Laporan KKL

					            LAPORAN INDIVIDU
      KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL)
      KE JOGJAKARTA DAN SURABAYA
        TAHUN AKADEMIK 2012/2013

         KERATON YOGYAKARTA




              PENYUSUN
    DEWA GEDE KERAMAS PRADNYANA
        NPM: 09.8.03.51.31.2.5.3477




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
      UNIVERSITAS MAHASARASWATI
                  2012
           LAPORAN INDIVIDU
       KULIAH KERJA LAPANGAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS




               MENYETUJUI
            DOSEN PENDAMPING,




       (DRS. NENGAH ASTAWA, M.Hum.)
           NIP. 19571113 198603 1 001




                  KETUA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FKIP UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR




(IDA BAGUS NYOMAN MANTRA, S.H., S.Pd., M.Pd.)
              NIPK. 826410312
                            KATA PENGANTAR



       Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,

karena atas NYA-lah penulis dapat menyelesaikan laporan Kuliah Kerja Lapangan

(KKL) ini ini. Dimana kegiatan KKL tersebut dilaksanakan pada tanggal 30 Juni –

4 Agustus 2012 yang mengambil lokasi di Jogjakarta – Surabaya. Sedangkan

universitas yang dijadikan tempat studi banding adalah Universitas Tidar

Magelang.

       Dalam penyusunan laporan ini, penulis banyak mendapat bantuan serta

petunjuk dari berbagai pihak. Sehubungan dengan hal tersebut, penulis

mengucapkan terima kasih kepada:

   1. Ibu Tjok Istri Ramaswati, S.H., M.M., selaku Rektor Universitas

       Mahasaraswati,

   2. Bapak Drs. I Wayan Suandhi, M.Pd., selaku Dekan FKIP Universitas

       Mahasaraswati Denpasar,

   3. Ibu Ni Ngh. Dwi Handayani, S.Pd., M.Pd., selaku panitia KKL,

   4. Bapak Drs. Nengah Astawa, M.Hum., selaku dosen pendamping 1 KKL,

   5. Bapak Dewa Gede Agung Gana Kumara, S.Pd., selaku dosen pendamping

       2 KKL,

   6. Ibu Ni Made Wersi Murtini, S.Pd., selaku dosen pendamping 3

   7. Dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.

       Penulis mengambil sebuah judul “Warisan Budaya Bersejarah Candi

Prambanan,” dalam penyusunan laporan KKL ini.




                                       i
       Penulis berharap hasil kegiatan selama pelaksanaan KKL dapat

bermanfaat terutama penulis dan para pembaca pada umumnya. Penulis

menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak terdapat

kekurangan dari segi bahasa maupun susunannya, maka kritik dan saran yang

membangun dari pembaca sangat diharapkan bagi penulis demi kesempurnaan

laporan ini.



                                                 Bangli, Juli 2012



                                                      Penulis




                                   ii
                                                 DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ..............................................................................                    i
DAFTAR ISI .............................................................................................        iii

BAB I PENDAHULUAN ......................................................................                         1
            1.1     Latar Belakang ....................................................................          1
            1.2     Rumusan Masalah ..............................................................               2
            1.3     Tujuan .................................................................................     3
            1.4     Manfaat ...............................................................................      3
                    1.4.1 Bagi Mahasiswa ......................................................                  3
                    1.4.2 Bagi Program Studi .................................................                   4

BAB II PEMBAHASAN .........................................................................                      5
            2.1     Lokasi Candi Prambanan ....................................................                  5
            2.2     Asal – Usul Nama Candi Prambanan .................................                           5
            2.3     Sejarah Candi Prambanan ...................................................                  5
            2.4     Deskripsi Bangunan ............................................................              6
                     -     Candi Siwa ..................................................................         9
                     -     Candi Brahma ..............................................................          10
                     -     Candi Wisnu ................................................................         11
                     -     Candi Nandi .................................................................        11
                     -     Candi Angsa ................................................................         11
                     -     Candi Garuda ...............................................................         12

BAB IIIKESIMPULAN DAN SARAN ..................................................                                  13
            3.1     Kesimpulan .........................................................................        13
            3.2     Saran ...................................................................................   14




                                                          iii
                                    BAB I
                              PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

       Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan salah satu mata kuliah

intrakulikuler yang wajib selain Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh

mahasiswa. Berbeda dengan KKN, KKL merupakan sebuah kegiatan dimana

kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi suatu kampus yang berada diluar

daerah misalnya ke daerah Jawa, Lombok, atau sekitarnya untuk mengadakan

studi banding. Tujuan melakukan studi banding ini untuk mengetahui dan

mempelajari kegiatan – kegiatan akademik kampus tersebut kemudian

membandingkannya dengan kampus sendiri (hal – hal baru apa yang didapatkan

di kampus itu, apakah ada hal – hal yang bagus untuk diterapkan di kampus

sendiri atau tidak). Kegiatan KKL tidak cenderung hanya melakukan studi

banding ke kampus – kampus tertentu saja (setelah kegiatan studi banding selesai

mahasiswa pulang, TIDAK) melainkan mereka diberikan kesempatan untuk

melakukan kunjungan – kunjungan ke objek – objek wisata terkenal di daerah

tersebut. Zaman sekarang, mahasiswa tidak hanya dituntut agar cerdas dalam hal –

hal akademik perkuliahan namun juga harus memiliki pengetahuan yang luas

terhadap kebudayaan daerah sendiri (mahasiswa tidak mengenali kebudayaannya

sendiri karena cenderung sibuk mempelajari hal – hal lain demi pendidikannya).

Kegiatan mengunjungi objek – objek wisata daerah ini dimaksudkan untuk

memberikan pengalaman atau kenangan manis kepada mahasiswanya ketika

mereka pulang nanti setelah kegiatan KKL usai. Salah satu hal penting yang

mereka dapatkan dari mengunjungi objek wisata selain kenangan manis adalah



                                       1
pengetahuan mereka akan kebudayaan daerah akan bertambah. Dan diharapkan,

kecintaan mereka terhadap budaya daerah semakin bertambah dan sehingga akan

membudaya.

       Salah satu objek wisata daerah terkenal yang penulis kunjungi pada saat

KKL adalah Candi Prambanan. Objek wisata ini tidak asing lagi bagi mahasiswa

seluruh Indonesia dan bahkan seluruh warga duniapun tahu keberadaan objek

wisata ini. Candi Prambanan nan agung dan megah menawarkan wisata sejarah

yang sangat mengagumkan serta memilki nilai – nilai sejarah yang tidak ternilai.

Begitu banyak nilai sejarah yang terkandung didalam Candi Prambanan tersebut

yang harus kita ketahui, pelajari, dan lindungi. Candi Prambanan ini letaknya

sangat strategis. Candi Prambanan memiliki banyak sekali candi – candi utama

dan candi – candi lainnya disekitar kompleks Candi Prambanan dan memiliki

cerita – cerita unik yang terbangun didalamnya. Namun, belum banyak mahasiswa

yang mengetahui apa saja nama – nama candi utama di kompleks percandian

Prambanan serta cerita – cerita didalam candi – candi tersebut karena hal ini

sangat penting untuk diketahui dan dipelajari. Berawal dari hal inilah penulis

tertarik mengangkat sebuah        judul “Warisan Budaya Bersejarah Candi

Prambanan” untuk dikembangkan dalam paper ini.


1.2 Rumusan Masalah

       Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, maka penulis dapat

merumuskan permasalahan sebagai berikut: “terdiri dari candi – candi utama

apakah pada teras pusat kompleks percandian Prambanan serta deskripsi atau

cerita – cerita singkat yang terkait pada candi – candi tersebut?”




                                        2
1.3 Tujuan

       Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penulisan paper ini bertujuan

untuk mengetahui jumlah candi – candi utama yang terdapat pada teras pusat

kompleks percandian Prambanan serta deskripsi atau cerita – cerita singkat yang

terkait pada candi – candi tersebut.


1.4 Manfaat

       Pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan ini akan memberikan manfaat

kepada:


1.4.1 Bagi Peserta KKL

   a. Melalui kegiatan KKL, mahasiswa dapat mengetahui langsung Candi

       Prambanan dan juga mengungkap apa yang telah mereka pelajari tentang

       Candi Prambanan dalam pelajaran sejarah yang mahasiswa dapatkan

       ketika mereka duduk dibangku sekolah menengah.

   b. Mahasiswa melihat secara langsung bagaimana Candi Prambanan

       sebenarnya sehingga mereka tidak hanya mendengar cerita – cerita dari

       orang – orang atau hanya sekedar melihat gambar – gambar Candi

       Prambanan di internet.

   c. Mahasiswa juga dapat mengenal kebudayaan – kebudayaan luar daerah

       yang terkait secara tidak langsung yang dijumpai selama kegiatan KKL

       berlangsung sehingga wawasan mereka tentang kebudayaan daerah dapat

       bertambah.




                                       3
1.4.2 Bagi Program Studi

   a. Dari pelaksanaan kegiatan KKL ini, program studi akan banyak

      mendapatkan pengalaman – pengalaman atau masukan – masukan dari

      mahasiswa     sehingga    kedepannya     bagi     program   studi   yang

      menyelenggarakan kegiatan ini akan semakin baik.

   b. Program studi juga akan mendapatkan banyak pengalaman – pengalaman

      dari program studi kampus studi banding yang nantinya dapat digunakan

      sebagai refleksi bagi program studi kedepannya.




                                      4
                                   BAB II
                               PEMBAHASAN



2.1 Lokasi

       Candi Loro Jonggrang yang sering disebut Candi Prambanan terletak

persis di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa

Tengah, kurang lebih 17 km ke arah timur dari Kota Yogyakarta atau kurang lebih

53 km sebelah barat Solo. Komplek Percandian Prambanan ini masuk kedalam 2

wilayah yakni komplek bagian barat masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta

dan bagian timur masuk wilayah Provinsi Jawa Tengah. Percandian Prambanan

berdiri di sebelah timur Sungai Opak kurang lebih 200 meter sebelah utara Jalan

Raya Yogya – Solo.


2.2 Asal – Usul Nama

       Gugusan candi ini dinamakan “PRAMBANAN” karena terletak di daerah

Prambanan. Nama “LORO JONGGRANG” berkaitan dengan legenda yang

menceritakan tentang seorang dara yang jonggrang atau gadis jangkung Putri

Prabu Boko.


2.3 Sejarah

       Candi Prambanan adalah kelompok percandian Hindu yang dibangun oleh

raja – raja Dinasti Sanjaya pada abad IX. Ditemukannya tulisan nama Pikatan

pada candi ini menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai

Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung berdasarkan prasasti

berangka tahun 856 M “Prasasti Siwargha” sebagai manifestasi politik untuk

meneguhkan kedudukannya sebagai raja yang besar. Terjadinya perpindahan


                                      5
pusat Kerajaan Mataram ke Jawa Timur berakibat tidak terawatnya candi – candi

di daerah ini ditambah terjadinya gempa bumi serta beberapa kali meletusnya

Gunung Merapi menjadikan Candi Prambanan runtuh tinggal puing – puing batu

yang berserakan. Sungguh menyedihkan itulah keadaan pada saat penemuan

kembali Candi Prambanan. Usaha pemugaran yang dilaksanakan Pemerintah

Hindia Belanda berjalan sangat lamban dan akhirnya pekerjaan pemugaran yang

sangat berharga itu diselesaikan oleh bangsa Indonesia. Sampai sekarang

pekerjaan pemugaran dilanjutkan, yaitu pemugaran Candi Brahma dan Candi

Wisnu.


2.4 Deskripsi Bangunan

         Komplek percandian Prambanan terdiri atas latar bawah, latar tengah, dan

latar atas (latar pusat) yang makin kearah dalam makin tinggi letaknya. Berturut –

turut luasnya: 390 m2, 222 m2, dan 110 m2. Latar bawah tidak berisi apapun.

Didalam latar tengah terdapat reruntuhan candi – candi perwara.




                                RERUNTUHAN CANDI
                                    PERWARA




                                        6
Apabila seluruhnya telah selesai dipugar, maka aka nada 224 buah candi yang

ukurannya semua sama yaitu luas dasar 6 m2 dan tingginya 14 meter. Latar pusat

adalah latar terpenting, diatasnya berdiri 16 buah candi besar dan kecil. Candi –

candi utama terdiri atas 2 deret yang saling berhadapan. Deret pertama yaitu

Candi Siwa, Candi Wisnu, dan Candi Brahma. Deret kedua yaitu Candi Nandi,

Candi Angsa, dan Candi Garuda. Pada ujung – ujung lorong yang memisahkan

kedua candi tersebut terdapat Candi Apit. Delapan candi lainnya lebih kecil.

Empat diantaranya Candi Kelir, dan empat candi lainnya disebut Candi Sudut.




                                        7
1. Candi Siwa

       Candi ini adalah candi terbesar dan terpenting. Dinamakan Candi Siwa

karena didalamnya terdapat arca SIWA MAHADEWA yang merupakan arca

terbesar. Bangunan ini dibagi atas 3 bagian secara vertikal kaki, tubuh, dan

kepala/atap. Kaki candi menggambarkan “dunia bawah” tempat manusia yang

masih diliputi hawa nafsu, tubuh candi menggambarkan “dunia tengah” tempat

manusia yang telah meninggalkan keduniawian dan atap yang melukiskan “dunia

atas” tempat para dewa. Gambar kosmos Nampak pula dengan adanya arca dewa

– dewa dan makhluk – makhluk surgawi yang menggambarkan Gunung

Mahamerutempat para dewa. Percandian Prambanan merupakan replica gunug itu

terbukti dengan adanya arca – arca dewa Lokapala yang terpahat pada kaki Candi

Siwa. Empat pintu masuk pada candi ini sesuai dengan keempat arah mata angin.



                                      8
       Pintu utama menghadap ke timur dengan tangga masuknya yang terbesar.

Dikanan – kirinya berdiri 2 arca raksasa penjaga dengan membawa gada yang

merupakan manifestasi dari Siwa.




2. Candi Brahma

       Didalam Candi Brahma satu – satunya ruangan yang ada berdirilah Arca

Brahma berkepala empat dan berlengan 4. Arca ini sebenarnya sangat indah tetapi

sudah rusak. Salah satu tangannya memegang tasbih, yang satunya memegang

“kamandalu” tempat air. Keempat wajahnya menggambarkan keempat kitab suci

weda masing masing menghadap keempat arah mata angin. Keempat lengannya

menggambarkan keempat arah mata angin. Sebagai pencipta, ia membawa air

karena seluruh alam keluar dari air. Tasbih menggambarkan waktu. Dasar kaki

candi juga dikelilingi oleh selasar yang dibatasi pagar langkan, dimana pada

dinding langkan sebelah dalam terpahat relief lanjutan cerita Ramayana dan relief

serupa pada candi Siwa hingga tamat.




                                       9
3. Candi Wisnu

       Bentuk, ukuran relief dan hiasan dinding luarnya sama dengan Candi

Brahma. Didalam satu – satunya ruangan yang ada berdiri Arca Wisnu bertangan

empat yang memegang gada, cakra, tiram. Pada dinding langkan sebelah dalam

terpahat relief cerita Kresna sebagai “Awatara” dan “Balarama” kakaknya.




                                      10
4. Candi Nandi

       Didalam satu – satunya ruangan yang ada terbaring arca seekor lembu

jantan dengan panjang ± 2 meter.

5. Candi Angsa

       Candi ini memiliki satu ruangan yang tidak berisi apa – apa. Ruangan ini

mungkin untuk kandang angsa, hewan yang biasa dikendarai oleh Brahma.

6. Candi Garuda

Bentuk, ukuran serta hiasan dindingnya sama dengan Candi Angsa. Didalam satu

– satunya ruangan yang ada terdapat arca kecil yang berwujud seekor garuda

diatas seekor naga. Garuda merupakan kendaraan Dewa Wisnu.




                                      11
                                   BAB III
                        KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

       Dari beberapa uraian yang penulis sampaikan pada bab I dan II, maka

penulis dapat menyimpulkan:

       Kegiatan KKL tidak hanya melakukan studi banding ke kampus – kampus

tertentu saja (setelah kegiatan studi banding selesai mahasiswa pulang, TIDAK)

melainkan mereka diberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan –

kunjungan ke objek – objek wisata terkenal di daerah tersebut. Zaman sekarang,

mahasiswa tidak hanya dituntut agar cerdas dalam hal – hal akademik perkuliahan

namun juga harus memiliki pengetahuan yang luas terhadap kebudayaan daerah

sendiri (mahasiswa tidak mengenali kebudayaannya sendiri karena cenderung

sibuk mempelajari hal – hal lain demi pendidikannya). Kegiatan mengunjungi

objek – objek wisata daerah ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman atau

kenangan manis kepada mahasiswanya ketika mereka pulang nanti. Salah satu hal

penting yang mereka dapatkan dari mengunjungi objek wisata selain kenangan

manis adalah pengetahuan mereka akan kebudayaan daerah akan bertambah. Dan

diharapkan, kecintaan mereka terhadap budaya daerah semakin bertambah dan

membudaya. Candi Prambanan. Objek wisata ini tidak asing lagi bagi mahasiswa

seluruh Indonesia dan bahkan seluruh warga duniapun tahu keberadaan objek

wisata ini. Candi Prambanan nan agung dan megah menawarkan wisata sejarah

yang sangat mengagumkan serta memilki nilai – nilai sejarah yang tidak ternilai

harganya. Begitu banyak nilai sejarah yang terkandung didalam Candi Prambanan

tersebut yang harus kita ketahui, pelajari, dan lindungi. Candi Prambanan ini



                                      12
letaknya sangat strategis. Candi Prambanan memiliki banyak sekali candi – candi

utama dan candi – candi lainnya disekitar kompleks Candi Prambanan dan

memiliki cerita – cerita unik yang terbangun didalamnya.

       Komplek Candi Prambanan terdiri atas latar bawah, latar tengah, dan latar

atas. Latar bawah tidak terdapat candi apa –apa, kemudian pada later tengah

terdapat reruntuhan candi – candi Perwara, sedangkan pada latar pusat terdapat 16

buah candi besar maupun kecil, yaitu terdiri dari deret pertama: Candi Siwa,

Candi Wisnu, Candi Brahma; deret kedua: Candi Nandi, Candi Angsa, dan Candi

Garuda. Kemudian pada ujung – ujung lorong yang memisahkan kedua candi

tersebut terdapat Candi Apit. Delapan candi lainnya lebih kecil. Empat

diantaranya Candi Kelir, dan empat candi lainnya disebut Candi Sudut.


3.2 Saran

       Penulis dapat menyarankan beberapa hal penting, diantaranya sebagai

berikut:

1. Mahasiswa yang mengadakan kunjungan ke Candi Prambanan hendaknya

    meningkatkan kesadarannya untuk ikut menjaga kebersihan candi.

2. Mahasiswa hendaknya menaati peraturan yang berlaku di Candi Prambanan

    dan tidak melanggarnya.

3. Mahasiswa hendaknya menjaga kedisiplinan untuk tidak menyentuh patung

    atau benda – benda lain karena hal ini mungkin bias merusak atau merubah

    posisi benda tersebut.




                                       13

				
DOCUMENT INFO
Tags:
Stats:
views:31
posted:2/1/2013
language:
pages:18