Docstoc

model pembelajaran

Document Sample
model pembelajaran Powered By Docstoc
					MENYINGKAP PEMBELAJARAN BERBASIS AL-
QUR’AN



    Oleh : Muniri
BIODATA
   Nama         : Drs. Muniri, M.Pd.
   TTL          : Pamekasan, 30 Nop 1967
   Alamat       : Jabalsari, Sumbergempol – Tulungagung
   Pendidikan   : SEDANG MENEMPUH S3 Pend. Matematika UNESA
   Organisasi   :        - OSIS, Pramuka
                          - Senat Mahasiswa
                          - GP Ansor Tulungagung
                          - Forum Kab. Sehat – Tulungagung
                          - Forum Peduli Pesantren – T. Agung
                          - Forum Peduli NAPZA & AIDS
   Pekerjaan    :        - Dosen STAIN Tulungagung
                          - Dosen STAI Diponegoro Tulungagung
                          - Dosen STKIP PGRI Tulungagung
                          - Dosen Luar Biasa UNISMA Malang
                          - Dosen Luar Biasa UNISKA Kediri
MUQADDIMAH

   Al-Qur’anul Karim yang terdiri dari 30 juz, 114 surat, dan jumlah ayatnya banyak
    sebutan yang bervarisi, yaitu penduduk kuffah menyebut 6217 ayat, penduduk
    basrah menyebut 6214 ayat, penduduk Indonesia menyebut 6.666, sedangkan
    pendapat Ad Dani mengatakan bahwa Al-Qur’an terdiri dari 6210 ayat, dan Syuraih
    ibn Yazid Al Hamshi Al Hadhrami menyebut sebanyak 6204 ayat, serta menurut
    riwayat Hamzah ibn Habib Az Ziyat dan Sufyan ibn Uyainah dari Ali ibn Abi Tholib
    menyebutnya sebanyak 6236 ayat. Ayat-ayat itu menguraikan berbagai persoalan
    hidup dan kehidupan manusia, antara lain sebagai petunjuk dalam berbagai
    aktifitas kehidupan manusia, termasuk yang menyangkut alam raya dan
    fenomenanya baik yang tersurat maupun yang tersirat dibalik yang tersurat tersebut.
    Artinya ada ayat yang menyatakan secara tegas(tersurat) maupun tersembunyi
    (tersirat) yang memerlukan penafsiran, persepsi, sudut pandang, dan lain-lain
    sehingga Al-Qur’an benar-benar kaya akan konsepsi keilmuan (baik ilmu
    pengetahuan empiris (melalui eksperiment atau experience) maupun ilmu tentang
    substantif hal-hal yang gaib.
   Dan Al-Qur’an selain telah menguraikan hakikat ilmu
    pengetahuan, juga telah mengikrarkan dirinya sebagai
    tibyanan likulli syay’i (QS 16:89) maksudnya bukan
    menegaskan bahwa ia mengandung segala sesuatu, tetapi
    bahwa Al-Qur’an terdapat segala pokok petunjuk yang
    menyangkut kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di
    dunia dan akhirat.
   Al-Ghazali berpendapat bahwa segala ilmu pengetahuan
    baik yang telah, sedang dan yang aka nada, kesemuanya
    terdapat dalam Al-Qur’an. Termasuk didalamnya
    matematika, astronomi, planet dan antariksa, kedokteran,
    pertanian, fisika, kimia dan lain sebagainya.
    AL-QUR’AN DAN ALAM RAYA
   Paling sedikit ada 3 hal penting yang dapat dikemukakan:
   Al-Qur’an menganjurkan kepada manusia untuk memperhatikan
    dan mempelajari alam raya dalam rangka memperoleh manfaat
    dan kemudahan bagi kehidupannya, serta untuk mengantarkan
    pada suatu kesadaran akan Keesaan dan Kemahakuasaan allah
    SWT.
   Alam dan segala isinya beserta hukum-hukum yang terkandung di
    dalamnya dan yang mengaturnya, diciptakan, dimiliki dan dibawah
    kekuasaan Allah
   Redaksi ayat-ayat qawniyah bersifat ringkas, teliti dan padat,
    sehingga penafsiran terhadap ayat tersebut dapat bervariasi
    sesuai dengan tingkat kecerdasan dan pengetahuan masing-
    masing. Disinilah al-qur’an mengajarkan kepada kita untuk
    menggunakan akal sehat kita untuk berpikir kritis, kreatif dan
    innovative. (afala ta’qilun, afala ta’lamun, afala yatafakkarun, afala
    tubsirun, afala yasma’un dan sebagainya).
    AL-QUR’AN DAN MATEMATIKA
   Al-qur’an telah memberikan banyak isyarat tentang konsep-konsep
    matematika, ada yang dinyatakan secara tegas seperti konsep
    bilangan asli, bilangan genap dan ganjil, ada juga yang memberikan
    kesempatan untuk dikembangkan konsep lainnya, seperti konsep
    himpunan, ketakhinggaan. Symbol-simbol matematika ada yang
    dinyatakan secara tersurat dan tersirat seperti konsep garis, konsep
    operasi (+, -, x, :) atau konsep relasi (>, <, =), konsep himpunan (,
    . , ) dan lain-lain.
   Konsep bilangan asli dapat dirasakan adanya penyebutan angka
    “ahad-wahid, isnaini, tsalatsah, arba’ah, khomsah, sittah, sab’ah,
    tsamaniyah, tis’ah, ‘asyara, ahada ‘asyara, dan lain-lain”, juga
    dinyatakan dalam urutan ayat dinyatakan dalam bilangan asli. Selain
    itu juga banyak ditemukan oleh para ahli tentang system nomerasi
    didalamnya seperti bilangan prima, kehebatan angka 19, dan angka
    17 dan lain sebagainya.
AL-QUR’AN DAN METODE PEMBELAJARAN
   Al-Qur’an berisi sekian banyak permasalahan dan unsur pembelajaran,
    salah satunya diungkapkan melalui dakwah. Unsur-unsur dalam dakwah,
    seperti (1) da’i (pemberi dakwah= guru), (2) mad’uw (penerima dakwah =
    murid), (3) da’wah (unsur-unsur dakwah = pokok bahasan), metode dakwah
    dan cara penyampaiannya. Berdasarkan wahyu-wahyu pertama Al-Qur’an
    seperti yang terkandung dalam surat-surat Al-Alaq, Al-muddatstsir, Al-
    muzammil dan sebagainya sudah dapat ditemukan dari celah-celah redaksi
    Al-Qur’an, baik secara eksplisit maupun implisit, atau dari urutan masa
    turunnya, tentang petunjuk da’i (pemberi dakwah/guru dan sifat-sifat yang
    harus dimiliki. Demikian pula dengan halnya sifat-sifat mad’uw (penerima
    dakwah/murid).
   Materi dakwah yang dikemukakan dalam Al-Qur’an meliputi 3 masalah
    utama, yaitu: aqidah, akhlak, dan hukum. Sedang metode dakwah untuk
    mencapai ketiganya secara umum adalah: (1) anjuran utuk memperhatikan
    alam raya, (2) kisah-kisah peristiwa masa lalu, (3) pertanyaan yang diajukan
    untuk menggugah hati manusia untuk menyadari diri dan lingkungannya, (4)
    janji-janji dan ancaman bagi kehidupan di dunia dan akhirat.
   Dakwah merupakan sesuatu yang ada dalam
    kehidupan umat beragama, terutama dalam Islam,
    dakwah merupakan kewajiban bagi setiap
    pemeluknya. Dakwah dimaknai sebagai seruan
    atau ajakan untuk keinsafan, atau usaha
    mengubah situasi ke dalam siatuasi baru yang
    lebih baik.
   Demikian juga dalam halnya pembelajaran, guru
    selaku penyampai informasi juga memberikan
    seruan, bimbingan, melatih siswa agar terampil
    dalam ilmu pengetahuannya, berperilaku baik
    dalam kehidupan sosialnya.
BEBERAPA METODE
   Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam
    berdakwah, seperti halnya ceramah, diskusi/bahsul masail,
    Tanya jawab, bimbingan dan penyuluhan,
    nasihat/memotivasi, keteladanan/ uswatun khasanah, dan
    sebagainya. Semua bentuk metode tersebut dapat diterapkan
    sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang dihadapi.
   Dalam hal menyajikan materi dakwah, Al-Qur’an telah
    meletakan prinsip-prinsip bahwa manusia yang dihadapi
    adalah mad’uw yaitu makhluk yang terdiri dari unsur jasmani ,
    akal dan jiwa, sehinga ia harus disikapi, dipandang,
    diperhatikan dan diperlakukan dengan keseluruhan dari
    unsur-unsur yang dimiliki secara simultan, baik dari segi
    materi maupun waktu penyajiannya.
AL-QUR’AN MEMBERIKAN CIRRI-CIRI DAN RAMBU-
RAMBU SEBAGAI BERIKUT:

   Pengkondisian kesucian (lihat QS: 20: 17), (QS: 75:16), dan
    (QS: 53: 17)
   Menggunakan benda-benda alam (baca alat peraga). (lihat QS:
    39:5), dan (QS: 2: 264)
   Menekankan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas
    kekuasaan dan diatur oleh Allah SWT. (lihat (QS: 8: 17), (QS: 6 :
    59), dan (QS: 13: 15)
AL-QUR’AN DAN NILAI-NILAI PIDAGOGI

   Al-Qur’an sebagai sumber pemikiran dalam Islam sangat
    banyak memberikan inspirasi edukatif yang perlu
    dikembangkan secara filosofis maupun ilmiah. Salah satu
    caranya yaitu dengan cara mengintrodusir konsep-konsep Al-
    Qur’an tentang pendidikan atau hadist Nabi Muhammad
    SAW yang berkaitan dengan konsep pendidikan.
   Beberapa idiom banyak dijumpai dalam Al-Qur’an seperti
    kata rabb yang menjadi akar dari kata tarbiyah. Tarbiyah
    merupkan konsep pendidikan yang banyak digunakan oleh
    kalangan ilmuan. Demikian pula dengan idiom kata qara’a
    dan kataba juga mengandung makna pendidikan dengan
    implikasi yang sangat dalam.
SURAH AL-‘ALAQ AYAT 1 – 5

   Berpijak dari kenyataan diatas, dapat kita simak
    beberapa surah-surah pertama diwahyukan kepada
    Nabi Muhammad SAW berserta kronologinya, yakni
    surat Al-Alaq ayat (1-5) yang artinya
   “Bacalah (wahai Muhammad) dengan nama
    Tuhanmu yang menciptakan (segala makhluk); Ia
    meniciptakan manusia dari segumpal darah (darah
    yang beku); Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha
    Pemurah, Yang mengajar manusia melalui pena dan
    tulisan; Ia mengajarkan manusia apa yang tidak
    diketahui” (QS:96: 1-5)
SURAH AL-QALAM AYAT 1-4


 Kontek lain disebutkan dalam Al-Qur’an yaitu
  dalam surah Al-Qalam ayat 1-4 yang artinya
 “ Nun, demi qalam dan apa yang mereka
  tulis; berkat nikmat Tuhan, kamu sekali-kali
  bukan orang gila; Dan sesungguhnya bagimu
  benar-benar pahala yang besar dan tidak
  pernah putus-putus; Dan kamu benar-benar
  berbudi pekerti yang agung” (QS: 68 : 1-4).
SURAH AL-MUDDATSTSIR AYAT 1-7

   Surah Al-Muddatstsir ayat 1-7 juga merupakan
    surah Al-Qur’an yang diturunkan periode ke 3
    setelah surah Al-‘Alaq dan Al-Qalam. Dalam surah
    Al-Muddatstsir ayat 1-7 diuraikan yang artinya
   “Hai orang yang bersilimut; lalu berilah peringatan;
    Agungkan Tuhanmu; bersihkan pakaianmu; tinggal
    perbuatan dosa; Janganlah kamu member dengan
    maksud memperoleh balasan yang lebih banyak;
    dan hanya kepada Tuhanmulah hendak bersabar”
    (QS: 74: 1-7)
SURAH AL-MUZZAMMIL 1-7
   Dalam surah Al-Muzzammil pada ayat 1-7 ini berisi seruan
    kepada para pendidik dan peserta didik untuk
    menggunakan waktu sebaik mungkin (waktu: ibadah,
    belajar, mengajar, dan kegiatan lainnya) agar efektif dan
    efisien.
   Pada ayat 1-7 dalam surah Al-Muzzammil dijelaskan yang
    artinya
   “Hai orang yang bersimut; Bangunlah untuk sholat malam
    hari; seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit;
    atau lebih dari serdua itu. Dan bacalah Al-Qur’an itu secara
    perlahan-lahan; Sesungguhnya Kami akan menurunkan
    kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di
    waktu itu lebih berkesan; sesungguhnya kamu di siang hari
    mempunyai urusan yang panjang”.
    KISAH LUQMANUL HAKIM
   Diantara sekian banyak kisah dalan Al-Qur’an adalah kisah seorang yang bijak yang sedang
    memberikan nasihat kepada anaknya (baca: interaksi guru-murid). Wahbah Zuhaily menerangkan
    bahwa surah Luqman ini menceritakan kisah seorang bapak yang sholeh bernama Luqman bin
    Ba’ura, salah satu putera Nabi Ayyub, termasuk suku Naubah dan merupakan bagian dari suku
    Ailah, yakni sebuah kota yang berada di sekitar laut Qulzum. Ia hidup pada masa Nabi Daud
    dengan mendapat julukan “al-Hakim” (yang bijak).
   Ayat 12, berisi perintah bersyukur, karena dengan bersyukur yang memperoleh kebaikan adalah
    dirinya sendiri. Artinya apabila sesorang melakukan hal-hal yang baik, manfaatnya kembali
    kepada orang itu sendiri; siswa yang rajin belajar, manfaat dari belajarnya untuk siswa itu sindiri.
   Ayat 13, bersisi larangan berbuat syirik, mengajarkan keyakinan, karena tidak mungkin dapat
    meraih kesuksesan bagi orang-orang yang penuh keraguan, yang diungkapkan dengan kalimat
    yang amat santun penuh kasih sayang, penuh perhatian, bentuk penghormatan melalui kalimat
    “wahai anakku”.
   Ayat ke 14-15, berisi perintah untuk beramal sholeh, berupa bentuk pengabdian, berbuat baik
    pada ibu-bapaknya, berbuat baik pada orang tua, termasuk berbakti pada bapak-ibu guru atau
    orang yang dianggap lebih dewasa.
   Ayat 16, berisi dampak, akibat , konsekwensi dari amal perbuatan, pasti mendapat balasan dari
    sisi Allah SWT. Sedangkan ayat 17 berisi perintah sekaligus larangan.
   Ayat 18-19 berisi tentang anjuran saling menghormati, menghargai orang lain, tidak berlaku
    sombong, etika berhati-hati dalam berbicara dan teliti dalam bertindak.
    KISAH MUSA A.S DENGAN KHIDIR A.S (QS: 60-80)
   Secara umum, surah al-Khfi ayat 60-80 memaparkan kisah yang
    menggambarkan interaksi Guru-murid, dalam hal ini Musa
    (sebagai murid) dengan Khidir (sebagai guru).
   Kisah ini terdiri dari 4 episode yakni
   (1) cerita perjalan Musa yang ditemani Yusa’ bin Nun untuk
    bertemu dengan Khidir (gurunya). Hal ini dalam pembelajaran
    disebut fase awal, persiapan, berniat, berdoa sehingga tumbuh
    motivasi yang positif,
   (2) fase ini menggambarkan pertemuan pertama antara Musa
    dengan Khidir, yang dalam pembelajaran disebut fase
    perkenalan, memahami karakter siswa, siswa juga memahami
    karakter guru dan mata pelajaran yang akan dipelajari, membuat
    kesepakatan-kesepakatan atau kontrak studi, menetapkan
    aturan belajar, dan sebagainya,
   (3) fase ini menggambarkan perjalanan Musa
    dengan Khidir. Dalam pembelajaran, fase ini
    merupakan fase inti, penyampaian informasi,
    penyajian materi pokok pelajaran, pemaparan
    konsep-konsep. Berisi contoh-contoh konsep atau
    non-contoh konsep, latihan-latihan mengerjakan
    tugas sebagai penguatan terhadap konsep
    tersebut, dan
   (4) fase ini menggambarkan perpisahan Musa
    dengan Khidir. Pada fase ini merupakan fase
    penutup
   Ayat dalam Al-Qur’an yang memberikan
    ibrah pada kita sebagai guru dalam konteks
    pembelajaran yaitu tertuang dalam surah Al-
    Nahl (QS:16:125), yang artinya “Serulah
    (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan al-
    hikmah dan pelajaran yang baik, dan
    bantahlah mereka dengan cara yang baik
    pula. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah, yang
    lebih mengetahui tentang siapa yang
    tersesat dijalan-Nya dan Dialah yang
    mengetahui orang yang mendapat petunjuk”
   Ayat yang, memberikan gambaran bahwa Allah yang
    menganugrahkan ilmu (al-hikmah) kepada siapa yang
    dikehendaki, sedangkan guru hanya bertugas
    menyampaikan informasi (da’i), melatih siswa secara
    sungguh-sungguh agar terampil, memiliki skill yang
    memadai.
   Hal tersebut dituangkan dalam surat Al-Baqarah
    (QS:2: 269) yang artinya “Allah menganuggrahkan al-
    Hikmah (pemahaman) kepada siapa yang Dia
    kehendaki . dan barang siapa yang dianugrahi al-
    Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia
    yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah
    yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)”.
PENUTUP
   Apabila konsep pendidikan dan pembelajaran Al-Qur’an,
    yang secara teoritis sejalan dengan dasar-dasar pendidikan
    nasional, dapat ditentukan relevansinya dalam bentuk
    berdaya guna, maka kita harus mampu menyikapi data
    secara empiris serta dirumuskan langkah-langkah yang
    dibutuhkan guna memantapkan keberhasilan yang telah
    dicapai.
   Setiap materi yang disajikan hendaknya menyentuh jiwa dan
    akal peserta didik, sehingga dapat mewujudkan nilai etis
    atau kesucian, yang merupakan nilai dasar bagi seluruh
    aktifitas manusia, sekaligus mampu melahirkan
    keterampilan dalam materi yang diterimanya.
 Tujuan tersebut tidak akan mungkin tercapai
  melalui dogma, atau tutur kata dan nasihat
  semata, tanpa adanya panutan.
 Ia hanya dapat dicapai antara lain melalui
  diskusi yang melibatkan akal pikiran, tutur
  kata yang menyentuh jiwa, serta kisah-kisah
  manusia yang baik dan yang buruk, disertai
  dengan panutan, teladan yang baik dari para
  pendidik.
TERIMA KASIH

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:13
posted:2/6/2013
language:Unknown
pages:23
ahmada cemutani ahmada cemutani SmartSolution http://www.iptekbahari.blogspot.com
About Alamat email saya niningsulistiani@gmail.com dan alamat blog saya http://www.iptekbahari.blogspot.com. saya terinspirasi untuk membuat Blog yang bertema pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Sastra Bahasa Indonesia dan Komputer. penyajian dalam artikel saya berbeda dengan artikel lainnya, saya mencoba memberikan yang uptodate singkat padat dan jelas dipahami oleh semua pembaca. saya sekarang sudah berkeluarga dengan satu anak laki-laki yang mungil dan lucu,anak adalah inspirasi saya untuk tetap semangat bekerja,,,, tetap semangat............................!!!!!!