; Tanya Jawab Peningkata Reputasi bank Mandiri
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Tanya Jawab Peningkata Reputasi bank Mandiri

VIEWS: 38 PAGES: 5

Tanya jawab seputar peningkatan reputasi bank mandiri setelah mengalami krisis

More Info
  • pg 1
									.

                              Q+A SPS Summit
                       Yogyakarta, 13-14 Desember 2012
Kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan oleh peserta berkaitan dengan teknis ke
PR an

1. Adakah tanda Reputasi Bank Mandiri memburuk? Seperti apakah gejalanya?

    Pada tahun 2005 Bank Mandiri menghadapi krisis penurunan kepercayaan
    stakeholder. Tanda-tanda di bawah ini adalah gejala yang dapat dikatakan sebagai
    semakin memburuknya reputasi Bank Mandiri, yang menjadi titik balik perjalanan
    Bank Mandiri yang sempat baik, yaitu:

         Bank Mandiri dihadapkan pada berbagai permasalahan yang kompleks,
         diantaranya adalah tingginya kredit bermasalah yang tercermin dari rasio
         NPL yang mencapai 25,2% atau senilai Rp 26,9 triliun dan menyebabkan
         penurunan laba dari sebesar Rp5,26 triliun di tahun 2004 menjadi Rp 0,6
         triliun.
      masuk dalam status Bank Dalam Pengawasan Intensif Bank Indonesia,
         sehingga membatasi ruang gerak Bank Mandiri dalam mengembangkan
         bisnisnya dan menurunkan kepercayaan stakeholder terhadap Bank Mandiri.
      harga saham Bank Mandiri jatuh secara signifikan, dari sebesar Rp1.920 di awal
         tahun 2005 hingga menjadi Rp1.100 pada bulan November 2005. Penurunan
         ini tercatat sebagai rekor terendah dalam 3 tahun terakhir.
      Selain itu, dihadapkan pada merebaknya berbagai kasus hukum terkait indikasi
         korupsi yang diikuti dengan pemanggilan sejumlah pegawai di berbagai level
         oleh Kejaksaan, KPK ataupun Kepolisian.
      pemberitaan di media massa juga menimbulkan image yang sangat negatif
         atas kepercayaan publik dan nasabah kepada Bank Mandiri.


2. Bagaimana tepatnya manajemen Bank Mandiri melihat dan mengidentifikasi
   Reputasi yang buruk?
   Manajemen mengidentifikasi 7 permasalahan utama yang dihadapi Bank Mandiri
   dan berpengaruh kepada reputasi yang buruk, yaitu :

    a. Peningkatan Non Performing Loan (NPL) dan risiko kredit yang sangat tinggi
    b. Governance, risk management dan sistem pengendalian operasional
       perusahaan masih belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan
   c. Image negatif karena adanya pemberitaan atas temuan BPK dan indikasi
      korupsi, sehingga timbul kekhawatiran nasabah dan pegawai bahwa kredit
      bermasalah dapat dikaitkan langsung dengan indikasi korupsi
   d. Rendahnya tingkat profitabilitas (Laba, ROE, ROA, NIM), yang didorong oleh
      rendahnya yield recap bonds, tingginya tingkat NPL, tingginya Cost of Fund,
      dan rendahnya fee based income, sementara Cost to Income Ratio cenderung
      meningkat.
   e. Corporate values, performance culture dan accountability belum terbangun
      dengan baik dalam organisasi.
   f. Consumer & Commercial sales model, branch network dan electronic channel
      belum dioptimalisasikan dengan baik.
   g. Peningkatan NPL yang berpotensi menghambat peningkatan pendapatan.



3. Siapa yang bertanggung jawab dalam mengelola reputasi?

   Pengelolaan reputasi merupakan tanggung jawab bersama, dengan dukungan
   komitmen dari pemimpin perusahaan.

   Hal itu disebabkan karena reputasi merupakan gambaran mengenai persepsi dan
   ekspetasi kolektif dari setiap stakeholders, tentang komitmen perusahaan
   merespon permintaan dan harapan stakeholders, yang memiliki kepentingan dan
   kebutuhan yang berbeda-beda.

   Tanpa komitmen dan dukungan manajemen puncak, pengelolaan reputasi
   cenderung akan berjalan di tempat. Masing-masing pihak dituntut untuk tidak
   hanya sadar atau percaya terhadap proses pengelolaan reputasi, tetapi juga
   berkomitmen untuk secara konsisten mewujudkannya. Sehingga muncullah
   konsensus antara manajemen dan karyawan dalam tata nilai utama (core values)
   dan tujuan perusahaan.

   Hal-hal tersebut perlu diorganisasikan dengan jelas antara pengelolaan reputasi
   perusahaan dan produk. Pasalnya, masing-masing memiliki porsi dan penanggung
   jawab untuk menghindari perbenturan sehingga tidak kontra produktif.


4. Apakah Bank Mandiri juga mempunyai strategi komunikasi yang ditujukan kepada
   stakeholder khusus, seperti media massa?

   Membangun reputasi yang kuat tidak cukup hanya dari tindakan operasional
   sehari-hari. Pengelolaan reputasi bagi perusahaan yang baru saja mengalami krisis,
   membutuhkan perubahan yang fundamental dalam satu proses yang terintegrasi.
   Sebab, reputasi bukan sekedar membicarakan tentang kepercayaan diri tetapi
   menyangkut jalinan yang didasarkan atas kepercayaan (trust) dan integritas.
     Perlu segmentasi dan skala prioritas untuk membidik khalayak yang secara kritis
     mempunyai dampak tinggi (high impact), misalnya influencer yang dapat
     mengubah opini. Hal ini dimaksudkan untuk menjembatani perusahaan dengan
     publik, baik dalam masa krisis maupun masa ’damai’. Perlu juga dibuat pesan yang
     sesuai dengan budaya komunitas yang disasar sehingga dapat diterima,
     menggugah, dan dapat menjadi ’mantra’.

     Untuk itu, pesan harus dikemas secara unik dan disampaikan secara konsisten
     kepada publik yang tepat. Outreach yang baik dengan melibatkan media
     berpengaruh, sangat penting untuk penyampaian pesan. Termasuk juga program-
     program corporate social responsibility dan sponsorship yang bersifat strategis.
     Pembentukan citra yang positif dengan iklan juga akan mampu meningkatkan
     reputasi perusahaan.

     Jadi, hubungan yang baik dengan media massa menjadi hal yang penting dalam
     menjaga opini tetap terbangun secara kondusif.

     Meskipun demikian, perlu diorganisasikan dengan jelas antara pengelolaan
     reputasi perusahaan dan pengelolaan reputasi produk. Masing-masing mempunyai
     porsi dan penanggung jawab sendiri-sendiri dan diatur sedemikian rupa agar tidak
     saling berbenturan sehingga tidak kontra produktif.



5.   Program Komunikasi apa yang pernah dan sampai saat ini dilakukan Bank Mandiri
     untuk mendapat dukungan media?

     Dalam kaitan memperoleh dukungan optimal media dalam kegiatan penguatan
     reputasi perusahaan, maka perlu disiapkan program komunikasi yang
     komprehensif dan terpadu dengan tetap memperhatikan prinsip efisiensi. Untuk
     tujuan yang sama, program komunikasi yang telah ditetapkan hendaknya
     dijalankan secara berkesinambungan dalam jangka panjang, baik pada kondisi
     normal maupun saat terjadi krisis. Kegiatan Komunikasi yang telah dan terus Bank
     Mandiri lakukan untuk mendapat dukungan media antara lain :

     a. One on One Interview
        Kegiatan ini dilakukan untuk menyampaikan pesan lebih dalam kepada publik
        melalui wawancara direksi secara eksklusif kepada media-media tertentu
        dengan waktu pelaksanaan yang berbeda-beda. Konsep eksklusifitas perlu
        diberikan karena juga mengindikasikan apresiasi management kepada media
        tersebut atas kontribusi pada pengembangan bisnis dan penguatan reputasi
        perusahaan.
b. Edukasi Media
   Mengadakan workshop atau gathering bagi media dari level pemred hingga
   reporter dengan materi terkait 3 fokus bisnis dan aktivitas sosial Bank Mandiri
   dan disampaikan oleh jajaran Direksi. Tujuannya, untuk meningkatkan
   pemahaman media tentang fokus bisnis dan aktivitas sosial Bank Mandiri serta
   kebijakan-kebijakan turunan dari fokus bisnis tersebut sehingga dapat
   mempertajam penyampaian informasi kepada publik.

c. Media Trip
   Perjalanan liputan media terhadap aktivitas bisnis dan sosial Bank Mandiri
   yang mendukung pencapaian tujuan bisnis dan reputasi sosial perusahaan.
   Tujuannya, agar aktivitas bisnis dan sosial tersebut dapat memperoleh
   peliputan yang optimal sehingga tersampaikan dengan baik kepada seluruh
   stakeholders Bank Mandiri. Pada kegiatan ini, diundang juga media-media
   lokal dimana aktivitas dimaksud diselenggarakan.

d. Media Visit
   Mengunjungi redaksi media massa untuk menyampaikan informasi tentang
   fokus bisnis Bank Mandiri secara lengkap kepada dewan redaksi media. Selain
   itu, Kegiatan ini juga bertujuan untuk lebih mendekatkan media dengan jajaran
   manajemen Bank Mandiri sehingga mendukung terciptanya kedekatan
   emosional antara media dan Bank Mandiri.

e. Informal Media Meeting
   Pertemuan informal dengan awak media, baik secara ekslusif maupun kolektif
   untuk mencari informasi, menyampaikan background informasi, atau sekedar
   mempererat hubungan baik dengan media.

f, Pertemuan berkala
   - level Pimpinan Redaksi
   - Level Redaktur Pelaksana/Redaktur
   - Level Reporter
      Tujuannya untuk bisa memberikan informasi terkini tentang Bank Mandiri
      sekaligus ajang silaturahmi
6.   Menurut Bapak, apa yang membuat Bank Mandiri dapat kembali membangun
     reputasi setelah mengalami peristiwa-peristiwa yang dampaknya sangat negatif?

     Terdapat dua hal yang ingin kami sampaikan terkait hal ini. Pertama, bahwa setiap
     komunikasi untuk membangun reputasi membutuhkan konteks, dimana konteks
     tersebut perlu bukti dan untuk membuktikan butuh aksi nyata. Contohnya: Pada
     awal transformasi jilid pertama, konteksnya adalah membangun kembali
     kepercayaan. Buktinya adalah komitmen terhadap GCG dan aksi nyatanya adalah
     dengan mengumumkan 30 obligor nakal Bank Mandiri. Sejak itu, setiap kali bicara
     governance, orang percaya Bank Mandiri serius.

     Kedua, tanggungjawab komunikasi korporasi berada di pimpinan tertinggi
     perusahaan, bukan hanya di divisi humas terlebih di Bawah marketing. Pasalnya,
     komunikasi membutuhkan kemampuan, otoritas dan tanggungjawab yang cukup
     tinggi. Bila struktur organisasi tidak menunjang kesadaran tersebut maka reputasi
     perusahaan biasanya akan terganggu karena komunikasi perusahaan yang kurang
     baik.

								
To top