Pengembangan Bahan Ajar

Document Sample
Pengembangan Bahan Ajar Powered By Docstoc
					Peranan Guru dalam Menciptakan Sekolah Sebagai Pusat Kebudayaan

Berbicara tentang perubahan peranan guru berarti berbicara tentang perubahan batasan fungsi
sekolah. Dalam dunia yang sedang berubah menuntut perubahan-perubahan pendidikan. Anak-
anak yang dipersiapkan untuk memasuki tanggung jawab dan orang dewasa membutuhkan
pengetahuan, sikap dan keterampilan yang jauh berbeda dengan pengetahuan, sikap dan
keterampilan yang dimiliki orang tuanya. Oleh karena itu maka orang tua sendiri dituntut untuk
memperluas dan mempebaharui

pengetahuan, sikap dan ketrampilannya agar supaya dapat menyesuaikan dengan masyarakat
yang sedang berubah ini.

Ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan, yaitu

1. Suatu kenyataan bahwa dengan adanya perubahan yang cepat pada dewasa ini, maka
perbendaharaan pengetahuan dan pengalaman pada masa lampau, pada masa yang lebih stabil,
digunakan oleh orang tua untuk membimbing putra putri mereka, sudab tidak memadai lagi
untuk maksud tersebut. Sesungguhnya orang tua seringkali lebih merasa tidak pasti dari pada
putra putri mereka. Hal yang sama juga dirasakan oleh masyarakat dewasa pada umumnya.
Nilai-nilai

tradisional dan warisan adat istiadat telah kehilangan otoritasnya terhadap anak-anak muda dan
tidak memadai lagi sebagai pembimbing tindakan tindakan benar dalam lingkungan yang
berubah dengan cepat ini. Karena keyakinan dan kemampuan orang tua, dan berbagal lembaga
orang dewasa yang secara tradisional banyak memberikan urunan bagi pendidikan anak-anak
semakin Iemah, maka bertambahlah ketergantungan pendidikan kepada lembaga pendidikan
formal.

   1. Sekolah sendiri harus menyesuaikan diri terhadap kenyataan bahwa pengetahuan baru
      yang melimpah di luar dinding sekolah tidak hanya besar dalam jumlah dibandingkan
      dengan apa yang disajikan oleh sekolah, tetapi mungkin juga jauh lebih penting bagi
      kehidupan yang nyata untuk anak. Dengan demikian sekolah tidak saja harus
      rnemperbaharui pengetahuan yang akan disajikan kepada anak-anak, menyeleksinya
      sesuai dengan prioritas kegunaannya; tetapi juga harus menggunakannya dengan baik
      sejumlah pengetahuan untuk menjawab tantangan kehidupan sehari-hari di luar sekolah.
   2. Unsur utama di dalam penyelenggaraan sekolah dan di dalam pelaksanaan pembaharuan
      yang diperlukan adalah kompetensi guru, karenanya kompetensi guru ini harus
      dirumuskan dengan tegas dan jelas dan dipelihara dengan baik. Lalu, apakah fungsi
      utama guru di dalam dunia yang mengalami perubahan ini? Persiapan yang
      bagaimanakah harus dirancang untuk menjamin agar para guru memperoleh dan
      memelihara kompetensi yang diperlukan untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Berdasarkan laporan dan negara anggota UNESCO yang disampaikan kepada International
Bureu of Education (IBE), disusunlah kertas kerja yang mengidenfitikasi kecenderungan,
perubahan peranan guru sebagai berikut. (1) Lebih banyak macam fungsi dalam proses
pengajaran dan lebih banyak tanggungjawab untuk penyusunan isi bahan pelajaran dan
mengajar, (2) Perubahan tekanan dan menyampaikan pengetahuan kepenyusunan
(pengorganisasian) belajar siswa, dengan penggunaan sebanyak mungkin sumber belajar baru
yang ada di masyarakat, (3) Individualisasi dalam belajar dan perubahan struktur hubungan guru-
murld, (4) Penggunaan secara lebih luas teknologi pendidikan dan penguasaan ketrampilan dan
pengetahuan yang diperlukan, (5) Penerimaan lebih luas kerja sama dengan guru-guru lain di
sekolah dan perubahan struktur hubungan antar guru, (6) Perlunya kerjasama yang lebih erat
dengan orang tua murid dan orangorang lain dalam masyarakat serta lebih banyak keterlibatan
dalam kehidupan masyarakat, (7) Penerimaan partisipasi dalam layanan sekolah dan kegiatan
ekstra-kurikuler, (8) Penerimaan pengurangan otoritas tradisional dalam hubungan dengan siswa
terutama dengan siswa yang lebih besar dan orang tua mereka.

Dalam laporan ini juga dipandang perlu adanya in service training bagi para guru. Sebab adanya
perubahan pengetahuan dan teknologl yang terus meningkat baik kualitas maupun kuantitasnya.
Padahal persiapan dalam pre service training dalam membekali kompetensi yang diperlukan
dalam berkarya sangat terbatas walaupun diselenggarakan secara baik. Dalam in service training
para guru dapat menilai kemampuan dan ketrampilannya kembali dan menyesuaikan dengan
kebutuhan yang aktual, guru dapat mengernbangkan kemampuan dalam bidang khusus tertentu.

Perlu adanya kerjasama yang erat antara LPTK dengan sekolah di mana para calon guru itu
dipersiapkan untuk menjadi guru. Hubungan yang erat ini akan menjembatani jurang antara
teori.dan praktek. Pendidikan calon guru merupakan tanggungjawab bersama antara lembaga
penghasil dan lembaga yang akan menggunakannya. Sehingga keluhan mutu guru rendah dapat
dideteksi sedini mungkin.

Guru sebaiknya dipacu untuk aktif dalam organisasi profesional. Sebab organisasi yang bersifat
profesional ini merupakan suatu media bagi transformasi nilai-nilai, pengetahuan dan teknologi
dan seorang ahli dalam bidangnya kepada para guru yang terbatas waktunya untuk mendalami
sendiri. Dengan demikian apabila seocang guru aktif dalam organisasi profesional dapat
diharapkan akan selalu mengalami Inovasi dalam bidang ilinu pengetahuan maupun teknologi
maju.

Dalam rangka menciptakan sekolah sebagai pusat kebudayaan itu maka guru mempunyal empat
tugas pokok sebagai berikut:

Pertama : Guru harus mampu membelajarkan anak, menciptakan Suasana belajar yang bergairah
dan merangsang. Oleh karena itu seorang guru harus mengelola proses belajar-mengajar yang
memungkinkan keterlibatan mental siswa secara optimal. Menggunakan berbagai metode
mengajar yang membuat anak aktif berbuat sesuatu, mengerjakan, menganalisis, menarik
kesimpulan dan menghasilkan sesuatu. Juga memberi kesempatan kepada anak-anak untuk
belajar bekerja sama, belajar mengeluarkan pendapat secara teratur dan baik, belajar berpikir
secara ilmiah dan sebagainya. Bahan pelajaran disusun sedemikian rupa, sehingga anak-anak
menemukan konsep-konsep, dan tidak sekedar mernperoleh informasi mengenai konsep-konsep
tersebut. Dalam proses belajar mengajar guru menggunakan berbagai media sebagai sumber
belajar dan sebagal alat untuk memperjelas keterangan guru.
Kedua ; Guru hendaknya menciptakan suasana demokratis dalam hubungannya dengan murid-
muridnya dalam proses belajar-mengajar, guru bukanlah pemberi informasi dan murid sebagai
penerima yang pasif, melainkan guru itu hanyalah sebagai fasilitator untuk membelajarkan
muridmuridnya. Guru hendaknya selalu memberi kesempatan kepada murid-murid untuk berani

mengeluarkan pendapatnya, membantah keterangan atau pendapat guru bila dianggapnya tidak
benar, mendorong anak-anak untuk mengadakan penelitian, dan berani mengakui kebenaran
pendapat muridnya, apabila memang benar, serta mengakui kesalahan pendapatnya. Untuk dapat
melaksanakan peranan pertama dan kedua tersebut di atas, guru hendaknya telah
mengembangkan sekurang-kurangnya 10 kemampuan keguruan, yakni: (1) menguasai bahan
yang akan diajarkan, (2) mampu mengelola program belajar-mengajar, (3) memiliki kemampuan
dalam mengelola kelas, (4) mampu menggunakan media dan sumber belajar-mengajar, (5)
menguasai landasan-landasan pendidikan, (6) mampu mengelola interaksi belajar-mengajar, (7)
memiliki kemampuan menilai prestasi siswa untuk kepentingan pendidikan dan pengajaran, (8)
mengenal fungsi dan program bimbingan dan penyuluhan, (9) mengenal dan mampu
menyelenggarakan administrasi kelas/sekolah, (10) memahami prinsip-prinsip dan mampu
menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran.

Ketiga : Guru hendaknya dapat menjadi teladan bagi murid-murid dan orang-orang sekitarnya
dalam rangka menciptakan sekolah sebagai pusat kebudayaan, dengan cara: (1) gemar membaca,
(2) rajin dan tekun belajar, (3) ingin tahu dan suka meneliti, (4) mempunyai kebiasaan dan gemar
menulis analitik, (5) bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, (6) bermoral Pancasila, (7)
bertindak, bersikap dan bertingkah laku baik, (8) berdisiplin, (9) mempersepsi, mengapresiasi
dan mengkreasi seni, (10) terampil dan cekatan, (11) bersikap terbuka terhadap pembaharuan,
(12) menerapkan teknologi.

Keempat: Guru hendaknya mampu membangkitkan kesadaran pada anak untuk ingin selalu
belajar, dan menyadari bahwa belajar tidak berhenti sesudah usianya mengikuti pendidikan
formal di sekolah, tetapi belajar tidak pernah selesai sampai manusia meninggal. Hal ini dapat
dilakukan dengan membiasakan anak anak belajar mandiri, membiasakan mereka menggunakan
sumbersumber belajar yang ada di sekolah maupun yang ada di masyarakat.

				
DOCUMENT INFO
Tags: Makalah
Stats:
views:8
posted:2/4/2013
language:Malay
pages:3
Description: Cara mengembangkan bahan ajar
- suberia - suberia Master of management suberia.org
About Mr,Suberia A trainer of civil servant teacher of Republic of Indonesia