KOMUNIKASI by n3T8qje

VIEWS: 0 PAGES: 11

									  Komunikasi                                                                     X / 1 -13




         X                   KOMUNIKASI
  I.     Tujuan Instruksional Umum
         1.   Mengerti dan mamahami pengertian Komunikasi dan prosesnya
         2.   Mengerti dan memahami jaringan dan saluran komunikasi dalam
              organisasi
         3.   Mengerti dan memahami efektivitas komunikasi serta hambatan terhadap
              komunikasi yang efektif.
         4.   Mengerti dan memahami berunding untuk mengelola konflik


II.      Tujuan Instruksional Khusus.
         1.   Dapat mengidentifikasi     unsure-unsur pokok proses komunikasi
         2.   Dapat membahas secara lebih panjang lebar unsure-unsur pokok dari
              model proses komunikasi
         4.   Dapat membedakan antara komunikasi satu arah dan komunikasi dua
              arah serta mengidentifikasikan situasi yang sesuai untuk masing-
              masingnya.
         5.   Dapat mengikhtisarkan hambatan terhadap komunikasiantar pribadi
         6.   Dapat mempraktekkan teknik-teknik untuk mengatasi hambatan bagi
              komunikasi antar pribadi
         7.   Mampu membahas keuntungan dan kerugian berbagai jaringan
              komunikasi
         8.   Mampu membahas cara-cara untuk mengatasi hambatan organisasional
              terhadap komunikasi
         9.   Mampu menerangkan unsur-unsur kunci dari proses perundingan dan
              bagaimana dapat digunakan pada konflrk manajemen.


  III.   Pokok bahasan:
         A.   PENGERTIAN
         B.   PROSES KOMUNIKASI
         C.   JARINGAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
         D.   SALURAN KOMUNIKASI DALAM ORGAISASI
         E.   KOMUNIKASI INFORMAL
         F.   EFEKTIFITAS KOMUNIKASI


  Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB               Moesadin Malik, Ir., M.Si
                                                    MANAJEMEN UMUM
Komunikasi                                                                   X / 2 -13

      G.   HAMBATAN TERHADAP KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
      H.   MENGGUNAKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI: BERUNDING UNTUK
           MENGELOLA KONFLIK


IV.   Pembahasan: KOMUNIKASI



                               XI. KOMUNIKASI

A.    PENGERTIAN
             Komunikasi diartikan sebagai proses pemindahan dalam gagasan atau
      infonnasi seseorang ke orang lain. Komunikasi mempunyai pengertian tidak
      hanya berupa kata-kata yang disampaikan seseorang tapi mempunyai
      pengertian yang lebih luas seperti ekpresi wajah, intonasi dan sebagainya.
                Komunikasi dapat menghubungkan antara bagian yang berbeda atau
      disebut rantai pertukaran imformasi. Hal ini mengandung unsur-unsur:
           1.     sebagai kegiatan untuk seseorang mengerti,
           2.     sebagai sarana pengendalian imformasi, dan
           3.     sebagai sistem bagi terjalinnya komunikasi diantara individu-
                  individu.


B.    PROSES KOMUNIKASI
      1.   Moodel Komunikasi antar Pribadi:
                  Model yang paling sederhana adalah model komunikasi antar
           pribadi.


                              Pengirim  Berita  Penerima


                  Dari bagian di atas bahwa model ini menunjukkan tiga elemen
           penting dimana jika salah satu hilang, tidak akan terjadi komunikasi.
           Model yang paling canggih dalam komunikasi adalah model proses
           komunikasi dimana langkah-langkahnya sebagai berikut: Pengirim,
           pengkodean, pesan, saluran, penerima, dan penerima serta umpan balik.
                  Pengirim (Sender = Sumber) adalah seseorang yang mempunyai
           kebutuhan, keinginan atau informasi serta mempunyai kepentingan untuk
           mengkomunikasikan kepada orang lain.
                  Pengkodean (Encoding), Pengirim mengkodean informasi yang


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB              Moesadin Malik, Ir., M.Si
                                                 MANAJEMEN UMUM
Komunikasi                                                                X / 3 -13

         akan disampaikan diterjemahkan ke          dalam simbol atau isyarat yang
         biasanya dalam bentuk kata-kata agar orang lain mengerti tentang
         informasi yang disampaikannya.
                Pesan (Message), Pesan dapat dalam segala bentuk yang
         biasanya dapat dirasakan atau dimengerti satu atau lebih dari indera
         penerima, misalnya pidato dapat didengar dan jika tertulis dapat di baca,
         isyarat dapat dilihat atau dirasakan.
               Saluran (chanel), adalah cara mentransmisi-kan (menyampaikan)
         pesan, misalnya kertas untuk surat, udara untuk kata-kata yang
         diucapkan. Agar komunikasi dapat efektif dan efesien, saluran (media)
         harus sesuai untuk pesan.
                Penerima (Recaiver), adalah orang yang menafsirkan pesan dari
         penerima, jika pesan tidak sampai kepada penerima, komunikasi tidak
         terjadi.
               Penafsiran kode (Decoding), adalah proses dimana penerima
         menafsirkan pesan dan menterjemahkannya menjadi informasi yang
         berarti baginya. Semakin tepat penafsiran penerima terhadap pesan yang
         dimaksudkan oleh pengirim, makin efektif komunikasi yang terjadi.
               Umpan Balik (Feedback), adalah pembalik dari proses komunikasi
         dimana reaksi terhadap komunikasi pengirim dinyatakan. Karena
         penerima telah menjadi pengirim, umpan balik mengalir lewat langkah
         yang sama seperti semula. Semakin cepat umpan balik semakin efektif
         dalam komunikasi.


    2. Komunikasi Dalam Organisasi.
               Raymond V.Lesikar berpendapat bahwa yang mempengaruhi
         efektifitas komunikasi ada empat faktor:
          a. Jatur Komunikasi formal.
                    Efektivitas komunikasi akan efektif melalui dua cara, a) jalur
               formal      dimana jarak yang semakin meluas dan berkembang
               serta tumbuhnya organisasi. Misalnya pengecer yang besar dengan
               cabang yang luas komunikasinya tidak efektif dari pada toserba, b)
               jalur formal komunikasi menghambat arus yang besar dari informasi
               diantara tingkat-dngkat organisasi. Misalnya karyawan lini perakitan
               (Asembly) hampir selalu akan mengkomunikasikan masalah-
               masalah yang dihadapi dengan mandor atau dengan managemya.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB              Moesadin Malik, Ir., M.Si
                                                 MANAJEMEN UMUM
Komunikasi                                                                  X / 4 -13

          b. Struktur Wewenang:
                       Dalam organisasi dimana perbedaan statis dan kekuasaan
                akan    mempengaruhi isi dan ketepatan komunikasi, contohnya
                percakapan Direktur Utama dengan Karyawan biasa dilakukan
                dengan tatakrama dan terbatas se-          hingga tak ada pihak yang
                berkehendak untuk mengatakan sesuatu yang penting.


          c. Spesialisasi Jabatan:
                       Anggota organisasi yang sama akan menggunakan istilah-
                isdiah, tujuan,   tugas, waktu dan gaya yang sama dalam
                berkomunikasi.


          d. Pemilikan Informasi:
                       Berarti individu-individu mempunyai informasi dan
                pengetahuan yang khas mengenai tugasnya. Informasi ini memiliki
                bentuk kekuatan bagi orang      yang memilikinya, ini adalah bentuk
                komunikasi yang efektif.


C.   JARINGAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
          Jaringan komunikasi dapat dirancang oleh organisasi, bisa dirancang
     secara kaku, artinya karyawan dilarang berkomunikasi dengan siapapun
     kecuali dengan atasannya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kekuasaan dan
     status serta menghindari informasi yang berlebihan.


D.   SALURAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI.
          Saluran komunikasi ini ditentukan oleh struktur organisasi dan tipe-tipe
     saluran dasar komunikasi, yaitu vertikal, lateral dan diagonal.
     1.    Komunikasi Vertikal:
                Komunikasi vertikal adalah komunikasi ke atas dan atau ke bawah
          dalam rantai komando. Komunikasi ke bawah dimulai dari manajemen
          tingkat atas sampai pada karyawan bukan supervisor. Kegunaannya
          antara lain untuk memberikan penntah, petunjuk dan lain-lain serta
          membuka informasi kepada anggota organisasi tentang tujuan dan
          kebijaksanaan organisasi. Sedangkan kegunaan komunikasi ke atas
          memberikan informasi kepada tingkatan yang lebih tinggi tentang apa
          yang terjadi pada tingkatan yang leibh rendah. Misalnya tentang saran-
          saran, laporan kemajuan dan sebagainya.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB              Moesadin Malik, Ir., M.Si
                                                 MANAJEMEN UMUM
Komunikasi                                                                 X / 5 -13



     2.   Komunikasi Lateral atau Horizontal:
                  Meliputi pola aliran kerja dalam organisasi yang terjadi antara
          anggota-anggota kelompok kerja yang sama dan di antara departemen-
          departemen      pada   tingkat   organisasi   yang   sama.   Kegunaannya:
          menyediakan saluran langsung untuk koordinasi dan pemecahan
          masalah organisasi. Hal ini untuk menghindari keterlambatan dalam
          pengarahan dan untuk membentuk hubungan dengan rekan mereka.


     3.   Komunikasi Diagonal:
                  Adalah komunikasi yang memotong secara silang diagonal rantai
          perintah organisasi dan merupakan hasil hubungan antara departemen
          lini dan staf. Ketiga jenis komunikasi di atas termasuk dalam katagori
          komunikasi formal yang ditentukan oleh struktur organisasi dan sarana
          formal lainnya. Jenis komunikasi formal ini kalau di gambarkan akan
          terlihat seperti di bawah ini.


E.   KOMUNIKASI INFORMAL
          Bentuk dari komunikasi ini timbul karena adanya berbagai maksud, yaitu:
          1. Pemuasan kebutuhan manusiawi
          2. Perlawanan terhadap pengamh yang monoton dan membosankan.
          3. Keinginan untuk mempengamhi perilaku orang lain.
          4.      Sumber informasi hubungan pekerjaan.


             Jenis lain dari komunikasi informal adalah desas-desus (graperine) yang
     secara resmi tidak disetujui. Hal ini sebagai akibat jaringan informasi yang
     simpang-siur atau tumpang tindih. Artinya beberapa orang tertentii yang
     mempunyai banyak informasi kemungkinan menjadi anggota dari beberapa
     jaringan informasi. Desas-desus ini juga mempunyai peranan fungsional
     sebagai alat komunikasi tambahan bagi organisasi.


F.   EFEKTIFITAS KOMUNIKASI
     1.   Kebutuhan Akan Komunikasi yang Efektif:
                   Untuk mencapai komunikasi yang efektif diperlukan beberapa cara
          yaitu      kesadaran akan kebutuhan komunikasi yang efektif dan
          penggunaan umpan balik.          Komunikasi umpan balik atau dua arah
          memungkinkan proses komunikasi berjalan lebih efektif dan dapat

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB              Moesadin Malik, Ir., M.Si
                                                 MANAJEMEN UMUM
Komunikasi                                                                     X / 6 -13

          menciptakan lingkungan yang komunikatif dalam organisasi. Dalam hal
          ini para manajer harus aktif. penggunaan manajemen partisi- patif dan
          komunikasi tatap muka merupakan cara baik meningkatkan efektifitas
          komunikasi melalui penggunaan umpan balik.


     2.   Komunikator yang Lebih Efekfif:
                Untuk dapat menjadi komunikator yang lebih efektif harus
          memberikan         latihan-latihan   dalam      bentuk   penulisan   maupun
          penyampaian berita secara lisan dengan maksud untuk peningkatkan
          pemahaman akan simbol-simbol, penggunaan bahasa yang baik dan
          benar, pengutaraan yang tepat dan kepekaan terhadap latar belakang
          penerima berita.
               The American Management Association (AMA) menyusun sepuluh
          Pedoman efektifitas komunikasi organisasi yaitu:
               a.   Cobalah menjemihkan gagasan anda sebelum berkomunikasi.
               b.    Telitilah kegunaan sebenamya dari setiap komunikasi.
               c.    Pertimbangkan         situasi      manusia     dan fisik secara
                     keseluruhan bilamana anda           berkomunikasi.
               d.    Berkonsultasi dengan             orang l ain, bila perlu dalam
                     merencanakan komunikasi.
               e.    Berhati-hatilah ketika anda berkomunikasi, mengenai nada
                     maupun isi pokok dari pesan anda.
               f.    Ambilah kesempatan bila muncul untuk penyampaikan
                     sesuatu yang dapat        membantu atau bemilai bagi penerima.
               g.    Lakukan tindak lanjut komunikasi anda.
               h.    Berkomunikasi untuk hari esok sebaik hari ini.
               i.    Pastikan     bahwa    tindakan anda       mendukung komunikasi
                     anda.
               j.    Bemsahalah bukan saja untuk dimengerti tetapi juga untuk
                     mengerti serta jadilah pendengar yang baik.


G.   HAMBATAN TERHADAP KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
     1.   Hambatan Organisasional:
          a. Tingkatan Hirarki:
                     Bila organisasi tumbuh dan berkembang akan menimbulkan
               berbagai masalah komunikasi, karena menambah tingkatan
               memakan waktu yang panjang dan ketepatannya semakin

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                  Moesadin Malik, Ir., M.Si
                                                     MANAJEMEN UMUM
Komunikasi                                                                        X / 7 -13

                berkurang.    Dimana    setiap   tingkatan     bisa     menambah      atau
                mengurangi, serta membah berita dengan aslinya.
          b.    Wewenang Manajerial:
                      Bahwa      mengendalikan    orang      lain     juga    menimbulkan
                hambatan terhadap komunikasi. Atasan banyak merasa bahwa
                mereka tidak dapat sepenuhnya menerima berbagai masalah,
                kondisi yang membuatnya tampak lemah. Sedang bawahan
                menghindari situasi untuk        mengungkapkan               informasi yang
                membuat posisinya tidak menguntungkan. Maka dari dua hal di
                atas akan menimbulkan gap.


          c.    Spesialisasi:
                      Perbedaan mngsi, kepentingan dan istilah-istilah lainnya
                membuat      orang merasa ada dalam dunia yang berbeda, yang
                akhimya menghalangi        masyarakat, sulit memahami dan me
                ndorong terjadinya kesalahan-        kesalahan.


     2.   Hambatan Antar Pribadi:
                Kesalahan dalam komunikasi juga dipengaruhi oleh faktor ketidak
          sempumaan manusia dan bahasa. Maka perlu memperhatikan: a)
          persepsi selektif b) kedudukan komunikator c) keadaan membela diri d)
          Pendengaran lemah dan e) ketidak tepatan penggunaan bahasa.


I.   MENGGUNAKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI BERUNDING UNTUK
     MENGELOLA KONFLIK.
     J.   Perundingan untuk Mengelola Konflik.
                Menurut Lewick dan Liierer, semua” situasi perundingan” ini
          ditetapkan oleh tiga cirri:
          a.    Ada konflik kepentingan antara dua atau lebih pihak, apa yang
                diinginkan seseorang tidak diinginkan oleh yang lainnya.
          b.    Tidak ada perangkat peraturan yang pasti atau mantap untuk
                memecahkan konflik, atau semua pihak lebih suka bertindak di luar
                perangkat peraturan dan prosedur untuk menemukan cara
                pemecahannya sendiri terhadap konflik.
          c.    Semua pihak, sekurang-kurangnya untuk satu saat, lebih suka
                mencari persetujuan daripada bertarung secara terbuka, menyerah
                kepada satu pihak, memutuskan hubungan secara permanent, atau

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB              Moesadin Malik, Ir., M.Si
                                                 MANAJEMEN UMUM
Komunikasi                                                                    X / 8 -13

                membawa perselisihan mereka kewewenang yang lebih tinggi
                untuk mendapatkan pemecahan.


                Proses perundingan actual-seri penwaran dan penwaran balik yang
         kita anggap sebagai inti perundingan tergantung pada:
         a.     apakah semua pihak melihat atau tidak kepentingan mereka
                sebagai saling tergantung.
         b.     luasnya kepercayaan atau ketidak-percayaan di kalangan semua
                pihak.
         c.     kemampuan masing-masing pihak lain menerima pandangannya.
         d.     kepribadian dan keanehan dari orang-orang yang sesungguhnya
                terlibat, dan
         e.     tujuan dan kepentingan dari semua pihak.


    2.   Perundingan Pelaksanaan: Mengelola Konflik Manajemen tenaga
         kerja.
         a.     Mengenal tujuan serikat pekerja. Seperti rekan-rekan transional
                mereka, para anggota tetaga kerja ini mencari serikat pekerja untuk
                melindungi berbagai kepentingan kerja mereka yang mereka rasa
                tidak cukup dijamin oleh manajemen:
                1)     Ekonomi, hal untuk menerima upah minimum
                2)     Keselamatan kerja , keamanan kerja, bebas dari tindakan
                       sewenang-wenag yang dilancarkan manajemn
                3)     Hubungan kerja, kebuthan untuk menerima dan diterima oleh
                       rekan sekerja.
                4)     Harga diri, kemampuan untuk memperoleh suara dalam
                       ”system” tersebut.
                5)     Status dan pemenuhan diri, latihan kepemimpinan atau
                       kemampuan lainnya melalui jasa serikat pekerja.




              b. Memperkecil konflik perundingan. Keberhasilan perundingan
                  antara manajemen dan karyawan banyak tergantung pada
                  persiapan yang cermat. Kontrak serikat pekerja yang khas sangat
                  rumit sehingga tidak dapat dibiarkan sampai dengan menit-menit
                  terakhir.     Sekarang    ini   sudah   lazim,   dan   perlu,   untuk
                  mempersiapkan perundingan sekurang-kurangnya enam bulan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                Moesadin Malik, Ir., M.Si
                                                   MANAJEMEN UMUM
Komunikasi                                                               X / 9 -13

               sampai denga satu tahun sebelum memulai perundingan.


               Pedoman untuk Melakukan Perundingan:
                1)    Tentukan sasaran yang jelas pada setiap hal yang
                      dirundingkan dan pahamilah konteks yang atasnya sasaran
                      itu ditentukan.
                2)    Jangan terburu-buru.
                3)    Jika ragu adalakan rapat anggota.
                4)    Siapkan diri dengan dukungan data yang kuat untuk
                      sasaran yang ditentukan dengan jelas.
                5)    Pertahankanlah keluwesan dalam pendirian anda
                6)    Dapatkan motivasi untuk apa yang diinginkan pihak lain
                7)    Jangan berhenti di tengah jalan. Apabila tidak ada
                      kemajuan untuk suatu hal tertentu, beralihlaj ke hal yang
                      lain dan kemudian kembali ke hal tersebut. Ciptakanlah
                      momentum untuk mencapai kesepakatan.
                8)    Usahalan agar tidak mempermalukan pihak lain
                9)    Jadilah pendengar yang baik
                10)   Binalah reputasi sebagai pihak yang jujur namu tegas
                11)   Kendalaikan emosi anda
                12)   Yakinlah dalam setiap langkah perundingan bahwa anda
                      mengetahui hubungannya dengan semua langkah lai nnya.
                13) Berikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap reaksi
                      dari setiap klausula yang dirundungkan
                14)   Ingatlah bahwa perundingan pada dasarnya adalah suatu
                      proses kompromi
                15)   Belajarlah mengerti orang lain, hal itu bermafaat selama
                      perundingan
                16)   Pertimbangkanlah       dampak   dari     perundingan   yang
                      sekarang untuk perundingan-perundingan selanjutnya.




                                    022008



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB           Moesadin Malik, Ir., M.Si
                                              MANAJEMEN UMUM
Komunikasi                                                             X / 10 -13



V..   Daftar Pustaka.
      1.   Stoner, James Arthur Finch, Management, Edisi ke enam. Pretice Hall
           International, New Jersey, 1992.
      2.   Donelly, James H; Gibson, James L; Ivancvich. Fundamentals of
           <amgement Edisi ke 10, Richard Irwin, 1997.
      3.   Handoko, T; Hani. Manajemen, BPEE, Yogyakarta, 1991.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB            Moesadin Malik, Ir., M.Si
                                               MANAJEMEN UMUM
Komunikasi                                                 X / 11 -13




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB   Moesadin Malik, Ir., M.Si
                                      MANAJEMEN UMUM

								
To top