Docstoc

isi makalah sejarah

Document Sample
isi makalah sejarah Powered By Docstoc
					HAKIKAT DAN RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH

BAB 1

1

A.

PENGERTIAN SEJARAH Tidak semua peristiwa masa lalu merupakan peristiwa sejarah. Proses

perkembangan alam semesta yang telah berlalu,seperti terjadinya gunung berapi,bukan lah suatu peristiwa sejarah. Sejarah adalah ilmu tentang manusia. Objek kajian sejarah adalah manusia,bukan hewan ,tumbuhan,atau alam semesta beserta isinya. Sejarah biasanya di definisikan sebagai suatu studi tentang masa lampau. Hal penting bagi sejarahwan adalah meyakinkan bahwa apa yang di tuliskannya benar dan mereka tidak memberikan opininya. Ada juga yang mengatakan bahwa sejarah merupakan bermakna jika mengetahui mengapa hal itu terjadi. Kebanyakan orang berfikir bahwa kita akan mencari makna dalam sejarah.

Arti Kata Sejarah Berdasarkan Asal Usul Katanya Kata sejarah berasal dari bahasa arab, yaitu syajaratun kata syajaratun mengandung arti “pohon”. Makna kata pohon, pada masa lalu biasanya selalu dihubung-hubungkan dengan keturunan, atau asal usul keluarga raja, atau dinasti tertentu apabila kita melihat gambar sisilahnya raja-raja atau dinasti, gambaran itu akan di lihat seerti pohon yang terbalik. Sejarah setidaknya mengandung tiga pengertian. Pertama, sejarah adalah sisilah atau asal-usul. Kedua, sejarah adalah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Ketiga, sejarah adalah ilmu,pengetahuan,dan cerita pelajaran tentang kejadian, atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau. Dalam Kamus Indonesia-Inggris, kata „sejarah‟ di terjemahkan sebagai history. History berasal dari kata yunani historia, yang berarti „informasi atau pencarian‟. Perkataaan historia menunjukan bahwa kajian sejarah bergantung sepenuhnya kepada penyelidikan tehadap perkara-perkara yang benar-benar terjadi.

Sejarah Dalam Pandangan Para Tokoh Aristoteles melihat bahwa sejarah berbeda dengan puisi dan filsafat. Baginya ,sejarah berhubungan dengan hal-hal partikular dan hal-hal actual yang sudah terjadi. Francis bacon, berdasarkan materi pokoknya, sejarah berbeda dengan disiplin ilmu yang lain. Sejarah mempelajari hal-hal yang berkisar dalam waktu dan tempat, dengan menggunakan ingatan sebagai instrumen esensialnya. Vico sejarah adalah disiplin ilmu 2

pertama manusia. Menurutnya, manusia hanya dapat mengerti apa yang sudah di buatnya sendiri. Sejarah menjadi pusat pengertian manusia yang di ciptakan sejarah. Al-Muqaddimah Kitab Al-„Ibar wa Diwan Al-Mubtada wa Al-khabar Ibn Khaldun memberikan definisi sejarah.sejarah adalah pengetahuan tentang proses-proses berbagai realitas dan sebab-musababnya secara mendalam. Hasan bin Husain Al-Thuluni adalah seorang arsitek yang berminat terhadap sejarah. Karya sejarahnya antara lain An-Nuzhah assaniyyah fi Dzkir wa Al Muluk AlMishryyah. Collingwood, sejarahwan berfikir bahwa sejarah merupakan ilmu atau suatu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang masalah tindakan manusia pada masa lalu. Mohammad Ali dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah menyatakan bahwa sejarah adalah cerita tentang proses perubahan, kejadian, dan peristiwa yang ada di sekitar kita. Kuntowijoyo, sejarah menyungguhkan fakta bersifat diakronis, ideologis, unik, dan empiris. Sejarah itu bersifat diakronis karena berhubungan dengan perjalanan waktu. Sejarah bersifat unik karena berisi hasil penelitian tentang hal-hal yang unik dan secara khas hanya berlaku pada sesuatu, hal yang ada pada suatu tempat dan waktu tertentu. Selain itu, sejarah juga bersifat empiris. Artinya, sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh. Tanpa pengalaman manusia yang sungguhsungguh. Tanpa pengalaman empiris, sejarawan tidak bias berbicara. Oleh karena harus bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh. Berdasarkan pandangan para tokoh di atas, dapat di simpulkan bahwa sejarah pada intinya merupakan cerita tentang masa lampau. Cerita itu sangat panjang dan mencatat berbagai peristiwa. Cerita itu masih teta berlanjut. Apa yang terjadi sekarang akan menjadi sejarah di hari esok.

B.

SEJARAH BERBAGAI PERISTIWA, KISAH, ILMU, DAN SENI

Sejarah sebagai peristiwa Sejarah adalah peristiwa yang terjadi pada masa lampau sejarah sebagai peristiwa merupakan sejarah sebagaimana terjadinya (histoire realite). Peristiwa yang di maksudkan di sini bukanlah semua peristiwa. Suatu peristiwa dapat dapat di anggap sebagai sejarah jika peristiwa itu dapat di kaitkan dengan peristiwa yang lain sebagai dari bagian dari proses atau dinamika suatu konteks historis. Kesinambungan antara peristiwa yang satu dengan yang lain dalam 3

hubungan sebab akibat terdapat dalam konteks waktu, prilaku, dan tempat. Secara praktis dan metodologis, sejarah harus diartikan sebagai tindakan manusia dalam waktu tertentu pada masa lampau yang dilakukan di tempat tertentu. Sejarah sebagai peristiwa pada dasarnya adalah objektif. Objektifitas sejarah sebagai peristiwa terletak pada fakta yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi. Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang abadi karena peristiwa tersebut tidak berubah-ubah dan tetap di kenang sepanjang masa. peristiwa sejarah juga bersifat unik karena peristiwa itu hanya terjadi satu kali dan tak pernah terulang kembali secara persis.

Sejarah sebagai Kisah Huizinga, sejarawan belanda, mengatakan bahwa sejarah adalah “suatu kisah yang telah berlalu”. Sejarah sebagai kisah merupakan narasi yang di susun berdasarkan memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau Ada kemungkinan sejarah sebagai kisah bersifat subjektif. Subjektivitasnya terletak pada bagaimana sejarah dituturkan atau di ceritakan oleh seseorang. Factor kepentingan terlihat dari cara seseorang menuturkan kisah sejarahnya. Misalnya, dalam penulisan biografi seorang tokoh secara pribadi ingin menunjukan bahwa pribadinya memiliki peran penting dalam suatu peristiwa sejarah. Faktor kelompok social yang dimiliki si penutur sejarah juga dapat mempengaruhi cara penulisan sejarah. Pengetahuan dan latar belakang keilmuan penutur sejarah juga mempengaruhi kisah sejarah yang disampaikannya. Pengaruh ini dapat di lihat dari kelengkapan kisah yang di sampaikan, gaya penyampaian, dan interprestasinya atas peristiwa sejarah yang akan dikisahkan.

Sejarah sebagai Ilmu Leopold Von Rangke di kenal sebagai bapak histografi modern. Dengan menulis apa yang sesungguhnya terjadi, sejarah akan menjadi objektif. Objektifitas sejarah membuatnya berbeda dengan sastra. Para sastrawan sangat subjektif. Kebenaran secara mutlak ada di bawah kekuasaannya. 4

Sejarah dapat dilihat sebagai ilmu dengan karateristik tertentu. Sejarah termasuk ilmu manusia yang dalam perjalanan waktu di pecah menjadi ilmu sosial dan ilmu kemanusiaan. Sejarah termasuk ilmu empiris. Karena sejarah itulah sejarah sangat bergantung pada pengalaman manusia. Pengalaman itu di rekam dalam berbagai dokumen. Sejarah juga melihat kesinambungan yang terjadi dalam suatu masyarakat. Sejarah juga melihat perubahan yang terjadi di dalam masyarakat yang biasanya di sebabkan oleh pengaruh dari luar. Dalam meneliti objeknya, sejarah berpegang pada teorinya sendiri dengan metode yang bersifat terbuka dan hanya tunduk pada fakta. Sejarah juga membutuhkan riset, penulisan yang baik, penalaran yang teratur dan sistematika yang runtut, serta konsep yang jelas. Sejarah juga mempunyai generalisasi. Sering kali generalisasi sejarah merupakan koreksi atas kesimpulan-kesimpulan ilmu lain. Metode sejarah bersifat terbuka dan hanya tunduk pada fakta. Sejarah juga seperti ilmu-ilmu yang membutuhkan riset, penulisan yang baik penalaran yang teratur, sistematika yang runtut serta konsep yang jelas.

Sejarah sebagai Seni Sejarah juga dapat di lihat sebagai seni. Sebagaimana seni, sejarah membutuhkan intuisi, emosi, dan gaya bahasa. Pengarang cendrung bekerja sambil mengkhayal. Sementara itu, sejarawan harus tetp ingat akan data-datanya. Dalam melihat sejarah sebagai seni yang memakai intuisi sejarawan harus dapat membayangkan apa sebenarnya sedang terjadi dan apa yang terjadi sesudahnya. Penulisan sejarah dengan emosi sangat penting untuk pewarisan nilai, asalkan penulisan itu tetap setia pada fakta. Penulisan sejarah juga membutuhkan gaya bahasa yang baik yang dapat menggambarkan detail-detail sejarah secara lugas dan tidak berbelit-belit. Sejarah sebagai seni mempunyai beberapa kekurangan. Pertama sejarah sebagai seni akan kehilangan ketepatan dan objektivitasnya karena seni merupakan hasil imajinasi.

5

Table 1.1 perbandingan antara penulisan sejarah sebagai seni dan sejarah sebagai ilmu

Penulisan Sejarah Aspek penulisan Ketepatan
Objektif Imajinasi

Sebagai seni

Sebagai seni

Rendah
Rendah Tinggi

Tinggi Tinggi Rendah

Sumbangan terhadap penulisan sejarah. Seni memberikan karateristik yang dapat menggambarkan watak orang dalam biografi koloktif. Selain itu, seni juga memberikan struktur plot atau alur tulisan sejarah yang kerap kali di lupakan oleh semua sejarawan.

Uji Penguasaan Materi 1. Sejarah sebagai peristiwa sebagaimana terjadinya di sebut … 2. Kisah sesuatu yang telah berlaku adalah definisi sejarah menurut … 3. Sejarah sebagai kisah merupakan narasi yang disusun berdasarkan … 4. Bapak historiografi modern adalah … 5. Sejarah sangat bergantung dari pengalaman dari pengalaman. Oleh karena itu, Sejarah termasuk ilmu … jawaban
sıɹıdɯǝ ˙5 uɐsǝʞ uɐp ıɹoɯǝɯ ˙3 ǝʞuɐɹ uoʌ oǝl ˙4 ɐƃuızınɥ ˙2 ,ǝʇılɐǝɹ ǝıɹoʇsıɥ ˙1

Aktivitas Buatlah kelompok dengan teman sekelas Anda. Tiap kelompok mencari tulisan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni. Kemudian, diskusikan dan buatlah analisis mengapa tulisan-tulisan tersebut digolngkan demikian !

6

C. GENERALISASI , PERIODISASI, DAN KRONOLOGI Periodisasi dan kronologi merupakan hal yang dapat penting dalam sejarah. Dengan periodisasi, sejarawan dapat lebih memfokuskan dirinya pada penelitian dalam suatu pembabakan sejarah. Hasil penelitiannya juga akan lebih sempurna.

Generalisasi dan Periodisasi Generalisasi adalah pekerjaan penyimpulan dari khusu ke umum. Ada dua tujuan generalisasi, yaitu untuk saintifikasi dan untuk simplifikasi. Tujuan generalisasi mengandung arti bahwa sejarah juga melakukan penyimpulan umum. Selain saintifiksi, generalisasi juga bertujuan untuk simplifikasi atau penyederhanaan. Simplifikasi perlu bagi sejarawan dalam melakukan ananlisis. Ada banyak generalisasi sejarah. Salah satu di antaranya adalah merupakan pengklasifikasian peristiwa-peristiwa sejarah dalam tahapan atau pembabakan tertentu. Pembagian sejarah perkembangan budaya manusia oleh para ahli atas dua periode besar berikut. a. Zaman prasejarah, yakni di mana manusia belum mengenal tulisan. Bahkan di mulai sejak adanya manusia hingga di temukannya peninggalan-peninggalan tertulis b. Zaman sejarah, yakni zaman di mana manusia sudah mengenal tulisan. Babakan ini di mulai sejak manusia mengenal tulisan hingga sekarang. Periodisasi dapat dilakukan berdasarkan perkembangan politik, sosial ekonomi kebudayaan , dan agama.

Kronologi Istilah kronologi di pahami sebagai urutan peristiwa yang disusun berdasarkan waktu terjadiya. Kronologi sendiri merupakan kata berasal dari bahasa yunani, yaitu chronos harfiah, kronogi berarti waktu dan logos berarti ilmu. Dalan ilmu sejarah, kronologi adalah ilmu untuk menentukan terjadinya suatu peristiwa dan tempat peristiwa peristiwa tersebut secara tepat berdasarkan urutan waktu. Tujuan kronologi adalah untuk menghindari anakronisme atau kerancuan waktu dalam sejarah. Kronogi merupakan ilmu dasar yang sangat penting bagi ilmu sejarah karena konsep ini menggambarkan proses sejarah. Catatan tentang tahun terjadinya suatu rentetan peristiwa sejarah biasa di sebut kronik. 7

Salah satu cara yang baik dalam menunjukan tatanan kronologis di mana peristiwaperistiwa terjadi adalah pengunaan garis waktu. Dalam mengurutkan berbagai macam ukuran waktu atau system penanggalan. Penanggalan Kristiani berasal dari penanggalan Romawi Kuno. Penanggalan ini di ganti oleh penanggalan Julian. Kesalahan-kesalahan yang terjadi pada penanggalan Julian kemudian di perbaiki dalam penanggalan Gregorian yang di ajukan oleh Paus Gregorios XII. Penanggalan Islam dimulai pada saat Nabi Muhammad SAW. Melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah sekitar tahun 622 AD. Penanggalan islam banyak di gunakan di Asia Barat dan masyarakat di Negara-negara muslim di dunia.

Ujian Pengusaan Materi 1. Pengertian dari generalisasi … 2. Dua tujuan generalisasi adalah … 3. Urutan peristiwa yang di susun berdasarkan waktu terjadinya disebut … 4. Ukuran dalam menyusun peristiwa secara kronologis adalah … 5. Catatan tentang tahun terjadinya seatu rentetan peristiwa disebut … Jawaban
ʞıuoɹʞ ˙5 nʇʞɐʍ ˙4

ıƃolouoɹʞ ˙3 ısɐʞıɟıldɯıs uɐp ısɐʞıɟıʇuıɐs ˙2 ɯnɯn ɥıqǝl ƃuɐʎ ɐpɐdǝʞ snsnɥʞ ƃuɐʎ ıɹɐp uɐlndɯıʎuǝd ˙1

D.

KEGUNAAN SEJARAH Mempelajari sejarah berarti belajar memehami masa lalu, masa kini, dan masa

depan. Belajar sejarah juga berarti merasakan dan menghayati semangat zaman (zeit geist) yang terkandung dalam setiap peristiwa sejarah di masa lalu. Dengan mempelajari sejarah niscaya kita akan mampu memahami, menilai, dan mengambil keputusan secara lebih cermat dan bijaksana

8

Guna Sejarah secara Intrinsik Secara intrinsik, sejarah berguna sebagai ilmu, sebagai cara mengetahui masa lampau, sebagai pernyataan pendapat, dan sebagai profesi. Sejarah adaah ilmu yang terbuka dan berkembang baik dari sudut teori maupun metodenya. Keterbukaan sejarah terlihat dari penggunaan bahasa sehari-hari dalam penulisan sejarah dan kesempatan yang di berikan kepada siapapun untuk menjadi sejarawan, asalkan hasilnya dapat di pertanggung jawabkan sebagai ilmu. Ilmu sejarah akan memahami berbagai peristiwa penting yang mempengaruhi peradaban manusia sepanjang masa. ilmu sejarah memiliki arti peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Arti penting ilmu sejarah dalam kehidupan masyarakat adalah sebagai tiang pegangan untuk melangkah ke masa depan. Dengan mengetahui keadaan pada masa lampau, orang dapat mengambil dua sikap. Pertama, orang akan melestarikan masa lampau karena menganggap masa lampau itu penuh makna. Kedua, orang akan menolaknya karena menganggap peninggalan masa lampau tidak di perlukan lagi. Sejarah juga berguna untuk menyatakan pendapat. Banyak penulis sejarah yang menggunakan ilmunya ntuk menyatakan pendapat. Sejarah dpat juga sebagai profesi. Ada banyak profesi yang berkenaan dengan sejarah. Tugas kesejarahan mereka adalah untuk menanamkan kesadaran sejarah di tengah-tengah masyarakat.

Guna Sejarah secara Ekstrinsik Secara ekstrinsik, sejarah dapat memberikan sumbangan bagi berbagai aspek pendidikan di luar kepentingan keilmuan sejarah. Sejarah mempunyai fungsi pendidikan moral, penalaran, polotik, kebajikan, perubahan, masa depan, keindahan, dan ilmu berbagi peristiwa sejarah yang di kandungnya. Demikian juga dalam revolusi di perhatikan bahwa rakyat di desa ternyata tetap dermawan pada masa sulit. Peran sejarah sebagai pendidikan penalaran dapat di lihat melalui hubungan sebab akibat yang di kandung dalam setiap peristiwa sejarah. Cara berfikir monokausual menafikan kesadaran manusia berfikr sempit. Peran sejarah sebagai pendidikan politik di tunjukan oleh ormas-ormas, antara lain melalui berbagai pelatihan. Di sini, tentu perlu di tanamkan pendidikan kebajikan di perlukan oleh semua lembaga penelitian. 9

Peran sejarah sebagai pendidikan perubahan di perlukan oleh politisi, ormas-ormas, usaha-usaha, dan pribadi-pribadi. Dengan mempelajari sejarah, kelompok politisi dapat mengantisipasi gelagat perubahan. Sejarah sebagai kisah nyata pengalaman hidup manusia yang unik dapat di gunakan untuk memprediksi dan mengantisipasi kejadian berikutnya yang memiliki kecendrungan yang sama dengan pengalaman tersebut. Konservatisme atau radikalisme yang dapat merusak organisasi. hal yang sama juga berlaku bagi pribadi-pribadi. Autobigafi dan biografi yang banyak bercerita tentang perubahan akan memberi inspirasi untuk melangkah. Dengan mempelajari sejarah, dampak-dampak dari peristiwa-peristiwa politis yang terjadi dapat dianalisis. Dengan mempelajari sejarah arsitektur, dapat di rencanakan model-model arsitektur yang tepat dengan kondisi lingkungan dan zamannya. Kita dapat menyusun perencanaan kota yang tepat sehingga masalah yang terjadi di masa sebelumnya tidak terulang kembali.

Evaluasi
A. 1. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat ! Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu … a. Syajaratun b. History c. Story 2. Sejarah menjadi pusat pengertian manusia karena manusia menciptkan sejarah. Pendapat itu . . . a. Vico b. Ibn Khaldun c. Aristoteles 3. Sejarah akan melihat segala sesuatu berdasarkan rentang waktu. hal tersebut menunjukan sejarah bersifat . . . a. Diakronis b. Ideografis c. Unik 10 d. Penting e. Empiris d. Conllingwood e. Kuntowijoyo d. Historia e. Geschicthe

4.

Sejarah menggambarkan, memaparkan, dan menceritakan sesuatu sedetail munkin. Hal itu menunjukan sejarah bersifat . . . a. Diakronis b. Ideografis c. Unik d. Penting e. Empiris

5.

Sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh terjadi. Hal tersebut menunjukan sejarah bersifat . . . a. Diakronis b. Ideografis c. Unik d. Penting e. Empiris

6.

Bapak sejarah yang menulis catatan yang terkenal tentang perang Persia adalah . . . a. Ibn Khaldun d. Julius Caesar b. Herodotus e. Socrates c. Leopold von Ranke Sejarah yang melihat peristiwa sebagaimana terjadinya (histoire realite) adalah sejarah sebagai . . . . a. Kisah b. Ilmu c. Peristiwa d. Seni e. Proses

7.

8.

Sejarah sebagai ilmu bersifat . . . a. Objektif b. Subjektif c. Relative Sejarah sebagai peristiwa bersifat . . . . a. Objektif b. Subjektif c. Relatif

d. Intersubjektif e. Ideal

9.

d. Intersubjektif e. Ideal

10. Ada dua tujuan generalisasi, yakni . . . a. Periodisasi dan saintifikasi b. Periodisasi dan dimplifikasi c. Saintifikasi dan simplifikasi 11 d. Kronologi dan periodisasi e. Kronologi dan simplifikasi

11. Sejarah merupakan narasi yang di susun berdasarkan memori, kesan, atau tafsiran manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi pada waktu lampau adalah sejarah sebagai . . . a. Objektif b. Subjektif c. Relatif 12. Pengklasifikasian peristiwa sejarah dalam tahapan atau pembabakan tertentu disebut. . . a. Kronik b. Simplifikasi c. Saintifikasi 13. Urutan peristiwa yang disusun berdasarkan waktu terjadinya peristiwa tersebut disebut . . . a. Kronik b. Simplifikasi c. Saintifikasi 14. Pembagian masa sejarah berdasarkan raja-raja yang memerintah di suatu daerah merupakan periodisasi berdasarkan perkembangan . . . a. Politik d. Periodisasi b. Mengetahui masa lampau e. Profesi c. Pernyataan pendapat 15. Untuk menghindari anakronisme atau keracunan waktu dalam sejarah merupakan tujuan . . . . a. Kronik b. Garis waktu c. Sanitifikasi 16. Sacara ekstrinsik, sejarah mempunyai fungsi sebagai . . . a. Ilmu b. Mengetahui masa lampau c. Pernyataan pendapat 12 d. Pendidikan moral e. Profesi d. Periodisasi e. Kronollogi d. Periodisasi e. Kronologi d. Periodisasi e. Kronologi d. Intersubjektif e. Ideal

17. Salah satu cara yang baik dalam menunjukan tatanan kronologis terhadap peristiwaperistiwa yang terjadi adalah penggunaan . . . a. Kronik d. Periodisasi b. Garis waktu e. Kronollogi c. Sanitifikasi 18. Pengertian dikotomi “sejarah dari geladak kapal” ke sejarah yang indosentris dilakukan pada . . . a. Seminar sejarah I di Yogyakarta b. Seminar sejarah II di Yogykarta c. Seminar sejarah I di Sumatra 19. Metode yang digunakan dalam penelitian sejarah haruslah lebih objektif. Konsep tersebut merupakan usul dari . . . a. Huizinga b. Karl Max c. Ibn Khaldun 20. Exemplary center disebut juga sebagai . . . a. Guru b. Wartawan c. Tokoh sejarah d. Polisi e. Pengusaha d. Herodotus e. Leopold Von Rangke d. Seminar sejarah II di Surakarta e. Seminar sejarah I di Jakarta

B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Jawablah dengan tepat ! Jelaskan pengertian sejarah berdasarkan asal usul katanya ! Jelaskan pengertian sejarah menurut Kuntowijoyo ! Apa pendapat Collingwood mengenai sejarah ! Jelaskan pengertian sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni ! Berikan satu contoh sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai kisah ! Siapa tokoh yang menyatakan sejarah sebagai ilmu ? Jelaskan pengertian generalisasi, periodisasi, dan kronologi dalam sejarah ! Mengapa hubungan sebab akibat dalam sejarah diperlukan dalam pendidikan Penalaran ?

9. 10.

Jelaskan fungsi simplifikasi dan saintifikasi dalam generalisasi ! Jelaskan kegunaan sejarah ! 13

Lembar Jawaban Untuk Soal Esay

14

15

C. No.
1 2 3

Berilah tanda centang ( √ ) dalam kolom skala sikap berikut ini ! Pertanyaan : Apakah Anda
Memaknai setiap peristiwa dalam hidup Anda sebagai peristiwa sejarah. Melihat sejarah sebagai bagian dari seni. Menggeneralisasikan peristiwa yang terjadi di masa lalu dengan yang terjadi saat ini.

Sl

Sr

Kd TP

4 5

Mengabaikan kronologi dalam mempelajari sejarah. Menggunakan sejarah untuk sebuah perubahan dalam hidup anda.

Keterangan: Sl = Selalu Sr = Kadang-kadang TP = Tidak Pernah Bandingkan dengan jawaban teman-teman Anda. Diskusikan apabila ada perbedaan jawaban pernyataan tertentu !

16

TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA

BAB 2

17

A.

CARA MASYARAKAT PRASEJARAH MEWARISKAN MASA LALUNYA Pengalaman masa lampau oleh para sejarawan telah di bedakan dengan berbagai

cara. Bagian tertua dari sejarah disebut masa pra-aksara atau masa sebelum mengenal tulisan. Saat itu manusia belum bisa membaca dan menulis. Masa pra-aksara sering di sebut pula masa prasejarah atau pre-history. Setelah manusia mengenali tulisan malah berakirlah masa pra-aksara ini dan berubah menjadi masa aksara atau masa sejarah.

Pengalaman Masa Lalu bagi Masyarakat Prasejarah Pengalaman masa lalu bagi masyarakat yang belum mengenal tulisan (masa prasejah) selalu di kaitkan dengan alam. Dalam pandangan mereka, pengalaman ini merupakan bagian dari perubahan hidup manusia yang ditentukan oleh alam sebagai realitas kehidupan di mana manusia merupakan bagian dari larinya. Di dalam pandangan ini, terdapat juga pemikiran yang bersifat religius. Artinya menurut masyarakat yang belum mengenal tulisan, ada kekuatan magis religius yang menjadi aktor penentu perubahan dalam kehidupan. Dalam keaadaan itu, manusia hanya dapat bersikap pasrah. Adakalanya manusia hanya dapat menyadari bahwa perubahan itu terjadi karena oleh mereka yang di kutuk oleh dewa. Kutukan dewa terwujud misalnya dalam peristiwa banjir, gunung meletus, tanah longsor, atau gagal panen.

Tradisi Lisan Jan Vansina menyebutkan bahwa kesaksian lisan yang disampaikan secara verbal dari satu generasi ke generasi berikutnya disebut dengan istilah tradisi lisan (oral tradition). Ciri-ciri tradisi lisan, antara lain sebagai berikut : 1. Pesan-pesan disampaikan secara lisan, baik melalui ucapan nyanyian, maupun musik. 2. Tradisi lisan berasal dari generasi sebelum generasi sekarang ( paling sedikit satu generasi sebelumnya). Hal itu menunjukan fungsi pewarisan pada tradisi lisan. Ciri-ciri tersebut terlihat dalam berbagai jenis tradisi lisan, misalnya petuah kisah perorangan atau kelompok, cerita kepahlawanan, dan dongeng.Kepercayaan masyarakat yang belum mengenal tulisan, antara lain berbentuk pemujian terhadap roh leluhur. 18

Dengan pemujaan seperti itu, masyarakat akan mengenang dan mengingat apa yang telah diperbuat oleh leluhurnya di masa lalu.

B.

TRADISI MASYARAKAT MASA PRASEJARAH

Sistem Kepercayaan Masyarakat Sistem kepercayaan ini berpusat pada pemujaan roh nenek moyang yang di yakini hidup dan dapat mempengaruhi kehidupan mereka. Pemujaan terhadap roh nenek moyang di maksudkan agar arwah nenek moyang dapat jidup tenang di alam baka. Jasad mereka di kuburkan dengan upacara tertentu, masyarakat prasejarah juga memberikan persembahan untuk arwah nenek moyang mereka, juga mendoakan dan memberi kesejahteraan bagi anak-cucu yang di tinggalkannya.

Sistem Mata Pencaharian Masyarakat zaman tersebut mengembangkan teknologi sederhana, seperti membuat ana panah, yang lambat laun berubah menjadi aktivitas bercocok tanam. Untuk dapat mengerjakan lahan pertanian masyarakat prasejarah mengembangkan pengetahuan tentang cara mengolah tanah secara sederhana. Pengetahuan bercocok tanam meliputi pengetahuan tentang musim tanaman, dan alat-alat pertanian.

Sistem Kemasyarakatan Pasa masa berburu dan mengmpulkan makanan, manusia telah hidup dalam kelompok-kelompok dengan jumlah terbatas. Kelompok-kelompok ini trdiri dari keluarga kecil dengan sistem pembagian kerja yang belum jelas. Di jawa misalnya, terdapat sistem nacapat, yaitu tata cara pemerintahan yang di dasari pada jumlah empat dengan pusat pemerintahan terletak di tengah-tengah wilayah yang penting seperti keraton, tempat pemujaan, pasar dan penjara. Tata cara pola seperti ini masih berkembang dalam masyarakat sekarang ini.

Sistem Budaya dan Seni Beberapa jenis kesenian mayarakat prasejarah di gunakan sebagai bagian dari upacara ritual menghormati roh nenek moyangnya. Kesenian tersebut tetap berkembang hingga saat ini, di antaranya seni wayang dan gamean. Selain itu, masyrakat sekarang 19

juga mengenal seni menghiasi berbagai benda dengan lukisan-lukisan yang berasal dari kehidupannya.

Sistem pengetahuan Pada masa bercocok tanam, beberapa penemuan baru berupa penguasaan sumbersumber alam bertambah cepat. Pada masa perundingan, telah tersusun masyarakat yang teratur dan berkembang daya cipta dalam hal teknologi. Pada bidang pengetahuan masyarakat prasejarah terhadap leak bintang, arah angin, dan musim telah membantu mereka untuk berlayar dan bercocok tanam. Pengetahuan ini terus berkembang hingga sekarang dan banyak dipakai oleh para nelayan dan petani di indonesia.

C.

JEJAK SEJARAH DI DALAM FOLKORE, MITOLOGI, LEGENDA, UPARACA, DAN LAGU DI BERBAGAI DAERAH.

Folklore Kata folklore dalam bahasa inggris yang berasal dari dua kata dasar, yakni folk dan lore. Folk artinya sama dengan „kolektif‟. Dalam pemandangan Alan Dundes, folk adalah sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik, sosial, dan kebudayaan yang sama sehingga meraka dapat di bedakan dari kelompok yang lain. Ciri-ciri itu meliputi warna kulit yang sama, bentuk rambut yang sama, mata perncaharian yang sama, bahasa yang sama, taraf pendidikan yang sama, dan agama yang sama. Ada empat fungsi folklore. Pertama, folklore sebagai sistem proyeksi, yakni sebagai alat pencerminan angan-angan suatu kelompok. Kedua, folklore sebagai alat pengesahan pranata-pranata pendidikan anak-anak. Dan keempatfolklore sebagai alat pemalsa dan penggagas norma-norma agar masyarakat selalu mematuhinya. Ciri-ciri folklore, sebgai berikut. 1. Folklore biasanya menyebar dan diwarisi secara lisan. 2. Folklore bersifat tradisional. Hal ini terlihat dari sistem penyebarannya yang relatif tetap. 3. Folklore ada dalam versi yang berbeda karena penyampaian secara lisan memungkinkan adanya perubahan di dalamnya. 20

4. Folklore bersifat anonim karena nama penciptanya tidak diketahui lagi. 5. Folklore memiliki bentuk yang biasanya memuyai rumus atau berpola. 6. Folklore memili suatu fungsi dalam kehidupan bermassyarakat. Misalnya cerita rakyat yang sangat berguna sebagai alat pendidik, proses sosial, dan provesi dari keinginan yang terpendam. 7. Folklore bersifat pralogis karena logikanya sendiri tidak sesuai dengan logika umum 8. Folklore menjadi milik besama massyarakat tertentu. Hal ini karena penciptanya yang pertama tidak di ketahui lagi. Maka semua anggota masyarakat itu merasa memilikinya. 9. Folklore pada umumnya bersifat polos dan juga walaupun sering kali kelihatan kasar dan terlalu spontan. Jan Harold Brunvand menggolongkan folklore ke dalam tiga golngan berikut. 1. Folklore kisan, yakni Folklore yakni bentuknya murni lisan. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah bahasa rakyat, seperti logat, julutan, pangkat tradisional dan titel kebangsawanan; ungkapan tradisional, seperti pribahasa, pepatah dan pertanyaan tradisional, seperti teka-teki; puisi rakyat, seperti pantun, gurindam dan syair; cerita prosa rakyat, seperti mite, legenda, dan dongeng; dan nyanyian rakyat. 2. Folklore sebagian lisan merupakan campuran antara unsur lisan dan bukan lisan. Y6ang termasuk ke dalam folklore ini, antara lain kepercayaan rakyat, permainan rakyat, teater rakyat, tari rakyat, adat istiadat, upacara dan pesta rakyat. 3. Folklore bukan lisan, yaitu yang bentuknya bukan lisanwalaupun cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Folklore jenis ini terbagi atas material dan bukan material. Contoh folklore material adalah arsitektur rakyat, kerajinan tangan rakyat, makan, minuman rakyat, pakaian dan perhiasan tradisional, serta obat-obatan tradisional.

21

Pembagian Folklore Menurut Jan Harold Brunvand

22

Folklore sangat membantu sejarawan ketika ia berusaha mencari keterangan mengenai zaman prasejarah suatu suku bangsa. Folklore bersifat pralogis karena logikanya sendiri tidak sesuai dengan lagika umum. Mitologi adalah ilmu yang memiliki bentuk sastra dan yang mengandung konsepsi dan dongeng suci mengenai kehidupan dewa dan makhluk halus di suatu kebudayaan. Cerita seperti ini disebut mite. Yang menjadi tokoh dalam mite adalah para dewa atau makhluk setengah dewa. Mite dapat hidup secara lisan, dan jika suku bangsa yang bersangkutan mengenal tulisan tradisional, dapat juga secara tertulis. Di Indonesia, berdasarkan asal usulnya , ada dua macam mite yang tersebar di kalangan masyarakat. Yang pertama adalah mite asli yang berasal dari Indonesia sendiri. Yang kedua adalah mite yang berasal dari luar negeri, terutama dari India, Arab, adan Negara sekitar Laut Tengah. Dapat dijelaskan dengan dua kemungkinan berikut : 1. Monogenesis, yakni suatu penemuan yang diikuti oleh proses difusi atau penyebaran. Teori-teori yang tergolong monogenesis adalah teori Grimm bersaudara, teori mitologi matahari Max Muller dan teori Indianist Theodore Benfey. 2. Poligenesis, yakni akibat adanya penemuan-penemuan sendiri atau yang sejajar terhadap motif-motif cerita yang sama di tempat-tempat yang berlainan serta dalam masa yang berlainan atau pun bersamaan. Teori-teori yang termasuk dalam golongan Poligenesis adalah teori survival, kebudayaan, teori psikoanalisa, teori euhemerisme Legenda Legenda termasuk cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang empunya cerita sebagai suatu kejadian yang benar-benar telah terjadi. Berbeda dengan mite, legenda bersifat sekuler (keduniawian), terjadi pada masa yang begitu lampau, dan bertempat di dunia, seperti yang dikenal saat ini. Legenda hampir selalu bersifat migratoris. Artinya, legenda dapat berpindah-pindah sehingga dikenal luas di daerah yang berbeda-beda.

23

Menurut Jan Harold Brundvand, legenda dapat digolongkan dalam empat kelompok, keempat kelompok itu adalah sebagai berikut : 1. Legenda keagamaan. Yang termasuk kelompok legenda ini, antara lain legenda orang-orang shaleh dan suci dari suatu agama. Misalnya, legenda para wali agama Islam. Para wali yang terpenting di Jawa adalah Wali Songo atau Sembilan orang wali. 2. Legenda alam gaib. Legenda seperti ini biasanya berbentuk kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami oleh seseorang. Fungsinya untuk menegahkan kebenaran “takhyul” atau kepercayaan rakyat. 3. Legenda perseorangan. Legenda perseorangan ini adalah cerita tentang tokohtokoh tertentu. Cerita tersebut dianggap oleh yang empunya cerita benar-benar telah terjadi.. contohnya, legenda tokoh Panji di Jawa Timur. 4. Legenda setempat. Yang termasuk ke dalam legenda setempat ini adalah cerita yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat, dan bentuk tipografi. Contoh legenda kuningan, legenda anak-anak dalem solo yang mengembara mencari sumber bau harum. Contoh, legenda setempat yang berhbungan erat dengan bentuk tipografi suatu tempat adalah legenda tangkuban perahu. Nyanyian Rakyat Nyanyian rakyat merupakan salah satu genre atau bentuk folklore yang terdiri dari teks (kata-kata) dan lagu yang beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional, dan mempunyai banyak varian. Teks dan lagu merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan. Teks dalam nyanyian rakyat biasanya dinyanyikan jarang sekalli hanya disajakkan saja. Ada beberapa perbedaan nayanyian rakyat dengan nyanyian pop dan klasik sebagai berikut : a. b. Bentuk dan isi nyanyian rakyat mudah berubah-ubah. Tempat peredaran nyanyian rakyat lebih luas, baik di kalangan yang melek huruf maupun yang buta huruf. c. d. Umur nyanyian rakyat lebih panjang daripada nyanyian pop. Penyebaran nyanyian rakyat dilakukan secara lisan sehingga bersifat tradisi lisan dan dapat menimbulkan varian-varian. 24

Nyanyian rakyat yang sesungguhnya mencakup nyanyian rakyat yang berfungsi, nyanyian rakyat yang bersifat liris, dan nyanyian rakyat yang bersifat berkisah. Nyanyian rakyat yang berfungsi adalah nyanyian rakyat yang lirik maupun lagunya cocok dengan irama aktivitas khusus dalam kehidupan manusia. Yang termasuk nyanyian rakyat yang berfungsi adalah nyanyian kelonan, seperti Nina Bobok; nyanyian kerja, seperti Rambate Ratahayu; atau nyanyian permainan, seperti Baris Cerik tempe. Nyanyian rakyat yang bersifat liris terbagi dua, yakni yang sesungguhnya dan yang tidak sesungguhnya. Nyanyian yang bersifat liris sesungguhnya adalah nyanyiannyanyian yang liriknya mengungkapkan perasaan tanpa menceritakan suatu kisah yang bersambung. Contohnya, nyanyian Betawi Cinta Manis. Sementara itu, yanyian rakyat liris yang bukan sesungguhnya menceritakan kisah yang bersambung. Yang termasuk jenis nyanyian ini adalah nyanyian rakyat yang bersifat kerohanian dan keagamaan lain, nyanyian rakyat yang memberi nasihat untuk berbuat baik, nyanyian rakyat mengenai pacaran dan pernikahan, nyanyian yang liriknya banyak, nyanyian bayi dan anak-anak, nyanyian jenaka, nyanyian daerah, dan nyanyian mata pencaharian tertentu. Nyanyian rakyat yang bersifat berkisah (narrative song) adalah nyanyian rakyat yang menceritakan suatu kisah. Yang termasuk nyanyian rakyat yang bersifat berkisah dalah balada dan epos. Beberapa fungsi nyanyian rakyat adalah membebaskan orang dari kebosanan hidup sehari-hari walaupun untuk sementara waktu, membangkitkan semangat, memelihara sejarah setempat dan klen, serta mengungkapkan suatu bentuk protes soisal terhadap ketidakadilan dalam masyarakat atau Negara bahkan dunia. Nyanyian-nyanyian rakyat yang ada di dalam masyarakat tentu mempunyai bebrapa fungsi sebagai berikut : a. Membebaskan orang dari kebosanan hidup sehari-hari walaupun hanya untuk sementara waktu atau untuk menghibur diri dari kesukaran hidup. b. Membangkitkan semangat. Misalnya nyanyian bekerja, nyanyian perjuangan, dan nyanyian berbaris-baris. c. Memelihara sejarah setempat dan klan. d. Mengungkapkan satu bentuk protes sosial terhadap ketidakadilan dalam masyarakat atau negara, bahkan dunia. 25

Upacara Kenangan akan peristiwa-peristiwa tertentu di suatu daerah kerap menjadi tema upacara. Dengan itu orang dapat mengetahui peristiwa apa terjadi di balik suatu upacara. Contoh upacara yang terdapat jejak sejarah di dalamnya adalah upacara Grebeg Maulud, upacara Nyanku, dan upacara Labuhan di Yogyakarta.

Uji Penguasaan Materi 1. Istilah umum yang digunakan untuk aspek material dan verbal dari suatu kebudayaan yang ditransmisikan secara oral melalui pengamatan dan peniruan adalah ……. 2. Nama cerita rakyat tentang sebuah peristiwa yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci dan para tokohnya adalah para dewa atau makhluk setengah dewa adalah …… 3. Cerita rakyat yang bersifat sekuler tentang suatu peristiwa dan dianggap benar-benar terjadi disebut …….. 4. Folklore yang terdiri dari teks dan lagu yang beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu terbentuk tradisional an mempunyai banyak varian, disebut …….. 5. Fkta historis di balik upacara Grebeg Maulud adalah terjadi …….

D.

TRADISI SEJARAH MASYARAKAT MASA SEJARAH Prasasti merupakan putusan resmi yang tertulis pada batu atau logam yang

rumusannya mengikuti kaidah-kaidah tertentu dan berisi anugerah serta hak yang dikaruniakan dengan beberapa upacara. Ada sekitar 3000 prasasti dari zamanIndonesia kuno. Sansekerta adalah bahasa pendidikan kuno yang biasanya digunakan dalam dunia pendidikan dan keagamaan di seluruh India. Prasasti-prasasti yang berbahasa Sansekerta lebih mudah untuk dibaca. Prasasti-prasasti ini menggunakan bentuk-bentuk puitis yang mnegikuti aturan-aturan dari India. Selain menggunakan Bahasa Sansekerta ada juga prasasti yang menggunakan bahasa Jawa Kuno, Bali Kuno, dan Arab. Antara abad ke-4 hingga ke-8 Masehi, beberapa prasasti ditulis dengan huruf pallawa. Pada tahap ini, perkembangan tulisan di Indonesia bukan lagi merupakan 26

evolusi tulisan pallawa, ada juga tulisan Kawi, tulisan Jawa Kuno, dan tulisan Nagari kuno, serta tulisan Arab Persia

Tiang Bertulis di Kutai Pada lembah sungai Mahakam di Kalimantan Timur, ditemukan tujuh tugu batu yang digambarkan sebagai yupa, tempat mengikat hewan-hewan yang akan dipersembahkan. Pada tugu-tugu batu ini, tertulis sajak-sajak dalam bahasa Sansekerta yang mengisyaratkan persembahan besar-besaran. Ritual ini merupakan karakteristik pelaksanaan hindu arkais yang ada di India. Tulisan pada tiang-tiang ini menunjukkan waktu penulisannya, yakni pada pertengahan kedua abad ke-4. Namun, sebuah genealogi yang terdapat di dalamnya menunjukkan bahwa kerajaan tersebut kemungkinan telah berdiri satu abad lebi awal.

Batu Tertulis dari Tarumanegara Kerajaan Tarumanegara yang berada di Jawa Barat berkembang di bawah kepemimpinan Raja Purnawarman pada abad ke-5. Nama raja ini terdapat dalam sejumlah batu bertulis yang salah satunya ditemukan dalam sebuah batu besar yang terdapat ditengah-tengah aliran sungai. Bekas telapak kaki sang raja pada batu ini mungkin sebagai tanda yang menandai daerah taklikan atau wilayah kekuasaannya. Peninggalan Purnawarman yang paling penting dan utama adalah pembangunan saluran air ke arah timur laut Jakarta, yang barangkali bertujuan mencegah banjir. Nama prasasti yang menerangkan keadaan kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat adalah prasasti Ciareuteun (Bogor), prasasti Kebon Kopi (Bogor), prasasti Jambu (Bogor) dan banyak lagi.

Sriwijaya Sriwijaya adalah kerjaan besar pertama di Indonesia muncul sebelum tahun 683, tahun yang tertera dalam prasasti paling tua, di dekat Pelembang, Sumatera Selatan. Prasati-prasasti tertua Sriwijaya tahun 683, 684, dan 686, merupakan prasasti Melayu kuno tertua. Dua prasasti pertama ditemukan di daerah yang saat ini bernama Palembang, 27

sementara prasasti yang terakhir ditemukan di Pulau Bangka. Prasasti tersebut merupakan bukti pertama keberadaan Buddha Mahayana di Asia Tenggara. Prasasti di Bangka berisi kutukan panjang yang ditujukan kepada para pemberontak dan para pengkhianat. Prasasti abad ke-7 M ini dimaksudkan baik untuk dibaca ataupun digunakan, air dicurahkan di atas tujuh kepala naga atau roh penunggu air yang diukir di bagian atas batu. Naga sangat penting dalam agama penduduk Sumatera. Menurut pengelana Cina pada abad ke-7 M, mereka memuja makhluk ini.

Uji Penguasaan Materi 1. Nama batu atau logam yang memuat putusan resmi yang rumusannya mengikuti kaidah-kaidah tertentu dan berisi anugerah serta hak yang dikaruniai dengan beberapa upacara disebut ……. 2. Prasasti yang ditemukan di Indonesia pada zaman Indonesia kuno berjumlah . . . . 3. Bahsa yang digunakan pada prasasti tertua yang ditemukan di Indonesia adalah …… 4. Agama yang dianut oleh Kerajaan Sriwijaya menurut prasasti tertua Sriwijaya adalah …… 5. Keadaan Sriwijaya yang dijelaskan dalam prasasti Kebon Kopi, prasasti Pasir Awi, dan prasasti Muara Cianteun adalah kerajaan ……

E.

PERKEMBANGAN PENULISAN SEJARAH DI INDONESIA Perkembangan penulisan sejarah di seluruh belahan bumi. Orang-orang Arab pada

masa sebelum Islam mempunyai perhatian yang amat besar terhadap silsilah dan peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi politik kesukusan. Perhatian terhadap sejarah juga ditemukan sesudah Islam. Para sejarawan Islam seperti Al-Tabari, sejak awal telah dapat mengandalkan kronologi yang pasti, teratur, dan diakui. Salah satu bidang yang dikembangkan oleh para sejarawan Islam adalah biografi. Mereka menulis sejarah hidup tokoh-tokoh besar sejarah, seperti Nabi Muhammad dan situasi yang menggambarkan kegiatan-kegiatan orang-orang Islam zaman dahulu. Catatan-catatan sejarah juga ditemukan di Cina sejak zaman dahulu. Bagi Confisius dan para pengikutnya yang sangat menekankan inti moral sejarah.

28

Di Indonesia, penulisan sejarah sudah berlangsung cukup lama. Dalam buku Pelurusan Sejarah Indonesia karangan Asvi Warman Adam, dikatakan bahwa histiografi Indonesia atau penulisan sejarah Indonesia berkembang dari masa ke masa. Ada tiga fase histiografi Indonesia. Fase pertama adalah fase histiografi tradisional yang meliputi penulisan babad dan hikayat. Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi penulisan sejarah yang cukup penting dan biasanya tidak terpisah dari sastra sejarah. Contohnya adalah babad, silsilah, tambo dan hikayat. Masalah yang menjadi objek perhatian saat itu adalah masalah-masalah pemerintahan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam pemerintahan ditulis pada batu besar yang disebut dengan nama prasasti. Contohnya, prasasti dari kerajaan Mataram Hindu yang menceritakan langkah-langkah Raja Sanjaya mendirikan bumi Mataram. Suatu peristiwa pada masa kekuasaan raja-raja Islam ditulis dalam kitab-kitab. Contohnya, kitab dari kerajaan Aceh yang berjudul Bustanusalatin. Fase kedua adalah fase histiografi colonial. Pada masa colonial, penulisan peristiwa sejarah lebih bertujuan untuk memperkokoh kekuasaan mereka di Indonesia. Sebaliknya, di kalangan rakyat Indonesia, tulisan-tulisan sejarah yang dibuat dapat berperan dalam membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Hal ini memberikan corak tersendiri terhadap penulisan sejarah masa pergerakan nasional Indonesia. Fase ketiga adalah fase histiografi nasional. Pada masa kemerdekaan, penulisan sejarah bertujuan agar perjalanan sejarah bangsa menuju kemerdekaan benar-benar dapat dipahami. Pada tahun 1957, diselenggarakan pertama kali Seminar Sejarah Nasional Indonesia. Sejak proklamasi kemerdekaan, histiografi nasional terbagi atas tiga tahap atau gelombang dekolonialisasi sejarah dengan menggantikan model pendekatan Indonesiaentris. Kedua, gelombang pemanfaatan ilmu sosial dalam sejarah yang dipelopori oleh Sartono Kartodirdjo. Ketiga, gelombang reformasi sejarah, berupa pelurusan terhadap hal-hal yang kontroversial dalam sejarah yang ditulis semasa Soeharto berkuasa.

29

Uji Penguasaan Materi 1. Tiga fase perkembangan histiografi di Indonesia adalah …. 2. Tokoh yang mengemukakan tahap perkembangan histiografi Indonesia …. 3. Pada zaman Hindu Budha, penulisan sejarah bersifat …. 4. Model pendekatan Nederlando-sentris diganti dengan pendekatan Indonesia-sentris pada gelombang…. 5. Pelurusan terhadap hal-hal yang kontroversial dalam sejarah yang ditulis semasa Soeharto berkuasa terjadi pada gelombang …. Jawaban :

˙ɥɐɹɐɾǝs ısɐɯɹoɟǝɹ ƃuɐqɯolǝƃ ˙‫ގ‬

˙ısɐsıuoloʞǝp ƃuɐqɯolǝƃ ˙ㄣ ˙sıɹʇuǝs-

ɐuɐʇsı ˙ᄐ ˙ɯıpɐ uɐɯɹɐʍ ɐɯsɐ ˙ᄅ ˙lɐuoısɐu ıɟɐɹƃoıʇsıɥ `lɐıuoloʞ ıɟɐɹƃoıʇsıɥ `lɐuoısıpɐɹʇ ıɟɐɹƃoıʇsıɥ ǝsɐɟ ˙⇂

Evaluasi A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat ! 1. Pengalaman masa lalu bagi masyarkat yang belum mengenal tulisan selalu dikaitkan dengan . . . . a. Teknologi b. Seni c. Ekonomi 2. Kesaksian lisan yang disampaikan secara verbal dari generasi ke generasi berikutnya disebut tradisi . . . . a. Lisan b. Tulisan c. Material 3. Cerita yang menggambarkan tindakan kepahlawanan yang mengagumkan bagi kelompok pemiliknya dan biasanya berpusat pada tokoh-tokoh tertentu disebut . . a. Petuah b. Kisah kelompok c. Cerita kepahlawanan 30 d. Dongeng e. Adat istiadat d. Rohani e. Jasmani d. Politik e. Alam

4. Rumusan kalimat yang dianggap mempunyai makna khusus bagi kelompok tertentu yang disampaikan secara lisan dan berulang-ulang untuk menegaskan pandangan kelompok yang akan menjadi pegangan generasi ke generasi berikutnya disebut . . . . a. Petuah b. Kisah kelompok c. Cerita kepahlawanan 5. Kisah tentang Mahabarata dan Ramayana termasuk . . . . a. Pantun b. Permainan rakyat c. Cerita rakyat 6. Folk adalah sekelompok orang yang memiliki cirri-ciri pengenal fisik, social, dan kebudayaan yang sama sehingga mereka dapat dibedakan dari kelompok yang lain. Ini merupakan pandangan dari . . . . a. Von Ranke b. Huizinga c. Alan Dundes 7. Istilah umum untuk aspek material, spiritual, dan verbal dari suatu kebudayaan yang ditransmisikan secara oral melalui pengamatan atau peniruan adalah . . . . a. Folklore b. Mitologi c. Legenda 8. Mite yang asli berasal dari Indonesia sendiri adalah . . . . a. Ramayana b. Mahabarata c. Dewi Sri 9. Legenda tentang Walisongo termasuk legenda . . . . a. Keagamaan b. Keduniawian c. Alam gaib 31 d. Perseorangan e. Setempat d. Oedipus e. Romulus d. Upacara e. Nyanyian rakyat d. Brunvand e. Koentjaraningrat d. Epos e. Argot d. Dongeng e. Adat istiadat

10. Penyebaran folklore relative tetap. Hal ini menunjukkan bahwa folklore bersifat . . a. Anonym b. Pralogis c. Tradisional 11. Arsitektur rakyat, kerajinan tangan, makanan, minuman rakyat termasuk folklore.. a. Bulan lisan b. Sebagai lisan c. Murni lisan 12. Tokoh utama dalam mite ini . . . . a. Tokoh masyarakat b. Rakyat kecil d. Kaum intelektual e. Para dewa atau makhluk setengah dewa c. Golongan bagsawan 13. Tokoh Rama, Shinta, dan Lakshmana dapat ditemukan dalam mite . . . . a. Ramayana b. Mahabarata c. Dewi Sri 14. Contoh penulisan sejarah pada fase historiografi nasional gelombang ketiga adalah . . . . a. Tambo Bengkulu b. Perang Pacifik d. manyinkap Kabut Halim 1965 e. Penghancuran Gerakan Perempuan di Indonesia. c. Peristiwa G30S/PKI 15. Mite adalah kisah pengulangan kejadian pagi dan malam. Pandangan ini dikemukakan teori . . . . a. Indianist Theodore Benfey b. Mitologi matahari Max Muller c. Grim bersaudara d. Survival kebudayaan. e. Psikonalisa d. Oedipus e. Romulus d. Tulisan e. Dokumentar d. Berpola e. Polos

32

16. Setiap kebudayaan di dunia mempunyai kemampuan untuk berevolusi.Pandangan ini dikemukakan teori . . . . a. Indianist Theodore Benfey b. Mitologi matahari Max Muller c. Grim bersaudara 17. Prasasti tertua yang ditemukan di Indonesia ditulis dalam bahasa . . . . a. Jawa Kuno b. Bali Kuno c. Sansekerta 18. System kepercayaan masyarakat prasejarah Indonesia berpusat pada pemujaan terhadap . . . . a. Dewa-dewi b. Tuhan Yang Maha esa c. Benda 19. Masyarakat prasejarah juga mengenal pembagian kerja berdasarkan . . . . a. Tingkat pendidikan b. Tingkat kekayaan c. Kemampuan intelektual 20. Ilmu tentang bentuk sastra yang mengundang konsepsi dan dongeng suci mengenai kehidupan para dewa dan makhluk halus di satu kebudayaan disebut . . . a. Folklore b. Mitologi c. Legenda d. Upacara e. Nyanyian rakyat d. Jenis kelamin e. Kemampuan fisik d. Roh nenek moyang e. Alam gaib d. Arab e. Kawi d. Survival kebudayaan. e. Psikonalisa

B. Jawablah dengan tepat ! 1. Sebutkan cirri-ciri dan tradisi lisan ! 2. Jelaskan dua dimensi kisah dan cerita dalam tradisi lisan ! 3. Jelaskan secara singkat perbedaan antara monogenesis dan polygenesis ! 4. Jelaskan cirri-ciri yang harus diperhatikan dalam mengenali dalam folklore ! 5. Jelaskan kelompok golongan legenda menurut Jan Harold Brunvand ! 33

6. Jelaskan runutan perkembangan kesusasteraan tertulis Indonesia ! 7. Berikan penjelasan mengenai tiang bertulis di Kutai dan batu bertulis dari Tarumanegara ! 8. Jelaskan perkembangan penulisan sejarah di Indonesia ! 9. Bagaimana tradisi masyarakat prasejarah dalam bidang mata pencaharian ? 10. Jelaskan mengapa sebuah kisah dapat dikatakan sebagai gossip sejarah (historical gossip) ! Lembar Jawaban Untuk Soal Esay

34

35

36

Berilah tanda centang ( √ ) dalam kolom skala sikap berikut ini ! No Pertanyaan .
1 Peristiwa masa lalu dapat dijadikan pedoman hidup. 2 Dalam dongeng tidak perlu berisi petuahpetuah karena fungsinya hanya untuk menghibur. 3 Munurut Max Muller, semua mitologi berasal dari India. 4 Banyaknya peninggalan arkeolog dari sebuah kerajaan menunjukkan kebesaran kerajaan tersebut. 5 Sejak zaman dahulu, penulisan sejarah selalu berpusat pada penguasa.

S

AS KS TS

Alasan

Keterangan: S = Setuju KS = Kurang Setuju AS = Agak Setuju TS = Tidak Setuju Bandingkan dengan jawaban teman-teman Anda. Diskusikan apabila ada perbedaan jawaban pernyataan tertentu !

37

PRINSIP-PRINSIP DASAR PENELITIAN SEJARAH

BAB 3

38

A.

LANGKAH-LANGKAH DALAM PENELITIAN SEJARAH Pemilihan Topik Topik yang dipilih haruslah bernilai. Artinya dalam pemilihan topik penelitian,

mutlak terdapat unsur-unsur keunikan peristiwa, tidak bersifat majemuk, dan tidak bersifat multidimensional. Topik tersebut juga harus bersifat orisinil. Artinya, topik yang diteliti merupakan sebuah upaya pembuktian baru atau bisa juga merupakan interprestasi baru yang terkait dengan perkembangan histiografi dan teori metodologi ilmu sejarah. Topik yang dipilih juga harus praktis. Artinya sumber-sumber sejarah yang dibutuhkan dalam penelitian haruslah mudah untuk dijangkau, memiliki signifikan antara sumber dan peristiwa. Dalam pemilihan topik, seorang sejarawan harus memperhatikan kedekatan emosional dan intelektualnya terhadap topik yang dipilh. Kedekatan intelektual akan terlihat dari kemampuan intelektual peneliti dalam menganalisa objek sajarah dengan memanfaatkan sebanyak mugkin teori-teori sosial yang ada. Seorang sejarawan pemula dapat berpegang pada empat perangkat pertanyaan. Pertama, perangkat pertanyaan yang bersifat geografis (di mana?). Kedua, perangkat pertanyaan yang bersifat biografis (siapa?). Ketiga, perangkat pertanyaan yang bersifat kronologis (kapan/bagaimana ?). Keempat, perangkat pertanyaan yang bersifat fungsional atau okupasional (apa? Atau lingkungan manusia mana yang paling menarik?). Hal ini dapat dilihat dari jawaban di atas keempat perangkat pertanyaan tersebut. Misalnya, jawaban untuk pertanyaan pertama adalah Tanah Batak. Topik ini dapat dipersempit dan diperluas pengurangan atau perluasan ruang lingkup obje penelitian sejarah tergantung pada sejarawan sendiri. Dalam melakukan hal ini, tentu seorang sejarawan harusmemeprhatikan waktu yang tersedia baginya dan sumber penelitian yang tersedia. Untuk dapat memilih topik dengan baik ada beberapa kesalahan yang harus dihindari sebagai berikut. 1. Kesalahan Baconian. Kesalahan ini bermula dari pendapat bahwa sejarah adalah ilmu empiris. Metode satu-satunya yang tepat adalah metode induksi, yaitu dari pengetahuan tentang hal-hal yang khusus dapat disimpulkan sebagai pengetahuan yang umum. 39

2. Kesalahan terlalu banyak pertanyaan. Dalam melakukan suatu penelitian, beberapa hal tidak boleh ditanyakan sekaligus pertanyaan yang terlalu banyak akan membuat titik pembicaraan akan hilang. 3. Kesalahan pertanyaan yang bersifat dikotomi. Topik seperti Diponegoro,

Pemberontak atau pejuang ?. seolah-olah menyudutkan Diponegoro pada dua kemungkinan.

Heuristik Heuristik merupakan istilah yang digunakan untuk pengumpulan informasi mengenai topik penelitian sejarah. Kata heuristik berasal dari kata Yunani, heurisken yang berarti menemukan. Heuristik atau pengumpulan informasi mengenai topic penelitian sejarah lazimnya dilakukan oleh sejarawan dengan menelaah berbagai buku referensi bahan-bahan arkeolog, epigrafis, numismatis, dokumen resmi, dan dokumen-dokumen peribadi. Heuristik menekankan agar para sejarawan selalu mengingat bibliografi singkat mengenai buku-buku yang pasti diperlukan untuk penelitian yang serius, seperti bibliografi yang sesuai dengan subjek penelitian, catalog, ensiklopedia, kamus biografi, kamus sejarah yang baik, kamus tematis yang baik. Akan tetapi, sejarawan tidak hanya bekerja dengan buku-buku seperti itu, ia juga harus menggunakan materi yang tidak terdapat di dalam buku-buku itu, seperti bahanbahan arkeologis, epigrafis, numismalis, dokumen resmi, dan dokumen-dokumen peribadi. Untuk mengetahui lebih penting, seorang sejarawan harus berpegang pada empat aturan umum berikut. 1. Semakin dekat waktu pembuatan dokumen dengan peristiwa yang direkamnya maka semakin baik dokumen tersebut bagi tujuan sejarah. Hal itu karena semakin lama proses observasi suatu peristiwa dilakukan, semakin banyak pula factor yang akan mempengaruhi tingkat kepercayaan dari hasil observasi tersebut. 2. Semakin serius pengarang membuat rekaman peristiwa, dokumennya akan semakin dapat dipercaya sebagai sebuah sumber sejarah. 3. Semakin sedikit segmen pembaca yang dirancang untuk sebuah dokumen (misalnya, semakin besar sifat rahasianya). 40

4. Semakin tinggi tingkat keahlian si penyusun laporan pada bidang yang dilaporkannya.

Bagan kesalahan dalam pengumpulan sumber informasi sejarah. Kesalahan Pengumpulan Sumber Informasi Sejarah

Kesalahan Holism

Kesalahan Pragmatis

Kesalahan Ad hominem

1. Kesalahan holism. Kesalahan holism adalah kesalahan yang terjadi karena sejarawan memilih satu bagian yang penting dan menganggap pemilihan bagian tersebut dapat mewakili keseluruhannya. 2. Kesalahan pragmatis. Kesalahan pragmatis terjadi karena sumber dipilih untuk tujuan tertentu. Pengumpulan sumber seperti ini sering tidak utuh. 3. Kesalahan ad hominem. Kesalahan ini muncul karena dalam pengumpulan sumber sejarah peneliti memilih orang otoritas, profesi, pangkat, atau jabatan tertentu.

Verifikasi Verifikasi adalah proses pengujian terhadap data-data sejarah. Cara pengujiannya, antara lain dengan mengajukan sejumlah pertanyaan logis berkaitan dengan peristiwa sejarah tersebut. Verifikasi otentitas sumber atau kritik ekstern. Hal ini terutama dihadapi oleh seorang sejarawan untuk naskah-naskah dalam bentuk manuskrip. 1. Dokumen sejarah dipalsukan untuk mendukung suatu klaim yang palsu. Contohnya, Donasi Konstantinus yang pernah dikutip untuk mendukung teori bahwa Paus mempunyai klaim territorial yang luas di barat.

41

2. Dokumen sejarah dipalsukan untuk mengejar keuntungan. Misanya, Robert Spring seorang pedagang otografi pernah membuat ratusan pemalsuan surat-surat untuk memenuhi permintaan para kolektor. 3. Dokumen dipalsukan demi kepentingan propaganda politik. Misalnya, “The Protocol of Elders of Zion” merupakan suatu dokkumen yang berprestasi untuk mengungkapkan komplotan Yahudi yang nekat menguasai dunia. Alasan pemalsuan dokumen tersebut sebagai berikut : 1. Dokumen sejarah dimaksudkan untuk menyesatkan dengan tujuan agar isi dokumen itu diperhatikan oleh pembacanya. 2. Dokumen sejarah dimaksud untuk menyesatkan (misrepresentasi) dengan tujuan agar pengarang yang sebenarnya tidak diketahui. Untuk memeriksa otentitas sumber sejarah, khususnya naskah tertulis seperti surat notulen, dan daftar, ada beberapa hal yang harus dilakukan dengan seksama sebagai berikut. 1. Menguji kesesuaian tanggal pembuatan dokumen dengan isi dokumen. 2. Menyelidiki tinta yang dipakai untuk melihat apakah komposisi kimia tinta tersebut anakronistis. 3. Mengidentifikasi pegangannya dan tulisan tangan, tanda tangan, materai, dan jenis huruf yang digunakan oleh pengarang. 4. Menyelidiki apakah dalam dokumen itu ada langgam bahsa, seperti penggunaa idiom, orthografi, atau pungtuasi yang anakmistis. 5. Menyelidiki apakah referensi pada peristiwa-peristiwa atau penanggalan dokumen bersifat anakronistis. Unsur-unsur sumber sejarah dikatakan mempunyai kredibilitas yang tinggi jika unsur-unsur itu paling dekat dengan apa yang sungguh-sungguh terjadi. Hal itu dapat diketahui berdasarkan suatu penyelidikan kritis terhadap sumber-sumber terbaik yang ada. Dalam menguji kredibilitas suatu sumber, kredibitas pengarangnya harus diuji. Kredibilitas pengarang dapat diketahui dengan mengenal identitasnya. Selain kredibilitas umum pengarangnya, proses menetapkan kredibilitas setiap unsure dalam suatu unsur 42

dalam suatu dokumen harus dilaksanakan secara terpisah. Kemampuan untuk menyatakan kebenaran bertumpu pada kedekatan saksi sejarah, baik dalam arti kronologis. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan untuk menyatakan kebenaran. Faktor-faktor itu adalah tingkat perhatian untuk melihat hal yang terjadi secara jelas dan utuh. Kemauan untuk menyatakan kebenaran adakalanya dipengaruhi oleh kepentingan saksi sejarah.keinginan untuk menyenangkan dan tidak menyenangkan pendengar atau pembacanya mungkin menghalangi saksi untuk menyatakan kebenaran yang sebenarnya. Faktor lain yang dapat menghalangi kemauan untuk menyatakan kebenaran adalah penentuan tanggal yang tidak eksak terhadap dokumen. Di dalam teks resmi Declaration of Independence tertulis In Congress, July 4, 1776. Kesalahan dalam objektivitas sejarah Kesalahan Objektivitas Sejarah

Pars pro toto

Totem pro parte

Pendapat umum sebagai fakta

1. Kesalahan pars pro toto. Kesalahan ini terjadi karena ada anggapan bahwa bukti yang hanya berlaku untuk sebagian dianggap berlaku untuk keseluruhan. Misalnya, dalam karya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. 2. Kesalahan pro psrte. Kesalahan ini adalah kebalikan dari kesalahan pra pro toto. Interprestasi (Analisis dan Sintesi) Interprestasi atau penafsiran sejarah memperlihatkan adanya unsur subjektivitas, yaitu sejarawan memberikan tafsiran agar data sejarah dapat berbicara. Ada dua macam interprestasi, yaitu analisis dan sisntesis. Analisis berarti menguraikan, sintetis berarti menyatukan. 43

Kesalahan interprestasi yang harus dihindari oleh seorang sejarawan sebagai berikut. Seorang sejarawan harus dapat membedakan antara alas an, sebab, kondisi, dan motivasi. Seorang sejarawan harus enghindari kesalahan pos hoc, propter hoc (setelah ini, maka ini). Seoang sejarawan harus menghindari kesalahan reduksionisme dengan cara menyederhanakan gejala-gejala yang sebenarnya kompleks. Seorang sejarawan harus menghindari kesalahan pluralisme yang berlebihan. Histiografi (penulisan sejarah)
Penulisan sejarah dibedakan menjadi dua, yaitu penulisan sejarah naratif dan

penulisan sejarah strukturalis. Penulisan sejarah naratif merupakan penulisan sejarah dengan pendekatan sejarah sebagai rekaman peristiwa dan tindakan actor sejarah secara individual yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Penulisan sejarah strukturalis merupakan penulisan sejarah dengan pendekatan sejarah sebagai rekaman peristiwa structural yang berupa proses dan corak perubahan masyarakat, bangsa, dan dunia. Setelah fakta-fakta sejarah diseleksi, fakta-fakta tersebut disusun. Penyusunan fakta sejarah yang paling masuk akal adalah penyusunan secara kronologis dalam periode-periode waktu. Selain itu, penyusunan fakta sejarah dapat dilakukan berdasarkan sudut pandang geografis tempat sejarah terjadi dan berdasarkan tokoh pelaku, baik orang maupun kelompok orang. Ukuran relevansi fakta sejarah.
Aspek Biografis
Nama tokohtokoh atau kelompok orang

Aspek Geografis Relevansi Faktor Sejarah Aspek kronologis

Nama tempat atau wilayah

Periode atau waktu

Aspek Fungsional

Jabatan seorang tokoh

44

Hasil penulisan sejarah dapat ditulis dalam suatu bentuk tulisan yang terdiri dari tiga bagian besar. Pertama, pengantar. Dalam pengantar, dikemukakan permasalahan, latar belakang, histiografi dan pendapat penulis tentang tulisan orang lain. Dalam bagian ini, disajikan hasil penelitian penulisan. Dalam penulisan sejarah, ada beberapa kesalaha yang harus dihindari. Kesalahan itu antara lain sebagai berikut. Kesalahan dalam penulisan sejarah Kesalahan Penulisan Peneliti Sejarah

Kesalahan Narasi

Kesalahan Argumen

Kesalahan Generalisasi

Dalam penulisan sejarah, fakta-fakta sejarah antara lain harus diseleksi dan disusun dengan baik. Selain itu, beberapa kesalahan, seperti kesalahan narasi, kesalahan argumentasi, dan kesalahan generalisasi harus dihindari: 1. Kesalahan narasi artinya kesalahan yang terjadi dalam penyajian, yang meliputi kesalahan periodisasi. Kesalahan didaktis, dan kesalahan pembahasan. 2. Kesalahan argumen artinya kesalahan ini dapat berupa kesalahan konseptual dan dapat pula berupa kesalahan substansial. 3. Kesalahan generalisasi terbagi menjadi dua, yaitu generalisasi yang tidak representative dan generalisasi sebagai kepastian. Hal ini terdapat kesalahan karena kesimpulannya itu belum tentu terjadi di tempat lain. Sejarawan yang baik adalah sejarawan yang memandang dan meneliti peristiwa melalui sudut pandang yang objektif. Ia menempatkan kebenaran peristiwa sebagai suatu hal yang utama dibanding hal lainnya.

45

Uji Penguasaan Materi 1. Istilah yang digunakan untuk menyatakan bahwa ada proses yang saling berkaitan di antara peristiwa dalam sebuah urutan waktu tertentu disebut . . . . 2. Seorang sejarawan dalam penelitian sejarah menguji keaslian sebuah dokumen sejarah yang dilakukan pada tahap . . . . 3. Jenis kesalahan yang dilakukan oleh seorang sejarawan dalam tahap heuristic, jika ia memilih orang, otoritas, profesi, pangkat, atau jabatan tertentu disebut . . . . 4. Interprestasi yang bersifat menguraikan disebut . . . . 5. Interprestasi yang bersifat menyatukan disebut . . . . Jawaban: sısǝʇsıs ısɐʇsǝɹdɹǝʇuı ˙5 sısılɐuɐ ısɐʇsǝɹdɹǝʇuı ˙4 ɯǝıɯoɥ pɐ uɐɥɐlɐsǝʞ ˙3 ısɐʞıɟıɹǝʌ ˙2 (sɐʇınuıʇuoʞ) uɐʇnɾuɐlǝʞɹǝq sǝsoɹd ˙1

B.

SUMBER, BUKTI, DAN FAKTA SEJARAH Sumber Sejarah
Sumber sejarah dapat dilihat berdasarkan bahan ataupun berdasarkan urutan

penyampainnya. Berdasarkan urutan penyampainnya, sumber sejarah terdiri atas sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer dihasilkan oleh orang yang sezaman dengan peristiwa yang dikisahkan. Sumber sekunder adalah benda atau bahan yang telah diolah dan ditafsirkan oleh para ahli sejarah. Bukti Dan Fakta Sejarah Bukti dan fakta sejarah dipilih berdasarkan tingkat keberartiannya dan kaitannya dengan proses sejarah tertentu. Fakta merupakan olahan data yang telah dihasilkan melalui proses verifikasi dan interprestasi. Suatu fakta dapat diketahui dan dikategorikan sebagai peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi dari bukti sejarah yang diperoleh. 46

C.

JENIS-JENIS SEJARAH Spesialisasi penelitian supaya hasil penelitiannya lebih mendalam. Spesialisasi ini

dapat dilakukan berdasarkan salah satu aspek, seperti aspek ekkonomi, politik, social, atau budaya.

Aspek-Aspek Kajian Dalam Penelitian Sejarah
Aspek Penelitian Sejarah

Sejarah Ekonomi

Sejarah Politik

Sejarah kebudayaan

Sejarah Politik

Sejarah Ekonomi Sejarah ekonomi merupakan studi sejarah tentang usaha-usaha manusia untuk menyediakan barang dan jasa bagi dirinya, institusi-institusi, dan hubungan antarmanusia yang diakibatkan oleh usaha tersebut, teknik-teknik dan cara pandang yang berubah karena perkembangan ekonomi serta keberhasilan dan kegagalan mereka. Adapun criteria untuk tahap perkembangan ini. Salah satu criteria adalah ukuran produktivitas seperti yang dikemukakan oleh Rostow dalam The Stage of economic Growth. Sejarah Politik Politik adalah tulang punggung searah. Sejarah politik dapat menggunakan bernagai pendekatan. Hal tersebut meliputi sejarah intelektual yang kemudian berkembang menjadi sejarah mentalitas, sejarah konstitusional, sejarah institusional, dan sejarah behavioral. Sejarah institusional mencoba melihat perangkat yang ada dalam suatu system politik seperti birokrasi, parlemen, militer, dan partai.

47

Sejarah Sosial Sejarah social mempunyai ruang lingkup yang luas dan beranekaragam. Ada beberapa model yang dapat digunakan untuk penulisan sejarah social. Perkembangan sejarah adalah model dari Karl Marx atau Rostow. Tingkat pertama ditunjukkan dengan adanya ketidakpuasan dengan peranan yang sudah dilembagakan. Tingkat kedua diperlihatkan dengan gejala yang diakibatkan oleh ketidakpuasan itu, seperti kekhawatiran, permusuhan, dan fantasi tentang keruntuhan. Tingkat ketiga diperlihatkan dengan penanganan dan penyaluran gejala kerusuhan social, saat agen control social, seperti polisi, wartawan. Tingkat kelima ditunjukkan dengan usaha institusional untuk meredakan ketidakpuasan itu. Tingkat keenam digambarkan dengan adanya bentuk kelembagaan baru secara bersama dengan berbagai macam inovasi di dalamnya.

Tingkat ketujuh adalah pengkonsolidasian lembaga baru sebagai cirri permanen struktur social. Sejarah Kebudayaan
Burckhardt dan Huizinga adalah penulis klasik sejarah kebudayaan. Menurut Burckhardt,

pendekatan sejarah kebudayaan bersifat sinkronis, sistematis, dan tanpa kesalahan kronologis. Sejarah kebudayaan bagi Huizinga adalah studi tentang struktur yang dapat melihat gejala-gejala yang mempunyai makna jelas dalam dirinya. Tugas sejarah kebudayaan adalah mencari pola-pola kehidupan, kesenian, dan cara berpikir bersamasama dalam suatu zaman. Selain jenis-jenis sejarah ini, biografi juga termasuk sejarah Biografi merupakan catatan kehidupan seseorang sebagai mozaik sejarah yang lebih luas.

D. PRINSIP-PRINSIP DASAR DALAM PENELITIAN SEJARAH LISAN Diantaranya adalah penelitian sejarah lisan. Sejarah lisan merupakan catatan dan interprestasi kesaksian-kesaksian lisan atas peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Wawancara Dalam Sejarah Lisan Sebaliknya, pada abad ke-20, saat telah ditemukannya penemuan teknologi baru untuk merekam suara, sejarah lisan bangkit kembali. Ketiadaan dokumen membuat sejarah lisan sangat penting dalam proses ini yang barangkali hanya dapat dilihat dari ingatan warga masayarakat pendalaman tersebut. Hal-hal penting yang harus dilakukan 48

dalam pengumpulan sumber sejarah lisan adalah wawancara penyalinan, dan penyuntingan hasil wawancara. Sama seperti jenis penelitian lain. Untuk mendapatkan data historis yang akurat dari proses wawancara diperlukan persiapan yang matang. Terdapat tiga hal-hal yang harus diperhatikan ketika peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat exploratory (penjelajahan), yaitu: Peneliti harus dapat melihat aspek-aspek tertentu dari peristiwa sejarah yang bias ditangkap dari narasumber; Peneliti harus mengetahui corak seleksi yang dilakukan oleh narasumber terhadap peristiwa sejarah; Peneliti sejarah lisan harus mengusahakan agar apa yang diingat oleh narasumber dapat diungkapkan kembali dengan jelas. Sejarah Lisan Sebagai Metode, Sumber, Dan Peluang Sebagai metode, sejarah lisan dapat dengan jelas dan tepat melukiskan peristiwa sejarah yang terjadi. Dokumen sejarah hanya suatu kesaksian atas kejadian-kejadian penting. Sebagai sumber sejarah, sejarah lisan menyediakan sumber untuk penelitian sejarah dalam bentuk tape atau transkrip. Selain sebagai metode dan penyedia sumber, sejarah lisan juga memberikan peluang bagai pengembangan substansi penulisan sejarah seperti berikut ini. Dengan sifatnya yang kontemporer, sejarah lisan memberikan kemungkinan yang hamper tidak terbatas untuk menggali sejarah dari pelaku-pelakunya. Sejarah lisan juga dapat menggapai pelaku sejarah yang tidak disebutkan dalam dokumen. Sejarah lisan juga memungkinkan perluasan masalah sejarah karena tidak ada lagi pembatasan sejarah seperti ditemukan dalam dokumen tertulis. Sejarah lisan dapat mengungkapkan peristiwa sejarah yang lebih humanities. Sikap Kritis Terhadap Narasumber 1. Peneliti sejarah lisan harus memperhatikan kadar realibilitas narasumber (sejauh mana narasumber dapat dipercaya).

49

2. Peneliti sejarah harus melihat kepentingan narasumber terhadap peristiwa yang dikisahkan. 3. Peneliti sejarah harus menyadari kemungkinan adanya kegagalan ingatan, terutama yang menyangkut soal kronologi yang dapat menimbulkan anakronisme. 4. Peneliti sejarah harus menyadari bahwa anakronisme tidak hanya menyangkut urutan peristiwa. 5. Peneliti sejarah harus menyadari perubahan suasana sosiokultural yang dialami oleh narasumber. E. PERISTIWA, PENINGGALAN SEJARAH, DAN MONUMEN PERINGATAN PERISTIWA BERSEJARAH Peristiwa-peristiwa pada masa lampau merupakan materi yang sangat penting dalam pembahasan sejarah. Di dalam peristiwa, ada unsur manusia. Unsure manusia itu terlihat dari berbagai aksi dan reaksi. Motivasi, alas an, dan konsekuensi merupakan suatau untaian mata rantai yang membentuk sebuah peristiwa. Berbagai macam motivsai dan alas an menimbulkan berbagai macam peristiwa yang menarik. Peristiwa-peristiwa sejarah biasanya selalu meninggalkan benda-benda yang mengingatkan orang akan peristiwa itu. Benda-benda peninggalan sejarah mempunyai wujud yang beranekaragam, seperti benda-benda perhiasan yang terbuat dari emas, tembaga, perunggu, dan perak, peralatan perang (keris dan tombak), bangunan-bangunan kuno.

Evaluasi A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat ! 1. Dalam sejarah, apa yang terjadi pada saat ini tidak terlepas dari apa yang terjadi sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah memilliki proses . . . . a. Kontituitas b. Diskontinuitas c. Heuristik 50 d. Verifikasi e. Historiologi

2. Dalam pemilihan topic penelitian sejarah, seharusnya terdapat unsure keunikan peristiwa, tidak bersifat majemuk, dan tidak bersifat multidimensi. Hal ini menunjukkan bahwa topic penelitian harus . . . a. Orisinil b. Bernilai c. Praktis 3. Pengumpulan informasi untuk suatu topic penelitian sejarah disebut . . . . a. Hipotesis b. Baconian c. Dikotomi 4. Ketika seorang peneliti sejarah beranggapan bahwa tanpa teori, konsep, ide, paradigm, praduga, hipotesis, atau generalisasi yang lain, penelitian sejarah dapat dilakukan. Hal itu dapat menimbulkan kesalahan . . . . a. Hipotesis b. Baconian c. Dikotomi 5. Ketika seorang peneliti sejarah memilih satu bagian yang penting dan menganggap pemilihan bagian tersebut dapat mewakili keseluruhannya, ia melakukan kesalahan . . . . a. Holisme b. Pragmatis c. Ad hominem 6. Seorang sejarawan mengajukan sejumlah pertanyaan logis berkaitan dengan peristiwa sejarah yang diteliti dengan peristiwa sejarah yang ditelitinya dengan membandingkan dan menghadirkan sejumlah data lain yang berkaitan dengan peristiwa sejarah yang sama untuk mendapat data yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan (objektif). Dalam penelitian sejarah, kegiatan ini dilakukan pada tahap . . . . a. Pemilihan topik d. Interprestasi b. Heuristik c. Verifikasi 51 e. Histiografi d. Pars pro toto e. Totem pro parte d. Heuristic e. Verifikasi d. Heuristic e. Verifikasi d. Emosional e. Intelektual

7. Seorang sejarawan melakukan penafsiran atas data sejarah. Hal ini dilakukan pada tahap . . . . d. Pemilihan topik e. Heuristik a. Verifikasi 8. Seorang sejarawan menguji kesesuaian tanggal pembuatan dokumen dengan isi dokumen. Hal ini dilakukan untuk melihat . . . . . a. Otentitas sumber b. Kredibilitas sumber c. Kesalahan narasi 9. Tulisan yang memuat informasi sejarah secara jelas sebagai hasil atau rangkuman suatu peristiwa disebut . . . . a. Sumber tertulis b. Artefak c. Sumber lisan 10. Keterangan lisan yang langsung didapat dari pelaku ataupun saksi peristiwa yang terjadi di masa lalu merupakan . . . . a. Sumber tertulis b. Artefak c. Sumber lisan 11. Gambaran tentang keadaan social di sekitar tokoh sejarah, seperti suasana zaman, lingkungan, dan masyarakatnya adalah . . . . a. Fakta mental b. Fakta sosial c. Bukti sejarah 12. Perubahan social dalam satu masyarakat dalam kurun waktu tertentu termasuk kajian . . . . a. Sejarah ekonomi b. Sejarah politik c. Sejarah sosial 52 d. Sejarah kebudayaan e. Sejarah dunia d. Tradisi lisan e. Sejarah lisan d. Sumber primer e. Sumber sekunder d. Sumber primer e. Sumber sekunder d. Kesalahan interprestasi e. Kesalahan heuristik d. Interprestasi e. Histiografi

13. Metode penulisan sejarah social yang berlandaskan pada perubahan social di Amerika diciptakan oleh . . . . a. Thomas C. Cohron b. Karl Max c. Rostow 14. Aliran penulisan sejarah Anales di Perancis dipelopori oleh . . . . a. Napoleon Bonaparte b. Lucian Febure dan March Bloch c. Jacques Derrida d. Umberto Eco e. J.J. Rosseau 15. Gambaran tentang alam pikiran, pandangan, pendidikan, perasaan dan sikap tokoh sejarah yang dilihat oleh pembuat dokumen adalah . . . . a. Fakta mental b. Fakta social c. Bukti sejarah 16. Penelitian perpustakaan untuk mendapatkan keterangan tentang suatu peristiwa sejarah dilakukan dengan . . . . a. Menelaah sumber sejarah tertulis b. Mewawancarai tokoh sejarah c. Mengumpulkan benda-benda sejarah yang ada d. Mencatat berlangsungnya peristiwa sejarah e. Mendatangi tempat-tempat terjadinya peristiwa sejarah 17. Seorang peneliti sejarah lisan dalam melakukan proses wawancara dengan narasumber harus memperhatikan . . . . a. Tingkat intelegensi dari narasumber b. Asal usul keluarga narasumber c. Status social narasumber d. Kadar relibilitas narasumber e. Tingkat ekonomi narasumber 53 d. Tradisi lisan e. Sejarah lisan d. Neil J. Smelser e. Huizinga

18. Penulisan sejarah strukturalis sering disebut sebagai . . . . a. Sejarah politik b. Sejarah naratif c. Sejarah social d. Sejarah social 19. Tokoh yang dianggap sebagai penulis klasik sejarah kebudayaan adalah . . . . a. Aguste Comte b. Huizinga c. Thomas Khun 20. Bangunan punden berundak, sandi, keraton, dan masjid termasuk . . . . a. Peninggalan sejarah b. Monument peringatan c. Peristiwa sejarah d. Pelaku sejarah e. Sejarah ekonomi d. Karl Popper e. Jacques Derrida d. Sejarah ekonomi e. Sejarah budaya

A. Jawablah dengan tepat ! 1. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah penelitian seajarah ! 2. Jelaskan cara pemilihan topic dalam melakukan penelitian sejarah ! 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sumber, bukti, dan fakta sejarah ! 4. Berikan penjelasan mengenai kesalahan-kesalahan yang harus dihindari dalam pemilihan topik ! 5. Apakah yang harus diperhatikan dalam pemerikasaan otentitas sumber sejarah ? 6. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis sejarah yang kamu ketahui ! 7. Apakah kesalahan yang harus dihindari dalam melakukan interprestasi ? 8. Jelaskan prinsip-prinsip dasar penelitian sejarah lisan ! 9. Jelaskan kaitan antara peristiwa sejarah, peninggalan sejarah, dan monumen peringatan peristiwa bersejarah ! 10. Jelaskan mengenai sejarah lisan sebagai metode, sumber, dan peluang !

54

Lembar Jawaban Untuk Soal Esay

55

56

Berilah tanda centang ( √ ) dalam kolom skala sikap berikut ini ! No Pertanyaan .
1 Pemilihan topic dalam penelitian sejarah haruslah memperlihatkan fakta-fakta baru dalam sejarah. 2 Kedekatan intelektual pada penelitian sejarah membuktikan seorang peneliti sejarah haruslah orang yang cerdas. 3 Dokumen merupakan satu-satunya sumber utama penelitian sejarah. 4 Dalam pemilihan topic penelitian sejarah, sejarawan harusnya membuat sejarah baru. 5 Seorang sejarawan dapat mempengaruhi pikiran dan pendapat orang lain.

S

AS KS TS

Alasan

Keterangan: S = Setuju KS = Kurang Setuju AS = Agak Setuju TS = Tidak Setuju Bandingkan dengan jawaban teman-teman Anda. Diskusikan apabila ada perbedaan jawaban pernyataan tertentu !

57

EVALUASI SEMESTER 1
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Makna dari syarajatun adalah…. a. Silsilah b. Runutan c. Keluarga 2. Sejarah melakukan penelitian tentang sesuatu, di suatu tempat, dan pada waktu tertentu. Hal ini menunjukan sejarah bersifat…. a. Diakronis b. Ideografis c. Unik 3. Kisah yang sering dikatakan sebagai gossip sejarah adalah…. a. Petuah b. Kisah kelompok c. Cerita kepahlawanan 4. Sejarah yang melihat peristiwa yang dikisahkan (histoire realite) adalah sejarah sebagai…. a. Kisah b. Ilmu c. Peristiwa 5. Pernyataan sejarah adalah sejumlah proses perubahan, kejadian, dan peristiwa yang ada di sekitar kita, adalah pendapat dari…. a. Kuntiwijiyo b. M. Ali c. Collingwood d. Ibn liyas e. Al-thuluni d. Seni e. Proses d. Dongeng e. Proses d. Penting e. Adat istiadat d. Pohon e. Mulia

6. Titik balik hitrografis pada tahun 1950-an memunculkan sejarahwan yang beraliran…. a. Rasionalisme b. Nasionalisme c. Marxisme 58 d. Positivme e. Postmodernisme

7. Menarik atau tidaknya suatu kisah sejarah sangat bergantung pada…. a. Sudut pandang kisahnya b. Actor-aktor di dalamnya c. Setting peristiwa 8. Sejarawan yang dikenal sebagai bapak historigrafi modern adalah…. a. Leopold von ranke b. Al-thuluni c. Francis bacon 9. Sejarah sebagai ilmu empiris sangat bergantung pada…. a. Penuturan lisan b. Hakikat c. Dongeng 10. Teori-teori sejarah yang bersifat filosofi diajarkan di negeri…. a. Amerika b. Inggris c. Belanda 11. Penulis tentang perang sipil dan monarki di prancis adalah…. a. Jean Jacques rosseau b. Leopold von ranke c. Lyotard 12. Sejarah sebagai ilmu bersifat…. a. Objektif b. Sebjektif c. Latin 13. Kata chromos dan logos yang merupakan akar dari kata kronologi berasal dari bahasa…. a. Sansekerta b. Romawi kuno c. Latin 59 d. Yunani e. Kufic d. Intersubjektif e. Ideal d. Francis bacon e. Vico d. Australia e. Saudi Arabia d. Dokumen-dokumen e. Wawancara d. Vico e. Karl marx d. Alur ceritanya e. Kemampuan bahasa penuturnya

14. Masyarakat prasejarah juga mengenal pembagian kerja berdasarkan…. a. Tingkat pendidikan b. Tingkat kekayaan c. Kemampuan intelektual 15. Sejarah sebagai liberal education merupakan funsi sejarah seara…. a. Intrinsic b. Ektrinsik c. Holistic 16. Perubahan taranan social politik yang dilakukan dengan kekerasan adalah proses…. a. Transisi b. Reformasi c. Evolusi 17. Sejarah membutuhkan intuisi, emosi, dan gaya bahasa. Hal ini menunjukan sejarah sebagai…. a. Kisah b. Ilmu c. Peristiwa 18. Prasasti tertua yang ditemukan di Indonesia ditulis dalam bahasa…. a. Jawa kuno b. Bali kuno c. Sansekerta 19. Legenda tokoh panji di jawa timur termasuk legenda…. a. Keagamaan b. Keduniawian c. Alam gaib d. Perseorangan e. Setempat d. Nagari kuno e. Arab d. Seni e. Proses d. Revolusi e. Aneksasi d. Pragmatic e. Dogmatik d. Jenis kelamin e. Kemampuan fisik

60

20. Sejarah bersifat memanjang dalam waktu. Oleh karena itu, sejarah bersifat…. a. Kronik b. Diakronis c. Ontologism d. Epistemologis e. Ideografis

21. Tokoh yang dikenal sebagai bpak sejarah adalah…. a. Plato b. Aristoteles c. Ibn taimiyyah 22. Tingkat yang membedakan sejarah dengan sastra adalah . . . . a. Objektivitasnya b. Validitasnya c. Netralitasnya 23. Sumbangan seni terhadap sejarah sangat berpengaruh dalam hal . . . . a. Proses imajinatif b. Strukturisasi c. Pemberian plot 24. Salah satu genre yang terdiri dari teks atau kata-kata dan lagu yang beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional, dan mempeunyai banyak varian adalah . . . . a. Folklore d. Upacara b. Mitologi c. Legenda 25. Pencipta folklore tidak dapat diketahui lagi. Hal ini menunjukkan bahwa folklore bersifat . . . . a. Anonym b. Pralogis c. Tradisional d. Polos e. Berpola e. Nyanyian rakyat d. Karakteristik e. Pemberian alur d. Subjektivitasnya e. Kualitasnya d. Leopold von ranke e. Herodotus

61

26. Dongeng yang telah dikumpulkan di Jerman sebenarnya adalah mite yang sudah rusak (broken Down myth), yang berasal dari rumpun Indo-Eropa kuno. Pandangan ini dikemukakan oleh . . . . a. Teori Indianist Theodore Benfey b. Teori mitologi matahari Max Muller c. Teori Grimm bersaudara. 27. Histiografi adalah . . . . a. Ilmu yang melihat sejarah dari sudut pandang ruang dan waktunya. b. Ilmu yang melihat sejarah secara holistik c. Ilmu yang melihat sejarah dari sudut pandang actor-aktor di dalamnya. d. Ilmu dalam menganalisa sejarah e. Ilmu penulisan sejarah 28. Dalam penelitian sejarah, topik yang diteliti haruslah sebuah upaya pembuktian baru. Iini berarti bahwa topik sejarah itu haruslah bersifat . . . . . a. Orisinal b. Bernilai c. Menyeluruh 29. Seorang peneliti sejarah lisan dalam melakukan proses wawancara dengan narasumber harus memperhatikan . . . . a. Tingkat intelegasi narasumber b. Asal usul keluarga narasumber c. Status sosial narasumber d. Kadar reabilitas narasumber e. Tingkat ekonomi narasumber d. Emosional e. Ontologis d. Teori survival kebudayaan e. Teori psikoanalisa

30. Kata heurisken yang berarti „menemukan‟ berasal dari bahasa . . . . a. Romawi b. Yunani c. Sansekerta 31. Sumber-sumber dalam penelitian heuristik dapat ditemukan di . . . . a. Lingkungan sosial b. Laboratorium sejarah c. Museum 62 d. Perpustakaan e. Proses wawancara d. Latin e. Inggris

32. Proses pengujian terhadap data-data sejarah disebut sebagai . . . . a. Falsifikasi b. Verifikasi c. Uji hipotesis 33. Kemauan menyatakan kebenaran pada sebuah proses verifikasi sangat bergantung pada . . . . a. Kredibilitas saksi b. Kepentingan saksi c. Kemampuan saksi 34. Kesalahan pos hoc dan propter hoc harus dihindari oleh seorang sejarawan dalam melakukan . . . . a. Interprestasi b. Verifikasi c. Falsifikasi 35. Pluralisme yang berlebihan dapat muncul ketika sejarawan mencoba untuk menghindari . . . . a. Falsifikasionisme b. Holisme c. Reduksionisme 36. Kesalahan yang terjadi dalam penyajian, seperti kesalahan didaktis, dan kesalahan pembahasan dalam sebuah penulisan penelitian sejarah adalah sebuah bentuk kesalahan . . . . a. Periodisasi b. Narasi c. Kronologis 37. Generalisasi sebagai sebuah kepastian yang melihat bahwa generalisasi sejarah merupakan sebuah . . . . a. Pranata b. Norma c. Budaya 63 d. Hukum universal e. Hasil pola pikir d. Argumen e. Generalisasi d. Deduksionisme e. Chauvinisme d. Observasi e. Klasifikasi d. Data-data penunjang e. Kompetensi saksi d. Klasifikasi e. Periodisasi

38. Sumber informasi lisan dapat diperoleh dari . . . . a. Babad b. Tambo c. Biografi 39. Dalam penafsiran terhadap berbagai sumber sejarah perlu diperhatikan . . . . a. Objektivitasnya b. Subjektivitasnya c. Otentisitasnya 40. Dalam bukti dan fakta sejarah, gambaran tentang keadaan sosial di zaman tokoh itu berada termasuk ke dalam . . . a. Fakta psikologis b. Fakta mental c. Fakta sosial 41. Pembagian masa sejarah berdasarkan sistem mata pencaharian masyarakat merupakan periode berdasarkan perkembangan . . . . a. Politik b. Sosial ekonomi c. Kebudayaan 42. Untuk menghindari anakronisme atau keracunan waktu dalam sejarah merupakan tujuan dari . . . . a. Kronik b. Simplikasi c. Saintifikasi 43. Penyeleksian dan penyusunan fakta sejarah dengan baik dalam bentuk tulisan dilakukan oleh seseorang sejarawan dalam tahap . . . . a. Pemilihan topik b. Heuristik c. Verifikasi d. Interprestasi e. Histiografi d. Agama e. Pendidikan d. Agama e. Pendidikan d. Fakta aktual e. Fakta objektif d. Sumbernya e. Kredibilitasnya d. Artefak e. Wawancara

64

44. Benda-benda hasil kebudayaan yang berhasil ditemukan dan yang memuat informasi sejarah secara jelas disebut . . . . a. Sumber tertulis b. Artefak c. Sumber lisan 45. Suatu fakta sebagai peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi dapat dikethui dari . . . . a. Sumber tertulis b. Fakta sosial c. Bukti sejarah 46. Penelitian sejarah lisan mendapatkan keterangan tentang suatu peristiwa sejarah dengan . . . . a. Menelaah sumber sejarah lisan b. Mewawancarai tokoh sejarah c. Mengumpulkan benda-benda sejarah yang ada d. Mencatat berlangsungnya peristiwa sejarah e. Menandatangani tempat-tempat terjadinya peristiwa sejarah 47. Dalam sejarah, setiap peristiwa pada dasarnya adalah sebuah peristiwa tunggal yang unik, abadi, dan hanya sekali terjadi dalam kehidupan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam sejarah ada proses. . . . a. Kontinuitas b. Diskontinuitas c. Heuristik 48. Sumber-sumber sejarah yang dibutuhkan dalam penelitian bisa dijangkau, memiliki signifikan antara fakta dan argumentasi, serta memiliki validitas, sumber, fakta, dan argumentasi. Hal ini menunjukkan bahwa topik penelitian harus . . . . a. Orisinil b. Bernilai c. Praktis 65 d. Emosional e. Intelektual d. Verifikasi e. Histiografi d. Tradisi lisan e. Sejarah lisan d. Sumber primer e. Sumber sekunder

49. Kelompok feminisme radikal menuntut agar ilmu sejarah dapat lebih bercorak . . . . a. Etnosentris b. Institusional c. Emansipatik 50. Ketika seorang sejarawan kadang-kadang berpikir hitam putih seolah-olah peristiwa atau tokoh sejarah hanya mempunyai dua kemungkinan, ia melakukan kesalahan pernyataan yang bersifat . . . . a. Hipotesis b. Baconian c. Dikotomi B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar ! 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Deskripsikanlah definisi sejarah menurut Collingwood ! Berikan penjelasan mengenai fungsi sejarah secra ekstrinsik dan intrinsik ! Jelaskan mengenai folklore yang ada di masyarakat daerah ! Jelaskan maksud sejarah sebagai kisahdan sejarah sebagai peristiwa ! Deskripsikan kesalahan yang harus dihindari dalam pemilihan topik ! Deskripsikan perkembangan histiografi di Indonesia ! Jelaskan tradisi masyarakat prasejarah pada sistem kepercayaan dan sistem pengetahuan ! 8. Apakah yang dimaksud dengan sumber sejarah, bukti sejarah, dan fakta sejarah ? 9. Apakah yang dimaksud dengan prinsip-prinsip dasar penelitian sejarah ? d. Heuristik e. Verifikasi d. Gynosentris e. Revolusioner

10. Jelaskan subjektivitas dalam interprestasi sejarah ! 11. Apakah yang dimaksud dengan periodisasi ? Apakah perbedaannya dengan kronologi ? 12. Mengapa kita perlu mengerti sejarah ? 13. Apakah perbedaan sebuah peristiwa sehari-hari dengan peristiwa sejarah ? 14. Apakah yang dimaksud dengan proses berkelanjutan dan tidak berkelanjutan dalam sebuah perubahan ? Apakah kaitannya dengan sejarah ? 15. Apakah yang Anda ketahui tentang heuristik ? 66

Lembar Jawaban Untuk Soal Esay

67

68

PENUTUP
A. Kesimpulan Bab I :Hakikat Dan Ruang Lingkup Ilmu Sejarah 1. Kata sejarah berasal dari berbagai bahasa seperti Bahasa Arab; Syajaratun, dalam bahasa Inggris sejarah adalah history, dalam bahasa Yunani historia, dan bahasa Jerman geschitche. 2. Sejarah terdiri atas bebrapa bagian yaitu sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu dan seni. Bab II :Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia 1. Jejak sejarah masyarakat prasejarah dapat ditemukan dalam folklore yang mencakup folklore lisan, seperti mite dan legenda; Folklore sebagai lisan, tari rakyat, adat istiadat, upacara, dan pesta rakyat. 2. Masa prasejarah berakhir dengan ditemukannya tulisan. Bab III :Prinsip-Prinsip Dasar Penelitian Sejarah 1. Dalam sejarah terdapat lima tahap yaitu : Pemilihan topic Heuristic (pengumpulan sumber) Verifikasi (kritik sejarah dan keabsahan sumber) Interprestasi (analisis dan sintesis), dan Historiografi (penulisan sejarah) 2. Hasil penelitian sejarah menghasilkan beberapa jenis sejarah, misalnya sejarah ekonomi, sejarah sosial, sejarah politik dan lain-lain

B. Saran-Saran 1. Kami minta maaf pada pembaca bila isi makalah kurang. 2. Agar kita pahami sejarah lebih luas kita harus membaca lebih banyak. 3. Supaya lebih banyak tahu tentang sejarah kita harus banyak bertanya.

69


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:83934
posted:11/2/2009
language:Indonesian
pages:69
Description: bisa dijadikan sebagai bahan refernsi