draf skripsi rosdiana

Document Sample
draf skripsi rosdiana Powered By Docstoc
					                                       BAB I

                                PENDAHULUAN



A. Latar Belakang


      Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,

kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat

bangsa dan negara.

      Pendidikan Nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang berakar pada

nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan mampu mewujudkan kehidupan

bangsa yang cerdas dan berdaya saing diera global.

      Era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dewasa

ini, tidak dapat disangkal masih banyak masalah yang sering muncul dalam kegiatan

mengajar misalnya kondisi pelajaran yang kurang diminati siswa yang tergolong

sukar dipahami, sehingga dapat berimplikasi pada rendahnya hasil belajar. Kualitas

pendidikan sampai pada saat ini tetap merupakan masalah yang paling menonjol

dalam setiap usaha pembaruan sistem pendidikan nasional, sehinggga salah satu

komponen yang berkenaan dengan masalah kualitas pendidikan adalah bagaimana

kondisi proses belajar mengajar itu berlangsung. Berbagai pengalaman telah

menunjukkan bahwa masih terdapat bermacam-macam yang dihadapi khususnya para

pendidik, diantaranya adalah masalah strategi, metode dan teknik mengajar sehingga

                                         1
siswa dapat dengan mudah         menguasai dan memahami konsep –konsep materi

pelajaran.

       Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu

pendidikan, seperti pembaruan sistem pendidikan, perbaikan kurikulum, pengadaan

sarana dan prasarana. Meskipun demikian tidak cukup tanpa dukungan dan peran aktif

dari siswa sebagai subjek pembelajaran. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk

meningkatkan mutu pendidikan adalah penggunaan model pembelajaran yang harus

sesuai dengan materi pelajaran serta kondisi siswa itu sendiri.

       Usaha peningkatan mutu pendidikan yang berarti lebih memanusiakan

pendidikan, perbedaan individual perhatian yang memadai, yang pada           akhirnya

mengarah pada perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Hal ini bukan berarti

pendidikan dijuruskan sistem pendidikan individual tetapi disediakan alternatif yang

memungkinkan terpenuhnnya individual. Dalam hal ini variasi penggunaan kelompok

besar (kelas),kelompok kecil,dan pengajaran perorangan tampaknya sesuai dengan

keperluan tersebut Prayekti, (2005).

       Menurut Slameto (1995), berhasilnya tujuan pendidikan bagaimana proses

yang dialami siswa. Seorang guru dituntut untuk jeli dan teliti dalam memilih metode

yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Menciptakan hasil belajar yang efektif

merupakan tugas dan tanggung jawab serta kewajiban.

       Pendidikan pada saat ini dihadapkan pada tuntutan yang semakin canggih,

semakin meningkat baik ragam, maupun           kualitasnya. Disisi lain bahwa tuntutan

kurikulum berbasis kompetensi menuntut siswa mampu menguasai kompetensi yang

optimal. Optimal dalam arti bahwa siswa di       samping mampu mengetahui, mampu


                                           2
juga memanfaatkannya. Namun dalam kenyataannya, siswa hanya tahu banyak fakta

tapi kurang mampu memanfaatkannya secara efektif. Sementara itu, pemerintah dan

masyarakat berharap agar lulusan dapat menjadi pemimpin, manajer, innovator,

operator yang efektif dan yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Oleh sebab itu,

beban yang diemban oleh sekolah, dalam hal ini adalah guru sangat berat, karena guru

yang berada pada garis depan dalam membentuk pribadi anak didik. Dengan demikian

sistem pendidikan dikembangkan agar dapat menjadi lebih responsif terhadap

tuntunan masyarakat dan tantangan yang akan dihadapi di dunia kerja masa datang.

       Prestasi belajar biologi pada SMP PERGIS pada tahun-tahun sebelumnya

masih rendah. Untuk mengatasi hal ini diperlukan model pembelajaran yang bisa

mengaktifkan siswa belajar biologi, misalnya pembelajaran kooperatif. Dewasa ini

telah banyak digunakan model pembelajaran kooperatif, bahkan pembelajaran

kooperatif ini merupakan suatu model pembelajaran yang banyak dikembangkan.

Dalam pembelajaran kooperatif terdapat macam-macam tipe, salah satunya adalah

pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Model pembelajaran jigsaw merupakan salah

satu tipe metode pembelajaran kooperatif yang fleksibel. Sejumlah riset telah banyak

dilakukan berkaitan dengan pembelajaran kooperatif dengan dasar jigsaw. Riset

tersebut secara konsisten menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran

semacam itu memperoleh prestasi yang lebih baik, dan mempunyai sikap yang lebih

baik pula terhadap pembelajaran.

      Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas penulis perlu

mengadakan suatu penelitian yang berjudul “Meningkatkan Prestasi Belajar Biologi




                                         3
Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Siswa Kelas VIIIB SMP

PERGIS Maros”



B. Rumusan Masalah


       Berdasarkan latar belakang di atas penulis merumuskan masalah sebagai

berikut :

       1. Apakah       Model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan

            prestasi belajar biologi siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros?

       2. Apakah       Model pembelajaran kooperatif jigsaw dapat meningkatkan

            keaktifan belajar biologi siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros?


C. Tujuan Penelitian


       Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu :

       1. Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar biologi pada siswa kelas

            VIIIB SMP PERGIS Maros dengan menggunakan model pembelajaran

            kooperatif jigsaw.

       2. Untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh model pembelajaran kooperatif

            jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar biologi siswa kelas VIIIB

            SMP PERGIS Maros.




D. Manfaat Hasil Penelitian



                                           4
     Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut

  1. Bagi siswa, melalui penelitian ini diharapkan lebih aktif, kritis dan kreatif

  2. Diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi guru untuk meningkatkan

     kualitas pengajaran dengan menggunakan           model pembelajaran kooperatif

     jigsaw.

  3. Sebagai bahan pertimbangan bagi peneliti yang lain untuk mengembangkannya

     lebih jauh.




                                         BAB II

                               TINJAUAN PUSTAKA



A. Tinjauan Pustaka


1. Metode Mengajar

                                          5
      Metode adalah suatu cara yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah

ditetapkan. Untuk mencapai tujuan yang benar, kita membutuhkan metode yang baik

dan tepat. Dalam proses belajar-mengajar jenis metode yang digunakan sangat

menentukan keberhasilan pencapaian tujuan secara efektif dan efesien (Djamarah dan

Zain, 1996).

      Secara makro, tugas guru berhubungan dengan pengembangan sumber daya

manusia yang pada akhirnya akan menentukan kelestarian dan kejayaan kehidupan

bangsa, dengan kata lain bahwa guru mempunyai tugas mengajar membangun

fundamen kemanusiaan.

      Menurut Nasution (2000), bahwa metode mengajar adalah strategi pengajaran

sebagai alat untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Guru hendaknya menggunakan

metode yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar sehingga berfungsi sebagai

alat yang efektif untuk mencapai tujuan pengajaran, sejalan dengan itu, Sudjana

(2002), mengemukakan bahwa metode mengajar adalah cara yang digunakan guru

dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran.

      Metode mengajar dapat ditetapkan oleh guru dengan memperhatikan tujuan

dengan bahan. Pertimbangan pokok dalam menentukan metode terletak pada keaktifan

proses belajar-mengajar. Metode mengajar sangat banyak dan bervariasi, pendekatan

dan penggunaanya dapat dikategorikan ke dalam pendekatan kelompok dan

pendekatan individual. Pendekatan individual memungkinkan setiap siswa belajar

sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing, sedangkan pendekatan

kelompok       pada umumnya ditujukan untuk membimbing kelompok agar belajar.



                                        6
Namun demikian pendekatan kelompok harus tetap memperhatikan adanya perbedaan

individual dalam diri siswa, Ali (2002).

       Dalam belajar, pengetahuan dikumpulkan sedikit demi sedikit hingga akhirnya

menjadi banyak. Orang yang banyak pengetahuannya diidentifikasi sebagai orang

banyak belajar, sementara orang yang sedikit pengetahuannya didentifikasi sebagai

orang yang sedikit belajar, dan orang yang tidak berpengetahuan dipandang sebagai

orang yang tidak belajar.

       Para penulis buku psikologi belajar, umumnya mendefinisikan belajar sebagai

suatu perubahan tingkah laku dalam diri seseorang yang relatif menetap sebagai hasil

dari sebuah pengalaman. Dalam pandangan psikologis setidaknya ada 4 pandangan

mengenai belajar. Pertama, pandangan yang berasal dari aliran psikologi

behavioristik, menurut pandangan ini, belajar dilaksanakan kontrol instrumental dari

lingkungan. Guru mengkondisikan sedemikian sehingga pembelajar atau siswa mau

belajar. Kedua, pandangan yang berasal dari psikologi humanistik, menyatakan bahwa

belajar dapat dilakukan sendiri oleh siswa, siswa senantiasa menemukan sendiri

mengenai sesuatu tanpa banyak campur tangan dari guru. Ketiga, pandangan yang

berasal dari psikologi kognitif, menyatakan bahwa belajar merupakan perpaduan dari

usaha sendiri dengan kontrol instrumental yang berasal dari lingkungan. Keempat,

menurut pandangan psikologi gestalt bahwa belajar adalah usaha yang bersifat

totalitas dari individu, oleh karena itu totalitas lebih bermakna dibanding dengan

sebagian-sebagian.


2. Prestasi belajar



                                           7
a. Prestasi

      Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, prestasi didefenisikan sebagai hasil

yang telah dicapai dari yang telah dilakukan. Selanjutnya, Bahri (dalam Asrianti.

(2005) mengatakan bahwa prestasi adalah sesuatu yang diperoleh dari suatu kegiatan

yang dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok .

      Prestasi tersebut tidak pernah dihasilkan selama orang tidak melakukan suatu

kegiatan. Kegiatan dapat terwujud bila kita merasa senang, membutuhkan, bermakna

dan logis. Oleh karena itu, untuk mencapai suatu prestasi diperlukan sarana

pendukung yang bisa menfasilitasi. Jadi, suatu kegiatan harus jelas tujuannya.


b. Belajar

      Belajar dalam arti umum adalah upaya untuk memperoleh suatu ilmu. Menurut

Kamus American Heritage, belajar diartikan sebagai upaya memperoleh pengetahuan,

pemahaman, atau penguasaan sesuatu melalui pengalaman atau studi, oleh (Gagne,

dalam Inrawati, 2006: 3) belajar didefenisikan sebagai suatu proses organisme

(seseorang) berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman. Sementara itu

Rasyid (2005) mendefinisikan belajar sebagai berikut:

          Belajar adalah suatu proses penyeleksian informasi (pengetahuan,
          keterampilan, dan sikap) oleh otak melalui modus pandang (visual), atau
          modus dengar (auditory), atau modus sentuh (tactile of motoric), atau
          gabungan dari dua atau tiga modus tersebut, sebagai hasil kerja daya ingat
          jangka pendek, yang berlanjut dengan pengorganisasian dan penyampaian
          informasi pada daya ingat jangka panjang.

      Belajar adalah proses penerimaan informasi yang bisa tersimpan pada daya

ingat jangka pendek dan jangka panjang. Jika informasi hanya sampai pada daya ingat

jangka pendek, maka informasi tersebut mudah hilang. Oleh karena itu, untuk


                                          8
memungkinkan informasi sampai pada daya ingat jangka panjang diperlukan kegiatan

belajar yang optimal. Dengan demikian,belajar membutuhkan kegiatan kemahiran,

pengulangan, penguatan/pemantapan informasi secara terus menerus karena setiap

informasi senantiasa berpeluang menjadi kabur bahkan menghilang dari ingatan

seiring dengan perputaran waktu.

        Berdasarkan defenisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar

adalah hasil belajar yang ingin dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses belajar

mengajar. Prestasi belajar ini dapat diukur dengan menggunakan tes prestasi belajar .

Hal ini sejalan dengan pendapat Syamsul Mappa (1977) mengemukakan bahwa

“bahwa prestasi belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai oleh murid dalam studi

tertentu dengan menggunakan tes sebagai alat ukur keberhasilan belajar seorang

murid”.

        Bila prestasi belajar dikaitkan dengan pelajaran biologi maka prestasi belajar

biologi merupakan sesuatu yang dicapai melalui belajar biologi, apakah yang dicapai

itu baik atau kurang baik tergantung sesuatu yang dilakukan melalui proses tersebut.

Setiap kegiatan belajar manusia selalu ada hasil belajar yang diperoleh dan biasanya

belajar inilah yang menjadi sasaran akhir dari proses belajar seseorang, terutama pada

siswa

        Menurut Bloom, ada tiga rana dalam prestasi belajar yang dapat diperoleh,

yaitu aspek kognitif,afektif dan psikomotorik. Selain itu, prestasi belajar biologi

merupakan output dari system tersebut berupa macam-macam informasi, sedangkan

outputnya adalah perbuatan atau kinerja.




                                           9
          Input pribadi berupa motivasi dan harapan untuk berhasil atau input yang

berasal dari lingkungan yang berupa rencana dan pengelolaan motivasi tidak

terpengaruh langsung terhadap usaha yang dicurahkan oleh anak untuk mencapai

prestasi belajar.

          Menurut Rahman (1989) bahwa prestasi belajar biologi adalah kemampuan

yang diperoleh siswa setelah melalui kegiatan belajar biologi” Belajar itu sendiri

merupakan dari proses dari kegiatan belajar seseorang dimana prestasi belajar biologi

tersebut dipengaruhi oleh intelegensi dan penguasaan awal siswa tentang materi

biologi yang akan dipelajari.


3. Standar proses pendidikan

          Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan

dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai

standar kompetensi lulusan (peraturan pemerintah No.19 Tahun 2005 Bab 1 pasal 1

ayat 6)

          Dari pengertian di atas menurut Sanjaya (2006) ada beberapa hal yang perlu

digarisbawahi :

   a. Standar proses pendidikan adalah standar nasional pendidikan, yang berarti

          setiap lembaga pendidikan formal pada jenjang tertentu harus mengikuti

          standar proses pendidikan yang dirumuskan dalam standar nasional tersebut

   b. Standar proses pendidikan dijadikan acuan bagi pengelolaan pendidikan pada

          masing-masing lembaga berdasarkan standar minimal yang ditetapkan pada

          standar nasional.



                                           10
   c. Standar proses pendidikan dijadikan sebagai arah pencapaian kompetensi

      lulusan atau tujuan utama dalam menentukan standar proses pendidikan.

      Standar proses pendidikan mempunyai fungsi. Secara umum, standar proses

pendidikan (SPP) sebagai standar minimal yang harus dilakukan memiliki fungsi

sebagai pengendali proses pendidikan untuk memperoleh hasil dan proses

pembelajaran. Adapun fungsi-fungsi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

   a. Fungsi SPP dalam rangka mencapai standar kompotensi yang harus pendidikan

      berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, yakni kompotensi

      yang harus dicapai dalam ikhtiar pendidikan

   b. Fungsi SPP bagi guru adalah untuk mencapai tujuan pendidikan, yakni

      standar kompotensi yang harus dimiliki siswa, guru sebagai ujung tombak

      pelaksanaan          pendidikan    di       lapangan    sangat      menentukan

      keberhasilannya,kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar.


4. Faktor yang mempengaruhi belajar

      Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi secara global

dapat digolongkan menjadi dua yaitu : faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern

adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor

ekstern adalah faktor yang ada diluar individu.


a. Faktor- faktor intern

      Menurut Syah (1999) faktor intern, terdiri atas dua faktor: (1) faktor fisiologis

atau jasmani; (2) faktor psikologis atau kejiwaan; dan Slameto (1987) menambah

faktor kelelahan. Ketiga faktor ini selanjutnya diuraikan menjadi beberapa bagian.


                                          11
1. Faktor jasmaniah

       Faktor jasmaniah meliputi dua bagian yaitu faktor kesehatan dan cacat tubuh.

a). Faktor kesehatan. Sehat berarti dalam keadaan baik segenap badan beserta bagian-

bagiannya atau bebas dari penyakit. Kesehatan adalah keadaan atau hal

sehat.kesehatan seseorang berpengaruh terhadap belajarnya.

       Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu,

selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika

badannya lemah, kurang darah atau gangguan-gangguan / kelainan-kelainan fungsi

alat inderanya serta tubuhnya.

       Agar seseorang dapat belajar dengan baik haruslah mengusahakan kesehatan

badannya tetap terjamin dengan cara selalu mengindahkan ketentuan- ketentuan

tentang bekerja, belajar, istrahat, tidur, makan, olahraga, rekreasi dan ibadah.


b). Cacat tubuh adalah sesuatu yang menyebabkan kurang baik atau kurang sempurna

mengenai tubuh/ badan. Cacat itu dapat berupa buta, setengah buta, tuli, patah kaki,

dan patah tangan, lumpuh dan lain-lain. Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi

belajar. Siswa yang cacat belajarnya juga terganggu. Jika hal ini terjadi, hendaklah ia

belajar pada lembaga pendidikan khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat

menghindari atau mengurangi pengaruh kecacatannya itu.



2. Faktor psikologis

       Faktor psikologis yang berpengaruh pada proses pembelajaran meliputi tujuh

bagian yaitu sebagai berikut.


                                           12
a). Intelegensi. Untuk memberikan pengertian tentang intelegensi, J.P. Chaplin

merumuskan sebagai berikut:

1. The ablitity to meet and andapt to novel situation quickly and effectively.

2. The ablity to utilize abstract concepts effectively.

3. The ability to grasp relationships and to learn quickly


       Berdasarkan definisi yang dikemukakan oleh Chaptain, intelegensi itu adalah

kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan

menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif , menggunakan

konsep- konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajarinya

dengan cepat.

       Intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar. Dalam situasi ketika

siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada

yang   mempunyai tingkat intelegensi yang rendah. Walaupun begitu, siswa yang

mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi, belum pasti berhasil dalam belajarnya. Hal

ini disebabkan karena belajar adalah suatu proses yang kompleks dengan banyak

faktor yang mempengaruhinya.

b). Perhatian. Perhatian menurut Gazali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi,

pikiran itu semata-mata tertuju kepada satu objek ( benda/hal) atau sekumpulan objek.

Untuk dapat menjamin hasil belajar yang           baik, maka siswa harus mempunyai

perhatian terhadap bahan yang baik, maka siswa harus mempunyai perhatian siswa,

maka timbullah kebosanan, sehingga ia tidak lagi suka belajar. Agar siswa dapat

belajar dengan baik, seorang perlu mengusahakan bahan pelajaran yang selalu


                                            13
menarik perhatian dengan cara mengusahakan pelajaran itu sesuai dengan kesenangan

atau bakat siswa- siswa.


c). Minat. Hilgard memberi rumusan tentang minat adalah sebagai berikut:”Insterest is

persisting tendency to pay attention to and enjoy some activity         or content”.

Berdasarrkan definisi yang dikemukakan oleh Hilgard maka minat dapat diartikan

sebagai suatu kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang

beberapa kegiatan atau sasaran yang menjadi pusat perhatian kegiatan yang diminati

seseorang, diperhatikan terus menerus serta dengan penuh rasa senang, jadi berbeda

dengan perhatian, karena perhatian sifatnya sementara (tidak dalam waktu yang lama)

dan belum tentu diikuti perasaan senang dan dari situ diperoleh kepuasan.

      Minat besar pengaruhnya perhadap belajar, karena bila bahan pelajaran ysng

dipelajari tidak sesuai dengan minat, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya,

karena tidak ada daya tarik baginya. Ia segan-segan untuk belajar ia tidak memperoleh

kepuasan dari pelajaran itu. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, lebih mudah

dipelajari dan disimpan, karena minat menambah kegiatan belajar.

      Jika terdapat siswa yang kurang berminat terhadap belajar,dapatlah diusahakan

agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara menjelaskan hal-hal menarik

dan berguna bagi kehidupan serta hal-hal yang berhubungan dengan cita-cita serta

kaitannya dengan bahan pelajaran yang dipelajari itu.


d). Bakat. Bakat adalah kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan

terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau terlatih. Orang yang




                                         14
berbakat mengetik, misalnya akan lebih cepat dapat mengetik dengan lancar

dibandingkan dengan orang lain yang kurang/ tidak berbakat dibidang itu.


e). Motif. James Drever dalam Slameto (19987) memberikan pengertian tentang motif

sebagai berikut:

      “Motive is an affective-coknitive factor which operates in determining the

direction of an individuals beharvior towards an end or goal, congsioustily

apprehended or unconsioustly”.

      Dari definisi tersebut, motif dapat diartikan suatu faktor kejiwaan yang

menentukan arah tingkah laku individu terhadap suatu tujuan baik secara sadar

maupun tidak. Motif erat sekali hubungannya dengan tujuan yang ingin kita capai.

Jadi motif itu sendiri sebagai daya penggerak / pendorongnya.

      Dalam proses belajar haruslah diperhatikan apa yang dapat mendorong siswa

agar dapat belajar dengan baik atau padanya mempunyai motif untuk berfikir dan

memusatkan perhatian. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan

atau menunjang belajar. Motif –motif dasar di atas dapat juga ditanamkan kepada

siswa dengan cara memberikan latihan-latihan /kebiasaan yang kadang- kadang juga

dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.


f). Kematangan. Kematangan adalah suatu tingkat /fase dalam pertumbuhan

seseorang. Di mana alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru.

Misalnya anak dengan kakinya sudah siap untuk berjalan, tangan dengan jari-jarinya

sudah siap untuk menulis,    dengan otak sudah siap untuk berfikir abstrak, dan lain-

lain. Kematangan belum berarti anak dapat melaksanakan kegiatan secara terus-


                                         15
menerus, untuk itu diperlukan latihan-latihan dan pelajaran. Dengan kata lain anak

yang sudah siap (matang) belum dapat melaksanakan kecakapannya sebelum belajar.

Belajarnya akan lebih berhasil jika anak sudah siap (matang), Jadi kemajuan baru

untuk memiliki kecakapan itu tergantung dari kematangan belajar.


g). Kesiapan. Kesiapan menurut James Driver adalah kesediaan untuk mamberi respon

atau reaksi. Kesediaan itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga berhubungan

dengan kematangan, karena kematangan berarti kesiapan untuk melaksanakan

kecakapan. Kesiapan itu perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa

belajar dan padanya sudah ada kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik.


3). Faktor Kelelahan.

       Kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan tetapi dapat

dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani.

       Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul

kecenderugan untuk membaringkan tubuh. Kelelahan jasmani terjadi kekacauan

substansi sisa pembakaran di dalam tubuh sehingga darah tidak / kurang lancar pada

bagian –bagian tertentu.

       Kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan,

sehingga minat dan doronagn untuk menghasilkan sesuatu menjadi hilang.




b.Faktor- faktor ekstern.




                                         16
       Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar, dapat dikelompokkan

menjadi tiga faktor, yaitu: (1) faktor keluarga; (2) faktor sekolah; dan (3) faktor

masyarakat.



1). Faktor keluarga.

       Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa: Cara orang

tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan

ekonomi keluarga.


a). Cara orang tua mendiddik. Cara orang tua mendidik anaknya besar pengaruhnya

terhadap belajar anaknya. Hal ini dipertegas oleh Stjipto Wirowidjojo dengan

pernyataan yang mengatakan bahwa: Keluarga adalah lembaga pendidikan yang

pertama dan utama. Keluarga yang sehat besar artinya untuk pendidikan dalam ukuran

kecil, tetapi bersifat menentukan untuk pendidikan dalam ukuran besar yaitu

pendidikan bangsa, Negara dan dunia. Cara orang tua mendidik anak-anaknya akan

berpengaruh terhadap belajarnya.

       Orang tua yang kurang/tidak memperhatikan pendidikan anaknya, misalnya

mereka acuh tak acuh terhadap belajar anaknya, tidak memperhatikan sama sekali

akan kepentingan-kepentingan dan kebutuhan- kebutuhan anaknya dalam belajar

tidak mengatur waktu belajarnya tidak menyediakan/melengkapi alat belajarnya, tidak

memperhatikan apakah anaknya belajar atau tidak, tidak mau tahu bagaimana

kemajuan anaknya kesulitan – kesulitan yang dialami dalam belajar dan lain-lain,

dapat menyebabkan anak tidak/ kurang berhasil dalam belajarnya.




                                        17
b). Relasi antar anggota keluarga. Relasi antar anggota keluarga yang terpenting

adalah relasi orang tua dengan anaknya. Selain itu relasi anak dengan saudaranya atau

dengan anggota keluarga yang lain pun turut mempengaruhi belajar anak. Wujud

relasi itu misalnya apakah hubungan itu penuh dengan kasih sayang dan pengertian,

ataukah diliputi dengan kebencian, sikap yang terlalu keras, atau sikap acuh tak acuh

dan sebagainya. Begitu juga jika relasi anak dengan saudaranya atau dengan anggota

keluarga yang tidak baik, akan dapat menimbulkan problem yang sejenis.


c). Suasana rumah . Suasana rumah dimaksudkan sebagai situasi atau kejadian-

kejadian yang sering terjadi dalam keluarga di mana anak berada dan belajar. Suasana

rumah juga merupakan faktor yang penting yang tidak termasuk faktor yang

disengaja. Suasana rumah yang ramai dan semrawut tidak akan memberikan

ketenagan kepada anak yang belajar. Suasana tersebut bdapat terjadi pada keluarga

yang besar dan terlalu banyak penghuninya. Suasana rumah yang tegang, ribut dan

sering terjadi cekcok, pertengkaran antara anggota keluarga atau dengan keluarga

lain menyebabkan anak menjadi bosan di rumah, sukar keluar rumah akibatnya

belajarnya kacau.

        Selanjutnya agar anak dapat belajar dengan baik perlulah diciptakan suasana

rumah yang tenang dan tenteram . Di dalam rumah suasana rumah yang tenang dan

tenteram selain anak kerasan / betah tinggal di rumah, anak juga dapat belajar dengan

baik.


d). Keadaan ekonomi keluarga. Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan

belajar anak. Anak yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan pokoknya,


                                         18
misalnya makan, pakaian, pelindungan kesehatan dan lain-lain, juga membutuhkan

fasilitas belajar seperti ruang belajar, meja, kursi, penerangan, alat tulis menulis, buku-

buku dan lain-lain. Fasilitas belajar ini hanya dapat terpenuhi jika keluarga cukup

uang

        Anak yang hidup dalam keluarga yang miskin, kebutuhan pokok anak kurang

terpenuhi akibatnya kesehatan anak terganggu, sehingga belajar anak juga terganggu.


e). Pengertian orang tua. Anak belajar perlu dorongan dan pengertian orang tua. Bila

anak sedang belajar jangan diganggu dengan tugas-tugas di rumah kadang – kadang

anak mengalami lemah semangat, orang tua wajib berikan dorongannya, membantu

sedapat mungkin kesulitan yang dialami anak di sekolah.


f). Latar belakang kebudayaan. Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga

mempengaruhi sikap anak dalam belajar perlu kepada orang tua ditanamkan

kebiasaan-kebiasaan yang baik, agar mendorong semangat anak untuk belajar.


2). Faktor sekolah

        Faktor sekolah yang mempengaruhi belajar ini mencakup metode belajar,

kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah,

pelajaran dan waktu sekolah, standar pelajaran, keadaan gedung, metode belajar dan

tugas rumah.


a. Metode mengajar. Metode mengajar adalah suatu cara / jalan yang harus di lalui di

dalam mengajar. Mengajar sendiri menurut Ign,S. ulih Bukit Pora adalah menyajikan

bahan     pelajaran   dan    orang     lain        mampu   menerima,    menguasai      dan


                                              19
mengembangkannya. Didalam lembaga pendidikan, orang lain yang di atas disebut

sebagai murid/siswa dan mahasiswa, dalam proses mengajar agar dapat menerima,

menguasai dan lebih-lebih mengengkan bahan pelajaran itu, maka cara-cara mengajar

serta cara belajar haruslah setepat-tepatnya dan seefisien mungkin.


b. Kurikulum. Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada

siswa. Kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran agar siswa

menerima, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu.


c. Relasi guru dengan siswa. Proses belajar-mengajar terjadi antara guru dengan

siswa. Proses tersebut juga dipengaruhi oleh relasi yang ada dalam diri sendiri. Jadi

cara belajar siswa juga dipengaruhi oleh relasinya dengan gurunya.


d. Relasi siswa dengan siswa. Guru yang kurang bijaksana dalam mendekati siswa,

tidak akan terlihat bahwa didalam kelas ada grup yang salin bersaing secara tidak

sehat. Jika kelas tidak terbina, bahkan hubungan masing-masing siswa tidak tampak.


e. Disiplin sekolah. Kedisiplinan sekolah erat hubungannya dengan kerajinan siswa

dalam belajar. Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dalam mengajar

dengan melaksanakan tata tertib, kedisiplinan pegawai/karyawan dalam pekerjaan

administrasi dan kebersihan/ ketentuan kelas, gedung sekolah, dan hal lainnya,

kedisiplinan kepala sekolah dalam mengelola seluruh staf, siswa-siswanya, dan

kedisiplinan tim BP dalam pelayanannya kepada siswa.


f. Alat pelajaran. Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa, karna

alat pelajaran yang dipakai oleh guru pada waktu mengajar dipakai pula oleh siswa

                                          20
menerima bahan yang diajarkan itu. Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan

memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada siswa.


g. Tugas rumah.waktu belajar terutama adalah sekolah, di samping untuk waktu

belajar di rumah biarlah digunakan untuk kegiatan-kegiatan lain.


3). Faktor masyarakat

        Masyarakat merupakan factor ekstern yang juga berpengaruh terhadap

masyarakat. Pada uraian berikut ini membahas tentang kegiatan siswa dalam

masyarakat, dibahas tentang, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan

bermasyarakat, yang semuanya mempengaruhi belajar.

a. kegiatan siswa dalam masyarakat. Kegiatan siswa dalam masyarakat dapat

   menguntunkan terhadap perkembangan pribadinya. Tetapi jika siswa ambil bagian

   dalam kegiatan masyarakat yang terlalu banyak, misalnya berorganisasi, kegiatan-

   kegiatan sosial, keagaman dan lain-lain, belajarnya akan terganggu, lebih-lebih

   jika tidak bijaksana dalam mengatur waktu.

b. mass media. Yang termasuk dalam mass media adalah bioskop, radio, TV, surat

   kabar, majalah, buku-buku, komik-komik dan lain-lain. Semuanya itu baik

   terhadap siswa dan juga terhadap belajarnya.

c. teman bergaul. Pengaruh-pengaruh dari teman bergaul siswa lebjh cepat masuk

   dalam jiwanya dari pada yang kita duga. Teman bergaul yang baik akan

   berpengaruh baik terhadap diri siswa, begitu juga sebaliknya, teman yang jelek

   pasti mempengaruhi yang bersifatburuk juga




                                         21
d. bentuk kehidupan masyarakat. Kehidupan masyarakat disekitar siswa juga

   berpengaruh terhadap belajar siswa. Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang

   tidak terpelajar, penjudi, suka mencuri, dan mempunyai kebiasaan yang tidak baik,

   akan berpengaruh jelek kepada anak (siswa) yang berada disitu. Anak/siswa

   tertarik untuk berbuat seperti yang dilakukan orang-orang disekitar.


5. Pembelajaran Kooperatif

      Model pembelajaran kooperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang

dilakukan oleh siswa dalam kelompok–kelompok tertentu                    untuk mencapai

pembelajaran yang dirumuskan. Menurut (Sanjaya 2006:239)               menyatakan bahwa

“ada empat unsur penting dalam strategi pembelajaran kooperatif, yaitu (1) adanya

peserta dalam kelompok, (2) adanya aturan kelompok, (3) adanya upaya belajar

kelompok, dan (4) adanya tujuan yang harus dicapai”.

      Peserta adalah siswa yang melakukan proses pembelajaran dalam setiap

kelompok belajar. Pengelompokkan siswa bisa ditetapkan berdasarkan atas

kemampuan yang       bervariasi. Hal ini dilakukan agar semua siswa mencapai

tujuannya.

      Aturan kelompok adalah sesuatu yang menjadi kesepakatan semua pihak yang

terlibat baik sebagai siswa maupun sebagai anggota kelompok. Misalnya, aturan

pembagian tugas setiap anggota kelompok, waktu dan tempat pelaksanaan, dan

sebagainya.

      Upaya    belajar   adalah    segala        aktifitas   siswa   untuk   meningkatkan

kemampuannya yang telah dimiliki maupun memperoleh kemampuan baru baik aspek

pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Aktifitas pembelajaran tersebut dilakukan

                                            22
dalam kegiatan kelompok, sehingga antar peserta dapat Saling membelajarkan melalui

tukar pikiran, pengalaman maupun gagasan-gagasan.

        Aspek tujuan dimaksudkan untuk memberikan arah perencanaan, pelaksanaan,

dan evaluasi.melalui tujuan yang jelas setiap anggota kelompok dapat memahami

sasaran setiap kegiatan belajar.

        Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pengajaran dimana siswa

belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam

menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu

untuk memahami suatu bahan pembelajaran. Belajar belum selesai jika hanya

sebagian kecil dari anggota kelompok yang menguasai bahan pembelajaran.

        Dalam pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari materi saja namun

siswa    harus     mempelajari     keterampilan-keterampilan   khusus   yang   disebut

keterampilan kooperatif. Keterampilan kooperatif ini berfungsi untuk melancarkan

hubungan kerja dan tugas. Peranan hubungan kerja dapat dibangun dengan

mengembangkan komunikasi antar anggota kelompok. Sedangkan peranan tugas

dilakukan dengan membagi tugas antar kelompok selama kegiatan.

        Selanjutnya (Sanjaya 2006:241) menyatakan bahwa strategi pembelajaran

kooperatif dilaksanakan manakala:

   1. Guru menekankan pentingnya usaha kolektif disamping usaha individu dalam

        belajar.

   2. Jika guru menghendaki seluruh siswa untuk memperoleh keberhasilan dalam

        belajar.




                                            23
   3. Jika guru ingin menanamkan, bahwa siswa dapat belajar dari teman lainnya,

      dan belajar dari bantuan orang lain.

   4. Jika guru menghendaki meningkatnya motivasi siswa dan menambah tingkat

     partisipasi mereka.

   5. Jika guru menghendaki berkembangnya kemampuan siswa dalam memecahkan

      masalah dan menemukan berbagai solusi.

      Jadi pembelajaran kooperatif menumbuhkan terjadinya usaha kolektif, atau

kerja sama, kesadaran akan pentingnya saling bantu dan kesadaran akan manfaat

bantuan orang lain. Disamping itu, pembelajaran ini menumbuhkan kemampuan untuk

memecahkan masalah dengan cara kerja sama sehingga dapat merasakan betapa besar

manfaat kerja sama, melalui kerja sama, permasalahan yang banyak dan rumit dapat

dibagi sehingga beban bisa berkurang dan selanjutnya dapat dipertemukan kembali.

Hal ini dalam model pembelajaran jigsaw.

      Dalam pembelajaran kooperatif ada beberapa keterampilan yang perlu dimiliki

seorang siswa. Lundgren, (dalam Wartono, 2004) membagi keterampilan tersebut

menjadi tiga tingkatan sebagai berikut:

     1. Keterampilan kooperatif tingkat awal,meliputi:

        a. menggunakan kesepakatan

        b. menghargai kontribusi

        c. mengambil giliran dan berbagi tugas

        d. berada dalam kelompok

        e. berada dalam tugas

        f. mendorong partisipasi


                                          24
       g. mengundang orang lain untuk berbicara

       h. menyelesaikan tugas pada waktunya

       i. menghormati perbedaan individu

    2. Keterampilan kooperatif tingkat menengah, meliputi:

       a. menunjukkan penghargaan dan simpati

       b. mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara yang dapat diterima

       c. mendengar dengan aktif

       d. bertanya

       e. membuat ringkasan

       f. menafsirkan

       g. mengatur dan mengorgnisir

       h. menerima tanggung jawab

       i. mengurangi ketegangan

    3. Keterampilan kooperatif tingkat mahir, meliputi:

       a. mengelaborasi

       b. memeriksa dengan cermat

       c. menanyakan kebenaran

       d. menetapkan tujuan

       e. berkompromi

      Keterampilan yang disebutkan diharapkan dapat dimiliki seorang siswa setelah

mengikuti kegiatan pembelajaran yang menggunakan model kooperatif.

      Dalam pembelajaran kooperatif terdapat beberapa pendekatan yang berbeda

dan langkah-langkahnya sedikit bervariasi bergantung pada pendekatan yang


                                        25
digunakan. Pendekatan yang termasuk dalam kategori model pembelajaran kooperatif

adalah sebagai berikut:

   a. Student Team-Achievemnet Division (STAD): STAD atau tim           yang siswa

      berprestasi merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang sederhana. Siswa

      dikelompokkan menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan empat atau

      lima. Guru menyajikan pelajaran dan menyajikan pelajaran dan kemudian

      siswa berdiskusi hingga semua anggota dipastikan mengerti. Siswa diberikan

      pertanyaan secara individu. Nilai masing-masing individu dirata-ratakan

      menjadi nilai kelompok.

   b. Teams-Games-Tournaments (TGT). TGT atau pertandingan-permainan-tim

      merupakan permainan dimana setiap tim diwakili oleh temannya untuk maju

      pada    meja permainan yang bersifat pertanyaan. Pertanyaan itu berrkaitan

      dengan pembahasan yang telah disajikan oleh guru dan didiskusikan pada

      kelompok masing-masing.

   c. Jigsaw. Jigsaw adalah model        pembelajaran dimana siswa membentuk

      kelompok (kelompok asal) dengan jumlah anggota sesuai dengan sub-sub

      pokok bahasan yang akan dibahas. Setiap anggota mempunyai tugas untuk

      dipelajari setiap anggota kelompok membentuk kelompok baru (kelompok

      ahli). Setelah dibahas, mereka kembali ke kelompok asal untuk merangkum

      semua pembahasan.

   d. Think-Pair Share (TPS). TPS atau Berfikir-Berpasangan-Berbagi adalah

      pembelajaran kooperatif yang mengikuti tiga langkah sebagai berikut:




                                        26
      -   Berpikir: Siswa diberi kesempatan untuk memikirkan pertanyaan yang

          diajukan oleh guru.

      -   Berpasangan: siswa mendiskusikan apa yang dipikirkan dari pertanyaan

          yang diajukan oleh guru

      -   Berbagi siswa menyampaikan hasil diskusinya dengan teman sekelasnya.

      Pada tulisan akan dibahas satu model pembelajaran kooperatif yaitu

pembelajaran kooperatif jigsaw.




6. Model pembelajaraan kooperatif jigsaw

      Model pembelajaran pembelajaran jigsaw pertama ditemukan pada tahun 1971

oleh Aroson di Austin, Texas. (dalam Aroson, 2006). Model pembelajaran ini muncul

sebagai solusi terhadap pembelajaran klasikal yang mengandalkan kompetisi kelas Di

Austin juga dilaksanakan model pembelajaran kelompok tapi pengolompokan

didasarkan pada ras. Pengelompokan semacam ini.

      Dalam observasi Aroson, dia menemukan bahwa dalam pembelajaran klasikal

terdapat siswa yang bersaing untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.

Sebagian siswa sengaja berlindung dari pandangan guru dengan harapan agar tidak

ditunjuk oleh guru.

      Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah suatu tipe pembelajaran kooperatif

yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas

penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada

anggota lain dalam kelompoknya.


                                        27
      Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan model pembelajaran

kooperatif, dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang

secara heterogen dan bekerjasama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung

jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan

menyampaikan meteri tersebut kepada anggota kelompok yang lain.

      Jigsaw didesain untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap

pembelajarannya sendiri dan juga pembelajaran orang lain. Siswa tidak hanya

mempelajari materi yang diberikan, tetapi mereka juga harus siap memberikan dan

mengajarkan materi tersebut pada anggota kelompoknya yang lain . Dengan demikian

siswa saling tergantung satu dengan yang lain dan harus bekerja sama secara

kooperatif untuk mempelajari materi yang ditugaskan. Para anggota dari tim-tim yang

berbeda dengan topik yang sama bertemu untuk diskusi ( tim ahli) saling membantu

satu sama lain tentang topik pembelajaran yang di tugaskan kepada mereka.

Kemudian siswa –siswa itu kembali pada tim/ kelompok asal untuk menjelaskan

kepada anggota kelompok yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari

sebelumnya pada pertemuan tim ahli.

      Pada model pembelajaran tipe jigsaw, terdapat kelompok asal dan kelompok

ahli. Kelompok asal, yaitu kelompok induk siswa yang beranggotakan siswa dengan

kemampuan, asal, dan latar belakang keluarga yang beragam         Kelompok     asal

merupakan gabungan dari beberapa ahli. Kelompok ahli, yaitu kelompok siswa yang

terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda yang ditugaskan untuk mempelajari

dan mendalami topik tertentu dan menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan




                                        28
dengan topiknya untuk kemudian dijelaskan kepada           anggota kelompok asal.

Hubungan antara kelompok asal dan kelompok ahli digambarkan sebagai berikut :



                                  Kelompok Asal




    +    X              +    X                 +   X                  +   X

    =    *              =     *                =   *                  =   *

    ****

    ****

    ** +
    +                   X X                    = =                    *   *

    + +                 X X                    =   =                  *   *

                                  Kelompok Ahli

                            Gambar 1 : Ilustrasi Kelompok Jigsaw

        Para anggota dari kelompok asal yang berbeda, bertemu dengan topik anggota

sama dalam kelompok ahli untuk berdiskusi dan membahas materi yang ditugaskan

pada masing-masing anggota kelompok serta membantu satu sama lain untuk

mempelajari topik mereka tersebut. Setelah pembahasan selesai, kelompok kemudian

kembali pada kelompok asal dan mengajarkan pada teman sekelompoknya apa yang

telah mereka dapatkan pada saat pertemuan dikelompok ahli. Jigsaw didesain selain

untuk meningkatkan rasa tanggung jawab siswa secara mandiri juga akan dituntut

saling ketergangtungan yang positif (saling memberi tahu ) terhadap teman

sekelompoknya. Selanjutnya diakhir pembelajaran siswa diberi kuis secara individu

yang mencakup topik materi yang telah dibahas. Kunci tipe jigsaw ini adalah

                                         29
interdependensi setiap siswa terhadap anggota tim yang memberikan informasi yang

diperlukan dengan tujuan agar dapat mengerjakan kuis dengan baik.

       Untuk pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, disusun langkah-

langkah pokok sebagai berkut (1) pembagian tugas, (2) pembagian lembar ahli, (3)

mengadakan diskusi, (4) mengadakan kuis. Adapun rencana pembelajaran kooperatif

tipe jigsaw ini diatur secara intruksional sebagai berikut (Slavin dalam yusuf,2003 : 37

)

1. Membaca : siswa memperoleh topik-topik ahli dan membaca materi tersebut untuk

    mendapatkan informasi.

2. Diskusi kelompok ahli : siswa dengan topik-topik ahli yang sama bertemu untuk

    mendiskusikan topic tersebut.

3. Diskusi kelompok ahli kembali ke kelompok asalnya untuk menjelaskan topik

    pada kelompoknya.

4. Kuis : siswa memperoleh kuis individu mencakup semua topik.

5. Penghargaan     kelompok    :    perhitungan   skor   kelompok    dan   menentukan

    penghargaan kelompok.

Setelah kuis dilakukan, maka dilakukan perhitungan skor perkembangan individu dan

skor kelompok. Skor individu setiap kelompok memberi sumbangan pada skor

kelompok berdasarkan rentang skor yang diperoleh pada kuis sebelumnya dengan skor

terakhir.


7. Materi pelajaran Biologi

       Materi pelajaran Biologi termuat kurikulum KBK kelas VIII semester genap

diantaranya adalah sebagai berikut:

                                           30
1. Fungsi makanan dan zat makanan

2. Sistem pencernaan pada manusia

3. Penyakit / gangguan sistem pencernaan

         Materi tersebut diajarkan pada kegiatan penelitian ini. Materi tersebut diurai

secara ringkas pada bagian berikut ini.

1. Fungsi makanan dan zat yang dikandungnya

         Makanan adalah sesuatu yang dapat dimakan dan berguna bagi tubuh. Jadi, jika

ada suatu bahan yang dapat dimakan, tetapi tidak berguna bagi tubuh, bahan tersebut

bukan merupakan makanan. Bahan makanan berguna bagi tubuh jika mengandung

gizi atau zat-zat makanan. Makanan seperrti ini dinamakan makanan bergizi atau

sehat.

         Fungsi utama makanan adalah sumber energi, energi yang diperoleh dari bahan

makanan berupa energi kimia yang disebut ATP (adenosin tri fosfat). Makanan juga

berfungsi:

     1. pertumbuhan dan perkembangan tubuh

     2. pemeliharaan dan perbaikan sel-sel yang telah rusak atau tua

     3. pengatur metabolisme tubuh

     4. penjaga keseimbangan cairan tubuh, dan

     5. pertahanan tubuh terhadap penyakit.

         Suatu makanan dapat dimanfaatkan oleh tubuh, jika makanan tersebut

mempunyai sifat-sifat tertentu. Sifat makanan inilah merupakan syarat agar suatu

makanan berguna bagi tubuh. Syarat-syarat tersebut, diantaranya:

     1. harus mengandung cukup kalori,


                                           31
     2. harus mengandung cukup karbohidrat, lemak, dan protein,

     3. harus mengandung cukup serat, vitamin, dan mineral yang diperlukan oleh

        tubuh,

     4. harus mengandung cukup air,

     5. harus mudah dicerna agar zat-zat makanan dapat diserap oleh tubuh,dan

     6. tidak mengandung racun dan bibit penyakit atau higienis .

      Zat-zat yang terkandung dalam bahan makanan yang berfungsi membangun

dan memperbaiki sel-sel, serta memelihara dan mempertahankan kondisi tubuh

dinamakan zat makanan atau nutrisi (nutrien). Zat makanan dan fungsinya akan

diuraikan sebagai berikut.

      Karbohidrat adalah senyawa organik yang tersusun atas unsur karbohidrat (C),

Hidrogen (H), dan oksigen (O). Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber

energi. Setiap gram karbohidrat mengandung energi sebesar 4,1 kalori.

      Karbohidrat merupakan makromolekul. Karbon dikelompokkan atas tiga

golongan, yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida. Monosakarida adalah

karbohidrat yang memiliki satu gugus gula, contohnya glukosa, fruktosa, dan

galaktosa. Disakarida adalah karbohidrat yang memiliki dua gugus gula, contohnya

maltosa, laktosa, dan sukrosa. Adapun polisakarida adalah karbohidrat yang memiliki

banyak gugus gula, contohnya amilum, selulosa, dan glikogen. Polisakarida

dinamakan juga senyawa kompleks karena bentuk molekulnya besar.

      Protein tersusun atas dasar karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N),

kadang-kadang mengandung unsur Posfor (P) atau belerang (S). Protein diserap oleh

tubuh dalam bentuk asam amino, yaitu bentuk protein paling sederhana. Oleh karena


                                         32
itu, sebelum diserap oleh tubuh, protein dapat diubah menjadi asam amino. Sebaiknya,

asam amino disusun kembali menjadi protein. Satu molekul protein dapat tersusun

lebih dari 200 asam amino.

       Protein merupakan zat utama yang berperan dalam semua proses metabolisme

sel, protein juga memiliki fungsi dalam hal-hal berikut :

   1. sintesis sat-sat penting tubuh, seperti hormon, enzim, dan anti bodi;

   2. pertumbuhan, perbaikan, dan peliharaan jaringan tubuh;

   3. penyeimbangan asam dan basa cairan tubuh karena berperan sebagai bufer;

   4. pemeliharaan tekanan cairan dalam sekat rongga tubuh;

   5. penyediaan sumber energi, 1 gram protein mengandung 4,1 kalori; dan

   6. penetralan ( detoksifikasi) racun dalam tubuh.

       Lemak tersusun atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O),

serta terkadang fosfor (P), dan nitrogen (N). Lemak tidak larut dalam air, tetapi larut

dalam pelarut organik, seperti eter dan kloroform.

       Lemak minyak sering kali disebut lipid. Lipid umumnya tersusun atas

trigliserida yang terdiri atas asam lemah dan gliserol. Lemak adalah lipid sederhana

yang terdiri atas 3 molekul, asam lemak dan 1 molekul gliserol. Asam lemak

dibedakan dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam

lemak jenuh dapat disentesis sendiri dalam tubuh bersama gliserin. Asam lemak jenuh

berwujud padat. Jenis lemak ini sering di hubungkan dengan tingginya kadar

kolesterol dalam darah. Asam lemak jenuh banyak terdapat pada daging, jeroan , dan

otak contohnya asam stearat dan asam palmiat.




                                           33
       Asam lemak tidak jenuh tidak dapat disentesis di dalam tubuh sehingga harus

didatangkan melalui makanan. Asam lemak jenuh berbentuk cair, biasanya terdapat

pada tumbuhan, seperti minyak jagung, biji-bijian, kelapa dan ikan.

       Vitamin adalah senyawa organik yang mutlak diperlukan tubuh, namun dalam

jumlah yang relatif sedikit. Vitamin berperan dalam pertumbuhan dan pengaturan

fungsi-fungsi tubuh agar metabolisme tubuh berjalan normal. Vitamin dalam makanan

ada yang larut dalam lemak dan adapula yang larut di dalam air. Vitamin yang larut

dalam lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. Adapun yang larut dalam air adalah

vitamin B dan C. Berikut akan dijelaskan sepintas tentang vitamin-vitamin.

1). Vitamin A

       Vitamin A ini dinamakan juga aserftol atau retinol. Setiap orang memerlukan

3mg- 5mg vitamin A perhari. Seseorang yang kekurangan vitamin A akan menderita

beberapa penyakit diantaranya rabun senja (hemorolopia), kulit bersisik (frinoderma)

dan lain lain.

2). Vitamin D

       Vitamin disebut juga calcitriol. Kebutuhan seseorang terhadap vitamin D

adalah 1mg – 2mg perhari. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan bentuknya tidak

sempurna. Kekurangan sinar matahari pagi, juga dapat menyebabkan penyakit ini.

3). Vitamin E

       Vitamin E disebut juga ditokofero. Fungsinya vitamin ini berhubungan erat

dengan kesuburan ( fertilisasi) seseorang. Kebutuhan anda terhadap vitamin E adalah

7,4 mg perhari. Vitamin dapat anda peroleh dari kecambah kedelai, minyak ikan,

margarin, dan kacang-kacangan .


                                         34
4). Vitamin K

       Vitamin K atau filokinon disebut juga anti pendarahan atau anti hemorogia.

Vitamin ini berfungsi sebagai katalisator dalam pembentukan protrombin yang

dibentuk dalam hati. Vitamin K dibutuhkan sebanyak 0,08 mg /hari. Vitamin K ini

dapat diperoleh dari sayuran berwarna hijau, seperti biji-bijian, kol, dan kembang kol.

5). Vitamin B

       Vitamin B terdiri atas beberapa jenis, yaitu vitamin B1, B2, B6, B11, B12,

niasin, asam pentolenat, asam folat, dan biotin. Jenis vitamin B yang lain adalah asam

pentanoat. Vitamin jenis ini berperan dalam proses metabolisme energi oleh karena

itu, vitamin B ini sangat penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh.

6). Vitamin C

       Apakah anda pernah mengalami sariawan ? sariawan merupakan gejala yang

timbul akibat tubuh kekurangan vitamin C. Vitamin ini juga disebut juga asam

askobat. Kebutuhan vitamin C berbeda-beda pada setiap orang bergantung pada

keadaan dan umur seseorang. Vitamin C berperan penting dalam menghentikan

peredaran dan memperkuat permeabilitas kapiler darah serta dapat juga menurunkan

tekanan darah tinggi atau menolong hipertensi.

Seperti halnya vitamin, mineral dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah relatif

sedikit harinya. Mineral diperlukan dalam bentuk ion. Mineral mudah larut dan tidak

mengalami proses pencernaan, tetapi langsung diserap oleh usus. Mineral-mineral

tersebut   dapat   dikelompokkan     menjadi     makroelemen     (makromineral)     dan

mikroelemen (mikromineral).

1). Makroelemen


                                          35
      Makroelemen merupakan mineral-mineral yang dibutuhkan tubuh dalam

jumlah yang agak banyak. Mineral-mineral ini didapatkan dari sayur-sayur, kacang-

kacangan, susu telur, ikan, dan kerang. Biji-bijian seperti gandum dan padi sangat

sedikit mengandung mineral ini. Mineral yang termasuk makroelemen adalah kalsium,

fosfor natrium, klor, magnesium, kalium, dan sulfur.

2). Mikroelemen

b). Lidah . Lidah terletak di dalam rongga mulut. Lidah berfungsi memindah-

mindahkan posisi makanan sehingga makanan dapat dikunyah merata, juga membantu

proses menelan makanan

c). Kelenjar ludah. Kelenjar ludah merupakan kelenjar yang menghasilkan ludah. Air

ludah berfungsi memudahkan penelaan, membantu pencernaan makanan, dan

pelindung mulut terhadap panas, dingin, asam, dan basa.

   2). Kerongkongan. Kerongkongan merupakan sebuah saluran yang pipih, makanan

yang dicerna di dalam mulut akan bergerak menuju kerongkongan( esofagus)

berbentuk bola (bolus Mineral yang termasuk mikroelemen dibutuhkan tubuh dalam

jumlah yang sangat sedikit, namun berperan vital bagi proses metabolisme. Mineral

yang dibutuhkan adalah seng, iod, zat besi, tembaga, mangan, dan fluor. Vitamin dan

mineral berfungsi melancarkan semua proses metabolisme dalam tubuh.

b. sistem pencenaan pada manusia

      Ketika makanan memasuki rongga mulut, makanan mulai mengalami proses

pencernaan, yaitu proses pemecahan makanan menjadi molekul-molekul yang lebih

kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Proses makanan terjadi secara mekanis dan

kimiawi.


                                         36
   Alat-alat pencernaan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.

Saluran pencernaan terdiri atas       mulut, kerongkongan (esofagus), lambung

(ventrikulus), usus halus (intestinun), usus besar (calon), dan anus. Adapun kelenjar

pencernaan terdiri atas hati, pankreas, dan empedu.

1). Mulut

      Mulut adalah pencernaan dan sekaligus saluran pencernaan pertama dilalui

makanan. Proses pencernaan makanan dimulai di dalam mulut. Di dalam mulut

terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Gigi dan lidah membantu mencerna makanan

secara mekanis melalui kunyaan. Ludah mencernakan makanan secara kimiawi

melalui enzim petialin yang di kandungnya.

a). Gigi . Gigi berperan penting dalam pencernaan dimakanan. Melalui gigi makanan

di potong, di lumatkan dan di koyak sehingga ukuran makanan menjadi lebih kecil.

b). Lidah. Lidah terletak di dalam rongga mulut. Lidah berfungsi memindah-

mindahkan posisi makanan dapat dikunya merata. Juga membantu proses menelan

makanan.

c). Kelenjar ludah. Kelenjar ludah merupakan kelenjar yang menhasilkan ludah. Air

ludah berfungsi memudahkan penelaan, membantu penelaan makanan, dan pelindung

mulut terhadap panas, dingin, asam, dan basa.

2). Kerongkongan.

      Makanan yang telah dicerna didalam mulut akan bergerak menuju

kerongkongan ( esofagus ) berbentuk bola ( bolus ). Sebelum mencapai esofagus

makanan melewati tekak atau faring, tekak merupakan pertemuan antara saluran




                                          37
pernapasan dan saluran pencernaan. Lubang menuju tenggorokan disebut glotis dan

ditutup oleh epiglotis.

3). Lambung

       Lambung atau ventrikulus merupakan organ berbentuk kantung besar yang

tersusun atas empat bagian, fundus, kardiak, badan, dan pilorus. Dinding lambung

menghasilkan getah pencernaan, yaitu sebagai berikut.

   1. HCL (getah lambung) berfungsi membunuh kuman yang masuk bersama

       makanan dan mengaktifkan pepsinogen.

   2. Pepsin merupakan pepsinogen aktif yang berfungsi memecahkan protein

       menjadi pepton.

   3. Renin berfungsi untuk mengendapkan protein susu (kasein).




4). Usus halus dan usus kecil

       Usus halus terdiri dari duodenum, jejenum, dan ileum. Kelenjar-kelenjar yang

ada dalam dinding usus halus menghasilkan getah usus halus yang mengandung

enzim-enzim, yaitu enzim sakarase, enzim laktase, dan enzim peptidase.

5). Usus Besar

       Didalam usus besar atau kolon merupakan kelanjutan dari usus halus. Panjang

usus besarlebih kurang 1 meter. Usus besar memiliki tambahan usus yang disebut

umbai cacing (apendiks) yang terletak dibagian ujung usus besar buntu.

       Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air sisa makanan. Dalam usus

besar terdapat bakteri pembusuk echerchia coli yang membusukkkan sisa-sisa


                                         38
makanan menjadi kotoran (feses). Bagian akhir usus besar yang panjangnya kurang

lebih 15cm.disebut reknum.

   6). Anus.

       Anus mempunyai dua otot, yaitu otot tak sadar pada bagian internal dan otot

sadar pada bagian eksternal. Feses yang menyentuh dinding reknum akan merangsang

relaksasi (mengendor) otot tak sadar, sehingga ada keinginan untuk membuang air

besar. Mekanisme inilah yang mengakibatkan kita dapat menahan membuang air

besar jika keadaanya tidak memungkinkan.

   c). Gangguan dan kelainan pada sistem pencernaan makanan

       Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan faktor luar,

seperti pola makan yang salah, toksin bakteri, dan faktor dalam seperti kelainan alat

pencernaan makanan.

       Gangguan tersebut antara lain apendisitis, diare, disfagia, enteritis, kolik,

konstipasi, muntah-muntah, ulkus, peritonitis, kanker lambung, dan kolitis. Gangguan

tersebut dirinci pada bagian berikut:

       1. Apendisitis (biasa disebut sakit usus buntu) adalah peradangan pada

          apendiks (umbai cacing) yang disebabkan infeksi bakteri.

       2. Diare atau mencret adalah gangguan penyerapan air di usus besar sehingga

          ampas makanan yang dikeluarkan dari tubuh berwujud cair.

       3. Dispagia adalah kerusakan lambung karena alkohol dan racun.

       4. Enteritis adalah peradangan pada usus halus atau pada usus besar yang

          disebabkan oleh bakteri.




                                         39
       5. Kolik adalah rasa sakit berulang-ulang karena kontraksi otot dinding

            lambung atau usus yang kuat.

       6. Konstipasi dan sembelit adalah suling buat air besar karena penyerapan air di

            kolon terlalu banyak.

       7. Muntah-muntah adalah keluarnya makanan dan cairan lambung melalui

            mulut, disebabkan keracunan, mabuk perjalanan, gangguan peredaran

            darah, dan lain-lain.

       8. Ulkus (radang lambung) adalah peradangan dinding lambung akibat

            produksi HCL lambung lebih banyak daripada jumlah makanan yang

            masuk.

       9. Parotitis (gondong) adalah radang kelenjar parotis oleh virus.

       10.Peritonitis adalah radang pada selaput perut (peritonium)

       11.Kanker lambung biasa disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan,

            merokok, dan sering mengkomsumsi makanan awetan

       12.Kolitis atau radang usus besar gejalanya berupa diare, kram perut, atau

            konstipasi, bahkan dapat terjadi pendarahan dan luka pada usus


B. Kerangka Pikir

       Apabila dikaji lebih lanjut berdasarkan teori yang telah ada maka salah satu

alternatif untuk      meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP PERGIS yaitu

penerapan teori kognitif. Teori belajar konstruktivis adalah salah satu penerapan teori

kognitif.

       Salah satu implikasi teori balajar konstruktivis dalam pambelajaran adalah

penerapan pembelajaran kooperatif. Dalam pembelajaran kooperatif             siswa atau

                                           40
peserta didik lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit

apabila mereka saling mendiskusikan masalah-masalah tersebut dengan temannya.

Melalui diskusi dalam pembelajaran kooperatif akan terjalin komunikasi dimana siswa

saling berbagi ide atau pendapat.

      Salah satu model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran jigsaw.

Pembelajaran jigsaw menuntut semua siswa aktif dalam kelompok. Semua kontribusi

anggota sangat diharapkan karena setiap anggota mempertanggungjawabkan satu

segmen dalam kelompoknya. Setiap anggota mempunyai kemampuan yang dapat

diandalkan karena mereka berasal dari kelompok ahli

      Sebagai Kerangka pikir di atas dapat digambarkan dalam bentuk diagram

berkut,




                   Materi Pembelajaran Biologi


                                         41
                       Model Pembelajaran
                        Kooperatif Jigsaw




         Tes hasil belajar                      Hasil Pengamatan




                       Prestasi belajar Siswa



                      Gambar 2 Kerangka Pikir




                                       BAB III

                             METODE PENELITIAN



A. Jenis Penelitian dan Lokasi Penelitian


1. Jenis Penelitian




                                           42
       Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian di arahkan untuk

meningkatkan prestasi belajar biologi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada

kelas VIIIB SMP PERGIS Maros.


2. Lokasi Penelitian

       Penelitian ini dilakukan di SMP PERGIS Maros yang terletak di Jln. Dr.

Ratulangi No 62 Maros, penelitian ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.


B. Variabel dan desain penelitian


1. Variabel penelitian

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah :

1. Variabel bebas yaitu model pembelajaran kooperatif jigsaw

2. Variabel terikat yaitu prestasi belajar dan keaktifan siswa



2. Desain penelitian

       Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Ation Research)

dalam proses belajar biologi melalui pembelajaran kooperatif jigsaw. Penelitian

tindakan kelas melalui empat tindakan. Tindakan tersebut yaitu (1) tindakan

perencanan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan tindakan, (4) refleksi terhadap

tindakan. (Wibawa, 2003).

       Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilaksanakan dalam dua

siklus dengan perincian sebagai berikut :

a). Siklus I



                                            43
      Siklus ini dilaksanakan dalam dua jam pelajaran (dua kali pertemuan, dengan

tahapan sebagai berikut :

1). Perencanaan

a. Menelaah kurikulum biologi kelas VIIIB SMP PERGIS Maros.

b. Mempelajari bahan pelajaran yang akan diajarkan.

c. Bahan pelajaran diolah sehingga ditemukan suatu cara yang diharapkan suatu cara

   yang dihadapi dengan mudah.

d. Membuat RPP pembelajaran yang berfokus pada keaktifan siswa.

e. Disiapkan sarana pendukung yang diperlukan selama proses belajar-mengajar

   berlangsung.

f. Membuat pedoman observasi.

2). Pelaksanan tindakan

a. Siswa dibagi kedalam kelompok (kelompok asal) yang anggotanya sesuai dengan

   jumlah sub pokok bahasan.

b. Siswa-siswa diberikan bagian materi yang berbeda. Bagian materi tersebut juga

   diberikan kepada kelompok lain.

c. Setiap siswa membentuk kelompok baru (kelompok ahli) berdasarkan jenis materi

   yang ditugaskan.

d. Setelah selesai mendiskusikan, mereka kembali ke kelompok asal untuk

   merampungkan hasil diskusi mereka pada kelompok ahli.

e. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok asal.

f. Guru memberikan evaluasi setelah diadakan dua kali pertemuan.


3). Pengamatan

                                       44
       Selama proses pembelajaran akan diadakan pengamatan tentang kegiatan siswa

yang meliputi : (1) sikap siswa yang memperhatikan penjelasan guru, (2) bertanya

tentang materi yang belum dimengerti, (3) membaca buku atau LKS, (4) menulis, (5)

aktif dalam diskusi, (6) meminta penjelasan ulang setiap konsep, (7) menyampaikan

ide atau pendapat.




4). Refleksi

       Hasil pengamatan dan evaluasi akan dianalisis untuk dijadikan bahan

pemikiran dalam merefleksi kegitan selama tindakan dilakukan. Pada tahap ini akan

dilihat apakah model pengajaran ini dapat berjalan sesuai rencana dan mencari solusi

pada setiap kekurangan yang terjadi pada siklus I. hal-hal yang dipandang kurang

akan diberikan tindakan pada siklus kedua.


b). Siklus II

     Siklus ini dilaksanakan selama 2 jam pertemuan). Pada siklus ini akan dilakukan

langkah-langkah yang relatif sama dengan siklus I dengan beberapa perbaikan

berdasarkan hasil refleksi siklus I. Siklus ini mengacu pada penelitian tindakan model

Kemmis dan Mc Taggart. (1996 : 6).


C. Defenisi operasional variabel

Secara operasional variable penelitian ini di defenisikan sebagai berikut :




                                           45
1. Prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti

   proses belajar-mengajar. Prestasi belajar ini dapat diukur dengan menggunakan tes

   prestasi belajar.

2. Keaktifan belajar adalah kegiatan siswa yang terjadi dalam pembelajaran yang

   ditandai dengan indikator memperhatikan penjelasan guru, membaca buku ajar,

   mengerjakan LKS, mempresentasekan hasil kerja, bekerja sama, dan mengacunkan

   tangan untuk menjawab pertanyaan.

3. Model pembelajaran kooperatif jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif,

   dengan siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang secara

   heterogen dan kerja sama saling ketergantungan yang positif dan bertanggung

   jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan

   menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.


D. Istrumen penlitian

   Istrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :

1. Tes

2. Lembar observasi


E. Populasi dan Sampel

1. Populasi

      Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros

tahun pelajaran 2007-2008. Sebanyak 20 orang siswa.

2. Sampel




                                         46
       Berdasarkan jumlah populasi yang dikemukakan di atas sebanyak 20 orang

siswa, dalam penelitian ini tidak dilakukan sampel terhadap populasi tersebut, tetapi

mengambil semua populasi dijadikan sampel atau sampel total, sehingga penelitiannya

merupakan penelitian populasi.

       Didasarkan atas pendapat Arikunto, bahwa: “untuk sekedar ancer-ancer,

apabila subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semuanya sehingga

penelitiannya merupakan penelitian populasi, selanjutnya jika subjeknya lebih dari

100 orang dapat diambil 10 sampai 15 % lebih”.


F. Teknik pengumpulan data

1. Sumber data

       Sumber data penelitian adalah dari siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros.


2. Jenis data

     Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif yang terdiri dari

(1) data hasil tes belajar dan (2) data hasil lembar observasi


3. Cara pengambilan data

       Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini diambil dengan cara :

          1. Data tentang hasil belajar siswa diambil dengan cara menggunakan tes

                hasil siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.

          2. Data tentang siswa dengan menggunakan lembar observasi. Lembar

                observasi dapat dilihat pada lampiran 1.


G. Teknik analisis data


                                            47
       Data penelitian ini akan dianalisis secara kuantitif deskriptif. Data akan

dideskripsikan berdasarkan hasil evaluasi tindakan dengan instrument tes evaluasi

tindakan dengan intrumen tes evaluasi pelaksanaan tindakan dari siklus I sampai

dengan siklus II. Hasil penelitian tindakan kelas akan menunjukkan peningkatan

model pembelajaran kooperatif jigsaw.

       Pedoman konversi yang digunakan dalam pengubahan skor mentah menjadi

skor standar menggunakan hasil belajar yang berpedoman pada criteria Penilaian

Acuan Patokan (PAP) dengan menggunakan 5 kriteria yaitu sangat tinggi, tinggi,

sedang, rendah, dan sangat rendah. Karena menggunakan rentang nilai 1-10 dan nilai

minimal 4,1. maka rentang nilainya adalah 10-4,1= 5,9 : 4 = 1,4. sehingga intervalnya

adalah 1,4 kelas interval tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

       Data hasil obsevasi akan analisis secara kuantitatif dengan menggunakan

persentase, keaktifan siswa dalam pembelajaran.




                  Tabel 2. Kriteria Penilaian Acuan Patokan

  Interval Skor/ Nilai                    Kategori

  8,6 – 10,0                              Sangat tinggi

  7,1 – 8,5                               Tinggi

  5,6 – 7,0                               Sedang

  4,1 – 5,5                               Rendah


                                            48
  0 - 4,0                                 Sangat rendah




                                          BAB IV

                             HASIL DAN PEMBAHASAN



A. Hasil Penelitian


       Telah dikemukakan pada bab sebelumnya bahwa penelitian menggunakan

penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Masing-masing siklus diisi dengan dua

kali pertemuan. Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh pendamping untuk membantu

peneliti meliput data tentang keaktifan siswa dengan melakukan cek list tentang

keaktifan siswa (lampiran 4 ). Pada bagian ini akan di uraikan hasil penelitian tentang

keaktifan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dan hasil tes awal, tes

pasca siklus I dan tes pasca siklus II.

                                            49
1. Hasil observasi dan evaluasi siklus I

a. Keaktifan siswa selama proses belajar-mengajar

      Keaktifan siswa pada siklus I diamati langsung selama proses belajar-mengajar

berlangsung. Data tentang keaktifan tersebut digambarkan pada tabel berikut :




Tabel 3. Keaktifan siswa kelas VIIIA pada pertemuan 1 siklus I

 No Indikator                                    Jumlah      Persentase

 1.   Memperhatikan penjelasan guru              20          100%
 2.   Membaca buku ajar / LKS                    18          90%
 3.   Mengerjakan LKS pada kelompok ahli         17          85%
 4.   Mempresentasekan hasil kerja kelompok      8           40%
 5.   Bekerja sama dalam kelompok                16          80%
 6.   Siswa yang mengacungkan tangan untuk 11                55%
      menjawab



      Data pada tabel di atas menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam proses

belajar cukup tinggi. Indikator yang sudah berjalan dengan baik yaitu nomor 1, 2, 3,

dan 5. karena kesemuanya mencapai 80% siswa yang aktif atau lebih.

Tabel 4. Keaktifan siswa pada pertemuan 2

 No Indikator                                    Jumlah      Persentase

 1.   Memperhatikan penjelasan guru              20          100%
 2.   Membaca buku ajar / LKS                    20          100%
 3.   Mengerjakan LKS pada kelompok ahli         16          80%
 4.   Mempresentasekan hasil kerja kelompok      10          75%


                                           50
 5.     Bekerja sama dalam kelompok                 17          85%
 6.     Siswa yang mengacungkan tangan untuk 12                 60%
        menjawab
      Data pada tabel 4 tidak jauh berbeda dengan sebelumnya yaitu pertemuan I.

Namun sebagian indikator mengalami peningkatan tapi belum memberikan

peningkatan yang signifikan.


b. Hasil belajar siswa pada siklus I

      Sebelum diuraikan hasil evaluasi pasca siklus I, peneliti mendeskripsikan hasil tes

awal untuk mengetahui pengetahuan dasar siswa dan sekaligus untuk membandingkan

hasil tes awal dengan hasil tes pasca siklus 1 setelah melalui proses pembelajaran

dengan menggunakan model jigsaw. Berikut ini adalah frekuensi dan persentase

pengetahuan dasar siswa tentang materi yang diajarkan sebelum diadakan

pembelajaran.


Tabel 5. Distribusi frekuensi dan persentase hasil tes awal

 Interval nilai       Kualifikasi          Frekuensi           Persentase

 8,60-10.00           Sangat tinggi        0                   0%
 7,10-8,50            Tinggi               0                   0%
 5,60-7,00            Sedang               0                   0%
 4,10-5,50            Rendah               2                   10%
 0,00-4,00            Sangat rendah        18                  90%
 Jumlah                                    20                  100%



         Pengetahuan siswa tentang materi ajar rata-rata berada pada kategori sangat

rendah. Namun setelah peneliti mengadakan pembelajaran selama dua kali pertemuan

dengan menggunakan model pembelajaran jigsaw, maka hasil tes mengalami
                                               51
peningkatan yang signifikan. Pada tabel berikut ditunjukkan hasil belajar siswa pada

tes pasca siklus I.


   Tabel 6. Distribusi frekuensi dan persentase hasil belajar siswa pada tes akhir

              siklus I.

Interval nilai            Kualifikasi     Frekuensi         Persentase

8,60-10.00                Sangat tinggi   1                 5%
7,10-8,50                 Tinggi          15                75%
5,60-7,00                 Sedang          3                 15%
4,10-5,50                 Rendah          1                 5%
0,00-4,00                 Sangat rendah   0                 0%
Jumlah                                    20                100%

       Pada tabel di atas hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan yang cukup

berarti. Siswa yang mencapai kategori kualifikasi tinggi sebanyak 75%


c. Refleksi

       Refleksi dilaksanakan setelah pelaksanaan satu siklus pembelajaran. Kegiatan

ini dimaksudkan untuk melihat realisasi pelaksanaan pembelajaran biologi dengan

menggunakan teknik model pembelajaran kooperatif jigsaw baik yang berjalan

dengan baik maupun yang menjadi kendala kelancaran pelaksanaan proses

pembelajaran. Kegiatan refleksi di arahkan pada aktivitas siswa dan hasil pencapaian

setelah siswa mengikuti satu siklus pembelajaran.

       Berdasarkan hasil observasi dan avaluasi hasil belajar siswa, ada beberapa hal

yang dapat disimpulkan. Kesimpulan-kesimpulan tersebut adalah.




                                              52
1. pelaksanaan model pembelajaran jigsaw selama dua kali pertemuan, namun dalam

     fase pemberian petunjuk mengalami kendala karena menggunakan waktu yang

     lama sehingga mengurangi waktu kegiatan inti.

2. Keaktifan siswa secara umum tergolong baik karena rata-rata keaktifan siswa dari

     enam indicator untuk dua kali pertemuan mencapai 80%.

3. Hasil belajar siswa mencapai rata-rata 77 atau mencapai criteria tinggi

4. Beberapa indikator mennjukkan frekuensi yang rendah yaitu mempresentasekan

     hasil kerja dan menjawab pertanyaan. Ini berarti bahwa siswa belum melaksanakan

     sepenuhnya proses pembelajaran jigsaw dengan baik dan akibatnya siswa belum

     menguasai materi yang ditugaskan.

5.    Sebagian siswa belum melakukan kerjasama yang baik karena prosedur

     pembelajaran belum dipahami dengan baik dan tidak tercipta kompetisi dalam

     kelompok.

6. Sebagian siswa lambat mengejerjakan LKS karena sumber ataau bahan ajar tidak

     terpisahkan dengan materi lain yang tidak diaajarkan pada pertemuan itu.

        Kesimpulan kemudian dianalisis,faktor yang unggul tetap dipertahankan atau

ditingkatkan dan yang menjadi kendala akan dicarikan solusinya pada siklus II

sebagai tindakan perbaikan pada siklus II adalah sebagai berikut:

     1. petunjuk teknik pembelajaran jigsaw ditayangkan baik menggunakan OHP atau

        kertas manila yang disertai dengan penjelasan sehingga pendidik tidak perlu

        menggunakan waktu yang banyak untuk menjelaskan.

     2. prosedur pembelajaran seharusnya dibuat seperti ketika presentase yaitu

        anggota kelompok asal harus mempertanggungjawabkan materi yang bukan


                                           53
        tugasnya pada kelompok ahli sehingga memungkinkan terjadi kompetisi

        diantara kelompok untuk memperlihatkan tingkat kemampuan siswa tentang

        penguasaan materi diantara masing-masing kelompok. Dengan demikian,

        semua anggota kelompok mampu menjawab pertanyaan atau kuis yang

        diajukan guru atau siswa.

     3. materi pelajaran perlu dipilah-pilah sehingga siswa memusatkan perhatiannya

        pada bahan ajar yang dipelajari saja pada pertemuan itu sehingga penguasaan

        siswa terhadap materi dapat maksimal.

     Hal ditempuh karena materi sebelumnya bergabung dengan materi yang tidak

     dibahas pada pertemuan itu


2. Hasil observasi dan evaluasi siklus II

Pelaksanaan siklus II dilakukan sesuai dengan prosedur siklus I dan

dengan melakukan perbaikan sesuai hasil telaah pelaksanaan pembelajaran pada siklus

I.


a. Keaktifan siswa selama proses belajar-mengajar

     Keaktifan siswa selama proses pembelajaran dapat dilihat pada table berikut:


Tabel 7. Keaktifan siswa pada pertemuan III

No Indikator                                      Jumlah      Persentase

1.    Memperhatikan penjelasan guru               20          100%
2.    Membaca buku ajar / LKS                     20          100%
3.    Mengerjakan LKS pada kelompok ahli          20          100%
4.    Mempresentasekan hasil kerja kelompok       15          75%
5.    Bekerja sama dalam kelompok                 20          100%

                                           54
6.    Siswa yang mengacungkan tangan untuk 16                   80%
      menjawab



        Berdasarkan table 7, beberapa peningkatan frekuensi pada beberapa indikator

memperlihatkan hasil yang tinggi. Peninggkatan tersebut terjadi pada indikator nomor

3,4, dan 6.


Tabel 8. Keaktifan siswa pada pertemuan IV

No Indikator                                        Jumlah      Persentase

1.    Memperhatikan penjelasan guru                 20          100%
2.    Membaca buku ajar / LKS                       20          100%
3.    Mengerjakan LKS pada kelompok ahli            20          100%
4.    Mempresentasekan hasil kerja kelompok         18          90%
5.    Bekerja sama dalam kelompok                   20          100%
6     Siswa yang mengacungkan tangan untuk 17                   85%
      menjawab



        Data keaktifan siswa pada tabel di atas menunjukkan bahwa hampir seluruh

siswa atau rata-rata siswa dalam kegiatan pembelajaran. Sebagian besar indikator

keaktifan telah mencapai 100 %. Namun nomor 4 dan nomor 6 belum maksimal.

Keaktifan mereka mencapai rata-rata 95,8 %.


b. Hasil belajar biologi tentang sistem pencernaan pada Manusia

     Distribusi frekuensi dan persentase hasil belajar siswa pasca siklus II dapat dilihat

pada Tabel 9 sebagai berikut.




                                            55
                 Tabel 9. Distribusi frekuensi dan persentase hasil belajar Biolog dengan

                         konsep system pencernaan pada manusia

Interval nilai         Kualifikasi         Frekuensi           Persentase

8,60-10.00             Sangat tinggi       7                   35%
7,10-8,50              Tinggi              12                  60%
5,60-7,00              Sedang              1                   5%
4,10-5,50              Rendah              0                   0%
0,00-4,00              Sangat rendah       0                   0%
Jumlah                                     20                  100%



       Hasil belajar pada siklus II telah menunjukkan peningkatan. 35% siswa atau 7

orang dari 20 siswa berada pada kualifikasi sangat tingggi. 60% siswa dari 12 siswa

dari 20 siswa berada pada kualifikasi tinggi dan 5% 1 dari 20 siswa mendapatkan

kualifikasi sedang.


c. Refleksi

       Hasil telaah pada        observasi keaktifan siswa selama proses pembelajaran

melalui data hasil penngamatan dan evaluasi hasil belajar siswa pada siklus II,

informasi dari hasil perolehan instrument, hadil pengamatan dan hasil belajar melalui

tes menujukkan peningkatan. Kesimpulan yang dapat digambarkan yaitu:

       1. Aktifitas siswa sangat tinggi, yaitu telah mencapai rata-rata 92,9% dari

            jumlah siswa.

       2. Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa 99 % siswa memperoleh

            kualifikasi tinggi dan sangat tinggi.




                                               56
      3. Pelaksanaan model pembelajaran jigsaw telah berjalan dengan baik dan

          memperlihatkan hasil sangat memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan

          persentase keaktifan siswa dan hasil belajar siswa yang tinggi.


B. Pembahasan


      Hasil penelitian menunjukkan suatu angka yang tinggi baik keaktifan belajar

siswa maupun hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros.


1. Keaktifan belajar siswa

      Model pembelajaran jigsaw terbukti mampu meningkatkan keaktifan siswa

dalam proses belajar mengajar. Hal ini dibukitkan dengan hasil pengamatan melalui

instrument pengamatan selama empat kali pertemuan. Keempat pertemuan tersebut

dibagi menjadi dua siklus. Pada setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan.

Frekuensi pertemuan pada satu siklus dimaksudkan untuk membiasakan siswa

terhadap prosedur pembelajaran yang menggunakan model jigsaw.

      Hasil pengamatan menunjukkan bahwa mulai pertemuan pertama hingga

pertemuan ke empat mengalami peningkatan keaktifan yang ditandai dengan

meningkatnya frekuensi keaktifan pada setiap indikator yang ditetapkan oleh peneliti.

Peningkatan tersebut dapat digambarkan dengan memperhatikan grafik berikut :

      Dari grafik di atas nampak peningkatan keaktifan siswa mulai dari pertemuan

pertama hingga pertemuan keempat. Peningkatan tersebut nampak setelah diadakan

perbaikan dari telaah hasil pengamatan dan evaluasi pada siswa semakin menyadari

pengtingnya setiap kegiatan yang diarahkan oleh peneliti. Kesadaran siswa akan

pentingnya setiap kegiatan dalam pembelajaran model jigsaw mengarah pada

                                          57
pencapaian hasil belajar meningkat. Peningkatan hasil belajar yang dicapai oleh siswa

mulai dari pengetahuan awal hingga pada tes pasca siklus I dan siklus II akan dibahas

pada bagian berikut.


2. Hasil belajar siswa

       Hasil belajar siswa pada siklus I mencapai rata-rata 77 dan pada siklus II

mencapai rata-rata 88,5. Tingkat pencapaian siswa mengalami peningkatan pada

kedua siklus. Peningkatan ini dibuktikan dengan tingginya tingkat perbedaan antara

pengetahuan dasar siswa yang ditandai dengan hasil tes awal. Tes awal hanya

mencapai rata-rata 28,5. semua siswa yang berada pada kualifikasi sangat kurang. Hal

membuktikan bahwa penggunaan model jigsaw terbukti efektif untuk meningkatkan

hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros pada pelajaran Biologi.

       Suatu pembelajaran dikatakan efektif membelajarkan siswa jika tingkat

pencapaian siswa terhadap kompetisi yang diajarkan mencapai minimal 75% atau

menguasai memperoleh nilai minimal 7,5 (kurikulum 2004). Dengan memperhatikan

rata-rata pencapaian siswa pada siklus I dan siklus II yaitu rata-rata 77 dan 88,5,

pembelajaran model jigsaw memenuhi criteria efektif karena sudah melebihi nilai

minimum yang ditetapkan dalam kurikulum 2004.

       Dengan demikian bahwa, baik keaktifan belajar siswa maupun hasil belajar

biologi siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros pada kedua siklus mengalami

peningkatan, itu berarti bahwa pembelajaran model jigsaw efektif untuk meningkatkan

keaktifan belajar siswa dan hasil belajar siswa.




                                           58
                                        BAB V

                           KESIMPULAN DAN SARAN



A. Kesimpulan


      Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi serta pembahasan pada bagian

sebelumnya maka peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Pembelajaran model jigsaw efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa

   pada kelas VIIIB SMP PERGIS Maros pada pelajaran biologi. 83,3 % siswa aktif

   dalam pembelajaran pada siklus I dan 95,8 % pada siklus II.

2. Pembelajaran model jigsaw untuk pelajaran biologi pada kelasVIIIB SMP PERGIS

   Maros efektif untuk meningkatkan hasil belajar biologi. Rata-rata hasil belajar

   dalah 77 pada siklus I dan 88,5 pada siklus II.


B. Saran

      Model pembelajaran jigsaw sebagai salah satu teknik pembelajaran telah

terbukti dapat meningkatkan keaktifan dan belajar siswa pada pelajaran biologi.

Dengan dasar itu, maka peneliti menyarankan bahwa:

1. Model pembelajaran jigsaw hendaknya diaplikasikan pada proses belajar mengajar

   pada pelajaran biologi khususnya dan pelajaran yang lain pada umumnya untuk

   lebih mengaktifkan siswa belajar.


                                          59
2. Guru hendaknya memilih materi-materi pelajaran yang cocok dengan model

   pembelajaran jigsaw agar hasil yang diharapkan dapat maksimal. Kesesuaian

   teknik mengajar dengan materi pelajaran hendaknya diutamakan karena tidak ada

   teknik mengajar yang paling baik untuk semua materi pelajaran. Pembelajaran

   dengan menggunakan teknik yang bervariasi tetap disarankan untuk menjaga agar

   pembelajaran selalu efektif dan menyenangkan.




                              Daftar Pustaka
Ali, M. 2002. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru Algasindo.
              Bandung
Aroson. 2006. Jigsaw Classroom. Penelusursn Internet.
              http : Di akses pada Tanggal 10 Desember.
Asrianti, 2005. Hubungan antara Kemampuan Bertanya Dan Prestasi Belajar
                Biologi Siswa Kelas II Madrasah Tsanawiah Negeri Belang-
                belang Kabupaten Maros, Skripsi Tidak dipublikasikan.     Maros.
                STKIP YAPIM.
                                       60
Djamarah, BS. Dan A. Zain, 1996. Strategi Belajar Mengajar. Rineka cipta
.               Jakarta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Indonesia. Edisi, 3. Jakarta:
                Balai Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional,        2004. Model-model Pembelajaran dalam
                Pembelajaran Sains . Jakarta
Inrawati. 2006. Teori Belajar. Bahan Penelitian. Jakarta: Pusat Pengembangan dan
                Penata Guru IPA..
Mappa, Syamsu. 1977.Psikologi Pendidikan Ujung Pandang.

Nasution, S. 2000. Didakti Asas-asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Prayekti. 2005 Pembelajaran Koopertif Tipe Student Team Achievement Division

              di Sekolah Dasar. Universitas Terbuka. Jakarta

              hppt://pk.ut.ac id /jp/42prayekti.htm

Rahman Abdullah.1989.pokok-pokok Layanan Bimbingan Belajar. Ujung Pandang:

                Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Ujung Pandang

Rasyid, Muhammad Amin. 2005. Keterpaduan Imtak – Iptek Dalam Proses

                Pembelajaran     Bahasa       Inggris   Madrasah.   Disajikan   pada

                Keagamaan. Makassar 13 Mei

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran : Berorientasi Standar Proses

                Pendidikan.

Slmeto, 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka

                Cipta.

Nasution, S. 2000. Didakti Asas-asas Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Sudjana, N. 2002. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru

                Algasindo.


                                         61
Yusuf. 2003. Kualitas Proses dan hasil belajar biologi melalui pengajaran dengan

             model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Marasah Aliah

             PONPES Urul Haramain lombok Barat NTB. Tesis tidak di

             publikasikan. Univesitas negri surabaya: Program Pasca Sarjana.

Wibawa, Basuki. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Diknas.



Lampiran 2. Lembar kerja siswa

LKS. 1

Sistem Pencernaan pada Manusia

 Standar Kompetensi : Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia

 Kompetensi dasar : mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan

   hubungannya dengan kesehatan

 Indikator :

d. Menyebutkan zat makanan atau sat gizi yang ada pada makanan

e. Menjelaskan fungsi-fungsi zat makanan bagi tubuh manusia.

Tujuan :

1. Menuliskan contoh-contoh zat makanan atua zat gizi yang ada pada makanan.

2. Menuliskan fungsi zat makanan bagi tubuh manusia.

 Alat / bahan :

                   Buku paket biologi hal.................................................

 Cara kerja :

                                             i. Bacalah buku paket biologi kelas VIII

                                                 tengtang makanan dan zat dikandungnya.


                                                  62
                                                       ii. Diskusikan dengan teman kelompok untuk

                                                             menjawab pertanyaan berikut ini.

                                                      iii. Buatlah           kesimpulan             tentang         pertanyaan

                                                             tersebut.

PERTANYAAN-PERTANYAAN KELOMPOK AHLI

AHLI I : Protein

   1. Sebutkan contoh-contoh bahan makanan yang mengandung protein

      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................

   2. Sebutkan contoh yang termasuk ciri-ciri protein.

      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................

   3. Sebutkan fungsi protein.

      Jawab.....................................................................................................................

      ...............................................................................................................................

      ...............................................................................................................................

      ...............................................................................................................................

      ........................................................................

   4. Tuliskan dua gangguan akibat kekurangan protein.

      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................

   5. Tuliskan dua gangguan akibat kelebihan protein.




                                                              63
      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................

AHLI II : Lemak

   1. Sebutkan contoh-contoh bahan makanan yang mengandung lemak.

      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................

   2. Sebutkan contoh yang termasuk ciri-ciri lemak.

      Jawab..........................................................................................................

   3. Sebutkan fungsi lemak.

      Jawab.....................................................................................................................

      ........................................................................................................

   4. Tuliskan dua gangguan akibat kekurangan pada lemak.

      Jawab.........................................................................................................

   5. Tuliskan dua gangguan akibat kelebihan pada lemak.

      Jawab..........................................................................................................



AHLI III : Karbohidrat

   1. Sebutkan contoh-contoh bahan makanan yang mengandung karbohidrat.

      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................

   2. Sebutkan contoh yang termasuk ciri-ciri karbohidrat.

      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................


                                                              64
   3. Sebutkan fungsi karbohidrat.

      Jawab.....................................................................................................................

      ...............................................................................................................................

      .............................................................................................

   4. Tuliskan dua gangguan akibat kekurangan karbohidrat.

      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................

   5. Tuliskan dua gangguan akibat kelebihan karbohidrat

      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................



AHLI IV : Garam-garam mineral



   1. Sebutkan contoh-contoh bahan makanan yang mengandung mineral

      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................

   2. Sebutkan dan jelaskan dua golongan mineral

      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................

   3. Sebutkan fungsi kalsium

      Jawab.....................................................................................................................

      ...............................................................................................................................

      .............................................................................................


                                                              65
  4. Tuliskan dua gangguan akibat kekurangan mineral

     Jawab.....................................................................................................................

     .........................................................................................................

  5. Tuliskan dua gangguan akibat kelebihan mineral

     Jawab.....................................................................................................................

     .........................................................................................................

AHLI V : Vitamin

  1. Sebutkan contoh bahan makanan yang mengandung vitamin

     Jawab.....................................................................................................................

     .........................................................................................................

  2. Apa fungsi vitamin dalam tubuh

     Jawab.....................................................................................................................

     .........................................................................................................

  3. Tuliskan gangguan yang dapat terjadi apabila kekurangan vitamin C

     Jawab.....................................................................................................................

     ...............................................................................................................................

     ...............................................................................................................................

     ...............................................................................................................................

     ........................................................................

  4. Tuliskan dua kelompok vitamin yang berdasarkan kelarutannya

     Jawab.....................................................................................................................

     .........................................................................................................

  5. Tuliskan dua gangguan akibat kekurangan vitamin


                                                             66
      Jawab.....................................................................................................................

      .........................................................................................................




LKS. 2

Sistem Pencernaan pada Manusia

 Standar Kompetensi : Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia

 Kompetensi dasar : Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan

   hubungannya dengan kesehatan

 Indikator        : Menjelaskan struktur dan fungsi alat pencernaan makanan pada

   manusia

   Menjelaskan pengertian enzim

3. Tujuan : Menjelaskan struktur dan alat pencernaan pada manusia

 Alat / bahan :

                         Buku paket biologi hal.................................................

 Cara kerja :

           1. Bacalah buku paket biologi kelas VIII tengtang makanan dan zat

                 dikandungnya.




                                                              67
                2. Diskusikan dengan teman kelompok untuk menjawab pertanyaan

                      berikut ini.

                3. Buatlah kesimpulan tentang pertanyaan tersebut.

PERTANYAAN-PERTANYAAN KELOMPOK AHLI

AHLI I : Mulut

1. Tuliskan urutan saluran pencernaan pada manusia

     Jawab...........................................................................................................................

     .............................................................................................................

2. Jelaskan fungsi gigi pada manusia

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

3. Tuliskan rumus gigi tetap pada manusia

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

4. Tuliskan fungsi lidah

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

5. Apa fungsi enzim ptialin

Jawab................................................................................................................................

...........................................................................................................

AHLI II : Kerongkongan dan lambung

1. Jelaskan yang dimaksud tekak




                                                                   68
Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

2. Jelaskan penyebab gerakan peristaltik

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

3. Sebutkan tiga bagian lambung pada manusia

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

4. Sebutkan tiga otot lapisan pada otot lambung

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

5. Jelaskan fungsi HCL (getah lambung) pada manusia

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

AHLI III : Usus halus

1. Sebutkan tiga bagian yang terdapat pada usus halus

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

2. Tuliskan fungsi amilase

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

3. Apa yang dimaksud dengan Duodenum




                                                                   69
Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

4. Tuliskan fungsi hati

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

5. Sebutkan macam-macam enzim pada dinding halus

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

AHLI IV : Usus besar dan Anus

1. Jelaskan fungsi utama usus besar

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

2. Sebutkan tiga bagian usus besar

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

3. Apa yang dimaksud apendestis

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

4. Apa yang dimaksud dengan rektum

Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

5. Sebutkan dua otot pada anus




                                                                   70
Jawab................................................................................................................................

........................................................................................................

LKS. 3

Indikator : Menjelaskan kemungkinan penyakit yang dapat terjadi pada sistem

pencernaan

Tujuan : menjelaskan kemunkkinan penyakit yang dapat terajadi pada sistem

pencernaan manusia

Alat / bahan :

Buku paket Biologi hal.

Cara kerja : 1. Bacalah buku paket biologi kelas VIII tentang penyakit/gangguan

sistem pencernaan

                              2.              Diskusikan             dengan           kelompok             untuk      menjawab

                                              pertanyaan berikut ini

                              3.              Buatlah kesimpulan tentang pertanyaan tersebut

                           PERTANYAAN KELOMPOK AHLI



AHLI I: Kelainan / gangguan sistem pencernaan

1. Sebutkan gangguan pada sistem pencernaan makanan

jawab.................................................................................................................................

...................................................................................................................

3. sebutkan dan jelaskan gangguan pada mulut




                                                                   71
jawab.................................................................................................................................

...................................................................................................................3.        jelaskan

yang dimaksud ulkus

jawab.................................................................................................................................

...................................................................................................................4. jelaskan apa

yang dimaksud dengan kolik

jawab.................................................................................................................................

...................................................................................................................

AHLI II : Kelainan / gangguan sistem pencernaan

1. Sebutkan dan jelaskan gangguan pada usus

Jawab................................................................................................................................

..........................................................................................................................................

..........................................................................................................................................

..............................................................................................2. Apa yang dimaksud

gasritis

Jawab................................................................................................................................

....................................................................................................................3. Apa yang

menyebabkan penyakit maag

Jawab................................................................................................................................

....................................................................................................................

4. apa yang dimaksud dengan diaspagia

jawab.................................................................................................................................

...................................................................................................................


                                                                   72
AHLI III : Kelainan / gangguan sistem pencernaan

1. Sebutkan gangguan pencernaan karena infeksi

Jawab................................................................................................................................

....................................................................................................................2.   Jelaskan

penyebab keracunan makanan

Jawab................................................................................................................................

....................................................................................................................3.   Sebutkan

bakteri yang dapat menyebabkan keracunan

Jawab................................................................................................................................

....................................................................................................................4.   Tuliskan

contoh malnutrisi yang ekstrem

Jawab................................................................................................................................

....................................................................................................................

AHLI IV : Kelainan / gangguan sistem pencernaan

1. Jelaskan penyebab kanker lambung

Jawab................................................................................................................................

....................................................................................................................

3. Apa yang menyebabkan busung lapar

Jawab................................................................................................................................

....................................................................................................................

3. Jelaskan apa yang dimaksud enteritis




                                                                   73
           Jawab................................................................................................................................

           ....................................................................................................................4.   Sebutkan

           gangguan sistem pencernaan makanan yang disebabkan oleh faktor luar

           Jawab................................................................................................................................

           ....................................................................................................................

           5. Sebutkan gangguan sistem pencernaan makanan yang disebabkan oleh faktor dalam

           Jawab................................................................................................................................

           ...................................................................................................................

           Lampiran 3. soal evaluasi

           Soal



           1. Di bawah ini merupakan manfaat makanan bagi kita, kecuali……….

a. untuk pertumbuhan dan perkembangan

b. memperbaiki bagian yang rusak

c. mendapatkan energi untuk aktivitas

d. untuk membuat badan menjadi kenyang

e. untuk energi dalam reproduksi

           2. Di bawah ini merupakan zat makanan, kecuali……….

                a. protein                                        d. garam-garam mineral dan vitamin

                b. lemak                               e. anzim dan hormon

                c. karbohidrat

           3. Di bawah ini yang bukan merupakan unsur penyusun protein adalah……..

                a. C                                              d. N


                                                                              74
   b. H                            e. Ca

   c. O

4. Di bawah ini termasuk asam amino essensial, kecuali……….

   a. lisin                        d. treonin

   b. leusin                       e. valin

   c. ioleusin

5. Sebagai penhasil kalori, setiap 2 gram protein mengandung berapa ………kalori

   a. 2                            d. 5

   b. 3,5                          e. 6

   c. 4,1

6. Di bawah ini merupakan makanan yang menjadi sumber protein, kecuali…..

   a. daging             d. keju

   b. ikan                         e. nasi

   c. telur

7. Di bawah ini merupakan makanan yang menjadi sumber lemak, kecuali……….

   a. minyak kelapa                d. jagung

   b. daging             e. mentega

   c. telur

8. Sebagai penghasil kalori, setiap 1 gram lemak mengandung……….kalori

   a. 2                            d. 5

   b. 3                            e. 9,3

   c. 4,1




                                              75
9. Di bawah ini merupakan gula majemuk atau disacharida, kecuali………

   a. laktosa                  d. sakharosa

   b. galaktosa                e. amilosa

   c. maltosa

10. Karbohidrat di dalam tubuh akan di simpan sebagai…….

   a. Lemak                    d. selulosa

   b. protein                  e. kulit

   c. glikogen

11. Setiap 1 gram glukosa akan menghasilkan ……….kalori

   a. 2,5                      d. 5

   b. 3                        e. 9

   c. 4,1

12. Garam mineral yang bisa membantu proses pembekuan darah yaitu……….

   a. kalsiun (Ca)             d. flour (F)

   b. phosfor (P)              e. iodium (I)

   c. ferum (Fe)

13. Garam mineral yang menjadi komponen hemoglobin untuk mengikat

   Oksigen, yaitu………

   a. kalsium (Ca)             d. flour (F)

   b. phosfor (P)              e. iodium (I)

   c. ferum (Fe)

14. Garam mineral yang digunakan gigi adalah ………

   a. kalsiun (Ca)             d. flour (F)


                                          76
   b. phosfor (P)               e. iodium (I)

   c. ferum (Fe)

15. Di bawah ini merupakan vitamin yang larut dalam lemak, kecuali……….

   a. A                         d. E

   b. B                         e. K

   c. D

16. Orang yang sakit beri-beri disebabkan karena kekurangan vitamin ……….

   a. A                         d. B12

   b. B1                        e. C

   c. B6

17. Orang yang sakit rabun senja disebabkan karena kekurangan vitamin……..

   a. A                         d. B12

   b. B1                        e. C

   c. B6



18. Vitamin yang mempunyai fungsi mengatur kadar Ca dan P dalam darah

   adalah………

   a. C                         d. K

   b. D                         e. B12

   c. E

19. Orang yang darahnya sukar membeku disebabkan avitominosis…….

   a. C                         d. K

   b. D                         e. B12


                                         77
   c. E

20. Di dalam mulut akan dihasilkan enzim……….

   a. pepsin                    d. steapsin

   b. ptialin                   e. erepsin

   c. renin

21. Enzim yang dihasilkan di lambung adalah……..

   a. pepsin                    d. steapsin

   b. ptialin                   e. erepsin

   c. renin

22. Enzim yang mempengaruhi zat protein adalah ………

   a. pepsin                    d. steapsin

   b. ptialin                   e. erepsin

   c. renin

23. Di bawah ini termasuk proses pencernaan makanan secara mekanik di mulut,

   kecuali………

   a. mengunyah                 d.menelan

   b. menggiling                e. mencerna dengan bantuan enzim ptialin

   c. mengaduk

24. Jumlah gigi susu pada anak-anak balita adalah ……..

   a. 15                        d. 20

   b. 16                        e. 32

   c. 17

25. Gigi susu pada anak tidak mempunyai gigi……..


                                        78
   a. incicivus                   d. molar

   b. caninus                     e. seri

   c. premolar

26. Kelenjar yang terdapat pada mulut antara lain……..

   a. glandula parotis            d. glandula sub maxilaris

   b. glandula sebasea            e. glandula tiroid

   c. g;adula sudorifera

27. Kime merupakan hasil proses pencernaan makanan yang terdapat di……..

   a. mulut                       d. usus halus

   b. kerongkongan                e. usus besar

   c. lambung

28. Hormon yang berfungsi merangsang sekresi getah lambung adalah

   hormon…….

   a. insulin              d. adrenalin

   b. tiroksin                    e. relaktin

   c. gastrin

29. Bagian usus halus yang berguna untuk memperluas permukaan bidang

   penyerapan sari-sari makanan adalah…….

   a. jonjot / villus             d. arteri

   b. sel epitel                  e. otot lingkar

   c. lacteal

30. Vitamin K di dalam tubuh manusia dihasilkan di ……. Oleh bakteri Escherecia

   coli.


                                            79
   a. mulut                        d. usus halus

   b. lambung                      e. usus besar

   c. kerongkongan




                                      ABSTRAK

ROSDIANA. Meningkatkan Prestasi Belajar Biologi Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe Jigsaw pada Siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros: (Suatu Penelitian Tindakan
Kelas) dibimbing oleh Djoko Ruwin dan Samsuddin)


       Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan cara meningkatkan keaktifan belajar

siswa dan prestasi belajar siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros. Penelitian ini

adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada model pembelajaran kooperatif

jigsaw yang diawali dengan perencanaan (plan), tindakan pengamatan, dan refleksi.

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diadakan dua kali

pertemuan dan tes akhir siklus. Data dikumpulkan dengan melakukan analisis

terhadap hasil pengamatan dan hasil tes.

       Hasil analisis pada akhir siklus I menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan siswa

dalam proses pembelajaran mencapai 83,3% dari 20 siswa pada semua indikator yang

ditetapkan dan rata-rata hasil belajar siswa mencapai 77. Pada akhir siklus II rata-rata

keaktifan siswa pada semua indicator mencapai 95,8% dari 20 siswa dan hasil belajar

siswa mencapai rata-rata 85,5 atau 19 siswa mempunyai nilai di atas 7 dan hanya 1

siswa yang mendapat nilai dibawah 7.



                                           80
      Kesimpulan penelitian ini adalah keaktifan belajar siswa dan prestasi belajar

siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros pada pelajaran biologi dapat ditingkatkan

dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif jigsaw. Dengan demikian,

bahwa teknik pembelajaran ini layak diaplikasikan dalam pembelajaran khususnya

pada siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros. Penulis menyarankan sebagai upaya

peningkatan keaktifan dan prestasi siswa, guru tidak hanya terpaku pada satu teknik

pembelajaran saja, tapi seharusnya mempertimbangkan kesesuaian materi pelajaran

dan teknik yang akan diaplikasikan.




                               KATA PENGANTAR

 Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Allahumma shalli ‘ala Muhammad Wa’ala’alihi wa
                                 shahbihi ajma’in.




                                        81
       Hanya karena Allah segala sesuatu terjadi, hanya dengan izin-Nya semua yang

kita impikan terwujud. Dengan isin Allah pula, penulisan skripsi ini dapat

diselesaikan.

       Skripsi ini berjudul “ Meningkatkan Prestasi Belajar Biologi Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada siswa kelas VIIIB SMP PERGIS Maros”

dibuat dalam rangka memenuhi salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh setiap

mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program

studi Pendidikan Biologi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan untuk

mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

       Penulis menyadri bahwa skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan,

bimbingan, dan dorongan dari berapa pihak. Oleh karena itu, sudah sepantasnya

penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga dan penghargaan yang setinggi-

tingginya kepada Drs. H. Djoko Ruwin selaku pembimbing I dan bapak Drs. H.

Samsuddin, M.Pd selaku pembimbing II atas segala kesediaann, kesungguhan dan

kesabarannya dalam membimbing dan mengarahkan penulis mulai dari penyusunan

proposal hingga selesainya skripsi ini.

       Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih        dan penghargaan yang

setinggi-tingginya kepada : Ayahanda dan ibunda, serta keluarga tercinta atas segala

pengorbaban dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan studi di jenjang

Perguruan Tinggi. Drs. H. Ikram Idrus, selaku Ketua Yayasan Perguruan Islam Maros.

Drs. H. Hasanuddin, M.Pd, selaku Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu

Pendidikan YAPIM. Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu

Pengetahuan Alam Program Pendidikan Biologi STKIP YAPIM. Bapak Alide


                                          82
                 Kasyim, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMP PERGIS Maros, beserta stafnya atas

                 bantuan dan kerjasamanya selama penulis mengadakan penelitian. Buat teman-

                 temanku yang selalu setia

                        Semoga apa yang telah penulis susun ini mendapat berkah dari Allah dan

                 bermanfaat bagi kita semua. Amin yaa Rabbal Alamin.

                        Wassalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.



                 Maros,

                                                                                               Rosdiana

                 Juli 2008




                 Lampiran 4: Lembar Observasi Keaktifan belajar siswa pada pertemuan I

                                       Lembar Observasi siswa ( siklus I )

     Kehadiran    Memperhatikan    Membaca    Mengerjakan    mempresentase      Bekerja     Siswa yang
                  penjelasan         buku      LKS pada      kan hasil kerja     Sama     mengacungkan
                  guru             ajar/LKS    kelompok        kelompok          dalam     tangan untuk
                                                  ahli                         kelompok      menjawab
 1                                                            -                           
 2                                                            -                           
 3                                 -            -               -              -             -
 4                                                            -                           -
 5                                                                                       
 6                                 -                           -                           -
 7                                             -               -              -             -
 8                                                                                       
 9                                                            -                           -
10                                                            -                           
11                                                                                       -
12                                 -                           -                           -

                                                            83
13                                                                                      
14                                                           -                           
15                                                           -                           -
16                                                                                      
17                                                                                      -
18                                            -               -              -             -
19                                                                                      
20                                                           -              -             -
ml      20              20           18          17               8             16            11




                 Lampiran 4: Lembar Observasi Keaktifan belajar siswa pada pertemuan II

                                      Lembar Observasi siswa ( siklus I )

     Kehadiran    Memperhatikan   Membaca    Mengerjakan    mempresentase      Bekerja     Siswa yang
                  penjelasan        buku      LKS pada      kan hasil kerja     Sama     mengacungkan
                  guru            ajar/LKS    kelompok        kelompok          dalam     tangan untuk
                                                 ahli                         kelompok      menjawab
 1                                            -               -                           
 2                                                                                      
 3                                 -           -               -              -             -
 4                                                            -                           -
 5                                                                                      
 6                                 -           -               -                           -
 7                                            -               -              -             -
 8                                                                                      
 9                                            -               -                           -
10                                            -               -                           
11                                                                                      
12                                 -           -               -                           -
13                                                                                      
14                                                                                      
15                                                                                      -
16                                                                                      
17                                                                                      -
18                                            -               -                           -
19                                                                                      

                                                           84
20                                             -               -              -             -
ml      20              20           20          18               10            17            12




                 Lampiran 4: Lembar Observasi Keaktifan belajar siswa pada pertemuan III

                                      Lembar Observasi siswa ( siklus II )

     Kehadiran    Memperhatikan   Membaca    Mengerjakan    mempresentase      Bekerja     Siswa yang
                  penjelasan        buku      LKS pada      kan hasil kerja     Sama     mengacungkan
                  guru            ajar/LKS    kelompok        kelompok          dalam     tangan untuk
                                                 ahli                         kelompok      menjawab
 1                                                                                      
 2                                                                                      
 3                                                           -                           -
 4                                                                                      
 5                                                                                      
 6                                                                                      
 7                                                           -                           -
 8                                                                                      
 9                                                                                      
10                                                           -                           
11                                                                                      
12                                                           -                           
13                                                                                      
14                                                                                      
15                                                                                      
16                                                                                      -
17                                                                                      
18                                                           -                           
19                                                                                      
20                                                                                      -
ml      20              20           20          17               8             16            11




                                                           85
                 Lampiran 4: Lembar Observasi Keaktifan belajar siswa pada pertemuan IV

                                        Lembar Observasi siswa ( siklus II )

     Kehadiran    Memperhatikan     Membaca    Mengerjakan      mempresentase      Bekerja     Siswa yang
                  penjelasan          buku      LKS pada        kan hasil kerja     Sama     mengacungkan
                  guru              ajar/LKS    kelompok          kelompok          dalam     tangan untuk
                                                   ahli                           kelompok      menjawab
 1                                                                                          
 2                                                                                          
 3                                                               -                           -
 4                                                                                          
 5                                                                                          
 6                                                                                          
 7                                                               -                           -
 8                                                                                          
 9                                                                                          
10                                                               -                           
11                                                                                          
12                                                               -                           
13                                                                                          
14                                                                                          
15                                                                                          
16                                                                                          
17                                                                                          
18                                                                                          
19                                                                                          
20                                                                                          
ml      20              20            18           17                 8             16            11




                 Lampiran 5: Daftar nilai hasil belajar siswa

                                                             86
             Daftar Nilai Hasil Ujian Biologi Siswa Kelas VIIIB

No.     Tes Awal      Tes akhir siklus I        Tes akhir siklus II

  1        20                80                         85
  2        20                80                         90
  3        20                70                         80
  4        30                80                         80
  5        30                80                         90
  6        20                80                         80
  7        30                50                         75
  8        20                90                         95
  9        20                80                         80
 10        50                80                         80
 11        30                80                         90
 12        30                80                         80
 13        45                80                         90
 14        30                80                         85
 15        45                80                         80
 16        30                80                         90
 17        20                80                         90
 18        30                60                         80
 19        30                80                         85
 20        30                70                         80
JML       28,5               77                        88,5




RIWAYAT HIDUP



ROSDIANA. Lahir di Maros, 12 Desember 1985, anak pertama dari lima bersaudara,

buah hati dari pasangan Jabir Dg. Ngitung dan Mantang Dg. Baji.




                                           87
Pertama kali memasuki jenjang pendidikan formal di SD NO 32 Inpres gantarang

pada tahun 1992 dan tamat pada tahun 1998. Pada tahun 1998 penulis melanjutkan

pendidikan di SLTP Negeri 2 Tanralili dan tamat pada tahun 2001, kemudian

melanjutkan pendidikan di MA PERGIS Maros dan tamat pada tahun 2004.

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan maka penulis melanjutkan studinya ke

Perguruan Tinggi STKIP YAPIM tahun 2004 pada jurusan Pendidikan Biologi.




                            PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                        : ROSDIANA
Tempat / Tanggal Lahir      : Maros, 12 Desember 1985
NIM                         : 04 107 100 07
Program Studi               : MIPA
Alamat                      : Jl. Dr. Ratulangi NO. 62 Maros
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi dengan judul :


         ”MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI MELALUI
           MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW
                  SISWA KELAS VIIIB SMP PERGIS MAROS ”


                                              88
Adalah benar asli karya saya, dan bukan jiplakan ataupun plagiat dari karya orang
lain.

Jika di kemudian hari terbukti bahwa pernyataan saya ini tidak benar, maka saya
bersedia menerima sanksi akademik berupa batalnya gelar saya, maupun sanksi
pidana atas perbuatan saya tersebut.

Demikian pernyataan ini saya buat atas kesadaran saya sebagai civitas akademika
STKIP YAPIM.
                                                   Maros,   Agustus 2008
        Mengetahui :
        Ketua STKIP YAPIM                          Yang Membuat Pernyataan


        Drs. H. Hasanuddin, M.Pd                   ROSDIANA
DAFTAR TABEL



1. Tingkah laku mengajar model pembelajaran kooperatif

2. Kriteria penelitian acuan patokan

3. Keaktifan siswa kelas VIIIB pada pertemuan I siklus I

4. Kektifan siswa pada pertemuan kedua

5. Distribusi frekuensi dan persentase hasil tes

6. Distribusi frekuensi dan persentase hasil belajar siswa pada tes akhir siklus

7. Keaktifan siswa pada pertemuan ke tiga

8. Keaktifan siswa pada pertemuan IV

9. Distribusi frekuensi dan persentase hasil belajar biologi dengan konsep sistem

   pencernaan pada hewan



                                           89
DAFTAR GAMBAR



1. Ilustrasi kelompok jigsaw

2. Kerangka fakir

3. Penelitian tindakan model kemmis & Mc. Tanggar

4. Grafik keadaan Keaktifan belajar siswa




                                        90
DAFTAR LAMPIRAN



1. Rencana pelaksanaan pembelajaran

2. Lembar kerja siswa

3. Hasil observasi

4. Daftar nilai hasil belajar

5. Daftar nilai hasil belajar

6. Surat izin meneliti

7. Surat pernyataan keaslian

8. Riwayat hidup




                                      91
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGIMELALUI
  MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSA
      SISWA KELAS VIIIB SMP PERGIS MAROS



                        SKRIPSI

  Diajukan kepada jurusan Pendidikan MIPA program studi
       Pendidikan Biologi Tingkat Keguruan dan Ilmu
        Pendidikan Yayasan Perguruan Islam Maros
           untuk memenuhi sebagian persyaratan
                  guna memperoleh gelar
                   Sarjana apendidikan




                NAMA      : ROSDIANA
              NIM         : 04 107 100 07




SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
      YAYASAN PERGURUAN ISLAM MAROS
                    2008




              HALAMAN PERSETUJUAN




                           92
Skripsi dengan judul “ MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI

MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

SISWA KELAS VIIIB SMP PERGIS MAROS “

Atas nama mahasiswa :

Nama                       : ROSDIANA

NIM                        : 04 107 100 07

Jurusan                    : Pendidikan MIPA

Program Studi              : Pendidikan Biologi



Setelah diperiksa dan diteliti ulang, telah memenuhi persyaratan untuk diujikan


                                                     Maros,    Agustus 2008

Pembimbing I,                                        Pembimbing II,



                                   Mengetahui :
                        Sekolah Tinggi dan Ilmu Pendidikan
                          Yayasan Perguruan Islam Maros
                                 (STKIP YAPIM)


                             Drs. H. Hasanuddin, M.Pd.

                            HALAMAN PENGESAHAN




Pada hari ini ……….. tanggal …………… bulan…..tahun Dua Ribu Delapan




                                          93
Skripsi dengan judul “ MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI

MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

SISWA KELAS VIIIB SMP PERGIS MAROS “

Atas nama mahasiswa :



Nama                     : ROSDIANA

NIM                      : 04 107 100 07

Jurusan                  : Pendidikan MIPA

Program Studi            : Pendidikan Biologi

Telah disahkan oleh panitia Ujian Skripsi yang dibentuk dengan surat Keputusan
ketua STKIP YAPIM Nomor : ……………….tanggl…..Agustus 2008 untuk
memenuhi sebagian syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan
Pendidikan MIPA Program Studi Pendidikan Biologi, pada Sekolah Tinggi Keguruan
dan Ilmu Pendidikan, Yayasan Perguruan Islam Maros (STKIP YAPIM).

Panitia ujian :


                                                                     O




                                       94

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1
posted:2/8/2013
language:Malay
pages:94