Analisis_Regresi_Linier

Description

statistika

Shared by: agungsetiaji21
Categories
Tags
-
Stats
views:
1
posted:
2/4/2013
language:
pages:
16
Document Sample
scope of work template
							Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta




  Analisis Regresi Linier




                              Wihandaru SP   Uji Statistik   15
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta



                  Uji Statistik

          A. K o e f i s i e n D e t e r m i n a s i ( R 2 )
                                                                 2
     Koefisien determinasi (coefficient of determination atau R )
digunakan untuk mengukur proporsi variasi variabel terikat yang
dijelaskan oleh variabel penjelas (variabel bebas). Definisi khusus
ini memiliki penafsiran yang valid (valid interpretation) apabila
                                                                 2
model estimasi (model regresi) mengandung konstanta. Nilai R
                                            2
tergantung jumlah kuadrat residu (∑e ), apabila dimasukkan
suatu variabel tambahan kedalam model regresi (persamaan
                                  2                              2
regresi) akan mengakibatkan ∑e menjadi kecil dan akibatnya R
                                           2
akan meningkat. Meningkatnya nilai R ini sebenarnya karena
sifat metematik, oleh karena itu memasukkan variabel baru ke
dalam model estimasi (persamaan regresi) perlu pertimbangan
yang benar.

                                  Wihandaru SP   Uji Statistik   16
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

                                                             2
    Koefisien determinasi disesuaikan (adjusted R ) adalah
koefisien determinasi yang mempertimbangkan (disesuaikan
dengan) derajad bebas. Derajad bebas besarnya tergantung
dengan banyaknya variabel penjelas (variabel bebas). Koefisien
                                               2
determinasi    disesuaikan    (adjusted       R )    digunakan   untuk
membandingkan 2 model estimasi apabila banyaknya variabel
penjelas tidak sama, misal model estimasi 1 memiliki variabel
penjelas sebanyak 4 buah dan model estimasi 2 memiliki variabel
penjelas sebanyak 5 buah.
     Apabila kita membandingkan 2 model estimasi berdasarkan
koefisien determinasi maupun koefisien determinasi disesuaikan
harus hati-hati, hal ini karena tujuan menaksir model bukan
semata-mata mencari besarnya nilai koefisien determinasi
maupun koefisien determinasi disesuaikan namun yang lebih
penting adalah untuk mendapatkan taksiran yang menyakinkan
mengenai      koefisien-koefisien   regresi        yang   mencerminkan
populasi yang sebenarnya dan menarik inferensi.




                                    Wihandaru SP   Uji Statistik   17
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

       Apabila kita memperoleh nilai koefisien determinasi
maupun koefisien determinasi disesuaikan yang tinggi itu baik
sekali, namun jika diperoleh nilai yang rendah bukan berarti
model estimasi yang kita gunakan merupakan model estimasi
yang jelek.


     Berkaitan dengan koefisien determinasi (R2) ada berbagai
kemungkinan, yaitu:
a. R2 dan hanya beberapa koefisien yang regresi (beta) yang

     signifikan.
b. R2 mungkin signifikan tetapi tidak ada satupun koefisien

     regresi (beta) yang signifikan.
c.                                                                2
     Semua koefisien regresi (beta) mungkin signifikan tetapi R
     tidak signifikan atau
d. Semua koefisien regresi (beta) dan R2 mungkin tidak

     signifikan.




                                  Wihandaru SP   Uji Statistik   18
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Kasus 1:       Merupakan kasus yang sering terjadi, terutama jika
               terdapat banyak variabel dalam persamaan regresi.
               Kesulitan akan muncul apakah variabel yang tidak
               signifikan harus dibuang.
Kasus 2:       Hal ini menunjukkan adanya multikolinieritas.
Kasus 3:       Sangat jarang terjadi dan mungkin tidak pernah
               terjadi.
Kasus 4:                                                              2
               Merupakan kasus dengan sedikit problematis. Jika R
               tidak signifikan maka model estimasi tidak digunakan,
               namun jika ada beberapa yang signifikan maka
               variabel yang tidak signifikan dihilangkan dari model
               estimasi dengan harapan nilai R2 akan meningkat
               (menjadi signifikan).

           2                    2
Rumus (R ) dan (adjusted R ), sebagai berikut:
Model Estimasi:

                  Y = b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e



                                       Wihandaru SP   Uji Statistik   19
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta



                2   b1 ∑ yx1 + b2 ∑ yx2 + b3 ∑ yx3
              R =
                                 ∑ y2


                                             (n − 1)
               AdjustedR2 = 1 − (1 − R 2 )
                                             (n − k )

Keterangan:
  n       Banyaknya observasi
  k       Banyaknya variabel bebas


Contoh 1
Model Estimasi:

               BETA = b0 + b1DOL + b2DFL + e
      2
Nilai R = 0.180, hal ini menunjukkan bahwa proporsi pengaruh
variabel DOL dan DFL terhadap BETA sebesar 18%, sisanya
sebesar 82% dipengaruhi variabel lain diluar model estimasi.




                                 Wihandaru SP   Uji Statistik   20
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

             B . U j i S e c ar a S er en t ak ( U j i F)
      Uji F (uji statistik secara serentak) bertujuan untuk
mengidentifikasi apakah garis regresi dapat digunakan sebagai
penaksir.

Model Estimasi:

                Y = b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e


                         Langkah-langkah:
1.    Menentukan hipotesis

      H0:      Garis regresi tidak bermakna sebagai penaksir.

      H a:     Garis regresi bermakna sebagai penaksir.

2.    Menentukan wilayah kritis atau

      Ftabel; alpha=5%; df1= k; df2= n – k – 1

      Ftabel = …………
3.    Menentukan Fhitung, dengan rumus:




                                   Wihandaru SP   Uji Statistik   21
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta



                            Mean square regression
             Fhitung =      ⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯
                             Mean square residual


                                      Sum of square regression
    Mean square regression =          ⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯
                                           Df_regression

 Sum of square regression = R2∑y2

                         atau     (b1Σx1y) + (b2Σx2y) + (b3Σx3y)


                                    Sum of square residual
     Mean square residual =         ⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯⎯
                                         df residual


                                   R2
                                      ( k − 1)
               Fhitung =
                                (1 − R 2 )
                                           (n − k )



                                    Wihandaru SP   Uji Statistik   22
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

4.   Kesimpulan:

     Fhitung > Ftabel     H0 ditolak       Ha diterima
     garis regresi bermakna sebagai penaksir.
     Apabila menggunakan software statistik (misal SPSS) dapat
     dilihat nilai sig. Apabila nilai sig.<0.05 dapat disimpulkan
     bahwa garis regresi bermakna sebagai penaksir. Atau
     variabel      penjelas   (variabel         bebas)   secara    serentak
     berpengaruh        terhadap       variabel      tergantung         secara
     signifikan.


Catatan penting:
Data yang digunakan untuk uji statistik ini sudah lolos uji
normalitas,     uji      linieritas,      uji      multikolinieritas,      uji
heteroskedastisitas dan uji otokorelasi.




                                       Wihandaru SP   Uji Statistik   23
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Contoh
Model Estimasi:

               BETA = b0 + b1DOL + b2DFL + e
Tujuan Penelitian:
     Mengidentifikasi apakah ada pengaruh yang signifikan
secara bersama-sama antara DOL dan DFL terhadap BETA atau
model fit.
Hipotesis Penelitian:
     Diduga ada pengaruh yang signifikan secara bersama-sama
antara DOL dan DFL pada BETA.


Hasil (printout SPSS):
                               Anova
Model           Sum of Squares DF Mean Square            F     Sig.
1 Regression         14.182          2      7.091      9.545 0.000
  Residual           64.632          87     0.743
  Total              78.814          89
a. Predictor: (Constant), DFL, DOL
b. Dependent Variable: BETA

                                     Wihandaru SP   Uji Statistik   24
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta



Kesimpulan:
Nilai sig. <0.05 maka dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh
yang signifikan secara bersama-sama antara DOL dan DFL
terhadap BETA atau model fit.


              C . U j i S ec a r a P a r si a l (U j i t )
       Uji t (uji statistik koefisien regresi) bertujuan untuk
mengidentifikasi apakah koefisien regresi dari variabel penjelas
(independent variable) berpengaruh secara signifikan terhadap
variabel tergantung (dependent variable).
Model Estimasi:

               Y = b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e

Menguji koefisien regresi [b1]




                                    Wihandaru SP   Uji Statistik   25
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta


                          Langkah-langkah:

1. Menentukan hipotesis

    H0: b1=0      Koefisien     regresi    [b1]     tidak   berpengaruh
                  terhadap variabel tergantung secara signifikan.

    Ha: b1≠0      Koefisien regresi [b1] berpengaruh terhadap
                  variabel tergantung secara signifikan.
2. Menentukan wilayah kritis atau

    ttabel; alpha = 5% ; df = n – k – 1

    ttabel = ……
3. Menentukan thitung, dengan rumus:



                                          b1
                           t hitung =
                                          S b1


4. Kesimpulan:

    ttabel < thitung < ttabel   H0 ditolak        Ha diterima


                                    Wihandaru SP   Uji Statistik   26
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

    koefisien b1 signifikan atau koefisien b1 berpengaruh

    terhadap variabel tergantung.


       Dalam uji statistik    model estimasi (persamaan regresi)
akan menghasilkan empat kemungkinan yaitu:
1. Secara serentak signifikan dan secara parsial semua atau
    beberapa variabel bebas yang signifikan.
2. Secara serentak signifikan dan secara parsial semua variabel
    bebas tidak signifikan.
3. Secara serentak tidak signifikan dan secara parsial beberapa
    variabel bebas yang signifikan.
4. Secara serentak tidak signifikan dan secara parsial semua
    variabel bebas tidak signifikan.


Kemungkinan 1: Merupakan kasus yang biasa terjadi, jika
                   variabel bebas jumlahnya banyak. Pertanyaan
                   yang muncul apakah variabel bebas yang tidak
                   signifikan harus dibuang.



                                  Wihandaru SP   Uji Statistik   27
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Kemungkinan 2: Merupakan kasus yang biasa terjadi, karena
                     ada multikolinieritas. Pertanyaan yang muncul
                     apakah     variabel    bebas   yang       terdapat
                     multikolinieritas harus dibuang.
Kemungkinan 3: Merupakan kasus yang sangat jarang terjadi
                     bahkan tidak pernah terjadi.
Kemungkinan 4: Merupakan kasus yang memiliki problem
                     sehingga    ada   beberapa     tindakan     yaitu:
                     memasukkan variabel yang signifikan dalam
                     model regresi, selanjutnya diuji apakah secara
                     serentak signifikan.

Contoh
Model Estimasi:

              BETA = b0 + b1DOL + b2DFL + e
Tujuan Penelitian:
     Mengidentifikasi apakah ada pengaruh yang signifikan
masing-masing variabel penjelas yaitu: DOL dan DFL terhadap
BETA.


                                   Wihandaru SP   Uji Statistik   28
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Hipotesis Penelitian:
1.    Diduga ada pengaruh yang signifikan antara DOL terhadap
      BETA.
2.    Diduga ada pengaruh yang signifikan antara DFL terhadap
      BETA.

Hasil (printout SPSS):
                              Coefficients
                 Unstandardized           Standardized
                   Coefficients            Coefficients
                                Std.
Model              B            Error         Beta          T     Sig.
1 Constant       0.521         0.099                      5.253   0.000
     DOL      -8.853E-02       0.020         -0.424       -4.369 0.000
     DFL      -1.367E-04       0.019         -0.001       -0.007 0.994
a. Dependent Variable: BETA




                                       Wihandaru SP   Uji Statistik   29
Manajemen Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Kesimpulan:
1.   DOL memiliki nilai sig. <0.05, maka dapat disimpulkan ada
     pengaruh yang signifikan antara DOL terhadap BETA.
2.   DFL memiliki nilai sig.>0.05, maka dapat disimpulkan tidak
     ada pengaruh yang signifikan antara DFL terhadap BETA.




                   Daftar Pustaka

Ghozali, Imam (2007), Edisi 4, Aplikasi Analisis Multivariate
     dengan Program SPSS, BP Universitas Diponegoro,
     Semarang.

Gujarati, Damodar N. (1995), Third Edition, Basics Econometrics,
      McGraw-Hill, New York.

Sumodiningrat,  Gunawan (1998),        Edisi   I,   Ekonometrika
     Pengantar, BPFE, Yogyakarta.




                                Wihandaru SP   Uji Statistik   30

						
Related docs
Other docs by agungsetiaji21
Tabel_Distribusi_Duncan
Views: 0  |  Downloads: 0
Tabel_Distribusi_Chi_Square
Views: 0  |  Downloads: 0
Tabel_Distribusi_Dunnet
Views: 0  |  Downloads: 0
Tabel_Distribusi_Normal_F
Views: 5  |  Downloads: 0
Contoh_Analisis_Regresi__Minitab_
Views: 2  |  Downloads: 0
Analisis_Variansi_Satu_Arah
Views: 0  |  Downloads: 0
Tabel_Distribusi_Normal_T
Views: 1  |  Downloads: 0
Tabel_Distribusi_Normal_Z
Views: 0  |  Downloads: 0
Contoh_Seleksi_Model__SPSS_
Views: 0  |  Downloads: 0
Analisis_Regresi_Linier
Views: 6  |  Downloads: 0