian, umumnya dalam praktek penanggung terlibat langsung dalam penyelidikan ini
   termasuk dalam menentukan ahli, pengacara dan penyelidik.

Klausul sengketa

Merupakan prosedur penyelesaian sengketa melalui pengadilan setempat atau melalui
arbitrase.

Pengecualian

Pengecualian dapat dibagi menjadi dua kelompok umum:

area penjaminan yang dipertanggungkan dalam polis asuransi yang lain
cedera pada pegawai  asuransi tanggung gugat majikan
kepemilikan, penguasaan atau penggunaan kendaraan bermotor. Pesawat udara atau kapal
laut  asuransi kendaraan bermotor, penerbangan dan marine
kerusakan pada harta benda yang berada dalam pengendalian atau pengawasan
tertanggung  asuransi harta benda
produk pesawat terbang  asuransi penerbangan
    Banyak penanggung yang dapat merubah standarnya untuk memenuhi kebutuhan
    tertanggung, dengan memberikan penjaminan dengan syarat adanya:
excess yang terpisah
inner limit, yaitu batas tanggung gugat yang lebih rendah daripada batas sisa penjaminan
dalam polis yang lebih khusus
premi tambahan
kombinasi dari ketiga hal tersebut.

area penjaminan yang penanggung tidak menginginkan menyediakan ganti rugi
asbes
       alasannya adalah eksposur terlalu besar bagi penanggung untuk mengkuantifikasi
       atau mengevaluasi risiko
polusi
       memiliki alasan yang sama dengan asbes, jika memang dapat dievaluasi maka
       sejumlah kecil penanggung menawarkan penjaminan yang spesifik untuk lokasi
                                            Page 95 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
        tertentu atau polutan tertentu dengan ‘claims made basis’, ‘cost
        inclusive’ dan adanya batas agregat tahunan.
kerusakan pada produk yang disuplai
        menghilangkan jaminan untuk kerusakan produk jika disebabkan oleh cacat atau
        ketidaksesuaian produk  dijamin dalam polis jaminan produk
tanggung gugat kontrak
        penanggung tidak dapat mengkuantifikasi atau mengevaluasi eksposur karena tiap
        kontrak memiliki akan berbeda, kecuali jika tanggung gugat itu tetap ada dengan
        atau tanpa kontrak
liquidated damages
        ini untuk berjaga-jaga jika pengecualian tanggung gugat kontrak diubah
perang dan kontaminasi radioaktif
        merupakan pengecualian pasar karena merupakan area untuk kompensasi
        pemerintah

Kondisi

Kondisi polis tanggung gugat produk dan publik hampir sama persis dengan polis tanggung
gugat majikan.

Sengketa/arbitrase
Dapat masuk dalam kondisi atau berada dekat dengan klausul penjaminan.

Interpretasi
Ini bertujuan untuk mengidentifikasi (dengan huruf besar atau tebal) kata-kata dan frase
yang ingin diartikan secara khusus oleh penanggung daripada yang berlaku sehari-hari.

Perubahan risiko
Agar tertanggung memperhatikan kewajibannya untuk memberitahukan secara lengkap
mengenai perubahan risiko.

Kewajiban untuk mencegah kerugian
Agar tertanggung memperhatikan kewajibannya untuk mencegah kerugian.

Klaim
Memberikan ringkasan langkah-langkah yang perlu dan tidak boleh dilakukan untuk
memastikan polis bertanggung jawab terhadap klaim.

Membebaskan tanggung jawab
Tidak semua polis mengandung kondisi ini. Kondisi ini mengijinkan penanggung untuk
menawarkan batas ganti rugi kepada tertanggung setelah membayar semua biaya yang
timbul hingga tanggal penanggung memberikan opsi ini.

Pertanggungan rangkap


                                            Page 96 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Kondisi ini menyatakan apabila terdapat pertanggungan rangkap (kepentingan
yang sama, pokok pertanggungan yang sama, dan peril yang sama) maka polis-polis akan
berkontribusi terhadap kerugian dalam proporsi yang didefinisikan dalam klausul.

Pembatalan
Ada berbagai variasi, ada yang hanya mengijinkan pembatalan oleh penanggung saja atau
ada juga yang boleh dilakukan oleh tertanggung. Variasi juga termasuk tenggang waktu
yang diberikan sebelum menjadi efektif.


Perluasan

Perluasan penjaminan dasar bervariasi dari penanggung yang satu ke yang lainnya.
Underwriter harus memperhatikan jenis perluasan yang diberikan.

Penjaminan lain yang tersedia

Polusi

Penjaminan yang diberikan normalnya adalah polusi yang terjadi secara tiba-tiba, kebetulan
dan tidak disengaja, dan dapat diidentifikasi pada suatu titik dalam waktu dan tempat.

Kerugian finansial

Bagian ini menjamin kerugian finansial yang bukan merupakan kelanjutan dari cedera atau
kerusakan, yaitu kerugian ekonomi. Polis yang digunakan biasanya menggunakan ‘claims
made basis’, biaya dimasukkan dalam batas ganti rugi dan ada tanggal berlaku surut yang
mengecualikan kerugian yang terjadi sebelum tanggal tersebut.

Pengecualian yang biasanya adalah:
cedera atau kerusakan, agar tidak tumpang tindih dengan penjaminan utama
tanggung gugat kontrak
tanggung gugat profesional
perbaikan atau penggantian produk
motor, marine dan penerbangan
kerugian finansial karena pelanggaran kompetisi atau anti monopoli
kerugian finansial di luar negeri

Jaminan produk (product guarantee)

Memberikan ganti rugi kepada tertanggung atas beberapa risiko yang tidak dijamin dalam
polis standar tanggung gugat produk, dan khususnya yang berhubungan dengan kegagalan
produk untuk memenuhi tujuan sebenarnya.

Penjaminan ini biasanya menggunakan ‘claims made basis’ dan terdiri dari:
tanggung gugat untuk cedera atau kerusakan
                                            Page 97 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955

perbaikan dan penggantian produk
    polis jaminan produk menjamin:
biaya penggantian, pengerjaan ulang, pemulihan produk yang gagal memberikan fungsi
yang diinginkan karena cacat disain, manufaktur, pemasangan, dsb setelah diberikan
kepada konsumen
tanggung gugat yang timbul dari saran, disain dan konsultasi, dimana jasa ini disediakan
secara langsung sehubungan dengan suplai produk atau pekerjaan dalam arti nyata dan
produk ini telah gagal
kerugian finansial
    menjamin kerugian finansial yang diderita pihak ketiga sebagai akibat produk gagal
    berfungsi seperti yang diinginkan
penarikan produk
    menjamin biaya yang timbul bagi penyedia barang dalam menarik produk atau mengatur
    pemusnahannya, karena barang tersebut diketahui memiliki kesalahan yang berbahaya.
    Dasar penjaminannya adalah produk yang ditarik tersebut dapat mengakibatkan cedera
    atau kerusakan dan kegagalan produk diakibatkan kesalahan dalam disain/manufaktur.
    Polis ini juga menjamin biaya penarikan produk yang tercemar asalkan itu tidak
    disengaja.
    Biaya penarikan ini sangat mahal dan masih terdapat biaya tidak langsung seperti
    kehilangan penjualan, rusaknya reputasi perusahaan dan biaya disain ulang dan
    pengembangan ulang.
    Polis penarikan produk biasanya menjamin:
biaya yang timbul dalam menarik produk jika penggunaan atau konsumsi yang
berkelanjutan dapat menyebabkan timbulnya tanggung gugat pada tertanggung
hanya biaya penarikan, yaitu biaya korespondensi, pengiklanan, transportasi, dsb
biaya pemusnahan produk yang ditarik
biaya pemeriksaan dan penggantian/pengerjaan ulang produk yang ditarik




                                              Bab 11
                                  Tanggung Gugat Direktur dan Officer




                                            Page 98 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Asuransi tanggung gugat direktur dan officer bertujuan untuk melindungi
direktur dan officer suatu perusahaan, perserikatan, organisasi, dsb terhadap tanggung
gugat mereka untuk kerugian finansial yang diderita oleh pihak ketiga. Tanggung gugat
perusahaan dapat dibatasi tetapi tidak demikian dengan direktur.

Tinjauan pasar

Polis D&O liability berkembang dengan pesat selama 10 tahun terakhir di Inggris, walaupun
polis ini sudah ada lebih dari 50 tahun. Perkembangan yang pesat ini disebabkan beberapa
alasan:
Globalisasi bisnis komersil dan industri berarti lebih banyak perusahaan yang memiliki
kekayaan di AS.
Pemerintah telah bertindak untuk mencoba dan mengendalikan aktivitas perusahaan multi
nasional dengan mengatur operasi perusahaan dan tingkah laku direktur.
Klaim terhadap direktur tidak lagi terbatas di AS. Walaupun usaha-usaha telah dilakukan
untuk menyelesaikan klaim D&O di luar pengadilan untuk menghindari publikasi buruk,
setiap negara besar mengalami peningkatan dramatis dalam tuntutan terhadap direktur.
Di UK, sejumlah skandal perusahaan seperti BCCI, Maxwell dan Barings, juga isu bayaran
eksekutif, telah membawa corporate governance ke dalam arena publik umum.
Pemerintah UK telah bereaksi terhadap keprihatinan publik mengenai manajemen
perusahaan dengan sejumlah tinjauan mengenai corporate governance yang dirancang
untuk mengkodifikasi dan mengatur bagaimana dewan perusahaan distruktur dan
dijalankan.
Pada saat yang sama, Institute Chartered Accountants di Inggris dan Wales, dengan
dukungan London Stock Exchange, telah memperhatikan identifikasi dan manajemen risiko
dalam suatu perusahaan dan penggunaan pengendalian internal yang efektif.
Direktur harus memberikan kepada pemegang saham dan stakeholder pengetahuan yang
dibutuhkan untuk memampukan mereka membuat keputusan dengan didasari informasi
tentang perusahaan
Adanya keharusan bagi direktur untuk berkomunikasi dengan tanggap dan efektif membuat
mereka menyadari potensi risiko yang ada dan mencari perlindungan asuransi secara aktif.
Kerangka kerja hukum

Tanggung gugat hukum kasus (common law)

Tanggung gugat dapat timbul dalam hukum kasus karena kurangnya keahlian dan kehati-
hatian direktur dalam melakukan kewajibannya. Misalkan:
saran yang atau pernyataan salah yang lalai, khususnya dalam konteks merger atau take-
over ketika kegagalan untuk memahami tren ekonomi dapat menyebabkan suatu perkiraan
yang salahmengenai kinerja perusahaan;
setiap tindakan yang melebihi batas konstitusi perusahaan (seperti peminjaman yang
berlebihan) dan pembayaran yang tidak diotorisasi, apapun alasannya;
kegagalan untuk mengungkapkan tingkat kepentingan direktur secara penuh;

                                            Page 99 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955

kesalahan dalam keputusan, misalkan mengijinkan perusahaan untuk terus
melakukan perdagangan ketika bisnis harus berhenti;
pengawasan yang lalai terhadap tanggung jawab yang didelegasikan;
investasi yang tidak bijaksana.

Tanggung gugat berdasarkan perundang-undangan

Area tanggung gugat ini signifikan dan secara konstan meluas karena pemerintah berusaha
keras untuk membuat individu lebih memiliki akuntabilitas untuk tindakan mereka.

Peratuan yang memiliki pengaruh terhadap tanggung gugat direksi adalah:
Undang-undang No. 1 tahun 1995

Tanggung gugat pribadi

Karena perusahaan bukan manusia, tindakannya hanya dapat diputuskan dan
diimplementasikan oleh orang yang mengelolanya, yaitu direktur. Dalam bertindak sebagai
‘otak dan keinginan’ perusahaan, direktur dapat memiliki tanggung gugat berdasarkan
hukum kasus untuk kesalahan yang dilakukan perusahaan. Tanggung gugat timbul dengan
cara yang sama dengan yang ditetapkan oleh perundang-undangan.

Pembunuhan korporasi

Posisi hukum saat ini (UK) adalah suatu perusahaan dapat bertanggung jawab secara
kriminal untuk pembunuhan walaupun ia merupakan seseorang yang terpisah secara
hukum dengan tidak ada keberadaan fisik. Tanggung gugat untuk pembunuhan dapat
dihubungkan dengan penggunaan media berikut:

Prinsip identifikasi
    Pada intinya, siapa yang mengendalikan atau mengelola urusan suatu perusahaan
    dianggap sebagai perwujudan dari perusahaan itu sendiri.
Vicarious liability
    Berdasarkan berbagai undang-undang, dengan menetapkan suatu kewajiban yang
    absolut terhadap majikan atau prinsipal, membuat majikan bertanggung jawab untuk
    tindakan dari pegawai atau agennya, bahkan jika majikan tidak memiliki kewenangan
    atau ijin untuk melakukan tindakan tersebut.

Dengan usulan pelanggaran baru mengenai ’pembunuhan perusahaan’ suatu perusahaan
akan bersalah jika:
suatu kesalahan manajemen oleh perusahaan, dalam cara suatu aktivitas perusahaan
dikelola atau diorganisasi untuk memastikan kesehatan dan keselamatan dai orang yang
dipekerjakan atau terpengaruh oleh aktivitas tersebut, menyebabkan atau merupakan salah
satu yang menyebabkan kematian seseorang, walaupun penyebab langsungnya adalah
tindakan atau kesalahan suatu individu;

                                           Page 100 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955

kegagalan yang terdiri dari tingkah laku yang berada di bawah yang secara
wajar diharapkan dari suatu perusahaan dalam keadaan demikian.

Siapa direktur?

Suatu perusahaan adalah suatu entitas hukum dan terpisah serta berbeda dari pemiliknya –
pemegang saham – dan manajemennya. Direktur terdiri dari direktur yang ditunjuk dan
orang lain (apa pun jabatan atau posisinya yang terlihat). Ini dapat termasuk direktur de
facto (konstruktif) yang bertindak meskipun kurang memiliki penunjukkan resmi. Misalkan
general manager yang menjalankan perusahaan untuk direktur yang tidak hadir, dan
shadow directors, seperti pemegang saham mayoritas yang menjaga jaak dengan
perusahaan tetapi secara efektif mengarahkan direktur yang ditunjuk.

Direktur de facto dan direktur bayangan
    Direktur de facto adalah seseorang yang menyatakan untuk bertindak dan mengakui
    untuk bertindak sebagai seorang direktur, walaupun tidak diangkat secara sah. Direktur
    bayangan, sebaliknya, tidak menyatakan atau mengakui untuk bertindak sebagai
    seorang direktur. Ia bersembunyi dalam bayangan berlindung di belakang orang lain,
    yang ia nyatakan, adalah direktur perusahaan dengan mengecualikan dirinya.
Anak perusahaan dan perusahaan afiliasi
    Polis sebaiknya mencakup semua anak perusahaan dalam suatu grup dan biasanya
    polis diberlakukan oleh induk perusahaan utama daripada anak perusahaan.
Kedirekturan dari luar
    Banyak perusahaan yang membutuhkan seorang direktur untuk duduk dalam dewan
    yang berasal dari luar perusahaan, misalkan suatu bank dapat menominasikan seorang
    individu untuk bertindak sebagai seorang direktur untuk perusahaan dimana bank
    memiliki investasi.
Kebijakan direktur individual
    Juga dimungkinkan untuk mengatur penjaminan dengan dasar individu untuk seorang
    direktur yang akan menjamin kedirekturan yang dipegangnya dalam berbagai
    perusahaan.
Perwalian
    Wali dapat memiliki tanggung gugat seperti halnya direktur.


Risiko milenium

Adanya permasalahan ‘millenium bug’ menyebabkan suatu kewajaran apabila direktur
diharapkan untuk memastikan bahwa pemesanan TI yang signifikan oleh perusahaan harus
memenuhi standar Year 2000. Kegagalan melakukan hal tersebut dapat menghasilkan
tanggung gugat pribadi apabila sistem tidak dapat menanggulangi dan perusahaan
menderita kerugian sebagai akibatnya.



                                           Page 101 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Sebagai tambahan, direktur juga harus mengambil langkah-langkah aktif
untuk menilai pengaruh masalah yang mungkin terjadi pada sistem yang ada dan
memutuskan tindakan perbaikan.


Wording polis

Klausul penjaminan

Tanggung gugat direktur dan officer
Penanggung akan membayar kerugian untuk setiap tertanggung yang dihasilkan setiap
klaim pertama dilakukan terhadap tertanggung dalam jangka waktu pertanggungan untuk
setiap tindakan salah dalam kapasitas tertanggung sebagai seorang direktur, officer atau
pegawai dari perusahaan kecuali untuk dan hingga tingkatan yang telah diganti perusahaan
kepada tertanggung.

Reimbursemen perusahaan
Penanggung akan membayar kerugian perusahaan yang dihasilkan dari setiap klaim yang
pertama dibuat terhadap tertanggung dalam jangka waktu pertanggungan untuk setiap
tindakan salah dalam kapasitas tertanggung sebagai seorang direktur, officer atau pegawai
dari perusahaan tetapi hanya ketika dan hingga tingkatan yang telah diganti perusahaan
kepada tertanggung untuk kerugian tersebut.
Definisi

Tindakan salah biasanya didefinisikan:
setiap pelanggaran kewajiban, pelanggaran kepercayaan, kelalaian, kesalahan, pernyataan
yang salah, pernyataan yang menyesatkan, pelanggaran wewenang atau warranty atau
tindakan lain yang aktual atau dituduhkan dari direktur, officer atau pegawai sehubungan
dengan kapasitas sebagai seorang direktur atau officer dari perusahaan.

Klaim meliputi:
setiap tuntutan atau proses pengadilan yang dilakukan oleh orang atau organisasi terhadap
tertanggung untuk damages moneter atau pembebasan lain, termasuk pembebasan bukan
uang
setiap permintaan tertulis dari orang atau organisasi bahwa merupakan maksud dari orang
atau organisasi untuk menyatkan tertanggung bertanggung jawab atas akibat dari suatu
tindakan salah yang disebutkan
penuntutan kriminal yang dilakukan terhadap seorang tertanggung
proses administratif atau berhubungan dengan undang-undang atau investigasi resmi
sehubungan dengan suatu tindakan salah seorang tertanggung

Kerugian meliputi damages, keputusan pengadilan, penyelesaian dan biaya pembelaan
klaim.

Pengecualian polis

                                           Page 102 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
keuntungan pribadi yang tidak layak atau penipuan dan ketidakjujuran
pemberitahuan sebelumnya
proses hukum sebelumnya dan yang tertunda
tertanggung vs. tertanggung
perwalian dana pensiun
polusi
di luar kedirekturan
cedera badan atau kerusakan atas harta benda nyata
klausul yurisdiksi

Batas ganti rugi

Biasanya diaplikasikan suatu batas agregat total ganti rugi dan jumlahnya disebutkan dalam
ikhtisar polis.

Kondisi-kondisi polis

Kondisi-kondisinya serupa dengan banyak kondisi dalam polis tanggung gugat. Ada
beberapa tambahan seperti:
Penanggung setuju untuk tidak menyelesaikan klaim tanpa persetujuan tertanggung. Akan
tetapi, jika tertanggung menolak suatu penyelesaian yang direkomendasikan oleh
penanggung, tanggung gugat penanggung tidak akan melebihi jumlah yang seharusnya
dibayarkan jika klaim diselesaikan ditambah biaya dan pengeluaranyang timbul hingga
tanggal penolakan.
Jika suatu penawaran untuk penerbitan saham tertanggung dinyatakan unconditional, ganti
rugi polis hanya berlaku atas klaim untuk tindakan salah yang dilakukan sebelum tanggal
penawaran tersebut menjadi unconditional.

Perluasan polis

Perwakilan dalam investigasi dan pemeriksaan


    Penanggung mengganti biaya-biaya atau pengeluaran-pengeluaran yang telah
    disetujuinya terlebih dahulu secara tertulis yang dihasilkan oleh kehadiran yang
    diharuskan secara hukum dari direktur atau officer perusahaan pada investigasi ,
    pemeriksaan atau penyelidikan resmi atau sejenisnya yang berhubungan dengan
    urusan perusahaan.
Anak perusahaan yang baru
    Secara otomatis dijamin hingga ukuran tertentu.
Di luar kedirekturan
    Jika penjaminan diberikan, berada dalam contingent basis dan harus memenuhi dua
    kriteria:
Di luar perusahaan tidak dapat mengganti rugi direktur
Di luar perusahaan tidak atau tidak efektif memiliki penjaminan D&O
                                           Page 103 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
   Polis D&O perusahaan hanya akan beroperasi di atas penggantirugian
   yang diberikan perusahaan
Discovery period
   Penanggung memberikan suatu jangka waktu tambahan setelah berakhirnya polis untuk
   pelaporan klaim yang disebabkan kejadian yang terjadi sebelum atau tidak diketahui
   sampai sesudah jangka waktu polis berakhir.
Pegawai
   Penanggung menjamin juga pegawai pada saat betindak dalam kapasitas manajerial
   atau kepenyeliaan (supervisory).

Perluasan penjaminan entitas

Penjaminan entitas untuk klaim sekuritas

Penjaminan entitas untuk klaim praktek kepegawaian

Underwriting risiko

Formulir permohonan pertanggungan dan laporan & pembukuan yang diaudit

Formulir permohonan pertanggungan selalu dibutuhkan untuk kelas bisnis ini dan harus
disertai dengan:
pembukuan terakhir yang telah diaudit
pernyataan sementara terakhir, jika ada
salinan semua surat edaran yang dikirimkan kepada pemegang saham perusahaan selama
tahun sebelumnya
10-K dan 20-F Filing di AS yang terakhir

Pertanyaan yang biasa adalah mengenai nama perusahaan dan alamat kantor pusatnya,
tanggal berdirinya, aktivitas bisnis dan asuransi sebelumnya. Perusahaan baru tanpa
catatan finansial atau manajemen dapat mengalami kesulitan untuk mendapatkan
penjaminan. Dalam keadaan ini, penanggung akan membutuhkan salinan dari rencana
bisnis dan rincian lebih lanjut mengenai latar belakang dan pengalaman sebelumnya dari
direktur tersebut.

Jika perusahaan yang akan diasuransikan adalah suatu anak perusahaan, maka nama
perusahaan induk utama harus diberikan. Suatu daftar dibutuhkan untuk semua orang yang
merupakan direktur dan officer dari perusahaan atau anak perusahaannya dan informasi
yang diinginkan adalah usia dan posisi yang dipegangnya.

Informasi tambahan

Informasi rinci yang diminta dalam formulir permohonan adalah sebagai berikut:
setiap perubahan atas struktur modal perusahaan selama tahun lalu;
apakah, dalam 12 bulan, perusahaan mengungkapkan bahwa ia dalam pertimbangan
untuk akuisisi, penawaran tender atau merger
                                           Page 104 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
apakah ada pemegang saham yang memiliki 15% atau lebih saham
perusahaan
apakah ada permohonan yang disadari perusahaan, berhubungan dengan akuisisi oleh
atau merger dengan perusahaan lain atau permohonan menjadi perusahaan terbuka
semua perubahan terhadap anak perusahaan selama 12 bulan terakhir
rincian kekayaan kotor keseluruhan dari grup di AS (fixed assets dan current assets)
apakah perusahaan atau anak perusahaannya memiliki saham atau surat hutang yang
diperdagangkan di AS


Risiko milenium
apakah perusahaan telah menyiapkan inventaris piranti keras dan piranti lunak komputer
yang digunakan dalam bisnis untuk menilai kemampuannya memenuhi standar Year 2000.
Apakah perusahaan memiliki rencana perbaikan Year 2000?
Apakah penasihat hukum perusahaan telah meninjau semua persetujuan ijin dan
persetujuan perawatan jangka panjang yang berhubungan dengan piranti lunak berlisensi
pihak ketiga untuk menilai jika vendor piranti lunak tersebut memiliki kewajiban untuk
membuat piranti lunak mereka memenuhi standar Year 2000?
Apakah perusahaan membutuhkan, dengan kontrak, bahwa setiap piranti lunak yang baru
yang dijual atau dilisensikan kepada mereka memenuhi standar Year 2000?

Informasi klaim

Jika suatu asuransi serupa dengan yang saat ini diajukan masih atau tidak berlaku, apakah
klaim yang dibuat atau yang masih tertunda terhadap orang yang mengajukan asuransi
berada dalam lingkup asuransi tersebut?
Apakah perusahaan atau rang yang diajukan untuk asuransi menyadari,s etelah
penyelidikan, setiap keadaan atau peristiwa yang dianggap mereka memiliki dasar untuk
klaim di masa mendatang akan berada dalam lingkup asuransi yang diajukan?

Batas ganti rugi

Pemohon harus menyatakan batas ganti rugi yang dibutuhkan, jumlah minimum biasanya
£1 juta tetapi dapat lebih lagi.

Excess

Excess biasanya diberlakukan untuk bagian reimbursemen perusahaan, khususnya jika
penjaminan diberikan untuk AS dan Kanada.

Deklarasi dan tanda tangan

Formulir permohonan harus ditandatangani oleh chairman atau chief executive atau yang
setara, dengan jaminan bahwa ‘semua klaim atau keadaan yang dapat menimbulkan klaim
telah diberitahukan kepada penanggung’.

                                           Page 105 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Deklarasi perpanjangan

Perusahaan harus mengisi formulir permohonan yang baru setiap tahun dan menyediakan
pembukuan diaudit yang terakhir, dsb.

Penetapan suku premi

Batas ganti rugi
Penjualan dan kekayaan kotor
Perdagangan, aktivitas perusahaan dan struktur organisasi
Posisi keuangan perusahaan
Daerah geografis operasi dan yurisdiksi yang dijamin
Jumlah direktur dan officer yang dijamin
Strategi pemenuhan standar Year 2000




                                                 Bab 12
                                          Tanggung Gugat Profesi

Pendahuluan

Tujuan asuransi tanggung gugat profesi adalah untuk melindungi orang profesional
terhadap tanggung gugat hukum untuk membayar damages kepada orang-orang yang
menderita kerugian finansial yang timbul dari kelalaian profesional mereka sendiri atau
pegawainya dalam melakukan suatu bisnis.

Tinjauan pasar
Asuransi tanggung gugat profesi telah berkembang menjadi suatu kelas spesialis dan
memasuki profesi yang baru, seperti industri komputer, telekomunikasi dan sektor
pendidikan swasta dan kesehatan.


                                           Page 106 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955

Sebagai tambahan profesi tradisional juga berkembang menjadi sektor lain
dan berhubungan, misalkan akuntan dan auditor menjadi konsultan manajemen dan
komputer.
Pertumbuhan asuransi tanggung gugat didukung oleh dua faktor yang berhubungan:
kesiapan lebih banyak orang untuk mencari saran hukum dan terlibat dalam proses hukum
untuk mendapatkan kompensasi daripada sebelumnya
persyaratan yang ditetapkan oleh badan profesional agar anggotanya memiliki asuransi
tanggung gugat profesi sebagai standar minimum.


Bagaimana tanggung gugat timbul

Ketika seorang profesional memberikan suatu saran atas masalah yang melibatkan profesi
mereka, mereka harus memberikannya dengan suatu tingkat keahlian yang wajar dan
memiliki informasi yang cukup untuk membuatnya aman dalam memberikan saran khusus
tersebut.

Hukum kasus dan tort

Seorang profesional memiliki suatu kewajiban kepada pelanggannya untuk melakukan
suatu tingkat keahlian yang diharapkan dari seseorang dalam profesi tersebut. Orang
tersebut tidak harus memiliki keahlian yang tertinggi, tetapi harus dapat menunjukkan suatu
standar ahli biasa dalam profesi tersebut. Contoh kasus Bolam v. Friern Hospital
Management Committee (1957).


Berdasarkan kontrak

Salah satu pesyaratan tersirat (implied terms) dalam kontrak jasa antara seorang
profesional dengan pelanggannya adalah ia memberikan jasa dengan keahlian dan kehati-
hatian yang wajar.

Sebagai tambahan, tanggung gugat terhadap pihak ketiga dapat timbul sesuai dengan
prinsip Hedley Byrne, dimana tanpa adanya hubungan kontrak terdapat suatu tanggung
gugat untuk penyataan salah yang dibuat secara lalai yang menyebabkan kerugian finansial
atau fisik.

Perundang-undangan

Pertumbuhan dalam aktivitas profesional dan konsultasi telah diimbangi dengan perundang-
undangan yang dirancang untuk mengatur profesi tertentu dan melindungi warga negara
dan konsumen.

Contoh bagaimana tanggung gugat timbul dalam profesi yang berbeda

                                           Page 107 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
Konstruksi dan harta benda
Arsitek dan insinyur
Arsitek dan insinyur dapat memiliki tanggung gugat hukum untuk saran yang tidak tepat,
pembuatan rancangan yang tidak tepat dan kesalahan dalam spesifikasi, disain, tender atau
kuantitas dan juga pengawasan yang lalai dalam pekerjaan struktur atau yang lainnya.
Auctioneers, estate agents, surveyors dan valuers
Risiko timbul dari survey yang dilakukan terhadap harta benda atau saran yang diberikan
sehubungan dengan penjualan atau pemesanan harta benda. Kewajiban surveyor tidak
hanya untuk melaporkan fakta-fakta tetapi juga untuk menginterpretasikan penemuan-
penemuan tersebut kepada nasabah.

Hukum
Barristers
Dalam kasus Arthur JS Hall & Co. v. Simons; Barrat v. Ansell; Harris v. Schofield Roberts &
Hill, pengadilan menyatakan bahwa perwakilan hukum tidak lagi kebal dari tuntutan sipil
untuk pekerjaan mereka sebagai advokat dalam pengadilan.
Solicitors
Kewajiban solicitors adalah untuk melakukan semua kehati-hatian keahlian yang wajar
dalam dan mengenai bisnis nasabah mereka, tetapi seorang nasabah yang tidak
berpengalaman dapat lebih membutuhkan saran daripada yang berpengalaman.
Salah satu penyebab klaim yang umum adalah kegagalan solicitors untuk mengambil
tindakan hukum yang diperlukan dalam jangka waktu yang ditetapkan undang-undang.
Obat-obatan

Orang-orang dalam profesi medis dapat mengalami tuntutan dengan dasar mereka gagal
menggunakan kehati-hatian yang wajar. Walaupun saran atau perawatan yang diberikan
adalah yang terbaik, ada kemungkinan klaim spekulatif oleh pasien yang tidak pulih secara
memuaskan atau secara cepat seperti yang mereka harapkan dan yang mengimplikasikan
bahwa, jika bentuk perawatan lain diberikan, semua akan menjadi lebih baik.

Keuangan
Akuntan dan auditor
Akuntan harus mengetahui prinsip umum tentang hukum perusahaan dan persyaratan
hukum dari sertifikat auditor. Jika mereka berlaku sebagai seorang auditor terhadap
pembukuan mana yang harus diaudit berdasarkan persyaratan hukum, mereka harus
mengetahui ketentuan perundang-undangan selama mempengaruhi tugas mereka. Mereka
bertanggung jawab untuk kelalaian jika mereka gagal melihat informasi yang dibutuhkan
dan untuk penipuan, jika mereka membuat pernyataan tanpa mempermasalahkan atau
membenarkan hal itu.
Auditor suatu perusahaan harus membuat suatu laporan mengenai pembukuan yang
diperiksa oleh mereka. Mereka harus menyatakan apakah neraca keuangan dan
pembukuan telah dipersiapkan dengan layak dan apakah, dalam pendapat mereka, suatu
pandangan yang benar dan adil telah diberikan mengenai keadaan perusahaan pada akhir


                                           Page 108 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
periode pembukuan dan mengenai keuntungan atau kerugian perusahaan
untuk periode tersebut.
Broker asuransi
Broker asuransi memiliki kewajiban berhati-hati kepada nasabah mereka dan juga kepada
penanggung dalam menyusun asuransi. Mereka harus melaksanakan instruksi nasabah
mereka dan memberikan mereka saran yang layak. Setiap pelanggaran kewajiban ini dapat
melibatkan mereka dalam suatu tanggung gugat hukum. Pertanyaan kunci yang menjadi
dasar semua aktivitas broker dan penempatan langsung adalah dalam menetapkan ‘fakta
material’.

Profesi dan konsultasi lain
Agen pemasaran dan pengiklanan
Klaim dapat timbul dari kesalahan seperti kegagalan untuk memperhatikan kesalahan
cetak, gagal memenuhi tenggat waktu, pencemaran nama baik, dan pelanggaran hak cipta.
Konsultan komputer
Ketergantungan yang besar terhadap teknologi informasi yang efektif membuat nasabah
komersil dan industri mudah melakukan klaim apabila mereka merasa mereka menerima
pelayanan yang di bawah standar.
Badan riset dan pendidikan
Banyak universitas dan badan riset yang bergantung pada dana yang diterima dari dunia
komersil. Hal ini seringkali diberikan dengan imbalan untuk riset mengenai teknologi yang
paling maju atau inisiatif bersama dengan industri dalam area yang berisiko tinggi seperti a
aeronautika, obat-obatan dan pekerjaan mengenai binatang.
Telah terjadi peningkatan jumlah klaim akhir-akhir ini terhadap sekolah, misalkan,
kegagalan untuk mengidentifikasi dan menyediakan kebutuhan murid-muridnya.
Employment agencies
Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah employment agencies tersebut menerima
tanggung jawab berdasarkan kontrak dengan perusahaan pemakai jasanya atas tindakan
dari staf yang mereka suplai.
Disain dan saran industrial
Beberapa perusahaan manufaktur dapat terlibat dalam suatu risiko saran dan disain, tidak
berhubungan dengan penyediaan suatu produk, dimana mereka menerima bayaran.
Mereka mungkin diakui sebagai ahli dalam suatu bidang tertentu dan siap untuk
memberikan saran atau panduan.
Jasa investigasi dan analisis
Firma yang memberikan jasa investigasi atau yang melakukan analisa memiliki risiko untuk
mengalami klaim apabila penemuan mereka terbukti tidak akurat. Contoh aktivitasnya:
agen pencari perusahaan
saksi ahli
ahli forensik
agen pencari hukum
Telekomunikasi
Ada risiko besar bagi perusahaan telekomunikasi untuk dinyatakan bertanggung jawab
untuk pencemaran nama baik atau libel yang disiarkan melalui sistemnya, sebagai
                                           Page 109 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
tambahan terhadap setiap saran yang mereka berikan yang dapat
mneyebabkan klaim untuk kelalaian atau kesalahan.
Penterjemah
Area problem utama adalah apabila pekerjaan melibatkan penterjemahan pekerjaan ilmiah
dan atau teknis dimana penterjemah harus berkualifikasi dalam pokok yang diterjemahkan
dan juga dengan bahasa yang digunakan.

Tanggung gugat internet

Dengan penggunaan internet oleh konsumen dan perusahaan, banyak tanggung gugat
muncul.

Polis yang ada di pasar menyediakan penjaminan pihak pertama dan pihak ketiga.
Penjaminan itu antara lain:
kerusakan website tertanggung dari serangan virus internasional
kerugian finansial karena penipuan dengan penggunaan e-mail atau akses yang tidak
berotoritas lain
pelanggaran hak intelektual
pencemaran nama baik
hak pribadi
penyebaran virus


Jaminan polis

Wording polis
Klausul penjaminan
Penjaminan diberikan dengan dasar ‘claims made’ yang berarti selama klaim dilakukan
dalam jangka waktu pertanggungan, tanpa memperhatikan kapan tindakan kelalaian
tersebut dilakukan. Penanggung biasanya sebelum menerbitkan polis akan mempelajari
formulir permohonan yang diajukan untuk melihat apa yang telah terjadi. Klaim yang sudah
terjadi akan dikecualikan dan jika terdapat non-disclosure maka polis menjadi void.
Penanggung dapat juga menerapkan retroactive date.
Pelanggaran kewajiban profesional
        Pelanggaran kewajiban profesional dengan alasan kelalaian atau kesalahan yang
        terjadi atau dilakukan dengan maksud baik oleh:
tertanggung
pegawai
agen
pendahulu
orang, firma, atau perusahaan lain yang bertindak secara bersama dengan tertanggung
Tanggung gugat tertanggung berdasarkan tanggung gugat dalam hukum, yaitu kegagalan
untuk melakukan suatu tingkat keahlian yang cukup, wajar dan kompeten daripada
ketidakjujuran atau penipuan.
                                           Page 110 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955

Kesalahan dijamin dengan atau tanpa kelalaian, dengan syarat tidak
disengaja dan pada prinsipnya menimbulkan tanggung gugat.
Tanggung gugat yang dijamin juga dapat berasal dari partner terdahulu, karena partner
bertanggung jawab secara bersama dan terpisah. Demikian juga dengan perbuatan dari
pegawai.



Ketidakjujuran
        yang timbul dari ketidakjujuran atau tindakan penipuan atau kesalahan pada pihak
        pegawai atau agen
Polis ini juga termasuk klausul seperti:
libel dan slander
kehilangan atau kerusakan dokumen
kompensasi untuk kehadiran di pengadilan

Batas ganti rugi

Batas ganti rugi adalah batas agregat (aggregate limit) yang berkurang setiap kali terjadi
klaim. Pembayaran biaya dan pengeluaran lain adalah cost inclusive. Kadang kala dalam
polis juga tercantum batas ganti rugi setiap kejadian (single occurrence limit).

Biaya-biaya lain

Asuransi tanggung gugat profesi biasanya berlaku risiko sendiri dengan tujuan untuk
menghilangkan klaim-klaim kecil dan memberikan tertanggung keterlibatan finansial dalam
klaim.

Biaya investigasi klaim tanggung gugat profesi seringkali tinggi, khususnya jika dibutuhkan
untuk mendapatkan laporan independen dari ahli dalam bidang tertentu. Oleh karena itu
biasanya penanggung mempersyaratkan biaya-biaya ini juga dikenakan risiko sendiri.

Pengecualian polis

risiko sendiri
tanggung gugat untuk kematian penyakit atau cedera badan dari pegawai  employers’
liability
tanggung gugat untuk cedera badan atau kerusakan harta benda pihak ketiga kecuali timbul
dari saran, rancangan, spesifikasi atau kesalahan untuk melakukan kewajiban profesional
 public & products liability
liquidated damages
konsekuensi dari setiap keadaan yang diberitahu di bawah polis sebelumnya atau setiap
keadaan yang diketahui tertanggung pada awal pertanggungan yang secara wajar mungkin
menimbulkan klaim
perang
                                           Page 111 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955
kontaminasi radioaktif dan sonic bangs
rembesan (luar ke dalam), polusi atau kontaminasi dalam berbagai bentuknya


Perluasan polis

Pelanggaran warranty kewenangan yang dilakukan dengan itikad baik
Collateral warranty
Discovery period

Kondisi polis

Pada umumnya memiliki kondisi-kondisi yang serupa dengan polis tanggung gugat yang
lain, hanya ada satu klausul khusus yaitu Queen’s Counsel. Klausul ini mengakui adanya
posisi khusus dari seorang profesional yang dihadapkan dengan suatu klaim atau ancaman
proses hukum, karena proses hukum seringkali merusak reputasi profesional mereka.

Seorang profesional tidak ingin nama mereka dihubungkan dengan suatu tuntutan kelalaian
profesional dan akan melakukan apa saja yang dapat mereka lakukan untuk memenuhi
keinginan si penuntut dalam rangka untuk mencegah kasus tersebut masuk pengadilan. Hal
ini menyebabkan pertentangan kepentingan antara penanggung dan tertanggung.

Prosedur perpanjangan

Tertanggung mengisi kembali formulir permohonan dengan rincian staf yang diperbarui 
untuk perhitungan premi
Tertanggung melaporkan kejadian yang mungkin menimbulkan klaim di masa mendatang
 perubahan premi dan tingkat risiko sendiri


Formulir permohonan

Rincian setiap partner dan direktur

kualifikasi profesional  penanggung harus memastikan bahwa pemohon berkompeten
untuk profesi tersebut dan ukuran terbaiknya adalah standar yang ditetapkan oleh badan
profesional dalam bentuk ujian kualifikasi
tanggal diperolehnya kualifikasi dan usia  untuk menentukan tingkat pengalaman
profesional sesungguhnya sejak kualifikasi diperoleh
periode praktek sebagai seorang partner  untuk menilai pengalaman pemohon
rincian partner sebelumnya  harus disediakan jika termasuk untuk dijamin




Jumlah keseluruhan staf lain
                                           Page 112 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Informasi ini dibutuhkan untuk penetapan suku premi karena premi sebagian berdasarkan
jumlah keseluruhan staf.

Aktivitas

daftar lima kontrak terbesar yang diambil dalam tiga tahun terakhir
rincian tiga kontrak terbesar yang diharapkan akan diambil untuk tahun yang akan berjalan
koneksi dengan firma lain
keanggotaan konsorsium atau praktek grup lain
deskripsi aktivitas dan gross fee setiap tahun dalam tiga tahun terakhir – dengan merinci
jika berhubungan dengan AS dan Kanada
deskripsi setiap kontrak dimana partner atau direktur memiliki suatu kepentingan dan
apakah mereka memiliki pengendalian terhadap suatu keputusan
pendapatan dari nasabah terbesar
rincian apabila produk akhir berhubungan dengan luar negeri
kontrak standar yang digunakan – brosur, dsb

Manajemen risiko

Apakah pemohon bekerja berdasarkan suatu kode praktek profesi?
Apakah pemohon memiliki instruksi kerja tertulis atau daftar pemeriksaan untuk jasa yang
disediakan?
Apa yang dianggap pemohon sebagai risiko potensial yang paling signifikan yang
berhubungan dengan lapangan pekerjaannya?
Apa yang dilakukan proposer untuk mengurangi risiko tersebut?
Seberapa sering manajemen meninjau prosedur kerja untuk memastikan kesesuaiannya
berkesinambungan dan apa bentuk tinjauan tersebut?
Apakah pemohon diakreditasi dengan IS 9000 atau memenuhi bentuk penilaian eksternal
yang lain?

Pengendalian kontrak

Apa prosedur yang dilakukan sebelum kontrak diterima untuk memastikan bahwa:
spesifikasi kontrak telah dipenuhi
kebutuhan nasabah dapat dipenuhi?
Apa catatan yang disimpan mengenai
kontrak asli
perubahan selanjutnya terhadap kontrak tersebut
perjanjian verbal
percakapan telepon?
Apa langkah yang dilakukan oleh pemohon untuk meninjau pekerjaan yang dilakukan oleh
staf?
Apakah proses perekrutan memerlukan surat referensi?

Asuransi sebelumnya
                                           Page 113 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Apakah pemohon saat ini atau pernah diasuransikan terhadap risiko tanggung gugat
profesi?

Fakta bahwa pemohon belum pernah diasuransikan dapat mempengaruhi penanggung,
tentunya tergantung, seberapa lama bisnis telah didirikan dan seberapa lama bisnis
tersebut tanpa penjaminan.

Polis diterbitkan dengan dasar ‘claims made’ dan dapat memberikan penjaminan retroactive
secara penuh. Penanggung harus memastikan bahwa tidak ada dasar untuk curiga
mengenai pembelian asuransi karena adanya kemungkinan klaim telah dilakukan untuk
tindakan kelalaian yang dilakukan di masa lalu. Dalam beberapa kasus polis dapat diubah
untuk mengecualikan atau membatasi penjaminan retroactive.

Tingkah laku pegawai

Apakah pemohon atau pendahulunya dalam bisnis mengeluarkan atau bermaksud
mengeluarkan pegawai karena:
setiap tindakan kelalaian atau kesalahan
perbuatan jahat, kriminal, penipuan atau ketidakjujuran

Ini dilakukan untuk mengungkapkan kemungkinan suatu klaim terjadi dari aktivitas masa
lalu pegawai dan pendahulu pemohon dalam bisnis berdasarkan penjaminan retroactive
yang diberikan polis.

Klaim sebelumnya

Apakah ada klaim yang telah dilakukan terhadap pemohon atau direktur, partner atau
pegawai untuk kelalaian dan kesalahan yang berhubungan dengan kewajiban profesi?

Apakah pemohon menyadari setiap kelalaian atau kesalahan atau keadaan yang dapat
menimbulkan klaim?

Ini digunakan untuk mengetahui informasi yang dapat tersedia mengenai pengalaman klaim
sebelumnya dan setiap hal yang dapat meyebabkan klaim di masa mendatang.

Penanggung juga menanyakan apakah yang telah dilakukan oleh pemohon untuk
mencegah berulangnya situasi yang menimbulkan klaim.

Perluasan pilihan

Apakah pemohon menginginkan untuk memperluas polis untuk menjamin, misalkan:
pelanggaran warranty kewenangan?
collateral warranty?

Penetapan suku premi
                                           Page 114 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


Premi untuk bisnis tanggung gugat profesi biasanya dihitung dengan mengalikan suatu
suku premi dengan gross fee atau gross billings atau batas ganti rugi, ditambah dalam
keadaan tertentu, suatu bayaran per kapita untuk setiap orang yang dipekerjakan dalam
bisnis. Suku premi yang ditetapkan bervariasi antar profesi dengan memperhitungkan
pengalaman klaim individu penanggung dan penilaian mereka terhadap potensi klaim dalam
profesi tersebut.

Premi juga dapat diperbesar karena adanya informasi lain mengenai risiko, misalkan:
lebih dari satu kantor
    jika kantor terdiri lebih dari satu lokasi, risiko dapat meningkat dengan
    mempertimbangkan sistem pengendalian, pemantauan dan komunikasi antar lokasi
    yang berbeda
pengalaman klaim
    pengalaman klaim yang buruk dapat menyebabkan peningkatan premi dasar, dan
    dengan kemungkinan peningkatan risiko sendiri
usia partner atau pengalaman bisnis
    peningkatan premi dapat terjadi jika partnernya berusia muda atau bisnis tersebut baru
    didirikan
rasio partner terhadap staf
    penambahan premi tergantung pada pandangan penanggung terhadap risiko sebagai
    suatu keseluruhan dan penilaian mereka mengenai rasio yang dapat diterima antara staf
    yang berkedudukan sebagai pengawas dan staf lain




                                       TANYAKAN PADA DIRIMU
                                APA YANG TELAH KAU BERIKAN KEPADA:
                                           ORANG TUAMU
                                            AGAMAMU
                                            NEGARAMU




                                           Page 115 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346
PEMUDA PANCA MARGA
MARKAS CABANG – KOTIF JAKARTA PUSAT
Sekretariat : MAKODIM 0501 JP/BS LT III
Jl. Angkasa Blok B Kav. 11 Kemayoran Jakarta Pusat
Phone :0819 32 72 8000, 0857 18 77 8000, 0821 37 51 8000, 6586 5955


                                    SELAMAT BELAJAR SEMOGA SUKSES




                                           Page 116 of 116

ASURANSI LIABILITY                                                               02/16/13
Disusun oleh : Ir. Sudarno Hardjo Saparto AAIK, QIP, AHLI K3, NIB : 1001560346

								
To top