Docstoc

Penyakit Hepatitis

Document Sample
Penyakit Hepatitis Powered By Docstoc
					Penyakit Hepatitis
Penyebab Hepatitis dan Gejala Hepatitis A, Hepatitis B dan Hepatitis C Serta Cara Pencegahan Virus Hepatitis,
Pengobatan Hepatitis dan Cara Menyembuhkan Hepatitis



Penyakit Hepatitis
Posted by Penyakit Hepatitis
Penyakit Hepatitis merupakan penyakit cikal bakal dari kanker
hati. Hepatitis dapat merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun
dan sistem pencernaan makanan dalam tubuh yang mengurai sari-sari makanan untuk
kemudian disebarkan ke seluruh organ tubuh yang sangat penting bagi manusia.
Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati karena berbagai sebab. Penyebab
tersebut adalah beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan
dan kerusakan pada sel-sel dan fungsi organ hati. Hepatitis memiliki hubungan yang
sangat erat dengan penyakit gangguan fungsi hati. Hepatitis banyak digunakan
sebagai penyakit yang masuk ke semua jenis penyakit peradangan pada hati (liver).
Banyak hal yang menyebabkan hepatitis itu dapat terjadi yang tidak hanya dikarenakan
adanya infeksi virus dari suatu sumber tertentu. Penyebab hepatitis juga dapat berasal
dari jenis obat-obatan tertentu, jenis makanan tertentu atau bahkan pada hubungan
seksual yang salah satu dari pasangan memiliki penyakit hepatitis.
Penyakit hepatitis dapat menyerang siapa saja tak pandang usia. Hepatitis jugat dapat
terjadi pada bayi, anak-anak, orang dewasa dan orang tua. Hepatitis yang juga banyak
melanda pada bayi dari usia 0-12 bulan, pada anak-anak diperkirakan terjadi dari mulai
usia 2- 15 tahun, orang dewasa 15-20 tahun dan orang tua diatas usia 40 tahun keatas.
Namun hepatitis yang banyak terjadi dan dialami oleh penduduk Indonesia
adalah hepatitis B.




  Gambar : virus dari jenis hepatitis yang kemudian akan merusak fungsi
                                organ hati
Berikut ini adalah cara penularan virus dari hepatitis B yang banyak terjadi
dan dialami khususnya jika terjadi pada anak.
1. Penularan hepatitis B pada bayi dan anak-anak
- Jika seorang ibu yang memiliki riwayat penyakit hepatitis ketika dalam mengandung
sangat memungkinkan janin atau bayi yang dikandung juga terjangkit jenis hepatitis
yang sama, bahkan resiko lebih besar terjadi pada bayi dibanding ibunya.


- Juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan salah satu anggota keluarga yang
menderita hepatitis B.


2. Pengaruh Infeksi Virus Hepatitis B
- Virus hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan peradangan yang bersifat akut atau
kronis merupakan salah satu penyebab awal kanker hati.


- Jika infeksi yang terjadi pada bayi sebelum bayi berusia kurangd ari 1 tahun memiliki
resiko lebih tinggi sekitar 90 % mengidap hepatitis akut atau kronis, namun sebaliknya
jika infeksi hepatitis B terjadi pada bayi setelah berusia 2-5 tahun maka resiko dari
penyakit hepatitis B akan berkurang sekitar 50 % bahkan apabila infeksi terjadi diatas
usia 5 tahun resiko penyakit hepatitis ini hanya 5-10 %.
- Diperkirakan sekitar 25 % dari anak yang teridentifikasi penyakit hepatitis kronis
dapat berlanjut mejadi dan berkembang menjadi sirosis ( kerusakan pada organ hati
dan pengerutan hati ) dan atau kanker hati dan pada orang dewasa hanya 15 % yang
berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.

Penyakit Hepatitis Menular atau Tidak
Gangguan pada hati dapat terjadi misalnya karena terkena infeksi. Hepatitis
merupakan salah satu contoh penyakit hati yang disebabkan oleh virus.
Virus ini dapat menular melalui makanan, minuman, jarum suntik dan
transfusi darah.
Penderita hepatitis mengalami kerusakan pada sel hatinya sehingga zat warna empedu
beredar ke seluruh tubuh. Akibatnya, warna tubuh menjadi kekuningan. Oleh karena
itu, penyakit hepatitis yang biasa disebut sebagai penyakit kuning.


Hepatitis berarti radang atau pembengkakan hati. Hepatitis dapat disebabkan oleh virus
alkohol, narkoba, obat-0batan (termasuk obat yang diresepkan) atau racun. Hepatitis
merupakan penyakit yang sangat umum, bahkan dapat terjadi pada orang yang sistem
kekebalannya baik. Hepatitis juga dapat mengakibatkan goresan/ pengerasan hati
(sirosis) sehingga fungsi hati menjadi gagal dan berakibat kematian.


Banyak penyakit lain yang jauh lebih mudah menular melalui keagiatan
sosial, misalnya tuberkulosis paru. Banyak virus yang kebih tahan berada
di luar tubuh manusia sehingga lebih mudah menular, misanya hepatitis B.
Banyak virus lain yang dapat menyebabkan penderitaan dan kematian dan
belum ditemukan obat yang efektif misalnya hepatitis C.

Penyakit Hepatitis Fulminan Akut
Istilah hepatitis fulminan akut lebih banyak dikenal sebagai gagal hati fulminan yang
merupakan suatu keadaan yang jarang ditemukan, disebabkan oleh karena kerusakan
dan kematian sel-sel hati yang masif.


Kemampuan fungsi sintesis hati menjadi berkurang (waktu protrombin memanjang
setelah pemberian vitamin K), kegagalan ekskresi bilirubin (serum bilirubin >
20mg/100ml), glukoneogenesis menurun (hipoglikemia), kesadaran menurun
(prekoma atau koma) dan keseimbangan air maupun elektrolit terganggu (serum
natrium dan kalium menurun).
Gagal hati fulminan ditandai oleh ensefalopati yang terjadi dalam 8 minggu setelah
adanya gejala pertama penyakit hati dijumpai. Tanda-tanda ensefalopati mulai tampak
setelah periode 8-24 minggu serangan, dahulu keadaan ini disebut sebagai gagal hati
yang timbul pada fase lanjut.


Penyakit gagal hati fulminan bisa timbul pada masa neonatus atau masa
setelah neonatus (masa kanak-kanak) biasanya disebabkan oleh berbagai
virus, toksin, gangguan metabolisme, obat-obatan dll seperti tersebut di
bawah ini :
1. Virus hepatitis A, B, C (NANB post tranfusi), D dan E (NANB menular melalui air)

2. Virus Epstein-Barr dan Sitomegalovirus serta penyakit Demam Kuning (yellow fever),
Ekovirus dan Adenovirus

3. Leptospirosis

4. Metabolik (penyakit wilson, tirosinemia, intolerans fruktosa, galaktosemia, defisiensi
alfa 1-antiripsin dan sindroma Zellweger).

5. Toksin (Amanita phalloides, alkaloid pyrrolizidine, aflatoksin, karbon tetraklorida
dan fosfor)

6. Obat-obatan (halotan, parasetamol, INH, rifampisin, sistotoksik, sodium valporat,
metildopa, tetrasiklin dan amiodaron).

7. Vaskuler (sindroma Budd-Chairi, post cardiac bypass dan sumbatan vena),
iskemia/hipotensi, leukemia/limfoma.
Penyakit Hepatitis Pada Anak




                                Penyakit hepatitis virus merupakan penyakit hati yang
seirng ditemukan. Penyakit hepatitis fulminan akut dengan gejala yang biasanya berat
sehingga harus tetap tinggal di tempat tidur selama stadium akut, menu makanan
tergantung dari nafsu makannya, lemak diijinkan bila penderita tidak mual atau
muntah. Biasanya mengandung cukup kalori untuk memperbaiki berat badan yang
menurun selama sakit.


Penyakit hati kronis yang memerlukan perencanaan diit sehingga anak mencapat cukup
energi, makanan tidak mengandung banyak lemak dan pada isrosis membatasi jumlah
protein yang masuk.


Hepatitis virus adalah infeksi sistemik yang berakibat tidak baik terhadap fungsi normal
sel-sel hati. Peneybab dari hepatitis virus akut adalah hepatitis A, B, C atau Non A Non
B (water borne epidemic dan post transfusion) dan D (delta virus). Beberapa virus
lainnya dapat menimbulkan hepatitis seperti virus sitomegalo, virus herpes, virus
Epstein-Barr, virus rubela dan virus koksaki dll.


Hepatitis akut sering menimbulkan keluhan mual dan nafsu makan menjadi berkurang,
makanan diberikan secara bertahap sesuai dengan nafsu makannya dalam porsi kecil
dan sering. Bilamana anak tidak mau/tidak bisa makan dengan baik perlu
ditpertimbangkan pemberian makan lewat sonde lambung.


Hepatitis yang terjadi pada anak juga dapat diakibatkan oleh penurunan gen orangtua
yang memiliki risiko hepatitis atau penderita hepatitis. Hepatitis pada anak dapat juga
disebabkan oleh kelainan sewaktu masa kehamilan, oleh ibu yang menderita hepatitis
atau kelainan tertentu yang berdampak pada janin atau bayi. Untuk mencegah penyakit
hepatitis ini, anak akan diberikan vaksin anti hepatitis yang diadakan setiap 3-6 bulan
sekali.

Hepatitis




Hepatitis merupakan penyakit peradangan pada hati (liver) penyebabnya
dapat bermacam-macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan.
Penyakit hepatitis ada beberapa jenis yaitu hepatitis A, B, C, D, E, F, dan G.
Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus dapat akut (hepatitis A) dapat
krnonis (hepatitis B dan C) atua dapat juga kemudian menjadi kanker hati.
Virus yang menyebabkan penyakit ini terdapat dalam cairan tubuh yang sewaktu-waktu
dapt ditularkan kepada orang lain. Sebagian orang yang terinfeksi virus ini dapat
sembuh dengan sendirinya. Namun demikian, virus ini akan tetap berada dalam tubuh
seumur hidup.


Hepatitis berasal dari dua kata yaitu hepa (hepar/hati) dan itis (radang).
Hepatitis merupakan radang yang terjadi pada organ hati. Karena hampir
seluruh tubuh penderita berwarna kekuning-kuningan maka dalam
masyarakat dikenal dengan istilah penyakit kuning (jaundice). Namun,
sebenarnya istilah sakit kuning dapat menimbulkan kerancuan karena
tidak semua sakit kuning disebabkan radang hati.
Dapat juga terjadi karena gangguan ada saluran empedu sehingga cairan mepedu tidak
dapat masuk ke dalam usus melainkan ke darah. Gejala kuning juga dapat terjadi
karena pemecahan sel darah merah yang terlalu berlebihan sehingga zat bilirubin
menyebar dalam darah. Gangguan pada organ tertentu, seperti tumor pada pankreas
dan kantung empedu atau ketidak sesuaian transfusi darah jug dapat menimbulkan
warna kuning.
Penyakit Hepatitis C
Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C
(HCV= Hepatitis C virus). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin
genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak
sel lainnya.


15% dari kasus infeksi Hepatitis C adalah akut, artinya secara otomatis tubuh
membersihkannya dan tidak ada konsekuensinya. Sayangnya 85% dari kasus, infeksi
Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun. Dalam
waktu tersebut, hati bisa rusak menjadi sirosis (pengerasan hati), stadium akhir
penyakit hati dan kanker hati.




Hepatitis C adalah penyakit menular yang mempengaruhi hati, yang disebabkan oleh
virus hepatitis C (HCV). Infeksi ini sering tanpa gejala, tetapi sekali didirikan, infeksi
kronis dapat berkembang menjadi jaringan parut hati (fibrosis), dan maju jaringan
parut (sirosis) yang umumnya terlihat setelah bertahun-tahun.


Gejala khusus sugestif penyakit hati biasanya hadir sampai parut pada hati substansial
telah terjadi. Namun, hepatitis C adalah penyakit sistemik dan pasien mungkin
mengalami spektrum yang luas dari manifestasi klinis mulai dari tanpa gejala pada
penyakit lebih gejala sebelum perkembangan penyakit hati lanjut. Tanda-tanda umum
dan gejala yang berhubungan dengan hepatitis C kronis termasuk kelelahan, gejala
seperti flu, nyeri sendi, gatal, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, mual, dan
depresi.


Sekali hepatitis C kronis telah berkembang ke sirosis, tanda dan gejala mungkin muncul
yang umumnya disebabkan oleh salah satu fungsi hati menurun atau meningkatnya
tekanan dalam sirkulasi hati, kondisi yang dikenal sebagai hipertensi portal.
Kemungkinan tanda dan gejala sirosis hati termasuk asites (penimbunan cairan di
perut), memar dan berdarah kecenderungan, varises (vena membesar, terutama di
perut dan kerongkongan), sakit kuning, dan sindrom gangguan kognitif yang dikenal
sebagai ensefalopati hepatik. Ensefalopati hepatik adalah karena akumulasi amonia dan
zat lain yang biasanya dibersihkan oleh hati yang sehat.

Penyakit Hepatitis B
Indonesia merupakan daerah endemis infeksi virus hepatitis B, didaerah tertentu pada
setiap 100 penduduk di jumpai 8 pengidap virus hepatitis B.


Seseorang dikatakan menderita infeksi virus hepatitis B apabila dalam pemeriksaan
ditemukan HBsAg positif. Sumber penularan virus hepatitis B di Indonesia terutama
melalui ibu hamil ke bayinya sehingga setiap ibu yang hamil dianjurkan untuk
melakukan skrining HBsAg.




Ibu Hamil dengan HBsAg dan HBeAg positif akan menularkan virus hepatitis dengan
peluang lebih dari 90%. Dalam keadaan demikian bayi perlu mendapatkan vaksinasi
dan pemberian imunoglobulin.
Pada meraka yang terinfeksi VHB akut, 90% pada anak-anak dan 70% pada dewasa
tidak menampakkan gejala sama sekali. Hanya sepertiga dari yang terinfeksi
memperlihatkan keluhan, terutama mata kuning.


Infeksi VHB yang diperoleh pada masa bayi akan menyebabkan 95% bayi di antaranya
menjadi penderita hepatitis kronis. Sementara kelompok dewasa yang terinfeksi virus
ini, 95% akan sembuh dan hanya 5% yang berkembang menjadi hepatitis B kronis.

Penyakit Hepatitis A
Penyakit akan semakin dikenali apabila memberikan dampak yang besar, baik
menyangkut aspek sosial ekonomi maupun risiko kesakitan dan kematian atau karena
jumlah kejadiannya sangat tinggi. Hepatitis A, suatu penyakit yang menyerang
hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A, meskipun tidak mengakibatkan
risiko kematian yang besar, namun berisiko menimbulkan kejadian yang
luar biasa atau outbreak. Oleh karena itulah, penyakit ini mendapat perhatian besar
baik dari masyarakat kesehatan maupun pemerintah dan publik secara umum.




Seseorang menjadi panik karena penyakit hepatitis A, biasanya karena tidak
mengetahui karakteristik dan perjalanan penyakit tersebut. Apabila serang penderita
hepatitis A atau keluarga terdekat mengenal tipikal penyakit ini maka kecemasan dan
kepanikan tidak perlu terjadi. Pada dasarnya penyakit ini bersifat self limited disease
(dapat sembuh dengan sendirinya).


Hepatitis A dapat dibagi menjadi 3 stadium:
- Pendahuluan (prodromal) dengan gejala letih, lesu, demam, kehilangan selera makan
dan mual;


- Stadium dengan gejala kuning (stadium ikterik); dan


- Stadium kesembuhan (konvalesensi). Gejala kuning tidak selalu ditemukan. Untuk
memastikan diagnosis dilakukan pemeriksaan enzim hati, SGPT, SGOT. Karena pada
hepatitis A juga bisa terjadi radang saluran empedu, maka pemeriksaan gama-GT dan
alkali fosfatase dapat dilakukan di samping kadar bilirubin.


Tanda dan gejala Hepatitis A yaitu:
- Kelelahan
- Mual dan muntah
- Nyeri perut atau rasa tidak nyaman, terutama di daerah hati (pada sisi kanan bawah
tulang rusuk)
- Kehilangan nafsu makan
- Demam
- Urin berwarna gelap
- Nyeri otot
- Menguningnya kulit dan mata (jaundice).

Cara Mencegah Hepatitis
Umumnya, masyarakat sering menganggap bahwa sakit kuning adalah hepatitis karena
timbulnya warna kuning pada kulit, kuku, dan bagian putih bola mata. Kondisi ini
hanyalah salah satu gejala dari hepatitis. Peradangan ini dapat menyebabkan kerusakan
sel-sel, jaringan, bahkan semua bagian organ hati. Hepatitis dapat terjadi karena
penyakit yang memang menyerang sel-sel hati atau penyakit lain yang menyebabkan
komplikasi pada hati. Pemahaman hepatitis dapat ebih mudah jika kita mengenal lebih
dahulu mengenai organ hati.
Hepatitis dapat berlangsung singkat (akut) kemudian sembuh total atau malah
berkembang menjadi menahun (kronis). Tingkatan keparahan hepatitis bervariasi,
mulai dari kondisi yang dapat sembuh sendiri (self limited) dengan penyembuhan total,
kondisi yang mengancam jiwa, menjadi penyakit menahun, hingga kondisi organ hati
yang tidak berfungsi lagi (yang disebut kegagalan fungsi hati). Jika kondisi terakhir ini
terjadi maka untuk penanganannya membutuhkan transplantasu atau cangkok hati.
Serangan hepatitis akut dapat terjadi tiba-tiba tanpa gejala awal atau bertahap.
Umumnya, hepatitis akut berlangsung dalam periode waktu 1-2 bulan. Kerusakan hati
yang terjadi pada heoatitis akut biasanya hanya mengenai sebagian kecil jaringan saja.
Namun pada kasus yang jarang, misalnya pada saat daya tahan tubuh pasien terlalu
rendah, hepatitis akut dapat mengancam jiwa.




                                Sementara hepatitis kronis terjadi jika sebagian hati
yang terserang dapat menjadi tidak aktif atau berkembang sangat lambat, tetapi
sebagian lain dapat juga menjadi aktif dan terus memburuk dalam hitungan
tahun. Komplikasi dari hepatitis kronis yang memburuk adalah terjadinya sirosis atau
kanker hati. Kedua komplikasi ini sering berakhir dengan kematian.

Dibawah ini adalah tips sehat untuk mencegah terserang penyakit hepatitis adalah :


     Hindari konsumsi alkohol
     Hindari obat-obatan yang dapat merusak hati, misalnya acetaminophen
     Diet sehat dan seimbang
     Perbanyak buah, sayur, whole grains, dan protein bebas lemak
     Latihan fisik secara teratur
     Istirahat cukup
Cara Mencegah Hepatitis B
Hepatitis B dapat di cegah dengan imunisasi aktif atau pasif. Imunisasi aktif adalah
istilah yang digunakan untuk proses dimana anda membangun
perlindungan jangka panjang terhadap infeksi yang bari dari produksi
antibodi. Antibodi ini dapat berkembang secara alami ketika anda menderita penyakit
ini, atau secara artifisial setelah menerima vaksin. Imunisasi pasif adalah istilah
yang digunakan untuk proses dimana anda mengembangkan perlindungan
jangka pendek terhadap infeksi yang baru. Perlindungan pasif dapat berkembang
ketika :
    Seorang bayi yang belum lahir menerima suntikan antibodi dari ibunya.
     Seorang bayi yang baru lahir menerima antibodi dari kolostrum, ASI pertama
      yang dikeluarkan oleh ibu setelah persalinan.
     Suatu vaksin yang mengandung antobodi yang disuntikkan ke dalam tubuh.




                             Ada dua jenis vaksin yang kini tersedia untuk
imunisasi aktif terhadap hepatitis B yakni :
  1. Vaksin hepatitis B rekombinan : Vaksin ini disintetis di dalam sel-sel khamir
     (yeast). Vaksin ini sangat aman dan efektif. Vaksin ini memberikan sekitar 90%
     perlindungan terhadap infeksi hepatitis B. Vaksin ini biasanya lebih disukai
     ketimbang vaksin yang diperoleh dari plasma.
  2. Vaksin yang diperoleh dari plasma : Vaksin ini diperoleh dari darah yang
      merupakan pembawa virus hepatitis B. Ini berarti orang-orang ini memiliki
      viorus di dalam darah mereka tetapi tidak mengalami gejala apapun. Vaksin yang
      diperoleh dari plasma sama amannya dan efektifnya dengan vaksin hepatitis B
      rekombinan.
Imunisasi terhadap hepatitis B kini dianjurkan bagi semua anak yang baru lahir dan
bagi orang yang beresiko tinggi terkena infeksi. Kotak 4 akan membuat daftar orang-
orang yang beresiko tinggi karena infeksi hepatitis B. Satu suntikan vaksin hepatitis B
diberikan pada otot lengan bagian atas luar pada saat lahir, pada usia satu bulan, pada
usia enam bulan. Dosis penguat direkomendasikan pada usia lima tahun.


Imunisasi pasif dilakukan melalui suntikan imunoglobulin hepatitis B. Ini adalah suatu
protein dalam darah yang mengandung antibodi terhadap virus hepatitis B. Imunisasi
pasif dianjurkan untuk dilakukan sesegera mungkin setelah paparan yang terhadap
infeksi hepatitis B. Paparan teradap virus hepatitis B bisa saja disebabkan oleh sebuah
tusukan dari jarum yang terinfeksi atau paparan pada darah atau produk darah yang
terinfeksi. Dalam waktu tujuh hari setelah paparan, suatu suntikan imunoglobulin
hepatitis B harus diberikan. Vaksin hepatitis B juga harus duberikan bersama-sama
imunoglobulin tetapi pada lokasi yang berbeda.

Cara Mencegah Hepatitis
Sekarang ini belum ada vaksin yang tersedia untuk pencegahan infeksi hepatitis E. Juga
orang yang mengalami penyakit ini dapat terkena lagi di kemudian hari. Ini karena
antibodi yang berkembang selama sakit tidak memberikan perlindungan seumur
hidup.Kambuhnya infeksi hepatitis E sangat lazim terjadi, kebersihan
pribadi dan sanitasi yang baik adalah satu-satunya cara yang efektif untuk
mencegah hepatitis E.
Virus hepatitis E dapat menyebabkan baik infeksi akut maupun kronis. Virus ini
biasanya disebarkan melalui darah atau produk darah dari seseorang yang terinfeksi
virus hepatitis B. Virus ini juga ada dalam cairan tubuh lain, seperti air liur, sperma dan
sekresi vagina. Karenanya kadang kala penyakit ini men6yebae melalui kontak pribadi
yang sangat intim. Hubungan seksual pada kaum homoseksual, membuat tato, dan
pembedahan gigi juga merupakan rute infeksi yang penting. Infeksi hepatitis B juga
dapat menyebar dari serorang ibu yang terinfeksi kepada anaknya.
                                      Dibawah ini adalah keompok yang
beresiko tinggi terkena infeksi hepatitis B adalah :
   Pekerja kesehatan yang berkontak dengan darah atau cairan orang yang
     terkontaminasi.
   Kaum homoseksual
   Orang yang melakukan kontak seksual dengan mereka yang memiliki virus
     hepatitis B
   Orang yang mengidap penyakit ginjal yang membutuhkan cuci darah
     Orang yang menerima transplantasi organ bagi tubuh mereka dari donor yang
      terinfeksi
     Orang yang menjalani perawatan bagi leukimia
     Bayi-bayi yang dilalahirkan oleh ibu yang terinfeksi
     Pengguna obat yang disuntikkan ke pembuluh darah yang berbagi jarum dan alat
      suntuk yang telah terinfeksi.

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Stats:
views:11
posted:2/8/2013
language:
pages:14
Description: Penyakit Hepatitis merupakan penyakit cikal bakal dari kanker hati. Hepatitis dapat merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan sistem pencernaan makanan dalam tubuh yang mengurai sari-sari makanan untuk kemudian disebarkan ke seluruh organ tubuh yang sangat penting bagi manusia.