Tinjauan Kepustakaan by vITRq8

VIEWS: 3 PAGES: 30

									Tinjauan Kepustakaan
Tinjauan Kepustakaan
   Pengertian
   Kenapa penting?
Pengertian

   Presentasi, klasifikasi dan evaluasi penelitian
    terdahulu
   Merupakan suatu konstruksi
   Peninjauan penelitian terkait/relevan
   Mencari, membaca dan menelaah
   Suatu pandangan kritis
   Tidak selalu harus tepat dan identik dengan
    permasalahan yang dihadapi
   Rujukan komprehensif
   Analisis teoritik
Pentingnya:
   Mengungkapakn penelitian yang serupa
    dengan penelitian yang akan dilakukan
   Mengkaji sejarah permasalahan
Manfaat/kegunaan Tinjauan Pustaka
Tujuan Tinjauan Kepustakaan
Jenis informasi dan sumber informasi
Proses tinjauan kepustakaan
Tugas: makalah yang berisi:
   Penulisan ulang hsl diskusi
   Tujuan tinjauan kepustakaan
   Jenis informasi dan sumber informasi
   Proses tinjauan kepustakaan
   Teknik referensi dalam teks dan dalam daftar
    rujukan (gaya Harvard & Van Couver)
Pengertian
 Keseluruhan tulisan yang berisikan topik yang
 diteliti yang terdiri dari teoritis dan hasil penelitian
 orang lain serta bahan yang relevan.

 Meliputi buku, artikel, proseding konferensi, tulisan
 yang dipublikasikan, dan komunikasi pribadi dengan
 peneliti lain.
Kenapa penting ????
   Tinjauan kepustakaan membantu peneliti untuk
    mengembangkan pemahaman yang komprehensif
    tentang topik penelitiannya.
   Membuat peneliti mengetahui apa yang sudah
    diketahui dan pertanyaan apa yang mesti dijawab.
   Membantu peneliti untuk memutuskan apa yang
    seharusnya diteliti.
   Membantu peneliti untuk menfokuskan topik
    penelitiannya.
Peranan Tinjauan Kepustakaan
   Pengidentifikasian masalah penelitian dan
    pengembangan pertanyaan penelitian dan hipoteses

   Pengorientasian pada hal yang sudah diketahui dan
    yang belum diketahui

   Penentuan kesenjangan atau inkonsistensi dari
    penelitian

   Penentuan replikasi dari studi sebelumnya pada
    setting dan populasi yang berbeda.
   Pengidentifikasian intervensi klinik melalui
    penelitian empirik

   Pengidentifikasian teori dan kerangka konsep yang
    relevan untuk masalah penelitian

   Pengidentifikasian desain penelitian dan metode
    pengumpulan data yang digunakan

   Penginterpretasian hasil penelitian dan membantu
    pengembangan implikasi dan rekomendasi.
Tujuan tinjauan kepustakaan
riset quantitatif
   Memperjelaskan topik penelitian.
   Memperjelas masalah penelitian
   Memperjelas kepentingan masalah penelitian.
   Menfokuskan tujuan penelitian.
   Menjelaskan penelitian yang relevan.
   Menjelaskan teori yang sesuai.
   Menyimpulkan pengetahuan yang baru.
   Mengembangkan kerangka konsep penelitian.
   Menfokuskan pertanyaan penelitian, tujuan dan hipotesis.
   Mengembangkan definisi variabel secara umum ,
    mengidentifikasi keterbatasan dan asumsi.
Tujuan tinjauan kepustakaan
riset qualitatif
   Phenomenology: membandingkan dan
    mengkombinasi hasil suatu penelitian dengan
    literature untuk menentukan pengetahuan baru
    suatu fenomena.
   Grounded theory: untuk menjelaskan, mendukung
    dan memperluas teori yang dikembangkan pada
    penelitian.
   Ethnography: untuk menyediakan latar belakang
    untuk pelaksanaan penelitian sebagaimana
    penelitian quantitatif untuk memberikan pengertian
    variabel secara umum pada suatu budaya yang
    dipilih.
Lingkup tinjauan kepustakaan
Faktor yang mempengaruhinya:
1. Jenis informasi dan sumber yang tersedia.

2. Kedalaman dan keluasan tinjauan
   kepustakaan yang diperlukan.
3. Jangka waktu untuk melakukan tinjauan
   kepustakaan
Jenis informasi
   Literatur teoritis: analisa konsep, model, teori
    dan kerangka kerja konseptual yang dapat
    mendukung masalah dan tujuan penelitian.

   Literatur empiris: termasuk laporan penelitian
    yang terdapat dalam jurnal dan buku serta
    makalah yang tidak diterbitkan.
Sumber yang tersedia

   Sumber pertama: tulisan yang dibuat oleh
    orang yang melakukan penelitian
   Sumber kedua: (hanya digunakan apabila
    tidak dapat menemukan sumber pertamanya)
Kedalaman dan keluasan
tinjauan kepustakaan

   Kedalaman: jumlah dan kualitas sumber yang
    dikaji dalam satu topik bahasan
   Keluasan: jumlah topik berbeda yang dikaji
    dalam tinjauan kepustakaan.
Con’t
Dipengaruhi oleh:
1. Latar belakang peneliti.

2. Kompleksitas proyek penelitian.

3. Ketersediaan sumber.
Jangka waktu untuk melakukan
tinjauan kepustakaan

Dipengaruhi oleh masalah yang diteliti, sumber
  yang tersedia dan tujuan penelitian.
Kesulitan untuk mencari sumber dan jumlah
  sumber yang akan digunakan sering
  mempengaruhi waktu yang telah disediakan
Proses tinjauan kepustakaan
Meliputi:
1. Menggunakan perpustakaan.

2. Mengidentifikasi sumber bacaan.

3. Melokalisir sumber bacaan.

4. Membaca sumber bacaan.

5. Mengkritik sumber bacaan.
Menggunakan perpustakaan

1.   Perpustakaan umum: sumber ilmiah kurang.
2.   Perpustakaan akademik: dilingkungan institusi
     pendidikan, menggunakan sistem peminjaman antar
     fakultas atau universitas.
3.   Perpustakaan khusus: mengkoleksi materi-materi
     khusus untuk topik khusus atau area kekhususan
     (keperawatan, kedokteran, kanker, AIDS)
Mengidentifikasi sumber bacaan
Klarifikasi masalah penelitian yang akan
  dilakukan dengan tujuan mempersempit fokus
  topik penelitian
Cari literatur secara manual: memeriksa katalog,
  mengecek indeks, memeriksa abstrak dan
  bibliografi
Cari literatur menggunakan komputer: database
  elektronik (CINAHL, MEDLINE, Proquest
  dll)
Melokalisir bahan bacaan
Langkah:
1. Mengorganisir daftar bacaan yang telah
   teridentifikasi.
2. Pergi ke perpustakaan untuk mendapatkan
   sumber
3. Mencatat referensi secara sistematis

4. Mencari cara lain untuk melokalisir sumber
Membaca dan mengkritik sumber
   Baca selintas (skimming): merupakan cara
    cepat mendapatkan kajian selintas, dengan
    membaca topik, pengarang, abstrak,
    pendahuluan, satu dua kalimat setiap subtopik
    dan kesimpulan
   Baca seluruhnya (comprehending): secara
    hati-hati dan teliti memfokuskan pada
    pemahaman konsep-konsep utama dan alur
    logis dari semua ide yang ada pada artikel
   Menganalisa artikel dengan cara membagi isi
    menjadi beberapa bagian.
   Mensintesis isi artikel, menghubungkan
    konsep dari berbagai sumber
   Mengkaji riset keperawatan secara integratif
Cara menulis studi kepustakaan
   Sumber bacaan yang akan digunakan dipilih
    berdasarkan kualitas dan hubungannya
    dengan masalah dan tujuan penelitian.
   Sumber bacaan yang relevan disusun
    berdasarkan materi teoritis dan empiris
Susunan studi kepustakaan
   Pendahuluan: menjelaskan tujuan riset, tujuan
    studi kepustakaan, menjelaskan
    pengorganisasian artikel, susunan artikel.
    Bagian ini harus singkat, jelas dan menarik
    pembaca.
   Kepustakaan teoritis
   Kepustakaan empiris
   Kesimpulan

								
To top