Arti Definisi/Pengertian Imunisasi, Tujuan, Manfaat, Cara dan by K8HRoO8

VIEWS: 9 PAGES: 4

									  Arti Definisi/Pengertian Imunisasi, Tujuan, Manfaat,
        Cara dan Jenis Imunisasi Pada Manusia
       Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan
memasukkan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang
mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi berasal dari kata imun yang berarti
kebal atau resisten. Imunisasi terhadap suatu penyakit hanya akan memberikan kekebalan
atau resistensi pada penyakit itu saja, sehingga untuk terhindar dari penyakit lain
diperlukan imunisasi lainnya.

       Imunisasi biasanya lebih fokus diberikan kepada anak-anak karena sistem
kekebalan tubuh mereka masih belum sebaik orang dewasa, sehingga rentan terhadap
serangan penyakit berbahaya. Imunisasi tidak cukup hanya dilakukan satu kali, tetapi
harus dilakukan secara bertahap dan lengkap terhadap berbagai penyakit yang sangat
membahayakan kesehatan dan hidup anak.

      Tujuan dari diberikannya suatu imunitas dari imunisasi adalah untuk mengurangi
angka penderita suatu penyakit yang sangat membahayakan kesehatan bahkan bisa
menyebabkan kematian pada penderitanya. Beberapa penyakit yang dapat dihindari
dengan imunisasi yaitu seperti hepatitis B, campak, polio, difteri, tetanus, batuk rejan,
gondongan, cacar air, tbc, dan lain sebagainya.

       Macam-macam / jenis-jenis imunisasi ada dua macam, yaitu imunisasi pasif yang
merupakan kekebalan bawaan dari ibu terhadap penyakit dan imunisasi aktif di mana
kekebalannya harus didapat dari pemberian bibit penyakit lemah yang mudah dikalahkan
oleh kekebalan tubuh biasa guna membentuk antibodi terhadap penyakit yang sama baik
yang lemah maupun yang kuat.

        Teknik atau cara pemberian imunisasi umumnya dilakukan dengan melemahkan
virus atau bakteri penyebab penyakit lalu diberikan kepada seseorang dengan cara suntik
atau minum / telan. Setelah bibit penyakit masuk ke dalam tubuh kita maka tubuh akan
terangsang untuk melawan penyakit tersebut dengan membantuk antibodi. Antibodi itu
uumnya bisa terus ada di dalam tubuh orang yang telah diimunisasi untuk melawan
penyakit yang mencoba menyerang.

IMUNISASI; Pengertian dan Ruang Lingkup

Definisi : Cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu Ag,
sehingga bila ia terpapar pada Ag yang serupa, tidak terjadi penyakit.
Sistem Imun Spesifik : Hanya dapat menghancurkan benda asing yang dikenal
sebelumnya.

Tujuan Imunisasi
• Mencegah terjadinya penyakit tertentu pada seseorang
• Menghilangkan penyakit tertentu pada populasi
Keberhasilan Imunisasi tergantung faktor:

1. Status Imun Penjamu:
2. genetic
3. kualitas vaksin di antaranya :
   a. cara pemberian
   b. Dosis vaksin
   c. Frekuensi Pemberian
   d. Ajuvan : Zat yang meningkatkan respon imun terhadap Ag
   e. Jenis Vaksin

Macam-macam imunisasi :

IMUNISASI BCG

        Vaksin BCG tidak dapat mencegah seseorang terhindar dari infeksi M.
tuberculosa 100%, tapi dapat mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut, Berasal dari
bakteri hidup yang dilemahkan ( Pasteur Paris 1173 P2), Ditemukan oleh Calmette dan
Guerin.

• Diberikan sebelum usia 2 bulan Disuntikkan intra kutan di daerah insertio m. deltoid
dengan dosis 0,05 ml, sebelah kanan
• Imunisasi ulang tidak perlu, keberhasilan diragukan

       Vaksin BCG berbentuk bubuk kering harus dilarutkan dengan 4 cc NaCl 0,9%.
Setelah dilarutkan harus segera dipakai dalam waktu 3 jam, sisanya dibuang.
Penyimpanan pada suhu < 5°C terhindar dari sinar matahari (indoor day-light).

IMUNISASI HEPATITIS B

• Vaksin berisi HBsAg murni
• Diberikan sedini mungkin setelah lahir
• Suntikan secara Intra Muskular di daerah deltoid, dosis 0,5 ml.
• Penyimpanan vaksin pada suhu 2-8°C
• Bayi lahir dari ibu HBsAg (+) diberikan imunoglobulin hepatitis B 12 jam setelah lahir
+ imunisasi Hepatitis B
• Dosis kedua 1 bulan berikutnya
• Dosis ketiga 5 bulan berikutnya (usia 6 bulan)
• Imunisasi ulangan 5 tahun kemudian
• Kadar pencegahan anti HBsAg > 10mg/ml
• Produksi vaksin Hepatitis B di Indonesia, mulai program imunisasi pada tahun 1997

MUNISASI CAMPAK
Vaksin dari virus hidup (CAM 70- chick chorioallantonik membrane) yang dilemahkan +
kanamisin sulfat dan eritromisin Berbentuk beku kering, dilarutkan dalam 5 cc pelarut
aquades.
• Diberikan pada bayi umur 9 bulan oleh karena masih ada antibodi yang diperoleh dari
ibu.
• Dosis 0,5 ml diberikan sub kutan di lengan kiri.
• Disimpan pada suhu 2-8°C, bisa sampai – 20 derajat Celsius
• Vaksin yang telah dilarutkan hanya tahan 8 jam pada suhu 2-8°C
• Jika ada wabah, imunisasi bisa diberikan pada usia 6 bulan, diulang 6 bulan kemudian

Efek samping: demam, diare, konjungtivitis, ruam setelah 7 – 12 hari pasca imunisasi.
Kejadian encefalitis lebih jarang.

IMUNISASI MMR

Merupakan vaksin hidup yang dilemahkan terdiri dari :
– Measles strain moraten (campak)
– Mumps strain Jeryl lynn (parotitis)
– Rubela strain RA (campak jerman)
• Diberikan pada umur 15 bulan. Ulangan umur 12 tahun
• Dosis 0,5 ml secara sub kutan, diberikan minimal 1 bulan setelah suntikan imunisasi
lain.
Kontra indikasi: wanita hamil, imuno kompromise, kurang 2-3 bulan sebelumnya
mendapat transfusi darah atau tx imunoglobulin, reaksi anafilaksis terhadap telur

IMUNISASI TYPHUS

Tersedia 2 jenis vaksin:
– suntikan (typhim) ® >2 tahun
– oral (vivotif) ® > 6 tahun, 3 dosis
• Typhim (Capsular Vi polysaccharide-Typherix) diberikan dengan dosis 0,5 ml secara
IM. Ulangan dilakukan setiap 3 tahun.
• Disimpan pada suhu 2-8°C• Tidak mencegah Salmonella paratyphi A atau B
• Imunitas terjadi dalam waktu 15 hari sampai 3 minggu setelah imunisasi

Reaksi pasca imunisasi: demam, nyeri ringan, kadang ruam kulit dan eritema, indurasi
tempat suntikan, daire, muntah.

IMUNISASI VARICELLA

Vaksin varicella (vaRiLrix) berisi virus hidup strain OKA yang dilemahkan. Bisa
diberikan pada umur 1 tahun, ulangan umur 12 tahun. Vaksin diberikan secara sub kutan
Penyimpanan pada suhu 2-8°C

Kontraindikasi: demam atau infeksi akut, hipersensitifitas terhadap neomisin, kehamilan,
tx imunosupresan, keganasan, HIV, TBC belum tx, kelainan darah. Reaksi imunisasi
sangat minimal, kadang terdapat demam dan erupsi papulo-vesikuler.
IMUNISASI HEPATITIS A

        Imunisasi diberikan pada daerah kurang terpajan, pada anak umur > 2 tahun.
Imunisasi dasar 3x pada bulan ke 0, 1, dan 6 bulan kemudian. Dosis vaksin (Harvix-
inactivated virus strain HM 175) 0,5 ml secara IM di daerah deltoid. Reaksi yag terjadi
minimal kadang demam, lesu, lelah, mual-muntah dan hialng nafsu makan.

VAKSIN COMBO

       Gabungan beberapa antigen tunggal menjadi satu jenis produk antigen untuk
mencegah penyakit yang berbeda, misal DPT + hepatitis B +HiB atau Gabungan
beberapa antigen dari galur multipel yg berasal dari organisme penyakit yang sama,
misal: OPV

Tujuan pemberian

• Jumlah suntikan kurang
• Jumlah kunjungan kurang
• Lebih praktis, compliance dan cakupan naik
• Penambahan program imunisasi baru mudah
• Imunisasi terlambat mudah dikejar
• Biaya lebih murah

Daya proteksi

       Titer antibodi salah satu antigen lebih rendah namun masih diatas ambang
protektif. Efektivitasnya sama di berbagai jadwal imunisasi. Bisa terjadi kemampuan
membuat antibodi utk mengikat antigen berkurang. Dapat terjadi respon imun antigen
kedua berubah. Reaktogenitas yang ditentukan terutama oleh ajuvan tidak berbeda jauh.
Nyeri berat lebih sering terjadi pada vaksin kombo (Bogaerts, Belgia). Cakupan
imunisasi menjadi lebih tinggi. KIPI pada dosis vaksin ekstra tidak bertambah

COLD CHAIN (RANTAI DINGIN)

• Vaksin harus disimpan dalam keadaan dingin mulai dari pabrik sampai ke sasaran.
• Simpan vaksin di lemari es pada suhu yang tepat
• Pintu lemari es harus selalu tertutup dan terkkunsi
• Simpan termometer untuk memonitor lemari es.
• Taruh vaksin Polio, Campak, pada rak I dekat freezer.
• Untuk membawa vaksin ke Posyandu harus menggunakan vaccine carrier/ termos yang
berisi es.

								
To top